Diclofenamide

Common Name Other Name Pharmacological Group Chemical Name Mol. mass

DICLOFENAMIDE DICHLORPHENAMIDE CARBONIC ANHYDRASE INHIBITORS 4,5-Dichlorobenzene-1,3disulphonamide 305.16 g/mol

Diclofenamide (atau dichlorphenamide) adalah sulfonamide dan anhydrase inhibitor karbonat dari kelas meta-Disulfamoylbenzene

Diuretik golongan penghambat enzim karbonik anhidrase Karbonik anhidrase adalah enzim yang mengkatalisis reaksi CO2 + H2OH2CO3. Enzim ini terdapat antara lain pada korteks renalisis, pancreas, mukosa lambung, mata, aktivitasnya oleh sianida, azida, dan sulfida

setelah beberapa hari terjadi tachyfylaxie. 4) Susunan Saraf Pusat. Mekanisme Kerja Diuretik ini merintangi enzim karbonanhidrase di tubuli proksimal sehingga di samping karbonat. Hal ini meningkatkan kelarutan dalam urin obat asam lemah dan mempromosikan ekskresi mereka.Obat ini mengalami proses sekresi aktif oleh tubuli dan sebagian diabsorpsi secara pasif. 3) Mata. Khasiat diuretiknya hanya lemah. FARMAKODINAMIK Efek farmakodinamik yang utama dari asetozolamid adalah penghambatan karbonik anhidrase secara nonkompetitif. . Karena Diclofenamide dapat menimbulkan asidosis dan SSP banyak mengandung karbonik anhidrase. mengurangi pembentukan cairan bola mata disertai penurunan tekanan intrakouler sehinga Diclofenamide berguna dalam pengobatan gloukoma. sehingga terakumulasi dalam sel yang banyak mengandung enzim ini. 2) Susunan cairan plasma. Akibatnya terjadi perubahan sistemik dan perubahan terbatas pada organ tempat enzim tersebut berada. 1) Ginjal. kalium. juga Na dan K di ekskresikan lebih banyak bersama dengan air. dalam keadaan klinik ini dicapai dengan memberikan diet ketagonik pada penderita. Diuretic bekerja pada tubuli Proksimal dengan cara menghambat reabsorpsi bikarbonat.Bagian-bagian yang mengandung enzim Karbonik anhidrase diantaranya: 1. Diclofenamide terikat kuat pada karbonik anhidrase. maka diduga bahwa obat ini dapat dipakai mengobati penyakit epilepsy. kadar maksimal dalam darah dicapai dalam 2 jam dan ekskresi melalui ginjal sudah sempurna dalam 24 jam. 2. Diclofenamide kurang mempengaruhi aktifitas karbonik anhidrase dieritrosit sehingga pengaruh langsung terhadap pernafasan tidak ada. natrium. Pemberian Diclofenamide baik secara oral maupun parental. menginduksi diuresis alkalin dengan menurunkan konsentrasi ion hidrogen dalam tubulus ginjal dan meningkatkan ekskresi bikarbonat. terutama sel eritrosit dan korteks ginjal. Diclofenamide mudah diserap melalui saluran cerna. Efek ini mungkin disebabkan oleh penghambatan terhadap karbonik anhidrase. dan air. Susunan syaraf pusat keadaan asidosis dapat mengurangi timbulnya serangan epilepsi. Mata Dalam cairan bola mata banyak sekali terdapat enzim karbonik anhidrase dan bikarbonat. maka perlu digunakan secara selang seling (intermittens).

FARMAKOKINETIK Diclofenamide mudah diserap melalui saluran cerna. Diclofenamide sebaiknya tidak diberikan selama kehamilan. Diclofenamide mempermudah pembentukan batu ginjal karena berkurangnya ekskresi sitrat. kerena pada hewan cobra obat ini dapat menimbulkan efek teratogenik. EFEK NONTERAPI DAN KONTRAINDIKASI Intoksikasi Diclofenamide jarang terjadi. SEDIAAN DAN POSOLOGI Diklorofenamid dalam tablet 50 mg. kadar maksimal dalam darah dicapai dalam 2 jam dan ekskresi melalui ginjal sudah sempurna dalam 24 jam. efek optimal dapat dicapai dengan dosis awal 200 mg sehari. kadar kalsium dalam urin tidak berubah atau meningkat. . tidak terdapat dipasaran.5) Pernafasan. serta metazolamid dalam tablet 25 mg dan 50 mg dan dosis 100-300 mg sehari. Pada dosis tinggi dapat timbul parestesia dan kantuk yang terus-menerus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful