You are on page 1of 16

BAB I KONSEP MEDIK

A. PENGERTIAN Tumor Abdomen merupakan massa yang padat dengan ketebalan yang berbedabeda, yang disebabkan oleh sel tubuh yang yang mengalami transformasi dan tumbuh secara autonom lepas dari kendali pertumbuhan sel normal, sehingga sel tersebut berbeda dari sel normal dalam bentuk dan strukturnya. Secara patologi kelainan ini mudah terkelupas dan dapat meluas ke retroperitonium, dapat terjadi obstruksi ureter atau vena kava inferior. Massa jaringan fibrosis mengelilingi dan menentukan struktur yang di bungkusnya tetapi tidak menginvasinya. Bagian terbesar dari tumor abdomen terdiri dari neuroblastoma, tumor Wilms, teratoma, tumor ovarium, limfoma abdomen, hepatoma dan lain–lain. Tumor abdomen merupakan sepertiga dari seluruh tumor ganas pada anak. Tumor ini sifatnya sangat berbeda dengan jenis tumor lainnya. Salah satu yang spesial dari tumor ini adalah sangat sulit untuk dideteksi.Pada umumnya anak dengan tumor abdomen hampir tidak memberikan keluhan apabila masih dini, bahkan tidak jarang keluhan tidak atau belum timbul walaupun tumor telah dapat diraba. Hal ini diakibatkan oleh sifat rongga perut yang yang longgar, sehingga bila ada massa di dalamnya, dapat tumbuh sampai cukup besar tanpa mengganggu organ di sekitarnya. Gejala-gejala umum yang disebabkan seperti lesu, lemah, badan makin kurus, keringat berlebih, demam, pucat dan rasa nyeri dalam perut, perlu mendapatkan perhatian seksama meskipun gejala seperti tersebut di atas dapat dijumpai pula pada berbagai penyakit infeksi kronis yang masih banyak terdapat di Indonesia. Biasanya adanya tumor dalam abdomen dapat diketahui setelah perut tampak membuncit dan keras ataupun pada saat anak dimandikan. Apabila telah diketahui ada tumor dalam abdomen, selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dengan hati-hati dan lembut untuk menghindari trauma berlebihan yang dapat mempermudah terjadinya tumor pecah ataupun metastasis. Ditentukan apakah letak tumornya intraperitoneal atau retroperitoneal. Tetapi pada tumor yang terlalu besar sulit menentukan letak tumor secara pasti. Demikian pula bila tumor yang berasal dari rongga pelvis telah mendesak ke rongga abdomen. B. BAGIAN- BAGIAN DARI TUMOR ABDOMEN Adapun bagian-bagian dari tumor abdomen adalah: 1. Neuroblastoma Neuroblastoma merupakan tumor lunak, padat yang berasal dari sel-sel crest neuralis yang merupakan prekusor dari medula adrenal dan sistem saraf simpatis. Neuroblastoma dapat timbul di tempat terdapatnya jaringan saraf simpatis. Tempat tumor primer yang umum adalah abdomen, kelenjar adrenal atau ganglia paraspinal toraks, leher dan pelvis. Neuroblastoma umumnya bersimpati dan seringkali bergeseran dengan jaringan atau organ yang berdekatan. Tumor ini paling banyak berasal dari kelenjar adrenal dan gejala yang ditimbulkan merupakan akibat dilepaskannya metabolit katekolamin secara berlebihan yaitu berupa hipertensi, kemerahan (flushing), keringat yang berlebihan dan demam. Bila tumor telah membesar menyebabkan perasaan tidak nyaman dan penuh dalam perut disertai

edema dinding abdomen. Massa abdomen tidak teratur. Neuroblastoma retroperitoneal Massa menekan organ dalam abdomen dapat timbul nyeri abdomen. Sakit punggung. (Willie. a. . Limfadenopati servikal dan suprakavikular b. Ditemukannya benjolan-benjolan subkutis terutama di daerah kepala atau proptosis dan ekimosis periorbita. Ptosis h. Ada laporan yang menyebutkan bahwa timbulnya neuroblastoma infantile (pada anak-anak) berkaitan dengan orang tua atau selama hamil terpapar obat-obatan atau zat kimia tertentu seperti hidantoin. pemeriksaan menemukan masa abdominal yang konsistensinya keras dan nodular. Pemeriksaan foto polos abdomen tidak jarang dapat ditemukan tanda-tanda perkapuran dalam massa tumor dan pada pielografi intravena biasanya sistem pelviokalises masih baik hanya letaknya berubah. kelemahan ekstremitas bawah e. tidak bergerak. suatu indikator prognosis buruk (Nelson.tidak nyeri tekan. yang melintasi garis tengah. Kongesti dan edema pada wajah c. paraspinal. dll. gejala dari neuroblastoma yaitu: Gejala yang berhubungan dengan massa retroperitoneal. Kadar vanillyl mandelic acid (VMA) ialah suatu derivat katekolamin biasanya meningkat dan dapat ditemukan dalam urin penderita. 2000). dan ampifilatik genomik dari oncogen NMyc. anomali kromosom 17. massa tidak nyeri dan sering melewati garis tengah. Hilangnya kendali sfingter Gejala-gejala yang berhubunngan dengan masa leher atau toraks.penurunan berat badan sampai failure to thrive. etanol. Kebanyakan etiologi dari neuroblastoma adalah tidak diketahui. merupakan gambaran penyakit yang lanjut atau metastasis. Defisit sensoris f. Menurut Cecily & Linda (2002). synaptophysin dan neuron specific enolase (NSE) pada stadium lanjut dapat ditemukan kelompok-kelompok metastasis neuroblastoma dalam sumsum tulang. Sakit kepala e. a. Diagnosis pasti ditegakkan dengan pemeriksaan histopatologis tumor. keras. b. kelenjar adrenal. Proptosis orbital ekimotik f. Miosis g. Anhidrosis Menurut Willie (2008) manifestasi klinis dari neuroblastoma berbeda tergantung dari lokasi metastasenya: a. Perubahan fungsi usus dan kandung kemih c. Eksoftalmos i. pelebaran vena dinding abdomen. Kelainan sitogenik yang terjadi pada neuroblastoma kira-kira pada 80% kasus. Pemeriksaan USG dan CT scan dapat lebih mengetahui perluasan tumor dan metastasis. Pasien stadium lanjut sering disertai asites. Disfungsi pernafasan d. Kompresi vaskuler karena edema ekstremitas bawah d. 2008). meliputi penghapusan (delesi) parsial lengan pendek kromosom 1. kadang-kadang diperlukan pemeriksaan imunohistokimia seperti neurofilament.

Kelainan saluran kemih b. sulit menelan. d. Neuroblastoma leher Mudah ditemukan.Kebanyakan kasus terjadi secara sporadik dan merupakan hasil dari mutasi genetik yang mempengaruhi perkembangan sel-sel di ginjal. c.tetapi biasanya tetap berada dalam kapsulnya. Neuroblastoma pelvis Terletak di posterior kolon presakral. Bila penekanan terjadi pada radiks saraf spinal.Tumor Wilm’s di temukan pada 1 diantara 200. relative dini menekan organ sekitarnya sehingga menimbulkan gejala sembelit sulit defekasi.000 anak-anak. lebih sering di mediastinum superior daripada inferior. Dapat terjadi hipomiotonia ekstremitas bawah bahkan paralisis. Gejala tersebut dapat disertai nyeri. Neuroblastoma berbentuk barbell yaitu neuroblastoma paravertebral melalui celah intervertebral ekstensi ke dalam canalis vertebral di ekstradural.Akan teraba pada abdominal dengan di lakukan palpasi. Pada awalnya tanpa gejala. Neurobalstoma mediastinal Kebanyakan di paravertebral mediastinum posterior. Nefroblastoma (Tumor Wilms’) Tumor Wilm’s ini terjadi pada parenchym renal. kelainan sensibilitas. timbiul miosis unilateral. Sering karena menekan ganglion servikotorakal hingga timbul syndrome paralisis saraf simpatis leher(Syndrom horner). namun bila massa besar dapat menekan dan timbul batuk kering. Tumor ini bila telah menyebar dapat menimbulkan hematuria. demam ataupun kadang-kadang anemia atau gejala tumor .Pertumbuhan tumor tersebut akan meluas atau menyimpang ke luar renal. namun mudah disalahdiagnosis sebagai limfadenitis atau limfoma maligna.tetapi kemudian di invasi oleh sel tumor. dapat timbul parastesia dan nyeri lengan. Penyebabnya tidak di ketahui secara pasti.lunak dan encepaloid (menyerupai jaringan ikat ). nyeri.b.Tumor ini pada sayatan memperlihatkan warna yang putih atau keabuabuan homogen.Tumor tersebut akan menyebar atau meluas hingga ke abdomen dan di katakana sebagai suatu massa abdomen. Anridia ( tidak memiliki iris ) c.Kurang dari 2 % terjangkit karena faktor keturunan. Dapat berhubungan dengan kelainan bawaan tertentu.Mempunyai gambaran khas berupa glomerulus dan tubulus yang primitif atau abortif dengan ruangan bowman yang tidak nyata. Pertama-tama jaringan ginjal hanya mengalami distorsi.000 – 250.Tumor bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. infeksi saluran nafas.Biasanya umur rata-rata terjangkit kanker ini antara 3-5 tahun baik laki-aki maupun perempuan. dan retensi urin.seperti : a. blefaroptosis dan diskolorasi iris pada mata. dan tubulus abortif di kelilingi stroma sel kumparan. e. Hemyhipertrofi ( pembesaran separuh bagian tubuh) Tumor bisa tumbuh cukup besar.tetapi juga di duga melibatkan faktor genetik. Disamping itu dapat disertai hipertensi karena tumor ini dapat merangsang aktifitas renin. Gejala klinisnya berupa tulang belakang kaku tegak. 2. Tumor tersebut tumbuh dengan cpat di lokasi yang dapat unilateral atau bilateral.

walaupun keadaan tersebut sangat jarang.nyeri dada (karena ada metastase) 3.abdomen umumnya.dapat di tempat pertama kali terjadi atau di organ lain Keluhan utama biasanya hanya benjolan di perut.dyspnea. Pada pielografi intravena biasanya ditemukan gambaran sistem pelviokalises yang rusak atau gambar hidronefrosis dan tidak jarang gambaran sekresi ginjal tidak tampak. Stadium II : Tumor meluas keuar ginjal dan dapat di eksisi sempurna. Diagnosis pasti ditentukan dengan pemeriksaan histopatologi dari ginjal yang berisi tumor yang telah diangkat pada laparatomi eksplorasi. perutnya membuncit ketika di bawa ke Dokter oleh orang tuanya. Teratoma Tumor yang berasal dari sel germinativum ini dapat timbul di mana–mana. Anorexia c. Anemia d. Stadium III : Ada sisa sel tumor di abdomen yang mungkin berasal dari biopsi atau ruptur yang terjadi sebelum atau selama operasi d. Biasanya pasien dengan gejala seperti tersebut di atas datang pada ahli bedah. 4. limpa dan usus.tulang. Nafas pendek. Dapat pula dilakukan pemeriksaan USG usus. Apabila timbul di hati atau limpa akan menyebabkan hepatomegali atau splenomegali atau keduanya. hematuri karena invasi tumor yang menembus sistem pelveokalises. Malaise (merasa tidak enak badan) b. Teratoma retroperitoneal harus dibedakan dengan tumor Wilms. Kira-kira 29% teratoma berasal dari ovarium. Menurut NWTS (National Wilm’s Tumor Study ) setelah di lakukan tindakan Nefroktomi. Lethargi e. Hemihypertrofi f.Rekuren = terjadi lagi kanker setelah di terapi.batuk. Pemeriksaan radiologik yang diperlukan ialah barium meal terutama bila obstruksinya parsial.tingkat penyebaran di bagi menjadi 5 stadium dan rekuren: a. Tumor Wilms’ disebut dalam kepustakaan dapat disertai aniridia dan hemihipertrofi.Demam dapat terjadi sebagai reaksi anafilaksis tubuh terhadap protein tumor. Pada stadium lanjut dapat ditemukan gambaran metastasis dalam paru. Perdarahan saluran cerna jarang terjadi apalagi perforasi usus.dan otak e.Gejala lain yang bisa muncul adalah : a. Stadium IV : Metastasis ke hematogen. Gejala yang dapat timbul ialah nyeri disertai pembengkakan perut dan perubahan kebiasaan buang air besar serta gejala obstruksi usus serta mual dan muntah. Limfoma Abdomen Limfoma abdomen dapat timbul dari kelenjar getah bening di hati. Stadium I : Tumor terbatas pada ginjal dan dapat di eksisi sempurna b. Stadium V : Tumor Bilateral. maka massa tumor dapat menyebabkan obstruksi usus atau sebagai leading point untuk terjadinya intususepsi. Selain ditemukan massa tumor dalam abdomen yang biasanya . Tumor yang asalnya dari rongga abdomen hanya sekitar 1-2% dan biasanya letaknya retroperitoneal. neuroblastoma atau rhabdomiosarkoma.hati.mungkin telah mengadakan penetrasi ke jaringan lemak perirenal.paru-paru.limfonodi paraaorta atau ke vasa renalis c. Ultrasonografi dan CT scan walaupun tidak mutlak tetapi sangat membantu menegakkan diagnosis dan juga mencari metastasis. Tetapi bila timbulnya di usus.

Jarinagan yang tumbuh memerlukan bahan. sehingga diagnosis menjadi lebih mudah. melalui pembuluh darah tersebut sel-sel dapat terbawa ke area lain dalam tubuh untuk membentuk metastase (penyebaran tumor) pada bagian tubuh yang lain Meskipun penyakit ini dapat diuraikan secara umum seperti yang telah digunakan namun tumor bukan suatu penyakit tunggal dengan penyebab tunggal: tetapi lebih kepada suatu kelompok penyakit yang jelas denagn penyebab. Pembelahan sel tumor tergantung drai besarnya penyimpangan dalam bentuk dan fungsi autonomnya dalam pertumbuhan.sel normal dalm mendapatkan bahan. metastase. antara lain asam amino. sel abnormal ini membentuk kolon dan ber popliferasi secar abnormal. Tumor ini dapat memberikan gejala hematuria. Karsinogen 2.bahan tuk membentuk protioplasma dan energi.sel tersebut menginfiltrasi jaringan dan memperoleh akses ke limfe dan pembuluh-pembuluh darah. trauma.(Kusuma. Sel-sel neoplasma mandapat energi terutama dari anaerob karena kemampuan sel untuk oksidasi berkurang. C. pada pemeriksaan foto polos abdomen dapat ditemukan gambaran gigi. Pemeriksaan penunjang lain untuk tumor ini tidak banyak memberikan bantuan kecuali pemeriksaan histopatologis dan imunohistokimia seperti vimentin. kemampuannya mengadakan infiltrasi dan menyebabkan metastasis. Pada anak perempuan tumor dapat keluar melalui vagina khususnya jenis botryoid. tetapi bila sudah besar dapat mendesak ke rongga abdomen sehingga secara klinis sukar dibedakan asalnya. Ketika dicapai suatu tahap dimana sel mendapatkan ciri-ciri invasi. kelebihan nutrisi khususnya lemak dan kebiasaan makan makanan yang kurang berserat 4. Infeksi. Rhabdomiosarkoma Umumnya sebagian tumor ini berasal dari rongga pelvis.cukup besar. . 5. Susunan enzim sel uniform sehingga lebih mengutamakan berkembang biak yang membutuhkan energi unruk anabolisme daripada untuk berfungsi yang lmenghasilkan energi dengan jalan katabolisme. 2001). myosin dan desmin.bahan tersebut. Sel-sel neoplasma dapat mengalahkan sel. tulang dan lain-lain. Budi dr g. pengobatan dan prognosa yang berbeda (Smelstzer.2001). PATOFISIOLOGI Tumor adalah proses penyakit yang bermula ketika sel abnormal di ubah oleh mutasi ganetic dari DNA seluler. Hormone 3. ETIOLOGI Penyebab terjadinya tumor karena terjadinya pembelahan sel yang abnormal. hipersensitivitas terhadap obat-obatan D. Genetic 6. Gaya hidup. Sel. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya tumor antara lain: 1. meskipun mempunyai enzim yang lengkap untuk oksidasi. sekret berdarah ataupun obstruksi saluran kemih. untuk teratoma matur. Suzanne C. mengabaikan sinyal mengatur pertumbuhan dalam lingkungan sekitar sel tersebut. dan terjadi perubahan pada jar ingan sekitarnya. Parasit: parasit schistosoma hematobin yang mengakibatkan karsinoma planoseluler 5. actin.

6-9 kandung empedu. dan n. Nyeri visceral disebut juga sebagai nyeri sentral. Karena tidak disertai rangsang peritonium nyeri ini tidak dipengaruhi gerakan sehingga penderita dapat aktif bergerak. usus halus Apendiks. rektosigmoid Pleksus hipogastrik S2-S3 b. Gesekan inilah yang menjelaskan nyeri kontralateral pada apendisitis akut. Nyeri Viseral Terjadi bila terdapat rangsangan pada organ atau struktur dalam rongga perut. Pleksus seliakus Th. Perdangannya sendiri maupun gesekan antar kedua peritoneum menyebabkan perubahan intensitas nyeri. 11-L1 testis Buli-buli. Bagian saluran cerna yang berasal dari usus belakang (hindgut) menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Akan tetapi bila dilakukan regangan organ atau terjadi kontraksi yang berlebihan pada otot yang menyebabkan iskhemia akan timbul nyeri. Keluhan yang menonjol adalah nyeri perut. miokard Epigastrium Lambung. Saluran cerna yang berasal dari usus tengah (midgut) menyebabkan nyeri di sekitar umbilikus. Rangsang yang menimbulkan nyeri ini berupa rabaan. pankreas. Penderita memperlihatkan pola yang khas sesuai dengan persarafan organ embrional yang terlibat. ureter. kolon . lambung. dan organ Pleksus mesenterikus Th. paru. Persarafan sensorik organ perut: Organ atau struktur Saraf Tingkat persarafan Bagian tengah diafragma n. Saluran cerna yang berasal dari usus depan (foregut) menyebabkan nyeri di ulu hati atau epgastrium. dan luka pada dinding perut. frenikus C3-5 Tepi diafragma. tekanan. rangsang kimiawi atau proses radang. MANIFESTASI KLINIK 1. Gesekan antara visera yang meradang menimbulkan rangsang peritoneum dan menyebabkan nyeri. pankreas. ginjal. duodenum. Peritonium visceral yang menyelimuti organ perut dipersarafi oleh sistem saraf otonom dan tidak peka terhadap rabaan atau pemotongan. kolon proksimal. Letak nyeri somatik : Letak Organ Abdomen kanan atas Kandung empedu. 10-11 panggul Kolon distal. paru. Nyeri Somatik Nyeri somatik terjadi karena rangsangan pada bagian yang dipersarafi oleh saraf tepi. hati. rektum. splanknikus kaudal Th. dan pasien dapat menunjukkan secara tepat letaknya dengan jari. Demikian juga nyeri dari buli-buli atau rektosigmoid. Adapun jenis nyeri perut terdiri dari: a. pankreas.E. Pasien biasanya tidak dapat menunjukkan secara tepat letak nyeri. duodenum. kolon. Nyeri dirasakan seperti ditusuk atau disayat.

mencakup penggunaan bahan kontras. muntah.2001). 6. mual. CT Scan Menggunakan pancaran sinar sempit sinar-X untuk memindai susunan lapisan jaringan untuk memberikan pandangan potongan melintang. 9. Edema disekitar tumor disebabkan infiltrasi kepembuluh limfe. Tumor epital biasanya mengandung sedikit jaringan ikat dan apabila berasal dari masenkim yang banyak mengandung jaringan ikat maka akan elastic kenyal atau lunak. Konsistensi tumor umumnya padat atau keras 4. Endoskopi Memvisualkan langsung rongga tubuh atau saluran denagan memasukan suatu ke dalam rongga tubuh atau ostium tubuh. adneksa. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Prosedur diagnostik yang biasa dilakuakan dalam mengevakluasi malignansi meliputi: 1. Anoreksia. 5. ureter Buli-buli. 7. 8. ginjal. 2. pankreas. Biasa terjadi pengerutan dam mengalami retraksi. Kadang tampak hipervaskulari disekitar tumor. 5. 6. aorta. 4. usus halus Usus halus Pankreas. . dap[at . Pencitraan kedokteran nuklir Menggunakan suntikan intravena atau menelan bahan radiosisotope yang diikuti dengan pencitraan yang menkadi yempat berkumpulnya radioisotope. 3. 7. Ultrasound Echo dari gelombang bunyi berfrekuensi tinggi direkam pada layer penerima. Marker tumor Substansi yang ditemukan dalam darah atau cairan tubuh lain yang dibentuk oleh tumor atau oleh tubuh dalam berespon terhadap tumor. digunkan untuk mengkaji jarinagn yang dalam di dalam tubuh. kolon. adneksa. sekum.(Smeltzer. aspirasi dan eksisi tumor yang kecil. Penurunan berat badan F. memungkinkan dilakukannya biopsy jaringan.Abdomen kiri atas Abdomen kanan bawah Abdomen kiri bawah Suprapubik Periumbilikal Pinggang/punggung Limpa. ureter Kolon. Flouroskopi Menggunakan sinar-X yang memperlihatkan perbedaan ketebalan antar jaringan. Hiperplasia 3. ginjal 2. Pencitraan resonansi magnetic (MRI) Penggunaan medan magnet dan sinyal frekuensi_radio untuk menghasilkan gambatan berbagai struktur tubuh. ileum. Suzanne C. paru Apendiks. uterus.

untuk tumor lambung tingkat tinggi lanjutan dan pada kombinasi dengan terapi radiasi dengan melawan sel dalam proses pembelahan. interferon. dan kebocoran anastomoisis. perdarahan.G. Pasien dengan tumor lambung tanpa biopsy dan tidak ada bukti matastatis jauh harus menjalani laparotomi eksplorasi atau seliatomi untuk menentukan apakah pasien harus menjalani prosedur kuratif atau paliatif. 5. factor stimulasi koloni. biasanya gasterektoni subtotal atau total. 2000). Bioterapi Terapi biologis atau bioterapi sebagai modalitas pengobatankeempat untuk kanker dengan menstimulasi system imun(biologic response modifiers/BRM) berupa antibody monoclonal. PENATALAKSANAAN MEDIK 1. 2001) 3. Suzanne C. 2. Komplikasi yang berkaitan dengan tindakan adalah injeksi. Pembedahan Pembedahan adalah modalitas penanganan utama. 4.(Danielle Gale. dan digunakan untuk baik pengobatan maupun paliasi. vaksin. ileus. .(Smeltzer. interleukin. Bentuk energy yang digunakan pada radioterapi adalah ionisasi radiasi yaitu energy tertinggi dalam spektrum elektromagnetik. Radioterapi Penggunaaan partikel energy tinggi untuk menghancurkan sel-sel dalam pengobatan tumor dapat menyebabkan perubahan pada DNA dan RNA sel tumor. Kemoterapi Kemoterapi sekarang telah digunakan sebagai terapi tambahan untuk reseksi tumor. tumor dengan fraksi pembelahan yang tinggi ditangani lebih efektif dengan kemoterapi.

Aktivitas istirahat Gelaja : kelemahan dan keletihan 2. nyeri. Makanan/cairan Gejala : kebiasaan diet buruk ( rendah serat. mariyuana.)Pemajanan asbes. Perubahan eliminasi urunarius misalnya nyeri atau ras terbakar pada saat berkemih. Pemajanan matahari lama/berlebihan. Eliminasi Gejala : perubahan pada pola defekasi misalnya : darh pada feces. Neurosensori Gejala : pusing. Seksualitas Gejala : masalah seksualitas misalnya dampak pada hubungan perubahan pada tingkat kepuasan. Intoleransi makanan Perubahan pada berat badan. dada pada pengarahan kerja. Integritas ego Gejala : alopesia. Tanda : perubahan pada bising usus. 11. Nyeri/kenyamanan Gejala : ketidaknyamanan ringan sampai berat (dihubungkan dengan proses penyakit) 8. Karsinogen 10. 5. aditif bahan pengawet). Sirkulasi Gejala : palpitasi. PENGKAJIAN Data dasar pengkajian klien : 1. ulserasi. 12. Kebiasaan : perubahan pada TD 3. ruam kulit. Tanda : demam. Anoreksisa. berkuranganya massa otot. 9. lesi cacat pembedahan Tanda : menyangkal. Keamanan Gejala : pemajanan bahan kimia toksik. sering berkemih. distensi abdomen. sinkope.BAB II ASUHAN KEPERAWATAN A. mual/muntah. Tanda : perubahan pada kelembapan/tugor kulit. penurunan berat badan hebat. menarik diri dan marah 4. tinggi lemak. Interaksi social Gejala : ketidakadekuatan/kelemahan sistem pendukung . nyaeri pada defekasi. 6. Pernafasan Gejala : merokok(tembakau. hematuria. 7. edema. hidup denan sesoramh yang merokok.

Nyeri berhubungan dengan proses penyakit. berkurangnya rasa takut b. 2. 4. Nyeri (akut) b/d proses penyakit 3. Post operasi 1. Resiko infeksi berhubungan dengan adanya luka operasi. 3. memeriksa takut realistis serta kesalahan konsep tentang diagnosis. Membantu klien untuk merasa klien merasa aman untuk diterima pada adanya kondisi tanpa mendiskusikan perasaannya. Ansietas/cemas berhubungan dengan perubahan status kesehatan Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam rasa kecemasan klien berkurang Kriteria hasil : a. Informasi memberikan data dasar . Tentukan riwayat nyeri misalnya a. a. Dorong klien untuk mengungkapkan b.B. d. Melaporkan nyeri yang dirasakan menurun atau menghilang b. 2. Tampak rileks Intervensi Rasional a. C. Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam rasa kecemasan klien berkurang Hasil yang diharapkan : a. Memberikan kesempatan untuk pikiran dan perasaan. DIAGNOSA KEPERAWATAN Pre operasi 1. RENCANA KEPERAWATAN Pre operasi 1. b. tidak sendiri atau ditolak. Dukungan dan konseling sesering mengenali dan mengklasifikasikan diperlukan untuk memungkinkan rasa takut untuk memulai individu mengenal dan menghadapi mengembangkan strategi koping. Bantu klien/keluarga dalam e. Mempermudah perawat melakukan intervensi yang tepat. Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan akibat tindakan operasi. rasa takut. 2. Gangguan pemenuhan nutrisi berhubungan dengan intake yang tidak adekuat. Kurang pengetahuan mengenai prognisis dan kebutuhan pengobatan. Ekspresi wajah tampak rileks Intervensi Rasional a. Pertahankan kontak sesering mungkin d. Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan tindakan pembedahan. perasaan dihakimi dan meningkatkan rasa terhormat. Berikan lingkungan terbuka dimana c. Kaji penyebab dari kecemasan klien. Ketakuatan/ansietas b/d perubahan status kesehatan. c. e. Memberikan keyakinan bahwa klien dengan klien.

adekuat. Beri informasi yang akurat dan c. Meningkatkan integritas kulit dan . Berikan tindakan kenyaman dasar misal: massage punggung dan aktivitas hiburan misalnya music. Membantu klien dan keluarga klien/keluarga sebelum mengikuti dalam membuat keputusan prosedur pengobatan. Tentukan persepsi klien tentang b. Analgetik dapat menghambat stimulus nyeri. e. komplikasi. Anjurkan klien untuk memberikan e. therapy yang pengobatan. d. Review klien /keluarga tentang f. h. Anjurkan klien memelihara h. Memungkinkan klien untuk berpartisipasi secara aktif dalam meningkatkan rasa control. kesehatan mulut yang dapat mempengaruhi intake makanan dan minuman. b. Membantu klien dalam memahami faktual. Kurang pengetahuan b/d kurangnya informasi Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan klien dapat mengungkapkan informasi akurat tentang diagnose dan aturan pengobatan Intervensi Rasional a. pembenaran terhadap kesalahan ceritakan pada klien tentang persepsi dan konsepsi serta pengalaman klien lain yang kesalahan pengertian. tanda infeksi serta masalah dengan ulcerasi. Mengkaji perkembangan prosesmembran mukosa mulutnya secara proses penyembuhan dan tandarutin. Dapat meningkatkan relaksasi c. Meningkatkan pengetahuan klien pentingnya status nutrisi yang dan keluarga mengenai nutrisi yang optimal. c. b. g. Menghindari adanya duplikasi dan keluarga tentang diagnosa. menderita penyakit yang sama c. Berikan bimbingan kepada d. d. Review pengertian klien dan a. Mengetahui sampai sejauhmana umpan balik verbal dan mengkoreksi pemahaman klien dan keluarga miskonsepsi tentang penyakitnya. Jujurlah pada klien. klien. Dorong penggunaan keterampilan manajement nyeri misalnya relaksasi napas dalam. f. lama. d. 3. Anjurkan klien untuk mengkaji g. pengulangan terhadap pengetahuan pengobatan dan akibatnya. perhatikan adanya eritema. durasi dan skala b. Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi untuk mengevaluasi kebutuhan / keefektifan intervensi. hindarkan informasi yang tidak diperlukan. Jawab pertanyaan secara proses penyakit. Memungkinkan dilakukan penyakit dan pengobatannya. mengenai penyakit klien. spesifik.lokasi.

individu. Berikan therapy antiemetik. hipotensi dan suhu tubuh yang meningkat berhubungan dengan dehidrasi. Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan tindakan pembedahan. i. j. Mencegah terjadinya perdarahan. Kaji turgor kulit dan keadaan d. Segera diketahui adanya perubahan seperti perlukaan pada membran keseimbangan volume cairan. c. Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan akibat tindakan operasi. Pemasukan oral yang tidak adekuat keluaran yang tidak normal seperti dapat menyebabkan hipovolemia. j. Catat keadaan dehidrasi dapat mencegah terjadinya kehausan pada klien. Dengan mengetahui tanda-tanda membran mukosa. Anjurkan intake cairan samapi 3000 e. Monitor hasil laboratorium : Hb. Tujuan : Nyeri dapat berkurang Kriteria : Klien mengungkapkan nyeri berkurang dan ekspres wajah normal. Memenuhi kebutuhan cairan yang ml per hari sesuai kebutuhan kurang. . Timbang berat badan jika b. Evaluasi pulse c. Kolaboratif h. e. Hindarkan trauma dan tekanan yang g. elektrolit. Intervensi Rasional a. Monitor intake dan output termasuk a.kebersihan kulit dan rambut. dapat diketahui bila ada ketidakseimbangan cairan. mukosa. d. Kriteria hasil : membrane mukosa lembab. Mengetahui perubahan yang terjadi. turgor kulit dan pengisian kapiler baik tanda vital stabil dan haluaran urien adekuat. Tanda-tanda hipovolemia segera peripheral. Berikan cairan IV bila diperlukan. Post operasi 1. Observasi kemungkinan perdarahan f. capilarry refil. adanya ekimosis dan pethekie. kepala. berlebihan pada luka bedah. Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam voume cairan seimbang. Mencegah/menghilangkan mual muntah. i. albumin 2. diketahui dengan adanya takikardi. drainase luka. h. Dengan memonitor berat badan diperlukan. Monitor vital signs. f. Memenuhi kebutuhan cairan yang kurang. hipovolemia. b. luka bedah. emesis. g. Hitung keseimbangan selama 24 jam. diare.

Menurunkan/mengurangi adanya baik. antibiotik yang diberikan dapat mengatasi organisme penyebab infeksi. seperti penyebab nyeri. Adanya indikasi yang jelas sehingga diindikasikan. verband tidak basah dan tidak ada tanda-tanda infeksi (kalor. Membantu untuk memfokuskan kembali perhatian dan membantu pasien untuk mengatasi nyeri/rasa tidak nyaman secara lebih efektif. menentukan pilihan intervensi. Resiko infeksi berhubungan dengan adanya luka operasi. dolor. faktor pencetus. organisme hidup c. rubor. tempat. Tujuan : Resiko infeksi tidak terjadi. Observasi isyarat ketidaknyamanan non verbal. Berikan antibiotik bila g. Berikan informasi tentang nyeri. Kaji nyeri meliputi lokasi. d. granulosit. tumor). Hindarkan/batasi prosedur invasif e.Intervensi a. Intervensi Rasional a. durasi. Memberikan kesempatan untuk pemberian analgesik sesuai waktu (membantu dalam meningkatkan kemampuan koping pasien dan dapat menurunkan ansietas). e. Monitor CBC. Bermanfaat dalam mengevaluasi nyeri. Segera dapat diketahui apabila platelets. Pengunjung juga dianjurkan melakukan hal yang sama b. f. Monitor temperatur c. Ajarkan penggunaan teknik non farmakologis: teknik relaksasi napas dalam selama aktivitas yang menyakitkan dan sebelum nyeri meningkat. Kriteria: Luka sembuh dengan baik. Mencegah terjadinya infeksi silang. b. dan antisipasi ketidaknyamanan. Kolaborasi pemberian analgesik. menentukan efektivitas terapi c. Mengevaluasi kebutuhan/ keefektifan intervensi. seberapa lama akan berlangsung. WBC. tindakan. Mencegah/mengurangi terjadinya tanda-tanda infeksi resiko infeksi e. Kaji semua sistem untuk melihat d. d. Peningkatan suhu merupakan tanda terjadinya infeksi d. Mencegah terjadinya infeksi dan jaga aseptik prosedur Kolaboratif f. Rasional a. Cuci tangan sebelum melakukan a. terjadi infeksi. c. e. 3. Efek analgetik yaitu memblok stimulus nyeri disistem saraf pusat. g. Jaga personal hygine klien dengan b. dan kualitas. b. .

vitamins khususnya meningkatkan status kesehatan A. badan tidak lemah. parotis. b. klien). Timbang dan ukur berat badan. Agar klien merasa seperti berada menyenangkan misalnya makan dirumah sendiri.4. Anjurkan tehnik relaksasi. Intervensi Rasional a. makan serta mengurangi stimulus berbahaya yang dapat meningkatkan ansietas. Tujuan :Nutrisi klien dapat terpenuhi. Anjurkan klien untuk d. dispepsia yang makanan yang terlalu manis. Memberikan informasi tentang apakah klien makan sesuai dengan status gizi klien.E dan B6. h. Hindarkan berlebihan. Anjurkan komunikasi terbuka h. Membantu menghilangkan gejala Phenotiazine. b. menyebabkan penurunan nafsu berlemak dan pedas. penyembuhan luka yang c. Memberikan informasi tentang ukuran triceps serta amati penurunan penambahan dan penurunan berat berat badan. minuman dengan hasil yang . Mencegah mual muntah. perawat dan dialami klien. Kriteria: Klien mengungkapkan nafsu makan baik. d. Kaji pucat. penyakit. a. f. pengobatan dan perawatan terhadap klien.D. k. g. Menunjukkan keadaan gizi klien lambat dan pembesaran kelenjar sangat buruk. Berikan pengobatan sesuai indikasi j. j. mengkonsumsi makanan tinggi kalori dengan intake cairan yang adekuat. badan klien. Agar dapat diatasi secara bersamatentang problem anoreksia yang sama (dengan ahli gizi. distensi bau busuk atau bising. bersama teman atau keluarga. latihan moderate makan/membangkitkan selera sebelum makan. Amati studi laboraturium seperti i. antidopaminergic. e. makan. Pasang pipa nasogastrik untuk k. Anjurkan pula makanan kecil untuk klien. c. Kontrol faktor lingkungan seperti e. dan HB normal. g. Gangguan pemenuhan nutrisi berhubungan dengan intake yang tidak adekuat. Untuk mengetahui/menegakkan total limposit. Ciptakan suasana makan yang f. serum transferin dan terjadinya gangguan nutrisi sebagi albumin akibat perjalanan penyakit. efek samping dan corticosteroids. Monitor intake makanan setiap hari. Mempermudah intake makanan dan memberikan makanan secara enteral. Kolaboratif i. Untuk menimbulkan perasaan ingin visualisasi. kebutuhannya. Kalori merupakan sumber energi. antacida klien.

dan tepat sesuai .imbangi dengan infus. maksimal kebutuhan.

Corwin. Rencana Asuhan Keperawatan. E. 2.htm) . (Edisi 3).DAFTAR PUSTAKA Hidayat.:Jakarta (http://tumor. 2000. 2000. Keperawatan Medikal Bedah.abdomen. Buku Saku Patofisiologi. Rencana Asuhan Keperawatan Onkologi. Salemba Medika: Jakarta Doenges.Danielle RN. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Edisi 8. EGC:Jakarta Elizabet J.M. EGC:Jakarta Gale. MS. A. Vol. 2004. 2000. C 2001. EGC. Penerbit Buku Kedokteran EGC Smelster Suzanne.