You are on page 1of 17

KELAINAN GINJAL KONGENITAL

Disusun Oleh: 1. Muklis Prasetya 2. Nila Aini Arifah 3. Dian Eka

PROGAM STUDI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INSAN CENDIKIA MEDIKA JOMBANG 2012

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah S. Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini masih belum sempurna. oleh karena itu kritik dan saran yang masih berhubungan dengan makalah ini sangat kami harapkan untuk menyempurnaan makalah ini.T yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang di berikan dosen dengan judul “KELAINAN GINJAL KONGENITAL”. Tujuan kami menyusun makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah “Sistem Perkemihan II” guna untuk mengetahui dan lebih memahami “KELAINAN GINJAL KONGENITAL” yang telah di berikan oleh dosen. September 2012 Penyusun . Jombang.W.

................1.............................................................................. 3..........................2 DIAGNOSA KEPERAWATAN ..2 TUJUAN ...........C..........1 KESIMPULAN ....................................................................................................................................................3 MANIFESTASI .....................1 LATAR BELAKANG ..................... BAB III PENUTUP ...................... 2.............................................................. 2..........................2 KONSEP ASKEP............................................................................................................................................................................1.............3 INTERVENSI KEPERAWATAN ............. ........................... 2........................5 EVALUASI ................ KATA PENGANTAR ................................................................................... 1............................................2 ETIOLOGI ............... BAB I PENDAHULUAN .............................1............................... 2................... 2... 1... 2. BAB II TINJAUAN TEORI..................................................1...2............... 2....4 IMPLEMENTASI .....................................6 PENATALAKSANAAN ..........2............... 2...... 2.....................3 MANFAAT .............................................................5 KOMPLIKASI .........4 W.... 3.........................................................................1 PENGKAJIAN ..............................................................................................1................................................ 1.........................O.....................................2 SARAN......................................................................................2..........................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..... DAFTAR ISI..............................................................................................................................2..............................................................1 KONSEP TEORI .................................................................... 2........1............................................................................................2...................................................... 2................................ 2........ DAFTAR PUSTAKA ............................................1 DEFINISI ............................................................................................. 2.................

maupun kandung kemih. P e r u b a h a n l e t a k g i n j a l b i a s a n ya b e r u p a g i n j a l e k t o p i k m e n y i l a n g (cross ectopickidney). Pengaruh radiasi dan infeksi virus seperti rubela dan bahan kimia. c. d. obstruksi saluran kemih. misalnya agenesia satu ginjal. misalnya talidomid. gangguan faal seks. keganasan. tractus genitalia atau medulla spinalis dan menings.BAB I PENDAHULUAN 1. kaliks. ureter. Mengetahui definisi kelainan kongenital pada sistem perkemihan b. Penyebab terjadinya k e l a i n a n e m b r i o n a l t e r s e b u t s e r i n g t i d a k d i k e t a h u i . bentuk. Menurut Guitrres 40% dari keadaan patologis tersebut disebabkan oleh berbagai hal seperti : jumlah. Mengetahui etiologi kelainan kongenital pada sistem perkemihan Mengetahui manifestasi klinis kelainan kongenital pada sistem perkemihan Mengetahui patofisiologi kelainan kongenital pada sistem perkemihan Mengetahui komplikasi kelainan kongenital pada sistem perkemihan . dan ganguan kosmetik.dan mesonefrons. sudah lama juga dikenal sebagai faktor penyebab.2 Tujuan a) Umum Menjelaskan konsep dan proses keperawatan kelainan kongenital pada sistem perkemihan b) Khusus a. hipertensi. inkontinensia urin. Biasanya kelainan ini berhubungan dengan kelainan pada kolumna vertebra. Efek patologi yang mungkin terjadi adalah gangguan faal.1 Latar Belakang Kelainan bawaan pada saluran urogenital sering ditemukan. Saluran kemih dan genitalia berasal dari kloaka embrional dan sistem eksresi yaitu ginjal dan gonad dari sumber yang sama. ginjal ektopik dalam pelvis. Kadang kelainan bawaan tidak menyebabkan gejala atau tanda. infertilitas. predisposisi infeksi. ukuran ataupun perputaran dari ginjal. I n s i d e n s n y a s a m p a i sekitar satu dari tiga orang di antara penyandang kelainan bawaan. dan ginjal ektopik dalam torak. yaitu pro. e. F a k t o r h e r e d i t e r k a d a n g m e m e g a n g peranan kausal. 1. tractus gastrointestinal bawah. letak. Tapi kelainan bawaan mungkin juga merupakan keadaan fatal seperti agenesiakedua ginjal.

3 Manfaat a) Mahasiswa mampu dan mengerti tentang perkemihan b) Mahasiswa mampu menerapkan asuhan keperawatan pada kelainan kongenital sistem perkemihan kelainan kongenital pada sistem . g. Mengetahui penatalaksanaan kelainan kongenital pada sistem perkemihan Mengetahui proses asuhan keperawatan kelainan kongenital pada sistem perkemihan 1.f.

fungsi maupun metabolisme tubuh yang ditemukan pada bayi ketika dia dilahirkan. Kelainan bawaan pada ginjal dan saluran kemih lebih sering ditemukan dari pada kelainan bawaan pada bagian tubuh lainnya.Ginjal multikistik . Kelainan pertumbuhan ginjal dan kegagalan asensus serta rotasi.Hipoplasia . tetapi kebanyakan bersifat ringan. Suatu kelainan bawaan pada sistem kemih-kelamin bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal atau menyebabkan kelainan fungsi seksual maupun kemandulan di kemudian hari.1 Definisi Kelainan Bawaan (Kelainan Kongenital) adalah suatu kelainan pada struktur.Reverse .1 Konsep Teori 2.Ectopic kidney . Beberapa kelainan baru ditemukan pada saat anak mulai tumbuh. 2009). Sekitar 3-4% bayi baru lahir memiliki kelainan bawaan yang berat.Ginjal polikista Anomali asensus . posisi.Supernumerary kidney Anomali volume dan struktur . (Mayor G.Toraxic kidney Anomali bentuk dan fungsi ginjal . timbulnya fusi ginjal menimbulkan kelainan-kelainan dalam jumlah.5% terdiagnosis ketika anak berusia 5 tahun. kelainan vaskuler.Horsey kidney Anomali rotasi .1. Kelainan bawaan yang menyumbat aliran air kemih menyebabkan air kemih tertahan dan hal ini bisa menyebabkan infeksi atau pembentukan batu ginjal.Crosed extopic dengan atau tanpa :  Unilateral Fussed Kidney  Sigmois kidney. dan  Lump Kidney . dan bentuk ginjalseperti pada tabel dibawah ini : Kelainan pada ginjal Anomali jumlah ginjal Bentuk kelainan pada ginjal .Incomplete .Agenesis . yaitu sekitar 7.Pelvic kiney .BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

. Dalam keadaan normal. aberans atau vasa multiple .1. lemahnya klep antara kandung kemih dan saluran kemih. pertumbuhan ginjal tidak sempurna. dimana cairan ketubannya sangat sedikit atau tidak ada. Penyebab secara umum : a) Genetik Walau persentasenya kecil. baik karena kegagalan pembentukan ginjal (agenesis ginjal bilateral) maupun karena penyakit lain pada ginjal yang menyebabkan ginjal gagal berfungsi. maka anggota gerak tubuh menjadi abnormal atau mengalami kontraktur dan terpaku pada posisi abnormal Pada sindroma Potter.Vasa acesoria. Fenotip Potter digambarkan sebagai suatu keadaan khas pada bayi baru lahir. ayah atau kakek-nenek yang memiliki kelainan ginjal . ginjal bengkak. ginjal hanya satu.Fistula arterio venosa Jenis kelainan ginjal bawaan: 1) Uropati kongenital Kelainan yang mengenai saluran-saluran yang terdapat di antara saluran kemih dan kandung kemih. kelainan yang utama adalah gagal ginjal bawaan. Contohnya.Excesive Anomali vaskuler . 2) Nefropati kongenital Kelainan dari saluran kemih bagian atas hingga ginjal. Oligohidramnion menyebabkan bayi tidak memiliki bantalan terhadap dinding rahim. kelainan ginjal bawaan bisa saja karena faktor keturunan. Tekanan dari dinding rahim menyebabkan gambaran wajah yang khas (wajah Potter). Selain itu. Kelainannya meliputi infeksi saluran kemih. kista pada ginjal dan hipoplasia. karena ruang di dalam rahim sempit. Di antaranya ginjal kecil. sumbatan di saluran kemih/kandung kemih. 2.Ancurisma arteri . ginjal membentuk cairan ketuban (sebagai air kemih) dan tidak adanya cairan ketuban menyebabkan gambaran yang khas dari sindroma Potter.2 Etiologi Sindroma Potter Sindroma Potter dan Fenotip Potter adalah suatu keadaan kompleks yang berhubungan dengan gagal ginjal bawaan dan berhubungan dengan oligohidramnion (cairan ketuban yang sedikit).

Bentuk kelainannya bisa berupa pembengkakan ginjal.3 Manifestasi Klinis  Wajah Potter :        Kedua mata terpisah jauh Terdapat lipatan epikantus Pangkal hidung yang lebar Telinga yang rendah dan dagu yang tertarik ke belakang Tidak terbentuk air kemih Gawat pernafasan 2 hari tidak BAK Kesulitan kencing Ada benjolan di samping kanan/kiri perutnya. ginjal yang tak berkembang semestinya. c) Obat-obatan Terutama jenis antibiotika atau obat-obatan antikanker. atau hanya punya satu ginjal.bisa menurunkan gangguan/kelainan sejenis pada anak-cucu.1. d) Radiasi Faktor radiasi yang dimaksud di sini adalah bila si ibu terpapar X-Ray. 2. yakni 17 tahun atau malah lebih muda. Sakit saat kencing Kencing sedikit-sedikit Kencing keruh Keluhan kencing bersamaan dengan naiknya suhu tubuh . b) Hamil di usia rawan Yang termasuk dalam kategori ini adalah para ibu yang hamil di atas usia 40 tahun atau sebaliknya usia ibu masih terlalu muda saat hamil. Kehamilan di usia rawan sangat memungkinkan janin mengalami pertumbuhan yang kurang optimal selagi dalam kandungan. Itulah mengapa di ruang radiologi untuk pemeriksaan rontgen terpampang larangan bagi perempuan yang tengah hamil.

nyeri pinggang Respon Nyeri akut Penigkatan suhu Hipertermi Inflamasi kandung kemih Kandung kemih tidak kuat Polakisuria urgensi Kekuranagan volume cairan dan elektrolit Inkontinensia urinarius Ketidakefektifan perfusi ginjal .o dr pemasangan kateter Menurunnya fungsi kutub uretrovesikuler Kelainan anatomi Ureter sempit Reflek pengaliran Urine statis di uretra Kurangnya personal hygiene Uretra Infeksi (ginjal) Obstruksi Jaringan parut Penyakit : DM Penimbunan cairan dan kuman ISK Distensi.1.4 WOC Kelainan kongenital Obstrksi & g3 neurogenik m.2.

atresia trachea dan duodenum.5 Komplikasi Cacat berat lahir men yertai keadaan ini pada 85% kasus term asuk tidak a d a n y a a t a u k e l a i n a n v a g i n a d a n r a h i m . Begitu juga kalau disebabkan oleh klep di kandung kemih yang tidak baik. pneumothoraks spontanea. namun lebih mahal dan memiliki spectrum luas sehingga dapat mengganggu bakteri normal usus atau menyebabkan berkembangnya jamur (Candida sp. Sekitar 50% bakteri resisten terhadap amoxicillin. tentu akan diupayakan untuk menghilangkan sumbatan tersebut. C a c a t d i s ys t e m l a i n j u g a s e r i n g d i t e m u i antara lain c a c a t jantung. hipoplasia p a r u paru.) pada anak perempuan. menangani komplikasinya dulu. s yn d r o m a Potter ( w a j a h n ya a n e h ) . Bila akibat sumbatan. 2. . infeksinya akan segera diatasi sambil dicari terus apa penyebabnya.Co-amoxiclav digunakan pada bakteri yang resisten terhadap cotrimoxazole. .Co-trimoxazole atau trimethoprim 6-12 mg trimethoprim/kg/hari dalam 2 dosis. Jika ada infeksi saluran kemih. setelah penyebabnya ditemukan.Obat-obatan seperti asam nalidiksat atau nitrofurantoin tidak digunakan pada anak-anak karena memiliki efek samping seperti mual dan muntah.Pertama.Penelitian menunjukkan angka kesembuhan yang lebih besar pada pengobatan dengan cotrimoxazole dibandingkan amoxicillin. Selama proses pengobatan diharapkan terjadi proses pematangan/penyempurnaan klep tersebut secara alamiah.2. akan dibuatkan klep baru.Cephalosporin seperti cefixime atau cephalexin. penanganannya akan dilakukan secara bertahap. . v a s d e f e r e n s . langkah selanjutnya adalah tindakan untuk menangani penyebabnya.1. s e r t a v e s i k u l a s e m i n a l i s .Amoxicillin 20-40 mg/kg/hari dalam 3 dosis. tidak – dijumpai adanya buli – buli atau ureter.1.Kelainan stadium 1 atau 2 biasanya bisa ditangani dengan obat.Kedua. . . . l a b i o p a l a t o s k i s i s d a n kelainan otak. Cephalexin kira-kira sama efektif dengan cotrimoxazole. b) Non farmakologis Dalam kasus kelainan ginjal bawaan. .6 Penatalaksanaan a) Farmakologis . pneumomediastinum. .

dan sesak nafas akibat perikarditis. Apakah lewat operasi. USG umumnya digunakan untuk memastikan kondisi ginjal bayi. nafas bau ammonia. suara krekels. tremor. Inkontinensia (stress inkontinensia. terapi.2. dan fomitus yang berhubungan dengan metabolisme protein dalam usus.periksa adanya anemia dan ikterus yang jarang (retensi nitrogen dapat menyebabkan hemolisis) d) B IV (Bladder) Disuria. atau penyedotan cairan saja. salah satu atau kedua ginjal janin tampak membesar. batuk dengan sputum kental dan riak.2 Konsep ASKEP 2. Hesitancy (mengejan). inkontinensia fungsional). Pada pembengkakan ureter. urge incontinence. e) B V (Bowel) Anoreksia. ulserasi dan perdarahan mulut. effusi perikardiac dan gagal jantung akibat penimbunan cairan. nausea. burning feet syndrom ( rasa kesemutan dan terbakar. f) B VI (Bone) Resiles leg sindrom ( pegal pada kakinya sehingga selalu digerakan ).1 Pengkajian a) B I (Breath) Nafas dangkal. menyebabkan tidak adekuatnya pengosongan kandung kemih. c) B III (Brain) Pemeriksaan mata penting untuk dilakukan.2. Konstipasi dapat menyumbat sebagian urethra. b) B II (Blood) Hipertensi. perdarahan pada saluran gastrointestinal. nyeri dada. terutama ditelapak kaki ). miopati ( kelemahan dan hipertropi otot – otot ekstremitas). Setelah itu barulah dilakukan tindakan yang disesuaikan berdasarkan kondisi yang ditemui. Gangguan ini umumnya baru . Akan tetapi ada juga gangguan ginjal bawaan yang tidak terdeteksi saat di dalam kandungan. gangguan irama jantung dan edema. overflow incontinence. Pemeriksaan diagnostik : a) Ultrasonografi ginjal USG bisa menemukan kecurigaan adanya kelainan/gangguan pada ginjal dan sistem kemihnya. kussmaul. Adanya inkontinensia fekal menunjukkan tanda neurologik yang disebabkan oleh gangguan kandungkemih.

2 Diagnosa a) Inkontinensia urine berhubungan dengan obstruksi anatomik b) Kekurangan volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan disfungsi ginjal c) Ketidakefektifan perfusi ginjal berhubungan dengan adanya infeksi d) Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen e) Hipertermi berhubungan dengan adanya infeksi .2. Namun biasanya dilakukan pada anak di bawah 5 tahun dengan hasil ultrasonografi yang tidak normal. di antaranya 2 hari tidak BAK. Namun jika kultur positif diperoleh dari kantung penampung urin. DMSA scan masih diperdebatkan batasan usianya. kesulitan kencing. Namun umumnya dilakukan pada anak di bawah 1 tahun atau anak dengan hasil ultrasonografi atau DMSA yang tidak normal. atau ada benjolan di samping kanan/kiri perutnya. maka hasil tersebut dianggap benar. Umumnya dilakukan 2 bulan untuk memberi waktu perbaikan pada saluran kemih. b) Kultur (pembiakan mikroorganisme) Kultur yang negatif akan menyingkirkan diagnosis ISK. d) Cystogram Pemeriksaan kandung kemih yang juga masih diperdebatkan batasan usianya. 2. Jika kultur positif berasal dari aspirasi suprapubik atau kateterisasi. c) DMSA scan Pemeriksaan ini terutama untuk melihat fungsi saluran kemih.terdeteksi sesudah si bayi lahir dengan memperlihatkan tanda-tanda. Selama menunggu dilakukannya pemeriksaan ini. beberapa pihak menganjurkan pemberian antibiotik dosis rendah. proses pengambilan contoh urin harus diperhatikan. perlu dilakukan konfirmasi dengan kateterisasi atau aspirasi suprapubik. Sedangkan pada kultur yang positif.

kandung kemih kecil) Perawatan inkontinensia urine NIC : pantau eliminasi urine. catatan asupan dan haluaran Ajarkan pasien dalam pembatasan diet Pengelolaan cairan NIC : konsultasikan ke dokter jika tanda dan gejala kekurangan volume cairan muncul atau memburuk e) f) Pertahankan dan alokasikan pemenuhan kebutuhan cairan untuk pasien Pengelolaan cairan NIC : distribusikan asupan cairan selama 24 jam sesuai dengan kepereluan.2. konsistensi. c) Ajarkan pasien tentang teknik yang dapat meningkatkan kapasitas kandung kemih . dan warna. bau.3 Intervensi 1) Inkontinensia urine berhubungan dengan obstruksi anatomik a) b) Inkontinensia Kaji faktor resiko (obat-obatan.seperti menaikkan otot dasar panggul bila merasakan urgensi berkemih d) Ajarkan keluarga pasien tentang tata cara memodifikasi lingkungan untuk menghilangkan hambatan dan meningkatkan perawatan diri e) f) Konsultasikan dengna fisioterapis untuk bantuan ketrampilan manual Hindari zat yang dapat mengiritasi kandung kemih 2) Kekurangan volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan disfungsi ginjal a) b) Pantau secara teratur lingkar abdomen Pengelolaan cairan NIC : c) d) Timbang BB tiap hari dan pantau perkembangannya Pertahankan keakuratan.2. termasuk frekuensi. volume. 3) Ketidakefektifan perfusi ginjal berhubungan dengan adanya infeksi a) Perawatan sirkulasi NIC : b) Melakukan sirkulasi perifer secara komprehensif Pantau status cairan meliputi asupan / haluaram Penatalaksanaan sensasi perifer NIC : Pantau perbedaan ketajaman / tumpul dan panas / dingin Pantau tromboplebitis dan trombosis vena profunda c) Ajarkan pasien / keluarga pasien menghindari suhu yang ekstrim pada ekstremitas .

5) Hipertermi berhubungan dengan adanya infeksi a) Kaji tanda dan gejala hipertermi b) Regulasi suhu (NIC) . hipnosis. intensitas / keparahan nyeri dan faktor presipitasinya c) Observasi isyarat ketidaknyamanan nonverbal kepada perawat jika Instruksikan pasien untuk menginformasikan pengurang nyeri tidak dapat dicapai d) Penatalaksanaan nyeri NIC : Berikan informasi tentang nyeri (penyebab. kompres hangnat. kualitas. terapi aktivitas) e) f) Kelola nyeri pasca operasi awal dengan pemberian opiat yang terjadwal Penatalaksanaan NIC : laporkan kepada dokter jika tindakan tidak berhasil atau jika keluhan saat ini merupakan perubahan yang bermakna.Pantau suhu tubuh minimal tiap 2 jam sesuai dengan kebutuhan .Pantau dan laporkan tanda atau gejala hipertermi . karakteristik frekuensi. seberapa lama nyeri dirasakan) Gunakan tindakan pengendalian nyeri sebelum menjadi berat Ajarkan penggunaan teknik nonframakologi (imajinasi terbimbing.Pantau suhu tubuh bayi baru lahir sampai stabil c) Instruksikan pasien/keluarga tentang tindakan untuk meminimalkan fluktuasi suhu .d) Perawatan sirkulasi NIC : Berikan perawatan kaki yang tepat Pentingnya pencegahan stasis vena e) f) g) Memberikan pengobatan nyeri Melaporkan kepada dokter jika nyeri tidak dapat dihilangkan Perawatan sirkulasi NIC : memberikan pengobatan antitrombosit atau antikoagulan jika diperlukan 4) Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen a) b) Minta pasien untuk menilai nyeri pada skala 0 sampai 10 Penatalaksanaan nyer NIC : Lakukan pengkajian nyeri yang komprehensif meliputi lokasi. relaksasi.

4 Evaluasi a) Tidak terjadi Inkontinensia urine b) Keseimbangan volume cairan dan cairan c) Keefektifan perfusi ginjal d) Gangguan rasa nyaman nyeri berkurang / menghilang e) Tidak terjadi hipertermi .d) Laporkan kepada dokter jika hidrasi adekuat tidak dapat dipertahankan e) Regulasi suhu NIC : berikan obat antipiretik sesuai dengan kebutuhan pasien f) Regulasi suhu NIC : sesuaikan suhu lingkungan dengan kebutuhan pasien 2.2.

BAB III PENUTUP 3.2 Saran Dari paparan teori diatas kami mengharapkan kepada para mahasiswa agar dapat menjadikan makalah ini sebagai pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan terutama pada kelainan kongenital pada sistem perkemihan .1 Kesimpulan Dari penjelasan konsep teori di atas mengenai kelainan kongenital pada sistem perkemihan dapat kami simpulkan bahwa kelainan kongenital merupakan kelainan bawaan sejak lahir dimana tindakan yang harus dilakukan adalah operasi akan tetapi sebelum dilakukan operasi harus dilakukan tes diagnostik terlebih dahulu untuk mengetahui jenis kelainannya. 3.

blogspot.html http://tutorialkuliah.wordpress.com/doc/75220184/Referat-Kelainan-Bawaan-Ginjal http://mahasiswakedokteranonline.Heather Herdman. Ed.com/2009/01/14/aspek-klinis-kelainan-kongenital-danpenyakit-keturunan/ Wilkinson.Jakarta : EGC.com/doc/104836210/Patofisiologi http://www. Jakarta: EGC 2005 http://www.com/tag/kelainan-kongenital-ginjal/ http://imilirsalimran.scribd.Jakarta : EGC.com/doc/104695572/Kelainan-Bawaan-Ginjal-Dan-Saluran-Kemih-PadaNeonatus http://www.scribd.wordpress.”DIAGNOSIS KEPERAWATAN NANDA International”.6.DAFTAR PUSTAKA Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit/silvia Anderson Price. “buku saku DIAGNOSA KEPERAWATAN NIC NOC Edisi 7”.2006 T.2010 .Judith M.scribd.com/2011/04/kelainan-kongenital-pada-ginjal.