You are on page 1of 17

Selasa, 28 September 2010

hubungan menyimak dan berbicara
KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA A. Pendahuluan Keterampilan berbahasa Indonesia diberikan kepada guru, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa guru Sekolah Dasar. Keterampilan berbahasa Indonesia mencakup: Keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan membaca. Penyajian materi ini dilatarbelakangi oleh suatu kenyataan bahwa keterampilan berbahasa sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Mari perhatikan kehidupan masyarakat. Anggota-anggota masyarakat saling berhubungan dengan cara berkomunikasi. Komunikasi dapat berupa komunikasi satu arah, dua arah, dan multi arah. Komunikasi satu arah terjadi ketika seseorang mengirim pesan kepada orang lain, sedangkan penerima pesan tidak menanggapi isi pesan tersebut. Misalnya, khotbah jumat dan berita di TV atau radio. Komunikasi dua arah terjadi ketika pemberi pesan dan penerima pesan saling menanggapi isi pesan. Komunikasi multi arah terjadi ketika pemberi pesan dan penerima pesan yang jumlahnya lebih dari dua orang saling menanggapi isi pesan (Abd. Gofur, 1: 2009) Dalam kegiatan komunikasi, pengirim pesan aktif mengirim pesan yang diformulasikan dalam lambang-lambang berupa bunyi atau tulisan. Proses ini disebut dengan encoding. Selanjutnya si penerima pesan aktif menerjemahkan lambang-lambang tersebut menjadi bermakna sehingga pesan tersebut dapat diterima secara utuh. Proses ini disdebut dengan decoding. B. Aspek-aspek Keterampilan berbahasa Sehubungan dengan penggunaan bahasa, terdapat empat keterampilan dasar berbahasa yaitu, menyimak, berbicara, menulis, dan membaca. Keempat keterampilan tersebut saling terkait antara yang satu dengan yang lain. B.1. Hubungan Menyimak dengan Berbicara Menyimak dan berbicara merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang langsung. Menyimak bersifat reseptif, sedangkan berbicara bersifat produktif. Misalnya, komunikasi yang terjadi antar teman, antara pembeli dan penjual atau dalam suatu diskusi di kelas. Dalam hal ini A berbicara dan B mendengarkan. Setelah itu giliran B yang berbicara dan A mendengarkan. Namun ada pula dalam suatu konteks bahwa komunikasi itu terjadi dalam situasi noninteraktif, yaitu satu pihak saja yang berbicara dan pihak lain hanya mendengarkan. Misalnya Khotbah di masjid, dimana pemceramah menyampaikan ceramahnya, sedangkan yang lainnya hanya mendengarkan. Terkait dengan kegiatan pembelajaran, guru dituntut untuk mampu memodifikasi aktivitas pembelajaran agar siswa mampu untuk melaksanakan kegiatan komunikasi baik satu arah, dua arah, maupun multi arah. Aktivitas yang dapat dilakukan adalah dengan metode diskusi kelompok, Tanya jawab, dan sebagainya. B.2. Hubungan Menyimak dan Membaca Menyimak dan membaca sama-sama merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Menyimak berkaitan dengan penggunaan bahasa ragm lisan, sedangkan membaca merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. Penyimak maupun pembaca malakukan aktivitas pengidentifikasian terhadap unsure-unsur bahasa yang berupa suara (menyimak), maupun berupa tulisan (membaca) yang selanjutnya diikuti diikuti dengan proses decoding guna memperoleh pesan yang berupa konsep, ide, atau informasi. Keterampilan menyimak merupakan kegiatan yang paling awal dilakukan oleh manusia bila dilihat dari proses pemerolehan bahasa. Secara berturut-turut pemerolehan keterampilan berbahasa itu pada umumnya dimulai dari menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kegiatan menyimak diawali dengan mendengarkan, dan pada akhirnya memahami apa yang disimak. Untuk memahami isi bahan simakan diperlukan suatu proses berikut; mendengarkan, mengidentifikasi, menginterpretasi atau menafsirkan, memahami, menilai, dan yang terakhir menanggapi apa yang disimak. Dalam hal ini menyimak memiliki tujuan yang berbeda-beda yaitu untuk; mendapatkan fakta, manganalisa fakta, mengevaluasi fakta, mendapat inspirasi, menghibur diri, dan meningkatkan kemampuan berbicara. Menyimak memiliki jenis-jenis sebagai berikut: 1. Menyimak kreatif: menyimak yang bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas pembelajar. 2. Menyimak kritis: menyimak yang dilakukan dengan sungguhsungguh untuk memberikan penilaian secara objektif. 3. Menyimak ekstrinsik: menyimak yang berhubungan dengan hal-hal yang tidak umum dan lebih bebas.

dan membujuk dapat disusun dalam bentuk argumentasi dan persuasi. dan wacana. Menyimak estetik: menyimak yang apresiatif. Proses tersebut berupa penyandian kembali dan penafsiran sandi. dan lain-lain. Lebih lanjut Bryne menyatakan bahwa mengarang pada hakikatnya bukan sekedar menulis symbol-simbol grafis sehingga berbentuk kata. sedangkan membaca adalah kegiatan yang bersifat reseptif. lengkap. Pramenulis Pramenulis merupakan tahap persiapan. misalnya menemukan ide/gagasan. Pengetahuan kebahasaan digunakan untuk pemilihan kata. B. Sementara itu aspek kebahasaan meliputi pemilihan kata. Kegiatan dimulai dari mengenali huruf. Di samping seorang penulis dapat memilih bentuk prosa. Merevisi Pada tahap merivisi dilakukan koreksi terhadap keseluruhan paragraf dalam tulisan. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas. dan pembentukan kalimat. (2) pengumpulan bahan. 6. serta menghubungkannya dengan bunyi dan maknanya (Anderson. 1. Sedangkan teknik penulisan diterapkan dalam penyusunan paragraf sampai dengan penyusunan karangan secara utuh. penentuan gaya bahasa. 7. dan imajinasi. Pada tahap ini diperlukan berbagai pengetahuan kebahasaan dan teknik penulisan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam kegiatan karang-mengarang. menikmati keindahan cerita. (3) kosakata. kalimat. perasaan. menentukan tujuan. (2) struktur. Oleh karena itu. Oleh karena itu. atau drama untuk mengkomunikasikan gagasannya. Sejalan dengan hal tersebut. Lebih dari itu. 1995). (3) merevisi. akan tetapi mengarang adalah menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh. 2. dan jelas sehingga buah pikiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pembaca. Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambing-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambing-lambang grafis tersebut (Bryne. karangan yang bertujuan membuktikan. Seorang penulis menyampaikan gagasan. frasa. penulis dituntut menguasai komponen (1) grafologi. 5. Karangan yang bertujuan melukiskan sesuatu dapat ditulis dalam bentuk karangan deskripsi. Aktivitas menulis mengikuti alur proses yang terdiri atas beberapa tahap. 3. puisi. menentukan judul karangan. Sebaliknya seorang pembaca mencoba memahami gagsan. surat kabar. pada tahap pramenulis diperlukan stimulus untuk merangsang munculnya respon yang berupa idea tau gagasan. Menulis Tahap menulis dimulai dari menjabarkan ide-ide ke dalam bentuk tulisan. Koreksi harus dilakukan terhadap berbagai aspek. pengarang menggunakan bahasa tulis untuk menyatakan isi hati dan buah pikirannya secara menarik kepada pembaca. Penentuan tujuan menulis erat kaitannya dengan pemilihan bentuk karangan. (4) pembuatan kerangka karangan. Membaca adalah suatu proses kegiatan yang ditempuh oleh pembaca yang mengarah pada tujuan melalui tahaptahap tertentu (Burns. (4) mengedit. atau informasi dalam bentuk tulisan. puisi. dan kata-kata tersusun menjadi kalimat menurut peraturan tertentu. dan (5) mempublikasikan. struktur bahasa. 1986). (3) penyusunan bahan. Menyimak selektif: menyimak yang dilakukan secara sungguhsungguh. (1) pramenulis. membuat kerangka dan mengumpulkan bahan-bahan. Kegiatan membaca dapat bersuara nyaring dan dapat pula tidak bersuara (dalam hati). di samping harus menguasai topik dan permasalahannya yang akan ditulis. (6) revisi. meyakinkan. 1985). pembaca menghubungkannya dengan kemungkinan maksud penulis berdasarkan pengalamannya (Ulit. kata. observasi. dll. Hubungan Membaca dan Menulis Membaca dan menulis merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. memilih bentuk atau jenis tulisan. Ide-ide dituangkan dalam bentuk satu karangan yang utuh. Struktur karangan meliputi penataan ide pokok dan ide penjelas serta sistematika penalarannya. Ide tulisan dapat bersumber dari pengalaman. ungkapan. Pada tahap ini seorang penulis melakukan berbagai kegiatan. dan (7) penulisan naskah akhir. . proses penulisan terdiri atas lima tahap yaitu. Karangan yang bertujuan menjelaskan sesuatu dapat ditulis dalam bentuk karangan eksposisi. 1983).3. Secara padat. majalah. (2) menulis.4. dan memilih untuk mencari yang terbaik. dan (4) kelancaran. bahan bacaan. ejaan dan tanda baca. Menulis adalah kegiatan berbahasa yang bersifat produktif. perasaan atau informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan tersebut. Menyimak sosial: menyimak yang dilakukan dalam situasi-situasi sosial. Mckey mengemukakan tujuh tahap yaitu (1) pemilihan dan pembatasan masalah. misalnya membaca buku. Menyimak konsentratif: menyimak yang merupakan sejenis telaah atau menyimak untuk mengikuti petunjuk-petunjuk. (5) penulisan naskah awal. misalnya struktur karangan dan kebahasaan. Kridalaksana (1993) menyatakan bahwa membaca adalah keterampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutan lambing-lambang grafis dan perubahannya menjadi bicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam-diam atau pengujaran keras-keras.

ucapan atau lafal. sedangkan menulis merupakan kegiatan berbahasa ragam tulis. Hubungan Menulis dengan Berbicara Berbicara dan menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif. Langkah-langkah yang harus dikuasai oleh seorang pembicara yang baik adalah: 1. keberanian. Menulis pada umumnya merupakan kegiatan berbahasa tak langsung. keramahan. Gofur. B. sedangkan pengertian yang kedua disampaikan dalam bentuk noncetakan. Mengedit Apabila karangan sudah dianggap sempurna. dan pengaturan spasi. Diposkan oleh stasiun sastra ruru di Selasa.4. tekanan kata. minat pendengar. dan sikap.com/2010/09/hubungan-menyimak-dan-berbicara. 5. Pengertian pertama. bentuk tulisan. dan sebagainya. persendian. latar belakang pendengar. situasi. pukul 19. semangat. dan variasi kalimat atau struktur kalimat. isi dan penutup. 13 Mei 2012.html Diakses Minggu. kelancaran. Hal itu dimaksudkan agar tulisan itu menarik dan lebih mudah dipahami. ketertiban. kemampuan mendengar. 2. kosakata atau ungkapan. Berbicara merupakan kegiatan ragam lisan. pendahuluan. Mempublikasikan Mempublikasikan mempunyai dua pengertian.47 . Aspek nonkebahsaan terdiri atas. misalnya ukuran kertas. minat pembicara. kemampuan berbicara. Tentang penulis : Fusliyanto. nada dan irama. Menyusun kerangka pembicaraan. Proses pengeditan dapat diperluas dan disempurnakan dengan penyediaan gambar atau ilustrasi. waktu yang disediakan. Penyampaian noncetakan dapat dilakukan dengan pementasan. sedangkan berbicara merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat langsung. penceritaan. penulis tinggal melaksanakan tahap pengeditan. berarti menyampaikan karangan kepada public dalam bentuk cetakan. Aspek kebahasaan terdiri atas. September 28.blogspot.Pd adalah Dosen Luar Biasa Bahasa Indonesia FKIP-UNEJ dan Dosen Universitas Terbuka dan Guru SMAN 2 JEMBER.4. tingkat kemampuan. Memahami dan menguji topik. 2010 Sumber : http://ruru333lippo. memahami pendengar. 6 : 2009) Aspek-aspek yang dinilai pada kegiatan berbicara terdiri atas aspek kebahasaan dan nonkebehasaan. 3. Berbicara pada hakikatnya merupakan suatu proses berkomunikasi yang dalam proses itu terjadi pemindahan pesan dari satu pihak (komunikator) ke pihak lain (komunikan). penguasaan materi. Memilih topik. sarana. Dalam pengeditan ini diperlukan format baku yang akan menjadi acuan. S. Pesan yang akan disampaikan kepada komunikan lebih dahulu diubah ke dalam symbol-simbol yang dipahami oleh kedua belah pihak (Abd. peragaan.

the steps of learning to write. the media web blog. The focus of discussion in this paper include: creative writing skills. . Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pada umumnya siswa mengalami kesulitan ketika ingin menuliskan apa yang ada dipikiran mereka. genre-based approach. Untuk itu siswa memerlukan kemampuan memilih dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan konteks dalam sebuah model pembelajaran keterampilan menulis. berbicara. dan pembelajaran menulis kreatif dengan pendekatan berbasis genre dengan memanfaatkan media web blog. pemanfaatan media web blog. Peserta didik baik di pendidikan dasar dan menengah. langkah-langlah menulis. The combination of the use of genre-based approach and the use of the media web blog is to make effective teaching creative writing. genre-based approach. pendekatan berbasis genre. This paper is an innovation in teaching writing skills at school by utilizing internet technology advances. Pd. Key word: creative writing skills. Keywords: creative writing skills. Perpaduan penggunaan pendekatan berbasisi genre dan pemanfaatan media web blog adalah untuk mengefektifkan pembelajaran menulis kreatif. Buah pikiran yang diungkapkan dalam bentuk tulisan itu ditemukan melalui olah pikir dan dimaksudkan untuk membuka wawasan dan pengetahuan bagi para pembacanya. dan menulis. makalah ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih terhadap masalah-masalah pembelajaran menulis.Letak kesulitan tersebut tidak hanya dalam mencari ide atau gagasan. writing steps. Kata kunci: keterampilan menulis kreatif. Abstack This paper examines the development of creative writing skills by using genre-based approach and by making use of web media blog. media web blog. mahasiswa di pendidikan tinggi. In addition. dan bahkan orang-orang yang sudah menamatkan perguruan tinggi pun mengeluhkan sulitnya menulis. Keempat aspek tersebut adalah mendengarkan. Program Pascasarjana Unnes Abstrak Makalah ini mengkaji tentang pengembangan keterampilan menulis kreatif dengan menggunakan pendekatan berbasis genre dan dengan memanfaatkan media web blog. membaca. this paper is expected to contribute to the problems of learning to write. Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sulit dikuasai oleh siswa. Selain itu. Fokus pembahasan dalam makalah ini antara lain: keterampilan menulis kreatif. genre-based approach. the utilization of web media blog. and teaching creative writing with genre-based approach by utilizing the media web blog. Pendahuluan Kemampuan berbahasa adalah kemampuan menggunakan bahasa. Makalah ini merupakan inovasi dalam pembelajaran keterampilan menulis di sekolah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi internet. pendekatan berbasis genre. A. tetapi juga dalam menerjemahkannya ke dalam tulisan. Kemampuan itu terlihat di dalam empat aspek keterampilan berbahasa.Kamis. the media web blog. S. Menulis merupakan kegiatan memindahakan gagasan atau ide atau buah pikiran ke dalam wujud tulisan dengan menggunakan lambang-lambang grafem untuk dibaca dan dimengerti orang lain. langkah-langkah pembelajaran menulis. 26 Januari 2012 PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MENULIS KREATIF DENGAN PENDEKATAN BERBASIS GENRE DAN PEMANFAATAN MEDIA WEB BLOG Oleh Meilan Arsanti.

Kemampuan menulis dan berbicara disebut kemampuan produktif sedangkan mendengarkan dan membaca disebut kemamampuan reseptif. harus memperhatikan ketetapan organisasi isi. dan saling melengkapi. Pertimbangan ini berlandaskan kemajuan zaman dan teknologi. haruslah banyak mendengar dan membaca. bahkan ada yang mengalami penculikan. pengalaman. Pembelajaran menulis bahasa Indonesia bertujuan meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia baik secara lisan maupun tulis serta menimbulkan penghargaan terhadap hasil cipta manusia Indonesia (Depdiknas 2002:7). Salah satu situs yang dapat dimanfaatkan adalah blog. Dengan mendengar dan membaca maka akan diperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai bahan berbicara dan menulis. Seseorang yang ingin mengembangkan kemampuan berbicara dan menulis. hasil temuan. Variasi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan ini yaitu dengan memanfaatkan media blog. pilihan kata. dan pengetahuan.. penalaran. tujuan yang harus dicapai melalui pembelajaran menulis di sekolah menengah pertama antara lain (1) melatih berpikir dan menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan secara sistematis. penguasaan kosakata. (2) melatih kebiasaan untuk memecahkan masalah secara sistematis. Hal ini dikarenakan dalam menulis siswa antara lain harus memperhatikan ejaan. Kemampuan dalam mengolah daya pikir dipengaruhi tingkat kemampuan dan latar belakang siswa. Oleh karena itu. siswa diharapkan mampu menguasai berbagai jenis tulisan. Mengembangkan kemampuan mendengar dan membaca. dan (3) melatih dalam mendokumentasikan gagasan. ketagihan. Pendekatan ini menggabungkan proses dan minat keterampilan berbahasadengan bahan isi yang spesifik dan pelajaran langsung pada bentuk-bentukatau jenis tulisan yang berbeda. Hal ini berarti bahwa siswa harus mempunyai kemampuan berkomunikasi baik dalam bahasa lisan maupun tulisan. Kegemaran siswa berinternet bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran sehingga menimbulkan pengaruh positif. Selain harus memperhatikan hal tersebut menulis juga membutuhkan daya imajinasi dan kreativitas terutama dalam menulis kreatif sehingga mempunyai arti yang jelas dan memberikan kesan tersendiri bagi pembacanya. pilihan kata. Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kebanyakan siswa justru terjebak dalam situs jejaring sosial yang jika tidak dimanfaatkan dengan baik dapat berakibat negatif. Keterampilan menulis tidak dapat diperoleh secara instan karena harus melalui proses. dan penggunaan kalimat efektif. non fiksi atau fotografi. Blog dapat digunakan sebagai media atau sarana dalam mempublikasikan karya siswa baik karya fiksi. Dalam menulis kreatif siswa dituntut agar bisa mengolah daya pikirnya. saling mengisi. seyogyanya pula diawali dengan kegiatan berbicara dan menulis. penggunaan kaidah bahasa Indonesia. Menjamurnya dunia internet belakangan ini seyogyanya dapat diaplikasikan dalam pembelajaran. Kemampuan reseptif dan kemampuan produktif dalam berbahasa merupakan dua sisi yang saling mendukung. Hal ini tentu saja membantu siswa . Mengingat latar belakang dan kemampuan siswa yang berbeda. dan penggunaan kalimat efektif. kohesi dan koherensi. Dalam upaya mengembangkan keterampilan menulis kreatif berbasis genre. Daya pikir tersebut meliputi ide atau gagasan yang kemudian diolah dengan daya imajinasi dan kreativitas. Keterampilan yang terlibat dalam menulis sangat kompleks. sehingga membutuhkan pengarahan dan latihan terutama dalam pembelajaran menulis. maka guru harus bisa mengarahkannya dengan benar. misalnya malas belajar. Seperti itulah keempat aspek berbahasa itu saling mendukung. tanda baca.

Guru juga dapat menggunakan pengalaman reflektif sebagai dasar untuk memperbaiki praktik pembelajaran mereka.dalam mengabadikan dan mempublikasikan karya-karya siswa sehingga dapat dibaca dan diapresiasi banyak orang. serta kemampuan untuk mengumpulkan informasi (Suparno 2007). dan menarasikan teks wawancara. perasaan. Dengan kata lain. Prinsip-Prinsip Teori Setelah merumuskan tujuan pembelajaran. Menulis bertujuan mengungkapkan fakta-fakta. yakni menulis catatan harian. sikap. Kesepuluh langkah tersebut sebagai berikut. mengembangkan daya inisiatif dan kreativitas. pengetahuan. metodologi. Dengan tujuan tersebut maka guru dalam membelajarkan menulis kreatif dapat menjelaskan dan mengarahkan siswa agar paham dan dapat menulis kreatif misalnya menulis surat pribadi. Aneka menulis kreati yang terdapat di dalam KTSP bahasa Indonesia SMP kelas VII. menumbuhkan keberanian dan mendorong kemauan. Gie (2002) mengungkapkan bahwa menulis adalah rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca atau dimengerti oleh orang lain. Prinsip-prinsip tersebut dipraktikkan oleh guru dalam pembelajaran menulis di kelas. dan menganalisis apa yang telah dilakukan di dalam kelas. teori. Dengan menulis kita dapat meningkatkan kecerdasan. fokus. konten (isi). Menurut Raimes ada sepuluh langkah dalam perencanaan pembelajaran menulis dan dalam membantu guru untuk merencanakan pembelajaranmenulis. surat pribadi. Buah pikiran itu dapat berupa pengalaman. Menulis kreatif membutuhkan daya imajinasi dan kreativitas sehingga tulisannya mempunyai arti yang jelas dan memberikan kesan tersendiri bagi pembaca. Agar dalam praktik menghasilkan manfaat belajar yang optimal. b. maka guru harus menentukan tujuan bahwa dalam pembelajaran tersebut siswa dapat mengetahui dan dapat menulis jenis-jenis tulisan. Langkah-Langkah Pembelajaran Menulis Raimes menguraikan seperangkat pedoman pembelajaran menulis. perasaan dampak gejolak kalbu seseorang. maka guru harus terusmenerus dan sistematis merekam. Keterampilan Menulis Kreatif Menulis kreatif adalah menuangkan idea tau gagasan dalam tulisan yang menarik dengan ide yang unk dan inovatif. a. kegiatan. Hal ini agar pembahasan tidak terlalu luas sehingga siswa dapat memahami dan menerima pembelajaran menulis dengan baik. atau dalam menarasikan teks wawancara. C. Tujuan dan Sasaran Di dalam merencanakan pelatihan menulis hendaknya guru dapat memastikan tujuan-tujuan yang akan dicapai. merenungkan. langkah selanjutnya adalah memilih teori yang akan digunakan. Dalam pembelajaran menulis kreatif. Dalam pembelajaran menulis kreatif teori yang digunakan . bahan. menulis buku harian. Langkah-Langkah Pembelajaran Menulis dan Langkah-Langkah Menulis 1. dan evaluasi. pendapat. B. silabus. langkah pertama dalam pembelajaran menulis adalah menentukan tujuan pembelajaran dan indikator-indikatornya. Pemilihan teori ini tentu saja yang berkaitan dengan materi pelajaran. dan isi pikiran secara jelas dan efektif kepada pembaca.Pedoman ini didasarkan pada prinsip-prinsip yang mencakup pertimbangan tujuan.

dan ide. kelancaran. d. Richards menunjukkan sebuah "kombinasi pendekatan yang sering digunakan" (1990. Artinya bahwa sebelum menulis siswa harus mempunyai ide yang kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu. serta tugas. Dalam mengembangkan silabus guru hendaknya mengacu pada kurikulum yang berlaku. gaya. guru harus aktif memberikan informasi-informasi lain baik dari bidang bahasa maupun dari bidang kajian ilmu lain. atau tema-tema umum lainnya. alam. kesehatan. pendidikan. Dalam pembelajaran menulis kreatif guru boleh saja menentukan tema. sastra. sehingga pembelajaran dapat lebih terarah. jenis-jenis tulisan. Di dalam mengajar guru harus mempunyai pikiran seperti: Mengapa saya melakukan kegiatan ini di kelas?Apakah yang saya ajarkan sesuai dengan tata bahasa dan belajar bahasa? Apa yang siswa dapatkan dari yang saya ajarkan? Apa gunanya belajar bagi siswa? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi dasar guru dalam mengajar di kelas. situasional. Silabus digunakan sebagai acuan guru dalam membelajarkan pembelajaran menulis di kelas. dan kendala kelembagaan. Maksud perencanaan konten tersebut yaitu dalam pembelajaran menulis di kelas guru menggunakan pengalaman pribadi. dan langkah-langkah menulis. tema. Di dalam pembelajaran bahasa terutama pembelajaran menulis yang merupakan salah satu keterampilan berbahasa. f. langkah selanjutnya adalah mengembangkan silabus. Menulis terdiri daribanyak bagian sehingga perlu mempertimbangkan mana yang akan menjadi yang paling penting seperti konten. isu-isu sosial dan budaya. pendidikan. budaya. budaya. atau bentuk tulisan yang digunakan. Tema yang dapat diambil bisa tentang sosial. politik. gaya bahasa. agar siswa dapat menulis maka siswa perlu topik yang memungkinkan mereka untuk menghasilkan ide-ide. e. akurasi. Hal ini agar siswa lebih banyak mendapat informasi. c. Silabus Setelah memutuskan konten dan bobot elemen adalah bagaimana akan mengatur isi dan pengalaman belajar di dalam kelas. dan lain sebagainya. Dengan adanya silabus dalam praktikpembelajaran. dan berani mengambil resiko. topikal. gagasan. Guru harus memberi pemahaman siswa tentang teori-teori tersebut dengan jelas sehingga siswa dapat memahami dengan baik. Silabus disusun sesuai dengan kelas dan tingkat perkembangan siswa yang berisi standar kompetensi dan kompetensi dasar.dan harus dikuasai siswa antara lain tentang menulis kreatif. tetapi siswa juga bisa mencari tema bebas sesuai yang diinginkan. prinsip-prinsip teoritis. hlm 9-10). sosial. Tema-tema bebas tersebut misalnya tentang keluarga. yaitu struktural (pada tingkat awal). fungsional. tujuan. menemukan bentuk-bentuk agar sesuai dengan ide-ide. Elemen Langkah keempat adalah menimbang elemen. orisinalitas. Bahan . Jadi. Elemen yang dimaksud adalah bagian-bagian dari yang akan ditulis baik itu topik. Perencanaan Konten Langkah ketiga dalam perencanaan dan pembelajaran menulis adalah perencanaan konten. organisasi. diksi. apa yang mereka gunakan dan dalam proporsi apa tergantung pada siswa. dan tema-tema lainnya sesuai dengan perkembangan dan usia siswa. atau isi dari bidang studi lain sebagai tema atau topik tulisan. Isi dan pengalaman belajar tersebut menjadi dasar organisasi silabus dalam pembelajaran menulis dari tradisional ke modern dan inovatif. keterampilan dan proses.

Portofolio tersebut kemudian dievaluasi. guru dan siswa perlu menyepakati tujuan umpan balik. umpan balik dengan perangkat lunak komputer. h. memilih jenis dalam memberi umpan balik denganmemperhatikan waktu dan ukuran kelas. atau media lainnya. Evaluasi Guru menggunakan tes dan tes esai kalimat untuk mengevaluasi siswa. Refleksi . Guru dalam memilih bahan atau topik belajar dapat melalui video. koran. dalam kasus kelas besar tidak setiap tulisan harus diperbaiki atau bahkan dilihat oleh guru. isi. Portofolio berisi kumpulan tulisan mulai dari awal semester sampai akhir. Salah satu bentuk evaluasi dalam pembelajaran menulis sebenarnya membantu menggabungkan evaluasi siswa dan evaluasi program penggunaan portofolio. atau tanggapan tertulis. teks. perangkat lunak. Selain melalui hal-hal tersebut. Portofolio ini mengarahkan siswa untuk merevisi dan untuk menyajikan karya terbaik mereka. menggunakan fitur-fitur seperti kemampuan "comment" dan“redlining” (menulis kembali). guru cenderungberpikir tentang apa yang akan mereka lakukan. dan buku. Bermain Peran Dalam merencanakan suatu pelajaran atau pelatihan. dan instruksi dalam metode menghasilkan ide. guru atau siswa juga dapat mencari bahan dari internet. prinsip. Jenis dan Metode Umpan Balik Pertama. dan bobot yang telah diputuskan agar tidak terjadi penyimpangan atau kesalahan.Ada banyak pembicaraan teoretis tentang kelas yang berpusat pada siswa dan guru. Keempat. jenis penulisan. atau artikel sebagai bahan belajar maka harus memperhatikan topik. apa yang harus disajikandalam pelajaran.Langkah yang keenam adalah pemilihan bahan. instruksi pada prinsip-prinsip organisasi tulisan. Kedua. Mereka menggunakan hasil tes ini di samping kuesioner untuk mengetahui atau mengevaluasi kesuksesan mereka sendiri sebagai guru. bagaimana cara memimpin diskusi di kelas dan sebagainya. Oleh karena itu. tetapi juga berperan sebagai siswa. i. Dengan portofolio baik guru maupun siswa dapat mengetahui perkembangan keterampilan menulisnya.Bahan-bahan tersebut harus sesuai dengan tujuan. Ketiga. berita. umpan balik seperti rekaman suara. Dalam memilih bahan guru harus berhatihati dan menyesuaikan dengan perkembangan siswa. hal-hal yang harus direvisi. sehingga guru dapat mengerti kondisi dan kemampuan siswa. Guru jangan sampai memilih bahan yang kurang sesuai dengan perkembangan siswa karena dapat memberi efek yang kurang baik. peluang. Secara tidak langsung guru juga pernah menjadi siswa. Siswa dapat melakukan penulisan jurnal. agar guru lebih dekat dan mampu memahami siswa lebih jauh guru tidak hanya berperan sebagai guru. siapa pun yang memiliki berbagai metode fisik menanggapi komentar atau percakapan dengan penulis. tapi juga berperan sebagai siswa. dan dalammengoreksi dan mengedit. j.kesempatan untuk kolaborasi. umpan balik untuk membaca atau menulis bebas di mana tujuannya adalah untuk menghasilkan ide-ide sehingga meningkatkan kelancaran akurasi. g. Portofolio juga dapat menambah nilai siswa selain nilai tes semester. Itulah mengapa pentingnya siswa bagi guru dalammenulis jurnal reflektif mengajar. Jika akan menggunakan buku. majalah. Artinya bahwa guru tidak hanya berperan sebagai guru.

dan pascamenulis. (a) Brainstorming Dalam kegiatan ini siswa berkelompok dan saling menuangkan ide-ide tentang topik yang dibahas. agrobisnis. yaitu: perencanaan." (Proett 1986. Guru merencanakan kegiatan kelas yang tepat yang mendukung pembelajaran keterampilan menulis yang spesifik pada setiap tahap. dan lain-lain. Misalnya ide siswa tentang pertanian maka siswa menentukan kata-kata yang akan digunakan yang berkaitan seperti panen raya. Guru hendaknya selalu belajar dari pengalaman dalam pembelajaran menulis di kelas agar kesalahan atau kekurangan dalam pembelajaran tidak terulang lagi. yaitu menanggapi (berbagi). Artinya pengalaman merupakan hal yang penting dalam mendukung proses pembelajaran. Ada tiga tahap lainyang diberikan oleh guru kepada siswa. Proses penulisan di dalam kelas sangat terstruktur karena memerlukan pembelajaran yang tertib dan harus melaluiproses. Ide yang dituangkan siswa secara spontan sehingga ide-ide tersebut asli atau murni dari siswa. dan sangat baik bagi siswa yang tahu apa yang ingin mereka katakan tetapi tidak bisa mengatakan itu. bahan. p. silabus. (c) Menulis Bebas Secara Cepat Dalam waktu terbatas satu atau dua menit masing-masing siswa secara bebas dan cepat menuliskan kata-kata tunggal dan frasa tentang topik. Pada tahap ini siswa mengumpulkan ide-ide tentatif (belum pasti dan dapat berubah) dan mengumpulkan informasi untuk menulis.Clustering adalah strategi yang sederhana namun kuat: "karakter visualtampaknya merangsang aliran asosiasi . hama. Pengalaman belajar yang direncanakan untuk siswa dapat diuraikan sebagai berikut. Kata-kata dilingkari dan kemudian dihubungkan dengan garis-garis untuk menunjukkan kelompok jelas. Batas waktu .. merevisi (redrafting) dan mengedit (editing). teori. selanjutnya siswa merangkai kata-kata yang sesuai dengan tema atau ide yang akan ditulis. penyusunan (menulis). pascapanen. (b) Clustering Pada tahap ini siswa membentuk kata-kata yang terkait dengan stimulus yang diberikan oleh guru. Berdasarkan kesepuluh langkah dalam pembelajaran menulis menurut Raines dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis harus melalui tahap-tahap tertentu.6). Pengalaman merupakan hal yang sangat penting bagi guru. isi. Hal ini diperkuat dengan pendapat Seow yang menyakan bahwaproses penulisan di kelas dapat ditafsirkan sebagai sebuah program pengajaran yang memfasilitasi siswa dengan serangkaian pengalaman belajar yang direncanakan untuk membantu mereka memahami sifat penulisan disetiap poin. baik dalam pembelajaran menulis atau pembelajaran yang lainnya. Untukmemberikan pengalaman belajar maka siswa melakukan tahap-tahap berikutini.. umpan balik dan evaluasi adalah substansi yang dapat direncanakan dalam pembelajaran menulis. 2. Guru yang sudah berpengalaman akan lebih mudah dalam mengajar di kelas. Langkah-Langkah Menulis Seow menyatakan bahwa proses menulis sebagai kegiatan kelas menggabungkan empat tahap dasar menulis. 1) Perencanaan (Pramenulis) Pramenulis adalah setiap kegiatan di kelas yang mendorong siswa untuk menulis. kegiatan. Setelah siswa menuangkan ide-idenya.Sasaran. Kualitas seorang guru juga dapat ditentukan dari pengalamannya. mengevaluasi.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan isi secara umum dan organisasi gagasan sehingga maksud penulis dapat disampaikan ke pembaca. survei. sistematika tulisan.ejaan. diksi. contoh. Merevisi tidak hanya memeriksa kesalahan bahasa (pengeditan). Setelah itu siswa menulis sebisanya dari frasa-frasa yang telah disusun menjadi kalimat-kalimat. kapan. serta dari wawancara langsung. Menulis bebas yang cepat dilakukan ketika kelompok brainstormingtidak mungkin karena sifat pribadi topik tertentu memerlukan strategi yang berbeda. sehingga memberikan kesan tidak ada lagi yang harus dilakukan. dan lain-lain. Tahap ini harus dilakukan dengan teliti agar kesalahan yang dilakukan dapat diperbaiki sehingga tulisan yang dihasilkan dapat lebih optimal. bahan cetak. dan bagaimana tentang topik. diskusi. 4) Revising Ketika siswa merevisi. struktur kalimat. apa.Penyusunan draft ini untuk memudahkan penulis (siswa) menuangkan ide-idenya yang lebih sistematis sehingga tulisan yang dihasilkan akan lebih mudah dipahami. (d) Pertanyaan-Pertanyaan Pada tahap ini siswa membuat pertanyaan mengapa. yaitu menyusun draft atau kerangka tulisan. mereka meninjau teks-teks mereka berdasarkan umpan balik yang diberikan dalam tahap menanggapi. Siswa akan lebih termotivasi untuk menulis ketika diberi berbagai cara untuk mengumpulkan informasi selama pramenulis. Kegagalan dalam pembelajaran menulisdi sekolah disebabkan karena tahap menanggapi dilakukan di tahap akhir ketika guru secara bersamaan merespon dan mengevaluasi dan bahkan mengedit tulisan siswa. dimana. tanda baca. dan akurasi dari materi tekstual pendukung seperti kutipan. 6) Evaluating . Selain itu. Tanggapan dapat lisan atau tertulis setelah siswa menyusun draft pertama dan sebelum mereka melanjutkan untuk merevisi. Kata-kata yang akan digunakan dalam bidang pertanian tersebut kemudian dijadikan frasa untuk membantu siswa dalam mengembangkan topik tersebut menjadi sebuah karangan atau tulisan. 3) Responding Menanggapi tulisan siswa baik oleh guru maupun oleh teman memiliki peran sentral dalam keberhasilan pelaksanaan proses penulisan. Dalam tahap ini dalam menulis siswa belum dituntut tentang organisasi isi. Pada intinya siswa menulis sebisanya dari kata atau frasa yang telah disusun sebelumnya.membuat pikiran para penulis berdetak dan berpikir cepat. keruntutan kalimat. dan kuesioner. Pada tahap ini siswa harus sudah paham terhadap apa yang akan mereka tulis. video. film). Pertanyaanpertanyaan tersebut dibuat secara urut agar tulisan yang akan dibuat sistematis dan runtut. 5) Editing Pada tahap ini siswa memperbaiki teks atau tulisan mereka saat mereka mempersiapkan draft akhir untuk dievaluasi oleh guru. dan sejenisnya. 2) Drafting Setelah cukup mengumpulkan ide-ide pada tahap perencanaan usaha pertama dalam menulis. Mereka menguji kembali apa yang ditulis untuk melihat seberapa efektif mereka telah berkomunikasi (menyampaikan pesan kepada pembaca). Mereka mengedit karya mereka sendiri atau rekan mereka seperti tata bahasa. diksi. ide untuk menulis dapat diperoleh dari sumber multimedia (misalnya.

membacadi depan kelas. c) mengoreksi dan menata kembali isi tulisan. b) Lebih menekankan isi daripada tata tulisan. kaidah. penomoran. Terakhir dalam proses menulis adalah langkah kelima. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan oleh pembelajar menulis adalah a) membuat draft kasar. pembelajar menulis dapat melakukan hal-hal yaitu a) memublikasikan (memajang) tulisan dalam suatu bentuk tulisan yang sesuai. Agar efektif. yaitu tahap berbagi (sharing) atau publikasi. pada tahap penyusunan draft. hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu: a) membetulkan kesalahan bahasa tulisan sendiri. Proses menulis bersifat nonlinear. tata bahasa dan struktur. b) membetulkan kaidah tata tulis yang meliputi kaidah penulisan paragraf. Pengaturan tata tulis dan penggunaan bahasa hendaknya diabaikan kecuali yang muncul secara spontan. yaitu: 1) pramenulis. dan 5) berbagi (sharing). Mereka harusmemperhatikan interpretasi keseluruhan tugas. d) mengidentifikasi tujuan kegiatan menulis. kaidah pengutipan. pembelajar mulai menuliskan gagasan. pilihan kata penggunaan kalimat. Bagi guru atau siswa yang suka menulis dan tulisannya berhasil diterbitkan adalah suatu kebanggaan. Pada saat menuliskan gagasan pembelajaran menulis perlu menentukan target waktu yang akan dipergunakan untuk menulis. pembelajar menulis melakukan kegiatan sebagai berikut: a) menulis topik berdasarkan pengalaman sendiri. dengan berbekal apa-apa yang telah dipersiapkan pada tahap pramenulis. c) mengubah tulisan dengan memperhatikan reaksi komentar baik dari pengajar maupun teman. sehingga menghasilkan draft akhir. penulisan lebih ditekankan pada pencurahan gagasan dan kelengkapan isi tulisan. Dengan diterbitkannya tulisan tersebut maka dapat orang lain sehingga orang tersebut menjadi tahu. Pascamenulis meliputi penerbitan. dan kaidah-kaidah lain yang diatur secara teknis. penulisan judul. yaitu: a) berbagi tulisan dengan teman-teman (kelompok). kelogisan. Langkah kedua adalah tahap pembuatan draft. mulai menggunakan ejaan. Pada tahap ini. 4) menyunting. organisasi ide. baik dari segi sistematika. Tompkins juga menekankan pada tahap-tahap menulis tidak merupakan kegiatan yang linear. dan d) berbagi dengan teman untuk saling memberikan koreksi. Dalam mengevaluasi harus berdasarkan aspek analitis(berdasarkan aspek tertentu dari kemampuan menulis) atau holistik (berdasarkan pada penafsiran efektivitas umum). 3) merevisi. kriteria evaluasi harus dibuat dan diketahui siswa sebelumnya. Pada tahap menyunting ini. artinya merupakan putaran berulang. yang perlu dilakukan oleh pembelajar menulis pada tahap merevisi. berbagi. Tompkins (dalam Wagiran dan Doyin 2005:7) menyajikan lima tahap. ketajaman pembahasan. c) mengidentifikasi pembaca tulisan yang akan mereka tulis. mengubah tulisan untuk pertunjukan panggung atau menampilkan tulisan pada majalah dinding sekolah atau bahkan pada majalah atau surat kabar. ejaan dan tanda baca. dan e) memilih bentuk tulisan yang tepat berdasarkan pembaca dan tujuan yang telah mereka tentukan. Langkah pertama adalah tahap pramenulis.Hubungan penting antara penyusunan dan revisi yaitu menanggapi yang sering menjadi perbedaan besar untuk jenis tulisan yang akan diproduksi. pengembangan relevansi. Pada tahap ini. Langkah keempat adalah tahap menyunting. . Langkah ketiga adalah tahap merevisi. b) melakukan kegiatan-kegiatan latihan sebelum menulis. format atau tata letak. dan d) membuat perubahan yang substantif pada draft pertama dan draft berikutnya. 7) Pascamenulis Pascamenulis merupakan kegiatan kelas antara guru dan siswasetelah selesai menulis. sampai pengembangan paragraf. 2) pembuatan draft. Berkaitan dengan tahap-tahap proses menulis. dan kejelasan komunikasi. atau b) berbagi tulisan yang dihasilkan dengan pembaca yang telah mereka tentukan dalam forum diskusi atau seminar. kelengkapan isi. kesesuaian kosa kata. b) berpartisipasi secara konstruktif dalam diskusi tentang tulisan teman-teman sekelompok atau sekelas.

Sekolah adalah tempat di mana saya belajar hal-hal seperti membaca dan menulis. Untuk meningkatkan kesadaran pentingnya editingtersebut. 1980). penggunaan huruf atau penggunaan istilah. Lange. dan c.Berdasarkan uraian pendapat di atas jelas bahwa menulis merupakan suatu proses karena harus melewati tahap-tahap. maka perludiperintahkan untuk mengedit kesalahan sebanyak mungkin. . Hal ini karena ketidaktepatan gramatikal mempengaruhi kualitas tulisan siswa. siswa dan guru harus fokus pada pola utama kesalahan untuk memperbaiki setiap kesalahan tunggal (Bates. Bagian yang dicetak miring dari tiga kalimat mengandung kesalahan penulisan umum. . Langkah editing merupakan langkah dalam menulis untuk memperbaiki kesalahan. Ferris menggunakan kalimat atau esai pendek yang mengandung berbagai masalah pengeditan.seperti pada tiga contoh berikut. Proses Editing Tahap 1: Fokus pada Bentuk Siswa menganggap bahwa mengedit itu membosankan atau tidak penting atau mereka menjadi tergantung pada guru untuk mengoreksi pekerjaan mereka. 1993). Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengajarkan cara mengedit tulisan pada siswa sebagai berikut. 1. karena tidak semua siswa membuat kesalahan yang sama. Lange. tetapi mendiskusikan bagaimana kesalahan ini menghambat pemahaman mereka terhadap teks atau tulisan yang dibaca. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menyebabkan masalah dalam pemrosesan teks dan pemahaman. guru perlu membantu siswa dalammengedit atau memperbaiki tulisan mereka serta mengembangkan keterampilan menulisnya. Asumsi Filosofis Menurut Ferris prinsip-prinsip dalam proses editing. Sebuah langkah penting dalam mengajari siswa untuk menjadi editor yang baik adalah untuk meyakinkan mereka tentang perlunyadilakukan editing. Ferris kemudian menjelaskan tiga tahap pendekatan untuk mengajarkan keterampilan mengedit yang dapat membantu siswa menjadi editor tulisan mereka sendiri. masing-masing kata jamak dihilangkan. fokus kesalahan yang paling sering dan umum (mencampuri komperhensif teks) dan stigmatisasi (menyebabkan evaluasi negatif dari penutur asli) (Bates. Lane. D. Lane. Mereka tidak hanya menemukan dan memperbaiki kesalahan. atau kesalahan pengetikan. . Strategi lain yang digunakan Ferris dalam meyakinkan siswa tentang pentingnya mengembangkan keterampilan editing adalah dengan memberi tugas esai . b. kesalahan verba. Dari ketujuh langkah tersebut salah satunya adalah editing. dan disalahgunakan frasa transisi. leksikal. Oleh karena itu. Dalam pembelajaran menulis siswa dituntut untuk dapat menguasai dari masing-masing tahap menulis agar dapat menulis dengan hasil yang baik.Saya suka kopi. dan mekanik sebelum mengirimkan atau menerbitkanproduk terakhir yang ditulis. Proses Editing Ada tujuh langkah menulis menurut Seow. 2. Hendrickson. Mengedit bertujuan untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan gramatikal. baik tanda baca. saya juga suka teh. dalam pembelajaran menulis guru juga harus dapat mengarahkan siswa dalam mengerjakan tahap-tahap menulis tersebut dengan baik. Oleh karena itu. yaitu: a. 1993.Orang tua saya selalu memberi saya banyak cinta. di sisi lain.

struktur kalimat). Hal ini membantu siswa meningkatkan keterampilan menulisbaik selama pengeditan maupun revisi. Tahap 3: Praktik Mengedit Sendiri Pada tahap akhir Ferrish meminta siswa untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan dalam draft esai siswa mereka sendiri dan orang lain. sehingga pada tahap ini siswa dilatih untuk mengenali berbagai jenis kesalahan. E.Memberikan nilai akhir langsung oleh mereka bisa memotivasi mereka sendiri.Berbeda dengan Rappen yang menggunakan pendekatan genre (jenis) dalam pembelajaran menulis. yaitu merespons. Pendekatan Bebasis Genre Menurut Seow dalam pembelajaran menulis menggunakan pendekatan proses yang terdiri dari empat tahap dasar. Siswa juga disuruh menyimpan data hasil kesalahan selama satu semester untuk mengetahui kesalahan mereka dalam kategori yang berbeda sehingga mereka dapat mengamati kemajuan mereka sendiri. tetapi mengesampingkan produk (misalnya organisasi teks. tetapi dipilihkan jenis kesalahan yang sering terjadi yang bersifat umum. Pendekatan berbasis genre memberikan kesempatanpada siswa untuk mengetahui tujuan yang berbeda antara komunikasi tertulis dan informasi-informasi yang terdapat dari masing-masing jenis tulisan. tergantung pada kebutuhan siswa. Tampaknya benar bahwa lebih mudah untuk menemukan kesalahan pekerjaan orang lain daripada sendiri. Reppen membahas pendekatan berbasis genre yang dalam beberapa tahun terakhir menerima banyak perhatian dari para peneliti serta praktisi. Tiga tahap lain bisa dimasukkan setelah tahap penyusunan. Menurut Reppen pendekatan menulis menggabungkan proses dan minat keterampilan berbahasa dengan bahan isiyang spesifik dan pelajaran langsung pada bentuk-bentuk atau jenis tulisanyang . yaitu: perencanaan. dan editing. Dengan memberikan penjelasan tentang teks pada siswa makamereka akan dapat lebih memahami bagaimana membuat tulisan yang efektifdan komunikatif. Kategori kesalahan tersebut dapat bervariasi. dan indikasi dari nilai yang diperoleh atas kemampuan menulis mereka. Ferris membiarkan siswa berlatih mengidentifikasi kesalahan contoh esai yang ditulis siswa dan kemudian mencari kesalahan sebelum proses editing. mengevaluasi. tetapi yang paling efektif adalah bagi guru dan siswa.penyusunan. Pendekatan ini menekankan proses. Pada tahap perencanaan guru dapat membantu siswa menghasilkan ide-ide melalui kegiatan seperti brainstorming. dan menulis bebas cepat. Tahap 2: Mengenali Jenis Kesalahan Besar Penelitian menunjukkan bahwa fokus pola kesalahan bukan pada individu. informasi rinci tentang masalah dalam mengedit. Latihan dalam mengenali pola-pola kesalahan siswa membantu penulis lain menjadi lebih sadar akan masalah yang sama dalam tulisan mereka sendiri. Pendekatan proses untuk pelajaran menulis sering kali mengabaikan pentingnya bentuk tulisan dan efeknya pada peserta didik dengan bahasa atau latar belakang budaya yang berbeda. revisi. dan pascamenulis. clustering.diagnostik dan kemudian menyediakan umpan balik tertulis tentang ide-ide mereka.

materi yang sedang disajikan. Dengan membahas fitur dari jenis teks yang berbeda siswa belajar bahasa yang diperlukan dalam teks. .dan pascapenilaian untuk menentukan perubahan dalam menulis. siswa bisa menulis apapun pada bagian blog yang telah ada. pemanfaatan media blog sangatlah sesuai dengan karakteristik pembelajaran menulis terutama dalam menulis kreatif (Luthfi 2010). atau menarasikan hasil wawancara. Pendekatan ini menggabungkan pendekatan fungsional bahasa dengan penekanan pada isi tulisan. diketahuibahwa siswa sangat antusias terhadap pendekatan ini. komentar dari guru dan jurnal. Konsep yang kedua adalah berfokus pada peningkatan kesadaran siswa tentang bagaimana cara yang berbeda untuk mengatur informasi secara tertulis. mempelajari materi isi. maka siswa menemukan cara yang berbeda untuk mengatur informasi. Sebuah studi menulis yang dilakukan oleh Reppen yang menggunakan beberapa jenis tindakan pra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini mengarahkan agar siswa praktik menulis ketika mereka belajar materi dan menulis melalui langkah-langkah dalam proses menulis. Pemanfaatan Media Web Blog Berbeda dengan e-learning.Melalui pengamatan pribadi. dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berhasil di sekolah. F. Sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Rappen maka pendekatan berbasis genre merupakan pendekatan yang mengutamakan siswa dalam menguasai berbagai jenis tulisan sehingga siswa mengalami kemajuan dalam menulis. siswa harus belajar untuk merespon tuntutan informasi dan organisasi dengan berbagai pengaturan. atau link ke alamat laman (situs) relevan lainnya. Pendekatan ini tentu saja dapat diaplikasikan dalam pembelajaran menulis kreatif karena siswa dituntut agar dapat menguasai berbagai kemampuan menulis seperti menulis buku harian. seperti audio. Dengan blog. Pelajaran menulis didasarkan pada dua konsep yang pertama melibatkan perancah atau magang. Dalam pendekatan ini siswa diberikesempatan untuk menuangkan tujuan dari komunikasi dan informasi dengancara berbeda yang dituangkan dalam teks-teks tertulis. surat pribadi. Ini merupakan langkah penting dalam membantu siswa menjadi penulis lebih sukses.Guru harus membimbing siswa sehingga siswa dapat mengalami kemajuandalam menulis dengan cara yang lebih akademis. video. baik pengetahuan dan sikap siswa. dan fitur tertentu yang terkait dengan hasil tulisan siswa. Peran jenis tulisan yang berpusat pada isi harus muncul secara alami dari materi. pemanfaatan Web Blog lebih kepada memberi kemampuan guru dan siswa dalam hal menulis baik dalam tulisan ilmiah maupun tulisan non-ilmiah. serta harus dapat membimbing dan membantu siswa untuk mencapai tujuan. Semua mencerminkan perubahan positif. Siswa juga dapat lebih menguasai materi danmemperoleh keterampilan yang lebih besar dengan cara belajar menulis. Guru menempati peran sentral dalam proses perancah dan harus terbiasa dengan situasi pembelajaran. Sehubungan dengan peningkatan keterampilan menulis. termasuk memberi tambahan penekanan atau informasi dengan media lain yang juga telah tersedia. Melalui fokus pada penggunaan bahasa dan tuntutan jenis tulisan.berbeda. Perhatian harus dilakukan tidak untuk mengubahjenis tulisan yang menjadi rumusan di mana siswa hanya diinstruksikan untuk memanipulasi fitur tertentu. Seperti diketahui bahwa salah satu titik lemah bagi siswa adalah dalam hal menulis terutama dalam bentuk karya ilmiah.

Pembelajaran menulis akan efektif jika dalam penerapannya di kelas menggunakan pendekatan. Kemudian. surat pribadi. Hal ini sudah barang tentu akan membantu dosen juga mengingat mengoreksi tulisan mahasiswa tidaklah mudah mengingat jumlah kelas dan mahasiswa yang diajar. Menurut Lutfhi (dalam Santosa 2005:1) rasional tindakan tersebut adalah 1) siswa akan dibiasakan untuk berkerja melewati proses kegiatan menulis.Secara teknis. Siswa akan dijelaskan terlebih dahulu bagaimana membuat blog. serta kompetensi menulis berdasarkan jenis-jenis tulisan. agak sulit tampaknya untuk mengetahui apakah seseorang sudah menulis sesuatu atau belum kecuali yang bersangkutan memang sengaja masuk ke blog temannya. 2) Siswa diberikan kesempatan untuk melakukan peer correction. maka dengan media blog tulisan mereka dapat dibaca oleh teman-teman. siswa dapat menuangkan ide-idenya dan mengekspresikan perasaannya dalam bentuk tulisan yang baik dan efektif. metode. dan 4) untuk memberi kreativitas dan inovasi. seluruh blog siswa didaftarkan oleh guru dalam suatu wadah blog baru. Diharapkan hal ini juga akan memberikan motivasi yang lebih baik bagi peningkatan kompetensi menulis siswa. dimana mereka bisa saling melihat dan memberi komentar pekerjaan temannya untuk hasil yang lebih baik sebelum dikoreksi oleh guru. bahkan di tempat-tempat lain. Jika ada kesalahan. siswa juga harus memahami pengetahuan akan elemenelemen dasar tulisan. Blog sebagai wadah curahan ide dan tulisan siswa akan sangat bermanfaat bagi mereka karena blog sebagai media online mampu memberikan audiens riil bagi tulisan siswa. Dengan memanfaatkan blog sebagai media jurnal online dalam pembejaran menulis. guru adalah satu-satunya orang yang membaca tulisan siswa. Hal ini dikarenakan pendekatan ini menuntut siswa menguasai berbagai jenis tulisan. baik yang sekelas maupun di luar kelas. Tanpa disadari. kemudian mengisi tulisan di dalamnya. Jadi. seperti halnya mengetik. Jika tidak. sampai tulisan final. Dalam KTSP bahasa Indonesia keterampilan menulis kreatif meliputi catatan harian. blog dipercaya akan sangat membantu peningkatan prestasi siswa dalam pembelajaran menulis. Siswa hanya tinggal mengisi slot-slot yang sudah ada. Efektif dimaksudkan bahwa tulisan mereka nantinya mampu menarik perhatian pembaca sekaligus mampu menyampaikan pesan yang ingin dituangkan secara tepat dan baik. pengetahuan akan komponen-komponen yang membentuk suatu tulisan yang padu dan koheren. dan menarasikan teks dalam wawancara. membuat blog sangatlah mudah. potensi audiens riil ini memberikan ‘tuntutan’ sekaligus kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan hasil karya mereka yang terbaik. standar penilaian yang akan digunakan untuk mengoreksi pekerjaan siswa diberikan dan dijelaskan sehingga masing-masing pihak paham akan apa yang semestinya ditekankan atau diperbaiki. membuat draft. 3) Dari awal. model. Baik artinya paragraf tersebut merupakan suatu kesatuan yang padu dan koheren. draft sampai tulisan final yang telah disetujui atau dikoreksi di-upload di blog mereka sehingga memberi kebanggaan dan dorongan untuk berbuat yang terbaik untuk ditunjukkan ke semua orang yang memiliki akses ke blog mereka. Ini akan jauh memudahkan siswa dan guru. mulai dari outline. orang tua. dan bagaimana memberi komentar atas tulisan teman-temannya melalui media tersebut. kemudian tinggal dipublikasikan dan blog mereka sudah bisa dilihat oleh seluruh orang di dunia. dan mereka yang memiliki akses ke internet. Pembelajaran menulis harus dilaksanakan secara efektif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. membuat blog tidaklah sulit karena tidak memerlukan pengetahuan pemrograman dan sintaks yang rumit. sepanjang ada koneksi. . hal tersebut bisa langsung diperbaiki. sistem blog itu akan secara otomatis ‘memberitahu’ pemilik blog lainnya yang sudah tergabung dalam suatu wadah tadi. media blog akan digunakan. Sesuai dengan beberapa faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Dalam pembelajaran menulis. teknik. G. Dalam hal ini. kompetensi menulis siswa dapat dikembangkan. Pembelajaran Keterampilan Menulis Kreatif dengan Pendekatan Berbasis Genre dan dengan Memanfaatkan Media Blog Pembelajaran menulis kreatif akan lebih efektif jika dilaksanakan dengan pendekatan berbasis genre. Hal ini bertujuan mirip seperti mailing list (hal yang sama bisa dilakukan dengan media RSS/Rich Summary Site Feed/Really Simple Syndicate) dimana ketika seseorang yang meng-upload tulisan. Hasil tulisan siswa dari outiline. Jika selama ini.

Media pembelajaran merupakan alat bantu guru dalam pembelajaran untuk memudahkan penyampaian materi pada siswa. jika ingin berhasil dalam menulis maka harus sering berlatih. H. Raimes.____. Media blog dimanfaatkan untuk menilai dan mempublikasikan tulisan atau karya siswa. Randi. orang tua. Jakarta: Depdiknas. Terampil Mengarang. dan berlatih. Selain memilih pendekatan yang tepat. Media pembelajaran menduduki faktor penting yang menunjang keefektifan belajar siswa. Penutup Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis merupakan keterampilan yang sulit dikuasai siswa karena memerlukan suatu proses dan membutuhkan kemampuan yang kompleks. 2010. Pada pembelajaran menulis guru hendaknya mampu mengarahkan setiap tahapan menulis dengan baik dan tepat. Artikel. Dalam makalah ini pembelajaran menulis menggunakan pendekatan berbasis genre dan memanfaatkan mediaweb blog. A Genre-Based Approach to Content Writing Instruction. Ten Step in Planning a Writing Course and Training Teacher of Writing. ____. Hal ini dikarenakan menulis bukanlah hal yang mudah dan merupakan suatu proses. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. tetapi disimpan dan dipublikasikan di blog mereka. guru juga harus pandai memilih dan menggunakan media pembelajaran sehingga pembelajaran menulis dapat berjalan efektif. Dengan semakin berkembangnya tulisan yang dibuat maka keterampilan menulis siswa dapat meningkat secara signifikan. Kurikulum Berbasis Kompetensi. berlatih. penggunaaan media dalam pembelajaran kurang efektif apabila tidak dipadukan dengan pendekatan atau model pembelajaran. ____ Gie. Yogyakarta. Palembang: Universitas Bina Darma. Ahmad. Siswa tidak hanya menyimpan tulisan mereka dalam buku tugas.id/luthfie/?p=3 (Diunduh 22 Desember 2011). _____ . Oleh karena tulisan mereka akan dibaca oleh orang lain maka mereka termotivasi untuk menulis dengan baik sehingga lama-kelamaan mereka menjadi terbiasa menulis dan keterampilan menulisnyapun dapat berkembang. sehingga siswa benar-benar paham dan tulisan yang dihasilakan baik. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. _____ Reppen. Akan tetapi. ANDI. Ferris. http://blog. Keberhasilan menulis ditentukan oleh banyak faktor begitu juga dengan keberhasilan pembelajaran menulis. Artikel. Ann. Guru juga harus pandai dalam memilih dan menggunakan pendekatan dalam proses pembelajaran menulis. The Liang. Oleh karena itu. 2002. Teaching Student to Self-Edit. Pembelajaran menulis harus dilaksanakan berdasarkan prosedur atau tahap-tahap seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Baik siswa maupun guru hendaknya aktif dalam mencari informasi atau ide-ide untuk menulis agar tulisan yang dibuat semakin berkembang.atau media pembelajaran. ____. Dana.ac. 2002. Perpaduan antara pendekatan berbasis genre dan pemanfaatan media web blog diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran menulis kreatif yang efektif.binadarma. Luthfi. Artikel. Pemanfaatan Teknologi Web sebagai Media Interaktif dan Pengaruhnya terhadap Minat Belajar bagi Mahasiswa. tetapi juga teman. dan orang lain yang membuka blognya. Hal ini tentu saja sarana yang baik dan efektif sehingga tidak hanya guru yang menilai dan mebacanya.

Semarang: Rumah Indonesia.html Diakses Minggu. 2007. ____ Suparno. 13 Mei 2012. Artikel.Seow. Anthony. Paul. The Writing Process and Process Writing. pukul 20.com/2012/01/pengembangan-keterampilan-menulis. 2005. “Pendidikan Multikultural”. Kompas Cyber Media (KCM).23 Diposkan oleh Mey_Lan_ClicK (Meilan Arsanti) di 19:09 . Wagiran.blogspot. ____. Curah Gagasan. Mukh. Sumber: http://meylanarzhanty. dan Doyin.