You are on page 1of 10

Kelompok V

Kimia Fisika
Kesetimbangan Homogen
Indah M S Sitorus (070405058) Rahayu Wulandari (110405052) Randi Sitorus (110405054) Happy Liani Br Karo (110405056) Iqbal N Lazuardi (110405060) Castiqliana (110405062)

Dosen: Farida Hanum,S.T.,M.T.

Penggolongan Reaksi Kesetimbangan Berdasarkan Fasa Senyawa yang Bereaksi 2.Gas N2(g) + 3 H2(g) H2(g) + I2(g) CH3COOH(aq) NH4OH(aq) 2NH3(g) 2HI(g) CH3COO‫(־‬aq) + H+(aq) NH4+(aq) + OH‫(־‬aq) b.1. sehingga dikenal dua jenis reaksi kesetimbangan yaitu reeksi kesetimbangan homogen dan heterogen. Jenis Reaksi Kesetimbangan Reaksi kesetimbangan dapat digolongkan berdasarkan fasa dari zat yang bereaksi dan hasil reaksinya. Kesetimbangan dalam Fasa Larutan 1 . Reaksi Kesetimbangan Homogen Reaksi kesetimbangan homogen Contoh : a. Kesetimbangan dalam Fasa merupakan reaksi kesetimbangan dimana semua fasa senyawa yang bereaksi sama. Perhatikan skema penggolongan reaksi seperti yang ditunjukkan pada bagan berikut: Gambar 1.

tetapan kesetimbangan dapat Dengan Kc adalah tetapan kesetimbangan untuk reaksi kesetimbangan homogen. A+B C C 4. Daerah Kinetik Segera setelah C terbentuk. b.3. Daerah Kesetimbangan Suatu titik akhirnya tercapai dimana reaksi pembentukan produk dan reaksi kebalikannya terjadi dengan laju reaksi yang sama. Bersamaan dengan dimulainya reaksi. maka sejumlah C mulai terbentuk. reaksi kebalikan mungkin bisa terjadi. produk C belum terbentuk. Tetapan Kesetimbangan Untuk reaksi kimia umum : aA + bB dituliskan sebagai : Kc = [ ] [ ] [ ] [ ] eE + fF . Reaksi yang terjadi : A + B C C . konsentrasi total C mulai bertambah. A+B c. Awal pencampuran Ketika A dan B pertama kali dicampurkan bersama dan mulai bereaksi. Ketika hampir mencapai kesetimbangan. laju reaksi pembentukan produk makin lambat. Tahap – Tahap Dasar Untuk reaksi umum : A + B a. 2 . Secara keseluruhan. Pada saat ini tak ada perubahan dalam konsentrasi setiap fasa. maka reaksi dapat dibagi dalam 3 tahap : Hal ini hanya terjadi pada tahap awal sekali dalam reaksi.

Contoh soal : H2(g) + I2(g) adalah 0.0125 – 0. Kp = Kc . Sedangkan pada kesetimbangan diperoleh konsentrasi iodin = ] [ = 54 5.00772 M HI(g) = 2 × konsentrasi I2 yang bereaksi = 2 × (0. tekanan parsial dapat digunakan sebagai pengganti konsentrasi. Kc = 1. jika pada 425.005 M.K – 1 ∆ng = 2 – (2+1) = – 1 2H2S(g) 3 .4 oC konsentrasi awal diketahui H2(g) 0.00772 M. I2(g) 0. Contoh soal : Untuk reaksi kesetimbangan berikut. Secara umum.0125 M.[ ]n adalah konsentrasi semua fasa dipangkatkan dengan koefisien dalam persamaan reaksi yang setara.mol – 1.00956 M H2(g) = konsentrasi awal H2 – konsentrasi I2 yang bereaksi = (0.00478) M = 0.08206 atm.1 × 107 pada 700 oC.00772) M = 0.00022 M Kc = [ [ ] ][ [ ][ ] ] 2HI(g) . Tekanan Parsial dan Tetapan Kesetimbangan Untuk reaksi kesetimbangan yang melibatkan gas. Penyelesaian : Pada kesetimbangan : I2(g) = 0. pada kasus tertentu : Kp = Kc (RT)∆ng dimana ∆ng = (e+f) – (a+b). Berapa nilai Kp ? 2H2(g) + S2(g) Penyelesaian : Kp = Kc (RT)∆ng T = 700 + 273 = 973 K R= 0. aA + bB Kp = [ [ ] [ ] [ eE + fF ] ] Kp digunakan ketika tekanan parsial dituliskan dalam satuan atmosfer.L.005 – 0.

terjadi kesetimbangan. Kuosien reaksi.378 × 105 –1 6. namun perbedaannya adalah bahwa Q berlaku untuk semua jenis konsentrasi pada kondisi apa saja.mol – 1. c. bukan hanya konsentrasi pada saat kesetimbangan. hasil reaksi relatif banyak.K – 1 × 973 K) = 1. Adanya pereaksi berlebih. Sifat – Sifat K : a. b. Kc atau Kp yang besar berarti. Q. untuk reaksi : aA + bB Q= eE + fF [ ] [ ] [ ] [ ] Kuosien reaksi. Harga K pada bermacam – macam temperatur berbeda – beda. 4 .L. Q. Setiap tahap dengan konsentrasi tertentu dapat dihitung nilai Q nya. d. Tetapan kesetimbangan K hanya valid pada kesetimbangan. Adanya hasil reaksi menyebabkan reaksi tidak berjalan sempurna. Q = Kc : tidak terjadi perubahan. Q > Kc : reaksi penguraian produk menjadi reaktan akan berlangsung. Kuosien Reaksi Kita dapat meramal arah reaksi dengan menghitung kuosien reaksi. Kp dan Kc juga menentukan secara kuantitatif pengaruh pereaksi atau hasil reaksi pada reaksi yang bersangkutan.Kp = Kc (RT)∆ng = 1. Pada temperatur tetap K tidak tergantung tekanan atau konsentrasi.1 × 107 (0. kita bisa meramalkan arah reaksi : Q < Kc : reaksi pembentukan produk akan berlangsung. menyebabkan reaksi berjalan ke kanan. Besarnya harga Kp atau Kc menunjukkan sampai seberapa jauh reaksi dapat berjalan pada keadaan tertentu.08206 atm. Dengan membandingkan nilai Q dengan Kc. memiliki bentuk yang sama dengan Kc.

Penyelesaian : Karena nilai Q < Kc .00 – 3.75 atm Kp = = ( ) ( ) NH3(g) 0. a) Kesetimbangan Amoniak N2(g) + H2(g) Contoh : Untuk P total = 30 atm.03 = 26. maka kesetimbangan bergeser untuk melawan perubahan yang dikenakan dan keseimbangan baru didirikan.4 oC.97 × 10 – 1 M. [I2] = 3. volume. dapat dalam kondisi pengaruh pada kesetimbangan kimia .22 atm P N2 = ¼ x 26. atau sebagian tekanan. Hal ini dapat diringkas sebagai: Jika suatu sistem kimia pada kesetimbangan mengalami perubahan konsentrasi.96 = 6.73 7. nilai Kc adalah 54 pada 425. juga disebut Chatelier perubahan prinsipnya. Jika terdapat campuran sebagai berikut .03 atm P H2 + P N2 = 30. maka reaksi akan berlangsung ke arah pembentukan produk.Contoh soal : Untuk reaksi H2(g) + I2(g) 2HI(g) .83 × 10 – 2 M. prinsip digunakan untuk Châtelier's memprediksi Le. [ [ ] ][ Q= = ] [ [ – – ] – ][ ] = 5.97 = 20.0129 5 .96 atm P H2 = ¾ x 26. temperatur. Kesetimbangan Gas Dalam kimia . dan sistem bukan dalam kesetimbangan. [HI] = 9. ramalkan arah reaksi : [H2] = 4. Prinsip ini dinamai Henry Louis Le Chatelier dan Karl Ferdinand Braun yang menemukannya secara mandiri. dan t = 400oC berapa harga Kp? Penyelesaian : Jawab : P NH3 = 30 x 10.25 × 10 – 3 M.09% = 3.

P. Pengaruh Gas Inert pada Kesetimbangan cz Sementara tekanan total sistem meningkat. Pada (351. jika volume diperbolehkan untuk meningkatkan dalam proses.8oC diperoleh : CO t=0 t=t 351. tekanan total tidak memiliki efek pada konstanta kesetimbangan. P sebanding dengan jumlah mol gas yang bersangkutan. melainkan adalah perubahan dalam tekanan parsial yang akan menyebabkan pergeseran keseimbangan.9 mm = 0.M = d RT = WRT/M .M = WRT/V 22.4 mm + Cl2 342.5 Kalau Vm = volume molar gas.b) Kesetimbangan fosgen CO(g) + Cl2(g) temperatur 394.116 atm P COCl2 = 253.1 mm = 0.8oC.0 mm COCl2 0 mm COCl2(g) Karena V tetap. Kp c) Disosiasi Antimon pentaklorida Untuk : PV = nRT.128 atm P CO = 342.9 = 97.4 – 253.5 x = 253. tekanan parsial dari semua gas akan berkurang mengakibatkan pergeseran ke arah sisi dengan jumlah yang lebih besar mol gas. Ada 6 .4 – x) (342.9 mm P Cl2 = 351.0 – x) P total : P Cl2 + P CO + P COCl2 = 439. maka : = M = berat molekul Ma = berat molekul campuran Ma = – – 8. d = PM/RT P.0 – 253.5 mm = 0.334 atm Pada 394.9 = 88. Namun.

Penambahan gas inert pada kesetimbangan menyebabkan tekanan gas yang bersangkutan lebih kecil. maka kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih banyak. dan reaksi endoterm Δ h n g ti ketika memasukkannya sebagai suatu reaktan. adanya gas inert ini memengaruhi tekanan parsial. hingga dapat mengakibatkan penggeseran kesetimbangan. LBMF (anak kecil Fiona menikah) L singkatan dari tekanan kurang. 10. B – mundur reaksi. 9. positi termasuk ng i panas n rgi sebagai produk .formulir singkat untuk mengingat ini. Nilai Kγ berpengaruh dengan adanya gas inert. c harus diganti a (aktivitas). karena : Ka = Kγ . Kesetimbangan dalam Fase Cair – – Kc = ( )( ) Kc untuk non elektrolit atau elektrolit – elektrolit lemah tidak begitu dipengaruhi oleh konsentrasi. Seandainya pengaruh terhadap Kp diabaikan. Bila jumlah molekul di kedua ruas sama. ini berarti volume menjadi besar di mana nilai 𝛼 bertambah besar. Dalam hal ini. Sesuai dengan Prinsip Le Chatelier Braun. tetapi untuk elektrolit – elektrolit kuat. Kp maka Kp juga berubah. namun tidak memengaruhi tetapan kesetimbangan termodinamika. Pengaruh Temperatur Pada Kesetimbangan Pengaruh perubahan suhu di ekuilibrium dapat dibuat jelas dengan memasukkan panas baik sebagai reaktan atau produk. M – tekanan yang lebih dan F – reaksi maju. Oleh karena itu. Kc berubah dengan naiknya konsentrasi. maka gas inert tidak berpengaruh. Ketika reaksi eksotermik Δ mengeluarkan energi). 7 . kita dapat menerapkan peningkatkan atau penurunan suhu akan membuat maju atau mundur reaksi dengan menerapkan prinsip yang sama seperti dengan perubahan konsentrasi.

Pada reaksi eksotermik . meskipun kehadirannya pada kesetimbangan berkurang. Ini adalah reaksi reversibel . Jika kita menurunkan suhu. Karena pembuatan amonia adalah eksotermik. kenaikan suhu menurunkan konstanta kesetimbangan . Sedangkan pada reaksi endotermik . Secara grafik : log Kp = Untuk Kc = Untuk rut n : Δ o – ~Δ O hingga : 8 . ini akan mendukung produksi lebih amoniak . reaksi nitrogen gas dengan hidrogen gas. di mana dua gas bereaksi membentuk amonia : N 2 + 3 H 2 ⇌ 2 NH 3 Jika Anda menempatkan panas sebagai produk: N 2 + 3 H 2 ⇌ 2 NH 3 + 92kJ Δ – 92 kJ mol –1 Contoh di atas merupakan reaksi eksotermik (memakai tanda minus) ketika memproduksi amonia . sehingga amonia dibuat dengan cepat. kenaikan temperatur meningkatkan nilai K. K. proses Haber.Sebagai contoh. Dalam prakteknya. kesetimbangan akan bergeser untuk menghasilkan panas lebih banyak. suhu ditetapkan pada nilai kompromi.

com. Kimia Fisika. 9 .DAFTAR PUSTAKA Arhany. Universitas Islam Negeri Alauddin : Makassar. Jurusan Kimia. Jenis Reaksi Kestimbangan. http://ilmu212. 2010. Zulfikar.blogspot. Faradillah Dwi. Diakses pada tanggal 02 Desember 2012. Tugas Kimia Fisika. 2002. Fakultas Sains dan Teknologi. Rineka Cipta : Yogyakarta. Sukardjo. Kesetimbangan Kimia. 2011.