You are on page 1of 3

Leonirma Tengguna Irene Marissa Imanuel B.

Mencit • Langkah kerja:

102009197 102009223

1. Ambil dan timbanglah seekor mencit dengan menggunakan timbangan surat. 2. Hitung dosis larutan morfin 4% seperti rumus diatas. 3. Laporkan perhitungan dosis anda apada instruktur dan mintalah larutan morfin 4% sebanyak dosis yang harus disuntikan 4. Lakukan tindakan asepsis pada daerah yang akan disuntik. 5. Peganglah kuduk mencit dengan halus, suntikan larutan morfin secara subkutan pada daerah interskapula, perhatikan jangan sampai ada larutan morfin yang tidak masuk ke dalam tubuh tikus. 6. Letakkan mencit dalam baskom plastik dan lakukan observasi sampai timbul efek rangsangan otot diafragma pelvis dan sfingter ani, yang akan terlihat sebagai efek Straub, yaitu ekor mencit menjadi tegang dan terangkat membentuk huruf S atau lurus ke atas. • Pembahasan Sebelum percobaan dimulai, mencit terlebih dahulu ditimbang berat badannya untuk menentukan dosis yang akan diberikan. Adapun dosis larutan morfin 4% yang diberikan pada mencit yaitu 40mg/kgBB. Perhitungan dosis larutan morfin 4% adalah seperti berikut: BB mencit = 20 gram/ 1000 x 40mg = 0,8 mg Larutan morfin 4% yang disuntikkan= 0,8 mg / 40 mg x 1ml = 0.02 ml Setelah dilakukan penimbangan, mencit diobservasi untuk dilihat reflex dan tonus otot, sikap hewan coba, dan kelakuan umum. Setelah dilakukan pengamatan awal, mencit diinjeksi morfin secara subkutan pada punggung, dan diamati apa yang terjadi. Morfin adalah opium alkaloid, analgesi poten, dan sedatif. Pemberian morfin akan menurunkan tonus vena dan resistensi vascular sistemik dan menyebabkan penurunan preload dan afterload. Efek samping morfin yang dapat terjadi adalah depresi respirasi dan CNS yang menghasilkan respiratory arrest.

ada perbedaan waktu antara mencit pada kelompok yang berbeda. Begitu juga dengan efek Straub yang ditimbulkan. 2. mencit lebih tampak berdiam diri. 3. Efek Straub adalah efek yang terlihat pada mencit setelah morfin disuntikkan. pada mencit didapatkan adanya gerakan mengusap muka yang cukup lama. Efek Straub pada mencit di kelompok kami terjadi pada menit ke-15. Kesimpulan . Jika kita hitung. mencit sudah menangkat ekornya. 4. 6. Pada menit ke-7. Kucing Langkah kerja: 1. waktu dari mengangkat ekor hingga muncul efek Straub pada mencit kelompok kami adalah 8 menit. Dari sini bisa kita lihat adanya perbedaan respon mencit terhadap morfin walaupun jumlah dosis yang diberikan hampir sama. Reaksi Straub menunjukkan adanya rangsangan terhadap susunan saraf pusat (khususnya sumsum tulang belakang) atau pembebasan adrenalin yaitu rangsangan terhadap otot diafragma pelvis dan sfingter ani.Setelah morfin disuntikkan. Perbedaan ini muncul mungkin karena adanya respon idiosinkrasi yang mungkin berasal dari bentuk sensitifitas yang ekstrim terhadap dosis rendah atau insensitifitas ekstrim terhadap dosis tinggi dari morfin. C. dan kelakuan umumnya tenang. Masukan kucing ke dalam kandang dan lakukan observasi sampai terjadi efek eksitasi dimana kucing akan terlihat liar. yakni terangkatnya ekor berbentuk huruf S. Suntikan larutan morfin 4% sesuai perhitungan dosis secara subkutan pada daerah interskapula. Bila diamati. Hitung dosis larutan morfin yang harus diberikan. Ambil dan timbang kucing. pupilnya midriasis. Hanya dilakukan dalam bentuk demonstrasi. 5. keluar saliva dan gelisah. namun belum terjadi efek Straub. lamanya waktu mencit mengangkat ekor sampai terjadinya efek Straub bervariasi pada setiap kelompok yang melakukan percobaan. Lakukan tindakan asepsis pada daerah yang akan disuntik.

menunjukkan eksitasi (rangsangan) yang umumnya hebat.Morfin adalah opium alkaloid. efek eksitasi morfin jauh lebih jelas. akan menurunkan tonus vena dan resistensi vascular sistemik dan menyebabkan penurunan preload dan afterload. Morfin memiliki efek samping depresi respirasi dan CNS yang menghasilkan respiratory arrest. terutama wanita mengalami eksitasi oleh morfin. sedangkan percobaan pada mencit menunjukkan eksitasi sedang. pada tikus menunjukkan perubahan tonus badan. analgesi poten. hipersalivasi. dan agent sedative. tetapi delirium dan konvulsi jarang timbul. . ekornya diangkat dan berbentuk S (efek Straub). Pada beberapa spesies. Beberapa individu. badan berada dalam sikap yang diberikan oleh pembuat percobaan (katalepsi). Pemberian morfin. misalnya mual dan muntah yang mendahului depresi. pupil melebar. Misalnya pada kucing.