Nama NIM Mata Kuliah Jurusan

: Andhik Beni Saputra : 0801120140 : Politik dan Pemerintahan Negara Amerika Latinsional : Ilmu Hubungan Inter

Dosen pembimbing : Yessi Olivia, S.IP, M. Intel. Rel

Tulisan ini berbentuk Summary dari buku Modern Latin America, Sixth Edition chapter 4 yang di tulis oleh Thomas E. Skidmore dan Peter H. Smith yang diterbitkan oleh Oxford University Press, New York pada tahun 2005. Dalam Chapter 4 yang berjudul Chile: Socialism, Repression, and Democracy, Skidmore dan Smith memulai penjelasannya dengan memaparkan secara sekilas mengenai kronologi sejarah perjuangan Chile memperoleh kemerdekaan dari Spanyol di tahun 1818. Kedua penulis tersebut juga memaparkan mengenai instabilitas politik Chile pada masa-masa awal kemerdekaan berupa penggulingan secara paksa O’Higgins di tahun 1823 oleh kaum bangsawan yang merasa tidak puas atas kepemimpinannya. Setelah kejatuhan O’Higgins situasi politik Chile diwarnai oleh perebutan kekuasaan antara kelompok Liberal dan Konservatif. Persaingan memperebutkan kekuasaan antara kedua kelompok tersebut berhasil dimenangkan oleh Kelompok Konservatif pada tahun 1830 yang menandakan dimulainya tiga dekade Republik Konservatif dengan Diego Portales sebagai tokoh kuncinya. Melalui konstitusi 1833 kedudukan pemerintah pusat menjadi kuat dan diizinkan untuk menggunakan tindakan-tidakan represif jika dibutuhkan. Pada masa pemerintahan Portales ini segala aktivitas perekonomian dikendalikan oleh kaum pemilik tanah. Kondisi tersebut menjadikan kedudukan Portales sebagai penguasa Chile hanya dimanfaatkan oleh pemilik tanah untuk kepentingan mereka. Perang antara Chile dan Peru pada tahun 1836-1839 membawa rezim Portales pada kehancuran dan terbunuhnya sang diktator. Kedudukan Portales sebagai presiden Chile kemudian digantikan oleh Jenderal Manuel Bulnes. Pada dekade 1850-an terjadi kontroversi atas status politik yang disandang oleh gereja. Para elit pemilik tanah menginginkan negara memiliki kontrol yang lebih besar dari gereja, khususnya dalam bidang pendidikan dan keuanngan. Namun sikap elit pemilik tanah tersebut mendapat tentangan dari partai liberal yang membela hak-hak istimewa gereja. Sikap partai liberal tersebut justru menimbulkan perpecahan didalam tubuh partainya, sebab para anggota

industri tembaga ini juga menimbulkan masalah lain berupa tingginya ketidakstabilan harga tembaga di pasar dunia. Ikhtisar: Pertumbuhan Ekonomi dan Perubahan Sosial Pada awal bagian ini. Selain itu. namun hal ini tetap menjadi masalah yang sangat sulit bagi Chile untuk memperoleh devisa dalam dolllar. di Chile juga muncul kelas pekerja. dan Chile Exploration CompanyChuquicamata. maka Chile tidak melakukan impor tenaga kerja secara besar-besaran untuk menunjang pembangunan ekonomi. Selain itu. Pada tahun 1904. industri pertambangan Chile didominasi oleh tiga perusahaan besar yaitu Andes Copper. Meskipun harga tembaga dapat berfluktuasi sebesar 500 atau 1000 persen dalam satu tahun. Pada abad ke-19 pula pertumbuhan industri pertambangan Chile seperti perak. Salah satunya adalah munculnya berbagai elemen baru dalam elit masyarakat. Dan pada tahun 1920. maka pada akhir abad ke-19 dan awal abad 20. 1. dan nitrat telah menyebabkan berbagai perubahan penting dalam struktur sosial negara tersebut.Partai Liberal yang tidak setuju dengan sikap partainya mendirikan sebuah partai politik baru yaitu Partai Radikal. Mengingat banyaknya jumlah pekerja pribumi. tembaga. Setelah tahun 1900-an melalui suatu revolusi teknologi dalam pengolahan industri tembaga telah membawa transformasi dan membuka arus investasi asing di Chile. Industri tembaga di Chile pada kenyataanya hanya terkonsentrasi pada sejumlah pihak. Skidmore dan Smith mengemukakan bahwa pada abad ke-19 kondisi Chile memiliki kesamaan dengan kondisi negara-negara Amerika Latin lainnya yang sedang mengalami transformasi ekonomi dan sosial. dan pihak-pihak ini adalah Amerika yang bermaksud untuk membentuk sebuah daerah kantong asing yang akan memberikan stimulus yang relatif sedikit terhadap perekonomian. yang terdiri atas pemilik di bagian utara dan para pedagang yang berkembang diberbagai kota kecil dan besar. Braden Copper. yang kemudian lebih dikenal dengan istilah “ABC”. Sehingga sebagian besar keuntungan yang didapat dari industri pertambangan ini justru mengalir ke perusahaan induk mereka di Amerika. Braden Copper Company mulai melakukan eksploitasi barang tambang di El Teniente dekat Santiago. Namun tak bisa dipungkiri bahwa industri tembaga merupakan sektor yang paling dominan bagi perekonomian Chile. .

pedagang kecil. Balmaceda menghendaki intervensi negara dalam ekonomi semakin diperluas. terdapat dua isu politik yang dianggap paling penting dalam konsolidasi ini adalah mengenai masalah konstitusi dan status gereja. dan infrakstruktur perkotaan. Menurut Skidmore dan Smith. Chile juga tidak tidak menghadapi berbagai masalah yang banyak menimpa negaranegara Amerika Latin lainnya seperti tingginya tingkat pertumbuhan penduduk. sehingga kekuasaan legislatif menjadi lebih kuat. dan pekerja terampil untuk melawan tarif. José Balmaceda terpilih sebagai presiden. Namun upaya tersebut menjadai sulit direalisasikan akibat kepemilikan asing.Singkatnya. Kedua penulis mengemukakan bahwa salah satu penyebab hal tersebut adalah adanya kesempatan yang didapatkan oleh wanita-wanita Chile yang relatif lebih mudah untuk memperoleh pekerjaanpekerjaan teknis atau profesional. para elit berusaha untuk menciptakan suatu pemerintahan yang efektif dan terhindar dari kezaliman. Politik dan Parlemen Sejak abad 19 Chile telah mulai melakukan konsolidasi seiring dengan berakhirnya krisis ekonomi dan politik internasional yang terjadi pada saat itu. 2. Skidmore dan Smith mengemukakan bahwa selama menjabat sebagai presiden. Konflik kebijakan pangan muncul ketika para peternak sapi Chile mengusulkan pengenaan tarif terhadap daging sapi Argentina. Dalam hal ini Balmaceda inginkan pertambahan pembayaran pajak pendapatan dari industri nitrat di provinsi Tarapacá yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan jalan kereta api. Skidmore dan Smith menyimpulkan bahwa berbagai perkembangan tersebut telah membentuk suatu struktur sosial yang kompleks dengan keunikan dan karakteristik masingmasing. Balmaceda sendiri meyakinkan bahwa para pendukungnya akan menarik RUU ini. Pengurangan kekuasaan gereja atas presiden antara tahun 1861-1891 dikenal dengan nama Republik Liberal. . Selain itu. dan lain sebagainya. seperti elit pemilik tanah. Tahun 1874 terjadi perubahan yang mengharuskan para menteri bertanggungjawab kepada Kongres. kaum industrialis. mendapat tentangan dari kelas menengah yang dipimpin Partai Demokrat (didirikan pada 1887). yang berhasil memobilisasi para pengrajin. kelas menengah. jalan raya. oleh karena itu Balcameda mengusulkan pengurangan monopoli asing. Mengenai isu konstitusi. selama ini ia dikenal sebagai pemimpin Chile yang paling kontroversial. Pada pertengahan tahun 1880-an. Upaya tersebut ditempuh melalui amandemen konstitusi pada 1871 yang melarang presiden menjabat sebanyak dua kali.

kemudian presiden memutuskan untuk menggunakan anggaran tahun lalu sebagai solusinya. seperti undang-undang kompensasi untuk pekerja tahun 1916. dan dan dana pensiun bagi pekerja kereta api ditahun 1919. Oleh karena itu. Melalui organisasi baru mereka yaitu anarcho-syndicalists. Kongres membuat undang-undang yang dapat memberikan kesejahteraan sosial pekerja. Kongres memandang bahwa kondisi kerja dan tunjangan yang diberikan oleh pengusaha dapat melemahkan militansi para pekerja. sentimen kebangsaan juga telah meresap ke semua sektor elit Chile. Pada tahun ini juga muncul konflik antara Kongres dan Presiden Balmaceda mengenai pemilihan penganti presiden. Setelah mengelar aksi protes ditahun 1905 dan meletusnya tindakan kekerasan dan pertumpahan darah di kota Iquequi ditahun 1907. Upaya penggulingan presiden juga didukung oleh para pemilik perusahaan tambang yang memotong pembayaran pajak ekspor. mereka berhasil memperoleh kemajuan yang signifikan dalah hal gaji dan kondisi kerja. dimana Balmaceda telah berusaha untuk mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden terpilih. Pada tahun 1919. Jorge Montt terpilih sebagai presiden yang baru. Kedua penulis juga memaparkan bahwa tindakan para pekerja yang tergabung yang tergabung dalam serikat kerja menjadi lebih agresif. Kurang dari satu bulan setelah penggulingan Balmaceda. Karena permasalahan tersebut telah membawa implikasi yang kompleks. yang dirancang untuk menfasilitasi deportasi warga asing yang aktif sebagai penyelenggara tenaga kerja di tahun 1918. mobilisasi pekerja mencapai puncaknya. Dari bulan Januari-Februari para pemmimpin serikat pekerja mengadakan rapat umum untuk memprotes tingginya inflasi .Pada tahun 1890 Kongres mengalami kegagalan dalam menetapkan anggaran. Kongres juga mengesahkan undang-undang Ley de Residencia. pertanggung jawaban pengusaha di tahun 1917. Skidmore dan Smith mengungkapkan bahwa tindakan para pekerja justru menjadi semakin militan setelah tahun 1910. namun dibatalkan oleh Kongres. Selain itu. Namun kekuasaan presiden pada masa ini sungguh-sungguh dibatasi dan Chile mulai memberlakukan sistem parlementer. sebagai solusi pihak oposisi di Kongres melakukan mobilisasi terhadap masyarakat pertambangan bagian utara untuk menggulingkan presiden dengan dalih dapat mengancam kepentingan ekonomi mereka. Pemberontakan ini akhirnya berhasil menggulingkan Balmaceda dan dianggap sebagai pertempuran paling berdarah dalam sejarah Chile. Namun serikat ini dapat menjadi ancaman fundamental bagi sistem politik Chile.

Berlarut-larutnya instabilitas politik dan pengunduran diri Alessandri sebagai presiden ditahun 1925. Selama menjabat sebagai presiden. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif yang ditempuh oleh pemerintah untuk mencegah mobilisasi lebih lanjut dari serikat pekerja seperti yang terjadi pada Balmaceda. Carlos Ibáñez dikenal sebagai seorang diktator. Namun hal ini mendapat penolakan dari partai Konservatif yang lebih memilih status quo. Terdapat harapan bahwa Alessandri akan merubah kebijakan anti buruh yang dilancarkan pemerintah. salah satunya adalah Arturo Alesandri. Pada tahun 1921. telah mengerakan junta militer untuk mengambil alih sebagian kontrol pemerintah pada awal September 1924.selama masa perang. Menurut Skidmore dan Smith. Aksi protes yang dilancarkan tersebut menjadi berlarut-larut. Pada Mei 1927. Dan pada akhirnya Alessandri berhasil memenangkan pemilu tersebut. Kolonel Carlos Ibáñez muncul sebagai salah satu tokoh yang cukup kuat dalam perpolitikan Chile. Sebagai satu calon Presiden pada pemilu 1920. tetapi hal tersebut menarik perhatian para politisi borjuis Chile. Kedua penulis juga mengemukakan bahwa ketika Alesandri terpilih menjadi presiden. Mereka khawatir kalau suara para pekerja akan menambah dukungan bagi partai Liberal. Dari Instabilitas Menuju Front Populer Pada bagian ini. sebab ia menggunakan kekuasaan yang ia miliki untuk memenjarakan lawan-lawan . ia resmi dipilih oleh Kongres untuk menduduki kursi keresidenan Chile. sebenarnya ia dihadapkan pada pemasalahan kaum pekerja yang cukup pelik. Meskipun jumlah kelas pekerja yang menggunakan hak pilihnya masih sedikit. kedua penulis mengemukakan bahwa tidak adanya kesepakatan antara kelompok Liberal dan Konservatif mengenai status hukum pekerja. tetapi juga ditempatkan dalam kerangka hukum yang ditentukan oleh pemerintah. 3. Alesandri mengusulkan adanya legitimasi serikat pekerja. dan Kongres langsung menyetujui tuntutan tersebut. partisipasi politik kepada kelas menengah di Chile sedikit lebih maju dari Brasil. Presiden Alessandri mengusulkan kode pekerja dan paket kesejahteraan sosial kepada Kongres. sebagai solusi pada bulan Desember dikeluarkan dekrit Yáñez sebagai bentuk mediasi konflik dengan buruh yang mengalami kebuntuan. dimana serikat pekerja tidak memiliki status hukum. Tiga hari kemudian junta militer membuat tuntutan yang termuat dalam daftar peraturan-peraturan mengenai kode tenaga kerja. ketika serikat pekerja berjuang melawan kondisi ekonomi dan politik yang dianggap merugikan.

Demokrat. dan Alessandri terpilih menjadi presiden kembali.politiknya. pergerakan komunis dunia yang dimotori oleh Uni Soviet telah menimbulkan keresahan para elit politik Chile. Sehingga turut memicu timbulnya sejumlah aksi protes dari masyarakat terhadap pemerintah yang dianggap kurang tanggap dalam mengatasi dampak krisis ekonomi global. kelompok Komunis memperoleh suara sebesar 4%. Seruan koalisi dalam memerangi fasisme telah mendorong pihak komunis untuk beraliansi dengan partai kiri dan tengah. Menjelang pemilu presiden 1939. telah memaksa González untuk melakukan pembersihan kelompok Komunis dari kabinetnya. Aksi protes yang dilakukan oleh kelompok profesional dan pekerja tersebut. pada tahun-tahun berikutnya pemerintahan Chile mengalami instabilitas. pada tahun 1941 mereka memperoleh suara sebesar 12%. tetapi dukungan untuk Front Populer mengalami kenaikan yang signifikan. kemudian digantikan oleh Juan Antonio Ríos (1942-1946). Sosialis. Namun pada bulan Januari 1943. Pemilu presiden tahun 1939. Kehancuran bursa saham Wall Street dan depresi perekonomian dunia pada tahun 1929. Ríos berusaha memperjuangkan kenetralan negaranya dalam menyikapi konflik dunia. Pada tahun 1936 kelompok Komunis dan Radikal bergabung dalam Front Populer. dan Konfederasi Pekerja Chile. Komunis. Setelah pengunduran diri Ibáñez ditahun 1931. Namun. Sebagai seorang presiden. Untuk sementara pemerintah dikuasai oleh rezim Republik Sosialis dimana Kolonel Marmaduke Grove adalah tokoh kuncinya. Presiden Aguirre Cerda dipaksa menggundurkan diri. Posisi Ríos sebagai presiden kemudian digantikan oleh tokoh Radikal lain dan juga mendapat dukungan dari pihak Komunis yaitu Gabriel González Videla (1946-52). Akhirnya pemerintah memutuskan untuk mengadakan pemilihan presiden kembali. yaitu kelompok Radikal. akhirnya memutuskan hubungannya dengan negara-negara Poros. akhirnya berhasil memaksa Carlos Ibáñez untuk menanggalkan jabatannya sebagai presiden pada bulan Juli 1931. maraknya tindakan kekerasan dan pemogokan yang berujung pada konflik sosial. keanggotaan Front Populer tersebut bertambah besar. dimenangkan oleh Aguirre Cerda yang berasal dari Front Populer. Jika pada pemilihan anggota Kongres tahun 1937. Hal tersebut memberikan kesempatan kepada kelompok sayap kanan untuk melancarkan serangan sebagai bentuk kekhawatiran mereka . Kongres dikuasai oleh kelompok oposisi sayap kanan. terutama pemimpin serikat buruh dan membatasi kebebasan masyarakat sipil. juga berimbas pada melemahnya aktivitas dan pertumbuhan ekonomi Chile. Setelah kelompok Sosialis yang dipimpin Marmaduke Grove menarik diri dari pencalonan pemilu presiden pada tahun 1938. Pada tahun 1941.

Kedua. Untuk sektor industri tembaga pemerintah Chile berusaha membeli sebagian kepemilikan perusahaan. dimana Kongres telah melarang Partai Komunis dan anggotanya untuk memegang jabatan resmi. Pada bagian ini. Kristen Demokrat mendapat dukungan yang cukup besar dari masyarakat. memiliki partisipasi yang besar dalam pemilu. Pada tahun 1960-an panggung perpolitikan Chile mulai mengalami perubahan yang signifikan. Sementara pada pemilihan tahun 1958. Pada pemilihan ini. dalam mencapai pemerintahan mayoritas. Frei akhirnya keluar sebagai pemenang pemilu dengan suara sebesar 56%. Pertama. serta Partai Kristen Demokrat. sementara pesaingya Allende hanya memperoleh suara sebesar 39%. Pertama. dengan tujuan untuk meningkatkan pengawasan pemerintah dan pendapatan dari ekspor. Ketiga. maka para pihak harus ambil bagian dalam koalisi. kedua penulis juga memaparkan tentang proses pemilihan umum pada tahun 1952 dan 1958. 4. Pemilihan presiden 1952 telah mengantarkan Jenderal Carlos Ibáñez menduduki kursi kepresidenan Chile untuk kedua kalinya. Pemerintahan baru yang dipimpin Frei lebih memprioritaskan untuk menyelesaikan berbagai masalah ekonomi. Klimaksnya terjadi pada tahun 1948. Namum. Kedua. Selama periode ini. sistem politik Chile dapat diidentifikasi dalam beberapa karakteristik. penataan kembali berbagai kekuatan politik yaitu partai Konservatif dan Liberal. Sementara untuk bidang pertanian . dimana pergerakan buruh Chile yang selalu identik dengan kelompok kiri. berakhirnya Front Populer telah mengantarkan Chile pada periode kompetisi politik yang intens berdsarkan organisasi partai. koalisi yang dibangun adalah bentuk koalisi yang rapuh. pemilihan umum yang sangat kompetitif sehingga jarang sekali salah partai yang memperoleh seperempat suara. Pemerintah Amerika Serikat mendukung sepenuhnya tindakan tersebut dengan melancarkan kampanye di Amerika Latin untuk mengisolasi kelompok kiri. Era Partai Politik Menurut Skidmore dan Smith. Komunis dan Sosialis. sistem politik ini merupakan sistem yang paling demokratis. kelompok Radikal. Pemilihan presiden tahun 1964 merupakan pemilu yang krusial bagi Chile dan Amerika Latin. Jorge Alessandri terpilih sebagai presiden setelah mengalahkan Salvador Allende dari aliansi Sosialis-Komunis (FRAP) dan Eduardo Frei pemimpin Kristen Demokrat (PDC). bertambah besarnya jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya dalam pemilu.terhadap perkembangan komunis. sebuah partai yang relatif baru yang dipimpin oleh Eduardo Frei. khususnya komunis.

Sosialisme Melalui Demokrasi Skidmore dan Smith mengemukakan bahwa strategi awal ekonomi Allende memiliki persamaan dengan kabijakan Perón ditahun 1946 dan Castro tahun 1959 yaitu penetapan harga dan peningkatan upah.95. tampaknya menjadi titik pencapaian tertinggi bagi Kristen Demokrat dalam panggung politik Chile. batubara.3%. kali ini merasa yakin akan memperoleh kemenangan pada pemilu 1970 tersebut. maka kebijakan ekonomi Allende diprioritaskan pada nasionalisasi perusahan tembaga. serta 60% bank swasta sebagai suatu masa transisi menuju sosialisme. Sementara kelompok sayap kanan yang sebelumnya mendukung Frei. Sesuai dengan janji-janjinya selama kampanya yang menginginkan perubahan radikal.pemerintah berusaha mengadakan reformasi melalui distribusi lahan pertanian kepada 100 ribu petani pada tahun 1970. distribusi lahan pertanian hanya tersalurkan 28 ribu petani.8%. Alessandri memperoleh 34. Akhirnya pemilihan ini berhasil dimenangkan oleh Allende dengan jumlah perolehan suara sebesar 36. kelompok sayap kiri mempersiapkan koalisi untuk pemilu 1970. Kristen Demokrat yang mengusung Radomario Tomic. Tindakan Allende dalam melakukan nasionalisasi ini telah memancing respon pemerintahan Nixon untuk melancarkan “invisibel blockade” melawan Chile dalam perekonomian internasional. karena konstitusi Chile melarang presiden untuk menjabat selama dua periode secara berturut-turut. 5. Sebab pada pemilihan walikota tahun 1967 dan 1969. dan Tomic hanya memperoleh 27. . Tiga hari kemudian secara resmi Kongres mengangkat Allende sebagai presiden. Namun program tersebut berjalan lambat karena hingga akhir pemerintahan Frei. Dalam beberapa hal. Kristen Demokrat mengalami kekalahan. Akibatnya daya beli konsumen meledak dan redistribusi pendapatan yang signifikan dalam jangka pendek. Kemenangan pada pemilihan anggota Kongres pada tahun 1965. Berbagai pihak yang turut terlibat sebagai peserta dalam pemilihan saat ini adalah kelompok sayap kanan yang mengusung Jorge Alessandri. serta koalisi Komunis dan Sosialis dibawah bendera Unidad Popular (UP) kembali mencalonkan Allende sebagai presiden. pemilihan presiden kali ini memiliki kesamaan dengan pemilihan 1964. Berawal dari dua kekalahan tersebut. Sementara Kristen Demokrat dalam pemilu 1970 itu harus mempersiapkan calon penganti Frei. baja.

6. iklim politik Chile semakin memanas. hyperinflasi. Rezim Pinochet Pada bagian ini. Sebagai Jenderal konsolidasi kekuasaan politik. Skidmore dan Smith mengemukakan bahwa pemerintahan militer berusaha untuk menerapkan rezim birokrasi otoriterisme di Chile. Selain itu. Pada Maret 1973 terjadi pertaruhan komposisi anggota Kongres. Sementara kelompok moderat UP. Hal ini ditandani dengan pengerahan masa secara besar-besaran oleh kelompok pendukung dan anti-Allende telah menjadi suatu rutinitas. kelompok teknokrat sipil menganjurkan Pinochet untuk melakukan suatu perubahan dalam kebijakan ekonomi yaitu peran pemerintah dalam perekonomian harus dikurangi sebab hanya menjadi penghambat bagi pertumbuhan ekonomi . akhirnya Allende lengser dari jabatannya sebagai presiden melalui kudeta militer. kedua penulis juga mengemukakan bahwa posisi UP dalam pemerintah telah dilemahkan oleh pertikaian dalam kelompoknya sendiri. seperti Komunis berargumen bahwa tindakan yang tergesa-gesa akan mendorong kelompok sayap kanan untuk melakukan manipulasi terhadap militer dan kelas menengah. Kelompok kiri yang dimotori oleh Movimiento de la Izquierda Revolucionaria (MIR) menginginkan peerubahan yang lebih radikal seperti proses nasionalisasi yang lebih cepat.Menurut Skidmore dan Smith. tindakan kekerasan polisi terhadap oposisi. Namun yang terjadi UP justru memperoleh suara 43%. Namun pada tahun 1972 Kongres menolak amandemen tersebut. Jenderal Pinochet bahwa militer akan memegang kekuasaan kurang dari lima tahun. Namun aksi protes telah membawa kelambatan bagi pertumbuhan ekonomi. dan pelarian modal (capital flight). sementara oposisi hanya memperoleh 30 di Senat dan 87 (dari 150) di Majelis Rendah. dan aturan tentang dekrit. Pada bulan Januari 1974. Kedua penulis mengemukakan bahwa konflik yang terjadi dapat berkurang intensitasnya apabila partisipasi militer ditingkatkan dalam pemerintahannya. Dan akhirnya pada 11 September 1973. Pada perkembangan selanjutnya situasi politik Chile diliputi oleh sejumlah aksi protes anti-Allende dan counter protes dari organisasi buruh pendukung Allende. Pada pertengahan tahun 1972. kebijakan-kebijakan populis Allende (1970-1971) merupakan strategi politik Allende untuk menarik dukungan masyarakat atas amandemen konstitusi yang ia ajukan. Meskipun stabilitas hanya dapat dirasakan dalam waktu yang singkat saja. Pihak oposisi berharap memperoleh dua per tiga mayoritas suara agar dapat melakukan dakwaan terhadap Allende.

seperti merosotnya produk domestik bruto sebesar 14%. Aylwin memiliki komitmen untuk memulihkan isntitusi demokrasi Chile. distribusi pertumbuhan ini masih kurang mengesankan. Chile mengadakan pemilihan Kongres. dibawah payung koalisi (Concertatíón). Kristen Demokrat mengalami penurunan suara dibandingkan tahun 1993. Bahkan ketika terjadi krisis keuangan di Meksiko pada 1982. 7. Meskipun bebarapa statistik menunjukan bahwa tingkat kemiskinan mengalami penurunan selama 1990-an. ekonomi Chile terkena imbas yang lebih parah dibandingkan dengan negara Amerika Latin lainnya. Pinochet tak pernah ragu untuk menggunakan tindakan represif terhadap berbagai pihak yang menjadi lawan-lawan politiknya. Jendral mengundurkan diri setelah dua puluh lima tahun sebagai panglima militer. karena kalah bersaing dengan perusahaan multinasional. Gross Domestic Product Chile mengalami pertumbuhan sebesar 6. dari 500% turun menjadi 180% di 1976. Meskipun Partai Komunis mengalami peningkatan suara. tingkat kemiskinan absolut tetap saja tinggi dan kesenjangan pendapatan juga terus meningkat.Chile. Program-program ekonomi yang diusung oleh Pinochet dianggap berhasil dalam menurunkan tingkat inflasi. Kedudukan Pinochet sebagai presiden akhirnya digantikan oleh Patricio Aylwin yang berhasil memenangkan pemilu pada 1989. Pada Desember 1997. Di satu sisi Pinochet memang berhasil dalam mengatasi inflasi. Pada bulan Maret 1998. dan memperbaiki kehidupan masyarakat miskin. Tetapi mereka masih gagal untuk mendapatkan representasi Kongres. Partai Kristen Demokrat kembali mengantarkan Eduardo Frei sebagai presiden untuk kedua kalinya. Dalam pemilihan Kongres ini.7% pertahun tertinggi di Amerika Latin. Sedangkan suara yang diperoleh mitra koalisinya relatif stabil. Jumlah kata: 3. tetapi kebijakannya untuk mengurangi hambatan impor seperti tarif dan quota telam berakibat pada kebangkrutan industri lokal Chile. bahkan tahun 1982 turun menjadi 10%. Sementara dalam bidang politik. Pada tahun 1993. Selama delapan tahun pemerintahan koalisi (1990-1998). Redemokratisasi Melalui pemerintahan yang ia pimpin.151 kata . Menurut Skidmore dan Smith. penyelidikan atas pelanggaran hak asasi manusia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful