You are on page 1of 11

1

Aplikasi Sistem Thermal Energy Storage pada Sistem Pengkondisian Udara di Indonesia Ghalya Pikra, Tri Admono Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI ) Jalan Sangkuriang Komplek LIPI Gedung 20 Lantai 2, Bandung 40135
ghalyapikra@yahoo.com
ABSTRAK Studi aplikasi sistem thermal energy storage pada sistem pengkondisian udara telah diaplikasikan di beberapa pusat pertokoan yang ada di Jakarta. Jenis beban tarif listrik yang diterapkan PT. PLN terbagi dalam dua bagian, yaitu tarif beban puncak dan tarif luar waktu beban puncak. Tarif listrik beban puncak adalah dua kali lebih tinggi dari tarif luar waktu beban puncak. Thermal energy storage (TES) adalah metode manajemen energi yang dilakukan untuk mengurangi biaya operasi pada sistem pengkondisian udara khususnya pada periode beban puncak. Studi ini dikhususkan pada peluang aplikasi TES pada tarif listrik untuk sebuah pusat pertokoan di Jakarta. Dua jenis sistem pengkondisian udara yaitu sistem chiller konvensional jenis air cooled dan sistem TES full storage jenis air cooled telah dipelajari. Hasil menunjukkan untuk estimasi beban pendinginan sebesar 440 TR bahwa aplikasi thermal energy storage full storage jenis air cooled dapat mengurangi biaya operasi tahunan sampai 19 % dibandingkan dengan sistem chiller konvensional jenis air cooled.

Kata kunci: Thermal energy storage, sistem pengkondisian udara, tarif listrik, biaya operasi
ABSTRACT The paper presents a study of thermal energy storage application for air conditioning system of a shopping centre in Jakarta. There are two classifications of electrical tariff in Indonesia such as on-peak load tariff and off-peak load tariff. The tariff of on-peak load is twice higher of off-peak load tariff. Thermal energy storage (TES) is the method of energy management that could be applied for reducing operation cost of air conditioning system especially on peak load period. The study concerning the possibility application of this method based on Indonesian electrical tariff was conducted for a shopping centre in Jakarta as a case study. Two type air conditioning system such as conventional central air cooled system and thermal energy storage with air cooled chiller have been studied. The results showed that for estimated cooling load around 440 TR the application of TES air cooled ice chiller system could reduce annual operation cost up to 19 % relatively from conventional central air cooled system.

Keywords: Thermal energy storage, air conditioning system, electrical tariff, operation cost 1. PENDAHULUAN Energi merupakan unsur penting dalam kehidupan manusia. Setiap manusia membutuhkan energi untuk beraktivitas dalam kehidupan[1]. Peningkatan harga bahan bakar minyak (bbm) di dunia sangat berpengaruh terhadap beban listrik yang harus dibayar konsumen, hal ini karena pembangkit listrik milik PT. PLN masih banyak menggunakan bbm dalam mengoperasikannya. Jenis tarif listrik PT. PLN terbagi ke dalam dua bagian, yaitu tarif waktu beban puncak dan tarif luar waktu beban puncak. Periode beban puncak dimulai dari pukul 17.00 ÷ 22.00 WIB dan tarif luar waktu beban puncak dari pukul 22.00 ÷ 17.00 WIB. Tarif beban puncak ditetapkan dua kali lipat dari tarif luar waktu beban puncak. Indonesia merupakan negara tropis dengan kelembaban relatif tinggi yang jauh dari kondisi nyaman. Dengan kondisi tersebut, sistem pengkondisian udara diperlukan untuk mendukung

