You are on page 1of 32

ESP-Environmental S

pport Programme Danida

Laporan Studi Kelayakan
“Clearing House - Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Analisa Kebijakan dan Perencanaan Lingkungan”

Laporan Studi Kelayakan

Laporan Studi Kelayakan
“Clearing House - Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Analisa Kebijakan dan Perencanaan Lingkungan”

Output 2.2 Disiapkan oleh: Yayasan Inovasi Pemerintahan Daerah (YIPD) Jl. Madiun No. 9 Menteng Jakarta 10310 Contract no:104.INDO.1.MFS.4-1/122/064 Disampaikan 8 Juli 2009

ii

Laporan Studi Kelayakan

Daftar Isi

Daftar Isi ………………………………………………………………………………………….. Abstrak …………………………………………………………………………………………….. Ringkasan Laporan …………………………………………………………………………….. 1. Pendahuluan …………………………………………………………………………….….. 1.1 1.2 1.3 Tujuan ……………………………………………………………………………………………….………………. Hasil Luaran ……………………………………………………………………………………………………… Metodologi ………………………………………………………………………………………………………….

iii Vi vii 1 1 1 1 2 2 2 3 5 5 6 7 7 7 8 9 10 11 11 12 14 17 19 19 20 22 23 24 25 26

2. Kondisi yang Berlaku Saat ini …………………………………………………………… 2.1 Kementrian Lingkungan Hidup …………………………………………………………………………… 2.1.1 Deputi Tata Lingkungan, Asisten Deputi Perencanaan Lingkungan ………………… 2.1.2 Clearing House Keanekaragaman Hayati …………………………………………………………… 2.1.3 Clearing House Data dan Informasi …………………………………………………………………… 2.1.4 Perpustakaan Emil Salim ……………………………………………………………………………………. 2.2 2.3 2.4 Departeman Dalam Negeri ……………………………………………………………………………….. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ……………………………………………………… Clearing House Energi Terbarukan dan Clearing House Mikro-hidro ………………..

2.4.1 Clearing House Energi Terbarukan dan Konservasi Energi ……………………………….. 2.4.2 Clearing house Mikro-Hidro ………………………………………………………………………………… 2.5 Badan Perencanaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat …

3. Kondisi yang diharapkan ………………………………………………………………… 4. Status KLHS di Indonesia ……………………………………………………………….. 5. Analisa …………………………………………………………………………………………. 5.1 5.2 5.3. Pemilihan Lembaga Induk …………………………………………………………………………………. Fungsi, Jangkauan, Layanan dan Biaya: Model Clearing house yang ada ……… Antara Kondisi Yang Ada dan Harapan ……………………………………………………………..

6. Kesimpulan dan Rekomendasi ………………………………………………………… 6.1 6.2 Kesimpulan ………………………………………………………………………………………………………… Rekomendasi ……………………………………………………………………………………………………..

Lampiran …………………………………………………………………………………………. 1. 2. 3. 4. Daftar Pertanyaan ……………………………………………………………………………………………… Daftar Narasumber ……………………………………………………………………………………………. Daftar Publikasi KLHS ……………………………………………………………………………………….. Bagan organisasi KLH ………………………………………………………………………………………..

iii

MoHA. Tabel 3: Perbandingan Kegiatan Operasional Harian ……………………………………………….. Bappenas …………………………………… Tabel 2: Hasil Seleksi Sample Clearing house dan Perpustakaan ……………………………. Tabel 4: Contoh Clearinghouse di Negara lain …………………………………………………………. Tabel 5: Perbandingan Kondisi yang Ada dan Harapan ……………………………………………..Laporan Studi Kelayakan Daftar Tabel Tabel 1: Perbandingan Kelembagaan KLH.. 17 19 19 22 23 24 iv . Tabel 6: Perbandingan tingkat dasar dan lanjutan ……………………………………………………...

Laporan Studi Kelayakan Daftar Singkatan APBN Bappeda Bappenas BPLHD BPN BUMN CEEI CNREA DCER Depdagri DPR DPRD EC ESP Kehati KLH KLHS LSM Musrenbang NCEF PU UKM USA : Anggaran Pendapatan Belanja Negara : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah : Badan Perencana Pembangunan Nasional : Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah : Badan Pertanahan Nasional : Badan Usaha Milik Negara : Clearinghouse of Environmental Education and Information : Country Natural Resources Environment Analysis : Danish Clearinghouse for Educational Research : Departemen Dalam Negeri : Dewan Perwakilan Rakyat : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah : Environmental Clearinghouse : Environment Support Program : Keanekaragaman Hayati : Kementrian Lingkungan Hidup : Kajian Lingkungan Hidup Strategis : Lembaga Swadaya Masyarakat : Musyawarah Perencanaan Pembangunan : National Clearinghouse for Educational Facilities : Pekerjaan Umum : Usaha Kecil dan Menengah : United State of America v .

The objective of the feasibility study is to examine the demand for services. vi . include existing clearing houses and libraries. Analysis section provides explanation of simple analysis. Terdapat empat poin utama pada kesimpulan dan 3 poin utama pada rekomendasi yang dihasilkan dari studi ini. Laporan ini terdiri dari beberapa bagian yaitu pendahuluan yang berisi tujuan. they are namely KLH. Introduction section provides explanation on objectives. analysis. analisa. Basically it will consider the five main organizational issues (host choice. Abstract The document reporting result of the feasibility study that conducted as the first step of developing the organizational plan of the Strategic Environmental Assessment (SEA) in Policy Analysis and Environmental Planning – Clearing House. methodology in conducting the study. findings. dan biaya pemulihan. Findings section explains detail of the findings of the study consists of existing conditions and expectations. Tujuan dari pelaksanaan studi kelayanan adalah untuk menguji kebutuhan layanan. energi atau bidang lainnya. biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan fungsi dan kelayakan ekonomi untuk membiayai system yang dibutuhkan. Besides. The the study conducted to gain data and facts from three main government institution. the experience of other similar clearing house concepts EIA. the study also observed some clearing houses from USA and Denmark through websites. tingkat layanan. dan metodologi dalam melakukan studi. kesimpulan dan rekomendasi. outreach and cost recovery) and identification of main alternatives of clearing house. outputs. level of services. Feasibility report of SEA in Policy Analysis and Environmental Planning consist of four sections. hasil yang diharapkan. they are namely introduction. fungsi. and finally conclusion and recommendation be a final part of the report. There are four main points of conclusion and 3 main points of recommendations as result of the study. energy and other areas. bagian temuan. the cost of the preferred range of functions and economic feasibility for the preferred system of cost recovery. and conclusion and recommendation. jangkauan. functions.Laporan Studi Kelayakan Abstrak Laporan ini adalah laporan hasil dari studi kelayakan yang dilaksanakan sebagai langkah awal bagi penyusunan rencana kelembagaan Clearinghouse Kajian Lingkungan Hidup Startegis bagi Analisa Kebijakan dan Perencanaan Lingkungan. Pada dasarnya studi kelayakan akan memeriksa lima isu utama dalam kerangka organisasi yaitu pemilihan organisasi induk. MoHA and Bapenas. pengalaman dari konsep clearing house lain yang berhubungan dengan kajian dampak lingkungan.

kedekatan tupoksi yang ada dengan isu KLHS. sehingga keberadaan clearinghouse dapat mendukung pelaksanaan KLHS di Indonesia. hasil yang diharapkan. Laporan ini memuat bagian pendahuluan yang berisi tujuan. Hal ini disesuaikan dengan kondisi dan harapan yang ada. juga keberadaan unit KLHS. Depdagri. Komponen pendukung tersebut berupa keberadaan perpustakaan atau clearinghouse lain. dan metodologi dalam melakukan studi. bagian temuan. kesimpulan dan rekomendasi. dan Bappenas. Selanjutnya seluruh contoh clearinghouse pada studi ini menginduk pada lembaga pemerintah tertentu. penetapan visi. Kesimpulan lainnya adalah Depdagri dan Bappenas memiliki peran yang sangat penting dalam implementasi KLHS pada tingkat local dan nasional sesuai dengan ketugasannya masing-masing. sehingga akan menkontribusi pada penghematan waktu dan alokasi biaya. biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan fungsi dan kelayakan ekonomi untuk membiayai system yang dibutuhkan. Pada dasarnya studi kelayakan akan memeriksa lima isu utama dalam kerangka organisasi yaitu pemilihan organisasi induk. vii . Rekomendasi pada studi ini terdiri dari beberapa hal yaitu pemilihan lembaga induk bagi clearinghouse sebaiknya memperhatikan komponen pendukung yang sudah ada di pada lembaga yang bersangkutan. energi atau bidang lainnya. dan tujuan clearinghouse sebagai sebuah organisasi sebaiknya dirumuskan secara jelas dan memperhatikan peran dan tupoksi yang sudah dimiliki lembaga terkait lainnya. serta juga memperhatikan status dan rencana strategis KLHS di Indonesia. sesuai dengan target pemakai dan jangkauannya. Data dan fakta pada study ini diperoleh dari tiga lembaga pemerintah utama yaitu KLH. Dan point terakhir dari kesimpulan studi ini adalah terdapat dua alternative bagi bentuk kelembagaan clearinghouse KLHS ini yaitu bentuk kelembagaan yang memiliki fungsi atau tingkat layanan dasar dan tingkat layanan lanjut. analisa. Tujuan dari pelaksanaan studi kelayanan adalah untuk menguji kebutuhan layanan. jangkauan. dan biaya pemulihan. misi. Selain itu dalam menentukan jenis dan tingkat layanan sebaiknya memperhatikan fungsi. pengalaman dari konsep clearing house lain yang berhubungan dengan kajian dampak lingkungan. serta di tambah dengan empat clearinghouse dari Amerika dan Denmark melalui pengamatan website clearinghouse tersebut. Komponen pendukung ini merupakan modal dasar dalam pendirian clearinghouse nantinya. fungsi. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa KLH sebagai inisiator KLHS memiliki komponen pendukung yang lebih lengkap dibandingkan lembaga pemerintah terkait lainnya. sehingga memperoleh alokasi pendanaan rutin dari APBN. tujuh clearinghouse dan perpustakaan. sedangkan fungsi clearinghouse yang utama adalah sebagai pusat informasi dengan media komunikasi memanfaatkan website dan forum diskusi serta mailing list. tingkat layanan. Kemudian.Laporan Studi Kelayakan Ringkasan Laporan Laporan ini adalah laporan hasil dari studi kelayakan yang dilaksanakan sebagai langkah awal bagi penyusunan rencana kelembagaan Clearinghouse Kajian Lingkungan Hidup Startegis bagi Analisa Kebijakan dan Perencanaan Lingkungan. untuk menjadi lembaga induk clearinghouse.

among others: be part of main institutions as the umbrella of the organization so that impact to annual budget received. outreach and cost recovery) and identification of main alternatives of clearing house. and 3) developing the level and type of services not only should be in line with the intended function but also with the demand and the outreach target. The components are library that collect various document of environment and acknowledge as one of the reference library in environment issues. level of services. analysis. functions. 2) determining vision. mission. There are some conclusions of the study. as well as the SEA status and existing strategic planning in Indonesia. viii . goals and objectives of the clearing house should clearly stated and consider existing function and assignment of the main institution. 3) Samples of clearing houses has typical models. There are some recommendations of the study among others: 1) selection and decision of the organizational form and main institution of the clearing house should consider existing supporting component.. Analysis section provides explanation of simple analysis. Introduction section provides explanation on objectives. Basically it will consider the five main organizational issues (host choice. Findings section explains detail of the findings of the study consists of existing conditions and expectations. outputs. 1) KLH as the initiator of the SEA has most complete supporting component compare to other institutions. energy and other areas. and finally conclusion and recommendation be a final part of the report. and finally KLH as the institution has a very close relation with the SEA. methodology in conducting the study. findings. This report consist of four sections. has main function as the information center and use website and discussion forum as well as mailing list as the communication media.Laporan Studi Kelayakan Executive Summary The document reporting result of the feasibility study that conducted as the first step of developing the organizational plan of the Strategic Environmental Assessment (SEA) in Policy Analysis and Environmental Planning – Clearing House. other clearing houses. they are namely introduction. and 4) there are two alternatives organizational form of the clearing house and as well as two alternative level of function are simple and advance. The objective of the feasibility study is to examine the demand for services. and conclusion and recommendation. 2) MoHa and Bappenas have a very important role in implementation SEA both at national level and local level inline with their institutions assignment. the cost of the preferred range of functions and economic feasibility for the preferred system of cost recovery. the experience of other similar clearing house concepts EIA.

Penjelasan mengenai pelaksanaan dan hasil studi kelayakan dijelaskan pada laporan ini. 1 . Wawancara dilakukan dengan mewawancarai narasumber-narasumber terpilih yang mewakili tiga lembaga utama dalam bidang analisa kebijakan dan perencanaan lingkungan yaitu Kementrian Lingkungan Hidup (KLH).3 Metodologi Metode yang digunakan dalam studi ini adalah wawancara dan observasi. satu diantaranya adalah Clearing House Analisa Kebijakan dan Perencanaan lingkungan. dilakukan pula observasi pada beberapa website yang berhubungan dengan isu clearing house. satu diantaranya adalah efisiensi energi dalam konstruksi dan penggunaan pada bangunan-bangunan besar dan mendukung manajemen sumber daya alam dan energy terbarukan. jangkauan. biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan fungsi dan kelayakan ekonomi untuk membiayai system yang dibutuhkan.Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Analisa Kebijakan dan Perencanaan Lingkungan” 1. 1. fungsi. Pendahuluan The Environment Support Program (ESP2) adalah sebuah program pembangunan kerjasama Pemerintah Denmark dan Pemerintah Indonesia untuk bidang lingkungan dan energi. Sementara itu orservasi dilakukan dengan mengunjungi langsung unit-unit khusus yang berhubungan dengan perencaan lingkungan strategis dan clearing house – clearing house dan atau perpustakaan yang terpilih pada tiga institutsi utama. 1. Selain itu untuk memperkaya pengetahuan dan informasi. Penyusunan rencana organisasi tersebut diawali dengan studi kelayakan atau feasibility study. tingkat layanan. Luaran Clearing House Analisa Kebijakan dan Perencanaan lingkungan yang dimaksud disini adalah menyusun rencana organisai atau organizational plan bagi Clearing House Analisa Kebiajakan dan Perencanaan Lingkungan.1 Tujuan Tujuan dari pelaksanaan studi kelayanan adalah untuk menguji kebutuhan layanan. Observasi juga dilakukan pada clearing house yang berasal dari departemen lain dengan bidang yang sesuai. Komponen 2 ini memiliki beberapa output. pengalaman dari konsep clearing house lain yang berhubungan dengan kajian dampak lingkungan. Pada dasarnya studi kelayakan akan memeriksa lima isu utama dalam kerangka organisasi yaitu pemilihan organisasi induk. energi atau bidang lainnya.2 Hasil Luaran Hasil yang diharapkan dari studi kelayakan ini adalah menyusun rekomendasi-rekomendasi dalam hal ini adalah alternative yang paling layak bagi organisasi Clearing House Analisa Kebijakan dan Perencanaan Lingkungan. dan biaya pemulihan. Departemen Dalam Negeri (Depdagri).Laporan Studi Kelayakan Laporan Studi Kelayakan “Clearing House . ESP2 terdiri dari tiga komponen. 1. dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Dalam lingkungan KLH saat ini terdapat dua clearing house dan satu perpustakaan.1. dan menyusun criteria lokasi dan standar teknologi. 2 . temuan yang akan dipaparkan adalah memetakan kondisi yang ada saat ini berhubungan dengan bidang KLHS pada tiga lembaga utama dan termasuk didalamnya memotret clearing house dan perpustakaan yang sudah ada pada tiga lembaga ini. • Asisten Deputi Perencanaan Lingkungan terdiri dari dua bidang yaitu 1) Ruang. Usaha Kecil Menengah (UKM) dan komunitas atau organisasi kemasyarakatan. Secara khusus deputi ini memiliki tiga fungsi yaitu: • • Mempersiapkan formulasi kebijakan perencanaan lingkungan Melakakukan kajian perencanaan lingkungan. dan evaluasi fungsi konversi lahan berdasarkan kapasitas lingkungan dan kapasitas yang mendukung lainnya.Laporan Studi Kelayakan 2. Tiap bidang memiliki dua sub bidang. KLH juga menyusun kebijakan umum untuk KLHS dam memberikan panduan serta monitoring untuk pelaksanaan KLHS di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.1 Deputi Tata Lingkungan. Penjelasan untuk tiap temuan kondisi yang berlaku selengkapnya dipaparkan pada sub bagian dibawah ini. khususnya kegiatan pembangunan yang melibatkan dua daerah atau lebih. Saat ini asisten deputi ini memiliki 16 staf. clearing house data dan informasi. kajian regulasi dari struktur lahan. system dan manajemen perencanaan lingkungan. melakukan KLHS. KLH memiliki mandate untuk membangun instrument ekonomi bagi manajemen lingkungan. sebagai bentuk respon dari yang sangat besar pada permasalahan lingkungan pada pembangunan di Indonesia dan semakin kompleksnya tantangan pada isu lingkungan global. mengorganisir dan melaksakan kebijakan dan program kajian dampak lingkungan. Tanah. 2. evaluasi dan melaporkan pelaksanaan dari kebijakan perencanaan lingkungan.1 Kementrian Lingkungan Hidup Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) telah sejak lama dikenal sebagai lembaga yang bertanggungjawab untuk menyusun. Laut dan Udara. BUMN. dan review singkat kondisi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) di Indonesia saat ini. yaitu Clearing house Keanekaragaman hayati. Indonesia mengikuti prinsip-prinsip pengendalian lingkungan untuk kegiatan-kegiatan pembangunan yag dilaksanakan oleh lembaga-lembaga Negara. Kondisi yang Berlaku Saat ini Temuan studi kelayakan yang akan dipaparkan dibagi menjadi tiga isu yaitu kondisi yang berlaku saat ini. Melakukan pengawasan. Tiap temuan tersebut akan dipaparkan pada bagian yang berbeda. sector privat. Pada beberapa tahun terakhir. Tugas utama dari deputi ini adalah penyusunan kebijakan dan koordinasi perencanaan lingkungan. Asisten Deputi Perencanaan Lingkungan Deputy Manajemen Lingkungan. KLH menyusun instrument ekonomi untuk manajemen lingkungan bekerjasama dengan lembaga Negara lainnya baik local maupun pusat. dan perpustakaan Emil Salim. serta lembaga lainnya. kondisi yang diharapkan di masa akan datang bagi Clearing House Analisa Kebijakan dan Perencanaan Lingkungan. Asisten Deputi Perencanaan Lingkungan adalah deputi di KLH yang menangani bidang KLHS. metodologi. 2. 2) konversi fungsi. perusahaan skala besar. analisa. universitas dan lembaga swadaya masyarakat. Pada bagian ini.

Konvensi ini diratifikasi Pemerintah Indonesia sejak tahun 1994.Laporan Studi Kelayakan 2. 2) pemanfaatan komponen keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. dan ahli di bidang keanekaragaman hayati.id/. Lokasi kantornya berada di Gedung B. Selain itu clearing house ini didirikan sebagai respon dari konvensi PBB pada Perbedaan Biologi yang memiliki tujuan: 1) konservai perbedaan keanekaragaman hayati. 3) merespon pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan isu keanekaragaman hayati dari sisi teknis dan ilmiah • Mekanisme teknis yang digunakan pada clearing hose keanekaragaman hayati mengacu pada model distribusi. Lantai 4. sehingga pengguna dapat menemukan informasi yang dibutuhkan. penyedia data keanekaragaman hayati.2 Clearing House Keanekaragaman Hayati Clearing House Keanekaragaman Hayati saat ini berda dibawah manajemen Asisten Deputi Konservasi Keanekaragaman Hayati. 3) distribusi keuntungan yang adil dan sama dari pemanfaatan genetic sumber daya alam. Clearing house ini didirikan pada tahun 2003 dan memiliki mandat untuk mengumpulkan informasi dan menjadi wadah bagi pertukaran informasi dalam kerangka meningkatkan efektifitas dan kapasitas kerjasama teknis dan ilmiah.go. Clearing house ini menggunakan website sebagai alat komunikasi to menjangkau pengguna dan juga anggota jaringan kerja. 3 . baik pada tingkat nasional. regional dan internasional Membangun mekanisme keanekaragamana hayati global dalam integrasi dan pertukaran informasi Membangun jaringan kerja antara focal point nasional dan stakeholders Target clearing house sebagai berikut: • • • Menyebarluaskan. 2) merespon pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan konvensi keanekaragaman hayati. Pada skema ini clearing house berfungsi sebagai traffic control diantara pengguna data dan penyedia data. Penyediaan jasa informasi pada clearing house ini di dukung oleh jaringan kerja ini dimana KLh berfungsi sebagai focal point nasional. regional dan internasional Menyediakan sumber informasi yang relevan dan dapat diakses dalam kaitannya dengan pelaksanaan konvensi keanekaragaman hayati baik yang berasal dari lembaga pemerintah. Kantor Kementrian Lingkungan Hidup. Informasi pada website ini tersedia dalam dwi bahasa dan dapat diakses melalui http://bk. memperbarui. Informasi yang tersedia: 1) sumber informasi yang relevan dengan bidang atau isu manajemen keanekaragaman hayati.menlh. Jaringan kerja keanekaragaman hayati menghubungkan dan menghimpun lembaga-lembaga penelitian dan ilmiah. dan memberikan akses informasi untuk pengetahuan dan pengembangan teknologi atau perkembangan bidang keanekaragaman hayati Mendorong terbentuknya kemitraan diantara stakeholder untuk kerjasama teknis dan ilmiah baik pada tingkal nasional. Deputi III Deputi Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam Dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan. Sementara itu pemeliharaan data berada pada pemiliki data atau institusi yang menyediakan data.1. Fungsi yang dimiliki clearing house adalah: • Memfasilitasi dan menyediakan akses bagi pertukaran data dan informasi diantara pengguna dan penyedia dalam bidang keanekaragaman hayati pada tingkat nasional. Tujuan dari clearing house ini adalah • • • Mempromosikan dan memfasilitasi kerjasama teknis dan ilmiah antara stakeholder yang berhubungan. lembaga swadaya masyarakat dan private. clearing house didisain sebagai sebuah alat komunikasi interaktif yang memberikan jasa informasi pada masyarakat. regional dan internasional Sebagai portal informasi.

Laporan Studi Kelayakan Website Clearing house keanekaragaman hayati memiliki 13 menu utama di sebelah kiri dan dilengkapi dengan beberapa fitur seperti berita terbaru. kerjasama teknologi dan ilmiah. buku tamu. dan lain-lain. Berikut ini contoh anggota kelompok keahlian: Nama Lembaga Keahlian Telp : Dr. Christine Wulandari : WWF Indonesia : Pengembangan Kapasitas.go. Jakarta Timur. Fax. : 62-21-85905770. setiap kelompok memiliki anggota dari berbagai lembaga. keputusan presiden. berisi beberapa agenda yang telah berlalu baik level nasional maupun internasional Konvensi keanekaragaman hayati Pelaksanaan konvensi tersebut di Indonesia Publikasi. Panjaitan Kav. peraturan menteri. Komunikasi & Pendidikan Masyarakat. Email : kehati@menlh. : 62-21-8517163. Contoh kelompok ini seperti peningkatan kapasitas. berisi 13 dokumen yang berisi status keanekaragaman hayati Indonesia Regulasi berisi ragam regulasi: undang-undang.Indonesia Telp. komunikasi dan pendidikan masyarakat. Kerjasama Ilmiah & Teknologi : 0251-352815 • Istilah keanekaragaman hayati berisi 22 istilah Informasi lebih lanjut: Sekretariat Clearing House Keanekaragaman Hayati Indonesia Asisten Deputi Konservasi Keanekaragaman Hayati Gedung B Lantai 4 . 24 Kebon Nanas.id 4 . Informasi selengkapnya yang tersedia pada website in sebagai berikut: • • • • • • • • Profil Indonesia yang berisi informasi umum Indonesia dan keanekaragaman hayati yang ada didalamnya Perencanaan strategis clearing house 2005-2010 Agenda. 13410 . forum diskusi dan link menuju website terkait lain. dan perda. DI. Total dukemn pada bagian ini sebanyak 24 dokcument Kelompok keahlian berisi 21 kelompok yang berbeda.Jl.

agar duplikasi pengadaan data dapat diminimalkan. Informasi lebih lanjut: Asisten Deputi Data dan Informasi KLH Gedung B. Latar belakang digagasnya clearing house Data dan informasi adalah berkembangnya teknologi system informasi yang sedemikian cepat mengakibatkan kebradaan data yang tersebar di berbagai lokasi.Laporan Studi Kelayakan 2. lantai 1.menlh. Setiap tahunnya anggaran yang dialokasikan untuk kegaitan clearing house tergantung pada kebijakan dan kegiatan. bidang yang membawahi sub bidang data dan informasi.1.Indonesia Telp. Saat ini kegiatan harian clearing house dilakukan oleh sub bidang data dan informasi yang dikepalai oleh Bapak Aksa Tedjalaksana and dibantu dua orang staf. Kegiatan operasional harian dilakukan oleh 9 orang staf dan berlokasi di Gedung A. Tujuan lainnya adalah untuk mempercepat pelayanan akses data yang dibutuhkan oleh masyarakat sesuai dengan amanat Undang-undang No. lantai 6.go. dimana 536 diantaranya tersedia di website dan dapat diunduh oleh anggota perpustakaan. mengolah dan menyebarluaskan dokumen yang dihasilkan KLH agar dapat diakses oleh masyarakat secara umum. 5 . Begitu pula halnya yang terjadi di KLH.Jl. Jumlah anggaran yang diterima mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Clearing House Data dan Informasi menjadi coordinator untuk penerbitan Statistik Lingkungan Hidup Indonesia yang diterbitkan setiap tahun. : 62-21-8580081. Clearing House Data dan informasi didirikan pada tahun 2005.go.3 Clearing House Data dan Informasi Clearing House Data dan Informasi berada dibawah manajemen Asisten Deputi Data dan Informasi. Jakarta Timur. MAksud penyusunan metadata di KLH adalah untuk memberikan informasi kepada pihak lain tentang data yang dimiliki oleh suatu unit kerja.id/. Pendirian perpustakaan ini bertujuan untuk mengumpulkan. Deputy VII Pembinaan Sarana Teknis Dan Peningkatan Kapasitas. 24 Kebon Nanas. fungsinya dilaksanakan oleh sub bidang yang bersangkutan.menlh.1. Panjaitan Kav. clearing house ini tidak memiliki ruangan khusus.id. Metadata KLH dapat diakses hanya melalui intranet http://metadata. Kegiatan utama clearing house Data dan Informasi adalah mengumpulkan data informasi lingkungan yang dihasilkan oleh KLH yang kemudian disusun dalam sebuah metadata. Anggaran operasional clearing house menjadi bagian dari Bidang Data. artinya secara fisik clearing house ini tidak terlihat. tujuan penyusunan.4 Perpustakaan Emil Salim Perpustakaan Emil Salim di KLH berada dibawah manajemen Asisten Deputi Data dan Informasi. : 62-21-8580081. Perpustakaan Emil Salim diresmikan pada tanggal 7 April 2004. DI. Deputy VII Pembinaan Sarana Teknis Dan Peningkatan Kapasitas. Fax.go.id 2. Sejak tahun 2004 koleksiperpustakaan dapat diakses secara bebas dan online melalui http://perpustakaan. dan kegiatannya mulai aktif pada tahun 2006. 13410 . keberadaan dan pengorganisasian data. 14 year 2008 mengenai Keterbukaan Informasi Publik. Lantai 6 . Email : data@menlh. Lokasi clearing house berada di Gedung B. Dengan demikian clearing house tidak memiliki wewenang untuk mengatur keuangannya sendiri. Website in menyediakan informasi lingkungan yang tersedia di perpustakaan. termasuk didalamnya e-dokumen yang dapat diunduh dengan terlebih dahulu melakukan registrasi. Saat ini perpustakaan memiliki koleksi sebanyak kurang lebih 7924 judul buku. Tujuan utama pembangunan aplikasi metadata adalah sebagai sarana pertukaran data antar unit kerja. dan bagaimana cara mendapatkannya. Metadata adalah suatu system yang dapat menjelaskan mengenai data seperti informasi tentang pemilik.

id Gambar disamping: Koleksi khusus dokumen kajian dampak lingkungan yang jumlah kurang lebih mencapai 20% dari koleksi keseluruhan.Jl. 2.. 2) akses internet. Potensial pendapatan akan digali dari keanggotaan dan layanan di perpustakaan lainnya seperti fotocopy. Saat ini anggota perpustakaan mencapai 7716 orang. Sedangan pengadaan melalui pembelian dilakukan setiap tahun sekali. Ruang baca Perpustakaan Emil Salim yang nyaman. Di era desentralisasi. Perpustakaan menerima donasi buku atau bahan lainnya dari perorangan maupun dan terutama dari setiap unit yang ada di KLH.per tahun. back-up data dan lain sebagainya. back-up data. Manajemen lingkungan dan hubungan pembangunan saat ini berada dibawah manajemen Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah (Bangda).000. perencanaan dan program untuk hubungan dalam negeri mulai dari politik. DDn memiliki peran utama dalam kegiatan pembangunan. Informasi lebih lanjut: Perpustakaan Emil Salim: Gedung A.go. DI. Anggaran tahun operasional perpustakaan dibiayai oleh APBN.Indonesia Telp. Jakarta Timur 13410 . Perpustakaan memiliki koleksi khusus yaitu dokumen kajian dampak lingkungan. Anggota perpustakaan memiliki hak untuk meminjam koleksi yang ada juga mengunduh dokumen secara bebas yang tersedia di website.2 Departeman Dalam Negeri Departemen Dalam Negeri (DDN) memiliki mandate untuk menyusun kebijakan. Lantai 1 . 4) copy dokumen. Email : perpustakaan@menlh. termasuk didalamnya prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pembangunan dan manajemen lingkungan di Indonesia. 24 Kebon Nanas. : 62-21. dan mulai tahun 2009 perpustakaan dikenakan target pendapatan diluar anggaran APBN tadi sebesar 24 juta per tahun. Koleksi utama di perpustakaan adalam subyek lingkungan secara umum.Laporan Studi Kelayakan Keanggotaan Perpustakaa Emil Salim terbuka untuk public dan dikenakan biaya sebesar Rp 50.85907286. ekonomi. 3) computer. 5) locker. Pengadaan koleksi di perpustakaan berasal dari donasi dan pembelian langsung. kesejahteraan dan hubungan lain yang relevan. Fasilitas umum yang disediakan perpustakaan diantaranya adalah : 1) catalog online. pemindai. Panjaitan Kav. social. pemindaian. 6 .

bagian dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Alam. diantaranya pembuat kebijakan. Dalam kaitannya dengan KLHS. Bappenas menyusun perencanaan ekonomi. BAPPENAS. Jadi unit kerja memberikan daftar dokumen yang dibutuhkan dan perpustakaan yang kemudian melakukan teknis pembelian. DDN khususnya Dirjen Bangda secara umum tidak memiliki clearing house atau perpustakaan. ruang baca. Dalam hal ini.id/. dan perencanaan wilayah.1 Clearing House Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Pemanfaat potensi energi terbarukan membutuhkan sinergi yang baik diantara para pihak yang terkait dengan hal ini. sedangkan Clearing House Mikro-hidro dikelola oleh sub direktorat energi perdesaan. Perpustakaan ini dikelola oleh Pusat Data dan Informasi untuk Perencanaan Pembangunan dan berlokasi di Gedung Madiun. Clearing house ini didirikan pada tahun 2004 sebagai sebuah simpul untuk membangun sinergi yang baik tersebut. Anggaran perpustakaan diperoleh dari APBN. laporan. 7 . DDn bertanggungjawab untuk panduan bagi daerah dan menyusun kebijakan dan program yang mempromosikan dan mendukung kegiatan pembangunan berkelanjutan. daftar proyek.3 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memiliki tanggungjawab pada perencanan pembanguan secara makro. lantai 2. BAppenas juga menkoordinasikan perencanaan pembangunan baik bagi sector maupun daerah. Pembelian disini. Dengan demikian layanan perpustakaan ini diprioritaskan bagi staf Bappenas. Pengadaan koleksi diperoleh dari pengumpulan bahan dari berbagai unit kerja di Bappenas dan pembelian. Bappenas saat ini tidak memiliki program khusus. dan katalog online yang dapat diakses melalui http://els. kliping. Saat ini Bappenas memmiliki koleksi lebih dari 15. Rasuna Said Kav 5-7 Jakarta Selatan –Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. artikel. 2. Pengunjung hanya dapat mempeoleh layanan foto copy.000 dokumen yang terdiri dari buku.bappenas. Clearing House Energi Terbarukan dikelola oleh sub direktorat pengembangan kapasitas. Saat ini DDN telah menyusun program pilot untuk aplikasi KLHS di beberapa daerah di Indonesia dengan melakukan identifikasi masalah lingkungan yang ada.go. penelitia. Perpustakaan tidak menyediakan layanan keanggotaan. dan melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan secara nasional. penyandang dana. dan lain-lain. dan masyarakat secara umum sebagai pengguna.4 Clearing House Energi Terbarukan dan Clearing House Mikro-hidro Clearing House Energi Terbarukan dan Clearing House Mikro-hidro dikelola oleh Direktorat Energi Baru Terbarukan Baru dan Konservasi Energi. Pengelolaan lingkungan di Bappenas saat ini berada dibawah kantor Deputi Sumber Daya Alam dan lingkungan yang menyusun prinsip-prinsip perencanaan pembangunan berkelanjutan. 2. 2. Satu-satunya program yang berhubungan dengan KLHS adalah program ESP1 bekerjasama dengan Danida.Laporan Studi Kelayakan Mandat manajemen lingkungan pada Dirjen Bangda berhubungan dengan status kewenangan wajib di bidang pengelolaan lingkungan yang dimiliki oleh seluruh pemerintah daerah di Indonesia. socialkesejahteraan. Kedua clearing house ini berlokasi di Jl.4. makalah. majalah. perpustakaanmengkoordinir pembelian buku dan bahan lainnya yang diperlukan oleh unit kerja. audio visual. sehingga dengan demikian bagi pengguna umum tidak tersedia layanan peminjaman. Bappenas memiliki perpustakaan yang dapat diakses oleh umum namun sebenarnya merupakan perpustakaan yang disediakan bagi internal staf di Bappenas.

kegiatan utama clearing house ini adalah mengumpulkan informasi dan menyediakan wadah pertukaran informasi melalui forum diskusi. serta didukung oleh Global Environment Facility (GEF). • Pengembang • Kontraktor dan konsultan • lainnya 2. Proyek ini secara luas ditujukan mereduksi rintangan pada aplikasi teknologi mikro-hidro yang ada di Indonesia.4.energiterbarukan.Laporan Studi Kelayakan Secara khusus. yang selengkapnya sebagai berikut: * IMIDAP bertujuan mengembangkan pilihan energi yang dimiliki Indonesia melalui promosi teknologi mikro hidro. Media komunkasi yang dipilih adalah website dan mailing list.net diantaranya: • Potensi sumber daya lokal sebagai media komunikasi menyediakan informasi • Proyek-proyek yang sedang berjalan • Rencana pembangunan • Regulasi • Peluang pendanaan • Pengusaha • Alat. Proyekiniadalah kerjsana Pemerintah Indonesia dan UNDP. WebsiteClearinghous e Energi Terbarukan dan Konservasi energi memiliki 11 menu utama pada bagian kiri dan 8 menu tambahan di bagian atas.2 Clearinghouse Mikro-Hidro Clearinghouse Mikro-Hidro adalah salah satu kegiatan dari Proyek Integrasi Pengembangan dan Aplikasi Mikro-Hidro atau Integrated Micro-Hydro Development and Application Project (IMIDAP)*. Clearing house ini didirikan atau digagas sebagai bagian dari strategi untuk mencapai keseluruhan hasil dari proyek. produser peralatan dan penyedia peralatan. Sedangkan di sebelah kanan tersedia link menuju website atau database yang relevan dan forum. Website www. 8 .

termasuk KLHS dalam perencanaan kebijakan. BPLHD memiliki fungsi sebagai berikut: • Koordinasi dan pengawasan isu lingkungan yang meliputi pengelolaan. • • • • Clearing house menggunakan website dan memaksimalkan koordinasi antara para pihak menggunakan mailing list. saat ini BPLHD mulai membangun database. juga pusat data dan pengolahannya sehingga menghasilkan informasi dan pengetahuan yang dimanfaatkan bagi pengambilan keputusan. dimana didalamnya terdapat beragam modul untuk menerapkan atau mempraktekan teknologi-teknologi yang telah dibuktikan di lapangan.Laporan Studi Kelayakan • Membangun jaringa kerja yang kuat diantara pemerintah daerah dan nasional unt uk ekspansi teknologi mikro-hidro dan menyediakan dukungan insitusional dan regulasi infrastruktur untuk akselerasi pengembangan mikro-hidro dan aplikasinya. BPLHD dimasa akan datang didisain dengan clearing house dengan lingkungan sebagai isu umum. khususnya dalam memberikan analisa pengelolaan lingkungan yang dibutuhkan. Saat ini website clearing house mikro-hidro sedang dalamproses pembangunan. Consept clearing house disini selain berfungsi sebagai pusat informasi. baik database yang berisi data mentah maupun database ahli. Proses persetujuan proposal proyek tersebut juga memanfaatkan media ini. Bagian yang menarik dari clearing house ini adalah fungsi website yang juga ditujukan bagi pengembangan kapasitas. Website ini juga menjadi sarana pengajuan proposal pendanaan untuk proyek mikro-hidro di daerah. Database ini akan menjadi modal dasar bagi pemenuhan layanan BPLHD. dan mitigasi bencana. Tim ahli akan menjadi pihak yang melakukan pengolahan data menjadi informasi dan informasi turunan serta pengetahuan serta memberikan rekomendasi bagi pengambilan keputusan. 2.5 Badan Perencanaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat Badan Perencanaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat memiliki tugas utama untuk menyusun kebijakan teknis dan memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan lingkungan sesuai dengan kebutuhan local dan kewenangan lain yang berhubungan. 9 . Membangun kapasitas local untuk mengaplikasikan teknologi mikro-hidro Membangun pasar local untuk energi mikro-hidro Memberikan dukungan keuangan dan implementasi pengaturan investasi mikro-hidro dan pinjaman. serta struktur hokum. Menyebarluaskan mekanisme dan prosedur yang diadopsi oleh pemerintah dan para pihak kunci dalam mendukung pembangunan proyek mikro-hidro dan implementasinya. konservasi. Untuk memenuhi fungsi tersebut. kemitraan dan pengembangan kapasitas lingkungan Memfasilitasi pengawasan lingkungan bagi kabupaten/kota dan kemitraan dalam pengelolaan lingkungan Menyelenggarakan secretariat badan • • Sesuai dengan tugas dan fungsinya. diharapkan akan dapat diresmikan pada awal bulan Agustus 2009.

dan Ibu Diah 10 .Laporan Studi Kelayakan 3. memiliki ketugasan yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan nasional. Clearing house diharapkan memiliki ketugasan dan kewenangan yang jelas. Target pengguna clearing house diharapkan dapat menjangkau tingkat local. dan pemenuhan biaya. Fungsi clearing house yang dapat diidentifikasi diantaranya: • • • • • • Pusat informasi Pusat data Pengolahan data menjadi informasi dan pengetahuan Pengelola pengetahuan (knowledge management) Resource center dan berperan sebagai tranffic control Hingga pada tingkat lanjut dapat menyusun standarisasi pelaksanaan KLHS di Indonesia Clearing house juga diharapkan dapat membangun startegi komunikasi yang baik. Fungsi yang dimiliki tiga lembaga ini sebagai berikut: • KLH adalah inisiator dari KLHS. pertama clering house dapat menjadi lembaga ad hoc yang independen yang berada di luar struktur organisasi yang ada pada tiga lembaga ini. pemerintah daerah. tim legislatif. Kondisi yang diharapkan1 Bagian ini akan memaparkan mengenai harapan dari Clearing House Analisa Kebijakan dan Perencanaan Lingkungan. Paparan dari harapan ini dipeoleh dari wawancana dengan beberapa narasumber baik dari KLH. dan memiliki kapasitas untuk mengembangkan substansi. gungsi. yang dapat membedakan kerja sektoral dan lintas sector. LSM dan lainnya. Bidang KLHS saat ini sangat berkaitan dengan tugas dan fungsi tiga lembaga pemerintah utama yaitu KLH. Ketugasan ini sangat berperan dalam kaitannya dengan memasukan KLHS pada perencanaan pembangunan nasional dan sekaligus mempersiapkan instrumenkebijakanyang dibutuhkan. terdapat beberapa alternative. yang kedua clearing house menjadi bagian dari salah satu bidang pada tiga lembaga pemerintah utama. DDN. Secara spesifik target pengguna clearing house terdiri dari pemerintah pusat. termasuk 1 Wawancara dengan Bapak Heru. dan Bappenas. KLH memiliki kapasitas atau keahlian dari sisi substansi misalnya untuk mengembangkan berbagai alat dan standardisasi dari pelaksanaan KLHS. nasional dan internasional. LSM. yang bukan saja menimbulkan awareness tetapi lebih jauh dapat mempengaruhi perilaku atau terjadi perubahan perilaku maupun kebijakan. banyak layananan yang dapat dibangun atau disediakan clearing house. Ibu Yanti. lembaga donor. Dalam struktur organisasi clearing house diharapkan memuat komponen kepengurusan seperti tim ahli. clearing house dapat menyediakan informasi dan menjadi wadah bagi pertukaran informasi KLHS. Bapak Adi Wiyana. dari yang sederhana atau dasar hingga tingkat lanjut. jangkauan. Bappenas. Pemilihan organisasi induk. Ketugasan ini sangat sesuai dalam kaitannya dengan implementasi KLHS pada pemerintah daerah. Setiap lembaga memiliki potensiyang sangat besar untuk bersinergi dalam membangun Clearing House Analisa Kebijakan dan Perencanaan Lingkungan. Layanan. dan masyarakat secara umum yang memiliki ketertarikan pada isu KLHS. Pada tataran internasional clearing house dapat berperan sebagai pusat informasi mengenai status KLHS di Indonesia. DDN maupun Bappenas. Bapak Triarko. • • Mengenai kedudukan clearing house. Sebagai layanan dasar. Isu yang dipaparkan disini meliputi pilihan organisasi induk. Ibu Virgi ( dan tim ). tingkat pelayanan. memiliki ketugasan yang berhubungan dengan pemerintah daerah khususnya pada hal-hal yang berhubungan dengan isu kepemerintahan khususnya kepemerintahan daerah. DDN.

Pada laporan tersebut juga disebutkan beberapa studi yang sudah dilakukan seperti: • • • • Kebijakan Pengelolaan SDA dan LH Bidang Air Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup Bidang Energi Kajian Strategi Lingkungan Perkotaan Nasional Kajian Sumberdaya Alam dan Lingkungan Strategis 5. disamping juga memperhatikan prinsip efektifitas dalam memanfaatkan asset yang ada. Namun. Jakarta. Anggaran biaya.”. seperti mengolah data menjadi informasi atau mengemas informasi yang ada dalam bentuk lain. dan pada tahap lanjutan clearing house diharapkan dapat mengelola jasa-jasanya dan menghasilkan pendapatanya dari jasa-jasa tersebut. dipaparkan mengenai status KLHS di Indonesia yaitu: “Sebagaimana tahap inisiasi pada umumnya. yaitu membandingkan antara kondisi yang ada saat ini dan harapan. Secara keseluruhan observasi pad astudi ini dilakukan pada 3 lembaga utama. 26. Analisa ini kemudian menjadi dasar dalam menyusun bagian kesimpulan dan rekomendasi studi. Dengan kata lain. pada tahap awal diharapkan mendapat pembiayaan dari pemerintah (APBN). sehingga dapat dikatakan masih “nearly SEA”. kegiatan yang terkait dengan pemikiran KLHS ini masih lebih dikonsentrasikan pada studi dan pengenalan. Untuk tujuan ini clearing house harus memiliki personel dengan kemampuan yang memadai. Analisa Analisa pada studi ini menggunakan metode yang sederhana. Lembaga-lembaga tersebut sebagai berikut: 2 Atiek Koesrijanti et.Laporan Studi Kelayakan didalamnya jasa referensi. dibutuhkan upaya yang lebih kreatif dan keahlian khusus.2 Kutipan diatas memperlihatkan bahwa status KLHS di Indonesia masih berada pada tahap inisiasi sehingga kegiatan yang ada masih berupa pengenalan dan studi. menyelenggarakan training. sejalan dengan semakin meningkatnya kesadaran dan kebutuhan penyelesaian masalah lingkungan hidup pada tataran regional dan strategis di Indonesia. serta mempertimbangkan status KLHS di Indonesia. dan memiliki kapasitas untuk menyusun standarisasi. Pada tingkat yang lebih lanjut. 4. dan strategi pembangunan nasional maupun daerah. maka instrumen KLHS ini dituntut untuk segera menjadi acuan dasar dalam mengkaji kebutuhan. 11 . kegiatan-kegiatan tersebut belum dapat dikatakan sebagai kegiatan KLHS seutuhnya. Kajian Lingkungan Hidup Startegis (KLHS): Terobosan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pada laporan tersebut. Contoh layanan yang dapat disediakan clearing house pada tingkat lanjut adalah memberikan jasa konsultasi. jasa pengawasan piloting. hal. atau mengolah informasi menjadi pengetahuan. Status KLHS di Indonesia Bagian ini tidak dimaksudkan untuk melakukan review terhadap status KLHS di Indonesia saat ini. Deputi Bidang Tata Lingkungan. perumusan tujuan. termasuk clearing house dan perpustakaan yang ada didalamnya. Kementrian Negara Lingkungan Hidup. serta melakukan pengelolaan pengetahuan tingkat lanjut.al. dan diperkaya dengan 2 clearing house dan satu lembaga daerah. namun sedikit saja menyinggung dalam arti mengambil kutipan dari kajian yag sudah ada yaitu laporan Kajian Lingkungan Hidup Startegis (KLHS): Terobosan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.

serta melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaannya. dan Bappenas. yaitu pemilihan organisasi induk. dan biaya pemulihan. 2.1 Pemilihan Lembaga Induk Pemilihan lembaga induk bagi clearing house adalah bagian yang penting. Deputi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Clearing house Keanekaragaman Hayati Clearing house Data dan Informasi Perpustakaan Emil Salim Perpustakaan Bappenas Clearing house Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Clearing house Mikro-Hidro BPLHD Provinsi Jawa Barat Analisa difokuskan pada lima kajian utama sebagaimana dijelaskan pada awal laporan. bagian ini menganalisa tugas dan fungsi dari tiga lembaga pemerintah utama termasuk komponen yang mendukung kegiatan penyebaran informasi dan bidang KLHS. Bappenas Issues 1. fungsi. kesejahteraan .Fungsi 1. Tabel dibawah ini memetakan atau membandingkan kelembagan yang ada pada KLH. termasuk didalamnya unit KLHS. keamanan ekonomi. 2. perencanaan dan program bagi setiap urusan dalam negeri. MoHA. social-kesejahteraan dan penataan ruang. jangkauan. Asisten Deputi Perencanaan Wilayah DDN.Laporan Studi Kelayakan • • • • • • • • • • KLH. 3. Deputi Tata Lingkungan.Tugas KLH Menyusun kebijakan dan koordinasi lingkungan dan pengawasan dampak lingkungan DDN Menyusun kebijakan. clearing house dan perpustakaan yang ada. layanan. kemudian yang kedua adalah analisa mengenai fungsi. 5. social. Sub direktorat Pengembangan Kapasitas Bappenas. DDN. jangkauan dan biaya. 12 . melaksanakan isu pemerintahan yang relevan terkait dengan hubungan dalam negeri dan otonomi daerah melaksanakan pengembangan kapasitas dan tugas koordinasi juga layanan administrasi melakukan penelitian 2. Bappenas menyusun perencanaan ekonomi. Table 1: Perbandingan Kelembagaan KLH. Bappenas juga mengkoordinasikan perencaaan pembanggunan sektoral dan daerah. tingkat layanan. dari politik. Kemudian pada bagian selanjutnya diperlihatkan kondisi yang berlaku umum pada sample clearing house dan membandingkannya dengan harapan. Dirjen Pengembangan Kapasitas dan Pembangunan Daerah. menyusun kebijakan nasional pengelolaan lingkungan dan pengawasan dampak lingkungan Koordinasi pelaksanaan kebijakan pengelolaan lingkungan dan pengawasan dampak lingkungan Pengelolaan asset 1. Pemaparan analisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu kelembagaan clearing house atau pemilihan lembaga induk. 3. dan bidang lain yang relevan Bappenas Perencanaan pembangunan pada tingkat makro.

Perpustakaan APBN - Tabel diatas memperlihatkan bahwa setiap lembaga memiliki substansi utama yang berbeda yaitu lingkungan. Scanner. Printers. Komunikasi menggunakan rapat. teelpon dan fax APBN 1 . masukan. and fax APBN 2 1 33 Provinsi 98 Kota 499 Kabupaten . dll. pengawasan pelaksanaan kebijakan memberikan laporan evaluasi. Plotter.Layanan Masukan teknis KLHS bagi lembaga pusat aatu daerah dalam kaitannya dengan pembangunan dan prses perencanaan penataan ruang termasuk pengambilan keputusan Introduction of SEA concept into RKP (Annual Work Plan) under sustainability section (since 2004) Prioritizing and integrating Climate Change sectoral programs into RKP (since 2008) Ruang kantor Computers. donor. Unit KLHS Asisten Deputi Perencanaan Lingkungan Menyusun kebijakankebijakan dan koordinasi perencanaan lingkungan Sub Direktorat Pengembangan Kapasitas Bertanggungjawab untuk menyediakan panduan bagi daerah dan menyusun kebijakan dan program yang mempromosikan kegiatan pembangunan berkelanjutan . seminars. workshops. Program pilot untuk aplikasi KLHS di beberapa daerah di Indonesia dengan identifikasi masalah lingkungan (Padang Bay – West Sumatera and Regency of Serang. seminar. Universitas. dan menyusun kebijakan dan program yang mempromosikan kegiatan pembangunan berkelanjutan 1 direktur dan beberapa staf CNREA ( Country Natural Resources Environment Analysis ) technical report . BPLHD. KLH. 2 Kepala bidang. PU. Internet connection Lembaga nasional (Depdagri.Fasilitas Ruang kantor. Bappeda. 5. e-mail.Banten) Menyediakan panduan bagi daerah.Anggaran 4. etc ). lesson dan regulasi KLHS. learnt. website. kepemerintahan dan perencanaan. meetings . melaksanakan fungsi monitoring Deputi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Menyusun prinsip-prinsip keberlanjutan pada perencanaan pembangunan 3. Scanner Internet connection Bappenas. phone. Clearing house 5. dan pertimbangan sesuai dengan fungsinya kepada Presiden dan mengembangan aplikasi juga pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan dalam hubunganya dengan mendukung kebijakan-kebijakan dan otonomi daerah 4. Depdagri. email.Produk 1 Asdep.Staf .Laporan Studi Kelayakan Negara yang berada dalam kewenangannya 4. computer. Komunikasi via MUSRENBANG. 13 staf Laporan teknis panduan. LSM. BPN. kunjungan.tugas . PU.Jangkauan . Selain itu table diatas juga 13 . donor.

Unit KLHS yang dimaksud disini adalah unit yang saat ini menangani KLHS. Rangkuman hasil periksa keempat unit (clearing house dan perpustakaan) tersebut sebagai berikut: Table 3: Perbandingan Kegiatan Operasional Harian Issues Clearing house Keanekaragaman Hayati 2003 Clearing house Data dan Informasi 2005 Perpustakaan Emil Salim Clearing house Energi Terbarukan dan Konservasi Energi 2004 Year berdiri Fungsi : • Fungsi utama 2004 Pusat Informasi Pusat Informasi Perpustakaan terbuka bagi dan Publik Pusat Informasi KLH 14 . layanan tertutup. Tabel berikut ini memperlihatkan hasil seleksi sample tersebut: Table 2: Hasil Seleksi Sample Clearing house dan Perpustakaan No. kegiatan harian yang ada didalamnya. KLH memiliki kesemua unit/komponen tersebut. sedangkan bappenas memiliki unit KLHS dan perpustakaan saja. 5. Pemetaan selanjutnya dilakukan pada tiap clearing house dan perpustakaan yang ada pada tiga lembaga tersebut untuk melihat lebih jauh. sementara lembaganya tetap BPLHD. BPLHD difungsikan sebagai clearing house. tidak dapat diperbandingkan dengan yang lain Catatan Jadi dari 7 lembaga yang terdiri dari 4 clearing house. Seleksi dilakukan dengan memilah clearing house atau perpustakaan yang relevan dan sudah berlangsung kegiatannya. khusus. Layanan dan Biaya: Model Clearing house yang ada Kegiatan operasional harian yang ada pada tiap clearing house dan perpustakaan yang eksis pada tiga lembaga pemerintah utama sebagai lembaga pemerintah yang paling dekat dengan isu KLHS akan dipaparkan pada bagian ini. kegiatannya clearing house riilnya belum berjalan Tidak terpilih. hanya bagi internal staf Terpilih Tidak terpilih.Laporan Studi Kelayakan memperlihatkan unit KLHS dan clearing house serta perpustakaan yang ada di tiap lembaga. sementara DDN memiliki unit KLHS tetapi tidak memiliki contoh clearing house atau perpustakaan. Jangkauan. namun tidak kesemuanya akan diperbandingkan atau diperiksa pada bagian ini. 1 2 3 4 5 6 7 Clearinghouse/Perpustakaan Clearing house of Biodiversity Clearing house of Data and Information Library of Emil Salim Library of Bappenas Clearing house of Renewable and Conservation Energy Clearing house of Micro-Hydro BPLHD Terpilih Terpilih Terpilih Tidak terpilih. Jumlah keseluruhan sample clearing house adalah tujuh lembaga.2 Fungsi. disamping juga clearing house yang eksis pada lembaga pemerintah lainnya. diperbandingkan dan untuk selanjutnya ditarik garis merah yang ada pada ke-empat unit ini. 2 perpustakaan dan 1 badan daerah terpilih 3 clearing house dan 1 perpustakaan untuk diperiksa lebih lanjut.

mengolah dan menyebarluask an dokumen sebagai produkdari KLH secara umum Memberikan akses bagi publik Mempromosika n layanan perpustakaan • Membangun sinergi diantara para pihak di bidang energi terbarukan Mempromosika n produk energi terbarukan Pertukaran informasi • • • • • • Jangkauan : • • Jangkauan Sarana/medi a Komunikasi National international • • Website brosur & Internal • • intranet brosur National dan lokal • • Website brosur National dan lokal • • Website Mailing list Layanan • • Tingkat layanan Pengguna/ Kebutuhan dasar • Akademisi. perusahaan dan masyarakat secara umum • Layanan yang tersedia • • • Tanya jawab referensi forum diskusi Tanya jawab • Tanya jawab seputar koleksi dan jasa perpustakaan Referensi ke divisi khusus di KLH Katalog online Full text document keanggotaan Dokumen amdal • • • tanya jawab forum diskusi referensi • • • • • Database khusus • Para pihak terkait dengan keanekaragam an hayati Groups interest of Tidak tersedia 2 Product dan program di KLH • • • • • Produk energi terbarukan ahli produser penemu • • • kantor fisik staf Tidak tersedia 2 Tersedia 7 Tidak tersedia 2 15 .Laporan Studi Kelayakan • Tujuan • mempromosika n dan memfasilitasi kerjasama teknis dan ilmiah integrasi dan pertukaran informasi Jaringan kerja • Pertukaran informasi di KLH Meminimalka n duplikasi data Mempercepat akses data bagi publik • • • Mengumpulka. masyarakat sipili. lembaga penelitian. lembaga donor. masyarakat sipili. lembaga penelitian. lembaga donor. peneliti. dan masyarakat secara umum dasar • Internal & masyarakat umum dasar • Masyarakat secara umum dasar • Akademisi.

dan menyebarluaskan informasi Jangkauan. dan hamper semuanya memiliki tujuan yang kurang lebih sama yaitu mengumpulkan. Kemudian dipilih empat clearing house secara acak sebagai berikut: • • • • Clearinghouse of Environmental Education and Information (CEEI) National Clearinghouse for Educational Facilities (NCEF) Danish Clearinghouse for Educational Research (DCER) Environmental Clearinghouse (EC) Hasil observasi singkat dipaparkan pada table berikut ini: 3 Merriam-Webster adalah penerbit dari Amerika yang sudah sangat dikenal sebagai penerbit yang menerbitkan berbagai produk yang berhubungan dengan referens-bahasa. Media komunikasi yang digunakan adalah website dan brosur serta forum diskusi. Definisi atau lingkup dasar dari clearing house sebagaimana yang dimuat dalam MerriamWebster3 yaitu sebuah pusat koleksi. Kesemua layanan yang disediakan clearinghouse merupakan bagian dari pelayanan umum sehingga tidak dipungut biaya. atau dokumen full text.Laporan Studi Kelayakan Pemenuhan Biaya • • Anggaran rutin Pendapatan APBN APBN • • APBN Sejak 2009. dan distribusi khususnya informasi. contoh clearing house dan perpustakaan diatas memiliki jangkauan yang berbeda. mengolah. 16 . dan hanya perpustakaan yang memiliki potensi pemasukan dari masyarakat umum melalui keanggotaan. Fakta diatas juga diperkuat oleh hasil observasi dari beberapa website clearing house yang ada di Amerika dan Denmark. layanan dan biaya: • Fungsi. dan forum diskusi. • • • Kondisi yang berlaku pada contoh clearing house dan perpustakaan yang dipaparkan diatas. Pemilihan contoh clearing house dari Negara lain ini dilakukan secara acak. secara lebih luas merupakan sebuah saluran informal untuk mendistribusikan informasi dan memberikan pendampingan. pertukaran. seperti keanggotaan. dengan mengetikan kata kunci “clearinghouse” dan “environment” pada mesin pencarian Google. kesemua contoh clearing house dan perpustakaan diatas memiliki alokasi dana reguler yang bersumber dari APBN. klasifikasi. dll APBN - Tabel diatas memperlihatkan beberapa catatan penting terkait dengan fungsi. Kesemua layan Pemenuhan Biaya. referensi menuju ke lembaga/divisi lain yang memiliki informasi terkait. hingga menjangkau komunitas internasional. Sedangkan perpustakaan menyediakan layanan yang lebih beragama. fotocopy. catalog online. sumber pendapatan: keanggotaan. fotocopy document. pada umumnya memiliki fungsi dasar dari clearinghouse yaitu sebagai pusat informasi. scanner. Layanan. jangkauan. contoh clearing house diatas menyediakan layanan dasar seperti tanya jawab informasi terkait. mulai dari internal. setiap clearing house dan perpustakaan memiliki fungsi utama sebagai pusat informasi. target pendapatan 24 juta.

secara eksplisit dua clearinghouse mendedikasikan layanannya bagi public secara bebas. The clearinghouse's main product is the systematic research review. Antara Kondisi Yang Ada dan Harapan Paparan pada bagian sebelumnya memperlihatkan berbagai fakta dari beberapa contoh clearinghouse baik yang ada di lingkungan KLH. Louis USA The Environmental Clearinghouse (EC) enables effective public participation in crucial environmental decisions by connecting public interest groups with legal and technical experts. Isu Terpilih Country Deskripsi USA This clearinghouse is your tool to locate environmental education material available in the Pacific Northwest.3. funding. and maintaining safe. Clearinghouse untuk penelitian pendidikan memiliki layanan yang sedikit bebeda dengan lainnya. designing. 5. Department of Education and managed by the National Institute of Building Sciences. which clearinghouses and other research environments around the world already produce Kajian penelitian dan pusat informasi Kajian penelitian tersistematik Kursus dan kuliah Fee Bebas Biaya Bebas Biaya Biaya? EC St. The Documents Database is a confidential resource for legal clinics and public interest attorneys designed to help minimize background work while maximizing the ability to serve clients Pusat Informasi Fungsi Pusat Informasi Layanan Infomasi Informasi Database dokumen – rahasia ditujukan bagi klinik hukum Biaya? Tabel 4 diatas memperlihatkan bahwa fungsi utama clearinghouse tersebut adalah sebagai pusat informasi.Laporan Studi Kelayakan Tabel 4: Contoh Clearinghouse di Negara lain. namun juga menyediakan kursus dan perkuliah bagi praktisi dan politisi mengenai praktek pendidikan. Layanan utama adalah mengkaji penelitian di bidang pendidikan. building.S. The resources from hundreds of organizations have been organized in a number of categories CEEI USA Created in 1997 by the U. Mengenai biaya. the National Clearinghouse for Educational Facilities (NCEF) provides information on planning. sedangkan dua lainnya yaitu Clearinghouse untuk Penelitian Pendidikan dan Clearinghouse Lingkungan Hidup tidak memberikan keterangan jelas didalam websitenya mengenai jasa bagi layanan mereka. Perbandingan tersebut diperlihatkan pada table dibawah ini: 17 . improving. This is an internationally recognized product. high performance schools Pusat Informasi NCEF DCER Denmark Clearinghouse creates an overview of the current best knowledge of good educational practice and communicates it to practitioners and politicians. Dari ke-empat clearinghouse ini. pengetahuan dan fakta terkini yang ada di Denmark. Bappenas maupun dari beberapa contoh clearinghouse. Depdagri. maka pada bagian ini akan dilakukan perbandingan antara kondisi yang berlaku pada clearing house umumnya dan harapan yang tercetus dari beberapa narasumber mengenai Clearing house Analisa Kebijakan dan Perencanaan Lingkungan. healthy.

to include committees and private non-profit organizations. dan tidak dapat diadopsi untuk tujuan yang lain. are used when an objective needs consideration and no standing organ or committee within said organization can absorb that issue into its scope. Fungsi dan layanan.com/dictionary/adhoc dan http://en. donor.merriam-webster. akademisi. Biasanya panitia atau komisi atau organisasi ini digunakan dalam waktu terbatas.Laporan Studi Kelayakan Table 5: Perbandingan Kondisi yang Ada dan Harapan Isu Pemilihan Lembaga induk Kondisi yang Ada Memiliki lembaga dari lembaga induk Pusat informasi induk/bagian • • • • • Jangkauan Layanan International. or review of the standing rules or the constitution of that organization 18 . LSM. akademisi. atau kelalaian dari suatu isu atau masalah. Usually these committees are used on a temporary basis. laporan penelitian atau hasil kajian Keahlian: konsultasi. Di dalam beberapa kamus seperti Merriam Webster atau Black Law4 pengertian adalah ad hoc adalah didirikan untuk tujuan khusus. supervisor piloting Pengguna: pemerintah baik pusat dan daerah. pelatihan. dan masyarakat pada umumnya Harapan Independent/ad hoc Bagian dari KLH Pusat informasi Pusat data Pusat penelitian Fungsi International. mailing list Publikasi: Newsletter Referensi Pengguna: para pihak terkait. seperti misalnya untuk mengkaji konstitusi dari suatu organisasi. national & local • • • • • Pusat Informasi Pertukaran Informasi: Forum diskusi. Donor. lebih jauh pada wikipedia5 disebutkan bahwa ad hoc adalah sebuah disain solusi untuk memecahkan maslah yang spesifik. national and local • • • • Pusat informasi Pertukaran informasi Referensi Publikasi: Jurnal. kemungkinan untuk mendirikan clearing house sebagai lembaga ad hoc yang berdiri sendiri. bagian pelayanan publik dari • • Tabel diatas memperlihatkan adanya perbedaan antara harapan dan kondisi yang umum ada pada beberapa contoh clearinghouse yang dipaparkan pada bagian sebelumnya. kedua isu ini berhubungan erat dan mendasar. buku.dan masyarakat secara umum APBN Revenue: management for services fees • • Pemenuhan Biaya • • APBN Bebas biaya. tidak dapat digeneralisir.wikipedia. Semua fakta saat ini mengarah pada KLH sebagai lembaga induk yang membawahi clearinghouse.org/wiki/Ad_hoc 6 Ad hoc organizations. Catatan perbedaan tersebut terdiri dari: • Lembaga Ad Hoc. KLH sebagai lembaga induk. Sementara itu untuk bentuk komisi atau organisasi ad hoc masih menurut wikipedia6 disebutkan biasanya komisi atau organisasi ad hoc dibentuk bila sebuah tujuan membutuhkan pertimbangan dan tidak ada divisi atau panitia di dalam organisasi tersebut yang dapat menampung isu tersebut dalam lingkup kerjanya. such as temporary oversight of an issue. LSM. fungsi dari clearinghouse kemudian akan direalisasikan melalui serangkaian kegiatan khususnya • • 4 5 http://www. hal ini adalah alternatif lain untuk pemilihan lembaga induk.

factsheet Database: ahli. fact sheet. Pemenuhan biaya berhubungan erat dengan isu keberlanjutan. khususnya lima isu utama diatas. Seluruh contoh pada studi ini memiliki bentuk kelembagaan yang menjadi bagian dari lembaga induknya. brosur. tidak ada clearinghouse atau perpustakaan yang dibentuk sebagai lembaga ad hoc Contoh pada studi ini pada umumnya memiliki fungsi sebagai pusat informasi sesuai dengan definisi dasar clearinghouse. namun memiliki jasa layanan yang beragam.Laporan Studi Kelayakan kegiatan layanan bagi pengguna. Lebih jauh lagi pemilihan fungsi juga terkait dengan biaya operasional dan juga pelaksana kegiatan harian. jurnal. Kesimpulan dan Rekomendasi 6. Komponen pendukung ini merupakan modal dasar dalam pendirian clearinghouse nantinya.1 Kesimpulan Berdasarkan assessment dari kondisi yang ada dan juga harapan akan keberadaan clearinghouse. sehingga akan menkontribusi pada penghematan waktu dan alokasi biaya Depdagri dan Bappenas memiliki peran yang sangat penting dalam implementasi KLHS pada tingkat local dan nasional sesuai dengan ketugasannya masing-masing. buku. contoh clearing house dan perpustakaan di Indonesia pada studi ini memperlihatkan kondisi umum yang berlaku sehubungan dengan biaya dimana semuanya memiliki alokasi pembiayaan yang berasal dari APBN. KLH memiliki komponen pendukung yang paling lengkap baik berupa keberadaan perpustakaan atau clearinghouse lain. laporan penelitian Keahlian: konsultansi. juga keberadaan unit KLHS. serta dukungan mengarah kepada KLH sebagai lembaga inisiator KLHS untuk menjadi lembaga induk clearinghouse. • 19 . berikut ini kesimpulan-kesimpulan yang dapat kami sampaikan: • Data dan fakta yang berhasil dikumpulkan pada studi ini. 6. brosur. kedekatan tupoksi yang ada dengan isu KLHS. • Lanjutan Pusat Informasi Pusat Data Pusat Kajian/penelitian Catatan Lanjutan: membutuhkan ahli perencanaan lingkungan dan peneliti National & international • • Pusat Informasi Pertukaran informasi: list dan diskusi mailing forum Lanjutan: Membutuhkan anggota tim yang qualified terkait dengan tiap layanan yang disediakan khususnya yang membutuhkan keahlian • • • Publikasi:newsletter. Alternatif fungsi Clearinghouse Analisa Kebijakan dan Perencanaan Lingkungan dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu dasar dan lanjutan Rincian bentuk dari dua tingkatan ini terlihat pada table di bawah ini: • • • • • • Table 6: Perbandingan tingkat dasar dan lanjutan Isu Fungsi Dasar Pusat Informasi • • • Jangkauan Layanan National & international • • Pusat informasi Pertukaran informasi: mailing list atau forum diskusi Referensi Publikasi: Newsletter KLHS.

ahli. catalog publikasi KLHS termasuk lesson learnt. termasuk didalamnya status isu KLHS di Indonesia saat ini. Perumuskan fungsi clearinghouse sebaiknya mempertimbangkan status KLHS di Indonesia dan perencanaan strategis KLHS bila sudah ada. modul. akademisi. dan masyarakat pada umumnya trainings. berita Database khusus: data mentah untuk isu lingkungan Pengguna: lembaga pemerintah pusat dan daerah. lembaga internasional. serta prinsip efisiensi dan efektifitas dalam memaksimalkan asset yang ada. media LSM. berita • Pengguna: lembaga pemerintah pusat dan daerah. ahli. DPR & DPRD. lembaga internasional. misi. pemilihan dan penetapan tingkat dan tipe layanan sebaiknya memperhatikan fungsi dan juga kebutuhan serta target jangkauan. modul. bagian dari pelayanan publik • • 6. dan masyarakat pada umumnya APBN Terdapat pengenaan biaya untuk layanan tertentu • • Pemenuhan biaya • • APBN Bebas biaya. Clearinghouse adalah bagian dari evolusi atau perjalanan KLHS di Indonesia. lembaga donor. pengambil keputusan dan kebijakan. akademisi.Laporan Studi Kelayakan catalog publikasi KLHS termasuk lesson learnt. Terakhir. media LSM. Beberapa rekomendasi yang kami sampaikan sehubungan dengan pembentukan Clearing House Analisa Kebijakan dan Perencanaan Lingkungan adalah sebagai berikut: • • • Pemilihan lembaga induk dan bentuk kelembagaan semestinya mempertimbangkan komponen pendukung yang sudah ada pada beberapa lembaga induk kandidat Penetapan struktur organisasi sebaiknya mempertimbangkan isu keberlanjutan Penetapan visi. harapan. • • 20 . piloting dll • Database: ahli. lembaga donor. DPR & DPRD. kamus. dan tujuan yang hendak dicapai sebaiknya mempertimbangkan peran dan tupoksi yang sudah dimiliki lembaga atau divisi lain baik di internal KLH maupun lembaga pemerintah lainnya.2 Rekomendasi Rekomendasi yang disampaikan pada bagian ini mempertimbangkan beberapa hal penting yang sebagian besar telah disebutkan pada bagian sebelumnya yaitu kondisi yang ada. kamus. pengambil keputusan dan kebijakan.

Laporan Studi Kelayakan Daftar Lampiran 1. 3. Daftar Pertanyaan Daftar Narasumber Daftar Publikasi KLHS Bagan organisasi KLH 21 . 2. 4.

Level of service • • • 4.Laporan Studi Kelayakan Lampiran 1 : Daftar Pertanyaan No. Cost recovery • • 22 . Outreach • • 5. and specific staff to deliver services Clearing house/information center’s services outreach How user reach the clearing house/information center Fund resources and scheme Clearing house/information center’s revenue 2. Function • • • 3. 1. Isu Host choice • • Pertanyaan-pertanyaan Beginning process of establishment of clearing house/information center How and why host choice decided Mission and Vision Main function of clearing house/information center Organizational structure Main target of clearing house/information center’s services Various available services Number of staff.

31934323 021-3157239 081314006638 Tanggal 10 June 10 June 10 June 12 June 15 June 15 June 16 June 16 June 16 June 16 June 17 June 17 June Head Capacity building section of Directorate Renewable and Conservation Energy Staff Capacity building section of Directorate Renewable and Conservation Energy Consultant Imidap Biodiversity Clearing House MoHA KLH KLH 021-5225180 # 2417/2418 021-5225180 # 2417/2418 021-522 5180 ext 1234 0818 0619 4163 0816 111 3252 021-85906676 0816989887 13 Arifin Joko Pradipto 17 June 14 15 16 17 18 Zendra Gofar Ismail Diah Indrajati Heru Waluyo Laksmi Wijayanti 17 June 19 June 22 June 23 .31934323 021. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Suharyono Drajat Yayat Rukhiyat Ibu Ida Triarko Nurlambang Abdul Aziz Adi Wiyana Tri Dewi Virgiyanti Anwar Sunardi Arif Haryana Suhartatik Tjuk Kuswartojo Dotor Panjaitan Lembaga Head of Section Library Emil Salim Library Emil Salim Biodiversity Clearing House UI Data and Information Clearing House Consultant Danida Bappenas Bappenas Bappenas Bappenas Library Telepon 021-85907286 021-85907286 021-8517163 08129478287 021-8580081 0811154063 0811 865 725 021.Laporan Studi Kelayakan Annex 2: Daftar Nara Sumber No.

Bandung Basin. Policy Paper on SEA. Plan. Kartamantul and Bima). Environmental Sector Program (ESP) 2 1. December 2007 Question and Answer about SEA. 9. December 2007 SEA on Ciayumajakuning pilot projects. Bappenas. 4.Laporan Studi Kelayakan Lampiran 3: Daftar Publikasi KLHS Publikasi KLH dengan dukungan Danida. 2008 Final Report: Presidential Decree Review on Sumatra Island Spatial Plan through SEA application. 3. 2008 24 . Country Natural Resources Environment Analysis Background Study for RPJM Document 2010-2014 – Environmeht Issue: Final Report. 7. 8. 5. 6. Direktorat Lingkungan Hidup. December 2007 SEA on Padang Bay City Development Plan. 2009 Final Report : Critical Assessment on Related Laws of Spatial Publikasi Bapenas: 10. 2. and Program. December 2007 Manual of SEA. 11. 2009 Final Report: Pilot project’s Summary : Ciayumajakuning. West Sumatra. December 2007 Considerations on implementing SEA for Spatial Policy.