You are on page 1of 9

31 Maret 2012

Sekam Padi sebagai Sumber Energi Kelompok 3 I0510033 Riska Agustina I0510014 Evi Zahrotun I0510018 Godeliva F. I0510042 Yuli Nugraheni.

dalam Steam Power Plant

I. Jenis Biomassa yang Dipilih Produksi padi di Kabupaten Indramayu pada tahun 2010 sebesar: 1.557.552,30 Ton. (indramayukab.bps.go.id/index.php/sms/pertanian, tanggal 26 Maret 2012 pukul 19.45) Jumlah biomassa sekam padi sebesar: - Nisbah berat sekam padi: 1,4 - Asumsi jumlah sekam padi yang terkumpul sebanyak 70%, dikarenakan sebagian sekam padi digunakan sebagai kompos, untuk pembakaran di industri genteng dan bata serta digunakan warga untuk bahan bakar Jumlah sekam padi yang terkumpul: Potensi konversi biomassa Asumsi: - efisiensi boiler : 80% - efisiensi turbin : 80% - efisiensi mekanik : 80% - efisiensi listrik : 95% II. Konversi Biomassa Menjadi Panas 1. Kadar-kadar unsur penting sekam padi: -C : 34% -H : 4,0% -O : 30,24% -N : 0,16% -S : 0,032% - Abu : 11,488% - Kadar Air : 20% Sifat-sifat pembakaran sekam padi: Panas pembakaran (HHV) : 15.400 kJ/Kg Kapasitas panas komponen hasil pembakaran: Tabel II.1 Kapasitas Panas Gas Hasil Pembakaran
CO2 H2O O2 N2 SO2 NO2 773 K 50,48 38,34 30,9459 31,08 33,19 40,34 973 K 52,81 40,7 32,1 44,95 34 41,69 1173 K 54,86 43,06 35,0522 82,13 119,36 41,36

2. Basis perhitungan = 1 Ton/jam biomassa 3. Neraca Massa dan Energi Pembakaran Biomassa Neraca Massa

CO2, H2O, SO2, N2, O2, Abu sekam padi Q

Furnace
udara

Reaksi Pembakaran : (i) C + O2 CO2 28,33kmol 28,33kmol 28,33kmol (ii) 2H + 1/2O2 H2O 80kmol 20kmol 40kmol (iii) S + O2 SO2 0,01kmol 0,01kmol 0,01kmol (iv) N + O2 NO2 0,114kmol 0,114kmol 0,114kmol - O2 yang dibutuhkan dalam reaksi pembakaran (28,33 + 20 + 0,114 + 0,01)kmol = 48,454kmol O2 dalam sekam padi (0,5 x 18,9)kmol = 9,45kmol O2 yang dibutuhkan (48,45 - 9,45)kmol = 39 kmol - Excess 10% O2 (100 + 10)% x 39kmol = 42,91kmol N2 (79/21) x 42,91kmol = 161,42kmol - O2 masuk furnace 42,91kmol N2 masuk furnace 161,42kmol + (0,4 x 0,114)kmol = 161,47kmol Komposisi keluar furnace (output) a. CO2 = 28,33kmol b. H2O = 40kmol c. SO2 = 0,01kmol d. NO2 = 0,114kmol e. N2 = N2 input = 161,42kmol f. O2 = O2 input O2 yang dibutuhkan = 42,91kmol - 39 kmol = 3,91kmol

Dengan cara yang sama, dapat dihitung neraca massa untuk excess air 30% dan 50% Tabel II.2 Neraca Massa Output (kmol)
CO2 H2O O2 N2 SO2 10% 28,33 40 3,91 161,42 0,01 30% 28,33 40 11,702 190,765 0,01 50% 28,33 40 19,5034 220,114 0,01

NO2

0,114

0,114

0,114

Neraca Energi

Q flue gas HHV Q

Furnace
a. Q flue gas Asumsi : Temperature gas cerobong 700oC = 973K i. Cp CO2 = [5,457 + 0,001045(973) +(-115700 x 973-2)] x 8,314 J/mol.K = 52,81 J/mol.K Q CO2 = n x Cp x (T2-T1) = 28,33kmol x 52,81 J/mol.K x (973-298)K = 1009991,25 KJ ii. Cp H2O = [3,47 + 0,00145(973) + (12100 x 973-2)]x 8,314 J/mol.K = 40,7 J/mol.K Q H2O = n x Cp x (T2-T1) = 40kmol x 40,7 J/mol.K x (973-298)K = 1098900 KJ iii. Cp N2 = [3,28 + 0,00593(973) + (4000 x 973-2)]x 8,314 J/mol.K = 32,1 J/mol.K Q N2 = n x Cp x (T2-T1)= 190,786kmol x 32,1 J/mol.K x (973-298)K = 3497508,105 iv. Cp SO2 = [5,699 + 0,00801(973) + (-1015000 x 973-2)] x 8,314 J/mol.K = 44,95 J/mol. K Q SO2 = n x Cp x (T2-T1) = 0,01kmol x 44,95 J/mol. K x (973-298)K = 303,4125 KJ v. Cp O2 = [(3,639 + 0,000506(973) + (-22700 x 973-2)] x 8,314 J/mol.K = 34,15 J/mol.K Q O2 = n x Cp x (T2-T1) = 3,91kmol x 34,15 J/mol.K x (973-298)K = 89917,43786 KJ vi. Cp NO2 = [(4,982 + 0,0001195(973) + (-79200 x 973-2)] x 8,314 J/mol.K = 41,69 J/mol.K Q NO2 = n x Cp x (T2-T1) = 0,114 kmol x 41,69 J/mol.K x (973-298)K = 3208,0455 KJ Qflue gas = QCO2 +QH2O+ QO2+ QN2 + QSO2 + QNO2 = 5699836,291 KJ Heating Value pada sekam padi = 15400 KJ/kg Basis perhitungan 10.000kg/jam HHV = 10.000kg/jam x 15400KJ/kg = 154000000KJ/jam

Wall heat loss pada boiler = 10% Q = (HHV Qflue gas) x 0,9 = (154000000 - 5699836,291)KJ/jam X 0,9 = 133470147,3KJ/jam = 37075,04093 kW = 37,075 MW Tabel II.3
10% 30%

Variasi Nilai Q Boiler untuk Suhu dan Wall Heat Loss (MW)
773 K 37,537 29,195 973 K 37,075 28,836 1173 K 34,851 27,107

4.

Pengaruh suhu dan excess terhadap Q boiler


152000000 150000000 148000000 146000000 144000000 142000000 140000000 138000000 136000000 134000000 132000000 0 200 400 600 Suhu 800 (oC) 1000 1200 1400

Q (KJ/kg)

10 30 50

Gambar grafik II.1

Pengaruh wall heat loss terhadap Q boiler pada excess 10 %


160000000 140000000 120000000 100000000 80000000 60000000 40000000 20000000 0 0 200 400 600 Suhu 800 (oC) 1000 1200 1400 Q boiler (KJ/Kg)

10% 30%

Gambar grafik II.2

- Efek excess udara terhadap panas netto Semakin besar excess maka nilai Q flue gas semakin besar sehingga panas netto semakin kecil. - Efek temperatur gas terhadap panas netto Semakin besar temperatur gas maka nilai Q flue gas semakin besar sehingga panas netto semakin kecil - Efek wall heat loss Semakin besar wall heat loss maka nilai panas netto semakin kecil. III. Siklus Rankine dan Steam Properties 1. Siklus Rankine

Boiler

Back Pressure Turbine

Condensing Turbine

Kondensor

Water Tank

Gambar III.1 Diagram Siklus Rankine dan Cogeneration

Tabel III.1
Kondisi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Superheated steam Superheated steam Superheated steam Superheated steam Wet steam

Sifat Steam yang Digunakan Dalam Perhitungan Cogeneration


Tekanan (bar) 40 40 20 30 0.15 0.15 0.15 0.15 40 Temperature (OC) 500 500 500 500 100 100 100 100 100 Entalpi (KJ/kg) 3445 3445 3467,3 3456,2 HL = HV = 221,6425 2597,24 221,6425 221,6425 221,6425 - 9902,015 SL = 0,7407 Entropi (KJ/K.kg) 7,0909 7,0909 7,4323 7,2345 SV = 8,03025 0,7407 0,7407 0,7407

Saturated steam Make up water Air Umpan boiler Air Umpan boiler

Sumber : J.M. Smith, H.C. Vannes and M.M. Abbot 2. Basis laju alir 1 = 10 ton/jam 3. Panas boiler : Q(boiler) = H1 H9 = 3445 (- 9902,015) = 13347,015 kj/kg Panas kondenser : Q(kondenser) = H6 H5 S3 = S5 S5 = S5L + x5.(S5v S5L) 7,4323 = 0,7407 + x5. (8,03025 - 0,7407) x5 = 0,91797 H5 = H5L + x5.(H5V H5L) = 221,6425 + 0,91797.( 2597,24 - 221,6425) = 2402,3736 kj/kg (H)s = H5 H3 = 2402,3736 - 3467,3 = - 1064,9264 kj/kg H = - 1064,9264 x 0,8 = - 851,954112 kj/kg H = H5 H4 H5 = H + H4 = 2615,3588 kj/kg Q(kondenser) = H6 H5 = 221,6425 - 2615,3588 = 2393,7163 kj/kg

4.

Kerja turbin dan pompa Ws(turbin) = W s(isentropic) x = (H)s x = - 1064,9264 x 0,8 = -851,9411 kj/kg Ws(pompa) = W s(isentropic) x Ws(isentropic) = V x P = 1252 cm3 /kg X (4000 kPa -15 kPa) = 4989220 kPa cm3 /kg = 4,989220 kj/kg Ws(pompa) = 4,989220 x 0,8 = 6,236525 kj/kg

5.
Boiler Back Pressure Turbine

Condensing Turbine

Kondensor

Water Tank

Gambar III.2 Diagram Neraca Massa Proses Neraca massa Laju alir 10 ton/jam = 10000 kg/jam Asumsi m2 = m3 Perhitungan m1 = m2 + m3 10000 = 2 x m2

m2 = 5000 kg m3 = 5000 kg m3 = m5 = m6 = 5000 kg m8 = m6 + m7 m8 = 5000 + m7......(1) m8 = m9 = m1 = 10000kg masuk ke persamaan 1 m8 = 5000 + m7 10000 = 5000 + m7 m7 = 5000 kg laju aliran 3 sebesar 5000 kg/jam Aliran 3 dialirkan menuju condesing turbine untuk diambil energi latennya sehingga berubah fase menjadi cair kemudian dialirkan ke water tank untuk digunakan sebagai umpan boiler. Jadi make up water yang dibutuhkan = m7= 5000 kg

IV. Cogeneration 1. Panas netto hasil pembakaran biomassa Dengan cara perhitungan yang sama pada pasal II dengan basis hasil pengumpulan sekam padi di kabupaten Indramayu,Jawa Barat tahun 2010 pada temperatur 973 K = 700 0C diperoleh Panas netto hasil pembakaran = Q flue gas + Q boiler = 554862070,3 + 944282013,5 = 1499144083,8 kj/jam 2. Basis laju alir keluar boiler = 10000 kg/jam dibagi ke condesing turbin (m3) dan back pressure turbine (m2) m3 = 7000 kg/jam m2 = (10000 -7000) kg/jam = 3000 kg/jam Jadi laju alir 3 = 7000 kg/jam Aliran 3 dialirkan menuju condesing turbine untuk diambil energi latennya sehingga berubah fase menjadi cair kemudian dialirkan ke water tank untuk digunakan sebagai umpan boiler. 3. Produksi kerja turbin : a. Back Pressure Turbine (turbin 1) W s = m2 x (H4 H2) = 3000 kg/jam x (3456,2 3445)kj/kg = 33600 kj/jam = 9,3 KW b. Condensing turbine W s = m3 x (H5 H3) = 7000 kg/jam x (2615,3588 3445) kj/kg = -5807488,4 kj/jam = -1613,2 KW Produksi listrik dari kerja condensing turbine dimana efisiensi konversi mekanik ke listrik = 95% Produksi listrik = 95% x 1613,2 KW = 1532,54 KW = 1,53254 MW 4. Kebutuhan kerja untuk pompa air umpan boiler dengan efisiensi pompa 80 %: Ws(pompa) = (100/80) x Ws (isentropik)

= (100 /80) x 4,98922 kj/kg = 6,23625 kj/kg x 10000 kj/jam = 62362,5 kj/jam = 17,323 KW Ws(turbin) = W s(nett) - W s(pompa) = -845,704612 6,23625 = -851,940862 kj/kg x 7000 kg/jam = -5963586,034kj/jam = -1656,552 KW 5. Panas yang dibuang lewat kondenser = -2393,71636 kj/kg Kebutuhan air pendingin (mc) : Q (kondenser) = mC x Cp x T mc = -2393,71636 / (4,2 x (-15)) = 37,996 kg/jam V. Kesimpulan dan saran 1. Kesimpulan Besarnya potensi listrik di Kabupaten Indramayu dengan basis perhitungan biomassa sekam padi pada tahun 2010 pada kondisi excess 10% dengan suhu 700oC diperoleh produksi listrik netto sebesar 1573,724 kW. Produksi listrik spesifik yang didapat sebesar 0,22482 kWh/kg dengan efisiensi termal konversi sebesar 6,33%. Di dalam proses digunakan kondenser yang berfungsi untuk mengkondensikan vapor menjadi saturated liquid. Panas yang dibuang lewat kondenser adalah 2393,71636 kj/kg sehingga dibutuhkan air pendingan dengan massa 37,996 kg/jam. 2. Saran Jika dilihat dari pasal II no 5 tentang pengaruh excess terhadap panas netto sebaiknya udara yang digunakan dalam proses pembakaran jumlah sesuai dengan kebutuhannya. Perhitungan di atas belum bisa dijadikan acuan dalam perhitungan besarnya potensi listrik karena penggunaan asumsiasumsi dapat mempengaruhi hasil perhitungan. Selain itu ada beberapa kendala selama proses konversi sekam padi, diantaranya kurang maksimalnya pengumpulan sekam padi dari masyarakat dan kemungkinan rusaknya alat selama proses.