DATA GEDUNG DAN ESTIMASI BEBAN PENDINGINAN Gambar 1 menunjukkan denah gedung pusat pertokoan yang digunakan sebagai objek studi pada makalah ini.000 m2. Untuk gedung-gedung komersial. 2. Banyaknya penghuni di dalam gedung adalah 1750 orang. biaya operasional sistem pengkondisian udara mencapai 70% dari total biaya listrik. Lokasi gedung ini berada di Bekasi dan terdiri atas 2 lantai dengan luas lantai keseluruhan 12. Untuk melakukan penghematan energi pada gedung komersial. Pusat pertokoan dibuka dari pukul 9.00 ÷ 22. Sebagai catatan. Thermal energi dapat disimpan dalam bentuk panas laten dan sensibel seperti panas laten fusi air (es) atau material lain atau panas sensibel air sejuk. Temperatur udara luar diasumsikan konstan selama selang satu jam. Sistem TES adalah teknologi manajemen energi yang bertujuan untuk mengurangi biaya pemakaian listrik pada waktu beban puncak tanpa harus mengurangi kenyamanan dari pengguna. aplikasi sistem pengkondisian udara yang cocok untuk Indonesia harus dirancang.4 kJ. cool storage dapat diintegrasikan dengan khususnya pada pusat pertokoan distribusi udara dingin.00 WIB. Warna dinding gedung diasumsikan berwarna medium. Pada gedung-gedung komersial. Biaya tersebut akan meningkat manakala sistem masih berjalan pada waktu beban puncak (17. Disini dipilih pusat pertokoan di Jakarta sebagai objek studi.3oC[1]. Makalah ini mempelajari peluang aplikasi cool thermal energy storage pada sistem pengkondisian udara yang cocok dengan tarif listrik di Indonesia untuk mengurangi biaya operasional listrik pada gedung komersial. Laju volume udara luar adalah 7. yang akan mengurangi biaya investasi [2].5 cfm/orang. Kondisi temperatur yang dirancang di dalam gedung adalah 24oC ± 1oC dan kelembaban relatif 55% ± 10%[4].kg-1) pada titik cair atau titik beku 0oC). Volume yang diperlukan untuk menyimpan energi dalam bentuk panas laten lebih kecil dibandingkan dengan panas sensibel.00 ÷ 22. PCM (phase change material) selain air yang biasanya digunakan untuk thermal storage memiliki panas laten fusi 95. Air memiliki panas laten tertinggi pada fusi untuk semua jenis material (334 kJ. Beberapa cool storage dapat digunakan untuk penyimpanan ulang melalui pendinginan bebas [3].00 WIB.00 WIB). rt1 sm1 K1 K2 sm11 (a) .kg-1 dan titik cair atau titik beku 8. Perhitungan beban pendinginan beroperasi selama 16 jam.2 aktivitas manusia pada kondisi nyaman bahkan sampai pukul 23. storage dapat memberikan keuntungan sinergi.

Denah gedung.0 00 0 13 . (a) lantai 1 dan (b) lantai 2.00 Gambar 3. Gambar 2. .06 . Gambar 3 menunjukkan beban pendinginan total harian pada bulan Desember. Beban pendinginan maksimum terjadi pada 500 Beban Pendinginan.0 00 0 07 . . .0 00 0 23 .0 00 0 17 .00 0 05 . Gambar 2 menunjukkan estimasi beban pendinginan selama setahun. Beban Pendinginan.22 .14 .00 000 .0 00 0 21 .03 .0 00 0 15 . TR 400 300 200 100 0 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Bulan bulan Desember sebesar 440 TR. TR 500 400 300 200 100 0 00 .18 .10 .12 .08 . .0 . Beban pendinginan tiap jam pada bulan Desember. .16 .0 00 0 09 .00 0 19 .3 rt2 fc sm2 (b) Gambar 1. beban pendinginan harian maksimum terjadi pada pukul 17.0 .00 WIB. Pada Gambar 3. Beban pendinginan total. .0 .20 .01 . Perhitungan beban pendinginan didasarkan pada metode Total Equivalent Temperature Difference (TETD)[5]. .00 0 11 . .0 .0 0 02 .

ALTERNATIF SISTEM PENGKONDISIAN UDARA Gambar 4. Sistem pemipaan . Prinsip kerja sistem chiller ini adalah mesin pendingin kompresi uap dengan evaporator yang digunakan untuk mendinginkan air (chilled water) hingga mencapai temperatur kira-kira 5oC hingga 6oC dan air dingin inilah yang didistribusikan ke unit pendingin (fan coil/air handling unit) sebagai pendingin udara ruangan yang dikondisikan. Skematik diagram sistem chiller konvensional jenis air cooled[6] Dua sistem pengkondisian udara telah dipilih untuk mencari sistem terbaik yang akan digunakan pada penelitian ini. yaitu sistem chiller konvensional jenis air cooled dan sistem thermal energy storage full storage jenis air cooled [6].4 3. Distribusi air dingin ke unit pendingin dilakukan dengan merancang sistem pemipaan dan pompa. Sistem pemipaan dari sistem konvensional jenis air cooled chiller [6] Tanki Ekspansi AHU 7 AHU 6 AHU 5 AHU 4 AHU 3 AHU 2 AHU 1 CHWP1 CHWP2 CHWP3 CH1 CH2 CH3 Gambar 5.

Strategi operasi full storage[1] Gambar 7. Strategi operasi partial storage demand limiting [1]. yaitu partial storage demand limiting dan partial storage load leveling. TES full storage mengoperasikan chiller dengan kapasitas penuh pada periode luar waktu beban puncak untuk Sistem menggunakan 3 pompa air dingin masing-masing berkapasitas 558 GPM (gallon per minute).5 dari air cooled chiller dapat dilihat pada Gambar 4. untuk mengatasi beban pendinginan puncak sebesar 440 TR (ton refrigerasi) digunakan 3 unit air cooled chiller dengan kapasitas pendinginan masing-masing chiller sebesar 232 TR. chiller dimatikan dan proses pengkondisian udara ruangan diatasi oleh pendinginan fluida sistem TES. dengan head 58 m dan daya motor 37 kW[6]. Selama periode puncak. Tujuan utama sistem TES adalah mengurangi biaya operasi dengan mengoptimalkan penggunaan listrik pada Pada dasarnya ada dua strategi operasi utama. Strategi operasi full storage ditunjukkan pada Gambar 6. Sistem ini memerlukan kapasitas pendinginan yang besar pada chiller dan tangki storage. Skematik diagram sistem pemipaan untuk sistem ini ditunjukkan pada Gambar 5. Partial storage dibagi lagi ke dalam dua jenis. yaitu full storage dan partial storage. Gambar 6. periode luar waktu beban puncak dan mengurangi penggunaan listrik pada periode waktu beban puncak. mendinginkan refrigeran sekunder pada sistem TES. .

Base chiller dapat dipasang untuk mengatasi beban pada malam hari. Strategi operasi partial storage load leveling [1]. Partial storage load leveling digunakan bila besarnya beban puncak berada di atas beban rata-rata. chiller. ada beban pendinginan yang harus diatasi oleh gedung selama periode pengisian. Pada beberapa kasus. Metode kedua adalah partial storage demand limiting. Gambar 9. Pengisian ice storage system biasanya terjadi pada malam hari saat Luar Waktu Beban Puncak (LWBP). dan memungkinkan untuk melakukan pengisian dan pendinginan gedung serta untuk mengisi tangki ice storage system secara simultan. Skematik dari proses charging and night cooling dapat dilihat pada Gambar 10. pada beban puncak. Siklus pengisian akan diulang sampai akhir pengisian. Skematik aliran refrigeran proses charging[6]. Untuk sistem ini. Operasi strategi partial storage Skematik aliran refrigeran pada siklus charging ditunjukkan pada Gambar 9. Kapasitas chiller dan tangki storage dirancang lebih rendah dari full storage. Operasi strategi ini ditunjukkan pada Gambar 8. beban pendinginan diatasi oleh fluida pendinginan sistem TES dan chiller beroperasi pada kapasitas pendinginan parsial. . Perpindahan panas pada iceball meningkatkan temperatur glycol. Jenis ini juga digunakan bila perbedaan tarif antara periode beban puncak dan luar waktu beban puncak tidak signifikan.6 Gambar 8. yang nantinya akan disirkulasikan kembali untuk didinginkan oleh ice demand limiting ditunjukkan pada Gambar 7. Ice chiller mensirkulasi glycol (anti beku) pada temperatur rendah untuk mendinginkan iceball di dalam tangki ice storage system dan menyebabkan iceball membeku.

Pada bagian discharging dan pendinginan. Pada discharging. ice chiller dimatikan dan beban pendinginan gedung secara langsung diatasi hanya oleh ice storage system. ice chiller diatur bekerja pada kondisi siang hari.7 Gambar 10. Skematik aliran refrigeran untuk proses discharging[6]. Glycol didinginkan dulu oleh ice storage system. Hal ini akan memberikan penghematan maksimum pada biaya operasi selama WBP. Siang hari dengan beban gedung yang lebih tinggi dapat digunakan keduanya. Discharging dari ice storage system bergantung kepada beban gedung. . Gambar 11. Skematik aliran refrigeran untuk proses discharging dan cooling[6]. Skematik dari proses discharging and cooling dapat dilihat pada Gambar 12. Skematik dari proses discharging dapat dilihat pada Gambar 11. dan siang hari dengan beban gedung rendah dapat sepenuhnya digunakan ice storage system tanpa harus mengoperasikan ice chiller. chiller dan ice storage system. Skematik aliran refrigeran dari proses charging dan night cooling[6]. Gambar 12. Chiller baseload diperlukan untuk dipasang saat ada permintaan beban pada malam hari untuk gedung.

heat exchanger.00 kWh-1 dan tarif waktu beban puncak dengan biaya Rp 1. Tarif listrik gedung-gedung komersial termasuk ke dalam industri. 3 unit pompa air dingin dan 1 unit pompa refrigeran sekunder. pompa refrigeran sekunder.00 kVA-1. 4.bln-1. tangki storage dan air handling unit (AHU).00 sampai dengan pukul . Skematik gambarnya ditunjukkan pada Gambar 13. dengan head 36 m dan daya motor 45 kW.360.00 kWh-1. Spesifikasi teknik pompa refrigeran sekunder adalah 1147 GPM. pompa air dingin. Tarif listrik Indonesia dibagi ke dalam dua kategori. Aplikasi TES dengan full storage proses discharging memerlukan ice chiller.8 Tangki Ekspansi AHU 7 AHU 6 AHU 5 AHU 4 AHU 3 AHU 2 AHU 1 Pompa HE Tangki Storage HE ICH1 ICH2 ICH3 ICHP1 ICHP2 ICHP3 Gambar 13. Periode luar waktu beban puncak dimulai dari pukul 22.300. ANALISIS ASPEK EKONOMI Evaluasi biaya operasi didasarkan pada tarif listrik lokal. Pada penelitian kali ini TES full storage air cooled chiller dirancang dengan menggunakan 3 unit ice chiller.4 GPM. head sebesar 22 m dengan daya motor sebesar 15 kW dipilih untuk mengatasi beban pendinginan. Tarif ini harus ditambahkan dengan biaya beban sebesar Rp 31. Skematik sistem TES full storage jenis air cooled[6]. periode luar waktu beban puncak dengan biaya Rp 680. Dengan kapasitas pendinginan ice chiller sebesar 241 TR dan 578.

000.98 Tabel 2.00-13.76 438.00 Hari/Thn 300.845.00 08.00 74.00 31.42 373.360.00 21.184.00-19.00 74.27 319.00 13.161.67 520.2 kW.67 376.63 1.55 494.00-17.278.00 ÷ 23.00 74.67 594.82 2.00-16.00-22. biaya listrik sebesar 1.02 422.00-12.00-08.56 433.00-20.00 74.10 447. Tabel 1.06 498.00 09.00 ÷ 07.00 Konsumsi listrik.9 17.98 Rp/kWh 680.00 74.00 WIB.00-15.00 20.00-09.278.00 74.91 526.00-10.57 5.00 sampai dengan pukul 22.60 375.00 18.00-18.940.93 475. Untuk sistem chiller konvensional jenis air cooled ini dengan EER (efficiency effective ratio) sebesar 9.538. kW LWBP WBP 388.55 568.61 406. evaluasi konsumsi daya listrik dan biaya operasi listrik tahunan untuk sistem ini ditunjukkan pada tabel 3 dan tabel 4.09 5.61 480.583.00.84 338.00 Rp/Thn 1.44 395.67 450.09 6.00 Chiller kW 314.84 440.80 408.00 74. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Waktu operasi 07.5 Btu.60 528.00 22.159.00 74.00 15.79 412.00-14.60 602.02 348.300.474.00 74.Watt-1.00 1.00 74.00 10.00 74.72 450.00-11.845.91 600. No.h-1.82 2.93 548.35 290.519. Grafik profil beban untuk sistem ini ditunjukkan pada Gambar 14.480.88 415.58 .55 313.72 524.879.80 Pompa kW 74.00 2.00 12.28 395.06 572.076.890.784. Bila waktu charging dari pukul 23. Konsumsi daya listrik harian untuk sistem chiller konvensional jenis air cooled.72 352. LWBP WBP Biaya beban Total KWh 5.00 Beban TR 261.00 74.10 521.27 393.93 549.00 19.00 74. evaluasi konsumsi daya listrik dan biaya operasi listrik tahunan ditunjukkan pada tabel 1 dan tabel 2.00-21.00-23.00 16.TR-1.95 300.87 497.00 74.87 423. dan periode waktu beban puncak dimulai dari pukul 17.89 266.00. Konsumsi daya listrik spesifik untuk aplikasi thermal energy storage air cooled ice chiller adalah 1.00 17.00 300.93 474.2 kW/TR.00 11.00 WIB. Dengan waktu operasi dari pukul 07.00 14.50 278.80 334.00 74. Biaya operasi listrik tahunan untuk sistem chiller konvensional jenis air cooled.00 1.

60 0. kW Chiller Air 45.00 45.00 31.00 375.00-02.0 01 20 9.00 912.00-22.00-01.67 433.00 0.60 0.00-11.56 433.00 0.00 400 200 0 24 .00 45.80 Pompa.00 912.00-14.00 Beban TR 0.00 0 0.00-10.00 0.00 0.00 02.00 0.72 375.60 0.0 00 06 5.00 6.00 45.00 45.00 0.00 45.00 720.00 45.0 0 .00 300.343.00 16.00 912.0 023 .00 0.0 003 04 .00-18.00 13.00 45.00 0.55 348.84 440.00 01.60 0.00 0.84 376.00-12.57 423.00 0.6 723 867.00 0.800.00 06.00 11.000.00 14.00 0.60 0.00 0.00 0.00-24.00 45.76 438.00 04.00 0.00 07.00 Rp/Tahun 1.0 00 08 7.72 352.00 45.0 0 .00 7230 867.56 498.42 373.00 0.00 0.0 0 .0 00 02 1.00 0.88 475.00 0 0.00 Charging TR kW 723 867.00 45.00 0.00 45.00 0.00 Waktu.00 0.00 45.00 0.42 406.795.00 0.00 360.10 373.50 319.00 21.55 313.00 45.00 45.00 0.00 05.00-07.00 18.00 45.00 0 0.00 45.02 290.60 0.00 45.84 520.00 45.00 14 .60 0.00 0.00 0.0 0 .00-13.00 45.00 45.35 334.00 0 0.784.00 0.09 0.44 494.00 .84 338.00 . Grafik Profil beban sistem TES full storage jenis air cooled.00 0 0.0 0 .00 03.00 0 0. Konsumsi daya listrik harian untuk sistem TES full storage jenis air cooled.60 440.87 352.00 0.28 395.kWh-1 680.00 45.89 314.00 912.00 0.00 0.00 45.6 723 867.00 0. Jam Gambar 14.61 338.00 0.00 45.50 278.00 0.00-03.00 45.300.795.00 912.00-04.00 261.940.200.00-05.00 45. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Waktu Operasi 24.200.00 0.00-20.00 12.00 0.00 22.00 10.00-16.00 0.00 45.00 0.00-09.93 395.00 09.60 474.00 45.00 0.00 0.93 395.784 6.00 15.00 91.000.0 01 12 1.06 415.27 266.00 08.00 261. LWBP WBP Biaya Beban Total 800 Discharging Beban Pendinginan.00 45.00 17.00 0 0.00 0.00 0 0.10 Tabel 3.00 Rp.79 412.00 20.00 0.00 45.00 0.57 0.360.00 5.0 017 18 .00 0 0. No.590.00 0.00 0.88 415.00-21.00-15.00 45.6 723 867.44 395.600.00 0.00 45.80 278.00 45.00 19.00 45.0 013 .00 0.00 0. TR 600 Charging kWh 7.00 45.784.00 7.00 Tabel 4.00 0 0.00 0.6 723 867.00 .00 0.743.00-06.00 .6 0 0.00 0.00 0 0.00 912.67 313.00 0.60 0.60 375.89 266.940.6 723 867.80 Discharging TR kW 0.00 0.00 2.00-23.76 528.00-17.00 0.00-08.35 290.00 45.55 412.0 009 10 .00 0.00 1.00 0.00-19.28 447.00 5.00 45.80 225.00 23.0 0 . .00 0.00 45.00 912.79 526.00 0.00 45.00 0 0.72 450.0 02 22 1.0 01 16 5.80 225.00 0 0. Biaya operasi listrik tahunan untuk sistem TES full storage jenis air cooled.00 0.6 723 867.00 45.91 438.00 Pemakaian kW LWBP WBP 912.00 0 0.6 5.00 0 0.00 Hari/Tahun 300.057.00 0.00 0.

[6] Ghalya Pikra. M. “Handbook of Air Conditioning System Design”. “ HVAC Fundamentals”. Atlanta. “Design of integrated fire sprinkler piping and thermal storage systems: Benefits and challenges”. Hasil penelitian menunjukkan. Refrigerating and Air Conditioning Engineers.11 5...R. Tenaga Listrik dan Mekatronik – LIPI yang telah memfasilitasi penelitian ini dan kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini.V. Chapter A33 hal. 7. Carrier Handbook. Chapter A33 hal. [5] . “Thermal storage forum: Industrial plants offer opportunities”. Inc. ASHRAE Transactions 98(1): 1140-48. 24.. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peluang bagi sistem TES full storage jenis air cooled untuk dikembangkan di Indonesia karena dapat mengurangi biaya pemakaian listrik sehingga dapat dilakukan penghematan energi pada sistem pengkondisian udara.. “HVAC Applications”.. Inc. [2] Holness.. TES full storage jenis air cooled dapat mengurangi biaya operasi tahunan sampai 19%. [4] American Society of Heating. G. Mc-Graw Hill. ASHRAE Handbook. Refrigerating and Air Conditioning Engineers.. 1965. 2006. 1999. [3] Meckler. Bandung. 1992. DAFTAR PUSTAKA [1] American Society of Heating. .1987. KESIMPULAN Sistem pengkondisian udara dirancang untuk mempertahankan kualitas udara di dalam gedung pada kondisi design untuk kenyamanan penghuni. 2005.. ASHRAE Journal 9(5):24-25. 6. Teknik Mesin ITB...5. ASHRAE Handbook. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih disampaikan kepada Kepala Puslit.. Atlanta. USA. “Studi aplikasi penyimpan energi thermal untuk sistem pengkondisian udara sebuah mall di Bekasi”.