You are on page 1of 2

Arbovirus ( Arthopod-borne + virus ), setiap anggota kelas epidemiologik virus (arbovirus) yang bereplikasi di dalam artopoda yang menghisap

darah dan ditularkan melalui gigitan kepada pejamu. Arbovirus didolongkan secara serologis; grup-grup asal ditandai dengan A, B, dan C, tetapi grup-grup baru diberi nama dari anggota grup tersebut yang pertama kali ditemukan. Arbovirus termasuk didalam famili yaitu Arenaviridae, Bunyaviridae, Flaviviradae, Reoviridae, Rhabdoviridae, dan Togaviridae, beberapa lagi tidak digolongkan. (Kamus Kedokteran Dorland Edisi 29) Arbovirus adalah beberapa golongan virus, yang meliputi agen penyebab demam kuning, ensefalitis virus, dan infeksi demam tertentu, yang ditularkan kepada manusia melalui berbagai jenis nyamuk dan tungau; yang ditularkan oleh tungau sering dianggap sebagai kategori tersendiri ( tickborne virus). (Kamus Saku Kedokteran Dorland edisi 25) Morfologi Flaviviridae Ini adalah virus yang berselubung kecil (40-50 nm) dengan suatu untai tunggal, genom RNA positive sense (sekitar 10kb). Simetri kapsidnya tidak dapat didefinisikan. Banyak yang memakai nyamuk sebagai vektor dan penyebab demamberdarah akibat virus (yellow fever dan virus dengue) dan meningoensefalitis (virus Japanese B dan virus St. Louis). Diagnosis ditegakkan melalui isolasi virus atau deteksi respon antibodi. Togaviridae Semunya memiliki suatu genom RNA linear untai tunggal positive sense (sekitar 12 kb). Virus bereplikasi dalam sitoplasma dan dilepaskan dengan tunas. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan serologi, isolasi viru,s atau keduaduanya. Alfavirus, rubivirus, dan kemungkinan pestrivirus adalah genus-genus yang patogen bagi manusia. Alfavirus ditularkan terutama melaui nyamuk sebagai vektor dan menyebabkan selafitis atau suatu demam eksantem dengan poliartritis (misaknya chikungunya). Rubella adalah satu-satunya anggota dari genus rubivirus. Virus itu ditularkan melalui udara dan kontak, serta menyebabkan demam eksantem pada anak-anak tapi pada kebanyakan kasus, infeksinya bersifat asimtomatis. Virus itu akan menyebabkan banyak masalah bila terjadi pada saat hamil. Virus rubella dapat melewati plasenta untuk menginfeksi janin sehingga menyebabkan kematian janin intrauterin atau malformasi kongenital. Ada laporan baru bahwa pestrivirus dapat menyebabkan diare pada manusia. Arenaviridae Ini adalah virus RNA berselubung pleomorfik yang bervariasi dalam ukuran diameternya yaitu 50-300 nm. Virus mengandung granula elektron, kaya RNA,

yang menyusun ribosom dan memberikan gambaran butiran pasir. Genom terdiri dari dua untai tunggal RNA positif atau ambisense. Mereka dapat berbentuk linear atau bergabung untuk membentuk suatu ikal. Infeksi bersifat zoonotik. Berbagai arenavirus secara asimtomatik dan persisten menginfeksi spesies hewan pengerat yang berbeda dan manusia terinfeksi melalui kontak dengan ekskretanya. Bunyaviridae Bunyaviridae adalah famili virus yang besar, beberapa diantaranya ditularkan melaui serangga, beberapa menginfeksi tanaman, dan beberapa bersifat zoonotik. Akan tetapi, semunya adalah virus yang berselubung dan berbentuk sferis (95nm) dengan suatu nekleokapsid kuboid. Genom RNA-nya berbentuk linear dalam tiga segmen dan kebanyakan adalah negative sense meskipun beberapa diantanya adalah ambisense. Diagnosis dapat ditegakkan melaui pemeriksaan serologi, deteksi antigen, biakan atau RT-PCR. Semuanya membutuhkan fasilitas penyimpanan khusus. Filoviridae Ini adalah virus berselubung dengan nukleokapsid heliks. Mereka membentuk struktur seperti batang atau bahkan percabangan dengan panjang sampai 14 mm dan berdiameter 80 nm. Virus-virus ini menyebabkan demam berdarah dengan angka kasus fatalyang tinggi (90%). Mereka bersifat zoonotik tetapi penularan dari orang ke orang juga melalui eksresi tubuh (saliva, sputum) atau darah. Rhabdoviridae Virus rabies ini adalah patogen utama manusia. Ini adalah suatu virus berbentuk peluru, berselubung dengan suatu nukleokapsid heliks. Virus ini adalah suatu genom negative sense, untai tunggal. Genus ini disebut Lyssavirus. Rabies adalah suatu infeksi zoonotik. Risiko penularan terbesar adalah dari anjing dewasa yang tidak tervaksinasi. Infeksi biasanya diperoleh dari gigitan tetapi juga dapat terjadi melalui inokulasi saliva pada luka terbuka atau bahkan membramn mukosa. Virus berjalan ke atas melalui saraf tepi otak. Masa inkubasi bervariasi menurut jarak dari tempat inokulasi ke otak. Jarak terdekat dapat terjadi selama 9 hari dan terpanjang selama 3 tahun.