You are on page 1of 3

OBAT ANTI-INSOMNIA

Pengobatan insomnia secara farmakologi dibagi menjadi dua golongan yaitu benzodiazepine dan nonbenzodiazepine. Penggolongan : Nitrazepam, flurazepam,estazolam Non-benzodiazepin : Zolpidem

Tabel. Sediaan obat Anti-Insomnia dan Dosis Anjuran No 1 2 Nama generik Nitrazepam Zolpidem Nama Dagang DUMOLID (Alphama) STILNOX (sanofiAventis) ZOLMIA (Fahrenheit) ESILGAN (Takeda) DALMADORIM (Valeant) Sediaan Tab 5 mg Tab 10 mg Tab 10 mg Dosis Anjuran 5-10 mg/malam 10-20 mg/malam

3 4

Estazolam Flurazepam

Tab 1 mg Tab 2 mg Tab 15 mg

1-2 mg/malam 15-20 mg/malam

Pengaturan Dosis Pemberian tunggal dosis anjuran 15 sampai 30 menit sebelum pergi tidur. Dosis awal dapat dinaikkan sampai mencapai dosis efektif dan dipertahankan sampai 1-2 minggu, kemudian secepatnya tapering off (untuk mencegah timbulnya rebound dan toleransi obat)

Indikasi penggunaan: Gejala sasaran (target syndrome) : Syndrom insomnia Butir-butir diagnostic Sindrom Insomnia

Pada keadaan : tidur ringan = stadium 1 dan 2 Tidur dalam : stadium 3 dan 4 (Non RM Sleep) . f. Chronic Respiratory Dosease” Mekanisme Kerja Proses tidur adalah suatu siklus yang terdiri : a. Stadium jaga (wake. Hendaya dalam fungsi kehidupan sehari-hari. e. dan melakukan kegiatan rutin. c. sehingga terjadi sekitar 4-5 siklus yang teratur pada tisdru yang normal. Lama tidur tidak bisa dijadikan acuanoleh karena bersifat sangat individual -Long Sleeper : (7-8 jam/hari) -Short Sleeper (3-4jam/hari) Indikasi penggunaan obat insomnia terutama pada kasus ‘Transient and Shortterm Insomnia” sangat berhati-hati pada kasus dengan “longer insomnia”. b.Membutuhkan waktu lebih dari ½ jam untuk tertidur (trouble in falling sleep) atau tidur kembali setelah terbangun (sleep continuity interruption) sehingga siklus tidur tidak utuh dan menimbulkan keluhan gangguan kesehatan. Sleep Apneue Heart Failure b.hubungan social. bermanifestasi dalam gejala : penurunana kemampuan bekerja.theta) Stadium 2 ( gelombang delta 20%) Stadium 3 ( gelombang delta 20-50%) Stadium 4 (gelombang delta >50%)= delta sleep TSadium REM (Rapid Eye Movement )= REM Sleep Satu siklus berlangsung sekitar 90 menit. gelombang beta) Stadium 1 (gelombang alfa. d. Selalu diupayakan mencari penyebab dasar dari gangguan tidur dna pengobatan ditujukan pada penyebab dasar tersebut. Kontraindikasi a.

sehingga siklus tidur menjadi tidak teratur. Zeidler.. 2004.Sp. Waktu paruh sedang gejala rebound lebih ringan c. Penggunaan Klinis Obat Psikotropik. Waktu paruh panjang  menimbulkan gejala “ hang over” pagi harinya dan juga “intensifying day time sleepness) Penggunana masa obat anti-insomnia golongan benzodiazepin dapat terjadi “dishibiting effect” yang menyebabkan “rage reaction” perilaku menyerang dan ganas. Jakarta: PT.emedicina.KJ. yang sering terjadi adalah” hip fracture” Hypnotic are unique among medication in that their clinical effects is also their major side effect-that is sleepiness) Efek samping dapat terjadi sehubungan dengan farnakokinetik obat anti-insomnia (waktu paruh) a. uremi dan gangguan fungsi hati oleh karna keadaan tersebut terjadi penurunan fungsi SSP dan dapat memudahkan timbulnya koma.Tidur dangkal = stadium REM (terjadi mimpi) Obat golongan benzodiazepine tidka menyebabkan “REM suppression & Rebound” Pada kasus depresi terjadi penggunaan delta sleep (gel delta<20 %) sehingga tidak pulas tidurnya dna mudah terbangun. Tomb. Obat anti-deperesi menekan dan menghilangkan “REM Sleep” dan mneungkatkan “delta Sleep” sehingga pasien tidur nyaman yidak terganggu mimpi buruk. M. (http://www. Edisis ke III.R. Nuh Jaya. dimana apda orang normal 20 %) yang menyebabkan tidur sering terbangun akibat mimpi buruk (REM Sleep bertambha untuk mengatasi deficit). 2011. Pada apsien usia lanjut dapat terjadi “oversedation” sehingga resiko jatuh dna trauma menjadi besar. Daftar Pustaka 1. Editor: Selim R Benbadis. Efek Samping Efek samping: supresi SSP (Susunan Saraf Pusat) pada saat tidur.medscape. Maslim Rusdi. Waktu paruh singkat  gejala reboud lebih berat pada pagi harinya dan dapat samapi menjadi panic b.com Diakses tanggal 01 Maret 2013) 3. dr. Buku Saku Psikiatri Ed 6.com/article/1187829. Jakarta: EGC . Insomnia. Panduan Klinis. Pada awal depresi terjadi deficit “REM Sleep” (0-10 %. 2. 2007. Bila obat mendadak dihentikan terjadi “REM rebound “ dimana pasien akan mengalami mimpi-mimpi buruk lagi. Hati-hati pada pasien insufisiensi pernapasan . David A.