You are on page 1of 8

MAKARA, SAINS, VOL. 10, NO.

2, NOVEMBER 2006: 69-75

KOMPOSISI DAN KANDUNGAN PIGMEN UTAMA TUMBUHAN TALIPUTRI Cuscuta australis R.Br. DAN Cassytha filiformis L.
Heriyanto1,2 dan Leenawaty Limantara1,2
1. Workstation of Mochtar Riady Institute for Nanotechnology, Salatiga 50711, Indonesia 2. Magister Biology, Satya Wacana Christian University, Salatiga 50711, Indonesia E-mail: shlimantara@yahoo.com

Abstrak
Penelitian tumbuhan taliputri telah dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa komposisi dan kandungan pigmen utama tumbuhan Cuscuta australis R.Br. dan Cassytha filiformis L. Komposisi pigmen utama dianalisa menggunakan metode KLT berdasarkan warna totol dan nilai faktor retardasi. Kadar air tumbuhan taliputri diukur menggunakan metode Sudarmadji dkk. Kandungan klorofil dihitung berdasarkan persamaan Porra dkk., sedangkan kandungan karotenoid menggunakan persamaan Gross. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan Cuscuta australis R.Br. (hijau kekuningan dan orange) dan Cassytha filiformis L. (hijau dan coklat kemerahan) mempunyai komposisi pigmen utama yang sama yaitu karoten, feofitin a, klorofil a, klorofil b dan ksantofil. Rata-rata kandungan klorofil dari yang tertinggi sampai yang terendah adalah Cassytha filiformis L. hijau diikuti oleh Cuscuta australis R.Br. hijau kekuningan kemudian orange, sedangkan total klorofil Cassytha filiformis L. coklat kemerahan relatif sama dengan tumbuhan taliputri lainnya. Rata-rata kandungan karotenoid dari yang tertinggi sampai yang terendah adalah Cuscuta australis R.Br. orange diikuti oleh Cuscuta australis R.Br. hijau kekuningan kemudian Cassytha filiformis L hijau relatif sama dengan Cassytha filiformis L. coklat kemerahan.

Abstract
The Composition and The Content of The Main Pigments on Dodders Plant Cuscuta australis R.Br. and Cassytha filiformis L. Research on dodders plant Cuscuta australis R.Br. and Cassytha filiformis L was done to analyze their pigment composition and content. The pigment composition was analyzed by the use of thin layer chromatography (TLC) method based on spot color and retardation factor. The water content was measured according to Sudarmadji et. al. The chlorophylls and carotenoid contents were calculated by Porra et. al. and Gross equation, respectively. Result showed that Cuscuta australis R.Br. (green yellowish and orange) and Cassytha filiformis L. (green and brown reddish) had similar pigment composition consist of carotene, pheophytin a, chlorophyll a, chlorophyll b and xanthophyll. The average of the chlorophyll content from the highest to the lowest one was Cassytha filiformis L. green followed by Cuscuta australis R.Br. green yellowish and orange, while the total chlorophyll of Cassytha filiformis L. brown reddish was relatively similar with other dodders plant. The average of the carotenoid content from the highest to the lowest was Cuscuta australis R.Br. orange followed by Cuscuta australis R.Br. green yellowish. The pigment content of Cassytha filiformis L. was relatively similar to Cassytha filiformis L. brown reddish. Keywords: dodders plant, chlorophyll, carotenoid, pigment.

1. Pendahuluan
Tumbuhan sangat penting bagi kehidupan manusia, bukan hanya sebagai sumber pangan tetapi juga dapat digunakan untuk bahan pakaian, senjata, perkakas, obat, tempat berteduh, zat pewarna dan masih banyak manfaat yang dapat diperoleh dari tumbuh-tumbuhan [1]. Pertumbuhan tanaman akan terganggu jika di sekitar tanaman tersebut muncul tumbuhan lain yang bersifat merugikan, misalnya gulma parasit. Gulma tersebut melekat ataupun tinggal bersama-sama tumbuhan lainnya dan mendapatkan makanan, perlindungan, ataupun pertolongan dari tumbuhan inangnya [2].

69

sampel didinginkan dalam desikator sampai suhu ruang kemudian ditimbang. obat cacingan. Sesuai dengan namanya. mempercepat menstruasi. tergolong dalam kelompok haloparasit dan parasit obligat yang tidak mempunyai cukup klorofil. Ekstraksi Pigmen Klorofil Sampel dipotong kecil-kecil dan ditumbuk dengan mortar sampai halus. yang diperoleh didaerah sekitar Salatiga dan Kopeng. sedangkan Cassytha filiformis L. perut nyeri. NOVEMBER 2006: 69-75 Terdapat 4000 jenis tumbuhan dari 22 famili tumbuhan parasit [3] dan secara geografis tersebar luas dengan menempati semua ekosistem utama di bumi ini [4]. kencing darah. taliputri mempunyai bentuk yang menyerupai benang dan tumbuh membelit dengan arah tidak menentu.Br. Tumbuhan taliputri dapat digunakan sebagai pewarna kuning muda yang diperoleh dari batangnya [19]. serta dukungan fisik [2.Br. Jenis tumbuhan Cuscuta masuk dalam famili cuscutaceae sedangkan jenis Cassytha dari famili lauraceae. 2.B. Berdasarkan latar belakang di atas. kemudian dikeringkan dalam oven bersuhu ± 105°C. berwarna hijau muda atau oranye dan dapat tumbuh pada tumbuhan teh-tehan (Duranta repens) [21]. bengkak. [7].2. termasuk dalam kelompok hemiparasit dan parasit obligat yang mempunyai klorofil dan dapat melangsungkan fotosintesis sendiri. berwarna hijau kekuningan dan orange. dan Cassytha filiformis L. Cuscuta australis R. mengobati luka terkena sengatan ubur-ubur. Sedangkan Cassytha filiformis L. berwarna kuning kehijauan. Salah satu contoh gulma parasit dari genus Cuscuta yang terdiri dari 158 jenis tumbuhan adalah Cuscuta australis R.2.Br. influenza. inkontinensi.Br. 12].Br. haemorrhoids [18]. di dalam siklus hidup sepenuhnya bergantung pada tumbuhan inang sebagai pemasok kebutuhan makanan. sedangkan Cassytha filiformis L. sakit kuning.2. beser kencing dan badan lemah [14-15]. Haustoria adalah akar yang menembus sistem vaskular tumbuhan inang [12].1. Bahan Sampel yang digunakan pada penelitian ini berupa dua jenis tumbuhan taliputri yakni Cuscuta australis R. NO. Pengukuran kadar air dilakukan sampai diperoleh massa konstan [22]. nutrien. air dan nutrisi diperoleh dari tumbuhan inang [13]. menandakan bahwa tanaman ini memiliki pigmen fotosintesis yaitu klorofil dan karotenoid. nutrien dan karbon dari inang melalui organ kontak khusus yaitu haustoria. Kabupaten Semarang. dan Cassytha filiformis L. dimana Cuscuta australis R. diabetes. dapat digunakan sebagai obat demam. infeksi dan batu saluran kencing. kanker. Pengukuran Kadar Air Satu gram sampel ditimbang dalam cawan petri yang telah ditera. penyubur rambut. Di Indonesia kedua jenis tumbuhan ini dikenal dengan nama taliputri sedangkan dalam bahasa Inggris Cuscuta australis R.Br. 10. Sedangkan Cassytha filiformis L. Cuscuta australis R. dikenal dengan sebutan laurel dodder [9-10]. batuk darah. sakit jantung. kencing bernanah. Tumbuhan taliputri sebagai gulma parasit sifatnya merugikan tumbuhan lain namun disisi lain tumbuhan ini mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. kuning atau orange dapat tumbuh dengan baik dan cepat pada tumbuhan teh-tehan (Eurya obovata (BL.) Korth) serta beluntas (Pluchea indica Less) [20]. sukar berkeringat. sakit lambung [15-17]. Kedua jenis gulma parasit ini memiliki morfologi yang sama. selain itu keduanya memiliki sifat negatif yaitu merugikan tanaman lain [5-6]. penyakit ginekologi. menstruasi yang menyakitkan dan pendarahan setelah melahirkan pada wanita. radang ginjal. 11. Tumbuhan taliputri yang telah diidentifikasi berdasarkan jenisnya. 2. dapat digunakan sebagai obat kuat. 2. maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa komposisi dan kandungan pigmen utama tumbuhan Cuscuta australis R. Warna pada tumbuhan taliputri. Cuscutaceae dan Lauraceae merupakan famili tumbuhan yang termasuk ke dalam gulma parasit. Cuscuta australis R. Kedua gulma parasit ini mengadakan kontak dengan inang dengan cara meliliti inang kemudian mengambil ekstrak air.2.5 mM Buffer fosfat (pH = 7. kemudian diambil 3 gr dan diekstraksi menggunakan 80% aseton dalam 2. malaria. berwarna hijau diasumsikan sebagai tumbuhan muda dan coklat kemerahan sebagai tumbuhan tua (Gambar 1). 2.Br. disentri. kemudian dikelompokkan berdasarkan warnanya. merupakan salah satu contoh gulma parasit dari 17 jenis tumbuhan yang termasuk genus Cassytha [8]. penyakit yang gejalanya seperti sawan dan gugup. diuretika.70 MAKARA. Metode 2. VOL. Setelah pemanasan selama 60 menit. mimisan. SAINS. kandung kemih. Bahan dan Metode Penelitian 1. air. akan tetapi sumber subtansial yaitu karbon.8) dengan perbandingan sampel terhadap pelarut 1 : 4 . Sedangkan Cassytha filiformis L.r disebut dodder dan Cassytha filiformis L.

Partisi diulang sampai lapisan air tidak mengandung pigmen. kepekatan dan nilai RF setiap totol setelah pelarut mencapai batas akhir dicatat. 2.6 nm. Karotenoid Ekstrak pigmen dalam n-heksana dianalisa kandungan karotenoidnya menggunakan Spektrofotometer berkas tunggal UV-VIS Shimadzu 1201 pada panjang gelombang 470 nm. sampai seluruh pigmen terangkat. Tumbuhan Cuscuta australis R. residu yang diperoleh diekstraksi kembali dengan pelarut yang sama sampai seluruh pigmen terangkat.5 mM Buffer fosfat (pH = 7. hijau (III).Br. kemudian diambil 1 gr dan ditambah sedikit CaCO3 sebagai agen penetral. Ekstrak kemudian disaring. Warna. Ekstrak pigmen dipekatkan menggunakan rotary evaporator dan dikeringkan menggunakan gas N2. Kandungan karotenoid dihitung dalam satuan μg/gr [24]. Analisa Komposisi Pigmen Kromatografi Lapis Tipis (KLT) kuantitatif dilakukan menggunakan pelat KLT silika gel 60 F254 (Merck) ukuran 1 × 5 cm sebagai fase diam. Sampel kemudian diektraksi menggunakan pelarut aseton : metanol dengan perbandingan 7 : 3 (v/v). 10. Analisa Data Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisa secara deskriptif dengan tiga ulangan. lalu dipartisi menggunakan pelarut n-heksana : dietil eter dengan perbandingan 1 : 2 (v/v) dan ditambah larutan NaCl jenuh serta air ledeng. orange (II) dan Cassytha filiformis L. Filtrat hasil ekstraksi digabung. Pola pemisahan pigmen tumbuhan taliputri disajikan pada Gambar 2. 2. 2.5 ml n-heksana 100% kemudian diambil 20 μl untuk ditotolkan pada pelat KLT menggunakan microsyringe.8) diukur absorbansinya dengan Spektrofotometer berkas tunggal UV-VIS Shimadzu 1201 pada panjang gelombang 663.2. berdasarkan warna totol dan nilai faktor retardasi (Rf). I II III IV Gambar 1. kekuningan (I).71 MAKARA.5. VOL. coklat kemerahan (IV) berwarna hijau Karotenoid Sampel dipotong kecil-kecil dan ditumbuk dengan mortar sampai halus. residu yang diperoleh diekstraksi kembali dengan pelarut yang sama. dan 5% aseton : 4% metanol : 1% isopropil alkohol dalam toluena sebaga fase gerak. .2.6 nm dan 646. NO. NOVEMBER 2006: 69-75 (w/v). 2. Ekstrak pigmen kering dari 1 gr sampel dilarutkan dalam 0. sedangkan lapisan pigmen ditampung lalu ditambah Na2SO4 anhidrat dan disaring. 3.3. Ekstrak kemudian disaring.4 Analisa Kandungan Pigmen Klorofil Ektrak pigmen dalam pelarut 80% aseton dalam 2. Hasil dan Pembahasan Komposisi Pigmen Analisa komposisi pigmen penyusun tumbuhan taliputri dilakukan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT).2. Kandungan klorofil dihitung dalam satuan μg/ml [23]. SAINS.

56 memiliki kecenderungan yang sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Madalena [31]. orange. [30] juga memberikan hasil yang sama. karotenoid dibedakan menjadi dua golongan utama yaitu: karoteniod polar (ksantofil) dan karotenoid non polar (karoten). dan konsentrasi pigmen. hijau kuning (totol 4). totol totol ke-3 (hijau biru).20-0. kuning (totol 5). NO. Kisaran nilai Rf feofitin a (abu-abu) 0. [26] yang mengidentifikasikan warna abu-abu sebagai feofitin a. Hal ini didukung oleh Strain dan Svec [28] yang menyatakan bahwa nilai Rf bervariasi tergantung pada pelarut. maupun Cassytha filiformis L. 2.30 dalam pelarut aseton : heksana dengan perbandingan 5 : 95 (v/v).40-0. dan orange (totol 6).26-0. hijau kekuningan memiliki kadar air yang lebih rendah daripada yang berwarna orange. Rasio berat daun akan berkurang pada kondisi ternaung. (kuning) 6 Jumlah pigmen yang terdapat dalam tumbuhan taliputri dapat diketahui berdasarkan jumlah (d) totol yang muncul pada pelat KLT. dimana nilai Rf karoten 0.26 menggunakan fase diam dan fase gerak yang sama [29].88 dan ksantofil 0. Tabel 1 menunjukkan kisaran nilai Rf pigmen tumbuhan taliputri Cuscuta australis R. Totol 1 (orange) merupakan karoten.10-0. sehingga dapat dikatakan bahwa naungan berpengaruh pada semakin besarnya kadar air daun. hijau kekuningan tumbuh pada tempat yang lebih ternaung dibandingkan Cuscuta australis R. klorofil b hijau kuning dan karotenoid berwarna kuning.57.63. dan Cassytha filiformis L. hal ini dimungkinkan karena tumbuhan Cuscuta australis R. totol 4 (hijau kuning) klorofil b dan totol 5 (kuning) serta totol 6 (orange) merupakan ksantofil. totol ke-5 (orange). SAINS. Meskipun fase gerak yang digunakan memiliki komposisi yang berbeda. hijau biru (totol 3). namun dominansi sifat non polar pada toluen dan heksan sama-sama kuat. 10.91-0. klorofil b (hijau kuning) 0. totol ke-4 (hijau kuning). klorofil b 0.93 sedangkan ksantofil (kuning) 0. Briton dkk.89. penjerap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisaran nilai Rf karoten (orange) 0. Tabel 2 menunjukkan adanya perbedaan kadar air pada tumbuhan Cuscuta asutralis R.76-0. dimana nilai Rf feofitin a 0.Br. abu-abu (totol 2). suhu.57-0.17-0. merah. Gambar 2 menunjukkan bahwa jumlah dan komposisi pigmen tumbuhan taliputri baik Cuscuta australis R. dan Cassytha filiformis L disajikan pada Tabel 2. Totol 2 (abu-abu) diduga merupakan feofitin a.82. Perbedaan kepekatan warna totol pigmen yang nampak pada pemisahan pigmen tersebut berkaitan dengan konsentrasi pigmen yang terkandung didalamnya. Hasil pengukuran kadar air tumbuhan Cuscuta australis R.74-0. akan tetapi tidak .72 MAKARA.Br.94 dan ksantofil 0.30-0. Pola pemisahan pigmen tumbuhan taliputri totol ke-1 (orange).23 memiliki kecenderungan yang sama dengan nilai Rf karoten 0.48-0. k e .64.Br. Kandungan Pigmen Pada penelitian ini kandungan pigmen tumbuhan taliputri dihitung berdasarkan berat kering. VOL.Br. totol 3 (hijau biru) klorofil a. kemurnian.34 dan (orange) 0.2 t o t o l 5 (abu-abu). Keragaman nilai Rf pigmen berkaitan erat dengan kandungan pigmen penyusun tumbuhan taliputri. Warna yang ditunjukkan dalam pemisahan pigmen pada KLT dapat digunakan sebagai dasar untuk identifikasi pigmen [25]. Analisa faktor retardasi (Rf) perlu dilakukan untuk memperkuat identifikasi komposisi pigmen berdasarkan warna [27]. Data ini sesuai dengan deskripsi Gross [24] yang menyatakan bahwa klorofil a berwarna hijau biru. NOVEMBER 2006: 69-75 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 k e .Br.6 Gambar 2.Br. dan Cassytha filiformis L. Tumbuhan Cuscuta australis R.87-0. klorofil a (hijau biru) 0. klorofil a 0. sama yaitu 6 totol dengan komposisi pigmen berturut-turut sebagai berikut: orange (totol 1). hal ini disebabkan karena perhitungan dalam berat basah mengabaikan kadar air dari sampel.Br orange. Kandungan pigmen kurang akurat bila dihitung berdasarkan berat basah. Menurut Gross [24]. hal ini didukung oleh Wang dkk.

63 0.Br. Kandungan klorofil a.17-0. Kadar air tumbuhan Cassytha filiformis L.56 0. dan umur tanaman.64-0. dimana tumbuhan Cuscuta australis R.59-0. 11.Br.17-0.42 Tabel 1.32 0.73 MAKARA. Melalui Gambar 3 dapat diketahui bahwa kandungan klorofil bervariasi bergantung pada jenis tumbuhan taliputri.87-092 0.55 0. Totol Ke1 2 3 4 5 6 Nilai Rf II III 0.59-0.93 0.63 0. termasuk dalam kelompok hemiparasit dan parasit obligat yang dapat mensintesis klorofil dan dapat melangsungkan fotosintesis sendiri [13].34 0.Br.91-0. kondisi tanaman inang tumbuhan taliputri dapat mempengaruhi kandungan klorofilnya [36].81 0. SAINS.82 0. NO. klorofil b dan total klorofil tumbuhan taliputri yang dihitung berdasarkan berat kering disajikan pada Gambar 3. Perhitungan kandungan pigmen dalam berat kering lebih lazim digunakan seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Braumann dan Grimme [34].62 0.49-0. klorofil b ( ) dan total klorofil ( ) tumbuhan taliputri.48-0. tempat tumbuh. hijau lebih tinggi dari pada yang berwarna coklat kemerahan. . Hal ini dimungkinkan karena Cassytha filiformis L.78-0.23 IV 0. orange.53 0.81 0.20 0. VOL. Selain itu tempat tumbuh taliputri berpengaruh pada besarnya kandungan klorofil. Diagram batang kandungan klorofil a ( ). Selain ketiga hal tersebut.17-0. tergolong dalam kelompok haloparasit dan parasit obligat yang tidak mensintesis klorofil sendiri [2. Pada umumnya. hijau kekuningan memiliki kandungan klorofil yang lebih tinggi dari pada Cuscuta australis R. Sampel I II III IV Kadar Air (%) 88. NOVEMBER 2006: 69-75 Tabel 2. 10. Kandungan air pada daun dan batang akan turun perlahan sejalan dengan bertambahnya umur tanaman [33].52-0.74-0.31 0.80 0.49 89.28-0.27-0. dan Cassytha filiformis L. 12].42 82.92 0.93 0.58-0.30-0. Negi dan Roy [35]. 2.31 0.20-0. namun perkembangannya sangat ditentukan oleh keberadaan sinar matahari [37]. Tumbuhan taliputri tidak hidup dengan mengandalkan hasil fotosintesisnya sendiri.77-0. sedangkan Cuscuta australis R.82-0. Kadar air tumbuhan taliputri Cuscuta australis R.51-0.Br.90 86. Nilai Rf pigmen tumbuhan taliputri Cuscuta australis R. hal ini disebabkan karena Cassytha filiformis L. lebih tinggi daripada Cuscuta australis R.54 0. hijau merupakan tumbuhan taliputri muda sedangkan yang berwarna coklat kemerahan merupakan tumbuhan taliputri tua.22 nampak adanya generalisasi yang dapat dibuat mengenai hubungan antara naungan dengan kadar air daun maupun rasio berat daun [32].26-0. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa kandungan klorofil tumbuhan Cassytha filiformis L. dan Cassytha filiformis L. Cuscuta australis Gambar 3.Br.91-0.Br.57 0.23 I 0.90-0.

Kandungan karotenoid tumbuhan taliputri karotenoid di dalam tumbuhan tingkat tinggi memainkan peranan penting sebagai pelindung klorofil terhadap cahaya atau sebagai fotoprotektor [42]. Tanaman yang tumbuh di kondisi ternaung akan memiliki kandungan klorofil lebih tinggi daripada tanaman yang tumbuh di kondisi tidak atau kurang ternaung [39]. 4. (hijau dan coklat kemerahan) mempunyai komposisi pigmen utama yang sama yaitu karoten.07. sedangkan kandungan klorofil b relatif stabil. . VOL. orange karena tumbuh pada lokasi yang lebih terbuka daripada Cuscuta australis R.Br. Perubahan warna hijau pada tumbuhan taliputri muda menjadi coklat kemerahan setelah tua. dimana rasionya adalah 1 : 1.Br. Svec [41] menyatakan bahwa pada umumnya rasio klorofil a terhadap klorofil b berkisar antara 2: 1 sampai 3 : 1. kemudian Cassytha filiformis L hijau yang relatif sama dengan Cassytha filiformis L. orange diikuti oleh Cuscuta australis R. hijau kekuningan.60 : 1. (hijau kekuningan dan orange) dan Cassytha filiformis L. Hal tersebut didukung dengan dimungkinkannya degradasi klorofil pada Cuscuta australis R.Br. orange. Penurunan kandungan klorofil Cassytha filiformis L. Cuscuta australis orange adalah 2. berkaitan dengan pemecahan kloroplas menjadi kromoplas yang menyebabkan klorofil rusak. orange. sehingga terjadi sintesis klorofil yang merupakan kompensasi tumbuhan Cuscuta australis R. 2.Br. Melalui Gambar 4 dapat diketahui bahwa urutan kandungan karotenoid tumbuhan taliputri dari yang tertinggi sampai yang terendah adalah Cuscuta australis R. orange diikuti oleh Cuscuta australis R. Rasio klorofil a terhadap klorofil b pada tanaman taliputri bervariasi. coklat kemerahan.Br. hijau kekuningan kemudian Cassytha filiformis L. Kesimpulan Tumbuhan taliputri Cuscuta australis R. sedangkan Cassytha filiformis L. klorofil b dan ksantofil. SAINS. Kandungan karotenoid tumbuhan Cuscuta australis R. Rata-rata kandungan klorofil (μg/g berat kering) dari yang tertinggi sampai yang terendah adalah Cassytha filiformis L. NO. Hal ini membuktikan bahwa klorofil a lebih tidak stabil dibandingkan klorofil b [24].Br. NOVEMBER 2006: 69-75 R. orange lebih tinggi daripada Cuscuta australis R.59 : 1. sehingga dibutuhkan karotenoid untuk melindungi klorofil dari kerusakan karena cahaya. Rata-rata kandungan karotenoid (µg/g berat kering) dari yang tertinggi sampai yang terendah adalah Cuscuta australis R. hijau kekuningan.Br.74 MAKARA. dan Cassytha filiformis L. dari 407.hijau kekuningan tumbuh pada lokasi yang lebih ternaung daripada Cuscuta australis R. hijau kekuningan untuk dapat mempertahankan hidupnya secara normal [38]. 10. hasil ini berkaitan dengan adanya sintesis karotenoid pada Cuscuta australis R. hijau. coklat kemerahan relatif sama dengan tumbuhan taliputri lainnya.Br. klorofil a.87 (μg/g berat kering) pada taliputri coklat kemerahan dapat dilihat juga melalui perubahan kenampakan warna tumbuhan taliputri tersebut. Kandungan karotenoid pada tumbuhan Cuscuta australis R.Br. Cassytha filiformis hijau adalah 1. yang dihitung berdasarkan berat kering disajikan pada Gambar 4. coklat kemerahan.Br.Br. Pada Cuscuta australis hijau kekuningan rasionya adalah 2. coklat kemerahan diperoleh hasil yang berbeda.Br. Keberadaan Gambar 4. hijau kekuningan kemudian orange. hijau diikuti oleh Cuscuta australis R. hijau yang relatif sama dengan Cassytha filiformis L.Br.Br. Degradasi klorofil a yang terjadi pada Cassytha filiformis L coklat kemerahan ditunjukkan dengan menurunnya kandungan klorofil a. sedangkan total klorofil Cassytha filiformis L.Br. feofitin a.58 (μg/g berat kering) pada taliputri hijau menjadi 334. sehingga kandungan klorofil menurun selama proses pematangan [40].80 : 1.

THE HAGUE. Boston. Yayasan Sarana Wana Jaya.).A. Molecular systematic of plants. London. dePamphlis. Studies of seed germination.F. Tracey (Eds. PT Eisai Indonesia.99-100.211-241. W. Nickrent. M. In: Parasitic plants. Soltis. Jakarta. a botanical relative of avocado. N. Suhardi. Universitas Kristen Satya Wacana. Gross. 1993. p.H. Benitez.J. p. A. [11] L. Saez (Eds. Smith.W. 2000. [10] Sunaryo. Lopez-Saez. Mutikainen.) pada beberapa jenis tumbuhan. Lokal adaption of a haloparasite plant. Tumbuhan Berguna Indonesia III. 2. L. Cassytha filiformis. p. Parasitic weeds of arable land.C.). 2005. 19. P. 1995. 1982.W. Revill. vol. p. In: W. SAINS.175-185. Chapman and Hall. S. Yayasan Sarana Wana Jaya. Ekologi Gulma. USA: Kluwer Academic Publishers. Kriedeman. Musselman. Wang.). Jerman atas dukungan dana penelitian kepada L. 2nd ed.S. P. Salonen. [18] WHO. Leung.T. AO.M. 13 (2000) 749-755.1654. Cuscuta europaea: Variation among population. Vol. Experimental Botany 56/419 (2005) 2477-2486.E. 1998.. VOL.L. Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Matematika. Young. Catalan. Evol. Dalimartha. [15] S. Jakarta. Determination of accurate extinction coefficients and simultaneous for assaying chlorophyll a and b extracted with four different solvents: verification of the concentration of chlorophyll standards by atomic absorption spectroscopy. parasiticplants. Press. p. Wijayakusuma. Yu. Tanaman Berkasiat Obat di Indonesia III. Koskela.J. P. Avocado Soc.E.S. Review: Sebuah tinjauan tentang parasit taliputri (Cuscuta spp. S. [23] R.10. Steiner.Y. The parasitic plant connection. Hibberd. Nickrent. 1987. R. eds. S. p. 2001. DC.1-351.H. [25] J. Yogyakarta. Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW). Nurjanah. B. Indek tumbuh-tumbuhan obat di Indonesia. Sastroutomo. Identification and classification of colorants used during Mexico's early colonial period. 16 1997. [6] C. WHO Regional Publications Western Pacific Series No. Heyne.J. Tucker.J. Sudarmadji. In: J. [13] D. 1987. Calif.R. 2002. [20] D. [14] K. Quantitative Analysis of Chlorophylls and Their Derivatives by Thin Layer Chromatography.. Graves. Kartesz. L. 1955. J. Parasitic plants of the iberian peninsula and balearic island. p. Haude. [9] M. Kasahara. Yearbook 51 (1967) 159-160. The Hague: W.E. M.143.E. Berita Biologi 6/6 (2003) 793-800.siu.V. Suroto. http://www. II. Springer-Verlag. p.75 MAKARA. Hwang. A.D. J. Paeck. Jakarta 1986. Biochimica et Biophysica Acta 975 (1989) 384-394. The stem parasite. Biology and Ecology of Weeds. 305. Indonesia. p. Jakarta. Journal of the Chinese Agricultural Chemical Society 33/5 (1995) 550-560. LIBERTY. NO.E. Biol. Duff. J. Porra. Chapter 2. J. In: D. 1979. Washington. [5] E. J. 294 (1950) 1-56. Pigments In Vegetables: Chlorophyll and Carotenoids. .S. [19] M. Swedia (No: F/3559-1). [16] K. [17] H. The Book and Paper Group Annual. Hemmi. Cornell Univ.S.A. Stanley. MA. [2] S. Junk. The American Herbal Products Association. A. p. Holzner.C. Kajian parasitasi taliputri (Cuscuta sp. Numata (Ed. A. Medicinal Plants in The South Pasific: Information 102 commonly used medicinal plants in the south pacific. Chlorophylls: Analysis in Plant Materials. Schroeder. Tetumbuhan: Pustaka alam LIFE. K.edu/index. Prosedur Analitik untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Widiawati. Gaertner.L.A. Van Nostrand Reinhold. C.39. p. [22] S.D. Southern Illinois University at Carbondale. Jurnal Ilmiah Nasional.7-27. Daftar Acuan [1] W. Molecular phylogenetic and evolutionary studies of parasitic plant. Haryono. 1991.D.L. Prosiding Konperensi Ke IX Himpunan Ilmu Gulma Indonesia 1 (1988) 26-30. 1997. U. Limantara. Jakarta. Wirian.) dan pengendaliannya. [24] J. Heyne. Manila. 1998.L. 199. Pustaka Kartini. [8] D. V. New York. McGuffin. NOVEMBER 2006: 69-75 Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terimakasih kepada International Foundation for Science. [26] B. A.103-124. Stockholm. In: Modern Methods of Plant Analysis. seed identification and host relationships in dodders Cuscuta sp. 10. 4. Tira Pustaka.J. Thompson.421. Tumbuhan Berguna Indonesia II. p. Netherland dan Alexander von Humboldt. p.. P. J.825. The American Institute for Conserva. Department of Plant Biology. [7] M. Mem. Wolfe. Jakarta. Z. [3] D. [4] M.html. Plastid genome structure and loss of photosynthetic ability in the parasitic genus Cuscuta.E. Skripsi Sarjana. Nickrent. [21] T. K. Went. Praswanto. Herbs of Commerce. Soltis.M. PT Gramedia Pustaka Utama. Parasitic plant of the word. J. Colwell. [12] T. 1990. Doyle. Berlin.

Tabuchi. p. [37] R. 1982.G. 1991. T. Pigment evolution in Lycopersicum esculentum fruits during growth and ripening. Surabaya.J. Acta Aliment. p. Hartini. Fitter.M. F. Retention of quality characteristics of dehydrated green leaves during storage. vol. Plant Foods for Human Nutrition 56 (2001) 285-295.H. [34] T. Oxford. Carotenoid Chemistry and Biochemistry. D. Separation and identification of tomato fruit pigments by TLC and HPLC. Phytochemistry 14 (1975) 2357-2362. [39] T. Carotenoids: Isolation and analysis. Gadjah Mada University Press. Biochimica et Biophysica Acta 637 (1981) 8-17. S. L. S. Truscott.. C.. Lei. Grimme. J. 2004. Chemistry of Chlorophyll. P. [38] A. [40] D. Giddings. Photocontrol of hook opening in Cuscuta gronovii Wiild. Scheer (Eds. 2. Braumann. NOVEMBER 2006: 69-75 [27] H. Pergamon Press. Visser. SAINS. Daood. Biacs. Moneger. In: B. Physiologia Plantarum 96 (1996) 411-418. Fitter. Strain. J. New Phytol. Advances in Chromatography. Fisiologi Lingkungan Tanaman (Terjemahan Andani dan Purbayanti). Chlorophylls. Laval-Martin. [35] P. S. R.F.W. Pfander. [33] M.. Indonesia. Universitas Kristen Satya Wacana. Roy. Plant.).K. and Nitrogen Allocation in Tomato Plants. 53/4 (1974) 610-614. Negi. . 1995. Roy. Prosiding Seminar Nasional Kimia VI Institut Teknologi Sepuluh November. p. M. Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Matematika. p. Response of two Veronica species to a simulated woodland light climate.90-102. J. Boca Raton. CRC Press. 1981.69-79. [42] M. [30] G. 73 (1974) 997-1001. South African Parasitic Flowering Plants.297-307. Yogyakarta. Liaen-Jensen. Functional relationship between chlorophyll content and leaf reflectance and light capturing effiency of japanese forest species. L. Skripsi Sarjana. [41] W.A. H.H. Darawsheh. Plant Nutrition 29 (2006) 347-359. Physiol. Koike.S. Some procedures for The Chromatography of The Fat-Soluble Chloroplas Pigments. Svec. In: H. IA. Goodwin (eds). 1969. 2004. W.A. Harkay-Vinkler.T.M. [28] H. R. Bouranis. Kujawski. Limantara. Hajdu. Medical Applications and Uses of Carotenoids.H.L.A. Hay. Britton. Hoschke. [29] Heriyanto. J.H.K. Svec. R. 10. 16 (1987) 339-350. A. Season-Dependent Fruit Loading: Effect on Dry Mass. Juta & Co.121-155. Ashmore.K. [32] A. NO. In: J. A.240. Calvin. p. 1993. Lmt. Marcel Dekker Inc. F. VOL. Quennemet. [36] J. M. Water. Keller. Kitao. Birkhauser Verlag.H. [31] Madalena. Capetown. Reversed-Phase High-Performance Liquid Chromatography of Chlorophylls and Carotenoids. New York. Basel..76 MAKARA. George and T. Mathews-Roth.