P. 1
Murthada Muthahari

Murthada Muthahari

|Views: 105|Likes:
Published by wahyusoil unhas
wujudkan perubahan, bangun peradaban dengan nurani kemanusiaan. untuk generasi harapan.
wujudkan perubahan, bangun peradaban dengan nurani kemanusiaan. untuk generasi harapan.

More info:

Published by: wahyusoil unhas on Apr 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

pdf

text

original

Murtadha Muthahari Murtadha Mutahhari adalah salah satu figur ulama yang dapat memadukan keulamaan dan keintelektualan

. Seorang tokoh ulama yang menguasai tidak hanya memahami ilmu-ilmu Islam tradisional tapi juga akrab dengan literatur Barat modern maupun klasik. Ia fasih berbicara tentang mazhab-mazhab pemikiran Barat mengenai konsep-konsep materialisme, sosialisme, kapitalisme dan juga humanisme. Sebuah kemampuan langka yang ada dalam satu pribadi. Mutahhari adalah sedikit figur yang berjuang tidak hanya menggunakan kemampuan intelektualnya saja, tapi ia juga seorang ulama yang berjuang melalui gerakan-gerakan politik untuk mewujudkan cita-cita politiknya dibawah kepemimpinan Imam Khomeini. Murtadha Muthhari lahir pada tanggal 2 Februari 1919 dari seorang keluarga shaleh di Khurasan. Ayahnya, Hujjatul Islam Muhammad Husein Muthahari adalah seorang alim yang dihormati. Sejak menjadi mahasiswa di Qum Muthhari sudah menunjukkan minatnya pada filsafat dan ilmu pengetahuan modern. Di Qum ia belajar kepada Ayatullah Boroujerdi dan Ayatullah Khomeini. Dalam filsafat ia banyak belajar kepada Allamah Tamatthabai. Mutahhari begitu antusias dalam mempelajari filsafat. Buku-Buku yang ditulis oleh Will Durant, Sigmund Freud, Bertrand Russel, Albert Einstein, Erich Fromm dan pemikir-pemikir Barat lainnya ia telaah dengan serius. Muhtahari mempelajari pemikiran Barat bukan karena rendah diri, dan malu-malu menonjolkan pemikiran Islam. Muthahhari dengan fasih berbicara Islam, seraya mengedepankan pemikiran Islam dibanding dengan pemikiran Barat. Itulah Mutahhari yang pada usia relatif masih muda sudah mengajar logika, filsafat dan fiqh di Fakultas Teologia, Universitas Teheran. Ia juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Filsafat. Disamping itu, ia juga mumpuni dalam bidang kuliah-kuliah seperti : kuliah al-Ushul, kuliah Ilmu Kalam, kuliah al-Irfan. Dengan keluasan ilmunya ini, Muthahhari tidak memilih kenyaman hidup. Walaupun hal itu dapat ia lakukan. Ia terpanggil untuk menegakkan nilai-nilai yang diajarkan kepada muridnya untuk diwujudkan dalam masyarakat. Dia lah Muthahhari yang dalam perjalanan sejarah kehidupannya, Muthahhari tidak memilih ketenangan. Ia justru memilih badai daripada damai. Ia aktif di politik dan berjuang bersama-sama Imam Khomeini menentang rezim Pahlevi yang lalim. Pada tahun 1963 bersama-sama Imam Khomeini, ia ditahan. Ketika Imam Khomeini dibuang ke Turki, ia mengambil alih imamah dan menggerakkan para ulama mujahiddin untuk meneruskan semangat perjuangan sang Imam. Langkah-langkah politiknya jelas terlihat, bersama-sama dengan ulama lainnya ia mendirikan Husainiya-yi Irsyad yang menjadi basis kebangkitan intelektual Islam. Ia juga menggalang bantuan untuk rakyat Palestina dan pernah menjadi imam Masjid al-Jawad serta menjadikan masjid tersebut pusat gerakan politk Islam. Mutahhari

juga merupakan salah satu tokoh arsitek Revolusi Islam Iran. Dan pada saat revolusi Islam Iran 1979 Ia menjadi anggota Dewan Revolusi. Karakateristik yang menonjol pada diri Muthahari dan menjadi tipikal ulama Syi’ah di Iran umumnya adalah kedalaman pengertiannya tentang Islam, keluasan pengetahuannya tentang filsafat dan sains modern dan keterlibatan yang nonkompromistis terhadap keyakinan dan ideologi mereka. Perpaduan tiga hal tersebut menjadikan mereka menjadi ideolog-ideolog yang tangguh. Perjuangan mereka dengan kemampuan intelektual dan aktivisnya menjadikan sebuah semangat yang tak tergoyahkan. Karena keyakinan yang diiringi dengan ilmu akan memberikan keyakinan yang sejati. Perjuangan Muthahhari dalam menegakkan prinsip-prinsip Islam yaitu kebenaran dan keadilan akhirnya harus ditebus dengan nyawanya. Ia syahid pada 2 Mei 1979, ditembak oleh kelompok ekstrim, Furqan. Muthahari kini telah tiada, tapi jasanya dalam menegakkan kebenaran melalui keteguhan keyakinan dan keluasan ilmu dapat menjadi suri bagi kaum muslimin. Ia adalah figur yang telah menorehkan sejarah hidupnya dengan prinsip-prinsip Islam yang sejati.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->