BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Gelombang elektromagnetik sama seperti gelombang mekanik, dapat berinterfrensi satu sama lain. Kita dapat ketahui bahwa cahaya sebagai gelombang, memperlihatkan gejala interfrensi gelombang-gelombang yang mempunyai beda fase yang tetap. Bila Cahaya melintas dari suatu sumber melalui sebuah celah pada layar, dan cahaya yang keluar dari celah tersebut digunakan untuk menerangi dua celah bersebelahan pada layar kedua. Bila cahaya diteruskan dari kedua celah tersebut dan jatuh pada layar ketiga, maka akan terbentuk sederet pita interferensi yang sejajar. Ini sebagai fenomena interferensi. Sebagai gelombang, cahaya juga dapat melentur (berdifraksi), serta interfrensi yang dibahas diatas merupakan hasil dari cahaya yang berdifraksi. Difraksi adalah penyebaran atau pembelokan gelombang pada saat gelombang ini melintas melalui bukaan atau mengelilingi ujung penghalang. Gelombang terdifraksi selanjutnya berinterferensi satu sama lain sehingga menghasilkan daerah penguatan dan pelemahan. Difraksi juga berlangsung pada aliran partikel.Dengan kata lain, Difraksi adalah peristiwa dimana berkas cahaya akan dilenturkan pada saat melewati celah sempit. Difraksi juga menggambarkan suatu deviasi dari cahaya dengan pola lurus ketika melewati lubang lensa atau disekeliling benda. Menurut Huygens bahwa setiap bagian celah akan menjadi suatu sumber gelombang (cahaya) biru. (Giancoli : 1998) Celah sempit tersebut disebut dengan kisi difraksi. Kisi difraksi adalah kepingan kaca yang digores sejajar dan berjumlah sangat banyak dan memiliki jarak yang sama (biasanya dalam ordo 1000 per mm). Cahaya terdifraksi, setelah
1

diteruskan melalui kaca atau dipantulkan oleh spekulum, menghasilkan cahaya maksimum padaθ = 0° dan berkurang sampai minimum (intensitas = nol) pada sudutθ . Untuk melewati pola difraksi cahaya, cahaya dilewatkan melalui suatu celah tunggal dan mengamati cahaya yang diteruskan oleh celah pada suatu film. Difraksi pada celah tunggal akan menghasilkan pola garis terang dan gelap pada layar. Celah tunggal dapat dianggap terdiri atas beberapa celah sempit yang dibatasi titik-titik dan setiap celah itu merupakan sumber cahaya sehingga satu sama lainnya dapat berinterferensi. Kemudian difraksi cahaya terjadi pula pada cahaya yang melalui banyak celah sempit, dengan jarak celah sama. Celah sempit yang demikian disebu dengan kisi difraksi. Semakin banyak celah, semakin tajam pola difraksi yang dihasilkan pada layar. (Sears & Zemansky : 1994)

I.2. PEMBATASAN MASALAH Pembatasan masalah yang dibahas dalam laporan akhir Fisika Lanjut dengan pokok bahasan Kisi Difraksi hanya terbatas pada menentukan panjang gelombang (λ) cahaya tampak dari suatu sumber

I.3. TUJUAN PERCOBAAN Tujuan dari percobaan ini adalah : a. Mempelajari garis-garis spektrum cahaya

2

b. Menentukan panjang gelombang (λ) cahaya tampak dari suatu sumber

dengan menggunakan kisi difraksi

I.4. METODOLOGI PERCOBAAN Ada dua metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan akhir Fisika Lanjut ini, yaitu : a. Metode praktikum / percobaan Metode praktikum digunakan untuk mengetahui kebenaran teori yang didasarkan pada percobaan yang telah kami lakukan dengan menggunakan berbagai percobaan untuk membuktikan bahwa percobaan yang kami lakukan ternyata terbukti kebenarannya. b. Metode referensi buku Metode referensi buku digunakan sebagai bahan penduan dalam melakukan praktikum sehingga dapat mengembangkan konsep teori dan melengkapi tugas laporan akhir Fisika Lanjut

I.5. SISTEMATIKA Kata pengantar Daftar isi BAB I PENDAHULUAN 1. Latar belakang

3

2. 3. 4. 5.

Pembatasan masalah Tujuan percobaan Metodologi Sistematika

BAB II KERANGKA TEORI 1. Konsep teori 2. Hipotesis BAB III PELAKSANAAN DAN PENGOLAHAN DATA 1. Persiapan a. Alat- alat 2. Pelaksanaan 3. Pengolahan data 4. Lembar data 5. Perhitungan statistik BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL BAB V KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA

4

BAB II KAJIAN TEORI II.1. Deskripsi Teori Suatu sifat gelombang yang menarik adalah bahwa gelombang dapat dibelokkan oleh rintangan. Secara makroskopis, difraksi dikenal sebagai gejala penyebaran arah yang dialami seberkas gelombang ketika menjalar melalui suatu celah sempit atau tepi tajam sebuah benda. Gejala ini juga dianggap sebagai salah satu ciri khas gelombang yang tidak memiliki partikel, karena sebuah partikel yang bergerak bebas melalui suatu celah tidak akan mengalami perubahan arah.

5

Kisi difraksi merupakan suatu piranti untuk menganalisis sumber cahaya. gelombang elektromagnet yang tiba pada permukaan sebuah layar (screen) akan menggetarkan elektron bagian luar dari atom-atom layar itu. Maka setelah tercapai keadaan stasioner dalam waktu singkat. celah diantara goresan-goresan adalah transparan terhadap cahaya dan arena itu bertindak sebagai celah – celah yang terpisah. penyebaran gelombang semakin besar. contohnya cahaya. maka tetapan kisi d adalah kebalikan dari N . karena adanya halangan. Dari data banyaknya garis per sentimeter kita dapat menentukan jarak antar celah atau yang disebut dengan tetapan kisi (d) . jika terdapat N garis per satuan panjang. Alat ini terdiri dari sejumlah besar slit-slit paralel yang berjarak sama. yaitu: d =1/N Difraksi adalah penyebaran gelombang. dengan demikian .Ditinjau secara makroskopis. elektron-elektron tersebut akan berosilasi dengan frekuensi tertentu dan dengan frekuensi yang sama. Hal ini bisa diterangkan oleh prinsip Huygens. Suatu kisi dapat dibuat dengan cara memotong garis-garis paralel di atas permukaan plat gelas dengan mesin terukur berpresisi tinggi. Diumpamakan cahaya yang ditinjau bersifat monokromatis yang berarti bahwa medan listriknya berosilasi dengan frekuensi tertentu. cahaya dari satu bagian celah dapat berinterferensi dengan cahaya dari bagian yang lain dan intensitas resultannya pada layar bergantung pada arah θ yang dirumuskan sebagai berikut: 6 . Antara gelombang datang dan semua gelombang radiasi elektron akan terjadi proses interferensi yang mantap. Sebuah kisi dapat mempunyai ribuan garis per sentimeter. tiap bagian celah berlaku sebagai sebuah sumber gelombang. Semakin kecil halangan.

2008) Gambar 1. sehingga pada layar terjadi pola-pola terang (interferensi konstruktif = maksimum) dan gelap (interferensi destruktif = minimum). Agar mendapatkan pola interferensi cahaya pada layar maka harus digunakan dua sumber cahaya yang koheren (cahaya dengan beda fase tetap). semakin tajam pola difraksi yang dihasilkan pada layar. sebagian akan diteruskan sedangkan sebagian lagi akan dibelokkan. Semakin banyak celah pada sebuah kisi.dengan Io adalah intensitas cahaya awal dan β beda fase yang besarnya adalah β= (πd/λ) sin θ. Jika berkas cahaya monokhromatis dijatuhkan pada sebuah kisi. cahaya yang dilewatkan pada sebuah celah sempit juga akan mengalami lenturan. apabila kita melihat suatu sumber cahaya monokhromatis dengan perantaraan 7 . Akibat pelenturan tersebut. Difraksi cahaya terjadi juga pada celah sempit yang terpisah sejajar satu sama lain pada jarak yang sama. sedangkan percobaan Fresnel menggunakan dua sumber koheren. (Sears & Zemansky : 1994) Pembelokan gelombang yang disebabkan oleh adanya penghalang berupa celah disebut difraksi gelombang. Sama halnya dengan gelombang. (Widiatmoko. Skema difraksi oleh kisi. Percobaan Young menggunakan satu sumber cahaya tetapi dipisahkan menjadi dua bagian yang koheren. Celah sempit yang demikian disebut kisi difraksi.

kisi tersebut terdiri atas 5.. Intensitas pita berkurang untuk warna yang sama bila pitanya jauh dari pita pusat. Spektrum yan paling jelas terlihat adalah spektrum dari orde pertama (m = 1). jarak antar celah sama dengan tetapan kisi. Misalkan...2. Intensitas pita-pita terang mencapai maksimun pada pita pusat dan pita-pita lainnya yang terletak dikiri dan kanan pita pusat. Pita-pita terang terjadi bila selisih lintasan dari cahaya yang keluar dari dua celah kisi yang berurutan memenuhi persamaan : atau dimana : m = orde pola difraksi (0. pada sebuah kisi..sebuah kisi..1.000 celah. akan tampak suatu pola difraksi berupa pitapita terang. (schaum : 1989) Jika semakin banyak celah pada kisi yang memiliki lebar sama. dengan demikian.000 celah per cm. untuk setiap daerah selebar 1 cm terdapat N = 5.) d = jarak antara dua garis kisi ( konstanta kisi) λ = panjang gelombang cahaya yang digunakan θ = sudut lenturan (difraksi) Y= jarak terang pusat dengan orde ke-n L = jarak layar ke kisi difraksi Jika cahaya yang digunakan berupa cahaya polikhromatis. Artinya. yaitu 8 .. kita akan melihat suatu spectrum warna.... maka semakin tajam pola difraksi dihasilkan pada layar.

pada layar akan tampak spectrum warna. Dengan menggunakan metode triangulasi maka besarnya dapat diperoleh dengan mengukur jarak kisi ke layar dan jarak antara garis spektrum dan terang utama. 9 . Bentuk persamaannya sama dengan pola interferensi minimum dua celah yaitu: Apabila sinar yang digunakan polikromatis maka terjadilah garis spektrum yang letaknya satu sama lain berdampingandengan warna yang bermacam-macam tergantung pada panjang gelombangnya. yaitu garisgaris gelap. Apabila jarak antara kisi telah diketahui maka dapat ditentukan pula.Demikian pula untuk mendapatkan pola difraksi minimumnya. Sehingga didapatkan persamaan : Jika pada difraksi digunakan cahaya putih atau cahaya polikromatik. dengan terang pusat berupa warna putih.

Difraksi cahaya putih akan menghasilkan pola berupa pita-pita spectrum Cahaya merah dengan panjang gelombang terbesar mengalami lenturan atau pembelokan paling besar.Gambar 2. 10 . semakin tajam pola difraksi yang dihasilkan pada layar.2. (Giancoli : 1998) II. Hipotesis Kami menduga bahwa Apakah dengan melakukan percobaan Kisi Difraksi dapat membuktikan Semakin banyak celah pada sebuah kisi. Cahaya ungu mengalami lenturan terkecil karena panjang gelombang cahaya atau ungu terkecil. Setiap orde difraksi menunjukkan spektrum warna.

Pasang tabung Geissler dengan posisi berdiri pada statip lalu dihubungkan dengan sumber tegangan. Persiapan Peralatan yang digunakan dalam percobaan kisi Difraksi adalah : a. Statip dan penjepit e. Trafo set up 2500 volt AC III. Pelaksanaan Cara kerja yang dilakukan dalam percobaan Kisi Difraksi adalah : a.1. Ne. Mistar 100 cm dan bangku optik d.BAB III PERLENGKAPAN DAN PENGOLAHAN DATA III. Letakkan kisi seperti pada Gambar 1 dengan jarak L = 100 cm dari layar ! 11 .2. H2 dan N2 b. Tabung Geissler Hg. Kisi c. yaitu trafo step up 2500 volt ! b.

90. Lakukan pengukuran sebanyak 3 (tiga) kali! e. Data hasil Percobaan  KISI DIFRAKSI (100/mm) L = 30 cm Warna Kisi Difraksi merah-orange-hijau-biru-ungu-hijau-biru-ungu merah hati-merah – hijau. dan 85 cm III. Lakukan langkah 4 untuk warna-warna yang lain ! f. Ulangi langkah no. Ukur jarak antara dua buah pita yang berwarna sama yang berada dalam orde yang sama.c.orange.ungubiru-ungu Sudut Kisi Difraksi 12 . Perhatikanlah spektrum yang terjadi melalui kisi.biru – ungu merah terang.hijau. Lembar Data : Kisi difraksi : Muchlas Yulianto Judul Praktikum Nama Praktikum B. dengan posisi seperti pada Gambar 1 dan catatlah jumlah orde yang terlihat ! d. Pengolahan Data A. 3 s/d 5 untuk jarak-jarak : 95.3.kuning.

birutuaungu orange.biru tua.biru muda.hijau.biru – ungu  KISI DIFRAKSI (300/mm) L = 30 cm Warna Kisi Difraksi orange.birutuaungu orange.biru tuaungu Sudut Kisi Difraksi  KISI DIFRAKSI (600/mm) L = 30 cm Warna Kisi Difraksi orange.merah terang – kuning.ungu – hijaubiru – ungu merah terang – hijau – pink.hijau.kuning – hijau.biru muda.biru muda.ungu orange.kuning – pink.ungu orange.kuning.kuning – hijau.kuning – hijau.biru muda.orange-kuning-biru muda.hijau muda.biru tuaungu Sudut Kisi Difraksi 13 .biru muda.kuning – hijau.

orange-kuning-biru mudabiru tua – ungu orange.hijau.biru mudaungu orange.orange.hijau.kuning.ungu – hijaubiru – ungu Sudut Kisi Difraksi 14 .kuning – pink.orange.hijau. Perhitungan statistik  KISI DIFRAKSI (100/mm) L = 30 cm Warna Kisi Difraksi merah-orange-hijau-biru-ungu-hijau-biruungu merah hati-merah – hijau.kuning.ungubiru-ungu merah terang – kuning.kuning.biru muda.kuning – hijau.biru – ungu merah terang.biru tuaungu orange.orange-kuning-biru mudabiru tua – ungu C.

760 λ λ 2.merah terang – hijau – pink. = 7. = 7.930 15 .hijau muda.biru –ungu *Perhitungan Statistik Kisi 100 garis/mm N = 100 garis/mm Orde ke-4 1.

λ λ 3.700 16 . = 7.560 λ λ 4. = 7.

X 338 ΔX 1. = 7.730 λ λ No 1.2 17 .λ λ 5.

2. 4.4  KISI DIFRAKSI (300/mm) L = 30 cm 18 . 3. 5.8 11.8 1.8 6.8 0. Σ 345 330 335 336 1684 0.

birutuaungu orange.kuning – hijau.biru muda.ungu orange.hijau.kuning – pink.birutuaungu orange.biru muda.600 λ λ 19 .orange-kuning-biru muda.biru tua.Warna Kisi Difraksi orange. = 9.biru tuaungu Sudut Kisi Difraksi *Perhitungan Statistik Kisi 300 garis/mm N= 300 garis Orde ke-3 1.kuning – hijau.kuning.biru muda.kuning – hijau.biru muda.ungu orange.

2. = 9.530 λ λ 3.830 λ λ 20 . = 9.

730 λ λ 5.430 λ λ 21 .4. = 9. = 9.

Σ X 185 183 189 188 182 927 ΔX 0.4 2.4 3. 3.6 3.4 22 . 2.4 12. 5.No 1.6 2. 4.

kuning – hijau.biru muda.kuning – hijau.biru muda.kuning.biru mudaungu orange.orange-kuning-biru mudabiru tua – ungu orange. KISI DIFRAKSI (600/mm) L = 30 cm Warna Kisi Difraksi orange.kuning – pink.orange-kuning-biru mudabiru tua – ungu Sudut Kisi Difraksi *Perhitungan Statistik 23 .biru tuaungu orange.hijau.kuning.biru tuaungu orange.

= 12.460 λ λ 2.Kisi 600 garis/mm N= 600 garis Orde ke-2 1.600 λ λ 24 . = 12.

530 λ λ 4.3. = 12.400 λ 25 . = 12.

530 λ λ No 1. = 12.λ 5.6 26 . X 180 ΔX 0.

4 0.4 REGRESI KISI DIFRAKSI Sudut datang Kisi 27 . Σ 182 181 179 181 903 1. 4. 5. 3.4 1.2.6 0.4 4.

100 100 100 100 100 300 300 300 300 300 600 600 600 600 600 Σ = 149.22 62.75 92.2618 2300000 Σ = 149.25 158.29 59.76 157.32 Σ = 5000 Σ 60.82 96.32 Σ = 2300000 28 .0009 = 10000 10000 10000 10000 10000 90000 90000 90000 90000 360000 360000 360000 360000 360000 360000 Σ = Σ 776 793 756 770 773 2880 2859 2949 2919 2829 7476 7560 7518 7446 7518 = 56122 1544.15 59.16 90.88 57.63 94.67 88.92 155.76 157.0009 153.

yakni: b= b= b= b = 109.Σ = 5000 Σ = 1544.78 a= a= 29 .2618 Σ = 56122 ♦ Regresi Koefisien b untuk Y atas X.

maka persamaannya dapat dituliskan dalam bentuk linier : = a + bx = 758.a = 333.78 x ♦ Korelasi (r) r= r= r= r= r= 30 .981 +109.981 Regresi Y atas X linier.311 758.33 a= 1092.

201 -539.049 (korelasi positif) X 0 1 2 3 y -758.641 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL 31 .421 -429.981 -649.r= r = 1.

Lukiskan jalannya cahaya polikromatis yang dijatuhkan pada kisi ! 5. Buat bagan data pengambilan ! Jawaban No. sehingga gelombang cahaya tampak melebar pada tepi celah. Apakah yang dimaksud dengan pola difraksi dan bagaimana terjadinya? 3. No. Adapun cahaya monokromatik adalah cahayay a n g h a n y a t e r d i r i a t a s s a t u w a r n a d a n s a t u p a n j a n g g e l o m b a n g . Bila konstanta kisi semakin kecil. 32 . Apakah perbedaan terjadinya spektrum pada prisma dengan pada kisi ? Jelaskan ! 6.2  Difraksi cahaya adalah peristiwa pelenturan gelombang cahaya ketika melewati suatu celah sempit (lebar celah lebih kecil dari panjang gelombang).1 Tugas Pendahuluan 1.IV. Contoh cahaya polikromatikadalah cahaya putih. Contoh cahaya monokromatik adalah cahaya merah dan ungu. apakah jarak antar spektum akan semakin sempit atau sebaliknya ? 4. Apa yang dimaksud dengan cahaya monokromatis dan polikromatis ? Berikan contoh masing-masingnya ! 2.1  Cahaya polikromatik adalah cahaya yang terdiri atasbanyak warna dan panjang gelombang.

maka gelombang bunyi terdi fraksi dengan kuat. Difraksi terjadi pada semua gelombang. Bila seberkas gelombang dengan sinar sejajar melalui suatu celah. dapat diamati dengan mudah bila digunakan cahaya dengan sinan-sinar yang sejajan dan kuat. gelombang bumi. misalnya sinar laser. D = diameter pupil. Karena gelombang bunyi mempunyai panjang gelombang antara 2 cm dan 20 m. seperti dua lampu sorot pada mobil. seperti lubang pupil mata manusia.  Difraksi terjadi dengan kuat bila lebar celah tak banyak berbeda dengan panjang gelombang. Difraksi pada gelombang cahaya oleh celah sempit. kemudian cahaya yang keluar dan celah ditangkap dengan layan pada jarak 5 m dan celah. maka sinar akan melebar karena terjadi difraksi oleh celah tersebut. dan sebagainya.Pola difraksi yang dihasilkan berbentuk lingkaran pada layar atau retina mata . maka pengaruh titik bagian tepi adalah kuat. Pada retina mata ada dua bayangan yang berbentuk 33 . gelombang mikro. Bila celah sempit. Difraksi adalah Pembelokan cahaya oleh penghalang. yaitu gelombang pada permukaan air. No. cahaya. S1 dan S2 dua sumber cahaya. Peristiwa difraksi terjadi karena penjumlahan atau interferensi gelombang-gelombang yang berasal dari titik-titik di dalam celah.Hasil dari peristiwa difraksi adalah garis-garis terang dan garis garis gelap seperti pada peristiwa interferensi. dan digunakan celah sempit kira-kira sepersepuluh milimeter. yaitu kira-kira sama dengan ukuran benda yang ada di sekitar kita. yaitu membelok. sehingga memberikan sinar arah yang masuk daerah bayangan.3 Difraksi yang terjadi jika cahaya dilewatkan melalui lubang sempit berbentuk lingkaran.

Seperti gambar berikut/gambar daya urai suatu lensa mata/daya urai alat optik. hasil interferensi menghasilkan pola warna pelangi. selain akan mengalami peristiwa difraksi. juga akan terjadi peristiwa interferensi. Intensitas pita-pita terang mencapai maksimun pada pita pusat dan pita-pita lainnya yang terletak dikiri dan 34 . sebagian akan diteruskan sedangkan sebagian lagi akan dibelokkan. No. Akibat pelenturan tersebut. bila cahaya yang dijatuhkan polikhromatik (cahaya putih\banyak warna).4 Difraksi pada celah sempit. akan tampak suatu pola difraksi berupa pitapita terang.lingkaran di S1′ dan S2′. Jika berkas cahaya monokhromatis dijatuhkan pada sebuah kisi. apabila kita melihat suatu sumber cahaya monokhromatis dengan perantaraan sebuah kisi.

. maka sudut deviasinya pun akan semakin kecil.. No. Pita-pita terang terjadi bila selisih lintasan dari cahaya yang keluar dari dua celah kisi yang berurutan memenuhi persamaan : m λ= d sin θ atau d.Y/L = m λ dimana : m = orde pola difraksi (0...6 DATA PERCOBAAN 35 . Sedangkan Spektrum pada Kisi yaitu bila cahaya yang dijatuhkan polikhromatik (cahaya putih\banyak warna)..1. Intensitas pita berkurang untuk warna yang sama bila pitanya jauh dari pita pusat..kanan pita pusat. juga akan terjadi peristiwa interferensi. Sudut deviasi akan mencapai minimum (Dm) jika sudut datang cahaya ke prisma sama dengan sudut bias cahaya meninggalkan prisma atau pada saat itu berkas cahaya yang masuk ke prisma akan memotong prisma itu menjadi segitiga sama kaki..5 Spektrum pada prisma yaitu Apabila sudut datangnya sinar diperkecil.2..) d = jarak antara dua garis kisi ( konstanta kisi) λ = panjang gelombang cahaya yang digunakan θ = sudut lenturan (difraksi) Y= jarak terang pusat dengan orde ke-n L= jarak layar ke kisi difraksi Jika cahaya yang digunakan berupa cahaya polikhromatis. Spektrum yan paling jelas terlihat adalah spektrum dari orde pertama (m=1).. selain akan mengalami peristiwa difraksi. hasil interferensi menghasilkan pola warna pelangi. No. kita akan melihat suatu spectrum warna.

biru muda.orange.kuning – hijau.hijau.biru – ungu merah terang.biru muda.kuning – hijau.hijau. KISI DIFRAKSI (100/mm) L = 30 cm Warna Kisi Difraksi merah-orange-hijau-biru-ungu-hijau-biru-ungu merah hati-merah – hijau.birutuaungu orange.kuning.ungu – hijaubiru – ungu merah terang – hijau – pink.ungubiru-ungu merah terang – kuning.hijau muda.biru – ungu Sudut Kisi Difraksi  KISI DIFRAKSI (300/mm) L = 30 cm Warna Kisi Difraksi orange.birutuaungu Sudut Kisi Difraksi 36 .

biru muda.biru muda.kuning – hijau. Warna-warna apa saja yang terlihat pada spektra yang dihasilkan oleh tabung Geissler Hg.orange-kuning-biru mudabiru tua – ungu Sudut Kisi Difraksi Tugas Akhir 1.kuning – pink.orange.kuning.biru tuaungu orange.orange-kuning-biru mudabiru tua – ungu orange.kuning – hijau.biru muda.kuning.ungu orange. Ne.biru tuaungu orange.hijau.kuning – pink.biru tua.kuning.biru mudaungu orange.orange-kuning-biru muda.ungu orange.biru muda.kuning – hijau.hijau. N2 dan H2 ? 37 .biru tuaungu  KISI DIFRAKSI (600/mm) L = 30 cm Warna Kisi Difraksi orange.

orange. biru.biru tua. Buatlah tabel spectra cahaya dan berikan kesimpulan anda dari percobaan ini ! 5. Ne.760 λ λ 38 .2. dan ungu. Mengapa untuk orde spectra yang lebih tinggi akan diperoleh perhitungan yang lebih tepat dibandingkan dengan perhitungan yang diperoleh dari orde yang lebih kecil ? 4. = 7. biru muda. merah terang. N 2 dan H2 yaitu Merah.hijau muda. No. kuning.2 Kisi 100 garis/mm N = 100 garis/mm Orde ke-4 1. Hitung panjang gelombang dari warna-warna tersebut ! 3. Buat kesimpulan saudara dengan memperhatikan pertanyaan-pertanyaan di atas dan dengan memperhatikan percobaan saudara ! Jawaban No. hijau. merah muda. merah hati. 1 Warna yang dihasilkan oleh tabing Geissler Hg.

= 7.930 λ λ 3.2. = 7.560 λ 39 .

730 λ 40 .700 λ λ 5.λ 4. = 7. = 7.

λ Kisi 300 garis/mm N= 300 garis Orde ke-3 1.600 λ λ 41 . = 9.

830 λ λ 42 .2. = 9. = 9.530 λ λ 3.

= 9.730 λ λ 5.4.430 λ λ 43 . = 9.

= 12.600 44 .460 λ λ 2.Kisi 600 garis/mm N= 600 garis Orde ke-2 1. = 12.

λ λ 3. = 12.530 λ λ 45 .

= 12.400 λ λ 5. = 12.530 λ λ 46 .4.

jika cahaya yang dipakai adalah monokromatik. jarak terang pusat dengan orde ke-n. dan di belakang kisi ditempatkan sebuah layar. sehingga perhitungan yang doperoleh semakin mendekati ketepatan.No. sudut lenturan (difraksi). No. panjang gelombang cahaya yang digunakan. Garis gelap dan terang atau pembentukan spektrum akan lebih jelas dan tajam jika celabar celahnya semakin sempit atau konstanta kisinya semakin banyak/besar. dan jarak layar ke kisi difraksi. jika cahaya yang digunakan sinar putih (polikromatik). Maka Kesalahan Relatif yang dihasilkan juga akan semakin kecil. 4  KISI DIFRAKSI (100/mm) L = 30 cm Warna Kisi Difraksi merah-orange-hijau-biru-ungu-hijau-biru-ungu Sudut Kisi Difraksi 47 .3 Pada sebuah kisi yang disinari cahaya yang sejajar dan tegak lurus kisi. Garis gelap dan terang dan spektrum tersebut merupakan hasil interferensi dari cahaya yang berasal dari kisi tersebut yang jatuh pada layar titik/ tempat tertentu. maka pada layar tersebut akan terdapat garis terang dan gelap. Semakin besar orde spektra maka semakin besar pula jarak antara dua garis kisi ( konstanta kisi). Kemudian akan terbentuk deretan spektrum warna.

biru muda.biru – ungu  KISI DIFRAKSI (300/mm) L = 30 cm Warna Kisi Difraksi orange.ungu orange.hijau.orange.biru tuaungu Sudut Kisi Difraksi  KISI DIFRAKSI (600/mm) L = 30 cm 48 .orange-kuning-biru muda.merah hati-merah – hijau.biru muda.kuning – pink.hijau.birutuaungu orange.kuning.kuning.biru – ungu merah terang.birutuaungu orange.biru muda.kuning – hijau.kuning – hijau.biru tua.ungu – hijaubiru – ungu merah terang – hijau – pink.biru muda.hijau muda.hijau.kuning – hijau.ungubiru-ungu merah terang – kuning.ungu orange.

 Semakin besar kisi yang digunakan maka sudut yang dihasilkan juga semakin besar ” No.biru muda.kuning – hijau. maka semakin besar sudut apitnya.  Untuk Jarak antara terang pusat/nyala pusat dengan titik orde selanjutnya mempunyai kelipatan panjang yang sama.kuning.orange-kuning-biru mudabiru tua – ungu Sudut Kisi Difraksi Pada tabel tersebut diatas disimpulkan bahwa :  Semakin kecil kisi yang digunakan maka semakin banyak warna spektrum yang dihasilkan.  Untuk Semakin jauh titik orde dari terang pusat.kuning – hijau.biru muda.5 dari hasil pengamatan yang kami lakukan dapat kami simpulkan bahwa :  Untuk Panjang gelombang cahaya di setiap orde sama.biru tuaungu orange.hijau. maka semakin besar pula panjang gelombang yang dihasilkan. 49 .orange-kuning-biru mudabiru tua – ungu orange.biru mudaungu orange.Warna Kisi Difraksi orange.kuning.kuning – pink.  Semakin besar jarak antara dua garis kisi pada percobaan tersebut.biru tuaungu orange.

Ku. Semakin besar sudut yang digunakan maka panjang gelombang yang dihasilkan juga semakin besar.  Semakin besar kisi yang digunakan dalam percobaan maka Kesalahan Relatif yang dihasilkan semakin kecil.  Semakin besar orde yang digunakan maka semakin kecil kesalahan relatif yang dihasilkan. Ji. U) dan Pada kesimpulan ini. Ni.  Pembiasan pada kaca prisma menghasilkan spectrum warna yang berbeda- beda seperti yaitu (Me. Hi. Bi.  Semakin besar sudut yang digunakan maka semakin kecil pula Kesalahan Relatif yang dihasilkan. terbukti pada rumus λ” 50 .