You are on page 1of 5

TUGAS SISTEM KARDIOVASKULER ANEMIA

Disusun Oleh : A Alexander Oky F Devi Ariyanti Wylda Widyaningrum 1.11.003 1.11.006 1.11.020 1.11.092

S1 ILMU KEPERAWATAN KELAS A STIKES TELOGOREJO SEMARANG 2012

Setiap orang harus memiliki sekitar 15 gram hemoglobin per 100 ml darah dan jumlah darah sekitar lima juta sel darah merah per millimeter darah. Dari semua ini. hemotokrit dan hemoglobin. Anemia biasanya terdeteksi atau sedikitnya dapat dipastikan setelah pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar sel darah merah . Sel-sel darah baru dibuat setiap hari dalam sumsum tulang belakang. Latar Belakang Apa anemia itu? Anemia adalah keadaan dimana kadar sel-sel darah merah dan hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Walaupun gejalanya tidak terlihat atau samar-samar dalam jangka waktu lama. Kondisi ini tetap dapat membahayakan jiwa jika dibiarkan dan tidak diobati. Paruparu dan jantung juga terpaksa kerja keras untuk mendapatkan oksigen dari darah yang menyebabkan nafas terasa pendek. Hal ini dapat menjelaskan mengapa kurang darah dapat menyebabkan gejala lemah dan lesu yang tidak biasa.1.BAB I PENDAHULUAN 1. sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. protein dan vitamin terutama asam folat dan B12. Zat gizi yang diperlukan untuk pembuatan sel-sel ini adalah besi. Pengobatan bisa bervariasi tergantung pada diagnosisnya. Jika anda mengalami gejala lemah lesu berkepanjangan. besi dan protein yang paling penting dalam pembentukan hemoglobin. Oksigen ini akan digunakan untuk membakar gula dan lemak menjadi energi. Hemoglobin terdapat dalam selsel darah merah dan merupakan pigmen pemberi warna merah sekaligus pembawa oksigen dari paru-paru ke seluruh sel-sel tubuh. .

sebagai cacat genetic yang dikenal sebagai sicle cell disease pada kesalahan pengaturan gizi seperti kekurangan zat besi atau anemia defisiensi asam folik. Anemia Mikrositik Hipokrom . Berkurangnya pembentukan sel darah merah seperti defesiensi zat besi. Anemia dapat terjadi pada saat kelahiran yang dikenal sebagai anemia hemolitikal.sel darah. persalinan.2. Kehilangan darah atau perdarahan hebat seperti perdarahan akut (mendadak). pecah pembuluh darah. c. Ketidakseimbangan tersebut disebabkan oleh berkurangnya atau gangguan pembentukan sel darah merah. Gangguan produksi sel darah merah seperti ketidaksanggupan sumsum tulang belakang membentuk sel. Klasifikasi menurut morfologinya a. pembedahan. dan penyakit kronik. Anemia Normositik Normokrom b. perdarahan menstruasi yang sangat banyak.3. Etilogi a. kecelakaan. defesiensi vitamin B12. serta hemofilia. defesiensi asam folat. b. Anemia merupakan penyakit yang dapat dialami oleh segala usia. perdarahan kronik (menahun).BAB II ISI 2. 2. 2. atau pada keadaan kehilangan darah yang berlebihan. Anemia Makrositik Normokrom c. 2.1. Definisi Anemia adalah ketidakseimbangan pembentukan dan perusakan sel-sel darah merah.3. 1993). kerusakan maturitas dan eritropoesis dan pemecahan selsel darah merah (hemolisis) atau kehilangan darah (Asih.1. Klasifikasi Anemia dapat diklasifikasikan menurut morfologi sel darah merah dan sebabnya.

lalu mengalami peningkatan sel darah merah yang belum mature atau retikulosit yang dipercepat masuk ke dalam darah. d. Anemia Aplastik Anemia aplastik merupakan anemia yang disebabkan oleh gangguan kegagalan sumsum tulang yang menyebabkan penipisan semua unsur sumsum sehingga menyebabkan penurunan atau bahkan berhentinya produksi sel .4. a. Anemia Hemolitik Anemia hemolitik adalah penurunan sel darah merah sebagai akibat dari destruksi sel darah merah yang berlebihan. Pembentukan sel darah merah di sumsum tulang akan meningkat untuk mengganti sel . Sel darah merah yang tersisa bersifat normositik dan normokromik.2.sel darah merah.2. Anemia Post Hemorrhagik 2.sel yang mati. Anemia Defisiensi c. b.3. Klasifikasi menurut kausanya.5. Manifestasi Klinik . Patofisiologi 2.