You are on page 1of 12

Flu Meksiko: Geliat Baru Virus Influenza H1N1

• •

Oleh:Pusdalin-IDI Tanggal: 22/Mei/09

Info IDI

Oleh dr. Tommy Dharmawan Pada Maret dan April 2009, wabah influenza di Meksiko telah menyebabkan 192 kasus dan 26 kematian akibat strain baru dari virus influenza H1N1. Pada 28 April 2009, strain baru virus influenza tersebut telah menginfeksi lebih dari 2.500 orang dengan 152 orang meninggal di Meksiko. Centers for Disease Control (CDC) Amerika Serikat telah memperingatkan kemungkinan perkembangan ke arah pandemi. Pada 27 April 2009, badan kesehatan dunia World Health Organization meningkatkan status kewaspadaan dari level 3 ke level 4 (maksimal level 6), karena transmisi virus dari manusia ke manusia secara berkesinambungan telah terbukti terjadi. Awal mula munculnya strain baru ini tidak diketahui pasti tetapi kasus infeksi pada manusia pertama terjadi di dekat sebuah peternakan babi di La Gloria, Veracruz, Meksiko. Edgar Hernandez, seorang anak berusia 4 tahun, awalnya didiagnosis menderita flu biasa tetapi tes laboratorium membuktikan bahwa Edgar terkena flu babi (swine flu). Dr. Anne Schuchat, interim Deputi Direktur CDC menyatakan virus flu Meksiko yang diisolasi dari pasien di Amerika Serikat terdiri dari empat elemen genetik virus influenza yang berbeda yaitu virus North American Mexican influenza, North American avian influenza, human influenza, dan swine influenza- "suatu campuran genetik yang tidak umum." Strain baru terbentuk dari proses reassortment virus influenza manusia dan influenza babi pada empat strain berbeda dari subtipe H1N1. Virus influenza mengalami reassortment karena ada perubahan antigenik. Oleh karena pada kasus flu Meksiko ini virus belum diisolasikan dari hewan maka sampai sekarang organisasi kesehatan hewan dunia World Organization for Animal Health (OIE) menamakan virus ini sebagai flu

Kemampuan strain virus influenza untuk memilih inangnya adalah karena adanya variasi pada gen hemagglutinin. Pada beberapa kasus terdapat gejala diare dan muntah. Pada flu Spanyol tahun 1918 bahkan gejalanya menyerupai penyakit dengue. nyeri otot. sakit kepala. Hewan yang berperan penting dalam transmisi strain baru virus ke manusia antara lain babi. Influenza adalah penyakit infeksi pada burung dan mamalia yang disebabkan oleh virus RNA dari keluarga Orthomyxoviridae. Virus influenza memiliki angka mutasi yang tinggi yang merupakan karakteristik virus RNA. Virus H1N1 adalah subtipe virus influenza A dan penyebab utama influenza pada manusia. Flu Spanyol tahun 1918 adalah pandemi influenza yang menyebar hampir ke seluruh dunia. CDC Amerika Serikat bahkan menyarankan dokter di . menggigil. Kejadian ini disebabkan oleh virus Influenza A subtipe H1N1 yang sangat virulen.Meksiko. gejala flu Meksiko atau flu babi serupa dengan gejala influenza pada umumnya. Data sejarah dan epidemiologi kurang adekuat untuk dapat mengidentifikasi asal virus ini tetapi Sekutu pada Perang Dunia I menyebutnya sebagai flu Spanyol karena kejadian ini baru mendapat perhatian besar dari pers ketika virus ini mulai menyerang Spanyol pada November 1918. ayam dan bebek. Pandemi terjadi dari bulan Maret 1918 sampai Juni 1920 menyebar dari Arktik sampai pulau Samoa di samudera Pasifik. Mutasi inilah yang dapat mengubah virus influenza dari non virulen menjadi sangat virulen ke manusia. Manifestasi klinis Menurut CDC. kolera. dan rasa lelah. pandemi terjadi dalam waktu yang tidak beraturan. Berlawanan dengan epidemi flu yang berlangsung reguler. Strain baru ini tidak terpengaruh oleh sistem imunitas tubuh yang sudah ada sehingga akibatnya dapat menginfeksi banyak populasi manusia secara cepat. Diestimasikan terdapat 20 sampai 100 juta orang meninggal di seluruh dunia karena virus ini. Sekurang-kurangnya terdapat tiga pandemi flu dalam satu abad terakhir yaitu flu Spanyol tahun 1918. Pandemi influenza Ada kekhawatiran bahwa epidemic H1N1 influenza atau flu babi (Swine Flu) di Meksiko akan menjadi pandemi seperti diutarakan CDC. dan typhoid sehingga sering sekali terjadi misdiagnosis. Gejalanya meliputi demam. Beberapa strain H1N1 endemik pada manusia sementara beberapa strain lainnya endemik pada babi dan burung. flu Asia tahun 1959. Pandemi influenza adalah epidemi dari virus influenza yang menyebar ke seluruh dunia dan menginfeksi sebagian besar populasi manusia. dan flu Hong Kong tahun 1968. Karena gejalanya yang tidak spesifik maka untuk menegakkan diagnosis flu Meksiko diperlukan riwayat kontak dengan penderita flu Meksiko yang sudah terkonfirmasi. batuk. Strain baru influenza Pandemi influenza terjadi ketika strain baru virus influenza mengalami transmisi dari hewan ke manusia. nyeri tenggorok. Mutasi pada gen hemaglutinin akan menyebabkan substitusi satu asam amino yang secara signifikan mengubah kemampuan protein hemaglutinin virus untuk mengikat reseptor pada permukaan sel inang.

Virus flu dapat tetap infeksius selama satu minggu pada suhu tubuh manusia dan bertahan 30 hari pada suhu 0°C. Beberapa strain virus influenza dapat dengan mudah diinaktivasi oleh disinfektan dan deterjen. Influenza juga ditransmisikan melalu air ludah. pencegahan transmisi hewan ke manusia. Tindakan mencuci tangan dapat menggunakan sabun. virus influenza ditransmisikan dari manusia yang terinfeksi melalui udara saat batuk atau bersin sehingga droplet berisi virus keluar atau bisa ditransmisikan dari unggas yang terinfeksi melalui fesesnya. Hal tersebut menjelaskan pertanyaan mengapa infeksi sebagian besar terjadi pada orang usia muda dan sehat. Vaksinasi influenza sering diberikan pada pekerja peternakan di negara maju tapi ternyata vaksin tersebut tidak memiliki efek proteksi karena perbedaan antigen yang besar. air. atau mata. Pencegahan pada hewan termasuk pemberian vaksin pada hewan yang terbukti sangat ampuh jika strain virus dalam vaksin cocok dengan strain virus di lingkungan sehingga memiliki efek proteksi silang yang signifikan. Rute infeksi di manusia Kesimpulan dari beberapa penelitian menyatakan bahwa angka kematian yang besar pada flu Meksiko terjadi karena adanya badai sitokin di tubuh akibat dari sistem kekebalan tubuh yang sangat bereaksi terhadap virus sehingga malah menghancurkan tubuh. Termasuk tindakan mencuci tangan sesering mungkin terutama jika setelah bepergian ke luar rumah.wilayah Amerika Serikat untuk mempertimbangkan diagnosis infeksi flu Meksiko atau flu babi pada pasien dengan gejala infeksi saluran nafas atas disertai demam yang mengalami kontak dengan penderita yang sudah dikonfirmasi menderita flu babi atau kontak dengan pasien flu babi di 5 negara bagian di Amerika Serikat atau riwayat bepergian ke Meksiko dalam kurun waktu tujuh hari sebelum muncul gejala flu. dan saluran nafas. dan darah. atau alkohol. Solusi untuk pencegahan dan terapi Pencegahan dari flu Meksiko atau flu babi terdiri dari tiga komponen yaitu pencegahan pada hewan. Pekerja di peternakan babi dan unggas memiliki risiko tinggi untuk terkena transmisi virus dari hewan dan proses reassortment dapat terjadi. Infeksi terjadi ketika hemaglutinin virus influenza menyentuh permukaan epitel tubuh terutama yang mempunyai reseptor virus seperti di hidung. Diagnosis harus selalu dikonfirmasikan dengan pemeriksaan laboratorium dari sampel saluran nafas seperti apusan hidung atau tenggorok. Pada kasus pandemi. tenggorok. Umumnya. Rekomendasi untuk mencegah penyebaran virus antar manusia termasuk penggunaan protokol standar pengawasan infeksi influenza. Kasus transmisi virus influenza dari hewan ke manusia yang bekerja di peternakan babi ditemukan pada sebuah penelitian tahun 2004 oleh University of Iowa. Virus influenza ternyata tidak hanya dapat menyebar melalui droplet tetapi dapat juga ditransmisikan melalui jari tangan ke mulut. Hal tersebut karena orang usia muda dan sehatlah yang memiliki kekebalan tubuh yang baik sebelum terjadi infeksi sehingga memiliki kecenderungan mengalami reaksi berlebihan terhadap virus. WHO merekomendasikan empat langkah untuk mengurangi penyebaran virus yaitu isolasi dan terapi segera pada penderita baik . feses. hidung. ingus. dan pencegahan transmisi antar manusia.

