1.

Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan Dahulu sekitar tahun 1973 / 1974 Pendidikan Kewarganegaraan lebih dikenal dengan sebutan Pendidikan Kewiraan, yang dimana Pendidikan Kewiraan ini menjadi salah satu bagian dari kurikulum Pendidikan Nasional di Indonesia dengan maksud untuk menciptakan rasa cinta tanah air dan rela berkorban terhadap generasi penerus bangsa. Menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Pertahanan dan Keamanan menyebutkan bahwa Pendidikan kewiraan inilah yang menjadi cikal bakal terciptanya Pendidikan Kewarganegaraan yang saat ini ada dalam bagian kurikulum Pendidikan Nasional. Kemudian pada tahun 2000 perubahan nama Pendidikan Kewiraan menjadi Pendidikan Kewarganegaraan terwujud. Dan untuk lebih menyempurkan kembali kurikulum pendidikan Kewiraan menjadi Pendidikan Kewrganegaraan maka keluarlah suatu keputusan yakni Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 267 / DIKTI / KEP / 2000,dan dibawah ini adalah beberapa evaluasi yang dilakukan dalam penyempurnaan kurikulum tersebut yaitu sebagai berikut: 1. Evaluasi atas materi mata kuliah kewiraan selama ini yang lebih menitikberatkan pada tiga hal pokok yaitu , Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional, Politik Strategi Nasional dan Sistem Pertahanan dan Keamanan Nasional. Hal ini mereduksi nilai Pendidikan Kewarganegaraan hanya pada aspek “bela negara”, sehingga aspek penanaman nilai-nilai demokrasi dan HAM, nilai-nilai sosial kemasyarakatan, penyadaran tentang ketaatan pada hukum, serta disiplin nasoional yang seharusnya menjadi aspek yang utama, tidak terkaver dalam materi perkuliahan tersebut. 2. Keterkaitan yang erat dengan militerisme sangat kental mulai dari perumusan materi, desain metodologis, sampai pada pelatihan dosen. Apalagi rezim yang berkuasa pada waktu itu adalah rezim militer, sehingga kepentingan negara yang lebih besar direduksi menjadi kepentingan penguasa. Diharapkan dengan Pendidikan Kewarganegaraan sekarang dapat ditegakkan nilai-nilai demokrasi untuk menuju masyarakat madani. 3. Evaluasi atas ranah metodologis dalam penyampaian mata kuliah Kewiraan ataupun Kewarganegaraan selama ini lebih banyak memakai model Lecturing satu arah yang mengedepankan indoktrinasi tanpa proses dialog yang kritis. 4. Aspek kognitif sangat dominan dalam perkuliahan Kewiraan, padahal Pendidikan Kewarganegaraan sesungguhnya merupakan matakuliah

PP 30 tahun 1990 jo. 20 tahun 1982 tentang Pokok-pokok Pertahanan Keamanan Negara pasal 19 ditetapkan bahwa: (a) Ayat (1) Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) diselenggarakan guna memasyarakatkan upaya bela Negara serta menegakkan hak dan kewajiban warga Negara dalam upaya bela Negara. (b) Ayat (2) PPBN wajib diikuti oleh setiap warga Negara dan dilaksanakan secara bertahap. 2. 5. Keputusan Mendikbud No. UU No. d. ditetapkan bahwa “ Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara”. yaitu: (i) Tahap awal: Pada Pendidikan Dasar sampai Menengah dalam bentuk Palang Merah Remaja dan Gerakan Pramuka (ii) Tahap lanjutan: Pada perguruan tinggi dalam bentuk Pendidikan Kewiraan e. 056/U/1994 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil .kepribadian yang mengedepankan aspek afektif ( pembentukan sikap ) untuk melakukan tranfer nilai di kalangan mahasiswa. UUD 1945 pasal 27 ayat 3. Padahal Pendidikan Kewarganegaraan yang sesungguhnya merupakan sarana untuk transfer of values akhirnya gagal menumbuhkan sikap kewarganegaraan yang kritis. c. Pada perkuliahan Kewiraan kasus-kasus aktual dan lokal sering kali terabaikan. UUD 1945 pasal 30 ayat 1. ditetapkan bahwa “ Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”. b. ditetapkan bahwa “Setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara”. Dasar Hukum Penyelenggaraan Pendidikan Kewiraan (Pendidikan Kewarganegaraan) di Perguruan Tinggi didasarkan pada: a. UUD 1945 pasal 31 ayat 1. sehingga sikap kritis kewarganegaraan di kalangan mahasiswa kurang terarah secara maksimal.

dan (d). UU No. Pendidikan kewarganegaraan. pendidikan kewarganegaraan dan bahasa. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara pasal 9 (1): “ Setiap WN berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela Negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan Negara ”. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. .Belajar Mahasiswa pasal 9 menetapkan bahwa Kewarganegaraan/Pendidikan Kewiraan termasuk dalam kelompok Mata Kuliah Umum Pengembang Kepribadian dan wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi. Pengabdian sesuai dengan profesi. Ayat (2): “ Keikutan WN dalam upaya bela Negara diselenggarakan melalui : (a). UU No. f. pasal 37 ayat 2 menetapkan bahwa Kurikulum Pendidikan Tinggi wajib memuat pendidikan agama. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib. g. (c). Pengabdian sebagai prajurit TNIsecara sukarela atau secara wajib. (b).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful