HORMON

YANG DIBENTUK OLEH GINJAL

Dua jenis hormon yang dibentuk oleh ginjal • RENIN / angiotensinogenase • ERYTHROPOIETIN / hematopoietin .

RENIN • Adalah hormon yang diproduksi oleh ginjal merupakan suatu enzym yang bersifat proteolitik • Disyntesa oleh sel khusus dari parenchym ginjal yang disebut Sel Jukstaglomerulus • Pada sel jukstaglomerulus terdapat granular yang menyimpan dan sekaligus mensekresikan hormon Renin .

Fungsi hormon Renin • Renin berfungsi mengatur/mengendalikan tekanan darah melalui suatu proses katalisasi terhadap perubahan Angiotensinogen (suatu plasma glykoprotein) merupakan prekursor (bentuk tidak aktif) menjadi Angiotensin I (bentuk aktif) • Selanjutnya Angiotensin I dengan adanya Angiotensin Converting Enzym ( ACE) dirubah menjadi Angiotensin II merupakan mayor bioaktif yang diproduksi oleh ReninAngiotensin-System (RAS) • Angiotensin Converting Enzym terdapat dalam konsentrasi yang relatif tinggi pada Paru-paru • Angiotensin II merupakan salah satu faktor yang penting dalam menimbulkan Vasokonstriksi pembuluh darah • Disamping itu Angiotensin II juga mempunyai kemampuan merangsang Gld Suprarenalis untuk sekresi Aldosteron .

Sekresi hormon Renin dipengaruhi oleh • • • • • • • Rendahnya kadar Na dalam darah Kekurangan cairan/Dehydrasi Rendahnya kadar serum Albumin Cerrhosis hepatis Cardiac failure Stenosis arteria renalis Stimulasi syaraf ginjal .

Renin-Angiotensin-Aldosteron System • Berfungsi mengatur keseimbangan * Kadar Natrium ** Volume cairan *** Tekanan darah melalui mekanisme sekresi hormon Renin sebagai respons terhadap berkurangnya perfusi jaringan ginjal • Apabila aliran darah ke ginjal menurun maka sel Jukstaglomerulus mensekresi Renin • Selanjutnya Renin bekerja sebagai hidrolysis merubah Angiotensinogen menjadi Angiotensin II • Kemudian Angiotensin II bekerja sebagai : Vasokonstriktor pembuluh darah dan merangsang Gld Suprarenalis utk menghasilkan Aldosteron /hormon cortex adrenalis .

next • Renin-Angiotensin-Aldosteron System /RAAS diaktifkan apabila : * Kehilangan volume darah/perdarahan * Tekanan darah menurun • Keduanya meyebabkan konsentrasi filtrat NaCl menurun dan/atau mengurangi flow rate •  stimuli Macula Densa  memberi aba-aba ke JGC  Renin dstnya  yang pada akhirnya menghasilkan angiotensin II • Oleh karena itu RAAS adalah merupakan system hormonal yang mengatur dan mengendalikan tekanan darah dan keseimbangan cairan tubuh .

Angiotensin ii menstimulir Hypophisis posterior untuk mensekresi Anti Diuretik Hormon /ADH yang bekerja meningkatkan reabsorpsi air dari tubulus renalis 4. Angiotensin ii aktif sebagai vasokonstriktor yang potential 2. Angiotensin ii menstimulir syaraf sympatis 3. Angiotensin ii merangsang glandula Suprarenalis untuk mengeluarkan hormon Aldosteron Hormon Aldosteron bekerja pada Tubulus renalis yaitu reabsorpsi Na.Cl dan ekskresi K Air ditarik bersama-sama Garam NaCl/retensi H20 .Mekanisme kerja angiotensin ii dalam meningkatkan tekanan darah 1.

ERYTHROPOIETIN • Erythropoietin/EPO merupakan suatu hormon Glycoprotein yang berfungsi merangsang pertumbuhan prekursor sel darah merah menjadi erythrosit dewasa • Walaupun mekanisme kerja erythropoietin dalam pembentukan sel darah merah belum jelas bergantung pada keadaan kadar oksigen dalam peredaran darah • Oleh karena itu disebut juga dengan Hematopoietin atau Hemopoietin • Erythropoietin di produksi terutama oleh sel Peritubular fibroblast dari cortex ginjal dan sebahagian kecil diproduksi di Hepar. .

next • Erythropoietin adalah hormon yang diproduksi terutama oleh sel khusus ginjal mempunyai fungsi menstimulasi produksi sel darah merah dan mempertahankan jumlahnya dalam darah • Menstimulasi Stem sel pada sumsum tulang untuk meningkatkan produksi sel darah merah dan bekerja pada sel darah merah melindungi dari pemecahan • Mekanisme kerja erythropoietin terhadap pengendalian pembentukan darah merah belum banyak diketahui Apabila jumlah oksigen dalam sirkulasi darah dalam keadaan cukup maka produksi hormon erythropoietin berkurang dan sebaliknya bilamana kadar oksigen darah menurun maka produksi hormon erythropoitien bertambah • Mis : bila berada pada ketinggian tertentu dimana tekanan udara rendah sehingga kadar oksigen pada peredaran darah berkurang dan keadaan ini merangsang produksi erythropoietin .

sakit kepala.next • Hypoksia dapat pula terjadi pada gangguan ventilasi paru seperti emfisema dan penyakit cardiovaskular.gatal dsb. • Sebaliknya apabila produksi erythropoietin rendah maka jumlah erythrosit yang beredar dalam darah rendah menyebabkan gejala anaemia • Sehingga erythropoietin buatan dapat dipakai untuk pengobatan anaemia akibat penyakit gagal ginjal chronik /GGC . • Pada keadaan oksigen yang rendah dan dalam waktu lama atau pada penyakit tumor tertentu yang menyebabkan produksi erythropoietin meningkat menimbulkan keadaan polysitemia dapat tanpa gejala atau menyebabkan gejala non spesifik seperti kelemahan.

next • Pemberian erythropoietin buatan kepada atlit olah raga akan meningkatkan jumlah sel darah merah dan kadar haemoglobin yang mengikat oksigen darah sehingga suplai oksigen ke seluruh jaringan semakin baik • Efek tersebut di manfaatkan sebagai dopping untuk memperbaiki penampilan dan meningkatkan daya tahan/stamina tubuh Sekian .

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful