You are on page 1of 222

I'tiqad

Ahlussunnah

Wal-jama?h

K.H. SIRAD'UDDIN ABBAS

Penerbit PUSTAKA TARBIYAH Jakarta

KATA SITMBUTAN
Apabila sesuatu bangsa kehilangan seorang cerdik pandainya, tpalagi yang tergolong ULAM.A, tidaklah mudah walaupun setelah melalui masa yang amat panjang sekalipun, masih belum didapatkan penggantinya.

Oleh karenanya masyarakat Islam sepeninggal Ulama tersebut seolah-olah kehilangan pimpinan dan bimbingan serta ketiadaan pedoman sama sekali. Dalam konteks inilah kita berslukur kehadhirat ATLAH SWI., bahwa buku I'TIQAD AHTUSSUNNAH wal JAMAAH karangan Almarhum K.H. SERADJUDDIN ABBAS dapat dicetak ulang untuk yang ke 20 P,alinya. Buku I'tiqad Ahlussunnah wal Jamaah yang mulai ditulis oleh beliau pada

tahun 1966 dewasa ini telah beredar dibumi Nusanrara dari Sabang sampai
Darussalam dan Malaysia sewaktu tahun 1980 dan 1993, buku tersebur telah dicetak dengan ejaan Melayu dan tersebar luas di negara tersebut. Begitu pula di berbagai Perguruan Tinggi Islam Negeri maupun swasta dijadikan buku panduan unruk

Marauke, bahkan

di Negara tetangga Brunai


kesana pada

kami berkunjung

mempelajari ilmu Usuluddin. Apalagi

di Pondok

Pesantren Tarbiyah Islamiyah

seluruh Indonesia menjadi rujukan pua Santrinya.

I'TIQAD AHTUSSUNNAH WAI'JAMAAH


Pengarang : K.H. Siradiuddin Abbas Cetakan ketigaPuluh dua, Juni 2006

Almarhum K.H. SYAEFUDDIN ZUHRI Mantan Menteri Agama R.l. dalam In Memoriam beliau 40 hari wafatnya, K.H. Siradjuddin Abbas menganjurkan kepada warga N.U. untuk mempelajari dan mengamalkan buku I'tiqad Ahlussunnah wal Jamaah karangan K.H. Siradjuddin Abbas, sehingga Departemen Agama pun
memesan buku tersebut untuk dibagikan kepada Madrasah

Penerbit CV. Pustaka Tarbiyah, Jakarta jl. Tebet Barat XA, No. 28
Jakarta Selatan

di

Tanah Air.

Tidak berlebihan rasanya kami menyatakan bahwa buku-buku karangan


almarhum antara lain KEAGUNGAN MMHAB S\AFEI, EMPAT PULUH MASAIAH AGAMA-4JIIID dan lain-lain, adalah merupakan lampu terang yang menyala untuk menerangi kaum SUNNI Syafei di Indonesia. Alhamdulillah, kami berkesempatan banyak mengikuti kehidupan Abuya K.H Siradjuddin Abbas, baik beliau sebagai Ulama Besar Sunny Syafei di Indonesia maupun sebagai seorang politisi yang ikut aktif dalam gerakan mencapai KEMERDEIfiAN INDONESIA.
Antara lain yang sangat berkesan bagi kami PESAN dan VASIAI beliau sesaat

Telp. :021-8290585 Hak cipta dilindungi oleh Undang'Undang

Diluang mengutip dan/atau memperbanyak


dalam bentuk apapun, iika ddak ada izin terrulis dari ahli waris Pengarang Disain samPul : Batavia Adv. Dicetak oleh : Radar Jaya Offset, Jakarta

beliau akan meninggd dunia. Ananda Nur! COBA KUMPULKAN SEPUTUH ORANG

DAN ADA ILMU PEMUDA SEBAY{ DENGANMU, BERPENDIDIKAN AGAMA KELAS 7 UIAMA SUNI{Y UMUMNYA, UNTUK BTryA DIDIK DAN BTIYA GEMBTENG MENJADI
SYAFEI YANG PARI PURNA.

KATA PENCANTAR
DENGAN NAMA ALLAH, TUHAN YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG
BERJAYALAH SELAMANYA ITIQAD AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH SAMPAI AKHIR ZAMAN,INSYA ALLAH !

Jawabsaya:SekarangyangpentingAbuyasembuhlebihdahulu.Jangankan Abuya sehat sepuluh orang, seratuspun Insya Allah dapat saya hadirkan, semoga kembali, keluar dui NCM ini. telah Akan tetapi hal ini tidak kesampaian kuena seiam kemudian beliau sepuluh mendidik untuk niat Valaupun meninggalkan kita untuk selama-lamanya. belum terlaksana, namun saya yakin sepeninggal beliau telah lahir
orang l-e*uda

Kami persembahkan kepada Kaum MUSLIMIN INDONESIA, buku karangan ALLAH-YARHAM K.H. SIMDJUDDIN ABBAS, yang berjudul IIIIQAD AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH.
Alhamdulillah buku ini semenjak penerbitannya yang pertama pada tahun 1969 sampai pada penerbian sekarang ini, telah mendapat sambutan yang sangat luas dari Kaum MUSLIMIN di INDONESIA, semenjak dari ujung Barat sampai ke

runiLin ,.*san
SUNI.IY SYAFEI.

kaum bahkan ribuan UIAMA-ULAMAyang menegakkan panf i-panii

para Al'*rirnya sebelum memulai membaca buku ini, kami mengharapkan pahalanya yang pembacayangbudiman untuk membacakan umulAl-QuranAl'Fatihah kesalahan dan dosa oinrai^nt rn padaAlm. K.H. SirajuddinAbbas, semoga segala tempat yang mulia diberi serta beliau diampuni ALL{H SWT, dan beliau diterima

ujung Timur, maka dapatlah diambil kesimpulan, bahwa I'TIQAD AHLUSSUNNAH r0fAL JAMMH, dan berakar dalam kehidupan kaum MUSLIMIN,

disisinya. Amin!!! '{TABIIIAHITTAUFIQ


Jakarta, 17 Agustus 1995

ini telah menyeberang dengan luas sekali ke semenanjung Tanah Melayu, ke Negara BRUNEI DARUSSALAM, ke SINGAPORE dan juga ke wilayah Pathanidi Negeri SIAM atau THAIL{ND. Sesuai deng3n keinginan ALLAH YARI{AM K.H. SIMDJUDDIN ABBAS yeng wafat pade,23 MMADHAN tahun 1401 H atau tanggal 5 Agustus 1980, isi
bahkan buku
buku ini tidak satu hurufpun yang dirubah, juga MUQADDIMAH-MUQADDIMAH

H. M. NOERARRASIJLI Ex. Anggota DPR-RI

yang ditulis beliau pun tetap kami muatkan dalam penerbitan-penerbitan yang lampau, maupun yang akan datang dan seterusnya, hal ini demi untuk menj4ga keaslian buku ini.
Kepada semua pihak yang telah ikut menyebarluaskan buku ini, kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih, semoga ALLAH SWf, akan membalas jasajasa Saudara-saudara sekalian.

Mudir Madrasah TarbiYah No. 1 Candung Bukittinggi

LIMIN

Demikianlah, dan tiada lain yang kami harapkan, dari seluruh Kaum MUSPembaca buku ini, doa Anda untuk pengarang buku ini dan juga untuk kita

sekalian, dan semoga ALLAH SWL akan menerimanya dan mengpbulkannya.

AMIN YA MBBAL ALAMIN!


Jtkuta,Mei 2005
WAB

ILLAH ITTAUFI Q WALH IDAYAH PENERBIT

CV. PUSTAKA TAFSIYAH, JAKARTA

K.H. SOFYAN SIRADJUDDIN ABBAS

vl

vii

DAFTAR ISI
I{itlarnan.

Halaman.

n0.

I.

Iftterangan umum

I
.

II.

I'tiqad kaum Ahlussunnah wal Jama'ah


wal Jama'ah Oaftar ringkas i'itiqad kaum Ah'lussunnah
Sejarah ringkas Paham SYi'ah

)1
78
93

kaumAhlussunnah*zlJama,ah.... nill. Sejarah ringkas paham Wahabi nilIl. I'itiqad kaum Wahabi yang benentangan dengan i'itiqad kaum
Ahlussunnah wal Jama'ah

Fawa-fatwa lbnu Taimiyah yang bertentangan dengan fatwa-fatwa

306
31i2

m. N.
V.

X)trV.

361
381

Sejarah ringkas paham Bahaiyah

dengan i'itiqad kaum I'itiqad kaum Syi'ah yang bertentangan


Seiarah ringkas Paham Khawarii " " " dengan i'itiqad kaum kaum Khawarii yang bertentangan

uv'
124

I'itiqad kaum Bahaiyah yang bertentangan dengan i'iriqad kaum


Ahlussunnah wal Jama'ah
Sejarah ringkas paham Ahmadiyah

Ahlussunnah wal Jama'ah

U. UL UII. X.
X.

"'

t67

UU.
XXUI.

383
389

I'itiqad

I'iriqad kaum Ahmadiyah yang berrenrangan dengan i,itiqad kaum


Ahlussunnah wal

Ahlussunnah wal Jama'ah


Seiarah ringkas Paham Muriiah

t72
r82
186 190

ffi!'lll. Jadwal kesimpulan

Jama'ah

.. ....

. ......

jg3
405

dengan i'itiqad kaum I'itiqad kaum Muriiah yang bertentangan


Ahlussunnah wal Jama'ah
Sejarah ringkas paham Mu'tazilah

no(. nfr.

perbedaan i'itiqad yang sangar prinsipir antara kaum Ahlussunnah wal Jama'ah dengan nrqatr-frqan Uin Kitab-kitab penting daram ringkungan kaum Ahrussunnah
war

Jama'ah

412

)fl.

dengan i'itiqad kaum I'itiqad kaum Mu'tazilah yang bertentangan Ahlussunnah wal Jama'ah Seiuah ringkas paham Qadariyah dengan i'itiqad kaum I'itiqad kaum Qadariyah yang bertentangan Ahlussunnah wal Jama'ah
Seiarah ringkas paham Jabuiyah

Khatimah (penutup)

4t5

203

KI. )ffI. nV. XV.

)<1

26r
276

dengan i'itiqad kaum I'itiqad kaum Jabariyah yang bertentangan

Ahlussunnah wal Jama'ah

278 283

)ffI.
XW,

Seiuah ringkas paham Naiuiyah


Ahlussunnah wal Jama'ah

dengan i'itiqad kaum I'itiqad kaum Najariyah yang benentangan


Seiarah ringkas faham Musyabbihab dengan i'itiqad kaum kaum Musyabbibah yang bertentangan

285
287

)fflll.
)(D(.

I'itiqad

Ahlussunnah wal Jama'ah

289

viii

ix

j"t/

rfl'cY)tfrp'-1 'rya\JLiar,u1tft^"tLbd
t,

filteUalrJ6bJH,*6e& ,M ti t;t, a4VJr fui-+f o4g


t

Jt;c *-ta I

t,,J

6*N

FIRMAN TUHAN

aLPb^,Wo'PqH;ql,,br
lrilr
Esa,

+ L! : ylrteJrtoj Iry U;, ^Urf

\1r

ii.Jr, . F)\7)riA!

r'.,rf

y!('Ll;

6+3 t,t t;-,06p, df U bsa$l r

"Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha

tidak ada Tuhan melainkan Ia'


Yang Maha Pengasih lagi

pH,rR#[:#3:
Nabipaling al$ir yang diurus Tuhan untuk menjali sarai, pembawa untuk hamba-hambaNya yang sareh dan kabar duka
menerangi, yaitu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Dengan nama Allah yang Maha pengasih dan penyayang. Diantarkan semua puji untuk Ailah, Tuhan yang mula-mula menciptakan dan yang menghidupkan kembali sesudah mati. Tuhan yang mempef buat apa sajayang dikehendakiNya, yang besar dan ringgi, yang tunggal, Maha Esa, tiada yang menyerupai Dia, Yang mempunyai sifat-sifat kebesaran dan kemuliaan. shalawat dan saram dimohonkan unruk penghuru kita, Imam
sekalian Rasur,

Maha PenYaYang"

(Al Baqarah: 163)

un'g.rui.,
a";rhaka.

untui ummat ya'g

Rasul yang memanggil ummar ke ialan Allah dengan idzin Ttrhan aan

i.til

yrng

Juga dimohonkan sharawat dan saram yang tetap bergandengan

xl

sampai akhir zaman untuk para, sahabat dan keluarga. Nabi yang baik-baik dan yang suci bersih dari noda, yang Tuban redha kepada mereka dan mereka redha kepada Tuhan.

Akhirnya dinyatakan, bahwa cukuplah Tuhan Pelindung kita, Ia-lah Penolong

dan Pelindung yang sebaik-baikn,va.


Amma badu.
Saudara-saudara pembaca yang terhormat!

Inilah mukaddimah dari buku yang bernama 'l'itiqad Ahlussunnah wal


Jamaah".

Dalam muqaddimah

ini

akan diuraikan beberapa hal yang bertalian

dengan isi buku, dengan tujuan untuk membukakan pintu bagi pembaca dan untuk mengetahui ala kadarnyt situasi sekitar buku ini, yaitu
:

3'

1.

Dalam sejarah telah tercatat, bahwa dilingkungan masyarakat ummat Islam

dari abad-abad permulaan sampai sekarang terdapat firqah-firqah


satu sama lain.

dalam

i'itiqad yang pahamnya berbeda-beda atau bertentangan secara tajam antara

saya mengarang sebuah buku daram bahasa Indonesia huruf Latin y^ng aupii nn.n.rangkrn k.b.nrrrn paham Ahlussunnah war J.ama',ah yr"g oreh mayoriras ummar Isram Indonesia,

sungguh'sungguh kiranya

Di samping itu ditaburkan pula paham Ahmadiyah, paham Bahai yah yang berpendapat masih ada Nrni *ruJrr, Nabi Muhammad saw. dan seruruh agama harus disatukan' saking meruapJuapnya orang-orang pemuji paham syi'ah sampai adayangmenuriskan daram bukunya jumrah kaum syi,ah di atas dunia 30% (tiga puruh prosen) arri iurirr, qod ratus) iuta banyaknya (= tr.rulu" 300 juta). Angka ini sudah terang sangar keriru, karena jumrah ummar Isram di ietuiun dunia pada waktu rni tidak rebih dari 600 (enam rarus) juta orang. Kaum Sji,ah di du.nia ,.:yir"g ialing banyak 22 juta, yaitu Tjura di persi, Zt/z juta di Iraq, 5 juta di-pakisi^inii^"< 'aon yaman iuta di uou-lro^ 3,rz juta bertebar di mana-mana . Hanyasekian, tidak lebih. Bertalian dengan ini. dan itu banyak sahabat-sahab at sayameminra dengan

#; lri;;;e

di

samping

syi'ah' Mu'tazirah, Qadariyah,

trrui aiiup^ t.rrUf,an_t.:il;; prfr*

iir"ri

Ini sudah menjadi faktayang tak dapat dibantah lagi karena hal yang serupa itu sudah terjadi. Mungkin Tuhan menjadikan semuanya itu sesuai dengan hikmah-hikmah yang diketahuiNya. Firqah-firqah dalam i'itiqad itu ialah firqah-firqah Syi'ah, Khawarij, Mu'tuilah, Qadariyah, Jabariyah, Najariyah,
Musyabbihah, Bahaiyah, Ahmadiyah, Ibnu Taimiyah, Wahabiyah, dan lainlain,

lil tt
4,

il:* ;:3f
s11gat

i'ffilf'n*'t'ong'n

t^, pauiiai, nur,rryrir, Ahmadiyah dan rain-rain. aipe'tu't i'ng,n a,r'

l* r""

.qenting

dan sangat dirasakan keperluannya, demi untuk

fiilllii;,llli1,1j;1,,1***r'

ui v^:e,.n,, a^,i

unrnru,

r,u,, n,,u,ny,

samping frqah Ahlussunnah wal Jama'ah (Sunny), yaitu firqah jumhur ummat Islam yang banyak di dunia ini. Siapa yang membaca kitab-kitab Usuluddin (llmu Tauhid), terutama kitab-

di

kitab dalam bahasa 'Arab, niscaya. akan menjumpai paham firqah-firqah tersebut di atas yang satu sama lainnya bertentangan.

tidak sedalam,ilmu ulama-"fr* ef,frrrunnah ikutan saya, seperti Imam

Permintaan sahabat_s ahabat saya itu saya.perkenankan, mengarang buku ini, walaupun saya tahu'bahwa itmu ,uf,

irfr,

yaitu dengan ,orf ini

#JfrT,fr##,T;.ilf,
td*- b.sr tidak

u,,ia a Cr,,,ari, rmam *i,"i"ai",,, *.,,

2.

Valaupun ummat Islam di Indonesia sedari dulu menganut paham atau i'itiqad Ahlussunnah wal Jama'ah (Sunny), tetapi dalam waktu-waku yang akhir ini banyak pula karangan buku-buku dalarn bahasa Indonesia yang isinya berlawanan dengan paham Ahlussunnah wal Jama'ah, sehingga sampai ada yang memujimuji setinggi langit paham Syi'ah dan Mu'tazilah, dan bahkan ada pula yang taqlid tanpa reserve kepada Ibnu Taimijah yang
mengatakan bahwa Tuhan Allah duduk bersela

Di samping itu sebuah hadits Nabi Muhanunad saw. mendorong saya untuk memperkenankan permintaan

5'

di

atas Arsy.

tetapi kemudian ternyara bahwa untuk memberikan kete"angrn terperinci dari i,itiqad

i'itiqad Ahrussunnah wa''Jama'ai

kekangan api (di akhirar nanti)". Hadits ini dirawikan oreh rmam"qbu nrua dan Imam Tirmidzi. Malaud saya pada muranya hanya

1;nq :i1p, r,"r,.n;;;j",ll1J?; J'tt,lffiT,f diberikan) akan aftet<ang


m"ut;;;;;"g-

rrfrulrt-ruf,ri,

|,ii;

*;r ai*

akan menguraikan atau menerangkan

buku ini,

xii
xltr

dan kepercayaan Ahlussunnah walJama'ah itu dibutuhkan pula kupasan i'itiqad

8'

perlainannya firqah-firqah lain supaya nampak jelas perbandingannya dan "l'itiqad Ahlussunnah Xaiena ltu daiam buku ini, walaupun namanya hanya
pengaiian walJama'ah", namun akan diungkapkan dan digali iuga asal-usul dan firqah-firqah Yang lain itu. Uai ini tak apa-apa dan bahkan lebih baik, supaya ielas hitam putihnya

6.

sebagai lazimnyt dibiasakan oleh kaum hanya Ahlussunnah wal Jama'ah, saya akan berpedoman dan berlandaskan akal kepada Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad Saw', bukan kepada syari'at membentuk yang berhak manusia, karena saya berkeyakinan bahwa

sesuatu soal yang dibicarakan.

Dalam mengarang buku

ini

hidayat dan taufikNya kepada kira bersama, kepada dan kepada saudara sebagai pembaca, insya
Allah.

saya merasa bahwa.adarah suatu kewajiban mudak bagi setiap orang Islam dewasa ini, yaitu pada waktu banyaknyasimpangsiur paham dan kepercayaan dalam masyarakat, untuk mengorelai'diri masing-masing. Harus ditanyakan kepada diri sendiri, apakah yrig kita anut sekarang ada termasuk faham dan i'itiqad sebagai yang dianut Nabi dan sahabat_sahabat beliau atau ridak ? Di manakah tita nerairi iTermasuk gorongan apakah kta? Maka untuk membantu saudara-sauda ra darammengoreksi paham dan i,itiqad, bacalah buku ini dengan renang, sekali, dua kali din O.rrrr, masalah'masarah yang dibicarakan. Mudah-mudahan Tuian

prh*

prh;k ;';; rt r.r,rirhu"


" J;;;;;;;;rr"g

,rr;

dan dan Ibadat, begitu iuga dalam i'itiqad ummat Islam, hanyalah Allah Rasul, lain dari itu tidak. hal-hal Akal manusia, bagaimanapun cerdasnya tidak akan dapat meniangkau

9.

yang iauh, apalagi yang gaib-gaib apalagi akan memperkatakan syurga dan n.rik , memlerkatakan 'Arsy dan Kursi yang terlalu iauh untuk dicapai oleh
akal manusia.

salahnya.

Andai kata saudara-saudara merihat bahwa ada suaru kel:hilafan daram buku ini, saya harap disampaikan dengan surrt terufup, supaya kekhilafan itu dapat dibenarkan pada cetakan urangannya, akan tetapi yang benar-benar terang
saya

Dasu kita adalah keimanan, sekali lagi keimananl Akan tetapi kita tidak membuang 'akal begitu saja. 'Akal dipakai untuk
pembantu, untuk pembuka jalan. Adapun kata putus terletak dalam, Al Qur,an kaum dan Sunnah Rasul. Memang di sinilah perbedaan yang prinsipil antara Ahlussunnah wal Jama'ah dengan Kaum Mu'tazilah' Ikum Mu'tzilah meletak{<an 'aqal di bagian atas, tetapi kaum Ahlussunnah walJama'ah meletakkan Qur'an dan Hadits lebih tinggidan lebih menentukan' paham antara Ada orang di Indonesia yang berpendapat, bahwa perselisihan yang soal-soal mengenai tidaklah Ahlusssunnah wal Jama'ah dengan Syi'ah sama itu prinsipil, tetapi soal-soal cabang agama. Perselisihan'perselisihan

pengarang dengan surar renutup supaya diberikan 10' Baik saya terangkan bfwa sesuai dengan
Jarnaah yang

Adapun yang tidak/berum dimengerri baik juga ditanyakan kepada

p.nl.iorrnny;.'---

ini

7.

alamarhumah Ramalah, binti.Dja,i, meiinggal bermakam dekat mesjid Bengkawas,

terdahulu, yaitu syekh Abbas bin Abdur wahab bin Abdur'Hrti, yung bermakam di ladang lawas, Bukittingi, sumate ra dan untuk

paham kaum Ahrussunah war memperborehkan'hadiah pit maka paharar.ngrrr'g uutu sava hadiahkan dengan rurus ikhras ^t^':, untuk arwah

ib;

;;;-il

y"rg
saya

di mesjid frp*

ibu

outiniilg;i.

f4i

arn

saya mendoa mudah-mudahan menyampaikan sebaik-baikn _Alrah 'denjat beliau'beriau


syurga Jannarunna,im, amin, amin, ya Rabbal,alamiin!

iru ditingkatkan oreh ,tiah i<ederalat yr"g

d.ng* perselisihan antua Imam syaf i dengan Imam Hanali dalam furu' ,yrrir,. Oleh karena itu biarkan sajalah perselisihan itu, jangan dikaji-kaii juga. Pendapat ini dikemukakan mereka dalann rangka usahanya supaya orang di Indonesia jangan menganut paham Sunny lagi tetapi haruslah
menganut paham SYi'ah. antara Keterangan orang itu tidak benar, karena perselisihan paham soal'soal Ahlussunnah dan syi'ah adalah mengenai soal-soal yang prinsipil,

ya dan irgsi da.,

Rabfulakhir 1386 H
Jal<arta, Pengarang

Juni 1969

M.

K.H. Siradjuddin Abbas

pokokagama,bukansoal-soalfuru,syari'at.Didalambukuiniakandi.
bentangkan seluas'luasnya hal itu.

xiv

xv

MUQADDIMAH CETAKAN KEDUA

MUQADDIMAH CETAKAN KETIGA

1l

"l'itiqad Ahlussunnah wal Inilah Muqaddimah cetakan kedua dari buku


Jama'ah". pada tahun 1969 M' sedang cetakan Cetakan pertama buku ini berlangsung yang kedua adalah pada tahun 1971 M' masa 6 bulan sudah habis' Pada hakikatnya cetakan pemamanya dalam kesulitan'kesulitan teknis yang sukar

Alhamdulillah, inilah cetakan ketiga buku I'itiqad Ahlussunnah wal Jama'ah. Cetakan peftama berlangsung tahun 1969 M, cetakan kedua tahun I97l M, dan cetakan ketiga tahun 1977 M. Maka dengan tersebarnya ke tengah_tengah
masyarakat cetakan ketiga berarti buku

ini sudah g (delapan) tahun.

tetapi cetakan keduanya terlattat kuena


diatasi.

cetakan kesatu dan kedua masih dalam ejaanlama, tetapi cetakan ketiga ini sudah diubah dengan ejaan buu sesuai dengan perkembangan bahasa Indonesia di negeri kita.

di luar Pulau Jawa' seumpamanya Buku cetakan yang pefiama tersebar luas di Kalimanran, iuga sedikit di Jawa Barat di sumatera, di Lombok, ii sulawesi dan
daur Jawa

Timur.

Bukuinialhamdulillahmendapatsambutanbaik,khususnyadariUlama. ulamadanZu,ama-zu'ama,karenaisinyamemenuhisuatuyangkurangdalam
perbandingannya dengan paham' Ahlussunnah wal Jama,ah dan perbandingan paham lain. yang dalam bahasa Buku yang macam ini iuang dikarang sebelumnya buku yang peftama' Indonesia huruf latin. Buku ini termasuk

walapun ejunbahasanya sudah diperbaharui, tetapi isi dan nadanya retap isi buku adalah ungkapan tentang i'itiqad ummat Islam kaum Ahlussunnah wal Jamaah yang tidak berubah dan tidak akan berubah sesuai dengan tetap dan kekalnya agarna Islam dari abad ke abad sampai akhir zaman.
sebagaimana cetakan peftama juga karena banyak tetapi juga dart para ulama, para kiyai dan dan puapemimpin di seluruh persada tanah air kita yang luas ini. Toko+oko buku yang menjualnya bertebaran

perpustakaan.perpustakaankita,yaitusekitarpenerangantentangl'itiqad

Buku ini, alhamdulillah mendapat samburan baik, bukan saja dari

ral<yat

dari barat sampai ke timur dan dari utara sampai ke silatan,-yakni dari Banda Aceh sampai ke Nusa Tenggara Timur dan dari Halmahera sampai ke yogyakarta.

Cetakanyangkeduainitidakberubahduicetakanyangpertama''isinyatetap.
Hanya

di srnuoi,ii

karena kami ada tambahan, baik dalilnya atau keterangannya,

sebagai pengarang

t.ngtnggtp perlu

adanya tambahan

itu' demi

untuk

ini boleh dikatakan cetakan yang disempurnakan, karena dalam beberapa hal yangkami anggap penting ada yangditambah dari cetakan kesatu dan kedua.
cetakan ketiga
Mudah-mudahan buku ini bertambah besar faedahnya untuk Islam dan Mrtslimin, terutama Umat Islam Indonesia.

memperkokoh sesuatu yang dibicarakan'


wata'ala sebagai amal yang berfaedah baik dan pula diterima oleh Allah Subhanhu

Mudah.mudahancetakankeduainiditerimaolehmasyuakatlslamdengan

dunia-akhirat, amin.

Jakarta, L Januari 1977.

Jrkarta,Juni 1971.
Pengarang,

Pengarang,

K.H. Siradjuddin Abbas

K.H. Siradjuddin Abbas

xvl

xvii

I
KETERANGAN UMUM

l. lstllah.tstilah
Dalam memahami soal.soal i'itiqad (kepercayaan) dalam Islam lebih
baik terlebih dahulu dimaklumiistilah-istilah yang terpakai dalam lingkungan

ini. Usuluddin arrinya Pokok Agama. Ilmu Usuluddin artinya Ilmu Pokok.pokok Agama.
Di dalam llmu ushuluddin dibicarakan soal-soal I'itiqad yang menjadi pokok bagi Agama, yaitu:

a. Kepercayaan (i'tiqad) yang bertalian dengan Ketuhanan (llahiyat). b. Kepercayaan yang bertalian dengan Kenabian (Nubuwaat). c. Kepercayaan yang bertalian dengan soal-soal yang gaib (hari akhirat,
syurga, neraka, dan lain-lain).

d. Dan lain-lain

soal kepercayaan.

Tuhan karena dalam ilmu

^nt^r^nya ulama'ulama dan ahli-ahli ilmu Kalam dinamai Mutakallimuun arau Mutakallimiin.
Ada juga orang menamai Ilmu ke'Esaan Tuhan.

Ilmu Ushuluddin kadang-kadang dinamai ilmu lklam, yakni Kzlam ini banyak dibicarakan sifat-sifat Tuhan, di sifat Iklam (berkata),

ini dengan Ilmu Tauhid, yakni Ilmu

ke-Esaan Tuhan karenay^ngbanyak dibicarakan dalam ilmu ini ialah renrang

tllll

11

Aqaid' yakni ilmu i'tiqad Ada iuga yang menamainya dengan Ilmu ilmu ini ialah soal'soal i'itiqad karena yrng irnyrk dibicarakan dalam
l

rapi oleh seorang ulama ushuluddin yang besar, yaitu syeiktr Abu Hasan AIi al Asy'ari (Lahir di Basrah tahun 260 H. wafat di Basrah juga
324 H. dalam usia 54 tahun).

tahun

(kepercayaan).

ril

llmu sifat dua Di Indonesia ada orang'orang menamainya dengan yang wajib (mesti ada) pulub,karena di dalam ilmu iii dibicuakan 20 sifat
bagi Tuhan.

Karena itu ada orang yang memberi nama kepadakaum Ahlussunnah

walJarna'ab dengan kaum Asya'irab, iama' dan Asy'ari, dikaitkan kepada Imam Abu Hasan Ali At ,4,sy,ari tersebut.
" sunny

Pendeknyaperkataan'perkataanllmuUshuluddin'IlmuKalam'llmu artinya yaitu ilmu yang Tauhid, Ilmu Aqaid, tlmu Sifat Duapuluh, sama (kepercayaan tentang Ketuhanan, dibicarakan di dalamnya soal.soal i'itiqad
Kenabian, IGaktriratan).

Dalam kitab-kitab, ushuluddin biasa juga dijumpai perkataan ", kependekan Ahlussunnah wal ah, orang.orangnya
Jamr'

dinamai

"Sunniyun".

Iklaukitaberbicaratentangusul(pokok)sudahtentuadayangfuru'
(cabang).

dalam kitab "lhtihaf sadatul Muttaqin" karangan Imam Muhammad bin Muhammad al Husni uzabidi,yaitu kitab syarah dari kitab,
"lhya ulummuddin" kannganrmam Gh'gali, padajilid II, pagin a

Tersebut

yaitu:

soal'soal ibadat yang Dalam istilah keagamaan, furu' syari'at berarti puasa' zakat' haji' nikah' dikerjakan setiap hari, ulprt,ny^ sembahyang,

jual beli dan lain'lain' KesimpulannyadapatditegaskanbahwaUshuluddinialahi'itiqad.


yang lahir' i'itiqad, dan furu' syari'at ialah ibadat'ibadat

'lil$:rt5?fi6<I,jw)fu*gi6L
\s.a \ e. c|i;ttclLVoVt
futinya
:

Dalambukuiniakandikupashanyayangbertaliandengani'itiqad,
Llsbuluddin.

2. Artt Ahlussunah tVal fama'ah


lati,\hlussunnab ialth Penganut Sunnab Nabi'

Apabila disebut kaum Ahlussunnah walJamaah, maka maksudnya ialab orang'orang yang mengikut runusan (pabam) Asyat dan pabam Abu Mansur al Maturidi",
Siapa Abu Mansur al Maturidi

ini

|,rtiwalJama,ahialrhPmganuti'itiqadsebagaii,itiqadJama'ah
sababat'sahabat Nabi,

IfuumAhlussunnahwalJama,ahialahkaumyangmenganuti,itiqad
sebagaii,itiqadyangdianutolehNabiMuhammadSawdanSahabat.sahabat
beliau.
dalam, al Qur'an I'itiqad Nabi dan sahabat.sababat itu telah termaktub belum tersusun secara dan dalam Sunnah Rasul secara terpencar.pencar, dengan tetapi kemudian dikumpulkan dan dirumuskan

Abu Mansur al Maturidi adalah seorang ulama Ushuluddin juga, yang paham dan i'itiqadnya sama atau hampir sama dengan Abu Hasan Al Asy'ari. Beliau wafat di sebuah desa bernama Maturidi simarqand, diAsia
rbngah pada tahun 333 H, terkemudian 9 tahun dari Imam Abu Hasan al
Asy'ari.

rapi dan teratu! 2

sudah menjadi adat kebiasaan dalam dunia Islam, bahwa hukum. hukum ag'ma yang digali dari Qur'an dan Hadits oleh seseorang Imam, *dinamai maka hukum itu dinamai "madzhab". Hasil ijtihad Imam Hanafi

Maliki dinamai Madzhab Maliki, hasil Madzhab Hanafi, hasil ijtihad lmam ijtihad Imam Ahmad bin Syaf i dinamai Madzhab Syaf i hasil

Kesatu

ii*

Bersabda Nabi Muhammad Saw.:

pada hakikatnya se.muanya Hanbal dinamai Madzhab Hanbali, walaupun

tmam

adalahlag^m^Allahyangtermaktubsecamtersuratatautersiratdidalam al Qur'an dan Hadits. galian dari Qur'an dan Begitu juga dalam soal-soal i'itiqad' Hasil "Madzhab Asy'ari" atau Hadits ol.h t,o* Abu Hasan al Asy'ari dinamai ;frt * Asy'ari", walaupun pada hakikatnya Imam Abu Hasan al Asy'ari

WSVffi C_*gr +
\ .\

t#wrrgt,1fi c#rKtH#!gL.
ifel1
:#, iall,
.
t

Ar

:2b921 otr

r. brilt,) el;

#s &

menyiarkan' mempertahan' hanya menggali, merumuskan, menfatwakan' apa yang sudah lrrn apayang sudah ada daltm Qur'an dan Hadits iuga' beliau. Nrui uuhammad Saw. dan sahabat-sahabat

Aninya:

Jli,iriqrot

"-ot.t

'Maha bahwasanya siapa yang bidup (tama) di antaranu nkcaya akan melibat puselisiban (paban) yang banyak. (etika itu pegang tegublah sunnabku dan sunnab Khatifab Rasyidin yang diberi
btdayab.
Pegang nguhlab

5. firqah'Firqah Dalam Islam


Dalamsejarahlslamtelahtercatatadanyafirqah.firqah(golongan) lain bertentangan di lingkungan ummat Islam, yang antara satu sama diperdamaikan' apalagi untuk pahamnya secam tai:rm y^ng sulii untuk
dipersatukan.

itu dan gigittab dmgan gerabammu,' (Hadits riwayat Imam Abu Daud dll. lihat Sunan Abu Daud juzu' IV, pagina 201)

Halinisudahmenjadifaktadalamsejarahyangtidakbisadirubahlagi,

dansudahmenjadiilmupengetahuanyangtermaktubdalamkitab.kitab
ushuluddin' itgama, terutama dalam kitab'kitab Barangsiapayangmembacaktab.kitabUshuluddinakanmenjumpai

Tujuan hadits ini terang, bahwa alun ada perselisihan.perselisihan paham dalam lingkungan ummar Islam, dan bahwi Nabi Muhammad Saw. menyuruh ummat Islam ketika melihat perselisihan.perselisihan itu supaya berpegang teguh dengan sunnah Nabi dan Sunnah Khalifah Rasyidin (Saidina.saidina Abu Bakar, Umar, Utsman dan i{li Rda).

Mu'tzilah' Qadariyah' di dalamnya pert ataanlperkataan: Syi'ah, Khawarii' Bahaiyah' Mujassimah' Ahlussunnah wal Jamaah (Sunny)
Ahmadiyah, Vahabiyah dan lain'lain sebagainya'

Kedua

Jabailyah,

Nabi Muhammad SAV. bersabda:

Umat Islam, l*tususnya yang berpengetahuan juga Nabi Muhammad sAV/' sudah melihat dan membaca hal ini, karena rnengabarkan pada masa hidup beliau' Banyakterdapathadits.haditsyangbertaliandenganakanadanya dalam lingkungan ummat Islam' firqah-firqah yang birselisihan paham

xgum? tidak heran

x /.fg.$t rlt . 6 ), At otr, . r.g )4 4't4-S'e;Nt';V6li A,\ ry


r

kag.K'il{t61Alo';-:t'dV 3s;i7:;*aeKtitfrdai

Di antara hadits'hadits itu adalah

Artinya

Keempat
:

"Akan ada di tingkungan umatku 30 orang pembobong yang menda,wakan bahwa ia Nabi, saya adalab Nabi penutup, tidak ada juzu' 9 tagi Nabi sesudahku" (H. Riwayat Tirmidzi. Lihat sahih Tirmidzi
pagina 63).

Bersabda Nabi Muhammad Saw.:

{6a ;
Artinya:

Ketiga

f tl l.,t'asrti,

*; #
l

rr $ioi)t ct,
t.

+j*1, arfiA

d u o.*,

Bersabda Nabi Muhammad Saw.:

r,tt :,{ ;'\4VT$'} $-Jx1r ;gp lAY 1,F al,fr_ i';,?;r3'(i4,)zq! *1, t;pt Fls,5 ;3 Jh \i';,'H6t *:) r, !3i 6s"tsrs
'r .

'Ada dua firqab dart umatku yang pada hakikatnya mereka tidak sangkut paut dengan Islam, yaitu kaum Murji'ah dan kaum

Qadariyab" (Hadits riwayt Imam Tirmidzi. Lihat sahih Tirmidzi juzu' vllt pagina 3t6). Iftum Murji'ah dan Qadariyah tak ada hubungannya dengan Islam,
!

* t o z Att'
Artinya:

/'dt ,)t

,s,Vt

kata Nabi Muhammad SAW. Na'udzubillah

Kelima

'Akan keluar suatu kaum akhir zAmnn' oranS-orang muda "Kbairil berpaham jelek, Mereka banyak mengucapkan perkataan
Baiiyab,, (Maksudnya firman-firman Tuban yang dibawa oleh Nabi) ' Iman meieka tidak melampaui kerongkongan mereka, Mereka keluar dari agama sebagai meluncurnya anak panah dari busumya, Kalau orang' oiang ini bujumpa denganmu lawanlab mereka" (Hadits sahih riwayat Imam Bukhari. lihat Fathul Bari juzu'XV, pagina 315)'

Dan sabda Nabi:

#tv;tafr6,J*iftW

'$F-6,fqffif5,iF.i&ylij
6iFo,'^i3\{1vt#rfiq,fi Ayg,S|fi{

Nabi- sekumpulan agamt ber' fatwa-fatvta orang.ofang muda yang sok aksi mengeluarkan dasai qur'an dan hadits, tetapi keimanan mereka tipis sekali dan bahkan
Terang dalam hadits ini bahwaillanada-menurut

br&vss4t@stlrrfif*'ib
Yw,abdr;u,rrbjorr.,Mt\ii;$:&

keimanannya keluar dari dirinya secepat keluarnya anak panah dari busumya' Malaudnya ialah bahwa mereka banyak ngomong Hadits'hadits dan

tidak puasa dan Qur'an, tetapi mereka tidak beragama, tidak sembahyang, ma. tidak menjalankan tuntutan

^g

futinya:

Artinya: "Babwasanya Bani Israil telah berfirqah-firqah sebanyak 72 mittah (irqab) dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya masuk

DariHudzaifabRda',beliauberkata:BersabdaRasulullabSAW: ummat saya.ialah Bagi tiapiiap urnmat ada majusinya, dan maiusi dibadiri mengingkari takiir Kalau mereka mati iangan ;:,r"*g adalah Mereka kotou mereka sakit jangan dijenguk'

;*g

neraka kecuali satu".


Sababat-sahabat yang nendengar ucapan

i:,i*iinl*irnyo 'kelompok

mereka ke dajal. Memang Tuban berhak untuk memasukkan Daud'T Juz IV hal' 222)' ketompok ailat gln. Abu Daud, Sunan Abu

ioi

ini bertanya: ,,siapakah yang

satu itu Ya Rasulullah ?" Nabi menjawnb : "Yang satu itu ialah orang yang berpegang (beri,itiqad) sebagai peganganku (i'itiqadku) dan pegangan sababat-sahabatku"
(Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi,lihat sahih Tirmidzi juzu' x, pagina 109).

Keenam

:
:

Tersebut dalam ktab hadits

Kedelapan

Tersebut dalam kitab Thabrani, bahwa Nabi bersabda:

Artinya:

'DariAbiHurairahRda'beliauberkata'bahwaNabiMuhammad SAW,bersabda:,Telahbufirqab.firqaborangYahudiatasTlfirqabdan ummatku atas73firqab" orangNasbara sepertiuu puta din inanbrfirqah juzu' x, pagina 109)' (Hadits riwayat lmam Tirmidzi Lihtt sahih Tirmidzi Ketuiuh
:

,5, E ry)t e'ok:"5.rgJ gt r# +V,1ii j!'u I'le, ?j&lgf$, Jri t bJiSVd


.

EpF.5 +\c Jt,#t

g;i"F _r:lg

Artinya:

Nabi bersabda:

Demi htban lang tnernegang jiwa Muhanmad ditanganNya, akan berfirqab umrnatku sebanyak 73 firqah lang satu masuk syorga dan yang lain rnasuk nerakA'.
Bertanra para sababat: "siapakab firqab (yang tidak masuk neraka) itu Ya Rasulullah ?' Nabi menjawab: "Ahlussunnab wal Jama'ah'l (Hadits ini diriwayatkan

-itl+3 ?t i ,a 7, ,i,,: {rt ;L*bt A >9ry0u


6i\4illolru

t<,2( / l- | ,.t-.2? 1. ., /- -o./tr,/r, ,-'--a(3i X...t1 .! '&t63iltffi5Ay\&,eips'S;pt&ill c533

urrt 4 b) 42 ll ;:i(L(tup 6,11115: V .{l to*eq >w;y,# .,#'V t(u, Jri i&tJfrVA#j'9,6 b Jgt6vg,#i'fl6
lJ:t+r*,5

cI+ Ji
q

oleh Imam Thabrani).


Hadits yang serupa ini artinya tenebut juga dalam kitab ,i{l Milal wan Nihal" Juz I halaman 11, karangan Syahrastani (wafat: i,4g H).

Sunnah Nabi dan Sunnah Khalifah Rasyidin.

Kesembilan

7,

Mereka

Nabi Muhammad Saw. bersabda:

*hari

ini akan selalu mempertahankan kebenaran i'itiqadnya

sampai

kiamat.

Weto.*vet',gt&'!V! i
t't & u'vt

Dan sekarang, barangsiapa yang meneliti sejarah perkembangan Islam sedari abad-abad pertama, kedua dan ketiga dan sampai kepada zamankfia

gVAt o'r, . 5 ghV

p'l bV\

sekarang, apa yang dikarakan oleh Nabi Muhammad SAW. sudah nyata
kebenarannya.

ottf
Artinya
:

Tersebut dalam Kitab Bugyarul Mustarsyidin, karangan Mufti Syaikh sayid Abdumahman bin Muhammad bin Husein bin umar, yang dimasyhurkan dengan gelar Ba'Alawi, pada pagina 398, cetakan Mathba'ah Amin

dari umatku yang tetap atas--ke.lenaran kebenaran ita". (Hadits Sahih sampai hari kiamat danirrrrko tetap atas
",4kan ada segolongan 56)' ri*ayat Bu['hari, lihat Fathul Bari juzu'XVII, pagina

Abdul Majid Cairo (138 H.), bahwa 72 firqah yang sesat itu berpokok padaT firqah, yaitu

1. Kaum Syi'ah, kaum yang berlebih-lebihan memuja Saidina Ali


IQramallahu wajhahu. Mereka tidak mengakui Khalifah-k*ralifah Abu Bakar, Umar dan Utsman, Radhiyallahu'anhum. Kaum Syi'ah kemudian berpecah menjadi 22 aliran.

Melihathadits.haditsyangsahihinidapatdiambilkesimpulan: teriadi dalam SAW. mengabarkan sesuatu yang akan

LNabi

Muhammad

lingkunganumatlslamsecaramu'jizat,yaitumengabarkanhal.halyang Tuhan' tta'n tetltOi. Kabar ini tentu diterima beliau dari

2. Sesudah Nabi wafat a?'an adt perselisihan 73 ftum (i'itiqad).


t.ng.iuart an Ortit'aail dari
melewati kero ngkongannYa'

paham yang banyak' sampai zaman yang sok aksi

2. IQum Khawari yaitu kaum yang berlebih-lebihan membenci saidina Ali Kw. bahkan da di yang mengkafirkan Saidina Ali. ^n:aranylFirqah ini berfatwa bahwa orang-orang yang membuat dosa besar
menjadi kafir. Kaum Khawarij kemudian berpecah menjadi 20 aliran.

pada akhir 3. Ada segolongan orang'orang muda tetapi keimanannya tidak al

Qur'an,

3. Ikum Mu'tazilah, yaitu kaum yang berpaham bahwa Tuhan

tidak

4. [dtdua golongan yang tidak sangkut paut


Murikih dan QadariYah.

dengan Islam, yaitu kaum

mempunyai sifat, bahwa manusia membuat pekerjaannya sendiri, bahwa Tuhan tidak bisa dilihat dengan mata dalam syurga, bahwa orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan di antara dua tempat, dan mi'raj Nabi Muhammad hanya dengan ruh saja, dan lainJain

5. Ada 30 orang pembohong yang akan


orang Khawuij Yang Paling iahat'

menda'wakan bahwa

ia

Nabi,

Kaum Mu'tzilah berpecah menjadi 20 aliran.

ada lagi' Dan ada orangpadahal Nabi sesudah Nabi Muhammad tidak

4. Ikum Murji'ah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa

membuat

6.DiantarayangT3golongan(firqah.firqah)ituadasaruyangbenaqyaitu berpegang kepada golongaokaJm ehlussu"nnah *al;ama,ah yang selalu

ma'sipt (kedurhakaan) tidak memberi mudharat kalau sudah beriman, sebagai keadaannya membuat kebajikan tidak memberi manfa'at kalau
kafir.

10

11

5.

yaitu kaum yang memfawakan bahwa perbuatan Kaum Najariyah, 'adalah makhluk, yakni dijadikan Tuhan' tetapi mereka manusia
3 aliran.

4.

lttgad (Kepercayaan) pada Drasa Hrdup Nabt Muhammad sAw.

Naiariyah pecah meniadi berpendapat bahwa sifat Tuhan tidak ada. Kaum

6,

manusia Kaum Jabariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa' ,,ma;bur,,, ,rtiny. iidak berdaya *pa.ap''.lgsab atau usaba tidak ada
sama sekali. Kaum

ini hanya I aliran'

Pada masa hidup Nabi Muhammad sAw. semuanya mudah dan gampang, karena segala sesuatu dapat ditanyakan kepada beliau. sahabat-sahabat Nabi berkumpul di hadapan Nabi untuk mendengarkan wahyu llahi yang turun sewakru.waktu. Ada diantara mereka yang menuliskan wahyu itu dan ada yang menghafal
saja
:

di luar kepala.

7.

ada ke' Kaum Musyabbihah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa


berkaki' duduk serupaan Tuhan dengan manusia, umpamanya befiangan'

Tuhan berfirman, kata Nabi Muhammad SAW,, r.r

di kursi, naik tangga, turun tangga dan lainJainnya' IGum ini hanya I aliran saja.
Jadi, jumlahnya adalah
1.
:

r : i-;J r, .

it),:jn1r69iil

f L,.rAy:f,A;

Ikum

Syi'ah

22 aliran.
20 aliran. 20 aliran.

futinya:
"Dan Tuban kamu adarah ftrhanyang Esa, tiada Tuban serain Dia, yang Pengasib dan tunyayang (Al Baqarah: 163).
Para sahabat Nabi karena mereka orang hrab, sedang Qur,an (wahyu

2. I(aum Khawarij 3. Ikum Mu'tazailah

4. I(aum Muriidh
5. I(aum Naiariah

5 aliran,
3 aliran.
1 aliran. 1 aliran.

Ilahi) dalam bahasa fuab pula, dapat menangkap isi dui"arti yrng't d;ki dan ayat'ayat Qur'an itu sehingga mereka yakin batrwa Tuhan
sifatnya Pengasih dan penyayang. Mereka tidak tanya lagi.

6. Kaum Jabariah 7. Ikum MusYabihah


Jumlah

itu

nsa,

Kemudian turun lagi ayat suci

72 aliran.

n$4'i;.ni
Arrinya:

KalauditambahdenganlaliranlagidenganpahamkaumAh.
sebagai yang lussunnah wat Jama'ah maka cukuplah menjadi 73 firqah, yang diriwayatkan diterangkan oleh t',tabi Muhammad sAV. dalam hadits Imam Tirmidzi.

t s. +1. 3p,K . uA'hgg !-\:u..YJYr -iLl(fi

Demikian Kitab Bugyatul Mustarsyidin' AdapunKaumQadariyahtermasukgolongankaumMu'tazilah,kaum Syi'ah' kaum Bahaiyah dan Ahmadyah Qad'yan masuk golongan kaum dalam golongan kaum Musyabbihah dan kaum

Ibnu Taimiyah masuk

"Katakanlah (bai Mubammad): Tuhan hmggal, fuhan ternpat meninta, Ia tidak mempunyai anak, Ia tidak, ditabirhan oleh tbu-bipa dan tidak seorangpun lang rnenlerupai-Nya,,(Al Ilhlash : I - 4).

rlflahabi termasuk kaum pelalsana dari paham

lbnu Taimiyah.

t2

t3

yakin Para sahabat Nabi mendengar dan membaca ayat ini lantas (Esa) bukan dua' seyakin-yakinnya, bahwa Tuhan namanya Allah, Ia Tunggal bukan tiga. la bukan bapak, Ia bukan anak seseorang sebagai xnggap?lfr yang orang Nashara kepada Tuhan mereka, dan pula tidak seorangpun menyerupai-Nya.

tutinya

"sekalian yang ada akan renyap, yang kekar banya zat Tuhanmu, yang mempunyai kebesaran dan kemuriaan" (Ar Rahman:
26.27).

Dan lagi firman Tuhan

\\ : La:e;Jt
Artinya:

.14)t8r*;""6+gA

"Tiadasuatujugalangmenyerupai-Nya,danlamendengar,lagi melihat" (as Syura: 11)' Nabi dan sahabat-sahabat Nabi mengefti betul tujuan ayat ini, tidak me' bahwa tidak ada sesuatu juga yang menyerupai Tuhan dan Ia dan nyerupai sesuatu. Ia bersifat Mendengar dan Melihat, semuanya dilihat
didengar oleh Tuhan.

seluruhannya.

yang dalam bahasa !'rab artinya muka, tetapi sahabat-sahabat Nabi tidak repoisoal itu, karena mereka tahu bahwa yang dimaksudkan denga n"wajah,, daram ayatini ialah zat'Nya, sesuai dengan sastra Arab di *n, biu* dipakai pe*ataan yang menunjukkkan juzu' tetapi yang dimaksud adalai kulnya, yakni ke.

Yakinlah sahabat'sahabat Nabi, bahwa semuanya akan lenyap dan yang kekal hanya Tuhan yang mempunyai kebesaran dankemuliaan. Valaupun dalam ayat ini dikatakan ,,waiah,,,

Dalam ayatyang lain diterangkan pula

1
Artinya:

s.r(J, . .,t6rO"6J ilt$y

Ia tidak boleh diserupakan dengan seorang raia yang duduk di


tidak singgasana. Ia tidak boleh diserupakan dengan Malaikat, dengan Jin, boleh diserupakan dengan Kepala Negara, tidak boleh diserupakan dengan
siapa juga.
Pendeknya:

ini" (N

"Dan bahwasanya Ailah tidak berkehendak kepada sekarian aram Ankabut : 6).

rarg*
:

(Tiada yang menyerupai'Nya suatu iuga)'

Mengertilah Nabi dan sahabat-sahabat beliau bahwa Tuhan berdiri sendiri, tidak membutuhran pertolongan siapa jugapun, karena Ia paling paling kuat, paling gagah dan bisa membu at apa saja yang dikehendakiNya seorang diri, tak membutuhkan bantuan ,irprpun lugu.

\:t:t,

Dan lagi Tuhan menurunkan ayat begini

5 ;j4 ii 4 ; +tW, orptr

byw h',i

yv - T1:r^}Jt
t4

^yat umpama ada sesuatu yang tidak dipahami, sahabat.sahabat Nabi bertanya kepada Nabi, yang langsung diiawab dan diterangkan oleh Nabi arti yang hakiki dari ayatayn,t itu,sehingga tidak ada p.,
lagi.

Pendeknya tentang Ailah dan sifat-sifatNya semuanya dibentangkan dalam Qur'an pada berbagai surat dan yangberrain.iain
remparnya.

,lhihun

paham

15

dari ay?it'ayat itu. Mereka sAw, dan tidak ada perbedaan-perbedaan tafsir
bersatu. dalam Begitu iuga tentang Malaikat'malaikat' Tuhan menerangkan secukupnya sehingga tidak ada keraguan'
UmPamanYa Tuhan berfirman:

hidup Nabi Muhammad Karena iru tidak ada firqah'firqah pada masa

Dalam

^yatyang

lain dikatakan

gt

;^, 0)t

al Qur'an

ryV'{i 4V 3.#i k 5s #,5 1v:6/Jt.&t69

tutinya:

"Katahanlah (Hai Muhammad): Barangsiapa memusuhi jibril, (maka ia musub Tuhan) karena Jibrit itu menurunkan Qur'an pada hatimu dengan izin Tuban, untuk membenarkan kitab-kitab Tuhan yang terdahulu" (Al Baqarah 97).
Ketika itu tahulah sahabat-sahabat Nabi bahwa Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad sAV. oleh Tuhan dengan peranraraan Malaikat Jibril. Demikian pula tentang Rasul-rasul dlah dari dulu sampai kepada Nabi Muhammad sAV., tentang Kirab-Kitab suci seperti raurat, zabur,lnjil,

Artinya:

"DAn mengaiarkan Altab kepada Adam sekaliAn nama'nama' itu, kalau kemudian dita;lakan kepada Malaikat apa narna-nama kamu benar" (Al Baquah: 31).
sahabat-sahabat Nabi, bahwasanya

Iktika itu tahulah umat Islam


Malaikat.

dalamsyrrrgadahuluadasatumakhlukselainmanusiayangbernama
Ikadaan Malaikat diterangkan dalam ayat ini

Qur'an dan lain-lain, begitu juga tentang hari akhirat, slurga dan neraka, tentang Qadla dan Qadar Ilahi, diterangkan secukupnya dalam, al Qur'an
dan Hadits.Hadits Nabi dalam pelbagai kesempatan.
sahabat-sahabat Nabi memahamkan semu anya itu sepaham,p ahamnya

dan yakin seyakin.yakinnya.

.,
Artinya:

#'

6 g?

;6 S#

i eUn'S#{

Dan kalau umpamanya ada yang kurang jelas atau yang musykil atau sedikit perselisihan paham, lantas ditanyakan kepada Nabi, dimana Nabi menjelaskan persoalan-persoalan sebaik.baiknya sehingga tak rerjadi
perselisihan paham lagi.

.,MerekatidakmendurbakaiTuhankalaudisuruhdanmereka
mmgeriakan sekalinn suruban Tuban" (At Tahrim: 6)'

5. Perselisihan Paham Timbul sesudah Nabi tffafat


Yang teramat mulia Nabi Muhammad sA!fl. wafat tangqal 2 Rabiut Awwal tahun 11 Hijrah, bersetuju dengan 8 Juni 6jZ M. Pada hari wafat beliau sekumpulan kaum Anshar (sahabat.sahabat Nabi yang berasal dari Madinah) berkumpul di suatu Balairung yang

Ketika

itu tahulah

sahabat.sahabat Nabi, bahwa Malaikat

itu adalah

makhluq yang patuh dan taat kepada Tuhan'

I6

I7

bernama SAQIEAH BANI SAIDAH untuk mencari Khalifah (pengganti Nabi yang sudah wafa0.

Ihum Anshar ini dipimpin oleh Sa'ad bin Ubadah (lfttua kaum
Anshar dari suku Y'hura), Mendengar hal ini kaum Muhajirin (sahabat.sahabat asal dari Mek{<ah yang pindah ke Madinah) datang bersama.sama ke Balairung itu, dengan dipimpin oleh Saidina Abu Bakar Shiddiq Rda.

pula firqah Khawarij, yaitu orang-o nngyangkeluar dari saidina Mu'awiyah Rda. dan dari saidina i{li Rda. (Baca sejarah ringkas paham Khawarij dalam buku ini).
Pada permulaan abad ke II H timbul pula Kaum Mu'tazilah, yaitu kaum yang dipimpin oleh washil bin Atha' (lahir g0 H wafat 113 H) dan Umar bin Ubeid (Sflafat I4:. H.).

sesudah terjadi perdebatan yang agak sengit antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin yang seriapnya mengemukakan calon dari pihaknya, bersepakatlah mereka mengangkat Sahabat yang paling utama Saidina Abu
Bakar Shiddiq sebagai Khalifah yang pertama. hanya terjadi tntata, golongan kaum Anshar yang mengemukakan sa'ad bin ubadah sebagai calonnya dengan kaum Muhajirin yang mengemukakan Saidina Umar bin Khatab atau Saidina Abu Perdebatan ketika

ini mengeluarkan farwa yang ganjil-ganjil, yang berlainan dan berlawanan dengan i'itikad Nabi dan sahabat.sahabat
beliau.

Kaum Mu'tzilah

Di antara fatw*fatwa yang ganjil dari Ikum Mu'tazilah itu,


adanya "manzilah bainal manzilatein", yakni ada tempat tempat, ada tempat yang lain selain syurga dan neraka.

ialah

di

antara dua

itu

Bakar sebagai calon.calon khalifah Nabi'

Dalam rapat

itu tidak ada seorangpun yang

mengemukakan

Banyak lagi fatwa.fatwa kaum Mu,tzilah, umpamanya fawa yang mengatakan bahwa sifat Tuhan tidak ada, bahwa Qur'an itu makhluk, bahwa mi'raj Nabi hanya dengan ruh saja, bahwa perrimbangan akal lebih didahulukan darihadits-hadits Nabi, bahwa syurga dan neraka akan lenyap,

Saidina 'Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah pertama pengganti Nabi. Paham kaum Syi'ah belum ada ketika itu. Yang adahanya kaum Anshar dan kaum Muhajirin, tetapi ternyata bahwa perselisihan paham antara kaum Anshar

dan lain.lain fawa yang keliru.

(tebih jauh bacalah bab Mu'tzilah dalam buku ini, dimana akan
diterangkan fatwa.farwa mereka yang keliru). Kemudian timbul pula paham Qadanyah yang mengatakan bahwa perbuatan manusia diciptakan oleh manusia sendiri, tidak sangkut-paut dengan Tuhan. Hak mencipta telah diberikan Tuhan kepada manusia,
sehingga Tuhan tidak tahu dan tidak perduli lagi apayangakandibuar oleh manusia.

dan kaum Muhajirin tidak menimbulkan firqah dalam ushuluddin,


karena perselisihan pendapat sudah selesai dikala Saidina Abu Bakar sudah terangkat dan terpilih secua aklamasi (suara sepakat). Pada tahun

30 Hijriyah timbul paham Syi'ah yang diapi-apikan

oleh Abdullah bin Saba' yang beroposisi terhadap Khalifah Saidina Utsman bin Affan. Abdullah bin Saba' adalah seofang pendeta Yahudi dari Yaman yang masuk Islam. Iktika ia datmg ke Madinah tidak begitu
Khalifah dan juga dari ummat Islam yang lain. Oleh ^rgxandari karena itu ia jengkel. @aca sejafah ringkas paham Syi'ah dalam buku ini). dapat pengh Sesudah terjadi "peperangan Siffin", peperangan saudara sesama Islam, yaitu antara tentara Khalifah l{li bin Abi Thalib dengan tentara Mu'awiyah bin Abu So$an (Gubernur Syria) pada tahun 37 Hijriyah timbul

Kemudian timbul pula paham, Jabariyah yang mengatakan bahwa sekalian yang terjadi adalah dari ruhan, manusia tak punya daya apa-apa, tidak ada usaha dan tidak ada ikhtiar. Kemudian rimbul pula paham Mujassimah, yakni paham yang me. nyerupakan Tuhan dengan makhluk, punya tangan, punya kaki, duduk di atas kursi, turun dari tanggx serupa manusia, Tuhan adalah cahayaseperti lampu, dan lainlain kepercayaan.

18

t9

Kemudianlahirpulapaham.pahamyangkelirutentangtawasuldan Thaimiyah yang semuanya wasilah, rentang ziarah dan istigatsah dari Ibnu.
mengacaukan dunia Islam dan kaum Muslimin'

Ada 3 orang Khalifah Abbasiyah yairu Ma'mun bin Harun ar Rasyid (198 - 218 H), Al Mu'tashim (218 -227 H) danAl Watsiq (227.232H) adatah

Mu'tzilah atau sekurangnya penyokongpenyokong yang utama dari golongan Mu'tzilah.


Kalifah-kalifah penganut faham

pada Abad 6. Kaum Ahlussunnah Wat tama'ah llunsul ke III HiiriYah


Sebagaireaksiduifirqah-firqahyangsesattadimakapadaakhirabad

Dalam sejarah dinyatakan bahwa pada zaman itu terjadilah apa


yang dinamakan "fitnah Qur'an makhluq" yang mengorbankan beribu.ribu ulama yang tidak sepaham dengan kaum Mu'tzilah.
Pada masa Abu Hasan al Asy'ari muda remaja ulama.ulama

Mu'tzilah

kelllHijrryahtlmbullahgolonganyangbernamaKaumAhlussunnahwal
Jama,ah,yangdikepataiotetrduaorangUlamabesardalamUshuluddin, Mansur al yaitu Syeikh-Abu Hasan Ali al fuy'ari dan Syekh Abu Maturidi. PerkataanAhlussunnahwalJama,ahkadang.kadangdipendekkan safa dan kadang' menyebutnya dengan Ahlussunnah saia, atau' Sunny
guru besarnyayang kadang disebut l\sy'ari atau Asya'irah, dikaitkan kepada pertama Abu Hasan 'Ali al AsY'ari'
Sejarah ringkas guru besar ini adalah
Basyar, lshaq
:

sangat banyak di Basrah, Kufah dan Bagdad. Masa itu masa gilanggemilang bagi mereka, karena pahamnya disokong oleh pemerintahan.

Imam Abu Hasan termasuk salah seorang pemuda yang belajar kepada seorang Syekh dari Mu'tazilah, yaitu Muhammad bin Abdul Wahab al Jabai (wafat 303 H).
Pembaca jangan keliru,

ini bukan Muhammad bin Abdul

Wahab,

pembangun Madzhab Vahabi di Nejdi (1115 H

tZ06H).

Imam Abu Hasan al Asy'ari melihat, bahwa dalam paham kaum

Mu'tzilah banyak terdapat kesalahan besar, banyak yang bertentanggan


dengan i'itiqad dan kepercayaan Nabi Muhammad SAV/. dan sahabat.
sahabat beliau dan banyak yang bertentangan dengan Qur'an dan Hadits.

bin saiim, bin Isma'il, bin Abdillah, bin Musa, bin Bilal, bin Abi Burdah, bin Abi Musa al AsY'ari'

NamalengkapbeliauadalahAbuHasanNibinlsmail,binAbi

AbiMusainiseorangsahabatNabiyangterkenaldalamsejarah
Islam.

Maka karena itu beliau keluar dari golongan Mu'tzilah dan taubat kepada Tuhan atas kesalahan-kesalahannya yang lalu. Bukan saja begitu, tetapi beliau tampil kemuka di garis depan untuk melawan dan mengalahkan

tahun Abu Hasan lahir di Basrah (lraq) tahun 260H yakni 55

se-

kaum Mu'tzilah yang salah itu.


Pada suatu hari beliau naik ke sebuah mimbar di Mesjid Basrah itu dan mengucapkan pidato yang berapi.api dengan suara lantang yang didengar oleh banjak kaum Muslimin yang berkumpul di situ.

sudahmeningga|nyllmamsyafi,iRdadanmeninggaldiBasrahiugapada tahun324 H, dalam usia 64 tahun' Beliaupadamulanylada|ahmuriddaribapltifinya'SeorangUlama Mu,tzilah, dyeikh Abu Ali Muhammad bin Abdul Vahab al H), tetapi kemudian beliau taubat dan keluar Jabai (meninggal tahun 303 dari golongan Mu'tazilah itu'
Besar kaum
Pada masa

yang besar

Diantara pidato beliau

"Saudara-saudara Kaum Muslim Yang Terhormat! Siapa yang sudah mengetahui saya, baiklah, tetapi bagi yang belum mengetahui maka saya ini adalah Abu Hasan Ali al Asy'ari anak dari Isma'il

itu (abad ke III H.) banyak sekali ulama'ulama Mu'tazilah


Bagdad'

mengajar

di Basrah, Kufah dan

20

2l

bin Abi Basyar. Dulu

saya berpendapat bahwa

Qur'an itu makhluq' bahwa

Mu'tazilah yang mendasarkan pikirannya kepada aqal dan falsafah yang


berasal dariYunani dalam membicarakan Ushuluddin dan pula tidak seperti

kepala di akhirat, dan bahwasanya tuhan eilah tidak bisa dliihat dengan mata serupa dengan kaum manusia meniadikan (menciptakan) perbuatannya'

kaum Mujassimah (kaum yang menyerupakan Tuhan dengan makhluk)


yang memegang arti lahir dari Qur'an dan Hadits, sehingga sampai mengatakan bahwa Tuhan bertangan, Tuhan bermuka, Tuhan duduk duduk di atas 'arsy,

Mu'tzilah.
bahwa saya telah taubat Nah, sekarang saya nyatakan terus terang lemparkan i'itiqad Mu'tazilah itu dari paham Mu,tazilah dan sekarang saya bajunya dan ,.p.ni saya melemparkan baju "yt lni (ketika itu dibukanya untuk menolak paham Mu'tazilah dilemparkan) dan saya setiap saat siap lV halaman 67)' yang salah dan sesat itu" (Zhumrul Islam al Asy'ari beriuang Dari mulai tanggal itu Imam Abu Hasan Ali a.ngtn lisan clan tulisan, berdebat dan bertanding
melawan kaum merumuskan dan menuliskan dalam dengan kaum Mu'tzilah di mana'mana' wal Jama'ah sehingga nama hta;_kitabnya i,iriqad-i,iriqad kaum Ahlussunnah Tauhid yang dapat menundukkan beliau masyhur sebagai ,.o'ung Ulama paham Mu'tzilah yang salah itu'

dan lainJain sebagainya.

Alhamdulillah, Imam Abu Hasan al Asy'ari dapat menegakkan


paham yang kemudian dinamai "Paham Ahlussunnah wal Jama'ah, yaitu paham sebagaimana diyakini dan dii'tiqadkan oleh Nabi Besar Muhammad
SAV/. dan para Sahabat.sahabat beliau.

Mu'tziifr

Pada abad"abad berikutnya muncullah ulama-ulama besar kaum Ahlussunnah wal Jama'ah yang menyebar-luaskan pengajian.pengajian Imam Abu Hasan al Asy'ari,

di

antaranya:
365 H).

1. Imam Abu Bakar al Qaffal (wafat

dan menghancurkan

dan Hadits Beliau mengumpulkan sebaik'baiknya dari Qur'anpaham'pahamataui'itrqadNabiMuhammadSAIil'danSahabat'sahabat


Nabi, diperincinya dengan sebaik-baiknya' banyak sekali' Beliau mengarang buku'buku Ushuluddin

BerkatalmamZabidi'pengarang'KitablnihafsadatilMuttaqinsyarah IhyaUlumuddin:..ImamAsy,arimengarangsekitar200kitab''(lihatlttihat

iilid II pagina 7).


Hasan al Asy'arli' Diantara kitab-kitab karangan Imam Abu

2. Imam Abu Ishaq Al Asfaraini (wafat 411 H). 3, Imam alHrftzh al Baihaqi (wafat 458 H). 4, Imamul Haramain AlJuwaini (wafat 460 H). 5. Imam al Qasim al Qusyairi (wafat 465 H). 6, Imam al Baqilani (wafat 403 H). 7. Imam al Gazali (wafat 505 H), 8. Imam Fakhruddin ar Ru,i (wafat 606 H). 9, Imam Izuddin bin Abdussalam (wafat 660 H).
Ulama-ulama yang tersebut adalah Ulama-ulama penganut dan pendukung yang kuat dari paham Ahlussunnah wal Jama'ah yang dibentuk oleh Imam Abu Hasan Ali al Asy'ari. Kemudian dalam abad-abad seterusnya, banyak muncul Ulama-ulama Ushuluddin di seluruh dunia Islam yang menganut, mempertahankan dan menyiarkan paham Ahlussunnah walJama'ah yang dibentuk oleh Imam Abu Hasan al Asy'ari ini, di antaranya :

jilid besar' 1. Ibanah fi Ushuluddiyanah, 3


2. Maqalaatul IslamiYiin'
3. Al Mujz, 3 jilid
besar'

4. Dan lain-lain. dalam me-negakkan Keistimewaan Imam Abu Flasan al Asy'ari


pahamnyaialah,denganmengutamakan.datil-dalildariQur'andanHadits pikiran' tidak seperti kaum dan juga dengan pJrtimnanian aqal dan 22

Syeikhul Islam Syeikh Abdullah as Syarqawi (Vafat 1227

pengarang

kitab Tauhid yang dimasyhurkan dengan nama Kitab Syarqawi. 23

,it
1t

iiitll i\[11

2, Syekh Ibrahim al Bajuri (Ifafat


,,Tahqiqul Maqam
Jauharatut Tauhid".

: 1272 H.) pengarang kitab tauhid

fi

Kifayatil .{wam", dan kitab "Tuhfatul Murid ala

'4'3i$?fte#,i,IEtgtf,s6,tyet4, -

3.

AlAllamah Syeikh Muhammad Nawawi Bantan, seorang Ulama Indonesia yang mengarang kitab, Tauhid "Tijanud Darari"' (Wafat: 1315 H)' Artinya:

iU2\E o;ri)tOtlnoVl

4. Syeikh Zanal Abidin bin Muhammad al Fathani yang mengarang kitab Tauhid bernama " Aqidatun Naiiin fi Ushuliddin"' 5. Syeikh Husein bin Muhammad 6. Danlainlain.
Adapun Imam Mansur Al Maturidi, yang dianggap iuga sebagai pembangun Madzhab Ahlussunnah wal Jama'ah dalam ushuluddin nama
lengkapnya ialah Muhammad bin Muhammad bin Mahmud' al Jasar at Thalabilisi, pengarang kitab Tauhid yang terkenal "Hushunul Hamidiyah"'

Apabila disebut "Ahlussunnah walJama'ah', maka yang dimaksudhan dengan ucapan itu ialab pabam atau fatwa-fatwa yang disiarkan oleh Imam dan Abu Mansur al Maturidi (I'tihaf jilid II, halaman 6).
'Asy'ari suatu hal lagi baik juga diketahui bahwa pada umumnya dunia Islam mengangggap dalam furu' syari'at (fikih), yang benar adalah fawanya

Imam'imam Hanafi, Maliki, syaf dan Hanbali, dan dalam Ushuluddin, yang benar dan yang sesuai dengan Qur'an dan Hadits, adarah farwa kaum Ahlussunnah wal
J ama'

Beliau lahir di suatu desa di samarqand yang bernama "Maturid". Beliau meninggal di situ juga pada tahun 333 Hiiriyah, yaitu 10 tahun
sesudah wafatnya Imam Abu Hasan al Asy'ari.

ah.

Ifulau pembacaberjalan keliling dunia, dari Barat ke Timur arau dari utara ke selatan dan bertanya-tanya tentangMadzhab dalam furu' syari'at dan dalam i'itiqad di sesuatu daerah Islam, saudara-saudara akan mendapat jawaban begini:

Beliau berjasa besar dalam mengumpulkan, memperinci dan


mempertahankan i'itiqad Ahlussunnah wal Jama'ah itu, sebagai keadaannya dengan Imam Abu Hasan al AsY'ari. Makam beliau sampai sekarang diziarahi

di

Samarqand'

Dunia Islam datrulu sampai sekarang menganggap bahwa kedua


Imam ini adalah pembangun Madzhab Ahlussunnah wal Jama'ah'
i

1. Di Maroko Madzhab Maliki/Ahlussunnah 2. Di Njuair Madzhab HanafilAhlussunnah 3. Di Tunisia Madzhab HanafilAhlussunnah

wal Jama.ah.
wal lama,ah.

walJama,ah.

Berkata Sayid Murta dha az Zabidi, pengarang kitab "lttihaf Sadaatul Muffaqin", yaitu kitab yang mensyarah kitab "lhya ulumuddin", karangan
Imam Ghazali:

lll

4. Di Libya Madzhab Hanafi/Ahlussunnah wrl ltma,th. 5. Di Turki Madzhab Hanafi/Ahlussunnah wal Jama'ah. 6. Di Mesir MadzhabHanafi dan Syaf i/Ahlussunnah walJama,ah. 7. Di Iraq Madzhab Hanafi/Ahlussunnah wal Jama'ah dan sebagian
kecil Syi'ah (Najaf . Karabela).

8. Di India Madzhab Hanafi/Ahlussunnah wal Jama'ah. 9. Di Pakistan Madzhab Hanafi/Ahlussunnah walJamaahdan sebagian
24

kecil Syi'ah Isma'iliyah (Agha Khan)'

10, Di Indonesia Madzhab Syafi'TAhlussunnah wal Jama'ah' 11. Di Pilipina Madzhab Syafi'i/Ahlussunnah wal Jama'ah'
|\ 12. DiThailand Madzhab Syaf i/Ahlussunnah wal Jama'ah'

13. Di Malaysia Madzhab Syaf i/Ahlussunnah wal Jama'ah' 14, Di Somali Madzhab Syafi'i/Ahlussunnah wal Jama'ah' 15. Di Sudan Madzhab HanafiiAhlussunnah wal Jama'ah' 16, Di Negeria Madzhab Hanafi/Ahlussunnah wal Jama'ah'
17. Di Afganistan Madzhab Hanafi/Ahlussunnah wal Jama'ah' 1g. Di Libanon Madzhab Hanafi/Ahlussunnah wal Jama'ah, sebagian
Syi'ah.

tt
I'TIQAD KAUI| AHI.USSUNAII IVAI. IA}IAAH
I'itiqad (paham) Ieum Ahlussunnah walJrma'ahyang telah disusun oleh Imam Abu Hasan al Asy'ari, terbagi atas beberap a baiagirn, yaitu :
1. Tentang Ketuhanan.

\,
i,lt

19, Di Hadharamaut Madzhab Syaf i/Ahlussunnah wal Jama'ah'


\

dan 20. Di Hijaz Madzhab syafi'i dan Hanafr/Ahlussunnah wal Jama'ah sedikit HanbaliAV'ahabiyah.

2. lbntang Malaikar-malaikat. 3. Tentang Kitab.kitab Suci.

21. Di Nejdi Madzhab HanbaliAVahabiyah'


I

22. DiYaman Madzhab Zaidiyah (syi'ah),


wal Ja-ma'ah.

sebagian Syaf iyah/Ahlussunnah

4. Tentang Rasul-rasul. 5. lbntang Hari Akhirat. 6. Tentang Qadha dan Qadar.


Pembagian yang 6

23. Di Iran Syi'ah Dua Belas'

ketika ditanya oleh seseorang.

ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw

ltl

24.

daerah sovyet 90o/o dari 24.000.000 Muslim adalah Ahlussunnah wal Jama'ahAlanafi, t}o/o Syi'ah'

Di seluruh

Begini bunyi hadits itu:

25. Di Tiongkok, Hanafr/Ahlussunnah wal Jama'ah' Begitulah daftamYa Pada umumnYa' dunia pada Nampaklah bahwa sebahagian besar ummat Islam di atas paham Ahlusunnah wal zamansekarang adalah penganut dan pendukung
i

Jama'ah.

Artinya

lllll
I

ril

'Maka beritabulab hami (Hai Rasutullab) tentang Iman!', Nabi Mubammad nmjawab : Engkau mesti percaya kepada adanya Ailab, Malaikat-malaikatNya. Kitab-kitab suciNya, Rnsul-risulNya, nair,qkbirat

26

27

jelek)' dan Qadba'qadar, (nasib baik dan nasib

Firman Tuhan lagi:

(HaditsriwayatlmamMuslim.LihatSahihMuslimJuzlhalaman22)'

il

61yi*ts$5;bg^91*,_rguffiu
6&r'i,?1fi tl,9yi6{sir;aA:;(*(#+s
v
Artinya:

l.

Tentang Ketuhanan
Ia mempunyai Kio percaya seyakin-yakinnya, bahwa Tuhan itu Ada'

banyak sifat.

'iblJt

sifat Jamal Boleh dikatakan bahwa Tuhan mempunyai sekalian


(Keindahan)sifatJalal(Kebesaran)dansifatKamal(Kesempurnaan).Tetapi orang Islam yang sudah yang waiib dit.tuirui d.ngun terperinci oleh setiap baligh dan ber'aqal, adalah: 20 sifat yang waiib (mesti ada) pada Allah'
\
I

"Tiada yang berbhik bertiga melainkan Ia yang ke-empat, tiada .yang berbisik berempat melainkan Ia yang kelima, tiada yang berbisik herlima nelainkan Ia yang keenAm, tiada kurang dari itu, tiada tebib

daN itu, melainkan Ia bersama di manamereka berada,,'(Al Mujadalah;7).


Teranglah bahwa Tirhan Ada dan Ia mengetahui apa yang terjadi di langit

20sifatyangmustahil(tidakmungkinada)padaAllah.lsifatyang harus @oleh ada ' boleh ddak) pada Allah'


Adapunsifatyang20yangmestiadadanyang20mustahilpadaAllah

dan di bumi, sampai Ia mengetahui bisik-bisik hati seseorang.

itu, adalah:

2. Qidam. kalau Tuhan yang


Ttrhan bersifat Qidam, Ntinya tidak berpermulaan adaNya, mustahil Ia berpermulaan ada.Nya, karena kalau Ia berpermulaan ada.Nya maka samalah Ia dengan makhluk. Kalau Ia sama dengan makhruk maka ra

li'

l. Wujud, artinya Tuhan ada, Mustahil Ia tidak ada'


Bukti atas ldanyl Tuhan ialah adanya alam ini; menjadikanalaminitidakadatentulahalaminijugatidakakanlda,
Kitamelihatdenganmatakepalaadanyaalam'Inisuatubuktibahwa png menjadikannya ada' Yang menjadikannya itulah Tuhan'
jadi bagus kelihatannya, sudah Kalau kita melihat suatu rumah sudah ada tukang yang membuatnya' Kita barang tentu kita yakin bahwa
membuatnYa.

bukan Tuhan,
Selain daripada itu, kalau Ia berpermulaan ada-Nya maka siapakah yang

menjadikan makhluk yang rerdahulu daripada,Nya?

Dalil dari al Qur'an atas Qidam-Nya Tuhan ialah firman-Nya:

y.tin,",'tmungkinrumahituakanjadisendiritanpaldatukangyang
Firman Tuhan dalam Qur'an begini:

-N;"1$'&&gvhpri*1frts's*t6
Y,ty'l
Artinya:

rl
I

L1r,J,J(C,L-\4\b\'6'i\^1:"
Artinya:
'Amat suci Ia,

Ia ftiban yang

Esa lagi gagab. (Lz Zumat' 4)'

'la-lab (uban) yang tidak berpennulaan ada-Nya dan pula tidak berkesudahan ada-Nya, Ia-lah yang lahir wujud-Nya. Ia-lab yang tersembunyi (ZahNya) dan Ia tabu tiaptiap sesuutu,,(Al Hadid: 3).

,1,,

28

3. Baqa,
Tuhan bersifat Baqa.

ArtiBaqaialahkekalselamalamanya,mustahillaakanlenyap(habi$. Tuhantidakmungkinakanhabis,karenakalaulatidakadalagi,maka ? Tuhan kekal buat siapakah yang menjadi Tuhan sesud.ah-Nya pula slurga dan neraka selama'lamanya dan'lu akan mengekalkan
bersama Penghuni'PenghuninYa' kekal ialah Dalil dalam al Qur'an bahwa Tuhan bersifat
I

Barangsiapa yang mengatakan bahwa Tuhan duduk serupa duduk kita di atas kursi, atau turun serupa turun kita dari tangga atau mempunyai muka serupa muka kita atau mempunyai kaki serupa kaki kita, maka orang itu menentang ayat ini, dan ia menurunkan derajat Tuhan.

5. Qiyamuhu binafsibi. Tuhan Allah bersifat Qiyamubu binafsibi.


Artinya ialah, bahwa Tuhan berdiri sendiri tidak memburuhkan pertolongan

,\,
l1

^n
Artinya
:

ru."ai!

| J^:6:ttrf'ry1,,*6iig

orang lain, mustahil Ia membutuhkan pertqlongan orang lain. Kalau Ia membutuhkan pertolongan orang iain, maka la adalah lemah, tidak sempurna dan tidak berhak jadi Tuhan. Tuhan Allah kuasa, gagah, tegak berdiri sendiri, tak membutuhkan pertolongan siapapun juga.

Dalil sifat ini dalam Qur'an ialah

\i
il11
l

(Al Qashash: 88)' 'segala sesuatu akan lenyap, kecuali Zat'Nya"

4. Mukbatafatuhu Ta'ala lil Hawaditsi' Hawaditsi' Tuhan bersifat Mukhalafatubu lil


fudnya,Tuhanberlainandengansekalianmakhluk'mustahillaserupa
dengan makhluk-NYa'

1
Artinya
:

gr(-!, . 6tvl,,*":#ii'
daniyah.

r,il

"Bnbwasanya Allab tidak membutubkan makhluk" (Al Ankabut : 6).

6. Wahdaniyab.
Tuhan Allah bersifat
Wab

KalauTuhanserupadenganmakhluk,makalabukanTuhanlagi,karena itu mustahil (tidak mungkin) Ia serupa'


kebesaran' ketinggian dan Tuhan Besar, Tinggi, Agung dengan segala jua di antara makhlukyang menyerupai' keagungan'Ny^, ,ia-rt ,i"uutu keagunganNya itu' Uya aatam kebesaran, ketinggian dan

ktiWahdaniyab,

ESA.

Tuhan Allah Maha Esa, mustahil Ia berbilang @anyak). Kalau Ia banyak tentu timbul perselisihan atau perbedaan paham mereka dan ^ntar:a akan binasalah alam ini karena yang satu membawa ke hilir dan yang

Dalil sifat ini dalam Qur'an ialah:


\

li
lt
I

rr,.e,:J,
Artinya
:

.'4, g''ftl

{-,

#A

lain membawa ke mudik. Karena itu, Tuhan Maha. Esa, Maha Tunggal. Dalil sifat ini dalam Qur'an ialah:

\1Y:
Artinya
:

\i
,\l

f ,Jt riU'iNUtAyAy;
163). 31

la mendengar tapi melibat" "Tiada yang menyerupai'Nya suatu iuga

"Dan Tubanmu adalab Tuban Yang Esa, tiada Tuhan, selain Dia,
Pengasih dan Penyayang"

(N Baqarah |

(As Syura: 11)'

30

Tuhan Allah tahu seluruhnya, tahu yang telah dijadikanNya dan tahu

7. Qudtat.
Tuhan Allah bersifat Qudrat'

yang akan dijadikan.Nya, mustahil Ia tidak tahu.


Ytalau

la bodoh, tak tahu, tentulah la tak

dapat mengatur alam ini.

['rtiQudratialahltuasa,mustahillalemah(dbaif)'
maka itu bukan Tuhan'
diantaranya: Dalil sifat ini banyak dalam Qur'an'

lemah tidak akan terjadi, dan kalau Ihrau Ia lemah tentu makhruk Nya

Sekarang ternyata bahwa alam ini berjalan menurut relnya dengan teratur

rapi, yang membuktikan bahwa yang memegangnya dan yang mengatur-

nyr adalah Tuhan yang paling tahu, yang paling pandai dan yang paling
cerdik.

av,-,1 fb,
Artinya:

.Y1

i,

i* S:9.ilr5(5
Artinya: 10. Hayat,

y6\,?fJt

X)it:ehrt

kuasa" (Al Ahzab : 72)' "Dan adalab Allab atas tiap'tiap suatu

"DAn IA (Tuban) mengetabui segala sesunttt" (Al Baqarah: 29),

8. Iradah.
Tnhan Allah bersifat lradab'

Tuhan Allah bersifat dengan Hayat.

Iradabartinya menetapkan sesuatu

kehendak'Nya' mustahil Ia lain mustahil Ia dipalsa oleh kekuatan tidak menuru, r..r,..r,olt+lyr dan untuk melakukan sesuatu' Ia suatu maka Iabukan lagi Tuhan' karena Kalau Ia dipalsa kekuatan lain,

Arti Hayat ialah Hidup, mustahil Ia mati. I9lau Ia mati niscaya akan berantakan alam ini karena tidak ada yang mengemudikan lagi. Karena itu mustahil Ia mati.
Sebuah mobil yang sedang berjalan kalau sopirnya menganruk saja akan

melult

terjunlah mobil itu ke jurang, apalag kalau sopirnya mati.


Alam yang luas ini, matahari dan bulan, planet-planetyang berjalan di

yang lemah'

Dalil sifat ini dalam al Qur'an, adalah

1Ar
Artinya
:

r.

j\&s"vvfufhl
la
mau dan yang

ruang angkasa, kalau tidak ada Tuhan yang mengaturnya niscaya akan tabrakan dan akan hancur luluhlah kita semuanya. Dalam Qur'an diterangkan:

Yoo

,,Dan Tuhanmu menjadikan apa yang bendaki" (Qashash : 68)'

la

ke' Artinya
:

' e*Jl

'i*i'A#l{rir{'.i,r

9.Ilmu
Tuhan bersifat dengan ilmu' Arti ilmu ialah berPengetahuan'

"Tiada Tuhan selain Ia, yang hidup dan tegak" (NBaqarah: 255).

32

JJ

ll.

Dan lagi firman.Nya: Sama'.

Samt' artinYa mendengar.


mendengar' mustahil Ia tuli. Tuhan Allah mempunyai sifat s(una,, yaitu 'lidak masuk akal kalau Tuhan mempunyai Ti.rli adalah sifat kekurangan.

L-{-rlr!st;l.ieAh'g{i:r'or4;n
Artinya:
"Apahab mereka menyangka babwa Kami tidak mendengar rabasia

sifat kelnrrangan.

^-..ijrt.5K
sekalian

lr

JadiRajasaiatidakmungkinorangtuli,apalagijadiTuhan.Tuhanmelihat

dan bisik mereha. Ia, dan pula Rasul-Rasul Kami (Maraihahmalalkah


Nya) menuliskan pula". (Az Zulhruf: 80).

ian

sesuatu yang tersembunyi bagi'Nya'

semuany4 tidak ada mengetahui, meliha-t semuanya dan mengetahui Karena iru jangan membuat dosa

umufn, karena Tuhan terhadap.Nyi, baik sendirinipilagi di hadapan melihat dan mendengar semuanya itu'
Firman.Nya, mengatakan:

Di samping Tuhan mendengar dan melihat gerak gerik dari

pekerjaan manusia, juga Tuhan mengirim pula dua orang malaikat.Nya, (Kiraman Katibin) untuk menuliskan amal pekerjaan manusia itu.

$,.r]r$f
Artinya
i

.'Art*V;

13. Kalan
Tuhan mempunyai sifat Kalam.

/,rti Kalam ialah berkata, mustahil Ia bisu. Ihlau Tuhan bisu tentu ratakdapat memerintah dengan baik. Tuhan mempunyai siht berkata. sifat'sifat ini, termasuk sifat lklam, adalah sifat-sifat yangqadimyang berdiri atas Zat yang qadim, yaitu Zat lirhan. Qur'an itu adalah sifatAllah yang qadim, bukan hadits, bukan makhluk, bukan ciptaan sebagai paham kaum Mu'tzilah. Adapun yang tertulis dan dibaca yang tedetak di atas Mashha{ maka itu adalah gambaran dari Qur'an yang qadim itu. Kita tidak boleh
mengatakan Qur'an itu makhluk, walaupun yang dimaksud perkataan
yang tertulis di atas mashhaf itu, karena perkataan itu adalah gambaran

'Dan Ia nendengar tagi melihat'" (as Syura: 11)' 12.Bashar


mustahil Ia buta' Tuhan Allah bersifat dengan Basbar aninya melihat, sifat kekurangan' Buta adalah sifat kekurangan, amat suci Tuhan dari

I0lau Ia buta tennr kacau segala macam urusan'Nya'


Firman-NYa:

,r,c.,Pt.ttg;jitUlht
Artinya:

darikata Allah yang qadim. Dalil bahasa Tuhan mempunyai sifat l0lam adalah:

11!:.tJ|
mendengar tagi melibAt" (as Syura: 11)'
Artinya;

'Dan Ia

.vya;;;i,.{s

.Dan
Nisa':163).

berkata-hata Tuban dengan Musa sebenar berkata-kat," (l,n

34

18, Kaunuhu Sami'an.

14. Kaunubu Qadiran'


Tuhan bersifat dengan Kaunuhu Qadiran' mustahil Ia dalam keadaan Artinya tetap selalu ialam keadaan Lerkuasa' lemah.

Tuhan Allah bersifat Kaunuhu Sami'an.

Artinya, Tuhan tetap selalu dalam keadaan mendengar, mustahil Ia dalam keadaan tuli.
Oleh karena Tuhan mempunyai sifat sama, maka Ia selalu dalam keadaan mendengar.

olehkarenaTuhanmempunyaisifatQudrat,makalatetapselaludalam

kbadaanberkuasa'takpernahberhentisekejapmatapula'Dalilnya
sama dengan sifat Qudrat tadi'
19.

Dalilnya sama dengan dalil sifat sama'.

Kaunubu Bashiran.
Tuhan Allah bersifat Kaunuhu Bashiran.

15. Kaunuhu Muridan'


Tuhan bersifat Kaunubu Muridan' menghendaki' mustahil Ia dalam Artinya tetap selalu dalam keadaan

Artinya Tuhan tetap selalu dalam keadaan melihat, mustahil Ia dalam


keadaan buta.
Karena Tuhan mempunyai sifat Bashar mal,ala selalu dalam keadaan

maka Ia tetap selalu dalam oleh karena Tut rn ir.*punyai sifat Iradah,
keadaan menghendaki' Dalilnya sama dengan dalil sifat lradah'

keadaan tidak menghendaki'

melihat. Dalilnya sama dengan dalil sifat Bashar.

20. Kaunubu Mutakalllman.


Tuhan bersifat Kaunubu Mut akalliman.

16. Kaunuhu'Aaliman'
Tuhan Allah bersifat Kaunubu Aaliman' tahu' mustahil Ia dalam keadaan Artinya tetap selalu dalam keadaan

Artinya Tuhan tetap selalu dalam keadaan berkata, mustahil Ia bisu. Oleh karena Ia mempunyai sifat kalam, maka Ia tetap selalu dalam
keadaan berkata.

tidak mengetahui'

Dalilnya sama dengan dalil sifat Kalam.

olehkarenaTuhanmempunyaisifatllmu,makalatetapselaludalam keadaan berilmu' Dalilnya sama dengan dalil sifat ilmu' 17. Kaunuhu HaYYan'
Tuhan Allah bersifat Kaunuhu Hayyan'

Inilah yang dinamakan oleh kaum Ahlussunnah wal Jama'ah


dengan sifat Tuhan yang dua puluh yang wajib diketahui dan dryakini
seyakin-yakinnya oleh setiap orang Muslim yang balig.beraqal.

Artinya Tuhan tetaf


mati.

keadaan keadaan hidup' mustahil Ia dalam

'eUtu

Kalau sudah diyakini sifat yang 20 yang mesti ada pada Tuhan, dengan sendirinya kita mengetahui 20 sifat yang mustahil (tidak mungkin ada) pada Tuhan, yaiftr lawan dari dua puluh sifat tadi. Dengan mengetahui yang 20 wajib dan dua puluh yang mustahil maka kita sudah membayarkan yang bertalian dengan I'itiqad tentang Iktuhanan. Tinggal satu lagi, yaitu yang "harus" bagi Tuhan. Arti harus di sini lalah boleh Ia kerjakan dan boleh tidak. 37

Hayat' makt la selalu dalam Oleh karena Tuhan mempunyai sifat


keadaan hiduP' Dalilnya sama dengan dalil sifat hayat'

36

pula tidak memTuhan Allah harus (boleh membuat dan boleh Tuhan tidak dipaksa perbuat) sekalian pekeriaan yang mungkin diadakan' untuk membuat atau untuk tidak membuat'
Tuhan berfirman menyatakan sifat

ini

t - ^ .,

r,,bJ, -'5'.:+l;t::t 6$ 13*ffi-$t

:rp' &q1 "g o. o\ o\


J{1Y,H'
l"/l

Artinya:

kalau Ia "Kalau Ia, mengbendaki ta boleh mengasibi kamu dan (Al Isra : 54)' mengbendaki Ia botei pula mengbukum kumu" Demikian20sifatyangwajib,20sifatyangmustahildanlsifatyang mendalam Tuhan ,.*.rr, ,1,'n' ytng wajib diketahui secara bagi harus
mempunyai aqal' oleh setiap insan muslim yang sudah baligh dan

4' q' L #' 4' +:'tA,q'nf, M,


q#' q9' q.*'
L,#, tq,'e'

4 L'tj,'5,1, h6,,4 +!J, ' - t1 lo- il, Ll


tA.
Lv

#' '"4';r-r+\3'p.dthdi;#\yi*tf.g1'tj[
vl -'v,r

orangyangtidakmengetahuisecaramendalamsifat.sifatini,niscaya
hal'hal yang bertalian dengan ia tidak akan mengerti dan tidak akan yakin Tuhan atau Ketuhanan Yang Maha Esa' Nama'nama itu Adapun nama'nama Tuhan adalah 99 banyaknya' sAlilfl., sebagai tersebut dalam sudah diterangkan oleh Nabi Muhanunad hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi' yaitu:

i+ at.v s
'!,r'.ii

6'3]t y-

*^rF A,\3 fi3v 3v ei^ 4e

LY
Artinya:

-yv ' l.-Jt


SAW,:

iitZJ, SWi'ggi@ U3
-?

Dari Abi Hurairah beliau berkata: Bersabda Rnsulullah

r'.*tf { F!' t ';A, W$9 /^v U!,|ry,,jj'A' 4' -l L Y ,"/. l.t. ..t, .tt, I **1,;W,3rorfi i-al ,$,Lc,jl.,'d9t'#,:V,i, /'\r\.1
aa

"Babwasanya Tuban Allah mempunyai 99 nama; barangsiapa mengbafal sernuanya akan dimasukkan ke dalam syurga, 1. Allab (Tuban); 2. Ar

;rJt'$,,FYt t.larft .I,.9' (ril 4r?''P{'fr &;1iH' CH' aH',3p, q'J


3'
'

\\

r1

\o

\t

\Y

\Y

Rabman (Pengasib); 3. Ar Rahiim (Penyayan|; 4. Al Malik (Pemilik sernua yang ada); 5. Al Quddus (Bersih suci tak bercacat); 6. As, Salam (Penyelamat); 7. N Mu'min (Pemberi keamanan bagi bambanya); L AI Muhaimin (Yang menyatakan diri-Nya Esa;. 9. Al Aziz (Gagab tak terkalabkan); 10. AlJabbar ((uat danGagah); 11. NMutakabbir (Besar-gagab); 12. Al Khalih (Pencipta makhluk); 13, Al Bari (Pembikin makbluk);

38

'rL

14. Al Musb

1i.

ti ipn*uiri 'rri,ta,eala);'21. Al

it

(Pengampun dosa) ; awwir (Pembentuk mahbluk) ; 1 5' Al G affar (Pemberi); 18' Ar Razaq g,obnar $agah perkasa); 17' Al Wahhab Al Alim (Tahu et patalt (pembuka pintu rahmat); 20. rezkL);

siapa yang patut dihukum); 82.

Al Afuwu

(Yang memberi maaf siapa

Qabidb' Qenabai); 24. Ar Rafi'i (Yang aingoi mudab); 23 N Khafidb (ang me.nurunkan); kenuliaan) ; 26, Al Mudzil (Yang *eigangkat) ; 2 5. AI Mu, iz lyang memi eri memberikebinaan);27,AISami'i(Yangmendengar);28'AlBasb-ir..ffang Al Adi (Adit); 31' Al Latbif .(haluq; m,elihat); 29.N Haikam (Biiaksana); 30' AI Halim At Khabir (Yang mengetabui yang t,ersernbunyi); 33' 32. "(penytantun); Gafur (Pengampun); 36. As 34" Al-ndzii 6esar)i 35. Al ';;ri". 3s' Al Kabiir (Besar)l9' ni

22' At Basitb (Pemberi rezki

yxng patut dima'afkan); 83. tu Rauf (Besar kasih sayang-Nya); 84. Al Malikulmulki (Raja sekelian nja);85, Dzul Jalali wal ikam (Mempunyai kcbesaran dan kemuliaan); 86. Al Muqsith (Yang memperhatikan orang
Gani lcraniaya); 87. AlJami'i (Penghimpun makhlukharikiamat); 88. (Yang Kaya raya); 89. Al Mughnilu (Yang mengayakan); 90. Al Mani'i (Yang

Al

rnelarang); 91. Ad Dharru (Yang memberi mudharat);92.

Nafi' (Banyak

upah);37' makanan) ; 41' Al Hasib (Penghi' Hafidz (Pemelibara); +Oi'- NMuqiit (Pemberi Al Karim (Yang mulia);44' At tung);. 42. NJalil (Bersifat kebesaian;; 43' Mujh (Yang memperkenankan doa); Raqib (Yang mengamat'am ati);' 45'Al pintar); 48' Al Wadud luas llmu'Nya); 47' Al Hakim (Yang
46. Al \[asi'i (Vang

geiuui

tt &nsl;

rnemberi manfaat); 93. An Nur (Pemberi cahaya); 94. N Hadi (Pemberi pctunjuk); 95. Al Badi'i (Yang mengadakan sesuatu); 96. Al Baqi (Yang kekal sclamaJamanya);97. Al Sflarits (Yang kekal sesudah semuanya habis); 98. Ar Itasyid (Yang cerdik-cendeha); 99. As Shabur (Penyantun, tak terburuhuru), (Hadits riwayat Imam Tirmidzi,lihat Kitab Shahih Tirmidzi juzu'KII
Iralaman 37

42).

Inilah nama-nama Tuhan yang 99 itu.


Nama-nama Tuhan tidak boleh dibuat-buat atau diada-adakan oleh
rnanusia, tetapiharus yang diterangkan oleh Nabi. Begitulah menurut paham

m;"i' li.,tt syatriO'(Yang

@enyayang;;'4g.nuaiid(Yangpalingmulil);50'AlBa'its(Yangmembang' (Yang menghadiri seluruhnya); 52' Al Haqqu


Q aan h amba'Nya) ; ir^,p iaq,5 3 .,{ vrakil I Yarig me n gurus .n-9tp Vali (Yang meniaga llkhluk); 57 6u*), li. et Uatiin 6utut*uaq' lA' (Yang menghitung); 59 Al Mubdi Al Hamid (Yang dipuia); 58' Al Muhshi
5

4'.Al

awi

ktum Ahlussunnah wal Jama'ah,'


Karena itu Tuhan tidak boleh diberi nama, umpamanya dengan "Aqil"

(Yang ber'aqal) atau "Syahin Syah" (Raja sekalian Raja) atau lain-lain.

(Yang mematikan); 63' Al Hayu l,futtyt (Yang menghidupkan); 62' Al Mumit (Yang tegak); 65' Al Wajib (Yang memberi iYt"g ftiO"p); 64. vahid.(Tunggal;' Al Maiid (vtng Uttut ttalaan'Nya); 67' Al

(Yangmenciptakan);'e'O"nMu'id(Yangmenghidupkankembali);61'Al

NQt**

2. Tentang Malaihat
Ummat Islam kaum Ahlussunnah wal Jama'ah mempercayai bahwa rda suatu makhluk halus, yang dijadikan dari nur (cahaya), bernama Malaikat.
Bagaimana hakikat tubuh dari Malaikat-malaikat

sesuatu);. 66.

Al Qadir (yang Kuasa)' 19 I'luqtadir 68. Al Shamad (yang dituiui; 6g. Al Muakhiru H"Uuqaddimu (Yang mendahulukan); 72' iY^ng furrrl; Zi' qadim tak berpermulmn);74. *."g;mudiankan)i73. Al Awwal ivang NZhahit (Yang memperlihatkan Al Akhir (Yang baqa s.lata'latanyt);75' 76' N Bathin (Yang tersembunuyi

itu

hanya Tuhan

i;d

yang lebih tahu, kita serahkan kepada Tuhan, karena kita tidak diwajibkan

untuk mengetahuinya.
Yang wajib kita ketahui dan kita yakini ialah:

wujudNya dengan tanda'tanda'Nya); (Yang t;Ny.)' ZZ' et wati (Yang menguasai seluruhnya); 78' Al Mutaali Buru (Yang banyak kebaikan' bersih dari sekalian ,ifrt rcLttn gan);'79'Al
Al Muntaqinz (Yang menghukum Nya) 80 Al Tawab (Penerima taubag; 81'

l. Malaikat itu banyaknya tidak terhitung, Setiap malaikat mempunyai tugas


masing-masing dari Tuhan. Mereka ta perintah yang diberikan kepada mereka.

kepada Tuhan atas sekalian

40

4t

Dalam hal ini Tuhan menyatakan dalam Qur'an:

mengikuti manusia. Malaikat Raqib dan Atid

itu

banyak, mereka

bertugas menurutkan manusia masing-masing berdua dan berganti


siang malam. Jadi, nama Raqib dan Atid adalah gelaran bagi Malaikat-

1,#, 6ij6yswsieVns6S
Artinya: ffiengeriakan apa yang diperintahkan sekalian perintab-Nya, mereka tetap

malaikat yang bertugas mencatat dosa dan pahala setiap orang. Catatan ini nanti di akhirat akan dikemukakan ketika menimbang dosa dan pahala, sehingga tak suatupun pekerjaan manusia yang

"Malaikat'malaikatitutakpemabmendurbakaiTubandalam

hilang, semuanya tercatat di dalamnya.


l.

Malaikat Malik, yairu Malaikat yang bertugas menjaga Neraka jahanam,

kepada rnereka" (At Tahrim: 6)'


akan makhluk Tuhan yang halus, yang taat mengerf Jadi Malaikat itu adalah

yang juga dinamakan Malaikat Zabzniyah.


t.

selalu kebalikan dari Iblis dan Syaitan yang f.rintuf,'p.rintah lirhan, durhakr kePada, Tuhan' kadang'kadang ia bisa Walaupun Malaikat itu maktrluk halus, tetapi

Malaikat Ridhwan yang bertugas menjaga syurga.

denganizinTuhan-merupakandirinyaserupamanusiadanlain-lain.
2.Kta'ummatlslamhanya,diwajibkanmengetahuil0orangMalaikatyang yaitu: uama, yang mempunyai tugas masing'masing' Nabi'nabi dan tugasnya pengantar wahl'u kepada Malaikat

Inilah 10 orang Malaikatyxng wajib kita ketahui secara terperinci. Adapun malaikat-malaikatyang banyak lainnya cukuplah kalau kita yakini h:rlrwa fia Malail<at, sebangsa makhluk yung ta t kepada Tuhan dan yang
nrcngerjakan perintah-perintah yang diberikan Tuhan kepada mereka.
Ayat-ayat suci dalam Al Qur'an dan Hadits-hadis Nabi yang menyatakan

hal-ihwal Malaikat-malaikat ini banyak sekali,

di

antararnya kami catatkan di

a.

Jibril,

SAW' Rasul'rasul, ktrususnya kepada Nabi Muhammad

blwah ini

Firman Tuhan

b.MalaikatMikail,Ngasnyadalamsoal'soalkeseiahteraanummat'

angin' soal'soal tanah dan umpamanya mengantar huian, mengantar soal'soal kesuburan'kesuburan lainnya'

'4{;t)\ti'rtOYU J 3t5J?*;^'^ujn;"9j; 9JF-iJ-*5*it:t&tr^;a1k,i&!;


t' ) l a

c.Malaikatlsrafil,rugasnyadalamsoal'soalakhirat'umpamanyameniup

meniup terompet tanda terompet lSangk"akata; tanda kiyamat' lain'lain sebagainya' bangun kembali di padang mahsyar dan
membawa nyawa itu kemana mestinya'

\xze

)t.il&kit

nyawa setiap makhluk dan d. Malaikat lzra'il, tugasnya untuk mencabut

Aninya:

yaitu Malaikat.malaikat yang e.f. Malaikat.malaikat Munkar dan Nakir, kubur' untuk menanyai orang yang telah mati di
ditugaskan

'Barangsiapa yang bermusuban dengan Allab, MalaikatmalaikatNya, Rasul-rasulNya, Jibril, Mikail, maka (orang itu kafir) hahwasanya Allah musuh pula bagi orang katir itu" (N Baqarah: 98)
Teranglah dalam ayat ini, bahwasanya kita orang mu'min wajib percaya

menuliskan amal g-h. Malaikat'malaikat Rakib dan Atid' tugasnya


pekerjaanmanusiasehui.hari.PekerjaanyangbaikdicatatolehMalaikat

dan tidak boleh bermusuhan dengan Allah, dengan Malaikat-malaikat-Nya, dengan Rasul-rasul-Nya, dengan Malaikat Jibril dan dengan Mikail. Orang yang memusuhi semuanya ina adalah kafir dan Allah memusuhi pula orang

Raqibdanyo,,g-bu,ul.dicatatolehMalaikatAtid.Keduanyaselalu

42

43

yang kafir itu. dan Mikail itu Jadi, kita wajib percaya bahwa malaikat-malaikat Jibril ada, sesuai dengan petuniuk ayat ini.

Mcngenai Malaikat-maut dikatakan oleh Tuhan dalam firmanNya:

Firman Tuhan lagi:

-6*;:8;Jfi,fr'Sj l,+.rt,ly,f;;iS
ll
r

6-u,,Jt

*x:],Wo*#*r**'Ru
Artinya:

Artinya:

"Katakanlah (Hai Muhammad!) Yang mematikan kamu adalab nalaihat-maut yang diwakilkan untuk urusan kamu, kemudian kamu

"Dan ditiuplah terompet (sangkakala), lantas mati orang-orang kecuali yang dikebendaki tuban tidak akan yang -*ati, di tangit din di bumi, *aki ditiup pula terompet lain, tiba+iba sernuanya bangun dari kubur dan melihat" (Az Zumur: 68)'
Dalam Hadits Nabi menerangkan
:

lada

Tuban-mu akan kembali", (As Sajadah: 11).


Terang dalamayat ini bahwa yang menarik jiwa kira dari tubuh ketika

,rkln berpulang ke rahmatullah adalah Malaikat.maut yang ditugaskan oleh 'l[rhan mengurus pekerjaan itu.
Tentang malaikat Raqib dan Atid diterangkan Tuhan dalam ayat

.)At,lr6Vn,:F;*h(e36
fV'go\olr)
Artinya:

Arlinya

\^s,5.a&;rit4jew

"Tiada suatu perkataan yang dilafazbkan, melainkan semuanya dlcatat oleb Malaikat Raqib dan Atid" (Q ; 18).
Banyak lagi tyat-ayat Qur'an yang lain, yang dapat dijadikan sumber llmu pengetahuan kita tentang Malaikat.malaikat yang mengabdikan diri

"Berkata Nabi Mubammad SAW,: Malaikat terornpet. (H. Riwayat Imam Ahmad dan Hakim).

lvafil itu tukang tiup

kcpada Tuhan yang selalu patuh dan menurut sekalian perintah yang tllpikulkan Tuhan kepadanya.
Ummat Islam wajib yakin seyakin.yakinnya, bahwa Malaikat,malaikat

Di dalam Tafsir Qurthubi tersebut:

rLllJ ri*t; -ia'g tll;ffefrW YWlagffie*'iYir#.', up) 7 /,1r1t!..z


2

Itu

ada.

1.gc\

11 zu t,Wvl6, e.,*/

Janganlah terpedaya pada omongan orang-orang "modern" yarng mengatakan bahwa Malaikat-malaikat itu tidak ada, karena ilmunya tidak
sampai untuk mendapatkannya. Sehubungan dengan Malaikat yang mempunyai tubuh halus ini, kita

Artinya

Dan ummat sepakat bahwa yang meniup sangkakala itu ialab Malaikat krafil Alaibissalam (Qurthubi Juz VII, hal' 20)'
44

ummat Islam wajib pula mempercayiladanyaJin, suatu makhluk-halus yang

dijadikan Tuhan. Bahkan di dalam al Qur'an ada satu surat yang dinamai

45

(suratJin,,,
Jin.

yang bertalian dengan di mana diksahkan di dalamnya hal'ihwal

Artinya:

makhluk halus yang dijadikan Tuhan dari api, Jin, itu adalah sebangsa sebagai halnya manusia dijadikan dari tanah' mereka bisa merupakan Mereka bernrbuh halus, tidak bisa dilihat, tetapi

"I)iAntnra kami ada yang saleh dan diantara kami ada pula yang hukun begitu, kami menempuh jalan yang berlain-lain" (NJin : 11)"

kllir

ranglah bahwa di antara Jin itu ada yang mu'min dan adapula yang kepada Tuhan, serupa keadaannya dengan manusia.
Te

diri dengan bermacam-macam ruPa'

Sehubungan dengan makhluk halus ini, kaum Ahlussunnah walJama'ah

Jin

yang beriman sama dengan manusia, ada cli antara mereka


SAIilfl.
:

nr('mpercayai

pula adanya suatu makhluk yang bernama iblis dan yang

Irt'rnama syaitan.

kepadaNabiMuhammadSAW.danadapulayangkafir'yangtidakmengakui
Nabi Muhammad

Iblis selalu menggoda manusia supaya berbuat kejahatan, menggoda


$upaya manusia durhaka kepadaAllah, durhaka kepada ibu-bapa dan menjadi

jin yaitu Tuhan menyatakan keiadian manusia dan

l)cngacau dalam masyarakat.


Syaitan (setan) lebih jahat dari iblis, karena itu Tuhan selalu menluruh

'M

; bir:tr,v, J6+ J, y v - y r, f.J, . ?r&\y,yk

66y$'tij el&
berasal dari api, sesuai

kitr agar berlindung kepada Tuhan dari


Tuhan berfirman
:

bahaya-bahaya syaitan terkutuk.

Artirrya:

.1$ll.rrJar:i6):*,1^i,:;6.$gsrsrtptsu
1Ar:.[;Jt
Artinya:

liat "DAn sesungguhnya Kami jadikan manusia itu dari tanab Kami Dan Jin yang kering dan dari lumpur hitam sampai berbentuk' "ladikan 26 - 27). (Al Hi': seielumnya dari api yang sangat pAnAs"
kita mempercayai Kita ummat Islam yakin kebenaran Qur'an ini dan
il

bahwasanya manusia beiasal dari tanah dan

iin

kepada Allah daN syaitan yang terkutuk'

"Apabila engkau bendak membaca Qur'an, mobonlah perlindungan (kt Nahl: 98).

dengan bunYi aYat ini.


11r

Dan lagi firman Tuhan:

Kitarnenolaksekeras.kerasnya'teoriDarwinatauDarwinismeyang orang hutan' mengatakan bahwa asal manusia dari monyet, dari
Kirab suci Al Qur'an menolak teori Darwin ini sekuat'kuatnya' Di samping itu Tuhan menerangkan dalam al Qur'an' ketika
yaitu: menceriterakan iin'jin yang mendengar Qur'an,

,;gfeltly|k:;G,6'jttK'0UA,'dy
',')LiJt.JE;rt-ul-a6
Artinya:

il

rrrpp .t3&3yK,$t6rl,q6ltat$Gi5
46

"Babwasanya syetan itu musubmu, maka ambillab ia menjadi ntusub selalu, ia hanya menyurub golongannya supayt masuk nerak6"

(ltathir: 6). 47

{\'

Dalam al Qur'an banyak sekali ayat-ayat yang bertalian dengan syaitan ini, yaitu ayatptda surat- surat:An Nahl ,63; ilAnfaal:48; Al An'am: 1.12; Az Zukhrufi 36; Al Hasyar: 16; Al Fathir: 6; Al Aaraf :271; N
lsra' :64;An Nisa': 117; Al Baqarah :268; NAn'am: L42; An Nur: 2l;Yasin: 62; Ibrahim: 22; N Hraf;201; Al Lraf:22, dan lainlain.
Kesimpulannya kita ummat Islam kaum Ahlussunnah wal Jama'ah, wajib percaya bahwa ada makhluk halus yang bernama syaitan dan iblis yang

berita gembira dan mery)ampaikan peringatan, dan ,{llttltuilttttt hersama mereka Kitab dengan sebenarnya, supaya ia dapat trteufurl kaputusan bagi manusia dalam perkara yang diperselisibkan"

.\ht ntbl, pcntbawa

tAl ll,rr1;rrth: 213).

l)ln

lagi firman-Nya:

menjadi musuh buyutan bagi manusia.

t. Tentang Kitab-hltab

Susl

rt';rq\)w
Artlrryir:

Ummat Islam Ahlussunnah wal Jamaah mempercayai adanya Kitabkitab Suci yang diturunkan Tuhan kepada Rasul-rasulNya untuk disampaikan
kepada, ummat manusia seluruhnya. Kitab-kitab Suci itu banyak, karena Rasul-rasul pun banyak, tetapiyang wajib

kita percayai dengan terperinci hanya 4, yaitu:

1. Kitab

Suci Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa Alaihissalam.

2.
3. 4.

Ktab Suci Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud Alaihissalam.


Kitab Suci Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa Alaihissalam. Kitab Suci al Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAV.

"Dan kalau mereka mendustakan engkau (hai Mubammad), tpsttrtgt{ubnya Rasul-rasul sebelum engkau sudah pernah didustakan, lll$tku datang dengan membawa keterangan yang nyata, surat-surat dnn kitab yang memberi penerangan" (Ni lmran: 1g4).
lbntang Kitab Taurat, Tuhan berfirman
:

Di dalam al Qur'an banyak terdapat ayart^yat yang


kitab-kitab suci, khususnya yang 4 itu, di
i

menerangkan

Lr, a.3\-!' . 3j ; e"$v,Ji,"g6 frt


Artinya
:

^ntuunya

'i+-Ck-rtidtjgt "{t, 1,,6(r( tatlj,;,r-;ilffi,t b2Yiu#dg*lr15rt&i 't) ii ti.-,.7.:' ;:" gl6tQufiiS.fu e-il,3l;j 15.:5s_&u*6,ee:ry, :')u*r$tll; t#u,.+t+t,(r3gri
YrY:6Pl
Artinya:
I

"Bahwasanya Kami merurunkan Taurat, di dalamnya ada petunjuk slun cahaya" (NMaidah

: 44).
:

Tentang Kitab Zabur Tuhan berfirman

o .Manusia
Artinya:

o, ").-,t | . l.j ;S.rilil!-rl,


Isra':
55).

itu adalab umrnat yang satu. lalu diutus oleb

Tuhan

"Dan Kami turunkan kepada Daud Ktab Znbur" (Al

48 49

Tentang Kitab

Iniil Tuhan berfirman:

Artinya

fr '{6.Y46WV4E;.,*r9oht'r;i*as
Artinya:

Sesunguhnya ini ada pada "Shuhuf-sbubuf" purbakala, yaitu ,\hultuf lbrabim dan Musa (N Ala : 18 dan 19).
Kita ummat Islam wajib meyakini bahwa semua Kitab-kitab Suci itu rltrri 'lirhan dan isinya semuanya benat tidak boleh diragukan,
Hanya Kitab Taurat dan

rr :0s Ur 3i 5,;t3 p'Ey'"=t5 bgt u

Injil yang sekarang ada di tang n penganut-

"Dan Kami iringkan ieiak mereka dengan mengutus Isa bin Maryam, Kami membenarkan apa yang terdahulu dari padanya, yaitu Taurat. Dan

l)urganutnya tidak lagi menurut yang aslinya, sudah banyak dirubah-rubah rrlclr pendeta-pendetanya dulu, sehingga tidak dapatlagi dipercayai isinya,

kipadanya, di dalamnya berisi petuniuk kebenaran dan cabaya terang" (Al Maidah: 46).
berikan

rlcrnikian keyakinan ummat Islam.


Tuhan menerangkan hal ini dalam al Qur'an
:

klil

Tentang Kitab Suci al Qur'an Tuhan berfirman:

!\
Arllnya
:
" Seb

.r -:J r . +,*rEv:5$l

oj'/_t e:r6.,!51i

.o]#UgJgFr;gWEt
Artinya: '| 't'L'J'
.

abagian orang- orangYahudi merubah-rubab Kitab sucinya dari

keadaannya yang asli" (An Nisa': 46).


Tentang

"BAbwasanya Kami menurunkan kepadamu (Hai Muhammad) perbatikan isinyL" ( Yusuf: 2) Qur'an dalam babasa Arab, supaya engkau

Injil dikatakan oleh Tuhan

Demikianlah ayat-^yxtyangbertalitn dengan Kitab suci yang wajib kita ketahui dengan terperinci, yaitu Taurat, Zabut,lniil dan Qur'an. selain daripada itu wajib pula diyakini bahwa kepada Nabi Ibrahim

6io)g:, #

juga Kitab' Alaihisalam dan kepada Nabi Musa Alaihissalam diturunkan kitab Suci yang di dalam al Qur'an diterangkan namanya' yaitu "Shuhuf"
j

,5*iir5$Art;:J;6itiAr'a;yffi
Artinya
:

rtW {,,i_}#rlfJA5, gs
y"

rr: s$tJ | .6;#zttilr;,V:it;Fq,


"Dan dari orang-orang lang nxengatakan babwa mereka orang Nasharani, Kami ambil pe(anjian dari mereka, tetapi mereka melupakan sebahagian apa yang telab dipeNngatkan kepada mereka, karena itu kami timbulkan pennusuhan antara mereka sarnpai bari kiyamat, Dan 'llthan akan memberikan kepada mereka apa yang telab mereka kerja-

(lfitab'kitab). Firman Tuhan menYatakan hal ini


:

ri

&Vr&63t*7*L!"t$h3Y
I

\t-\A ,uY;tl""@.;S
50

kan" (N Maidah:

14).

51

Kemudian ayat ini disambung dengan ayat berikut

Sesudah Nabi Muhammad

Saw tidak ada lagi Nabi dan

Rasul;

f 4u*qryu 6gt$x{5K'qL6fi Sliit$'A'#ir:;'f,re'S*6W


(-t

beliau adalah Nabi penghabisan, Nabi akhir zaman,


Nabi-nabi dan Rasul-rasul yang wajib diketahui namanya adalah 25 rrrirng, yaitu yang tersebut dalam al Qur'an saia,yanglain tidak wajib untuk rllkctahui.

'hJtt'rtxiyVtr.* ii,\i*es-eP'rzaix6s {{tli;"',t!5&'5'-s ."8


i" . aSUt
:

Nnbi-nabi dan Rasul.rasul yang 25 onng

itu, ialah:

Artinya

"Hai orang-orang keturunan Ktab, sesungubnya telab datang


utusan Kami kepadamu, menjelaskan kepadamu sebabagian besar Tang kamu sembunyikan dan dimaafkan sebagiannl'a. SesunguhnYa telab tlatang kepadamu dari Tuban cabaya dan Ktab yang teranT" (Al Maidah:
15)
.

