You are on page 1of 4

Sikap Resmi BEM KM UGM terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT) “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”

(Pasal 31 UUD RI Tahun 1945/Perubahan IV Ayat 1) Uang Kuliah Tunggal (UKT) adalah sistem pembayaran akademik di mana mahasiswa program S1 reguler membayar biaya satuan pendidikan yang sudah ditetapkan jurusanya masing-masing. UKT dinilai sebagai terobosan baru dalam pembayaran akademik. Ciri khas UKT adalah dihapuskanya Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA) di semua jurusan universitas di Indonesia, dan dengan sistem pembayaran yang ditetapkan per semester oleh jurusan masing-masing, maka sistem pembayaran dengan Sistem Kredit Semester (SKS) tidak berlaku lagi. Pada hakikatnya sistem pembayaran UKT ini sebagai bentuk tanggungjawab negara dalam memberikan fasilitas pendidikan yang murah kepada warganegara dengan penghapusan SPMA yang diskriminatif. Akan tetapi, benarkah penghapusan SPMA ini berdampak pada hilangnya diskriminasi dalam pembayaran? Dasar Hukum UKT Dikti telah mengeluarkan surat edaran yang dijadikan dasar pemberlakuan sistem UKT, yaitu: 1. Surat Edaran Dirjen Dikti No. 21/E/T/2012 tertanggal 4 Januari 2012 tentang Uang Kuliah Tunggal 2. Surat Edaran Dirjen Dikti No. 274/E/T/2012 tertanggal 16 Februari 2012 tentang Uang Kuliah Tunggal 3. Surat Edaran Dirjen Dikti No. 305/E/T/2012 tertanggal 21 Februari 2012 tentang Larangan Menaikkan Tarif Uang Kuliah 4. Surat Edaran Dirjen Dikti No. 488/E/T/2012 tertanggal 21 Maret 2012 tentang Tarif Uang Kuliah SPP di Perguruan Tinggi 5. dan yang terakhir Surat Edaran Dirjen Dikti No. 97/E/KU/2013 tentang Uang Kuliah Tunggal. Surat edaran terakhir Dirjen Dikti mengacu kepada UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang statusnya saat ini sedang proses uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Komite Nasional Pendidikan (KNP). Selain itu, pernah diadakan rapat antara Dikti dengan rektor sejumlah PTN yang diselenggarakan di Bandung, 2 Juni 2012 untuk membahas penerimaan mahasiswa baru tahun 2013. Dikti kembali menghimbau PTN untuk melaksanakan kebijakan UKT dan mekanisme pemberian BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri).

1

Kemungkinan PTN akan menghitungnya berdasarkan pembiayaan pendidikan tahun sebelumnya yang sudah telanjur mahal. semua PTN masih menghitung besaran UKT. Mengkritisi UKT Berdasarkan Surat Edaran Dikti yang terakhir dengan Nomor 97/E/KU/2013 tertanggal 5 Februari 2013. dengan mengacu pada biaya kuliah total hingga lulus. Kalau kondisi ini yang terjadi. Memang sudah tidak lagi ada SPMA. tidak akan ada lagi biaya tinggi masuk PTN. 2 Rektorat UGM. Besar kemungkinan UKT yang dihitung PTN tidak akan banyak berbeda dengan biaya yang sudah berjalan saat ini.Berdasarkan hasil pemaparan pada Diskusi Publik tentang UKT pada 16 Maret 2013 di Ruang Sidang 1 Lt. maka tetap saja nominal UKT akan lebih mahal dari biaya kuliah sebelumnya. Disparitas biaya UKT dan biaya saat ini (nonUKT) tetap besar dan menjadi acuan kami dalam bersikap. tetapi hanya membayar UKT yang jumlahnya akan tetap dan berlaku sama pada tiap semester selama masa kuliah. Pratikno (Rektor UGM). Saat ini. Ainun Naim (Sekretaris Jenderal Kemendikbud RI). termasuk UGM di dalamnya. tetapi berdasarkan hitung-hitungan kasar yang telah dilakukan Kementrian Kajian Strategis BEM KM UGM dan Forum Kajian Strategis SeUGM. maka Dikti meminta agar Perguruang Tinggi melaksanakan dua hal. mahasiswa baru tak perlu membayar berbagai macam biaya. Dengan UKT. Prof. yaitu: 1. Tetapi hal itu tidak akan mungkin dapat dilakukan oleh PTN karena sangat memberatkan dan berdampak pada mutu pendidikan. Untuk apa disparitas biaya sebesar itu? 2 . Mendikbud menjanjikan. Seharusnya PTN menghitung secara cermat UKT dengan melakukan efisiensi pada pos-pos pembiayaan yang prioritasnya rendah sehingga bisa menekan nominal UKT. Drs.7 triliun pada tahun ini. Sehingga dapat dipastikan kebijakan ini akan tetap jalan dan sesuai dengan amanat yang tertera di dalam UU Pendidikan Tinggi. 2.5 triliun menjadi Rp 2. Pemerintah akan memberikan dana BOPTN. Senawi (Direktur Kemahasiswaan UGM). Akan tetapi. Dana BOPTN meningkat dari tahun lalu Rp 1. bahkan bisa jadi akan lebih memberatkan. pada akhir Maret ini akan segera keluar Peraturan Mendikbud tentang kebijakan UKT. Mengahpus uang pangkal bagi mahasiswa baru program S1 Reguler mulai tahun akademik 2013/2014. Menetapkan dan melaksanakan tarif Uang Kuliah Tunggal bagi mahasiswa baru S1 Reguler mulai tahun akademik 2013/2014. dimana hadir sebagai narasumber Prof. Uang pangkal yang nilainya besar bisa saja diratakan untuk delapan semester sehingga kelihatan kecil. Harapan Mendikbud dan Dirjen Dikti menginstruksikan UKT akan diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014. dan BEM KM UGM. Majelis Wali Amanat unsur Mahasiswa S1 dan Pasca-Sarjana. yang kemudian hasilnya diserahkan ke Ditjen Dikti untuk mendapat persetujuan dan ditentukan besaran BOPTN yang akan diberikan kepada masing-masing PTN. harapan UKT murah tidak akan terwujud. maka diceritakan bahwa dasar hukum diberlakukanya UKT ini masih surat edaran.

dan pengembangan program. dan juga mensubsidi 29% mahasiswa pembayar UKT berjenjang. Keuangan dan Sistem Informasi UGM. Gambaranya seperti ini. dan sangat membingungkan pihak PTN sebagai pengelola keuangan dari negara. sarana dan prasarana pembelajaran langsung. mekanisme pencairan BOPTN tidak pernah dikatakan ideal seperti yang tertera dengan indah di peraturan. baik untuk penelitian dan organisasi kemahasiswaan. dan ini akan merugikan kinerja mahasiswa. 3. dan Wakil Rektor Bidang Wakil Rektor Bidang Perencanaan. serta kegiatan pengembangan institusi untuk penelitian. Biaya langsung terdiri atas biaya tenaga kerja langsung berupa gaji & honor dosen. bahan habis pakai pembelajaran. 50% dari nominal UKT. Sedangkan biaya tidak langsung berupa biaya biaya SDM manajerial dan non dosen. dosen. Analisis satuan biaya memberi dasar untuk menghitung biaya pendidikan seorang mahasiswa selama mengikuti studi yang mencakup biaya langsung dan biaya tidak langsung.Berdasarkan hasil diskusi dengan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. dan 70% dari nominal UKT. Tetapi SPMA yang digunakan untuk menghitung rumusan UKT ini mengadopsi nominal SPMA 4 atau SPMA tertinggi di jurusan masing-masing. maka akan ada pengurangan biaya langsung dan tidak langsung tersebut. 53% mahasiswa pembayar UKT penuh atau tertinggi ini akan mensubsidi 18% mahasiswa pembayar UKT gratis. Kebijakan menentukan siapa mahasiswa yang memperoleh tingkat-tingkat UKT tersebut terdapat di Dekanat fakultas masing-masing. UKT merupakan merupakan tarif uang kuliah yang mengintegrasikan tiga komponen pembayaran: SPMA. Berdasarkan hasil diskusi publik juga maka dapat dilihat ada rencana kuota subsidi untuk UKT ini. Sisanya 53% UKT penuh akan diterapkan kepada mahasiswa angaktan 2013 Logika yang ingin dibangun adalah subsidi silang. 50%. 3 . dan 70%) akan diterapkan kepada 29% mahasiswa angkatan 2013. Karena sistem UKT ini telah menghapus SMPA dimana pendapatan terbesar PTN setiap tahun terdapat di sana. UKT gratis akan diterapkan kepada 18% mahasiswa angkatan 2013 2. Hal tersebut yang membuat nominal UKT menjadi mahal. SPP. UKT berjenjang (mulai dari 25%. Memang BOPTN sudah dianggarkan naik tahun ini. Ada banyak penundaan yang terjadi. pemeliharaan. Mulai dari gratis biaya. dan BOP. yaitu: 1. hanya membayar 25% dari nominal UKT. akan tetapi seperti pengalaman yang telah lalu. dan mekanisme pelaporan keuangan dari PTN ke pemerintah yang hanya diberikan tenggat satu bulan setelah dana cair. tetapi ada mekanisme discount atau subsidi berdasarkan penghasilan orangtua. Besaran UKT ditentukan dengan menghitung satuan biaya dalam satu semester. dan ada yang membayar penuh nominal UKT di masing-masing jurusan. Hal yang tidak masuk diakal. dan karyawan di lingkungan PTN karena akan memotong bahkan menghapus insentif biaya langsung tersebut. kemahasiswaan. memang nominal UKT yang sudah bocor di kalangan mahasiswa tersebut tidak akan diterapkan kepada seluruh mahasiswa. sarana dan prasarana non pembelajaran.

Sikap Tegas BEM KM UGM Pendidikan adalah hak setiap warganegara untuk memperolehnya. karena ternyata dispasritas nominal UKT dengan saat ini (non-UKT) tetap lebih mahal. yang memiliki niat awal yang baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi yang murah dan terjangkau untuk tetap menggunakan sistem kredit semester yang berlaku saat ini. dalam hal ini Kemedikbud dan Dikti. organisasi kemahasiswaan. kami menolak kebijakan UKT yang hanya mencerminkan lepasnya tanggungjawab negara dalam pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia. Termasuk juga pendidikan untuk semua tanpa diskriminasi dalam pembayaran. Sehingga menimbulkan kegamangan yang belum pasti. Sikap yang kedua adalah apabila ingin tetap menggunakan sistem UKT. walaupun ada rencana UKT berjenjang berdasarkan penghasilan orangtua. dengan kualitas dan kuantitas yang setara. dan sistem keuangan di lingkungan UGM. karyawan. dosen. kami ingin mengajak mencoba cermati lagi dimana penghapusan diskriminasinya. Mengingat kebijakan UKT ini sangat berpengaruh bagi mahasiswa. kami memiliki sikap untuk menghimbau kepada pemerintah. Kamil Menteri Kajian Strategis BEM KM UGM 4 . Terkait dengan hal tersebut. Oleh karena itu. Faisal A. Tetapi kita belum tahu bagaimana mekanisme penetuan siapa yang berhak mendapatkan jenjang tertentu di UKT.