You are on page 1of 18

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Dari berbagai definisi yang diberikan oleh para ahli, ada dua corak pengertian anak angkat sebagaimana disampaikan oleh Mahmud Syaltut yang dikutip Andi Syamsul Alam bahwa ada dua pengertian anak angkat. Pertama, mengambil anak orang lain untuk diasuh dan dididik dengan penuh perhatian dan kasih sayang, tanpa diberikan status anak kandung kepadanya. Kedua, mengambil anak orang lain sebagai anak sendiri dan dia diberi status sebagai anak kandung sehingga hak dan kewajibannya sama seperti anak kandung dan dinasabkan kepada orang tua angkatnya. Banyak permasalahan yang timbul mengenai tata cara pengangkatan anak dan siapa saja pihak yang dapat mengangkat anak menurut hukum serta akibat hukum apa yang dapat ditimbulkan dari pengangkatan anak. Sedangkan Menurut UU No. 23 Tahun 2002, yang dimaksud dengan anak angkat adalah anak yang haknya dialihkan dari lingkungan kekuasaan keluarga orang tua, wali yang sah, atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan, dan membesarkan anak tersebut, ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkatnya berdasarkan putusan atau penetapan pengadilan (Pasal 1 angka 9). Untuk memahami permasalahan mengenai pengangkatan anak, maka akan kami jelaskan di bab-bab selanjutnya.

Sementara hukum nasional memandang perbuatan mengangkat anak termasuk bentuk dari kepedulian sosial secara norma dianggap perbuatan mulia. dimana banyak anak-anak terlantar karena kehilangan orang tua yang gugur dalam perang disamping itu banyak pula anak-anak yang lahir diluar pernikahan yang sah. Dalam perspektif hukum Islam praktek pengangkatan anak telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW ketika mengangkat Zaid bin Haritsah sebagai anak angkatnya. adanya kepedulian sosial. Bentuk kepedulian tersebut tentu dapat diwujudkan dengan berbagai macam pola. Hukum Pengangkatan Anak Baik hukum Islam. ketiganya sama-sama menetapkan hukum mengangkat anak diperbolehkan bahkan dianjurkan. termasuk menjadikan anak-anak tersebut sebagai anak angkat. Kondisi ini juga yang mengilhami dikeluarkan aturan hukum tentang adopsi di Negara Barat yang oleh Belanda dibawa juga masuk ke Indonesia. maupun hukum adat tidak ada perbedaan dalam menentukan hukum mengangkat anak. Dalam al-Qur’an banyak ayat-ayat yang menyinggung pentingnya saling membantu. hukum nasional.BAB II URAIAN PERMASALAHAN 1. memperhatikan anak yatim. . Di dunia Barat tradisi pengangkatan berkembang setelah perang dunia II berakhir. sepanjang tujuan pengangkatan anak semata-mata didasarkan untuk kepentingan dan masa depan anak dan tidak bertentangan dengan hukum dan memenuhi segala persyaratan sebagaimana ditentukan peraturan perundang-undangan yang berlaku. orang miskin dan terlantar.

2. sebagaimana dijelaskan dalam pasal 2. Tujuan Pengangkatan Anak Pengangkatan Anak bertujuan untuk kepentingan terbaik bagi anak untuk mewujudkan berdasarkan undangan. e. Dalam hal asal usul anak tidak diketahui. maka agama anak disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk tempat ditemukannya anak tersebut. c. Bahkan sudah bagian dari kultur masyarakat tentu dengan cara dan tujuan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem hukum dan perasaan hukum yang hidup dalam masyarakat. Pengangkatan anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan terbaik bagi anak dan dilakukan berdasarkan adat kebiasaan setempat dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Calon Orang Tua Anak Angkat (COTA) harus seagama dengan agama yang dianut oleh Calon Anak Angkat (CAA). b. Pengangkatan anak tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dengan orang tua kandungnya. 3. d. Pengangkatan anak Warga Negara Indonesia oleh Warga Negara Asing hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir.Di Indonesia lembaga pengangkatan anak sudah berlangsung lama. yaitu meliputi : a. Prinsip Pengangkatan Anak Prinsip pengangkatan anak. kesejahteraan adat dan perlindungan anak yang dilaksanakan kebiasaan setempat dan ketentuan peraturan perundang- . sejak zaman dahulu sampai sekarang ini.

6 Tahun 1983 . b. Selain itu Keputusan Menteri Sosial RI No. Orang tua tunggal i. Staatblaad 1917 No. ii. Surat Edaran Mahkamah Agung No. Pihak yang Berhak Melakukan Pengangkatan Anak a.4. juga bagi yang pernah terikat perkawinan (duda atau janda). telah membolehkan mengangkat anak perempuan. Pengangkatan anak menurut Staatblaad ini hanya dimungkinkan untuk anak laki-laki dan hanya dapat dilakukan dengan Akte Notaris. Namun Yurisprudensi (Putusan Pengadilan Negeri Istimewa Jakarta) tertanggal 29 Mei 1963. maka janda tersebut tidak dapat melakukannya. 41/HUK/KEP/VII/1984 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perizinan Pengangkatan Anak juga menegaskan bahwa syarat untuk mendapatkan izin adalah calon orang tua angkat berstatus kawin dan pada saat mengajukan permohonan pengangkatan anak.6 tahun 1983 tentang penyempurnaan Surat Edaran Nomor 2 tahun 1979 tentang pemeriksaan permohonan pengesahan/pengangkatan anak. Keputusan Menteri ini berlaku bagi calon anak angkat yang berada dalam asuhan organisasi sosial. Namun bagi janda yang suaminya telah meninggal dan sang suami meninggalkan wasiat yang isinya tidak menghendaki pengangkatan anak. Pasangan Suami Istri Ketentuan mengenai adopsi anak bagi pasangan suami istri diatur dalam SEMA No. 129 Staatblaad ini mengatur tentang pengangkatan anak bagi orang-orang Tionghoa yang selain memungkinkan pengangkatan anak oleh Anda yang terikat perkawinan. sekurang-kurangnya sudah kawin lima tahun.

Isinya selain menetapkan pengangkatan yang langsung dilakukan antara orang tua kandung dan orang tua angkat (private adoption). jika Anda belum menikah atau Anda memutuskan untuk tidak menikah dan Anda ingin mengadopsi anak. juga tentang pengangkatan anak yang dapat dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia yang tidak terikat dalam perkawinan yang sah/belum menikah (single parent adoption). 6 tahun 1983 ini mengatur tentang pengangkatan anak antar Warga Negara Indonesia (WNI). . Jadi. ketentuan ini sangat memungkinkan Anda untuk melakukannya.Surat Edaran Mahkamah Agung No.

Dasar Hukum Pengangkatan Anak a) Undang-undang No. b) Dengan demikian pengaturan mengenai pengangkatan anak yang diatur dalam Staatsblad tahun 1917 nomor 127 dan peraturan lain yang berkaitan dengan pengangkatan anak dinyatakan tidak berlaku apabila bertentangan dengan Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tersebut.BAB III PEMBAHASAN MASALAH 1. 588/1963/G tanggal 17 Oktober 1963. semua peraturan yang berkaitan dengan perlindungan anak tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang nomor 23 Tahun 2002. . diperbolehkan mengangkat anak. berdasarkan Pengadilan Negeri Bandung nomor 32/1970 tanggal 26 Februari 1970. 40 dan pasal 41. Pasal 91 ketentuan peralihan Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 menyatakan bahwa saat berlakunya undang-undang tersebut. e) Orang tua angkat yang tidak menikah. d) Pengangkatan anak bagi anak perempuan diperbolehkan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta No.907/1963/P tanggal 29 Mei 1963 Juncto No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 39. c) Pengaturan dan syarat Pengangkatan Anak sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung nomor 6 Tahun 1983 jo Surat Edaran Mahkamah Agung nomor 4 Tahun 1989 tentang Pengangkatan anak dan Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 41/HUK/KEP/VII/1984.

2. selain mendapatkan hak waris dari orangtua angkatnya. sejak putusan diucapkan oleh pengadilan. artinya seseorang bisa memilih hukum mana yang akan dipakai untuk menentukan pewarisan bagi anak angkat. . Waris Khazanah hukum kita. Berbeda dengan di Bali. Bagi keluarga yang parental. baik hukum adat. hukum Islam maupun hukum nasional. AKAPRESS. Perwalian Dalam hal perwalian. Ketiganya memiliki kekuatan yang sama. Pengangkatan Anak Ditinjau Dari Segi Hukum. 1991). Anak tersebut menjadi anak kandung dari yang mengangkatnya dan meneruskan kedudukan dari bapak angkatnya (M. Buddiarto. Sejak saat itu pula. b. bila dia akan menikah maka yang bisa menjadi wali nikahnya hanyalah orangtua kandungnya atau saudara sedarahnya. segala hak dan kewajiban orang tua kandung beralih pada orang tua angkat. S. pengangkatan anak merupakan kewajiban hukum yang melepaskan anak tersebut dari keluarga asalnya ke dalam keluarga angkatnya. · Hukum Adat: Bila menggunakan lembaga adat. Kecuali bagi anak angkat perempuan beragama Islam.H. memiliki ketentuan mengenai hak waris. pengangkatan anak tidak otomatis memutuskan tali keluarga antara anak itu dengan orangtua kandungnya. —Jawa misalnya—. Oleh karenanya. maka orang tua angkat menjadi wali dari anak angkat tersebut. dia juga tetap berhak atas waris dari orang tua kandungnya. penentuan waris bagi anak angkat tergantung kepada hukum adat yang berlaku. Akibat Hukum a.

yang berpangkal pada keturunan karena kelahiran.6/83 yang mengatur tentang cara mengadopsi anak menyatakan bahwa untuk mengadopsi anak harus terlebih dahulu mengajukan permohonan pengesahan/pengangkatan kepada Pengadilan Negeri di tempat anak yang akan diangkat itu berada. . Artinya. Mekanisme Pengangkatan Anak Surat Edaran Mahkamah Agung RI No.· Hukum Islam: Dalam hukum Islam. 129. AKAPRESS. Ia tetap menjadi ahli waris dari orang tua kandungnya dan anak tersebut tetap memakai nama dari ayah kandungnya (M.H. yaitu antara orang tua kandung dan anak tersebut. S. akibat hukum dari pengangkatan anak adalah anak tersebut secara hukum memperoleh nama dari bapak angkat. Budiarto. pengangkatan anak tidak membawa akibat hukum dalam hal hubungan darah. Bentuk permohonan itu bisa secara lisan atau tertulis. akibat pengangkatan tersebut maka terputus segala hubungan perdata. dan diajukan ke panitera. 1991) · Peraturan Perundang-undangan : Dalam Staatblaad 1917 No. Permohonan diajukan dan ditandatangani oleh pemohon sendiri atau kuasanya. dijadikan sebagai anak yang dilahirkan dari perkawinan orang tua angkat dan menjadi ahli waris orang tua angkat. Pengangkatan Anak Ditinjau Dari Segi hukum. 3. hubungan wali-mewali dan hubungan waris mewaris dengan orang tua angkat. dengan dibubuhi materai secukupnya dan dialamatkan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat tinggal/domisili anak yang akan diangkat .

. pemohon juga harus membawa dua orang saksi yang mengetahui seluk beluk pengangkatan anak tersebut. Dua orang saksi itu harus pula orang yang mengetahui betul tentang kondisi anda (baik moril maupun materil) dan memastikan bahwa pemohon akan betul. yaitu: o Menambah permohonan lain selain pengesahan atau pengangkatan anak. 23 Tahun 2002 pasal 39 (4) menegaskan bahwa pengangkatan anak oleh warga negara asing hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir.betul memelihara anak tersebut dengan baik. 3. Pengangkatan anak antar WNI. Untuk itu dalam setiap proses pemeriksaan.  Penggambaran kemungkinan kehidupan anak tersebut di masa yang akan datang. Pengangkatan anak WNI oleh orang tua angkat WNA (inter country adoption). UU No. Ada beberapa hal yang tidak diperkenankan dicantumkan dalam permohonan pengangkatan anak. o Pernyataan bahwa anak tersebut juga akan menjadi ahli waris dari pemohon. 41/HUK/KEP/VII/1984 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perizinan Pengangkatan Anak.Adapun isi Permohonan yang dapat diajukan adalah:  Motivasi mengangkat anak. Pengangkatan anak WNA oleh orang tua angkat WNI (inter country adoption). yang semata-mata berkaitan atau demi masa depan anak tersebut. 2. Syarat Bagi Calon Orang Tua Angkat: Berdasarkan Keputusan Menteri Sosial RI No. Hukum Indonesia mengenal 3 (tiga) jenis pengangkatan anak: 1. syarat bagi calon orang tua angkat adalah: a. Berstatus kawin dan berumur minimal 25 tahun atau maksimal 45 tahun.

Dalam keadaan sehat jasmani dan rohani berdasarkan surat keterangan dokter Pemerintah. d. UU No. atau 2) 3) 4) belum mempunyai anak. 23/2002 pasal 39 ayat (3) memberikan syarat tambahan bahwa calon orang tua angkat harus seagama dengan agama yang dianut oleh calon anak angkat.b. Khusus untuk pengangkatan anak antar WNI. Mengajukan pernyataan tertulis bahwa pengangkatan anak semata-mata untuk kepentingan kesejahteraan anak. dengan mengutamakan calon orang tua angkat dengan keadaan sebagai berikut: 1) tidak mungkin mempunyai anak (dengan surat keterangan dokter kebidanan/dokter ahli). ketentuan di atas masih ditambah ketentuan berikut ini: . Khusus untuk pengangkatan anak WNI oleh calon orang tua angkat WNA. Dalam keadaan mampu ekonomi berdasarkan surat keterangan dari pejabat yang berwenang serendah-rendahnya lurah/kepala desa setempat. maka agama anak disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk setempat. Berkelakuan baik berdasarkan surat keterangan dari Kepolisian RI f. Selanjutnya dalam ayat (5) dinyatakan bahwa dalam hal asal usul anak tidak diketahui. e. g. Pada saat mengajukan permohonan pengangkatan anak sekurang- kurangnya sudah kawin 5 tahun. atau mempunyai anak kandung seorang. c. selisih umur antara calon orang tua angkat dengan calon anak angkat minimal 20 tahun. atau mempunyai anak angkat seorang dan tidak mempunyai anak kandung.

―Adopsi Anak: tata cara dan akibat hukumnya. KUHPerdata Pasal 5-10 Lampiran II KUHPerdata mengatur tentang pengangkatan anak yang selain memungkinkan pengangkatan anak oleh pemohon yang terikat 1 LBH APIK Jakarta.diakses diakses tanggal 4 Oktober 2012.6 tahun 1983 tentang penyempurnaan Surat Edaran Nomor 2 tahun 1979 tentang pemeriksaan permohonan pengesahan/pengangkatan anak. Telah berdomisili dan bekerja tetap di Indonesia sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun berdasarkan surat keterangan dari pejabat yang berwenang serendah-rendahnya Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II setempat. sekurang-kurangnya sudah kawin lima tahun. Selain itu Keputusan Menteri Sosial RI No. Pihak yang dapat mengajukan permohonan pengangkatan anak: a) Pasangan Suami Istri Ketentuan mengenai pengangkatan anak bagi pasangan suami istri diatur dalam SEMA No. 41/HUK/KEP/VII/1984 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perizinan Pengangkatan Anak juga menegaskan bahwa syarat untuk mendapatkan izin adalah calon orang tua angkat berstatus kawin dan pada saat mengajukan permohonan pengangkatan anak. 2) 1 (satu) tahun untuk anak umur 3 (tiga) tahun sampai 5 (lima) tahun.‖ http://www.id/adopsi. Keputusan Menteri ini berlaku bagi calon anak angkat yang berada dalam asuhan organisasi sosial. pukul 23. Telah memelihara dan merawat anak yang bersangkutan sekurangkurangnya: 1) 6 (enam) bulan untuk anak di bawah usia 3 (tiga) tahun.h.htm.1 b) Orang tua tunggal i. i.lbhapik.00 WIB .or.

telah membolehkan mengangkat anak perempuan. Namun bagi janda yang suaminya telah meninggal dan sang suami meninggalkan wasiat yang isinya tidak menghendaki pengangkatan anak. iii. . juga tentang pengangkatan anak yang dapat dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia yang tidak terikat dalam perkawinan yang sah/belum menikah (single parent adoption). 2 3 Ibid. 23 Tahun 2002. Isinya selain menetapkan pengangkatan yang langsung dilakukan antara orang tua kandung dan orang tua angkat (private adoption). 6 tahun 1983 ini mengatur tentang pengangkatan anak antar Warga Negara Indonesia (WNI). atau ayah dan/atau ibu tiri.6 Tahun 1983 Surat Edaran Mahkamah Agung No. juga bagi yang pernah terikat perkawinan (duda atau janda). Surat Edaran Mahkamah Agung No. Ibid.2. ii. atau ayah dan/atau ibu angkat. Karenanya pengangkatan anak oleh single parent dibenarkan menurut UUNo.3 Catatan: Pengangkatan anak WNI oleh orang tua angkat WNA yang tidak terikat dalam perkawinan yang sah/belum menikah serta pengangkatan anak WNA oleh orang tua angkat WNI yang tidak terikat dalam perkawinan yang sah/belum menikah tidak diperbolehkan.perkawinan. UU No. Namun Yurisprudensi (Putusan Pengadilan Negeri Istimewa Jakarta) tertanggal 29 Mei 1963. Pengangkatan anak menurut KUHPerdata ini hanya dimungkinkan untuk anak laki-laki dan hanya dapat dilakukan dengan Akte Notaris. maka janda tersebut tidak dapat melakukannya. 23 tahun 2002 Dalam UU ini definisi orang tua adalah ayah dan/atau ibu kandung.

dipenuhi: syarat-syarat dan ketentuan berikut harus 1. Dalam hal calon anak angkat tersebut berada dalam asuhan Yayasan Sosial harus dilampirkan izin tertulis Menteri Sosial bahwa yayasan yang bersangkutan telah diizinkan bergerak di bidang kegiatan pengangkatan anak serta anak tersebut telah mendapat izin tertulis dari Menteri Sosial atau pejabat yang ditunjuk untuk diserahkan sebagai anak angkat. harus telah berdomisili dan bekerja tetap di Indonesia sekurangkurangnya 3 tahun. 4. 2. 2. . 3. sehingga pengangkatan anak WNI yang langsung dilakukan antara orang tua kandung WNI dan calon orang tua angkat WNA tidak diperbolehkan. Pengangkatan anak WNI harus dilakukan melalui suatu yayasan sosial yang memiliki izin dari Departemen Sosial bahwa Yayasan tersebut telah diizinkan bergerak di bidang kegiatan pengangkatan anak. Syarat Bagi Calon Anak Yang Diangkat 1.Untuk inter country adoption. Pengangkatan anak WNA harus dilakukan melalui suatu yayasan sosial yang memiliki izin dari Departemen Sosial bahwa Yayasan tersebut telah diizinkan bergerak di bidang kegiatan pengangkatan anak. usia calon anak angkat harus di bawah 5 tahun. sehingga pengangkatan anak WNA yang langsung dilakukan antara orang tua kandung WNA dan calon orang tua angkat WNI tidak diperbolehkan. Harus disertai izin tertulis Menteri Sosial atau Pejabat yang ditunjuk bahwa calon orang tua angkat WNA memperoleh izin untuk mengajukan permohonan pengangkatan anak seorang warga negara Indonesia. Bagi WNA. Untuk inter country adoption.

Pengadilan Mendengar Langsung keterangan dari a. yang semata-mata berkaitan atau demi masa depan anak tersebut. Calon orang tua angkat (suami-istri.Tata cara pengangkatan anak Surat Edaran Mahkamah Agung RI No.4 Isi permohonan Adapun isi Permohonan yang dapat diajukan adalah: motivasi mengangkat anak. Bentuk permohonan itu bisa secara lisan atau tertulis.6/83 yang mengatur tentang cara mengangkat anak menyatakan bahwa untuk mengadopsi anak harus terlebih dahulu mengajukan permohonan pengesahan/pengangkatan kepada Pengadilan Negeri di tempat anak yang akan diangkat itu berada. Permohonan diajukan dan ditandatangani oleh pemohon sendiri atau kuasanya. mendidik dan membesarkan anak tersebut. . Pemeriksaan di Persidangan Dalam hal menerima. 4 Ibid. dengan dibubuhi materai secukupnya dan dialamatkan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat tinggal/domisili anak yang akan diangkat . Orang tua yang sah /walinya yang sah/keluarga yang berkewajiban merawat. orang yang belum menikah) b. kemudian memeriksa dan mengadili permohonanpermohonan Pengesahan/Pengangkatan anak antar WNI diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. penggambaran kemungkinan kehidupan anak tersebut di masa yang akan datang. dan diajukan ke panitera.

Petugas/Pejabat Imigrasi dan bilamana tidak ada pejabat imigrasi di suatu daerah. d. Calon anak angkat kalau menurut umurnya sudah dapat diajak bicara. kalau anak angkat tersebut berasal dari badan/Yayasan Sosial. c.Berdasarkan wawancara per telepon yang saya lakukan dengan Ibu Eka dari LBH APIK (Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) yang banyak menangani masalah pengangkatan anak. persetujuan dari kedua orang tua dan kehadiran kedua orang tua di persidangan memang diperlukan. petugas tertentu dari Pemerintah Daerah yang ditunjuk untuk memberikan penjelasan tentang status Imigratur dari calon anak angkat dan/atau calon orang tua angkat WNI. Dalam hal salah satu dari orang tua kandung tidak diketahui keberadaannya. Pihak Kepolisian Setempat Khusus bagi calon anak angkat WNA: g. Badan/Yayasan sosial yang elah mendapat izin dari Departemen Sosial/Pejabat Instansi Sosial setempat untuk bergerak di bidang kegiatan pengangkatan anak. f. orang tua yang ada harus membuat surat pernyataan yang menyatakan surat bahwa suami/istrinya bahwa ia tidak telah diketahui menyetujui keberadaannya serta pernyataan pengangkatan anaknya oleh orang lain. dalam hal anak angkat tersebut berasal dari Badan/Yayasan Sosial. Khusus bagi calon orang tua angkat WNA: . Seorang Petugas/Pejabat Insansi Sosial setempat yang akan memberikan keterangan mengenai kondisi sosial ekonomi calon anak angkat. e.

Dalam hal calon anak angkat lahir di luar negeri. surat resmi Pejabat lainnya yang diperlukan (surat izin Departemen Sosial) b. yang diketahui oleh KBRI/Perwakilan RI setempat. selain dokumen-dokumen tersebut di atas diperlukan dokumen-dokumen berikut ini: e. Akta kelahiran. a. Surat –surat resmi tentang kelahiran dan lain-lain: a. Akta notaris.1. Khusus mengenai calon orang tua angkat WNA. Bagi calon orang tua angkat WNA surat keterangan tersebut harus mencantumkan keterangan bahwa calon orang tua angkat tersebut telah berada dan bekerja tetap di Indonesia sekurang-kurangnya 3 tahun.h. 2.2 Akta-akta. Petugas/Pejabat Imigrasi dan bilamana tidak ada pejabat imigrasi di suatu daerah. akta kenal lahir yang ditandantangani oleh Bupati atau Walikota setempat. Surat keterangan dari Kepolisian tentang calon orang tua angkat dan calon anak angkat. surat-surat di bawah tangan (korespondensi) c. pernyataan-pernyataan d. maka yang diperlukan sebagai surat bukti adalah akta kelahiran yang sah menurut peraturan di negara asing tersebut. Pengadilan Negeri memeriksa dan meneliti alat-alat bukti lain yang dapat menjadi dasar permohonan atau pertimbangan putusan Pengadilan. petugas tertentu dari Pemerintah Daerah yang ditunjuk untuk memberikan penjelasan tentang status Imigratur dari calon anak dan/atau calon orang tua angkat WNA. Laporan Sosial. antara lain sebagai berikut: a. Surat-surat keterangan. Surat nikah calon orang tua angkat .

pengadilan akan mengeluarkan Putusan.f. k. Surat pernyatan calon orang tua angkat WNA bahwa mereka tetap berhubungan dengan Departemen Luar Negeri/Perwakilan RI setempat sungguhpun anak tersebut telah memperoleh kewarganegaraan orang tua angkat WNAnya. Persetujuan atau izin untuk mengangkat anak/bayi Indonesia dari instansi yang berwenang dari negara asal orang tua angkat j. Surat keterangan kesehatan h. Surat keterangan pekerjaan dan penghasilan calon orang tua angkat (suami istri) i. Surat-surat pada poin (e-k) di atas harus didaftarkan dan dilegalisir oleh Departemen Luar Negeri/Perwakilan RI di negara asal calon orang tua angkat WNA tersebut. Surat keterangan atas dasar penelitian social worker dari instansi/lembaga sosial yang berwenang dari negara asal calon orang tua angkat WNA. . Sedangkan untuk permohonan pengesahan/pengangkatan anak WNA oleh WNI dan permohonan pengesahan/pengangkatan anak WNI oleh WNI. Setelah permohonan disetujui Pengadilan. pemohon akan menerima salinan Penetapan atas permohonan pengesahan/pengangkatan anak antar WNI. Surat lahir mereka g.

. pengangkatan anak oleh seseorang yang belum menikah atau tidak terikat dalam perkawinan yang sah hanya diperbolehkan apabila calon anak angkat dan calon orang tua angkat sama-sama berkewarganegaraan Indonesia. Di Indonesia. Pengangkatan tersebut dapat dilakukan secara langsung antar orang tua kandung dengan orang tua angkat maupun melalui yayasan sosial yang memiliki izin dari Departemen Sosial untuk bergerak di bidang pengangkatan anak. Izin dari kedua orang tua serta kehadiran kedua orang tua untuk didengarkan keterangannya dalam persidangan diperlukan. Dalam hal salah satu dari orang tua kandung tidak diketahui keberadaannya. orang tua yang ada harus membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa suami/istrinya tidak diketahui keberadaannya serta surat pernyataan bahwa ia telah menyetujui pengangkatan anaknya oleh orang lain. 2.Kesimpulan 1.