You are on page 1of 6

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Komposisi Lemak 2.

2 Lemak Jenuh dan Lemak Tidak Jenuh Asam lemak adalah bagian penting dari seluruh jaringan tubuh dan merupakan bagian utama senyawa fosfolipid membran sel. Dalam tubuh asam lemak tidak hanya untuk sintesis membran, modifikasi protein dan karbohidrat, pembangunan beragam elemen struktur dalam sel dan jaringan, menghasilkan senyawa penanda dan bahan bakar, tetapi juga untuk melarutkan berbagai macam bagian seluler serta ekstraseluler yang sulit larut dan nonpolar. Penelitian yang dilakukan oleh Rustika (2005) menunjukkan bahwa asupan lemak total sebesar 26.25% dan asam lemak jenuh sebesar 15,54% dari energi total, dengan konstribusi tertinggi berasal dari makanan gorengan sekitar 70%. Menurut Marliyati (2005), berdasarkan konsumsi lemak per kapita/hari, diperoleh rerata konsumsi lemak masyarakat perkotaan yang berasal dari pangan nabati sebesar 82,25% dari total lemak, sedangkan masyarakat pedesaan sebesar 88.55% dari lemak totalnya. Sementara itu, kandungan asam lemak jenuh per kapita/hari sebesar 12,30% (perkotaan) dan 9.30% (pedesaan) dari energi total. Rekomendasi asupan lemak jenuh menurut American Hearth Association (AHA) adalah < 10% dari konsumsi energi total. 2.2.1 Perbedaan Asam Lemak Jenuh dan Tidak Jenuh Asam lemak jenuh (SFA/ Saturated Fatty Acid) adalah asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap pada atom karbon, yang berarti asam lemak jenuh

. Efek dominan asam lemak jenuh adalah peningkatan kadar kolesterol total dan K-LDL (kolesterol LDL). lemak tak jenuh tunggal memiliki efek yang menguntungkan terhadap kadar kolesterol dalam darah. Asam lemak ini tergolong dalam asam lemak rantai panjang (LCFA). seperti daging. dan tidak mengandung dua rantai ikatan antara atom-atom karbon. minyak kacang tanah. dan yang merusak. minyak biji kapas dan canola. karena mereka adalah yang paling dikenal untuk meningkatkan kolesterol LDL anda (kolesterol yang buruk). produk susu. terutama bila digunakan sebagai pengganti asam lemak jenuh. . Asam Lemak Jenuh Nama asam Butirat Palmitat Stearat Struktur CH3(CH2)2CO2H CH3(CH2)14CO2H CH3(CH2)16CO2H Sumber Lemak susu Lemak hewani dan nabati Lemak hewani dan nabati Asam lemak tidak jenuh terbagi atas asam lemak tidak jenuh tunggal dan asam lemak tidak jenuh jamak. minyak kedelai. kripik. Struktur kimia dari lemak jenuh adalah sepenuhnya dengan atom hidrogen. Asam lemak tidak jenuh tunggal (MUFA/Mono Unsaturated Fatty Acid) merupakan jenis asam lemak yang memiliki satu ikatan rangkap pada rantai atom karbonnya. Secara umum. Lemak jenuh tidak menyehatkan jantung.tidak peka terhadap oksidasi dan pembentukan radikal bebas seperti halnya asam lemak tidak jenuh. Lemak jenuh terdapat di hewan dan produk-produk makanan olahan. yang kebanyakan ditemukan pada minyak zaitun.

linoleat. mempertahankan fungsi dan integritas membran sel. . linolenat) antara lain berperan penting dalam transport dan metabolisme lemak. Sumber alami PUFA yang penting bagi kesehatan adalah biji-bijian. Asam Lemak Tidak Jenuh Nama asam Struktur Sumber Palmitoleat CH3(CH2)5CH=CH(CH2)7CO2H Lemak dan nabati Lemak dan nabati hewani Oleat CH3(CH2)7CH=CH(CH2) 7CO2H hewani Linoleat CH3(CH2)4CH=CHCH2CH=CH(CH2)7CO2H Minyak nabati CH3CH2CH=CHCH2CH=CHCH2=CH (CH2) 7CO2H Linolenat Minyak biji rami . fungsi imun. Asam lemak ini banyak ditemukan pada minyak ikan dan nabati seperti saflower. bahkan tetap cair pada suhu dingin karena titik lelehnya lebih rendah dibandingkan dengan MUFA atu SFA. bersifat cair pada suhu kamar. Peneliti menunjukkan bahwa lemak tidak jenuh juga menyehatkan jantung serta memiliki kemampuan untuk menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan HDL kolesterol (kolesterol baik).Asam lemak tidak jenuh jamak (PUFA/Poly Unsaturated Fatty Acid) adalah asam lemak yang mengandung dua atau lebih ikatan rangkap. Manfaat PUFA (asam lemak arakhidonat. jagung dan biji matahari.

Selanjutnya lemak akan memasuki hati.2. Pada lambung. dan masuk ke dalam usus kecil. Selanjutnya hasil pemecahan tersebut akan diubah oleh enzim lipase pankreas menjadi asam lemak dan gliserol . Dari kantung empedu lemak akan bergabung dengan bile yang merupakan senyawa yang penting untuk proses pencernaan pada usus kecil 4. terjadi penyesuaian suhu tertentu pada saat lemak dikunyah di mulut 2.3 Pencernaan dan Penyerapan Lemak Metabolisme Lemak dalam Tubuh Metabolisme Lemak: 1. lemak mulai mengalami tahapan pencernaan. empedu. Di mulut. lemak mengalami proses pencernaan dengan bantuan asam dan enzim menjadi bentuk yang lebih sederhana> 3.

4 Fungsi Lemak Lemak merupakan nutrisi yang berfungsi sebagai(1): 1. namun yang paling jelas terlihat pada bagian perut. secara mudah mekanismenya dapat dijelaskan sebagai berikut: Stress merupakan stimulus yang dikirimkan ke otak dan kemudian otak akan mengirimkan sinyal ke tubuh untuk meningkatkan nafsu makan. Hasilnya. kecenderungan untuk mengonsumsi makanan akan mengalami peningkatan (1). Lemak visceral dapat dikontrol dengan menjaga pola makan lemak yang tidak berlebihan. dan sebagai akan bergabung dengan senyawa lain seperti fiber yang akan di keluarkan melewat usus besar Penyimpanan Lemak dalam Tubuh Lemak yang disimpan dalam tubuh dibedakan menjadi dua jenis yaitu lemak subkutan dan lemak visceral. pinggul. Kedua jenis lemak tersebut dapat dikurangi dengan cara yang berbeda. Kelebihan lemak kemudian disimpan dalam tubuh. Lemak visceral ini berfungsi untuk melindungi organ-organ tubuh bagian dalam. Stress dapat mempengaruhi selera makan dan dapat menyebabkan penumpukan lemak semakin meningkat. dan paha. Faktor lain yang juga mempengaruhi penumpukan lemak tersebut adalah stress. Lemak subkutan terdapat tepat dibawah jaringan kulit sementara lemak visceral terdapat di dekat organ tubuh bagian dalam.5. Kelebihan lemak ini biasanya akan menumpuk pada bagian tertentu pada tubuh seperti perut. Sumber cadangan energi yang disimpan dalam tubuh . 2. sementara lemak yang terdapat langsung dibawah kulit dapat dikurangi dengan berolahraga.

Merupakan zat gizi yang menambah citarasa pada makanan 2. Media untuk transportasi beberapa vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A. Membantu menekan lasa rapar dengan mekanisme memperlambat pengosongan pada lambung sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.E.2. 4. D. dan K) 3.5 Pengaruh Lemak terhadap Kesehatan .