You are on page 1of 70

KRIDA TKP TPTKP : Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara.

Artinya Tempat dimana suatu tindak pidana dilakukan/terjadi, atau tempat dimana barang bukti/korban berhubungan dengan tindak pidana. Tujuan dan maksud Penanganan TKP : 1. Menjaga agar TKP dalam keadaan utuh. 2. Melindungi agar barang bukti tidak hilang / rusak, tidak ada perubahan penambahan dan pengurangan serta tidak berubah letaknya. Cara bertindak di TKP: 1. Memberikan perlindungan, pertolongan pertama pada masyarakat. 2. Menutup dan mengamankan TKP (mempertahankan status). 3. Memberitahukan kepada pihak berwajib (polisi). Metode pencarian barang bukti: 1. 2. 3. 4. Dilakukan dilapangan petunjuk pelaksanaan. Pembagian wilayah Juklak/04/I/1982 tgl 18-2-1982. Dilereng pembukitan 1982 Tentang proses penyelidikan tindak pidana. Diruang tertutup.

Dasar UU Kepolisian No 13 Tahun 1961 tentang tugas dan wewenang kepolisian. Petunjuk pelaksanaan: UU No 104/II/1982 Tanggal 18-2-1982 Tentang proses penyidikan tindak pidana. Kejadian Perkara: Semua kejadian yang bersifat menjadi urusan kepolisian. TKP merupakan sumber dari bahan-bahan penyidik perkara karena didapati bekas-bekas dari peristiwa itu berupa bekas kaki, tangan, darah, muntahan dan alat/benda sebagai alat bukti di pengadilan, selain itu digunakan bahan penyidik perkara. Selanjutnya “ Setiap orang yang disangka melakukan suatu perkara pembunuhan akan dikenal tindakan-tindakan tersebut ”. TKP Perkara pembunuhan. Pasal 35 (1) KUHP: Kalau pembunuhan itu dilaksanakan didalam rumah, maka TKP nya bukan hanya terletak ditempat korban tersebut tetapi seluruh bagian-bagian lain dari rumah tersebut. TKP Mayat Hanyut: Usahakan agar mayat dapat diambil kepinggir, kemudian catat ciri-cirinya; identitas diri, tempat mayat itu sendiri, TKP itu sendiri. TKP Mayat Tergantung: Mayat tidak boleh langsung diturunkan, karena belum tentu bahwa korban mati gantung diri. Karena perlu dicari bekas-bekas lain disekitarnya yang menunjukkan apabila korban mati bunuh diri / setelah mati kemudian sengaja digantung orang lain untuk menyesatkan polisi. Perhatikan barang-barang / bekas-bekas disekitarnya. TKP Pencurian: Apabila pencurian terjadi didalam rumah, maka TKP nya bukan saja didalam rumah / lemari dimana barang-barang itu sendiri. TKP Kebakaran: Kebakaran karena sengaja, kebakaran karena kelalaian, kebakaran karena alam / lain-lain.

Macam-macam Sidik Jari: - PLAIN WOLL - PUAP LOP - AREN - FANTECH Penanganan TKP: 1. Tindakan pertama dilakukan oleh Polri / masyarakat setempat. 2. Pengolahan TKP dilakukan oleh penyidik / ahli yang diminta tolong oleh Polri. MODUS OPERANDI: Cara-cara pelaku memohon tindak pidana (kejahatan). Urutan-urutan tindakan di TKP: 1. Menutup dan membatasi TKP atau memberitahukan kepada kantor polisi terdekat. Jika TKP terdapat korban yang masih hidup. 2. Menahan orang-orang / saksi di TKP. Saksi: orang yang melihat / menyaksikan dengan mata kepala sendiri pada saat kejadian berlangsung. 3. Mencari dan mencatat saksi, lalu diserahkan kepada Polisi. 4. Mencari dan mengamankan bekas / barang bukti, usahakan membuat sket / bagan / memotret TKP. Tindakan-tindakan terhadap korban: Periksa apakah ada tanda-tanda kehidupan pada korban dengan cara: 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Perubahan bagian badan sudah dingin / masih panas. Meraba pergelangan tangan, apakah masih ada denyut nadinya / tidak ada. Bila ada tanda-tanda kehidupan segera diberi pertolongan berupa PPPK. Beri tanda-tanda letak korban di TKP. Bawalah korban kerumah sakit terdekat. Tangkap pelaku apabila masih ada di TKP. Caatat nama, umur, alamat, pekerjaan, dan hubungan dengan pihak korban. Cegah jangan sampai si-pelaku menghapus bekas / menghilangkan bukti-bukti. Adakan pencarian-pencarian singkat apabila pelaku ada disekitar TKP. Lihat korban apakah patah tulang, luka ringan / berat / mati. Melihat titik temu pada kedua kendaraan lalulintas diberi tanda dengan kapur. Membuat sket gambar batas kecelakaan. Mengukur jalan dari tepi jalan. Mengukur AS jalan dengan Senterland. Mengukur bekas-bekas Rem (<40 style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 0);">

Tindakan-tindakan terhadap pelaku:

Cara mengatasi TKP di Lalu lintas.

Tindakan pertama: Segala tindakan yang harus dilaksanakan menurut ketentuan teknik bagi para petugas yang datang pertama kali di TKP. Tersangka: seseorang yang berhubungan dengan tindak pidana yang berdasarkan bukti-bukti. SASARAN TKP: 1. Korban. 2. Pelaku. 3. Barang bukti. 4. TKP itu sendiri. Cara menentukan hidup / mati dari tindakan di TKP: 1. Amankan TKP. 2. Masuk ke TKP dengan cara teknis (memberi tanda pada kaki). 3. Raba nadi leher, nadi tangan, buka mata, tubuhnya dingin / hangat. 4. Beritahu pada anggota lain bahwa korban masih hidup / mati. 5.

Jangan menyentuh barang bukti di TKP. 6. Tolong bila hidup, biarkan jika mati kecuali mengganggu. Faktor-faktor yang mempengaruhi TKP: 1. Alam (cuaca dan medan). 2. Non alam (manusia / makhluk hidup lainnya). Peralatan dalam mendekati TKP: 1. Kekuatan personil / petugas. 2. Kendaraan. 3. Alat-alat tulis (kapur, pen,spidol, kertas/buku). 4. Alat-alat lain (sarung tangan, pisau/gunting, tali, senter, meteran dan kamera). Cara mencari barang bukti: 1. 2. 3. 4. Dengan bentuk Spiral: barang bukti berada di tanah lapang, semak-semak, dan hutan. Dengan bentuk Zona: Barang bukti berada dilapangan rumah/tempat tertutup. Dengan bentuk Strip/garis: barang bukti berada di tanah berbukit/lereng. Dengan bentuk Roda: barang bukti berada didalam ruangan.

Keterangan: Semua teknik diatas dapat berlaku semua tempat sesuai situasi dan kondisi alam dan diambil yang paling praktis. Cara memindah/mengambil barang bukti bila dalam keadaan terpaksa: 1. Pisau: Gunakan tali dengan simpul, kemudian ikat pada pisau yang ada sidik jarinya. 2. Senjata Api: Gunakan telunjuk masukkan dibelakang picu/penarik tutup dengan kapas. 3. Peluruh: Ujung telunjuk dengan ibu jari ambil ujungnya masukkan kapas dan bungkus. 4. Darah: Bisa dengan menggunakan kapas/kain, bila kain kering digunting dan kerik bila ditempat lain. 5. Rambut: Ambil jepit kemudian bungkus dengan kertas. TINDAKAN PERTAMA TERHADAP KORBAN KERACUNAN 1. Jenis keracunan Alkohol, Anggur, dll: Tindakan pertama: - Beri minum kopi pahit. - Dinginkan dengan ES. - Usahakan muntah. - Bawa ke Rumah sakit terdekat. 2. Jenis keracunan Makanan busuk: Tindakan pertama: - Usahakan muntah (sogok dengan jari) - Beri Norit 3. Jenis keracunan bensin dan minyak tanah: Tindakan pertama: - Beri Norit, susu, santan kelapa, kopi pahit. 4. Jenis keracunan Tempe Bunykrek: Tindakan pertama: - Beri Norit dan minyak kelapa. 5. Jenis keracunan Obat tidur: Tindakan pertama: - Minum air sebanyak-banyaknya. - Usahakan muntah sebagai pencuci perut. - Beri Norit kemudian beri garam inggris. 6. Jenis keracunan Zat-zat asam: Tindakan pertama: - Minum air sebanyak-banyaknya. - Minum air susu dengan jumlah banyak. - Beri garam inggris.

4. Amankan sisa makanan/minuman. a.  Potong tali diatas dengan irisan seorang. Berberak. Tali bukan simbul mati. Lidah menjulang lurus ke luar (mulut keluar kapuk). Lapor pada Kepala Desa/LURAH. b.  Beri pertolongan P3K kemudian bawa ke rumah sakit. 3. 2. Lapor pada Kepala Desa/LURAH. bila hidup lakukanlah:  Angkat kaki korban dan cari meja/alat lain. Lapor pada pihak berwajib (POLRI). h. TINDAKAN PERTAMA PADA KEBAKARAN PENANGGULANGAN PENDERITA KECELAKAAN a) Amankan penderita kecelakaan. 2. Lapor pada pihak berwajib (POLRI) dan ceritakan urutan kejadiannya. Jangan main hakim sendiri. TINDAKAN PERTAMA PADA ORANG GANTUNG DIRI a) b) c) d) Amankan TKP. Tutup TKP jangan ada orang tidak bertanggung jawab masuk. 4.Keterangan: Apabila telah meninggal lakukan tindakan sebagaimana TKP dan jangan lupa setelah laporan: 1. e. Ciri – ciri orang gantung diri 1. e) Catat dalam buku mutasi (Identitas KTP). . a) b) c) d) a) b) c) d) Amankan muntahan. bantu bila hidup dengan cara teknis kemudian beri P3K dan bawa ke rumah sakit. Tidak ada bekas luka kecuali leher. Laporkan kepada penyidik urutan kejadian. TINDAKAN PERTAMA PADA PENCURIAN TINDAKAN PERTAMA PADA PEMBUNUHAN Amankan TKP. f. c. Tunggu petugas berwajib (POLRI). g. Jangan merubah dan jangan menyentuh barang bukti. Amankan gelas/tempat/pembungkus. Biarkan bila mati. Hubungi Pemadam Kebakaran Telp 113 Lapor pada pihak berwajib (POLRI). d. Tutup TKP dan amankan keadaan. Selamatkan korban. e) Catat dalam buku mutasi (Identitas KTP). Dekat dengan meja/alas kaki. 5. Tunggu sampai penyidik datang. Lapor pada pihak berwajib (POLRI). Lapor pada Kepala Desa/LURAH. b) Hubungi Ambulance Telp 118. 3. Biarkan jika mati sampai penyidik datang. harta benda dan padamkan api. Amankan TKP.

Lokasi TKP (Daerah wilayah/kota/desa. Ø TAP MPR no. Mendatangi. PENGETAHUAN TIBMAS Siskamling adalah suatu cara pengendalian keamanan yang berada di lingkungan pedesaan atau perkotaan yang bertujuan untuk mengendalikan gangguan-gangauan Kamtibmas yang berasal dari oknum manusia maupun dari alam. Melaporkan dan bertanggung jawab terhadap sauatu kejadian 8. Dasar-dasar : Ø UUD 1945 Pasal 30 ayat 1Ø UU no. mengamankan TKP ( TPTKP ) 7. Mampu menanggulangi bahaya kebakaran 4. Mampu melaksanakan tugas Patroli atau ronda 3. Sebutkan Identitas diri anda:       Nama anda.2002 tentang ketentuan-ketentuan pokok Kepoliian RI. membatasi. 300 / 434 10 kemampuan yang diberikan POLRI untuk petugas siskampling : 1. Nomer telpon anda. nomer. Menangkap orang yang melakukan kejahatan / tertangkap basah 9.c) Amankan pelaku dan kendaraan. Gang). 300 Th. jalan. TAP/MPR/II/1983 →GBHNØ Instruksi Gubernur no. 1983Ø Instruksi Camat Batang no. Memberikan pengamanan 5. Jumlah penderita/korban yang ada di TKP. Keadaan penderita/korban (sadar/tidak sadar/mati). Telpon ke nomer 118. Mewmberikan pertolongan dan menyelamatkan korban 6. Dapat membunyikan tanda bahaya 2. Mengisi buku mutasi kejadian / jurnal 10. Jenis keluhan (sakit. kriminalitas). d) Tutup TKP dari kerumunan warga dan lancarkan kembali arus lalu lintas dijalan. menjaga. CARA MENGHUBUNGI MOBIL AMBULANCE. e) Laporkan kepada pihak berwajib. Mampu memelihara tempat siskampling Manfaat siskampling : Ø Dapat memberikan rasa aman Ø Memberikan rasa perlindunganØ Menjalin atau memupuk rasa ke gotong-royongan Ø Mencegah gangguan Kamtibmas ØWujud Manunggal ABRI dan rakyatØ Memupuk rasa percaya diriØ Memupuk rasa kekeluargaan . 02 Th. kecelakaan lantas.

Penipuan ringan 12. Penghinaan ringan 9. 3. Bimastral dalah suatu kemampuan untuk menguasai wilayah sekitar tempat tinggal kita dengan cara mendatakan. 2. Menaruh pasir di pinggir jalan umum 8. 7500 ( ukuran tahun 1948 ) sekitar Rp. 5.Alat-alat pengenal siskampling : Ø Kentongan Ø Senter / oncor / alat penerangan Ø Ember / karung goni / kadut / pasir Ø Tambang Ø Ban lengan kampling Ø Borgol Ø Pentungan Ø Jas hujan / mantel / paying Tujuan dibentuk siskampling :Untuk mengamankan linmgkungan. Wanita tuna susila dan gigolo 7.Untuk mencegah hal-hal atau tindakan yang menyangkut criminal. Penggelapan ringan yang sedang melakukan . Pencirian ringan 10.000 Macam-macam Triping : 1. 4. Penganiayaan ringan 11.Jarak Penguasaan Bimastral :Wilayah perkotaan 50 m Wilayah pedesaan 100 m TIPIRING ( TINDAK PIDANA RINGAN ) Tipiring adalah suatu tindak pidana / pelanggaran hukum yang diancam hukuman maximal :Kurungan / penjara 3. meliputi pengamanan masyarakat dan pengamanan Negara.5 bulan Denda Rp. Mabuk di tempat umum Mengamen Menggelandang Membuat keributan di sidang pengadilan Membuat keributan ditempat orang peribadatan 6. mengidentifikasin memahami seluruh aspek kehidupan yang ada. 500.

Penyelenggara Registrasi/Identifikasi pengemudi/kendaraan bermotor. Patroli Lantas ( Traffic Patrol ). 2. Pendidikan Masyarakat tentang lantas ( Traffic Education ) Pendidikan dan Pembinaan masyarakat dalam rangka keamanan Lantas. 6. Keamanan meliputi Sekolah : ). Terutama Perundang-Undangan Lalu Lintas dan Peraturan Pelaksanaannya. Polri berperan sebagai : 1. meliputi : Pengaturan Lantas ( Traffic Direction ). Aparat pendidikan lalu lintas kepada Masyarakat. meliputi : Penyidikan Kecelakaan lantas ( Traffic Accident Investigation ). melalui Unit PJ R ( Patroli Jalan Raya ). Penindakan terhadap Pelanggaran Lantas ( Traffic Law Violation ). Represif. Ketekhnikan Lantas ( Police traffic Engineering ) 4. Pendidikan Masyarakat tentang Lantas ( Police Traffic Education ) 3. Aparat Penegak Hukum. Penegakan Hukum Lantas ( Police traffic Law Enforcement ) 2. Penjagaan/Pengawasan Lantas 9 Traffic Observation ). 2. yang meliputi : 1. . 5. Penegakan Hukum lantas ( Traffic Law Enforcement ) Preventif. Pengumpul dan Pengolah Data Lalu Lintas 7. 3. Aparat Penyidik Kecelakaan Lalu Lintas. dengan kegiatan-kegiatan yang diarahkan terhadap : Masyarakat PKS ( yang Patroli terorganisir. Aparat yang mempunyai kewenangan Kepolisian Umum 4. Registrasi/Identifikasi Pengemudi dan Kendaraan ( Driver and Vehicle Identification ) PERAN LANTAS Dalam rangka penyelenggaraan fungsi Lantas. Unsur bantuan komunikasi dan teknis.PENGETAHUAN LALU LINTAS PENGENALAN SATUAN LALU LINTAS POLRI FUNGSI LANTAS Fungsi Lantas adalah Penyelenggaraan tugas pokok POLRI bidang Lalu Lintas dan merupakan penjabaran kemampuan teknis professional khas Kepolisian. PENYELENGGARAAN FUNGSI LANTAS Fungsi Lantas diselenggarakan melalui : 1. Pengawalan Lantas ( Traffic Escort ).

Ketekhnikan Lantas (Police Traffic Engineering ) meliputi : · Penelitian terhadap penyebab kecelakaan. meliputi : Penerangan. POLISI POLISI Jaman Penjajahan LALU LALU LINTAS LINTAS penjajahan Belanda Sejarah lalu lintas di Indonesia tidak lepas dari perkembangan teknologi automotif dunia. Penyuluhan. yang berawal dari penemuan mesin dengan bahan bakar minyak bumi. Pekan lantas. serta Film. Pameran Mass Lantas Media. ). ). Pengumpulanan Pengolahan Data Lantas. kemacetan. · Pengawasan dan Penerangan terhadap pemasangan : Rambu-rambu Lantas ( Alat-alat pengatur Lantas Marka Jalan ( · Penentuan tempat Parkir ( Road ( Traffic traffic Parkir Sign Signals Marking Restriction ). kendaraan dan jalan. Lantas. Penyelenggaraan perijinan mengemudi kendaraan bermotor. dan pelanggaran Lantas yang menyangkut kondisi pengemudi. Pada . a. Lantas ( Saka Bhayangkara ).Pramuka Kamra/Banpol. 3. yang ditujukan untuk menciptakan Traffic Mindness. Masyarakat yang tidak terorganisir ( Masyarakat pemakai jalan. REGISTRASI Registrasi ( Identifikasi Pengemudi dan Kendaraan Bermotor ) meliputi : Pemeriksaan pengetahuan dan kemampuan calon pengemudi kendaraan bermotor. Penyelenggaraan Registrasi kendaraan bermotor. ). SEJARAH SEJARAH 1. Taman Brosur.

Sedangkan Polisi Lalu Lintas tidak nampak dan tidak banyak .kantor Polisi baru ada di beberapa kota . namun baru di pertegas susunannya pada masa pemerintah Gubernur Jenderal Sanford Raffles. bagian serse. yang umurnya dipegang oleh Polisi Belanda pada intinya. Segala aspek kehidupan ditentukan oleh kekuasaan Militer. Bentuk peraturan ini adalah Reglement (Peraturan Pemerintah) yang disebut Reglement op gebruik van automobilen (stadblaad 1899 no 301). dengan Surat Keputusan Direktur Pemerintah Dalam Negeri No. Sepuluh tahun kemudian pada tahun 1910 dikeluarkan lagi Motor Reglement (stb 1910 No. masa pendudukan Inggris.aturan mengenai Polisi Lalu Lintas. dalam perang Asia Timur Raya maka pemerintahan Indonesia dikuasai oleh bala tentara Jepang. Dalam organ kepolisian hanya ada organ Kempetai ( Polisi Militernya Jepang). Untuk mengimbangi perkembangan lalu lintas yang terus meningkat.kota besar seperti Jayakarta. Pada mulanya bagian lalu lintas di sebut doer Wesen. Dalam organ Polisi pada waktu itu ada empat bagian.73).Jaman revolusi di Eropa terutama akhir abad 19 mobil dan sepeda motor mulai berkembang banyak diproduksi. organisasi dan kader . Mulai munculnya aktivitas lalu lintas kendaraan bermotor di Indonesia. 64/a lahirlah satu organ Polisi Lalu Lintas dalam tubuh Polisi Hindia Belanda. Penjajahan Jepang Setelah Belanda menyerah kepada Jepang. artinya Polisi Lalu Lintas. Demikian juga mengenai pengaturan lalu lintas jalan dilakukan oleh Polisi Militer. Organ ini terus disempurnakan. Surabaya. Undang . sebagai jiplakan dari bahasa Jerman "Fuhr Wessen" yang berarti pengawasan lalu lintas. yaitu bagian sekretaris. Tanggal 27 Februari 1936 ( stadblaad No 83). Ketika mobil dan sepeda motor bertambah banyak Pemerintah Hindia Belanda mulai merasa perlu mengatur penggunaannya. Semarang. Pada tanggal 23 Februari 1933 dikeluarkan Undang undang lalu lintas jalan dengan nama : DE Wegverkeers Ordonantie (stadblaad No68). sehingga path tanggal 15 Mei 1915. Industri Mobil dipelopori oleh Benz yang perusahaannya berkembang sejak tahun 1886. bagian pengawas umum dan bagian lalu lintas. Selama penjajahannya Pemerintah Hindia Belanda aktif membuat aturan . Dengan demikian pemerintah Hindia Belanda telah memperhatikan masalah lalu lintas di jalan dan telah menetapkan tugas Polisi di bidang lalu lintas secara represif. diberi nama asli dalam bahasa Belanda Verkeespo/itie. Organ kepolisian sendiri telah ada lebih awal sejak jaman VOC. Tentu kesungguhan pemerintah Hindia Belanda bukan saja membuat undang undang tetapi juga mengembangkan jaringan jalan dalam kota maupun antar kota.kader Polisi Lalu Lintas terus di bentuk. Kantor .undang ini terus disempurnakan tanggal 1 Agustus 1933 (stadblaad No 327). Bidang lalu lintas juga diatur dan dikuasasi dengan cara militer. maka pemerintah Hindia Belanda memandang perlu membentuk wadah Polisi tersendiri yang khusus menangani lalu lintas. Peraturan pertama di keluarkan pertama kali pada tanggal 11 Nopember 1899 dan dinyatakan berlaku tepat tanggal 1 Januari 1900. tanggal 25 Nopember 1938 ( stadblaad No 657 dan terakhir tanggal 1 Maret 1940 (stadblaad No 72). b. Pemerintah Hindia Belanda yang saat itu menjajah Indonesia mulai membawa mobil dan sepeda motor masuk ke Indonesia.

S. Tokoh tokoh Polisi tersebut antara lain R. Ketentuan tersebut diperkuat oleh suatu maklumat pemerintah tanggal 1 Oktober 1945 yang ditanda tangani oleh Menteri Dalam Negeri. Tanggal 29 Desember 1945 Presiden mengangkat dan menetapkan R.I yang pertama. prajurit peta bersama .I baru mau menghadiri perundingan tersebut.tokoh polisi yang ikut aktif dalam mempersiapkan hari proklamasi bersama dengan tokoh . Gemblengan dan penindasan militerisme Jepang disamping menimbulkan banyak korban jiwa.tokoh lainnya. dengan serentak Bangsa Indonesia bergerak dan memproklamirkan kemerdekaan. Banyak tokoh . Hal ini dibuktikan setelah bala tentara Jepang menyerah kepada sekutu dengan di bomnya kota Hiroshima dan Nagasaki. namun pengorbanan tersebut tidak sia .diketahui prang pada masa itu. kendaraan dan lainnya slap mengamankan masyarakat dalam menyambut hari gembira yaitu Proklamasi.S. Kekurangan. baik petani.11. secara administrasi mempunyai kedudukan yang sama dengan Dinas Polisi Umum dari Pemerintah Hindia Belanda.sia karena di sisi lain mendorong semangat patriot di dada Bangsa Indonesia. anggota Polisi Lalu Lintas yang bersedia bekerja sama dengan Jepang dan sudah berpengalaman sebelumnya mendapat tugas membentuk registrasi kendaraan bermotor terutama yang di tinggal pemiliknya karena suasana Jepang. Polisi ( Polantas ) dengan perlengkapan yang ada. 2. Soekanto sebagai Kepala Kepolisian Negara R. keterbatasan serta kesulitan yang datang silih berganti menjadi tantangan tersendiri.sama bahu membahu bergerak menyambut kemerdekaan yang telah diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945. Soekanto dan R. 1945-1950 Pada masa Proklamasi ini sudah nampak kegiatan Polisi Lalu Lintas setiap ada kegiatan di jalan raya. Dengan kendaraan yang ada Polisi Lalu Lintas mengamankan dan mengawal para pejabat / politikus yang akan menuju ke gedung Proklamasi di . Hal ini berarti Jawatan Kepolisian Negara. a. polisi. Dalam perundingan itu Van Der Plas memerintahkan agar . Menteri Kehakiman dan Jaksa Agung yang telah menyatakan bahwa semua kantor kejaksaan termasuk dalam lingkungan Departemen Kehakiman sedangkan semua kantor Badan Kepolisian masuk dalam lingkungan Departemen Dalam Negeri. Setelah ada ijin dari Pimpinan Polisi R. senjata. Sehari kemudian tepatnya tanggal 30 September 1945 Belanda dengan dipimpin oleh Van Der Plas membujuk Polisi Republik Indonesia berunding segitiga dengan Belanda dan Jepang. Tanggal 19 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan bahwa Polisi termasuk di dalam lingkungan Departemen Dalam Negeri. pegawai negeri. Pegangsaan Timur serta ke lapangan Gambir guna menyambut proklamasi yang bersejarah itu. Pengangkatan ini disamping suatu kehormatan juga tantangan. pedagang. Dad segala penjuru tanah air dan dari segala lapisan masyarakat. Jaman Periode Kemerdekaan. dimana pada masa itu bangsa Indonesia menghadapi perang melawan Belanda. Sumanto.

peraturan mengenai pakaian dinas. bads berbaris dan lain lain. b. Bulan Januari 1946 dibentuk Civil Police dimana Polisi Indonesia dan Polisi Belanda dipisahkan.I. Semua anggota Polisi di kumpulkan di Kantor Besar Polisi.I. Sedangkan perwakilan Polisi R. Perlengkapan. maka akan diberhentikan.hutan namun tugas kepolisian termasuk lalu lintas tetap berjalan. Sosrodanu Kusumo memberikan masukan agar Belanda terus berhubungan dengan pemerintah R. Dasar penyusunan kembali Polisi Lalu Lintas tersebut secara resmi tidak diketahui. sedangkan Inggris sebagai penengahnya. mulai membenahi wadah . karena usia dan suku cadang yang tidak tersedia atau sulit mencari gantinya. Jumlah kendaraan di masa pendudukan Jepang masih sangat sedikit.kurir ke daerah untuk meneruskan instruksi. Hanya secara insidentil Kepala Kepolisian mengirim kurir . organisasi kepolisian walaupun menghadapi berbagai kendala. namun penyusunan ini mudah disebabkan keadaan lalu lintas yang memang masih belum seramai seperti sekarang ini. Menciptakan peraturan . 11 /SD tahun 1946 Jawatan Kepolisian Negara dipisahkan dari Departemen Dalam Negeri dan menjadi Jawatan sendiri dibawah Perdana Menteri. Pada periode ini masalah lalu lintas belum mendapat perhatian yang sungguh sungguh. baru setelah beberapa hari dilepaskan kembali. Organisasi Pengawasan Aliran Masyarakat dan Pengusutan Kejahatan.I. Usaha . Menyusun saat dan waktu mendatang diperlukan. Pada periode ini walaupun anggota Polisi banyak yang meninggalkan tugas dan ikut bergerilya di hutan . Pada bulan Februari 1946 Jawatan Kepolisian yang tergabung di dalam Departemen Dalam Negeri memindahkan kantor pusat / kedudukannya di Purwokerto.tiba di serbu serentak oleh tentara sekutu (Inggris ). jelas bahwa Belanda tetap ingin menguasasi Kepolisian R.I. Sebenarnya usaha -usaha penyusunan kembali organisasi Polisi Indonesia itu sudah ada sejak diangkatnya Kepala Jawatan Kepolisian Negara namun usaha itu terhenti pada saat pecah perang kemerdekaan ke dua ( Clash II) Setelah penyerahan kedaulatan . Karena kesulitan yang dihadapi oleh Jawatan Kepolisian pada waktu itu sedangkan mereka sangat dibutuhkan maka pada tanggal 1 Juli 1946 dengan Penetapan Pemerintah No. Tata Usaha Keuangan. Periode 1950-1959 Pada periode ini lahir Seksi Lalu Lintas dalam wadah Polisi Negara R. Pada periode ini Jawatan Kepolisian Negara. walau hanya dengan peralatan yang sederhana dan masih sangat terbatas. Dad peristiwa itu.Polisi tetap bekerja dengan pangkat yang ada. Hubungan antara kantor Polisi Pusat dengan Polisi Daerah pada bulan pertama praktis tidak ada.bagiannya. tanda pangkat. tata tertib dan tata susila.wadah.usaha yang telah dilakukan antara lain: Menyusun suatu Jawatan pusat dengan bagian . Apabila cakap akan tetap dipertahankan dan apabila tidak. tanggal ini selanjutnya di jadikan tanggal kelahiran dan dijadikan hari Bhayangkara. Tanggal 29 Desember 1945 kantor Polisi Jakarta tiba . Sisa kendaraan dari masa pendudukan Jepang yang ditinggal sedikit menjadi semakin berkurang.

Tugas pengamanan ini merupakan tugas yang sangat berat bagi Polisi . selanjutnya pada tingkat Kabupaten di bentuk pula seksi .kader Belanda di ganti oleh kader . Konferensi mempunyai arti penting baik bagi Indonesia maupun negara . di lokasi konferensi maupun tempat . pada tingkat pusat yang taktis langsung di bawah Kepala Kepolisian Negara. pelanggaran lalu lintas jalan.kesatuan khusus seperti Polisi Perairan dan Udara serta Polisi Lalu Lintas yang dimasukkan dalam pengurusan bagian organisasi. dan menyiapkan instruksi dan petunjuknya guna menurunkan / mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. Pimpinan Polisi di daerah pendudukan yang dipegang oleh kader . Mengawal dan mengamankan jalan di tempat . peringatan dan grafik tentang kecelakaan lalu lintas .kader Polisi Indonesia.tempat lainnya yang dikunjungi. Polisi Lalu Lintas berperan aktif memberikan perlindungan.negara Asia Afrika dalam rangka mengubah pandangan dan nasib bangsa . yang mempunyai rumusan tugas sebagai berikut: Mengumpulkan segala bahan yang bersangkutan dengan urusan lalu lintas jalan Memelihara / mengadakan peraturan. Melayani sebab . Oleh karenanya maka pada tanggal 22 September 1955. Untuk Polisi Lalu Lintas di wilayah Jakarta Raya merupakan bagian tersendiri yang mempunyai rumusan tugas sebagai berikut: Mengurus lalu lintas Mengurus kecelakaan lalu lintas Pendaftaran nomor bewijs Motor Brigade keramaian Komando pos radio dan bengkel Dengan kemajuan teknologi dan perkembangan lalu lintas yang semakin pesat Kepala Jawatan Kepolisian Negara memandang perlu untuk membangun wadah yang konkrit bagi penanganan -penanganan masalah lalu lintas.kesatuan / kantor -kantor Polisi Karesidenan. 20 / XIII /1956 tanggal 27 Juli 1956 kemudian di kesatuan . Karena kemajuan dan perkembangan masyarakat yang mulai perlu diantisipasi maka organisasi Polisi memerlukan penyesuaian agar dapat mewadahi dan menangani pekerjaan dengan cepat.I tanggal 29 Desember 1949 baru dapat dilanjutkan kembali.sebab kecelakaan lalu lintas jalan di berbagai tempat di Indonesia. keamanan. Kegiatan dan peristiwa penting dalam tugas Polantas pada periode ini adalah pengamanan Konferensi Asia Afrika yang berlangsung di Bandung bulan April 1955. Sehingga tanggal 9 Januari 1952 dikeluarkan order KKN No. di tiap kantor Polisi Propinsi dibentuk Seksi Lalu Lintas dengan Order Kepala Kepolisian Negara No.6 / IV / Sek / 52. Hanya dalam mereorganisasi Kepolisian Indonesia dinamakan Jawatan Kepolisian dan pada masa terbentuknya Negara Kesatuan tanggal 17 Agustus 1950 berubah namanya menjadi Jawatan Kepolisian Negara. Untuk itu diperlukan spesialisasi.undangan lalu lintas jalan dan menyiapkan instruksi guna pelaksanaan di berbagai daerah. Maka saat itu dikenal istilah lalu lintas jalan untuk pertama kalinya. Tahun 1956. Kepala Jawatan Kepolisian Negara mengeluarkan Order No 20 / XVI / 1955 tanggal 22 September 1955. Mengadakan pengawasan atas pelaksanaan perundang .tempat yang dilalui para tamu negara. konferensi dihadiri delegasi dari berbagai negara Asia Afrika.seksi Lalu lintas dengan berdasar pada Order KKN tersebut.Negara R.bangsa Asia Afrika. tentang Pembentukan Seksi Lalu Lintas Jalan. keselamatan jalan dan kelancaran lalu lintas. jumlah pemakai jalan. Tahun 1952 mulai pembentukan kesatuan .

Lalu Lintas. saat menghadiri ulang tahun Perguruan Cikini. namun malah mengenai Aipda Muhammad dan Bripda Ahmad sehingga gugur dalam melaksanakan tugas mulia tersebut. Pada periode ini telah diadakan beberapa kegiatan untuk perbaikan lalu lintas antara lain menyangkut engineering misalnya: Diperkenalkannya istilah pulau . Presiden disamping sebagai Kepala Negara juga sekaligus sebagai Kepala Pemerintahan.pulau ini diadakan kerja sama dengan Departemen Pekerjaan Umum dengan maksud untuk kelancaran lalu lintas. seperti kementerian pertahanan menjadi Departemen Pertahanan Nasional. Pada peristiwa Cikini dimana Presiden Soekarno mendapat serangan granat dari komplotan tidak bertanggung jawab. Dengan kembali ke UUD 1945 membawa perubahan baik struktural maupun strategis.masalah lalu lintas. Didalam tubuh kepolisian terjadi perubahan yang mendasar yaitu dari Jawatan Kepolisian Negara berubah menjadi Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKRI) . Dimulainya pendidikan lalu lintas pada anak . Atas jasa dan pengorbanan kedua anggota Polantas tersebut pemerintah memberikan penghargaan dan jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.penyimpangan. Peristiwa ini patut di catat dalam sejarah Polisi. maka istilah kementerian diganti departemen.cita masyarakat yang mempunyai disiplin lalu lintas yan tinggi sopan santun dan berpengetahuan lalu lintas yang luas. c. Periode 1959 -1965 Dekrit Presiden 5 Juli 1959 secara fundamental membawa sistem politik dan ketatanegaraan berubah yaitu kembali ke UUD 1945 dengan sistim kabinet Presidentil. Membantu menjaga keamanan lalu lintas dan mengurangi kecelakaan terutama yang melibatkan anak anak sekolah Berusaha mewujudkan cita .anak sejak kecil sudah kenal dengan masalah .rambu lalu lintas yang mulai nampak adanya penyimpangan . baik bentuk. Selanjutnya dengan Keppres No. Presiden juga menjabat sebagai Panglima Tertinggi ABRI. Dimana tugas mengabdi pada bangsa dan negara ini berhasil dan sukses. Dua anggota Polantas yang saat itu mengawal rombongan dari tempat tersebut sebelum sempat melapor telah didahului dengan lemparan granat ke arah Presiden tetapi tidak mengenai sasaran. Bahkan untuk tugas ini Polisi Lalu Lintas mengerahkan tenaga secara besar .I. Dalam peristiwa ini banyak jatuh korban. Pada pembuatan pulau .pulau jalan oleh Komisaris BesarUntung Margono untuk pertama kalinya di Indonesia. Dua peristiwa tersebut dan beberapa peristiwa lain patut dicatat bahwa betapa besar tugas Polisi Lalu Lintas yang telah dilaksanakan dengan tabah.anak sekolah agar anak .besaran dari seluruh Jawa. 15 tahun 1963 Kepala Staf Angkatan berstatus sebagai menteri / Panglima Angkatan memegang kekuasaan tertinggi pada angkatannya dan bertanggung jawab langsung kepada Panglima Tertinggi / Presiden R. Maka dibentuklah Badan Keamanan Lalu Lintas (BKLL) untuk pertama kali di Jakarta pada tahun 1953 dengan maksud : Menanamkan rasa tanggung jawab akan keselamatan lalu lintas terhadap orang lain dan terhadap umum. Untuk itu pemasangan rambu perlu dasar hukum yang kuat karena Indonesia sudah menjadi anggota Convention on Road Traffic. tekun dan penuh pengabdian. Penegasan kembali pemasangan rambu . warna maupun pemasangannya.

Tanggal 23 Nopember 1962 dikeluarkan pula peraturan 3M Menteri/KSK No.:11/SK/MK/64 Dinas Lalu Lintas diperluas kembali statusnya menjadi Direktorat Lalu Lintas.PRA/MK/1959 tentang Susunan dan Tugas Markas Besar Polisi Negara. Pol. maka pada jaman dicanangkannya Trikora. Dalam perkembangan selanjutnya. Memberi nasehat dan saran . kemudian disusul reorganisasi kepolisian yaitu tentang susunan dan tugas kepolisian tingkat departemen. 2. 2. tanpa mengurangi tugas tugas Dinas Lalu Lintas sebelumnya : Perubahan itu tertuang dalam Peraturan Sementara JM Menteri/KSAK tanggal 31 Desember 1961.S Djajoesman. yang terpisah dari Polisi tugas Umum. Pada tanggal 23 Oktober 1959 dengan peraturan sementara dari Menteri / KKN di keluarkan peraturan sementara Menteri /KKN No.karena AKRI tetap konsekuen dan konsisten pada tugasnya.cita yang selalu menjiwai kehidupan Korps Kepolisian Negara seirama dengan gelora perjuangan rakyat. Kelanjutan dari kerja sama ini adalah. .S. Dengan Surat Keputusan ini maka untuk pertama kali reorganisasi kepolisian bidang lalu lintas menggunakan nama Direktorat Lalu Lintas di tingkat pusat.soal lalu lintas di daratan kepada instansi instansi yang membutuhkan. Dalam reorganisasi ini Dinas Lalu Lintas / PNUK dimasukkan dalam Korps Polisi Tugas Umum termasuk didalamnya Perintis Polisi Wanita dan Polisi Umum.PRT/KK/62 dibentuk kembali Dinas Lalu Lintas.I yang sangat penting sebagai realisasi cita . Disamping itu kegiatan pejuang . Kepala Dinas Lalu Lintas / PNUK adalah Ajun Komisaris Besar Polisi Untung Margono yang menggantikan Komisaris Besar Polisi H. Setelah pergantian pimpinan Polisi dari Menteri Muda Kepolisian R. bekerja sama dengan Departemen Perhubungan Darat dan Direktorat Pendidikan dan Latihan telah dirintis pendidikan kejuruan kader-kader Polantas. Tugas .tugas lainnya antara lain : Mengatur pemberian jaminan bantuan kepada instansi . 13 /1961 tanggal 19 Juni 1961 merupakan sejarah Kepolisian R. sedangkan PNUK tetap dimasukkan dalam jajaran Polisi Tugas Umum. Lahirnya Undang . Dengan berdasar pada peraturan ini status Seksi Lalu Lintas Jalan di perluas menjadi Dinas Lalu Lintas dan Polisi Negara Urusan Kereta Api (PNUK).saran mengenai soal .instansi yang membutuhkan bantuan Polisi bagi kelancaran dan keamanan lalu lintas daratan. Kedua mengatur pelaksanaan pemeliharaan kelancaran dan keamanan lalu lintas di daratan termasuk Kereta Api. Tanggal 14 Februari 1964 dengan Surat Keputusan 3M MEN PANGAKNo.Undang Pokok Kepolisian No. Dwikora maupun penumpasan gerakan pengacau keamanan tetap aktif pada kancah tugas perjuangan. Soekanto oleh Sukarno Djoyo Negoro mantan Kepala Kepolisian Jawa Timur.pejuang AKRI dalam hal ini Polantas tetap setia dan berbakti kepada Negara. dikirimnya beberapa Perwira Polisi ke Amerika yaitu Northwestern University Of Traffic Institute (NUTI) dan California High Way Patrol di Sacrament (USA) untuk memperluas pengetahuannya di bidang lalu lintas.

pengamanan jalan. Periode 1965 -1998. dan penegakan hukum serta penyidikan kecelakaan lalu lintas. 3Tahun 1965. hubungan diplomatik Indonesia dengan Amerika Serikat mulai memburuk kemudian Polri lepas hubungan dengan Amerika Serikat. Karena Perkembangan situasi politik. tugas operasional Polisi Lalu Lintas tidak terbatas hanya berkaitan dengan lalu lintas saja. Sea Games dan beberapa kegiatan ulah raga lainnya. tugas-tugas tindakan pertama pada kejahatan maupun bantuan taktis dapat dilaksanakan. integrasi Polri ke tubuh ABRI akhirnya dapat berlangsung. meskipun cukup alot. Pembentukan kesatuan memerlukan perlengkapan yang cukup. Peran Polantas lainnya dalam kegiatan olah raga internasional adatail dalam penyelenggaraan Asean Games IV. Kegiatan-kegiatan Polantas terus dikembangkan.Dengan kembalinya para perwira yang mengikuti tugas belajar di Amerika. pengawalan. Adanya kesatuan PJR didalam tubuh Pohl/ Polantas. Keterpaduan ABRI dan Polisi diharapkan menjadi kekuatan Hankam yang tangguh untuk menghalau setiap pemberontakan dan pengacau yang mengancam keamanan negara dan bangsa . kebakaran dan lain-lain. Bidang pendidikan masyarakat lalu lintas mulai dikembangkan. sepeda motor Harley Davidson. baik untuk keamanan. Pada periode ini mulai muncul usaha yang kuat untuk menyusun Undang?undang lalu lintas dan angkutan jalan untuk menggantikan VWO tahun 1933 peninggalan Belanda. mengenalkan cara berlalu lintas pada pramuka dan membentuk Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Polisi Lalu Lintas mulai mengadakan peneranganpenerangan kepada masyarakat tentang tata cara berlalu lintas yang balk dan benar. Polisi Lalu Lintas mulai membuat majalah. Dan mulai pula Kesatuan Lalu Lintas mengembangkan sayapnya guna memenuhi tuntutan jaman dengan membentuk kesatuan-kesatuan P3R. sehingga bantuan terputus. Dalam kegiatan seperti ini Polisi Lalu Lintas memberi andil cukup penting dalam hal tugas pengaturan lalu lintas. agar tetap lancar. penculikan. Tahun 1965 berhasil menyusun Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya No. mulailah dirintis untuk pertama kalinya pendidikan Bintara Patroli Jalan Raya (PJR) di Sukabumi tahun 1962 yang diikuti oleh 40 siswa Polisi Lalu Lintas Komisaris di P. merupakan suatu organ baru yang sangat menunjang dan sangat diperlukan. Sebagai contoh penyelenggaraan kegiatan olah raga bulu tangkis. Jawa dan Bali. tetapi juga yang berkaitan dengan fungsi lain seperti ikut membantu penindakan terhadap kejahatan. Munculnya gerakan G 30 S/PKI pada tanggal 30 September 1965 menuntut segenap alat negara untuk bersatu dengan kokoh. dan hal ini dipenuhi dengan bantuan dari pemerintah Amerika Serikat seperti kendaraan bermotor (Jeep dan sedan Falcon dan Chevy) serta alat-alat komunikasi radio (motorola). Disamping itu dalam setiap penyelenggaraan kegiatan yang bersifat internasional di Indonesia Polisi Lalu Lintas selalu berperan aktif. d. Karena kecelakaan lalu lintas sudah mulai menjadi masalah.

Pol. Berdasarkan Surat Keputusan Men Hankam No. Pembentukan Kesatuan PJR ini memang didasari dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang. terlebih para aparat penegak hukum. Sebagai penjabarannya dikeluarkan Surat Keputusan Kapolri No. Meskipun berbeda dengan angkatan perang yang terdiri dari AD. Tanggal 29 Maret 1969 didirikan Pusat Pendidikan Lalu Lintas (Pusdik Lantas) yang berkedudukan di jalan MT. Madelu. Dua tahun sebelum surat keputusan ini (tahun 1968) di tingkat pusat dibentuk Pusat Kesatuan Operasi Lalu Lintas (Pusatop Lantas). Jaksa Agung No. Kep/15/IV/1976 tanggal 13 April . 4/SK/Kapolri/71 dan Menteri Kehakiman No. and service (ramah tamah perlindungan dan pelayanan). sehingga kemudian disebut Direktorat Lalu Lintas Komapta. maka lahirlah organisasi baru di lingkungan Polri. Haryono Jakarta Selatan. 79/1969 yang berisi Pembagian dan Penentuan Fungsi Hankam. namun baru tahun 1966 dibentuk secara resmi berdasarkan instruksi Men Pangab No. Kemudian pada tahun 1985 dipindahkan ke Serpong Tangerang Jawa Barat sampai saat ini sejak tahun 1969 pendidikan lalu lintas untuk Perwira dan Bintara Lalu Lintas dapat dilaksanakan secara teratur.Indonesia. Dari Pihak Polri Tim perumus diwakili oleh Jenderal Memet Tanu Miharja. Demikian juga di kalangan Polisi Lalu Lintas Pusat. A. Dalam pelaksanaan tugasnya anggota PJR dituntut untuk selalu siaga dan berpedoman kepada motto courtesy. Basirun. Tahun 1969 dibentuk team untuk merumuskan sistem penindakan pelanggaran lalu lintas yang praktis dan cepat. Pada periode ini dibentuk Patroli Jalan Raya (PJR) oleh Mabes Polri. Integrasi ABRI dengan Polri di kongkritkan dengan Keppres no. 001/KMA/71. 002/DA/1971. 31/Instr/MK/1966. 113/SK/1970 tanggal 17 September 1970 tentang Organisasi Staf Umum dan Staf Khusus dan Badan?badan pelaksana Polri./385A/1111970 tentang Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur Kepolisian Negara R. masih satu kantor dengan Direktorat Lalu Lintas Polri. dengan komandannya KBP Drs. Letkol Pol Drs. yang merupakan salah satu unsur Komando Utama Samapta Polri. Medelu. Demikian halnya di kesatuan Polisi Lalu Lintas. Brigjen Pol. Dengan Keppres tersebut Polri kembali mengadakan penyesuaian?penyesuaian dan perubahan-perubahan dalam tubuh organisasi balk di tingkat pusat maupun daerah. Detasemen PJR ini dipimpin oleh seorang komandan yang ditunjuk oleh Direktur Lalu Lintas dibawah pengawasan Kepala Dinas Pengawasan Direktorat Lalu Lintas. protection.E. Permasalahan lalu lintas mulai terasa meningkat ditandai meningkatnya frekwensi pelanggaran lalu lintas. Drs. Kep. Nampaknya masalah ini cukup merisaukan. Dengan keluarnya SK tersebut berubah kembali menjadi Direktorat Lalu Lintas tahun 1970. Dipandang dari segi sarana penindakan tampak memang kurang efektif. 35/1/21 yang mengesahkan berlakunya Sistem Tilang untuk pelanggaran lalu lintas. Pada tanggal 11 Januari 1971 lahir Surat Keputusan Bersama antara Ketua Mahkamah Agung No. meski sebenarnya pembentukan Patroli Jalan Raya sudah dilakukan di Kepolisian Daerah.I.I No. VE. Kepala Kepolisian R. Untuk menyusun organisasi kepolisian maka dikeluarkan Surat keputusan Men Hankam Pangab No. U. AU dan AL tetapi Polri menjadi bagian dari Departemen Hankam. Mulai tahun 1971 mulailah pelanggaran lalu lintas ditindak dengan tiket system yang dikenal dengan bukti pelanggaran disingkat tilang.

Skep/507V111/1977. Polisi Udara dan Satwa Polri. Dan secara organisatoris terpisah dari Dinas Lalu Lintas. Kep/11/P/II 1/1984 tanggal 31 Maret 1984 tentang Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur Kepolisian R. e. hal ini yang memicu gerakan demonstrasi mahasiswa yang lebih besar dan menguasai gedung DPR/MPR R. Indonesia dilanda resesi dan krisis moneter dan berkembang menjadi krisis ekonomi. Para mahasiswa menuntut adanya reformasi total termasuk turunnya Presiden Soeharto dari kursi kepresidenan. Pada tahun 1984 dengan Surat keputusan Pangab No. Pol. Tuntutan tersebut mendapatkan hasil dengan mundurnya presiden Soeharto dan diganti B. Habibie. Dinas Lalu Lintas Polri dirubah dan diperkecil struktur organisasinya menjadi Sub Direktorat Lalu Lintas Polri di bawah Direktorat Samapta Polri bersama-sama dengan Subdirektorat Polisi Perairan. Pol. Kedua : pusat system senjata Lalu Lintas Polri yang berkedudukan dibawah Danjen Kobang Diktat Polri dengan tugas pokok menyelenggarakan segala usaha kegiatan mengenai pengembangan taktik dan teknik system senjata serta pendidikan latihan di bidang fungsi teknis lalu lintas Polri dalam rangka system Kamtibmas. yang sebelumnya menjabat Wakil Presiden. Pertama . serta tugas lain yang dibebankan padanya.I. Skep/53/VII/1977 di tingkat Mabak terdapat dua unsur lalu lintas. Periode 1998 s/d sekarang Pada pertengahan tahun 1997. Pol: Kep/09/X/1984 tanggal 30 Oktober 1984. Presiden Habibie membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan dan segera mempersiapkan pelaksanaan Pemilu untuk membentuk pemerintahan baru sesuai dengan kehendak rakyat.J. Peserta demonstrasi tidak terbatas pada mahasiswa Ibu Kota Jakarta tetapi di semua kota di seluruh Indonesia. Pusdik lantas kedudukannya dibawah Pusenlantas sebagai penyelenggara pendidikan. Pada tanggal 12 Mei 1998 terjadi peristiwa berdarah dengan meninggalnya 4 orang mahasiswa peserta demonstrasi di depan Universitas Trisakti Jakarta. Pusdik lantas kembali berada di bawah Direktorat Pendidikan Polri. dan Skep Kapolri No. dan Keputusan Kapolri No. Pada tahun 1991 tepatnya tanggal 21 Nopember 1991 Subdirektorat Lalu Lintas dikembangkan kembali organisasinya menjadi Direktorat Lalu Lintas Polri berkedudukan di bawah Kapolri yang sehari-harinya dikoordinasikan oleh Deputi Operasi Kapolri. Polisi Lalu Lintas tetap aktif mengendalikan arus lalu lintas dalam . Masyarakat yang dipelopori oleh mahasiswa melakukan demonstrasi menyatakan tidak percaya lagi dengan pemerintahan orde baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.I.1976. penanggulangan terhadap terjadinya gangguan/ancaman terhadap Kamtibmas di bidang Lantas dan menindak apabila diperlukan dalam rangka kegiatan atau operasional Kepolisian.Kep/11/P/III/1984 tentang Pokokpokok Organisasi dan Prosedur Kepolisian Negara R. Selanjutnya berdasarkan Keputusan Pangab No. Pada waktu terjadi demonstrasi dan kekacauan di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. diawali dengan merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.1. Skep Kapolri No. Dinas Lalu Lintas Polri yang berkedudukan sebagai Badan Pelaksana Pusat dibawah yang sehari-harinya dikoordinasi oleh Deputy Kapolri dengan tugas pokok membantu Kapolri untuk menyelenggarakan segala kegiatan dan pekerjaan di bidang pencegahan.

melaksanakan tugas dibidang lalu lintas lainnya dengan penuh semangat, walaupun gelombang demonstrasi panjang cukup melelahkan Polisi Lalu Lintas tetap mewujudkan Kamtibcar Lantas. Seining dengan tuntutan demokratisasi dan supremasi hukum maka ditahun 1999 kedudukan Polri dipisahkan dari bagian ABRI menjadi di bawah Departemen Pertahanan dan Keamanan. Dengan terbitnya Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor : VI/MPR/2000 tanggal 18 Agustus 2000 tentang Pemisahan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Nomor : VII/MPR/2000 tanggal 18 Agustus 2000 tentang Peran Tentara Nasional Republik Indonesia dan Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kedudukan Polri benar ? benar mandiri dan terpisah dari peran pertahanan, seining dengan perubahan dan pemisahan Organisasi Polri dari Organisasi ABRI maka disusun pula Undang ? Undang Kepolisian sebagai perubahan dari Undang ? Undang No 27 Tahun 1997 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi Undang ? Undang No 2 Tahun 2002. Pada tahun 2004 merupakan salah satu tonggak sejarah yang menunjukkan eksistensi Polantas yaitu dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2004 tentang Penetapan Tarif PNBP yang berlaku dilingkungan Polri dimana 7 kewenangan yang diatur dalam PP tersebut 6 kewenangan milik Polantas. Dengan terbitnya PP No 31 Tahun 2004 sebagai pelaksanaan dari Undang - undang No 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak menghilangkan kesan Duplikasi tugas Pokok Polisi Lalu Lintas dengan Departemen Perhubungan, yaitu dimana Peran Polisi Lalu Lintas berada dalam tataran Keamanan Dalam Negeri melalui Registrasi dan Identifikasi kendaraan bermotor dan pengemudi yang merupakan ciri khas dari tugas - tugas Polisi secara Universal selaku aparat penegak hukum menggunakan Identifikasi dalam upaya pembuktian bahwa telah terjadi suatu tindak pidana, sedangkan Peran Departemen Perhubungan berada dalam tataran Regulator Transportasi Nasional. Dengan pemberlakuan PP ini pula merupakan salah satu ciri khas yang dimiliki oleh fungsi teknis Polisi Lalu Lintas yaitu dapat memberi masukan kepada kas negara melalui biaya administrasi yang dipungut atas pelayanan Polri kepada masyarakat berdasarkan tarif yang telah ditentukan oleh Peraturan Pemerintah tersebut. Perubahan sosial yang berjalan seiring dengan perkembangan globalisasi telah membawa pengaruh terhadap perubahan paradigma masyarakat. Menyadari dan memahami sepenuhnya keberadaan Polantas saat ini, diperlukan strategi ke depan yang sesuai dengan perubahan lingkungan strategik yang dihadapi Polantas. Perubahan Paradigma Polantas seiring dengan perubahan paradigma Polri yang merupakan refleksi dan tuntutan terhadap peningkatan peran dan tugas Polantas yang semakin kompleks di tengah - tengah masyarakat. Tuntutan akan Polantas yang Profesional dan Proporsional yang bercirikan Perlindungan, Pengayoman, Pelayanan kepada masyarakat, Penegakan Demokrasi dan Flak Asasi Manusia dalam rangka kepastian hukum dan terwujudnya kamtibcar lantas menuntut reposisi atas kedudukan serta pemulihan fungsi dan peranannya. Dalam rangka mewujudkan tuntutan tersebut Direktorat Lalu Lintas telah menyusun

Program Pembangunan Polisi Lalu Lintas 5 (Lima) tahun kedepan dan perubahan struktur organisasi menjadi organisasi yang berada langsung di bawah Kapolri, dengan maksud dan tujuan agar Masyarakat pemakai jalan memahami dan yakin kepada Polantas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dalam kegiatan Pendidikan Masyarakat lalu lintas, penegakan hukum lalu lintas, pengkajian masalah lalu lintas, registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dan pengemudi, demi tercapainya keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

PENGETAHUAN Pengetahuan

DASAR Dasar

LALU Lalu

LINTAS Lintas

A.

Gerakan

memberikan

isyarat

pengatur

lalu

lintas

bertujuan

:

Mengarahkan agar lalu lintas berjalan dengan aman, tertib, lancar dan selamat. Mengatasi kepadatan arus lalu lintas Mengurangi terjadinya kecelakan lalu lintas Mencegah kerusakan keerusakan jalan / infrastruktur Melindungi harta benda / jiwa orang lain di jalan Mengurangi pelanggaran di jalan

B.

Pengetahuan

rambu

-

rambu

/

marka

jalan.

Rambu ( Rambu ( Rambu ( Rambu

rambu yang menunjukan peringatan suatu bahaya dasar kuning petunjuk hitam ) rambu yang menunjukan larangan dan awas perintah dasar putih petunjuk merah ) rambu yang memberikan petunjuk dasar biru petunjuk putih ) petunjuk arah / awas ( rambu tambahan )

C.

Pengetahuan

dasar

pengaturan

lalu

lintas

Berhenti Berhenti Berhenti Berhenti Berhenti Jalan Jalan

untuk

satu dari dari dari dari

untuk arah

dari

arah

tertentu arah arah depan arah arah

(

semua satu jurusan depan belakang dan belakang kanan kiri

jurusan tertentu ) Petugas Petugas Petugas Petugas Petugas

Jalan Percepat Percepat Perlambat Perlambat

dari

arah dari dari dari dari

kanan arah arah arah arah

dan kanan kiri depan belakang

kiri

Petugas Petugas Petugas Petugas Petugas

D.

Pengetahuan

penggunaan

tanda

bunyi

pluit

Tanda peringatan Tanda Tanda Tanda Tanda Tanda menunggu

berhenti

/

perhatian berkumpul bahaya berhenti maju

SANDI

ANGKA

                    

* A1 = berita dapat dipertanggungjawabkan <- s66 * 1-1 : Hubungi per telepon * 1-4 : Ingin bicara diudara (langsung) * 3-3 : Penerimaan sangat jelek/orang gila * 3-3L : Kecelakaan korban luka * 3-3M : Kecelakaan korban material * 3-3K : Kecelakaan korban meninggal * 3-3KA : Kecelakaan kereta api * 3-4-K : Kecelakaan, korban meninggal, pelaku melarikandiri * 4-4 : Penerimaan kurang jelas * 5-5 : Penerimaan baik/sehat * 8-4 : Tes pesawat/penerimaannya * 8-6 : Dimengerti * 8-7 : Disampaikan * 8-8 : Ingin berjumpa langsung * 10-2 : Posisi/keberadaan * 10-4 : Diterima <-masterfrans * 10-4 : roger that <-entalpy * 10-8 : Menuju * 1-1-2 : Emergency / darudat <- dasardasar * 2-8-5 : Pemerkosaan

killerinhouse * 3-3-8 : Pembunuhan * 3-6-3 : Pencurian * 3-6-5 : Perampokan * 8-1-0 : Pembunuhan * 8-1-1 : Hidup * 8-1-2 : Berita agar diulangi (kurang jelas) * 8-1-3 : Selamat bertugas * 8-1-4 : Laporan/pembicaraan terlalu cepat * 8-1-5 : Cuaca * 8-1-6 : Jam/waktu * 8-1-9 : Situasi * 8-1-10 : Komandan <.Munyuk Mumet HURUF SANDI                       * Taruna : Berita * Gelombang : Jam/waktu * Semut : Pelajar * Lalat : Mahasiswa * Pangkalan : Rumah/kediaman * Cangkulan : Kantor/tempat kerja * Gajah : Derek * Cicak = KPK <.The Predator * 3-0-1: lagi kimpoi <.JasminJava * Laka : Kecelakaan * Jaya 65 : Kebakaran * Timor Kupang Pati : Tempat Kejadian Perkara * Timor Lombok Pati : Telepon * Timor Kupang Ambon : TerKendali Aman * Halong Timur : Handy Talky (HT) * Halong Pati : Hand Phone (HP) * Kupang Rembang : KendaRaan * Kupang Ambon : Kereta Api .              * 3-0-3 : Perjudian <.pemulungs * Komando : Kantor polisi * Tikar : Surat * Buntut tikus : Antena pendek (HT) * Belalai gajah : Antena atas * Bandeng : Mayat <.

                                       * Wilis Kendal : Walikota * Kendal Cepu : KeCamatan * Kendal Lombok : KeLurahan * Rembang Wilis : RW * Rembang Timur : RT * Rembang Rembang : Serse * Rembang Solo : Rumah Sakit * Rembang Pati : Rupiah * Anak Kijang : Pencuri/Tersangka * Ambon Demak : Angkatan Darat * Ambon Lombok : Angkatan Laut * Ambon Ungaran : Angkatan Udara * Pati Medan : Polisi Militer * Timor Medan : Tamu/Teman * Lombok-Lombok : Lalu Lintas * Timor Lombok : Lampu Lalu Lintas/Traffic Light * Sepi : Senjata Api * Sajam : Senjata Tajam * Curat : Pencurian Dengan Pemberatan * Curas : Pencurian Dengan Kekerasan * Curanmor : Pencurian Kendaraan Bermotor * Bandung Umar Solo : BUS * Medan-Medan : Metro Mini * Pati Demak Irian : Jam/Waktu * Solo Medan Pati : Pelajar * Solo Medan Ungaran : Mahasiswa * Solo Timur Medan : Rumah/Kediaman * Opak Kendal Jepara : Kantor/Tempat Kerja * Opak Pati Solo : Derek * Lombok Pati : Kantor Polisi * Lombok Irian : Surat * Lombok Demak : Antena Pendek (HT) * Bandung-Bandung : Barang Bukti (BB) * Bandung2 Padat : Makan * Bandung2 Medan : Bahan Bakar Minyak * Lampiran/Ambon : Istri * Monik : Anak * Solo Bandung : Stand By * Solo Garut : SiaGa .

Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk. fisik...trezegol17 * POS = Pati Opak Solo * Butiran = anggota * Merayap : lalu lintas macet <.. dan kesehatan).anjunganmandiri * Lombok Irian = Laporan Informasi * Panah = Reserse * Roda Gila = Brimob Materi Survival Dasar Dalam melakukan perjalanan Alam terbuka..Henry1987 * ekor ganjil = orang yang di curigai.. * gerobak besi = mobil.. antara lain : mental . Keadaan diri sendiri (mental. Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu .                     * Medan Demak : Meninggal Dunia * Pati Ambon Medan : Pengamanan * Ambon Pati-Pati : Apel * Palang Hitam : Mobil Jenazah * Demak Pati Kendal : Dinas Pemadam Kebakaran * wayang = intel+serse <-dwahyuagung * Pamer Susu = Padat Merayap Susul Susulan <.dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis. Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri. <. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : Keadaan alam (cuaca dan medan). * Lombok Pati = Laporan Polisi <..sandy_disa1406 * ekor panjang = wanita...... seorang Petualang perlu membekali diri dengan pengetahuan SURVIVAL. Mengapa Ada Survival ? Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi.PemudaPancasila * Mencari : lancar terkendali * pati halong halong = pasukan anti huru hara (PHH) <. * kereta besi = motor.kurang lebih 80% kesiapan kita dalm survival terletak dari kesiapan mental kita.. Dalam keadan tersebut ada beberapa faktor yang menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau tidak. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : • Keadaan alam (cuaca dan medan) .octo_proxy * bokul=beli sabu-sabu <. Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan).

Sikap Semangat untuk Kepercayaan Akal Disiplin dan . Definisi Survival Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi. Langkah • • • • yang harus Kotak Kemauan ditempuh bila anda/kelompok Mengkoordinasi Melakukan pertolongan Melihat kemampuan Mengadakan orientasi seorang tetap survival survivor mental hidup diri sehat matang Pengetahuan bivak air makanan api medan binatang latihan tanaman Peralatan survival belajar tersesat : anggota pertama anggota medan rencana membuat memperoleh mendapatkan membuat orientasi gangguan dan mengidentifikasikan anda . slumun.Cara mencari pertolongan 3. berlatih dan tahu caranya L : Lancar.Pisau jungle . slamet Jika anda tersesat atau mengalami musibah. dan kesehatan) Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri. yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam S : Sadar dalam keadaan gawat darurat U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah R : Rasa takut dan putus asa hilangkan V : Vitalitas tingkatkan I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya V : Variasi alam bisa dimanfaatkan A : Asal mengerti.Kemampuan belajar dari pengalaman 2. Cara Cara Cara Cara Pengetahuan Cara mengatasi . slaman. Pengalaman Latihan . dll 5. . agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya : S : Stop & seating / berhenti dan duduklah T : Thingking / berpikirlah O : Observe / amati keadaan sekitar P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan Kebutuhan Yang harus dipunyai oleh 1. ingat-ingatlah arti survival tsb. dll 4.Latihan membuat trap.• Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan) • Keadaan diri sendiri (mental. fisik.

keadaan Persedian Mengurangi Garam Pakaian Lengan Celana Serangan panas Kemerosotan kurang dapat Kejiwaan lingkungan : berpikir dan Usahakan dengan fisik baik.Dehidrasi Pencegahan .Sengatan panas Matahari Kelelahan Kejang / panas panas panas panas : akut/kronis penyakit Demam vaksinasi tidur Kelelahan gemuk merata panas alkohol : Aklimitasi air aktivitas dapur : Longgar panjang pendek penyakit Demam Disentri Typus mental histeris lemah mencekam tenang Keadaan yang menambah parahnya keadaan Penyakit Baru sembuh dari Baru memperoleh Kurang Terlalu Penyakit kulit yang Pernah mengalami sengatan udara Minum .• Mengadakan penjatahan makanan • Membuat rencana dan pembagian tugas • Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar • Membuat jejak dan perhatian • Mendapatkan pertolongan Bahaya-bahaya dalam survival Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi. Ketegangan dan panik Pencegahan : Sering berlatih Berpikir positif dan optimis . Penyebab : Keadaan Pencegahan Banyak berlatih lesu. Gejala : Lemah.Persiapan fisik dan mental 2. . antara lain : 1.Kaos oblong 3.Malaria 4. . .

Pencegahan Membatasi kegiatan 7. nyeri mencret.5. dan berbisa dan garam perut. Bahaya binatang Keracunan Gejala : Pusing dan muntah. kejang-kejang seluruh Penyebab : Makanan Pencegahan : Air Minum air sabun Minum teh Di tohok anak tekaknya 6. Kedinginan Keletihan : Makan beracun dan kejang badan. Laron • Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan c. Kelaparan 8. Nyamuk • Obat nyamuk. kadang-kadang bisa pingsan. Shelter buatan dari alam c. Shelter buatan Syarat bivak : Hindari daerah aliran air Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh Bukan sarang nyamuk/serangga Bahan kuat Jangan terlalu merusak alam sekitar Terlindung langsung dari angin Mengatasi Gangguan Binatang a. hujan. dll • Bunga kluwih dibakar • Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk • Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk b. Shelter asli alam Gua : Bukan tempat persembunyian binatang Tidak ada gas beracun Tidak mudah longsor b. Lintah Apabila digigit lintah : . Lecet 9. autan. minuman beracun di minum mandi panas pekat sangat berkalori amat makanan Untuk penurunan suhu tubuh 30° C bisa menyebabkan kematian Membuat Bivak (Shelter) Tujuan : untuk melindungi dari angin. panas. Lebah Apabila disengat lebah : • Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali • Tempelkan tanah basah/liat di atas luka • Jangan dipijit-pijit • Tempelkan pecahan genting panas di atas luka d. dingin Macam : a.

tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air. Kalajengking dan lipan • Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar • Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit • Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka • Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka • Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan g. Dari tanaman rambat/rotan Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah. Semut • Gosokkan obat gosok pada luka gigitan • Letakkan cabe merah pada jalan semut • Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut f. air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut .• Teteskan air tembakau pada lintahnya • Taburkan garam di atas lintahnya • Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya • Taburkan abu rokok di atas lintahnya e. Air yang tidak perlu dimurnikan : 1. Hujan Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan 2. Ular Pembahasan lebih lanjut dalam materi EMC Membuat Perangkap (Trap) Macam-macam trap : • Perangkap model menggantung • Perangkap tali sederhana • Perangkap lubang jerat • Perangkap menimpa • Apace foot share Bahan : • tali/kawat • Umpan • Batang kayu • Cabang pohon Membaca Jejak Jenis : • Jejak buatan : dibuat oleh manusia • Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan Jejak alami biasanya menyatakan tentang : • Jenis binatang yang lewat • Arah gerak binatang • Besar kecilnya binatang • Cepat lambatnya gerak binatang Membaca jejak alami dapat diketahui dari : • Kotoran yang tersisa • Pohon atau ranting yang patah • Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput Air Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan.

caranya dengan menggali lubang di bawah batuan 5. Air dari batang pisang. Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya • Jamur merang. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut) 4. Air sungai besar 2. Buahnya • Arbei. nasinya menjadi • Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam • Bila diraba mudah • Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok • Tumbuh dari kotoran • Mengeluarkan getah Binatang yang bisa • dimakan : (putihnya) (rebung) putih putih Tebu : air muda) mlinjo Singkong : singkong : juwet : kayu : mencolok sedap kuning masakan hancur batangnya hewan putih dimakan Belalang .3. jamur Ciri-ciri jamur beracun • Mempunyai warna • Baunya tidak • Bila dimasukkan ke dalam nasi. Air sungai tergenang 3. talas. Air di daerah sungai yang kering. sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar. caranya tebang batang pohon pisang. tunggu sesaat. Dari tanaman Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu : 1. Apabila aman bisa dimakan • Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam Hubungan air dan makanan • Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit • Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan • Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak Tumbuhan yang dapat Dari batangnya • Batang pohon pisang • Bambu yang masih muda • Pakis dalamnya berwarna • Sagu dalamnya berwarna • Dari daunnya • Selada • Rasamala (yang masih • Daun • Akar dan umbinya • Ubi jalar. asam jawa. biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan Makanan Patokan memilih makanan : • Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia • Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok • Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih. seperti sabun kecuali sawo • Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah.

larva. atau daun aren Survival Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam • Perlengkapan • • Tali • • Cermin suryakanta.• Jangkrik • Tempayak putih (gendon) • Cacing • Jenis burung • Laron • Lebah . sehingga terbakar 3. cermin • • Korek api yang disimpan dalam tempat • Tablet garam. caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala. kit perjalanan : memancing Pisau kecil Senter kecil Peluit kedap air norit pribadi peniti antara lain : Ketegangan dan panik Cara Pencegahan : Sering berlatih. 2. Cara ini adalah cara yang paling susah. Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa. madu • Siput • Kadal : bagian belakang dan ekor • Katak hijau • Ular : 1/3 bagian tubuh tengahnya • Binatang besar lainnya Binatang yang tidak bisa dimakan • Mengandung bisa : lipan dan kalajengking • Mengandung racun : penyu laut • Mengandung bau yang khas : sigung Api Bila mempunyai bahan untuk membuat api. Dengan lensa / Kaca pembesar Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar. gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar. hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata. Busur dan gurdi Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut. yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah. Berpikir positif dan optimis dan Persiapan fisik dan mental Matahari • • • / Kelelahan Kejang Sengatan panas panas panas panas . 1. Gesekan kayu dengan kayu. • Obat-obatan • Jarum + benang + • dll Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi.

Minum teh pekat atau di tohok anak tekaknya Keletihan amat sangat Pencegahan : Makan makanan berkalori dan Membatasi kegiatan Bahaya lainnya dalam survival adalah : Kelaparan.• Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas : Penyakit akut / kronis. bisa pingsan. tidak ada gas beracun dan tidak mudah longsor]. Shelter asli alam . atau separuhnya alam dan separuhnya butan [misalnya ponco di kombinasi dengan ceruk batu atau pohon tumbang atau ranting kayu] Syarat bivouck :      Hindari daerah aliran air [bila terpaksa. daun-daunan yang lebar. Gua [yang bukan tempat persembunyian binatang. Pencegahan keadaan panas : • Aklimitasi • Persedian air • Mengurangi aktivitas • Garam dapur • Pakaian : Longgar. Malaria Kemerosotan mental Gejala : Lemah. Kelelahan. Shelter buatan dari alam . Dehidrasi. Pernah mengalami sengatan udara panas. Pusing dan muntah. panas. Lecet. Ingat ! didalam gua jangan berteriak karena dapat meruntuhkan dinding gua. histeris Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah atau keadaan lingkungan mencekam Pencegahan : Usahakan tenang dan tentu saja banyak berlatih Bahaya binatang beracun dan berbisa Keracunan     Gejala . Macam –macam bivouck : 1. lesu. Penyebab : Makanan dan minuman beracun Pencegahan : Air garam di minum. Penyakit kulit yang merata. Minum alkohol. Lengan panjang. Celana pendek. dingin dan gangguan binatang. 2. nyeri dan kejang perut. Minum air sabun mandi panas. Typus. kadang-kadang mencret. ranting kayu. Kurang tidur. kurang dapat berpikir dengan baik. Kedinginan [untuk penurunan suhu tubuh 30° C bisa menyebabkan kematian Membuat Bivouck (Shelter) Membuat bivouck atau shelter perlindungan dalam keadaaan darurat sebenarnya bertujuan untuk untuk melindungi diri dari angin. hujan. Baru memperoleh vaksinasi. Baru sembuh dari penyakit Demam. Kaos oblong Serangan penyakit Penyakit yang biasa diderita pegiat alam bebas adalah emam. kejang kejang seluruh badan. Terlalu gemuk. maka gunakan bivouck panggung] Di atas bivouck / shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh Bukan sarang nyamuk/serangga Bahan kuat Jangan terlalu merusak alam sekitar . Disentri.

Bunga kluwih dibakar. Taburkan garam di sekeliling bivouck untuk pencegahan 7. Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut 6. Letakkan cabe merah pada jalan semut. penulis pernah memotong lengan baju kaos sebagai pengganti gombal] dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk . bambu dan sebagainya. Pionering 9. 2. misal kayu. 5. Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. dll . Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali. Olesi dengan petsin untuk mencegah pembengkakan 4. Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali. 1. Nyamuk . autan. Simpul kursi 25. 3. Simpul anyam berganda 19. simpul dan ikatan. Simpul ujung tali 13. Macam simpul dan kegunaannya 12. Disengat Lebah . Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan 3. Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas 14. Membuang [mengais] lintah upayakan dengan patahan kayu hidup yang ada kambiumnya. balok. Tempelkan tanah basah/liat di atas luka sengatan. Simpul anyam 17. Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin 24. Bidang Tali Temali 10. Semut Gatal . 5. Tali adalah bendanya. Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan 22. Simpul erat 21. Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan . 7. 11. Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin 16. Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk 2. Simpul mati 15. Ular dll . Gombal / kain butut [dalam keadaan memaksa. Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar. Obat nyamuk. Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering 18. 6. Taburkan garam di atas lintahnya. Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit. 4. Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka. Terlindung langsung dari angin Gangguan Binatang Mengatasi 1. Gigitan Lintah . Taburkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka. Oleskan air bawang merah pada luka bekas sengatan berkali-kali. Ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya. Taburkan abu rokok di atas lintahnya. Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah 20. Untuk mencegah dan mengobati secara darurat gigitan dan sengatan binatang berbisa mematikan harus mempelajari Emergency 8. Laron . Gosokkan obat gosok pada luka gigitan. Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya. Tempelkan pecahan genting panas di atas luka. Simpul kembar 23. Jangan dipijit-pijit. Teteskan air tembakau pada lintahnya. Kalajengking dan lipan.

Ikatan tambat 42. digunakan untuk memulai suatu ikatan. 3. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan. . Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat. akan tetapi ikatan pangkal ini dapat juga 35. 32. Ikatan tiang 37. Ikatan jangkar 40. Untuk gambar macam-macam simpul dapat dilihat di bawah ini 30. 9. Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar 28. 31. untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik. 8. akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. 36. Simpul penarik 27. 2. Ikatan pangkal 34. Simpul laso 29. Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang. Macam Ikatan dan Kegunaannya 33. Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya 38. 4. 1. Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring. 41.26. 39.

Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada suatu tiang. Ikatan silang 51. Ikatan khaki tiga 52. kemudian mudah untuk 45. Ikatan turki 47. 9. Ikatan tarik 44. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon. Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher 48. 10. 8. Contoh pionering 57. 55. membukanya kembali. 46. Ikatan palang 49. 56. Ikatan canggah 50.43. 5. Untuk gambar macam-macam ikatan dapat dilihat di bawah ini. 53. 7. Menara Pandang . 54. 6.

Hal tersebut mengajarkan bahwa sebelum kita membuat/ membangun suatu bangunan besar atau gedung sebaiknya merancang dalam bentuk kecil/ maket. Sebelum Mempraktekan betulan membuat menara pandang.58. sebaiknya anda membuat maket/ menara pandang mini. Nah untuk jenis simpul atau ikatannya tentunya anda bisa melihat di bab pionering. Tentu saja untuk membuat menara pandang ini dibutuhkan bambu yang sudah dipersiapkan dengan ukuran kecil dan benang kasur secukupnya. Membuat menara pandang termasuk salah satu kegiatan ketrampilan pionering PENGETAHUAN PPB SAR . 59.

20/I/2-4 mengenai ditetapkannya Tim SAR Lokal Jakarta yang pembentukannya diserahkan kepada Direktorat Perhubungan Udara. Sebagai negara yang besar dan dengan semangat gotong royong yang tinggi. maka timbul pemikiran bahwa perlu diadakan suatu organisasi SAR Nasional yang mengkoordinir segala kegiatan-kegiatan SAR dibawah satu komando. menentukan pusat-pusat regional serta anggaran pembiayaan dan materil. Kesimpulan dari tim tersebut adalah : Perlu kesepakatan antara departemen-departemen yang memiliki fasilitas dan peralatan. maka tahun 1950 Indonesia masuk menjadi anggota organisasi penerbangan internasional ICAO (International Civil Aviation Organization). guna mendapatkan data yang diperlukan untuk rencana pengembangan dan penyempurnaan organisasi SAR di Indonesia. Sejak saat itu Indonesia diharapkan mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran yang terjadi di Indonesia. . Sebagai negara yang merdeka. maka pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 1955 tentang Penetapan Dewan Penerbangan untuk membentuk panitia SAR. Sebagai konsekwensi logis atas masuknya Indonesia menjadi anggota ICAO tersebut. Dengan masuknya Indonesia sebagai anggota ICAO dan IMO tersebut. Dengan berbekal kemerdekaan. tahun 1959 Indonesia menjadi anggota International Maritime Organization (IMO). Untuk mengantisipasi tugas-tugas SAR tersebut. Proyek tersebut ditangani oleh US Coast Guard (Badan SAR Amerika).Sejarah SAR Nasional Lahirnya organisasi SAR di Indonesia yang saat ini bernama BASARNAS diawali dengan adanya penyebutan ?Black Area? bagi suatu negara yang tidak memiliki organisasi SAR. Tim inilah yang akhirnya menjadi embrio dari organisasi SAR Nasional di Indonesia yang dibentuk kemudian. yang mana Indonesia merupakan proyek payung (Umbrella Project) untuk negara-negara Asia Tenggara. Harus ada hubungan yang cepat dan tepat antara pusat-pusat koordinasi dengan pusat fasilitas SAR. Dari pengalaman-pengalaman tersebut diatas. Panitia teknis mempunyai tugas pokok untuk membentuk Badan Gabungan SAR. Pengawasan lalu lintas penerbangan dan pelayaran perlu diberi tambahan pendidikan SAR. Pada tahun 1968 juga. tugas dan tanggung jawab SAR semakin mendapat perhatian. terdapat proyek South East Asia Coordinating Committee on Transport and Communications. bangsa Indonesia ingin mewujudkan harapan dunia international yaitu mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran. maka pada tahun 1968 ditetapkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor T.

Bantuan radio navigasi yang penting diharapkan untuk pelayaran secara terus menerus. Instansi-instansi berpotensi tersebut juga sudah mempunyai perangkat dan jaringan komunikasi yang memadai untuk kegiatan SAR. walaupun dapat digunakan dalam keadaan darurat. tim dari Indonesia membuat kesimpulan bahwa : Instansipemerintah baik sipil maupun militer sudah mempunyai unsur yang dapat membantu kegiatan SAR. Walaupun dengan personil dan peralatan yang terbatas. Tahun berikutnya Pusarnas turut serta dalam kelompok kerja yang melakukan penelitian tentang penggunaan satelit untuk kepentingan kemanusiaan (Working Group On Satelitte Aided SAR) dari International Aeronautical Federation. namun diperlukan standardisasi peralatan. tim US Coast Guard didampingi pejabat . . Secara perlahan Pusarnas terus berkembang dibawah pimpinan (alm) Marsma S. antara lain Boeing 727-PANAM tahun 1974 di Bali dan operasi pesawat Twinotter di Sulawesi yang dikenal dengan operasi Tinombala. kegiatan penanganan musibah penerbangan dan pelayaran telah dilaksanakan dengan hasil yang cukup memuaskan. sehingga perlu pembinaan dan latihan. Berdasarkan hasil survey tersebut ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 11 tahun 1972 tanggal 28 Februari 1972 tentang pembentukan Badan SAR Indonesia (BASARI). namun diperlukan pengaturan pemanfaatan jaringan tersebut. Personil dari instansi berpotensi SAR pada umumnya belum memiliki kemampuan dan keterampilan SAR yang khusus. sehingga Pusarnas secara resmi telah terlibat dalam kegiatan SAR secara internasional. namun diperlukan suatu wadah untuk menghimpun unsur-unsur tersebut dalam suatu sistem SAR yang baik.pejabat sipil dan militer dari Indonesia. Peralatan milik instansi berpotensi SAR tersebut bukan untuk keperluan SAR. Dalam kegiatan survey tersebut. Dono Indarto. Dalam rangka pengembangan ini pada tahun 1975 Pusarnas resmi menjadi anggota NASAR (National Association of SAR) yang bermarkas di Amerika. Adapun susunan organisasi BASARI terdiri dari : Unsur Pimpinan Pusat SAR Nasional (Pusarnas) Pusat-pusat Koordinasi Rescue (PKR) Sub-sub Koordinasi Rescue (SKR) Unsur-unsur SAR Pusarnas merupakan unit Basari yang bertanggungjawab sebagai pelaksana operasional kegiatan SAR di Indonesia. Hasil survey akhirnya dituangkan pada ?Preliminary Recommendation? yang berisi saran-saran yang perlu ditempuh oleh pemerintah Indonesia untuk mewujudkan suatu organisasi SAR di Indonesia.

Kepala Pusat Bina Potensi Basarnas mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan. dan Australia. FUNGSI DAN SASARAN BASARNAS A. TUGAS POKOK Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. Dalam perkembangannya keluar Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 80 tahun 1998 tentang Organisasi Tata Kerja Basarnas. Secara jelas tugas dan fungsi SAR adalah penanganan musibah pelayaran dan/atau penerbangan. pada tahun 1979 melalui Keputusan Presiden Nomor 47 tahun 1979. Dengan diubahnya Pusarnas menjadi Basarnas. yang salah satu isinya mengenai pejabat esselon II di Basarnas. dirintis kerjasama dengan negaranegara tetangga yaitu Singapura. dan/atau bencana dan/atau musibah lainnya dalam upaya pencarian dan pertolongan saat terjadinya musibah. Sedangkan untuk penanganan SAR di daerah dikeluarkan Instruksi Menteri Perhubungan IM 4/KP/Phb-78 untuk membentuk Satuan Tugas SAR di KKR (Kantor Koordinasi Rescue). Kepala Pusarnas yang semula esselon II menjadi Kepala Basarnas esselon I. Pusarnas yang semula berada dibawah Basari. Untuk lebih mengefektifkan kegiatan SAR.104/Pb-78 tentang penunjukkan Kepala Pusarnas sebagai Ketua Basari pada kegiatan operasi SAR di lapangan. Kepala Pusat Bina Operasi. pengkoordinasian dan pengendalian potensi Search and Rescue (SAR) dalam . TUGAS. maka pada tahun 1978 Menteri Perhubungan selaku kuasa Ketua Basari mengeluarkan Keputusan Nomor 5/K. serta memberikan bantuan dalam bencana dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR nasional dan internasional. Dalam melaksanakan tugas penanganan musibah pelayaran dan penerbangan harus sejalan dengan IMO dan ICAO. dimasukkan kedalam struktur organisasi Departemen Perhubungan dan namanya diubah menjadi Badan SAR Nasional (BASARNAS). Malaysia. Untuk efisiensi pelaksanaan tugas SAR di Indonesia. Penanganan terhadap musibah yang dimaksud meliputi 2 hal pokok yaitu pencarian (search) dan pertolongan (rescue). Demikian juga struktur organisasinya disempurnakan dan Kabasarnas membawahi 3 pejabat esselon II. yaitu : Sekretaris Badan. dan pengendalian potensi SAR dalam kegiatan SAR terhadap orang dan material yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam pelayaran dan/atau penerbangan.Bersamaan dengan pengembangan Pusarnas tersebut. pengkoordinasian. Badan SAR Nasional mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan.43Tahun 2005 Tentang Organisasi dan tata kerja Departemen Perhubungan.

Pelaksanaan tindak awal. perlu dilaksanakan strategi. C. Koordinasi dan pengendalian operasi SAR alas potensi SAR yang dimiliki oleh instansi dan organisasi lain. dan handal sesuai ketentuan nasional dan internasional. tepat. FUNGSI Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut di atas. Pelaksanaan program pembinaan potensi SAR dan operasi SAR. Badan SAR Nasional menyelenggarakan fungsi : Perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan potensi SAR dan pembinaan operasi SAR. atau menghadapi bahaya dalam pelayaran dan atau penerbangan. serta memberikan bantuan SAR dalam penanggulangan bencana dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR Nasional dan Internasional. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan SAR melalui jenjang pendidikan sesuai dengan kebutuhan dalam lingkungan BASARNAS. Melaksanakan pembinaan SDM SAR melalui pola pembinaan SDM yang terarah dan berlanjut agar dapat dibentuk tenaga-tenaga SAR yang profesional.strategi sebagai berikut : Menjadikan BASARNAS sebagai yang terdepan dalam melaksanakan operasi SAR dalam musibah pelayaran dan penerbangan.kegiatan SAR terhadap orang dan material yang hilang atau dikhawatirkan hilang. Penciptaan system sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyelenggaraan operasi SAR . Melaksanakan pemenuhan sarana/ prasarana dan peralatan SAR secara bertahap agar dapat menjadikan operasi tindak awal SAR yang mandiri. cepat. Evaluasi pelaksanaan pembinaan potensi SAR dan operasi SAR Pelaksanaan administrasi di lingkungan Badan SAR Nasional. bencana dan musibah lainnya. B. Pembentukan Institusi yang dapat menangani pendidikan awal dan pendidikan penataran di lingkungan BASARNAS Mengembangkan regulasi yang mampu mengerahkan potensi SAR melalui mekanisme koordinasi yang dipatuhi oleh semua potensi SAR. SASARAN PENGEMBANGAN BASARNAS Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Basarnas. Pemberian bantuan SAR dalam bencana dan musibah lainnya. Pelaksanaan hubungan dan kerja sama di bidang SAR balk di dalam maupun luar negeri.

Untuk mendukung kegiatan dan operasi SAR. Peralatan perorangan Terdiri atas Peralatan pokok perorangan dan Peralatan pendukung perorangan. 2. Peralatan beregu. balk dalam negeri maupun luar negeri dalam rangka pembinaan potensi SAR. sehingga dengan dukungan peralatan yang memadai akan membantu proses pertolongan dan selanjutnya akan meningkatkan prosentasi keberhasilan operasi.id/SAR/basarnas/sejarah. Kantor-kantor SAR telah dilengkapi dengan peralatan SAR. Terdiri atas Peralatan pokok beregu dan Peralatan pendukung beregu. organisasi dan instansi berpotensi SAR. Peralatan SAR ini diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu: 1. tergantung lokasi dan kondisi setempat. Sistem komunikasi ini tidak lepas dari . Dengan klasifikasi ini akan memberikan kemudahan dalam memilah ketika melakukan penyimpanan maupun penyiapan untuk operasi.dephub.go. Peralatan SAR masing-masing Kantor SAR sedikit berbeda jenis maupun jumlahnya.htm PERALATAN SAR Peralatan SAR adalah merupakan bagian penting bagi res cuer ketika melaksanakan pertolongan terhadap korban musibah dilapangan. serta dalam rangka mendukung Siaga SAR. Sumber : Badan SAR Nasional http://www.Mengembangkan kerjasama dengan Pemda melalui FKSD. meskipun belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan sesuai persyaratan mengingat keterbatasan anggaran dan biaya operasional. PERALATAN KOMUNIKASI Salah satu komponen pfasilitas SAR yang memegang kunci per anan penting dalam pelaksanaan kegiatan SAR adalah Sistem Komunikasi SAR.

dimaksudkan untuk dapat berkoordinasi dalam mendukung kegiatan operasi SAR baik internal antara Kantor Pusat BASARNAS dengan Kantor SAR dan antar Kantor SAR. Peralatan komunikasi yang dimiliki BASARNAS dan Kantor SAR sebagai berikut : Fixed Line Telecommunication . Jaring Komando dan Pengendalian Komunikasi sebagai sarana komando dan pengendalian. Peralatan tersebut berfungsi sebagai alat deteksi dini signal yang mengindikasikan lokasi musibah. dan eksternal dengan instansi/ organisasi berpotensi SAR dan RCCs negara tetangga secara cepat dan tepat. pertolongan dan penyelamatan dapat dilaksanakan dengan cepat. 2. Pada tahun 1994 BASARNAS memperoleh bantuan pi njaman lunak dari pemerintah Kanada untuk pengadaan peralatan monitoring musibah. Sistem komunikasi yang digelar mempunyai fungsi: 1. Administrasi dan Logistik Jaring ini digunakan oleh BASARNAS untuk pembinaan Kantor SAR dalam pelaksanaan pembinaan dan administrasi perkantoran. kebenaran dan aktualitasnya. Jaring Pembinaan. alat-alat tersebut adalah LUT (Local User Terminal) yaitu berupa perangkat stasiun bumi kecil yang mengolah data dari Cospas dan SARSAT. Implementasi sistem komunikasi harus mengacu path peraturan internasional yaitu peraturan IMO untuk memonitor musibah pelayaran dan peraturan ICAO untuk memonitor musibah penerbangan. Jaringan Penginderaan Dini Komunikasi sebagai sarana penginderaan dini dimaksudkan agar setiap musibah pelayaran dan/atau penerbangan dan/ atau bencana dan/ atau musibah lainnya dapat dideteksi sedini m ungkin. dimaksu dkan untuk mengendalikan unsur-unsur yang terlibat dalam operasi SAR. Oleh karena itu setiap informasi/musibah yang diterima harus mempunyai kemampuan dalam hal kecepatan. supaya usaha pencarian. Jaring Koordinasi Komunikasi sebagai sarana koordinasi.semua jenis peralatan komunikasi yang digunakan sebagai sarana pertukaran informasi balk berupa voice maupun data dalam kegiatan SAR. 4. 3.

Radio Communication (HFNHF) AFTN Automatic message switching Dengan dilengkapinya radio VHF Air band dan Marine band. Cari alat bantu untuk menyelamatkan korban. Segera menginformasikan kepada orang disekitar untuk mencari bantuan lanjutan.langkah sebagai berikut : · Terjun ke air dengan mata tetap memandang posisi korban · Dekati korban ssuai dengan jarak tertentu dan mengajak berkomunikasi. 4. Pastikan diri anda mempunyai kemampuan untuk menolong. baik tenggelam dalam air tawar maupun air laut. 2. kami memberikan tips sebagai berikut : 1." Lebih baik kehilangan satu orang daripada kehilangan dua orang". atau orang dewasa. memungkinkan untuk memonitor penerbangan dan pelayaran. Tahap berikutnya adalah tahap penyelamatan korban tanpa menggunakan alat bantu.Dalam tahap ini dapat dilakukan langkah . kami memberikan tips sebagai berikut : Duck away Leg block . untuk kasus korban yang masih sadar. maksudnya " Jangan menambah korban lebih banyak". bila tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri sebaiknya carilah bantuan. contoh : pelampung. Sebagai orang awam yang ingin menolong seseorang yang tenggelam. ranting/kayu. Pelajari situasi dan kondisi disekitar korban. PENYELAMATAN KORBAN TENGGELAM Kasus tenggelam cukup sering ditemukan. Kasus tenggelam sering terjadi pada anak kecil. tali dan sebagainya 5. berikut ini adalah kutipan percakapan penolong dengan korban : " Sebagai orang awam yang ingin menolong seseorang yang tenggelam. 3.

Selanjutnya dilakukan pertolongan dengan suatu rumusan sederhana yang mudah diingat yaitu ABC. tekan dahi dan naikkan dagu ( posisi ini bertujuan untuk memperlancar jalan nafas . setelah itu melakukan tehnik penyelamatan separti tehnik diatas. 7. 8.9 hitungan (Ref : ADS International) 6. Membawa korban ke darat dan letakkan ditempat yang aman. lakukan tehnik penyelamatan dengan cara : Under arm carry Tired swimmer carry Wristow Hip carry Hip carry with pistol grip Double chin carry Untuk korban yang tidak mematuhi perintah maka biarkan korban sampai terlihat lelah. Hal ini diartikan sebagai : A = Airway ( Jalan nafas ) B = Breathing ( Bernafas ) C = Circulation ( Sirkulasi. contoh : gigi palsu.Arm block Elbow lift Untuk korban yang mematuhi perintah. makanan dll Kembalikan posisi normal.benda yang menyumbat rongga mulut korban.goyangkan tubuh korban sambil menegur korban. Mengecek kesadaran korban dengan cara mengoyang . Catatan : Saat menarik korban untuk korban yang tidak bernafas diberi bantuan nafas mulut ke hidung sebanyak 1 kali dengan hitungan pemberian nafas dengan jeda htiungan ke . Peredaran Darah yakni jantung dan pembuluh darah ) Untuk kasus korban yang sadar tapi mengalami kesulitan bernafas maka dilakukan langkah langkah sebagai berikut : Posisikan korban pada posisi pulih atau posisi istirahat Bersihkan benda .

penggunaan api di masa itu memberi pengaruh dalam mengakhiri masa nomaden. Akan tetapi. mempunyai nafas yang tidak kuat atau belum PMK Sejarah Pemadam Kebakaran Pemadam Kebakaran Dibentuk Pada Zaman Romawi Pada hakekatnya manusia sangat membutuhkan api dalam kehidupan sehari-hari. gunakan Algoritma syok Jika nadinya cukup maka lakukan pertolongan A dengan / tanpa B Untuk korban yang tidak sadar. Kebutuhan terhadap api itu tak bisa dihindari. sebaiknya menggunakan alat bantu pemberian nafas dari mulut ke mulut ) Untuk korban yang tidak sadar. Ini terjadi kira-kira 300 tahun sebelum masehi (SM) di Roma. dan alat perlindungan dari binatang buas. mempunyai nafas yang tidak kuat atau belum bernafas.langkahnya sebagai berikut : Pada posisi normal dengan dagu terangkat sambil mengecek nadi di leher Jika tidak ada nadi maka dilakukan pertolongan ABC Jika nadinya kecil maka lakukan pertolongan AB + Supportive C. Dan tentunya manusia menghadapi masalah sebelum mampu menciptakan api. Seolah-olah unsur panas yang dilihat dan dirasakan manusia pada waktu itu sebagai akibat letusan gunung berapi atau sambaran petir. langkah . Begitu juga api diperlukan manusia sebagai alat untuk menghangatkan badan dari cuaca dingin. api yang sudah diketahui dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Ketika itu petugas pemadam kebakaran dan penjaga . Keadaan ini mendorong manusia untuk berpikir agar dapat mengontrol api. contoh Hepatitis.Bila diperlukan diberikan nafas buatan dua kali dari mulut ke mulut ( untuk menghindari penularan penyakit. Ketika manusia merasakan pengalaman bahwa api juga bersifat sangat merusak. tetap dipandang sebagai elemen suci dan hebat. Dalam perkembangan selanjutnya. karena manusia memerlukan penerangan ketika datang kegelapan malam. Banyak mitologi yang menganalogikan api menjadi sifat atau karakter manusia. sejak itu manusia terdorong untuk mengetahui cara mengontrol keganasan api. Hal ini juga berdampak terhadap perkembangan sosial dan politik seiring dengan perkembangnya pemukiman penduduk yang menetap. sehingga api dapat bermanfaat bagi kehidupannya.

Selain Curfew. di Manchester dibuat peraturan tentang penyimpanan tentang penyimpanan bahan bakar yang aman untuk oven roti. sangat sedikit dan hampir tidak ada usaha untuk membentuk organisasi yang melindungi dan mengontrol kebakaran.malam dibentuk dan ditugaskan kepada sekelompok orang yang diberi nama Familia Publica dan operasional dari kelompok ini diawasi oleh komite negara. Siponarii adalah sebutan bagi pengawas pompa. pada tahun 1566. Marco Polo mencatat tentang tata negara belahan timur pada abad 13. Hal ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Dibentuknya satuan ini bertujuan untuk melindungi manusia terhadap bahaya kebakaran. Kemudian. Tugas utama mereka adalah melakukan patroli dan pengawasan pada malam hari (dilakukan oleh Nocturnes). setiap anggota pasukan mempunyai tugas khusus bila terjadi kebakaran. Sedangkan hukum Romawi mengutus Quarstionarius (sekarang sama dengan Polisi Kebakaran). peraturan hampir serupa dibuat di Oxford Inggris pada tahun 872. Dalam perkembangan selanjutnya. Dan departemen ini mengorganisir para budak dan warga negara dalam wadah yang bernama Satuan Jaga (pelayanan penjagaan). dikeluarkan dekrit yang menyatakan seluruh rakyat wajib menjaga dan mengontrol api. Ketika itu hanya ada peraturan tentang proteksi kebakaran yang bernama Curfew (bahasa Perancis: mengatasi kebakaran) yang mengharuskan rakyat memadamkan api pada jam tertentu di malam hari. dan pompa tangan dikembangkan guna membantu penyemprotan air ke api. 5 orang berjaga pada siang. dibangun pipa air (aquaducts) untuk membawa air ke seluruh kota. Contohnya. yakni pasukan rakyat dari pasukan pengawas dan pasukan kebakaran yang mempunyai tugas pencegahan kebakaran telah terbentuk di Hangchow. dan selebihnya berjaga pada malam hari. Mereka dalam melaksanakan tugasnya dapat mengerahkan satu sampai dua ribu orang untuk memadamkan api. beberapa anggota (aquarii) membawa air dalam ember ke lokasi kebakaran. dan komandan pemadam kebakaran dinamakan Praefectus Vigilum yang memikul seluruh tanggung jawab Satuan Siaga. Dalam buku yang berjudul Principles of Protection karya Arthur Cote. Kemudian. Sedangkan penggunaan atap rumah dari ilalang yang sudah cukup tua usianya dilarang. P. di zaman pemerintahan kaisar Agustus (Gaius Julius Caesar Octavianus) pada 27 SM sampai 12 Masehi. Ribuan pasukan itu dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari 10 orang. yang bertugas mengklarifikasi sebab-sebab terjadinya kebakaran. Petugasnya juga membawa bantal besar ke lokasi kebakaran. Dan peraturan ini merupakan Undang-undang per-tama yang dibuat dalam rangka . Wali Kota pertama Inggris membuat peraturan yang mengharuskan bangunan baru berdinding dan atap batu atau ubin. Pemerintah Kerajaan Romawi pada masa itu mulai menentukan kebijakan me-ngenai penggunaan selang kulit bagi kepentingan pemadaman kebakaran. Roma mengembangkan Departemen Kebakaran untuk tipe penghunian. sehingga orang yang terjebak di gedung tinggi dapat meloncat dan mendarat di atas bantal tersebut. Selanjutnya.E dan Percy Bugbee dijelaskan. Peraturan Tentang Proteksi Kebakaran Ketika kerjaan Romawi jatuh. Adapun satuan jaga tersebut merupakan organisasi (pemadam kebakaran) yang pertama. Pada tahun 1189.

pengawas kebakaran bertugas malam hari. untuk pertama kalinya di Amerika dibentuk Undang-undang Kebakaran. Lembaga ini pertama kali dibentuk mengingat besarnya kerugian harta benda yang diasuransikan. Sipir kebakaran dibantu delapan orang sukarelawan. Undang-undang tambahan tentang proteksi kebakaran juga dibentuk. Pada tahun 1666 di London ter-jadi kebakaran. Pada tahun 1654 di Boston. Pada tanggal 14 Januari 1653. seorang bellman ditugaskan bekerja dari pukul 10 malam hing-ga pukul 5 pagi. Pada saat yang . Namun sampai tahun 1774 belum juga terbentuk komisi yang bertugas menegakkan peratu-ran. Adapun Undang-undang negara yang pertama kali dibuat adalah Undang-undang Parlemen Inggris (1583). Pengawas kebakaran malam. penggunaan cerobong asap dari kayu. Beberapa tahun kemudian. Yang ditunjuk sebagai komandan pasukan kebakaran di Edinburgh adalah peneliti yang bernama James Braidwood. yaitu melakukan patroli guna membantu lembaga asuransi yang baru terbentuk agar dapat diterima masyarakat. dan dipandang sangat penting. Pada saat itu. Pada tahun 1631. dan standar operasi yang lebih maju. pembuatan cerobong asap yang terbuat dari kayu dilarang. Skotlandia.pencegahan kebakaran. Padan tahun 1647 Amsterdam Baru (sekarang kota New York) menunjuk para tenaga survei bangunan untuk mengontrol bahaya kebakaran yang melanda bangunan. Atas peristiwa ini dibentuk peraturan tentang bangunan yang komplit. Undang-undang pada tahun 1653 ini mengharuskan seluruh rumah menyimpan kain pel sepanjang 12 kaki. Sukarelawan ini disebut sebagai pengawas berderak karena setiap jaga mereka selalu membunyikan alarm yang bunyinya berderak-derak. Ini digunakan bagi keperluan memadamkan kebakaran atap. Buku ini berisikan 396 standar dan gambaran tentang pelayanan terbaik yang harus dilakukan Departemen Kebakaran. yang menyangkut ketentuan larangan pembuatan lilin dengan cara mencairkan lemak di dalam bangunan perumahan. Dan ketentuan tersebut dijalankan oleh pemerintahan Boston yang terpilih. terjadi pembaharuan di New York. Ia penulis buku pegangan (handbook) ten-tang operasi Departemen Kebakaran. tenaga survei itu dinamakan pengawas kebakaran hunian lima. Isinya mencakup larangan penggunaan ilalang untuk atap rumah. Tiga tahun kemudian. Pada tahun 1647. Bisa dibayangkan. Tugas pasukan ini mengembangkan peraturan mengenai proteksi kebakaran. betapa mandul nya peraturan maupun Undangundang tentang pencegahan kebakaran yang telah dibuat selama kurun waktu lebih satu abad ketika itu. Pengawas Kebakaran Pengawas kebakaran malam hari dibentuk di kota besar Amerika pada zaman kolonial. merupakan lembaga masyarakat sebelum terbentuknya kesatuan polisi warga yang dibentuk di New York pada tahun 1687. yang mempunyai tanggung jawab pencegahan kebakaran umum. Pada tahun itu di Edinburgh. Dalam hal ini. yang tidak berhubungan langsung dengan struktur bangunan. Buku pegangan karyanya itu lebih maju dibanding teori sebelumnya yang dibuat oleh James pada 1830. dan setiap bangunan rumah harus memiliki tangga yang mampu menjangkau tepi atap. pemerintah Boston memberikan perintah untuk membeli mobil pompa. tidak ada catatan dari mana asal mobil pompa dan kapan diadakan perawatan. Setelah peristiwa itu. Lembaga masyarakat ini mempunyai tugas penting. Sampai tahun 1824 komisi yang dimaksud di atas belum juga terbentuk. dibentuk pasukan keba-karan. Kronologis tersebut dipandang sebagai cikal bakal lahirnya Departemen Kebakaran di Amerika Utara. di Boston terjadi bencana kebakaran.

pemiliknya tidak menerima ganti rugi. dan sebagainya. Matikan dulu sumber listrik agar kita aman dalam memadamkan kebakaran Prinsip Pemadaman Kebakaran Kebakaran adalah suatu nyala api. kayu. Api terjadi karena persenyawaan dari: Sumber panas. solar. seperti bahan-bahan kimia. misalnya bensin. busa dan lain-lainnya. kota juga menyediakan tangga. kaitan. Contoh mudahnya seperti ketika kita menghidupkan lilin. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: pasir dan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. misalnya kertas.sama. plastik. plastik dan sebagainya. kayu. Senapan serbuk kadang dipakai dalam operasi ini. karet. seperti energi elektron (listrik statis atau dinamis). merugikan dan pada umumnya sukar dikendalikan. Dan rumah yang dirobohkan demi kepentingan mencegah kebakaran tidak menjalar. minyak tanah. sinar matahari. alkohol dan lain-lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. spirtus. Pemasangan Tanda-Tanda Peringatan. reaksi kimia dan perubahan kimia. pasir. dan rantai guna merobohkan rumah di luar jalur penyebaran api. Kelas Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda mudah terbakar berupa cairan. misalnya Dilarang Merokok ketika Sedang Melakukan Pengisian Bahan Bakar. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: air. Benda mudah terbakar. dan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Klasifikasi Jenis Kebakaran Kebakaran di Indonesia dibagi menjadi tiga kelas. Ketentuan ini memang sudah didekritkan. yaitu: Kelas Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat. karung goni yang dibasahi. bahan bakar. Apabila sudah terjadi kebakaran maka langkah kita adalah menghilangkan adanya Oksigen dalam kebakaran tersebut. Dalam pencegahan terjadinya kebakaran kita harus bisa mengontrol Sumber panas dan Benda mudah terbakar. baik kecil atau besar pada tempat yang tidak kita hendaki. Dilarang memakai air untuk jenis ini karena berat jenis air lebih berat dari pada berat jenis bahan di atas sehingga bila kita menggunakan air maka kebakaran akan melebar kemana-mana Kelas Kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Oksigen (tersedia di udara) Apabila ketiganya bersenyawa maka akan terjadi api. lalu coba .

yang akan memancarkan air secara otomatis apabila terjadi pemanasan pada suatu suhu tertentu pada daerah di mana ada sprinkler tersebut Pencegahan Kebakaran Setelah kita mengetahui pengklasifikasian. sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar-kecilnya resiko kebakaran yang mungkin timbul dari daerah tersebut. Peralatan Pencegahan Kebakaran APAR / Fire Extinguishers / Racun Api Peralatan ini merupakan peralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran A. Peralatan ini mempunyai berbagai ukuran beratnya. Ketika kita memadamkan kebakaran dengan mengunakan APAR. Bahan yang ada dalam tabung pemadam api tersebut ada yang dari bahan kinia kering. Bila kita menggunakan air sebagai media pemadaman maka terjadi reaksi pendinginan panas dan isolasi oksigen dari kebakaran tersebut. misalnya tempat penimbunan bahan bakar terasa tidak rasional bila di situ kita tempatkan racun api dengan ukuran 1. Hydran Ada 3 jenis hydran.2 Kg dengan jumlah satu tabung. karung goni yang basah dan pasir yang terjadi adalah kita mengisolasi adanya oksigen dalam api tersebut asal semua permukaan api tertutupi oleh ketiga media pemadaman tersebut dan api akan mati seperti lilin yang kita tutup memakai gelas tadi. untuk hydran halaman ditempatkan di halaman. Fire Alarm Peralatan yang dipergunakan untuk memberitahukan kepada setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat Sprinkler Peralatan yang dipergunakan khusus dalam gedung. .kita tutup dengan gelas maka api pada lilin tersebut akan mati karena oksigen yang berada di luar gelas tidak dapat masuk dan oksigen yang berada dalam gelas berubah menjadi Karbon Dioksida (CO2) yang mematikan api. untuk Halon tidak diperkenankan dipakai di Indonesia. hydran halaman dan hydran kota. foam / busa dan CO2. Detektor Asap / Smoke Detector Peralatan yang memungkinkan secara otomatis akan memberitahukan kepada setiap orang apabila ada asap pada suatu daerah maka alat ini akan berbunyi. Kita mengambil contoh dari pengelolaan pencegahan kebakaran pada bangunan tinggi.B dan C. sedangkan hydran kota biasanya ditempatkan pada beberapa titik yang memungkinkan Unit Pemadam Kebakaran suatu kota mengambil cadangan air. sesuai namanya hydran gedung ditempatkan dalam gedung. yaitu hydran gedung. prinsip pemadaman dan perlengkapan pemadaman suatu kebakaran maka kita harus bisa mengelola kesemuanya itu menjadi suatu sistem manajemen /pengelolaan pencegahan bahaya kebakaran. khusus untuk pemakaian dalam gedung.

Inspeksi Bangunan. karet. sehingga kita siap menghadapi musuh kita semua. Listrik statis. dan lebih baik lagi melakukan pencegahan agar aksi tersebut tidak dapat berjalan. Dalam konteks masalah kebakaran dapat dikatakan bahwa reaksi oksidasi adalah reaksi pengikatan unsur oksigen oleh reduktor/pereduksi (bahan . Pengetahuan Dasar DAMKAR Sebelum kita dapat melakukan usaha penanggulangan kebakaran. KIMIA API Kita semua tahu bahwa untuk dapat menghadapi dan mengalahkan musuh. apa yang dapat menimbulkan api. P3K. A. yaitu kebakaran. seperti karpet. Selanjutnya apakah reaksi oksidasi itu?. seperti Listrik. Demikian juga apabila kita mengahadapi masalah kebakaran. Setelah itu maka kita akan menyadari bahwa peristiwa/masalah kebakaran sesungguhnya merupakan masalah yang menjadi ancaman bagi semua orang. strategi perang. Untuk itu tulisan ini dibuat tanpa maksud menggurui mengajak semua pihak untuk lebih mengenal tentang Kebakaran khususnya api dengan lebih baik. Prosedur-Prosedur.Identifikasi bahaya yang dapat mengakibatkan kebakaran pada gedung itu. dan lain-lain Sumber Panas. baik disadari ataupun tidak. membuat kita dapat membuat rencana untuk menga-tasi aksi tersebut. dan banyak lagi. dan lain-lain. adalah wajar apabila kita perlu untuk mengetahui dan mengenal terlebih dahulu apa dan bagaimanakah kebakaran itu. PEMBAKARAN Pembakaran dan api adalah dua kata yang akan selalu berhubungan dan dalam ilmu kebakaran dua kata tersebut sudah menjadi tak terpisahkan. Bahan Mudah Terbakar. Training. kelemahan. dan lainnya. kertas. bagaimana api dapat menyebar. Fire Drill / Latihan Kebakaran dan lain-lain Recovery / Pemulihan Emergency Response Plan / Rencana Tindakan Tanggap Darurat. Memiliki gambaran tentang kemungkinan aksi yang akan dilakukan oleh musuh. bagaimana mencegah api timbul. nyala api rokok dan lain-lain Penilaian Resiko Resiko tinggi karena merupakan bangunan tinggi yang banyak orang Monitoring Inspeksi Listrik. Pembakaran/api adalah peristiwa proses reaksi oksidasi cepat yang biasanya menghasilkan panas dan cahaya (energi panas dan energi cahaya). kita harus tahu tentang bagaimanakah api dapat terjadi. Inspeksi Peralatan Pemadam Kebakaran. kita harus tahu segala hal tentang musuh kita kekuatan.

sehingga ter-bentuk gasgas yang lebih seder-hana yang akan terbakar. lalu uap bahan bakar tadi yang akan terbakar.bakar). NYALA API Selama ini api. yaitu sebuah bangun dua dimensi berbentuk segitiga sama sisi. Warna dari bara api pada permukaan benda berhubungan dengan temperaturnya. Dari sini kita telah men-dapatkan dua komponen peristiwa/reaksi pembakaran/api. Warna dari nyala api ditentukan oleh bahan-bahan yang bereaksi (terbakar). Untuk rekasi oksidasi lambat sebagai contohnya adalah peristiwa perkaratan besi. Ini juga berarti kita telah mendapatkan satu lagi komponen pembakaran/api. reaksi oksidasi didefinisikan sebagai reaksi pemberian elektron oleh oksidator/pengoksidasi kepada reduktor/pereduksi. selalu identik dengan nyala api. Dalam ilmu kebakaran ketiga komponen tersebut dikenal dengan segitiga api. Satu hal yang perlu di pahami adalah bahwa hanya gas yang dapat terbakar. Di atas telah disebutkan bahwa pembakaran/api adalah peristiwa oksidasi cepat. yaitu oksidator yaitu oksigen dan reduktor di sini adalah bahan bakar. Contoh yang baik untuk bara api adalah batu bara. Lalu selain itu apa lagi? Dalam kehidupan sehari-hari kita mengetahui bahwa suatu benda yang dapat terbakar (bahan bakar) dalam kondisi normal tidaklah terbakar. yang bereaksi sempurna dengan udara (oksigen) adalah biru terang. C. Jadi bahan bakar dengan bentuk fisik padatan dan cairan sebelum ia dapat terbakar ia harus dirubah dahulu ke bentuk fisik gas. berarti ada reaksi oksidasi lambat. Warna yang dihasilkan oleh gas hidrokarbon. kuning. jingga. sesungguhnya ini adalah salah satu dari bentuk api. Lalu mengapa segitiga sama sisi? Jawabannya adalah bahwa suatu peristiwa/reaksi pembakaran akan dapat terjadi apabila ketiga komponen tersebut berada dalam keadaan keseimbangannya. Dimana masing-masing sisi mewakili satu komponen kebakaran/api. akan tetapi suatu bahan akan dapat terbakar apabila kondisi di mana terjadi/akan terjadi pembakaran/api memiliki perbandingan tertentu antara bahan dimaksud dengan oksigen . SEGITIGA API Dari bahasan sebelumnya kita telah tahu bahwa pembakaran/api adalah suatu reaksi oksidasi. Sedang untuk bahan bakar bentuk cairan oleh panas akan diuapkan. Panas dan Bahan bakar. akan tetapi adanya bahan-bahan yang sangat panas pada permukaan dimana pembakaran terjadi. umumnya. BARA API Bara api memiliki cirri khas yaitu tidak terlihatnya nyala api. tergantung dari temperaturnya. Ledakan/explosion adalah peristiwa oksidasi yang sangat cepat. Beberapa warna yang terlihat dan tempe-raturnya ditampilkan seperti di tabel 1. yaitu ledakan/explosion. Sedang dalam konteks lebih luas. B. jadi harus ada oksidator/pengoksidasi dan reduktor/ pereduksi/bahan yang dioksidasi. baru apabila kita panaskan untuk beerapa lama dia akan dapat terbakar. Untuk bahan bakar padat harus mengalami pyrolysis. Kembali ke masalah kebakaran ada peristiwa yang sering terjadi seiring dengan kebakaran. dalam ilmu kimia. Kese-imbangan dimaksud di sini bukanlah sama dalam jumlah atau banyaknya. yaitu: Oksigen. dari apa yang sudah umum kita ketahui. Nyala api sesung-guhnya adalah gas hasil reaksi dengan panas dan cahaya yang ditimbulkannya. Nyala api akan lebih mudah terlihat ketika karbon dan padatan lainnya atau liquid produk antara dihasilkan oleh pembakaran tidak sempurna naik dan berpijar akibat temperatur dengan warna merah. atau putih.

oksigen itu sendiri tidak terbakar. dan lain-lain. terdapat dua macam reaksi yaitu reaksi endotermis dan eksotermis. Reaksi kimia Pada reaksi kimia. 2. 1. . Reaksi endotermis adalah reaksi yang mem-butuhkan panas untuk dapat berjalan. Cara-cara Perpindahan Panas Panas dapat berpindah dan dalam suatu kejadian kebakaran perpindahan panas ini harus mendapat perhatian yang besar. hubungan pendek. D. akan tetapi dapat juga dalam bentuk proses pencampuran dan atau pelarutan. dapat disebutkan disini adalah: Arus listrik Panas akibat arus listrik dapat terjadi akibat adanya hambatan terhadap aliran arus. Kembali lagi. OKSIGEN Pada sisi pertama dari segitiga adalah oksigen. sedang rekasi eksotermis adalah kebalikannya yaitu menghasilkan panas dan reaksi inilah yang merupakan sumber panas. Kerja mekanik Panas yang dihasilkan oleh kerja mekanik biasanya dari gesekan dua benda atau gas yang diberi tekanan tinggi. Reaksi kimia disini tidak hanya terbatas pada reaksi perubahan atau pembentukan senyawa baru. dan khusus dalam masalah kebakaran ada juga yang disnyulutan langsung. Reaksi nuklir Reaksi nuklir yang menghasilkan panas dapat berupa fusi atau fisi. Selain itu kondisi temperatur bahan dan atau lingkungan reaksi memiliki tem-peratur (yang menggambarkan tingkat kepanasan suatu benda) tertentu juga. ia hanya mendukung proses pembakaran. konveksi dan radiasi. karena apabila perpindahan panas tidak terkontrol akan dapat mengakibatkan kebakaran meluas dan atau mengakibatkan kebakaran lain. kelebihan beban muatan. Sumber-sumber Panas Sumber-sumber panas/energi panas sangatlah beragam. Sedang untuk ter-jadinya pembakaran/api oksigen dibutuhkan minimal 16%. atmosfir kita me-miliki oksigen dengan konsentrasi sekitar 21%. atau di ter/difokuskan oleh suatu alat optik. yaitu: konduksi. Perpindahan panas ini dapat terjadi dengan berbagai cara. Oksigen adalah gas yang tidak dapat terbakar (nonflam-meable gas) dan juga merupakan satu kebutuhan untuk kehidupan yang sangat mendasar. E. Di atas permukaan laut. PANAS Sisi kedua adalah panas.yang harus tersedia. hubungan dengan panas. Panas adalah suatu bentuk energi yang dibutuhkan untuk meningkatkan temperatur suatu benda/ bahan bakar sampai ketitik dimana jumlah uap bahan bakar tersebut tersedia dalam jumlah cukup untuk dapat terjadi penyalaan. Radiasi matahari Sinar matahari dapat menjadi sumber panas yang dapat menye-babkan kebakaran apabila intensitasnya cukup besar.

yang kita semua tahu bahwa dari jarak yang jutaan kilometer melalui ruang kosong di antariksa panas matahari dapat sampai ke bumi. maka akan kita dapati bahwa hidup kita selalu dikelilingi oleh bahan bakar. Radiasi Perpindahan panas dengan cara radiasi tidak membutuhkan suatu bahan penghantar seperti pada dua perpindahan panas sebe-lumnya. Oleh karena itu adalah sesuatu yang wajib bagi kita untuk selalu siap siaga menghadapi ancaman bahaya kebakaran.ditemukan bahwa selain ketiga komponen seperti yang dimaksud dalam segitiga api ada lagi komponen keempat dalam proses pembakaran yang dibutuhkan oleh proses pembakaran untuk mendukung kesinambungannya dan juga untuk bertambah besar. jadi panas dipancarkan segala arah dari suatu sumber panas.Konduksi Konduksi adalah perpindahan panas yang terjadi secara molekuler. Sebagai gambaran adalah apabila kita memanaskan salah satu ujung sebuah tongkat besi maka lambat laun panas akan berpindah keujung lainnya. Sebagai gambaran adalah apabila terjadi kebakaran di lantai bawah sebuah bangunan bertingkat. Apabila kita perhatikan. bahan bakar dalam hubungannya dengan ilmu kebakaran adalah setiap benda. bahan atau material yang dapat terbakar dianggap sebagai bahan bakar. Fire point : temperatur (akibat pemanasan) dimana suatu bahan bakar cair dapat memproduksi uap dengan cukup cepat sehingga memungkinkan terjadinya pembakaran yang kontinyu/terus menerus. maka panas akan dibawa oleh asap atau gas hasil pembakaran yang panas ke lantai di atasnya. jadi panas berpindah di dalam suatu bahan penghantar (konduktor) dari satu titik ketitik lain yang memiliki temperatur lebih rendah. . Dengan berlanjutnya proses pembakaran. atau lebih tepat bahan pembawa panas tersebut. Seiring dengan menyalanya api. F. yaitu rantai reaksi kimia antara bahan bakar dengan bahan pengoksidasi/oksidator. Konveksi Konveksi adalah perpindahan panas yang berhubungan dengan bahan fluida atau bahan yang dapat mengalir dalam bentuk gas atau cairan. BAHAN BAKAR Sisi yang lain (ke-tiga) adalah bahan bakar. Pada radiasi panas berpindah secara memancar. Ada beberapa istilah yang perlu diketahui dalam hubungannya dengan bahan bakar. Berbeda dengan apa yang umum disebut sebagai bahan bakar oleh setiap orang. yaitu: Flash point: temperatur terendah pada saat dimana suatu bahan bakar cair menghasilkan uap dalam jumlah yang cukup untuk menghasilkan nyala sesaat dari campuran bahan bakar dan udara (oksigen). Pada konveksi panas berpindah dengan berpindahnya bahan penghantar. Sebagai contohnya adalah radiasi sinar matahari. molekul bahan bakar juga berkurang berubah menjadi molekul yang lebih sederhana. sedangkan tongkat tersebut tidak berubah bentuk. TETRAHEDRON API Pada perkembangan selanjutnya.

dan tidak terlihat. . Sehingga dengan demikian segitiga api tadi dengan adanya faktor rantai reaksi kimia.bukan karena keberadaannya akan tetapi karena kondisi tersebut adalah kondisi yang jauh dari kondisi normal. Sering juga kematian akibat karbon monoksida terjadi akibat masuknya asap knalpot ke kabin mobil.32 persen mematikan dalam 30 sampai 60 menit. Pada konsentrasi 0. Karbon dioksida (Carbon dioxide) Karbon dioksida (Carbon dioxide) adalah hasil dari pembakaran sempurna senyawa organic atau senyawa karbon. jumlahnya sangat kecil. Selama tersedia bahan bakar dan oksigen dalam jumlah yang cukup. menyebabkan naiknya temperatur. bergabung ke rantai reaksi.16 persen mematikan dalam waktu 2 jam. GAS BERACUN HASIL PEMBAKARAN Selain bahaya panas tinggi ternyata ada satu bahaya yang menjadi penyebab utama kematian dalam peristiwa kebakaran.naiknya temperatur menyebabkan oksigen tambahan terserap ke area nyala api. Hidrogen sianida dihasikan dari pembakaran senyawan hirokarbon terklorinasi di udara. Beberapa gas beracun yang paling banyak dan selalu ada pada peristiwa kebakaran dapat dilihat dibawah ini. yang juga termasuk komponen pembakaran. selain itu juga dapat berfungsi sebagai bahan pemadam api. mulai menyala.28 persen volume dalam udara dalam 1 sampai 3 menit. Gas ini mematikan pada konsentrasi 1. Proses rantai reaksi ini akan berlanjut sampai seluruh substansi/bahan yang terkait mencapai area yang lebih dingin dinyala api.64 persen mematikan dalam 10 sampai 15 menit. dan melanjutkan rantai reaksi. mencapai titik nyalanya. Hidrogen sianida (Hydrogen cyanide) Walau Hidrogen sianida (HCN) jauh lebih beracun dari Karbon monoksida tetapi dalam kebakaran. plastik. sutra. atau juga kayu. kulit karet. Kegagalan pernafasan akhirnya akan terjadi. dan selama temperatur mendukung. Karbon monoksida berbahaya karena ia adalah gas yang tidak berbau. yaitu asap.reaksi rantai akan meningkatkan reaksi pembakaran. Karbon monoksida adalah hasil produksi dari pembakaran tidak sempurna yang dihasilkan dari pembakaran senyawa-senyawa organic dan berbagai bentuk karbon. Bertambahnya konsentrasi karbon dioksida akan mengakibatkan meningkatnya kecepatan pernafasan. Lebih banyak molekul bahan bakar akan terpecah. menyeap oksigen tambahan. Karbon dioksida dalam jumlah yang sangat banyak dapat mengakibatkan sesak nafas karena kekurangan oksigen dalam darah. Pada konsentrasi 100 ppm dapat menyebabkan kematian dalam waktu 30 sampai 60 menit. berubah menjadi satu bangun tiga dimensi segitiga piramida (tetrahedron). tidak berwarna. sampai di mana tubuh tidak mampu lagi. Mengapa asap menjadi penyebab utama? Hal ini dikarenakan asap mengandung bermacam-macam gas beracun yang dihasilkan oleh peristiwa pembakaran. Karbon monoksida (Carbon monoxide) Karbon monoksida (CO) adalah pembunuh terbesar dalam peristiwa kebakaran karena tingkat kehadirannya yang sangat tinggi dan juga cepatnya ia mencapai konsentrasi mematikan pada peristiwa kebakaran. Konsentrasi lebih dari 5 persen di lingkungan dapat merupakan tanda bahaya. wool. 0.biasanya. dan 0.05 persen gas ini tetap menyimpan bahaya. 0.

dan kontak langsung memperluas perambatan api dan keluar dari bahan bahakar awal sampai bahan didekatnya mencapai temperatur penyalaannya dan mulai terbakar. dan produk pirolisis yang belum terbakar sempurna pada saat itu sangatlah berbeda dengan kondisi di dekat lantai ruangan. CO2. Gas panas yang dihasilkan pembakaran berkumpul di langit-langit ruangan membentuklapisan asap. Freon. TAHAPAN KEBAKARAN DALAM RUANGAN Pada umumnya kebakaran dalam ruangan dengan terbagi dalam tiga tahapan. dan ventilasi. HCl berbahaya apabila kita berada dalam waktu yang cukup lama di lingkungan yang terdapat gas ini. Tahap Penyalaan-bebas Kebakaran akan menghebat sejalan dengan bertambahnya bahan yang terbakar. memperluas kebakaran kesamping. dan gas beracun lainnya. Panas akan dihantar secara konveksi oleh material-material tadi ke atas ruangan dan mendorong oksigen kebawah yang berarti ke titik nyala untuk mendukung pembakaran selanjutnya. Konsntrasi 25 ppm dapat mematikan dalam waktu 30 sampai 60 menit. Kebakaran Tahap Awal Ini adalah tahapan awal dari suatu kebakaran setelah terjadi penyulutan. dibanding kebakaran luar ruangan. akan tetapi secara keseluruhan tahapannya adalah kebakaran awal kebakaran bebas kebakaran menyurut. atau etilene diklorida. Kecepatan perluasan kebakaran kesamping tergantung dari berapa dekat bahan di dekatnya dan juga susunan bahannya.Seperti halnya karbon monoksida hydrogen sianida lebih ringan dari udara sehingga tingkat bahayanya lebih tinggi pada kebakaran dalam ruangan. . Konveksi. Phosgene (COCl2) Phosgene juga dihasilkan pada dekomposisi atau pembakaran senyawa hidrokarbon terklorinasi. Lapisan yang lebih tinggi di ruangan tersebut memiliki konsentrasi oksigen paling rendah. Dalam kepulan gas panas terkandung bermacam-macam material seperti deposit karbon (jelaga) ataupun padatan lain. dan jelaga. CO. temperatur tinggi. Nyala api masih terbatas dan pembakaran dengan lidah api terlihat. A. uap air. Konsntrasi Oksigen dalam ruangan masih dalam kondisi normal (21%) dan temperatur dalam ruangan secara keseluruhan belum meningkat. seperti karbon tetraklorida. H2S. bahan bakar. Gas panas hasil pembakaran dalam betuk kepulan bergerak naik dari titik nyala. Masing-masing tahapan memiliki ciri-ciri karaktersitik dan efeknya berhubungan dengan bahan yang terbakar yang berbeda-beda. Hidrogen klorida (Hydrogen Chloride) Hidrogen klorida (HCl) dihasilkan oleh pembakaran bahan-bahan yang mengandung klorin. Lama dari masing-masing tahapan bervariasi tergantung keadaan dari penyulutan. B.semuanya tergantung dari jenis bahan bakar atau bahan yang terbakar. Radiasi panas dari nyala api mulai menyebabkan bahan bahan lain mencapai titik nyalanya. asap. Phosgene beracun dan berbahaya pada konsentrasi yang sangat kecil sekalipun. konduksi. Walau tidak beracun seperti hydrogen sianida ataupun phosgene. Temperatur dari lapisan asp ini meningkat.

asap akan dihasilkan lebih banyak. sering disebut backdraft atau ledakan asap. C. Apabila ruangan tidak memiliki ventilasi yang cukup. dan bahan bakar lain yang terkandung dalam asap. Api/kebakaran adalah suatu aksi kesetimbangan kimia antara bahan bakar. Maka apabila ada sumber penyalaan yang baru. dan ruangan dikatakan mengalami flashover. dan pembakaran lengkap dari semua bahan bakar dalam suatu ruangan. Saat ini terjadi. Ketika lapisan panas mencapai titik kritisnya pada + 600oC (1100oF). temperatur seluruh ruangan mencapai titik maksimalnya dan kemungkinan hidup dalam berada di dalam ruangan ini untuk lebih dari beberapa detik sangat tidak mungkin. Tahap Api Mengecil Akhirnya. ini sudah cukup untuk menghasilkan radiasi panas yang menyebabkan bahan bakar lainnya (seperti karpet dan furnitur) di dalam ruang mencapai titik nyalanya. Apabila konsentrasi oksigen dibawah 16%. Flashover oleh ahli ilmu kebakaran didefinisikan sebagai proses pengembangan. Letusan Gunung Api Letusan gunung api adalah merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "ERUPSI". Temperatur masih tinggi di dalam ruangan. bahan bakar habis dan nyala api secara bertahap akan berkurang dan berkurang. . tergantung dari bahan penyekat dan ventilasi dari ruangan tersebut.Pada daerah dekat lantai lapisan udaranya masih relatif dingin dan mengandung udara segar (konsentrasi oksigen mendekati normal) yang bercampur dengan hasil pembakaran. Apabila ventilasi terbatas. Pembakaran yang terjadi adalah pembakaran tanpa nyala api. Beberapa bahan masih mengalami pirolisis atau terbakar tidak sempurna menghasilkan gas karbon monoksida dan gas bahan bakar lain. radiasi. jelaga. Pada saat ini seisi ruangan akan menyala secara serentak.Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (MAGMA). nyala api dari pembakaran akan berhenti meskipun masih terdapat bahan bakar yang belum terbakar. Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya melalui rekahan. maka akan terbentuk campuran gas yang dapat terbakar.rekahan mendekati permukaan bumi. pertumbuhan api akan lambat. dan temperatur (bahan bakar oksigen . akan dapat terjadi kebakaran kedua diruangan tersebut. Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng. peningkatan temperatur akan lebih bertahap.panas). dan penyalaan gas panas akan tertunda sampai didapat tambahan udara (oksigen) yang cukup. Kemungkinan untuk hidup masih cukup di dalam ruangan apabila seseorang bertahan pada posisi merendah pada lapisan dingin dan tidak menghirup gas di bagian atas. udara.

pencemaran air tanah. Bahaya Utama (Primer) 1. antara 300 . Bahaya letusan gunung api memiliki resiko merusak dan mematikan. 2.Setiap gunung api memiliki karakteristik tersendiri jika ditinjau dari jenis muntahan atau produk yang dihasilkannya. pengrusakan tumbuh-tumbuhan dan mengandung unsur-unsur kimia yang bersifat asam sehingga mampu mengakibatkan korosi terhadap seng dan mesin pesawat. Akan tetapi apapun jenis produk tersebut kegiatan letusan gunung api tetapmembawa bencana bagi kehidupan. mata. > 70km/jam (tergantung kemiringan lereng). Karena ukurannya yang halus.Hujan Abu lebat Terjadi ketika letusan gunung api sedang berlangsung. 4. Jauh lontarannya sangat tergantung dari besarnya energi letusan.Lontaran Material (pijar) Terjadi ketika letusan (magmatik) berlangsung. Bahaya Letusan Gunung Api di bagi menjadi dua berdasarkan waktu kejadiannya. Material yang berukuran halus (abu dan pasir halus) yang diterbangkan angin dan jatuh sebagai hujan abu dan arahnya tergantung dari arah angin. yaitu A. Karena cair. 3. antara 700 . Lazim juga disebut sebagai "bom vulkanik". . ukuran materialnya pun besar dengan diameter > 10 cm sehingga mampu membakar sekaligus melukai.Awan Panas Merupakan campuran material letusan antara gas dan bebatuan (segala ukuran) terdorong ke bawah akibat densitas yang tinggi dan merupakan adonan yang jenuh menggulung secara turbulensi bagaikan gunung awan yang menyusuri lereng. Selain suhunya tinggi(>200ºC). material ini akan sangat berbahaya bagi pernafasan. kecepatan lumpurnya pun sangat tinggi. bisa mencapai ratusan meter jauhnya. Selain suhunya sangat tinggi. Bila lava sudah dingin. bahkan mematikan mahluk hidup. sifatnya liquid (cairan kental dan bersuhu tinggi.Lava Merupakan magma yang mencapai permukaan.maka lava umumnya mengalir mengikuti lereng dan membakar apa saja yang dilaluinya.700º Celcius. maka wujudnya menjadi batu (batuan beku) dan daerah yang dilaluinya akan menjadi ladang batu.1200ºC.

Makin besar volume material letusan makin besar gelombang yang terangkat ke darat.5. Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan. Bila suatu gunung api meletus akan terjadi penumpukan material dalam berbagai ukuran di puncak dan lereng bagian atas. Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang. Setelah Terjadi Letusan Gunung Berapi . sebagian material tersebut akan terbawa oleh air hujan dan tercipta adonan lumpur turun ke lembah sebagai banjir bebatuan. H2S. 6. B. dan Gunung Api Papandayan. Yang kerap menyebabkan kematian adalah gas CO2. Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan. celana panjang.Tsunami Umumnya dapat terjadi pada gunung api pulau. Gas utama yang biasanya muncul adalah CO2.Gunung Api Dieng. SO2. Persiapan Dalam Menghadapi Letusan Gunung Berapi Mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi. Pada saat musim hujan tiba. Gunung Ciremai. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan. Beberapa gunung yang memiliki karakteristik letusan gas beracun adalah Gunung Api Tangkuban Perahu. dimana saat letusan terjadi material-material akan memberikan energi yang besar untuk mendorong air laut ke arah pantai sehingga terjadi gelombang tsunami. banjir tersebut disebut lahar. Sebagai contoh kasus adalah letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Jangan memakai lensa kontak. Mempersiapkan kebutuhan dasar Jika Terjadi Letusan Gunung Berapi Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung.Gas Racun Muncul tidak selalu didahului oleh letusan gunung api sebab gas ini dapat keluar melalui rongga-rongga ataupun rekahan-rekahan yang terdapat di daerah gunung api. topi dan lainnya. Bahaya Ikutan (Sekunder) Bahaya ikutan letusan gunung api adalah bahaya yang terjadi setelah proses peletusan berlangsung. dan CO. Membuat perencanaan penanganan bencana. HCl. lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Ditempat terbuka. lembah dan daerah aliran lahar.

Gempa bumi juga menyebabkan bencana ikutan berupa kebakaran. Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin Penyebab Terjadinya Gempa Bumi 1. a. . Pergerakan geomorfologi secara lokal. dan kerusakan tanah lainnya yang merusak permukiman penduduk.Jauhi wilayah yang terkena hujan abu Bersihkan atap dari timbunan abu. Masuklah kebawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng bumi 2. Di permukaan bumi. bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan. Getaran gempa juga dapat memicu terjadinya tanah longsor. Jika anda tidak memiliki meja.runtuhan batuan.kecelakaan industri dan transportasi serta banjir akibat runtuhnya bendungan maupun tanggul penahan lainnya. berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan di manapun anda berada. Selama jangka waktu itu. getaran tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan runtuhnya bangunan sehingga dapat menimbulkan korban jiwa. Belum ada metode pendugaan secara akurat Tips Penanganan Jika Terjadi Gempa Bumi Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba. Di dalam rumah Getaran akan terasa beberapa saat. Kejadian mendadak/secara tiba-tiba 2. anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Ledakan nuklir Mekanisme perusakan terjadi karena energi getaran gempa dirambatkan keseluruh bagian bumi. contohnya terjadi runtuhan tanah 4. Aktivitas gunung api 5. Aktivitas sesar di permukaan bumi 3. Karena beratnya. Gejala dan Peringatan Dini 1. lindungi kepala anda dengan bantal.

Jauhi persimpangan. mall. c. h. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. tiang dan pohon. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam. Di luar rumah Lindungi kepada anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di gedung. lihat keamanannya dan mengungsilah. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan. g. jangan panik. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift. Ketika lift berhenti. dan lantai dasar mall Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan.Jika anda sedang menyalakan kompor. Di daerah perkantoran atau kawasan industri. bahayanya datang dari tsunami. Ikuti instruksi dari radio mobil. Di dalam mobil Saat terjadi gempa bumi besar. Jika anda terjebak dalam lift. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia. Beri pertolongan Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempa bumi besar. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak. pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. biarkan mobil tak terkunci. lindungi kepala dengan tas atau buku. f. maka tekanlah semua tombol. jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu. i. Di sekolah Berlindunglah di bawah kolong meja. carilah tempat lapang. maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan. d. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat . keluarlah. jangan berdiridekat gedung. cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi. bioskop. tas atau apapun yang anda bawa. b. Di pesisir pantai. bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Di kereta api Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. e. anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Di dalam lift Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Di gunung/pantai Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung.

. masyarakat terpukul kejiwaannya. Maksud dan tujuan 1) Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas. yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas. Dengarkan informasi Saat gempa bumi besar terjadi.B) ( Bag. rasa disiplin dan rasa tanggung jawab. Untukmencegah kepanikan. Pengertian Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik.kejadian. b. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . Baris Berbaris a. j.B. maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada disekitar anda. Apa itu Baris Baerbaris ? 1. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. I ) Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yag benar dari pihak yang berwenang atau polisi. TEKPRAM PERATURAN BARIS BARIS (P.

sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna. 5) Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya. Contoh: -jalan ditempat -GERAK -siap -GERAK -hadap kanan -GERAK . b. GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain. 1. untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu. Macam aba-aba Ada tiga macam aba-aba yaitu : 1) Aba-aba petunjuk 2) Aba-aba peringatan 3) Aba-aba pelaksanaan 1. Pengertian Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut. Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada abaaba peringatan/pelaksanaan. Contoh: a) Kepada Pemimpin Upacara-Hormat – GERAK b) Untuk amanat-istirahat di tempat – GERAK 2. 3) Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas. Contoh: a) Lencang kanan – GERAK (bukan lancang kanan) b) Istirahat di tempat – GERAK (bukan ditempat istirahat) 3. Aba-aba a. 4) Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri. tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan. Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah: a) GERAK b) JALAN c) MULAI a.2) Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok. Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas.

Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan. Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju – JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK. pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti.-lencang kanan -GERAK b. Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK. Pasukan yang sedang bergerak maju. karena tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK. Contoh: Empat langkah ke depan –JALAN. c. MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturutturut. JALAN: adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat. karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK. Tentang aba-aba : “henti” Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak. belok kanan/kiri-GERAK. Contoh: -hitung -MULAI -tiga bersaf kumpul -MULAI 4. bukan barisan – jalan. aba-aba belok kanan/kiri majuJALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa. bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI. Cara memberi aba-aba . Misalnya:    Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN. Contoh: -haluan kanan/kiri – JALAN -dua langkah ke depan -JALAN -satu langkah ke belakang – JALAN Catatan: Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya. Balik kana maju/JALAN. namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan. maka aba-aba harus didahului dengan aba-aba peringatan –MAJU Contoh: -maju – JALAN -haluan kanan/kiri – JALAN -hadap kanan/kiri maju – JALAN -melintang kanan/kiri maju -J ALAN Tentang istilah: “maju”   Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti.

Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . lutut lurus paha dirapatkan. kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (30cm) . Pelaksanaanya : pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh berdiri tegap. ke dua tumit rapat. dada dibusungkan. pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan. II ) Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. f) Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan. pundak ditarik sedikit ke belakang dan tidak dinaikkan. d) Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat. lengan rapat pada badan. leher lurus. maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan. e) Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara. pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah. terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu. Sikap sempurna Aba-aba : Siap – GERAK.B. benafas sewajarnya.B) ( Bag.a) Waktu memberi aba-aba. Contoh: Kepada Pembina Upacara – hormat – GERAK Pelaksanaanya :   Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan. maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna. jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa rapat pada paha. c) Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari. mulut ditutup. 1.  Pada taraf lanjutan. dagu ditarik. ibu jari segaris dengan jahitan celana. h) Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG ! Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap GERAK PERATURAN BARIS BARIS (P. Istirahat Aba-aba istirahat ditempat – GERAK 1) Pada aba-aba pelaksanaan. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. mata memandang tajam ke depan. pergelangan tangan lurus. b. aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala. Gerakan Perorangan – Gerakan Dasar a. b) Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba. berat badan di atas ke dua kaki. g) Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan. aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari. gigi dirapatkan. ke dua telapak kaki membentuk sudut 60…. Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan. perut ditarik sedikit.

Catatan: a) Untuk menghindarkan keributan pada waktu mengangkat lengan kanan/kiri. pasukan mengambil sikap sempurna tanpa didahului aba-aba kemudian kembali ke sikap istirahat di tempat. b) Kelurusan barisan dilihat dari tumit. pemimpin atau atasan lainnya datang untuk memberikan perhatian atau petunjuk-petunjuk. ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan. ibu jari di sebelah belakang pinggang. saf depan mengangkat lengan kanan/kiri ke samping. 1) Pada aba-aba pelaksanaan. Catatan: a) Pasukan dalam keadaan istirahat di tempat. tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk. bahwa petunjukpetunjuk yang diberikan akan dijalankan c. bersamaan dengan ini kepala dipalingkan ke kanan/kiri tidak berubah tempat masing-masing meluruskan diri 2) Saf tengah dan saf belakang kecuali penjuru. punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri. 4) Pada aba-aba tegak-GERAK semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna. setelah meluruskan ke depan dengan pandangan mata. tangan kanan dikepalkan dengan dilemaskan. 5) Pada waktu pemimpin pasukan memberikan aba-aba lencang kanan/kiri dan barisan sedang meluruskan safnya. tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri disebelahnya. maka atas ucapan pemimpin/atasan dengan menggunakan kata Perhatian pasukan segera mengambil sikap sempurna tanpa mengucapkan kata siap. ke dua tangan dilemaskan. b) Pada kata perhatian. empat jari lainnya rapat pada pinggang sebelah depan . Lencang kanan/kiri : (hanya dalam bentuk bersaf) Aba-aba : Lencang kanan/kiri – GERAK Pelaksanaannya: Gerakan ini dijalankan dalam sikap sempurna. Setengah lencang kanan/kiri Aba-aba : Setengah lencang kanan/kiri – GERAK Pelaksanaannya: Seperti pada waktu lencang kanan/kiri. c) Maksud dari sikap siap terakhir ini adalah sebagai jawaban tanpa suara. 3) Penjuru saf tengan dan belakang mengambil antar ke depan 1 (satu) lengan kanan/kiri ditambah 2 (dua) kepalan tangan dan setelah lurus menurunkan tangan kanan/kiri tanpa menunggu aba-aba. badan dapat bergerak. kemudian mengambil sikap istirahat. jari-jari kanan/kiri menggenggam menyentuh bahu kanan/kiri orang yang berada di sebelah kana/kirinya. punggung tangan menghadap ke atas.2) Ke dua belah tangan dibawa ke belakang dan dibawah pinggang. pergelangan tangan lurus. d. Pemimpin pasukan yang berada dalam barisan itu memberikan kelurusan saf dari sebelah kanan/kiri pasukan dengan menitikberatkan pada kelurusan tumit (bukan ujung depan sepatu). kalau jarak 1 (satu) lengan tidak cukup. selesai atau sekian. hendaknya lengan diluruskan melalui belakang punggung orang yang berada di samping. Dengan demikian dihindarkan gerakan seolah-olah meninju rekannya yang berada di smaping.

setelah lurus menurunkan tangan dan memalingkan kepala kembali ke depan dengan serentak tanpa menunggu aba-aba. Perubahan Arah (dalam keadaan berhenti) a) Hadap kanan/kiri Aba-aba : Hadap kanan/kiri – GERAK 1) Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri lekukan kaki kanan/kiri berada di ujung kaki kanan/kiri. 2) Pada aba-aba pelaksanaan. berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan. 1. berturut-turut di mulai dari penjuru menyebutkan nomornya sambil memalingkan muka ke depan. 6) Jika pasukan berbanjar/bersaf tiga. 5) Pada aba-aba pelaksanaan mulai dari penjuru kanan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing. e. 2) Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90° 3) Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri. pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna. 3) Pengucapan nomor secara tegas dan tepat. 4) Jika berbanjar. Pada aba-aba tegak GERAK dengan serentak menurunkan lengan sambil memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna. Lencang depan (hanya dalam bentuk berbanjar) Aba-aba : Lencang depan – GERAK Pelaksanaannya: 1) Penjuru tetap sikap sempurna : nomor dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan dengan jarak satu lengan ditambah dua kepalan tangan. saf terdepan memalingkan mukanya ke kanan. pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan. maka yang berada paling kiri mengucapkan : LENGKAP atau KURANG SATU/KURANG DUA. b) Hadap serong kanan/kiri Aba-aba : Hadap serong kanan/kiri – GERAK Pelaksanaannya: 1) Kaki kiri/kanan diajukan ke muka sejajar dengan kaki kanan/kiri 2) Berputarlah arah 45° ke kanan/kiri 3) Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri c) Balik kanan Aba-aba : Balik kanan/kiri – GERAK Pelaksanaannya : .(khusus saf depan). 2) Saf depan banjar tengah dan kiri mengambil antara satu lengan ke samping kanan. 3) Banjar tengah/kiri tanpa mengangkat tangan f. Cara berhitung Aba-aba : Hitung – MULAI Pelaksanaannya: 1) Jika bersaf.

bahu tetap seperti dalam sikap sempurna.5 langkah dengan cara dihentikan. d) Cara berkumpul Aba-aba : 3 bersaf/ 3 berbanjar kumpul – MULAI Pelaksanannya : 1) Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru dan orang yang ditunjuk mengulangi perintah yang diberikan oleh pelatih. 3) Jika tutup kepala mempunyai klep.Gatot sebagai penjuru.1) Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan. pandangan mata tertuju kepada yang diberi hormat. Catatan:  Dalam keadaan berhenti pada hitungan ke tiga. maka jari tengah mengenai pinggir klep. Aba-aba pelatih : Gatot sebagai penjuru. kaki dirapatkan dan kembali ke sikap sempurna  Dalam keadaan berhenti berjalan pada hitungan ketiga. siku-siku 15° serong ke depan. maka orang-orang lainnya berlari dan berdiri disamping kiri penjuru serta meluruskan diri seperti pada waktu lencang kanan. maka lengan kanan lurus diturunkan secara cepat ke sikap sempurna. III ) Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. kaki kanan/kiri tidak dirapatkan melainkan dilangkahkan 0. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . 4) Jika selesai menghormat. penjuru memberikan isyarat dengan perkataan LURUS.B) ( Bag. yang lainnya (saf depan) menurunkan lengannya dan kembali ke sikap sempurna. penjuru melihat ke kiri setelah lurus.B. e) Cara latihan memberi hormat Aba-aba : Hormat – GERAK Pelaksanaannya (dengan tutup kepala. a) Bubar Aba-aba : Bubar – JALAN . dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat ke arah pelipis kanan. 2) Pergelangan tangan lurus. Contoh: Sdr. PERATURAN BARIS BARIS (P. 2) Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke kanan 180° 3) Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri. 4) Pada waktu berkumpul. 2) Orang yang ditunjuk tadi lari dan berdiri di depan pelatih ± 4 langkah 3) Setelah aba-aba pelaksanaan MULAI diberikan pelatih. jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup kepala setinggi pelipis. keadaan berhenti) 1) Pada aba-aba pelaksanaan. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Oleh orang yang ditunjuk (dalam sikap sempurna) aba-aba diulangi : Gatot sebagai penjuru. kelima jari rapat dan lurus. telapak tangan serong ke bawah dan kiri ujung. pada isyarat ini penjuru nelihat ke depan.

Aba-aba : Buka barisan – JALAN Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah ke samping kanan dan kiri. tempo langkah sesuai dengan langkah biasa. paha rata-rata. Macam langkah Langkah biasa Langkah tegap Langkah perlahan Langkah kesamping Langkah ke belakang Langkah ke depan Langkah di waktu lari Panjangnya 65cm 65cm 40cm 40cm 40cm 60cm 80cm Tempo 120 tiap menit 120 tiap menit 30 tiap menit 70 tiap menit 70 tiap menit 70 tiap menit 165 tiap menit A. 7. MAJU – JALAN Dari sikap sempurna Aba-aba : Maju – JALAN Pelaksanaannya: . badan tegak. Pemberian aba aba tersebut dilaksanakan dalam keadaan sikap sempurna. b) Jalan di tempat Aba-aba: Jalan ditempat – GERAK Pelaksaannya: Gerakan dimulai dengan mengangkat kaki kiri. 5. pandangan mata tetap ke depan. 2. ujung kaki menuju ke bawah. sedang regu tengah tetap ditempat. 3. Gerakan berjalan dengan panjang tempo dan macam langkah 1. 6. 4. c) Membuka/menutup barisan. sedang regu tangah tetap di tempat. lengan dirapatkan pada badan (tidak melenggang) Dari jalan ke tempat berhenti. Aba-aba : Henti – GERAK Pelaksanaannya: Pada aba-aba pelaksanaan dapat dijatuhkan kaki kiri/kanan.pada hitungan ke dua kaki kiri/kanan diharapkan pada kaki kiri/kanan dan kembali ke sikap sempurna.Pelaksanaannya. Setelah melakukan penghormatan kemudian balik kanan dan setelah menghitung dua hitungan dalam hati. lutut berganti-ganti diangkat. Tutup barisan Aba-aba :tutup barisan – JALAN Pelaksanannya : Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah kembali ke samping kanan dan kiri. Catatan : Membuka barisan gunanya untuk memudahkan pemeriksaan. lalu bubar.

1) Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diayunkan ke depan. D. Dilarang keras : berbicara-melihat kanan/kiri Pada waktu melenggangkan tangan supaya jangan kaku. langkah pertama selebar setengah langkah. C. Kemudian diletakkan ke tanah menurut jarak yang telah ditentukan. dan ke belakang 30°. LANGKAH BIASA 1) Pada waktu berjalan. pada tiap-tiap perubahan langkah (tanpa kata maju). pada langkah selanjutnya lengan atas dan bawah lurus dilenggangkan ke depan 45°. Catatan : Dalam lsedang berjalan cukup menggunakan aba-aba peringatan : Langkah tegap/langkah biasa-JALAN. selanjutnya seperti jalan biasa (panjang dan tempo) dengan cara kaki dihentakkan terus menerus tetapi tidak dengan berlebih-lebihan. Bersama dengan langkah pertama lengan dilenggangkan lurus ke depan dan ke belakang di samping badan. punggung ibu jari menghadap ke atas. LANGKAH PERLAHAN 1) Untuk bergabung (mengantar jenazah dalam upacara kemiliteran) Aba-aba : Langkah perlahan maju – JALAN . Ke depan 45°. hanya langkah pertama……. Seluruh anggota meluruskan barisan ke depan dengan melihat pada belakang leher. 2) Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan 90°. B. lengan kiri 30° ke belakang. 3) Kembali ke langkah biasa Aba-aba : Langkah biasa – JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah ditambah satu langkah dan mulai berjalan dengan langkah biasa. Jari-jari tangan digenggam dengan tidak terpaksa. (lengan tangan 90° ke depan dari 30° ke belakang). telapak kaki rapat dan sejajar dengan tanah. kepala dan badan seperti pada waktu sikap sempurna. Jari-jari tangan digenggam. lutut kaki tidak boleh diangkat tinggi. LANGKAH TEGAP 1) Dari sikap sempurna Aba-aba : Langkah tegap – JALAN Pelaksanaannya : Mulai berjalan dengan kaki kiri. dengan tidak terpaksa. Waktu mengayunkan kaki ke depan lutut dibengkokkan sedikit (kaki tidak boleh diseret). punggung ibu jari menhadap ke atas. lutut lurus. 2) Dari langkah biasa Aba-aba : Langkah tegap – JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah. 2) Cara melangkahkan kaki seperti pada waktu berjalan biasa. ditambah satu langkah selanjtnya mulai berjalan seperti tersebut pasa butir 1. ke belakang 30°. kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak setengah langkah dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa. Pertama tumit diletakkan di tanah selanjutnya lurus ke depan dan ke belakang di samping badan. telapak kaki diangkat rata sejajar dengan tanah setinggi ± 15 cm.

peserta melangkahkan kaki ke depan mulai dengan kaki kiri menurut panjangnya langkah dan tempat yang telah ditentukan. kaki kiri dilangkahkan ke depan. Gerakan kaki seperti gerakan langkah tegap dan dihentikan dan sikap seperti sikap sempurna. Tapak kaki pada saat menginjak tanah tidak dihentakkan. G.Sikap badan tetap seperti pada sikap sempurna.Langkah ke depan – JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan.. F. c) Gerakan selanjutnya melakukan gerakan-gerakan seperti semula. peserta melangkah ke belakang mulai kaki kiri menurut panjangnya langkah dan sesuai dengan tempo yang telah ditentukan. H. menurut jumlah langkah yang diperintahkan. LANGKAH DI WAKTU LARI 1) Dari sikap sempurna Aba-aba : Lari maju – JALAN Pelaksanaannya: Aba-bab peringatan ke dua tangan dikepalkan dengan lemas dan diletakkan di pinggang sebelah depan dengan punggung tangan menghadap keluar. LANGKAH KE BELAKANG Aba-aba : …….Langkah ke belakang – JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan. setelah kaki kiri menapak di tanah segera disusul dengan kaki kanan ditarik ke depan dan ditahan sebentar di sebelah mata kaki kiri. dimulai lari dengan menghentakkan kaki kiri setengah langkah dan selanjutnya menurut panjang langkah dan .. Selanjutnya kaki kiri/kanan dirapatkan pada kaki kiri/kanan. Catatan :  Dalam keadaan sedang berjalan. Pada aba-aba pelaksanaan. kemudian dilanjutkan ditatapkan kaki kanan di depan kaki kiri. LANGKAH KE DEPAN Aba-aba : ……. aba-aba adalah “langkah perlahan JALAN” yang diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah ditambah selangkah dan kemudian mulai berjalan dengan langkah perlahan. ke dua siku sedikit ke belakang. tetapi diletakkan rata-rata untuk lebih khidmat. Sebanyka-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah. LANGKAH KE SAMPING Aba-aba : ……. sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah. badan agak dicondongkan ke depan. Lengan tidak boleh dilenggangkan dan sikap badan seperti dalam sikap sempurna. menurut jumlah langkah yang diperintahkan.Pelaksanaannya : a) Gerakan dilakukan dengan sikap sempurna b) Pada aba-aba “jalan”. Sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.Langkah ke kanan/kiri – JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri/kanan dilanjutkan ke samping kanan/kiri sepanjang 40 cm.  2) Berhenti dalam langkah perlahan Aba-aba : Henti – GERAK Pelaksanaannya : E.

Langkah merdeka biasanya dilakukan untuk menempuh jalan jauh/diluar kota/lapangan yang tidak rata. BENTUK BARISAN DALAM UPACARA GERAKAN PRAMUKA . Untuk selanjutnya disesuaikan dengan langkah baru yang disamakan. selanjutnya kaki dirapatkan kemudian kedua kepal tangan diturunkan untuk mengambil sikap sempurna.samakn langkah. J. 3) Kembali ke langkah biasa Aba-aba : Langkah biasa – JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah ditambah tiga langkah. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah kemudian ditambah satu langkah. lengan dilenggangkan secara tidak kaku.tempo yang ditentukan dengan kaki diangkat secukupnya. bersama dengan itu kedua lengan digenggam. LANGKAH MERDEKA 1) Dari langkah biasa Aba-aba : Langkah merdeka – JALAN Anggota berjalan bebas tanpa terikat pada ketentuan panjang. Telapak kaki diletakkan dengan ujung telapak kaki terlebih dahulu. 2) Dari langkah biasa Aba-aba : Lari – JALAN Pelaksanaannya: Aba-aba peringatan pelaksanaannya sama dengan ayat 1. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri di tanah kemudian ditambah satu langkah. selanjutnya berlari menurut ketentuan yang ada. Sesudah ujung kaki kiri/kanan yang sedang di belakang dirapatkan pada badan. dimuali dengan kaki kiri dihentakkan. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh ke tanah ditambah tiga langkah. GANTI LANGKAH Aba-aba : Ganti langkah – JALAN Pelaksanaannya : Gerakan dapat dilakukan pada waktu langkah biasa/tegap. Atas pertimbangan Pimpinan. Kemudian gerakan ini dilakukan dalam satu hitungan. tempo dan ketentuan langkah. 2) Kembai ke langkah biasa Untuk melaksanakan gerakan ini lebih dahulu harus diberikan ………………. I. buak topi. Pemimpin dapat memberikan aba-aba peringatan dan pelaksanaan. kemudian berjalan dengan langkah biasa. 3) Aba-aba : Langkah biasa – JALAN Pelaksanaannya : Seperti tersebut pada petunjuk dari langkah tegap ke langkah biasa. Anggota tetap dilarang meninggalkan barisan. anggota dapat dijinkan untuk membuat sesuatu yang dalam keadaan lain terlarang (antara lain berbicara. Catatan : Untuk berhenti dari keadaan berlari aba-aba seperti langkah biasa henti – GERAK. menghapus keringat). Setelah langkah barisan sama.