You are on page 1of 31

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. ANATOMI DAN HISTOLOGI OVARIUM Ovarium merupakan salah satu organ sistem reproduksi wanita, yang berlokasi pada pelvis yang menyokong uterus menutupi dinding lateral pelvis, di belakang ligament dan bagian anterior dari rektum. Kedua ovarium terletak dikedua sisi uterus dalam rongga pelvis. Selama masa reproduksi ovarium mempunyai ukuran 4 x 2,5 x 1,5 cm.2,3,11,12,15,16,17,18

Gambar 1. Anatomi ovarium Cited at 20-3-2010 (dikutip dari hhtp :// www.detak.org/about cancer.php?)

Universitas Sumatera Utara

Gambar 2. Alat reproduksi wanita ( dikutip dari : Junqueira LC, et al, In : Basic Histology, Text & Atlas, 11th ed. Mc graw LANGE 2005) Ovarium dilapisi oleh satu lapisan yang merupakan modifikasi macammacam mesotelium yang dikenal sebagai epitel permukaan dan germinal. Stroma ovarium dibagi dalam region kortikal dan medullari, tapi batas keduanya tidak jelas. Stroma terdiri dari sel-sel spindel menyerupai fibroblast, biasanya tersusun berupa whorls atau storiform pattern. Sel-sel terdiri atas cytoplasmic lipid dan dikelilingi oleh suatu serat retikulin. Beberapa sel menyerupai gambaran seperti miofibroblastik dan immunoreaktif dengan smooth muscle actin (SMA) dan desmin. 2,3,15,16,17,18 Bagian korteks dilapisi suatu lapisan biasanya ditutupi oleh jaringan ikat kolagen yang aseluler. Folikel mempunyai tingkatan maturasi yang bervariasi di luar korteks. Setiap siklus menstruasi, satu folikel akan berkembang menjadi suatu folikel grafian, yang mana akan berubah menjadi korpus luteum selama ovulasi.2,3,15,15,16,17 Medula ovarium disusun oleh jaringan mesenkim yang longgar dan terdiri dari kedua duktus (rete ovarii) dan small clusters yang bulat, sel epiteloid yang mengelilingi pembuluh darah dan pembuluh saraf.1,2,10 Ovarium mempunyai dua fungsi yaitu : 1. Menyimpan ovum (telur) yang dilepaskan satu setiap bulan. 2. Memproduksi hormon estrogen dan progesterone. Pembuluh darah limfe ovarium mengalir ke saluran yang lebih besar membentuk pleksus pada hilus, dimana akan mengalir melewati mesovarium ke

Universitas Sumatera Utara

nodus para aortik, aliran lain ke iliaka interna, iliaka eksterna, interaorta, iliaka pada umumnya dan nodus inguinal.1,3,8,19

Gambar 3. Skema siklus ovulasi (dikutip dari Koss’Diagnoctic Cytology and Its Histopathologi Bases)

Gambar 4. Folikel Grafian (dikutip Koss’Diagnostic Cytology and Its Histopathologic Bases) 2.2. EPIDEMIOLOGI

Gambar 5. Korpus Luteum (dikutip dari Koss’ Diagnostic Cytology and Its Histopathologic Bases)

Menurut data statistik American Cancer Society insiden kanker ovarium sekitar 4% dari seluruh keganasan pada wanita dan menempati peringkat kelima penyebab kematian akibat kanker, diperkirakan pada tahun 2003 ditemukan 25.400 kasus baru dan menyebabkan kematian sebesar 14.300, dimana angka kematian ini tidak banyak berubah sejak 50 tahun yang lalu. Tingginya angka kematian oleh karena kanker ovarium disebabkan oleh karena tidak timbulnya gejala pada stadium awal sehingga seringkali terdeteksi setelah stadium lanjut.1,8

Universitas Sumatera Utara

namun berhubungan dengan faktor lingkungan termasuk paparan dengan makanan.26.27 2.3.virus.4. 2003). sel Treg bersifat membantu melindungi sel tumor. dan ginekologi menimbulkan kesulitan. dan tidak menghasilkan kesimpulan (Runnebaum dan Stickeler.3 Munculnya limfosit sel T intratumoral berhubungan dengan kelngsungan hidup yang lebih baik (Zhang et al. Limfosit Treg memberi pertanda CD4+. Limfosit yang tergolong CTL ini berusaha untuk melawan baik antigen yang spesifik untuk tumor (tumor specific antigen (TSA)) maupun antigen yang berhubungan dengan tumor (tumor association antigen (TAA)). mengenai sifat imunohistokimia dari limfosit yang berada dalam massa tumor. Namun perlu dipertimbangkan apakah limfosit ini tidak digolongkan pada sel Treg (Treg cell) Berbeda dengan limfosit dalam penelitian ini.26. ETIOLOGI Penyebab dari karsinoma ovarium saat ini belum diketahui secara pasti.dan bahan-bahan industri. rata-rata terdiagnosa usia 58 tahun. Berdasarkan keterangan di atas perlu pemikiran lebih lanjut.Karsinoma ovarium sering mengenai wanita usia di atas 40 tahun.3.21 2. endokrin. FAKTOR RESIKO Universitas Sumatera Utara . Angka kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 40% dan tergantung pada stadium. Bervariasinya epidemiologi akan meningkatkan faktor resiko obstetrik. karena CTL adalah mekanisme pertahanan utama terhadap tumor. CD25+ dan FOXP3+.27 Keberadaan limfosit dalam tumor dihubungkan dengan sitotoksik T limfosit (CTL). 2001).4.

pola pertumbuhan dan mempunyai prognosis yang buruk.21. Keduanya berfungsi sebagai tumor supresor. Mutasi gen BRCA1 yang berlokasi pada kromosom 17q dan BRCA2 yang berlokasi pada kromosom 13q.Ada beberapa faktor resiko seseorang wanita yang mengalami keganasan pada ovarium. meningkatkan kerentanan terjadinya karsinoma Universitas Sumatera Utara . Mutasi dari BRCA1 menunjukkan perubahan kearah karsinoma tipe medular. riwayat keluarga. tetapi memiliki fungsi yang sama dan berinteraksi dengan kompleks multiprotein yang sama. dan apabila kehilangan fungsi dapat menyebabkan terjadinya resiko keganasan.22 2. Fungsi dari kedua gen tersebut dalam memproteksi genom dari kerusakan dengan penghentian siklus sel dan perbaikan DNA belum sepenuhnya diketahui. yaitu gen BRCA1 yang berlokasi pada kromosom 17 (17q21) dan gen BRCA2 yang berlokasi pada kromosom 13q-1213. PATOGENESIS Gen BRCA1 dan BRCA2 Pada karsinoma ovarium ditemukan dua gen yang bertanggung jawab pada 2/3 familial atau 5% secara keseluruhan . Diantaranya adalah nulliparitas. Gonadal dysgenesis pada anak-anak berhubungan dengan faktor resiko kanker ovarium. Adanya mutasi dan delesi BRCA1 yang bersifat herediter pada 85% menyebabkan terjadinya peningkatan resiko untuk terjadinya kanker ovarium. cenderung high grade.5.13. mitotik sangat aktif. Walaupun BRCA1 dan BRCA2 tidak menunjukkan kesamaan rangkaian . kontrasepsi oral dan adanya mutasi yang diwariskan memegang peranan penting dalam perkembangan tumor ini.

FISH (fluorencence in situ hybridization) dan CISH (chromogenic in situ hybridization). Suatu kromosom penanda (1q+) telah dilaporkan dan peningkatan ekspresi onkogen HER2/neu telah dideteksi pada beberapa kasus. Adanya onkogen HER2/neu yang mengalami amplikasi pada sel-sel payudara berhubungan dengan prognosis yang buruk. GEJALA KLINIS Kanker ovarium sulit terdeteksi. yaitu p185.21 2.ovarium.8. Gen ini adalah anggota dari family reseptor faktor pertumbuhan epidermi. penekanan pada rongga abdomen berupa rasa mual. Ekspresi berlebihan dari HER2/neu dapat dideteksi melalui pemeriksaan imunohistokimia. hilang nafsu makan. Resiko karsinoma ovarium karena mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 adalah 20%-60% pada penderita berusia 70 tahun. Mutasi gen BRCA1 terjadi pada sekitar 5% pada penderita karsinoma ovarium yang berusia kurang dari 70 tahun. Umumnya lebih dari 60% penderita setelah berada pada stadium lanjut.6. Hampir 30% kanker payudara mengalami ekspresi berlebihan dari protoonkogen HER2/neu. dan gangguan motilitas usus Universitas Sumatera Utara . muntah.8. Pada stadium lanjut biasanya dijumpai gejala-gejala : 1. hanya sekitar 10% dari kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal. Sebagian besar peristiwa ini terjadi pada penderita Cystadenocarcinomas Serosa.21 HER2/neu HER2/neu (c-erbB-2) merupakan suatu onkogen yang meng-code glikoprotein transmembran melalui tirosin kinase.

Karsinoma ovarium dibagi ke dalam tiga komponen : 1. keluarnya cairan abnormal pervaginam (vaginal discharge) 7.meskipun pemeriksaan rektovaginal tidak dapat mendeteksi stadium dini karsinoma ovarium.14 2. KLASIFIKASI Klasifikasi WHO untuk karsinoma ovarium berdasarkan jenis sel berasal. lapisan endometrium Universitas Sumatera Utara . Epitel permukaan ovarium yang berasal dari epitel celomic atau epitel endometrium ektopik. Ini berasal dari tuba falopi (sel kolumnar serosa yang bersilia). pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan dalam rongga abdomen 3. penurunan berat badan 9.8. Epitel ini akan meningkatkan epitel mullerian selama perkembangan embrionik.2. perasaan tidak nyaman pada rongga abdomen dan pelvis 4.13.13 2. nyeri saat berhubungan seksual 8. menstruasi tidak teratur 5. Metode pemeriksaan yang sekarang ini digunakan sebagai skrining karsinoma ovarium adalah : • pemeriksaan pelvik dan rektal : termasuk perabaan uterus dan ovarium untuk mengetahui bentuk dan ukuran yang abnormal.7. • • ultrasonografi (USG) penanda tumor CA-125 4. perasaan lelah 6. DETEKSI DINI KARSINOMA OVARIUM Semakin dini tumor ovarium ditemukan dan mendapat pengobatan harapan akan semakin baik.

2.22.23 WHO histological classification of tumours of the ovary Surface epithelial-stromal tumours Serous tumours Malignant Adenocarcinoma Surface papillary adenocarcinoma Adenocarcinofibroma (malignant adenofibroma) Borderline tumour Papillary cystic tumour Surface papillary tumour Adenofibroma. dan 3.1. Stroma ovarium. cystadenofibroma Benign Cystadenoma Papillary cystadenoma Surface papilloma Adenofibroma and cystadenofibroma Mucinous tumours Malignant Universitas Sumatera Utara . Sel germinal. yang bermigrasi ke ovarium dari yolk salk dan totipotensial. Disamping itu tumor ovarium bisa juga berasal dari metastase tumor lain. termasuk seks kord. atau kelenjar endoserviks (sel musinosum tanpa silia).20.5.10.(sel kolumnar tanpa silia).

not otherwise specified Adenocarcinofibroma (malignant adenofibroma) Malignant mullerian mixed tumour (carcinosarcoma) Adenosarcoma Endometrioid stromal sarcoma (low grade) Undifferentiated ovarium sarcoma Borderline tumour Cystic tumour Adenofibroma and cystadenofibroma Benign Cystadenoma Universitas Sumatera Utara .Adenocarcinoma Adenocarcinofibroma (malignant adenofibroma) Borderline tumour Intestinal type Endocervical-like Benign Cystadenoma Adenofibroma and cystadenofibroma Mucinous cystic tumour with mural nodules Mucinous cystic tumour with pseudomyxoma peritonei Endometrioid tumours including variants with squamous differentiation Malignant Adenocarcinoma.

Adenofibroma and cystadenofibroma Clear cell tumours Malignant Adenocarcinoma Adenocarcinofibroma (malignant adenofibroma) Borderline tumour Cystic tumour Adenofibroma and cystadenofibroma Benign Cystadenoma Adenofibroma and cystadenofibroma Transitional cell tumours Malignant Transitional cell carcinoma (non-Brenner type) Malignant Brenner tumour Borderline Borderline Brenner tumour Proliferating varian Universitas Sumatera Utara .

9.Gambar 6. Klasifikasi tumor ovarium Tumor Papillary serous cystadenokarsinoma Mucinous cytadenokarsinoma Endometrioid carcinoma Epitel Clear cell carcinoma Malignant Brenner tumor Undifferentiated carcinoma Granulosa Cell tumor Sex Cord – stromal Sertoli – Leydig tumor Mixed tumor Immature teratoma Embryonal carcinoma Endodermal sinus tumor Germ Cell Choriocarcinoma Mixed Disgerminoma Stromal Sarcoma Metastatic carcinoma Miscellanous Lymphoma Universitas Sumatera Utara . Klassifikasi tumor ovarium (dikutip dariganas Pathologic Basis of Disease) 2.

kapsul tumor utuh. tidak ada pertumbuhan tumor di permukaan ovarium. tidak ada sel tumor di cairan ascites ataupun bilasan cairan di rongga peritoneum.2.21.10. STADIUM KLINIK Tabel 2. ada sel tumor di cairan ascites ataupun pada bilasan cairan rongga peritoneum II Tumor pada satu atau dua ovarium dengan perluasan di pelvik IIA Tumor meluas ke uterus dan atau ke tuba tanpa sel tumor di cairan ascites ataupun bilasan cairan di rongga peritoneum IIB Tumor meluas ke jaringan / organ pelvik lainnya tanpa sel tumor di cairan ascites ataupun bilasan cairan di rongga peritonem IIC Perluasan ke pelvik (IIA atau IIB) denagan sel tumor di cairan ascites ataupun bilasan cairan di rongga peritoneum III Tumor pada satu atau dua ovarium disertai dengan perluasan tumor pada rongga peritoneum di luar pelvik dengan atau metastase kelenjar getah bening regional IIIA Metastase mikroskopik di luar pelvik IIIB Metastase makroskopik di luar pelvik dengan besar lesi metastase ≤ 2 cm IIIC Metastase makroskopik di luar pelvik dengan besar lesi metastase >2 cm dan Universitas Sumatera Utara . tidak ada sel tumor di cairan ataupun pada bilasan cairan di rongga ovarium.10.22 Stadium I Keterangan Tumor terbatas pada ovarium IA Tumor terbatas pada ovarium. IC Tumor terbatas pada satu atau dua ovarium dengan salah satu faktor yaitu kapsul tumor pecah.2. pertumbuhan tumor pada permukaan ovarium. IB Tumor terbatas pada dua ovarium. tidak ada pertumbuhan tumor pada permukaan ovarium. Stadium Kanker Ovarium Menurut FIGO9.

Pada irisan. Pada bentuk jinak.2.13 1. Tumor ini merupakan kanker derajat rendah dengan potensi invasi kecil. lapisan tersebut memperlihatkan irregularitas nodular. Tampak struktur papil pada kista (dikutip dari Rosai J. tumor ini memiliki prognosa lebih baik daripada tumor yang lebih ganas. Ke dalam rongga kistik. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Universitas Sumatera Utara . Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Gambar 8. tumor kistik kecil akan memperlihatkan satu rongga. tetapi tumor yang besar biasanya memiliki sekatsekat sehingga membentuk massa multiloculated.9.atau metastase ke kelenjar getah bening IV Metastase jauh (di luar rongga peritoneum) TUMOR EPITEL PADA OVARIUM Tumor ini bersifat epithelial (tumor serosa.3.1. musinosa) atau memiliki komponen stroma (kistadenoma. Oleh karena itu. Rongga kistik biasanya berisi cairan serosa jernih. Tampak permukaan luar kistadenoma ovarium (dikutip dari Rosai J. tumor Brenner).Tumor Serosa Makroskopis Secara makroskopis tumor serosa bentuknya bulat atau ovoid. tampak tonjolan polipoid atau papilaris. Pada yang ganas. lapisan serosa tampak licin dan berkilat.8 Gambar 7.1.

psamoma bodies adalah material kalsifikasi dari suatu massa yang tersusun konsentris dan sphreris. Sel sebagian adalah sel sekretorik berbentuk kuman dan sebagian bersilia. Jika terbentuk karsinoma. Pembentukan papila bersifat kompleks dan berlapis-lapis. tetapi implan tumor umumnya ”noninvasif”. Tumor dengan potensi keganasan rendah dapat menyebar ke peritoneum. Di antara bentuk yang jelas jinak dan nyata ganas ini.Gambar 9. tampak anaplasia sel yang melapisi kista serta invasi ke stroma. tumor tampak solid dengan daerah nekrotik dan hemoragik (dikutip dari Rosai J. terdapat tumor dengan potensi keganasan rendah. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology Histopatologi Tumor jinak ditandai dengan satu lapisan epitel silindris tinggi yang melapisi kista. tampak sebagai implan peritoneum ”invasif” yang berperilaku seperti karsinoma. Kadang-kadang tumor dengan potensi keganasan rendah memberikan kejutan. Penelitian histologik retrospektif Universitas Sumatera Utara . Kistadenokarsinoma serosa. dengan invasi jaringan fibrosa aksial oleh sel ganas yang sama sekali tidak berdiferensiasi. dengan anaplasia epitel yang nyata dan sedikit invasi stroma. Badan psamoma sering ditemukan di ujung papila.

Tumor ini cenderung lebih besar dan multilokular. tumor ini mungkin tidak dapat dibedakan dari tumor serosa kecuali oleh sifat isi kista yang musinosa. Secara umum tumor serosa ganas sering menyebar ke kelenjar getah bening regional. Kistadenokarsinoma serosa (dikutip dari Rosai J. penetrasi serosa.8 Gambar 10 Kistadenoma serosa (dikutip dari Rosai J. Tumor Musinosa Makroskopis Pada pemeriksaan makroskopik. dan jarang ditemukan pembentukan papila. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) 2. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Gambar 11. Kistadenokarsinoma musinosa (dikutip dari Rosai J. tetapi metastasis limfogen dan hematogen yang jauh jarang terjadi.1. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Universitas Sumatera Utara . dan daerah-daerah pemadatan mengisyaratkan sifat ganas. Gambar 12. Pembentukan papila yang mencolok. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Gambar 13. Tumor musinosa (dikutip dari Rosai J.terhadap tumor ini sering memperlihatkan derajat kompleksitas tumor yang tinggi dan anaplasia sel.

tetapi kadang-kadang membentuk suatu massa yang menonjol dari dinding kista endometriotik yang terisi cairan coklat. Tumor Endometrioid Makroskopis Tumor ini bentuknya padat atau kistik. Tipe kistadenoma musinosa mulleri yang biasanya berkaitan dengan kista endometriotik. mencakup tumor dengan epitel tipe endoserviks dan intestinal. Kistadenoma musinosa.Histopatologi Tumor musinosa diklasifikasikan berdasarkan karakter sel epitel penghasil musin. Tumor ini mungkin mencerminkan suatu tumor endometrium dengan diferensiasi musinosa. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) 3. Gambar 14. Yang terakhir hampir selalu terdapat pada tumor musinosa dengan potensi keganasan rendah dan karsinoma musinosa. tampak sel goblet (dikutip dari Rosai J. Universitas Sumatera Utara . Kistadenokarsinoma musinosa dengan inti atipik (dikutip dari Rosai J. Rosai and Ackerman’ Surgical Pathology) Gambar 15. Pada dasarnya dapat dibedakan.

serupa dengan yang ditemukan di endometrium. tampak gambaran focal villous(dikutip dari Rosai J. lapisan rongga kistik. dan 15% hingga 30% pasien dengan tumor ovarium ini juga mengidap karsinoma endometrium. dengan metaplasia skuamus . bentuk solid (dikutip dari rosai J. Karsinoma endometroid ovarium.Gambar 16. Rosai and Ackerman’Surgical Pathology ) Gambar 19. Karsinoma endometroid ovarium bentuk kistik (Rosai J.8 Gambar 18. tumor endometrioid biasanya ganas.adenokantoma (dikutip dari Rosai J. Meskipun terdapat bentuk jinak dan borderline. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Gambar 17. Tumor bersifat bilateral pada sekitar 30% kasus. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Universitas Sumatera Utara . Well-differentiated karsinoma endometroid ovarium.1. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Histopatologi Tumor ini dibedakan dengan adanya kelenjar tubular. Well-differentiated karsinoma endometroid ovarium.

Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Histopatologi Secara mikroskopik tumbuh dalam bentuk tubular kistik. Clear cell Carcinoma dengan hialinisai (dikutip dari Rosai J. Clear cel carcinoma. Gambar 20. Bagian tengah dari papil menunjukkan hialinisasi yang prominen. Beberapa inti menonjol ke dalam lumina. tampak struktur papiler (dikutip dari Rosai J. Clear cell carcinoma Makroskopis Tumor ovarium dengan bentuk makroskopik seperti spon. Makroskopik Clear cell carcinoma ovarium (dikutip dari Rosai J.1.Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Gambar 22. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Universitas Sumatera Utara .8 Gambar 21. dan solid. papiler. sering dengan memberikan gambaran seperti kista. Sel-sel tumor tampak besar. Varian dari tumor ini yang kaya stroma dikenal dengan clear cell adenocarcinofibroma dan cystadenocarcinofibroma. dijumpai konfigurasi ”hobnail”.4.

Jarang terjadi transformasi keganasan. dengan tonjolan papilaris biasanya tidak bercabang. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Universitas Sumatera Utara . Tumor jinak ini biasanya kecil dan multilokular. Makroskopik Kistadenofibroma (dikutip dari Rosai J.8 Gambar 23.1. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Gambar 24.5. Kistadenofibroma Kistadenofibroma pada dasarnya adalah varian kistadenoma serosa dengan proliferasi mencolok stroma fibrosa yang terletak dibawah epitel silindris. Mikroskopik Kistadenofibroma (dikutip dari Rosai J.

sarang tersebut bersifat kistik dan dilapisi sel silindris penghasil mukus. Meskipun sebagian besar jinak. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Gambar 26. tumor ini mungkin berasal dari epitel permukaan atau dari epitel urogenital yang terperangkap didalam rigi germinativum.6. Tumor Brenner biasanya berkapsul licin dan tampak putih abu-abu jika dipotong dengan garis tengah bervariasi dari beberapa sentimeter hingga 20cm. Mikroskopik Tumor Brenner dengan sel-sel epitel yang tertanam dalam jaringan ikat fibrous (dikutip dari Rosai J. Tumor terdiri atas banyak stroma yang mengandung sarang-sarang epitel transisional mirip dengan yang terdapat dalam saluran kemih. Tumor Brenner Tumor ovarium adalah tumor ovarium unilateral padat yang biasanya unilateral dan jarang ditemukan. Gambar 25. Kadang-kadang.Makroskopik Tumor Brenner (dikutip dari Rosai J. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) TUMOR SEX-CORD STROMAL Universitas Sumatera Utara . pernah dilaporkan tumor ganas dan tumor borderline.

Tumor ini biasanya merupakan kombinasi beberapa elemen seperti sel Granulosa dan sel Teka. Perdarahan dapat dijumpai pada tumor yang lebih besar. nekrosis biasanya fokal dan jarang dijumpai. Pada permukaan potongan biasanya berwarna kuning sampai coklat muda dengan berbagai campuran area kistik dan solid. Universitas Sumatera Utara . Umumnya pasien datang dengan keluhan metrorhagia. Umumnya mengenai wanita usia pertengahan sampai usia post menopause. permukaan halus dan berlobus. atau sel Sertoli dan sel Leydig. Secara makroskopis.5 cm. yang mana tumor ini dibagi atas dua tipe yaitu : • • Tumor sel granulosa tipe Adult Tumor sel granulosa tipe Juvenille 1.cord stroma ovarium adalah tumor sel Granulosa. Adapun salah satu dari tumor sex. rata-rata ukurannya 12. dan nyeri abdomen. amenorea pada penderita usia premenopause yang berhubungan dengan peningkatan hormon estrogen. atau mesenkim. oligomenorhea. Keluhan utama adalah perdarahan yang abnormal pervaginam.Tumor sel granulosa tipe Adult Tumor sel granulosa tipe Adult ini mencakup hampir 95% dari semua tumor sel granulosa.Tumor Sel Granulosa Tumor ini berasal dari sex-cord stroma ovarium. distensi abdomen.

Pada mikrofolikular pattern tampak adanya Call-Exner bodies yang merupakan suatu karakteristik.(A) (B) Gambar 27. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Universitas Sumatera Utara . B. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Histopatologi Secara mikroskopik tampak proliferasi sel-sel granulosa dan stroma terdiri dari sel-sel fibroblas. Aktifitas mitosis dan inti yang bizare jarang dijumpai. A. Sel-sel granulosa ini mempunyai sitoplasma yang sedikit dan inti bulat hingga ovoid dengan longitudinal groove yang memberikan gambaran ’’coffee-bean’. Tumor sel granulose dengan permukaan pemotongan solid. campuran area solid dan kistik (dikutip dari Rosai J. Coffee-bean nuclei pada tipe adult tumor sel granulose (dikutip dari Rosai J. sel teka atau sel lutein.5 Gambar 28.

Pada wanita prepubertas.5 Histopatologi Secara mikoskopik. Lumen mengandung cairan yang eosinofilik atau basofilik. tumor tipe juvenile tidak berbeda dengan yang adult. serta penurunan kadar hormon LH dan hormon FSH. pertumbuhan sel yang difus atau nodular dengan variasi ukuran dan bentuk.Gambaran mikroskopis dari tumor sel granulose.) (B) Gambar 29 A dan B. Secara makroskopis. dengan sitoplasma eosinofilik yang bervakuol dan hampir semua intinya kurang groove. Gambaran mitotik banyak dijumpai. Tumor sel granulosa tipe Juvenille Tumor ini mencakup 5% dari semua tumor granulosa. Secara tipikal tampak sel-sel tumor bulat. 29A. dan mengenai terutama pada dekade ketiga dari kehidupan. 80% berhubungan dengan isoseksual pseudorecocity. Stroma yang fibrotekomatous dengan adanya lutein atau edema sering dijumpai.5 Universitas Sumatera Utara . Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) 2. Terjadi peningkatan kadar serum estradiol dan progesteron. Pada gambar 29B dapat dilihat Call-Exner Bodies (dikutip dari Rosai J.

payudara yang atrofi. suara yang parau.(A) (B) Gambar 30. Dengan pembesaran lemah tampak area seperti folikel dapat dijumpai (B). Sel Leydig dijumpai dalam klusterkluster di perifer pada sel lobular. Dengan pembesaran kuat tampak sel-sel tumor dengan “coffee-bean”yang kurang (dikutip dari Rosai J. Pada poorly diferentiated.Juvenile granulose cell tumour (A).5 Universitas Sumatera Utara . Bisa bervakuol. sel lobular yang tersusun dari sel-sel spindel yang hiperkromatik. hirsutism. Ini digabungkan oleh satu ikatan dan yang poorly tubular dikembangkan oleh sel Sertoli yang atipik. mengandung lipofusin atau jarang dijumpai adanya kristal Reinke. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Tumor Sel Sertoli-Leydig Tumor ini tersusun dari sel Sertoli dan sel Leydig. sitoplasma dipisahkan dengan stroma yang edematous. hipertrofi klitoral. dan kebanyakan intermediate dan poorly differentiated. Histopatologi Pada intermediate diferentiated. Dilaporkan bahwa tumor ini mengenai wanita usia 2-75 tahun. Tumor ini mencakup 5% dari semua neoplasma ovarium. Gejala ditimbulkan biasanya amenorrhea. Nama lain dari tumor ini adalah Androblastoma.

Bisa terjadi pada anak-anak. dan 95% merupakan mature cystic teratoma. Sebagian besar tumor ini tidak memiliki fungsi endokrin.detak. Dysgerminoma mencakup < 1% dari semua tumor ovarium dan setengah dari tumor sel germinal malignan.org/about cancer. tetapi 75% terjadi pada dekade kedua dan ketiga dari kehidupan. Sekitar 5% dysgerminoma dijumpai pada fenotip wanita dengan gonad yang Universitas Sumatera Utara . Klassifikasi tumor sel germinal ovarium (dikutip dari http//www. Tumor ini radiosensitif dan survival rate mencapai 80%.TUMOR SEL GERMINAL Tumor ini mencakup 30% dari semua kasus tumor ovarium. Tumor sel germinal yang malignan biasanya kebanyakan dijumpai kanker ovarium pada anak-anak dan remaja putri.php?[d=21&cid 20 about cancer) Dysgerminoma Dysgerminoma disusun oleh proliferasi sel germinal primitif yang dihubungkan oleh septa jaringan ikat yang merupakan variasi lekosit dan makrofag. Sebesar 60% tumor ovarium dijumpai pada wanita di bawak usia 21 tahun. Gambar 31. Sebanyak 3% tumor sel germinal ini malignan. Dapat dijumpai syncytiotrophoblastic giant cell pada pemeriksaan histologi. Tumor ini memiliki kesamaan dengan seminoma testikular.

sebagian besar terdiri dari sel T limfosit dan makrofag. (A) (B) Gambar 32 (A). mixed gonadal dysgenesis (45X/ 46 XY unilateral streak gonad. polihedral (poligonal) dengan inti besar. Pada sebagian besar pasien gonadal dengan dysgenesis. bilateral streak gonad). Juga dijumpai infiltrasi sel-sel radang kronik. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Universitas Sumatera Utara . testicular feminization). dysgerminoma berasal dari gonadoblastoma yang merupakan tumor ovarium jinak yang terdiri dari germ cell dan sex cord stroma. Keganasan ini berhubungan dengan pasien yang memiliki pure gonadal dysgenesis (46 XY. (B) Terdapat gambaran sarang-sarang. bulat sampai oval. dan pada beberapa tumor tampak anisokaryosis. sarang-sarang yang terdiri dari sel-sel yang besar.Dysgerminoma menunjukkan sel-sel tumor yang polyhedral dengan inti yang bulat dan terdapat sel-sel radang limfosit. Oleh karena itu pasien premenstruasi dengan massa pada pelvis memerlukan pemeriksaan karyotipe. Septa terdiri dari sel radang (dikutip dari Rosai J. Histopatologi Gambaran mikroskopis dysgerminoma sama dengan seminoma testikular. dengan anak inti yang menonjol dan sitoplasma yang eosinofilik sampai jernih. Jika gonadoblastoma dijumpai pada pasien dengan gonad dysgenesis maka lebih dari 50% akan menjadi keganasan ovarium. vesikuler. terletak di tengah.abnormal. contralateral testis) atau androgen insensitivity syndrome (46 XY. uniform. Kadang dapat dijumpai mitosis. Pada kasus beta-human chorionic gonadotropin sekresi syncytiotrophoblast yang secara langsung berasal dari sel-sel dysgerminoma tanpa ada keterlibatan cytotrophoblast.

Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Universitas Sumatera Utara .5 Yolk Sac Tumor memiliki 2 bentuk : (1) Bentuk asli ( pure) dengan gambaran organoid klasik seperti yang dijelaskan oleh Teilum. Perubahan kistik dapat dijumpai. testic adenocarcinoma with clear cell dan orchioblastoma.pada bayi dan anak-anak (biasanya pada usia 6 bulan sampai 4 tahun).2 Nekrosis dan perdarahan dapat dijumpai terutama pada tumor yang berukuran besar.2 Yolk Sac Tumor adalah tumor dengan karakteristik memiliki banyak pola yang menyerupai yolk sac.2 (A) (B) Gambar 33.Yolk Sac Tumor Tumor ini disebut juga endodermal sinus tumor.(2) Sebagai salah satu komponen dari mixed germ cell tumor pada dewasa.2 Secara makroskopis. distinctive adenocarcinoma of the infant testis. pure yolk sac tumor adalah tumor dengan konsistensi bisa padat atau lunak. juvenile embryonal carcinoma. allantois dan mesenkim ekstraembryonic. embryonal carcinoma. Makroskopis yolk sac tumor pada bayi (B). (A).Pada pemotongan yolk sac tumor tampak kista kecil (dikutip dari Rosai J.Pada pemotongan tampak berwarna abu-abu pucat dan sedikit bergelatin atau mukoid.

Polimikrokistik. Stroma dapat sangat selular. dan papilari sering dijumpai. spindle shape dan mirip dengan otot polos. Schiller Duval bodies merupakan gambaran khas dari yolk sac tumor. Bahan ini eosinofilik. Schiller-Duvai Bodies pada Yolk Sac tumor testis (dikutip dari Rosai J. Banyak area kistik dilapisi oleh sel yang sangat datar (endothelium like layer).glandular alveolar. positif pada pewarnaan PAS. Hyaline intracytoplasmic dan extracytoplasmic (Hyaline globule) dijumpai terutama pada pola hepatoid atau mikrokistik.6 Gambar 34. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Universitas Sumatera Utara .Histopatologi Terdapat campuran dari elemen epithelial dan mesenkin sebagai karakteristik. Formasi papiler terdiri dari pembuluh darah pada bagian tengah yang dikelilingi oleh ruang yang edematous dan dilapisi oleh sel-sel kuboid sampai kolumnar dengan inti yang menonjol dan sitoplasma jernih. dapat juga dilihat dengan pewarnaan imunohistokimia dengan menggunakan AFP. Schiller-Duval bodies atau Glomeruloid adalah suatu formasi papiler dengan struktur kistik.1.2.

A) Pleomorphism dan Hyaline Globule pada yolk sac tumor testis (B) Typical intracellular globules pada yolk sac tumor (dikutip dari Rosai J.(A) (B) Gambar 35. Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology) Terdapat 11 pola mikroskopis dijumpai pada yolk sac tumor. • • • • • • • • • • • Microcystic – reticular Macrocystic Endodermal sinus Papillary Solid pattern Glandular – alveolar Myxomatous Sarcomatoid – spindle cell Vitelline Hepatoid Parietal Universitas Sumatera Utara .

Namun. yang memperlihatkan lapisan epidermis yang mengandung rambut. Kadang-kadang juga terdapat fokus tulang. lebih dari 90% tumor sel germinal ini merupakan teratoma kistik matur benigna. tulang rawan. tumor ini kadang-kadang menyebabkan infertilitas. Kadang-kadang juga terdapat tonjolan nodular tempat keluarnya gigi. Biasanya terjadi pembentukan sebuah kista yang dilapisi oleh epidermis yang biasanya disebut kista dermoid.3 • Teratoma Kistik Benigna (Matur) Hampir semua tumor ini ditandai dengan diferensiasi ektodermal sel germinal totipoten. Sekitar 90% tumor ini unilateral. Semakin muda usia pasien.Teratoma Tumor ini mencakup 15% sampai 20% dari tumor ovarium. sarang epitel bronkus atau saluran cerna.1.3 Universitas Sumatera Utara . yang biasanya dalam bentuk karsinoma sel gepeng. Sebagian besar kebetulan pada perempuan muda sebagai massa ovarium atau ditemukan fokus kalsifikasi yang dihasilkan oleh adanya gigi. dan berbagai turunan sel lainnya. Pada pemotongan.1. semakin besar kemungkinan terjadinya keganasan. dan lebih sering di kanan. Untuk sebab yang tidak diketahui. Pada 1% kasus terjadi transformasi keganasan dari salah satu jaringan. Tumor ini memperlihatkan gambaran yang buruk dan biasanya muncul pada dekade kedua dari kehidupan. kista sering terisi oleh sekresi sebasea dan rambut.

dan ditandai dengan adanya nekrosis. padar atau hampir padat jika dipotong. Tumor ini lebih sering berukuran besar. Secara mikroskopis.Gambar 35. tampak gambaran fokus diferensiasi neuroepitel karena sebagian besar tumor ini bersifat agresif dan bermetastasis secara luas.3 Universitas Sumatera Utara . rata-rata pada usia 18 tahun.Teratoma Matur (dikutip dari Robin Basic Pathology of Disease) • Teratoma Maligna Matur Tumor ini ditemukan pada usia dini.1.