PERCOBAAN II Judul Tujuan Hari, Tanggal Tempat : Analisis Aspirin Dan Kafein dalam Tablet : Menentukan aspirin dan

kafein dalam bermacam tablet : Rabu, 20 Maret 2013 : Laboratorium Kimia FKIP UNLAM

I.

DASAR TEORI

1.1

Aspirin Aspirin disebut juga asam asetil salisilat, sering digunakan sebagai pereda

sakit (analgesic). Aspirin adalah turunan dari asam salisilat. Berikut sifat-sifat dari aspirin : a) Aspirin berbentuk kristal berwarna putih b) Bersifat asam lemah (pH 3,5) dengan titik lebur 135°C c) Mudah larut dalam cairan ammonium asetat, karbonat, sitrat atau hidroksida dari logam alkali. d) Stabil dalam udara kering, tetapi terhidrolisis perlahan menjadi asetat dan asam salisilat bila kontak dengan udara lembab. e) Dalam campuran basa, proses hidrolisis ini terjadi secara cepat dan sempurna. f) Bersifat analgesik, antipiretik (menurunkan demam), anti-inflamasi, dan memiliki efek samping seperti: gastric irritation dan bleeding .

Gambar 2. Struktur Molekul Aspirin 1

1.1.1

Pembuatan Aspirin Aspirin dibuat dengan mereaksikan asam salisilat dengan anhidrida asam

asetat menggunakan katalis 85% H3PO4 sebagai zat penghidrasi. Asam salisilat adalah asam bifungsional yang mengandung dua gugus –OH dan –COOH. Karenanya asam salisilat ini dapat mengalami dua jenis reaksi yang berbeda yaitu reaksi asam dan basa. Reaksi dengan anhidrida asam asetat akan menghasilkan aspirin. Berikut molekul aspirin :
O

O

O

OH

acetyl salicylic acid (aspirin)

Gugus karboksil pada aspirin mengandung sebuah gugus karbonil dan sebuah gugus hidroksil, antar-aksi dari kedua gugus ini mengakibatkan suatu kereaktifan kimia yang unik untuk asam karboksilat. Pada aspirin gugus karboksil bersifat polar dan sifat yang paling menonjol adalah keasamannya. Data Kimia Formula Berat mol C9H8O4 180,157 g/mol s-acetyloxybenzoit acid Sinonim acetysalicylate acetylsalicilylic acid o-acetylsalycilic acid Kelarutan dalam air Titik didih Data Fisik Massa jenis Titik lebur 1,4 g/cm3 135 (275 140 (284 2 mg/mL (20

2

Asam salisilat dicampur dengan anhidrin asetat.1. menyebabkan reaksi kimia yang mengubah grup alkanol asam salisilat menjadi grup asetil (R-OH→R-OCOCH3).2 Kegunaan aspirin Aspirin digunakan sebagai penurun demam (antipiretik) dan sebagai obat anti peradangan. Reaksi esterifikasi pembentukannya aspirin O OH O O O O O O OH OH H2SO4 heat + acetyl salicylic acid (aspirin) OH + O acetic anhydride salicylic acid acetic acid Sintetis aspirin termasuk reaksi esterifikasi.1. Aspirin juga memiliki sifat anti penggumpalan darah karena menghambat pembentukan tromboksan (protein pengikat yang dihasilkan oleh platelet). Asam sulfat berfungsi sebagai donor proton sehingga ikatan rangkap pada anhidrin asetat lebih mudah terbuka lalu bergabung dengan asam salisilat yang kehilangan hidrogennya. Sejumlah kecil asam sulfat umumnya digunakan sebagai katalis.3 Sintesis aspirin a. yang merupakan produk sampingan. Setelah proses pengikatan selesai. Oleh karena itu aspirin digunakan sebagai obat jangka panjang dalam dosis rendah untuk mencegah penyumbatan pembuluh darah. stroke dan serangan jantung. ion SO42. Proses ini menghasilkan aspirin dan asam asetat. 1. karena itu orang yang akan menjalani pembedahan atau mempunyai masalah pendarahan tidak diperbolehkan mengonsumsi aspirin.1.kembali mengikat proton H+ yang berlebih. 3 . Tetapi efek antipenggumpalan ini dapat menyebabkan pendarahan berlebihan terjadi.

karena asam salisilat mempunyai gugus fenol.b. Phenol disini tidak ditunjukkan sebagai hasil reaksi tetapi sebagai reaktan. Tujuan tes ini adalah mengetahui kemurnian aspirin dengan menggunakan besi(III) klorida. 1. Reaksi fenol dengan FeCl3 pembentukannya aspirin OH O OH + Fe3+ salicylic acid Deep purple complex Reaksi menghasilkan aspirin atau asam salisilat juga dapat dilakukan dengan mereaksikan fenol dan larutan FeCl3. Pada tes phenol ini diindikasikan adanya unreacted starting material (analisis kuantitatif dengan spektroskopi UV-VIS).4 Reaksi Mekanisme Pembentukan Aspirin H+ O O HO O HO O O O OH O OH O H+ Asam Salisilat O -H+ O O O + HO OH 4 . Besi(III) klorida bereaksi dengan gugus fenol membentuk kompleks ungu. Asam salisilat (murni) akan berubah menjadi ungu jika FeCl3 ditambahkan.1. Produknya adalah dihasilkan larutan berwarna ungu tua yang kompleks.

Senyawa kimia ini dapat dijumpai secara umum terdapat didalam makanan contohnya biji kopi. jantung. biji kelapa. untuk mengetahui konsentrasi aspirin dalam tablet dilakukan titrasi dengan larutan NaOH standar. digunakan sebagai stimulan sistem saraf pusat dan mempercepat metabolisme (diuretik).3. dan pernafasan. Kafein juga bersifat diuretik (digunakan melalui air kencing). teh. 1. Pada keadaan asal kafein adalah serbuk putih yang pahit. Kafein bersifat psikoaktif. Rumus kimianya ialah C6H10N4O2 dan nama sistematik kafein adalah: 1. Dalam reaksi netralisasi ini gugusan asetil lebih sukar dilepaskan daripada gugusan karbonil hingga terjadi reaksi : O O OH O- + OHO O + H2O O CH3 O CH3 Untuk mengetahui kadar aspirin dalam tablet.6-dione.1. Struktur kimia kafein adalah : 5 .7-dihidro-1. Senyawa ini terkenal dengan rasanya yang pahit dan berlaku sebagai perangsang sistem saraf pusat. Titrasi diakhiri jika terjadi perubahan warna yang konstan selama satu menit dari indikator fenolftalein. dapat dilakukan titrasi dengan larutan basa.1. guarana dan mate.3. Kafein merupakan alkaloid yang tergolong turunan dari purin dalam keluarga methylxanthine bersama-sama senyawa terfilin teobromin.2 Kafein Kafein adalah senyawa alkaloida turunan xantine (basa purin) yang berwujud kristal berwarna putih. buah kola.5 Cara penentuan kadar aspirin dalam tablet Senyawa ini bersifat asam.7-trimetilxanthine dan 3.7trimetil-1-H-purin-2.

19 2. karena itu kafein jarang disintetis. Struktur Kafein Atom nitrogen pada kafein bentuknya planar karena terletak di orbita hibrid sp3.7 197.2 2. Umumnya kafein diperoleh sebagai produk sampingan proses dekafeinasi kopi.Gambar 3.17% 6. maka larutan yang mengendung kafein ditambah larutan iod yang telah diketahui volume dan konsentrasinya secara 238 178 760 mmHg@ 178 1.9 (1% dalam larutan) Nilai 6 . Hal ini menyebabkan molekul kafein memiliki sifat aromatik. Tabel sifat fisik kafein Sifat fisik Titik beku Titik didih Tekanan uap Grafitasi tertentu Kadar uap Kepadatan uap Berat moleku Kelarutan dalam air pH Cara penentuan kadar kafein Pada kafein terdapat ikatan rangkap yang dapat diadisi oleh iod untuk mengetahui kadar atau konsentrasi kafein.5% 6.

Larutan NaOH 0. Lumpang dan alu c. Indikator pp b.1 N i. Larutan Kanji e. Sendok kecil 2. Larutan Etanol d. ALAT DAN BAHAN 2.2 Bahan a. Larutan Na2S2O3 0. Tablet aspilets dan tablet demacolin :1 :1 :1 :1 :1 :1 :1 :1 :1 :1 :1 :1 :1 :1 :1 7 . Gelas ukur 10 mL g. Gelas kimia d. Erlenmeyer b. Kaki Tiga l. Larutan Iod 0.1 N c. Pipet tetes n. Neraca Analitik o.1 N h. Kaca Arloji i. Corong kaca f.1 Alat a. Buret e. Spatula h.beerlebih. Kertas saring j. Spiritus k. Statif dan Klem j. Kelebihan iod setelah terjadi setelah terjadi reaksi adisi dititrasi dengan larutan natrium tiosulfat (Na2S2O3). Aquades f. Asam Sulfat 10% g. Kasa Asbes m. II.

4. 2. kemudian mengocok sampai larut. Membilas lumpang dengan 10 mL etanol hingga bersih. Menggoyang. kemudian memanaskan hingga mendidih di atas lampu spiritus. 3.1 N sampai warna biru hilang. 5. Menggerus sampai halus tablet obat (sampel) dengan lumpang dan alu. 3. 2.1 Penentuan Aspirin 1. Mengambil 20 mL filtratnya. ukuran besar sebanyak 1). kemudian memasukkan ke dalam erlenmeyer 250 mL. Menghaluskan tablet obat (sampel) dengan lumpang dan alu sampai halus. ukuran besar sebanyak 1). kemudian memasukkannya ke dalam erlenmeyer 250 mL. 5.1 N sampai timbul warna merah jambu tetap selama 1 menit. Kemudian menyaring. 6. kemudian memasukkan ke dalam gelas kimia 200 mL.III. kemudian menitrasi dengan larutan Na2S2O3 0. 9.1 N. kemudian menitrasi dengan NaOH 0. Menimbang tablet obat (ukuran kecil sebanyak 2. kemudian memasukkan ke dalam gelas kimia 200 mL. 3. 8 . Menimbang tablet obat (ukuran kecil sebanyak 2.2 Penentuan Kafein 1. Menambahkan 3 tetes larutan kanji sebagai indikator. memasukkan ke dalam erlenmeyer 250 mL. PROSEDUR KERJA 3. Menambahkan 5 mL aquadest dan 2 tetes indikator pp.goyangkan gelas kimia selama 10 menit.goyangkan erlenmeyer selama 5 menit. Mengocok dan membiarkan selama 10 menit. Menggoyang. 4. Mencuci lumpang dan alu dengan 10 mL etanol. Menambahakan 5 mL asam sulfat (H2SO4) 10% dan 20 mL larutan iod 0. 7. 8.

Memanaskan mendidih merah muda + 1 yang diperlukan = 9. Perlakuan a. a. Tepung demacolin + 10 Larutan mL etanol d.IV. Menimbang aspilets b. NaOH yang diperlukan = 6 mL NaOH 0. Menitrasi dengan larutan Larutan jingga muda.1 N 2. Menggerus tablet Tepung tablet warna kuning 2 Hasil Pengamatan tablet Massa = 0. Menggerus tablet Tepung tablet warna merah muda c. Memanaskan mendidih kuning (+++) sampai Larutan kuning + endapan kuning (++) e. Menimbang demacolin b.6 g endapan merah muda (++) sampai Larutan merah muda + endapan merah muda (+) merah muda + e. Larutan + 5 mL aquades + Larutan kuning + endapan indikator pp kuning (++) f. 1. Menitrasi dengan endapan merah muda (+) larutan Larutan semakin merah. HASIL PENGAMATAN 4.5 g c.5 mL tablet Massa = 0. NaOH NaOH 0.1 Analisis Aspirin No.1 N 9 . Larutan + 5 mL aquades + Larutan indikator pp f. Tepung aspilets + 10 mL Larutan kuning + endapan etanol d.

20 mL filtrat + larutan kanji g.4. a. Menggerus tablet c.2 mL a. larutan coklat (++) Larutan biru tua dengan Larutan kuning terang. larutan warna coklat (++) Larutan biru tua Larutan bening.6 mL yang V. Perlakuan 1. Tepung aspilet + 10 mL etanol Hasil pengamatan Massa = 0. Na2S2O3 yang diperlukan = 10. Dalam hal ini digunakan obat aspilets dan demacolin. lalu dikocok e.1 N. Menyaring larutan f. Larutan Na2S2O3 2.5 g Tepung aspilets warna kuning Larutan kuning + endapan kuning d.5 g b. lalu dikocok e. Na2S2O3 diperlukan = 13. dititrasi Filtrat . Menimbang 1 tablet demacolin Massa = 0. Tepung demacolin + 10 mL Larutan warna merah muda + etanol endapan merah muda d. 20 mL filtrat + indikator kanji g. Menitrasi dengan Na2S2O3 Filtrat . ANALISIS DATA Untuk percobaan analisa aspirin dan kafein dalam tablet ditujukan untuk mengetahui dan menentukan kadar/kandungan aspirin dan kafein pada berbagai macam obat. Larutan + 5 mL H2SO4 + 20 Larutan warna coklat (+++) mL larutan iod.2 Analisis Kafein No. Larutan + 5 mL H2SO4 + 10 Larutan warna coklat (+++) mL larutan iod 0. Menggerus tablet Tepung tablet c. 10 . Menyaring larutan f. Menimbang 2 tablet aspilets b.

Pada percobaan ini. massa aspirin dalam tablet minimal adalah 5 grain ( 1 grain = 0. Dalam hal ini pelarut yang digunakan yaitu etanol karena sifatnya yang polar sehingga etanol dapat melarutkan aspirin yang terkandung dalam obat yang diuji (kelarutan aspirin dalam etanol lebih baik dari pada kelarutan aspirin dalam air). Langkah selanjutnya yaitu memanaskan larutan sampai mendidih untuk mempercepat reaksi antara aspirin dan etanol. sehingga penambahan fenolftalein dilakukan setelah melarutkan asam asetilsalisilat dengan etanol. Menurut FDA. Penambahan aquadest ke dalam larutan setelah pemanasan dilakukan untuk mengencerkan larutan. Untuk 11 . Fenolftalein tidak dapat larut dalam air tapi dapat larut dalam etanol. Penambahan indicator diusahakan sedikit mungkin yaitu 2 tetes. pemanasan juga dapat mempercepat penguapan etanol sehingga larutan menjadi lebih pekat. Kemudian serbuk tablet tersebut bersama etanol dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan menggoyang-goyangkan selama 5 menit agar pelarutan menjadi homogen dan aspirin melarut sempurna.1 Penentuan Kadar Aspirin Analisis ini digunakan untuk mengetahui kadar aspirin dalam suatu tablet.0648 gram ). Setelah pemanasan kemudian dilakukan pengenceran dengan menambahkan 5 mL akuades. Selanjutnya membilas lumpang dan alu dengan etanol agar tidak terdapat sisa serbuk tablet. dimana energy kinetik partikel semakin cepat bergerak dan lebih sering terjadinya tumbukan efektif. Tablet harus dihaluskan terlebih dahulu agar lebih cepat larut dalam pelarut.5 gram dengan lumpang dan alu. Jadi massa aspirin dalam tablet minimal 5 x 0. dan penambahan indikator PP yang bertujuan agar larutan mengalami perubahan warna ketika telah mencapai titik akhir titrasi pada saat titrasi yakni larutan berubah warna menjadi merah jambu.324 gram.5. yang pertama dilakukan adalah menggerus 2 tablet aspilets dengan massa 0. Disamping itu.0648 gram = 0. Hal ini sesuai dengan prinsip laju reaksi karena peningkatan suhu berbanding lurus dengan kecepatan laju reaksi.

Aspilets Demacolin 0.6 17.1 N karena NaOH merupakan larutan basa yang dapat menetralkan larutan aspirin yang bersifat asam karena tergolong asam karboksilat. sampel obat yang mengandung aspirin berdasarkan kandungan komposisi pada kemasan obat hanya aspilets.94 108. sampai akhirnya seluruh aspirin habis bereaksi dengan basa. Reaksi yang terjadi sebagai berikut: O OH + OHO O O+ H2O O CH3 O Aspirin CH3 Warna larutan yang awalnya kuning berubah menjadi jingga muda saat penambahan 9. Berikut adalah kandungan kadar aspirin berdasarkan kemasan dan berdasarkan perhitungan : Menurut Percobaan Kadar aspirin No. Larutan kemudian dititrasi dengan NaOH 0.25 0. Merk obat Massa tablet (gr) menurut perhitungan (%) 1.28 Dalam Kemasan Kadar aspirin per tablet (mg) 80 Kadar paracetamol per tablet (mg) 20 500 Berdasarkan tabel diatas. Proses perubahan warna ini dimana NaOH mulamula bereaksi dengan aspirin.5 mL NaOH. maka kelebihan basa akan bereaksi dengan dengan indikator PP sehingga membentuk larutan berwarna merah muda yang menandakan tercapainya titik akhir titrasi. 2.memperoleh ketepatan hasil titrasi maka titik akhir titrasi dipilih sedekat mungkin dengan titik ekuivalen. Sedangkan 12 .119 18.02 Kadar aspirin per tablet (mg) 42.

Struktur parasetamol sebagai berikut: Dalam penitrasian.menurut perhitungan kedua obat mengandung aspirin. indikator pp menyebabkan terdeteksinya larutan berwarna merah yang menunjukkan tepatnya titik akhir titrasi. dimana titran NaOH bereaksi dengan paracetamol yang bersifat asam sehingga yang terukur adalah kandungan paracetamol dalam sampel obat. kadar aspirin hasil percobaan berbeda dengan kadar aspirin yang tertera pada kemasan. Tablet obat yang mengandung kafein dilakukan penghalusan hingga berbentuk serbuk sehingga lebih cepat larut dalam pelarut karena luas permukaan bidang sentuh yang besar. penambahan etanol ini dimaksudkan agar serbuk kafein dapat larut dengan baik karena etanol dan kafein bersifat relatif polar. 5.2 Penentuan Kadar Kafein Pada penentuan kadar kafein ini. Adapun larutan yang berubah warna dari larutan bewarna merah muda menjadi semakin merah dimungkinkan kandungan parasetamol yang bereaksi dengan NaOH karena parasetamol juga bersifat asam sehingga seolah-olah terdapat aspirin di dalamnya hingga diperoleh kadarnya. Adanya ketidaksesuaian dapat disebabkan karena identifikasi yang dilakukan untuk menentukan kadar aspirin pada sample obat adalah secara kuantitatif yaitu dengan menggunakan titrasi. Kemudian pembilasan lumpang alu dengan etanol bertujuan agar serbuk tablet tidak tersisa di dalam lumpang. Adanya perbedaan kandungan aspirin pada kemasan dan perhitungan ini disebabkan karena jika dilihat dari kandungannya sampel demacolin mengandung paracetamol. Bila dibandingkan. jadi factor kesalahan dalam titrasi sangat menentukan dalam percobaan ini. Adapun perlakuan 13 . perlakuan awalnya hampir sama dengan perlakuan pada penentuan kadar aspirin.

iodin bersifat sensitif terhadap indikator kanji. Penambahan asam sulfat 10% dalam larutan bertujuan agar larutan dalam suasana asam. karena warna biru gelap dari kompleks iodin-kanji bertindak sebagai suatu tes yang sensitif untuk iodin. dan terkadang kondisi ini dipergunakan untuk mendeteksi titik akhir dari titrasi. maka iodium tersebut direaksikan dengan ion tiosulfat yang akan mengubah iodium 14 . suatu larutan (penyebaran koloidal) dari kanji lebih umum digunakan. reaksi yang terjadi adalah : I2 (aq) + 2 S2O32-(aq) Tiosulfat 2 I.+ S4O62Tetrationat -amylose. Mekanisme pembentukan kompleks yang berwarna ini tidak diketahui. Kemudian mengocok larutan sehingga diperoleh larutan yang homogen. Namun demikian.1 N untuk mereduksi I2 menjadi I-. iodin sendiri juga memberikan warna ungu/violet yang intens untuk zat-zat pelarut seperti karbon tetraklorida dan kloroform.mengoyang-goyangkan larutan selama 10 menit agar diperoleh larutan yang homogen (serbuk kafein melarut semua). Kemudian larutan ditirasi dengan Na2S2O3 0. Filtrat hasil penyaringan lalu ditambahkan larutan kanji sebagai indikator sehingga perubahan warna sebagai titik akhir titrasi mudah diamati. Selanjutnya dilakukan penyaringan untuk memisahkan filtrat dari residunya yang mengandung zat-zat yang tidak diperlukan untuk analisis. suatu Penentuan kadar kafein dilakukan dengan mengukur jumlah I2. namun ada pemikiran bahwa molekul iodin tertahan di permukaan konstituen dari kanji. karena ekstraksi kafein ini menggunakan etanol yang lebih optimal dalam suasana asam. lalu mendiamkan larutan selama 10 menit untuk mengendapkan zat yang tidak diinginkan sehingga terpisah dari larutannya. Sedangkan penambahan larutan iod bertujuan untuk mengadisi ikatan rangkap pada kafein sehingga memudahkan dalam mengetahui kadar atau konsentrasi kafein. Larutan kanji/amilum digunakan karena adanya penambahan iodin pada pereaksian untuk menetukan kadar kafein. Sebnarnya.

25 0.753 5. 2.173 %.02%. 15 . dan demacolin sebesar 5. Selain itu adanya perbedaan kadar kafein juga disebabkan adanya kesalahan titrasi VI.952 28. Namun.1733 21. Cara penentuan kadar kafen dilakukan dengan menambahkan larutan iod yang sudah diketahui volume dan konsentrasinya. Berikut adalah kandungan kadar kafein berdasarkan kemasan dan berdasarkan perhitungan : Dalam Kemasan Kadar kafein pada kemasan 10 Menurut Percobaan Kadar kafein menurut perhitungan (%) 4. dan demacolin sebesar 18. yaitu : 1. SIMPULAN Dari analisis data.menjadi iodida.6 Kadar kafein dapat ditentukan berdasarkan terbentuknya warna biru yang dihasilkan dari pencampuran larutan. Cara penentuan kadar aspirin Titrasi dilakukan dengan larutan NaOH dapat digunakan untuk penetuan konsentrasi aspirin dalam bentuk tablet dimana titik akhir titrasi ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi merah muda. 4.753 %.672 Kadar aspirin per tablet (mg) No. sebelum dilakukan penambahan tiosulfat. Kadar kafein dalam beberapa tablet yakni aspilets sebesar 4. dapat ditarik beberapa kesimpulan. iodium yang terbentuk pada reaksi awal harus terlebih dahulu direksikan dengan 3 tetes larutan kanji sebagai indikator.119 %. 2. Aspilets Demacolin 0. Merk obat Massa tablet (gram) 1. Kadar aspirin dalam beberapa tablet yakni aspilets sebesar 17. 3.

Yogyakarta: Liberty. 2003. 2009. C. Jakarta: Penerbit Erlangga. Aspirin (online). Petunjuk Praktikum Kimia Organik II.I. 2010. 2006. S.org/wiki/Kafeina. M.1996. Wikipedia.wikipedia. Jakarta: Fakultas Kedokteran UI.5. Yulida Nasution. 2009. Obat-obatan Penting.org/w/index.wikipedia. Adanya perbedaan kadar aspirin maupun kafein antara kandungan pada kemasan dan hasil percobaan disebabkan adanya kesalahan titrasi VII. Yusron. Slamet. Syahmani dan Rilia. 16 . Banjarmasin: FKIP UNLAM (Tidak dipublikasikan). Perbandingan Aktivitas.H. Diakses pada tanggal 10 Juni 2011. 2010. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Jakarta: Gramedia. Edisi ketiga. Penuntun Praktikum Kimia Organik. T. Medan : FMIPA USU. Kimia Organik jilid II. http://id. Fessenden dan Fessenden. Penetapan Kadar Zat Aktif Parasetamol dalam Obat Sediaan Oral dengan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Wikipedia.php?title=Salisilat&action=edit&redlink=1. http://id. Diakses pada tanggal 10 Juni 2011. Kafeina (online). 2010. Effendi. DAFTAR PUSTAKA Amelia. 1994. Jakarta: DEPDIKBUD. Anwar. Tyay.

5 mL Ditanya : Kadar Aspirin ? Penyelasaian : yang digunakan 2 tablet.5 ml x 0.5 mL x 18.88 mg/ 2 tablet = 42.08 mg/ 2 tablet = 9. Kadar aspirin = V .NaOHx 0.08 mg/ 2 tablet = 85. Kadar Aspirin dalam tablet 1) Aspilets Diketahui : m Aspilets/tablet = 0.01802 X 100 % massa tablet 17 .01802 X 100 % massa tablet 9.6 g = 6 mL Penyelasaian : yang digunakan 1 tablet.94 mg/tablet 2) Demacolin Diketahui : m tablet Demacolin V NaOH Ditanya : Kadar Aspirin ? = 0. jadi massanya 1 g.119 % atau Kadar aspirin = V. Kadar aspirin = V .01802 X 100 % 1g = = 17.NaOHx 0.5 g V NaOH = 9.LAMPIRAN I PERHITUNGAN A. NaOH x 18.

08 mg/ 1 tablet = 6 mL x 18. Kadar Kafein dalam Tablet 1) Aspilets Diketahui : m tablet = 0.6 mL V Filtrat = 20 mL Ditanya : kadar kafein ? 18 .48 mg/2tablet = 21.08 mg/ 1 tablet = 108.5 g V Na2S2O3 = 10. Kadar kafein = (Vfiltrat  VNa 2 S 2 O3 ) x 0.2 mL V Filtrat = 20 mL Ditanya : kadar kafein ? Penyelasaian : yang digunakan 2 tablet.2) x 4.2 mL  x 0.952 mg/tablet 2) Demacolin Diketahui : m tablet = 0.753 % Atau = (20-10.6 g = 18.00485 x100 % massa tablet = 20 mL  10 .6 g V Na2S2O3 = 13.= 6 ml x 0.02 % atau Kadar aspirin = V.00485 1g X 100 % = 4. NaOH x 18.01802 X 100 % 0.48 mg/tablet B.

6 g X 100 % = 5.00485 x100 % massa tablet = 20 mL  13.672 mg/tablet 19 .Penyelasaian : Kadar kafein = (Vfiltrat  VNa 2 S 2 O3 ) x 0.6 ml) x 4.48 mg/2tablet = 28.173 % Atau = (20 ml – 13.6 mL  x 0.00485 0.

Diketahui : V iod N iod M kafein = 1 ml = 0.00485 g Mr Kafein = 197.02 m ≈ 0.1 N = 0.00485 g kafein 3.00485 g/ 197.→ tiosulfat 2I.001 L x 0.17 g/mol 20 .+ S4O8 tetrationat 2.00485 g kafein Penyelesaian : n iod ≈ n kafein V.02 M = 0. Reaksi yang terjadi pada penentuan kadar aspirin O OH + OH O - O+ O H2O O CH3 O Aspirin CH3 Reaksi penentuan kadar kafein I2 + 2S2O32.M iod ≈ m kafein / Mr Kafein 0. Tuliskan semua reaksi dari percobaan diatas 2.17 gr/mol Ditanya : 1 ml iod 0. Apa maksud penambahan H2SO4 10% Jawaban Pertanyaan 1. Buktikan bahwa 1 ml iod 0.LAMPIRAN II PERTANYAAN DAN JAWABAN PERTANYAAN Pertanyaan 1. Mengapa pencucian lumpang porselin memakai alcohol? 4.1 N = 0.01 N = 0.

sebab ekstraksi kafein dalam tablet sangat baik bila dilarutkan dalam alkohol dengan suasana asam.2. Pencucian lumpang porselin menggunakan alkohol karena aspirin dan kafein merupakan senyawa yang bersifat polar sehingga digunakan pelarut yang bersifat polar juga yakni alkohol. 4.4559. sehingga semua serbuk yang ada dalam lumpang melarut dan tidak ada yang tersisa didalam lumpang tersebut. 10-5 Terbukti bahwa 1 ml iod 0.10-5 mol ≈ 2.00485 g kafein 3. 21 . Penambahan H2SO4 dimaksudkan agar larutan dalam suasana asam.1 N setara dengan 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful