You are on page 1of 27

Skenario 2

Kontraksi dan relaksasi otot

Kenapa Mengecil Lagi
Mr. A, laki-laki, 30 tahun bekerja di kantor pemerintah. Selama enam bulan setiap sore hari selama 1 jam melakukan olahraga binaraga. Ketika dia melakukan binaraga, dia melihat ototnya mengeras tetapi tidak memendek. Setelah 6 bulan berolah raga binaraga secara teratur, otot lengan atas dan otot dada mengalami pembesaran dan berat badannya bertambah.

Mr.Karena kesibukan kerja dikantor. A berkonsultasi dengan Dr. RT yang kebetulan bekerja satu instansi dan mengatakan bahwa ototnya dulu mengalami hipertropi dan sekarang kembali seperti biasa lagi dan Dr. . A tidak dapat melakukan binaraga secara teratur dan otot-otot yang tadinya membesar dan berat badannya bertambah. Mr. RT menyarankan agar kembali melakukan latihan yang sama kembali.

Terminologi • Hipertrofi : ukuran sel yang membesar .

Bagaimana mekanisme kerja dari kontraksi otot? 2. Mengapa setelah olahraga tersebut dihentikan. ukuran otot menjadi kecil kembali? .Permasalahan 1. otot mengalami hipertrofi dan berat badan bertambah? 4. Mengapa ketika Mr. A melakukan olahraga binaraga rutin. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kerja otot? 3.

1. Mekanismenya: • Kontraksi otot  jembatan-silang miosin  berikatan di protein aktin  molekul ATP  miosin ATPase (enzim) yang menghidrolisis ATP menjadi ADP dan Pi dalam suatu reaksi yang membuat terjadinya kontraksi otot  terurai • Pembebasan energi  mengayunkan jembatan-silang  filamen aktin & miosin bergeser  memendekkan otot  kontraksi otot .

Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah: 1.2. Summasi : Tiap otot berkontraksi dengan kekuatan berbeda  penjumlahan kontraksi dua jalan . Treppe : meningkatnya kekuatan kontraksi berulang kali pada serabut otot  konsentrasi ion Ca2+ meningkatkan aktivitas miofibril 2.

Tetani : Peningkatan frekuensi stimulasi dengan cepat sehingga tidak ada peningkatan tegangan kontraksi 5. Rigor : ATP telah habis. Fatique : Penurunan kapasitas kerja karena pekerjaan itu sendiri 4. sehingga Ca2+ tidak dikembalikan ke dalam sirkulasi .3.

• Berat badan  penebalan serat-serat otot  sel-sel otot berat .3. Otot mengalami hipertrofi  aktivitas otot yang kuat  sebagian besar serat menebal  peningkatan sintesis filamen aktin dan miosin  garis tengah tiap-tiap serabut meningkat karena enzim-enzim yang dipakai glikolisis untuk ATP cepat dan bertambah  interaksi jembatan silang aktin-miosin meningkat dan kekuatan kontraktil otot meningkat.

4. Atrofi  pada saat latihan dihentikan  kontraksi otot tidak maksimal  seratseratnya menjadi lebih kecil  penghancuran protein kontraktil menjadi lebih cepat sebagian serabut otot yang tebal  degenerasi  serabut-serabut otot akan diganti oleh jaringan lemak dan fibrosa .

A (30 tahun) . Skema Otot Mengecil Kembali Sibuk Hipertropi otot & Berat badan Fibril Filamen aktin & miosin Kontraksi Maksimal secara terus menerus Latihan Rutin Mr.IV.

jantung dan rangka .Tujuan Pembelajaran • Mengetahui mekanisme kontraksi otot rangka • Mengetahui komponen otot • Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kontraksi otot • Mengetahui perbedaan mekanisme kontraksi otot polos.

.

Sel Otot • • • • Mengandung banyak inti sel Tidak mampu membelah Dilapisi membrana disebut sarkolema Mengandung miofibril yang sejajar dalam cairan intra sel  sarkoplasma • Dalam sarkoplasma terdapat banyak ATP. enzim-enzim jalur glikolisis dan phospokreatin • Adanya sarkomer .

.

Komponen-komponen .

Dibentuk oleh sepasang heavy chain dan 2 pasang light chain.Myofibril : . Tiap utas F-aktin terdiri dari polimerisasi G-aktin dimana tiap molekul G-aktin melekat satu molekul ADP • Myosin  terdiri dari bagian globular (head) dan bagian fibrous yang berbentuk 2 heliks.filamen tipis  troponin. .filamen tebal  myosin . tropomiosin dan aktin • Aktin  molekul protein F-aktin berutas ganda (double helix).

Troponin I  menghambat interaksi FAktin dan miosin dan mengikat aktin .• Tropomiosin  Fibrous. Terdiri dari 2 rantai: Alpha dan beta.Troponin C  Protein pengikat ion Ca. tiap molekul Tn C mengikat 4 ion Ca .Troponin T  protein yang mengikat tropomiosin dan troponin yang lain . berikatan dengan aktin F • Troponin  Terdiri dari 3 jenis polipeptida: .

Thin Filament TroponinComplex TnT –binds to tropomyosin TnC –binds to Ca2+ TnI –binds to actin .

Mekanisme kontraksi otot .

Ca dilepaskan oleh reticulum endoplasmik dengan transport aktif yang dibantu pompa Ca. Kkontraksii yang bertanah disebut -----.Peranan ion kalsium • Calcium  memicu kontraksi karena diikat oleh troponin C.> kontraktur . relaksasi tidak terjadi meskipun tidak ada potenial aksi.interaksi aktin dan miosin ------otot relaksasi • Bila Ca ditransport ke endoplasmic reticulum terhambat. Mg dan ATP ase  berdifusi ke sistem terminal tempat penyimpanannya • Hal ini menggerakkan utas tropomiosin lebih dalam ke celah antara dua utas aktin  kontraksi • Kadar Ca menurun --.

.

Sarkolemma yang dirangsang impuls saraf meneruskan sinyal ke sistem tubulus T dan membuka Ca2+ release channel sehingga Ca2+ dilepaskan ke dalam plasma. Selanjutnya terbentuk TpC.4Ca2+. Senyawa ini merubah interaksi TpI dan TpT dengan tropomiosin. Kemudian tropomiosin merubah konformasi aktin-F sehingga dapat berinteraksi dengan miosin (G) –ADPPi yang memulai kontraksi otot. .

.

.

Contraction of Muscle Fibres Done by sliding actin filaments .

Perbedaan mekanisme otot polos dengan otot jantung ?????????????? .