You are on page 1of 6

4 Wheel Drive

Penggerak 4 roda Penggerak 4 roda (four-wheel drive disingkat 4WD atau 4X4) adalah istilah yang dipakai pada kendaraan yang memiliki tenaga penggerak pada keempat rodanya. Kendaraan yang memiliki kemampuan 4×4 bertujuan untuk mendapatkan traksi yang memadai dalam segala kondisi jalan, misalnya, untuk digunakan di medan yang berat seperti tanjakan terjal, jalan licin ataupun jalan yang berlumpur, umumnya kendaraan jenis ini bertipe jeep atau SUV. Cara kerja Pada kendaraan dengan penggerak 4 roda, mesin dihubungkan dengan diferensial tengah (transfer case) yang membagi tenaga ke roda belakang dan roda depan. Karena pada saat menggunakan penggerak 4 roda, penggunaan energi lebih tinggi, biasanya penggerak 4 roda hanya digunakan pada saat dibutuhkan saja, dengan mengaktifkan melalui tombol atau tuas tertentu. Model dan jenis Berdasarkan model dan jenisnya, dapat dikelompokan sebagai berikut : • Part time. Pengoperasian 4WD hanya pada saat tertentu sesuai kondisi jalan. • Full time. 4WD selalu terpasang dalam segala kondisi jalan. • Manual. Pengaktifan 4WD dilakukan secara mekanis dengan mengerakan tuas tertentu. Pada beberapa jenis kendaraan bahkan perlu diputar as pada poros rodanya. • Otomatis. Pengaktifan 4WD dilakukan dengan tombol (semi automatic) atau sensor tertentu (full automatic). Dalam aplikasinya, berbagai kendaraan mengkombinasikan keempat model atau jenis tersebut di atas. (source: Wikipedia)

yang akhirnya akan membuat kendaran menjadi lebih irit. 2WD (two wheels drive) Kendaraan dengan tipe penggerak ini hanya menggerakkan 2 roda saja (kiri dan kanan). Prinsip dan cara kerja sistem penggerak adalah menyalurkan dan menditribusikan power dari primemover (bisa mesin. Sistem penggerak yang baik akan memiliki stabilitas dan traksi kontrol yang baik. Tipe penggerak untuk 4WD memiliki beberapa kategori : .Tipe penggerak kendaraan Penggerak kendaraan memiliki peran penting dalam stabilitas dan traksi. umumnya menggunakan penggerak roda belakang. tetapi tidak sesuai untuk kendaraan dengan beban besar. Misal. Tetapi semua itu tergantung medan di mana kendaraan digunakan. Pendistribusian power yang tepat maka akan berdampak pada power yang efektif dan efisien. yang ada adalah sistem penggerak sesuai dengan fungsi dan medannyalah yang terbaik. Kendaraan tipe ini dikategorikan menjadi 2. 60 % untuk gardan belakang. Pendistribusian tenaga antara kiri dan kanan diatur oleh differential gear (gardan) secara otomatis. kendaraan dengan Computerized All Whell Drive. atau motor listrik atau gabungan diantara keduanya) ke setiap roda (atau roda tertentu saja). Kendaraan dengan kategori kecil lebih sesuai menggunakan sistem penggerak roda depan. tidak akan banyak berarti ketika yang mengendarai kakek-nenek di jalan kota yang penuh macet. 40 % untuk gardan depan. Tetapi tidak ada salahnya memahami beberapa tipe penggerak kendaraan. Penggerak roda depan memiliki stabilitas yang lebih baik. Contoh. Pada kendaraan tua dan kendaraan dengan load besar. Tidak ada sistem penggerak yang terbaik. ketika kendaraan belok atau menikung. 4WD (four wheels drive) kendaraan tipe ini mempunyai kemampuan mendistribusikan power dari mesin ke seluruh roda dengan perbandingan distribusi antara gardan depan dan belakang dengan rasio tertentu. sehingga memudahkan untuk memahami ketika akan membeli kendaraan. yaitu rear whell drive (gardan dibelakang) dan front wheel drive (gardan didepan).

Nissan Pathfinder. Dalam kondisi normal. system akan berjalan dengan 2WD. karena berakibat system gear cepat aus. Sistem ini delangkapi pula dengan low-range gear. Cherokee. Proses penguncian dilakukan secara otomatis. Sistem ini mempunyai kemampuan off-road setara dengan part-time 4WD. Adanya center differential dapat melakukan penguncian secara otomatis dalam . Sistem low-range gear menyebabkan kendaraan merambat dengan pelan. Beberapa kendaraan yang menggunakan system ini adalah : Jimny. Nissan. Kelemahan sistem ini adalah distribusi power antara gardan depan dan belang tidak dapat diatur sesuai kebutuhan atau otomatif. Grand Cherokee. • Selectable 4WD Sistem ini lebih fleksibel dalam melakukan pemilihan jenis penggerak yang digunakan apakah 2WD. Sistem ini umumnya digunakan oleh kendaraan tua bertipe Jeep. tetapi masih bisa digunakan di jalan aspal. Perpindahan dari 2WD ke 4WD atau sebaliknya tidak dapat dilakukan on the fly (sambil jalan). tapi mampu mengatasi rintangan yang cukup berat. Pada waktu belok. Sistem ini dapat digunakan di jalan aspal maupun jalan berlumpur. Sistem ini dapat menembus medan berat seperti lumpur. Sistem pemindahkan dari 2WD ke 4WD harus dilakukan secara manual dengan memindahkan tuas. Mitsubishi Montero. Beberapa kendaraan yang menggunakan system ini antara lain : Isuzu Tropper. Acura SLX. Kendaraan yang mengggunakan system ini tidak dirancang untuk kondisi jalan kering atau jalan raya. Jeep Cherokee. ataupun part time 4WD dalam memberikan traksi yang maksimal. central differential akan otomatis mengunci untuk memberikan traksi yang kuat. center differential akan mengatur roda depan dan belakang berputar secara independen. Kekurangan dari sistem ini adalah : proses aktivasi dilakukan secara manual. Toyota 4Runner. full time 4WD. Mazda.• Part time 4WD Pada sistem ini. 4WD tidak fix untuk selamanya tetapi dapat di non aktifkan sesuai dengan kebutuhan. Wrangler. Kelemahan yang lain adalah pemindahan dari 2WD ke 4WD (atau sebaliknya) harus dengan manual dan pada umunya kendaraan harus dalam kondisi bergenti. sedangkan part-time tidak bisa digunakan di jalan aspal karena system gear akan cepat aus. Ford Expedition. dapat digunakan di jalan aspal. Pada waktu menghadapi medan yang cukup berat. • Permanent 4WD Sistem ini dilengkapi juga dengan low-range gear dan center differential. Chevrolet Blazer.

Dengan adanya Drive Train maka mobil dapat bergerak atau berjalan. Beberapa kendaraan yang mengunakan sisyem ini antara lain : Mitsubishi Eclipse. Mercedes-Benz E320. secara otomatis roda kanan belakang akan mendapatkan porsi tenaga lebih besar. Subaru. Misal. Diskusi Sakae ITO – Honda R&D Japan) Sistem penggerak drive train pada 4X4 Drive Train merupakan suatu komponen dengan beberapa mekanisme yang berfungsi memindahkan daya/ tenaga yang dihasilkan mesin untuk menjalankan roda dan kendaraan. padang pasir. Sistem AWD ini cukup efisien Untuk menembus lorong-lorong hutan. Sistem ini umunya sudah dilengkapi dengan sistem pengendali traksi secara otomatis. • Transaxle Transmisi dan differential yang menjadi satu. Range Rover. Toyota Land Cruiser. (source: Automotive Engineering. Kemampuan AWD ini tidak sehebat 4WD karena tidak dilengkapi dengan low-range gear. Lexus LX470. Tetapi harga sistem ini lebih mahal dibandingkan dengan sistem lain. Gear System. Mazda MPV. Honda CR-V. bagian ini digunakan pada kendaraan penggerak roda depan. Lexus RX300. jalan berkerikil . Beberapa kendaraan yang menggunakan system ini antara lain : Mercedes-Bens ML320. misal mobil dalam kondisi menikung ke kiri. Sistem ini mudah digunakan dan dengan seketika akan menyalurkan daya ke roda dengan kuat. Ford Explorer V6. .meningkatkan daya traksi. AWD dapat digunakan di jalan aspal. Pada sistem ini ke-4 roda adalah tidak ada saling ketergantungan (independent). Jeep Grand Cherokee. secara otomatis komputer akan memberikan traksi dan porsi tenaga yang lebih besar untuk roda depan dan belakang sebelah kanan. • All wheel drive (AWD) Disebut juga dengan Full-Time 4WD. saat roda kanan depan dan belakang pada tempat yang basah. Volvo V70. • Clutch Komponen ini mempunyai fungsi untuk meneruskan dan melepaskan daya dari mesin ketika gir berpindah dalam kondisi berjalan atau berhenti. Contoh yang lain. Distribusi power diatur oleh cpu (komputer). Centre Differential berfungsi secara otomatis dalam mengunci atau membuka.

dengan penggerak roda belakang • Four Wheel Drive (4WD). dengan mengaktifkan melalui tombol atau tuas tertentu. dengan penggerak roda depan • Front Engine Rear Wheel Drive (FR). biasanya penggerak 4 roda hanya digunakan pada saat dibutuhkan saja. kemudian dilanjutkan ke pemutar roda. Tipe Drive Train RR untuk mobil sport kelas tinggi (formula 1). dengan penggerak roda belakang • Rear Engine Rear Wheel Drive (RR). penggunaan energi lebih tinggi. Ada beberapa jenis sistem penggerak : • Front Engine Front Wheel Drive (FF). • Drive Shaft Komponen yang berfungsi meneruskan daya yang terbagi ke setiap roda dari differential. • Propeller Shaft Suatu mekanisme penghubung yang meneruskan daya dari transmisi ke differential (kendaraan mesin di depan dengan penggerak roda belakang). mesin dihubungkan dengan differential tengah (transfer case) yang membagi tenaga ke roda belakang dan roda depan. • Transmission Komponen ini meneruskan dan mengatur kecepatan dan daya dari mesin yang diakibatkan oleh gigi kecepatan yang digunakan. (source: Toyota) . Karena pada saat menggunakan Drive Train 4 roda. Sedangkan untuk tipe Drive Train FR biasanya untuk sedan mewah dan mobil sport. mengurangi daya dari propeller shaft. dan membedakan putaran untuk roda ketika membelok.• Differential Komponen ini mempunyai tiga fungsi yaitu merubah arah dari daya bergerak. mesin dengan penggerak roda depan dan belakang (4 roda) Tipe Drive Train FF paling umum digunakan pada mobil ekonomis seperti Toyota Altis. mesin berada di depan. Tipe Drive Train 4WD untuk mobil dalam segala medan seperti Toyota Fortuner. mesin berada di depan. mesin berada di belakang.

powering all four wheels provides better control in normal road cars on many surfaces. 4WD.Four-wheel drive. While many people associate the term with off-road vehicles and Sport utility vehicles. 4X4 (“four by four”). (source: Wikipedia) picture & article by several reference in internet photography by Deni Pradana . or AWD (“all wheel drive”) is a four-wheeled vehicle with a drivetrain that allows all four wheels to receive torque from the engine simultaneously. and is an important part in the sport of rallying.