You are on page 1of 7

I.

,IDENTITAS PASIEN Nama Usia Agama Jenis Kelamin Status Pekerjaan Alamat Diagnosis Pre-operasi Tanggal Masuk RS Jam Masuk

: Tn. M : 67 th : Islam :L : Menikah : Wiraswasta : Kp. Anjung 001/004 Tanjung sari Salopa Tasikmalaya : BPH : 05-02-2013 : 14.00 WIB

II.

PERSIAPAN PRE-OPERASI 1. Anamnesis (10.15 WIB)  Alergi : Tidak ada riwayat alergi obat-obatan, makanan dan asma  Medication : Pasien tidak sedang menjalani pengobatan.  Past Medical History : Riwayat DM (-), Hpertensi (-), riwayat operasi (-)  Last Meal : Pasien makan terakhir 6 jam yang lalu  Elicit History : Tn. M (67 th) masuk IGD dengan keluhan tidak dapat buang air kecil yang dirasakan memberat sejak 1 hari sebelum masuk RS. Keluhan sulit BAK sudah sejak ±4 tahun yang lalu. Keluhan ini disertai nyeri perut bagian tengah bawah, kandung kemih terasa penuh. Sebelumnya pasien merasakan BAK tidak lancar, harus mengedan dan perasaan tidak puas setelah BAK. 2. Pemeriksaan Fisik A. Status Generalis  Keadaan Umum  Kesadaran  Vital sign o Tekanan Darah o Nadi o RR o Suhu  Tinggi Badan  Berat Badan  Kepala o Kepala

: Tampak sakit sedang : Compos Mentis : 150/80 mmHg : 74 x/mnt : 24 x/mnt : 36,7⁰ : 167 : 53 : Normocephal, jejas (-)

ronkhi (-). reflek cahaya (+) o Telinga : Tidak ada kelainan bentuk. Ictus cordis tidak terlihat o Pulmo : Simetris kanan dan kiri. murmur (-). Pemeriksaan Penunjang dan Laboratorium Pre-operasi  Laboratorium (11-02-2013) Hb : 10. retraksi (-) Vesiculer breathing sound.94  Roentgen Thorax + BNO Jantung dan Paru-paru tidak tampak kelainan. Diagnosa Klinis BPH 5.000 Ureum : 45 Kreatinin : 0. JVP tidak meningkat Thorax o Cor : S I-II regular. CRT <2 detik 3. usus kembung.3 Ht : 33 Leukosit : 9000 Trombosit : 401. Tampak raidoopaq di kiri sacrum. PCH (-). pancreas dan kantung empedu tenang. whezeeng (-) Abdomen o Inspeksi : Datar o Auskultasi : Bu (+) normal o Palpasi : Soepel. Hepar lien tidak teraba o Perkusi : Timpani seluruh lapang perut Ekstremitas : Edema (-).  USG Hati dan limpa baik. ginjal dan buli-buli tidak tampak batu. gallop (-). distensi (-). Akral hangat. 4. Pupil isokor. sekret (-) o Hidung : Tidak ada deviasi septum. sekter (-) o Mulut dan gigi : Tidak ada pembesaran tonsil o Leher : Tidak ada pembesaran KGB dan tiroid. Kesimpulan . Sklera ikterik (-).   o Mata : Conjungtiva anemis (-). prostat tidak membesar dan tidak menonjol. Massa (-).

Aryo Teguh Sp. Laporan Anestesi  Diagnosa Pra bedah : BPH  Tindakan Pembedahan : TURP  Nama Ahli Bedah : dr. An  Lama Anestesi : 2 jam  Lama Operasi : 30 menit  Posisi Pasien : Duduk  Pre-Medikasi : Odansetron 4 mg IV  Obat Anestesi : Buvipacain 15 mg  Maintanance : O2 2-3 L/mnt  Infus durante operasi : Asering 2 plabot 2. Tindakan Anestesi Spinal  Inform consent pada pasien  Persiapan alat dan bahan o Peralatan monitor : TD. H. Nano Sukarno Sp. DURANTE OPERATIF (11 Januari 2013) 1. Nadi. Pulse Oxymeter. pemeriksaan fisik dan hasil laboratorium maka pasien ini dikategorikan kedalam ASA II. H. EKG o Hanscoon steril 1 buah o Spuit 5cc 1 buah o Spuit 3cc 1 buah o Jarum spinal+mandrin 1 buah (ukuran 25 G) o Buvipacain 1 Ampul o Odansetron 1 Ampul o Antiseptik o Kasa steril o Plester  Memastikan kondisi pasien stabil dengan vital sign dalam batas normal yang tertera dalam monitor  Obat Odansetron 4 mg IV (dalam spuit 3cc) dimasukan untuk tujuan premedikasi  Pasien diposisikan pada posisi duduk dan membungkuk maksimal agar proc.Berdasarkan Anamnesis. III. U  Tindakan Anestesi : Regional Anestesi (Spinal Block)  Dokter Anestesi : dr. Spinalis teraba  Pastikan tempat penyuntikan anestesi spinal yaitu setinggi SIAS (Discus intervertebralis lumbal 3-4) .

meliputi : o Tentang blok simpatis diketahui dari perubahan suhu o Tentang blok sensorik diketahui dari uji tusuk jarum (untuk menilai ketinggian anestesi) o Tentang blok motorik diketahui dari Bromage Scale Bromage Scale Skala Blok tidak ada Blok parsial Blok hampir lengkap Blok lengkap Melipat Lutut ++ + - Melipat Jari ++ ++ + - 3. bila tidak terdapat darah masukan obat secara perlahan Setelah semua obat masuk. minta pasien menarik nafas panjang dan keluarkan jarum dari tempat penyuntikan dengan cepat. Tutup tempat suntikan dengan kasa dan plester Baringkan pasien dengan perlahan dan menilai keberhasilan anestesi spinal dalam beberapa hal. Pemberian Cairan  BB : 53 kg  Operasi Sedang : 6 cc  Pasien puasa selama 6 jam  Lama operasi : 30 menit  Jumlah perdarahan : 200cc  Pre-Operatif Cairan Maintanance : 2cc/kgBB/jam (dikalikan 3 untuk kristaloid) : 2 x 53 = 106 (koloid) x 3 = 318 cc/jam (kristaloid)  Durante Operatif Puasa : 6 jam x maintenance : 6 x 106 = 636 cc IWL : Derajat Operasi x BB .         Berikan antiseptik (oleh asisten). Pakai handscoon steril dan bersihkan tempat penyuntukan dengan kasa steril Masukan jarum spinal beserta mandrinnya pada tempat penyuntikan yang telah ditentukan Lepas secara perlahan mandarin dalam jarum untuk memastikan tepatnya tempat penyuntikan (keluarnya LCS dari jarum spinal) Masukan Buvipacain 15 mg (3 cc) tanpa jarum kedalam jarum spinal Aspirasi.

selama tidur pasien boleh tidur dengan 2 bantal  Pasien boleh miring kanan dan kiri setiap 2jam . CRT < 2 detik  Terpasang kateter 16 fr dengan larutan NaCl 0. Pemeriksaan Fisik Post Operasi  Keadaan Umum : Tampak sakit sedang  Kesadaran : Compos Mentis  Vital sign Tekanan Darah : 152/73 mmHg Nadi : 58 x/mnt RR : 20 x/mnt.: 6 x 53 = 318 cc Pergantian cairan untuk 1 jam pertama : (1/2 x Puasa) + Maintanance + IWL (1/2 x 636) + 106 + 318 = 742 cc Pergantian cairan untuk 1 jam kedua : (1/4 x Puasa) + Maintanance + IWL (1/4 x 636) + 106 + 318 = 583 cc Untuk 1 jam ketiga : (1/4 x Puasa) + Maintanance + IWL (1/4 x 636) + 106 + 318 = 583 cc 4. tidak boleh duduk ±24 jam.9% sebagai irigasi. nafas spontan.7⁰  Akral hangat. urin berwarna merah 6. Terapi Pasca Bedah Non Medikamentosa  Tirah baring ±24 jam.15 10.5 mg IV Jika TD sistole ≤ 105 mmHg berikan Asering 500 cc dalam 30 mnt →Ephendrin 10 mg IV Pindahkan ke ruang perawatan jika alderate acore ˃ 8 5.45     Sistole 169 157 152 Diastole 78 69 73 Heart Rate 62 61 58 Bila RR ≤ 10 x/mnt berikan O2 melalui sungkup 5-7 L/mnt Bila Nadi ≤ 52 x/mnt berikan Sulfas Athropin 0.30 10. Monitoring  Cek Vital sign setiap 15 menit Time 10. Airway paten. Suhu : 36.

Selain itu Bupivacain juga dapat ditolenransi dengan baik pada semua jaringan yang terkena. Sebelum dilakukan operasi. Obat anestesi yang diberikan pada pasien ini adalah Bupivacain spinal 15 mg (isi Bupivacain HCL). dilakukan pemeriksaan pre operasi yang meliputi anamnesa. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk menentukan status fisik ASA dan risk. Durante Operatif Teknik anestesi yang digunakan adalah spinal anestesi dengan alasan operasi yang dilakukan pada bagian tubuh inferior. Diputuskan kondisi fisik pasien termasuk ASA II (Pasien Geriatri. Pasien diputuskan untuk dirawat di RSUD Tasikmalaya. Dibandingkan dengan general anestesi. pasien dipersiapkan untuk operasi tanggal 11 Februari 2013. penyakit sistemik ringansedang tanpa mengganggu aktivitas rutin) serta ditentukan rencana jenis anestesi yang dilakukan yaitu Regional Anestesi dengan teknik Subarachnoid Block (Spinal). Setelah keadaan umum pasien membaik. memperlambat perambatan rangsang saraf dan menurunkan kenaikan potensial aksi. Anestesi regional baik spinal maupun epidural dengan blok saraf setinggi T10 memberikan efek anestesi yang memuaskan dan kondisi operasi yang optimal bagi TURP. Bupivacain HCL merupakan anestesi lokal golongan Amida. Bupivacain HCL mencegah konduksi rangsang saraf dengan menghambat aliran ion. Durasi analgetik pada T10T12 selama 2-3 jam dan Bupivacain spinal menghasilkan relaksasi muscular yang cukup pada ekstremitas bawah selama 2-2.5 jam. meningkatkan ambang eksitasi elektron. Bupivacain spinal dipilih karena durasi kerjanya yang lama. sehingga cukup memblok bagian tubuh inferior saja. regional anestesi dapat menurunkan insiden terjadinya post operatif venous thrombosis. . Makan dan minum langsung diperbolehkan setelah di ruang perawatan Medikamentosa    Infus Asering 500 cc dengan Ketorolac drip 60 mg dan Tramadol 100 mg 20 tpm Antibiotika sesuai TS Bedah Antiemetik odansetron 4 mg IV bila pasien mual dan muntah PEMBAHASAN Pre Operatif Pasien datang dengan keluhan BAK tidak lancar. Jenis anestesi yang dipilih adalah regional anestesi cara spinal.

setelah dipastikan pasien pulih dari anestesi dan keadaan umum. kesadaran. minum banyak air putih serta tetap diawasi vital sign selama 24 jam pasca operasi. pasien dipindahkan ke bangsal dengan anjuran untuk bed rest selama 24 jam. Premedikasi Odansetron 4 mg untuk menimbulkan kenyamanan pasien. serta vital sign stabil. tidur terlentang dengan 1 atau lebih bantal.Semua pasien yang menghadapi pembedahan harus dimonitor secara ketat berdasarkan 4 aspek yakni : 1. Kesimpulan   Pada pasien ini dipilih Regional anestesi dengan teknik spinal karena memberikan efek anestesi yang lebih baik dan memberikan kondisi yang lebih optimal bagi TURP. Obat-obatan yang digunakan dalam operasi ini merupakan obat-obatan yang dianggap rasional dengan efek yang paling optimal yang biasa diberikan pada pasien geriatri mengingat penurunan fungsi organ yang terjadi pada kelompok pasien ini. Monitoring lingkungan operasi. Medikasi : Bupivacain spinal 15 mg (sebagai obat anestesi spinal). Monitoring tanda vital. . Monitoring tanda anestesi. Post Operatif Perawatan pasien post operasi dilakukan di Ruang pemulihan. Monitoring lapangan operasi dan 4. 3. 2.