You are on page 1of 26

SIFAT FISIK, KIMIA, DAN BIOLOGI TERHADAP TANAMAN MAKALAH

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman I

Alexander Ambarita Engla Rahma Putri Gordon Pius M.S. Mustika Andianny Afrizal Rizky

150510120077 150510120096 150510120097 150510120099 150510120119

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2013

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Tanah merupakan akumulasi tubuh alam bebas, yang menduduki sebagian besar permukaan bumi yang mampu menumbuhkan tanaman dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula. Tanah merupakan faktor terpenting dalam tumbuhnya tanaman dalam suatu sistem pertanaman, pertumbuhan suatu jenis dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya ialah tersedianya unsur hara, baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Tanah sebagai medium pertumbuhan tanaman berfungsi pula sebagai pemasok unsur hara, dan tanah secara alami memiliki tingkat ketahanan yang sangat beragam sebagai medium tumbuh tanaman. Tanaman memerlukan makanan yang sering disebut hara tanaman (plant nutrient) untuk memenuhi siklus hudupnya. Apabila suatu tanaman kekurangan suatu unsur hara, maka akan menampakkan gejala pada suatu organ tertentu yang spesifik yang biasa disebut gejala kekahatan. Unsur hara yang diperlukan tanaman tidak seluruhnya dapat dipenuhi dari dalam tanah. Oleh karena itu perlu penambahan dari luar biasanya dalam bentuk pupuk. Pupuk adalah bahan yang diberikan kedalam tanah atau tanaman untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman dan dapat berfungsi untuk memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah. Kesuburan tanah ditentukan oleh keadaan fisika, kimia dan biologi tanah. Keadaan fisika tanah meliputi kedalaman efektif, tekstur, struktur, kelembaban dan tata udara tanah. Keadaan kimia tanah meliputi reaksi tanah (pH tanah), KTK, kejenuhan basa, bahan organik, banyaknya unsur hara, cadangan unsur hara dan ketersediaan terhadap pertumbuhan tanaman. Sedangkan biologi tanah antara lain meliputi aktivitas mikrobia perombak bahan organik dalam proses humifikasi dan pengikatan nitrogen udara. Evaluasi kesuburan tanah dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu melalui pengamatan gejala defisiensi pada tanaman secara visual, analisa tanaman dan analisa tanah. Analisa tanaman meliputi analisa serapan hara makro primer (N, P dan K) dan uji vegetatif tanaman dengan melihat pertumbuhan tanaman. Sedangkan analisa tanah meliputi analisa ketersediaan hara makro primer (N, P dan K) dalam tanah. Pembuatan makalah ini dimaksudkan untuk membahas beberapa hal terkait dengan kesuburan tanah dan hubungan sifat fisik, kimia dan biologi tanah untuk pertumbuhan tanaman, sehingga pemakalah mampu memahami dan menjelaskan sifat fisik tanah, sifat

Bagaimana bagaimana peranan sifat fisik. Apa yang di maksud dengan kesuburan tanah??? 5. Mengetahui sifat kimia tanah 3. B. kimia. Apa saja yang di maksud sifat biologi tanah? 4.kimia tanah. Apa saja yang termasuk sifat fisik tanah? 2. RUMUSAN MASALAH 1. Mengetahui faktor kesuburan tanah 4. sifat biologi tanah serta keterkaitan sifat tanah tersebut dengan pertumbuhan tanaman. Mengetahui sifat biologi tanah 4. Mengetahui sifat fisik tanah 2. dan biologi tanah dalam pertumbuhan tanaman . dan biologi tanah dalam pertumbuhan tanaman? C. Apa saja yang termasuk sifat kimia tanah? 3. TUJUAN 1. kimia. Mengetahui peranan sifat fisik.

keras dan . Dalam menentukan warna cahaya dapat juga menggunakan Munsell Soil Colour Chart sebagai pembeda warna tersebut. 1979). iklim.BAB II PEMBAHASAN SIFAT FISIK TANAH A. TEKSTUR Tekstur tanah adalah perbandingan relatif dalam persen (%) antara fraksi-fraksi pasir. coklat. drainase tanah dan juga mineralogi tanah (Thompson dan Troen. Tekstur erat hubungannya dengan plastisitas. Bahan organik di dalam tanah akan mengahsilkan warna kelabu gelap. Mineral-mineral yang terdapat dalam jumlah tertentu dalam tanah kebanyakan berwarna agak terang (light). abu-abu. Warna tanah merupakan campuran komponen lain yang terjadi karena mempengaruhi berbagai faktor atau persenyawaan tunggal. jadi. jika terdiri dari mineral-mineral serupa itu yang sedikit mengalami perubahan kimiawi. WARNA TANAH Warna tanah merupakan salah satu sifat yang mudah dilihat dan menunjukkan sifat dari tanah tersebut. B. debu dan liat. coklat gelap. dengan cara praktis persentase bahan organik di dalam tanah diestimasi berdasarkan warnanya. Warna tanah penting untuk diketahui karena berhubungan dengan kandungan bahan organik yang terdapat di dalam tanah tersebut. Penentuan ini meliputi penentuan warna dasar atau matrik. Warna tanah dengan akurat dapat diukur dengan tiga sifat-sifat prinsip warnanya. warna karatan atau kohesi dan humus. tanah-tanah itu berwarna agak kelabu terang. Warna gelap pada tanah umumnya disebabkan oleh kandungan tinggi dari bahan organik yang terdekomposisi. kecuali terdapat pengaruh mineral seperti besi oksida ataupun akumulasi garam-garam sehingga sering terjadi modifikasi dari warna-warna di atas. Sebagai akibatnya. 1978). permeabilitas. kuning dan putih (Syarief. karat. Urutan warna tanah adalah hitam.

halus. Kelompok partikel ini pula disebut dengan “separate tanah”. 1986). Tekstur tanah adalah perbandingan relatif berbagai golongan besar. ada yang berukuran koloi. debu dan pasir. Tekstur tanah sangat berpengaruh terhadap kemampuan daya serap air. Tekstur dapat ditentukan dengan metode. C. tersedia unsur hara. sangat halus. ketersediaan air di dalama tanah. yaitu dengan metode pipet dan metode hydrometer. Dengan demikian maka secara tidak langsung tekstur tanah juga dapat mempengaruhi perkembangan perakaran dan pertumbuhan tanaman serta efisien dalam pemupukan. warna.kemudahan. kasar dan sangat kasar. kesuburan dan produktivitas tanah pada daerah geografis tertentu (Hakim et al. STRUKTUR Struktur tanah digunakan untuk menunjukkan ukuran partikel-partikel tanah seperti pasir . Dalam analisa ini ditetapkan distribusi menurut ukuran-ukuran partikel tanah (Hakim et al. Analisa partikel laboratorium dimana partikel-partikel tanah itu dipisahkan disebut analisa mekanis. Struktur yang daapat memodifikasi pengaruh terkstur dalam hubungannya dengan kelembaban porositas. 1986). maka hasilnya selalu memperlihatkan bahwa tanah itu mengandung partikel-partikel yang beraneka ragam ukurannya. besar aerasi. berat atau sifat lainnya. Tipe struktur terdapat empat bentuk utamanya yaitu : a. kegiatan jasad hidup dan pengaruh permukaan akar. penetrasi setta kemampuan mengikat air (Kartosapoetra. bentuk lempung . tanpa memandang komposisi kimianya. 1988). kedua metode tersebut ditentukan berdasarkan perbedaan kecepatan air partikel di dalam air (Hakim et al. debu dan liat yang membentuk agregat satu dengan yang lainnya yang dibatasi oleh bidang belah alami yang lemah. infiltrasi dan laju pergerakan air (perkolasi). Jika beberapa contoh tanah ditetapkan atau dianalisa di laboratorium. Tekstur dapat menentukan tata air dalam tanah berupa akecepatanm infiltrasinya. Partikel-partikel ini telah dibagi ke dalam grup atau kelompok-kelompok atas dasar ukuran diameternya. Agregat yang terbentuk secara alami disebut dengan ped. partikel tanah dalam suatu massa tanah terutama perbandingan relatif suatu fraksi liat. 1986).

bentuk spheroidel atau bulat Keempat bentuk utama di atas akhirnya menghasilkan tujuh tipe struktur tanah. metode umum yang biasa dipakai untuk menentukan jumlah air yang dikandung oleh tanah adalah persentase terhadap tanah kering. tersedianya unsur hara. 2005). Di samping itu. Struktur dapat berkembang dari butir-butir tunggal ataupun kondisi massive. 1986). kegiatan jasad hidup dan pertumbuhan akar. sistem pertanaman yang mampu menjaga kemantapan agregat tanah akan memberikan hasil yang tinggi bagi produksi pertanian (Hakim et al. Pembentukan ini kadang-kadang sampai ke tahap perkembangan struktural yang mantap. bentuk gumpal d. karena sturktur tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan dapat berubah karena pengelolaan tanah. D. toleransi terhadap kekeringan serta tingkat dan stadia pertumbuhan. senyawa kimiawi dan kedalaman solum/lapisan tanah. bentuk prisma c. Dalam rangka menghasilkan agregat-agregat dimana harus terdapat beberapa mekanisme dalam mana partikel-partikel tanah mengelompok bersama-sama menjadi cluster. Faktor tanaman yang berpengaruh meliputi bentuk dan kedalaman perakaran. porositas. yang pada prinsipnya terkait dengan kebutuhan air tanaman (Hanafiah. temperatur dan kecepatan yang pada prinsipnya terkait dengan suplai air dan evapotranirasi. Faktor iklim juga berpengaruh meliputi curah hujan. faktor iklim dan tanaman juga menentukan kadar dan ketersediaan air tanah. Kadar dan ketersediaan air tanah sebenarnya pada setiap koefisien umum bervariasi terutama tergantung pada tekstur tanah. Suatu pengertian tentang sebab-sebab perkembangan struktur di dalam tanah perlu diperhatikan. Struktur lapisan olah dipengaruhi oleh praktis dan di mana aerasi dan drainase membatasi pertumbuhan tanaman. kadar bahan organik tanah. .. KADAR AIR Menurut Hakim et al (1986).b. Bobot tanah yang lembab dalam hal ini dipakai karena kedaaan lembab sering bergejolak dengan keadaan air. Struktur tanah dapat memodifikasi pengaruh tekstur dalam hubungannya dalam kelembaban.

Beberapa sifat kimia tanah yang penting untuk diketahui dan dipahami. Ketiga komponen tersebut dibedakan berdasarkan ukurannya yang berbeda. Partikel liat berukuran kurang dari 2 mikrometer. SIFAT KIMIA TANAH Tekstur tanah tersusun dari tiga komponen. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14.5. meliputi: A. Menurut Hardjowigeno (1987). Jika pH larutan tanah meningkat hingga di atas 5. biasanya ditetapkan dalam g/cc (Hakim et al. dan Pospor (P) dimana tanaman membutuhkan dalam jumlah tertentu untuk tumbuh. Partikel tanah yang memiliki permukaan yang lebih luas memberi kesempatan yang lebih banyak terhadap terjadinya reaksi kimia. Partikel pasir berukuran antara 200 mikrometer sampai dengan 2000 mikrometer. Dengan demikian. Potassium/kalium (K). bulk density dapat digunakan untuk menghitung ruang pori total dengan dasar bahwa kerapatan zarah tanah adalah 2. dan bertahan terhadap penyakit. 1986). berkembang. Nitrogen (dalam bentuk nitrat) . Partikel debu berukuran antara 2 mikrometer sampai dengan kurang dari 200 mikrometer. Reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada permukaan patikel liat lebih banyak daripada yang terjadi pada permukaan partikel debu dan pasir persatuan bobot yang sama. Partikel liat persatuan bobot memiliki luas permukaan yang lebih luas dibandingkan dengan kedua partikel penyusun tekstur tanah lain (seperti: debu dan pasir).65 g/cc. BULK DENSITY (KERAPATAN ISI) Kerapatan isi adalah berat per satuan volume tanah kering oven. pH TANAH pH adalah tingkat keasaman atau kebasa-an suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Makin halus ukuran partikel penyusun tanah tersebut akan memiliki luas permukaan partikel per satuan bobot makin luas. yaitu: pasir. sehingga sangat menentukan sifat kimia tanah dan mempengaruhi kesuburan tanah. debu dan liat. pH tanah atau tepatnya pH larutan tanah sangat penting karena larutan tanah mengandung unsur hara seperti Nitrogen (N). partikel liat adalah komponen tanah yang paling aktif terhadap reaksi kimia. Metode penentuan bulk density yang paling sering digunakan adalah dengan ring sampel atau metode clod gumpalan tanah yang dicelupkan ke dalam cairan plastik yang kemudian ditimbang dan di dalam air untuk mengetahui berat dan volume dari clod gumpalan isi.E.

herbbisida. asam-asam organik hasil dekomposisi c. Oksidasi dari substansi tereduksi sepeti mineral sulfida. Prinsip elektroneutrality adalah pengambilan kation oleh akar harus diimbangi dengan pengambilan anion atau dengan pelepasan ion hidrogen atau kation lain d.62 b. Tanah berkembang dari batuan dasar umumnya memiliki nilai pH lebih tinggi daripada yang terbentuk dari batuan asam. Di sisi lain Pospor akan tersedia bagi tanaman pada pH antara 6.untuk . K dan zat hara lain yang mereka butuhkan. Sebagian mekanisme adalah sumber langsung H+ dan atau OH. Pada tanah masam.↔ Fe(OH)2 (amorf) + OH2. bahan organik.dan sebagian bekerja dengan bereaksi dengan H+ dan atau OH. dan aktivitas manusia. H+ yang dilepas oleh akar tanaman dan organisme yang lain pada waktu pengambilan hara. drainase tanah internal. Jika tanah terlalu masam oleh karena penggunaan pestisida.0. Jika larutan tanah terlalu masam. mangan. tanaman tidak dapat memanfaatkan N. Tanah yang terbentuk di bawah kondisi curah hujan tinggi lebih asam daripada yang dibentuk di bawah gersang (kering) kondisi. Reduksi dari Ferri. karbon dioksida hasil dari dekomposisi seresah akan terlarut dalam air akan bereaksi dengan molekul air menghasilkan asam karbonat CO2(gas) ↔ CO2 (aq) K1 = 10-1. fertilizer yang mengandung ammonium Proses yang menghasilkan kebasaan tanah 1. Faktor yang mempengaruhi pH tanah adalah tipe vegetasi. tanaman mempunyai kemungkinan yang besar untuk teracuni logam berat yang pada akhirnya dapat mati karena keracunan tersebut. Proses yang menghasilkan keasaman tanah a. Nilai pH suatu tanah juga dipengaruhi oleh jenis bahan induk tanah yang dibentuk. Curah hujan juga mempengaruhi pH tanah. Air melewati tanah dasar mencuci kalsium dan magnesium dari tanah dan digantikan oleh unsurunsur asam seperti aluminium dan besi.menjadi tersedia bagi tanaman. Pengambilan kation oleh akar tanaman.0 hingga 7. P. dan oxidized substances membutuhkan H+ atau melepas OHdan meningkatkan pH (terjadi pada tanah yang aerasinya jelek) Misal : Fe(OH)3 (amorf) + e. kemudian setelah tanaman mati maka akan terdeposisi di permukaan tanah PH tanah dikontrol oleh berbagai mekanisme. dan fungisida tidak akan terabsorbsi dan justru akan meracuni air tanah serta air-air pada aliran permukaan.41 CO2 (aq) + H2O ↔ H2CO3 K2 = 10-2.

Makin tinggi KTK. Netral untuk pH tanah berkisar antara 6.5 c. Penambahan ammonium dan kalium pada tanah ini akan menyebabkan sebagian ammonium dan kalium itu mengalami pencucian di bawah zona akar. atau substansi humus (5) reaksi ion-exchange Pengelompokan kemasaman tanah adalah sebagai berikut: a. mangan dan senyawa sulfur (2) dissolution dan presipitasi mineral tanah (3) Reaksi gas misal CO2 dengan larutan tanah (4) dissosiasi grup asam lemah pada tepi lempung silikat. Kapasitas tukar kation (KTK) menunjukkan ukuran kemampuan tanah dalam menjerap dan dan mempertukarkan sejumlah kation. hanya sedikit pencucian kation akan terjadi. misalnya kurang dari 5 cmol(+)/kg.6 s/d 8.6 s/d 6.buffer pada larutan tanah.5 d. Agak masam untuk pH tanah berkisar antara 5. Pada KTK tanah yang lebih tinggi.5 f. magnesium (Mg++). KTK tanah juga mempengaruhi kapan dan berapa banyak pupuk nitrogen dan kalium harus ditambahkan ke dalam tanah Pada KTK tanah yang rendah. pencucian beberapa kation dapat terjadi. Tinggi rendahnya KTK tanah ditentukan oleh kandungan liat dan bahan organik dalam tanah itu. khususnya pada tanah pasiran dengan KTK tanah bawah (subsoil) yang rendah. B. Oleh karena itu. Menurut Mengel (1993) kation tanah yang paling umum adalah: kalsium (Ca++).6 s/d 7. Sangat masam untuk pH tanah < 4. hidrous oksida. Mekanisme tersebut adalah : (1) oksidasi dan reduksi besi.5 s/d 5. Tanah yang memiliki KTK yang tinggi akan menyebabkan lambatnya perubahan pH tanah. Alkalis untuk pH tanah > 8. makin banyak kation yang dapat ditariknya.5. misalnya lebih besar dari 10 cmol(+)/kg. Satuan hasil pengukuran KTK adalah milliequivalen kation dalam 100 gram tanah atau me kation per 100 g tanah.5 b. kalium . Masam untuk pH tanah berkisar antara 4. KTK merupakan jumlah total kation yang dapat dipertukarkan (cation exchangable) pada permukaan koloid yang bermuatan negatif. KAPASITAS TUKAR KATION (KTK) Pengertian Kapasitas Tukar Kation Salah satu sifat kimia tanah yang terkait erat dengan ketersediaan hara bagi tanaman dan menjadi indikator kesuburan tanah adalah Kapasitas Tukar Kation (KTK) atau Cation Exchangable Cappacity (CEC). Agak alkalis untuk pH tanah berkisar antara 7. penambahan nitrogen dan kalium pada tanah ini memungkinkan untuk dilaksanakan.5 e.

Contoh peristiwa terjadinya muatan negatif diatas adalah: (a). nitrat (NO3-). juga terjadi muatan negatif satu. KTK Koloid Anorganik atau KTK Liat KTK liat adalah jumlah kation yang dapat dipertukarkan pada permukaan koloid anorganik (koloid liat) yang bermuatan negatif. 3. KTK Koloid Organik KTK koloid organik sering disebut juga KTK bahan organik tanah adalah jumlah kation yang dapat dipertukarkan pada permukaan koloid organik yang bermuatan negatif. Perbedaan KTK Tanah Berdasarkan Sumber Muatan Negatif Berdasarkan sumber muatan negatif tanah. (b). yaitu: a. terjadinya substitusi isomorf dari posisi Al yang bermuatan 3+ pada struktur liat Al-oktahedron oleh Mg yang bermuatan 2+. Berdasarkan pada jenis permukaan koloid yang bermuatan negatif. terjadi substitusi isomorf dari posisi Al yang bermuatan 3+ dari hasil substitusi isomorf terdahulu pada lempeng liat Sitetrahedron yang telah bermuatan neatif satu. KTK dapat dikelompokkan menjadi tiga. yaitu: 1. KTK Total atau KTK Tanah KTK total merupakan nilai KTK dari suatu tanah adalah jumlah total kation yang dapat dipertukarkan dari suatu tanah. Substitusi isomorf ini terjadi dari kation bervalensi tinggi dengan kation bervalensi rendah di dalam struktur lempeng liat. dan (c). sehingga terbentuk muatan negatif dua pada lempeng liat Si-tetrahedron tersebut.(K+). nilai KTK tanah dibedakan menjadi 2. baik lempeng liat Si-tetrahedron maupun Al-oktahedron. KTK Muatan Permanen KTK muatan permanen adalah jumlah kation yang dapat dipertukarkan pada permukaan koloid liat dengan sumber muatan negatif berasal dari mekanisme substitusi isomorf. sehingga terjadi kelebihan muatan negatif satu. Nilai KTK koloid organik berkisar antara 200 me/100 g sampai dengan 300 me/100 g. Nilai KTK koloid organik lebih tinggi dibandingkan dengan nilai KTK koloid anorganik. terjadi substitusi isomorf dari posisi Si dengan muatan 4+ pada struktur lempeng liat Si-tetrahedron oleh Al yang bermuatan 3+. baik kation-kation pada permukaan koloid organik (humus) maupun kation-kation pada permukaan koloid anorganik(liat). Substitusi isomorf adalah mekanisme pergantian posisi antar kation dengan ukuran atau diameter kation hampir sama tetapi muatan berbeda. digantikan oleh Mg yang bermuatan 2+. 2. ammonium (NH4+). Muatan negatif yang terbentuk ini tidak dipengaruhi . sulfat (S04=) dan fosfat (PO43-). maka terjadi lagi penambahan muatan negatif satu. hydrogen (H+) dan sodium (Na+). Sedangkan anion tanah yang umum meliputi: khlorin (Cl-).

(1986) besar KTK tanah dipengaruhi oleh sifat dan ciri tanah yang antara lain: reaksi tanah atau pH. tekstur tanah atau jumlah liat. Kation-kation yang berupa unsur hara itu kemudian larut dalam air tanah dan diisap oleh tanaman. Sedangkan Menurut Hakim. Pada pH tanah yang rendah.Jenis mineral liat 4.dari larutan tanah. KTK tanah yang terukur adalah KTK muatan permanen. Nilai KTK tanah sangat beragam dan tergantung pada sifat dan ciri tanah itu sendiri.oleh terjadinya perubahan pH tanah. Tanah-tanah dengan kandungan bahan organik atau kadar liat tinggi mempunyai KTK lebih tinggi daripada tanah-tanah dengan kandungan bahan organik rendah atau tanah-tanah berpasir (Hardjowogeno 2003). KTK tanah akan relatif rendah. pengapuran dan pemupukan. bahan organik.Tekstur atau jumlah liat 3. karena jumlah humus dan liat serta macam liat yang dijumpai dalam tanah berbeda-beda pula. KTK Total.Bahan organik dan. yaitu: 1. b. KTK Efektif. ORGANIK Kandungan bahan organik dalam tanah merupakan salah satu faktor yang berperan dalam .Pengapuran serta pemupukan. Soepardi (1983) mengemukakan kapasitas tukar kation tanah sangat beragam. C. Kapasitas tukar kation (KTK) merupakan sifat kimia yang sangat erat hubungannya dengan kesuburan tanah. sehingga tergantung pada kadar H+ dan OH. dan 2. Kation-kation yang terjerap dalam tanah akan dapat dilepaskan dari tanah dan ditukar tempatnya oleh ion-ion H+ yang dilepaskan oleh akar tanaman.Reaksi tanah 2. jenis mineral liat. Besar kecilnya KTK tanah dipengaruhi oleh : 1. 5. KTK Muatan Tidak Permanen KTK muatan tidak permanen atau KTK tergantung pH tanah adalah jumlah kation yang dapat dipertukarkan pada permukaan koloid liat dengan sumber muatan negatif liat bukan berasal dari mekanisme substitusi isomorf tetapi berasal dari mekanisme patahan atau sembulan di permukaan koloid liat. Hasil Pengukuran KTK Tanah Berdasarkan teknik pengukuran dan perhitungan KTK tanah di laboratorium. karena misel liat dan bahan organik banyak menjerap ion-ion H+ atau Al3+. maka nilai KTK dikelompokkan menjadi 2.et al.

menyusun sekitar 1. Tanah yang berwarna hitam kelam mengandung C-organik yang tinggi. tidak hanya sebagai unsur hara. 2002). tetapi rendah kandungan Corganiknya. Menurut Tamhane et al. Tanpa pemberian bahan organik dapat mengakibatkan degradasi kimia. Di perkebunan teh Gambung. C-organik penting untuk mikroorganisme. Warna tanah menunjukkan kandungan C-organik tanah tersebut. Hal ini dikarenakan bahan organik dapat meningkatkan kesuburan kimia.Pengikatan oleh mikroorganisme dari N udara c.5 % bobot tanaman dan berfungsi terutama dalam pembentukan protein (Hanafiah 2005). dan biologi tanah yang dapat merusak agregat tanah dan menyebabkan terjadinya pemadatan tanah. Penetapan kandungan bahan organik dilakukan berdasarkan jumlah C-Organik.Pupuk . fisik. C-organik juga berhubungan dengan aktivitas enzim tanah. Musthofa (2007) dalam penelitiannya menyatakan bahwa kandungan bahan organik dalam bentuk C-organik di tanah harus dipertahankan tidak kurang dari 2 persen.Bahan Organik Tanah : Bahan organik halus dan bahan organik kasar b. Nitrogen merupakan unsur hara makro esensial. Seringkali ada hubungan langsung antara persentase C-organik total dan karbon dari biomassa mikroba yang ditemukan dalam tanah pada zona iklim yang sama.menentukan keberhasilan suatu budidaya pertanian. Kandungan bahan organik antara lain sangat erat berkaitan dengan KTK (Kapasitas Tukar Kation) dan dapat meningkatkan KTK tanah. Makin cerah warna tanah kandungan C-organiknya makin rendah. Corganik tanah juga digunakan untuk menentukan dosis pupuk yang akan diaplikasikan. Menurut Forster (1995). Agar kandungan bahan organik dalam tanah tidak menurun dengan waktu akibat proses dekomposisi mineralisasi maka sewaktu pengolahan tanah penambahan bahan organik mutlak harus diberikan setiap tahun. (1970) dalam Rahardjo et al. tetapi juga sebagai pengkondisi sifat fisik tanah yang mempengaruhi karakteristik agregat dan air tanah. (McVay & Rice. Menurut Hardjowigeno (2003) Nitrogen dalam tanah berasal dari : a. dekomposisi bahan organik menghasilkan asam-asam organik dan apabila ditambahkan ke dalam tanah akan meningkatkan kandungan senyawa organik dalam tanah yang dicirikan dengan meningkatnya kandungan C-organik tanah. Bahan organik tanah sangat menentukan interaksi antara komponen abiotik dan biotik dalam ekosistem tanah. fisika maupun biologi tanah. Contohnya tanah yang berwarna merah mengandung kadar besi yang tinggi. (2001). Kandungan C-organik pada setiap tanah bervariasi. mulai dari kurang dari 1% pada tanah berpasir sampai lebih dari 20 % pada tanah berlumpur.

hilang melalui pencucian dan bertambah lagi melalui pemupukan. Ada yang hilang atau bertambah karena pengendapan. Hilangnya N dari tanah disebabkan karena digunakan oleh tanaman atau mikroorganisme. dan persenyawaan lain (RAM 2007). Manfaat dari Nitrogen adalah untuk memacu pertumbuhan tanaman pada fase vegetatif. serta berperan dalam pembentukan klorofil. hilang ke atmosfer dan kembali lagi. 1997). Karena C:N rasio pada tanah relatif konstan maka ketika residu tanaman ditambahkan ke dalam tanah yang memiliki C:N rasio relatif besar. Tingginya rasio C:N pada lahan hutan ini mencerminkan kualitas substrat yang terurai relatif rendah. nitrogen organik di dalam tanah mengalami mineralisasi sedangkan bahan mineral mengalami imobilisasi. NO2. N2O dan unsur N. Kandungan N total umumnya berkisar antara 2000 – 4000 kg/ha pada lapisan 0 – 20 cm tetapi tersedia bagi tanaman hanya kurang 3 % dari jumlah tersebut (Hardjowigeno 2003). Pada lahan hutan pada umumnya mempunyai C:N rasio lebih tinggi bila dibanding C:N rasio pada lahan yang diubah menjadi agroekosistem.d. . Nitrogen terdapat di dalam tanah dalam bentuk organik dan anorganik. enzim.Air Hujan Sumber N berasal dari atmosfer sebagai sumber primer. dan urea (CO(N2))2 dalam bentuk NO3. NO3. Perbandingan C:N sangat menentukan apakah bahan organik akan termineralisasi atau sebaliknya nitrogen yang tersedia akan terimmobilisasi ke dalam struktur sel mikroorganisme. residu tanaman akan terdekomposisi dan meningkatkan evolusi CO2 ke atmosfer. dan sebaliknya akan terjadi depresi pada nitrat tanah karena immobilisasi oleh mikroorganisme. Nilai C:N rasio tanah relatif konstan pada kisaran 8:1 sampai 15:1 dengan rata-rata 10:1 sampai 12:1 (Prasad dan Power. Bentukbentuk organik meliputi NH4. asam amino. dalam siklusnya. Sebagian N terangkut. Tanaman menyerap unsur ini terutama dalam bentuk NO3. namun bentuk lain yang juga dapat menyerap adalah NH4. karena kualitas substrat yang rendah mencerminkan laju respirasi yang rendah pula. Bahan organik juga membebaskan N dan senyawa lainnya setelah mengalami proses dekomposisi oleh aktifitas jasad renik tanah. C/R RASIO Indeks yang sering digunakan untuk menentukan kualitas bahan organik yang berkaitan dengan laju dekomposisi adalah C:N rasio. Fiksasi N secara simbiotik khususnya terdapat pada tanaman jenis leguminoseae sebagai bakteri tertentu. Selanjutnya. dan lainnya berasal dari aktifitas didalam tanah sebagai sumber sekunder. lemak. sebagian kembali scbagai residu tanaman. D.

Keadaan ini berbeda dengan mineral liat Montmorilonit dimana masing-masing unit . KOLOID TANAH Koloid tanah adalah bagian paling aktif dari tanah dan sebagian besar menentukan sifat fisik dan kimia dari tanah. oksida-oksida Fe dan Al. Mineral liat Al-silikat mempunyai bentuk kristal yang baik misalnya kaolinit. Koloid tanah adalah bahan organik dan bahan mineral tanah yang sangat halus sehingga mempunyai luas permukaan yang sangat tinggi persatuan berat. Substitusi isomorfik sedikit atau tidak ada sehingga kandungan muatan negatif atau KTK rendah. mineral-mineral primer. Adanya muatan negatif pada mineral liat disebabkan oleh beberapa hal yaitu : (1) Kelebihan muatan negatif pada ujung-ujung patahan kristal baik pada Si-tetrahedron maupun Al-oktahedron. ilit. Koloid umumnya memiliki muatan negatif bersih sebagai hasil dari fisik dan komposisi kimia. sehingga tidak semua fraksi liat (kurang dari 2 µ) termasuk koloid.E. dan melepaskan ion. (3) Substitusi isomorfik. Salah satu yang paling penting sifat-sifat koloid adalah kemampuan mereka untuk menyerap. dan fraksi termasuk partikel tanah liat kurang dari 0.001 mm. Koloid anorganik terdiri dari mineral liat Al-silikat. montmorilonit. haolisit. Ilit ditemukan pada tanah-tanah berasal dari bahan induk yang banyak mengandung mika dan belum mengalami pelapukan lanjut. semua mineral lempung koloid tidak ketat. (2) Disosiasi H+ dari gugus OH yang terdapat pada tepi atau ujung kristal. Oleh karena itu. Koloid tanah terdiri dari liat (koloid anorganik) dan humus (kolod organik). Koloid berukuran kurang dari 1 µ. Koloid adalah partikel kurang dari 0.002 mm. Pada mineral liat Kaolinit masing-masing unit melekat dengan unit lain dengan kuat (oleh ikatan H) sehingga mineral ini tidak mudah mengembang dan mengerut bila basah dan kering bergantian. Karena itu. sedangkan montmorilonit ditemukan pada tanah-tanah yang mudang mengembang dan mengerut serta pecah-pecah pada musim kering misalnya tanah vertisol. Kaolinit dan haolisit banyak ditemukan pada tanah-tanah merah (coklat) yaitu tanah-tanah yang umumnya berdrainase baik. Muatan negatif hanya pada patahan-patahan kristal atau akibat disosiasi H bila pH naik. Koloid organik lebih reaktif secara kimiawi dan umumnya memiliki pengaruh yang lebih besar pada sifat-sifat tanah per satuan berat daripada koloid anorganik. tahan. muatan negatif mineral ini meningkat bila pH naik (muatan tergantung pH).

Fosfor paling mudah diserap oleh tanaman pada pH sekitar 6-7 (Hardjowigeno 2003) Menurut Leiwakabessy (1988) di dalam tanah terdapat dua jenis fosfor yaitu fosfor organik dan fosfor anorganik. Kadar P organik dalam bahan organik kurang lebih sama kadarnya dalam tanaman yaitu 0. Hal ini karena air (dan kation-kation) dan masuk pada ruang-ruang antar unit tersebut. Perbedaan utama dari koloid organik (humus) dengan koloid anorganik (liat) adalah bahwa koloid organik (humus) terutama tersusun oleh C. humus diperkirakan disusun oleh tiga jenis bagian utama. Adanya substitusi Si4+ dari Si-tetrahedron oleh Al3+ menyebabkan muatan negatif mineral ini cukup tinggi. mempunyai KTK yang lebih tinggi daripada mineral liat (lebih tinggi dari montmorilonit). Si dan O. Dalam proses pembentukan montmorilonit banyak Al3+ dalam Al-oktahedron yang disubstitusi oleh Mg2+ sehingga banyak menghasilkan kelebihan muatan negatif. F. Sumber muatan negatif dari humus terutama adalah gugusan karboksil dan gugusan phenol. Mineral ini dapat menfiksasi K yang diberikan atau yang ada dalam larutan tanah. Muatan dalam humus adalah muatan tergantung pH. Dalam keadaan masam. H+ dipegang kuat dalam gugusan karboksil atau phenol. Berdasar atas kelarutannya dalam asam dan alkali. tetapi iktan tersebut menjadi kurang kekuatannya bila pH menjadi lebih tinggi. Koloid organik adalah humus. Illit umumnya terbentuk langsung dari mika melalui proses alterasi. tetapi bila pH lebih dari 6. dan lebih mudah dihancurkan jika dibandingkan dengan liat. Bentuk fosfor organik biasanya terdapat banyak di lapisan atas yang lebih kaya akan bahan organik. Akibatnya disosiasi H+ meningkat dengan naiknya pH. Humus bersifat amorf.0 maka terjadi muatan tergantung pH. yaitu asam fulvik. Kecuali itu ruang-ruang antar unit yang mudah dimasuki air internal surface yang aktif disamping sisi-sisi luar (external surace) dan ujungujung patahan. asam humik dan humin.2 – 0. P (FOSFOR) Unsur Fosfor (P) dalam tanah berasal dari bahan organik. Karena itu montmorilonit mempunyai muatan negatif yang tinggi (KTK tinggi). Mineral ini pada pH kurang dari 6. Tanah-tanah tua di Indonesia (podsolik dan .5 %.0 hanya mengandung muatan tetap hasil substitusi isomorfik.dihubungkan dengan unit lain oleh ikatan yang lemah (oksigen ke oksigen) sehingga mudah mengembang (bila basah) dan mengerut (bila kering). pupuk buatan dan mineral-mineral di dalam tanah. sehingga muatan negatif dalam koloid humus yang dihasilkan juga meningkat. H dan O sedangkan liat terutama tersusun oleh Al.

Kejenuhan basa selalu dihubungkan sebagai petunjuk mengenai kesuburan sesuatu tanah.litosol) umumnya berkadar alami P rendah dan berdaya fiksasi tinggi. (b) cacing tanah. Tanah dengan kejenuhan basa sama dan komposisi koloid berlainan. sehingga penanaman tanpa memperhatikan suplai P kemungkinan besar akan gagal akibat defisiensi P (Hanafiah 2005). KEJENUHAN BASA Kejenuhan basa adalah perbandingan dari jumlah kation basa yang ditukarkan dengan kapasitas tukar kation yang dinyatakan dalam persen. . berfungsi mengaduk dan mencampur tanah dan memperbaiki tata udara tanah sehingga infiltrasi menjadi lebih baik. SIFAT BIOLOGI TANAH a. Tanah sangat subur bila kejenuhan basa > 80%. Menurut Foth (1994) jika kekurangan fosfor. (c) arthropoda dan moluska. akan memberikan nilai pH tanah yang berbeda. misalnya tikus. Hal ini didasarkan pada sifat tanah dengan kejenuhan basa 80% akan membebaskan kation basa dapat dipertukarkan lebih mudah dari tanah dengan kejenuhan basa 50%. kelinci yang lebih sering merugikan karena memakan dan menghancurkan tanaman. dan lebih mudah ditembus akar. Tampaknya terdapat hubungan yang positif antara kejenuhan basa dan pH. Fauna Tanah Dibedakan menjadi makrofauna dan mikrofauna 1) Makrofauna Hewan-hewan besar (makrofauna) penghuni tanah dapat dibedakan menjadi : (a) hewan-hewan besar pelubang tanah. Kemudahan dalam melepaskan ion yang dijerat untuk tanaman tergantung pada derajat kejenuhan basa. Hal ini disebabkan oleh perbedaan derajat disosiasi ion H+ yang diserap pada permukaan koloid. membantu memperbaiki tata udara tanah dengan membuat lubang-lubang kecil pada tanah tersebut. G. Kejenuhan basa rendah berarti tanah kemasaman tinggi dan kejenuhan basa mendekati 100% tanah bersifal alkalis. pembelahan sel pada tanaman terhambat dan pertumbuhannya kerdil. berkesuburan sedang jika kejenuhan basa antara 50-80% dan tidak subur jika kejenuhan basa < 50 %. Akan tetapi hubungan tersebut dapat dipengaruhi oleh sifat koloid dalam tanah dan kation-kation yang diserap.

fungi dan actinomycetes jauh lebih efisien (lebih 17 kali lebih efisien) daripada bakteri. merusak akar tanaman. dan algae dapat ditemukan pada setiap contoh tanah. tetapi bakteri mempunyai fungsi lain yang lebih penting. 2) Mikroflora Mikroflora dalam tanah sangat beraneka ragam. Flora Tanah Dibedakan menjadi makroflora dan mikroflora 1) Makroflora Tanaman-tanaman tinggi merupakan makroflora sebagai produsen primer bahan organic dan penyimpanan energy surya.2) Mikrofauna Hewan-hewan mikrofauna dalam tanah yang terpenting adalah protozoa dan nematoda. fungi. Bakteri. Nematoda berdasarkan jenis makanannya dibedakan menjadi : (a) omnivorous. (c) parasitic. dank arena akar menembus ke lapisan tanah yang dalam maka bila membusuk menjadi sumber humus tidak hanya dilapisan atas tetapi juga dilapisan yang lebih dalam. Akar-akar tanaman meningkatkan agregasi tanah. Bakteri autotroph bermanfaat bagi manusia mempengaruhi sifat-sifat tanah sehubungan dengan cara bakteri tersebut untuk mendapatkan energy. memakan sisa-sisa bahan organic. fungi. dan actinomycetes membantu pembentukan struktur tanah yang mantap karena tumbuhan mikro ini dapat mengeluarkan (sekresi) zat perekat yang tidak mudah larut dalam air. Bakteri. (b) predaceous. Dalam hal pembentukan struktur tanah ini. Protozoa berperan dalam menghambat daur ulang (recycling) unsure-unsur hara. b. memakan hewan-hewan tanah. ataupun menghambat berbagai proses dalam tanah yang melibatkan bakteri. Bakteri autotroph dalam tanah ammonia terpenting adalah bakteri nitrifikasi yang dapat mengoksidasi nitrit (oleh nitrosomonas) dan nitrit nitrat (oleh nitrobacter) . actinomycetes.

dibandiangkan pada tanah yang padat. kimia dan biologi tanah sebagai berikut : a. struktur. Akar tanaman akan mengalami kesulitan untuk menembus struktur tanah yang padat. Di daerah yang mempunyai sistem drainase (serapan air) buruk. Metode tersebut adalah metode pipet atau metode hidrometer (Elisa. Selain itu akar memiliki kesempatan untuk bernafas secara maksimal pada tanah yang berpori. Biasanya perbedaan warna permukaan tanah disebabkan oleh perbedaan kandungan bahan organik. Struktur tanah yang remah (ringan) pada umumnya menghasilkan laju pertumbuhan tanaman pakan dan produksi persatuan waktu yang lebih tinggi dibandingkan dengan struktur tanah yang padat. tekstur. 2002). kadar air tanah. drainase dan porisitas tanah. Sebaliknya bagi tanaman makanan ternak yang tumbuh pada tanah yang bertekstur halus seperti tanah berlempung tinggi. Pengaruh struktur dan tekstur tanah terhadap pertumbuhan tanaman terjadi secara langsugung. Kesuburan Fisika Sifat fisik tanah yang terpenting adalah solum. Aktifitas akar tanaman dan organisme tanah merupakan salah satu faktor utama pembentuk agregat tanah (Anonim. Hal ini disebabkan perkembangan akar pada tanah berstruktur ringan/remah lebih cepat per satuan waktu dibandingkan akar tanaman pada tanah kompak. warnah tanahnya abu-abu karena ion besi yang terdapat di dalam tanah berbentuk Fe2+. Jumlah dan panjang akar pada tanaman makanan ternak yang tumbuh pada tanah remah umumnya lebih banyak dibandingkan dengan akar tanaman makanan ternak yang tumbuh pada tanah berstruktur berat. Warna adalah petunjuk untuk beberapa sifat tanah. Semakin gelap warna tanah semakin tinggi kandungan bahan organiknya.KESUBURAN TANAH Kesuburan tanah ditentukan oleh keadaan fisika. sehingga perakaran tidak berkembang dengan baik. 2010) Tekstur tanah ditentukan di lapangan dengan cara melihat gejala konsistensi dan rasa perabaan menurut bagan alir dan di laboratorium dengan menguunakan metode-metode. . sebagai akibat mudahnya intersepsi akar pada setiap pori-pori tanah yang memang tersedia banyak pada tanah remah. sulit mengembangkan akarnya karena sulit bagi akar untuk menyebar akibat rendahnya pori-pori tanah. Warna tanah dilapisan bawah yang kandungan bahan organiknya rendah lebih banyak dipengaruhi oleh jumlah kandungan dan bentuk senyawa besi (Fe).

Tanah bersifat asam karena berkurangnya kation Kalsium. Kalium dan Natrium. Pengetahuan tentang sifat kimia tanah juga dapat membantu memberikan gambaran reaksi pupuk setelah ditebarkan ke tanah. komponen mineral dalam tanah dapat dibedakan menjadi tiga yaitu. 1970). kapasitas tukar kation tanah (KTK). yang menggambarkan jumlah relatif ion H+ terhadap ion OHdidalam larutan tanah. Kemasaman tanah merupakan hal yang biasa terjadi di wilayah-wilayah bercurah hujan tinggi yang menyebabkan tercucinya basa-basa dari kompleks jerapan dan hilang melalui air drainase. pH adalah nilai pada skala 0-14. dan kemasaman. Tekstur tanah sangat berpengaruh pada proses pemupukan. namun memiliki luas permukaan kumulatif yang relatif kecil. . Dengan mengetahui sifat kimia tanah akan didapat gambaran jenis dan jumlah pupuk yang dibutuhkan. Menurut ukuran partikelnya.larutan tanah disebut bereaksi basa (alkali) atau miliki pH 8-14. Kesuburan Kimia Sifat kimia tanah berhubungan erat dengan kegiatan pemupukan. reaksi tanah (pH). tinggallah kation Al dan H sebagai kation dominant yang menyebaabkan tanah bereaksi masam (Coleman dan Thomas. b. Pada keadaan basa-basa habis tercuci. terutama jika pupuk diberikan lewat tanah. berukuran dibawah 2 mikron. Debu. Tanah bertekstur pasir memerlukan pupuk lebih besar karena unsur hara yang tersedia pada tanah berpasir lebih rendah. Disamping itu aplikasi pemupukannya juga berbeda karena pada tanah berpasir pupuk tidak bisa diberikan sekaligus karena akan segera hilang terbawa air atau menguap. tanah jenis ini memiliki aerasi (ketersediaan rongga udara) dan drainase yang baik. sehingga kemampuan menyimpan airnya sangat rendah atau tanahnya lebih cepat kering. Magnesium. Tanah bertekstur pasir sangat mudah diolah.Komponen mineral dalam tanah terdiri dari campuran partikel-partikel yang secara individu berbeda ukurannya. berukuran 2 – 50 mikron dan Liat. berukuran 50 mikron – 2 mm. Pasir. sebaliknya jika jumlah ion H+ dalam larutan tanah lebih kecil dari pada ion OH. Larutan tanah disebut bereaksi asam jika nilai pH berada pada kisaran 0-6. Sifat kimia tanah meliputi kadar unsur hara tanah. Unsur-unsur tersebut terbawa oleh aliran air kelapisan tanah yang lebih bawah atau hilang diserap oleh tanaman. artinya larutan tanah mengandung ion H+ lebih besar daripada ion OH-. kejenuhan basa (KB). Pemupukan pada tanah bertekstur pasir tentunya berbeda dengan tanah bertekstur lempung atau liat. Salah satu sifat kimia tanah adalah keasaman atau pH (potensial of hidrogen).

Di Indonesia pH tanah umumnya berkisar 3-9 tetapi untuk daerah rawa seeperti tanah gambut ditemukan pH dibawah 3 karena banyak mengandung asam sulfat sedangakan di daerah kering atau daerah dekat pantai pH tanah dapat mencapai di atas 9 karena banyak mengandung garam natrium. interaksi mikroorganisme tanah dengan tanaman (simbiosa) dan polusi tanah. pH tanah sangat mempengaruhi perkembangan mikroorganisme di dalam tanah. sedangkan pH tanah yang terlalu tinggi dapat diturunkan dengan penambahan sulfur. Pada tanah asam banyak ditemukan unsur alumunium yang selain bersifat racun juga mengikat phosphor. Berikut merupakan tabel jumlah maksimum biomassa dari organisme tanah pada tanah subur yang berada pada padang rumput : . flora dan fauna tanah (khususnya mikroorganisme penting seperti bakteri. Kesuburan Biologi Sifat biologi tanah meliputi bahan organik tanah. sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman. karenanya pH tanah sangat penting untuk diketahui jika efisiensi pemupukan ingin dicapai. Mn dan Cu dalam jumlah yang terlalu besar. secara umum pH yang ideal bagi pertumbuhan tanaman adalah mendekati 6. Pupuk yang telah ditebarkan tidak akan mampu diserap tanaman dalam jumlah yang diharapkan. Pada pH 5.5 . Namun kenyataannya setiap jenis tanaman memiliki kesesuaian pH yang berbeda. fungi dan Algae).5-7. Tanah dikatakan subur bila mempunyai kandungan dan keragaman biologi yang tinggi. Menentukan mudah tidaknya ion-ion unsur hara diserap oleh tanaman. pada umumnya unsur hara mudah diserap oleh akar tanaman pada pH tanah netral 6-7. Zn. Pemilihan jenis pupuk tanpa mempertimbangkan pH tanah juga dapat memperburuk pH tanah.7 bakteri jamur pengurai organik dapat berkembang dengan baik Tindakan pemupukan tidak akan efektif apabila pH tanah diluar batas optimal. Derajat keasaman (pH) tanah sangat rendah dapat ditingkatkan dengan menebarkan kapur pertanian. akibatnya juga menjadi racun bagi tanaman. pH tanah juga menunjukkan keberadaan unsur-unsur yang bersifat racun bagi tanaman. karena pada pH tersebut sebagian besar unsur hara mudah larut dalam air. Dapat disimpulkan. c. Pada tanah asam unsurunsur mikro menjadi mudah larut sehingga ditemukan unsur mikro seperti Fe.

fauna tanah juga berperan dalam dekomposi bahan organik antara lain yang tergolong dalam . Secara umum partikel halus memiliki luas permukaan lebih besar dibanding tekstur kasar. etc) HUBUNGAN SIFAT FISIK. Beberapa mikroorganisme yang beperan dalam dekomposisi bahan organik adalah fungi. dan dapat mengikat lebih banyak hara serta lebih banyak mengikat nutrien yang menjadikannya tidak tersedia bagi tanaman. Proporsi pasir. Tanah dengan tekstur halus memiliki aktivitas kimiawi lebih baik dibanding tanah dengan tekstur kasar. Di samping mikroorganisme tanah. Tekstur tanah mempunyai efek terhadap sifat fisik dan kimia tanah. b. debu dan liat menentukan tekstur. Partikel tanah dibagi dalam tiga kategori yaitu partikel yang paling halus kemudian debu dan pasir. DAN BIOLOGI TANAH BAGI PERTUMBUHAN TANAMAN Faktor yang Mempengaruhi Unsur Hara Tanah a. Penambahan bahan organik dalam tanah akan menyebabkan aktivitas dan populasi mikrobiologi dalam tanah meningkat. Abundance (no/m2) 3 x 1014 5 x 108 107 105 2 x 105 5 x 104 2 x 103 Biomass (g/m2) 300 400 38 12 132 3 5 36 millipedes. Permukaan partikel tanah adalah aktif secara kimiawi. terutama yang berkaitan dengan aktivitas dekomposisi dan mineralisasi bahan organik.Kind of organism Bacteria Fungi Protozoa Nematodes Earthworms and related forms Mites Springtails Other invertebrates (snails. KIMIA. Bahan Organik Bahan organik merupakan sumber energi bagi makro dan mikro-fauna tanah. bakteri dan aktinomisetes. Tekstur Tanah Tekstur tanah ditentukan oleh jumlah relatif oleh berbagai ukuran partikel yang menyusun tanah.

dan vitamin (Stevenson. Keasaman tanah penting karena menentukan kelarutan mineral tanah dan mempengaruhi berbagai proses mikroorganisme seperti dekomposisi bahan organik dan fiksasi nitrogen. Cu.maka sistem tersebut dinamakan alkalin. kompos. ciannamat. Pengukuran dan deteksi pH sangat penting karena membantu kita dalam mengambil tindakan. Pengaruh positip yang lain dari penambahan bahan organik adalah pengaruhnya pada pertumbuhan tanaman. pH yang ukurannya sederhana dari ion H+ dalam sistem tetapi dipresentasikan sebagai negatif logaritma konsentrasi H+. Collembola. Untuk menyiapkan tanah yang baik dan dapat menyerap pupuk secara optimal. pupuk kandang. bahkan ikut bertanggung jawab terhadap pemeliharaan struktur tanah (Tian. dan hara ini mungkin tersedia bagi pertumbuhan tanaman bila pH-nya dalam range yang sesuai. fumarat) hasil dekomposisi bahan organik. pH Tanah pH tanah menerangkan keasaman dan kebasaan dalam sistem cair. Bila suatu sistem memiliki kelebihan ion H+ dinamakan asam. nematoda. Semasa pertumbuhan vegetatif. c. Mikro flora dan fauna tanah ini saling berinteraksi dengan kebutuhannya akan bahan organik. Netralisasi bisa menggunakan campuran bahan kimia penetralisir seperti . Beberapa mineral tanah mengandung unsur hara. G. Bila kelebihannya ion OH. P. Jumlah air murni. 1982). Mo. Sejumlah unsur hara seperti N. jumlah H+ dan OH. sisa tanaman dan juga berasal dari hasil aktivitas mikrobia dalam tanah.protozoa. Air terdiri dari muatan molekul atau ion hidrogen (H+ ) dan hidroksida (OH-). Fauna tanah ini berperan dalam proses humifikasi dan mineralisasi atau pelepasan hara. ketersediaannya tergantung pada proses dekomposisi bahan organik. Senyawa-senyawa ini di dalam tanah berasal dari eksudat tanaman. Sebagai akibatnya. kerena bahan organik menyediakan energi untuk tumbuh dan bahan organik memberikan karbon sebagai sumber energi. tanaman dipengaruhi oleh pH tanah (pH = tingkat keasaman). dalam konsentrasi rendah dapat mempunyai sifat seperti senyawa perangsang tumbuh. dan B mungkin terkandung dalam bahan organik tanah. Dalam air selalu ada ion-ion yang tidak dikombinasi dalam molekul air. terutama bikarbonat (seperti suksinat. S. 1997). diindikasikan asam organik dengan berat molekul rendah. diperlukan netralisasi tanah. sehingga berpengaruh positip terhadap pertumbuhan tanaman. Terdapat senyawa yang mempunyai pengaruh terhadap aktivitas biologis yang ditemukan di dalam tanah adalah senyawa perangsang tumbuh (auxin). dan cacing tanah. Di samping itu. Zn.sama yang memiliki pH 7 (netral).

Tapi pH 7 atau netral tidak selalu merupakan kondisi terbaik. Pengaruh tingkatan pH tanah terhadap tanaman adalah sebagai berikut: -pH dibawah 4. Dampak Peningkatan Konsentrasi CO2 di Atmosfer. yaitu: (1) naiknya suhu udara yang juga berdampak terhadap unsur iklim lain. Gas CO2 merupakan sumber karbon utama bagi pertumbuhan tanaman. . Maka netralisasi tanah dilakukan dengan menaikan pH tanah mencapai pH 7 atau pH netral.5 sampai 6 (rata-rata tanah di Indonesia) Terdapat unsur hara yang optimum untuk tanaman -pH diatas 6 Pada tingkatan ini. ada beberapa tanaman yang tumbuh optimal di tanah yang bersifat sedikit asam atau sedikit basa. air dan nutrisi) juga akan ikut meningkat. Efisiensi penggunaan faktor-faktor pertumbuhan lainnya (seperti radiasi matahari. sehingga penambahan CO2 kepada tanaman di dalam industri pertanian di dalam rumah kaca merupakan kegiatan normal untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman seperti tomat. DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN Perubahan iklim global akan mempengaruhi setidaknya tiga unsur iklim dan komponen alam yang sangat erat kaitannya dengan pertanian. atau pH dibawah 7. (Direktorat Pengelolaan Air. 1. Hal ini tidak berpengaruh pada kualitas buah karena berada di musim yang tidak tepat. 2009). Terlihat pada saat perubahan tanaman dari fase vegetatif ke generatif. Pengaruh fisiologis utama dari kenaikan CO2 adalah meningkatnya laju assimilasi (laju pengikatan CO2 untuk membentuk karbohidrat. selada. timun dan bunga potong. Konsentrasi CO2 di atmosfir saat ini belum optimal. biasanya untuk tanaman umbi-umbian seperti kentang. Sebagian besar tanah di Indonesia bersifat asam (5. Menaikan atau menurunkan pH tanah juga berguna untuk pengendalian penyakit.fotosintesis) di dalam daun.5 (terlalu asam) menyebabkan akar rusak sehingga kualitas dan jumlah panen turun. tanaman akan terlalu vegetatif.5 sampai 6). -pH 5. terutama kelembaban dan dinamika atmosfer. dan (4) naiknya permukaan air laut akibat pencairan gunung es di kutub utara. pH tanah diubah agar tidak sesuai dengan kebutuhan pathogen.kapur dolomit dan lain-lain. (2) berubahnya pola curah hujan. (3) makin meningkatnya intensitas kejadian iklim ekstrim (anomali iklim) seperti El-Nino dan La-Nina.

Dengan kondisi tersebut maka laju pembentukan biomassa akan meningkat (Syarifuddin. Peningkatan suhu disekitar iklim mikro tanaman akan menyebabkan cepat hilangnya kandungan lengas tanah (kadar air tanah) akibat evaporasi. distribusi cahaya dalam tajuk tanaman. Efek langsung dari meningkatnya CO2. 2. untuk mencapai effisiensi pertumbuhan yang tinggi. fotosintesis. Jika CO2 di atmosfir meningkat. Besar kecilnya pembukaan stomata merupakan regulasi terpenting yang dilakukan oleh tanaman. Naiknya Suhu Udara yang Juga Berdampak Terhadap Unsur Iklim Lain. laju transpirasi. laju penyerapan air dan nutrisi. kerapatan tanaman. proses tersebut mulai dihambat: baik secara fisik maupun kimia. menurunnya aktifitas enzim (enzim terdegradasi) Pengaruh peningkatan suhu dapat mengurangi atau bahkan mengurangi dampak positif yang diberikan dari meningkatnya konsentrasi CO2 di atmosfir. dimana tanaman berusaha memasukkan CO2 sebanyak mungkin tetapi dengan mengeluarkan H2O sesedikit mungkin. kandungan lengas tanah. dan respirasi. 2011). sebagaimana dijelaskan diatas. tanaman tidak membutuhkan pembukaan stomata maksimum untuk mencapai konsentrasi CO2 optimum di dalam daun.Selain pengaruh positif terhadap proses fotosintesis. Akan tetapi dampak pengikutan berupa peningkatan suhu dan perubahan siklus hidrologi menyebabkan pengaruh positif dari kenaikan CO2 menjadi berkurang atau terhambat sama sekali (Munawar. sehingga laju pengeluaran H2O dapat dikurangi. kenaikan CO2 juga akan mempunyai pengaruh positif terhadap penggunaan air oleh tanaman. Beberapa proses metabolisme tersebut antara lain bukaan stomata. 2010). Besaran suhu dasar ini akan mempengaruhi besarnya Thermal unit yang diperlukan oleh tanaman untuk melewati setiap fase perkembangannya. Stomata mempunyai fungsi sebagai pintu gerbang masuknya CO2 dan keluarnya uap air ke/dari daun. Umumnya laju metabolisme makhluk hidup akan bertambah dengan meningkatnya suhu hingga titik optimum tertentu. berdampak positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Hal tersebut dapat berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman terutama pada daerah yang lengas tanahnya terbatas. Hubungan . Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Setiap tanaman memiliki suhu dasar yang merupakan suhu minimum bagi tanaman untuk bermetabolisme. Setelah melewati titik optimum. Suhu udara dipengaruhi oleh radiasi yang diterima di permukaan bumi sementara tinggi rendahnya suhu disekitar tanaman ditentukan oleh radiasi matahari.

. Pada tanaman padi. (2008). Peningkatan temperatur selama kemasakan juga dapat menyebabkan penurunan kualitas biji terutama yang diakibatkan oleh terhambatnya akumulasi cadangan makanan pada biji (Zakaria. rendahnya daya dehiscence polen dan penyerbukan yang tidak sempurna. 2005). terbatasnya pertumbuhan tabung polen. dan perkembangan beberapa organisme pengganggu tanaman. Bagian putih buram ini adalah bagian dari kerusakan yang disebabkan oleh temperatur tinggi selama kemasakan. . fase pembentukan malai sangat sensitif terhadap temperatur tinggi. stress akibat panas sangat memungkinkan untuk terjadinya sterilitas floret. Di samping itu temperatur juga secara langsung berperan terhadap perkembangan biji seperti pengisian biji dan laju produksi bahan kering pada biji (Kobata dan Uemuki. Hal ini terutama disebabkan oleh menurunnya aktifitas serta perkecambahan polen. 2002) gandum (Hawker dan Jenner. 2004) Temperatur tinggi dapat menghambat perkembangan biji pada padi (Zakaria et al. percepatan pematangan buah/biji yang menurunkan mutu hasil.antara thermal unit dengan suhu lingkungan adalah berbanding lurus sementara berbanding terbalik dengan umur tanaman. Artinya semakin tinggi suhu. menurunnya kesuburan dan kehilangan hasil. Selama tahap ini. maka umur tanaman akan semakin pendek yang akhirnya berdampak pada waktu penumpukan fotosintat dan pembentukan biomassa yang lebih rendah (Syarifuddin. Menurut Tang et al. (2006) dan Weerakoon et al.. Bahkan dirjen IRRI (International Rice Researh Institute) menyatakan bahwa dengan peningkatan suhu udara rata-rata 1°C dapat menurunkan produktivitas beras dunia sekitar 5-10 %. 1993).. Peningkatan temperatur dapat menyebabkan penurunan produksi pada berbagai jenis tanaman pangan. peningkatan konsumsi air. 2011). Dampak peningkatan suhu terhadap tanaman pangan menurut Las (2007) adalah terjadinya peningkatan transpirasi yang menurunkan produktivitas. Munculnya bagian “putih buram” yang biasanya di dapatkan pada bagian gabah yang kurang sempurna pada musim panas diperkirakan mempunyai hubungan yang erat dengan sistem transfer dan transportasi cadangan makanan selama pembentukan biji.

A dan Ghoffar.wordpress.blogspot.html . Biologi Tanah Ekologi dan Makrobiologi Tanah. I..com/2011/01/24/peran-makrofa uan-dan-mikrofauna-dalam-sifat-fisik-dan-kimia-tanah/ [Diakses Tgl 04 Januari 2012]. A. Peran Makrofauna dan Mikrofauna dalam Sifat Fisik dan Kimia Tanah.com/2013/04/sifat-fisik-kimia-dan-biologi-yang. http://riskyridhaagriculture. Jakarta. 2011.com/2011/06/kesuburan-tanah. http://fitri05.html#ixzz2QFI9YKka http://oryza-sativa135rsh.blogspot.DAFTAR PUSTAKA Fitri. Napoleon. N. 2005. PT Raja Grafindo Persada.html http://al-malik-al-malik-al-malik.com/2012/02/biologi-tanah.. K.blogspot. Anas. Hanafiah.