Ini adalah kesempatan besar bagi pemerintah untuk melindungi rakyatnya dari ancaman penyakit mematikan. meliburkan sekolah dan merubah jam kerja.yang baru dicurigai maupun sudah terbukti menderita flu babi. Tetapi. Pengalaman seperti tidak ada lagi keterlambatan dalam deteksi. CDC merekomendasikan penggunaan oseltamivir dan zanamivir untuk mencegah resistensi. program kampanye kesadaran masyarakat. karantina bagi rumah tangga yang mengalami kontak dengan penderita. pencanangan gerakan nasional. melakukan cegah tangkal terhadap penderita dari negara terinfeksi flu babi. Amantadine dan rimantadine tidak digunakan karena dari sampel pasien flu Meksiko terbukti bahwa virus pada flu babi resisten terhadap amantadine dan rimantadine. Mortalitas dapat dicegah jika program pencegahan diletakkan pada pilar pertama. Program pencegahan flu babi harus dibuat segera. Fokus program harus pada memaksimalkan cakupan deteksi dini dan pusat pelayanan yang siaga. Obat antivirus terutama inhibitor neuraminidase terbukti efektif dalam mengatasi flu babi. persiapan rumah sakit rujukan. serta menunda pertemuan yang bersifat masal. Belajar dari avian flu Indonesia memiliki pengalaman menangani avian flu. dan pembuatan peraturan untuk menyokong program pencegahan dapat membuat rakyat Indonesia sadar dan siap untuk menghadapi penyakit ini. Bukankah pencegahan selalu lebih baik? . sebagian besar pasien sembuh sempurna tanpa memerlukan obat antivirus.

Saat ini juga tidak ada pemeriksaan yang dapat membedakan antibody yang dihasilkan akibat vaksinasi flu pada babi dan antibody akibat infeksi babi oleh H1N1. Pada penelitian di Amerika Serikat ditemukan bahwa 30% populasi babi di Amerika Serikat memiliki antibody terhadap infeksi.Flu Babi Siaga Lima • • Oleh:Pusdalin-IDI Tanggal: 20/Mei/09 Info IDI Swine Influenca (Swine flu) adalah penyakit saluran pernapasan pada babi yang disebabkan oleh virus influenza tipe A yang secara periodik menyebabkan wabah influenza pada babi. Infeksi H1N1 pada manusia sebenarnya jarang ditemukan. Virus Swine flu menyebabkan angka kesakitan yang tinggi dan angka kematian yang rendah pada babi. Virus swine flu H1N1 dan H3N2 endemik pada populasi babi di Amerika Serikat. Lebih dari itu 51% dari populasi babi di Amerika Serikat bagian tengah utara didapati memiliki antibody terhadap infeksi H1N1. Virus swine flu klasik (virus influenza type A H1N1) pertama kali diisolasi dari babi pada tahun 1930. Wabah Swine flu diantara populasi babi di USA umumnya terjadi pada cuaca yang lebih dingin (akhir musim gugur dan musim dingin). Pada penelitian di Amerika Serikat ditemukan bahwa 30% populasi babi di Amerika Serikat memiliki antibody terhadap infeksi H1N1. dimana 25% diantaranya menunjukkan bukti adanya antibody terhadap infeksi. namun sebagian besar wabah diantara sekumpulan babi terjadi pada akhir musim gugur dan musim dingin. Penelitian menunjukkan bahwa virus swine flu H1N1 banyak ditemukan pada populasi babi di seluruh dunia. . Virus Swine influenza dapat bersirkulasi di dalam tubuh babi selama bertahun-tahun.

Penyebabnya adalah salah satu jenis virus influenza A. "Sebab. tak ada daerah yang aman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun bereaksi menaikkan status siaga penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus H1N1 ini menjadi tingkat lima.Kendati demikian. Biasanya. "Angka kematiannya sekitar satu sampai empat persen.Flu babi (swine flu) merupakan penyakit saluran pernapasan akut yang sangat menular. . Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI belum lama ini di Jakarta. di negara tetangga. Betapa tidak. Wabah flu babi terjadi sepanjang tahun.Sejak pertengahan April lalu. Ini terpaut satu level di bawah epidemi global alias pandemi. Agus mengatakan. penyakit tersebut sebegitu cepatnya menyebar dari episentrumnya. belakangan diketemukan kasus penularan antarmanusia. insidennya meningkat pada musim gugur dan musim dingin. Tak heran jika kurang dari sebulan. "Hanya saja. Meski lazim ditemui pada negara dengan empat musim. jika memang dianggap cukup dekat dengan Indonesia. Tingkat kejadiannya tinggi namun tingkat kematiannya rendah. Meksiko.Bagaimana dengan Indonesia? Sejauh ini. Sesungguhnya." ungkap dr Khie Chen Lie SpPD dari Divisi Tropik dan Infeksi Ilmu Penyakit Dalam FKUI. wabah flu babi hampir tiap hari diberitakan secara luas. Sebagian kasus terjadi pada individu yang bekerja di industri babi. virus cepat mati. belum satu pun kasus terkonfirmasi. tersering subtipe H1N1. kecuali Selandia Baru. dengan siaga 5." ujar Agus. infeksi flu babi yang bersifat sporadis pada manusia telah ditemukan. sangat menular Flu babi bukanlah penyakit baru. Guru Besar Mikrobiologi Universitas Indonesia dalam acara Konfrensi Pers di Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi. virus flu babi tidak menginfeksi manusia. pada suhu lingkungan yang lebih tinggi. Namun. Namun. bukan berarti Indonesia berada dalam zona aman.Lalu lintas manusia menjadi sarana penyebaran flu babi. flu babi juga bisa menjangkiti negara lainnya. Normalnya. Lalu lintas manusialah yang menjadi sarana penyebaran. penularan penyakitnya sudah antarmanusia. Prof." jelas Prof Agus Sjahrurachman PhD SpMK. Pun. Penyakit flu babi endemik di Amerika Serikat.

Topik overview influenza A H1N1 oleh Prof Dr. Flu babi ini menimbulkan angka kesakitan yang tinggi dengan angka kematian yang rendah.SpP(K) Pada 5 Februari 1976 seorang tentara di Fort Cix AS meninggal. Cara penularan melalui droplet dari bersin dan batuk. menular antar manusia. Swine influenza atau flu babi atau flu A H1N1 adalah penyakit respirasi pada babi yang disebabkan oleh virus influenza A kelompok orthomyxovirus. kontak langsung dan kontak tidak langsung melalui peralatan yang tercemar. Flu Babi yang menginfeksi manusia pertama kali dilaporkan bulan Maret-April 2009 di Meksiko. Selanjutnya babi berpotensi sebagai “periuk pengaduk”. Pada tanggal 29 April 2009 oleh WHO ditetapkan swine flu sebagai pandemi fase 5. Secara antigen. Kalifornia bagian selatan dan negara bagian lain di Amerika. virus ini ada sepanjang tahun namun wabah biasanya terjadi pada musim gugur dan dingin. virus flu babi H1N1 berbeda dengan virus H1N1 pada manusia sehingga . Masa inkubasi 1-7 hari tetapi lebih sering 1-4 hari. atau alat makan pasien bekas digunakan penderita flu babi ini. avian Amerika Utara influenza manusia dan swine flu Asia dan Eropa. Sifat dari virus ini akan mati dengan: • detergen • dipanaaskan pada suhu > 70 derajat celcius • alcohol 70% • lisol 5% • pemutih •iodine •Dapat hidup 2 jam di luar tubuh Sehingga tidak ada perlakuan khusus untuk penanganan baju. Tidak menular dengan makan babi yang sudah dimasak. 4 orang temannya sakit hasil laboratoriumnya terbukti terinfeksi virus H1N1. Agustus 2007 terjadi outbreak flu babi di peternakan babi di Filipina. virus akan mati. Faisal Yunus PhD. asal sudah di cuci dengan detergen. Strain virus yang ditemukan saat ini merupakan perpadusn dari 4 strain virus influenza A subtype H1N1 yaitu swine Amerika Utara. Individu yang terinfeksi flu babi berpotensi menularkan kepada orang lain selama individu tersebut masih mempunyai gejala dan masih mungkin setelah 7 hari masa awetan. pada anak masa ini lebih lama dari pada orang dewasa.

Diagnosis Laboratorium dan Aspek Virologi Influenza A H1N1 oleh Dr.vaksin untuk flu pada manusia tidak memberikan proteksi terhadap virus flu babi H1N1 dan sebaliknya. Kultur virus ini dapat dilakukan di Universitas Indonesia. Jika swab atau aspirat nasofaring tidak dapat dilakukan kombinasi swab nasal dan orofaring dapat digunakan. terutama penderita yang mengalami infeksi berat sebaknya diambil spesimen dari saluran pernafasan atas untuk dilakukan tes terhadap virus H1N1. Indonesia memerlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk melakukan penelitian dan pengembangan di bidang virologi. khususnya mengenai virus influenza A serta perlu dilakukan peningkatan kapasitas untuk mengantisipasi munculnya galur-galur baru influenza A baru. proses dan tes spesimen terhadap pasien yang diduga terinfeksi Swine-Origin Influenza A (H1N1) (S-OIV). Di departemen mikrobiologi FKUI telah tersedia RT-PCR Influenza A. bukan berarti pasien tersebut bebas dari infeksi virus H1N1. aspirat dari endotrakeal dapat digunakan. Ditemukannya virus H1N1 menjadi diagnosis pasti pasien terinfeksi virus terseut. sedangkan RT PCR H3 saat ini masing dirancang. Untuk pasien intubasi. namun membutuhkan hasil yang cukup lama. S-OIV infection definisinya adalah seseorang yang menderita infeksi saluran pernafasan dengan suhu badan yang febril akut. Budiman Belo. CDC menganjurkan pada pasien tersebut dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk dilakukan pemeriaknaan real time RT-PCR atau kultur virus. Kultur virus. Priyanti. RT-PCR influenza B. dan RT PCR H1. Kultur virus influenza A H1N1 ini bisa menggunakan embryonated chicken eggs atau Mardin-Darby Canine Kidney (MDCK) cells. Spesimen sebaiknya diambil sesegera mungkin setelah pasien mendrita sakit dengan pengambilan swab/aspirat nasofaring. Tes kultur virus ini penting untuk analisis evolusi virus dan penentuan rangkaian asam amino yang akan digunakan untuk merancang vaksin dan sistem diagnostik. Penderita yang suspek terinfeksi S-OIV. Penatalaksanaan influenza A (H1N1) baru.P(K) 1.Pengendalian infeksi : . SpMK Center for Disese Control (CDC) membuat pedoman sementara terhadap pengumpulan. disampaikan oleh dr. Bila hasil kultur negatif. Sp. Spesimen sebaiknya ditempatkan dalam media transport yang steril dan pada tempat yang dingin (suhu 4 derajat selsius untuk dibawa ke lab.

sedangkan 1 x 5 mg inhalasi (profilasis). . Diberikan 48 jam pertama. Golongan obat yang dapat digunakan adalah penghambat neurominidase yaitu oseltamivir dan zanamivir. OSELTAMIVIR • • • • • • • • Bentuk oral Kontraindikasi untuk anak < 1 tahun dan yang alergi Pengobatan antivirus awal. H1N1 sudah resisten terhadap amantadin dan rimantadin. diberikan secapat mungkin Pada flu H5N1 walaupun sudah lebih dari 48 jam tetap diberikan karena replikasi virus lebih panjang daripada flu musiman.Profilaksis Pengobatan diberikan untuk kasus suspek. Kategori C • Dosis dewasa: 2 x 5 mg inhalasi (pengobatan). Ibu hamil : kategori C Dosis dewasa: 75 mg 2 kali/hari untuk 5 hari (pengobatan atau 75 mg 1 kali/hari selama 10 hari (profilaksis) Penggunaan pada Anak Data dari Amerika tentang efek samping yang berat pada penggunaan oseltamivir jarang terjadi Komplikasi pada anak sering terjadi bila dibandingkan pada orang dewasa Dengan alasan tersebut IDSA merekomendasikan penggunaan oseltamivir untuk anak sehingga dapat menekan angka kematian dan kesakitan yang tinggi.• Alat pelindung diri (APD) • Airborn / droplet • Kamar isolasi / tekanan negatif 2. Di Amerika dan Mexico.Pengobatan : • Spesifik oseltamivir/Zanamivir • Perawatan kritikal respirasi • Alat bantu nafas mekanik 3. probable dan konfirmasi. Pada flu musiman jika diberikan lebih dari 48 jam tetap mempunyai keuntungan dalam hal angka kematian dan lama rawat. ZANAMIVIR • Bentuk inhalasi • Bentuk IV masih dalam penelitian • Efektif untuk flu musiman • Menurunkan gejala flu 1-3 hari • Menurunkan komplikasi infeksi saluran nafas bawah • Dapat diberikan pada bayi < 1 tahun • Dapat dipertimbangkan kerugiannya pada perempuan hamil.

ditambah salah satu keadaan di bawah ini: • Dalam 7 hari sebelum sakit. Pengadaan dan mobilisasi obat dan APD 3. Pelaksanaan dan pengutaan kegiatan surveilans epidemiologi 5. Vaksin flu manusia dapat memberi proteksi parsial terhadap flu babi H3N2. Prof. Komunikasi risiko. Belum ada vaksin untuk manusia tetapi telah tersedia vaksin untuk babi.P(K). Penguatan dan pemberdayaan RS 4. tetapi tidak untuk virus flu A (H1N1) strain baru. Pencegahan dan penanggulangan di bandara/ pelabuhan/pos lintas batas darat 2. 6 Strategi Indonesia menghadapi Pandemi Influenza H1N1 1. pernah kontak dengan kasus konfirmasi Flu babi H1N1 (strain Meksiko) • Dalam 7 hari sebelum sakit pernah berkunjung ke wilayah yang terdapat satu atau lebih kasus konfirmasi flu babi H1N1 (strain Meksiko) PROBABEL Seseorang dengan gejala infeksi pernafasan akut (demam ≥ 38ºC) disertai hasil lab positif influenza A tetapi tidak diketahui subtipenya dengan menggunakan reaen musiman. Pelaksanaan dan penguatan laboratorium diagnosis PCR 6. Atau Seseorang yang meninggal karena penyakit ISPA yang tidak diketahui penyebabnya dan berhubungan secara epidemiologi (kontak dalam 7 hari sebelum onset) dengan kasus probabel atau konfirmasi KONFIRMASI Seseorang dengan gejala infeksi pernafasan akut (demam ≥ 38ºC) sudah dikonfirmasi lab flu baru H1N1 (strain Meksiko) dengan pemeriksaan 1 atau lebih sets di bawah ini: RT PCRKultur virus Peningkatan 4x titer antibodi spesifik flu baru H1N1 (strain Meksiko) dengan tes netralisasi. Kebijakan Depkes dalam penanggulangan infeksi virus baru H1N1 (strain Meksiko). Tjandra Yoga Aditama Sp. . MARS Definisi kasus Flu Burung H1N1 (strain meksiko) SUSPEK Seseorang dengan gejala infeksi pernafasan akut (demam ≥ 38ºC) mulai dari yang ringan sampai dengan pneumonia. Dr. DTM&H.Saat ini yang tersedia di Indonesia hanya Oseltamivir. informasi dan kesadaran publik.

termasuk Meksiko dan Kanada. Tapi setelah dipelajari lebih lanjut bahwa virus baru ini mempunyai karakteristik yang sangat berbeda dari virus yang terdapat pada babi di Amerika Utara. tetapi virus influenza dapat menyebar bolak-balik antara babi dan manusia Apakah ada manusia terinfeksi virus H1N1 ini di AS? Ya. virus ini tidak menulari manusia. Apakah Manusia bisa tertular virus ini dari babi dan sebaliknya? Pada saat ini. Penyebarannya intensif cepat dari waktu ke waktu dan semakin banyak negara yang telah melaporkan kasus penyakit dari virus ini. Texas. Ilmuwan yang menyebutnya "quadruple reassortant " virus. ada virus flu biasa yang menyebabkan wabah penyakit dalam babi. Most of the time.Apakah H1N1 (flu babi)? H1N1 (disebut sebagai "flu babi") adalah virus influenza baru yang menyebabkan penyakit pada manusia. H1N1 merupakan gabungan dari gen virus flu biasa yang ditemukan pada babi di Eropa dan Asia. Mengapa virus H1N1 ini kadang-kadang disebut sebagai "flu babi"? Virus ini pada awalnya disebut sebagai "flu babi" karena uji laboratorium menunjukkan bahwa banyak dari gen virus baru ini sangat mirip dengan virus influenza yang biasanya terjadi pada babi di Amerika Utara. Kasus manusia dengan infeksi virus influenza H1N1 ini pertama kali dikonfirmasi di AS di Southern California dan dekat Guadalupe County. tidak ada bukti bahwa babi di Amerika Serikat yang terinfeksi virus baru ini. Berita . Namun. telah dilaporkan sudah terinfeksi virus ini. Negara-negara lain. Virus ini tersebar dari orang-ke-orang dalam banyak cara. gen flu burung dan gen flu manusia. penyebarannya hampir sama dengan virus influenza biasa. Virus ini baru pertama kali terdeteksi di masyarakat pada bulan April 2009 di Amerika Serikat.

Kelelahan yang berlebih .Batuk. CDC dan pemerintah dalm hal ini dinas kesehatan bekerja sama untuk menyelidiki situasi ini. sakit kepala. kita mesti mengetahui gejala-gejalanya. . Apakah virus H1N1 termasuk virus yang mudah menular ? Menurut CDC virus H1N1 tergolong virus yang sangat mudah menular dan bias menular dari manusia ke manusia. Gejala Flu Babi pada manusia Setelah Flu burung yang merebak di dunia sekarang muncul lagi virus baru yang dikenal dengan nama flu babi atau swine flu yang mana di meksiko sudah merenggut 159 orang.Nyeri otot . sakit tenggorokan.diare . panas dingin dan kelelahan dan juga ada yang melaporkan bisa diare dan muntah-muntah.gov/h1n1flu/investigation. Apakah tanda-tanda dan gejala virus ini di masyarakat? Gejala-gejala ini baru virus influenza A H1N1 di masyarakat mirip dengan gejala flu biasa dari manusia dan termasuk demam. batuk. Namun. gejala infeksi flu babi pada manusia mirip dengan flu biasa pada manusia.htm.terbaru mengenai kasus ini dapat dilihat diwebsite: http://www. Karena penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit yang langka atau baru maka.cdc. sampai saat ini Belum diketahui bahwa virus ini begitu mudah menyebar antar orang ke orang. yaitu Pada umumnya.Demam secara tiba-tiba . nyeri tubuh.Muntah-muntah] .Sakit tenggorokan . yakni : . Akibat dari virus ini adalah kematian jira tidak segera ditangani.