You are on page 1of 36

BAB I

(PENDAHULUAN)

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam pembahasan pada makalah ini awalnya kami mulai dari sebuah skenario yang diberikan yaitu :

MODUL XX (TUMBUH KEMBANG, GERIATRI DAN DEGENERATIF) SKENARIO 2

ANAK HIPERAKTIF

Seorang ibu bersama suaminya datang ke Klinik Tumbuh Kembang Anak dibawah asuhan seorang Psikitari Anak untuk memeriksakan anak laki-lakinya umur 6 tahun. Mereka datang ke klinik tersebut dengan rujukan dari seorang dokter Anak sehubungan dengan kondisi anaknya yang sampai saat ini belum bisa bicara dan sulit berinteraksi dengan lingkungannya. Meskipun selintas anak terlihat tumbuh sehat secara fisik namun anaknya terlihat berbeda dengan anak seusianya karena dia sangat lasak dan hampir tidak dapat berkonsentrasi

1

1.2 Tujuan Pembahasan Dalam penyusunan makalah ini tentunya memiliki tujuan yang diharapkan berguna bagi para pembaca dan khususnya kepada penulis. Dimana tujuannya dibagi menjadi dua macam. Yang pertama secara umum makalah ini bertujuan menambah wawasan mahasiswa/i dalam kelompok diskusi. Sedangkan secara khusus tujuan penyusunan makalah ini ialah sebagai berikut : a) Melengkapi tugas SGD (small group discussion) skenario 2 modul XX. b) Menambah pengetahuan pembaca tentang Tumbuh kembang, geriatri dan degeneratif. c) Sebagai bahan referensi mahasiswa/i fakultas kedokteran UISU semester VI dalam menghadapi ujian akhir modul. Itulah beberapa tujuan dalam penyusunan makalah ini dan juga sangat diharapkan dapat berguna bagi setiap orang yang membaca makalah ini. Semoga seluruh tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik.

1.3 Pembatasan Masalah Dalam penyusunan makalah ini kami dihadapkan pada suatu sistem yaitu ada suatu masalah yang harus disusun dalam suatu skema, dimana skema itu juga sekaligus menjadi pembatasan masalah yang akan dibahas pada makalah ini. Berikut merupakan pembatasan masalah dari skenario 2 modul 20.

2

1.4 Metode dan Teknik Dalam penyusunan makalah ini kami mengembangkan suatu metode yang sering digunakan dalam pembahasan-pembahasan makalah sederhana, dimana kami menggunakan metode dan teknik secara deskriptif dimana tim penyusun mencari sumber data dan sumber informasi yang akurat lainnya. Setelah itu dianalisis sehingga diperoleh informasi tentang masalah yang akan dibahas. Setelah itu, berbagai referensi yang didapatkan dari berbagai sumber tersebut disimpulkan sesuai dengan pembahasan yang akan dilakukan dan sesuai dengan judul makalah dan dengan tujuan pembuatan makalah ini.Seperti itulah gambaran sekilas tentang metode dan teknik yang digunakan dalam penyusunan makalah ini.

3

BAB II ( SUB PEMBAHASAN ) LEARNING OBJECTIVE (LO) Mengetahui dan memahami :    Gangguan psikitari anak Conduct disorder/ gangguan perilaku Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas 4 .

dimana insidensinya diperkirakan antara 6% sampai 9%.1 GANGGUAN PSIKIATRIK ANAK-ANAK DAN REMAJA Gangguan jiwa pada anak-anak merupakan hal yang banyak terjadi. gangguan perilaku disruptif. menyimpang bila dibandingkan dengan norma budaya. gangguan perkembangan. 1998). Gangguan hiperaktivitasdefisit perhatian (ADHD/ Attention Deficit-Hyperactivity Disorder) adalah gangguan kesehatan jiwa yang paling banyak terjadi pada anak-anak. Masalah kesehatan jiwa terjadi pada 15% sampai 22% anak-anak dan remaja. Diagnosis gangguan jiwa pada anak-anak dan remaja adalah perilaku yang tidak sesuai dengan tingkat usianya. dan gangguan ansietas. Penyimpangan dari norma-norma perkembangan merupakan tanda bahaya penting adanya suatu masalah.BAB III (PEMBAHASAN) 3. gangguan perkembangan. anakanak. yang mengakibatkan kurangnya atau terganggunya fungsi adaptasi (Townsend. Gangguan spesifik dengan awitan pada masa kanak-kanak meliputi retardasi mental. namun yang mendapatkan pengobatan jumlahnya kurang dari 20% (Keys. Gangguan yang terjadi pada anak-anak dan juga terjadi pada masa dewasa adalah gangguan mood dan gangguan 5 . dan remaja adalah dengan menggunakan teori perkembangan. Dasar untuk memahami gangguan yang terjadi pada bayi. 1999). yang umumnya tidak terdiagnosis dan pengobatannya kurang adekuat. gangguan eliminasi.

menarik diri dari hubungan sosial. Autisme Dicirikan dengan gangguan yang nyata dalam interaksi sosial dan komunikasi. aktivitas hidup sehari-hari.. perawatan diri. a. 1997). Muncul sebelum usia 18 tahun dan dicirikan dengan keterbatasan substandar dalam berfungsi. Jenis Gangguan Jiwa Anak-anak 1. yang dimanifestasikan dengan fungsi intelektual secara signifikan berada dibawah rata-rata (mis. dan memukul-mukulkan kepala) 6 . bergoyang-goyang. fungsi akademis. Gangguan perkembangan pervasif. dan komunikasi. fungsi dalam masyarakat. keterampilan sosial. serta aktivitas dan minat yang terbatas (Johnson. Gejala-gejala gangguan jiwa pada anak-anak atau remaja berbeda dengan orang dewasa yang mengalami gangguan serupa. kesehatan dan keselamatan..psikotik. interaksi sosial. Gejala-gejalanya meliputi kurangnya responsivitas terhadap orang lain. Retardasi mental. pengarahan diri. b. IQ dibawah 70) dan keterbatasan terkait dalam dua bidang keterampilan adaptasi atau lebih (mis. dan bekerja. dan respon yang aneh terhadap lingkungan (mis. tergantung pada benda mati dan gerakan tubuh yang berulangulang seperti mengepakkan tangan. Ditandai dengan masalah awal pada tiga area perkembangan utama: perilaku.. komunikasi. kerusakan yang menonjol dalam komunikasi.

Gangguan perilaku Dicirikan dengan perilaku berulang. dan hiperaktivitas yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan. bentuk vandalisme yang lain. c. membolos. termasuk melanggar norma dan peraturan sosial. menyalahgunakan zat. dan artikulasi verbal. seperti membaca. 2.. b. berbohong. jahat terhadap binatang.c. Menurut DSM IV. melarikan diri. ADHD pasti terjadi di sedikitnya dua tempat (mis. Contoh perilaku pada anak-anak dengan gangguan ini meliputi mencuri. Defisit perhatian dan gangguan perilaku disruptif a. aritmetika. Sebagian besar nak-anak dengan gangguan ini mengalami penyalahgunaan zat atau gangguan kepribadian antisosial setelah berusia 18 tahun. 1994). melakukan pembakaran. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Dicirikan dengan tingkat gangguan perhatian. dan kesengajaan untuk tidak patuh. bahasa. impulsivitas. Gangguan perkembangan spesifik Dicirikan dengan keterlambatan perkembangan yang mengarah pada kerusakan fungsional pada bidang-bidang. menggertak. disruptif. di sekolah dan di rumah) dan terjadi sebelum usia 7 tahun (DSM IV. Gangguan penyimpangan oposisi 7 . dan serangan fisik terhadap orang lain.

seperti autisme. Skizofrenia anak-anak jarang terjadi dan sulit didiagnosis. meliputi perilaku yang kurang ekstrim. seperti berargumentasi. Gangguan ansietas sering terjadi pada masa kanak-kanak atau remaja dan berlanjut ke masa dewasa. Gejala-gejalanya meliputi menolak pergi ke sekolah. Gangguan ansietas akibat perpisahan adalah gangguan masa kanak-kanak yang ditandai dengan rasa takut berpisah dari orang yang paling dekat dengannya. Walaupun penelitian tentang skizofrenia anak-anak sangat sedikit. Perilaku dalam gangguan ini tidak melanggar hakhak orang lain sampai tingkat yang terlihat dalam gangguan perilaku. dengan gejala yang sama dengan yang terlihat pada orang dewasa. marah. a. b. Gangguan obsesif kompulsif. zat terlarang. toleransi yang rendah terhadap frustasi. dan fobia banyak terjadi pada anak-anak dan remaja. Perilaku dalam gangguan ini menunjukkan sikap menentang. dan menggunakan minuman keras. ansietas berat terhadap perpisahan dan khawatir tentang adanya bahaya pada orang-orang yang mengasuhnya. 3.Gangguan ini merupakan bentuk gangguan perilaku yang lebih ringan. menarik diri secara sosial. Gejala-gejalanya dapat menyerupai gangguan pervasif. namun telah dijumpai perilaku yang khas (Antai-Otong. dan komunikasi. kasar. 1995b). Skizofrenia a. 8 . atau keduanya). gangguan ansietas umum. seperti beberapa gangguan kognitif dan perilaku. 4. keluhan somatik.

Eksistensi gangguan bipolar (jenis manik) pada anak-anak masih kontroversial. Bunuh diri adalah penyebab kematian utama ketiga pada individu berusia 15 sampai 24 tahun. Tanda-tanda bahaya untuk bunuh diri pada remaja meliputi menarik diri secara tiba-tiba. Gejala awalnya meliputi perubahan ekstrim dalam perilaku sehari-hari. dan mengekspresikan perilaku yang tidak disadarinya. Adanya gangguan mood merupakan faktor resiko yang serius untuk bunuh diri. Skizofrenia pada remaja merupakan hal yang umum dan insidensinya selama masa remaja akhir sangat tinggi. Gangguan ini jarang terjadi pada masa anak-anak dan remaja dibanding pada orang dewasa (Keltner. menyalahgunakan obat atau alkohol. Prevalensi penyakit bipolar pada remaja diperkirakan 1%. melarikan diri. Gangguan mood a. Prevalensi pada anak-anak dan remaja berkisar antara 1% sampai 5% untuk gangguan depresi. membolos. keletihan berlebihan dan keluhan somatik. b. 1999). penurunan nilai-nilai akademik. 6. isolasi sosial. Gejala depresi pada anak-anak sama dengan yang diobservasi pada orang dewasa. kualitas tugas-tugas sekolah menurun.b. berperilaku keras atau sangat memberontak.1999). 5. Bunuh diri. sikap yang aneh. Gejala-gejalanya mirip dengan skizofrenia dewasa. ancaman bunuh diri yang terang-terangan secara verbal. Gangguan penyalahgunaan zat. dan membuang bendabenda yang didapat sebagai hadiah (Newman. 9 . respon yang buruk terhadap pujian. secara tidak biasanya mengabaikan penampilan diri.

1. Tanda bahaya penyalahgunaan zat pada remaja. dinamika keluarga. Risiko terbesar mengalami gangguan ini terjadi pada mereka yang berusia antara 15 sampai 24 tahun. misalnya. perubahan penggunaan zat menjadi ketergantungan zat terjadi lebih cepat. dan gangguan perilaku disruptif. diantaranya adalah penurunan fungsi sosial dan akademik. gangguan ansietas. termasuk faktor psikobiologik. Faktor-faktor psikobiologik 10 . diperkirakan 32% remaja menderita gangguan penyalahgunaan zat (Johnson. Berbagai situasi. perubahan dari fungsi sebelumnya. pada remaja penggunaan zat dapat berkembang menjadi ketergantungan zat dalam waktu 2 tahun sedangkan pada orang dewasa membutuhkan waktu antara 15 sampai 20 tahun.a. menyembunyikan atau berbohong tentang penggunaan zat. dan faktor lingkungan berkombinasi secara kompleks. 1997). berhubungan dengan remaja lain yang juga menggunakan zat. Pada remaja. Gangguan ini banyak terjadi. seperti perilaku menjadi agresif atau menarik diri dari interaksi keluarga. perubahan kepribadian dan toleransi yang rendah terhadap frustasi. Etiologi Gangguan Psikiatrik pada Anak-anak dan Remaja Tidak ada penyebab tunggal dalam gangguan mental pada anak-anak dan remaja. c. Angka penggunaan alkohol atau zat terlarang lebih tinggi pada anak laki-laki dibanding perempuan. Komorbiditas dengan gangguan psikiatrik lainnya merupakan hal yag banyak terjadi. b. termasuk gangguan mood.

Penganiayaan anak. d. kurangnya batasan antar generasi. Dinamika keluarga a. 11 . 1998). Penelitian menemukan adanya abnormalitas struktur otak dan perubahan neurotransmitter pada pasien yang menderita autisme. gangguan perilaku. dan ibu yang menyalahgunakan zat. Pengaruh pranatal. kurangnya perawata pranatal. seperti retardasi mental. Penganiayaan dan efeknya pada perkembangan otak berkaitan dengan berbagai masalah psikologis. seperti infeksi maternal.. kesulitan belajar.a. skizofrenia kanak-kanak. Riwayat genetika keluarga. perkembangan otaknya kurang adekuat (terutama otak kiri). c. dan kesulitan dalam membina hubungan (Glod. skizofrenia kanakkanak. 2. gangguan bipolar. impulsivitas. masalah memori. seperti depresi. Penyakit kronis atau kecacatan dapat menyebabkan kesulitan koping bagi anak. Disfungsi sistem keluarga (mis. dan perasaan terjebak) disertai dengan keterampilan koping yang tidak adekuat antaranggota keluarga dan model peran yang buruk dari orang tua. dan gangguan ansietas. Trauma kelahiran yang berhubungan dengan berkurangnya suplai oksigen pada janin sangat signifikan dalam terjadinya retardasi mental dan gangguan perkembangan saraf lainnya. kurangnya sifat pengasuhan. autisme. b. semuanya dapat menyebabkan abnormalitas perkembangan saraf yang berkaitan dengan gangguan jiwa. Abnormalitas struktur otak. dan ADHD. Anak yang terus-menerus dianiaya pada masa kanak-kanak awal. komunikasi yang buruk. b.

b. Pencegahan primer melalui berbagai program sosial yang ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan anak. program intervensi dini bagi orang tua dengan faktor resiko yang sudah diketahui dalam membesarkan anak. Metodenya meliputi konseling individu dengan program bimbingan sekolah dan rujukan kesehatan jiwa komunitas. Tunawisma. b. Perawatan berbasis komunitas saat ini lebih banyak terdapat pada managed care. Contohnya adalah perawatan pranatal awal. konseling kelompok di sekolah. Pencegahan sekunder dengan menemukan kasus secara dini pada anak-anak yang mengalami kesulitan di sekolah sehingga tindakan yang tepat dapat segera dilakukan. Faktor lingkungan a. 12 . a.3. c. dan mengidentifikasi anakanak yang berisiko untuk memberikan dukungan dan pendidikan kepada orang tua dari anak-anak ini. Kemiskinan. layanan intervensi krisis bagi keluarga yang mengalami situasi traumatik. Penatalaksanaan Gangguan Psikiatrik pada Anak-anak dan Remaja 1. Budaya keluarga. dan konseling teman sebaya.

Unit khusus untuk mengobati anak-anak dan remaja. Metode pengobatan perilaku pada umumnya digunakan untuk membantu anak dalam mengembangkan metode koping yang lebih adaptif. menghindari adu kekuatan. 13 . Dukungan terapeutik bagi anak-anak diberikan melalui psikoterapi individu. Penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat bersifat traumatik pada anak-anak dan tidak efektif untuk pembelajaran respon adaptif. terapi bermain. penahanan terapeutik. Terapi keluarga dan penyuluhan keluarga penting untuk membantu keluarga mendapatkan keterampilan dan bantuan yang diperlukan guna membuat perubahan yang dapat meningkatkan fungsi semua anggota keluarga. memberikan program sekolah di tempat (on-site) yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan khusus anak yang menderita penyakit jiwa. Pengobatan berbasis rumah sakit a.c. atau bagi klien yang beresiko tinggi melakukan kekerasan terhadap dirinya sendiri ataupun orang lain. Pengobatan di unit-unit ini biasana diberikan untuk klien yang tidak sembuh dengan metode alternatif yang kurang restriktif. d. c. terdapat di rumah sakit jiwa. Seklusi dan restrein untuk mengendalikan perilaku disruptif masi menjadi kontroversi. Program hospitalisasi parsial juga tersedia. b. 2. dan intervensi dini untuk mencegah memburuknya perilaku. dan program pendidikan khusus untuk anak-anak yang tidak mampu berpartisipasi dalam sistem sekolah yang normal. Tindakan yang kurang restriktif meliputi istirahat (time-out).

Conduct disorder adalah satu kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah atau baik dan buruk. Medikasi psikotropik digunakan dengan hati-hati pada klien anak-anak dan remaja karena memiliki efek samping yang beragam. yangdimanifestasikan 14 . sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah berbuat kesalahan. 3. a.2 CONDUCT DISORDER Defenisi Conduct Disorder (CD )Adalah munculnya cara pikir dan perilaku yang kacau dan sering menyimpang dari aturan yang berlaku di sekolah yang disebabkan sejak kecil orangtua tidak mengajarkan perilaku benar dan salah pada anak.3. Perbedaan fisiologi anak-anak dan remaja memengaruhi jumlah dosis. Perbedaan perkembangan neurotransmiter pada anak-anak dapat memengaruhi hasil pengobatan psikotropik. dan efek samping dari medikasi psikotropik. b. respon klinis. Menurut DSM (Diagnostic of Statistical Manual of Mental Disorder). terutama dengan antidepresan trisiklik. Farmakoterapi Medikasi digunakan sebagai satu metode pengobatan. Conduct disordermerupakan suatu pola perilaku yang terus berulang di mana hakdasar orang lain atau norma atau aturan dalam masyarakat dilanggar. mengakibatkan hasil yang tidak konsisten.

dengan keberadaan tiga ( atau lebih ) kriteria berikut dalam12 bulan terakhir. dan lain lain)   Melakukan kekejaman fisik kepada binatang Melakukan kekejaman fisik kepada orang lain. Ø Perusakan Properti atau barang-barang:   Melempar-lempar barang yang ada dihadapannya ketika marah Melempar barang-barang untuk melukai seseorang atau binatang Jenis-jenis conduct disorder Dibawah ini merupakan beberapa kategori conduct disorder menurut The ICD-10 Classification of Mental and Behavioral Disorders yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO. fisik Mengguanakan senjata yang dapat menyebabkan ancaman fisik serius (tongkat pemukul. 1992): · Conduct disorder yang dibatasi dalam konteks keluarga: merupakan conduct disorder yang meliputi perilaku abnormal sepenuhnya. 15 .menakuti orang lain Sering memulai perkelahian. batu. atau hampir sepenuhnya. 2003) Ø Agresi terhadap orang-orang dan binatang:    Sering marah-marah. dibatasi dengan rumah dan atau interaksi dengan keluarga. pisau. dan sedikitnya satu kriteria harus ada dalam 6 bulan terakhir (Jurnal.

· Conduct disorder yang terisolasi: merupakan conduct disorder yang meliputi perilaku sosial dan agresif yang berulang (tidak hanya perilaku melawan. menyimpang. menyimpang. atau mengganggu). dengan abnormalitas yang dapat menembus secara signifikan dalam hubungan individualnya dengan anakanak yang lain. atau mengganggu). Faktor predisposisi dan Faktor presipitasi Faktor pemicu terjadinya conduct disorder • • • • • • • Penolakan dari orang tua sejak awal kehidupan si anak Perpisahan dari orang tua tanpa adanya alternative pengasuh yang baik Penelantaran dari keluarga Child abuse dan kekerasan pada anak Factor genetic dari keluarga.· Conduct disorder yang tidak terisolasi: merupakan conduct disorder yang ditandai dengan kombinasi perilaku disosial dan agresif yang berulang (tidak hanya perilaku melawan. yang terjadi pada individu yang terintegrasi dengan baik ke dalam peer group-nya. Orang tua dengan gangguan jiwa Perkawinan orang tua yang bermasalah 16 .

gangguan perilaku. § Pengaruh pranatal. kurangnya perawatan pada masa bayi dalam kandungan. § Trauma kelahiran yang berhubungan dengan berkurangnya suplai oksigen pada janin saat dalam kandungan yang sangat signifikan dan menyebabkan terjadinya retardasi mental dan gangguan perkembangan saraf lainnya. skizofrenia kanak-kanak. § Penyakit kronis atau kecacatan dapat menyebabkan kesulitan koping bagi anak. 17 . dan gangguan ansietas atau kecemasan. teman Faktor predisposisi · Faktor-faktor psikobiologik. § Struktur otak yang tidak normal. skizofrenia kanak-kanak. dan ADHD. Penelitian menemukan adanya abnormalitas struktur otak dan perubahan neurotransmitter pada pasien yang menderita autisme. gangguan bipolar. Faktor-faktor psikobilogik biasanya akibat : § Riwayat genetika keluarga yang terjadi pada kasus retardasi mental.• Factor lingkungan. autisme. semuanya dapat menyebabkan perkembangan saraf yang abnormal yang berkaitan dengan gangguan jiwa. dan ibu yang menyalahgunakan zat. seperti infeksi pada saat di kandungan ibu.

nutrisi yang buruk. seperti depresi. perkembangan otaknya menjadi terhambat (terutama otak kiri). Perawatan pranatal yang buruk. komunikasi yang buruk) disertai dengan keterampilan koping yang tidak baik antaranggota keluarga dan model peran yang buruk dari orang tua. · Faktor lingkungan. kesulitan belajar. 18 . Penganiayaan dan efeknya pada perkembangan otak berkaitan dengan berbagai masalah psikologis. 1998). § Disfungsi sistem keluarga (misal kurangnya sifat pengasuhan orang tua pada anak. seperti : § Kemiskinan. Lingkungan dan kehidupan sosial yang tidak menguntungkan akan menjadi penyebab utama pula. Dinamika keluarga yang tidak sehat dapat mengakibatkan perilaku menyimpang yang dapat digambarkan sebagai berikut : § Penganiayaan anak. masalah memori. dan kurang terpenuhinya kebutuhan akibat pendapatan yang tidak mencukupi dapat memberi pengaruh buruk pada pertumbuhan dan perkembangan normal anak.· Dinamika keluarga. impulsivitas. Anak yang terus-menerus dianiaya pada masa kanak-kanak awal. Sehingga menyebabkan gangguan pada perkembangan anak dan remaja. dan kesulitan dalam membina hubungan (Glod.

keterlambatan perkembangan dan masalah psikologis diantara anak tunawisma ini bila dibandingkan dengan sampel kontrol (Townsend. tidak sopan terhadap guru. Anak-anak tunawisma memiliki berbagai kebutuhan kesehatan yang memengaruhi perkembangan emosi dan psikologi mereka.§ Tunawisma. Gambaran perilaku khas anak remaja yang mengalami conduct disorder terdiri dari 4 kelompok antara lain :  Agresi fisik / mengancam yang diarahkan keorang lain / binatang 19 . § Budaya keluarga. Berbagai penelitian menunjukkan adanya peningkatan angka penyakit ringan kanak-kanak. menunjukkan unsur permusuhan yang akan merugikan orang lain. Tanda dan Gejala khas Ciri – cirinya secara umum: Apabila ia memunculkan perikau anti sosial baik secara verbal maupun secara non verbal seperti melawan aturan. Perilaku orang tua yang secara dramatis berbeda dengan budaya sekitar dapat mengakibatkan kurang diterimanya anak-anak oleh teman sebaya dan masalah psikologik. 1999). dan mempermainkan temannya.

   Merusak barang milik orang lain Perilaku tidak jujur.Bila buah hati kita menunjukan beberapa gejala ini : • • • • Sering berbohong. batu. mencuri Pelanggaran yang serius terhadap norma sosial yang sesuai dengan anak / remaja yang seusianya. pemalsuan dll • Secara sengaja menimbulkan kebakaran 20 . pemukul. Sering mengancam. Sering mengintimidasi / menekan / bulli terhadap teman atau orang lain Sering memulai perkelahian fisik • Menggunakan senjata/benda yang menyebabkan bahaya fisik yang serius bagi orang lain (misalnya. botol pecah dll) • • • Menyakiti / kejam kepada orang lain atau teman Menyakiti / kejam kepada binatang Mencuri dengan terang-terangan (menjambret. merampas) • Mencuri secara sembunyi-sembunyi misalnya mengambil uang didompet orangtua. mengambil barang ditoko secara sembunyi-sembunyi. Tanda-tanda conduct disorder sebetulnya sudah tampak pada masa kanakkanak.

mengores kendaraan dengan benda tajam dll) • • Membongkar masuk kedalam rumah. Sering membolos dari sekolah. Masalah tersebut secara signifikan mengganggu kehidupan anak dan mengganggu hubungan sosial dengan teman. atau kendaraan orang lain Sering memanfaatkan orang lain dengan tujuan mendapat keuntungan atau menghindari kewajiban. bangunan. • • Sering kabur dari rumah. Namun yang dapat dibedakan adalah pada ADHD terdapat rasa empati kepada orang lain atau binatang yang telah disakitinya dalam arti timbul rasa penyesalan dalam dirinya.dan juga masalah akademik. Gejala awal dari anak bisa dilihat dari 3 hal :    Kejam terhadap orang lain / binatang Tidak ada rasa empati / kasihan terhadadap makhluk yamg disakiti Senang bermain api Gambaran perilaku ini pada awalnya sangat mirip dengan ADHD.• Secara sengaja merusak barang milik orang lain (mencoret-coret dinding. • Sering keluar pada malam hari tanpa tujuan yang jelas / nongkrong. walaupun dilarang orang tua. hal ini berbeda dengan conduct disorder. 21 .

conduct disordser juga dikategorikan pada remaja yang berperilaku oppositional deviant disorder yaitu perilaku oposisi yang ditunjukkan remaja yang menjurus ke unsur permusuhan yang akan merugikan orang lain. Seorang remaja di sekolah dikategorikan dalam conduct disorder apabila ia memunculkan perikau anti sosial baik secara verbal maupun secara non verbal seperti melawan aturan.gejala tersebut dibedakan menjadi 2 yaitu :onset kanak awal. tidak sopan terhadap guru. Wujud dari conduct disorder adalah munculnya cara pikir dan perilaku yang kacau dan sering menyimpang dari aturan yang berlaku di sekolah. Wajarnya. Patopsikologi Menurut awal mula kejadian . Selain itu. karena sejak kecil orangtua tidak bisa membedakan perilaku yang benar dan salah pada anak. dan mempermainkan temannya. yang dimulai sejak masa kanak awal sampai 10 tahun dan onset masa remaja yang dimulai sejak usia 10 tahun keatas. orang tua harus mampu memberikan hukuman (punisment) pada anak saat ia memunculkan perilaku yang salah dan memberikan pujian atau hadiah (reward) saat anak memunculkan perilaku yang baik atau benar.Psikodinamika Kecenderungan pada sebagian remaja adalah tidak mampu membedakan antara perilaku benar dan salah. Penyebabnya.Biasanya terdapat adanya alur atau urutan dari gangguan tersebut yang dimulai dari adanya gejala Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hyperaktifitas (ADHD) pada awalnya. yang berkembang 22 .

6. dan Anger management skills. No. Juni 2008. 1. 1-23 15) • Family theraphy 23 . Communications skills. Impuls control. Pengobatan Treatment bagi anak dengan conduct disorder: • · • • • Trannning bagi orang tua untuk dapat mengenali perilaku anak atau remaja yang mengalami conduct disorder Terapi keluarga Tranning problem solving skills untuk anak dan remaja tersebut Community base service yang difokuskan pada anak-anak dalam keluarga atau lingkungan disekitarnya Terapi yang mungkin dilakukan untuk anak penyandang conduct disorder adalah sebagai berikut: • Pendekatan Cognitive-Behavioral Tujuan dari Cognitive-Behavioral adalah untuk meningkatkan kemampuan anak dalamProblem solving skills. Vol.menjadi gangguan menentang dengan figure otoritas sampai akhirnya menjadi gangguan kepribadian antisocial atau psikopath.(Media Informatika.

• Peer group theraphy dalam Peer group theraphy adalah terapi yang difokuskan peningkatan social skills dan interpersonal skills • Medication Meskipun bukan merupakan threatment yang efektif. Contohnya adalah perawatan prenatal awal. Penatalaksanaan Perawatan berbasis komunitas saat ini lebih baik banyak terdapat pada managed care a. Pencegahan primer melalui berbagai program sosial yang ditunjukan untuk menciptakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan anak. namun obat dapat digunakan untuksimpton atau gangguan yang responsive terhadap obatobatan.Family theraphy adalah terapi yang mengfokuskan pada perubahan system keluarga seperti meningkatkan communications skills dan interaksi keluarga. 24 .program intervensi dini bagi orang tua dengan faktor resiko yang sudah diketahui dalam membesarkan anak. dan mengidentifikasi anakanak yang berisiko untuk memberikan dukungan dan pendidikan kepada orang tua dari anak-anak ini.

d. dan konseling teman sebaya. dan program pendidikan khusus untuk anak-anak yang tidak mampu berpartisipasi dalam system sekolah yang normal. layanan intervensi krisis bagi keluaraga yang mengalami situasi traumatic. Terapi keluarga dan penyuluhan keluarga penting untuk membantu keluarga mendapatkan keterampilan dan bantuan yang diperlukan guna membuat perubahan yang dapat meningkatkan fungsi semua anggota keluarga. terdapat di rumah sakt jiwa. Pengobatan di unit-unit ini biasanya diberikan untuk klien yang tidak sembuh 25 . Metodenya meliputi konseling individu dengan program bimbingan sekolah dan rujukan kesehatan jiwa komunitas. Pengobatan berbasis rumah sakit a.b. Unit khusus untuk mengobati anak-anak dan remaja. terapi bermain. Pencegahan sekunder dengan menemukan kasus secara dini pada anak-anak yang mengalami kesulitan disekolah sehingga tindakan yang tepat segera dilakukan. konseling kelompok sekolah. Metode pengobatan prilaku pada umumnya digunakan untuk membantu anak dalam mengenbangkan metode koping yang lebih adaptif. c. Dukungan teraupatik bagi anak-anak diberikan melalui psikoterapi individu.

dengan metode alternative yang kurang resrtiktif. penehanan terapetik. Medikasi psikotropik digunakan dengan hati-hati pada klien anak-anak dan remaja karena memiliki efek samping yang beragam a. mengakibatkan hasil yang tidak konsisten. Perbedaan fsiologi anak-anak dan remaja mempengaruhi jumlah dosis. Penelitian menunjukan bahwa metode ini dapat bersifat traumatic pada anak-anak dan tidakefektif untuk pembelajaran respon adaptif. c. menghindari adu kekuatan. dan intervensi dini untuk mencegah memburuknya prilaku. Perbedaan perkembangan neurotransmitter pada anak-anak dapat mempengarihi hasil pengobatan psikoterapik. respon klinis. dan efek samping dari medikasi psikotropik b. Tindakan yang kurang restriktif meliputi istirahat (time-site). Program hospitalisasi parsial juga tersedia. memberikan program sekolah di tempat (on-site) yang ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan khusus anak yang menderita penyakit jiwa. Farmakotrapi Medikasi digunakan sebagai satu metode pengobatan. b. atau bagi klien yang berrisiko tinggi melakukan kekerasan terhadap dirinya sendiri ataupun orang lain. terutama dengan antidepresan trisiklik 26 . Seklusi dan restrein untuk mengendalikan prilaku desruptif masi menjadi kontroversi.

Sim Guan dalam tulisannya menyatakan bahwa gangguan kurang perhatian dan hiperaktifitas adalah suatu kelainan perilaku pada masa anak usia pra sekolah dan sering berlanjut sampai dewasa dengan perilaku anti sosial.3 GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIFITAS (GPPH) Gangguan kurang perhatian dan hiperaktifitas adalah suatu sindrom neuro-psikiatri yang paling sering dijumpai pada anak usia prasekolah. beberapa faktor kelainan neurobiologi dan pengaruh lingkungan disebut-sebut meningkatkan terjadinya gangguan ini. keduanya dapat dijumpai bersamaan. Tidak ada pemeriksaan ataupun laboratorium yang spesifik untuk menunjang diagnosis gangguan kurang perhatian dan hiperaktifitas. Etiologi 27 . perhatian dan menurutkan kata hati. guru. agar pengobatan dan intervensi yang tepat dilakukan. sering disertai dengan masalah konsentrasi. Kecurigaan terhadap kelainan ini sebgian besar didapatkan dari anamnesis orang tua. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi yang cermat untuk menegakkan diagnosis awal. dan anggota keluarga lain. Gangguan kurang perhatian dan hiperaktifitas adalah suatu gangguan tingkah laku anak yang penyebab pastinya tidak diketahui.3. Anak memperlihatkan peningkatan aktifitas motorik.

juga ada kesulitan dalam memusatkan perhatian. gelisah. Pasien sering mengganggu anak lain seusianya. adanya resistensi terhadap hormon tiroid. sering kehilangan barang-barang yang rutin digunakan. dianggap sebagai faktor predisposisi. Gejala klinis pada usia sekolah adalah sering tidak terkontrol. Gejala klinis yang tampak pada bayi sering berupa hiperaktifitas. sering tidak mendengar apa yang sedang dikatakan. kesulitan memberi makan. melakukan aktifitas fisik yang merugikan dirinya dan bersikap acuh. Sim Guan menggolongkan kelainan ini ke dalam sindrom biologis yang erat hubungannya dengan adanya kelainan minimal otak. Kerusakan neural dini. dan adanya riwayat gangguan yang sama atau skizoprenia pada orang tua. Beberapa ahli berpendapat bahwa kelainan ini mungkin disebabkan oleh adanya defisiensi neurotransmiter di otak. ensefalitis. dan kesulitan tidur. mudah tersinggung dan impulsif. Faktor genetik memainkan peran yang penting dalam terjadinya gangguan kurang perhatian dan hiperaktifitas anak. disebut juga dapat mempengaruhi kelainan ini.Penyebab pasti gangguan kurang perhatian dan hiperaktifitas pada anak belum diketahui. bolos 28 . tetapi sampai saat ini hal ini belum dapat dibuktikan. seperti asfiksia neonatal. Selain rendahnya tingkat metabolisme glukosa di korteks serebri. sulit duduk tenang. Gejala Klinis Gejala klinis gangguan kurang perhatian dan hiperaktifitas pada anak sudah mulai tampak sejak bayi dan bisa berlanjut sampai usia dewasa.

Akibat lanjut dari kegagalan ini adalah anak sering mengalami depresi. Secara normal anak sudah mampu memperthankan perhatiannya selama 9.sekolah serta mengalami kesulitan di bidang akademis. 29 . Gejala-gejala berikut ini adalah bersifat maladaptif dengan tingkat perkembangan. Stres emosional juga dapat timbul karena mengalami celaan dan hukuman dari orang tua. 1. seorang klinikus harus betul-betul memhami perkembangan perilaku anak yang normal. 7 tahun dan usia sekolah. pada umur 3. dan sering berurusan dengan aparat. Bila ditemukan gejala-gejala di bawah ini a. guru. atau akibat pengucilan oleh anak-anak sebayanya. dan 30 menit. menolak mengikuti instrukis. sampai mencapai derajat tertentu yang bersifat maladaptif dan tidak konsisten dengan tingkat perkembangannya:  Sering gagal dalam memberikan perhatian cermat terhadap rincian atau adanya kesalahan yang tidak disadari di sekolah atau dalam aktifitas lain. Kriteria Diagnosis Untuk menetapkan diagnosis gangguan kurang perhatian dan hiperaktifitas. 15. Anak dengan gangguan kurang perhatian dan hiperaktifitas sering mengalami stres emosional sebagai akibat sekunder dari pengaruh sosial yang negatif terhadap tingkah laku mereka sendiri. Tidak dapat memusatkan perhatian: bila 6 atau lebih dari gejala-gejala di bawah ini telah berlangsung sedikitnya selama 6 bulan.

   Sering kehilangan barang-barang penting Mudah tersinggung Sering lupa dalam aktifitas sehari-hari b. Sering mnegalami kesulitan dalam mepertahankan perhatian terhadap tugas. misalnya saat melakukan aktifitas bermain. Hiperaktifitas / impulsif: 6 (atau lebih) dari gejala-gejala berikut telah berlangsung sedikitnya selama 6 bulan sampai derajat tertentu yang bersifat maladaptif dan tidak konsisten dengan tingkat perkembangan:    Sering bermain-main dengan tangan atau kaki sendiri saat duduk Sering meninggalkan tempat duduk dalam ruang kelas Sering berlari atau memanjat secara ekstensif dalam situasi yang tidak tepat  Sering mengalami kesulitan untuk melibatkan diri dalam suatu aktifitas waktu senggang 30 . seperti pekerjaan sekolah atau pekerjaan rumah.   Sering tidak mendengarkan ketika berbicara secara langsung Sering tidak mengikuti perintah yang diberikan dalam menyelesaikan pekerjaan sekolah atau kewajiban lain ditempat kerja  Sering mengalami kesulitan dalam mengorganisir tugas dan aktifitas  Sering mengalami atau enggan untuk melibatkan diri dalam tugas-tugas yang memerlukan upaya mental.

termasuk gangguan skizofrenia atau psikotik lain Diagnosis Banding Gejala-gejala gangguan kurang perhatian dan hiperaktifitas dapat menyerupai keadaan di bawah ini. pendidikan. Gejala-gejala tidak selamanya terjadi secara eksklusif selama serangan atau gangguan perkembangan yang pervasif.   Mental redardasi Kesulitan belajar 31 . dan pekerjaan 5. Sebagai gangguan dan gejala kelainan bertahan dalam dua situasi atau lebih ( misal di sekolah atau di rumah) 4. Terbukti dengan jelas (sangat nyata) secara klinis adanya gangguan dalam fungsi sosial. Gejala hiperaktif dan kurang perhatian ditemukan sebelum usia 7 tahun 3. Sering bertindak seperti mengawang dan bertindak seolah-olah dikendalikan oleh saraf motorik     Sering berbicara secara berlebihan Sering mengaburkan jawaban sebelum pertanyaan diselesaikan Sering mengalami kesulitan untuk menunggu giliran Sering mengganggu orang lain misalnya nimbrung dalam pembicaraan atau permainan 2.

Obat-obat psikostimulan yang sering digunakan adalah: Amfetamin Clonidin :0.      Ansietas Petit mal Gangguan tingkah laku Gangguan afektif dengan ciri-ciri mania Skizofrenia anak Gangguan depresi Tata Laksana Terdapat beberapa metode pengobatan yang sering digunakan yaitu farmakoterapi dan terapi multi modal. Sejak Charles Bradley menemukan amfetamin tahun 1970.15 mg/kgBB/kali (2-3 kali/hari) :0.15-0. Psikostimulan telah lama digunakan dalam pengobatan anak dengan gangguan kurang perhatian dan hiperaktifitas.000 anak per hari. bahkan mampu memperbaiki perilaku dan hubungan anak dalam keluarga. Pemakaian psikostimulan untuk gangguan anak kurang perhatian dan hiperaktifitas di Amerika Serikat lebih kurang 750. Farmakoterapi dengan menggunakan obat-obatan stimulan tertentu ternyata efektif mengontrol hiperaktifitas dan kekurangan perhatian anak.3 mg/kali (3-4 kali/hari) 32 . sampai sekarang banyak penelitian obat stimulan dilakukan.

Desipramine :5 mg/hari (dosis tunggal) Lithium Carbonat :10 mg/hari (dosis tunggal) Methyl Phenidate :0. dan melakukan tindakan kriminal. nyeri perut.3 mg/kgBB/kali (2-3 kali/hari) Pemoline :<7 tahun 37. gangguan fungsi hati. penuruna nafsu makan. hampir 70% anak dengan gangguan kurang perhatian dan hiperaktifitas memperlihatkan perubahan yang bermkana dalam perhatian. penyalahgunaan obat.5 mg/hari (dosis tunggal) >7 tahun 75 mg/hari (dosis tunggal) Setelah pemberian psikostimulan selama 4-8 minggu. iritabilitas. dan penurunan berat badan. sakit kepala. Multi-modal terapi yaitu memadukan farmakoterapi dengan psikoterapi serta metode pendekatan lingkungan. hiperaktifitas. Beberapa efek samping psikostimulan adalah : insomnia. Diperlukan diagnosis awal dan penanganan dini. membuat kekacauan di sekolah. dan impulsif. dan sering disertai dengan alkoholisme. 33 . seperti di lingkungan keluarga dan di lingkungan sekolah. Prognosis Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa sifat hiperaktifitas masa kanakkanak akan terus berlangsung sampai masa remaja dewasa.

34 .dengan menggunakan gabungan dari farmakoterapi dan psikoterapi. dan dukungan lingkungan keluarga dan sekolah akan meberikan hasil yang lebih baik.

2 SARAN Kami sebagai penyusun makalah ini. 35 .1 KESIMPULAN Gangguan kurang perhatian dan hiperaktifitas sering ditemukan pada pada usia pra sekolah dan dapat berlanjut sampai usia dewasa. sangat mengharap atas segala saran – saran dan kritikan bagi para pembaca yang kami hormati guna untuk membangun pada masa yang akan datang untuk menjadi yang lebih baik dalam membenarkan alur-alur yang semestinya kurang memuaskan bagi tugas yang kami laksanakan.BAB IV PENUTUP 4. 4. Penggunaan obat stimulan dapat memperbaiki gangguan kurang perhatian dan hiperaktifitas bahkan turut memperbaiki hubungan sosial anak Prognosis tergantung pada diagnosis dini yang diikuti penagnan yang segera.

119-21 36 . 1994.dalam Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa-Rujukan Ringkas dari PPDGJ III. Sadock VA. Surabaya. Hal: 385-402 Sadock BJ.DAFTAR PUSTAKA Maramis WF. Hal. London. Retardasi Mental dalam Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Retardasi Mental. Jakarta. Mental Retardation in Kaplan & Sadock’s Synopsis of Psychiatry. Airlangga University Press. p:1161-79 Maslim R. Lippincott & William.