You are on page 1of 43

LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN TABLET SALUT TEOFILIN

Kamis, 29 April 2010 Pukul 13.00 – 16.00

Disusun oleh: Nico Arianto S Dina Hafizah Dewi Fitriana 260110070109 (pembahasan) 260110070138 (teori) 260110070139 (tujuan, prinsip, prosedur, alat bahan, data pengamatan dan perhitungan) Gita Susanti Berti Efrianti 260110070140 (editor) 260110070141 (pembahasan)

LABORATORIUM TEKNOLOGI DAN FORMULASI SEDIAAN NON STERIL FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010

PEMBUATAN TABLET SALUT TEOFILIN

I.

TUJUAN Membuat tablet salut film

II.

PRINSIP Daya adhesi antara larutan penyalut dengan tablet inti

III.

TEORI Tablet Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa

bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. Tablet inti adalah tablet inti yang khusus untuk disalut, dibuat secara kempa cetak, dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Tablet bersalut adalah tablet yang disalut dengan zat penyalut yang cocok untuk maksud dan tujuan tertentu. Tablet salut film adalah tablet kempa yang disalut dengan salut tipis, berwarna atau tidak dari bahan polimer yang larut dalam air yang hancur cepat di dalam saluran cerna (Depkes RI, 1979). Perbedaannya dengan salut gula adalah tablet salut gula merupakan tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapis lapisan gula baik berwarna maupun tidak. Supaya dapat menahan bantingan selama proses penyalutan tablet inti harus memiliki resistensi dan kekerasan yang cukup di dalam panci penyalut yang berputar terus menerus selama proses berlangsung. Kekerasan yang cukup juga akan berperanan memperlambat penyalut pada waktu dilakukan penyalutan dan sebaiknya permukaan tablet berbentuk. Bentuk tablet inti yang ideal untuk disalut ialah: sferis, elip, bikonvek bulat atau bikonvekoval. Tinggi antara permukaan tablet sedapat mungkin agak rendah. Pada bentuk ini sesudah dibasahi dengan cairan penyalut, kemungkinan hanya terjadi lengketan pada satu titik tertentu saja

dari sisi tablet dan perlekatan ini hanya akan berlangsung selama periode waktu relative singkat karena segera terlepas lagi pada waktu terjadi gerakan panci penyalut. Kelebihan salut film dibanding dengan salut gula ialah lebih tahan terhadap kerusakan akibat goresan, bahan yang dibutuhkan lebih sedikit dan waktu pembuatannya lebih sedikit (Ansel, 1989). Beberapa keuntungan penggunaan teknologi film coating yaitu : (1) waktu proses yang lebih cepat (2) pengurangan luas area produksi (3) peningkatan berat yang minimum (4) otomatisasi, seiring dengan perkembangan teknologi proses penyalutan lapis tipis dapat diotomatisasi (Basri, 2009). Dalam penyalutan lapis film pada tablet biasanya mengandung jenis-jenis bahan seperti polimer (pembentukan selaput), plasticizer, surfaktan, pewarna, pemanis/perasa/pengharum, pengkilap, dan pelarut. Bahan polimer yang digunakan adalah hidroksipropil metilselulosa (HPMC). Polimer ini merupakan suatu bahan pilihan untuk sistem suspensi udara dan sistem panci penyalut dengan penyemprotan (Lachman, et. al., 1994). Jika hanya menggunakan polimer saja akan dihasilkan lapisan film yang rapuh, mudah pecah, dan mudah terkelupas, untuk memperbaiki hal tersebut, diperlukan plasticizer untuk mempertinggi keluwesan dan fleksibilitas dari lapisan tipis penyalut tersebut (Basri, 2009). Tablet inti (core) yang akan disalut haruslah memenuhi persyaratan tertentu, karena selama proses penyalutan akan terjadi gerakan dan bantingan tablet inti secara terus menerus selama beberapa waktu. Kerapuhan tablet inti harus sekecil mungkin. Kerapuhan yang tinggi akan menyebabkan terbentuknya partikel halus dan kasar yang akan dapat menempel pada permukaan tablet selama proses penyalutan, tempelan tersebut dengan sendirinya akan menyebabkan cacat pada permukaan tablet yang disalut. Tablet inti harus hancur dengan cepat di dalam lambung atau usus sesudah penyalut terlarut (untuk tablet yang entero

soluble). Pada umumnya tablet inti yang disalut akan hancur lebih lama jika dibandingkan dengan tablet yang tidak disalut. Perubahan waktu hancur tersebut disebabkan karena pada waktu penyalutan, pori pada permukaan tablet ditutupi oleh larutan penyalut sehingga akan memperlambat penetrasi cairan pada waktu hancur (Basri, 2009). Persyaratan Tablet yang Sudah Disalut Tablet yang disalut haruslah memenuhi persyaratan-persyaratan, diantaranya: Permukaan tablet harus benar-benar licin Lapisan penyalut harus stabil dan tidak cacat Pewarnaan yang homogen pada lapisan tipis yang berwarna dan tidak boleh terjadi migrasi zat warna ke dalam inti tablet Lapisan penyalut tidak boleh menunjukkan sifat mudah pecah dan retak Penyalutan harus dapat melindungi tablet inti terhadap pengaruh udara kelembaban dan cahaya. Penyalut harus mempunyai rasa yang menyenangkan dan dapat menutupi rasa dan bau yang tidak enak dari tablet inti Pada umumnya lapisan penyalut harus melarut dalam media cairan lambung dengan waktu sesingkat mungkin Penyalutan yang digunakan tidak boleh merusak atau mengurangi aktivitas bahan obat (Martin, et. al., 1993). Prinsip-Prinsip Penyalutan Tablet Pemberian salut pada tablet yang merupakan langkah tambahan dalam proses pembuatan dan menaikkan biaya produksi. Dengan demikian, keputusan untuk menyalut tablet biasanya didasarkan atas salah satu atau beberapa tujuan berikut ini: 1. Untuk menutupi rasa, bau, atau warna obat. 2. Untuk memberikan perlindungan fisik dan kimia pada obat.

Untuk melindungi obat dari suasana asam lambung. daripada waktu yang dibutuhkan dalam penyalutan gula. cenderung menjadi kasar pada tahap awal proses penyalutan dan tidak cocok untuk disalut dengan lapisan tipis. yang memungkinkan tablet tersebut bergulir bebas di dalam panci penyalut. tablet-tablet bergulir di dalam panci atau berhamburan dalam aliran udara dari suatu penyalut suspensi udara ketika proses penyalutan berlangsung.. 4. 5.al. 2008). Sifat-sifat tablet Tablet-tablet yang akan disalut harus mempunyai sifat fisik tertentu yang sesuai. maka bentuk fisik tablet juga sangat penting. Agar mampu menahan benturan sesama tablet atau benturan tablet dengan dinding panci. . Bentuk ideal tablet yang akan disalut adalah bulat. Mutu dari penyalut lapisan tipis yang melekat pada tablet cetak biasanya lebih banyak tergantung pada mutu tablet awal yang dipakai dalam proses. Ada tiga komponen utama yang penting dalam penyalutan tablet yaitu : 1. Untuk memperbaiki penampilan obat dengan menggunakan warna khusus dan pencetakan kontras (Barkley. 6. Untuk menggabungkan obat lain atau membantu formula dalam penyalutan untuk menghindari tidak tercampurnya obat secara kimia atau untuk menjamin terselenggaranya penglepasan obat secara berurutan.3. dengan menyalutnya dengan salut enterik tahan asam. Permukaan tablet yang rapuh. sehingga lebih lambat mengering dan dapat mengisi banyak cacat kecil di permukaan tablet yang dapat terjadi pada tahap awal proses penyalutan selain permukaan yang halus. Penyalutan gula mengandung banyak zat padat. dengan kotak sekecil mungkin sesama tablet (Augsburger & Hoag. yang lunak oleh pemanasan. maka tablet harus tahan terhadap abrasi dan gumpil. et. Bahan penyalut yang membentuk lapisan tipis melekat ke seluruh permukaan yang terpapar. Dalam proses penyalutan. sehingga permukaan yang tidak sempurna akan disalut dan tidak dibuang. Untuk mengendalikan penglepasan obat dari tablet. atau yang rusak oleh campuran penyalut. 2006).

Cara penyemprotan tidak selalu mudah.2. Cara Penyemprotan Cara umum yang dilakukan untuk penyalutan lapisan tipis ialah cara penyemprotan. Proses penyalutan Prinsip penyalutan tablet relatif sederhana. tapi untuk . Baik penuangan ataupun penyemprotan dapat dilakukan secara terus-menerus atau dengan diselang-seling (intermittent) (Basri. b. Distribusi dari penyalut dilakukan dengan menggerakkan tablet-tablet tersebut. formulasi dan variabel lain selama proses penyalutan (Basri. 2009). 1) Top Spray (Granulator mode) Meskipun itu tidak dapat digunakan untuk tablet. Penyalutan tablet adalah pemakaian suatu campuran penyalut pada sejumlah tablet yang bergerak dengan menggunakan udara panas untuk memepermudah penguapan pelarut. Partikel kecil dan berbagai bentuk film dalam proses ini bukan seperti uniform (bentuk seragam). operasi penyalutan lapisan tipis dilakukan dengan menggunakan panci penyalut untuk penyalutan. Cara Penuangan Penuangan dapat dilakukan dalam panci penyalut konvensional yang diberi penyangga agar perputaran tablet bisa berlangsung dengan baik dan untuk mencegah penggelinciran tablet dalam panci selama proses penyalutan (Basri. 2009). karena untuk proses penyalutan yang baik dibutuhkan optimisasi antara peralatan. a. 2008). Tergantung pada peralatan dan fasilitas yang tersedia. 2009). baik secara tegak lurus (panci penyalut) maupun secara vertikal (alat penyalut suspensi udara) terhadap pemakaian campuran penyalut (Augsburger & Hoag. top spray granulator dapat digunakan untuk penyalutan. Cara penambahan larutan penyalut dapat dilakukan dengan cara penuangan seperti halnya pada penyalutan gula atau dengan cara penyemprotan dengan alat khusus.

(2) komposisi penyalut. Sebagian besar udara dialirkan memalui sekat dan terbentuk fluidasi. 2) Bottom Spray ( Wurster) Ditemukan kira-kira 25 tahun yang lalu yang terbukti telah berhasil untuk penyalutan tablet. dan jumlah air yang terkandung dalam udara masuk (H). Udara dari bawah bertindak sebagai penyangga sekaligus mengarahkan posisi penyalutan (Basri. kemudian penyemprot listrik (elektronik) disemprotkan ke bahan (material) (Basri. 2008).H). Tolak ukur Difokuskan pada panci penyalut berlubang.pelepasannya tidak tergantung membrane tickness atau perfection. 2009). (2) panci penyalut berlubang. Ketika tablet keluar dari sekat dan masuk ke zona perluasan kecepatan udara bebrkurang dan inti-inti jatuh diluar sekat. yang tergantung pada jumlah aliran udara melalui tumpukan tablet (CFM). A (T. Cara ini adalah mudah dan sederhana. Kecenderungan umumnya mengarah pada sistem efisiensi energi otomatis untuk mempersingkat total waktu penyalutan. Tolak ukur yang digunakan meliputi: Kapasitas udara. Peralatan Sebagian besar proses penyalutan menggunakan salah satu dari tiga jenis peralatan berikut ini: (1) panci penyalut standar. Nilai ini menggambarkan jumlah air atau pelarut yang dapat dihilangkan selama proses penyalutan. atau (3) penyalut bahan cair (suspensi udara). 2009). Hubungan . temperatur udara (T). Bentuk aliran disebabkan oleh sebuah partisi dan per lubang plate yang dikontrol oleh air flow. Substrat cair dimasukan pada mulut pipa. dan mengurangi partisipasi operator dalam proses penyalutan (Augsburger & Hoag. dan (4) efisiensi peralatan. (3) luas permukaan tablet. karena alat ini dipakai secara luas dalam industri.

2008). karena penguapan dari pelarut pada campuran penyalut tadi. Luas Permukaan Tablet. sehingga memungkinkan pemakaian konstan dengan atomisasi yang efisien dari larutan penyalut (Augsburger & Hoag. Bila air digunakan pada suatu permukaan yang tidak tembus. Udara panas yang masuk memberikan panas untuk menguapkan air. tetapi ukuran tablet dan adanya debossed features juga . Udara keluar menjadi lebih dingin dan mengandung air lebih banyak. dan juga mengandung pelarut yang bertindak sebagai pembawa bahan-bahan tersebut. Telah diuraikan mengenai mutu tablet yang perlu untuk penyalutan. 2008). Penyalut mengandung bahan yang akan dilekatkan ke permukaan tablet. C(S). menggunakan gerakan tablet di luar daerah penggunaan untuk menghasilkan penyebaran parsial bahan penyalut. periode pengeringan yang lebih panjang diperlukan agar dapat digunakan penyalut secara berselang waktu. Formula pengeringan tipis dapat mengering dengan cepat pada permukaan tablet. Temperatur udara yang keluar tergantung pada jumlah air yang dikandung (Augsburger & Hoag. Karakteristik pengeringan dari lapisan tipis juga harus dipertimbangkan dalam penetapan laju penggunaan. air menguap dari larutan penyalut yang dipakai. (pSA).ini dapat digambarkan dengan menggunakan diagram psikrometris. maka hubungan antara udara masuk dan udara keluar pada laju penyemprotan tertentu dapat ditunjukkan dengan jelas. Umumnya campuran penyalut yang bahan dasarnya air dan lebih kental. dan temperatur udara turn. Diagram tersebut secara grafik memperlihatkan hubungan antara temperatur udara dengan jumlah air yang terkandung dalam udara pada berbagai kelembapan relatif. Komposisi Penyalut. Pelarut ini harus dihilangkan selama proses penyalutan. Selama pelaksanaan penyalutan.

Penggunaan suatu lapisan tipis dengan ketebalan yang sama memerlukan lebih sedikit campuran penyalut.483 inchi dan ketebalan 0. dibandingkan dengan diameter 0. berarti tindakan penyalutan haru diperbaiki lagi.202 inchi (Augsburger & Hoag. Perbedaan yang besar dalam efisiensi penyalutan antara penyalut lapisan tipis dengan gula berhubungan dengan . Penambahan cap/ tanda pengenal produk atau intagliation menambah rumitnya proses penyalutan. Bila bagian-bagian yang akan disalut ukurannya lebih kecil. hanya sebagian dari seluruh ruas permukaan (pSA) yang tesalut.114 inci memerlukan penyalut 40 % lebih banyak. Dalam proses penyalutan. Penyalutan parsial yang berkesinambungan dan daur ulang suatu saat akan menghasilkan tablet tersalut sempurna (Augsburger & Hoag.mempengaruhi kondisi penyalutan. Penyalut tablet menggunakan ungkapan ”efisiensi penyalutan” . Idealnya 90-95 % bahan penyalut lapisan tipis yang dipakai harus ada pada permukaan tablet. dan biasanya nilai 60% dapat diterima. Efisisensi penyalutan untuk bahan penyalut gula yang konvensional jauh lebih sedikit. 2008). Keseimbangan terdiri dari tablet yang telah kering dan tersalut sebagian serta tablet kering yang akan disalut lebih lanjut. Luas permukaan total per satuan berat turun dengan cepat dari tablet kecil ke tablet yang lebih besar. Efisiensi Peralatan. maka ukuran tetes penyalut yang akan diatomisasi juga harus lebih kecil dan lebih terkontrol dengan baik (Augsburger & Hoag. suatu nilai yang diperoleh dengan membagi kenaikan bersih dari berat tablet tersalut dengan berat total bahan penyalut yang tidak menguap yang diberikan ke tablet. Bila kurang dari itu. tablet bulat cembung berdiameter 0. 2008). E. 2008). pada penyalutan lapis tipis terhadap 20 kg tablet pada suatu panci penyalut.281 inchi dengan ketebalan 0. Sebagai contoh.

Bila mungkin terjadi penumpukan pelarut organis yang mudah meledak. aliran udara yang cepat. part 211. atau toksisi. Hal ini mengakibatkan sebagian dari campuran penyalut mengering sebelum mencapai permukaan tablet. tetapi juga untuk penyiapan larutan dan penyimpanan dalam proses (Augsburger & Hoag. Penyalutan tergantung pada sifat pelarut. Fasilitas dan Peralatan Bantu. 2008). Suatu penggerus koloid atau penggerus bola mungkin diperlukan untuk dispersi yang homogen dari bahan padat yang tidak larut didalam cairan campuran penyalut. . maka diperlukan penrilasi listrik khusus yang tahan ledakan (Augsburger & Hoag. Fasilitas yang diperlukan untuk pelaksanaan penyalutan haruslah dirancang untuk memenuhi persyaratan Good Manufacturing Practices (GMPs). Penyiapan memerlukan tangki. tetapi pada proses penyalutan dengan gula. Ada peralatan lain yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan penyalutan. sehingga terbuang sebagai debu (Augsburger & Hoag. dan temperatur yang tinggi). Diperlukan ruang yang tidak hanya cukup untuk peralatan penyalut. 2008).jumlah bahan pelapis yang terkumpul pada dinding panci. Pada proses penyalutan lapisan tipis yang efisien hanya sedikit saja bahan penyalut yang terkumpul di dinding panci. Tangki pelapis mungkin diperlukan untuk menjaga agar beberapa larutan tetap dalam temperatur tinggi (Augsburger & Hoag. 2008). seperti yang tercantum dalam revisi terakhir Code of Federal Regulation title 21. apakah itu selama proses penyiapan larutan ataupun penyalutan. dinding panci juga akan terlapisi oleh gula itu dengan tebalnya. 2008). penyaring. Penyebab umum dari rendahnya efisiensi penyalutan dengan lapisan tipis ialah bahwa laju pemakaian terlalu lambat untuk kondisi penyalutan (permukaan tablet yang luas. dan pengaduk.

Lapisan elastis merupakan lapisan dasar dari salut gula yang bertujuan untuk melapisi gum syrup agar tablet tidak retak selama proses atau selama penyimpanan. 2008). dan polishing. Fasilitas dan peralatan bantu Fasilitas yang diperlukan untuk pelaksanaan penyalutan haruslah dirancang untuk memenuhi persyaratan Good Manufacturing Practises (GMPs). maka panci yang berlubang-lubang lebih cocok dibanding panci penyalut konvensional yang lama. Bahan-bahan yang akan dituang diaduk lebih dahulu. 2008). dengan menggunakan tangki bertekanan yang dapat dipindah-pindahkan atau berbagai sistem pompa (Augsburger & Hoag. Otomatisasi Dalam 6 atau 8 tahun terakhir ini.Cairan pelarut dapat diisikan ke sistem pipa atomisasi dari peralatan penyalut. tetapi juga untuk penyiapan larutan dan penyimpanan dalam proses (Augsburger & Hoag. 3. 2008). built up syrup. Lapisan penutup merupakan tahap pemberian lapisan pelindung agar air dari larutan berikutnya tidak masuk ke dalam tablet inti. Diperlukan ruang yang tidak hanya cukup untuk peralatan penyalut. otomatisasi telah dicapai dalam sistem penyalutan gula dan sistem penyalutan lapisan tipis (baik menggunakan air maupun tidak menggunakan air). Built . kemudian masukkan CaCO3 secukupnya. colouring syrup. aduk kembali sampai semua serbuk melapisi tablet baru kemudian dialirkan udara panas. smoothing syrup. Untuk proses otomatis. karena efisiensinya lebih baik (Augsburger & Hoag. gum syrup. Susunan penyalutan Proses Penyalutan Proses penyalutan tablet terbagi atas beberapa tahap yaitu: protective.

Penyemprotan memeberikan banyak kegunaan terhadap proses tersebut. Colouring bertujuan untuk memberikan warna pada permukaan tablet dan polishing merupakan proses pengkilatan permukaan tablet sehingga menjadi mengkilat (Asmarini. 2007)..al. 1994). . Penyalut lapisan tipis yang menggunakan air sebagai bahan dasar tidak cocok dengan metode pemakaian ini. mulai dari erosi permukaan sampai ketidakstabilan produk yang disebabkan tingginya tingkat kelembapan laten dalam inti tablet (Lachman.up syrup merupakan proses pemberian lapisan sebenarnya dari salut gula.. et. karena keadaan setempat yang terlalu basah yang dijumpai pada proses panci tuang akan menimbulkan berbagai masalah. Penyalutan dengan Lapisan Tipis  Metode Panci Tuang Metode ini cukup lambat. Tablet yang akan dilapisi dengan lapisan tipis melalui proses panci tuang hampir selalu memerlukan tahap tambahan untuk pengeringan dalam rangka membuang pelarut laten. sedangkan smoothing syrup bertujuan untuk membuat permukaan tablet licin sehingga zat warna dapat melapisi tablet secara merata. dan memungkinkan pengawasan otomatis dari pemakaian cairan.  Metode Panci Semprot Dalam rangka memperbaiki efisiensi proses pelapisan tipis digunakan alat penyemprot. 1994).al. dan sangat tergantung pada keterampilan serta teknik dari operator untuk mengimbangi tahap pembuatan produk yang dapat diterima.  Variabel Proses Variabel-variabel yang perlu dikendalikan dalam proses penyalutan lapisan tipis menggunakan cara panci penyemprot adalah: 1. Variabel Panci rancangan panci/pengaturan pergerakan cairan. Corak penyemprot dipilih untuk memberikan suatu pita kontinu melintasi permukaan tumpukan tablet (Lachman. et.

kecepatan aliran udara/volume/keseimbangan. bersamaan dengan udara proses. 1994). Karena digunakan udara untuk menggerakkan tablet di dalam proses penyalutan.. et. Bahan logam campuran : memungkinkan kelarutan dalam air atau permeabilitas air ke dalam selaput agar pasti dapat ditembus oleh cairan tubuh dan kemungkinan ketersediaan terapeutik obatnya. temperature.  Proses Fluidized Bed Sistem fluidized bed telah berhasil diterapkan dengan baik untuk penyalutan cepat dari tablet. Contoh: selulosa asetat ftalat. muatan panci. Pembentukan selaput : mampu menghasilkan lapisan tipis yang halus. 3. ukuran dan kerapatan tablet. maka ada beberapa pengawasan proses yang khas bagi penyalut suspensi udara. Udara Proses kualitas udara. serta beban kuantitas mempengaruhi kemampuan masa tablet untuk mengalami fluidasi (Lachman. . Rancangan ruang. dapat diproduksi kembali di bawah kondisi penyalutan biasa dan dapat untuk tablet dengan berbagai bentuk. jarak mulut pipa penyemprot ke permukaan tumpukan tablet (Lachman.- kecepatan. pola penyemprotan. Variabel Penyemprot laju penyemprotan. granul dan kapsul. Bentuk. et.al. 1994).. Larutan selaput penyalut yang dapat menghasilkan penyalutan pada tablet biasanya mengandung jenis-jenis bahan sebagai berikut: 1. derajat atomisasi. 2.al. 2. mengendalikan corak fluidasi.

Contoh: lilin tawon. perasa. Opaquant dan pewarna : membuat penampilan tablet menjadi manis dank has. Pemanis. zat warna F. udara dan substrat yang akan disalut.D dan C atau zat warna D dan C. et. dan pengharum : untuk meningkatkan diterimanya tablet oleh pasien. vanili. Contoh: derivat polioksietilen sorbitan. lambat larut dalam air atau kelarutan yang tergantung pada pH (lapisan enterik). 6. pewarna.al. 1994). perasa dan pengharum. Larut dalam keadaan tertentu yang dimaksud. Sifat-sifat lapisan tipis harus tidak berubah dengan berlalunya waktu. titandioksid. 8. Contoh: campuran alkohol aseton (Lachman. rasa ataupun bau. 4. Pelarut yang mudah menguap : memungkinkan penyebaran komponenkomponen lain di sekitar tablet sambil mempercepat penguapan agar pekerjaan lebih efektif dan lebih cepat. misalnya kelarutan yang mudah dalam air. sakarin. Contoh: minyak jarak. 2.. 7. Tidak memiliki warna. 6. 4. . Plasticizer : untuk mendapatkan fleksibilitas dan elastisitas dari penyalutan yang berarti memperpanjang umur tablet. Pengkilap : memungkinkan berkilaunya tablet tanpa memisahkan dari pekerjaan pengkilapan. Larut dalam pelarut yang digunakan untuk persiapan penyalutan. 3. Contoh: opaquant. Serasi dengan aditif larutan penyalut pada umumnya. Bahan-Bahan yang Digunakan dalam Penyalutan Lapis Tipis Suatu bahan penyalut lapisan tipis yang ideal harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1. Surfaktan : untuk meningkatkan daya penyebaran film selama penggunaanya. cahaya. Stabilitas dalam keadaan panas. 5. Contoh: pemanis. Kemampuan untuk menghasilkan produk yang tampak anggun. 5.3. kelembapan.

Povidon. Prosedur pencetakan huruf/tanda/merk mudah dilakukan pada peralatan berkecepatan tinggi (Saifullah. seperti antiseptik usus dapat melepaskan bentuk obatnya hanya di usus dan menghindari penyerapan sistemik dalam lambung. cahaya dan bau bila perlu. Tahan retakan dan dilengkapi dengan pelindung obat terhadap kelembapan. contoh : Hidroksipropil metil selulosa. Untuk mencegah nyeri pada lambung atau mual karena iritasi dari suatu bahan obat. Tidak toksis. 2007). 2007). Beberapa alasan penting untuk bahan penyalut enterik adalah sebagai berikut : Untuk melindungi obat-obat yang tidak tahan asam terhadap cairan lambung. Metil hidroksietilselulosa. Untuk melepaskan obat agar didapat efek local di dalam uus. . Hidroksipropilselulosa.7. Natrium karboksimetilselulosa. misalnya enzim-enzim dan beberapa antibiotik tertentu. 8. 9. Tidak ada jembatan ataupun pengisian permukaan tablet yang tidak ditatah oleh bahan pembentuk lapisan. Pembentuk Lapisan Tipis a. Polietilen glikol (Saifullah. Bahan Enterik Bahan penyalut enterik dari pil dan tablet yang dicetak sdah dikenal lebih dari satu abad yang lalu. b. 10. Bahan Nonenterik. Untuk melepaskan obat-obat yang diserap secara optimal di dalam usus halus sebagai penyerapan utamanya. tidak mempunyai kegiatan farmakologis dan mudah dipakai ke partikel atau tablet. misalnya Natrium salisilat. Etilselulosa.

Dapat bercampur dengan sebagian besar komponen larutan penyalut dan bahan dasar obat 4. Stabil dalam bentuk tunggalnya atau di dalam larutan penyalut. Jika seluruh tablet sudah hancur. Rentan terhadap cairan usus dan permeable terhadap cairan usus 3. 1991). Suatu bahan penyalut enterik yang baik harus memilki sifat-sifat sebagai berikut : 1. mengharuskan tablet tahan terhadap pengadukan dalam larutan pemeriksaan cairan lambung buatan pada temperatu 37 ± 2 o C (tanpa lempengan). menurut United State Pharmacopeia (USP). Setelah satu jam terpapar dalam cairan lambung batan tersebut. keretakan atau kerapuhan. Lapisan tipis ini tidak mudah berubah dalam penyimpanan 5. tablet tidak memperhatikan bukti adanya daya hancur. pemeriksaan diulangi dengan menggunakan 12 tablet tambahan. Biayanya murah 8. Dapat dengan mudah dicetak. . Kemudian ditambahkan suatu lempengan pada setiap tabung dan pemeriksaan dilanjutkan dengan menggunakan cairan usus buatan yang dipertahankan pada temperatur 37 ± 2oC sebagai cairan pencelup. pemeriksaan tablet sudah selesai. Tahan terhadap cairan lambung 2. Bila 1 atau 2 tablet tidak hancur secara sempurna. Pemeriksaan daya hancur tablet dinyatakan selesai bila 16 dari 18 tablet dapat dihancurkan (Swarbrick & James. Membentuk lapisan tipis (terus-menerus) 6. 2007). Mudah dipakai tanpa harus menggunakan alat khusus 9. 2007). Tidak toksik 7.- Untuk memberikan suatu komponen yang penglepasannya ditunda sebagai aksi ulang dari tablet (Saifullah. untuk satu metode pemeriksaan selama 2 jam atau dalam batas waktu yang tertera dalam monografinya. Pemeriksaan waktu hancur tablet yang disalut enterik. atau lapisan tipis dapat digunakan pada tablet yang tidak ditatah (Saifullah.

o Coloring (pewarnaan). yaitu proses pembasahan ganti berganti dengan sirop pelicin dan pengeringan dari salut tablet menjadi bulat dan licin.Macam-macam Penyalutan Penyalutan tablet dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Hidroksi etil selulosa dengan bermacam-macam perbandingan dalam campuran PEG dan Polivinilpirolidon dalam pelarut . 1988). dilakukan dengan memberi zat warna yang dicampurkan pada sirop pelicin. 1988). Tablet bersalut gula (sugar coating) Tablet ini sering disebut dragee. 3. Proses pembuatan tablet bersalut gula adalah sebagai berikut: o Subcoating (penyalutan dasar). 2. o Finishing. Sebagai zat penyalut digunakan Na CMC. Tablet bersalut kempa (press coating) Tablet inti yang sudah jadi mengalami proses seperti berikut. Penyalutan dilakukan dengan larutan gula dalam panci untuk penyalutan dan panci untuk mengkilapkan tablet diputar dengan motor penggerak yang dilengkapi dengan alat pengisap dan sistem penhembus dengan udara panas (blower). yaitu proses pengeringan salut sirop yang terakhir dengan cara perlahan-lahan sehingga memperoleh hasil akhir yang licin. sering disebut tablet dalam tablet (Aulton. o Polishing (pengilapan). yaitu granul halus dan kering dikempa di sekitar tablet inti. Tablet bersalut selaput (film coating) Ialah tablet yang dilapisi lapisan selaput tipis dengan zat penyalut yang dikenakan atau disemprotkan pada tablet. yaitu: 1. yaitu proses pemberian larutan dasar dan pemberian serbuk salut apabila sebagian tablet kering o Smoothing (pelicinan). dilakukan dengan menggunakan lapis tipis lilin yang licin (Aulton. Asetatftalat selulosa.

Keretakan : terlihat selama penyalutan atau penyimpanan tablet yang sudah disalut. mengembang dan terjadi proses penghancuran. Sebagai bahan salut enterik adalah campuran serbuk lilin karnauba atau asam stearat dan serabut tumbuh-tumbuhan dari agar-agar atau kulit pohon elm. Pengupilan (picking) adalah pelepasan fragmen lapis tipis penyalut dari permukaan tablet yang disalut. Agar obat tidak mengiritasi perut b. Bila tablet ditelan. Menghindari obat menjadi inaktif dalam cairan lambung.alkohol atau terdispersi dalam Isopropanol dengan tambahan Span dan Tween (Aulton. Penyebabnya adalah : Pengeringan yang tidak cukup baik Penyemprotan yang dilakukan berlebihan Pencegahannya : Dengan menurunkan kecepatan penyemprotan Meningkatkan suhu pengeringan. 1988). 1988). Tablet bersalut enterik (enteric coating) Adalah tablet yang disalut dengan zat penyalut yang relatif tidak larut dalam asam lambung. . 4. waktu hancur yang diperlukan dapat dikontrol (Aulton. tetapi larut dalam usus halus. menurunkan konsentrasi larutan penyalut Penambahan gula lebih dari 10% dari bobot polimer dalam larutan. Dikehendaki agar obat berkhasiat dalam usus seperti antelmintika c. Masalah yang Timbul dalam Penyalutan 1. serabut tersebut akan menghisap air. Dengan mengatur ratio serabut tumbuh-tumbuhan dan mengubah tebalnya salut. 2. Penyalutan enterik dimaksudkan: a. yaitu karena pH rendah atau dirusak enzim digestif dalam perut.

4.Penyebabnya : Tegangan di dalam lapisan penyalut lebih besar dari rentang dan adhesi dari larutan penyalut. 5. Variasi warna antar tablet hal ini terjadi karena variasi antar tablet dari sejumlah tablet yang disalut. Burik (molting) : cacat dimana warna tidak terkontribusi secara homogen pada permukaan tablet. Penyebab : Formula larutan penyalut yang tidak sesuai Operasi penyalutan yang tidak baik Terjadi penetesan larutan dari alat penyemprot Pencegahan : Menurunkan konsentrasi polimer Menurunkan kecepatan penyemprotan 6. Pencegahannya : Penambahan plasticizer lebih dari 20% berat HPMC Menggunakan HPMC viskositas tinggi Memperbaiki kerapuhan tablet inti 3. Pencegahannya dengan mendispersikan zat warna secara homogen dalam larutan penyalut. Pembentukan jembatan : hal ini terjadi karena pengaruh adhesi pada permukaan tablet yang bergaris atau ada huruf logo yang terletak pada permukaan. Pencegahan dengan penambahan PEG 6000 dalam jumlah 2030% dari berat HPMC. Pencegahan : Pengaturan formulasi larutan penyalut Digunakan penyalutan dengan prinsip ”fluidized bed” (Aulton. - . 1988). Pengelupasan (orange peel) merupakan tahap lanjut dari tahap pengupilan.

Material yang mampu membebaskan energi segera setelah kompresi berlangsung lebih sedikit mengalami laminasi/capping lebih kecil dibandingkan tablet yang dibuat dari serbuk (Basri. Tablet dari hasil produksi yang sama dimana ukurannya bervariasi tidak saja akan membingungkan pasien tetapi juga akan menimbulkan masalah dalam pengemasannya. Tablet diukur dengan jangka lengkung selama proses produksi supaya yakin ketebalannya sudah selesai. d. Volume bahan yang diisikan (granul . harus dilakukan pengawasan supaya volume bahan yang diisikan dan tekanan yang diberikan tetap sama. et. Ketebalan Tablet Agar mendapatkan tablet yang seragam tebalnya selama produksi dan diantara produksi dalam formula yang sama. Keseragaman Bobot Tablet Jumlah bahan yang dimasukkan ke dalam cetakan yang akan dicetak menentukan berat tablet yang dihasilkan. Berdasarkan Farmakope Indonesia III. Tensile Strengh Belum ada satupun kompendia/farmakope yang mencantumkan cara pengukuran tensile strengh. 2009). al. Tensile strengh telah digunakan secara luas untuk mengukur kekuatan mekanik tablet. Tensile strengh adalah tenaga yang dibutuhkan untuk memecahkan tablet dalam uji kompresi diametral (diametral compresion test) (Basri.. Brittle Fracture index (BFI) Dapat disimpulkan bahwa efek dekompresi pada material yang ditablet dan sangat tergantung pada kemampuan meterial untuk membebaskan energi setelah kompresi berlangsung. kecuali dinyatakan lain. diameter tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 1 1/3 tebal tablet (Lachman. b. Evaluasi tablet inti meliputi: a. 2009) c. 1994).Evaluasi Tablet Inti.

dapat digunakan 10 tablet. e. Penyimpangan Bobot Rata-rata A 15% 10% 7. dan tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih dari harga yang ditetapkan kolom B. 1986). Berat tablet juga tergantung pada tekanan yang diberikan pada waktu pencetakan tablet.5% 5% B 30% 20% 15% 10% (Depkes RI. tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masingmasing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan kolom A. 1979). hitung bobot rata-rata tiap tablet.dan serbuk) yang mungkin masuk ke dalam cetakan harus disesuaikan dengan beberapa tablet yang telah lebih dahulu dicetak supaya tercapai berat tablet yang diharapkan. Kekerasan merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan daya tahan tablet terhadap guncangan mekanik selama pengemasan dan pengiriman yang Bobot Rata-Rata 25 mg atau kurang 26 mg sampai dengan 150 mg 151 mg sampai dengan 300 mg Lebih dari 300 mg . Tablet tidak bersalut harus memenuhi syarat keseragaman bobot yang ditetapkan sebagai berikut : Timbang 20 tablet. Keseragaman bobot tablet ditentukan berdasarkan banyaknya penyimpangan bobot tiap tablet terhadap bobot ratarata dari semua tablet sesuai syarat yang ditentukan dalam Farmakope Indonesia (Ansel. Jika tidak mencukupi 20 tablet. 1989). tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan kolom B. pengepakan dan pengiriman (Banker dan Anderson. Jika ditimbang satu-persatu. Kekerasan tablet Tablet harus mempunyai kekuatan atau kekerasan tertentu serta tahan atas kerapuhan agar dapat bertahan terdapat berbagai guncangan mekanik pada saat pembuatan.

1988).. maka tablet harus hancur dan melepaskan obatnya ke dalam cairan tubuh untuk dilarutkan. Perubahan dan modifikasi bentuk ini terutama berkembang dengan pemanfaatan panci tersebut.Faktor-faktor yang mempengaruhi kerapuhan antara lain banyaknya kandungan serbuk (fines). heksagonal ataupun berbentuk buah pear. 1989). dan dikeluarkan melalui lubang-lubang dalam panci (Lachman. g. Peralatan Untuk Penyalutan a. Besaran yang dipakai adalah persen bobot yang hilang selama pengujian dengan alat friabilator. Waktu hancur tablet Supaya komponen obat sepenuhnya tersedia untuk diabsorbsi dalam saluran pencernaan. waktu hancur untuk tablet tidak bersalut adalah tidak lebih dari 15 menit (Ansel. 1989). f.ditunjukkan dengan adanya kikisan dan pecahan. Kerapuhan tablet Kerapuhan adalah parameter lain dari ketahanan tablet dalam pengikisan dan guncangan. Sistem Panci Konvensional Terminologi panci konvensional ini digunakan untuk jenis panci penyalut yang sudah dikenal sejak lebih kurang 140 tahun yang lalu berbentuk sferis. Kecuali dinyatakan lain. . et. udara pengering di arahkan ka dalam panci melewalitumpukakn tablet. Sistem Panci Berlubang Secara umum semua peralatan dari jenis ini terdiri dari panci berlubang atau berlubang sebagian. Dari hasil percobaan diketemukan bahwa bentuk yang paling menguntungkan untuk penyalutan tablet ialah bentuk ellipsoid (Aulton. Tablet umumnya mempunyai kekerasan antara 4-8 kg (Ansel. 1989). Pada sistem Accela-Cota dan Hi-Coater.0% menunjukkan tablet yang rapuh dan dianggap kurang baik (Ansel. 1994). al. Kerapuhan di atas 1. yang berputar pada sumbu mendatarnya di dalam kontak tertutup. b.

