A. Viskositas Fluida Pernah lihat minyak pelumas-kah ? Coba bandingkan oli dengan air.

Manakah yang lebih kental ? ya betul Oli yang lebih kental. Pada kesempatan ini kita akan mempelajari kekentalan suatu fluida, baik zat gas maupun zat cair. Istilah kerennya viskositas. Viskositas adalah ukuran kekentalan fluida. a. Konsep Viskositas Fluida, baik zat cair maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan yang berbeda. Misalnya sirup dan air. Sirup biasanya lebih kental dari air. Atau air susu, minyak goreng, oli, darah, dan lainnya. Tingkat kekentalan setiap zat cair tersebut berbeda-beda dan pada umumnya, zat cair lebih kental dari zat gas. Viskositas alias kekentalan sebenarnya merupakan gaya gesekan antara molekul-molekul yang menyusun suatu fluida. Istilahnya, viskositas adalah gaya gesekan internal fluida (internal = dalam). Jadi molekul-molekul yang membentuk suatu fluida saling gesekmenggesek ketika fluida tersebut mengalir. Pada zat cair, viskositas disebabkan karena adanya gaya kohesi (gaya tarik menarik antara molekul sejenis). Sedangkan dalam zat gas, viskositas disebabkan oleh tumbukan antara molekul. Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir, contohnya air. Sebaliknya, fluida yang lebih kental lebih sulit mengalir, contohnya minyak goreng, oli, madu, dan lainnya. Kamu bisa membuktikan dengan menuangkan air dan minyak goreng di atas lantai yang permukaannya miring. Pasti air ngalir lebih cepat daripada minyak goreng atau oli. Tingkat kekentalan suatu fluida juga bergantung pada suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin kurang kental zat cair tersebut. Misalnya ketika ibu menggoreng ikan di dapur, minyak goreng yang awalnya kental menjadi lebih cair ketika dipanaskan. Sebaliknya, semakin tinggi suhu suatu zat gas, semakin kental zat gas tersebut. Perlu diketahui bahwa viskositas alias kekentalan cuma ada pada fluida riil (rill = nyata). Fluida riil/nyata adalah fluida yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti air, sirup, oli, asap knalpot, dan lainnya. Fluida riil berbeda dengan fluida ideal. Fluida ideal sebenarnya tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Fluida ideal hanya model yang digunakan untuk membantu kita dalam menganalisis aliran fluida (fluida ideal ini yang kita pakai dalam pokok bahasan Fluida Dinamis). Mirip seperti kita menganggap benda sebagai benda tegar, padahal dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya tidak ada benda yang benar-benar tegar/kaku. Tujuannya sama, biar analisis kita menjadi lebih sederhana alias tidak beribet. b. Koofisien Viskositas

Mula-mula pelat dan lapisan fluida diam (gambar 1).Viskositas fluida dilambangkan dengan symbol η (baca : eta) adalah koofisien viskositas. Karena pelat diam. biar dirimu mudah paham dengan penjelasan gurumuda. Temannya yang ada di sebelah atas juga menahan temannya yang ada di sebelah atas… demikian seterusnya. Karena ada gaya kohesi antara molekul fluida. Gaya adhesi bekerja antara pelat dan lapisan fluida yang nempel dengan pelat (molekul fluida dan molekul pelat saling tarik menarik). Jadi tingkat kekentalan suatu fluida dinyatakan oleh koofisien viskositas fluida tersebut. Besar gaya tarik diatur sedemikian rupa sehingga pelat yang ada di sebelah atas bergeser ke kanan dengan laju tetap (v tetap). Lapisan fluida tipis ditempatkan di antara 2 pelat. Fluida yang menempel dengan pelat akan menahan temannya yang ada di sebelah atas. Masih ingat si kohesi dan adhesi tidak ? kohesi tuh gaya tarik menarik antara molekul sejenis. Setelah itu pelat yang ada di sebelah atas ditarik ke kanan (gambar 2). Gurumuda sengaja memberi warna biru pada lapisan fluida yang berada di bagian tengah. Dengan kata lain. maka fluida yang ada di sebelah bawah pelat juga bergeser ke kanan. maka bagian fluida yang nempel dengan pelat tersebut juga diam (ada gaya adhesi). sebaliknya bagian fluida yang ada di sebelah bawah menahan temannya yang ada di sebelah atas. kita meninjau gerakan suatu lapisan tipis fluida yang ditempatkan di antara dua pelat sejajar. Untuk membantu menurunkan persamaan. sedangkan si adhesi tuh gaya tarik menarik antara molekul yang tak sejenis. maka laju fluida tersebut bervariasi. Temannya tadi narik lagi temannya yang ada di sebelah bawah. Pelat yang ada di sebelah bawah tidak ditarik (pelat sebelah bawah diam). Karena ada gaya adhesi yang bekerja antara pinggir pelat dengan bagian fluida yang nempel dengan pelat. temannya yang berada di sebelah bawah bergerak dengan v yang lebih kecil. Bagian fluida yang berada di sebelah atas bergerak dengan laju (v) yang lebih besar. demikian seterusnya. maka fluida yang bergeser ke kanan tadi menarik temannya yang ada di sebelah bawah. Temannya yang ada di sebelah bawah juga akan bergeser ke kanan. Secara matematis. koofisien viskositas bisa dinyatakan dengan persamaan. begitu seterusnya… Pelat yang ada di sebelah bawah diam. Karena bagian fluida yang berada di sebelah atas menarik temannya yang berada di sebelah bawah untuk bergeser ke kanan. kecepatan lapisan fluida mengalami perubahan secara teratur dari atas ke bawah sejauh l (lihat gambar 2) . Jadi makin ke bawah v makin kecil. Sedangkan gaya kohesi bekerja di antara selaput fluida (molekul fluida saling tarik menarik).

Untuk fluida ideal.Akan tetapi.maka benda tersebut akan dihambat geraknya oleh gaya gesekan fluida pada benda tersebut.Biasanya diterima sebagai "kekentalan". sedangkan minyak sayur memiliki viskositas tinggi.dinyatakan oleh Penurunan Rumus F = η Av/y Keterangan: η =koefisien viskositas Av = besar gaya f yang diperlukan untuk menggerakkan suatu lapisan fluida Y =letak sesuatu dari permukaan yang tidak bergerak Satuannya kg m-1 s-1 Hukum Stokes untuk Fluida Kental Viskositas dalam aliran fluida kental sama saja dengan gesekan pada gerak benda padat. atau penolakan terhadap penuangan.bila benda tersebut bergerak dengan kelajuan tertentu dalam fluida kental.Perubahan kecepatan lapisan fluida (v) dibagi jarak terjadinya perubahan (l) = v / l. Pelat yang berada di sebelah atas bisa bergerak karena ada gaya tarik (F). Besar gaya F yang diperlukan untuk menggerakkan suatu lapisan fluida dengan kelajuan tetap v untuk luas A dan letaknya pada jarak y dari suatu permukaan yang tidak bergerak.sehingga kita selalu menganggap bahwa benda yang bergerak dalam fluida ideal tidak mengalami gesekan yang disebabkan oleh fluida. v / l dikenal dengan julukan gradien kecepatan.Besar gaya gesekan fluida telah dirumuskan oleh persamaan sebagai berikut: . Air memiliki viskositas rendah. Viskositas Fluida Viskositas adalah ukuran hambatan aliran yang ditimbulkan fluida bila fuida tersebut mengalami tegangan geser. Viskositas menggambarkan penolakan dalam fluida kepada aliran dan dapat dipikir sebagai sebuah cara untuk mengukur gesekan fluida.viskositas η = 0.

yaitu gaya berat.gaya-gaya yang bekerja pada benda adalah seimbang. w = mg.volume benda V b = 4πr3 Kecepatan terminal dalam fluida kental VT = 2 r2 g ( Pb – Pf ) / 9 η .selama geraknya.pada benda tersebut bekerja tiga buah gaya.dapat diperoleh: Ff = 6πηrv Penemu hukum stokes: Pertama kali dinyatakan oleh Sir George Stokes pada tahun 1845.Seperti telah dinyatakan benda akan bergerak makin cepat sampai mencapai kecepatan terminal yang konstan. gaya ke atas yang dikerjakan fluida Ff. Penurunan rumus kecepatan terminal dalam fluida kental VT = g Vb (P b – P f ) / 6 π η r Untuk benda berbentuk bola dengan jari-jari r.Penurunan rumus hukum stokes Ff = η A v = A η v =k η v / y y Dengan memasukkan nilai k ini ke dalam Persamaandi atas.sehingga persamaan ini dikenal dengan hukum stokes Kecepatan Terminal Pada suatu benda yang jatuh bebas dalam fluida kental.Pada saat kecepatan terminal Vt tercapai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful