You are on page 1of 31

1

STANDAR PENDIDIKAN DOKTER

Divisi Standar Pendidikan Oktober 2006

2

Daftar Isi

Kata Pengantar Pendahuluan Bagian I Bagian II Bagian III Penutup Pengertian Umum Standar Umum Standar Operasional

3

Kata Pengantar
Standar Pendidikan Profesi Dokter ini disusun untuk memenuhi amanat UndangUndang Praktek Kedokteran Pasal 7 Ayat 1(b), Ayat 2 dan Pasal 8. Standar Pendidikan Profesi Dokter diperuntukkan bagi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan profesi dokter, antara lain institusi pendidikan kedokteran, rumah sakit pendidikan, lembaga pemerintah dan swasta, mahasiswa, badan akreditasi dan pihak-pihak lain yang terkait. Standar ini mengikat bagi semua pihak yang terkait. Standar ini merupakan standar minimial penyelenggaraan pendidikan dokter. Standar ini akan dikaji ulang setiap lima tahun sekali.

Jakarta, 7 September 2006 Pokja Pendidikan Dokter Divisi Standar Pendidikan

1. dr. Titi Savitri Prihatiningsih, MA, M.Med.Ed, PhD (Ketua) 3. Dr. M. Djauhari Widjajakusumah (Anggota) 4. dr. Sugito Wonodirekso, MA (Anggota) 5. Prof. Dr. dr. Hardianto Soebono, SpKK (K) (Anggota) 6. Prof. Dr. dr. M. Mulyohadi Ali, SpFK (Anggota) 7. dr. Siti Oetarini, SpPA (K) (Anggota)

Calon Draft I ini dibahas dalam Rapat Pokja Pendidikan Dokter Dasar pada tanggal 18 Oktober. Divisi Standar Pendidikan KKI telah membentuk tiga kelompok kerja. 29/2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 27 bahwa pendidikan dan pelatihan kedokteran. Kolegium kedokteran dalam menyusun standar pendidikan profesi kedokteran berkoordinasi dengan organisasi profesi. Departemen Pendidikan Nasonal dan Departemen Kesehatan. asosiasi rumah sakit pendidikan. Untuk melaksanakan amanat ini. Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) didirikan pada tanggal 30 April 2004. 29/2004: 1. asosiasi rumah sakit pendidikan. kolegium. UU No. 29/2004. setelah itu dibahas dalam Rapat Akbar pada tanggal 14 – 16 Maret 2006.20/2003. Departemen Pendidikan Nasonal dan Departemen Kesehatan. Asosiasi institusi pendidikan kedokteran berkoordinasi dengan organisasi profesi. Standar pendidikan profesi kedokteran disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia. asosiasi institusi pendidikan. yaitu Pokja Pendidikan Dokter Dasar. November. 29/2004: Pengaturan praktik kedokteran bertujuan untuk: 1. 3. untuk memberikan kompetensi kepada dokter. Memberikan perlindungan kepada pasien. dilaksanakan sesuai dengan standar pendidikan profesi kedokteran. Menurut pasal 3. Menurut pasal 26. 19 Desember 2005. dan Rapat Divisi Standar Pendidikan Pendidikan pada tanggal 7 April 2006.4 Pendahuluan Sesuai dengan UU No. Pokja Pendidikan Dokter Spesialis dan Pokja Pendidikan Dokter Berkelanjutan pada tanggal 11 Oktober 2005. Mempertahanakan dan meningkatkan mutu pelayanan medis yang diberikan oleh dokter. Dalam penyusunan Standar Pendidikan Dokter diupayakan otonomi fakultas kedokteran dan program pendidikan profesi dokter dihormati sesuai dengan UU No. dokter. dan 3. Sesuai dengan Undang-Undang Praktek Kedokteran (UUPK) No. maka perlu disusun Standar Pendidikan Dokter. sehingga penerapan standar ini tidak dimaksudkan untuk menyeragamkan fakultas kedokteran dan program pendidikan dokter. UU No. KKI memiliki wewenang untuk mengesahkan Standar Pendidikan Profesi Dokter dan Standar Kompetensi Dokter (Pasal 7 dan 8) . Memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. 2. . 2.

Pada penjelasan Pasal ini. Proposal yang disampaikan oleh AIPKI telah mempertimbangkan SK Menkes No.40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 20/2003 Pasal 35 Ayat 1 menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. Di samping itu. Pasal 8 (c) UUPK menyatakan bahwa KKI mengesahkan Standar Kompetensi Dokter dan Dokter Gigi.5 UU Sisdiknas No. Divisi Standar Pendidikan Konsil Kedokteran Indonesia melalui Pokja Pendidikan Dokter Dasar memfasilitasi pihak pemangku kepentingan untuk berkoordinasi dan bekerjasama merumuskan Standar Pendidikan Profesi Dokter dan Standar Kompetensi berdasarkan usulan dari AIPKI dan Tim Dikti. Dengan demikian termasuk di dalam Standar Pendidikan Profesi Dokter adalah Standar Kompetensi Dokter. Tujuan Tujuan ditetapkannya Standar Pendidikan Dokter adalah: • • • sebagai acuan bagi setiap institusi pendidikan kedokteran dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk digunakan dalam akreditasi pendidikan profesi dokter untuk menjamin mutu praktik kedokteran . . dinyatakan bahwa Standar Kompetensi Dokter diusulkan oleh asosiasi institusi pendidikan kedokteran indonesia serta Kolegium Dokter Indonesia. PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menjadi rujukan. UU No. perumusan Standar Kompetensi memanfaatkan bahan-bahan yang ada. yaitu KIPDI III dari Tim Kurikulum Nasional Ditjen Dikti. tenaga kependidikan. Proposal Standar Pendidikan Profesi Dokter dan Standar Kompetensi dari AIPKI telah diserahkan ke Divisi Standar Pendidikan Konsil Kedokteran Indonesia pada rapat tanggal 18 Oktober 2005 untuk dibahas. KIPDI II. kompetensi lulusan. 29/2004 tentang Praktik Kedokteran. sarana dan prasarana. UU No. serta hasil-hasil dari berbagai lokakarya. proses. UU No. masukan dari berbagai pihak – termasuk dari para Dekan institusi pendidikan kedokteran. pembiayaan. Dalam pembahasan selanjutnya. 131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional bahwa di masa depan pelayanan kesehatan akan diarahkan pada pendekatan dokter keluarga. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. pengelolaan.

29/2004 Pasal 1. yang dalam sistematika Penulisan Standar Pendidikan Dokter ini disebut Standar Operasional. Standar Dasar dari WFME dirumuskan sebagai Standar Umum.20/2003. sehingga penerapan standar ini tidak dimaksudkan untuk menyeragamkan fakultas kedokteran dan program pendidikan dokter Standar ini tidak dimaksudkan untuk membuat peringkat terhadap fakultas kedokteran ataupun program pendidikan profesi dokter • Standar Pendidikan Dokter dirumuskan pada tingkat minimal dan mengacu pada Standar Dasar World Federation of Medical Education yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Uji Kompetensi Menurut UU Praktik Kedokteran No.6 Dalam penyusunan Standar Pendidikan Dokter diupayakan hal-hal berikut: • • • • Hanya mencakup aspek-aspek umum dari fakultas kedokteran dan program pendidikan profesi dokter Standar meliputi aspek-aspek sesuai dengan yang dinyatakan di dalam UU No. • Kaji Ulang oleh Mitra Bestari (Peer Review) Standar ini dapat pula digunakan sebagai acuan bagi pelaksanaan evaluasi eksternal oleh Mitra Bestari. Akreditasi Standar ini akan digunakan sebagai acuan dalam akreditasi program pendidikan profesi dokter. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 35 Ayat 1 dan 2. Manfaat Standar Pendidikan Profesi Dokter dapat digunakan untuk • Evaluasi Diri Fakultas kedokteran dan program pendidikan profesi dokter dapat menggunakan standar ini untuk menilai atau mengevaluasi diri secara suka rela dalam rangka proses peningkatan mutu. sertifikat kompetensi adalah surat tanda pengakuan terhadap kemampuan seorang dokter atau • • . Situasi spesifik yang berbeda di setiap daerah maupun situasi umum di tingkat nasional dipertimbangkan Otonomi fakultas kedokteran dan program pendidikan profesi dokter dihormati sesuai dengan UU No.

D. dr. Pada Rapat Akbar I di Cisarua tanggal 14-15 Maret 2006. Surja Tanurahardja.M. Dr. Riyani Wikaningrum. dilakukan pertemuan untuk menyusun rencana kerja hingga bulan Oktober 2006.29/2004 merupakan landasan hukum bagi pendidikan dokter untuk melakukan akreditasi secara mandiri oleh suatu Lembaga Akreditasi Mandiri yang akan dibentuk oleh Konsil Kedokteran Indonesia. Prof. Satya Joewana. Satya Joewana. Proses Penyusunan Standar Pendidikan Dokter Pada tanggal 11 Oktober 2005.Ph. Erwin Santosa. Titi Savitri Prihatiningsih.Dr.PD.DTMH. Dr. Hardi Yusa. Pada bulan Desember 2005-Maret 2006. dr. SpPA (K).Julian E Suryawidjaya. Angkasa Sebayang.KJCK 1.20/2003. dr. Akreditasi Pendidikan Dokter UU Sisdiknas No.MK. dr. Dr. Dr.Kes.PD. Siti Oetarini. Sp. Dr. SpOG. Sp.A. Mpu Kanoko.Kabulrachman. Draft terutama berasal dari dua stakeholder utama.KK(K).Sp.PA. PhD.Dr. yaitu wakil dari AIPKI. Sp.KJ(K). penyusunan draft standar dimulai.M. dr. Dr. Sp. Erial Bahar. Depdiknas. MA. Agung P Sutiyoso Sp. Draft Standar Pendidikan Profesi Dokter dibahas oleh Dr. Dr. Standar Pendidikan Dokter ini akan digunakan sebagai acuan dalam melakukan akreditasi Program Studi Pendidikan Dokter. M.MSc. Sartono.19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan UU Praktik Kedokteran No. KDI. Dr.Pd KTI. Prof. dr. MSc. Dr.Maria Selvoster Thandeus.Suharto.Med.F Laihad Sp. MPH. PP No. KKI. yaitu AIPKI dan Depdiknas. dr. Divisi Standar Pendidikan Dokter membentuk SubPokja Pendidikan Dokter yang beranggotakan wakil-wakil dari stakeholders utama di bidang pendidikan dokter. MSc. Dr.Sp.Irawan Yusuf. Sp.Ed.Fathonio Sadam. P.PA. Sp. 2. Standar Minimal Standar ini disusun sebagai persyaratan minimal bagi penyelenggaraan program pendidikan dokter dan harus dipenuhi.Biomed.7 dokter gigi untuk menjalankan praktik kedokteran di seluruh Indonesia setelah lulus uji kompetensi.dr. maupun akreditasi Institusi Pendidikan Dokter. • . Pada bulan November 2005.

diedarkan ke seluruh stakeholder (lebih kurang 1000 alamat) untuk memperoleh tanggapan dan masukan secara tertulis. Hasil dari pertemuan Akbar 1 dan 2. 27-28 Juni 2006 di Bandung. dan pada rapat-rapat bulan Agustus dan September 2006. Diikuti dengan pertemuan-pertemuan Subpokja Pendidikan Dokter berikutnya pada tanggal 20 Juli dan 8 Agustus 2006. Standar Pendidikan Profesi Dokter dibahas oleh Pertemuan berikutnya pada tanggal 23-24 Mei 2006. atau tidak dimasukkan ke dalam Draft Standar Pendidikan Dokter. dimodifikasi. masukan-masukan dikaji dan diputuskan untuk dimasukkan.8 Pada Rapat Akbar 2 di Bandung tanggal 17-18 April. Pada tanggal 7 September 2006 dilakukan pertemuan Subpokja Pendidikan Dokter bersama Divisi Standar Pendidikan Dokter untuk menghasilkan bentuk final dari Standar Pendidikan Dokter. . Subpokja Pendidikan Dokter mengkompilasi masukan-masukan tersebut.

Standar nasional pendidikan adalah acuan minimal yang terdiri atas standar isi. c. dan keterampilan(PP 19/2005) Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal terhadap sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (PP 19/2005). e. pengelolaan. tenaga kependidikan. pembiayaan. Standar Kompetensi adalah kualifikasi yang mencakup sikap. b. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. Penguasaan ilmu dan keterampilan. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. pengetahuan. Kompetensi terdiri atas kompetensi utama. d. pengelolaan. kompetensi pendukung. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. proses. Elemen-eleman kompetensi terdiri atas: a. sarana dan prasarana. kompetensi lulusan. sarana dan prasarana. kompetensi lain yang bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi utama (SK Mendiknas 045/U/2002). . Landasan kepribadian. Kemampuan berkarya.9 Bagian I Pengertian Umum Standar Pendidikan Dokter adalah standar minimal yang harus dipenuhi oleh institusi pendidikan kedokteran. tenaga kependidikan. dan pembiayaan.

10 Sertifikat Kompetensi adalah surat tanda pengakuan terhadap kemampuan seorang dokter untuk menjalankan praktik kedokteran di seluruh Indonesia setelah lulus uji kompetensi (UU Praktik Kedokteran No. . Asosiasi institusi pendidikan kedokteran adalah suatu lembaga yang dibentuk oleh para dekan fakultas kedokteran yang berfungsi memberikan pertimbangan dalam rangka memberdayakan dan menjamin kualitas pendidikan kedokteran yang diselenggarakan oleh fakultas kedokteran. Institusi Pendidikan (Profesi Dokter) adalah institusi yang melaksanakan pendidikan profesi dokter baik dalam bentuk fakultas. yaitu tahap sarjana kedokteran dan tahap profesi dokter. dokter spesialis lulusan pendidikan kedokteran baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Profesi Kedokteran adalah suatu pekerjaan kedokteran yang dilaksanakan berdasarkan suatu keilmuan. dan kode etik yang bersifat melayani masyarakat. (UU Praktik Kedokteran No. Stakeholder (Pengandil) adalah semua pihak. 29/2004). 29/2004). jurusan atau program studi yang merupakan pendidikan universitas (academic entity). Pendidikan Universitas merupakan pendidikan di bawah Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Dokter adalah dokter umum. Pendidikan kedokteran dasar terdiri dari 2 tahap. Pendidikan Dokter adalah pendidikan yang diselenggarakan untuk menghasilkan dokter yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan pelayanan kesehatan primer dan merupakan pendidikan kedokteran dasar sebagai pendidikan universitas. kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan yang berjenjang. organisasi maupun perorangan yang peduli/terlibat terhadap suatu usaha.

11 .

Penjelasan ini sedang dilengkapi .. Standar Umum terdiri dari 9 area.. yaitu . Cat.12 Bab II Standar Umum Standar Umum adalah Standar Dasar dari World Federation of Medical Education yang dipakai sebagai acuan dalam menyusun Standar Operasional.....

dan didasarkan pada bukti-bukti ilmiah yang mutakhir dan sahih (Evidence Based-Medicine). keterampilan. MISI DAN TUJUAN Institusi pendidikan kedokteran menetapkan visi. Institusi pendidikan kedokteran menerapkan kurikulum berbasis kompetensi dan menentukan metode belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan pendidikan kedokteran.2. dan juga kemampuan untuk memecahkan masalah). VISI.3. termasuk pemikiran analitik dan kritis. LULUSAN Institusi pendidikan kedokteran menetapkan kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa kedokteran pada saat mereka dinyatakan lulus dari pendidikan (kombinasi dari pengetahuan. misi dan tujuan tersebut kepada stakeholders. 2.1.2. 1.2. PERNYATAAN VISI. Kurikulum pendidikan kedokteran disusun dan dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah.1. 2.1. MISI DAN TUJUAN Visi. OTONOMI AKADEMIK Institusi pendidikan kedokteran mempunyai otonomi untuk merancang. PERAN SERTA DALAM PERUMUSAN VISI.1. 2. MODEL KURIKULUM 2.1. 2.4. .13 1. MISI DAN TUJUAN 1. ISI KURIKULUM 2.2.1.1 Isi kurikulum menggambarkan tahapan-tahapan serta metode pencapaian kompetensi yang dapat diukur secara obyektif 2. misi dan tujuan pendidikan kedokteran serta memberikan pemahaman visi. Metode belajar mengajar mendorong mahasiswa ikut bertanggungjawab atas proses belajarnya guna mempersiapkan diri untuk belajar seumur hidup. mengimplementasikan dan mengembangkan kurikulum.2. misi dan tujuan institusi dirumuskan setelah mempertimbangkan masukan dari stakeholders. 1.2. 1. PROGRAM PENDIDIKAN 2.3 Metode belajar mengajar mendorong staf akademik untuk mengembangkan inovasi proses pendidikan.

STRUKTUR DAN KOMPOSISI KURIKULUM 2. melaksanakan dan meninjau kurikulum untuk mencapai tujuan pendidikan kedokteran. 2. dan aplikasi dalam praktik kedokteran. Institusi pendidikan kedokteran membuat deskripsi mengenai isi dan luas kurikulum serta urutan pelaksanaan yang mengarahkan staf dan mahasiswa sesuai tingkat pengetahuan dan pemahaman.3. 2.2.2. keterampilan dan sikap pada setiap jenjang pendidikan.4.2. 2.3. termasuk kriteria kelulusan yang harus diketahui oleh mahasiswa.1.14 2. 2.5. . 2.3. Kontribusi ilmu-ilmu kedokteran dasar (biomedik) digunakan untuk memahami pengetahuan ilmiah. 3. MANAJEMEN PROGRAM Institusi pendidikan kedokteran memiliki unit multidisiplin yang mempunyai tanggung jawab. konsep. wewenang dan kemampuan untuk merencanakan. pembuatan keputusan klinik dan pelaksanaan etika kedokteran. Kontribusi ilmu-ilmu humaniora digunakan untuk mencapai kemampuan-kemampuan: komunikasi.3.1. kerjasama tim. 2. Isi kurikulum memberi kesempatan yang cukup untuk mengadakan kontak dengan pasien guna memperoleh pengetahuan dan keterampilan klinis serta sikap profesional yang diperlukan untuk menerima tanggung jawab mandiri sebagai dokter. Institusi pendidikan kedokteran menetapkan metode yang digunakan untuk penilaian ( assessment) sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. 2.3.2.5.4. HUBUNGAN ANTARA KURIKULUM DENGAN PRAKTEK KEDOKTERAN DAN SISTEM PELAYANAN KESEHATAN Ada kesinambungan antara program pendidikan dan tahap pelatihan atau praktek lanjutan yang akan diikuti oleh lulusan sesuai dengan kebutuhan sistem pelayanan kesehatan.3. Kurikulum memberi peluang bagi mahasiswa untuk memilih jenis materi elektif (student elective). PENILAIAN HASIL BELAJAR 3. Di dalam kurikulum terdapat keterpaduan dan keseimbangan yang harmonis antara ilmu dasar dan ilmu klinis.

2. 3. 4. dimonitoring dan dievaluasi oleh pembimbing akademik. . Institusi pendidikan kedokteran mengalokasikan sejumlah mahasiswa yang mempunyai keterbatasan sosial ekonomi sesuai dengan kemampuan institusi.3. JUMLAH MAHASISWA 4. metode dan implementasi penilaian harus sesuai dengan tujuan pendidikan dan mendorong proses belajar 4.1.2. 4. MAHASISWA 4.3.1. Institusi menjamin konsistensi lingkup penilaian dan standar penilaian.1. sosiokultural dan pilihan perencanaan karier. Institusi pendidikan kedokteran menerbitkan rincian mekanisme seleksi.1.1.3.1. Terdapat pernyataan yang menghubungkan kriteria seleksi dengan tujuan pendidikan dokter dan kompetensi lulusan yang dikehendaki. Reliabilitas dan validitas metode penilaian perlu dievaluasi dan dikembangkan sesuai kebutuhan.15 3. Penentuan masalah akademik dan non akademik diidentifikasi. 3.4. Institusi pendidikan kedokteran memiliki bimbingan dan konseling bagi mahasiswa yang mengalami masalah akademik dan non akademik meliputi: konseling kesehatan. 4. termasuk proses pendaftaran.2. SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU DAN PENERIMAAN 4.1.2. 4. BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI MAHASISWA 4. Institusi pendidikan kedokteran harus memiliki kebijakan seleksi penerimaan yang diterapkan secara konsisten.3.3. Prinsip.2. 4.2.2. Jumlah mahasiswa ditentukan sesuai dengan kemampuan institusi pendidikan kedokteran dalam menyediakan sumber daya di semua tahapan pendidikan. 4.

dan keseimbangan staf akademik yang diperlukan untuk melaksanakan kurikulum secara adekuat. STAF AKADEMIK 5.2. antara staf tetap dan tidak tetap.1. Institusi pendidikan kedokteran memfasilitasi aktivitas dan organisasi kemahasiswaan. 5. 4. 5. termasuk keseimbangan antara staf medik dan non-medik. Institusi pendidikan kedokteran mendukung partisipasi perwakilan mahasiswa secara layak dalam perancangan. 5. kualifikasi. serta menghargai prestasi akademik.3. Institusi pendidikan kedokteran memiliki kebijakan rekrutmen staf yang menggariskan jenis.4. Universitas dan institusi pendidikan kedokteran menetapkan kebijakan penempatan dan promosi berdasarkan keseimbangan.4.1. 6. PERWAKILAN MAHASISWA 4.1.1.2.4.2. Lingkungan belajar bagi mahasiswa harus diperbaiki dengan pembaharuan dan perbaikan fasilitas secara berkala agar sesuai dengan perkembangan pelaksanaan pendidikan. SUMBER DAYA PENDIDIKAN 6.16 4. ruang tutorial.1. laboratorium biomedik.1. kemampuan mengajar. Institusi pendidikan kedokteran mempunyai program pengembangan dan penghargaan terhadap staf akademik. 5. yang hak dan tanggung jawabnya harus dirinci secara tertulis dan dipantau. Institusi pendidikan kedokteran harus memiliki fasilitas fisik (ruang kuliah. laboratorium keterampilan klinik. 6. fasilitas rekreasi) bagi staf dan mahasiwa untuk menjamin pelaksanaan proses belajar mengajar yang optimal. FASILITAS FISIK 6. Institusi pendidikan kedokteran menentukan hak dan tanggung jawab bagi dosen tidak tetap di rumah sakit atau di sarana pelayanan kesehatan lainnya yang memberikan konstribusi dalam pelaksanaan pendidikan dokter. tanggung jawab. . perpustakaan.4. pengelolaan dan evaluasi kurikulum yang relevan dengan mahasiswa. meneliti dan menjalankan tugas pelayanan. teknologi informasi.

3. 6.6. 6.2. Institusi pendidikan kedokteran memiliki fasilitas teknologi informasi yang memadai bagi staf dan mahasiswa untuk menunjang pelaksanaan program pendidikan. PENELITIAN Institusi pendidikan kedokteran mengembangkan hubungan antara aktivitas penelitian dengan aktivitas pendidikan.5.1.1.2.2.4.2.2.17 6. SUMBER DAYA PENDIDIKAN KLINIK 6. 6.1. termasuk transfer kredit. PERTUKARAN STAF AKADEMIK DAN MAHASISWA 6.4.3. 6.1. Institusi pendidikan kedokteran harus mempunyai kebijakan untuk menggunakan tenaga ahli bidang pendidikan dalam perencanaan pendidikan dokter dan dalam pengembangan proses belajar mengajar. termasuk pasien dan fasilitas pelatihan klinis. Institusi pendidikan kedokteran harus mempunyai kebijakan dalam pertukaran staf akademik dan mahasiswa dengan institusi lain. 6.3.2.5. Institusi pendidikan kedokteran secara efektif menggunakan dan mengevaluasi teknologi informasi dan komunikasi pada program pendidikan.6. 6. Institusi pendidikan kedokteran menjamin tercapainya pengalaman klinis yang memadai melalui penyediaan sumber daya yang diperlukan.2. Fakultas mengevaluasi kesesuaian dan kualitas fasilitas untuk pelatihan klinis. 6. Fakultas memantau pencapaian tujuan penugasan klinis dalam tatanan pendidikan di rumah sakit dan komunitas.3. Institusi pendidikan kedokteran memastikan bahwa tujuan dan penilaian penugasan klinis harus diketahui oleh mahasiswa maupun dosen. 6. . TEKNOLOGI INFORMASI 6. KEAHLIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN 6.

kualitas staf. .2. wakil/tokoh masyarakat serta organisasi profesi. kualifikasi ujian masuk.1. 7.1.1. PENYELENGGARAAN DAN ADMINISTRASI 8. Penilaian dan informasi tentang kompetensi lulusan digunakan sebagai umpan balik pengembangan proses belajar mengajar. serta digunakan sebagai umpan balik kepada panitia seleksi ujian masuk. otoritas pelayanan kesehatan.2. staf akademik.1. Institusi pendidikan kedokteran mempunyai otoritas dan tanggung jawab penentuan anggaran pendidikan dan sumber pendapatannya secara transparan.1. 7. Pemantauan kinerja mahasiswa dianalisa hubungannya dengan latar belakang mahasiswa. Pemantauan kinerja mahasiswa dianalisa pencapaiannya sesuai dengan kurikulum dan tujuan pendidikan dokter. dianalisa dan dipergunakan untuk meningkatkan proses belajar mengajar. ALOKASI SUMBER PENDIDIKAN DAYA DAN ANGGARAN PROGRAM 8. KETERLIBATAN STAKEHOLDERS 7. perencanaan kurikulum dan biro konseling. mahasiswa. 8. EVALUASI 7. 8. 7.2. Evaluasi program harus melibatkan penyelenggara dan administrasi pendidikan.4. termasuk hubungan dengan universitas.18 7. MEKANISME EVALUASI DAN UMPAN BALIK 7. proses belajar mengajar.1. 7. Institusi pendidikan kedokteran harus memiliki mekanisme baku untuk memonitor kurikulum.1.5.2. antarkampus dan rumah sakit pendidikan utama dan jejaringannya.3 Umpan balik dari dosen dan mahasiswa secara sistematis dilakukan. TATA PAMONG Institusi pendidikan kedokteran harus mempunyai kejelasan struktur organisasi dan fungsi penyelenggaraan. kemajuan mahasiswa dan keadaan yang terkait dengannya.1.2.1.1. 7.

misi.2. Institusi pendidikan kedokteran mempunyai otonomi untuk menggali sumber daya dalam rangka mencapai visi. Institusi pendidikan kedokteran memiliki mekanisme peninjauan ulang secara berkala untuk memperbarui struktur dan fungsinya dalam rangka memperbaiki kekurangan dan mengantisipasi perubahan.19 8. saat ini dan prediksi masa depan. TENAGA ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN Institusi pendidikan kedokteran mempunyai profil tenaga administratif yang sesuai untuk mendukung implementasi dan pengendalian program pendidikan dan aktivitas lainnya.3. 8. Proses pembaruan didasarkan analisis prospektif sehingga perubahan kebijakan memperhatikan pengalaman masa lalu. 9. 9.1. . PEMBARUAN BERKESINAMBUNGAN 9.2. dan tujuan fakultas.2.

Cat.20 Bab III Standar Operasional Standar operasional adalah standar pendidikan dokter yang dijabarkan dari standar umum dan disesuaikan dengan kondisi Indonesia.Penjelasan ini sedang dilengkapi . Standar operasional merupakan standar minimal yang harus dipenuhi oleh Institusi Pendidikan Kedokteran.

20/2003 dan UU Praktek Kedokteran No.1. Otonomi akademik berarti institusi pendidikan kebebasan akademik dalam rangka melaksanakan visi. Stakeholders meliputi pimpinan institusi. yaitu UU No. VISI. lembaga pemerintah dan swasta yang terkait dan organisasi profesi.1.2. Lulusan diharapkan mampu mengikuti perkembangan ilmu kedokteran dan berperan serta dalam Sistem Kesehatan Nasional. mahasiswa. misi dan tujuan. dan organisasi profesi medik. Stratejik yang dikembangkan 1.4. 1. MISI DAN TUJUAN 1. Harus dijelaskan sejauh mana peran serta stakeholder mulai dari pimpinan institusi. mahasiswa. 1.2.1. Lulusan adalah dokter yang memenuhi standar kompetensi yang disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (Pasal 8 UU No 29/2004). senat. Ada dokumen Rencana berdasarkan visi. Ada dokumen tertulis peran serta stakeholder tersebut di atas. staf akademik.3. Pernyataan tentang misi dan tujuan meliputi hal-hal yang umum dan khusus yang terkait dengan kebijakan institusi. 1.3.1.2. MISI DAN TUJUAN 1. staf akademik. 1. 1. tujuannya sesuai kerangka peraturan yang berlaku.3.4.1.1.2.1. senat. LULUSAN 1. 1.4. OTONOMI AKADEMIK 1. PERAN SERTA DALAM PERUMUSAN VISI. MISI DAN TUJUAN 1.2. memiliki misi dan Sisdiknas peraturan . 29/2004 serta pelaksanaannya.21 1.1. PERNYATAAN VISI. lembaga pemerintah dan swasta yang terkait.2. nasional dan regional. yaitu Standar Kompetensi Dokter.

Prinsip-prinsip metode ilmiah meliputi metodologi penelitian.7. epidemiologi. ilmu kedokteran klinik. bahasa.2. sosiologi kedokteran. ilmu kedokteran keluarga dan pendidikan kesehatan masyarakat.6.1. berpikir kritis. 2. psikologi kedokteran. ilmu kedokteran pencegahan.2.3. etika dan hukum kedokteran. . 2. Model kurikulum berbasis kompetensi dilakukan dengan pendekatan terintegrasi baik horizontal maupun vertikal. ilmu kedokteran forensik dan medikolegal 2. ilmu kedokteran komunitas dan ilmu kedokteran keluarga yang disesuaikan dengan Standar Kompetensi Dokter.1. ilmu penyakit anak. ilmu kesehatan jiwa. ilmu bedah. ilmu kesehatan kerja.2. ilmu kebidanan dan kandungan. ISI KURIKULUM 2. 2. ilmu penyakit syaraf.2. Pancasila serta kewarganegaraan 2.2. PROGRAM PENDIDIKAN 2. 2. parasitologi.5. agama. histologi. Komponen penting dari setiap kurikulum adalah tersedianya kesempatan bagi mahasiswa untuk mengadakan kontak efektif secara personal dengan pasien seawal mungkin. mikrobiologi. anestesi.22 2. fisiologi. patologi.2. Ilmu-ilmu humaniora meliputi ilmu perilaku. Ilmu kedokteran komunitas terdiri dari ilmu kesehatan masyarakat. biologi sel dan molekuler.1. ilmu humaniora. Isi kurikulum meliputi prinsip-prinsip metode ilmiah. Ilmu kedokteran klinik meliputi ilmu penyakit dalam beserta percabangannya. dan farmakologi.2.1. MODEL KURIKULUM 2. ilmu biomedik. antropologi kedokteran.4. ilmu THT. Ilmu-ilmu biomedik dijadikan dasar ilmu kedokteran klinik sehingga mahasiswa mempunyai pengetahuan yang cukup untuk memahami konsep dan praktek kedokteran klinik. keluarga dan masyarakat dalam konteks pelayanan kesehatan primer.2. serta berorientasi pada masalah kesehatan individu. biokimia. ilmu kesehatan kulit dan kelamin. ilmu kesehatan mata. filsafat ilmu. Ilmu biomedik meliputi anatomi. radiologi. biostatistik dan evidence-based medicine 2.2. imunologi.

5.3.4.2.3. 2. serta diakhiri dengan gelar Dokter (dr). 2.Ked). Integrated.5. sosial dan lingkungan yang mempengaruhi perjalanan penyakit pasien. misi dan kondisi lokal. MANAJEMEN PROGRAM PENDIDIKAN Untuk mengelola program pendidikan. 2. pelaksanaan. 2. Systematic). 2. patogenesis. yaitu tahap sarjana kedokteran dan tahap profesi dokter.8. Struktur kurikulum terdiri dari dua tahap. dapat merupakan materi wajib dan atau materi elektif. keluarga.3.1. . Tahap sarjana kedokteran dilakukan minimal 7 semester (112 minggu atau minimal 4480 jam atau minimal 144 SKS) dan diakhiri dengan gelar Sarjana Kedokteran (S. STRUKTUR. institusi pendidikan memiliki unit pendidikan kedokteran yang mencakup kegiatan perencanaan. HUBUNGAN ANTARA KURIKULUM DENGAN PRAKTEK KEDOKTERAN DAN SISTEM PELAYANAN KESEHATAN Mahasiswa harus mendapat pengalaman belajar lapangan di dalam Sistem Pelayanan Kesehatan yang secara nyata termuat di dalam kurikulum. Elective /Early clinical Exposure.3.2. Problem-based. Community-based. faktor fisik dan psikologis. Materi elektif memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan minat khusus. evaluasi dan pengembangan kurikulum.3. Selama kontak dimanfaatkan untuk mempelajari interaksi faktor penyebab.23 2. KOMPOSISI DAN DURASI KURIKULUM 2. 2. Tahap profesi dokter dilakukan minimal 3 semester (minimal 72 minggu atau minimal 2880 jam ) di RS Pendidikan dan wahana pendidikan lain.4. Unit ini beranggotakan berbagai disiplin ilmu dan di bawah tanggungjawab pimpinan institusi. Kurikulum dilaksanakan dengan pendekatan/strategi SPICES (Student-centred. Kurikulum pendidikan dokter di tingkat institusi terdiri dari muatan yang disusun berdasar Standar Kompetensi Dokter yang disahkan oleh KKI dan muatan lokal. komunitas.3. 2.3. Beban muatan lokal maksimal 20% dari seluruh kurikulum. Muatan lokal kurikulum institusi dikembangkan oleh setiap institusi sesuai dengan visi.

dan tes kesehatan . * 4.Bagi warga negara asing sesuai dengan peraturan yang berlaku 4. Penilaian hasil belajar harus didasarkan pada pencapaian kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter 3.2. Penilaian hasil belajar harus memenuhi asas validitas. yang meliputi tes akademik atau memiliki prestasi khusus. tes psikologi.2.1. MAHASISWA 4. Kriteria kompetensi. reliabilitas. kelulusan merupakan hasil penilaian proses dan 3.24 3. . PENILAIAN HASIL BELAJAR 3.Lulus Sekolah Menengah Umum atau setara dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam . JUMLAH MAHASISWA 4. kelayakan dan mendorong proses belajar.Lulus seleksi penerimaan mahasiswa yang diadakan oleh institusi pendidikan yang bersangkutan.2.2 Jumlah mahasiswa institusi pendidikan kedokteran didasarkan pada:  Jumlah dosen (sesuai dengan Ekuivalen Waktu Mengajar Penuh)  Sarana dan prasarana pendidikan  Daya tampung RS Pendidikan dan jejaringnya. SELEKSI DAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU Calon mahasiswa program studi profesi dokter harus memenuhi kriteria sebagai berikut: .2.1.4. Pencapaian kompetensi dinilai dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan (Criterion-referenced) 3.1 Jumlah mahasiswa baru setiap angkatan maksimal 20% dari jumlah seluruh mahasiswa pendidikan dokter. 4.3.

Semua staf akademik harus mendapatkan pelatihan metodologi pendidikan kedokteran dan harus memiliki sertifikat pendidik sesuai dengan UU Guru dan Dosen . minat dan bakat. Staf akademik di institusi pendidikan kedokteran minimal harus memiliki gelar akademik setara Strata 2 (S2) 5.3. STAF AKADEMIK 5.Ked maksimal 1: 10 dan tahap Profesi maksimal 1:5 4.3.2.Setiap mahasiswa akademik 4.3. Rasio dosen EWMP dan mahasiswa untuk tahap S. penalaran.3.4. pengabdian masyarakat dan kesejahteraan mahasiswa 4.3. BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI MAHASISWA 4.2.2.1. Unit Bimbingan dan Konseling terdiri atas psikolog atau dosen yang mendapat pelatihan khusus 4.3.2.4.2. Untuk program studi baru diatur dalam Pedoman Penyelenggaran Program Studi Kedokteran 4.3.4. Pada Institusi pendidikan kedokteran tersedia unit bimbingan dan konseling untuk menangani masalah-masalah akademik dan non-akademik mahasiswa 4. PERWAKILAN MAHASISWA 4.25 4.1. Perwakilan mahasiswa berpartisipasi di dalam unit pendidikan kedokteran 4.4.1. Institusi pendidikan kedokteran kegiatan kemahasiswaan memfasilitasi kegiatanmemiliki dosen pembimbing 5.4. Mahasiswa memiliki organisasi kemahasiswaan yang meliputi kegiatan-kegiatan organisasi.

Setiap institusi pendidikan kedokteran memiliki laboratorium ketrampilan klinik yang digunakan untuk latihan mahasiswa dalam rangka mencapai Standar Kompetensi Dokter.1.1. biokimia. 6.4. Ruang tutorial atau ruang diskusi harus tersedia untuk 10-15 mahasiswa per ruang dilengkapi dengan perabotan dan peralatan yang memadai. Setiap institusi pendidikan kedokteran memiliki laboratorium biomedik yang minimal berfungsi sebagai laboratorium anatomi. minimal OHP dan komputer.3. 5. Jumlah luas seluruh ruang kuliah. karyawan maupun mahasiswa secara berkala.1.1. ruang tutorial/diskusi minimal 0.1. I4/2005 5. 6. 6.1.5. FASILITAS FISIK 6.2. Institusi pendidikan kedokteran harus memfasilitasi staf akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme. histologi. parasitologi. Setiap laboratorium harus mampu menampung jumlah mahasiswa sesuai dengan kebutuhan kurikulum.7 m2 per mahasiswa (standar UNESCO) 6.1. Ruang kuliah harus tersedia sesuai dengan jumlah mahasiswa dan dilengkapi dengan perabotan dan peralatan audiovisual yang memadai agar terselenggara perkuliahan yang efektif. SUMBER DAYA PENDIDIKAN 6.1. Setiap staf akademik memiliki Surat Keputusan Pimpinan sebagai dosen. Luas dan fasilitas perpustakaan harus memadai sehingga setiap mahasiswa dapat belajar dengan nyaman dan tenang. Setiap disiplin ilmu minimal memiliki tiga judul buku ajar dan satu jurnal ilmiah.6.26 No. 6. mikrobiologi. 6. Setiap staf akademik harus mendapatkan penilaian kinerja dari pimpinan. dan farmakologi. patologi. Setiap institusi pendidikan kedokteran harus memiliki perpustakaan dan kepustakaan.1. 5. termasuk staf akademik yang ada di rumah sakit pendidikan dan jejaringnya.3.4. Jumlah luas ruang dosen minimal 4 (empat) m2 per dosen 6. fisiologi. .7.5.

2. SUMBER DAYA PENDIDIKAN KLINIK 6.2. 6.2. Perjanjian kerjasama tersebut harus minimal meliputi hak.2.4. 6.1.2. Jumlah dan jenis kasus harus bervariasi menurut umur dan penyakit. TEKNOLOGI INFORMASI Institusi pendidikan kedokteran harus menyediakan fasilitas teknologi informasi bagi staf akademik dan mahasiswa. 6.27 6. Sarana tersebut harus tersedia secara memadai untuk menjamin tercapainya kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter.5. Sarana pelayanan kesehatan lain meliputi puskesmas. 6.2. 6. Jaminan ketersediaan fasilitas pendidikan klinik tersebut di atas harus dinyatakan dengan adanya perjanjian kerjasama antara pimpinan institusi pendidikan dengan pimpinan fasilitas pendidikan klinik. Rumah sakit yang digunakan untuk pendidikan harus terakreditasi sebagai rumah sakit pendidikan untuk menjamin tercapainya Standar Kompetensi Dokter.2. tanggungjawab dan kewenangan masing-masing pihak yang menjamin terlaksananya proses pendidikan dan pelayanan kesehatan berjalan secara optimal.2. baik untuk rawat inap maupun rawat jalan agar dapat menjamin tercapainya Standar Kompetensi Dokter.2. 6. Institusi Pendidikan kedokteran berkewajiban menetapkan persyaratan sarana pelayanan kesehatan tersebut.6. dan klinik dokter keluarga. Jumlah pasien rawat jalan rata-rata per hari di tiap-tiap bagian/klinik minimal 2 kali jumlah mahasiswa yang menjalankan praktek di bagian/klinik tersebut.3. Institusi pendidikan kedokteran harus menjamin tersedianya fasilitas pendidikan klinik bagi mahasiswa yang terdiri atas rumah sakit pendidikan dan sarana pelayanan kesehatan lain yang diperlukan. balai pengobatan. yaitu: . Jenis dan jumlah staf pendidik di fasilitas pendidikan klinik harus cukup bervariasi sesuai dengan disiplin ilmu untuk menjamin tercapainya Standar Kompetensi Dokter. 6.3.7.

4. memberikan dasar-dasar proses penelitian yang benar pada mahasiswa. Institusi pendidikan kedokteran harus memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan penelitian. 6. 6. sedangkan untuk staf akademik minimal setiap bagian 1 komputer o Tersedia jaringan intranet yang menjamin komunikasi antara pimpinan institusi pendidikan kedokteran. perbaikan kurikulum dan upaya pemecahan masalah kesehatan masyarakat. 6.4. meningkatkan suasana akademik. PENELITIAN 6.6. MEKANISME EVALUASI DAN UMPAN BALIK . Institusi pendidikan kedokteran harus mengalokasikan anggaran untuk menjamin aktivitas penelitian yang mendukung pendidikan kedokteran.4. staf akademik dan mahasiswa o Tersedianya kepustakaan elektronik 6. EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN 7.4.28 o Komputer dengan rasio minimal 1:20 bagi mahasiswa. 7.3. Penelitian yang dilakukan hendaknya bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan mengajar. KEAHLIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN KEDOKTERAN Institusi pendidikan kedokteran harus memiliki minimal satu orang ahli dalam bidang pendidikan kedokteran berderajat strata dua yang membantu unit pendidikan kedokteran.1. PERTUKARAN MAHASISWA Institusi pendidikan kedokteran memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan pertukaran dalam rangka pengayaan pengalaman belajar mahasiswa dan transfer kredit. 6. minimal 5% dari seluruh anggaran operasional institusi pendidikan kedokteran.2.1.5. minimal satu kali selama pendidikan di bawah bimbingan staf akademik.

7. TATA PAMONG DAN ADMINISTRASI 8. mahasiswa. 7.6. 7. Evaluasi terhadap kualitas staf akademik dilakukan oleh mahasiswa dan unit pendidikan kedokteran.1. 8. perencanaan kurikulum dan biro konseling. TATA PAMONG .2. Evaluasi terhadap kemajuan mahasiswa dilakukan oleh institusi pendidikan kedokteran.1. staf akademik. institusi pendidikan kedokteran harus melakukan evaluasi program pendidikan secara menyeluruh yang melibatkan penyelenggara dan administrasi pendidikan. 7. minimal sekali dalam satu tahun. KETERLIBATAN STAKEHOLDERS Setiap lima tahun sekali. 7.1. staf pendukung lain untuk perencanaan. wakil/tokoh masyarakat serta organisasi profesi.5.2.1. kemajuan mahasiswa dan fasilitas yang mendukung.7. Hasil-hasil evaluasi dianalisis dan digunakan sebagai umpan balik bagi pimpinan institusi pendidikan kedokteran. 7.1. pengembangan dan perbaikan kurikulum serta program pendidikan secara keseluruhan. staf akademik. Institusi pendidikan kedokteran harus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum. mahasiswa. minimal sekali dalam setahun. otoritas pelayanan kesehatan.1.1.4. kualifikasi ujian masuk pencapaian kompetensi. minimal sekali dalam satu semester. proses belajar mengajar.1. kualitas staf akademik. Evaluasi terhadap fasilitas yang mendukung dilakukan oleh institusi pendidikan kedokteran. Evaluasi terhadap proses belajar mengajar dilakukan oleh unit pendidikan kedokteran.1.3.8.1. minimal sekali dalam satu semester untuk memantau kemajuan pencapaian kompetensi. 7. serta digunakan sebagai umpan balik kepada panitia seleksi ujian masuk.29 7. Institusi pendidikan kedokteran harus memiliki sistem pemantauan kemajuan mahasiswa yang dikaitkan dengan latar belakang mahasiswa. minimal sekali dalam setahun. 7. Evaluasi kurikulum dilakukan oleh unit pendidikan kedokteran dan Senat Fakultas secara berkala.

Wakil dekan/asisten bidang akademik bertanggungjawab terhadap pelaksanaan program pendidikan di institusi pendidikan kedokteran. Dalam menjalankan tugasnya. Jumlah bagian/laboratorium di institusi pendidikan kedokteran disesuaikan dengan tingkat perkembangan institusi yang mampu mendukung visi dan misi. Institusi pendidikan kedokteran harus memiliki struktur organisasi.1. jurusan. Wakil dekan/asisten bidang administrasi bertanggungjawab terhadap pelaksanaan administrasi non-akademik.1. 8. Institusi pendidikan kedokteran dapat dipimpin oleh dekan atau ketua jurusan atau ketua program studi.8.2. 8.1.2. dan tujuan fakultas.2. uraian tugas.6. minimal dibantu oleh wakil dekan/asisten bidang akademik dan wakil dekan/asisten bidang administrasi.2. ALOKASI PENDIDIKAN SUMBER DAYA DAN ANGGARAN PROGRAM 8. TENAGA ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN 8.1.1. misi.30 8.5. 8.1. 8.1. 8. 8. yang menjamin tercapainya visi. tatakerja dan program kerja yang jelas. 8. Institusi pendidikan kedokteran harus memiliki penyelenggaraan yang sah dari Menteri Pendidikan Nasional. Institusi pendidikan kedokteran dapat berupa fakultas.7. baik dari mahasiswa maupun dari sumber-sumber lain. ijin 8. Untuk mendukung implementasi dan pengendalian program pendidikan serta aktivitas lainnya.4.3. 8. 8.1.9. Institusi pendidikan kedokteran harus memiliki senat fakultas yang menggambarkan perwakilan dari staf akademik di semua bagian. atau program studi. Institusi pendidikan kedokteran harus memiliki sumber-sumber pembiayaan. institusi pendidikan kedokteran harus .1.3.1.2. dekan/ketua program studi. Institusi pendidikan kedokteran harus mempunyai dokumen rencana kegiatan dan rencana anggaran.1.3. 8.1.

Institusi pendidikan kedokteran harus memiliki sistem penilaian kinerja tenaga administrasi dan manajemen secara berkala. 8.2. 9.4.2.3. Senat institusi pendidikan kedokteran bersama pimpinan institusi pendidikan kedokteran menyusun rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang sesuai hasil peninjauan ulang. 8. Institusi pendidikan kedokteran harus mengalokasikan anggaran untuk mendukung pengembangan tenaga administrasi dan manajemen.1. .3. 9. Senat institusi pendidikan kedokteran harus berfungsi dalam mekanisme peninjauan ulang secara berkala untuk memperbarui struktur dan fungsi institusi sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan. PEMBARUAN BERKESINAMBUNGAN 9. minimal sekali dalam setahun.3. 8.31 didukung minimal oleh tenaga administrasi pendidikan setara strata satu. Hasil penilaian kinerja digunakan sebagai umpan balik dalam peningkatan kualitas tenaga administrasi dan manajemen.3.