You are on page 1of 21

SIKLUS PRODUKSI PERUSAHAAN (PRODUCTION CYCLE

)

Oleh: ADRIANUS ENDO PRASETYO (NPM 1206297043) PARAMITA PRATIWI (NPM 1206297516) PURNAMA SARI (NPM 1206297522)

MAKSI-PPAK FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS INDONESIA SALEMBA 2013

Statement of Authorship
Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya gunakan tanpa menyebutkan sumbernya. Materi ini tidak/belum pernah disajikan sebagai bahan untuk makalah pada mata ajaran lain, kecuali saya menyatakan dengan jelas bahwa saya menggunakannya. Saya memahami bahwa makalah yang saya kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk mendeteksi adanya plagiarisme. Mata Ajaran : Teknologi Informasi Untuk Manajemen dan Akuntansi Judul Makalah/Tugas : Siklus Produksi Perusahaan Dosen : Dr. Ronny K Hermajanto Moentoro S.E, MBA, PhD

Jakarta, 29 April 2013

Adrianus Endo Prasetyo NPM. 1206297043

Paramita Pratiwi NPM. 1206297516

Purnama Sari NPM. 1206297522

overhead pabrik masih dialokasikan berdasarkan jam tenaga kerja langsung. sistem akuntansi biaya AOE belum diubah. Akan tetapi perlengkapan baru tersebut telah meningkatkan kemampuan produksi dan secara simultan mengurangi produk cacat. Contohnya. wakil direktur utama bagian produksi di AOE. Akan tetapi. tingkat produk cacat. Ann Brandt. Bahkan LeRoy merasa frustasi dengan ketidakmampuannya untuk menghitung pengaruh peningkatan kualitas yang telah terjadi. Walaupun beberapa langkah telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas. . dan fitur lini-lini produknya. khawatir dengan masalah yang terkait dengan perubahan misi strategis perusahaan. pihak manajemen puncak AOE telah memutuskan untuk menggeser strategi bisnis perusahaan dari posisi tradisionalnya sebagai produsen berbiaya rendah untuk produk elektronik sehari-hari. Sejak itu. Akan tetapi. Mereka diberikan penalti atau denda karena melakukan investasi yang meningkatkan efisiensi keseluruhan. direktur utama AOE. Guna memulai proyek ini. Laporan kineja terus berfokus terutama pada ukuran keuangan. 2. 4. Memang. AOE telah meningkatkan variasi ukuran. Pada pertemuan tersebut. Akibatnya. Bahkan beberapa pesaing telah mulai memberikan harga pada produk mereka di bawah harga pokok produk AOE. walaupun otomatisasi telah secara drastis mengurangi jumlah tenaga kerja langsung yang digunakan untuk membuat sebuah produk. Linda kemudian mengadakan pertemuan dengan LeRoy. controller AOE. Dua tahun yang lalu. Guna mendukung pergeseran dalam fokus strategis ini. para manajer lini di pabrik mengeluh bahwa mereka membutuhkan informasi yang lebih akurat dan tepat waktu atas aktivitas fisik seperti unit yang diproduksi. Para supervisor produksi mengeluhkan tidak masuk akalnya sistem akuntansi tersebut. kea rah strategi diferensiasi produk. LeRoy telah menyampaikan kekhawatirannya pada Linda Spurgeon. AOE telah menanamkan investasi besar pada otomatisasi.Kasus Integratif : Alpha Omega Electronics LeRoy Wiliams. gaya. wakil direktur utama bagian sistem informasi dan Elizabeth Venko. dengan menggunakan perlengkapan baru yang canggih tersebut harga pokok produksi beberapa produk kini lebih mahal. Elizabeth dan Ann setuju untuk mempelajari bagaimana mengubah sistem akuntansi biaya perusahaan agar dapat lebih akurat mencerminkan proses produksi AOE yang baru. 3. Situasi ini telah menimbulkan masalah-masalah berikut : 1. investasi perlengkapan dan mesin baru menghasilkan peningkatan signifikan dalam tariff overhead pabrik. sistem akuntansi biaya tidak memberikan ukuran yang memadai untuk mengevaluasi pengaruh langkah-langkah tersebut dan untuk menunjukkan area yang membutuhkan perbaikan lebih lanjut. yang setuju bahwa masalah-masalah tersebut sangat serius. Para eksekutif bagian pemasaran dan desain produk memiliki semua informasi harga pokok produk tetapi tidak dapat menggunakannya untuk menetapkan harga atau untuk menetapkan potensi tingkat laba produk baru. dan waktu produksi.

Sebagai gantinya. sistem informasi siklus produksi mengirimkan informasi ke siklus pendapatan mengenai barang jadi yang telah dibuat dan tersedia untuk dijual. yang selanjutnya akan memberikan data mengenai biaya dan ketersediaan tenaga kerja.LeRoy setuju untuk mengantar Elizabeth dan Ann keliling pabrik agar mereka dapat melihat serta memahami bagaimana teknologi yang baru tersebut dapat mempengaruhi aktivitas siklus produksi perusahaan. Pendahuluan Siklus produksi adalah suatu rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait dengan pembuatan produk yang terjadi secara terus-menerus dan saling berkaitan. Terakhir informasi mengenai harga pokok penjualan akan dikirim ke sistem informasi buku besar dan pelaporan. Sebaliknya. Sistem informasi siklus pendapatan memberikan informasi (pesanan pelanggan dan prediksi penjualan) yang digunakan untuk merencanakan produksi serta tingkat persediaan. Informasi mengenai tenaga kerja yang dibutuhkan akan dikirim ke siklus sumber daya manusia. Seperti yang digambarkan dalam kasus ini. sistem siklus pengeluaran memberikan informasi mengenai perolehan bahan baku dan juga mengenai pengeluaran lain yang dimasukkan ke dalam overhead pabrik. Gambar 14-1 memperlihatkan bagaimana siklus produksi dihubungkan dengan sub sistem lainnya dalam Sistem Informasi Akuntansi yang ada di suatu perusahaan.1 : Context Diagram Siklus Produksi . Ketersediaan informasi terbaru dan akurat mengenai biaya produksi merupakan hal yang sangat penting untuk dapat secara efektif mengelola siklus produksi. Informasi mengenai kebutuhan bahan baku dikirim ke sistem informasi siklus pengeluaran dalam bentuk formulir permintaan pembelian. Gambar 14. kekurangan sistem informasi yang digunakan untuk mendukung aktivitas siklus produksi dapat menimbulkan masalah bagi sebuah produksi.

Pengetahuan ini akan memungkinkan mereka untuk bekerja bersama dengan fungsi sistem informasi untuk memastikan bahwa Sistem Informasi Akuntansi dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengelola empat aktivitas dari siklus produksi tersebut.Gambar 14-2 memperlihatkan empat aktivitas dasar dalam siklus produksi yaitu desain produk. Walaupun keterlibatan utama para akuntan adalah pada langkah keempat yaitu akuntansi biaya. Gambar 14. mereka juga harus memahami proses dan informasi yang dibutuhkan dalam langkah-langkah lainnya. perencanaan dan penjadwalan. serta akuntansi biaya. Gambar 14-2 juga memperlihatkan informasi penting yang mengalir di antara setiap aktivitas tersebut dan siklus Sistem Informasi Akuntansi lainnya. operasi produksi.2 : Level 0 Data Flow Diagram Sistem Produksi .

3 : Sistem ERP Pada Siklus Produksi . Catatan baru kemudian ditambahkan ke file perintah produksi untuk mengesahkan produksi barang yang ditentukan. Spesifikasi dari departemen teknis untuk produk-produk baru menimbulkan pembuatan catatan baru dalam daftar bahan baku dan file daftar operasi. Guna mengembangkan spesifikasi tersebut. Pada saat yang sama. Departemen penjualan memasukkan prediksi penjualan dan informasi pesanan khusus pelanggan. permintaan bahan baku akan dikirim ke bagian penyimpanan persediaan untuk mengotorisasi pelepasan bahan baku ke bagian produksi. bagian teknis mengakses kedua file tersebut untuk mempelajari desain produk yang hampir sama. catatan-catatan baru ditambahkan ke file barang dalam proses untuk mengakumulasi data biaya. Gambar 14. Bagian perencanaan produksi menggunakan informasi tersebut dan tingkat persediaan saat ini untuk mengembangkan jadwal induk produksi. Bagian tersebut juga mengakses file buku besar dan persediaan untuk informasi mengenai biaya desain produk alternatif. Terakhir.Sistem Informasi Siklus Produksi Gambar 14-3 memperlihatkan Sistem Informasi Akuntansi on-line umum untuk siklus produksi. seperti yang digunakan di beberapa perusahaan. Perintah yang terkait juga dikirimkan ke interface CIM (Computer Integrated Manufacturing) untuk menuntun operasi mesin terkomputerisasi. Daftar operai yang akan dilakukan ditampilkan untuk bengkel kerja terkait.

memasukkan data penggunaan pemindai kode mengakibatkan data biaya garis jika memungkinkan. pengendalian anggaran. yang harus ada untuk mengurangi ancaman dan eksposur tersebut. Ancaman Utama . batasi akses ke data biaya Pelaporan yang lebih baik dan tepat waktu. disamping dokumen serta catatan yang memadai.Tabel 14-1 menjelaskan beberapa ancaman dan eksposur-eksposur utama dalam siklus produksi beserta prosedur pengendalian tambahan. Kelebihan produksi atau Sistem perencanaan produksi kekurangan produksi. Identifikasikan semua aktiva tetap. Investasi yang tidak optimal Tinjau dan setujui perolehan dalam aktiva tetap aktiva tetap. Pencurian atau perusakan Batasi akses fisik ke persedian dan aktiva tetap persediaan dan aktiva tetap. Data terinci mengenai biaya jaminan dan perbaikan. yang lebih baik. yang tidak akurat rekonsiliasi jumlah yang tercatat dengan perhitungan fisik secara periodik. Kesalahan pencatatan dan Pengendalian edit entri data. Dokumentasikan semua perpindahan persediaan sepanjang proses produksi. Hilangnya data Kinerja yang kurang baik Buat cadangan dan perencanaan pemulihan dari bencana. Tabel 14-1 : Beberapa Ancaman dan Pengendalian dalam Siklus Produksi Produk / Aktivitas Desain produk Ancaman Prosedur Pengendalian Perencanaan dan penjadwalan Operasi Produksi Akuntansi Biaya Desain produk yang kurang Perbaiki informasi tentang baik pengaruh desain produk atas biaya.

Tujuan aktivitas ini adalah mendesain sebuah produk yang memenuhi permintaan dalam hal kualitas. Produk yang didesain kurang baik akan lebih banyak menimbulkan biaya jaminan dan perbaikan. Pertama adalah daftar bahan baku (bill of materials-BOM) yang menyebutkan nomor bahan baku. MRP II adalah kelanjutan dari perencanaan sumbr daya bahan baku yang mencari keseimbangan antara kapasitas produksi yang ada dan kebutuhan bahan baku untuk memenuhi perkiraan permintaan penjualan. Kedua adalah daftar operasi. Analisis atas jaminan dan biaya perbaikan dapat mengidentifikasikan penyebab utama kegagalan produk. hingga membuat desain produk merupakan tugas yang menantang. Ancaman dan Pengendalian Desain produk yang kurang baik akan menaikkan biaya dalam beberapa hal.DESAIN PRODUK Langkah pertama dalam siklus produksi adalah desain produk. yang menyebutkan kebutuhan tenaga kerja dan mesin yang diperlukan untuk memproduksi produk tersebut. Hal ini sering kali juga mengakibatkan proses produksi yang tidak efisien karena banyaknya kerumitan dalam perubahan produksi dari suatu jenis produk ke produk lainnya. Proses Aktivitas desain produk menciptakan dua dokumen utama. PERENCANAAN DAN PENJADWALAN Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan. menyebutkan apa yang dilakukan di setiap langkah dan berapa banyak waktu yang dibutuhkan oleh aktivitas tersebut. Metode Perencanaan Dua metode perencanaan produksi yang umum adalah perencanaan sumber daya produksi (manufacturing resource planning = MRP II) dan sistem produksi just in-time. dan fungsi. ketahanan. Daftar operasi kadang kala disebut sebagai lembar pergerakan karena menunjukkan bagaimana sebuah produk bergerak di sepanjang pabrik. Informasi itu dapat kemudian digunakan untuk mendesain ulang produk agar dapat meningkatkan kualitas. Sistem MRP II sering disebut sebagai push manufacturing. serta jumlah masing-masing komponen bahan baku yang digunakan dalam satu unit produk jadi. dan secara simultan meminimalkan biaya produksi. . Tujuan langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi. Beberapa kriteria ini salaing bertentangan satu sama lain. Mengunakan terlalu banyak komponen khusus ketika memproduksi produk yang hampir sama akan meningkatkan biaya yang berhubungan dengan pembelian dan pemeliharaan persediaan bahan baku. deskripsi. karena barang diproduksi sebagai ekspektasi atas permintaan pelanggan.

Production order akan mengesahkan jumlah produksi yang ditetapkan dalam suatu produk. MPS digunakan untuk mengembangkan jadwal terinci yang menspesifikasikan produksi harian dan menetapkan apakah bahan baku perlu dibeli atau tidak.Seperti halnya MRP II yang merupakan perpanjangan dari sistem pengendalian persediaan MRP. Sstem MRP II dapat mengembangkan rencana produksi hingga untuk 12 bulan ke depan. prediksi penjualan. dan tingkat persediaan barang jadi digunakan untuk menetapkan tingkat produksi. Selanjutnya kompleksitas penjadwalan meningkat secara dramatis sejalan dengan semakin banyaknya jumlah pabrik. tempat bahan tersebut dibutuhkan. dan barang jadi. dan tenaga kerja yang dibutuhkan. Dalam perencanaan dan penjadwalan ini menghasilkan tiga dokumen lainnya yaitu . JIT sering kali disebut sebagai pull manufacturing. permintaan bahan baku. dan jika bahan baku tambahan dibutuhkan. Perpindahan selanjutnya dari bahan baku di sepanjang pabrik akan didokumentasikan dalam move tickets. sementara sistem produksi JIT menggunakan rentang waktu perencanaan yang lebih pendek. production order. rencana produksi harus tetap untuk beberapa minggu ke depan agar dapat memberikan waktu yang cukup untuk mendapatkan bahan baku. kita perlu “melebihkan” daftar bahan baku untuk memenuhi tujuan produksi yang tercantum dalam MPS. barang dalam proses. yang mengidentifikasikan bagian-bagian yang dipindahkan. pengeluaran. Permintaan bahan baku mengesahkan pengeluaran jumlah bahan baku yang dibutuhkan dari gudang ke lokasi pabrik. memperlihatkan kelebihan sistem ERP yang terintegrasi yaitu kemampuan untuk dengan mudah berbagi data diantara siklus pendapatan. serta waktu perpindahan. Guna melakukan hal ini. dan move tickets. . perlengkapan. produksi. baik MRP II maupun sistem produksi JIT merencanakan produksi di depan. dan sumber daya manusia. Akan tetapi MRP-II dan JIT berbeda dalam segi lamanya rentang waktu perencanaan. Permintaan ini dibandingkan dengan tingkat persediaan saat ini. Dokumen Kunci dan Formulir Master Production Schedule (MPS) menspesifikasikan seberapa banyak produk akan diproduksi selama periode perencanaan dan kapan produksi tersebut harus dilakukan. Secara teoritis. Jadi. karena barang diproduksi sebagai tanggapan atas permintaan pelanggan. sistem produksi JIT hanya berproduksi sebagai tanggapan atas pesanan pelanggan. Walaupun bagian jangka panjang MPS dapat diubah berdasarkan perubahan kondisi pasar. permintaan pembelian akan dihasilkan serta dikirim ke bagian pembelian untuk memulai proses perolehan bahan. ketika sebuah pesanan pelanggan baru diterima. sistem produksi just in-time memperluas prinsip sistem pengendalian persediaan just in-time untuk seluruh proses produksi. Sistem ERP yang Terintegrasi Gambar 14-4. Tujuan produksi JIT adalah meminimalkan atau meniadakan persediaan bahan baku. lokasi perpindahan. Jadi. Informasi mengenai pesanan pelanggan.

. membuat pesanana pembelian untuk meminta barang tersebut. data tersebut akan segera diteruskan ke modul perencanaan dan penjadwalan. Apabila produksi tambahan diperlukan untuk memenuhi pesanan tersebut. dan kemudian kebutuhan atas tenaga kerja dapat ditentukan. Kelebihan produksi juga meningkatkan risiko menanggung produksi yang tidak terpakai. data dikirim ke sistem pengendalian persediaan. karena produk inovatif tersebut secara inheren lebih sulit untuk diperkirakan permintaannya daripada produk lainnya. Jadi model data yang di desain dengan baik akan memfasilitasi integrasi berbagai sistem informasi perusahaan agar dapat secara optimal merespons pesanan baru dari pelanggan. sehingga menciptakan potensi masalah pada arus kas karena sumber daya terikat dalam persediaan.4 : Sistem ERP yang Terintegrasi Ancaman dan Pengendalian Kelebihan produksi dapat mengakibatkan kelebihan pasokan barang atas permintaan jangka pendek. daripada bahan kebutuhan pokok dan sehari-hari. seperti busana butik. kekurangan produksi dapat mengakibatkan kehilangan penjualan dan ketidakpuasan pelanggan.sistem tersebut dapat dengan cepat memeriksa tingkat persediaan saat ini. seperti kebanyakan bahan makanan. Akan tetapi. risiko kelebihan dan kekurangan produksi lebih tinggi untuk produk baru yang inovatif. Informasi ini dibagi dengan sistem manajemen sumber daya manusia untuk mengidentifikasikan kebutuhan bahan baku. dan jika perlu. yang akan membandingkannya dengan tingkat persediaan saat ini. Gambar 14. Sebaliknya.

harus menandatangani permintaan tersebut untuk mengakui pelepasan barang ke bagian produksi. Baik staf administrasi bagian pengendalian persediaan maupun pegawai bagian produksi yang menerima bahan baku. Merupakan hal yang juga penting untuk memastikan bahwa perintah produksi yang benar telah dikeluarkan. harus dikumpulkan secara teratur. seperti robot dan mesin yang dikendalikan oleh computer. Perbaikan membutuhkan prediksi penjualan yang akurat dan baru serta data mengenai jumlah persediaan. Sebagai tambahan. Ancaman dan Pengendalian Pencurian persediaan dan aktiva tetap adalah ancaman utama bagi perusahaan manufaktur. Jadi. Contohnya. OPERASI PRODUKSI Langkah ketiga dalam siklus produksi adalah produksi actual dari produk. Persetujuan dan otorisasi yang memadai atas perintah produksi adalah pengendalian lainnya untuk mencegah kelebihan produksi barang tertentu.000 lembar kertas yang berisi instruksi kerja dasar yang berhubungan dengan manufaktur badan pesawat. pencurian juga mengakibatkan kelebihan saldo aktiva. Permintaan tambahan bahan baku di luar jumlah yang disebutkan dalam daftar bahan baku juga harus didokumentasikan dan disahkan oleh personel tingkat . Salah satu caranya adalah dengan membatasi akses ke program penjadwalan produksi. akses fisik ke persediaan harus dibatasi dan semua semua perpindahan harus didokumentasikan. informasi mengenai kinerja produksi terutama yang berhubungan dengan tren total waktu produksi setiap produk. disebut sebagai computer-integrated manufacturing (CIM).Perencanaan produksi yang lebih akurat dapat mencegah kelebihan dan kekurangan produksi. permintaan bahan baku harus digunakan untuk mengesahkan pelepasan bahan baku ke bagian produksi. Sebagai tambahan dari hilangnya aktiva. Northrop Corporation dahulu menggunakan 16. Guna mengurangi risiko kehilangan persediaan. peniadaan kertas dan peningkatan efisiensi mengurangi biaya sebesar 30 persen. perbedaan tersebut berdasarkan jenis produk yang diproduksi dan tingkat otomatisasi yang digunakan dalam proses produksi. Para akuntan tidak diminta untuk menjadi ahli dalam setiap segi CIM. Ketika terminal on-line diinstal di setiap lokasi perikatan . kekurangan produksi. semuanya ini adalah informasi yang dapat disediakan oleh sistem siklus pendapatan dan pengeluaran. tetapi mereka harus memahami bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi Sistem Informasi Akuntansi. Salah satu pengaruh CIM adalah pergeseran dari produksi massal ke produksi sesuai pesanan. Penggunaan berbagai bentuk TI dalam proses produksi. yang dapat mengarah pada analisis yang salah atas kinerja keuangan dan dalam kasusu persediaan. CIM dapat secara signifikan mengurangi biaya produksi. Sumber-sumber data ini dapat digunakan secara periodic untuk meninjau dan menyesuaikan jadwal induk produksi. Cara aktivitas ini dicapai sangat berbeda di berbagai perusahaan.

harus merekomendasikan pengeluaran modal yang besar. yang memberikan rincian mengenai arus kas yang diperkirakan dan biaya-biaya lain serta manfaat dari pengeluaran yang diajukan. Supervisor pabrik memiliki tanggung jawab atas persediaan barang dalam proses. Fungsi otorisasi. seorang pegawai yang tidak memiliki tanggung jawab penyimpanan harus secara periodic menghitung persediaan yang dimiliki. aktiva tetap harus diidentifikaikan dan dicatat. Terakhir. Prosedur yang dilibatkan dalam mengesahkan pembelian aktiva tetap berbeda. Semua rekomedasi semacam ini harus ditinjau oleh eksekutif senior atau oleh komite eksekutif dan berbagai proyek akan diurutkan berdasarkan prioritas. . Ancaman lainnya adalah perolehan tidak sah aktiva tetap. Perbedaan apapun antara perhitungan fisik dengan jumlah yang diselidiki harus diselidiki. persediaan dan aktiva tetap juga dapat terkena risiko kehilangan karena kebakaran atau bencana lainnya. Pemindai kode garis dan terminal on-line digunakan untuk mencatat perpindahan persediaan.supervisor. Menyerahkan tanggung jawab pada para manajer atas pemgembalian departemen mereka untuk aktiva tetap akan memberikan intensif tambahan untuk mengendalikan pengeluaran semacam ini. Move tickets atau kartu perpindahan harus digunakan untuk mendokumentasikan perpindahan selanjutnya persediaan dalam proses produksi di perusahaan. yang dapat mengakibatkan kelebihan investasi dan mengurangi tingkat laba. yang akan menghindarkan dari proses persetujuan formal. Konsekuensinya. sehingga dapat memelihara catatan persediaan secara akurat. Pengendalian yang hampir sama dibutuhkan untuk menjaga aktiva tetap. Pengeluaran modal yang lebih kecil biasanya dapat dibeli secara langsung di luar anggaran departemen. pengendalian akses yang baik dan uji kesesuaian adalah hal yang penting untuk memastikan bahwa hanya personel yang berhak sajalah yang memiliki akses ke catatan-catatan tersebut. Seorang supervisor atau manajer. yang harus memverifikasi bahwa setiap transaksi telah disahkan dan dilaksanankan secara benar. Memelihara penyimpanan fisik persediaan bahan baku dan barang jadi adalah tanggung jawab bagian penyimpanan persediaan. Pemisahan tugas yang memadai merupakan hal yang penting untuk menjaga persediaan. Sebuah laporan mengenai semua transaksi aktiva tetap harus dicetak secara periodik dan dikirim ke controller. Para manajer yang ada di perusahaan harus diserahkan tanggung jawab dan akuntabilitas untuk aktiva tetap yang berada di bawah kendalinya. Oleh karenanya asuransi yang mencukupi harus dibuat untuk memberikan perlindungan atas kehilangan semacam ini dan memberikan penggantian atas aktiva tersebut. tergantung dari ukuran permintaan pembelian. dan kartu perpindahan adalah tanggung jawab perencana produksi atau belakangan ini menjadi tanggung jawab sistem informasi itu sendiri. yang dicerminkan melalui pembuatan perintah produksi permintaan bahan baku. Terakhir. Pengembalian bahan baku apa pun yang tidak digunakan dalam produksi juga harus didokumentasikan. Pelepasan aktiva tetap harus disahkan secara dengan benar dan didokumentasikan.

kemudian menghitung biaya ratarata untuk semua unit yang diproduksi. karena sering kali biaya yang sama dapat dialokasikan dalam beberapa cara.AKUNTANSI BIAYA Langkah terakhir dari siklus produksi adalah akuntansi biaya. Berikut ini adalah keempat kategori data biaya yang harus dikumpulkan dalam sistem akuntansi biaya : . perhitungan biaya proses (process costing) membebankan biaya ke setiap proses. dan digunakan ketika produk atau jasa yang dijual terdiri dari bagian-bagian yang dapat diidentifikasi secara terpisah. Jenis-jenis Sistem Akuntansi Biaya Sebagian perusahaan menggunakan perhitungan biaya pesanan (job order costing) dan proses (process costing) dalam membebankan biaya produksi. Tiga tujuan utama sistem akuntansi biaya adalah : 1. Contohnya. suatu sistem akuntansi biaya harus dapat mengumpulkan biaya berdasarkan kategori dan kemudian membebankan biaya-biaya tersebut ke produk tertentu dan unit organisasional tertentu. atau pusat pengerjaan dalam siklus produksi. Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan untuk menghitung persediaan serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan perusahaan Proses Agar dapat berhasil mencapai tujuan pertama. Sebaliknya. untuk beberapa tujuan berbeda. Hal ini membutuhkan pengkodean yang hati-hati atas data biaya selama pengumpulan. dan evaluasi kinerja operasi produksi. atau pekerjaan tertentu. bukan pada metode pengumpulan data. memberikan informasi untuk perencanaan. tetapi ke produk tertentu untuk menetapkan harga dan keputusan bauran produk. Perhitungan biaya pesanan (job order costing) membebankan biaya ke batch produksi tertentu. Guna mencapai tujuan yang kedua. 2. memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam menetapkan harga serta keputusan bauran produk. suatu sistem akuntansi biaya harus didesain untuk mengumpulkan data real-time mengenai kinerja aktivitas produksi agar pihak manajemen dapat membuat keputusan tepat pada waktunya. Perhitungan process costing digunakan ketika barang atau jasa yang hampir sama diproduksi dalam jumlah missal dan unit terpisash tidak dapat dengan mudah diidentifikasi. 3. biaya supervisor pabrik dapat dibebankan ke beberapa departemen untuk tujuan evaluasi kinerja. Pilihan penghitungan biaya berdasarkan pesanan atau proses hanya mempengaruhi metode yang digunakan untuk membebankan biaya-biaya tersebut ke produk. pengendalian.

Penggunaan Mesin dan Peralatan Ketika perusahaan mengimplementasikan CIM untuk mengotomatisasi proses produksi. Sebagian besar bahan baku diberi kode garis agar data penggunaan dapat dikumpulkan dengan cara memindai produk tersebut ketika dilepaskan dari. 4. Akan tetapi. Contohnya biaya penggunaan air. memberikan proporsi yang lebih besar dari biaya produk yang berhubungan dengan mesin dan peralatan yang digunakan untuk membuat produk tersebut. dan utilitas lainnya. Biaya Overhead Pabrik Biaya produksi yang tidak secara ekonomis layak untuk ditelusuri secara langsung ke pekerjaan atau proses tertentu dianggap sebagai biaya overhead pabrik. seperti yang ditunjukkan gambar 14-3 para pekerja memasukkan data ini dengan menggunakan terminal on-line di setiap bengkel kerja pabrik. sewa. dengan hati-hati menilai bagaimana perubahan bauran produk dapat mempengaruhi total overhead pabrik. sistem tersebut juga dapat mencatat informasi dan mengidentifikasi mesin dan peralatan yang digunakan serta durasi setiap penggunaan. Para akuntan dapat memainkan peran penting dalam mengendalikan biaya overhead . Contoh. Bahan Baku yang digunakan Ketika produksi dimulai. Dokumen ini mencatat jumlah waktu yang digunakan seorang pekerja untuk setiap tugas pekerjaan tertentu. Apabila bahan baku tambahan dibutuhkan. sering kali dapat digunakan untuk mendapatkan data tentang biaya tenaga kerja. 2. mereka harus melakukan lebih dari hanya mengumpulkan data dan mengidentifikasikan faktor-faktor dasar yang menggerakkan perubahan biaya total. pengeluaran permintaan bahan baku memicu debit barang dalam proses untuk bahan baku yang dikirim ke bagian produksi. Sebaliknya. ketika para pekerja mencatat aktivitas mereka di bengkel kerja tertentu. dan gaji supervisor pabrik. Biaya Tenaga Kerja Langsung Dahulu. Kini. barang dalam proses akan dikredit untuk bahan baku yang tidak digunakan dan dikembalikan ke persediaan. Penghematan waktu dengan menggunakan kode garis untuk mengotomatiskan pengumpulan data memberikan pengaruh yang signifikan. 3. asuransi. perusahaan AOE menggunakan dokumen kertas yang disebut kartu waktu kerja (job time ticket) untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas tenaga kerja. debit tambahan akan dilakukan pada barang dalam proses. perlengkapan lain-lain. AOE mempertimbangkan untuk berganti ke kartu identifikasi berkode. . Informasi ini kemudian dapat digunakan untuk menyesuaikan rencana produksi. listrik. yang harus digesekkan para pekerja ke alat pembaca kartu atau pemindai kode garis ketika mereka memulai dan mengakhiri tugas apapun. Data mengenai penggunaan mesin dan peralatan dikumpulkan di setiap tahap proses produksi. pajak gedung untuk pabrik.1. atau dikembalikan ke persediaan. Guna meningkatkan efisiensi proses ini.

Ketidakakuratan dalam laporan keuangan dan laporan manjerial dapat membiaskan analisis kinerja di masa lampau dan keinginan investasi di masa mendatang atau perubahan dalam operasi. Tujuan yang mendasari perhitungan biaya berdasarkan aktivitas adalah untuk menghubungkan biaya ke strategi perusahaan. perbedaan kecil jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan dua produk dapat mengakibatkan perbedaan yang signifikan dalam biaya produk. mengalokasikan jenis biaya overhead ini ke produk berdasarkan pada volume output akan melebihkan biaya produk yang dibuat dalam jumlah besar. jumlah overhead yang dibebankan per unit tenaga kerja akan meningkat secara dsignifikan. Sebagai tambahan. data biaya yang tidak akurat dapat mengakibatkan keputusan yang tidak tepat tentang produk mana yang diproduksi dan bagaimana menetapkan harga jual saat ini. banyak biaya overhead tidak berubah secara langsung dengan perubahan volume produksi. terminal on-line harus digunakan untuk entri data. Kesalahan dalam catatan persediaan dapat mengarah pada kelebihan maupun kekurangan produksi barang. Perhitungan ini mencoba untuk menelusuri biaya ke berbagai aktivitas dan secara berurutan hanya mengalokasikan biaya-biaya tersebut ke produk atau departemen. Oleh karena itu. Strategi perusahaan menghasilkan keputusan tentang barang dan jasa apa yang akan dibuat. Sejalan dengan peningkatan dalam otomatisasi pabrik. . pembaca kartu. Prosedur pengendalian terbaik untuk memastikan bahwa entri data akurat adalah dengan mengotomatiskan pengumpulan data dengan menggunakan pemindai kode garis. untuk membebankan overhead ke produk. Contohnya. Activity Based Costing System (ABC System) dapat memperbaiki dan meningkatkan alokasi biaya di bawah sistem biaya berdasarkan proses dan pesanan. Akibatnya. Password dan ID pemakai harus digunakan untuk membatasi akses hanya ke pegawai yang berhak saja.Ancaman dan Pengendalian Pencatatan dan pemrosesan data aktivitas produksi yang tidak akurat dapat menurunkan efektivitas penjadwalan produksi dan merusak kemampuan pihak manajemen untuk mengawasi dan mengendalikan operasi produksi. Ketika semua hal ini tidak memungkinkan untuk dilakukan. Hasilnya. dan alat lainnya. dengan mengukur biaya aktivitas dasar. ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM (ABC SYSTEM) Sistem biaya tradisional menggunakan basis yang digerakkan volume seperti jam tenaga kerja langsung atau jam mesin. jumlah tenaga kerja langsung yang digunakan dalam produksi akan menurun. mengalokasikan overhead berdasarkan pada input tenaga kerja langsung dapat mendistorsi biaya antar produk. Hal ini juga akan terlalu merendahkan biaya produk yang dibuat dalam batch kecil. seperti penanganan bahan baku atau pemrosesan pesanan pembelian. ABC System dapat memberikan informasi pada pihak manajemen untuk mengevaluasi konsekuensi keputusan strateginya. Akan tetapi. Jadi.

jumlah pesanan pembelian yang diproses adalah salah satu cost driver dari biaya bagian pembelian. Kategori ini meliputi biaya-biaya seperti sewa atau depresiasi. 2. . Ketika mengimplementasikan sistem ABC. para akuntan mengamati operasi produksi dan mewawancarai para pekerja pabrik dan supervisor untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana biaya berhubungan dengan produksi. sistem ABC akan membebankan semua biaya yang sesuai dengan peraturan lingkungan hanya ke satu rangkai produk tersebut. Kemajuan dalam IT membuat hal ini memungkinkan. salah satunya menghasilkan limbah berbahaya. Contohnya. Contohnya. Cost driver adalah segala sesuatu yang memiliki hubungan sebab akibat dengan biaya. sebagai dasar untuk mengalokasikan overhead pabrik. pemberian kode garis untuk memfasilitasi penelusuran berbagai bahan yang digunakan dalam setiap produk atau tahapan proses. Sementara sebagian besar sistem biaya tradisional menyatukan semua biaya overhead menjadi satu. Sistem ABC mencoba untuk secara langsung menelusuri lebih banyak biaya overhead ke produk. seperti nilai uang pembelian. Overhead keseluruhan pabrik. Overhead yang berhubungan dengan produk. Sistem ABC mengakumulasi biaya-biaya ini untuk satu batch dan kemudian mengalokasikannya ke unit yang diproduksi dalam batch tersebut. Contohnya. Biaya-biaya lainnya.Berikut ini adalah beberapa perbedaan utama antara sistem tradisional dengan sistem ABC : 1. apabila sebuah perusahaan memproduksi tiga lini produk. Jadi sistem ABC biasanya mengalokasikan biaya dengan menggunakan tariff departemen atau pabrik. Biaya-biaya ini berlaku untuk semua produk. Sistem ABC mencoba untuk menghubungkan biaya-biaya ini ke produk tertentu jika memungkinkan. Sistem ABC membedakan overhead ke dalam tiga kategori yaitu :  Overhead yang berhubungan dengan batch. seperti pembelian bahan baku dapat dialokasikan antar produk berdasarkan jumlah relative pesanan pembelian yang dibutuhkan untuk membuat setiao produk.   3. Sistem ABC mencoba untuk merasionalisaikan alokasi overhead ke produk dengan mengidentifikasikan cost driver. Sebaliknya sistem perhitungan tradisional sering kali menggunakan variabel keuangan. Sistem ABC menggunakan lebih banyak pool biaya untuk mengakumulasi biaya tidak langsung (overhead pabrik).

Tabel 4. Akibatnya. walaupun penjualan meningkat. Kedua. Sistem ABC menghindarkan dari terjadinya masalah ini karena overhead dibagi ke dalam tiga . perusahaan dapat menetapkan harga produk lainnya terlalu mahal. laba menurun. Memberikan keputusan yang lebih baik bagi manajemen. perusahaan akan menemukan bahwa mereka dapat memotong harga untuk mencegah masuknya pesaing dari pasar dan tetap mendapatkan laba untuk setiap penjualan. Hal ini dapat mengarah pada dua jenis masalah. perusahaan dapat menerima kontrak penjualan untuk beberapa produk dengan harga di bawah biaya produksi yang sesungguhnya.2 : Perbandingan Laporan ABC System dengan Traditional Cost System Manfaat dari ABC System Berikut ini adalah manfaat dari penggunaan ABC System yaitu diantaranya adalah : 1. yaitu yang pertama. sehingga mengundang pesaing baru untuk masuk ke pasar. apabila data biaya yang lebih akurat tersedia. Sistem biaya tradisional cenderung membebankan terlalu banyak overhead ke beberapa produk dan terlalu sedikit ke produk lainnya. karena terlalu sedikitnya pengumpulan biaya yang digunakan. Ironisnya.

kategori dan dibebankan menggunakan cost driver yang berhubungan sebab akibat dengan produksi. Perbedaan ini dicerminkan dalam rumus berikut ini : Cost of activity capability = cost of activity used + cost of unused capacity Dalam cara ini. yang masing-masing faktor dapat dikendalikan secara terpisah. Oleh karenanya. melalui pengaturan ulang tata letak pabrik untuk melancarkan perpindahan bahan baku. atau dengan cara menyederhanakan spesifikasi desain produk. seperti yang diperlihatkan dalam rumus ini : Throughput = (Total unit produced/Processing time) x (Processing Time/Total Time) x (Good units/Total units) Productive capacity. 2. Yield. dapat meningkatkan perolehan. sistem ABC mengukur baik jumlah yang dikeluarkan untuk memperoleh sumber daya maupun konsumsi sumber daya tersebut. . Throughput : Sebuah Ukuran Efektivitas Produksi Throughput mencerminkan jumlah unit barang yang diproduksi dalam suatu periode waktu tertentu. adalah syarat kedua dalam rumus tersebut. data biaya produk akan lebih akurat dan sistem ABC juga menggunakan data untuk memperbaiki desain produk. Productive processing time dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan pemeliharaan. untuk mengurangi waktu kegagalan mesin atau dengan cara lebih efisien menjadwalkan kiriman bahan baku dan perlengkapan untuk mengurangi waktu tunggu. Productive processing time. menunjukkan persentase unit barang yang dihasilkan. Dengan menggunakan bahan baku berkulitas lebih baik atau meningkatkan keahlian pekerja. adalah syarat pertama dalam rumus tersebut. menunjukkan jumlah maksimum unit yang dapat diproduksi dengan menggunakan teknologi yang ada saat ini. laporan kinerja dengan sistem ABC akan membantu mengarahkan perhatian manajerial ke bagaimana kebijakan dalam suatu area mempengaruhi biaya di area lainnya. adalah syarat ketiga dalam rumus tersebut. Productive capacity dapat ditingkatkan dengan memperbaiki efisiensi tenaga kerja dan mesin. menunjukkan persentase total waktu produksi yang digunakan untuk membuat produk tersebut. Apabila sistem tradisional hanya mengukur pengeluaran untuk memperoleh sumber daya. Peningkatan Pengelolaan Biaya Para pendukung berargumentasi bahwa manfaat lain dari ABC System adalah secara jelas mengukur hasil tindakan manajemen atas keseluruhan tingkat laba. Throughput ini terdiri dari tiga faktor.

AOE akan mengimplementasikan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas. berhubungan dengan pengujian untuk memastikan bahwa produk memenuhi standar kualitas. operasi produksi. agar sebuah usaha bias mendapatkan semua manfaat dari perubahanperubahan ini. Biaya tersebut meliputi biaya klaim keandalan produk. jaminan dan biaya perbaikan.Informasi Mengenai Pengendalian Kualitas Informasi mengenai biaya kualitas dapat membantu perusahaan menetapkan pengaruh tindakan –tindakan yang diambil untuk meningkatkan perolehan dan mengidentifikasikan area-area yang harus ditingkatkan lebih jauh. Elizabeth memutuskan bahwa jalan keluarnya adalah tidak hanya mengubah dasar alokasi. Akan tetapi. dihubungkan dengan pengerjaan ulang. atau pembuangan. walaupun operasi produksi di AOE sebagian besar otomatis. Beberapa pool biaya berbeda akan digunakan untuk mengakumulasikan biaya overhead dan cost driver yang tepat akan diidentifikasikan untuk digunakan dalam pembebanan biaya ke produk tertentu. Elizabeth yakin bahwa perubahan ini akan mengatasi masalah AOE berkaitan dengan penetapan harga produk dan keputusan bauran produk. modifikasi terkait harus dilakukan atas sistem informasi untuk akuntansi biaya. Sebagai gantinya. 4.Perusahaan dapat secara terus menerus berinvestasi dalam IT untuk meningkatkan efisiensi ketiga aktivitas pertama tersebut. Hal ini menyebabkan distorsi biaya produk karena perbedaan kecil antara jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk merakit setiap bagian. Contohnya. Eksternal failure costs. dan akuntansi biaya. 2. Setelah menyelesaikan kunjungan keliling di pabrik. terjadi ketika produk sudah dijual ke pelanggan. Internal failure costs. hilangnya kepuasan pelanggan. 3. berhubungan dengan perubahan proses produksi yang di desain untuk mengurangi tingkat kecacatan produk. Elizabeth Venko merasa bahwa harus ada beberapa perubahan besar yang dibutuhkan untuk sistem akuntansi biaya yang ada di AOE. Prevention costs. SOLUSI KASUS ALPHA OMEGA ELECTRONICS Siklus produksi terdiri dari empat aktivitas dasar yaitu desain produk. overhead masih dialokasikan berdasarkan jam tenaga kerja langsung. dan kerusakan reputasi perusahaan. . produk-produk yang diidentifikasikan sebagai cacat sebelum penjualan. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya. Inspection costs. perencanaan dan penjadwalan produksi. termasuk pembicaraan dengan controller dari perusahaan lain yang baru mengimplementasikan sistem ABC pada perusahaannya. Biaya pengendalian kualitas dapat dibagi menjadi empat area yaitu : 1.

Kemudian Linda Spurgeon berbicara dengan Elizabeth dan Ann dalam pertemuan berikutnya untuk mengadakan kerja sama dalam rangka mengubah sistem informasi siklus manajemen sumber daya manusia atau penggajian di AOE. Ann Brandt menyadari bahwa ketiga perubahan ini akan membutuhkan desain ulang database siklus produksi AOE. mendukung proposal tersebut dan setuju untuk mendanai perubahan yang dibutuhkan. Berdasarkan pengalamannya terdahulu sewaktu mendesain ulang sistem informasi pendapatan dan pengeluaran AOE. bukan hanya yang melibatkan pengerjaan ulang dan pembuangan saja yang harus dikumpulkan. hal ini dapat dicapai dengan baik melalui pengembangan model data berdasarkan teknologi RFID.Elizabeth juga memutuskan bahwa ada tiga perubahan besar yang dibutuhkan dalam laporan yang dihasilkan oleh suatu sistem informasi. Pertama. Linda Spurgeon. . prinsip akuntansi yang sesuai dengan GAAP harus dikembangkan dalam pembuatan laporan keuangan yang ditujukan untuk penggunaan internal perusahaan. laporan kinerja harus meliputi ukuran keuangan dan non keuangan. Ketiga. Kedua. data mengenai semua biaya yang berkaitan dengan pengendalian kualitas. LeRoy Williams puas bahwa perubahan-perubahan memang diarahkan sesuai dengan keluhannya mengenai sistem siklus produksi yang ada di AOE saat ini. Elizabeth dan Ann menyajikan rencana mereka untuk pertemuan eksekutif berikutnya.

.DAFTAR PUSTAKA Romney. M. . 12th Edition. and Steinbert. P.B. Prentice Hall. 2012.J. Accounting Information Systems.