Jumlah. 2009). Bila menggunakan tabung emmersi penyalutan dapat dilakukan dengan sistem tertutup (Basri. . Penyangga (Baffles) Pemasangan penyangga dalam panci penyalut bertujuan untuk memperbaiki gerakan tablet di dalam panci selama proses penyalutan. bentuk dan ukuran penyangga dalam panci penyalut tergantung pada produsen dan pemakai perlengkapan penyalut. 2009). kerapuhan dan lain-lain. jenis panci yang digunakan atau proses penyalutan yang dilakukan (Basri. Peralatan Pelengkap Untuk Penyalutan a. Hal tersebut akan meningkatkan efisiensi dan kualitas serta uniformitas penyalutan. Kelemahan sistem suspensi udara ini adalah tidak dapat digunakan untuk tablet inti yang rapuh. 2009). Aliran udara dikendalikan sedemikian rupa sehingga lebih banyak udara mengalir memasuki pusat kolom dan menyebabkan tablet-tablet yang ada di pusat ditiyp ke atas larutan penyalut disemprotkan dari pipa penyemprot di dasar tabung dan akan melapisi tablet (Lachman. 1994). al. atau terkikis karena terjadi tumbukan sesama tablet dalam ruang (Basri. b. Sistem Bidang Cair (Suspensi Udara) Penyalutan jenis ini juga merupakan sistem pengeringan yang sangat efisien. et. Desain bentuk dan ukuran penyangga yang akan dipasang erat hubunganya dengan persyaratan tablet. mudah pecah. ukuran.c. Tabung Immersi (Immersion Tube) Tabung Immersi (Immersion Tube) berfungsi untuk meningkatkan efisiensi pengeringan (pada panci konvensional). dengan cara mengalirkan udara pengering ke atas. Pencairan masa tablet dicapai dalam ruang kolom. yang meliputi: bentuk..

. Keuntungan pemakaian prinsip atomisasi udara adalah karena baik celah ataupun jumlah cairan yang disemprotkan dapat diatur misalnya dengan pompa peristaltik. Hal tersebut menyebabkan larutan penyalut terdispersi menjadi partikel halus. 2009). larutan penyalut dengan tekanan rendah melewati celah. Metode Pembuatan Tablet Salut Film a. Bentuk dan ukuran celah tersebut serta tekanan udara yang mengaktifkan proses penyedotan udara akan mempengaruhi pola penyemprotan dan ukuran tetesan yang disemprotkan. Pada penyalutan lapis tipis sangat perlu dihasilkan tetesan sehalus mungkin. Atomisasi Udara (Air Atomization) Pada sistem penyemprotan atomisasi udara. Pada waktu larutan penyalut melewati celah dalam waktu yang bersamaan datang aliran udara dengan tekanan tinggi baik melalui celah atau melalui saluran lain di luar celah. Derajat atomisasi dipengaruhi oleh bentuk celah dan tekanan udara yang menyebabkan terjadinya atomisasi pada celah. Karena tablet akan melengket satu dengan yang lain jika permukaan tablet terlalu basah (Basri. Tetesan tersebut harus mengenai sasaran tablet dan kering secepatr mungkin. Panci Pemoles (Polishing Pan) Panci Pemoles (Polishing Pan) berfungsi untuk memoles tablet sehingga akan dapat dihasilkan tablet yang mengkilap (Basri. b. Atomisasi Tanpa Udara Suatu sistem penyemprot tanpa udara terdiri dari sietem penghisap udara yang akan menekan larutan penyalut melewati suatu celah halus pada pia semprot dibawah pengaruh tekanan tinggi. 2009). Proses atomisasi terjadi karena penurunan tekanan mendadak pada waktu cairan meninggalkan celah pipa semprot mencapai udara. Keuntungan lain dari sistem ini ialah pembiayaan yang relatif murah (Basri. 2009).c.

Bahan-bahan Penyalutan Lapisan Tipis ( film coating) a. Polimer tinggi makromolekul adalah molekul besar yang dibangun oleh pengulangan satuan kimia kecil dan sederhana. Polimer Faktor kelarutan dalam pelarut pembawa merupakan tinjauan utama dalam pemilihan polimer. Selain daripada jenis polimer. Kebanyakan polimer yang banyak digunakan untuk penyalutan film adalah turunan dari solulosa yang memiliki berat molekul tinggi (Basri.Polimer semisintetis Pembagian polimer berdasarkan kelarutannya : 1. protein.Polimer yang terdapat di alam (selulosa.Polimer yang merupakan sintetis secara kimia . yaitu : . sifat mekanik polimer serta sifat estetika polimer sesudah penyalutan. dll) . Dikenal tiga kelompok besar polimer. proses penyalutan dapat menggunakan polimer yang larut dalam bentuk dispersi. kesatuan-kesatuan berulang tersebut setara dan hampir setara dengan monomer. yaitu bahan dasar dalam polimer. bersifat inert. Polimer gastrosoluble : polimer yang larut dalam saluran pencernaan 2. karet. Pertimbangan lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan polimer ialah pengaruh polimer tersebut terhadap stabilitas bahan aktif. Hidroksi Propil Metilselulosa (HPMC) Eudagrit adalah polimer kopolimer metakrilat Polimer gastroresisten : lazim digunakan untuk salut enterik Selulosa Acetat Phtalat (CAP) Hidroksi Propil Metil Selulosa Phtalat (HPMCP) Hidroksi Propil Metil Selulosa Asetat Suksinat (HPMCAS) Eudragit L dan S . 2009). pati. Pemilihan polimer yang akan digunakan dalam penyalutan tergantung pada tujuan penyalutan.

Etil selulosa Eudragit RL dan RS (Aulton. Adanya plasticizer akan mengoptimalkan karakteristik dari polimer. 2009). Dalam hal ini digunakan PEG 400 sebagai plastisizer. mudah pecah. Polimer yang tidak larut umumnya digunakan untuk memperpanjang kerja dan pelepasan obat. Pelarut (Pembawa) Dalam memilih pelarut atau sistem campuran pelarut. 2009). 1988). Kekurangan tersebut dapat ditutupi menggunakan plasticizer agar lapisan tipis lebih fleksibel dan kuat (Basri. 2009). ada beberapa faktor yang harus yang dipertimbangkan.3. Foktor utama yang perlu dipertimbangkann ialah kemampuan pelarut untuk melarutkan polimer yang akan digunakan (Basri. seperti fleksibilitas dan keluwesan dari lapisan film penyalut. Pelarut dalam pembuatan tablet salut film berfungsi untuk menghantarkan atau menyampaikan partikel penyalut ke permukaan tablet yang akan disalut (Basri. Plasticizer Plasticizer merupakan bahan yang dapat meningkatkan elastisitas dan fleksibilitas dari penyalut. gliserin. Penggunaan polimer saja dalam formula film coating terkadang akan dihasilkan lapisan tipis yang rapuh. Volatilitas atau kemudahan pelarut menguap juga merupakan pertimbangan yang harus diperhatikan. b. c. mudah terlepas dari sediaan dan sebagainya. Beberapa plasticizer yang dapat digunakan adalah propilen glikol. Sifat volatilitas yang kurang baik dari pembawa selain dapat berakibat kesulitan dalam proses penyalutan juga menyebabkan proses pembentukan lapis tipis yang coherent dari bahan penyalut pada permukaan substrat sukar dikendalikan. polietilen glikol (plasticiser yang .

5. tidak mempunyai kegiatan farmakologis dan mudah dipakai ke partikel atau tablet. ester ftalat. Pewarna yang digunakan untuk tujuan tersebut yayu pewarna alami ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan). pelarut. 2009) d. udara dan substrat yang akan disalut. Pemilihan plasticizer tergantung pada faktor polimer. Larut dalam keadaan tertentu yang dimaksud. Tidak memiliki warna. Tidak toksis. 4. 2. Keuntungan pewarna alami adalah pewarna ini aman untuk dikonsumsi. rasa ataupun bau. lambat larut dalam air atau kelarutan yang tergantung pada pH (lapisan enterik). . misalnya kelarutan yang mudah dalam air. Suatu bahan penyalut lapisan tipis yang ideal harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1. kelembapan. sedangkan kerugiannya adalah warna pewarna alami tidak homogen dan ketersediaannya yang terbatas (Hamdani. monogliserida diasetilasi. Kemampuan untuk menghasilkan produk yang tampak anggun. (plasticizer yang tidak larut dalam air). 8. Serasi dengan aditif larutan penyalut pada umumnya. 2008). cahaya. misalnya untuk salut enterik dan lepas lambat (Basri. Stabilitas dalam keadaan panas. cahaya dan bau bila perlu. 3. minyak biji jarak. Zat Warna atau Pigmen Pemakaian atau penambahan zat warna bertujuan untuk meningkatkan nilai estetika sediaan dan untuk mempermudah identifikasi sediaan (membedakan obat yang satu dengan yang lain). cara penyalutan dan tujuan penggunaan lapisan tipis. 7. Larut dalam pelarut yang digunakan untuk persiapan penyalutan. Tahan retakan dan dilengkapi dengan pelindung obat terhadap kelembapan.larut dalam air) maupun treacetin. Sifat-sifat lapisan tipis harus tidak berubah dengan berlalunya waktu. 6.

contoh : Hidroksipropil metil selulosa. Tidak ada jembatan ataupun pengisian permukaan tablet yang tidak ditatah oleh bahan pembentuk lapisan. Hidroksipropilselulosa. 2007). misalnya enzim-enzim dan beberapa antibiotik tertentu. 2007). 10. Bahan Enterik Bahan penyalut enterik dari pil dan tablet yang dicetak sdah dikenal lebih dari satu abad yang lalu. Beberapa alasan penting untuk bahan penyalut enterik adalah sebagai berikut : Untuk melindungi obat-obat yang tidak tahan asam terhadap cairan lambung. Prosedur pencetakan huruf/tanda/merk mudah dilakukan pada peralatan berkecepatan tinggi (Saifullah. misalnya Natrium salisilat. Natrium karboksimetilselulosa. Untuk melepaskan obat agar didapat efek local di dalam uus. Metil hidroksietilselulosa. 2007). Povidon. Pembentuk Lapisan Tipis a. Etilselulosa. seperti antiseptik usus dapat melepaskan bentuk obatnya hanya di usus dan menghindari penyerapan sistemik dalam lambung. Untuk mencegah nyeri pada lambung atau mual karena iritasi dari suatu bahan obat. Polietilen glikol (Saifullah.9. Untuk melepaskan obat-obat yang diserap secara optimal di dalam usus halus sebagai penyerapan utamanya. b. . Untuk memberikan suatu komponen yang penglepasannya ditunda sebagai aksi ulang dari tablet (Saifullah. Bahan Nonenterik.

mengharuskan tablet tahan terhadap pengadukan dalam larutan pemeriksaan cairan lambung buatan pada temperatu 37 ± 2oC (tanpa lempengan). Pemeriksaan waktu hancur tablet yang disalut enterik. 4) Stabil dalam bentuk tunggalnya atau di dalam larutan penyalut. menurut United State Pharmacopeia (USP). . 3) Dapat bercampur dengan sebagian besar komponen larutan penyalut dan bahan dasar obat. 6) Tidak toksik 7) Biayanya murah 8) Mudah dipakai tanpa harus menggunakan alat khusus. untuk satu metode pemeriksaan selama 2 jam atau dalam batas waktu yang tertera dalam monografinya. 2007).Suatu bahan penyalut enterik yang baik harus memilki sifat-sifat sebagai berikut : 1) Tahan terhadap cairan lambung 2) Rentan terhadap cairan usus dan permeable terhadap cairan usus. Kemudian ditambahkan suatu lempengan pada setiap tabung dan pemeriksaan dilanjutkan dengan menggunakan cairan usus buatan yang dipertahankan pada temperatur 37 ± 2oC sebagai cairan pencelup. Jika seluruh tablet sudah hancur. 9) Dapat dengan mudah dicetak. keretakan atau kerapuhan. atau lapisan tipis dapat digunakan pada tablet yang tidak ditatah (Saifullah. 1991). pemeriksaan diulangi dengan menggunakan 12 tablet tambahan. Pemeriksaan daya hancur tablet dinyatakan selesai bila 16 dari 18 tablet dapat dihancurkan (Swarbrick & James. tablet tidak memperhatikan bukti adanya daya hancur. Setelah satu jam terpapar dalam cairan lambung batan tersebut. Lapisan tipis ini tidak mudah berubah dalam penyimpanan. 5) Membentuk lapisan tipis (terus-menerus). Bila 1 atau 2 tablet tidak hancur secara sempurna. pemeriksaan tablet sudah selesai.

5 % dan tidak lebih dari 101. Berat tambahan sesungguhnya diperlukan untuk aplikasi spesifik dan dibutuhkan untuk menentukan dengan melakukan percobaan penyalutan di laboratorium (Tim Colorcon. dan polimer. Opadry enteric dapat dibentuk kembali menjadi 15% padatan dengan menggunakan sistem pelarut hidroalkohol.Komposisi Bahan  Opadry Merupakan suatu zat dalam proses penyalutan yang terdiri dari: pigmen. tidak berwarna. jernih. mudah larut dalam larutan alkalin hidroksida dan dalam amonium encer.  Pewarna orange  Tablet Inti Tablet inti mengandung zat aktif teofilin. Teofilin merupakan obat asma yang sering digunakan baik secara sendiri maupun kombinasi. serta sebagai masking rasa dan bau dari penyalutan. 1995). mantap diudara. Mudah terbakar (Depkes RI. Berat tambahan dari penyalutan menggunakan opadry enterik dianjurkan adalah 6-8%. Opadry digunakan untuk: standar penyalutan selaput. tergantung pada alat fisikokimia dari tablet inti. Teofilin mengandung tidak kurang dari 98. melembutkan lapisan penyalutan (opadry amb). dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan (Depkes RI.5 % C7H8N4O2. 2007). 1979). pahit. . panyalutan enterik. tidak berbau. Teofilin merupakan alkaloid xantin yang termetilasi. Bau khas dan menyebabkan rasa terbakar pada lidah. Teofilin merupakan serbuk hablur putih. Mudah menguap walaupun pada suhu rendah dan mendidih pada suhu 78o.  Etanol Pemerian: Cairan mudah menguap. 1979). sementara 5-8% penyalut padat dianjurkan untuk sistem pelarut organik. plasticizer. larut dalam ±120 bagian etanol (95%). Kelarutan: Bercampur dengan air dan praktis bercampur dengan semua pelarut organik (Depkes RI.

efek potensialnya ditentukan oleh keefektifan sistem oksidasi sitokrom P450 di dalam hati.3-di-metilpurin-2.09. Kelarutan dari teofilin yaitu larut dalam lebih kurang 180 bagian air. lebih mudah larut dalam air panas.7-dihidro-1. hipotensi. asidosis metabolik. mengakibatkan mual. Menurut Rahmatini et al. pendarahan saluran cerna. hipokalemia. 1979). yakni 0. Potensi toksisitasnya telah diketahui berhubungan dengan kadar teofilin utuh dalam darah yaitu >20 mg/L. Teofilin digunakan untuk mengatasi obstruksi saluran nafas. (2004). muntah. Potensi toksisitas akutnya telah diketahui berhubungan dengan kadar teofilin utuh di dalam darah (> 20 μg/ml). 2009). aritmia jantung. . Teofilin diabsorbsi dengan cepat dari sediaan larutan kapsul dan tablet yang tidak disalut.3- dimetilxantin merupakan salah satu obat yang memiliki indeks terapi sempit yaitu 8-15 mg/L dalam darah. Struktur Kimia Teofilin (Depkes RI. 2008).6-(1H)-dion] atau 1. Rasio ekstraksi hepatik teofilin termasuk rendah. dan berakhir dengan kematian (Trisnanto. mudah larut dalam larutan alkali hidroksida dan dalam ammonia encer P (Depkes RI. teofilin dimetabolisme oleh enzim mikrosom hepar sitokrom P450 CYP 1A2 (Wulandari. larut dalam lebih kurang 120 bagian etanol (95%) p. Gambar 3.1979). Teofilin [(3. Teofilin juga termasuk salah satu obat yang memiliki indeks terapi sempit (kisaran kadar efektif minimal kadar toksik minimal dalam darah 10-20 μg/ml) sehingga teofilin merupakan salah satu obat model pada studi interaksi obat.Kelarutan: sukar larut dalam air tapi mudah larut dalam air panas. Oleh karena itu.

.04 L/kg/hari. 2009). 2 kali sehari untuk sediaan sustained released. Teofilin diabsorbsi dengan cepat dan lengkap sehingga kadar puncak serum dicapai kira-kira hanya 1-2 jam setelah penggunaan oral. Begitu juga dengan t1/2 nya dimana pada pasien dewasa mencapai 8 jam. seperti takikardi. Tetapi angka ini sangatlah bervariasi karena banyak hal yang dapat meningkatkannya. seperti kondisi obesitas. pada beberapa orang telah timbul efek samping ringan seperti mual. klirens teofilin rata-rata 0. Dosis terapi teofilin untuk manusia dalam sehari maksimal 300 mg (Wulandari. Dosis pemeliharaan untuk teofilin non-sustained release adalah 200-300 mg. Penghambatan PDE menyebabkan penumpukan AMP siklik dan GMP siklik sehingga meningkatkan tranduksi sinyal melalui jalur ini.5 L/kg dan mengikuti model 2 kompartemen. Sedangkan di atas 20 mg/ml dapat terjadi konvulsi (Wulandari. Pada berat badan ideal. Volume distribusinya mencapai 0. Teofilin merupakan suatu antagonis kompetitif pada reseptor adenosin. diet. kadang-kadang muntah atau sakit kepala. PDE mengkatalisis pemecahan AMP siklik menjadi 5’AMP dan GMP siklik menjadi 5’-GMP. Pada kadar serum sekitar 10 mg/ml yang merupakan efek terapi. 2009). merokok.Mekanisme kerja teofilin menghambat enzim nukleotida siklik fosfodiesterase (PDE). dan penyakit hati. Konsentrasi serum 10 – 20 mcg/ml diperlukan untuk menghasilkan respon bronkodilator optimum (Shargel & Yu. Teofilin merupakan perangsang SSP yang kuat. Kadar terapetik plasmanya adalah 5-20 mg/L. merelaksasi otot polos terutama bronkus (Wulandari. 1988). Efek samping teofilin merupakan kelanjutan dari efek farmakologik. 2009). 3-4 kali sehari atau 200-400 mg. kaitannya khususnya dengan asma adalah pengamatan bahwa adenosin dapat menyebabkan bronkokonstriksi pada penderita asma dan memperkuat mediator yang diinduksi secara imunologis dari sel must paru-paru. Pada kadar di atas 15 mg/ml efek samping menjadi lebih berat.

yaitu opadry 10 g. juga efek-efek kardiovaskuler seperti takikardia. b. etanol 100 ml dan pewarna orange. Dosis: oral 3-4 x sehari 125250 mg microfine (retard) (Tjay & Raharja. aritmia. Disiapkan bahanbahan untuk larutan penyalut. c. Cairan penyalut disemprotkan ke tablet inti yang ada dalam panci . baik pada penggunaan oral maupun rektal atau parenteral. d. tremor. Anak kecil sangat peka terhadap efek samping teofilin. c. dan konvulsi) dan gangguan pernafasan. PROSEDUR Tablet inti yang akan disalut ditimbang terlebih dahulu. 2002). Semua bahan tersebut dicampur.Efek samping terpenting berupa mual dan muntah. Etanol Opadry Pewarna orange Tablet inti V. e. Bahan a. Alat penyalut dinyalakan hingga panci penyalut berputar. Alat vakum dan pengalir udara panas dinyalakan untuk mempercepat proses pengeringan pada penyalutan tablet. Larutan penyalut kemudian dimasukkan ke dalam alat penyemprot. b. Panic penyalut dan kedudukannya Pengering Spray gun Timbangan digital Vakum 2. IV. ALAT DAN BAHAN 1. Tablet-tablet dimasukkan ke dalam panci penyalut yang telah terpasang pada alat penyalut tablet. Alat a. d. Pada dosis berlebih terjadi efek-efek sentral (gelisah. sukar tidur. dan hipotensi.

682 mm = 8. VI. sampai kira-kira tablet sudah kering lalu dilakukan penyemprotan lagi).606 g Massa tablet akhir = 73. Penyemprotan pelarut dihentikan setelah kira-kira penyalutan dan pewarnaan pada tablet homogen.85 mm = = = 186. berwarna atau tidak. PEMBAHASAN Tablet salut film adalah tablet kempa yang disalut dengan salut tipis.1138 g Ketebalan tablet = = = 0. Perbedaannya dengan salut gula adalah tablet salut gula merupakan tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapis lapisan .0114 mm Tinggi tablet Diameter tablet Jari-jari tablet = 4.penyalut.606 g = 2. DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN Volume total penyalut = 145 ml Volume yang terpakai = 48 ml Massa tablet awal = 71.1705 mm = 4. Penyemprotan dilakukan dengan cara intermiten (penyemprotan penyalut dilakukan sedikit demi sedikit. Kemudian timbang massa tablet hasil penyalutan. dari bahan polimer yang larut dalam air yang cepat hancur di dalam saluran cerna.7198 g Penambahan massa tablet = massa tablet akhir – massa tablet awal = 73.976 mm Luas permukaan tablet VII.7198 g – 71.

Tablet inti harus hancur dengan cepat di dalam lambung atau usus sesudah penyalut terlarut (untuk tablet yang entero soluble). Pada bentuk ini.gula baik berwarna maupun tidak. elip. sesudah dibasahi dengan cairan penyalut. pori pada permukaan tablet ditutupi oleh larutan penyalut sehingga akan memperlambat penetrasi cairan pada waktu hancur Tujuan penyalutan yang dilakukan pada percobaan ini adalah supaya sediaan lebih menarik dan disukai konsumen. kemungkinan terjadi lengketan hanya pada satu titik tertentu saja dari sisi tablet dan pelekatan ini hanya akan berlangsung selama periode waktu yang relatif singkat karena segera terlepas lagi pada waktu gerakan panci penyalut Tablet inti (core) yang akan disalut haruslah memenuhi persyaratan tertentu. Bentuk tablet inti yang ideal untuk disalut ialah: sferis. tablet inti harus memiliki resistensi dan kekerasan yang cukup di dalam panci penyalut yang berputar terus menerus selama proses berlangsung. Perubahan waktu hancur tersebut disebabkan karena pada waktu penyalutan. dan waktu pembuatannya lebih sedikit Secara umum terdapat beberapa keuntungan penggunaan teknologi film coating yaitu: 1. Tinggi antara permukaan tablet sebisa mungkin agak rendah. Waktu proses yang lebih cepat . bikonvek bulat atau bikonvekoval. karena selama proses penyalutan akan terjadi gerakan dan bantingan tablet inti secara terus menerus selama beberapa waktu. Kerapuhan yang tinggi akan menyebabkan terbentuknya partikel halus dan kasar yang dapat menempel pada permukaan tablet selama proses penyalutan. Kelebihan salut film dibanding dengan salut gula ialah lebih tahan terhadap kerusakan akibat goresan. Supaya dapat menahan bantingan selama proses penyalutan. bahan yang dibutuhkan lebih sedikit. Kerapuhan tablet inti haruslah sekecil mungkin. tempelan tersebut dengan sendirinya akan menyebabkan cacat pada permukaan tablet yang disalut. Pada umumnya tablet inti yang disalut akan hancur lebih lama jika dibandingkan dengan tablet yang tidak disalut.

proses penyalutan lapis tipis dapat diotomatisasi Dalam praktikum ini dilakukan penyalutan terhadap tablet teofilin yang dianggap telah memenuhi syarat.2. Adanya retakan yang timbul merupakan efek adanya kemampuan material untuk membebaskan energi setelah kompresi berlangsung. 3. Pengurangan luas area produksi Peningkatan berat yang minimum Otomatisasi. Pada tablet yang digunakan tidak terdapat keretakan sehingga dapat digunakan untuk penyalutan. seiring dengan perkembangan teknologi. b. Keseragaman Bobot Tablet Jumlah bahan yang dimasukkan ke dalam cetakan yang akan dicetak menentukan berat tablet yang dihasilkan. Ketebalan Tablet Ketebalan tablet yang disalut haruslah seragam. Volume bahan yang diisikan (granul dan serbuk) yang mungkin masuk ke dalam cetakan harus disesuaikan dengan beberapa tablet yang telah lebih dahulu dicetak supaya tercapai berat tablet yang diharapkan. c. Material yang mampu membebaskan energi segera setelah kompresi berlangsung lebih sedikit mengalami laminasi/capping dibandingkan tablet yang dibuat dari serbuk. Brittle Fracture index (BFI) Yaitu syarat penampilan tablet yang dilihat dari ada tidaknya retakan. Adapun syarat-syarat yang telah dipenuhi adalah sebagai berikut: a. Berat tablet juga tergantung pada tekanan yang diberikan pada waktu pencetakan tablet. Keseragaman bobot tablet ditentukan berdasarkan banyaknya penyimpangan bobot tiap tablet terhadap bobot rata-rata dari semua tablet . 4. Tablet diukur dengan jangka lengkung selama proses produksi untuk meyakini bahwa ketebalannya sudah memenuhi. Karena tablet dari hasil produksi dimana ukurannya bervariasi tidak saja akan membingungkan pasien tetapi juga akan menimbulkan masalah dalam pengemasannya.

e. Kerapuhan Tablet Kerapuhan adalah parameter lain dari ketahanan tablet dalam pengikisan dan guncangan. Berdasarkan pernyataan tersebut.3%. Tablet yang digunakan dalam praktikum ini adalaah 3 menit sehingga dapat dikatakan tablet memenuhi syarat. Kekerasan Tablet Tablet harus mempunyai kekuatan atau kekerasan tertentu serta tahan atas kerapuhan agar dapat bertahan terhadap berbagai guncangan mekanik pada saat pembuatan. Kekerasan merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan daya tahan tablet terhadap guncangan mekanik selama pengemasan dan pengiriman yang ditunjukkan dengan adanya kikisan dan pecahan. Kekerasan tablet yang digunakan dalam praktikum ini telah memenuhi syarat karena memilki kekerasan yang tinggi namun dengan waktu hancur yang cepat sehingga tablet bersifat stabil dengan proses absorbsi yang cepat.0% menunjukkan tablet rapuh dan dianggap kurang baik. f. maka tablet harus hancur dan melepaskan zat aktifnya ke dalam cairan tubuh untuk dilarutkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerapuhan antara lain banyaknya kandungan serbuk (fines). pengepakan. d. . Perlunya keseragaman bobot karena bobot berpengaruh pada jumlah zat aktif yang terkandung di dalamnya sehingga memberikan pengaruh juga terhadap efek terapi yang dihasilkan. waktu hancur untuk tablet tidak bersalut adalah tidak lebih dari 15 menit. Kecuali dinyatakan lain. Besaran yang dipakai adalah persen bobot yang hilang selama pengujian dengan alat friabilator. Waktu Hancur Tablet Supaya komponen obat sepenuhnya tersedia untuk diabsorbsi dalam saluran pencernaan.sesuai syarat yang ditentukan dalam Farmakope Indonesia. dan pengiriman. Kerapuhan di atas 1. tablet yang digunakan telah memenuhi syarat karena memilki friabilitas 0.

yaitu dengan mencampurkan sebanyak 10 gram opadry dalam etanol 100 ml dan menambahkan pewarna orange secukupnya. serta sifat estetika polimer sesudah penyalutan. Film ini memberikan kemampuan yang sangat baik termasuk membentuk definisi logo tajam. Polimer Faktor kelarutan dalam pelarut pembawa merupakan tinjauan utama dalam pemilihan polimer. Pelarut dalam pembuatan tablet salut film berfungsi untuk menghantarkan atau menyampaikan partikel penyalut ke permukaan tablet yang akan disalut. Larutan yang dibuat harus memilki viskositas yang tepat. semua yang membantu untuk menghasilkan menarik. Selain itu etanol juga bersifat mudah menguap sehingga akan hilang dalam proses penyalutan . bersifat inert. plastisizer. Pelarut yang digunakan adalah etanol.Langkah pertama adalah membuat larutan film untuk menyemprot tablet. ada beberapa faktor yang harus yang dipertimbangkan. Etanol dapat melarutkan opadry sehingga dapat digunakan sebagai pembawa dalam salut film ini. dan pigmen seperti yang dipersyaratkan dalam konsentrat kering. kekuatan tarik tinggi. Dalam percobaan ini polimer yang digunakan telah digabungkan dengan plastisizer dengan nama opadry. dan adhesi sifat yang sangat baik. yaitu: a. Semua komponen dalam larutan film mempunyai peranan dan pengaruh terhadap tablet salut ini. Pelarut (pembawa) Dalam memilih pelarut atau sistem campuran pelarut. b. sifat mekanik polimer. yaitu tidak terlalu pekat karena dapat membuat lapisan terlalu tebal dan dapat terjadi pelengketan. Pertimbangan lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan polimer ialah pengaruh polimer tersebut terhadap stabilitas bahan aktif. pelapis elegan pada berbagai core tablet yang dapat digunakan pada pelarut organik maupun air. Foktor utama yang perlu dipertimbangkann ialah kemampuan pelarut untuk melarutkan polimer yang akan digunakan. Opadry adalah film pelapis yang menggabungkan polimer.

Pada sistem penyemprotan atomisasi udara. dan sebagainya. Kemudian tablet dimasukkan ke dalam panci konvensional yang berbentuk buah pear. Kekurangan tersebut dapat ditutupi dengan menggunakan plasticizer agar lapisan tipis lebih fleksibel dan kuat. dalam waktu yang bersamaan datang aliran udara dengan tekanan tinggi baik melalui celah atau melalui saluran lain di luar celah. Penggunaan polimer saja dalam formula film coating terkadang akan dihasilkan lapisan tipis yang rapuh. d. Selama proses penyemprotan berjalan. Spray gun yang digunakan menggunakan prinsip atomisasi udara. Pada waktu larutan penyalut melewati celah. Plastisizer Plastisizer merupakan bahan yang dapat meningkatkan elastisitas dan fleksibilitas dari penyalut. kemudian larutan dimasukkan ke dalam spray gun. larutan penyalut dengan tekanan rendah melewati celah. Keuntungan pemakaian prinsip atomisasi udara adalah karena baik celah ataupun jumlah cairan yang disemprotkan dapat diatur misalnya dengan pompa peristaltik. mudah terlepas dari sediaan. sebaiknya sesekali larutan penyemprot diaduk menggunakan batang pengaduk. Hal tersebut menyebabkan larutan penyalut terdispersi menjadi partikel halus. Zat Warna Zat warna yang digunakan dalam praktikum ini adalah pewarna orange.c. Di dalam panci yang digunakan terdapat Baffle atau . Keuntungan lain dari sistem ini ialah pembiayaan yang relatif murah. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari pengendapan suspense dari zat penyalut yang tidak larut sehingga dapat menyumbat nozzle sehingga penyeprotan terganggu. mudah pecah. Derajat atomisasi dipengaruhi oleh bentuk celah dan tekanan udara yang menyebabkan terjadinya atomisasi pada celah. Setelah dibuat larutam film. Pemakaian atau penambahan zat warna bertujuan untuk meningkatkan nilai estetika sediaan dan untuk mempermudah identifikasi sediaan (membedakan obat yang satu dengan yang lain).

yang dapat diamati dengan menggunakan kaca pembesar. Dan faktor terakhir yang penting adalah proses exhauster (penyedot) yang memungkinkan penghilangan debu dari panic penyalut. Hal tersebut akan meningkatkan efisiensi dan kualitas serta uniformitas penyalutan. Proses pemanasan dilakukan untuk mengeringkan tablet supaya tidak terjadi penempelan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyalutan diantaranya adalah ukuran partikel semprotan. ditentukan nilai weightgain-nya. Selain itu faktor lainnya adalah jarak antara tablet dengan spray gun. atau jenis panci yang digunakan.952% dari berat awal tablet. Kemudian panci diputar dengan kecepatan yang sesuai sambil dipanaskan dengan cara memberikan udara panas dan divakum untuk menarik atau menghilangkan debu-debu yang terdapat pada panci. yaitu sebesar 2. ukuran. Namun panci tidak boleh terlalu panas karena dapat menyebabkan permukaan tablet menjadi kasar. kerapuhan. Proses penyemprotan dilakukan secara intermiten yaitu dengan cara menyemprot dan mengeringkan yang dilakukan berselang seling sampai terbentuk salut film yang sempurna. Desain bentuk dan ukuran penyangga yang akan dipasang erat hubunganya dengan persyaratan tablet. Jumlah. bentuk. dilakukan penyeprotan dengan spray gun yang telah disiapkan. Setelah salut film merata. Pemasangan penyangga dalam panci penyalut bertujuan untuk memperbaiki gerakan tablet di dalam panci selama proses penyalutan.penyangga. Pemanasan memegang peranan penting dalam proses penyalutan.1138 gram atau 2. . dan ukuran penyangga dalam panci penyalut tergantung pada produsen dan pemakai perlengkapan penyalut. yang meliputi: bentuk. Tablet disemprot terus hingga warna yang melapisi tablet merata. Setelah panas. dengan adanya tekanan maka partikel yang terbentuk lebih akan lebih halus. Berdasarkan persen yang didapat maka dapat dikatakan bahwa tablet salut film yang dibuat telah memenuhi syarat.

Kekerasan/friabilitas yang rendah VIII. hal tersebut dikarenakan oleh: .Bentuk sisi yang tajam dari tablet .Kandungan yang rendah dari padatan dalam cairan penyalut . KESIMPULAN Tablet Teofilin dapat disalut dengan penambahan bobot 3 % .Namun pada bagian pinggir tablet masih ada bagian yang tidak tersalut.Kecepatan semprot yang rendah .Daya ikat dari larutan penyalut yang rendah .Kecepatan putaran panci penyalut yang terlalu cepat .

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. Levine. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. M. Yogyakarta. Tersedia pada http://repository. C. Depkes RI. Jakarta. Tersedia pada http://online1.com/enUS/Media/Articles/The%20Evolution%20an d%20Evaluation%20of%20Tablet%20Coatings.. Farmakope Indonesia. W. A. M. Penerjemah: Farida Ibrahim. Tablet Coating. Pharmaceutical Dosage Forms: Tablets. Ilmu Meracik Obat: Teori dan Praktik. E.ac. 1989. Ansel. Batang Brotowali (Tinospora crispa (L) Miers) dengan Bahan Penyalut Hidroksipropil Metilselulosa dan Polietilen Glikol 400. Churchill Livingstone Inc.ums. New York. Augsburger. 2009.id/bitstream/123456789/14469/1/063202003(2). Edisi Keempat. Gajah Mada University Press. S. 2008.id/5865/ [diakses pada 1 Mei 2010]. 1997.usu. Informa health care USA.DAFTAR PUSTAKA Anief.eprints. Penerbit Universitas Indonesia Press. Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker. Signorino. & Hoag. L. S. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi Keempat. New York. Edisi Ketiga. H.ac.. L. 2007. 2006. Barkley. Basri.ispcorp. . Jakarta.pdf [diakses pada 1 Mei 2010]. 1995. 1979. Asmarini. 3rd Edition. Farmakope Indonesia. Tersedia pada etd.pdf [diakses pada 30 April 2010]. 1988. C. Aulton. Depkes RI. Pharmaceutics: The Science of Dosage Form Design.

B.ac.1991. Jakarta.ums. L.id/index. Edisi Ketiga.. Penerbit PT Elex Media Komputindo. & Arthur. C. Saifullah. Tablet Salut./Opadry%20Enteric/. Airlangga University Press. J. H. Wulandari.id/1466/1/K100040066. Jakarta. Profil Farmakokinetik Teofilin yang Diberikan secara Bersamaan dengan Jus Jambu Biji (Psidium Guajava L.pdf (diakses tanggal 24 April 2010). & Yu. Penerbit Universitas Indonesia Press.akfar. Apt & Dra. James. . Edisi Kelima.php?option=com_phocadownload&view=cat egory&id=4:tablet&download=7:tablet-khusus&Itemid=70 [diakses pada 30 April 2010].ac. Fasich. Tersedia pada www.. L. Opadry Enteric. Siti Sjamsiah. & Rahardja. K.. Trisnanto.. Tersedia pada etd. Tjay. 1993. Apt. UI-Press. Farmasi Fisik. Tersedia pada http://www. S. Jakarta.. R. A. A.com/literature/. Swarbrick.ums./mr/. Obat-obat Penting.Lachman.ac. C. Teori dan Praktek Farmasi Industri. Penerjemah: Siti Suyatmi. C. 2008. Encyclopedia of Pharmaceutical Technology.) pada Kelinci Jantan. L.pdf [diakses pada 3 Mei 2010]. Biofarmasi dan Farmakokinetika Terapan. Tersedia pada etd..eprints. K. Lieberman. T.pdf (diakses tanggal 24 April 2010). 1988..colorcon. Tim Colorcon. A. 2007. H.eprints. & Joseph. Shargel. 2002.. James.id/6144/1/K100050119.. T. Optimasi Formula Sediaan Tablet Teofilin dengan Starch 1500 sebagai Bahan Penghancur dan CMC Na sebagai Bahan Pengikat dengan Model Simplex Lattice Design. Surabaya./prep_use.. A. Marcel Dekker. 2009. 2007. 1994.. USA.B.. Martin. Penerjemah Dr. Edisi II.