PENYUSUNAN USAHA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UPL) DAN USAHA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UKL) Disusun untuk memenuhi tugas Mata

Kuliah AMDAL Dosen Pengampu : Drs.Ahmad,M.Si

Disusun oleh: SEFTIAN EVA WIDYAWATI (K5410054)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

dasar hukum UKL-UPL juda dimuat dalam:   UU No. Pengertian UKL-UPL Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan dijelaskan bahwa studi UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup merupakan pengelolaan atau pemantauan terhadap Uasaha dan/ Kegiatan yang tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan Uaaha dan/ Kegiatan. Dalam peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006 tentang jenis usaha dan kegiatan wajib dilengkapi dengan Amdal.PENYUSUNAN UKL DAN UPL Setiap rencana usaha dan atau kegiatan yang diperkirakan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan harus dilengkapi dengan Amdal atau UKL UPL. Selain PP Nomor 27 Tahun 2012. yang diantaranya memuat pengertian. sedangkan untuk sektor yang tidak masuk dalam peraturan tersebut cukup menyusum dokumen upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL UPL). dijelaskan bahwa ada berbagai sektor atau bidang yang wajib menyusun dokumen AMDAL. Berikut ini penjabaran singkat mengenai Studi UKL-UPL . Dalam Peraturan Pemerintah ini. fokus bahasan lebih menekankan pada Studi UKL. Namun pada kesempatan kali ini. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hdup PP No. dijelaskan juga bahwa UKL-UPL merupakan salah satu persyaratan bagi Usaha dan/ Kegiatan dalam memperoleh izin lingkungan. tidak pada proses penyusunan Amdalnya.UPL.27/1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) . Jadi dari penjelasn diatas dapat diketahui bahwa untuk menjamin agar suatu usaha dan atau kegiatan tidak mengganggu keberlanjutan lingkungan maka setiap usaha harus menyusun dokumen Amdal atau UKL UPL sebagai bentuk pertanggungjawaban. prosedur penyusunan dan sistematika formulir isian UKLUPL: A. Studi UKL-UPL ini dilaksanakan ketika suatau kegiata dan/ usaha tidak termasuk dalam kriteria wajib Amdal.

17/2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/ Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan UKL dan UPL B. Dalam pasal 1 Undang-undang RI nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. yang mungkin ditimbukan dari adanya rencana kegiatan / usaha. tujuan penyusunan UKL-UPL pada prinsipnya merupakan bagian dari tujuan pengelolaan lingkungan hidup yang menghendaki terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.   PP No. Pada dasarnya. akan dibangun sebuah pabrik tempe dan tahu . tujuan dilakukannnya penyusunan UKL-UPL adalah untuk melakukan langkah pengelolaan dan pemantauan terhadap lingkungan sekitar berdasarkan hasil prediksi dampak. yang memadukan lingkungan hidup.25/2000 tentang Pemerintah dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonom Kepmen LH No B-1234/1999 tentang Kegiatan Wajib UKL-UPL\ Kepmen LH No. Tujuan penyusunan UKL-UPL dapat dikelompokan menjadi dua macam. pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan didefinisikan sebagai upaya sadar dan terencana. kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan. yaitu: tujuan umum dan tujuan khusus. Hal ini dikarenakan dampak dari usaha dan/kegiatan yang wajib menyusun UKL-UPL mempunyai dampak yang tidak begitu besar dan penting. Secara umum. Dalam proses pendiriannya untuk memperoleh izin usaha pihak pemrakarsa wajib melakukan proses penyusunan dokumen UKL-UPL . termasuk sumber daya.Sedangkan secara lebih khusus. cukup menyusun dokumen UKL-UPL karena usaha/kegiatan ini tidak . sebagai contoh: Dikabupaten X. Pendirian pabrik tahu dan tempe ini. sehingga dampaknya lebih mudah dikelola dan dipantau dengan berbagai macam teknologi yang tersedia. TUJUAN PENYUSUNAN UKL-UPL Setiap kegiatan yang dilakukan pasti memiliki tujuan yang hendak dicapai demikian halnya dengan penyusunan UKL-UPL. untuk mewujudkan ketercapain tujuan penyusunan UKLUPL seperti yang telah dijabarkan diatas tidak terlalu sulit.

Sesuai dengan tujuan proses penyusuan UKL-UPL maka setelah diketahui dampak yang ditimbulakan maka pihak pemrakarsa seharusnya segera mempersiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi hal tersebut. pencemaran sungai dapat dihindari ataupun diminimalisir sehingga terwujud pembangunan berkelanjutan yang ditandai dengan kondisi air sungai yang tidak tercemar oleh limbah dan nantinya tetap bisa dimanfaatkan untuk kehidupan yang akan datang. maka secra tidak langsung tujuan umum dari penyusunan dokumen UKL-UPL juga akan terlaksana. salah satunya dengan melakukan penyaringan limbah Tujuan Umum Sungai di sekitar area pabrik tempe tidak tercemar dan dapat sehingga masih dapat digunakan karena kualitas airnya tetap terjaga (keberlanjutan lingkungan) . Ilustrasinya kurang lebih sebagai berikut: Illustrasi Sederhana mengenai Tujuan Penyusunan UKL-UPL LOKASI PABRIK TEMPE Salah satu dampak yang ditimbulkan adalah Limbahnya masuk dan mencemari sungai Perlu menyusun UKL-UPL sebagai pertanggungjawaban izin lingkungan. yang didalamnya memuat mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan dari adanya pendirian pabrik tempe dan tahu Tujuan Khusus Perlu diadakan upaya pengelolaan dan pemantauan untuk menaggulangi dampak yang dilakukan oleh pihak pemrakarsa. Dari hasil studi UKL-UPL ternyata diketahui bahwa dampak lingkungan dari adanya pabrik temped an tahu tersebut salah satu diantaranya adalah adanya pencemaran air sungai. sehingga tidak masuk dalam kriteria wajib Amdal. seperti halnya dengan membuat alat penyaring limbah sebelum limbah tempe dan tahu sebelum dibuang kesungai.menimbulkan dampak yang begitu besar dan penting bagi lingkungan. Dengan terwujudnya tujuan khususnya. Karena dengan adanya pemantauan dan pengelolaan dampak lingkungan akibat adanya pabrik tempe dan tahu.

Periksa peraturan yang ditetapkan oleh menteri\ departemen sektoral atau kepala lembaga pemerintah non departemen (LPND) tentang jenis usaha dan/atau kegiatan wajib UKL-UPL untuk ditetapkan menjadi usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan UKL-UPL. adalah sebagai berikut:  Langkah Pertama. terlebih dahulu kita harus melakukan penapisan seperti halnya yang dilakukan dalam proses penyusunan dokumen Amdal. Catatan: Usaha dan/atau kegiatan yang berbatasan dan/atau berlokasi di kawasan lindung wajib dilengkapi amdal. a. Pastikan bahwa rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut tidak berlokasi di lokasi yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan/atau rencana tata ruang kawasan setempat. Langkah awal yang harus dilakukan untuk meyusun dokumen UKL-UPL. baik yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup atau keputusan bupati/walikota sesuai kaidah penetapan wajib amdal. dokumen UKL-UPL: 1. PROSEDUR PENYUSUNAN DAN SISTEMATIKA FORMULIR UPL UKL- UKL-UPL merupakan salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi dalam pelaksanaan penerbitan izin lingkungan. Tahap penapisan jenis usaha dan/ kegiatan yang wajib dilengkapi dengan UKL –UPL salah satunya dijelaskan Permen LH No 13 Tahun 2010. Pastikan bahwa rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut tidak termasuk dalam daftar jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi amdal. maka kemungkinan rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut wajib dilengkapi amdal.  Langkah kedua. Pastikan bahwa rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut tidak berlokasi di kawasan Lindung. Pastikan bahwa potensi dampak dari rencana usaha dan/atau kegiatan telah tersedia teknologi untuk menanggulangi dampak tersebut. Catatan: Jika tidak tersedia teknologi penanganan dampak dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. b. c.  Langkah ketiga. pastikan bahwa usaha dan/atau kegiatan tersebut tidak termasuk dalam jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi amdal. dalam Berikut ini langkah penyusunan .C.

maka diindikasikan kegiatan tersebut wajib dilengkapi dengan UKL-UPL.13 Tahun 2010 dapat dilihat pada Lampiran 1) 3. a. lakukan penapisan rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut untuk memastikan bahwa dampak dari rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut memerlukan UKL-UPL atau SPPL dengan menjawab pertanyaan berikut: Apakah rencana usaha dan/kegiatan tersebut akan memberikan dampak terhadap lingkungan            Jenis Kegiatan Skala/besaran/ukuran Kapasitas Produksi Luasan lahan yang dimanfaatkan Limbah dan/ cemaran dan/dampak lingkungan Teknologi yang tersedia dan/ digunakan Jumlah komponen lingkungan hidup yang terkena dampak Besaran investasi Terkonsentrasi atau tidaknya kegiatan Jumlah tenaga kerja Aspek social kegiatan Apabila diberikan jawaban “Ya” pada salah satu kriteria tersebut. 2. Langkah keempat.  Langkah Kelima. Selanjutnya setelah itu formulir isian UKL-UPL diajukan pemrakarsa kepada instansi yang bertanggung jawab dan instansi yang membidangi usaha. Jika berdasarkan hasil penapisan suatu usaha dan/ atau kegiatan dinyatakan wajib menyusun UKL-UPL. tetapkan jenis dan skala/besaran rencana usaha dan/ kegiatan wajib dilengkapi dengan UKL-UPL. maka langkag selanjutnya yang dilakukan adalah mengisi formulir isian UKL-UPL yang dilakukan oleh pihak pemrakarsa. (Format formulir pengisian UKL-UPL berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Menteri untuk usaha dan/kegiatan yang berlokasi : Ya/Tidak Jelaskan! .

bupati/walikota. atau bupati/walikota melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi formulir UKLUPL. 2. atau bupati/walikota mengembalikan UKLUPL kepada Pemrakarsa untuk dilengkapi. Menteri. Rekomendasi tersebut dapat berupa: a. gubernur.1. di wilayah laut paling jauh 12 (duabelas) mil dari garis pantai ke arah laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan. gubernur. atau bupati/walikota kemudian menerbitkan Rekomendasi UKL-UPL. 8.penolakan Rekomendasi berupa persetujuan UKL-UPL paling sedikit memuat: a. Menteri.persetujuan b. atau bupati/walikota melakukan pemeriksaan UKL-UPL. Pemeriksaan dilakukan dalam jangka waktu 14 (empatbelas) hari sejak formulir UKL-UPL dinyatakan lengkap secara administrasi. 5. 6. Di wilayah laut lebih dari 12 mil laut diukur dari garis pantai kea rah laut lepas 4. Gubernur. di lintas kabupaten/kota. Setelah itu Menteri. Di lebih dari 1(satu) wilayah provinsi 2. pernyataan persetujuan UKL-UPL. Berdasarkan pemeriksaan Menteri. dan/atau 3. gubernur. untuk usaha dan/kegiatan yang berlokasi 1. gubernur. dasar pertimbangan dikeluarkannya persetujuan UKL-UPL. Di lintas batas Negara Kesatuan Republk Indonesia dengan Negara lain. untuk Usaha dan/atau Kegiatan yang berlokasi pada 1 (satu) wilayah kabupaten/kota dan di wilayah laut paling jauh 1/3 (satu pertiga) dari wilayah laut kewenangan provinsi. b. c. b. di lebih dari 1 (satu) wilayah kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi. Apabila hasil pemeriksaan kelengkapan administrasi formulir UKL-UPL dinyatakan lengkap. dan . 4. 7. Di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sedang dalam sengketa dengan Negara lain 3. Apabila hasil pemeriksaan kelengkapan administrasi formulir UKL-UPL dinyatakan tidak lengkap.

http://www. Diunduh tanggal 22 Desember 2012.blogspot. atau Bupati/Walikota wajib mengumumkan permohonan izin lingkungan.c. dan tanggapan terhadap pengumuman dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak diumumkan. dan tanggapan dapat disampaikan kepada Menteri. gubernur. Setelah mendapatkan rekomendasi UKL-UPL dari menteri yang berupa permohonan izin lingkungan. dilihat tanggal 22 Desember 2012. . pendapat. Masyarakat dapat memberikan saran. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.blogspot. http://ipsspensa.PDF Diunduh tanggal 22 Desember 2012. 9. Saran. Menteri.com/2011/05/UKL-UPL-sesuai PERATURAN PEMERINTAH.com/doc/34829224/26/ Penyusunan-UKL-UPLlengkap. Pengumuman tersebut dapat dilakukan melalui multimedia dan papan pengumuman di lokasi usaha dan/kegiatan paling lama 2(dua) hari kerja terhitung sejak dokumen UKL-UPL yang diajukan dinyatakan lengkap secra administrasi.html. DAFTAR PUSTAKA http://prolingkungan.scribd. persyaratan dan kewajiban Pemrakarsa sesuai dengan yang tercantum dalam UKL-UPL. pendapat. Gubernur.com/2012/05/format-penyusunanupaya-pengelolaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful