Analisis Kasus Dari anamnesis terhadap pasien , didapatkan bahwa keluhan utama pasien adalah mata merah disertai

visus yang menurun, dari keluhan utama tersebut diagnosis banding diantaranya adalah erosi kornea, keratitis, glaukoma akut, uveitis, dan trauma. Berdasarkan riwayat perjalanan penyakit, terdapat riwayat terciprat debu cat pada mata kanan, kemudian mata tersebut menjadi kabur, merah, nyeri, berair-air. Penderita juga mengeluh adanya bintik putih pada mata yang timbul 1 minggu kemudian. Diagnosis yang sangat memungkinkan pada kasus ini adalah ulkus kornea dan keratitis. Kemungkinan diagnosis glaukoma akut dapat disingkirkan karena pada penderita ini tidak ada riwayat penurunan penglihatan dengan tiba-tiba dan nyeri kepala hebat serta mual muntah yang menyertainya, ataupun keluhan adanya penglihatan pelangi atau halo ketika melihat lampu. Kemungkinan uveitis pada pasien ini juga dapat disingkirkan karena pada penderita ini ditemukan adanya infiltrat dan gambaran tukak di kornea yang menunjukkan bahwa ini adalah bukan uveitis. Kelainan pada kornea seperti ini menunjukkan adanya suatu inflamasi dan infeksi pada kornea. Kemungkinan uveitis sebagai komplikasi diagnosis utama dapat dipertimbangkan karena infeksi pada kornea dapat menyebar ke uvea anterior. Adanya hipopion pada mata kiri penderita ini menunjukkan terjadi peradangan pada uvea anterior yaitu badan silier dan iris. Kemungkinan terjadinya endofthalmitis dapat dipertimbangkan karena terdapat faktor penyebab yaitu tukak pada kornea, akan tetapi menjadikan endofthalmitis sebagai diagnosis utama pasti tidak dapat dilakukan karena segmen posterior tidak dapat dinilai. Selain itu, biasanya endofthalmitis ditandai dengan demam dan adanya nyeri ketika menggerakkan bola mata. Diagnosis yang sangat memungkinkan pada kasus ini adalah ulkus kornea. Diagnosis keratitis dapat disingkirkan karena pada penderita ini bukan hanya terdapat infiltrasi sel radang pada kornea yang ditandai oleh kekeruhan pada kornea akan tetapi terdapat juga gambaran defek bergaung pada kornea. Diagnosis ulkus kornea ini dapat ditegakkan karena ditemukan adanya penurunan visus disertai dengan mata yang merah, silau, berair, dan adanya sekret. Adanya riwayat trauma sebelumnya, semakin memperjelas kemungkinan suatu ulkus. Pada pemeriksaan oftalmologis, ditemukan adanya mix injeksi serta gambaran defek bergaung di sentral, ukuran 3x3mm, dan tes fluoresein positif pada tepi lesi, ditemukan juga desmatocele positif.

Untuk menentukan penyebab dari ulkus. Untuk diagnosis pasti dilakukan pemeriksaan mikroskopik dari kerokan kornea dengan cara scrapping dan dengan KOH 10%. maka dapat dilihat dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Pada pemeriksaan fisik. . dasar ulkus kotor. dan terdapat lesi satelit (+) menunjukkan kemungkinan besar etiologi ulkus kornea pada pasien ini adalah jamur. memberikan kemungkinan penyebabnya adalah proses infeksi oleh bakteri atau jamur. letak ulkus yang sentral mengandung sekret kental dengan dasar yang keruh. Namun dari bentuk ulkus yang tepinya ireguler.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful