You are on page 1of 17

SELAYANG PANDANG KABUPATEN KUTAI TIMUR

Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Kutai, berdasarkan Undang-undang No.47 tahun 1999. Ibu kotanya adalah Sangata, kabupaten ini terletak pada posisi geografis pada 10 17 01LS 10 52 39 LU dan1150 56 26 1180 58 19 Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Kutai Timur adalah 35.747,.50 km2, terdiri dari 11 kecamatan dengan jumlah penduduk 168.529 jiwa pada tahun 2004 (kepadatan penduduk per km2 adalah 4,71 jiwa per km2). Menurut pembagian Zone Agroklimat Oldeman, iklim di Kutai Timur termasuk dalam zone agroklimat D1. Kondisi iklim tersebut mendukung usaha pertanian tanaman pangan dan usaha perkebunan yang sampai saat ini hanya 3,5% dari luas wilayah kabupaten yang telah dimanfaatkan. Sistem transportasi di Kabupaten Kutai Timur mencakup transportasi darat, air dan udara. Jaringan jalan utama di Kabupaten Kutai Timur adalah jalan Trans Kalimantan yang melewati Bontang-Sangatta-Perdau-Simpang Batu AmparMuara Wahau-Tanjung Redeb. Peranan transportasi sungai penting untuk arus barang dan transportasi umum dari dan ke pedalaman. Jumlah sarana dermaga yang melayani transportasi sungai pada tahun 1997 berjumlah 4 buah, yaitu di Sangatta, Sangkulirang, Muara Wahau dan Kecamatan Muara Ancalong. Terdapat beberapa bandara udara perintis dan bandara udara khusus PT. Pertamina dan PT.KPC di Sangata. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kutai Timur sangat dipengaruhi oleh kegiatan dan komoditi pertambangan khususnya batubara (subsektor pertambangan tanpa migas yang kontribusinya mencapai 58,07% dari keseluruhan nilai PDRB. Sektor berikutnya yang memberikan kontribusi yang cukup besar di luar unsur batubara dan migas adalah sektor pertanian dan konstruksi, yaitu sebesar 30,32 persen dan 27,76 persen. PDRB Kabupaten Kutai Timur tahun 2000 sampai dengan 2004 tetap mengandalkan sektor pertanian sebagai sektor unggulan di luar sektor pertambangan. Besarnya PDRB tahun 2004 adalah Rp. 9.644.904,40 (juta rupiah) dengan minyak dan gas bumi. Laju pertumbuhan PDRB selama tahun 2000 sampai dengan 2004 secara kumulatif mencapai kenaikan sebesar Rp. 4.151.321,00 (juta rupiah) dengan minyak dan gas bumi. Berdasarkan kondisi umum tersebut, pembangunan Kabupaten Kutai Timur di arahkan pada bidang ekonomi dimana sektor pertanian sebagai tumpuannya 4

dengan strategi peningkatan komoditas yang meliputi sub sektor perkebunan, sub sektor tanaman pangan, sub sektor perikanan, dan sub sektor peternakan. Salah satu bentuk implementasi kebijakan tersebut dengan mendukung kawasan transmigrasi Rantau Pulung sebagai Kawasan Terpadu Mandiri, karena kawasan ini memiliki potensi sumberdaya alam dan lingkungan.

GAMBARAN UMUM KAWASAN KTM RANTAU PULUNG KTM RANTAU PULUNG

1. KONDISI GEOGRAFIS
Secara geografis KTM Rantau Pulung terletak pada: 01 2 00 02 32 00 LUdan 117 10 00 1175000BT dengan batas administrasi: Sebelah Timur Sebelah Barat Sebelah Selatan Sebelah Utara : : : : Selat Makasar Kecamatan Batu Ampar Kecamatan Kertanegara Kecamatan Sangkulirang

KTM Rantau Pulung mencakup wilayah SKP Rantau Pulung (Manunggal Jaya, Rantau Makmur, Tanjung Labu, Kebon Agung, Mukti Jaya, Margo Mulyo). SKP Tepian Langsat (SP 1- SP 5 dan SP 8) di Kecamatan Bengalon serta desa Tepian Langsat Lama dan Tebangan Lembak Luas wilayah KTM Rantau Pulung
No 1 2 3 4 Nama UPT. Rantau Pulung (7 SP) UPT. Tepian Langsat Tepian Langsat lama Tebangan Lembak Jumlah Luas (ha) 16.200 26.700 10.904 10.000 63.804 Jumlah desa 1 1 Keterangan UPT UPT Desa lama Desa lama

Aksesibilitas Posisi kawasan Rantau Pulung terletak di sebelah barat laut kota Sangata (ibu kota kabupaten) berjarak sekitar 38 km.

Aksesibilitas ke kawasan KTM


No Lokasi Ibu Kota kec. Waktu/ Angkutan Ibu Kota Kab Waktu /Angkutan 2 jam /roda empat 1,5 jam / roda empat 1,5Jam/Roda Empat 1,5Jam/Roda Empat 1,5 jam/ roda empat 2 jam / roda empat 2 jam / roda empat 3 jam / roda empat 3 jam / roda empat 3 jam / roda empat 3 jam / roda empat 4 jam / roda empat Ibu Kota Prov Waktu /Angkutan 5 jam/roda empat 5 jam/ roda empat 5Jam/Roda Empat 5Jam/Roda Empat 5 jam/ roda empat 5 jam / roda empat 5 jam / roda empat 8 jam / roda empat 8 jam / roda empat 8 jam / roda empat 8 jam / roda empat 8 jam / roda empat

Rantau Pulung 1 SP,1 1 jam / roda dua 2 SP,2 0,5 jam / roda dua 3 SP,3 0 jam / 4 SP,4 0,5 jam// roda dua 5 SP,5 0,5 jam/roda dua 6 SP,6 1 jam / roda dua 7 SP,7 1 jam / roda dua Tepian Langsat 1 SP.2 2 jam/ roda empat 2 SP.3 2 jam/ roda empat 3 SP.4 2 jam/ roda empat 4 SP.5 2 jam/ roda empat 5 SP.8 3 jam / roda empat

2. KONDISI FISIK
Geomorfologi
Kelompok lipatan/patahan di KTM Rantau Pulung terbagi menjadi 2 kelompok bentuk lahan : a. Kelompok Lipatan/Patahan Terplanatasi (3 8 %) b. Kelompok Lipatan/Patahan Bukit-Bukit Kecil dan Pola Perbukitan (>15%)

Kondisi iklim KTM Rantau Pulung


Parameter Curah hujan bulanan Hari hujan Penyinaran matahari Suhu udara Kelembaban udara relatif Kecepatan angin Iklim Satuan Milimeter hari % oC % km/jam Zone Agroklimat Oldeman Topografi Nilai rerata 199,94 17 45,15 26,46 81,41 1,83 D1

Sebagian besar wilayah KTM merupakan dataran rendah, berada pada ketinggian antara 54 -85 meter di atas permukaan laut

Jenis tanah secara umum hanya terdiri dari dua jenis yaitu jenis Kambisol dan jenis Podsolik. Kedua jenis tanah tersebut masih dapat dipilahkan menjadi tiga macam tanah yaitu Podsolik Ortosik, Podsolik Kromik, dan Kambisol Distrik. Jenis tanah, topografi i dan penggunaan lahan pada KTM Rantau Pulung
Lokasi Rantau Pulung Kambisol distrik 4.400 Ha terletak pada daerah dengan topografi 0-3 % , budidaya untuk tanaman pangan padi, palawija, dan hortikultura Podsolik kromik 6.800 Ha lahan dengan jenis tanah ini, terdistribusi pada fisiografi datar antara 8 815%, penggunaan lahan untuk berupa semak belukar, ladang, dan hutan tersier 15.289 Ha terletak 10.341 Ha terletak pada pada daerah dengan daerah dengan kemiringan 0-3 %, kemiringan 8 8-15 %, budidaya untuk budidaya untuk tanaman tanaman sawah, semak sawah, semak belukar, belukar, dan hutan dan hutan tersier tersier Podsolik Ortosik Dengan luas sekitar 5.000 hektar , jenis tanah ini teletak pada topografi dataran berkisar 3-8% , Penggunaan lahan pada satuan ini berupa semak belukar, dan hutan tersier 1.070 ha terletak pada daerah dengan kemiringan >15 %, budidaya untuk hutan sekunder, semak belukar, dan hutan tersier

Tepian Langsat

Sumber: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kutai Timur, 2003

Penggunaan Lahan
Lain-lain 3% Ladang 10%

Kebun Campura n 18%

Hutan tersier 62%

Semak belukar Permuki 6% man 1%

Hidrologi dan Sumber Air Air permukaan : sungai Mangkaying, Sungai I dan Sungai Bengalon. Air tanah dangkal : Kedalaman air tanah dangkal pada pusat desa maupun lahan pekarangan berkisar antara 10 meter dengan pH antara 5,23 sampai 5,51
Air hujan : Curah hujan yang cukup (2399,3 mm/tahun) merupakan alternatif mendapatkan air untuk kebutuhan transmigran disamping penggunaan air tanah dangkal dan air sungai.

3. KONDISI SOSIAL-DEMOGRAFIS
Kependudukan Jumlah penduduk di wilayah KTM Rantau Pulung : 11.800 jiwa (3.125 KK). Ditambah dengan 2 desa Tepian Langsat dan Tebangan Lembak merupakan desa sekitar menjadi 12.281 jiwa. Pendidikan
Nama Desa Manunggal Jaya Rantau Makmur Tanjung Labu Kebon Agung Mukti Jaya Margo Mulyo Tepian Langsat SP1 Tepian Langsat SP2 Tepian Langsat SP3 Tepian Langsat SP4 Tepian Langsat SP,5 Tepian Langsat SP.8 Tepian Langsat lama Tebangan lembak Jumlah Tdk tamat SD 275 55 10 Tingkat pendidikan ( jiwa) Tamat Tamat Tamat SD SLTP SMU 8 70 25 12 495 78 69 51 83 65 418 184 198 64 80 56 1106 450 400 Tamat PT 4 8 10 6

340

28

Mata Pencaharian
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nama Desa Manunggal Jaya Rantau Makmur Tanjung Labu Kebon Agung Mukti Jaya Margo Mulyo Tepian Langsat SP1 Tepian Langsat SP2 Tepian Langsat SP3 Tepian Langsat SP4 Tepian Langsat SP,8 Tepian Langsat SP.5 Tepian Langsat Lama Tebangan Lembak Petani (orang) 138 175 97 57 150 330 250 300 200 200 200 10 15 Jumlah Pedagang Lain-lain (orang) (orang) 7 3 20 75 5 14 12 19 4 4 21 60 20 Jumlah total 148 270 116 88 4 175 330 250 300 200 200 200 70 35

Adat Istiadat Masyarakat KTM Rantau Pulung terdiri dari berbagai etnis dan suku yang telah mengalami proses asimilasi. Mayoritas penduduk beragama Islam.

4. KONDISI ONDISI PEREKONOMIAN


Produksi Pertanian Kegiatan tanaman pangan telah mengalami peralihan dari kegiatan perladangan berpindah menuju kegiatan pertanian secara menetap. Jenis penggunaan lahan didominasi oleh lahan persawahan (1.329 ha) namun demikian nilai produksi per hektar nya masih cukup rendah. Padi dan Palawija
kecamatan Rantau Pulung/ Rantau Pulung Jenis komoditi Padi sawah Padi ladang Jagung Kacang tanah Kedelai Padi ladang Jagung Kacang tanah Kedelai Padi ladang Jagung Kacang tanah Kedelai Padi ladang Jagung Kacang tanah Kedelai Luas tanam (ha) 1329 130 60 57 30 235 70 5 8 11 12 12 5 10 3 0 0 Produksi (ton/ha) 0,9 - 1,2 0,5 - 0,8 0,2 - 1,4 0,7 0,5 - 1,3 0,5 - 1,2 0,2 - 0,8 0,6 0,7 0,20 7 1,5 0,8 0,21 0,25 0 0

Tepian Langsat/ Bengalon

Tepian Langsat lama

Tebangan Lembak

10

Produksi Perkebunan
kecamatan Rantau Pulung/ Rantau Pulung Jenis komoditi Coklat kopi Kelapa kelapa sawit Jeruk Alpokat Mangga Rambutan Coklat kopi Kelapa Kelapa sawit Jeruk Alpokat Mangga Rambutan Coklat kopi Kelapa Kelapa sawit Coklat kopi Kelapa Kelapa sawit Jumlah (ha) 24 16,5 3,4 4 10,5 0,8 1 0,5 65 8,25 1,24 9 14,5 0 5 15 1 1 8 Produksi (ton/ha) 0,2 1 1 0 0,05 0,417 0,049 0,094 0,19 1 0,9 0 0,04 0,5 0,07 0,081 0,5 0,1 5 -

Tepian Langsat/ Bengalon

Tepian Langsat lama Tebangan Lembak

Produksi Peternakan Jenis ternak yang umumnya dikembangkan di sekitar kawasan KTM meliputi sapi, kambing, dan unggas. Ternak atau unggas yang dipelihara digunakan untuk konsumsi sendiri, dan sebagian besar dijual di pasar sebagai tambahan penghasilan. Jenis dan jumlah ternak nak serta unggas di KTM Rantau Pulung
Lokasi/kecamatan Rantau Pulung/ Rantau Pulung Jenis komoditi Sapi Kambing Itik Ayam Sapi Kambing Itik Ayam Jumlah (ekor) 238 50 235 1669 90 1728 710 5607

Tepian Langsat/ Bengalon

11

5. KONDISI SARANA DAN PRASARANA


Pendidikan Kesehatan

Puskesmas : 1 unit Puskesmas Pembantu: 10 unit Dokter : 1 orang Tenaga medis : 12 orang

Peribadatan Fasilitas peribadatan di kawasan KTM terdiri atas: 23 mesjid, 32 mushola, gereja ( Katholik, Kristen) sebanyak 6 dan pura sebanyak 1 . Sarana dan Prasarana Ekonomi Pelayanan perekonomian yang ada di Kawasan KTM Rantau Pulung terdiri dari Pertokoan, Pasar, rumah makan/ restoran, dan pasar, fasilitas Ekonomi KTM, Rantau Pulung telah dilengkapi dengan adanya pasar harian, bank, Wartel selular, warung sembako, toko pupuk, dan terminal, Saat ini pusat perdagangan dan jasa telah berkembang di kecamatan Rantau Pulung SP.3 dan Tepian Langsat SP.2, yang merupakan pasar induk sekaligus merupakan pintu gerbang perdagangan menuju ke Kota di sekitarnya antara lain ke Sangata, Muara Wahau dan Spasso, Begitu pula dengan beberapa fasilitas perdagangan dan jasa di Kawasan Rantau Pulung.

12

RENCANA PENGEMBANGAN
KTM RANTAU PULUNG

1. Rencana Pengembangan Ruang Konsep pengembangan wilayah KTM Rantau Pulung merupakan gabungan antara konsep kutub pertumbuhan (growth pole) dan konsep agropolitan, dengan mengembangkan Tepian Langsat SP2 dan Rantau Pulung SP3 sebagai growth pole (pusat pertumbuhan) serta pengembangan wilayah lain secara bersama-sama. Rencana Struktur Pusat Pelayanan Di KTM Rantau Pulung
Fungsi Pusat KTM: Rantau pulung Pusat SKP: Tepian Langsat Sepasso ( timur ) Luas (Ha) 16.200 26.700 12.000 Jumlah Penduduk (Jiwa) 7.617 4.821 1.529 FUNGSI SKP SEKUNDER Pertanian, Perkebunan Permukiman Peternakan, Pengolahan Industri Pertanian, Perkebunan, Permukiman Perikanan Penyangga pemasaran Permukiman produk PRIMER

Struktur Pusat Pelayanan Hierarkhi pusat pelayanan kegiatan fungsional yang ada di Kawasan Kota Terpadu Mandiri Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur, adalah: Rantau Pulung SP3, yang berfungsi sebagai Pusat KTM Tepian Langsat merupakan Pusat SKP, atau pusat desa utama Sepasso sebagai kawasan Pengolahan komoditas, dan penyangga pemasaran komoditas kelapa sawit maupun tanaman pangan ke arah Kaliorang atau Malloy Semua desa/kelurahan diluar yang berfungsi sebagai pusat Pusat desa utama dan pusat desa, merupakan hinterland yang akan mendukung keberlangsungan pengembangan Kawasan KTM Rantau Pulung. Rencana Pengembangan Permukiman Rencana Pengembangan Permukiman di Kawasan KTM Rantau Pulung diarahkan di sekitar pusat-pusat SKP dan Pusat Utama PPE. Kebutuhan untuk kawasan permukiman baru adalah 7,82 hektar.

13

Rencana Pengembangan Pusat Pertumbuhan KTM arahan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan diarahkan pada 1 PPE dan 2 SKP Rantau Pulung sebagai Pusat PPE Tepian Langsat sebagai Pusat SKP 1 Rencana pengembangan yang bersifat eksternal yaitu peningkatan kualitas jalan kabupaten dan jalan kota Sangata-Muara Bengalon atau Sepasso Rencana yang bersifat internal yaitu peningkatan jalan penghubung antar desa dan peningkatan kualitas desa sekitar

Rencana Pengembangan Sistem Transportasi

2. Rencana Pengembangan Sarana dan Prasarana


NO I Jenis Sarana Kegiatan Usaha Kios tani Pusat penjualan saprotan Gdng pengumpul hasil budidaya pertanian Lantai jemur KUD koperasi Demplot / seed farm Gudang pengumpul hasil Pasar pengumpul Pasar induk dan grosir Warung Toko-toko Supermarket Fasilitas perbankan Bank-bank Terminal Industri pengolahan Industri limbah Bengkel alsintan Pusat bengkel (alsintan, automotif & elektronik) Pusdiklat Pusat informasi & promosi Penginapan hotel Sarana kesehatan Balai pengobatan Pusat kesehatan Pembantu Puskesmas Sarana Pendidikan TK & SD SLP SLA/Sekolah Kejuruan Perpustakaan umum UPT/Desa X X X X Desa Utama X X X X X X X X X X X X X X X X PPE

X X

X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

II

X X

III

X X

14

NO IV

Jenis Sarana Sarana Umum Rumah ibadah Sarana olah raga Kotak pos Kantor pos Listrik dan telpon Air bersih Sarana Pemerintahan Kantor & Balai desa Kantor pemerintahan Balai pertemuan Gedung pertemuan

UPT/Desa X X X X X X

Desa Utama X X X X X X X

PPE X X X X X X X X X

3. Rencana Pengembangan Usaha


Pengembangan komoditas unggulan: Padi ladang atau padi gunung di Rantau Pulung adalah 1.329 hektar, sedangkan untuk Tepian Langsat (SP.1, SP.2,SP.3 , SP.4 dan SP.5) adalah sekitar 325 ha Tanaman palawija di Rantau Pulung, meliputi: jagung seluas 60 ha, kacang tanah 57 ha dan kedelai 30 ha. Tepian Langsat meliputi jagung seluas 82 ha , kacang tanah 10 ha, dan kedelai 15 ha. Tanaman perkebunan, terdiri dari: usaha perkebunan kemitraan (kelapa sawit) di Tepian Langsat dan Rantau Pulung dengan luas total 2.841 ha dan perkebunan skala keluarga, meliputi tanaman coklat, kapas, dan kopi. Usaha perikanan yang dikembangkan adalah ikan tawes dan ikan mas. Usaha peternakan mencakup sekitar 1-2% dari luas lahan yang ada di Rantau Pulung maupun Tepian Langsat Pengembangan teknologi budidaya dan pasca panen Pengembangan Agroindustri dan agrobisnis, meliputi peningkatan Rice Miling Unit, Rice Processing Unit, industri benih padi, distributor pupuk, distributor mesin pertanian Rencana pengembangan kelembagaan keuangan dan penguatan permodalan, meliputi program pemberdayaan masyarakat dan program bantuan kredit mikro dari bank Pengembangan dan penguatan pasar untuk komoditas unggulan Rencana kemitraan usaha melalui peningkatkan kemitraan koperasi dengan investor lokal dan asing dengan bentuk kemitraan tri partied. Rencana pengembangan kelembagaan pengkajian, meliputi: Kelembagaan Badan pengelola KTM Rantau Pulung, Kelembagaan penelitian dan pengkajian komoditas, dan Kelembagaan pendidikan dan pelatihan pelaku bisnis KTM Rantau Pulung.

15

4. Rencana Pengembangan Masyarakat


Pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat Usaha meningkatkan kompetensi masyarakat untuk mengolah sumberdaya lahan yang tersedia secara optimal Pembentukan kelompok usaha, meliputi: kelompok tani dan koperasi Pembuatan sarana pelatihan dalam usahatani yaitu Demplot atau Demfarm

Pengembangan sosial budaya Pembinaan serta bantuan pendidikan bagi petani dan keluarganya seperti mengadakan kegiatan Kelompok Belajar Paket A, B dan C. Pembinaan keterampilan bagi keluarga petani dalam menangani pasca panen. Pembinaan dan penyuluhan keluarga berencana untuk menuju keluarga yang sehat dan sejahtera Pelayanan kesehatan bagi keluarga pra sejahtara dan keluarga sejahtera. Pembinaan terhadap generasi muda dan peranan wanita dalam mendukung pengembangan KTM Kawasan Rantau Pulung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Pengembangan Mental Spiritual Pembentukan Kelompok pengajian dan Kelompok paguyuban Pelatihan adaptasi dan konsolidasi lingkungan Pelatihan dinamika kelompok dan Pembentukan GKM untuk kelompok tani

Pengembangan Kelembagaan Masyarakat Desa Kelembagaan produksi dalam bentuk kelompok tani dan kelembagaan ekonomi dalam bentuk koperasi Pembinaan dalam upaya memberi rasa aman Masyarakat Menekan terjadinya konflik dengan peran aktif adaptasi dan konsolidasi lingkungan Kelompok gotong royong dan Kelompok siskamling Kelompok tani bauran dengan masyarakat sekitar Pembentukan pasar, sebagai sarana adaptasi, sosialisasi, simulasi, dan akulturasi.

16

5. Institusi Pengelola
Badan Pengelola KTM Rantau Pulung terdiri dari Bupati sebagai Pembina, Wakil Bupati, Sekretariat Daerah, Dinas daerah, dan lembaga teknis daerah lainnya. Lembaga teknis daerah terdiri atas: Badan Pengawas Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah, Kantor Polisi Pamong Praja, Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil, Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Kantor Arsip dan Perpustakaan, Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat, Kantor Tenaga Kerja, Kantor Pariwisata, Kantor Penanggulangan Kebakaran, Kantor Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kantor Peternakan, Kantor Perikanan dan Kelautan, Kantor Kehutanan, dan Kantor Perkebunan. Secara legalitas penyusunan kegiatan yang diusulkan dinas terkait yang dirangkum oleh sekretariat cq. BAPEDA di Kabupaten Kutai Timur. Selanjutnya usulan program tersebut menjadi tanggung jawab Bupati selaku pembina Kawasan KTM yang selanjutnya diusulkan ke pusat melalui Menteri Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

17

INDIKASI PROGRAM KTM RANTAU PULUNG


NO PROGRAM KEGIATAN VOLUME

TOTAL PENGEMBANGAN KTM RANTAU PULUNG A SARANA DAN PRASARANA 1. Perencanaaan Peningkatan jalan desa Rantau Pulung 2. Perencanaan Peningkatan Jalan Poros/Penghubung enter SP Rantau Pulung 3. Perencanaan Peningkatan Jalan poros/penghubung dad SPA Rantau Pulung ke Tepian Langsat SPA 4. Perencanaan Jalan Penghubung (logging) SP3 - Sangatta 5. Perencanaan Peningkatan Jalan desa Tepian Langsat 6. Perencanaan Peningkatan Jalan Poros/Penghubung di Tepian Langsat 7. Perencanaan Jalan penghubung T. Langsat - Bengalon 8. Disain Jembatan di SP. 2 T. Langsat (45 m) 9. Survey kondisi jadngan jalan di kawasan (termasuk desa sekitamya) 10. Peningkatan Jalan/Perbaikan JL. Poros dart SPA Rantau Pulung SPA Tepian Langsat 11. Peningkatan SAB di Rantau Pulung (Pompa Mesin, Bangunan Pompa, dan Pipanisasi) 12. Pembuatan Saluran Drainase di SPA Rantau Pulung dan SP.2 Teplan Langsat 13. Perbaikan Jembatan di Rantau Pulung (30 m) dan di Tepian Langsat (20 m) 14. Perbaikan Gedung SD III Rantau Pulung dan Tepian Langsat 30.0 15,0 5,5 40,0 20 0 15,0 40,0 1,0 1,0 10,0 1,0 2,0 50,0 2,0 Km Km Km Km Km Km Km Pkt Pkt Km Pkt Pkt M Lokal

18

INDIKASI PROGRAM KTM RANTAU PULUNG

NO B

PROGRAM KEGIATAN PEMBERDAYAAN SOSIAL BUDAYA 1. Pemberdayaan / sosbud ekonomi masyarakat (13 UPT ) 2. Pengembangan kelembagaan masyarakat 3. Perpustakaan Desa di Tepian Langsat dan Rantau Pulung 4. Kelembagaan KTM 5. Sosialisasl KTM (13 UPT) 6. Kemitraan (MoU) dengan PT. Agrisinal

VOLUME

13,0 13,0 4,0 1,0 13,0 1,0

Pkt Pkt Pkt Pkt Pkt Pkt

PENGEMBANGAN USAHA 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Bantuan Bibit Pada Tanaman Pangan 20 Kg/KK Pendampingan (PPL Pertanian) di Rantau Pulung dan Tepian Langsat Demplot (Tepian Langsat dan Rantau Pulung) Tabung tani (Tepian Langsat dan Rantau Pulung) Pembentukan kelompok usaha Pembentukan kelompok usaha Input produksi Lomba ILP 3.900,0 30 100,0 4 4 4 6.821 4 Pkt Org Ha UPT UPT UPT KK UPT

19