Home

Tentang Kami

Daftar Agen

Kontak

Download

Lemahnya Pemerintah; Inggris Sudah Jarah Migas dan Dukung Sparatisme, SBY hanya Kecewa
Monday, 06 May 2013 16:53 Mediaumat.com- Posisi tawar pemerintah Indonesia di mata pemerintah Inggris menurut Arim Nasim sangat lemah, hal itu setidaknya tampak pada isu energi dan separatisme. “Inggris sudah menjajah ekonomi Indonesia dengan menjarah migas, sekarang mendukung separatisme, sementara reaksi SBY hanya kecewa!” tegas Ketua Lajnah Maslahiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia tersebut, Senin (6/5). Menurutnya, hal itu terjadi lantaran, bangsa yang mayoritas berpenduduk Muslim ini tidak menjadikan syariah Islam dalam bingkai Khilafah sebagai aturan dalam berbangsa dan bernegara, tetapi malah menerapkan sistem demokrasi yang jelas-jelas merupakan aturan kufur jebakan penjajah. Sehingga yang sudah jelas digariskan syariah, seperti sumber daya alam (SDA) yang jumlahnya melimpah itu merupakan milik umat (milkiyah ‘ammah) yang wajib dikelola negara untuk membiayai pendidikan, kesehatan dan keamanan masyarakat, malah diserahkan kepada asing, termasuk Inggris dengan British Petroleum-nya yang beroperasi di Papua. Begitu juga dengan keamanan, sudah jelas-jelas upaya separatisme seperti yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka ini telah memakan korban baik di kalangan militer maupun sipil negeri ini, namun pemerintah nampak tidak tegas menindak. Bahkan dengan menerapkan sistem demokrasi, separatisme dianggap legal dengan alasan referendum, seperti separatisme Timor Timur yang menjadi negara Timor Leste. Padahal dalam syariah, jelas-jelas itu merupakan tindak b ughat yang hukumnya haram, pelakunya wajib diperangi sampai tidak mampu lagi untuk melakukan upaya separatisme. “Walhasil, hanya dengan menerapkan syariah dalam bingkai Khilafah lah yang bisa menjaga SDA dan kedaulatan negeri ini,” pungkasnya. Seperti dilansir repub lika.co.id, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku kecewa dengan adanya kantor perwakilan Papua Merdeka di Inggris. "Presiden kecewa dan merasa prihatin," kata Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah di Jakarta, Ahad (5/5).[] Joko Prasetyo

SEARCH search...
Search

SEBARKAN ARTIKEL INI:

TABLOID MEDIA UMAT

MediaUmat
HizbuttahrirID 21. Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, atau Turki bahkan menyediakan lahan bagi pesawat dan pangkalan militer negara penjajah.
11 hours ago · reply · retw eet · fav orite

MediaUmat Lemahnya Pemerintah; Inggris Sudah Jarah Migas dan Dukung Sparatisme, SBY hanya Kecewa ow.ly/2wFeSu
14 hours ago · reply · retw eet · fav orite

MediaUmat Lemahnya Pemerintah; Inggris Sudah Jarah Migas dan Dukung Sparatisme, SBY hanya Kecewa: http://t.co/4vMRvQ3kfy-... bit.ly/13l8faZ
14 hours ago · reply · retw eet · fav orite

MediaUmat Sebagaimana Kematian, Tegaknya Khilafah adalah Kepastian: http://t.co/4vMRvQ3kfy- Sebagaimana halnya kematian, ... bit.ly/12EHewq
y esterday · reply · retw eet · fav orite

Join the conversation

RUBRIK MEDIA UMAT
Anjangsana Aspirasi Bisnis Syariah Cermin Editorial Ekonomi Fokus Headline News Hikmah Konsultasi Kristologi Mancanegara Media Daerah Media Nasional Media Utama

mediaumat.com/headline-news/4529-lemahnya-pemerintah-inggris-sudah-jarah-migas-dan-dukung-sparatisme-sby-hanya-kecewa-.html

1/2

Mercusuar Muslimah News Dalam Negeri News Luar Negeri Opini Salam Redaksi Siyasah Syariyyah Sosok Telaah Wahyu Ustadz Menjawab Wawancara

Anjangsana

Aspirasi

Bisnis Syariah

Ekonomi

Editorial

Cermin

Fokus

Headline News

Hikmah Opini

Konsultasi

Kristologi

Mancanegara

Media Daerah

Media Nasional Media Utama Mercusuar Muslimah Telaah Wahyu Ustadz Menjawab Wawancara

News Dalam Negeri

News Luar Negeri

Salam Redaksi

Siyasah Syariyyah

Sosok

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved

mediaumat.com/headline-news/4529-lemahnya-pemerintah-inggris-sudah-jarah-migas-dan-dukung-sparatisme-sby-hanya-kecewa-.html

2/2

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful