You are on page 1of 112

Pemeriksaaan Manajemen Fuji Steel Tech

Dibuat Oleh: Debora Shanice – 2010130070 Melissa Jaya – 2010130096 Monica Pratama - 2010130116

Company Profile

Company Profile
• • • • • • • • • Nama Perusahaan Lokasi Telepon Jenis Usaha Produk Jam Kerja Tahun Berdiri Nama Pemilik Pelanggan : Fuji Steel Tech : Taman Kopo Indah II : C no 13 dan Taman Kopo Indah II ruko 1A no 10D, Bandung. : (022) 5412114 : Industri Peralatan Rumah Tangga : Meja setrika, kaki dispenser, rak sepatu, jemuran : Pukul 08.00 – 17.00 : 1990 : Johan Wiharja : Toko Sinar Terang, Toko Sinar Abadi, Toko Sumber Rejeki, Toko Maju Jaya, Toko Jaya Lestari, Toko Jaya Abadi : Meja setrika: Brabantia, Kris Jemuran: Krisbow, Nagata, Star, Fortune Rak Sepatu: Krisbow, Wenko, Carin Kaki dispenser: Krisbow.

Pesaing

Company Profile • Pangsa Pasar : Ibu – ibu rumah tangga. • Omzet sebulan : Rp 200.00 • Sumber Daya Manusia : Divisi Pemotongan : 3 orang Divisi Pengelasan : 3 orang Divisi Pengecatan / Penekelan : 9 orang Divisi Packing : 3 orang Divisi Admisnistrasi : 1 orang Supervisor : 1 orang .000. masyarakat dengan status ekonomi menengah ke atas. konsumen dari semua golongan usia.000.

Selain itu pemilik adalah seorang yang memiliki kreatifitas dan penuh inovasi sehingga ia juga ingin menjadi seorang pengusaha peralatan rumah tangga yang membuat produk – produk dengan penuh inovasi dan desain – desain yang bagus. model.Sejarah Perusahaan Perusahaan Fuji Steel Tech telah berdiri sejak tahun 1992 yang didirikan oleh Bapak Johan Wiharja. Perusahaan ini didirikan pemilik karena pemilik ingin mencoba untuk berwirausaha dan menjadi seorang wiraswasta. bentuk dan desain dari produk. Pemilik mula – mula melakukan observasi ke toko – toko yang menjual peralatan rumah tangga dan membeli beberapa produk sebagai sampel. . Perusahaan ini berawal pada tahun 1990 ketika pemilik masihtinggal bersama orang tuanya dan mencoba untuk mendesain dan membuat produk meja setrika dan jemuran dirumahnya. Setelah itu pemilik mulai membongkar sampel – sampel tersebut untuk meneliti ukuran.

Setelah pindah ke pabrik ini pemilik mulai meningkatkan kembali jumlah produksi seiiring dengan membuat inovasi baru pada produk – produk perusahaan diantaranya meja setrika besi. Selain itu untuk memenuhi kebutuhan tempat penyimpanan dan perakitan barang. pola. ukuran. rak jemuran alumunium dan kaki dispenser. Bandung untuk dijadikan pabrik perusahaan. . rak sepatu biasa. rak handuk lipat. rak sepatu panjang pendek.Sejarah Perusahaan Kemudian setelah pemilik mengetahui pola dasar. Perusahaan Fuji Steel Tech ini semakin berkembang dan penjualan produknya terus meningkat. Setelah beberapa periode penjualan produk terus meningkat. oleh sebab itu pada tahun 1992 pemilik memutuskan untuk membeli sebuah tempat kerja di Taman Kopo Indah II : C no 13. bahan dan desainnya maka pemilik menentukan desain. meja setrika kayu. pemilik membeli tempat baru yang berada di Taman Kopo Indah II ruko 1A no 10D. bahan dari produk yang akan dibuat. Bandung. jemuran alumunium dan kaki dispenser. meja setrika besi. ukuran. kemudian pemilik merekrut seorang pegawai untuk membantunya memproduksi barang. Seiiring dengan peningkatan produksi perusahaan maka pemilik perusahaan terus meningkatkan jumlah karyawan untuk membantu proses produksinya hingga jumlah karyawan perusahaan sekarang mencapai 20 orang. Setelah mengalami beberapa kali kegagalan dalam melakukan produksi akhirnya pemilik berhasil menciptakan dan menghasilkan beberapa produk dari hasil desain pemilik. Namun produk – produk yang masih bertahan hingga sekarang adalah meja setrika kayu. rak sepatu panjang pendek.

• Dalam mengelola karyawan. Setiap divisi bekerja sebagai sebuah tim yang mengerjakan pekerjaan mereka sesuai dengan bagiannya masing-masing untuk mencapai tujuan perusahaan. Perusahaan juga memiliki strategi dalam mengelola karyawan dan usahanya. Proses bisnisnya terbagi atas : A. rak sepatu. Jumlah hari kerja dalam satu minggu adalah 6 hari. pemilik perusahaan melakukan sistem penggajian mingguan dimana bagi karyawan yang tidak masuk kerja maka akan diberikan potongan gaji sejumlah hari dimana mereka bekerja. karyawan di bagian penjualan mendapatkan kompensasi berupa bonus atas pencapaian target penjualan. . jemuran. kaki dispenser.Proses Bisnis Perusahaan ini bergerak dibidang manufaktur yang memproduksi perabotan dan peralatan rumah tangga. seperti meja setrika. karyawan yang lembur diberi kompensasi lembur. Proses Manajemen • Perusahaan ini mengelola sumber daya manusia dengan membaginya ke dalam 5 divisi.

kuantitas stok produk). penyimpanan barang. biaya produksi. yang dilanjutkan pada proses perencanaan produksi (penentuan pembelian bahan baku. Proses Operasional • Proses operasional perusahaan ini bergerak dibidang manufaktur yang dimulai dari proses desain produk (standar yang sehari-hari diproduksi oleh perusahaan dan yang berdasarkan permintaan konsumen). .Proses Bisnis B. pencatatan semua transaksi-transaksi mulai dari proses pembuatan hingga produk terjual. proses pembuatan produk. pemesanan dan pembelian bahan baku. pasar yang mau dituju (mau menjual ke siapa). jangka waktu produksi. target penjualan. pemasok.

Proses Bisnis .

Jika ada keluhan dari konsumen mengenai barang yang cacat maupun tidak sesuai dengan pesanan konsumen (kuantitas). konsumen dapat membayar baik secara tunai maupun kredit/giro. baik melalui telepon maupun secara langsung. Sistem Penjualan: • Dimulai dari menerima pesanan dari konsumen/pelanggan. • Pengiriman barang kepada konsumen biasanya disertai dengan faktur/nota tagihan.Proses Bisnis C. kemudian baru dikirim kepada konsumen sesuai tanggal pengiriman yang telah disepakati. . maka si konsumen dapat meretur barang tersebut dan meminta kekurangan barang dikirim kembali. Namun jika barang tidak tersedia atau kuantitasnya tidak mencukupi pesanan yang diminta oleh konsumen maka perusahaan akan segera memproduksi barang yang bersangkutan. Jika tersedia dan kuantitas barang mencukupi permintaan pesanan maka barang akan dikirim sesuai dengan tanggal pengiriman. Kemudian perusahaan akan mengecek stok barang yang dipesan oleh konsumen apakah tersedia digudang atau tidak.

kemudian perusahaan memesan bahan baku kepada supplier melalui telepon dan mendiskusikan mengenai pengiriman bahan baku yang dipesan. Setelah bahan baku tiba. transfer.Proses Bisnis D. . • Jika pembelian dilakukan secara kredit maka pada tanggal jatuh tempo pembayaran perusahaan akan melakukan pembayaran. Sistem Pembelian: • Dimulai dari melihat design produk kemudian menentukan bahan baku dan kuantitas apa yang dibutuhkan. bagian pabrik menerima bahan baku tersebut dan menerima bon/faktur dari supplier kemudian si penerima langsung memeriksa kelengkapan bahan yang tiba dengan PO (pesanan). maupun giro. Sistem pembayaran dapat dilakukan secara tunai. jika ada yang tidak sesuai atau cacat maka si penerima akan meretur barang tersebut/meminta tambahan barang jika ada bahan yang kurang (kuantitas tidak sesuai dengan pesanan).

Pabrik utama lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal pemilik sehingga jika muncul kejadian-kejadian yang penting dan membutuhkan penanganan serta penyelesaian langsung dari pemilik. sehingga perusahaan sudah memiliki nama.SWOT Analysis A. pelanggan. Kemudian dari segi desain produk perusahaan memiliki desain yang berbeda bahkan belum ada di pasaran (inovatif). . tidak perlu melalui jalur/proses penyelesaian yang lama. Strenghts • Perusahaan sudah berdiri sejak lama. Selain itu perusahaan juga memiliki kualitas produk yang baik dibandingkan dengan pesaing lainnya. Selain itu pemilik suka melakukan inovasi terhadap produk yang dijualnya. pemilik dapat dengan segera mencapai pabrik utama tersebut. pengalaman. dan sudah dipercaya oleh konsumen. dengan demikian masalahmasalah yang mendesak dapat segera diatasi.

sehingga menyebabkan pemindahan barang jadi dari tempat produksi ke gudang memakan waktu yang lebih lama dan membutuhkan tambahan biaya berupa biaya pengiriman barang dari pabrik ke gudang. lamanya waktu produksi. di mana hal ini mempengaruhi biaya produksi perusahaan. Weaknesses • Perusahaan memiliki dua lokasi produksi barang. Selain itu juga dari segi pengontrolan kurang efisien karena pemilik harus mengotrol dua tempat dalam waktu yang berdekatan (dalam 1 hari). . dan kuantitas produk yang dihasilkan dalam satu kali produksi. • Karena skala usaha perusahaan masih tergolong industri rumah tangga (home industry) sehingga dari segi teknologi masih dibawah perusahaan besar sejenis yang telah menggunakan teknologi canggih.SWOT Analysis B.

SWOT Analysis C. sehingga perusahaan lebih mudah untuk melakukan penjualan. Opportunities • Pemilik suka melakukan inovasi terhadap produk-produk baru maupun yang telah ada dipasaran sehingga dapat menciptakan kreasi produk yang belum ada dipasaran. dengan demikian secara otomatis dapat menarik lebih banyak konsumen dan dapat menciptakan pangsa pasar yang lebih besar. . • Karena pesaing untuk usaha sejenis tidak terlalu banyak/menjamur sehingga kesempatan untuk bisa masuk ke pasaran dan bersaing di pasaran tidaklah terlalu sulit. Selain itu juga perusahaan memproduksi dan menjual barang-barang yang dibutuhkan oleh hampir semua kalangan.

dengan demikian perusahaan harus terusmenerus melakukan inovasi dan mencari ide-ide baru untuk dapat selalu unggul dari pesaing-pesaingnya. . Dari segi teknologi dan biaya produksi perusahaan harus bisa menyaingi perusahaan-perusahaan sejenis yang skala usahanya lebih besar dan telah menggunakan teknologi yang lebih canggih.SWOT Analysis D. Threats • Karena adanya perusahaan sejenis yang memproduksi barang yang sama sehingga setiap kali ada inovasi barang baik yang ada maupun yang belum pernah ada cepat atau lambat pesaing akan segera meniru memproduksi barang yang sejenis.

Visi Perusahaan Menjadikan kehidupan lebih baik B. . Karakteristik Perusahaan 1. Strategi Perusahaan Differentiation Strategy Perusahaan Fuji Steel Tech menawarkan produk –produk peralatan rumah tangga dengan desain yang menarik dan kualitas produk yang baik diatas pesaing –pesaingnya. 2.Karakteristik Perusahaan A. Perusahaan ini mengolah dari bahan baku yaitu besi. • Memuaskan kebutuhan konsumen dengan desain produk yang menarik dan inovatif. D. Misi Perusahaan • Membuat barang yang berkualitas. C. stainless dan kayu yang diproses dengan menggunakan mesin – mesin dan peralatan tertentu hingga menjadi barang jadi yang siap dijual ke pasar. Perusahaan ini bergerak dalam industri manufaktur dengan menghasilkan produk peralatan rumah tangga. alumunium.

Lokasi Perusahaan Lokasi perusahaan Fuji Steel Tech: • Pabrik: Taman Kopo Indah II blok C no 13 • Gudang dan tempat perakitan: Taman Kopo Indah II ruko 1A no 10 D .

Planning Phase 1 .

• Meningkatkan peranan usaha kecil dalam pembentukan produk nasional.I. meningkatkan ekspor. Pemberdayaan usaha kecil bertujuan : • Menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan usaha kecil menjadi usaha yang tangguh dan mandiri serta dapat berkembang menjadi usaha menengah. . perluasan kesempatan kerja dan berusaha. Information to be Obtained A. serta peningkatan dan pemerataan pendapatan untuk mewujudkan dirinya sebagai tulang punggung serta memperkukuh struktur perekonomian nasional.Laws and Regulation Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih / hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagaimana diatur dalam undang – undang.

Laws and Regulation Pasal 6 Pemerintah menumbuhkan iklim usaha bagi Usaha Kecil melalui penetapan peraturan perundang .undangan dan kebijaksanaan meliputi aspek: • Pendanaan • Persaingan • Prasarana • Informasi • Kemitraan • Perizinan usaha • Perlindungan .I. Information to be Obtained A.

dan monopsoni yang merugikan Usaha Kecil. Information to be Obtained A. • Mencegah pembentukan struktur pasar yang dapat melahirkan persaingan yang tidak wajar dalam bentuk monopoli. Pemerintah menumbuhkan iklim usaha dalam aspek persaingan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b dengan menetapkan peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan untuk: • Meningkatkan kerja sama sesama Usaha Kecil dalam bentuk koperasi. • Mencegah terjadinya penguasaan pasar dan pemusatan usaha oleh orang-perseorangan atau kelompok tertentu yang merugikan Usaha Kecil.I. oligopoli. dan himpunan kelompok usaha untuk memperkuat posisi tawar Usaha Kecil. asosiasi. • Memberikan kemudahan dalam pendanaan. . Laws and Regulation Pemerintah menumbuhkan iklim usaha dalam aspek pendanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a dengan menetapkan peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan untuk: • Memperluas sumber pendanaan. • Meningkatkan akses terhadap sumber pendanaan.

• Memberikan kemudahan persyaratan untuk memperoleh perizinan. Laws and Regulation Pemerintah menumbuhkan iklim usaha dalam aspek informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf d dengan menetapkan peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan untuk: • Membentuk dan memanfaatkan bank data dan jaringan informasi bisnis.I. . desain. Pemerintah menumbuhkan iklim usaha dalam aspek perizinan usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf f dengan menetapkan peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan untuk: • Menyederhanakan tata cara dan jenis perizinan dengan mengupayakan terwujudnya sistem pelayanan satu atap. dan mutu. Information to be Obtained A. • Mencegah terjadinya hal-hal yang merugikan Usaha Kecil dalam pelaksanaan transaksi usaha dengan Usaha Menengah dan Usaha Besar. • Mengadakan dan menyebarkan informasi mengenai pasar. teknologi. Pemerintah menumbuhkan iklim usaha dalam aspek kemitraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf e dengan menetapkan peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan untuk: • Mewujudkan kemitraan.

Information to be Obtained A. serta lokasi lainnya. bersifat padat karya. dan lokasi yang wajar bagi pedagang kaki lima. lokasi pertanian rakyat. . serta mempunyai nilai seni budaya yang bersifat khusus dan turun temurun. • Mencadangkan bidang dan jenis kegiatan usaha yang memiliki kekhususan proses. Laws and Regulation Pemerintah menumbuhkan iklim usaha dalam aspek perlindungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf g dengan menetapkan peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan untuk: • Menentukan peruntukan tempat usaha yang meliputi pemberian lokasi di pasar. lokasi sentra industri. • Mengatur pengadaan barang atau jasa dan pemborongan kerja Pemerintah. • Mengutamakan penggunaan produk yang dihasilkan Usaha Kecil melalui pengadaan secara langsung dari Usaha Kecil. ruang pertokoan. • Memberikan bantuan konsultasi hukum dan pembelaan.I. lokasi pertambangan rakyat.

bahan penolong.I. • Pemasaran. Laws and Regulation Pasal 14 Pemerintah. dunia usaha. • Teknologi. . dunia usaha. • Meningkatkan kemampuan rancang bangun dan perekayasaan. • Sumber daya manusia. dan kemasan. bahan baku. Information to be Obtained A. dan masyarakat melakukan pembinaan dan pengembangan Usaha Kecil dalam bidang: • Produksi dan pengolahan. • Memberikan kemudahan dalam pengadaan sarana dan prasarana produksi dan pengolahan. Pemerintah. dan masyarakat melakukan pembinaan dan pengembangan dalam bidang produksi dan pengolahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf a dengan: • Meningkatkan kemampuan manajemen serta teknik produksi dan pengolahan.

dunia usaha. Information to be Obtained A. Laws and Regulation Pemerintah. . • Menumbuhkan dan mengembangkan lembaga penelitian dan pengembangan di bidang desain dan teknologi bagi Usaha Kecil. • Memberi insentif kepada Usaha Kecil yang menerapkan teknologi baru dan melestarikan lingkungan hidup. • Meningkatkan kerjasama dan alih teknologi.I. dan masyarakat melakukan pembinaan dan pengembangan dalam bidang teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf d dengan: • Meningkatkan kemampuan di bidang teknologi produksi dan pengendalian mutu. • Meningkatkan kemampuan memenuhi standardisasi teknologi. • Meningkatkan kemampuan di bidang penelitian untuk mengembangkan desain dan teknologi baru.

dan masyarakat menyediakan pembiayaan yang meliputi: • Kredit perbankan. bidang dan kegiatan usaha. dunia usaha. Laws and Regulation Pembinaan & Penjaminan Pasal 21 • Pemerintah. keringanan tarif. • Pinjaman dari dana penyisihan sebagian laba badan usaha milik Negara.000.(dua milyar rupiah).. • Pinjaman lembaga keuangan bukan bank. tempat usaha. atau pengadaan barang dan jasa atau pemborongan pekerjaan Pemerintah yang diperuntukan dan dicadangkan bagi Usaha Kecil yang secara langsung atau tidak langsung menimbulkan kerugian bagi Usaha Kecil diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp.Information to be Obtained A.000. .2.000. Pasal 34 • Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan mengaku atau memakai nama usaha kecil sehingga memperoleh fasilitas kemudahan dana. • Modal ventura.

. Usaha Menengah atau Usaha Besar yang dengan sengaja melanggar ketentuan Pasal 31 dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan izin usaha dan atau denda paling banyak Rp. 2.000.(lima milyar rupiah) oleh instansi yang berwenang. Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 dilakukan oleh atau atas nama badan usaha. dapat dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan sementara atau pencabutan tetap izin usaha oleh instansi berwenang. . 5. Laws and Regulation SANKSI ADMINISTRATIF Pasal 36 1.I. Information to be Obtained A.000.000.

Material on the Organization Tugas dan tanggung jawab tiap divisi: • Divisi pemotongan  Karyawan bertugas memotong besi sesuai ukuran yang telah ditetapkan untuk membuat produk. . • Divisi pengelasan  Karyawan bertugas mengelas besi yang sudah dipotong dan ditekuk oleh divisi pemotongan  Proses pengelasan ini merupakan proses menggabungkan (menempelkan) potongan-potongan besi menjadi suatu produk. sehingga produk bisa tampil lebih menarik dan bagus. • Divisi pengecatan dan penekelan  Karyawan bertugas mengecat dan menekel besi yang telah berbentuk produk dengan rapih.  Setelah itu karyawan akan membentuk besi (penekukan) sesuai kebutuhan dari tiap produk. Information to be Obtained B.I.

. supervisor ini juga bertugas sebagai perpanjangan tangan dari pemilik dalam memberikan perintah kerja kepada setiap divisi.  Bagian administrasi ini memiliki tanggung jawab memastikan semua kegiatan perusahaan berjalan lancar dan tepat waktu. • Divisi administrasi  Karyawan bertugas mengurus kegiatan pembelian bahan baku. penjualan. Information to be Obtained B. pembukuan. pemasaran dan pengiriman produk. Material on the Organization • Divisi packing  Dibagian ini juga merangkap perakitan / pengeboran dan pemasangan komponenkomponen produk hingga selesai menjadi produk jadi yang telah dicat/dinekel sehingga siap untuk packing.I.  Karyawan bertugas untuk membungkus produk dengan plastik dan kain pembungkus untuk melindungi produk dari kerusakan / kotor. • Supervisor  Bertugas melakukan pengawasan dan kontrol terhadap karyawan tiap divisi. semua bukti transaksi lengkap dan sesuai fakta. serta penggajian karyawan. serta memiliki pembukuan yang akurat.

Information to be Obtained B. namun semuanya harus bekerja sama agar produk dapat diselesaikan dengan cepat dan baik sehingga semua deadline bisa tercapai dan tidak ada pekerjaan yang terbengkalai. . Setiap bagian dari divisi juga harus bekerja dengan cepat dan akurat sesuai target karena jika ada satu divisi yang terlambat maka akan menghambat divisi-divisi yang lain. Material on the Organization • Kesimpulannya semua divisi perusahaan memiliki tugas sesuai dengan bagiannya masing-masing.I.

di mana orang pertama (supervisor/mandor) diberikan wewenang untuk mengatur kegiatan-kegiatan operasional perusahaan. kecuali divisi administrasi(karena divisi administrasi bertugas hanya ketika ada pembayaran/pengeluaran. penerimaan barang dari supplier serta segala hal yang berkaitan dengan pembayaran kepada supplier dan penerimaan pembayaran dari customer juga pembukuan dan penggajian perusahaan. dan membuat pembukuan perusahaan secara keseluruhan). .I. penerimaan/pemasukan. • Dan orang yang kedua (divisi administrasi) diberikan wewenang mengenai pengiriman barang kepada customer. Information to be Obtained Prinsip Dalam Memberikan Wewenang Untuk Pengambilan Keputusan • Pendelegasian wewenang diberikan hanya kepada dua orang yang telah dipercaya. di mana pemiilik memberikan perintah kerja kepada supervisor/mandor kemudian dari supervisor/mandor tersebut baru perintah kerja diturunkan ke pegawai dalam setiap divisi.

Information to be Obtained Karakteristik. yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki. Usaha Kecil • Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri. dikuasai. Ukuran Usaha dan Lokasi Dari Setiap Bagian Operasi A. atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang. .I. Usaha kecil juga merupakan kegiatan usaha dalam memperluas lapangan pekerjaan dan memberikan pelayanan ekonomi yang luas. agar dapat mempercapat proses pemerataan dan pendapatan ekonomi masyarakat. Karakteristik a.

• Bahan-bahan baku yang diperoleh untuk kegiatan usahanya. masih relatif sulit dicari oleh pengusaha kecil. bahkan masih dikerjakan secara tradisional. . • Terbatasnya kemampuan pengusaha kecil dalam mengembangkan usahanya. Usaha Kecil Perbedaan usaha kecil dengan usaha lainnya dapat dilihat dari : • Usaha kecil tidak memiliki sistem pembukuan. yang menyebabkan pengusaha kecil tidak memiliki akses yang cukup menunjang terhadap jasa perbankan. seperti: untuk tujuan ekspor barang-barang hasil produksinya. karena teknologi yang digunakan masih bersifat semi modern. Information to be Obtained a.I. • Pengusaha kecil memiliki kesulitan dalam meningkatkan usahanya.

000.000. atau • Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.500. Usaha Kecil Kriteria Usaha Kecil menurut Undang-Undang Republik Indonesia adalah: • Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.000. .000.000.00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000.000. Information to be Obtained a.I.

Pemilik adalah sekaligus pengelola dalam UKM. Usaha Kecil Ciri-ciri perusahaan kecil dan menengah di Indonesia. baik dari segi total aset. walaupun terdapat juga UKM yang memiliki orientasi luar negeri. • Jenis barang / komoditi yang diusahakan umumnya tetap tidak gampang berubah. jumlah karyawan.I. . • Daerah operasinya umumnya lokal. berupa ekspor ke negara-negara mitra perdagangan. • Ukuran perusahaan. secara umum adalah: • Manajemen berdiri sendiri. dan sarana prasarana yang kecil. Information to be Obtained a. • Modal disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik modal. dengan kata lain tidak ada pemisahan yang tegas antara pemilik dengan pengelola perusahaan.

I. Information to be Obtained Ciri – ciri usaha kecil: (lanjutan) • Lokasi / tempat usaha menetap tidak berpindah – pindah. . • Sumber daya manusia memilki pengalaman dalam berwira usaha. sudah membuat neraca usaha. • Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning. • Sudah memiliki ijin usaha dan persyaratan legalitas termasuk NPWP. • Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan modal. • Umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana. keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga.

namun dalam kenyataannya sebagian besar usaha kecil justru memiliki omset dibawah 500 juta. Meskipun batas atas kategori usaha kecil adalah dengan omset maksimal 1 miliar. Mengacu pada argumentasi bahwa salah satu sumber keunggulan adalah melalui economies of scale. Information to be Obtained a. maka akan sulit bagi usaha berskala kecil secara individual untuk bersaing dengan usaha berskala besar dalam suatu aktivitas bisnis yang sama.I. Usaha Kecil Kelebihan dan kekurangan dari usaha kecil : • Skala usaha kecil Salah satu karakter penting dari UKM adalah skala usahanya yang relatif kecil. .

Kegiatan produksi yang melibatkan banyak tenaga kerja sebagai konsekuensi dari aktivitas yang menghasilkan produk yang berciri hand made. . Disamping memiliki kelemahan. Information to be Obtained Kelebihan dan kekurangan dari usaha kecil : (lanjutan) • Padat karya Produk usaha berskala kecil pada umumnya sangat padat karya. Keunikan produk UKM dapat dikembangkan sebagai sumber keungulan menghadapi produk -produk yang berbasis pabrikasi (produk cetak).I. sehingga mendapat pasar yang tersendiri. aktivitas bisnis yang mengandalkan keterampilan individu tentu juga memiliki keunikan. Produk UKM yang bersandar pada keahlian dan keterampilan tangan ini membawa konsekuensi pada kurangnya aspek presisi dan kesulitan untuk distandarisasi.

ketimbang memproduksi sesuatu yang diminta oleh pasar. . Dengan kata lain aktivitas usaha UKM lebih kepada production oriented. Information to be Obtained Kelebihan dan kekurangan dari usaha kecil : (lanjutan) • Berbasis sumber daya lokal dan sumber daya alam. Karakter aktivitas bisnis UKM seperti ini menghasilkan produk-produk unggulan yang komparatif pada masing-masing wilayah. Salah satu ciri dari orientasi berusaha di kalangan UKM pada umumnya adalah lebih kepada upaya melakukan aktivitas apa yang bisa dilakukan dengan sumber daya yang ada. Kesinambungan usaha yang berbasis sumber daya alam tentu sangat rentan.I. apalagi UKM terlibat dalam aktivitas produksi yang mengeksploitasi sumber daya alam yang tidak terbaharui. memproduksi sebaik mungkin apa yang bisa dilakukan dengan bertumpu pada ketersediaan sumber daya yang ada.

Di satu sisi struktur usaha seperti ini sangat baik untuk mendorong kompetisi. maka sangat mudah bagi masyarakat untuk masuk ke dalam industri yang digeluti oleh UKM. baik dari aspek teknologi. perlindungan hak intelektual. manajemen. . Sebagai konsekuensinya relatif sangat banyak pelaku bisnis UKM dalam sektor dan kegiatan bisnis tertentu. investasi. Information to be Obtained Kelebihan dan kekurangan dari usaha kecil : (lanjutan) • Pelaku banyak Karena hampir tidak ada barrier to entry pada aktivitas bisnis UKM. tetapi di lain pihak UKM sering dihadapkan pada kondisi dimana banyak UKM sebagai produsen menghadapi kekuatan monopsonis.I.

bila UKM dapat mengembangkan jaringan yang efektif. . Dengan kata lain produk UKM yang sejenis sangat mudah diperoleh masyarakat dimana saja dan kapan saja. maka konsep global production dapat dipenuhi.I. Dengan demikian. karena UKM mampu menghasilkan produk di mana saja dan memasarkannya ke mana saja serta kapan saja. Information to be Obtained Kelebihan dan kekurangan dari usaha kecil : (lanjutan) • Menyebar Aktivitas bisnis UKM dapat dijumpai hampir diseluruh pelosok tanah air serta diberbagai sektor.

Contohnya: industri tekstil. industri karung.industri elektronik. Information to be Obtained Perusahaan Manufaktur • Perusahaan manufaktur adalah suatu jenis indusri yang memproduksi atau mengolah suatu bahan dan menjadikannya suatu barang baru.I. dan sebagainya. . Dalam proses produksi ini biasanya menggunakan alat dan teknologi. industri rokok.

• Biaya produksi terdiri dari biaya bahan baku. . Information to be Obtained Ciri – Ciri Perusahaan Manufaktur: • Kegiatan menghasilkan atau memproduksi barang jadi (finished goods).I. • Terdapat perhitungan harga pokok produksi untukmenentukan produksi barang jadi. biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. • Beban operasionalnya terdiri dari beban penjualan dan beban administrasi. • Pendapatan berasal dari penjualan produksi barang jadi kepada perusahaan dagang atau retailer. untuk menentukan besarnya laba atau rugi . • Terdapat harga pokok penjualan.

(2) pemilihan material. Proses ini meliputi (1) perancangan produk. Information to be Obtained Arti Luas Manufaktur • Proses mengubah bahan baku menjadi produk. .I. dan (3) tahaptahap proses dimana produk tersebut dibuat.

Information to be Obtained Arti Manufaktur Modern • Manufaktur melibatkan pembuatan produk dari bahan baku melalui bermacam-macam proses.I. mesin dan operasi. mengikuti perencanaan yang terorganisasi dengan baik untuk setiap aktivitas yang diperlukan. .

I. Information to be Obtained Arti Manufaktur Modern Manufaktur pada umumnya adalah suatu aktifitas yang kompleks yang melibatkan berbagai variasi sumberdaya dan aktivitas sebagai berikut: • • • • • • • • • • • Perancangan Produk Pembelian Pemasaran Mesin dan perkakas Manufacturing Penjualan Perancangan proses Production control Pengiriman Material Support services Customer service .

I. Information to be Obtained
Klasifikasi Persediaan Perusahaan Manufaktur • Persediaan bahan baku Barang persediaan milik perusahaan yang akan diolah lagi melalui proses produksi, sehingga akan menjadi barang setengah jadi / barang jadi sesuai dengan kegiatan perusahaan. Besarnya persediaan bahan baku dipengaruhi oleh perkiraan produksi, sifat musiman produksi, dapat diandalkannya pihak pemasok serta tingkat efisiensi penjadwalan pembelian kegiatan produksi.

I. Information to be Obtained
Klasifikasi Persediaan Perusahaan Manufaktur
• Persediaan barang dalam proses Adalah barang yang masih memerlukan proses produksi untuk menjadi barang jadi, sehingga persediaan barang dalam proses sangat dipengaruhi oleh lamanya produksi, yaitu waktu yang dibutuhkan sejak saat bahan baku masuk ke proses prosuksi sampai dengan saat penyelesaian barang jadi.

I. Information to be Obtained
Klasifikasi Persediaan Perusahaan Manufaktur • Persediaan barang jadi Adalah barang hasil proses produksi dalam bentuk final sehingga dapat segera dijual, pada persediaan ini besar kecilnya persediaan barang jadi sebenarnya merupakan masalah koordinasi produksi dan penjualan.

Information to be Obtained Perusahaan Manufaktur • Laporan keuangan perusahaan manufaktur hampir sama dengan laporan keuangan perusahaan dagang. Perbedaannya terletak pada bagian aktiva lancar di neraca dan harga pokok penjualan di laporan rugi – laba.I. Pada perusahaan manufaktur diperlukan banyak rekening untuk menentukan harga pokok produksi. tetapi dalam laporan rugi laba hanya disajikan totalnya saja. .

Information to be Obtained Perusahaan Manufaktur • Sistem informasi akuntansi dalam perusahaan manufaktur dipilih system informasi akuntansi yang menyediakan data input bagi aplikasi manufaktur.I. Terminal ditempatkan di seluruh pabrik untuk mencatat seluruh kegiatan pekerja manufaktur dan sumber daya mesin ketika bahan baku diubah menjadi produk akhir. .

I. Information to be Obtained Ukuran Usaha • Perusahaan ini termasuk ke dalam usaha kecil menengah (UKM). .

• Divisi packing berada di Taman Kopo Indah II ruko 1A no 10D. divisi pengelasan.I. divisi pengecatan/penekelan berada di Taman Kopo Indah II blok C no 13. Information to be Obtained Lokasi Operasi • Divisi pemotongan. .

I. Information to be Obtained Jumlah Karyawan Tiap Divisi • Divisi Pemotongan • Divisi Pengelasan • Divisi Pengecatan / Penekelan • Divisi Packing • Divisi Admisnistrasi • Supervisor : 3 orang : 3 orang : 9 orang : 3 orang : 1 orang : 1 orang .

pabrik di Taman Kopo Indah II: blok C no 13 dan gudang serta tempat perakitan di Taman Kopo Indah II ruko 1A no 10 D. bor tangan) . • Mesin Bending (mesin tekuk pipa) • Mesin Potong • Mesin Las • Dril Machine (Mesin Bor) • 2 Mobil Box untuk pengiriman dan pengambilan barang • Peralatan lain (contoh: obeng.I. Information to be Obtained Nama & Jenis Aset Perusahaan memiliki 2 lokasi untuk melakukan proses produksi yakni. mata bor.

. • Mobil box dipakai selama ada pengiriman dan pengambilan barang. Information to be Obtained Waktu Kerja Aset • Pabrik dan gudang dipakai selama proses produksi berjalan (jam kerja) • Mesin dan peralatan dipakai selama jam kerja.I.

• Gudang dan tempat perakitan: Taman Kopo Indah II ruko 1A no 10 D. • Semua jenis mesin terdapat di pabrik. . Information to be Obtained Lokasi Aset • Pabrik: Taman Kopo Indah II: blok C no 13.I. • Kedua mobil box terdapat di pabrik.

parkir) Total per bulan Total per tahun : Rp 30. Financial Information Biaya operasi per periode Per Bulan: • Biaya gaji karyawan • Biaya listrik.I. uang makan supir.760.000.00 : Rp 1.000.230.fax.000.230.00 : Rp 3.000.00 .000.dl • Biaya bahan baku • Biaya pengiriman (bahan bakar.000.000. Information to be Obtained C.000.000. air.00 Rp 59.00 : Rp 25.00 Rp710.telepon.

500.000.000. air. dll • Pembelian bahan baku • Biaya Pengiriman Total Beban Laba / Rugi Rp 90.00 Rp 149.000.500.000.telepon.000.00 Rp 42.00 Rp 3. fax.000. Financial Information Fuji Steel Tech Laporan Laba Rugi Per Bulan Pendapatan • Penjualan • Dispenser (1500 x Rp 60.000.00 Rp 30.270.230.000.000.I.00) • Meja Setrika (500 x Rp 85.00) • Rak Handuk (200 x Rp 85.000.00 Rp 90.00) Total Pendapatan Beban • Gaji Karyawan • Listrik.00 .00 Rp 59. Information to be Obtained C.000.000.000.230.000.00 Rp 17.000.000.000.00 Rp 25.000.00 Rp 1.

Information to be Obtained C. Financial Information Perbandingan laporan budget dan aktual untuk periode sekarang dibandingkan dengan periode lalu • Perusahaan tidak memiliki laporan budget untuk setiap periode. .I. karena pencatatan perhitungan biaya dilakukan secara sederhana dan langsung tanpa adanya laporan budget secara formal (budget hanya berupa catatan kasar. tidak ada bentuk laporannya) sehingga tidak dapat membandingkan laporan budget dan aktual setiap periode.

Financial Information Laporan cash flow • Perusahaan tidak memiliki laporan cashflow karena pencatatan keuangan perusahaan masih menggunakan pencatatan yang sederhana. Selain itu. Information to be Obtained C. biaya pengiriman. air.I. • . Data Akuntansi Biaya • Data – data yang terdapat di perusahaan hanya berupa data pengeluaran untuk gaji. biaya listrik. pembelian bahan baku. telepon dan fax serta data biaya lainnya seperti yang telah tertera dalam bagian informasi laporan keuangan diatas. perusahaan juga tidak mengijinkan pemberian laporan keuangan secara lebih detail.

Operating Methods & Procedures 1) Perusahaan menghitung berapa jumlah bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat produk dan berapa harga tiap bahan baku yang dibutuhkan. Dengan melakukan hal ini. perusahaan bisa mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku beserta jangka waktu mulai dari pemesanan bahan baku hingga bahan baku bisa tiba di gudang. . gaji karyawan pabrik sehingga perusahaan bisa mendapatkan biaya produksi produk secara total. dan fax pabrik. Selain itu juga terkait dengan biaya operasional perusahaan memperhitungkan semua biaya pengiriman.I. telepon. air. Information to be Obtained D. biaya listrik.

I. Operating Methods & Procedures 2) Perusahaan memesan bahan baku sesuai yang dibutuhkan beserta meminta perincian jumlah dan harga bahan baku kepada supplier. Information to be Obtained D. . 3) Pada jangka waktu yang telah ditetapkan sebelumnya (waktu pengiriman barang yang telah disepakati dengan supplier) maka bahan baku tersebut diantar oleh supplier ke gudang.

Operating Methods & Procedures 4) Bahan baku yang telah ada digudang segera diproses untuk menjadi barang jadi.I. . Information to be Obtained D. Alat tersebut menghekter kayu dan kain sehingga kain bisa membungkus kayu. • Kayu yang telah divernish diberi busa dibagian atas lalu dibungkus dengan kain dan cara merekatkan kain dan kayu dengan menggunakan alat yang menyerupai steples berukuran besar. karena perusahaan memesan kayu tersebut yang telah dibentuk sesuai pola) yang ada digudang diamplas permukaannya agar halus. • Kayu yang telah diamplas kemudian divernish. langkah – langkahnya: a) Meja setrika • Kayu (sudah berbentuk papan meja setrika.

dirakit dengan papan meja setrika dengan cara membolongi papan dan kaki meja setrika dengan bor lalu memasangkan mur agar dapat menempel. • Untuk menyambungkan bagian – bagian besi (baik yang berbentuk lurus maupun yang sudah ditekuk) dilakukan pengelasan besi. Operating Methods & Procedures • Besi yang ada digudang dipotong sesuai standar ukuran tertentu yang dibutuhkan untuk membuat kaki meja setrika. Information to be Obtained D. .I. • Besi yang telah dipotong akan ditekuk jika diperlukan. • Kemudian meja setrika yang telah selesai dibungkus diletakan digudang. • Meja setrika itu dibungkus oleh plastik kemudian dimasukan ke dalam dus. • Besi yang telah dicat / dinekel. • Besi yang telah dilas akan dicat / dinekel sesuai permintaan konsumen.

I. . • Kaki dispenser itu dibungkus oleh plastik kemudian dimasukan ke dalam dus. Operating Methods & Procedures b) Kaki dispenser • Besi yang ada digudang dipotong sesuai standar ukuran tertentu yang dibutuhkan untuk membuat kaki dispenser. • Untuk menyambungkan bagian – bagian besi (baik yang berbentuk lurus maupun yang sudah ditekuk) dilakukan pengelasan besi. • Kemudian kaki dispenser yang telah selesai dibungkus diletakan digudang. dirakit dengan cara membolongi besi dengan bor lalu memasangkan mur agar dapat menempel satu sama lain. • Besi yang telah dinekel. • Besi yang telah dilas akan dinekel. • Besi yang telah dipotong akan ditekuk jika diperlukan. Information to be Obtained D.

• Untuk menyambungkan bagian – bagian besi (baik yang berbentuk lurus maupun yang sudah ditekuk) dilakukan pengelasan besi. • Besi yang telah dinekel. Information to be Obtained D.I. • Besi yang telah dipotong akan ditekuk jika diperlukan. • Besi yang telah dilas akan dinekel. • Jemuran itu dibungkus oleh plastik kemudian dimasukan ke dalam dus. dirakit dengan cara membolongi besi dengan bor lalu memasangkan mur agar dapat menempel satu sama lain. . • Kemudian jemuran yang telah selesai dibungkus diletakan digudang. Operating Methods & Procedures c) Jemuran • Besi yang ada digudang dipotong sesuai standar ukuran tertentu yang dibutuhkan untuk membuat jemuran.

• Rak sepatu itu dibungkus oleh plastik kemudian dimasukan ke dalam dus. . • Besi yang telah dinekel. Information to be Obtained D. • Untuk menyambungkan bagian – bagian besi (baik yang berbentuk lurus maupun yang sudah ditekuk) dilakukan pengelasan besi. Operating Methods & Procedures d) Rak Sepatu • Besi yang ada digudang dipotong sesuai standar ukuran tertentu yang dibutuhkan untuk membuat rak sepatu. • Besi yang telah dilas akan dinekel.I. • Kemudian rak sepatu yang telah selesai dibungkus diletakan digudang. • Besi yang telah dipotong akan ditekuk jika diperlukan. dirakit dengan cara membolongi besi dengan bor lalu memasangkan mur agar dapat menempel satu sama lain.

Information to be Obtained D. . Operating Methods & Procedures 5) Barang yang telah dibuat akan dijual ke konsumen sesuai pesanan konsumen baik yang telah memesan terlebih dahulu sebelum pembuatan barang maupun dengan cara perusahaan mengorder ke toko-toko. 6) Pembeli / customer biasanya melakukan pembayaran dengan 2 cara yaitu tunai/kontan dan bilyet giro yang diberi jangka waktu tertentu.I.

Manajement Information & Report • Laporan transaksi-transaksi yang terjadi di perusahaan dibuat oleh bagian administrasi setiap hari setiap kali ada transaksi yang terjadi di perusahaan yang sumber informasinya berasal dari nota-nota atau bon-bon transaksi perusahaan setiap hari. .I. karena perusahaan masih berskala home industry. Pembukuan yang dibuat oleh perusahaan juga belum menggunakan metode pembukuan akuntansi yang belum baku. Information to be Obtained E.

I. Manajement Information & Report • Sedangkan untuk laporan kegiatan operasional sendiri didapatkan dari supervisor yang telah didelegasikan tugas operasional untuk tiap divisi pada awal masuk jam kerja. sehingga pada akhir jam kerja si pemilik akan menanyakan kepada supervisor mengenai bagaimana progress atau kemajuan dari kegiatan operasional yang telah diberikan pada awal jam masuk kerja. . Information to be Obtained E.

Dampaknya deadline pekerjaan mundur dan terlambat melakukan pengiriman barang. • Karyawan yang tidak masuk kerja Hal ini menyebabkan pekerjaan terbengkalai sehingga bisa memperlambat proses pembuatan barang. Dampaknya deadline pekerjaan mundur dan terlambat melakukan pengiriman barang. sehingga timbul keluhan dari pembeli.I. . sehingga timbul keluhan dari pembeli. Problem Area • Karyawan yang sering terlambat masuk kerja Hal ini menyebabkan pekerjaan terbengkalai sehingga bisa memperlambat proses pembuatan barang. Information to be Obtained F.

I. jam masuk keluar ketika istirahat. dan pulang karyawan lemah Hal ini terjadi karena supervisor ikut bekerja di pabrik sehingga tidak dapat mengontrol karyawan secara terus menerus. jam pulang kerja. tidak ada absensi secara tertulis baik untuk jam masuk. Selain itu. Problem Area • Kinerja karyawan yang buruk ( lambat. hasil kerja kurang memuaskan) Hal ini menyebabkan kualitas barang kurang memuaskan sehingga harus ada perbaikan – perbaikan yang meningkatkan biaya produksi (tidak efisien) yang merugikan perusahaan karena menimbulkan penurunan profit (keuntungan). ceroboh. dan izin. • Kontrol terhadap jam masuk. istirahat. Information to be Obtained F. malas. .

Akan tetapi.I. . Sehingga meningkatkan biaya produksi dan mengurangi profit perusahaan. jika terjadi dalam waktu panjang profit tersebut sudah tidak mencukupi biaya produksinya dan menyebabkan kerugian bagi perusahaan. daya beli konsumen mungkin akan menurun dan menyebabkan penjualan barang menurun. Namun disisi lain jika harga jual barang naik. Problem Area • Bahan baku dari supplier tetap kosong Hal ini menyebabkan perusahaan harus mencari bahan baku di supplier lain yang seringkali harganya lebih mahal dibandingkan supplier yang biasanya. • Harga bahan baku naik Hal ini menyebabkan biaya produksi naik dan menimbulkan masalah lain yaitu jika harga jual produk tidak dinaikan akan mengurangi profit perusahaan. Information to be Obtained F.

divisi pengecatan / penekelan. divisi packing. T: Siapa pangsa pasar produk ini? J: Ibu – ibu rumah tangga.    . T: Divisi apa saja? J: Divisi pemotongan. T: Apa saja produk yang dijual diperusahaan ini? J: Meja setrika. kaki dispenser. divisi pengelasan. dan masyarakat menengah ke atas. Sources Information A. Interview   T: Perusahaan ini bergerak dibidang apa? J: Manufaktur alat – alat rumah tangga. T: Berapa jumlah karyawannya? J: 20 orang. rak sepatu dan jemuran pakaian.II. dan divisi administrasi.

sehingga produk bisa tampil lebih menarik dan bagus. . 3) Divisi pengecatan dan penekelan • Karyawan bertugas mengecat dan menekel besi yang telah berbentuk produk dengan rapih.II. Organizational Data Tugas dan Tanggung Jawab Tiap Divisi 1) Divisi pemotongan: • Karyawan bertugas memotong besi sesuai ukuran yang telah ditetapkan untuk membuat produk. 2) Divisi pengelasan • Karyawan bertugas mengelas besi yang sudah dipotong dan ditekuk oleh divisi pemotongan • Proses pengelasan ini merupakan proses menggabungkan (menempelkan) potongan-potongan besi menjadi suatu produk. • Setelah itu karyawan akan membentuk besi (penekukan) sesuai kebutuhan dari tiap produk. Sources Information B.

5) Divisi administrasi • Karyawan bertugas mengurus kegiatan pembelian bahan baku. serta penggajian karyawan. penjualan. . Organizational Data Tugas dan Tanggung Jawab Tiap Divisi 4) Divisi packing • Dibagian ini juga merangkap perakitan (pengeboran) dan pemasangan komponenkomponen produk hingga selesai menjadi produk jadi yang telah dicat/dinekel sehingga siap untuk packing. Sources Information B. serta memiliki pembukuan yang akurat. pemasaran dan pengiriman produk. supervisor ini juga bertugas sebagai perpanjangan tangan dari pemilik dalam memberikan perintah kerja kepada setiap divisi. • Karyawan bertugas untuk membungkus produk dengan plastik dan kain • pembungkus untuk melindungi produk dari kerusakan / kotor. 6) Supervisor • Bertugas melakukan pengawasan dan control terhadap karyawan tiap divisi. pembukuan. semua bukti transaksi lengkap dan sesuai fakta. • Bagian administrasi ini memiliki tanggung jawab memastikan semua kegiatan • perusahaan berjalan lancar dan tepat waktu.II.

Sources Information B.II. Organizational Data Bagan Stuktur Organisasi Pemilik Perusahaan Supervisor Divisi Administrasi Divisi Pemotongan Divisi Pengelasan Divisi Pengecatan/Penek elan Divisi Packing .

• Divisi pemotongan. divisi pengecatan/penekelan. di mana batasan ruang lingkup supervisor hanyalah pada pengawasan kinerja para karyawan pabrik pada tiap divisi-divisi operasional dan membantu karyawan lain bekerja jika dibutuhkan. . divisi pengelasan. • Secara umum level otoritas yang berlaku pada perusahaan adalah dari atasan ke bawahan (top up). Sources Information B. dan divisi packing yang berada dibawah supervisor memiliki ruang lingkup tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh supervisor kepada tiap divisi sejalan dengan perintah dari atasan/pemilik.II. • Divisi administrasi memiliki wewenang hanya pada pembuatan pembukuan dan pencatatan tiap transaksi yang terjadi pada perusahaan setiap harinya. Organizational Data Levels Authority • Setiap individu memiliki ruang lingkup otoritas terbatas yang berbedabeda.

. sehingga produk bisa tampil lebih menarik dan bagus. • Divisi Pengecatan/Penekalan: mengecat dan menekel besi yang telah berbentuk produk dengan rapih. Organizational Data Job Description • Divisi Pemotongan : memotong besi sesuai ukuran yang telah ditetapkan untuk membuat produk dan membentuk besi (penekukan) sesuai kebutuhan dari tiap produk. Sources Information B. • Divisi Pengelasan : mengelas besi yang sudah dipotong dan ditekuk oleh divisi pemotongan dan menggabungkannya menjadi suatu produk yang utuh.II.

• Divisi Administrasi: mengurus kegiatan pembelian bahan baku. penjualan. Sources Information B. pembukuan. serta memiliki pembukuan yang akurat. • Supervisor: melakukan pengawasan terhadap seluruh karyawan tiap divisi agar pekerjaan seluruh karyawan sesuai dengan perintah atasan/pemilik serta memastikan semua kegiatan perusahaan berjalan lancar dan tepat waktu. serta penggajian karyawan dan memastikan semua bukti transaksi lengkap dan sesuai fakta. Organizational Data Job Description • Divisi Packing: pemasangan komponen-komponen produk hingga selesai menjadi produk jadi yang telah dicat/dinekel sehingga siap untuk packing dan membungkus produk dengan plastik dan kain pembungkus untuk melindungi produk dari kerusakan / kotor. . pemasaran dan pengiriman produk.II.

000.760.II.telepon.000. Financial Data Biaya operasi per periode Per Bulan: • Biaya gaji karyawan : Rp 30.00 Total per bulan Rp 59.230.000.00 • Biaya listrik.230.000.00 .000. air.00 • Biaya bahan baku : Rp 25. Sources Information C.00 • Biaya pengiriman (bahan bakar. uang makan supir. parkir) : Rp 3.000.00 Total per tahun Rp 710.000.000.000.dl : Rp 1.fax.

000.II.000.000.00 Rp 25.00) Total Pendapatan Rp 90.00 .000.270.00 Rp 42.00 Beban • Gaji Karyawan • Pembelian bahan baku • Biaya Pengiriman Total Beban Laba / Rugi Rp 1.000.000.00 Rp 90.000.000.000. Financial Data Fuji Steel Tech Laporan Laba Rugi Per Bulan Pendapatan • Penjualan • Dispenser (1500 x Rp 60.500.000.230.000.000.230.000.000.00 Rp 59.500.00 Rp 149.000.00 Rp 3.00) • Rak Handuk (200 x Rp 85.000. Sources Information C.00) • Meja Setrika (500 x Rp 85.00 Rp 17.

namun harus disaring terlebih dahulu supaya tidak mencemari lingkungan.00 Penggajian setiap hari Sabtu. Aktivitas perusahaan yang menyebabkan pencemaran suara (memotong.00 – 19.II. Penerimaan pengiriman barang dari supplier dilakukan pada jam kerja. yaitu mulai pukul 08.00-17. Policies & Procedures • • • • • • • • • Hari kerja : Senin – Sabtu Jam Kerja: 08. Sources Information D.00 – 17. dan mengebor besi) harus dilakukan mulai pukul 08.00. Jika 2 hari tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan dianggap keluar/mengundurkan diri dari pekerjaan.00 Perpajakan diperusahaan mengikuti peraturan perpajakan di Indonesia yang diatur untuk skala usaha industri rumah tangga. . Perusahaan juga harus mematuhi peraturan umum yang berlaku di lingkungan setempat yakni: Limbah tidak langsung dibuang ke saluran pembuangan.mengelas .

dan management perusahaan masih belum melalui tahapan audit dari auditor. Sources Information E. operasi. Dan lagi baik laporan keuangan. Operating & Management Report • Karena perusahaan masih berskala home industry tidak ada laporan tertulis mengenai operasi dan management yang baku. .II.

Physical Inspection • Ketika kelompok kami mengadakan survey lapangan ke tempat kerja karyawan (pabrik). .II. semua karyawan bekerja sesuai pekerjaan masing – masing dan tidak ada yang menganggur. pengontrolan kehadiran karyawan tidak terlalu ketat karena supervisor ikut bekerja. Semua mesin digunakan untuk meproduksi barang (tidak ada idle capacity). pemilik tidak selalu berada ditempat ketika jam kerja. tidak ada absensi secara tertulis. kecuali jika karyawan tidak masuk kerja. Sources Information E. Namun jika diperhatikan lebih lanjut untuk masalah kehadiran karyawan ditempat kerja.

tingkat penjualannya mencapai titik tertinggi. di mana meja setrika itu merupakan penemuan dari pemilik sendiri. Prestasi yang pernah dicapai oleh perusahaan dari segi penjualan terjadi pada tahun 2004. tingkat penjualan mencapai titik tertinggi. Prestasi Masa Lalu • Prestasi yang pernah dicapai oleh perusahaan dari segi penjualan terjadi pada tahun 1994. • • . dimana penjualan mencapai klimaksnya. Hal ini disebabkan perusahaan mengeluarkan produk terbaru yang belum pernah ada di pasaran yakni meja setrika kayu. dimana penjualan mencapai klimaksnya. di mana jemuran alumunium itu merupakan penemuan dari pemilik sendiri. Prestasi yang pernah dicapai oleh perusahaan dari segi penjualan terjadi pada tahun 1998. Hal ini disebabkan perusahaan mengeluarkan produk terbaru yang belum pernah ada di pasaran yakni jemuran pakaian alumunium. Hal ini disebabkan perusahaan mengeluarkan produk terbaru yang belum pernah ada di pasaran yakni kaki dispenser.III. di mana penjualan mencapai klimaksnya. Organizational Planning and Budget Systems A. di mana kaki dispenser merupakan penemuan dari pemilik sendiri. tingkat penjualannya mencapai titik tertinggi.

Organizational Planning and Budget Systems B. .III. Kebutuhan Saat Ini & Yang Akan Datang • Perusahaan membutuhkan lokasi pabrik dan gudang yang lebih luas sehingga dimasa depan membutuhkan pembangunan dan renovasi lokasi pabrik dan gudang.

Kemudian dari segi desain produk perusahaan memiliki desain yang berbeda bahkan belum ada di pasaran (inovatif). pengalaman. Organizational Planning and Budget Systems C.kejadian yang penting dan membutuhkan penanganan serta penyelesaian langsung dari pemilik. tidak perlu melalui jalur/proses penyelesaian yang lama.III. Selain itu pemilik suka melakukan inovasi terhadap produk yang dijualnya. pelanggan. dengan demikian masalah-masalah yang mendesak dapat segera diatasi. Pabrik utama lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal pemilik sehingga jika muncul kejadian . . pemilik dapat dengan segera mencapai pabrik utama tersebut. Strenght & Weakness Kekuatan perusahaan terletak pada perusahaan sudah berdiri sejak lama. sehingga perusahaan sudah memiliki nama. Selain itu perusahaan juga memiliki kualitas produk yang baik dibandingkan dengan pesaing lainnya. dan sudah dipercaya oleh konsumen.

sehingga menyebabkan pemindahan barang jadi dari tempat produksi ke gudang memakan waktu yang lebih lama dan membutuhkan tambahan biaya berupa biaya pengiriman barang dari pabrik ke gudang. kelemahan anggaran perusahaan ini adalah tidak ada dokumentasi secara formal dan lengkap (hanya berupa catatan kasar) sehingga pemilik tidak dapat melakukan perbandingan dan analisis antara anggaran budgeting dan actual dari periode ke periode. Organizational Planning and Budget Systems C.III. Selain itu juga dari segi pengontrolan kurang efisien karena pemilik harus mengotrol dua tempat dalam waktu yang berdekatan (dalam 1 hari). lamanya waktu produksi. Untuk sisi anggaran. Selain itu pemilik akan mengalami kesulitan untuk melakukan penelusuran anggaran budgeting jika dibutuhkan untuk dianalisis. dan kuantitas produk yang dihasilkan dalam satu kali produksi. Karena skala usaha perusahaan masih tergolong industri rumah tangga (home industry) sehingga dari segi teknologi masih dibawah perusahaan besar sejenis yang telah menggunakan teknologi canggih. . Strenght & Weakness Sedangkan kelemahan dari perusahaan adalah perusahaan memiliki dua lokasi produksi barang. di mana hal ini mempengaruhi biaya produksi perusahaan.

III. Selain itu juga perusahaan memproduksi dan menjual barang-barang yang dibutuhkan oleh hampir semua kalangan. Opportunity Saat Ini & Yang Akan Datang • Pemilik suka melakukan inovasi terhadap produk-produk baru maupun yang telah ada dipasaran sehingga dapat menciptakan kreasi produk yang belum ada dipasaran. sehingga perusahaan lebih mudah untuk melakukan penjualan. . • Karena pesaing untuk usaha sejenis tidak terlalu banyak/menjamur sehingga kesempatan untuk bisa masuk ke pasaran dan bersaing di pasaran tidaklah terlalu sulit. Organizational Planning and Budget Systems D. dengan demikian secara otomatis dapat menarik lebih banyak konsumen dan dapat menciptakan pangsa pasar yang lebih besar.

Organizational Planning and Budget Systems E. Dari segi teknologi dan biaya produksi perusahaan harus bisa menyaingi perusahaan-perusahaan sejenis yang skala usahanya lebih besar dan telah menggunakan teknologi yang lebih canggih. dengan demikian perusahaan harus terus-menerus melakukan inovasi dan mencari ide-ide baru untuk dapat selalu unggul dari pesaing-pesaingnya. Constraint / Threat • Karena adanya perusahaan sejenis yang memproduksi barang yang sama sehingga setiap kali ada inovasi barang baik yang ada maupun yang belum pernah ada cepat atau lambat pesaing akan segera meniru memproduksi barang yang sejenis. maka untuk membuat perhitungan harga pokok produksi perusahaan akan lebih kurang akurat dibandingkan perusahaan yang memiliki laporan budgeting yang formal. • . Tantangan yang dihadapi perusahaan dari sisi anggaran yaitu dengan tidak adanya laporan budgeting secara formal dan terdokumentasi.III. maka perusahaan tidak memiliki perincian yang lengkap dan detail. Sehingga jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang memiliki laporan budgeting yang terdokumentasi dan dibuat secara formal serta terperinci.

III. Goals & Objective  Goals • Mencari keuntungan/profit. • Mulai melakukan penawaran produk ke Bogor dan daerah sekitarnya. Organizational Planning and Budget Systems F. • Menyejahterakan karyawan. • Memperluas pasar/market share.  Objective • Dalam kurang lebih 1 bulan pemilik akan mengeluarkan produk baru ke pasaran. . • Memperluas skala usaha .

IV. Bagan Struktur Organisasi Pemilik Perusahaan Divisi Admisnistrasi Divisi Pemotongan Divisi Pengelasan Divisi Pengecatan/ Penekelan Divisi Packing . Struktur Organisasi & Peran Manajemen A.

.III. sehingga produk bisa tampil lebih menarik dan bagus. Organizational Planning and Budget Systems B. • Divisi Pengelasan : mengelas besi yang sudah dipotong dan ditekuk oleh divisi pemotongan dan menggabungkannya menjadi suatu produk yang utuh. • Divisi Pengecatan/Penekalan: mengecat dan menekel besi yang telah berbentuk produk dengan rapih. Job Description • Divisi Pemotongan : memotong besi sesuai ukuran yang telah ditetapkan untuk membuat produk dan membentuk besi (penekukan) sesuai kebutuhan dari tiap produk.

pemasaran dan pengiriman produk. serta memiliki pembukuan yang akurat. Job Description • Divisi Packing : pemasangan komponenkomponen produk hingga selesai menjadi produk jadi yang telah dicat/dinekel sehingga siap untuk packing dan membungkus produk dengan plastik dan kain pembungkus untuk melindungi produk dari kerusakan / kotor. penjualan.III. pembukuan. • Supervisor : melakukan pengawasan terhadap seluruh karyawan tiap divisi agar pekerjaan seluruh karyawan sesuai dengan perintah atasan/pemilik serta memastikan semua kegiatan perusahaan berjalan lancar dan tepat waktu. . • Divisi Administrasi : mengurus kegiatan pembelian bahan baku. Organizational Planning and Budget Systems B. serta penggajian karyawan dan memastikan semua bukti transaksi lengkap dan sesuai fakta.

III. Sedangkan laporan informal mengenai karyawan yang telat. dan sebagainya yang berkaitan dengan informasi/laporan kehadiran karyawan. arus kas masuk dan keluar perusahaan. penyelesaian per produk tiap divisi per hari. cuti. . bilyet giro yang jatuh tempo dan juga yang baru diterima dari pembeli maupun supplier. faktur penjualan atau bon yang diberikan kepada supplier. Organizational Planning and Budget Systems C. • Laporan yang hubungannya antara pemilik dengan bagian administrasi adalah laporan-laporan yang berupa informasi faktur atau bon dari supplier. tidak masuk. barang yang cacat/rusak ketika diproses. sakit. Formal & Informal Reporting Relationship • Laporan yang hubungannya antara pemilik dengan supervisor yang berupa laporan formal antara lain mengenai laporan informasi masuk dan keluar barang (inventory perusahaan).

Planning Phase 2 .

Organisasi Pemilik Perusahaan Supervisor Divisi Administrasi Divisi Pemotongan Divisi Pengelasan Divisi Pengecatan/ Penekelan Divisi Packing .I. Administrative & Operational Control A.

. Selain itu juga bertujuan agar tidak terjadi kebingungan dalam pembagian tugas ataupun tanggung jawab. Tujuan adanya pemisahan tugas ini adalah untuk mencapai internal control yang baik serta mencapai efisiensi serta efektifitas.I. Organisasi Berdasarkan struktur organisasi di atas maka dapat dilihat bahwa terdapat segregation of duties atau pemisahan tugas di dalam perusahaan yang dibagibagi sesuai dengan divisi-divisi yang ada. Administrative & Operational Control A.

Setelah itu karyawan akan membentuk besi (penekukan) sesuai kebutuhan dari tiap produk. Divisi pengelasan Karyawan bertugas mengelas besi yang sudah dipotong dan ditekuk oleh divisi pemotongan Proses pengelasan ini merupakan proses menggabungkan (menempelkan) potongan-potongan besi menjadi suatu produk. Administrative & Operational Control A.I. • • • • . pemisahan tugas tiap divisi diterangkan seperti di bawah ini : Divisi pemotongan: Karyawan bertugas memotong besi sesuai ukuran yang telah ditetapkan untuk membuat produk. Organisasi Berdasarkan divisi-divisi yang ada didalam perusahaan.

sehingga produk bisa tampil lebih menarik dan bagus. Organisasi Divisi pengecatan dan penekelan • Karyawan bertugas mengecat dan menekel besi yang telah berbentuk produk dengan rapih. . Administrative & Operational Control A. • Karyawan bertugas untuk membungkus produk dengan plastik dan kain • pembungkus untuk melindungi produk dari kerusakan / kotor.I. Divisi packing • Dibagian ini juga merangkap perakitan (pengeboran) dan pemasangan komponen-komponen produk hingga selesai menjadi produk jadi yang telah dicat/dinekel sehingga siap untuk packing.

• Bagian administrasi ini memiliki tanggung jawab memastikan semua kegiatan • perusahaan berjalan lancar dan tepat waktu. semua bukti transaksi lengkap dan sesuai fakta. serta penggajian karyawan. Administrative & Operational Control A. . serta memiliki pembukuan yang akurat. penjualan. pembukuan. pemasaran dan pengiriman produk. Organisasi Divisi administrasi • Karyawan bertugas mengurus kegiatan pembelian bahan baku. Supervisor • Bertugas melakukan pengawasan dan control terhadap karyawan tiap divisi.I. supervisor ini juga bertugas sebagai perpanjangan tangan dari pemilik dalam memberikan perintah kerja kepada setiap divisi.

I. Administrative & Operational Control
A. Organisasi
• Menurut kelompok kami pembagian tugas di atas sudah cukup sesuai untuk skala usaha kecil dan menengah (UKM), namun jika skala usaha akan diperluas perlu adanya pemisahan tugas lebih detail dan terperinci lagi, karena dalam struktur organisasi di atas ruang lingkup penugasan tugas masih dalam skala kecil (kurang terperinci) sehingga seringkali mungkin saja terjadi rangkap tugas. Seperti dari hasil wawancara yang kami dapatkan bahwa seringkali karyawan di divisi yang satu membantu divisi yang lainnya yang sedang mengalami penugasanan yang padat (perlu cepat diselesaikan dalam batas waktu tertentu) sehingga seringkali karyawan-karyawan tidak terlalu fokus dalam mengerjakan tugas yang benar-benar menjadi tugasnya serta juga dengan demikian karyawan harus memiliki keterampilan di semua bidang divisi yang ada, hal ini menjadikan kesulitan tersendiri bagi karyawan dan perusahaan.

I. Administrative & Operational Control
B. Policy & Procedure
Fuji Steel Tech dalam kegiatan/aktivitas operasinya telah menetapkan dan menerapkan beberapa policy dan procedur sederhana di dalam perusahaannya sesuai dengan kebutuhan dan skala usahanya (UKM). Tujuan diterapkannya policy (kebijakan/peraturan) dan prosedur (cara menindaklajuti jika terjadi pelanggaran policy) adalah untuk menjaga (tindakan control dan monitoring) agar setiap karyawan dapat bekerja secara maksimal dan mencapai tujuan 3E (Efisien, efektif, dan ekonomis) sehingga perusahaan dapat menghindari kerugian-kerugian yang tidak diinginkan akibat pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan selama bekerja. Selain itu juga agar semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu serta tepat sasaran, tidak menyimpang dari perencanaan yang telah dibuat oleh perusahaan dan juga penugasan yang telah diberikan oleh perusahaan pada setiap divisi.

I. Administrative & Operational Control
B. Policy & Procedures
Policy dan procedure yang ditetapkan dan diterapkan di dalam perusahaan tertera seperti di bawah ini : • Hari kerja : Senin – Sabtu • Jam Kerja: 08.00-17.00 • Penggajian setiap hari Sabtu. • Jika 2 hari tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan dianggap keluar/mengundurkan diri dari pekerjaan. • Penerimaan pengiriman barang dari supplier dilakukan pada jam kerja, yaitu mulai pukul 08.00 – 17.00 • Perpajakan diperusahaan mengikuti peraturan perpajakan di Indonesia yang diatur untuk skala usaha industri rumah tangga. • Perusahaan juga harus mematuhi peraturan umum yang berlaku di lingkungan setempat yakni: • Limbah tidak langsung dibuang ke saluran pembuangan, namun harus disaring terlebih dahulu supaya tidak mencemari lingkungan. • Aktivitas perusahaan yang menyebabkan pencemaran suara (memotong,mengelas , dan mengebor besi) harus dilakukan mulai pukul 08.00 – 19.00.

I. . Policy & Procedures • Kesimpulannya saat ini policy and procedure di Fuji Steel Tech yang berskala usaha kecil dan menengah (UKM) sudah cukup baik. Administrative & Operational Control B. namun menurut kelompok kami policy and procedure yang ada harus terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan kondisi di tempat kerja dan perkembangan zaman. Selain itu masih ada beberapa sanksi dan kebijakan yang belum di atur secara detail dan sempurna seperti masalah keterlambatan kehadiran di tempat kerja yang masih belum ada aturannya yang jelas dan tertulis.

balance sheet saja. Hal ini disebabkan skala usaha yang masih kecil sehingga pencatatan pun dilakukan secara sederhana tanpa mengikuti aturan standar akuntansi yang ada (PSAK). .I. tidak ada audit reports maupun laporan-laporan keuangan lainnya. Selain itu juga jenis-jenis laporan akuntansi/laporan keuangan yang tersedia di perusahaan masih sangat sederhana dan terbatas hanya terbatas pada income statement. Administrative & Operational Control C. sehingga laporan-laporan yang tersedia memberikan informasi yang tidak terlalu lengkap. Accounting and Reports • Pencatatan akuntansi dan pelaporan akuntansi di perusahaan masih sangat sederhana.

Lalu supervisor biasanya melaporkan kemajuan dari pekerjaan yang dilakukan tiap divisi baik secara kualitas maupun kuantitas kepada pemilik. Lalu supervisor mendelegasikan tugas tersebut kepada karyawan untuk mengerjakan tugas sesuai bagiannya masing – masing. Administrative & Operational Control D. Dari hasil laporan supervisor. karena proses penilaiannya masih berupa laporan secara oral (dibicarakan secara langsung) antara supervisor dan pemilik perusahaan. Standar kinerja karyawan dinilai dari pencapaian target atas penugasan tugas yang diberikan oleh pemilik kepada karyawan melalui supervisor. mingguan maupun bulanan kepada supervisor. .I. pemilik dapat menilai kinerja karyawan dalam melakukan pekerjaan tiap divisinya. Perfomance Standard • Perusahaan Fuji Steel Tech memiliki standar kerja yang dinilai secara sederhana. Dimulai dengan pemilik yang mendelegasikan tugas harian.

dan mingguan kepada pemilik. Information Systems and Internal Reports • Perusahaan Fuji Steel Tech memiliki sistem informasi yang memiliki arus informasi dimulai dari pemilik yang mendelegasikan tugas kepada supervisor mengenai hal – hal apa saja yang harus dilakukan oleh karyawan selama periode tertentu. mingguan. . Setelah mengetahui kinerjannya maka pemilik dapat memberi masukan kepada karyawan mengenai kinerja mereka. bulanan. Setelah itu supervisor memberi tahu karyawan mengenai tugas yang harus mereka lakukan selama periode tertentu. karyawan diharapkan dapat bekerja dengan lebih baik dan meningkatkan kinerjanya dalam bekerja. Dengan masukan dan penilaian dari pemilik. ketika pemilik mengontrol pabrik maupun via telepon dan sms sehingga pemberian laporan kepada atasan periodenya bervariasi sesuai dengan kebutuhan penugasan yang telah dikerjakan. Selanjutnya pemilik dapat mengetahui kemajuan pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan dan dapat menilai kinerja karyawan. perbaikan yang harus dilakukan. maupun peningkatan kinerja yang harus dilakukan. Administrative & Operational Control E.I. Lalu supervisor akan membuat laporan baik dari kemajuan pengerjaan tugas harian. baik harian. maupun bulanan.

penjualan dan pengiriman barang.I. . rekap minguan dan bulanan. kemudian dari laporan mingguan yang ada dibuat laporan bulanan kemudian akhirnya dijadikan satu untuk membuat laporan tahunan dalam rangka mengevaluasi kinerja perusahaan untuk dibandingan dengan periode yang lalu. Information Systems and Internal Reports • Sedangkan untuk pelaporan akuntansi yang dibuat oleh divisi administrasi dibuat harian. pembayaran utang piutang. Administrative & Operational Control E. dan pembebanan biaya produksi lain – lain. Pelaporan harian ini dibuat untuk membuat laporan pembelian bahan baku. Setelah itu setiap minggu dibuat perhitungan rekapnya untuk mengetahui aktivitas yang terjadi tiap minggu dan nominal uang yang berkaitan dengan aktivitas pemasukan dan pengeluaran biaya.

I. Selain itu pelaporan akuntansinya masih sederhana karena masih dalam skala usaha kecil dan menengah (UKM) sehingga terkadang informasi yang dibutuhkan tidak tersedia dalam laporan keuangan perusahaan. Information Systems and Internal Reports • Menurut kelompok kami pelaporan informasi dan internal report dalam perusahaan Fuji Steel Tech masih ada kekurangan dalam hal pelaporan informasi karena masih bersifat oral dan tidak ada bukti tertulis sehingga akan sulit jika ingin dijadikan salah satu dasar evaluasi perusahaan. . Administrative & Operational Control E.