You are on page 1of 15

PEMERINTAHAN SIPIL DAN MILITER

REVISI MAKALAH Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

Di susun oleh: Nama NIM : RENDI : 1690018

PRODI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Jl.Marsda Adisucipto,No. 1 Tlp.(0274)519739,Fax. (0274)540971 Yogyakarta 55281 2012

5 2) KARAKTERISTIK PEMERINTAHAN SIPIL ........................................................................................................................................................................................................ 7 2) KARAKTERISTIK PEMERINTAHAN MILITER .......................................................................... HUBUNGAN PEMERINTAHAN SIPIL DAN MILITER DI INDONESIA .................................... RUMUSAN MASALAH ................................................................................. ............................................................2 BAB I PENDAHULUAN....................................................................................................................... TUJUAN PENULISAN MAKALAH ................................................................................................. 4 C.................................... 5 A..... LATAR BELAKANG ................................. 14 DAFTAR PUSTAKA ............................ 3 B...... 14 A............................................................................................. 7 1) PENGERTIAN PEMERINTAHAN MILITER ........................................................ 9 C.. PEMERINTAHAN MILITER ...... 10 BAB III PENUTUP ............................................................. 4 BAB II PEMBAHASAN ........................ PEMERINTAHAN SIPIL ............................................................................................................................................ 6 B....................................... 5 1) PENGERTIAN PEMERINTAHAN SIPIL .................................................. 3 A..................................... 8 3) MODEL PEMERINTAHAN MILITER.................................DAFTAR ISI DAFTAR ISI ... KESIMPULAN ............... 14 B........................... SARAN ................................................................................................ 15 2 ...

dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat. negara dan masyarakat. Akan tetapi lambat laun pengertian itu menyebar di semua kalangan dan sekarang sudah menjadi pengertian yang diakui dan dipergunakan secara umum di Indonesia. Namun ada satu perbedaan yang menonjol dalam penggunaan pengertian itu antara mereka yang hidup dalam alam sosial barat dengan bangsa Indonesia yang menerima dan menetapkan pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Bahkan dengan memperhatikan bahwa pancasila menekankan faktor kekeluargaan dan kerukunan justru tidak ada supremasi satu golongan masyarakat atas yang lain. Unsur-unsur tersebut antara lain adalah : rakyat. menjalankan dan mengawasi peraturan itu. Di dunia barat yang berpaham liberal hubungan sipil-militer senantiasa berarti supremasi sipil atas militer. dan pemerintah. Hal itu juga berlaku bagi bangsa Indonesia. Pengertian Hubungan Sipil-Militer semula tidak dikenal di Indonesia dan baru dipergunakan setelah pengaruh dunia Barat. 3 . Hubungan Sipil-Militer adalah satu perkara yang amat penting bagi satu bangsa karena berpengaruh besar kepada ketahanan nasionalnya. Selayaknya organisasi.BAB I PENDAHULUAN A. makin kuat. maka negara pun memiliki peraturan. sejatinya negara adalah sebuah organisasi. kita mesti faham terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan negara dan perbedaannya dengan pemerintah. LATAR BELAKANG Negara adalah sebuah istilah yang secara terminologi berarti organisasi tertinggi di antara satu kelompok masyarakat yang memiliki cita-cita untuk bersatu. sedangkan di Republik Indonesia yang berhaluan pancasila tidak dengan sendirinya hubungan sipil-militer berarti supremasi sipil atas militer. hidup dalam suatu kawasan. Mahfud M. selain itu negara juga memiliki sebuah badan yang berfungsi merumuskan. ditambah dengan pengakuan dari negara lain. wilayah. Berbicara tentang bentuk pemerintahan. menyebutkan 3 unsur penting tersebut sebagai unsur konstitutif. Mula-mula itupun terbatas pada kalangan terpelajar yang banyak berhubungan dengan ilmu sosial yang berasal dari dunia barat. Suatu Negara haruslah memiliki sedikitnya 3 unsur yang menjadikan Negara tersebut berdaulat di tengah-tengah negara lainnya. melainkan dalam kebersamaan memperjuangkan dan mengusahakan hal yang terbaik bagi bangsa.D. Seperti yang telah dijelaskan di awal. khususnya yang berpandangan liberal.

RUMUSAN MASALAH Berdasarkan hal-hal yang tersurat dalam latar belakang. 2. 3. 3. TUJUAN PENULISAN MAKALAH Dengan berdasar kepada poin-poin tersebut diatas. Pengertian pemerintahan sipil dan karakteristiknya Pengertian pemerintahan militer dan karakteristiknya Hubungan pemerintahan sipil dan militer di Indonesia C. maka penulis dalam hal ini akan merumuskan permasalahan dalam beberapa pertanyaan: 1. Memahami pengertian pemerintahan sipil dan karakteristiknya Memahami pengertian pemerintahan militer dan karakteristiknya Memahami hubungan pemerintahan sipil dan militer di Indonesia 4 . yaitu : 1.B. maka penulis mempunyai tujuan dalam penulisan makalah selain untuk memenuhi tugas makalah mata kuliah pendidikan kewarganegaraan juga memmpunyai tujuan lain. 2.

Menurut CF Strong dalam bukunya yang berjudul Modern Political Construction terbit tahun 1960 dikemukakan bahwa pemerintah itu dalam arti luas meliputi kekuasaan eksekutif. dirembukkan dan kalau perlu diputuskan lewat pemungutan suara (referendum). Adapun dalam melaksanakan pemerintahan. Setelah itu pun sebuah keputusan harus menunggu pengesahan terlebih dahulu dari lembaga negara yang berwenang lewat sebuah sidang. sejarah mengenal pula bentuk pemerintahan sipil dan militer. legislatif.h. 1 Dede Rosyada. Pendidikan Kewarganegaraan:Demokrasi. seyogyanya perlu diketahui arti dari istilah pemerintahan. kegiatan atau proses memerintah masalah-masalah kenegaraan pejabat yang dibebani tugas untuk memerintah cara. Yang pertama adalah Pemerintahan sipil. kekuasaan legislatif. Suatu pemerintahan bisa disebut sebagai pemerintahan sipil apabila jika kalangan sipil lebih banyak berperan. Sedangkan menurut SE Filner dalam buku Comperative Gonverment (1974) istilah pemerintahan memiliki 4 arti yaitu : 1.98. Oleh karena itu pemerintah harus memiliki kekuasaan militer. Pengertian Pemerintahan Sipil Sebelum berbicara tentang pemerintahan sipil.2000). Sebelum sebuah keputusan menjadi perintah. Pembagian bentuk pemerintahan ini berdasarkan kriteria gaya dan sifat memerintah sebuah pemerintah. Pemerintahan Sipil 1.Ham & Masyarakat Madani (Jakarta:IAIN Jakarta Press. 3. dan yudikatif. dan kekuasaan keuangan. keputusan itu dibicarakan terlebih dahulu. 2. 4. 5 . Pemerintahan sipil adalah pemerintahan di mana gaya pengambilan keputusan diambil dengan gaya sipil. atau sistem yang dipakai pemerintah untuk memerintah. Pemerintah juga bertugas memelihara perdamaian dan keamanan. metode.BAB II PEMBAHASAN A.termasuk dalam masalah kemiliteran dan politik keamanan keamanan negara1.

Militer dipisahkan dari bidang sipil karena keahlian profesionalnya. Dalam kata lain militer adalah subordinat dari pemerintahan sipil yang dipilih secara demokratis melalui pemilihan umum. 2. Model serapan ini telah digunakan secara meluas dalam rezimrezim komunis. tetapi sejalan dari segi ideologi. dan para ahli politik ke dalam tubuh angkatan bersenjata mereka. Didalam tindakan dan pelaksanaannya. walaupun ketika sedang memerintah mereka telah memerintah dengan ciriciri sikap politik yang sama. yang ternyata kurang dikembangkan oleh elit sipil. dengan demikian tidak terjadi campur tangan militer. Bentuk pemerintahan sipil tradisional begitu berpengaruh di bawah sistem pemerintahan kerajaan pada abad ke-17 dan 18. karena kebanyakan dari mereka berideologi liberal yang memunculkan supremasi sipil atas militer (civilian supremacy upon the military). Model liberal akan menutup kemungkinan militer untuk menekuni arena dan kegiatan politik. Pemerintahan sipil liberal Model pemerintahan liberal didasarkan pada pemisahan para elit berkenaan keahlian dan tanggung jawab masing-masing pemegang jabatan tinggi di dalam pemerintahan. 2. Pemerintahan sipil tradisional Bentuk pemerintahan sipil ini terjadi karena tidak adanya perbedaan antara sipil dan militer. Berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia yang berideologikan Pancasila. atau warga negara pada umumnya. Dalam sejarahnya. Pemerintahan Sipil Serapan Dalam model serapan ini. pemerintahan sipil ini banyak dianut oleh negara-negara barat.Sayidiman Suryohadiprojo menyatakan bahwa perkataan sipil merupakan satu pengertian yang menyangkut kewarganegaraan. pemerintahan sipil memperoleh pengabdian dan kesetiaan dengan cara menanamkan ide untuk menyatakan ideologi. Karakteristik Pemerintahan Sipil Eric Nordlinger dalam bukunya “Militer dalam Politik” mengemukakan ada 3 bentuk pemerintahan sipil : 1. dan netralitas pihak militer. tanpa perbedaan maka tidak akan timbul konflik yang serius diantara mereka. 3. kepakaran. Atau dapat dikatakan bahwa sipil adalah segala sesuatu yang bersangkutan dengan masyarakat. pemerintah menghargai kedudukan. mereka cenderung untuk tidak menganggap diri mereka sebagai politisi. sipil dan militer adalah satu 6 .

masa orde baru tersebut dikendalikan dengan sistem otoriter. yaitu organisasi yang merupakan kekuatan bersenjata dan yang harus menjaga kedaulatan negara Republik Indonesia. Perkataan militer merupakan pengertian yang bersangkutan dengan kekuatan bersenjata. Sejalan dengan runtuhnya rezim Soeharto. Bahkan yang menjadi TNI adalah seluruh rakyat yang sedang bertugas sebagai kekuatan bersenjata untuk membela negara. Pada akhirnya. Oleh sebab itu di Indonesia sebelum terpengaruh oleh pandangan barat dipahami bahwa TNI adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Yang harus dimunculkan adalah bagaimana hubungan keduanya dapat menjamin kerukunan hidup rakyat Indonesia itu sendiri. B. maka runtuh pula dominasi militer dalam politik Indonesia. Dan telah mendapat pengesahan dari lembaga negara yang berwenang. Sehingga tercipta kebersamaan dalam memperjuangkan kepentingan bangsa. sedang yang lainnya mengikuti keputusan itu sebagai perintah yang wajib diikuti konsekuensi rantai komando dalam militer. antara lain pemerintahan sipil adalah sebuah bentuk pemerintahan yang bergaya sipil. sedangkan perkataan militer berarti Tentara Nasional Indonesia. tanpa menyerahkan rancangannya kepada parlemen. Secara kongkrit perkataan sipil di Indonesia adalah seluruh masyarakat. Dalam hal ini muncul karakteristik pemerintahan sipil yang berpijak atas hubungannya dengan militer. Karena sipil berarti masyarakat. Pengertian Pemerintahan Militer Masa orde baru di Indonesia telah berakhir dengan tergulingnya Presiden Soeharto dari kursi presidennya. Sebuah undang-undang dalam sebuah pemerintahan militer dibuat oleh pucuk pimpinan tertinggi. keputusan diambil oleh pucuk pimpinan tertinggi.bagian. Pemerintahan Militer 1. TNI/ABRI sebagai pucuk militer di Indonesia harus menanggalkan dwifungsinya kembali ke barak dan hanya memainkan peran sebagai alat pertahanan negara dari ancaman luar. semua keputusan pemerintah dapat menjadi perintah apabila telah dimusyawarahkan terlebih dahulu dan diambil keputusannya dalam suatu pemungutan suara (referendum). maka sebenarnya militer pun bagian dari masyarakat. 7 . Adapun yang dimaksud dengan pemerintahan militer adalah pemerintahan yang lebih mengutamakan kecepatan pengambilan keputusan. dan dimulailah masa baru yang dinamakan masa reformasi. tidak ada supremasi di antara keduanya.

 Pemerintah masih terus bergantung kepada dukungan perwira militer aktif dalam mempertahankan kekuasaannya2. adalah sebagai berikut: Dalam pemerintahan militer.  Para pejabat tinggi negara telah bertugas atau terus bertugas dalam angkatan bersenjata. Korea Utara. untuk menggerakkan bawahannya digunakan sistem perintah yang biasa digunakan dalam ketentaraan. Diantara bentuk campur tangan militer itu antara lain:  Ancaman militer secara terang-terangan untuk tidak melakukan kudeta terhadap pemerintahan sipil jika tuntutan yang mereka ajukan dikabulkan. 8 .104.Campur tangan militer terhadap pemerintahan sipil melalui beberapa cara yang kemudian menjadi ciri khas rezim militeristik.2000).Ham & Masyarakat Madani (Jakarta:IAIN Jakarta Press. dan negara-negara di Amerika Latin. gerak geriknya senantiasa tergantung kepada pangkat dan jabatannya. seperti jam malam.seperti presiden atau perdana menteri) adalah:  Tentara mendapatkan kekuasaan melalui kudeta. manusia atau orang ini biasanya disebut yang memimpin atau pemimpin. sedangkan manusia yang mengikutinya disebut yang dipimpin. Dimana kepemimpinan itu sendiri memiliki hubungan yang erat antara seorang dan sekelompok manusia. negara lain yang bisa diambil contoh melaksanakan pemerintahan militer. semuanya orang militer.h. 2. sebagaimana dikemukakan Ninik Widiyanti. dan cara pemilihan pemimpin dilakukan secara turun temurun. Sedangkan ciri-ciri rezim militer (sekalipun pimpinannya telah mengganti atribut-atribut militer dengan atribut sipil. karena adanya kepentingan bersama. tidak boleh demonstrasi. tatanan sosial terlalu ketat. senang akan upacara-upacara untuk berbagai keadaan dan tidak menerima kritik dari bawahannya dan lain sebagainya. Pendidikan Kewarganegaraan:Demokrasi. Dalam militer tidak ada orang sipil di pemerintahannya. 2 Dede Rosyada.  Mengambil alih kekuasaan pemerintah dan mengubah rezim sipil menjadi rezim militer. menuntut disiplin keras dan kaku dari bawahannya. Kuba. senang akan formalitas yang berlebih-lebihan. Selain negara kita yang pernah didominasi oleh militer. Gaya kepemimpinan pemerintahan militer ini memiliki karakteristik. Karakteristik Pemerintahan Militer Pemerintahan militer lebih merujuk ke arah gaya pemimpin suatu organisasi/ institusi/ negara. hubungan itu ditandai tingkah laku yang tertuju dan terbimbing daripada manusia yang seorang itu. contoh Junta Militer di Burma (Myanmar).

Kalangan ini tidak setuju dengan perubahan politik serta akan mempertahankan aturan politik lama. Sekalipun pihak sipil yang memerintah. 3. Pemerintahan ini biasanya hanya dikuasai oleh satu orang perwira yang mengendalikan hampir segala-galanya. Biasanya setelah penggulingan elit sipil. Yang membedakan kelompok ini dari model lainnya adalah luasnya wilayah kekuasaan serta tingginya cita-cita politik dan ekonomi yang mereka agendakan. akhirnya mereka mengubah diri sebagai pengawal pretorian sebelum akhirnya berkuasa penuh tergadap pemerintahan. Model Pemerintahan Militer (Pretorianisme) Menurut Nordlinger secara umum tipologi pretorianisme ini dapat diklasifikasikan kedalam tiga model pretorian.yaitu: 1) Moderator Pretorian Ciri khas moderator pretorian adalah mereka menggunakan hak veto atas keputusan pemerintahan dan politik. diktator militer yang terkenal karena kekejamannya di Argentina dari 1976 hingga 1983.antara dua sampai empat tahun. Setelah para moderator berhasil menggulingkan kekuasaan pemerintah. kalangan ini tidak setuju dengan perubahan politik serta akan mempertahankan aturan politik lama. namun kekuasaan mereka diawasi oleh militer yang tidak akan menerima supremasi penuh pihak sipil. Jika yang pertama bersifat konservatif. Dengan pengertian lain. Model ketiga ini tidak saja menguasai pemerintahan tapi juga mendominasi rezim yang berkuasa. kelompok pretorian ini bertindak sebagai kelompok yang berpengaruh dan terlibat dalam politik. Seperti halnya kelompok pertama. dan biasanya digunakan untuk berbagai kumpulan yang bersifat kolegial (hubungan kerekanan). bahkan kadang kala mencoba menguasai sebagian besar kehidupan politik-ekonomi dan sosial melalui pembentukan struktur dan cara-cara 9 . kelompok ini lebih bersifat reaksioner terhadap kebijakan sipil ketika menjalankan pemerintahannya. tanpa menguasai pemerintahan itu sendiri. Bentuk-bentuk junta militer yang terkenal adalah pemerintahan Augusto Pinochet di Chili dan Proceso de Reorganización Nacional. kelompok ini akan memegang pemerintahan untuk periode singkat. Junta militer biasanya dipimpin oleh seorang perwira militer yang berpangkat tinggi. 2) Pengawal Pretorian Pemerintahan militer model ini merupakan fase lanjutan dari model moderator pretorian.Junta militer (diucapkan menurut ucapan bahasa Spanyol hun-ta) biasanya merujuk ke suatu bentuk pemerintahan diktator militer. Dalam bahasa Spanyol. junta sendiri berarti "rapat bersama". 3) Penguasa Pretorian Pemerintahan militer model ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan kedua model pemerintahan diatas. Kasus pemerintahan model ini tidak lebih dari sepuluh persen dari kasus campur tangan militer terhadap pemerintahan suatu negara.

dan intelegensia. Setelah menjadi Presiden. C. Komunis yang dalam hal ini sejak kemerdekaan ada dalam naungan demokrasi terpimpin ala Presiden Soekarno bersaing ketat dengan golongan elit militer. mahasiswa. birokrat militer.mobilisasi. dan membangun perekonomian yang telah diabaikan.Ham & Masyarakat Madani (Jakarta:IAIN Jakarta Press. Jadi sebenarnya tidak beralasan kalau kita meremehkan tentara nasional kita. Hubungan Pemerintahan Sipil dan Militer di Indonesia Sebagai bangsa Indonesia kita mestinya bangga dengan TNI. Soekarno dengan ikhlas memberi Jenderal Soeharto wewenang yang diperlukan untuk memulihkan keamanan. Pendidikan Kewarganegaraan:Demokrasi. Soekarno yang pada saat itu dianggap sebagai presiden seumur hidup kini nyaris hanya merupakan lambang. 10 . Soeharto memandang tugasnya adalah : memulihkan tingkat partisipasi rakyat dalam pemerintahan. petani. sejak dari kemerdekaan pada tahun 1945. maka 3 Dede Rosyada.2000). menstabilkan negeri yang secara politis terpecah belah. di atas negaranegara maju lainnya seperti Kanada.105-108. Sampai munculnya Supersemar pada tanggal 11 Maret 1966.hh. pengambilan alih kekuasaan oleh pihak militer di Indonesia sekiranya sudah lama diramalkan. sampai secara resmi digantikan oleh Jenderal Soeharto pada tanggal 27 Maret 1968. Militer Indonesia tidak pernah jauh dari politik. birokrat sipil. karena apa? ternyata Indonesia memperoleh peringkat yang luar biasa dalam bidang kemiliteran. Maka untuk mendukung upaya tersebut Soeharto memutuskan untuk membentuk GOLKAR (Golongan Karya) atau kelompok yang fungsional. Jika Soekarno ingin mengusahakan agar kelompok-kelompok fungsional tersebut terlepas dari militer. Pada masa itu terjadi kompetisi politik antara militer dan Partai Komunis Indonesia yang kadang kala bersifat keras. dsb. Dan puncaknya adalah terjadinya pemberontakan G30S/PKI. Organisasi nasional militer pun diperlukan untuk tugas yang maha penting yakni membangun suatu negara bangsa dari beribu-ribu pulau yang membentuk negeri ini. Kembali kepada sejarah militer Indonesia. Militer Indonesia berada pada posisi ke-14 dari seluruh negara di dunia ini. Menurut data yang diambil oleh World Military Strengh Ranking. Australia. Tingginya tujuan kekuasaan penguasa pretorian ini kadangkala mereka menganggap dirinya sebagai kelompok modernis radikal atau kelompok revolusioner3. mencakup buruh.

Jika sejauh ini ABRI terkesan tidak suka dan 11 . Jika sebelumnya tidak ada yang berani mengusik. setelah lengsernya Soeharto. Irian Jaya. tetapi juga karena terlibat penculikan para mahasiswa dan aktivis politik. antara mahasiswa di perguruan tinggi dan taruna di akademi. dikotomi sipil-militer bukanlah satu isu baru. Saat ini ABRI harus menghadapi kenyataan sebaliknya yakni penolakan atas keterlibatannya. tidak perlu lagi ada jarak antara militer dan non militer pada era demokrasi. Kalau mau jujur. Sejak itu nyaris tiada hari tanpa hujatan dan caci maki terhadap ABRI. dalam kata lain Soeharto telah menyertakan militer dalam politik sembari memberi fungsi politik pada militer. Timor Timur. 3. Subjective civilian control. Beliau juga menyatakan saat ini tidak perlu lagi ada dikotomi antara sipil dan militer dalam mengemban tugas untuk negara.Soeharto lebih suka mengintergrasikan kedua badan tersebut. Lalu. yaitu militer menguasai berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti pada masa orde baru. Menurut Jenderal Wiranto. menurut suatu penelitian. Tapi dengan era demokrasi ini dengan perubahan di TNI tidak lagi menjalankan politik praktis maka sudah tidak ada perbedaan. perwira-perwira angkatan darat secara kasar telah memegang seperempat dari semua portofolio kabinet maupun berbagai posisi penting pada departemen pemerintahan sipil. Dalam pengarahannya kepada peserta Lokakarya Kepemimpinan Pertahanan 2010 di Istana Negara. yaitu: 1. Pemisahan rakyat dari ABRI. 22 dari 26 Gubernur adalah bekas perwira militer. apakah artinya dalam konteks hubungan sipil-militer di Indonesia? Dalam sejarah Indonesia. demikian juga 67% dari bupati dan camat. karena telah membuat banyak orang di Aceh. Lampung. Secara historis keterlibatan ABRI tersebut harus dipahami dalam kerangka menjamin stabilitas nasional. ada tiga perkembangan ekstrem yang harus dicegah dalam hubungan sipil militer di Indonesia. Masuk ke era reformasi. Jakarta. Military overreach. yaitu kontrol subyektif pemerintahan sipil terhadap militer seperti yang terjadi pada masa demokrasi terpimpin dan demokrasi parlementer. sebenarnya bangsa dan negara manapun di dunia ini membutuhkan stabilitas demi pembangunan dan kemajuan bersama rakyatnya. Tanjung Priok. kehilangan anggota keluarganya. sejak itu keberadaan ABRI mulai banyak dipersoalkan. karena dianggap tidak mampu lagi mengatasi kerusuhan di berbagai tempat yang telah menelan korban ratusan nyawa sejak Mei 1998. maka kedigdayaan militer dalam hal ini ABRI/TNI telah usai." tutur Presiden. ABRI bukan cuma dipersalahkan. 2. Sejak tahun 1959. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan. Pada tahun 1972. "Dulu pernah ada jarak antara militer dan nonmiliter. dan 40% dari kepala desa.

Sejak awal kelahirannya ABRI tidak pernah mempersoalkan presiden dari kalangan sipil dan tidak mendesakkan tampilnya pimpinan nasional dari kalangan militer. sikap semacam itu tidak lepas dari penafsiran diri ABRI dalam konteks sejarah Indonesia. Peran tersebut cukup diletakkan pada tataran "kebijakan" (policy) di tingkat pusat. tidak boleh melebihi fungsi dasarnya yaitu pertahanan-keamanan negara. hal ini tidak berarti militer kehilangan peran politiknya. Kalau dulu tanggung jawab ini ditafsirkan secara politisideologis. Tanggung jawabnya terhadap eksistensi bangsa dan negara Indonesia. dan hal itu kini bisa ditafsirkan sebagai tanggung jawab profesi. Untuk itu dibuktikan oleh Panglima Besar Soedirman ketika kembali ke Yogyakarta dari medan perjuangan bergerilya. Namun. aktivis LSM dan kalangan intelektual lain yang memang selalu sangat antusias memperbincangkan hubungan sipil-militer. benar juga bahwa hal ini lalu membuat penafsiran terhadap batas-batas antara ranah politik dan perang. Dalam sejarahnya Panglima Besar Soedirman memberikan keteladanan dalam membentuk sikap TNI yang mengakui pemerintahan di tangan sipil. Kalau dulu ABRI diidentifikasi dan dikenal sebagai tentara rakyat kini harus tampil sebagai militer profesional (TNI adalah tentara professional yang mengabdi kepada rakyat). bisa ditafsirkan sebagai tanggung jawab profesi. Perang adalah jalan lain dari politik. kini perlu dimaknai sebagai tanggung jawab profesional. militer bukanlah institusi untuk merintis karier politik dan meraih insentif ekonomi melalui model kekaryaan. 12 . TNI tetap mengakui kekuasaan tertinggi berada di tangan Presiden Soekarno. gubernur. Dunia kemiliteran telah berkembang menjadi dunia profesional. antara tugas-tugas sipil dan militer. kebebasan berpendapat dan HAM. Satu hal yang perlu kita refleksikan (baik militer maupun sipil) bahwa militer Indonesia telah berkembang menjadi militer profesional. Peran politik TNI. makin tidak jelas. Ini lah yang terjadi pada awal pembentukan Indonesia. seniman. Jika ada militer yang ingin menjadi bupati. menteri bahkan presiden. Dengan demikian. Namun. ABRI juga mudah curiga kepada cendekiawan. dan tidak perlu diterjemahkan lebih jauh dengan konsep kekaryaan seperti pada masa Orde Baru. yang selalu melemparkan isu-isu demokratisasi. Antara perang dan politik ibarat dua sisi pada sekeping mata uang. maka harus melepas jaket hijau-lorengnya. dengan demikian. yang bekerja dan mengembangkan solidaritas tidak hanya atas dasar "semangat patriotisme" tapi atas dasar penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ketrampilan khusus (profesi) yang terkait dengan kependidikan.selalu mengelak adanya dikotomi sipil-militer di Indonesia.

menjalankan kekuasaan negara sesuai dengan tuntutan dan cita-cita moral bangsa. Sebaliknya.Mereka adalah warga sipil. Dalam mengembangkan pendirian itu TNI harus selalu berpedoman pada Pancasila dan Sapta Marga serta Sumpah Prajurit yang secara hakiki berarti bahwa TNI harus selalu memperhatikan berbagai aspirasi yang berkembang dalam masyarakat. termasuk pembinaan daya saing nasional bangsa kita. yaitu demi menjamin kehidupan bersama yang demokratis. adil. Namun secara organisatoris. siapapun yang duduk dalam pemerintah itu. 13 . tapi sebagai hak politik setiap warga negara. Fungsi pertahanan keamanan sebagai TNI professional itu juga menuntut TNI untuk hanya punya komitmen dan tangung jawab moral terhadap eksistensi Negara Kesatuan RI. Konsekuensi moral profesional dari komitmen dan tanggung jawab moral ini adalah bahwa TNI hanya mempunyai loyalitas kepada negara dan bukan kepada pemerintah. Hubungan Sipil-militer yang dihasilkan kemudian akan merupakan faktor positif dalam perwujudan Ketahanan nasional Indonesia. Tidak peduli sipil atau militer. karena adanya supremasi satu golongan terhadap golongan lain tidak sesuai dengan pandangan Pancasila dan dapat menjadi benih konflik. makmur. Yang sekarang diperlukan adalah tekad untuk melaksanakan proses ini secara konsisten dan sabar serta memelihara hasilnya secara terus menerus. Maka tidak perlu dibicarakan lagi adanya civilian supremacy yang dianut dunia barat. Loyalitas TNI kepada pemerintah hanya sejauh pemerintah yang berkuasa. berperikemanusiaan dan menjamin hak asasi manusia. Maka tanpa ada ketentuan supremasi sipil dengan sendirinya TNI harus tunduk kepada segala kepatuhan dan perintah yang dikeluarkan oleh pemerintah. sesuai dengan jati dirinya TNI wajib dan berhak menyampaikan pendiriannya kepada Pemerintah sekalipun mungkin pendirian itu berbeda dari pandangan pemerintah. sehingga jabatan politik yang didudukinya bukan dalam kerangka doktrin dwifungsi. dengan sendirinya setiap unsur negara harus menjalankan keputusan dan perintah yang dikeluarkan oleh pemerintah RI.

dan ketidakstabilan rezim militer yang tidak punya opsi memerintah lebih baik dari pemerintahan sipil.BAB III PENUTUP A. SARAN Pergulatan politik antara ranah sipil dan militer telah menghasilkan supremasi di antara kedua bentuk pemerintahan tersebut. maka seyogyanya untuk menghindari hal tersebut diperlukan langkah perubahan ke arah yang positif sehingga akan memunculkan hubungan yang baik antara sipil dan militer dan dapat menunjang kepada terciptanya ketahanan nasional yang baik. maka militer memfokuskan diri dalam ranahnya sendiri. sejarah mengenal pula bentuk pemerintahan sipil dan militer. sedang yang lainnya mengikuti keputusan itu sebagai perintah yang wajib diikuti konsekuensi rantai komando dalam militer Hubungan antara Sipil dan Militer dalam sejarah lebih diungkapkan dalam bentuk ekstrem karena kegagalan pemerintahan sipil yang menyebabkan terjadinya kudeta-kudeta. Sehingga tidak akan terjadi supremasi sipil terhadap militer. B. demikian pula dengan sipil yang sekarang terintegrasi dalam bentuk yang lebih dinamis. Dan pada saat ini ketika semua hal dihadapkan kepada profesionalisme yang menitikberatkan sejauh mana peran seorang warga negara terhadap negaranya. Pembagian bentuk pemerintahan ini berdasarkan kriteria gaya dan sifat memerintah sebuah pemerintah. keputusan diambil oleh pucuk pimpinan tertinggi. 14 . KESIMPULAN Dalam melaksanakan pemerintahan. pemerintahan militer adalah pemerintahan yang lebih mengutamakan kecepatan pengambilan keputusan. sedangkan pemerintahan militer adalah suatu pemerintahan yang dipimpin oleh penguasa diktator yang mengandalkan gaya militer yang sarat dengan disiplin dan kental dengan ketentaraan. Sehingga pada akhirnya kedua hal tersebut tidak dapat berkembang sesuai dengan tujuan yang dimilikinya. Pemerintahan Sipil adalah suatu bentuk pemerintahan yang menggunakan gaya sipil dalam menjalankan kehidupan pemerintahannya.

detik. 2008.com/berita/199905/sayidiman http: //www. 1994. Ninik.com/id/juntamiliter http//www. Jakarta: Bina Aksara Wirahadikusumah.DAFTAR PUSTAKA Rosyada. Wikipedia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Widiyanti. E-book Mencari Format Baru Hubungan -Militer http: //www.Ham & Masyarakat Madani. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Bina Aksara Nordlinger. Com http//www. Kepemimpinan Dalam Masyarakat Modern. Morri.com/berita/1280488947/presiden-tidak-perlu-ada-dikotomi-sipil-militer 15 .Dede. Ahmad. Militer Dalam Politik. Hubungan Sipil Militer. Pendidikan Kewarganegaraan:Demokrasi. Sunindia.Jakarta:IAIN Jakarta Press. 1988. Globalfirepower.antaranews. Agus. YW. 1985.2000. Jakarta: Rineka Cipta Ubaedillah. Janowitz. Eric.