You are on page 1of 19

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Apendisitis adalah peradangan pada apendiks vermiforis, biasanya disebabkan oleh sumbatan lumen apendiks, obstruksi limfoid, fekalit, benda asing, dan striktur karena fibrosis akibat peradangan neoplasma. Apendisitis dapat terjadi pada

setiap usia, perbandingan antara pria dan wanita mempunyai kemungkinan yang sama untuk menderita penyakit ini. Namun penyakit ini paling sering dijumpai pada dewasa muda antar umur 10-30 tahun. Satu dari 15 orang pernah menderita apendisitis dalam hidupnya. Apendisitis dapat ditemukan pada semua umur, hanya pada anak kurang dari satu tahun jarang dilaporkan. Insidens tertinggi pada umur 20-30 tahun, setelah itu menurun. Insidens pada laki-laki dan perempuan umumnya sebanding, kecuali pada umur 20-30 tahun, insidens laki-laki lebih tinggi. Bila diagnosis sudah jelas, tindakan paling tepat dan merupakan satu-satunya pilihan yang baik adalah apendektomi. Teknik ini ditemukan oleh Charles McBurney. Pada tahun 1889, ia menerbitkan tulisannya di New York State Medical Journal yang menjelaskan indikasi untuk laparotomi awal untuk pengobatan apendisitis.

1

mesenterika superior dan a. Hambatan aliran lendir di muara apendiks tampaknya berperan pada patogenesis apendisitis. 2 .1.Lumennya sempit di bagian proksimal dan melebar di bagian distal.1 Anatomi Apendiks merupakan organ berbentuk tabung.1 Apendiks Vermiformis 2. Pada kasus selebihnya.Jika arteri ini tersumbat. dan berpangkal di sekum. Imunoglobulin itu sangat efektif sebagai pelindung terhadap infeksi. yaitu di belakang sekum.BAB II PEMBAHASAN 2. apendiks akan mengalami gangren. sedangkan persyarafan simpatis berasal dari n.1. Namun demikian.Pada 65% kasus. atau di tepi lateral kolon asendens.vagus yang mengikuti a. atau di tepi lateral kolon asendens.2 Fisiologi Apendiks menghasilkan lendir 1-2 ml per hari.torakalis X.Pendarahan apendiks berasal dari a. panjangnya kira-kira 10 cm (kisaran 315 cm).apendikularis.Kedudukan itu memungkinkan apendiks bergerak dan ruang geraknya bergantung pada panjang mesoapendiks penggantungannya. di belakang kolon asendens. Imunoglobulin sekretoar dihasilkan oleh GALT (gut associated lymphoid tissue) yang terdapat di sepanjang saluran cerna termasuk apendiks.Persyarafan parasimpatis berasal dari cabang n. ialah igA. 2.apendikularis yang merupakan arteri tanpa kolateral.Oleh karena itu nyeri viseral pada apendisitis bermula di sekitar umbilicus. Lendir itu normalnya dicurahkan ke dalam lumen dan selanjutnya mengalir ke sekum. misalnya karena trombosis pada infeksi. apendiks terletak retroperitoneal. apendiks terletak intraperitoneal. pengangkatan apendiks tidak mempengaruhi sistem imun tubuh karena jumlah jaringan limf di sini kecil sekali jika dibandingkan dengan jumlahnya di saluran cerna dan di seluruh tubuh.

2. kecuali pada umur 20-30 tahun. 2. 2.2 Appendisitis 2. Konstipasi akan menaikan tekanan intrasekal. tumor apendiks dan cacing askaris dapat pula menyebabkan sumbatan.2. Apendiks disebut juga umbai cacing. dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering. penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat (Smeltzer. setelah itu menurun. Apendisitis akut penyebab paling umum inflamasi akut pada kuadran bawah kanan rongga abdomen.2.2 Epidemiologi Insiden apendisitis akut di Negara maju lebih tinggi daripada di Negara berkembang.2. diduga disebabkan oleh meningkatnya penggunaan makanan berserat dalam menu sehari-hari. Insidens pada laki-laki dan perempuan umumnya sebanding. insidens laki-laki lebih tinggi. Penelitian epidemiologi menunjukan peran kebiasaan makan makanan rendah serat dan pengaruh konstipasi terhadap timbulnya apendisitis. yang berakibat timbulnya sumbatan fungsional apendiks dan meningkatnya pertumbuhan kuman flora kolon biasa. Berbagai hal berperan sebagai faktor pencetusnya. dalam tiga-empat dasawarsa terakhir kejadiannya menurun. Insidens tertinggi pada umur 20-30 tahun.1 Definisi Apendisitis adalah peradangan yang terjadi pada apendiks vermiformis. hanya pada anak kurang dari satu tahun jarang dilaporkan. Namun. fekalit. Sumbatan lumen apendiks merupakan faktor yang diajukan sebagai faktor pencetus di samping hyperplasia jaringan limf. Apendisitis dapat ditemukan pada semua umur.3 Etiologi Etiologi apendisitis akut merupakan infeksi bakteri. 3 . 2001). Semuanya ini akan mempermudah timbulnya apendisitis akut. Penyebab lain yang diduga dapat menimbulkan apendisitis adalah erosi mukosa apendiks karena parasit seperti Entamoeba histolytica.

4 Patologi Patologi apendisitis dapat mulai di mukosa dan kemudian melibatkan seluruh lapisan dinding apendiks dalam waktu 24 . Feses yang terperangkap dalam lumen apendiks mengalami penyerapan air dan terbentuklah fekolit yang akhirnya sebagai kausa sumbatan. Proses selanjutnya ialah invasi kuman E. tetapi akan berbentuk jaringan parut yang menyebabkan perlengketan dengan jaringan di sekitarnya. usus halus. Perlengketan ini dapat menimbulkan keluhan berulang di perut kanan bawah.2. Obstruksi lumen apendiks disebabkan oleh penyempitan lumen akibat hiperplasia jaringan limfoid submukosa. submukosa. atau adneksa sehingga terbentuk masa periapendikuler yang secara salah dikenal dengan istilah infiltrate apendiks.coli dan spesibakteroides dari lumen ke lapisan mukosa.  Gangren dinding apendiks disebabkan oleh oklusi pembuluh darah dinding apendiks akibat distensi lumen apendiks. artinya tanpa perforasi) 4 . 2. nausea dan muntah. apendisitis akan sembuh dan massa periapendikuler akan menjadi tenang untuk selanjutnya akan mengurai diri saecara lambat.   Sumbatan lumen apendiks menyebabkan keluhan sakit di sekitar umbilikus dan epigastrium.2. Di dalamnya dapat terjadi nekrosis jaringan berupa abses yang dapat mengalami perforasi.48 jam pertama.5 Patofisiologi   Apendisitis disebabkan mula-mula oleh sumbatan lumen. Suhu tubuh mulai naik. Usaha pertahanan tubuh adalah membatasi proses radang dengan menutup apendiks dengan omentum. lapisan muskularis dan akhirnya ke peritoneum parietalis sehingga terjadilah peritonitis lokal kanan bawah. Jika tidak terbentuk abses. Pada suatu ketika organ ini dapat meradang akut lagi dan dinyatakan sebagai eksaserbasi akut. Apendiks yang pernah meradang tidak akan sembuh sempurna.2. Bila tekanan intralumen terus meningkat terjadi perforasi dengan ditandai kenaikan suhu tubuh menigkat dan menetap tinggi.  Tahapan peradangan apendisitis: o Apendisitis akuta (sederhana.

Kadang tidak ada nyeri epigastrium.o Apendisitis akuta perforata (termasuk apendisitis gangrenosa. Pada beberapa keadaan. Bila letak apendiks retrosekal retroperitoneal. Jika apendiks tadi menempel ke kandung kemih. Apendiks yang terletak di rongga pelvis. dapat menimbulkan gejala dan tanda rangsangan sigmoid atau rektum sehingga peristalsis meningkat. Bila terdapat perangsangan peritoneum. Misalnya pada orang berusia lanjut yang 5 . karena gangren dinding apendiks sebenarnnya sudah terjadi mikroperforasi). sering apendisitis diketahui setelah perforasi. 2. disertai maupun tidak disertai rangsang peritoneum lokal. Gejala klasik apendisitis ialah nyeri samar-samar dan tumpul yang merupakan nyeri viseral di daerah epigastrium di sekitar umbilikus. Tindakan itu dianggap berbahaya karena bisa mempermudah terjadinya perforasi. Gejala apendisitis akut pada anak tidak spesifik. Dalam beberapa jam kemudian akan timbul muntah-muntah dan anak menjadi lemah dan letargi.psoas mayor yang menegang dari dorsal. tetapi terdapat konstipasi sehingga penderita merasa memerlukan obat pencahar. Umumnya nafsu makan menurun. dapat terjadi peningkatan frekuensi kencing.6 Gambaran klinis Apendisitis akut memiliki gejala khas yang didasari oleh radang mendadak umbai cacing yang memberikan tanda setempat. Anak sering tidak bisa melukiskan rasa nyerinya. Keluhan ini sering disertai mual dan kadang ada muntah. karena letaknya terlindung oleh sekum. Pada bayi 80-90% apendisitis baru diketahui setelah terjadi perforasi. biasanya pasien mengeluh sakit perut bila berjalan atau batuk. apendisitis agak sulit didiagnosis sehingga tidak ditangani pada waktunya dan terjadi komplikasi. Di sini nyeri dirasakan lebih tajam dan lebih jelas letaknya sehingga merupakan nyeri somatik setempat. Karena gejala yang tidak khas tadi. Gejala awalnya hanya sering rewel dan tidak mau makan. bila meradang. Dalam beberapa jam nyeri akan berpindah ke kanan bawah ke titik McBurney. Rasa nyeri lebih ke arah sisi perut kanan atau nyeri timbul pada saat berjalan atau kontraksi m.2. tanda nyeri perut kanan bawah tidak begitu jelas dan tidak ada tanda rangsangan peritoneal. karena rangsangan dindingnya. pengosongan rektum akan menjadi lebih cepat dan berulang-ulang.

keluhan utama apendisitis adalah nyeri perut.mual dan muntah.. radang peritoneum. nyeri Appendicitis komplit. bantuk. mengedan. mual. Pada kehamilan lanjut. pada kehamilan trimester pertama sering juga terjadi mual dan muntah. berjalan. seperti napas dalam. Pada kehamilan. defans muskular lokal Parietal apendiks -nyeri sentral pindah ke kanan bawah. sekum dan apendiks terdorong ke kraniolateral sehingga keluhan tidak dirasakan di perut kanan bawah tetapi lebih ke region lumbal kanan. Bagan Hubungan Patofisiologi dan Manifestasi Appendicitis Kelainan patologi Peradangan awal ↓ Appendicitis Mukosa ↓ Radang diseluruh ketebalan dinding ↓ -rangsangan peritoneum local (somatik). 6 . Yang perlu diperhatikan ialah. -nyeri tekan kanan bawah Keluhan dan tanda -Kurang enak ulu hati/ daerah pusat. 2005 ).al. pada gerak aktif dan pasif. ( Sjamsuhidajat et. Gambaran klinis apendisitis akut     - Tanda awal Nyeri mulai di epigastrium atau regio umbilikus disertai mual dan anoreksi Nyeri pindah ke kanan bawah dan menunjukkan tanda rangsangan periotneum lokal di titik McBurney Nyeri tekan Nyeri lepas Defans muskuler Nyeri rangsangan peritoneum tidak langsung Nyeri kanan bawah pada tekanan kiri (Rovsing) Nyeri kanan bawah bila tekanan di sebelah kiri dilepaskan (Blumberg) Nyeri kanan bawah bila peritoneum bergerak. dan muntah.gejalanya sering samar-samar saja sehingga lebih dari separuh penderita baru dapat didiagnosis setelah perforasi. mungkin kolik.

mayor.  Skor >8 : Berkemungkinan besar menderita apendisitis. -Demam sedang.a + demam tinggi. Kemudian perlu dilakukan konfirmasi dengan pemeriksaan patologi anatomi. 2005 ) umum toksik.psoas Apendiks kantung kemih.rektum ↓ Appendicitis gangrenosa ↓ -Nyeri dan defans muskuler seluruh perut Perforasi ↓ Pembungkusan -s.ureter.m.mulai leukositosis toksik.keadaan umum Berhasil Berangsur membaik Abses -demam remiten. Pasien ini dapat langsung diambil tindakan pembedahan tanpa pemeriksaan lebih lanjut. syok.takikardi.keadaan keluhan dan tanda setempat ( Sjamsuhidajat et.al..d. 7 . dehidrasi.  Skor 2-8 : Tingkat kemungkinan sedang untuk terjadinya apendisitis. Pasien ini sebaiknya dikerjakan pemeriksaan penunjang seperti foto polos abdomen ataupun CT scan. toksik Tidak berhasil -masa perut kanan bawah.↓ Radang alat/jaringan yang menempel pada -genitelia interna.

Pada inspeksi perut tidak ditemukan gambaran spesifik. Demam biasanya ringan. 8 . Defans muskuler menunjukkan adanya rangsangan peritoneum parietale. Pada penekanan perut kiri bawah akan dirasakan nyeri di perut kanan bawah yang disebut tanda Rovsing. Bisa terdapat perbedaan suhu aksilar dan rectal sampai 1°C. Pelvic inflamator disease. dan penyakit tuboovarian (kehamilan ektopik. Pada apendisitis retrosekal atau retroileal diperlukan palpasi dalam untuk menentukan adnaya rasa nyeri. adenitis mensenterik. Nyeri tekan perut kanan bawah ini merupakan kunci diagnosis. konstipasi. bila suhu lebih tinggi. osteomielitis pelvis. Karena terjadi pergeseran sekum ke kraniolaterodorsal oleh uterus. Pada auskultasi bising usus normal atau meningkat pada awal apendisitis. abses psoas. keluhan nyeri pada apendisitis sewaktu : hamil trimester II dan III akan bergeser kekanan sampai ke pinggang kanan. nyeri akan berpindah sesuai dengan pergeseran uterus. dan bising melemah jika terjadi perforasi. Pada palpasi didapatkan nyeri yang terbatas pada regio iliaka kanan. kista ovarium. Peristalsis colok dubur menyebabkan nyeri bila daerah infeksi bisa dicapai dengan jari telunjuk. mungkin sudah terjadi perforasi.2. misalnya pada apendisitis pelvika. ovarian torsion Pemeriksaan fisik harus dimulai dengan inspeksi yang meliputi ekspresi pasien dan keadaan abdomen. Bila penderita miring ke kiri. Henoch-Schönlein purpura. Pasien ini tidak perlu untuk di evaluasi lebih lanjut dan pasien dapat dipulangkan dengan catatan tetap dilakukan follow up pada pasien ini. bisa disertai nyeri lepas. terbukti proses bukan berasal dari apendiks. sindrom hemolitik-uremik.7 Diagnosa Anamnesis dan pemeriksaan fisik harus diarahkan untuk mendiagnosis apendisitis dan mengeklusi diagnosis altrenatif seperti gastroenteritis viral. 2. Tanda pada kehamilan trimester I tidak berbeda dengan pada orang tidak hamil karena itu perlu dibedakan apakah keluhan nyeri berasal dari uterus atau apendiks. dengan suhu sekitar °C. Penonjolan perut kanan bawah bisa dilihat pada masa atau abses periapendikuler. infeksi saluran kemih. Skor <2 : Kecil kemungkinan pasien ini menderita apendisitis. Kembung sering terlihat pada penderita dengan komplikasi perforasi.

foto polos perut dapat memperlihatkan adanya fekalit. tindakan tersebut akan menimbulkan nyeri. Obat-obatan seperti antibiotik dan steroid dapat mempengaruhi hasil laboratorium. mungkin terlihat “ileal ataupun caecal ileus” (gambaran garis permukaan cairan-udara di sekum atau ileum). Gambaran perselubungan.000 sel /mL dengan pergeseran ke kiri dan didominasi oleh sel polimorfonuklear. Dengan CT scan dapat terlihat jelas gambaran apendiks. tidak adanya leukositosis tidak menutup kemungkinan terhadap apendisitis akut. Bila apendiks yang meradang menempel di m. Tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan pemeriksaan CT scan (93 – 98 %). terutama untuk wanita hamil dan anak-anak. Leukositosis moderat biasanya sering terjadi pada pasien (75%) dengan apendisitis dengan jumlah leukosit bekisar antara 10. Foto polos pada apendisitis perforasi: 9 . kemudian paha kanan ditahan.000 – 18. Uji obturator digunakan untuk melihat apakah apendiks yang meradang kontak dengan m. terkadang ditemukan hematuria. Peran utama pemeriksaan laboratorium ini adalah untuk mengekslusi diagnosis alternatif seperti infeksi saluran kemih. Pada apendisitis pelvika tanda perut sering meragukan maka kunci diagnosis adalah nyeri terbatas sewaktu dilakukan colok dubur. Pemeriksaan psoas dan uji obturator merupakan pemeriksaan yang lebih ditujukan untuk mengetahui letak apendiks. Pada pemeriksaan radiologi. Patognomonik bila terlihat gambaran fekilit.Pemeriksaan laboratorium pada pasien yang dicurigai apendisitis biasanya meliputi hitung jenis sel darah lengkap dan urinalisis. Sekalipun demikian. Tanda-tanda peritonitis kuadran kanan bawah. Ultrasonografi (USG) cukup membantu dalam penegakkan diagnosis apendisitis (71 – 97 %). sindrim hemolitik-uremik. psoas. piuria. Pada urinalisis terdapat peningkatan berat jenis urin. Pemeriksaan Radiologi Foto polos abdomen dilakukan apabila dari hasil pemeriksaan riwayat sakit dan pemeriksaan fisik meragukan. Henoch-Schönlein purpura. obturator internus yang merupakan dinding panggul pada posisi terlentang akan meimbulkan nyeri pada apendisitis pelvika. dan albuminuria. Uji psoas dilakukan dengan rangsangan otot psoas lewat hiperekstensi sendi panggul kanan atau fleksi aktif sendi panggul kanan.

artinya dapat disebabkan oleh bermacam-macam kausa. Di sini didapatkan hasil tes positif untuk Rumpel Leede. Pada gastroenteritis. Tidak adanya lekositosis tidak menyingkirkan apendisitis. Gambaran tersebut di atas seperti gambaran pertonitis pada umumnya. Apabila foto terlihat gambaran fekolit maka gambaran seperti tersebut di atas patognomonik akibat apendisitis. o Skoliosis ke kanan. dan hematokrit yang meningkat. dan diare mendahului rasa sakit. Gastroenteritis. Pemeriksaan urin: sedimen dapat normal atau terdapat lekosit dan eritrosit > normal bila apendiks yang meradang menempel pada ureter atau vesika. Demam Dengue Demam dengue dapat dimulai dengan sakit perut mirip peritonitis. muntah. seperti sekum dan ileum. Hitung jenis: terdapat pergeseran ke kiri.000/mm3 umumnya pada apendisitis perforasi. Lebih dari 13. 10 . o Garis lemak pra peritoneal menghilang. Sakit perut lebih ringan dan tidak berbatas tegas. Hiperperistaltik sering ditemukan. mual.o Gambaran perselubungan lebih jelas dan dapat terbatas di kuadran kanan bawah o Penebalan dinding usus di sekitar letak apendiks. trombositopenia. Laboratorium Pemeriksaan darah: lekosist ringan umumnya pada apendisitis sederhana. o Tanda-tanda obstruksi usus seperti garis-garis permukaan cairan akibat paralisis usus-usus lokal di daerah infeksi. beberapa penyakit perlu dipertimbangkan sebagai diagnosis banding. 2.8 Diagnosis Banding Pada keadaan tertentu. Panas dan leukositosis kurang menonjol dibandingkan apendisitis akut.2.

nyeri yang sama pernah timbul terlebih dahulu. terutama kanan disertai dengan perasaan mual. 11 . Kista ovarium terpuntir Timbul nyeri mendadak dengan intensitas yang tinggi dan teraba massa dalam rongga pelvis pada pemeriksaan perut. tetapi mungkin dapat mengganggu selama dua hari. ultrasonografi dapat menentukan diagnosis. Suhu biasanya lebih tinggi daripada apendisitis dan nyeri perut bagian bawah perut lebih difus. terutama kanan. Kehamilan diluar kandungan Hampir selalu ada riwayat terlambat haid dengan keluhan yang tidak menentu. akan timbul nyeri yang mendadak difus di daerah pelvis dan mungkin terjadi syok hipovolemik. colok vaginal. Pada anamnesis. Pada gadis dapat dilakukan colok dubur jika perlu untuk diagnosis banding. Tidak ada tanda radang. dan nyeri biasa hilang dalam waktu 24 jam. akan timbul nyeri hebat di panggul jika uterus dilayunkan. Infeksi panggul pada wanita biasanya disertai keputihan dan infeksi urin. Kelainan ovulasi Folikel ovarium yang pecah (ovulasi) mungkin memberikan nyeri perut kanan bawah pada pertengahan siklus menstruasi. Pada colok vagina. nyeri tekan perut samar. Pada pemeriksaan vaginal didapatkan nyeri dan penonjolan rongga Douglas dan pada kuldosentsis didapatkan darah.Limpadenitis Mesenterika Biasanya didahului oleh enteritis atau gastroenteritis yang ditandai dengan nyeri perut. Infeksi panggul Salpingitis akut kanan sering dikacaukan dengan apendisitis akut. Jika ada ruptur tuba atau abortus kehamilan di luar rahim dengan perdarahan.

Adanya riwayat kolik dari pinggang ke perut menjalar ke inguinal kanan merupakan gambaran yang khas. kolesistitis akut. divertikulitis kolon. demam tifoid abdominalis. dan mukokel apendiks. obstruksi usus awal. seperti divertikulitis Meckel. nyeri kostovertebral di sebelah kanan dan piura. Kecurigaan apendisitis akut Tidak jelas Observasi aktif Tidak jelas USG dan Lab Apendisitis Penyakit lain Apendektomi Tindakan yang sesuai Sjamsuhidajat. perforasi tukak duodenum atau lambung. karsinoid. Urolitiasis pielum/ureter kanan Batu ureter atau batu ginjal kanan. Penyakit saluran cerna lainnya. Pielonefritis sering disertai dengan demam tinggi. Foto polos perut atau urografi intravena dapt memastikan penyakit tersebut. perforasi kolon.Endometriosis eksterna Endometriosis di luar rahim akan memberikan keluhan nyeri di tempat endometriosis berada. menggigil. dan darah menstruasi terkumpul di tempat itu karena tidak ada jalan keluar. Penyakit lain yang perlu dipikirkan adalah peradangan di perut. Eritrosituria sering ditemukan. 2005 12 . pankreatitis.

2. Suhu tubuh tidak melebihi 38°. Persiapan prabedah: Pemasangan sonde lambung untuk dekompresi Pemasangan kateter untuk kontrol produksi urin Rehidrasi Antibiotika dengan spektrum luas. Nadi di bawah 120 kali per menit. karena cepat dapat mencapai rongga abdomen dan bila diperlukan sayatan dapat diperlebar ke medial dengan memotong fasi dan otot rektus. seperti udem organ intraperitoneal. largaktil untuk membuka pembuluh-pembuluh darah perifer diberikan setelah rehidrasi tercapai. produksi urin berkisar 1-2 ml kg/jam. Rehidrasi. dinding abdomen dan pengumpulan cairan dalam rongga usus dan rongga peritoneal. Apendisitis dengan penyulit peritonitis umum Umumnya pasien dalam kondisi buruk. Pembedahan Pembedahan dikerjakan bila rehidrasi dan usaha penurunan suhu tubuh telah tercapai. Sayatan Fowler Weier lebih dipilih. dosis tinggi dan diberikan secara intravena Obat-obat penurun panas. Penurunan suhu tubuh. Hipovolemi diakibatkan oleh puasa lama.2.9 Terapi Apendisitis perforasi Persiapan prabedah: pemasangan sonde lambung dan tindakan dekompresi. phenergen sebagai anti menggigil. Sayatan 13 . Sebelum membuka peritoneum tepi sayatan diamankan dengan kasa. dosis cukup. Antibiotika dengan spektrum luas. Membuka peritoneum sedikit dahulu dan alat penghisap telah disiapkan sedemikan rupa sehingga nanah dapat langsung terisap tanpa kontaminasi ke tepi sayatan. Teknik pembedahan Insisi transversal di sebelah kanan sedikit di bawah umbilikus. Tampak septik dan dalam kondisi hipovolemi serta hipertensi. diberikan secara intravena. muntah dan pemusatan cairan di daerah proses radang.

Pemeriksaan lokal pada abdomen kuadran kanan bawah masih jelas terdapat tanda-tanda peritonitis. Catatan Infiltral apendiks Proses radang apendiks yang penyebarannya dapat dibatasi oleh omentum dan usus-usus dan peritoneum di sekitarnya sehingga membentuk massa (appendiceal mass). Pengumpulan nanah biasa ditemukan di fosa apendiks. Cairan yang dimasukkan terlihat jernih sewaktu diisap kembali. Bila pencucian rongga peritoneum benar-benar bersih maka dren tidak. Penjahitan luka sayatan jangan dilakukan terlalu kuat dan rapat. Apendektomi dikerjakan seperti biasa. Keadaan umum pasien masih terlihat sakit. daya tahan tubuh tekah berkembang dengan baik dan omentum telah cukup panjang dan tebal untuk membungkus proses radang.peritoneum diperlebar dan pengisapan nanah diteruskan. Pencucian rongga peritoneum mutlak dikerjakan dengan larutan NaCl fisiologis sampai benar-benar bersih. Terapi 1. Laboratorium masih terdapat lekositosis dan pada hitung jenis terdapat pergeseran ke kiri. Umumnya pasien berumur 5 tahun atau lebih. Luka sayatan dicuci dengan larutan NaCl fisiologis juga setelah peritoneum dan lapisan fasi yang menempel peritoneum dan sebagian otot dijahit. c. Umumnya massa apendiks terbentuk pada hari ke-4 sejak peradangan mulai apabila tidak terjadi peritonitis umum. b. Lebih baik dicuci bersih tanpa dren daripada dicuci kurang bersih lalu dipasang dren. Massa apendiks dengan proses radang yang telaah mereda dengan ditandai dengan: a. suhu tubuh masih tinggi. 14 . 2. rongga pelvis. Massa apendiks lebih sering dijumpai pada pasien berumur 5 tahun atau lebih. Pemasangan dren intraperitoneal masih merupakan kontroversi. di bawah diafragma dan di antara usus-usus. Massa apendiks dengan proses radang yang masih aktif dengan ditandai dengan: a.

sekum. baik berupa perforasi bebas maupun perforasi pada apendiks yang telah mengalami pendindingan sehingga berupa massa yang terdiri atas kumpulan apendiks. Pasien dewasa dengan massa periapendikuler yang terpancang dengan pendindingan sempurna. serta luasnya peritonitis. suhu tubuh tidak tinggi lagi.b. dan leukosit normal. dan lekuk usus halus. massa periapendikuler hilang. d. lebih-lebih bila massa apendiks telah terbentuk lebih dari satu minggu sejak serangan sakit perut. serta bertambahnya angka leukosit. dapat terjadi penyebaran pus ke seluruh rongga peritoneum jika perforasi diikuti peritonitis purulenta generalisata. massa periapendikuler yang masih bebas disarankan segera dioperasi untuk mencegah penyulit tersebut. Komplikasi Komplikasi yang paling sering ditemukan adalah perforasi. Laboratorium hitung lekosit dan hitung jenis normal Tindakan yang dilakukan sebaiknya konservatif dengan pemberian antibiotika dan istirahat di tempat tidur. Riwayat klasik apendisitis akut. operasi masih mudah. Bila sudah tidak ada demam. yang diikuti dengan adanya massa yang nyeri di regio iliaka kanan dan disertai demam. tidak terdapat tanda-tanda peritonitis dan hanya teraba massa dengan batas jelas dengan nyeri teakan ringan. Oleh karena itu. dianjurkan dirawat dahulu dan diberi antibiotik sambil diawasi suhu tubuh. penderita boleh pulang dan apendektomi efektif perlengketan dapat ditekan sekecil mungkin. Keadaan umum telah membaik dengan tidak terlihat sakit. bertambahnya nyeri. Massa periapendikuler Massa apendiks terjadi bila apendisitis gangrenosa atau mikroperforasi ditutupi atau dibungkus oleh omentum dan/atau lekuk usus halus. Pembedahan dilakukan segera bila dalam perawatan terjadi abses dengan atau pun tanpa peritonitis umum. akan terbentuk abses apendiks. Hal ini ditandai dngan kenaikan suhu dan frekuensi nasi. dan teraba pembengkakan massa. Selain itu. c. ukuran massa. Bila terjadi perforasi. Pada massa periapendikuler yang pendindingannya belum sempurna. Pemeriksaan lokal abdomen tenang. Tindakan bedah apabila dilakukan lebih sulit dan perdarahan lebih banyak. Pada anak selamanya dipersiapkan untuk operasi dalam waktu 2-3 hari saja. mengarahkan diagnosis ke massa atau abses 15 .

Kadang keadaan ini sulit dibedakan dari karsinoma sekum.3 Apendisitis Perforata Adanya fekalit di dalam lumen. Abses rongga peritoneum bisa terjadi bilamana pus yang menyebar bisa dilokalisasi di suatu tempat. Dilaporkan insidens perforasi 60% pada penderita di atas usia 60 tahun. dan perut menjadi tegang dan kembung. atau efusi pleura. Adanya massa intraabdomen yang nyeri disertai demam harus dicurigai abses. prognosis apendiks adalah baik. dan proses pendindingan kurang sempurna akibat perforasi yang berlangsung cepat dan omentum anak belum berkembang. keterlambatan berobat.2-0. 16 . penyakit Crohn. Ultrasonografi dan foto rontgen dada akan membantu membedakannya. 2. Nyeri tekan dan defans muskuler di seluruh perut. Faktor yang mempengaruhi tingginya insidens perforasi pada orang tua adalah gejalanya yang samar. dan kelainan ginekologik sebelum memastikan biasanya terletak pada anamnesis yang khas. 2. Ultrasonografi dapat membantu mendeteksi adanya kantong nanah. paling sering di rongga pelvis dan subdiafragma. dan keterlambatan diagnosis. Secara umum angka kematian pasien apendiks akut adalah 0. Perlu juga disingkirkan kemungkinan antinomikosis intestinal. anak kurang komunikatif sehingga memperpanjang waktu diagnosis. dan amuboma. merupakan faktor yang berperan dalam terjadinya perforasi apendiks. Prognosis Bila ditangani dengan baik. peristalsis usus menurun sampai menghilang karena ileus paralitik. adanya perubahan anatomi apendiks berupa penyempitan lumen dan arteriosklerosis.periapendikuler. mungkin dengan pungtum maksimum di regio iliaka kanan. umur (orang tua atau anak kecil). pnuemonia basal. Abses subdiafragma harus dibedakan dengan abses hati. yang lebih berhubungan dengan komplikasi penyakitnya daripada akibat intervensi tindakan.3.8%. Insidens tinggi pada anak disebabkan oleh dinding apendiks yang masih tipis. nyeri makin hebat yang meliputi seluruh perut.1 Diagnosis Perforasi apendiks akan mengakibatkan peritonitis purulenta yang ditandai dengan demam tinggi. enteritis tuberkulosa.

perlu dianjurkan pemasangan penyalir subfasia.Perjalanan alami apendisitis akut Apendisitis mukosa Sembuh Apendisitis flegmonosa Apendisitis dengan nekrosis setempat Perforasi Apendisitis supurativa Apendisitis gangrenosa Sumber : Sjamsuhidajat. Kelainan ini terjadi bila serangan apendisitis sembuh spontan. Namun. apendiks tidak pernah kembali ke bentuk aslinya 17 . Karena ada kemungkinan terjadi infeksi luka operasi.3. 2005 2.3 Apendisitis Rekurens Diagnosis. apendisitis rekurens baru dapat dipikirkan jika ada riwayat serangan nyeri berulang di perut kanan bawah yang mendorong dilakukannya apendektomi. kulit dibiarkan terbuka untuk kemudian dijahit bila sudah dipastikan tidak ada infeksi. Perlu dilakukan laparatomi dengan insisi yang panjang supaya dapat dilakukan pencucian rongga peritoneum dari pus maupun pengeluaran fibrin yang adekuat secara mudah. begitu pula pembersihan kantong nanah.2 Tatalaksana Perbaikan keadaan umum dengan infus. 2.3. dan pemasangan pipa nasogastrik perlu dilakukan sebelum pembedahan. pemberian antibiotik untuk kuman Gram negatif dan positif serta kuman anaerob. dan hasil patologi menunjukkan peradangan akut. Pada anak tidak usah dipasang penyalir intraperitoneal karena justru menyebabkan komplikasi infeksi lebih sering.

2. 18 .karena terjadi fibrosis dan jaringan parut. Pada apendisitis rekurens biasanya dilakukan apendektomi karena sering penderita datang dalam serangan akut. Risiko untuk terjadinya serangan lagi sekitar 50%. sumbatan parsial atau total lumen apendiks. radang kronik apendiks secara makroskopik dan mikroskopik.3.4 Apendisitis Kronik Diagnosis apendisitis kronik baru dapat ditegakkan jika dipenuhi semua syarat: riwayat nyeri perut kanan bawah lebih dari dua minggu. dan keluhan menghilang setelah apendektomi. adanya jaringan parut dan ulkus lama di mukosa. Insidens apendisitis kronik antara 1-5 %. Insidens apendisitis rekurens adalah 10% dari spesimen apendektomi yang diperiksa secara patologik. dan infiltrasi sel inflamasi kronik. Kriteria mikroskopik apendisitis kronik adalah fibrosis menyeluruh dinding apendiks.

GALT ( Gut Assoiated Lymphoid Tisuue) yang terdapat pada apendiks menghasilkan Ig-A. Apendiks mendapat persarafan parasimpatisberasal daricabang n vagus dan persarafan simpatis berasal dari n. 19 . Apendiks menghasilkan lendir 1-2 ml perhari.torakalis X.BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Apendisitis akut merupakan salah satu penyakit dengan gejala nyeri abdomenyang paling sering dijumpai dan merupakan salah satu bentuk kegawatdaruratan. Apendiks merupakan organ yang berbentuk tabung dengan panjang kira-kira 10 cm dan berpangkal pada sekum. Apendiks mendapat vaskularisasi oleh arteri apendikular yang merupak an cabang dari arteri ileocolica.