Di clalam ayat ini dinyatakan oleh Tuhan, bahwa kedatangan Nabi


Muhammad SAV. diberi tugas metlyatakan apa yang telah disembunyikan oleh ahli-ahli kitab (Yahudi dan Nashara), tetapi banyak juga yang disembunyikan itu yang tidak perlu dibukakan lagi.
Pendeknya kitab-kitab suci mereka, telah dirubah-rubah di sana sini oleh tangan mereka sendiri, sehingga menjadi kabur keadaannya. Begitulah

1. Nabi Adam Alaihissalam (As) 2. Nabi ldris As. 3. Nabi Nuh As. 4. Nabi Hud As. 5. Nabi Saleh As. 6. Nabi Ibrahim As. 7. Nabi Luth As. 8. Nabi Ismail As. 9. Nabi Ishaq As.
10. Nabi Ya'qub As. 11. Nabi YusufAs. 12. Nabi Alub As. 13. Nabi Syu'aib As. 14. Nabi Musa As. 15. Nabi Harun tu. 16. Nabi Zulkiflitu. 17. Nabi Daud As. 18. Nabi Sulaiman As. 19. Nabi Ilyas As. 20. Nabi llyasa'As. 21. Nabi Yunus tu. 22. Nabi Ztkuia fs. 23. Nabi Yahya As. 24. Nabi Isa As. 25. Nabi Muhammad SAW.

kepercayaan ummat Islam tentang Taurat dan Iniil.

4. Tentan$ Rasul-Rasul
Ummat Islam, kaum Ahlussumah wal lama' ah mempercayai sekalian Rasul.rasul Allah yang cliutus oleh Allah untuk menyampaikan Kitab'kitab Suci kepada manusia.
Nabi-nabi clan Rasul-rasulAllah iru sedaridulu banyak, sampai 121.000,

dan Rasul-rasul 315 orang.


Permulaannya adalah NabiAdam Alaihissalam dan penutupnya Nabi

Muhammad SAV.

52

53

Hanya25oranginiNabi.nabi/Rasul-rasulyangdisebutkannamanya dalamAlQur,anyangwajibkitapercayaadanyadankitayakinikebenaran
aiarannya.

l)an lagi firman-Nya

trV Tfr ,;

/231".e (!xw .\Fgq.re,ji&e.,Ur\ lK to ot?;r'^|,s ."i G ;x3 6; ;


i

ValaupundalamQur'anpadasuratAsshaffayat6adadisebutkan
bahwaakanadaseorangRasulyangbernamaAHMADmakayangdimalaudkan Nabi Muhammad sAw' dengan ayat ini ialah l,{abi Muhammad saw., karena

rrv';bi!''W"&'Vo:
Artinya
:

dinarnai iuga AHlvlAD. namanya Nabi Muhammad SAV. pernah mengatakan bahwa

"Dan itulab alasan yang Kami berikan kepada lbrahim menghadapi

MuhamrnaddanadapulaAhmad.(tihathaditsnyapadabagiansejarah
Ahmadiyah).

fuumnya, Kami tinggikan derajatnya siapa yang Kami sukai, sesunguhnya 'lihan kamu itu Bijaksana dan Maba Tabu" 1Al An'am: 83). Dan lagi firman.Nya

MenyatakanhalRasul.rasuliniTuhanberfirmandalamAlQur'an,di
anturany a sebagai berikut
:

g 1.J)|y;,lt se:Sj:G ; i.V i V &J *\ i elT;, J:;*t 4 Fj 61" b bW l'r&t g yt 6. 3y* ;,*,o#fj;, *
kr:*:
S

,it5*qs4ssftWs.fus^w:ur#si 'ois, ; +;*,: u" a;; JTjj dit SW5 sJ, | 1*Ar6i $:tUS ^r, lLii
Artinya; "DAn KAmi berikan kepadanya Ishaq dan Ya'qub, masing-masing

rYr:

Lil

Kami beri pimpinan. Dan sebelum itu Kami berikan pimpinan kepada Nub dan keturunannya yaitu Daud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa dan llurun. Begitulab Kami memberi upah bagi orang-orang yang membuat

Artinya:

khajikan"

(Al An'am: 84)

"Katakanlab(HaiMubammad):KamiberimankepadaAllahdan kepada yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan apa nrolni*i Ismail, Ishaq, Ya'qwb, anak'anaknya dan yang diturunkan kepada: l'labLnabi dari kepada Musa dan Isa^ dan ipo yong diberikan mereka' dan Tuhor, karni tidak memperb;daktn tto'o'gpwn di antara kami patuh kepadanya"' (Al Baqarah: 136)'

Dan lagi firman.Nya:

J*-1N5.',41\ kU*V .',\j\A,


Artinya:

"Kau;v*;mUfift < !"8 gqV offi mU ,, ,r12, l.t i4 :] 9Ldlr, r*dJ!o ffigLllr.'MrS gSb Iv
..rjt
.,9?, y' tzl\ t z
oJ

*;

-.{'J

'J

{*

"Dan Zakaria, Yahya,' ka dan llyas, termaswk orang yang baik-baik.

54

55

kelehiban Dan Ismail, Ilyasa', Yunus dan Lutb semuanya Kami berikan dari sekalian makhluk" (An An'am: 85 ' 86)'

Dan lagi firman-Nya:

jumlahnya,yangT lagi Semua yang tersebut di atas sudah 18 orang ini ialah yang tersebut dalam firman-firman.Nya sebagai di bawah
:

ALr reo
Artinya:

.qL#6i6pJs

'e3wfi;;ti)Jbe j;i',t5;wt'y''J:
YY:u!t.-.!i. ,*tC,
futinya: "Babw^sanya Allab telah memilih Adam, Nuh, Keluarga lbrabim dan Keluarga Imran melebibi sekalian alAm" (Ali Imran: 33)'

(llud:

"Dan kepada orang Majan (diutus) saudaranya, yaitu Syu,aib,,


84).

Dan lagi firman.Nya:

o,,r,c!r

fuQ,J(,#r\i5 6,ri1 |,*;tAS


lang sabar,,
(N

^ntaflrry^ Nabi Nabi kita Nabi Muhammad sAW., karena beliau adalah keturunan Isa As, Ibrahim juga. Yang dimaksud dengan keluarga Imran ialah Nabi adalah anak karena beliau adalah anak siti Maryam, sedang siti Maryam dari 'lmran bin Yasyim (lbnu Katsiq Juz I, pagina 358)'
Dan lagi firman'NYa:

Yang dimaksud dengan keluarga lbrahim

di sini ialah di

Artinya:

"Dan IsmA'il, Idris, Zulkifli, semuanya orang


Anbiya: 85).

Dan lagi firman.Nya:

1o,.blyt .WL#6yJy;
Artinya:

&4,(6siv{r'6|'6Eg{ftWlsv
tr. , r-rlrYl
Artinya:

"DankepadaAd(diutulsaudaranya,TaituHud'(AlAraf:65)'
Dan lagi firman'NYa:

"Muhammad itu bukan bapa dari seorangpun laki-taki di antara hantu, tetapi ia Rasul Allah dan akhir Nabi-nabi"

(N

rthzab: 40),

1t
Artinya:

,rrr,W'i!S'iily;

Itulah 25 orang Nabi/R.asul yang wajib dipercaya oleh setiap orang mu'min yang tersebut dalam Kitab Suci al Qur'an.
Banyak Nabi-nabi dan banyak Rasul-rasul yang lain sedari dulu yang

"Dan kePada kaum Tsamud (diutus) saudaranya, yaitu Saleh' (Surat Hud: 61).
56

rllutus oleh Tuhan untuk sesuatu kaum atau sesuatu bangsa, tetapi tidak di drlam al Qur'an secara terperinci, maka karena Itu kita tidak wajib mencari dan menelitinya saru persaru.
rllkabarkan kepada kita

57

Dalam hal ini Tuhan mengtalan dalam al Qur'an

rrrcrnilih orang-orang pembohong menjadi Rasul-Nya. Rasul-rasul itu mesti amanah, yaitu dipercaya, bukan orang-orang khianat yang perkataan dan perbuatannya tidak dipercaya, Dalam sifat amanah ini termasuklah sifat ma'shum, yakni terpelihara

;U6 i:vu3;# e at; AWi'


Artinya:

tu;S tlL: 'LJ t.Afu


:G

rliui dosa. Rasul-rasul tidak membuat dosa sama sekali, (ma'shum).


Rasul-rasul bersifat tabligh, yaitu menyampaikan wahyu, karena
t

"Dan beberapa Rasul yang dabulu ada yang Kami ceritakan pula Rasul'rasul yang tidak kami kepadamu (Hai Muhammad)-dan-ada
ceritakan Padamu" (An Nisa': 164)'

gasnya menyampaikan wahlu itulah, maka mustahil ia akan menyembu

nyi

kln wabyu itu.

yang dikabarkan Terang dalam ayat ini bahwa ada Rasul'rasul Yang dikabarkan' yang tidak kepada Nabidalam al Quran dan adt pula

itu adalah orang.orang yang pintar bukan orang.orang tlungu, karena kalau dungu sudah pasti tidak akan dapat melaksanakan
Rasul-rasul
tuSasnya.

*iib

namanya dik nul secara terperinci adalah Rasul yang 25 yangtersebut bahwa ada banyak' dalam al Qur'an. Yang iain cukup dengan dryakini

Sifat yang harus ada pada Rasul.rasul ialah sifat-sifat manusia yang biasa, yang tidak merendahkan derajat ke Rasulannya, umpamanya makan,

yang dikabarkan Dalam ayat inidapat dipetik pengetahuan' bahwa Nabi iuga Rasul, karena dalam namanya dalam Qur'an itu semuanyi selain
ayat

minum, tidur, kawin, bergaul dalam masyarakat, menjadi Imam dalam


scmbahyang, menjadi jenderal dalam peperangan dan lain-lain sebagainya.

ini nyata dikatakan "Rasul'rasul"'


Jadi,fawayangmengatakanbahwaAdambukanRasul'bahwaZulkifli

Ini semua boleh dikerjakan oleh


di bawah ini

Rasul.rasul.

Ada 4 buah ayatyangmenyarakan sifat.sifat Nabi yang kami kutipkan

dihiraukan karena bukan Rasul, bahwa Ilyaia bukan Rasul tidaklah bertentangan dengan ayat ini'
Kesimpulannya: Yang

25 orangitu adalah Nabi dan

Rasul'

L\,
Artinya:

Sekarangsampailahkita,membicarakansifatRasul.rasulitu. adalah 4 dan yang Sifat'sifat yang wajib (mesti) ada pada Rasul mustahil (tidak mungkin) ada 4 pula, yaitu
:

"

(i1i"g'b*,3ybv\'i\:S

tg rk';rS

lr

"Dan ingatlab dalam Kitab lbrabim, sesungubnya ia adalab orang Sbiddiq (benar), lagi Nabi" (Maryam: 41).
Dan lagi Firman.Nya:

a. Shidik @enar), mustahil ia pendusta' b. Amanah (dipercaya), mustahil ia ktrianat' c. Tabligh (menyampaikan), mustabil ia menyembunyikan'

d. Fathanah (pintar) mustahil ia dungu'


ilr

1v : U\3U,
Artinya:

E; c:JJJ;\y,& J ;J,Vi,i;

Rasul.rasulituadalahorang.orangyangbenar,karemabeliauadalah

orang.orangpilihanyangdiangkatTuhanmenjadiRasul.Tuhantidakakan 58

"Hai Rasulullah! Sampaihanlab kepada ummat apa lang diturun-

il

59

lt lt

Illil

kan Tubanmu kepadamu" (Al Maidah: 67).


Dan lagi Firman'NYa:

3. Nabi Musa Alaihissalam. 4. Nabi Isa Alaihissalam. 5. Nabi Nuh Alaihissalam.

\.v : elr:J
Artinya:

t.A5n:K+l
S1'u'ara:

Hal ini diterangkan oleh luhan dalam firman.Nya

"sesungubnya aku seorang Rasul yang dipercaya?' (As


107).

o, ori.-y, .

f)ttrqr

] jp61,+,6

Dan lagi firman'Nya:

Artinya : "Dan sabarlah engkau (tahanrah daram percobaan) sebagaimana ketabanan Rasul-rasul Ulul ,Azmi,'(Al Ahqat: g5). Rasul'rasul

JYs,AvMviKlWryl\?: rroePt.[#teAV
futinya:

ulur Azmi ini

diterangkan namanya terang.terangan

rlalam dua buah ayat sebagai berikut:

'Ajaklah keialan Tuhan dengan kepintaran, pengaiaran yang baik dan bertukar pikiranlah dengan mereka dengan cara yang sebaik-baiknya" (An Nahl: 125).
Dalam 4 ayxyangtersebut terdapat sifat'sifat Rasul yang 4 itu, yaitu: Shidiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah. Kalau beliau tidak mempunyai sifat.sifat yang 4

Artinya:

eftti 4 # (fii eq +? ;rc,:i\:; $F!qS'64 #'s ; ;" a ;S

i:*;

,
(on

iw

"DAn ingatlah ketika Kami rnengambit perjanjian dari Nabi-nabi

It'lusa dan Isa anak Maryam, dan Kami ambir ,yang sungguh-sungguh" (Al Ahzab : 7).

dari engkau (bai Muhammidl, dari Nub, dari lbrabim, dari

dari

mereka perjanijan

ini tentu tak akan

dapat menjalankan tugas kerasulannya' selain dari pada itu kaum Ahlussunnah wal Jama'ah meyakini pula, bahwa di tntaraRasul.rasul itu ada 5 orang yang dinamai "Ulul Azmi", yaitu Rasul-rasul yang sangat teguh dan sangat tahan dalam menjalankan perintah-perintah Allah.

Dan lagi firman.Nya:

vt $t\tF te'lVy i i,FrY q.t\,K'LA


bp{;al,F::;,iSA;;ei:'*W;
tY,s;
Artinya;

Rasul-rasul Ulul Azmi

itu ialah:
SAW.

j:lt.*

l.

Nabi Muhammad

2. Nabi Ibrahim Alaihissalam.

'Ia telab menetapkan agama kepadamu (Hai Muhammad), yang dlperintabkanNya kepada Nub, dan yang terab Kami perin'tabkan
61

60

kepadalbrahim,Musadanlsa,babwategakkanlabasamadanjangan : 13)' kimu berpecab-belab di dalamnya" (Siura


Demikianlah Rasul'rasul Ulul''Azmi' bahwa setiap Rasul Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah mempercayai untuk memperkuat da'wah diberi perlengkapan mu'iizat oleh Allah

Artinya

Lalu Kami wabyuhan kepada Musa: pukullab laut dengan tongkatmu, maka laut itu belah dua, d,an setiap bagian sebagai gunung
yang besar (Syu'ara': 63). Dengan memukulkan tongkatnya ke laut maka laut menjadi belah dua dan Nabi Musa bersama nkytnyaberjalan di tengah laut iampai ke
seberang.

itu

mereka masing'masing' yang Mu'jizat lalah suatu hal yang luar biasa
dibawanya.

diberikl Tuhal kepada

da,wah dan risalah yang Rasul.rasul untuk dijadikan alat-memperkuat Apibiasanyamembakar,tetapiNabilbrahimketikadimasuklanoleh tidak terbakar dan bahkan api menf adi musuh.musuhnya ke outu* rpiu.liau dingin dan sefuk buat beliau' Hal ini diterangkan dalam al Qur'an
:

Ini suaru mu'inat yang besar bagi Nabi Musa As.


Dan tongkat beliau dapat menjadi ular sehingga dapatmengalahkan ular.ular tukang sihir ketika itu, Tuhan menyatakan hal ini

Y. Artinya
:

\t: +L

b!'@16tit;)Gbir:ya$,e

'Jatubkanlah tongkatmu itu hai Musar Lalu dijatubkannya, maka tiba+iba tongkat itu mmjadi ular yang bugerak,,lihaha, 19 dan 20).
Artinya
:

totonglab kepada Tubanmu ' Mereka bukata bakarlab dia, dan minta

Jadi tongkat Nabi Musa fu dapat memberah raut dan dapar pura menjadi ular kalau dilemparkannya (dijatuhkan).

kalaukamubisamelakukan,Kami(kataTuban)berkata:Haiapi'

selamat atas Nabi lbrabim,' (N bendaktah engkau menjadi sejuk dan Anbiya : 68'69). adalah tak "terbakar oleh api' Jadi, mu'iizat Nabi Ibrahim

Di dalam Qur'an diceritakan bahwa Fir'aun musuh Nabi Musa


mengumpulkan tukang-tukang sihir di seluruh negeri untuk mengalahkan mu'jizat Nabi Musa As. Tukang-tukang sihir itu melemparkan adaditangannya, umpama tali, puntung-puntung t<ap, dan lain.lain sampai menjadi ular semuanya. Akan tetapi Nabi Musa meremparkan tongkatnya dan menjadi ular besar sehingga memakan sekalian ular-ular tukang sihir itu.
Ketika iru banyaklah rukang sihir yang iman kepada Nabi Musa dan mengakuinya sebagai Rasul Allah.

apaiaiayang

diantuanya bisa membelah laut' l,tu,iizat tlabi Musa As. banyak sekali, jadi ular, dan lain'lain sebagainya' dan juga meniadikan tongkatnya bahm hal Nabi Musa Tuhan berfirman :

1l

w,,r;;6-a;4r!43'tv 9'oU;'6St6f .t':)Y"l','l-1sb)'/i't!t-a'etr


62

o, 14 lrr(1rr/1i

.t,,F;:#Jt#)q':,

Demikian mu'iizat Nabi Musa.

63

.1tr|ffi

'I

Adapun mujizat Nabi 'Isa Alaihissalam, beliau diberi kepandaian oleh Tuhan dengan pandai menghidupkan orang yang mati dan ke pandaian' kepandaian kedokteran yang tidak diketahui oleh tabib'tabib ketika itu. Tuhan berfirman, menYatakan hal ini:

bisa dikarang seperti


ntcngarang".

itu oleh ahli-ahli pidato dan ahli-ahli

"karang

Demikian
Banyak

di

antaranya kesimpulan pengarang buku "Husunul


SAW., tetapi

llunitliyah" dalam thsal kedua dan ketiga tentang mu'jizat.

mu'jijat Nabi Muhammad

di

antmanya y^ng taranya

r.r,
Artinya:

rf Ji *' oj,q,it' {1-Aifi:;{i

t"6/t;

trrlrsar ialah Kitab Suci al Qur'an, Kitab suci yang tiad^


Irtirs padang sahara.

di

atas

rlurtia, Kitab suci yang dalamnya lebih dalam dari laut dan luasnya melebibi

"Dan aku pandai menyembubkan orang yang buta, orang yang berpenyakit lepra dan aku pandai mengbidupkan orang yang telah mati,

Sekalian ahli pidato, ahli karang mengarang, ahli sajak, ahli puisi dan

*lrll

kesusasteraan, kalau mereka menyelidiki dengan

teliti dan menilai

dmgan izin fithan" (Ali Imran: 49).


Banyak sekali terdapat dalam al Qur'an keterangan tentang mu'jizat

Nabi mulai

dui

Nabi Adam sampai kepada Nabi Muhammad SAW'

relkhlas-ikhlasnya, niscaya iaakan kagum dan ketika itu akan iman, bahwa (Jtrr'an itu adalah suatu Kitab yang bukan susunan manusia, bukan buatan tiurgan manusia yang pandai-pandai, tetapi Kitab yang diturunkan oleh llrhan semesta alam yang tidak sanggup manusia membuat seperti itu.
Secara sepintas lalu dapat dikatakan, bahwa tidakada kitab @uku)

Ikrena itu kita ummat Islam wajib mempercayai adanya mu'jizat.


Tersebut dalam Kitab Tauhid bernama Husunul Hamidiyah, karangan

tll dunia ini

yang sudah dicetak ribuan kali di berbagai negeri yang tidak

Hasan bin Muhammad al !u;ar., sebagai berikut:

nrcmpunyai daftar salah cetak (emata), kecuali al Qur'an.

"Mu'jizat Rasul-rasul diberikan Tuhan sesuai dengan keadaan zamannya, dan mu'jizat Rasul-rasul dapat mengatasi kepandaian orang ketika itu. PadazamanNabi Musa As. banyak orang yang pandai ilmu sihir, puntung
kayu api atau tali bisa menjadi ular. Tuhan memberikan mu'jizat kepada Nabi Musa sefupa itu pula, tongkat Nabi Musa bisa menjadi ular yang dapat memakan sekalian ular tukang sihir itu. Pada zaman Nabi Isa Alaihissalam, banyak orang yang tinggi ilmunya

klli

Tidak ada kitab @uku) di dunia yang kalau dibaca berulang-ulang yang tidak mendatangkan bosan. Ikdang-kadang dua kali saja dibaca

klta sudah bosan, tetapi al Qur'an makin diulang membaca makin enak dan Irrakin terasa lezatnya.

Ahli-ahli sastera Arab mengakui, bahwa Kitab Suci Al Qur'an sangat

tlitllm isinya, sangat banyak ilmu pengetahuan di dalamnya, sehingga orang lrcrkesimpulan bahwa otak manusia, apalagi otak Nabi Muhammad yang
llrlak pandai menulis dan membaca tkan dapat membuatnya. Mustahil pada
ukal,

tentang kesehatan dan banyak dokter ketika itu. Maka Tuhan mem' berikan mu'jijat kepada Nabi Isa kepandaian yang melebihi, yaitu pandai menghidupkan orang mati yang tidak bisa dikerjakan oleh dokter' dokter ketika ifu. PadaztmanNabi Muhammad SAW., kebanyakan orang

Cobalah teliti dalam-dalam!

pintar berpidato, pintar mengarang, pintar berpuisi, bersajak dan


bersyair. Maka kepada Nabi Muhammad SAW. Tuhan memberikan suatu mu'jijat secara ilmiyah pula, yaitu Kitab Suci al Qur'an, yang tidak 64

Qur'an mengatakan bahwa bulan dijadikan Tuhan bercahaya, tetapi mntahari dijadikan Tuhan sebagai pelita (lampu). (Nuh: 16), Qur'an sudah mcngatakan 1387 tahun yang lalu, bahwa matahari itu benar-benar api

65

yang bercahaya, yang menjadi sumber cahaya, tetapi bulan hanya bercahaya
saja.

nllulnya, yangdalam dan luas isinya seperti al Qur'an, akan tetapi akhirnya nrrreka mengatakan bahwa mereka tidak sanggup. Kemudian Tuhan berfirman menginsafkan mereka:

Pikirkanlah, sanggupkah otak manusia zamtn


cahayr matahari
?

itu

memikirkan

bahwa sumber cahrya rdalah matahari dan bulan itu hanya menyinarkan

Dan banyak lagi yang lainJain, ilmu yang tinggi.tinggi tersebut


dalam al Qur'an yang sampai sekarang dikagumi oleh orang'orang pandai.

,*M:{ffid##to
Artlnya:

Itulah maka dikatakan bahwa Qur'an itu suatu mu'jizat dari Nabi Muhammad SAS[. yang diberikan Tuhan kepada beliau untuk memperkuat
dan memperteguh seruan (da'wah) tauhid yang dibawanya.

Nabi Muhammad

SArilfl.

ketika itu menentang orang-orang Arab

yang ahli-ahli dan fasih-fasih berpidato. Beliau berkata: "Cobalah buat agak satu surat saja kalau kamu semuanya mampu".

"Katakanlah kepada mereka (Hai Muhammad), sesungubnya ktluu selurub manusia dan jin berkumpul untuk menulis yang serupa d Qur'an itu niscaya mereka tiadalab dapat membunt lang serupa itu, uwlaupun mereka bantu membantu sekalipun" (N Isra': 88).
Demikianlah hal ini.

Dalam hal

ini beliau berani mempertaruhkan ke

Rasulan beliau.

Ihlau Qur'an bisa dibuat, maka ke Rasulannya palsu tetapi kalau orang'
orang pandai ketika itu tidak bisa membuat barang satu surat pun, maka ke Rasulan beliau sah dan Qur'an benar-benar dari Allah.

Hal ini dinyatakan dalam al Qur'an. Firman-Nya

Mu'jizat-mu'jizat Nabi Muhammad SAW yang lain banyak lagi, l)llam bermacam.macam hadits yang tersebar dalam bermacam Kitab llldits banyak didapati mu'jizat-mu'jizat Nabi Muhammad Saw. l)l antaranya:

,iKib tp*, SLese;'tSuq{euiiq*;Ori3


iv,a;;,.';4-:yXKo:b1stu$,&/i,VirS
Artinya
;

L Pada suatu kali orang melihat

bulan belah dua, karena dimintakan oleh Nabi kepada Tuhan. Hal ini tersebut dalam hadits Abu Daud, dan lain-lain.

2. Pernah orang melihat matahari terhenti berjalan sebentar untuk membenarkan ucapan beliau, Hal ini diterangkan dalam kitab hadits

tentang kebenaran Qur'an - lang kamu ragu-ragt Kami turunkan kepada bamba Kami, cobalab kamu temukan sebuab surat serupa Qur'an itu dan panggilab pembantu-pembantumu selain Allab kalau kamu memang orang benar" (Al Baqarah: 23).
"Dan
I

jika

Thabrani, dan lain.lain.

Mendengar ayat

ini orang-orang kafir-Kuresy mendapat jalan untuk

3. Pernah keluar air dari anak jui Nabi Muhammad SAW., sehingga dipakai air inr untuk manusia, unta dan untuk mandi. Hal ini terjadi pada suatu kali dalam peperangan di mana air kurang, sebagai diterangkan dalam kitab Hadits Bukhui dan Muslim, juga dalam
kitab Baihaqi dan lain.lain,

mengalahkan Nabi Muhammad SAW. Mereka berkumpul untuk mencoba

membuat suatu tulisan yang serupa fasihnya, yang sama tinggi muru dan

4. Sembuhnya penyakit seseorang dengan disapu saja oleh

tangan

66

67

'\til

beliau, sebagai tersebut dalam kitab hadits Bukhari, Darimi, dan


lain-lain.
5. Anak-anak bayi, hewan, kayu, dan

Pokoknya ini tidak mustahil, yang satu berubah dengan rlln yang lain berubah dengan cua revolusi.

cara evolusi

lain'lain pernah didengar orang

Semuanya adalah dalam kekuasaan Tuhan yang tidak mustahil bagi-Nya,

mengucapkan dua kalimah Syahadat di hadapan Nabi Sebagai yang diterangkan dalam pelbagai Kitab Hadits.

Sehubungan dengan mu'jizatnya ini, ummat Islam Ahlussunnah wal ,filma'ah, mempercayai pula adanya keramat bagi Wali-wali Allah. Keramat artinya" sesuatu yang luar biasa yang keluar dari V/ali-

itu sampai 6. Nabi melemparkan sekepalan tanah kepada musuh. Tanah


mengenai mata seluruh musuh seperti yang terjadi dalam peperangan Badaq Hunaen, dan lain'lain.

wlli Allah, dari orang saleh-saleh dan dari Ulama-ulama, tetapi


hukan Nabi.
Dalam al Qur'an diterangkan sebagai berikut:

mereka

7. Dikabarkan oleh beliau bahwa beliau dan sahabat'sahabat akan masuk Makkah dengan aman. Hal ini terjadi sebelum Makkah
dikalahkan. Apayang diucapkan beliau ini benar dalam kenyataannya. (Lihat al Qur'an ay^t 27 surat al Fath)'

8. Dan lain-lain kabar gaib yang kemudian ternyata kebenarannya.


juga Dapat diambil kesimpulan bahwa Nabi Muhammad sA![. sama dapat dengan Nabinabi yang lain yaitu mempunyai mu'iizatmu'inatyang dipakainya dalam berjuang mengalahkan lawan'lawannya' Bagi orang Islam yang mengakui kebesaran Tuhan dan kepandaian Tuhan membuat sesuatu, hal ini tidaklah heran'

Artinya

"Setiap Zakaria datang kepadanya (Siti Maryam)

di

mihrab

Kita melihat tiap hari dengan mata kepala kita, bahwa Tuhan dapat merubah sesuatu benda menjadi benda yang lain'
Perhatikanlah, bahwa air (asal manusia) bisa menjadi manusia, awan bisa bisa menjadi hujan, benih padi bisa tumbuh seperti salur'sa1'uran, merubah pula berubah menjadi padi kembali. Pendeknva Tuhan bisa

dldapatinya makanan didekatnya, lalu ia bertanya: "Hai Maryam, hagaimana kamu mendapat ini ? Jawab Maryam: Itu datang dari 'lfuhan, sesungguhnya Tuhan itu memberi rezki kepada siapa yang dkukai-Nya dmgan tidak berbinga" (Ali Imran: 37).
Jadi

ini

adalah keramat Siti Maryam,

ibu Nabi 'lsa

Alaihissalam

yang bukan Nabi. Beliau selalu kedatangan makanan terhidang ke dalam mlhrabnya (tempatnya) sehingga keheran-hera nan Zakmia melihatnya.
Di dalam ayat yang lain pula, diterangkan ksah ahli gua sebagai berikut:

,.rrrtu, baik rupanya maupun


bentuk yang lain.

bentuknya, baik zatnya dengan rupa'

jalan evolusi, Hanya perubahan yang terjadi sekuang adalah dengan

dengan perlahan.lahan. Adapun perubahan yang terjadi dalam mu'jijat mu'jijat Nabi adalah perubahan revolusi, perubahan yang cepat'

ro..i$3r.t!s)ii;3tS',*rtryV#6g$
Artinya: "DAn tnuelea tidur dalam

Tongkat bisa jadi ular dengan cepat, anak kecil bisa bicara dengan dengan cepat. cepar, dan lain-lain mu'jijat yang memperlihatkan perubahan

panya

selama 309 tAbun" (Al Kahfi: 25),

68

69

Ini satu keramat dariAhli Kahfi (ahli Gua) yang tiduf selama 309 tahun tanpa rusak badannya. Ahli Kahfi itu adalah orang'orang yang lari ke dalam gua karena
hendak dipaka menyembah berhala oleh yang berkuasa di negerinya ketika itu. Mereka adalah orang saleh-saleh tetapi bukan Nabi.

Slurga dan neraka tidak akan lenyap menurut I'itiqad kaum


Alrltrssunnah wal Jama'ahdan akan lenyap menurur i'itiqad sebahagian dari klum Mu'tazilah.

Ummat Islam kaum Ahlussunnah

wal

Jama'ah wajib percaya:

1.

Dan mereka pula keramat, karena dapat tidur selama 309 tahun. Dan banyak lagi keramat Vali'wali dan Ulama-ulamayang tersebut dalam beberapa Ktab Hadits, yang kalau dinukilkan di sini semuanya
niscaya buku ini cukup tebal untuk itu. Dalil yang satu sudah cukup bagi orang yang berakal. Adapun tentang adanya Wali'wali Allah diterangkan dengan gamblang

Setiap orang akan mati apabila umurnya sudah habis. Umur itu sudah ada jmgkanya oleh Tuhan. Kalau datang ajal semuanya

mesti mati, tidak terlambat satu detikpun dan juga tidak terdahulu.

la mati sesuai dengan

ajalnya.

2.

Setelah mati lantas dikubur dalam tanah, Dalam kubur di tanyai

dalam kitab Suci,

di antuanfx afat:

oleh malaikat Munkar dan Nakir tentang siapa Tuhan, siapa Nabi, siapa Imam, dan lainJain sebagainya.
Orang-orang yang sudah mati dan telah sempurna dikuburkan, lantas diberi oleh Tuhan perasaan kembali, sehingga ia tahu
soal-soal yang dihadapkan kepadanya. Orang-orang yang tidak baik jawabannya akan disiha dalam kubur.

\t
Artinya:

;t, {{t i*

& &6{ i\ X$";,\,*i

Iftum Ahlussunnah mempercayai adanya siha kubur.


Kemudian apabila hari telah kiamat dan semuanya sudah mati maka seluruh orang dihidupkan kembali oleh Tirhan dengan suara nafiri (terompet) dari malaikat Israfil, lalu semuanya kumpul

"Ingatlah sesungubrryaWaliwali Allah, mereka tidak merasa takut

dan tidak berduka cita" (Yunusl

62).

Ciri-ciri wali Allah itu ialah, bahwa kalau mereka terlihat oleh kita maka kita lantas ingat Tuhan Allah 'Lna waialJr', demikian diterangkan dalam hadits-hadits (Lihat Tafsir Thabui Juzu' II, hal. 137'132).

di padang mahsyar.
4. Sesudah

itu ditimbang dosa dan pahala, ditimbang man^ y^ng berat dan mana yang banyak. Hui itu dinamakan "Hari berhisab".
melalui titian Sirathalmustaqim yang dibentang-

5. Tentan$ Hart Klamat


Kita ummat Islam mempercayai bahwa
bahasa fuab dinamai 'Yaumul Akhir".

5. Sekalian orang

hui akhirat

alian ada. Dalam

kan di atas neraka.


6. Sekalian orang-orang

Hari akhirat itu bermula, setelah kita sudah meninggal sampai


ummat manusia masuk syufga atau masuk neraka, sesuai dengan amal
mereka masing-masing.
Syurga dan neraka dan sekalian isinya dikekalkan Tuhan, sehingga penduduk keduanya kekal dalam syurga atau kekal dalam neraka buat selamalamanya.

saleh (yang baik baik) langsung masuk syurga, tetapi orang-orang yang durhaka akan tergelincir dan jatuh masuk neraka.
dosa dan sampai mati tak pemah taubat maka orang itu masuk

7. Orang kafu kekal dalam neraka, tetapi orang Islam yang berbuat

neraka buat sementua. Dan setelah selesai hukumannya mereka akan dikeluarkan dari neraka.

70

7t

8. Orang-orang saleh akan ditambah


9.

nikmat kurnia kepadanya, yaitu

nikmat melihat Tuhan yang tidak ada tata' lezatnya.


Yang dalam syurga kekal selama'lamanya dan yang dalam neraka.

lu hisa menghidupkan orang yang mati, babwasanya Ia kuasa membuat wsudtLt. Dan sesunggubnya kiamat itu pasti datang, tiada ragt lagi dan sesunggubnya Tuban akan membangkitkan orang-orangyang dalam kubur"
(Al Haj

kekal selamalamanya. Demikianlah kesimpulan dari kepercayaan kaum Ahlussunnah wal. Jama'ah yang bertalian dengan Hari Akhirat. Dasar-dasar dari kepercayaan ini ialah tyat'ayat dalatn al Qur'an,
sebagai tersebut

:6-7).

Terang dalam ayat-ayat ini dinyatakan bahwa setiap orang akan rrurti, bahwa hari akhirat akan ada, bahwa kiamat akan datang dan h;rhwasanya. Allah akan menghidupkan kembali orang-orang yang telah
rnttti.

di bawah ini
I r\

Kemudian Tuhan berfirman lagi:

61fif . c;;1/\3{!,*:'S
^
Artinya:

Artinya:

'setiap orang akan merasakan mati". (Ni Imran: 185).


Dan firman-Nya
;

-v,J-ljt

"Barangsiapa yang mengerjakan perbuatan baik, walaupun sekecil

WVrSril u$;t$5ia,,tl6y:6Q6
Artinya: "DAn ynng, baik ialab iman pada Allah dan iman atas adanya

hlll sawi, niscaya ia akan melihat pabalanya dan barangsiapa yang nrcngerjakan kejahatan walaupun sebesar biji sawi niscaya ia akan
tnclihat akibatnya". (Al Zilzal T - 8),

menurut ayat ini - akan diadakan perhitungan akan tllhisab dosa dan pahala dan al,an dilihat alubat akibat pekerjaan kita, buruk
Teranglah

Hari akbiraf" (Al Baqarah :


Dan firman-Nya lagi
:

177).

tlln

baiknya.
:

l)irn firman Tuhan

,*$t9g'q:nr;iVW,zS,fu)fr 6t:"01
v
Artinya:

e,*,^3:S'&'$fi$'LrJ4s:i],i^h(&.gi

,l-;'4,#ji"MrsfJq"q+ Is\?#lsiW: t$ *r$i'ii rYqiv


11,
Artinya:

'i'*t;ll*ACjs+(4i, StFi*,yt 33HtAi'09;t'o#'Gii+\8\E4t


*iS r .r;;i
/.. i!7$$1fua]4wt l. ^-?gt

-'trcil

"Detnikianlab yang sesungguhnya, Nlab itu yang sebenarnya dan

"Dan diletakkan kitab catatan arnalAn, rnaka orang-orang yang 73

72

be*ata: 'Aduhai, kitab apakab ini, tiada terkecuali kecil besar ada di dalamnya, dan Tubanmu tidak merugikan seseorang juApun" (Al Kahfi : 49).
berdosa mengelub ketakutan sambil

l\rhln tidak bisa dilihat dengan mata kepala.


Dan lagi Firman-Nya:

Dalam ayat ini diyakinkan bahwa ada "kitab" yaitu catatan amalan setiap orang yang dicatat oleh Raqib dan Atid. Ayat ini menolak paham kaum Mu'tazilah yang mengatakan bahwa tidak adt malaikat'malaikat yang menuliskan amalan setiap orang. Dan firman Tuhan:

iSrU
or
Artinya:

is 8g: ;+t,5 :t FVUL.:6e_t'


,'LiJl

Sy

'Wht6Ait$1i(i$6;$Q#t"]:-itAk
"Bahwasanya orang-orang yang ingkar dengan ayat-ayat Kami Kami masukkan ke dalam neraka. ftap+iap mengelupas kulit uhan uereka Kami ganti dengan kulit lain, supaya mereka merasa benar slksaan, babwasanya Nlab adalab Mulia dan Hakim. (An Nisa': 56).
Begirulah keringkasan tentang hari Akhtatymgwajib dipercayai oleh

h,-,,#iqq'#'t\.2u11$r$$$lr;fi\F.W rorEill ."9{$#


Artinya: "Dan berilah kabar gembira sekalian orang yang iman dan beramal

saleh, bahwasanya disediakan bagi rnereka syurga yang dilalui beberapa sungai (Al Baqarah: 25).

di

bawabrrya

rekalian orang mu'min.

0. Tentang Qadha Dan Qadar


Qadha menurut paham Ahlussunnah wal Jama'ah ialah ketetapan 'llrhan pada azal tentang sesuaru. Barang sesuatu yang akan terjadi
iemuanya sudah ditentukan Tuhan sebelumnya dalam u;al.

menerangkan, bahwa akan ada syurga, tempat istirahat penghabisan bagi orang yang baik-baik dan beramal saleh.

Ayat

ini

Dan firman-Nya lagi:

r
futinya:

r .r r i,qp,

t*6w3fi*V *!!rt

ncsia.
Juga.

Kita telah ditetapkan oleh lirhan dalam ual akan jadi orang IndoItu namanya Qadha Tuhan. Hal ini tak bisa dirubah oleh siapapun Kemudian kita dilahirkan

di Indonesia, itulah

qadar atau takdir

'lhhan.

'Muka pada hari ini gilang ganilang nelihat kepada Tuhannya" (Al Qiyamah: 23).

ini menyatakan bahwa untuk sekalian orang yang beriman akan diberi nikmat yang besar ddam syurga, yaitu melihat ltrhan Ana waialla.
Ayat

Manusia wajib yakin seyakin-yakinnya, bahwa yang terjadi di atas dunia ini semuanya sudah qadha Tuhan dan sudah takdir Tuhan, tidak bcrubah la$ dan tak seorangpun yang sanggup merubahnya.
Setiap manusia tidak bisa membebaskan diri dari Qadha dan Qadar 'lirhan.

Ayat

ini menolak paham kaum Mu'tzilah yang menyatakan bahwa

74

75

Umpamanya

Dan firman Tuhan lagi.

a. Seseorang manusia b. c.

dijadikan-Nya menjadi anak Indonesia, dilahirkan di Indonesia. Apakah orang Indonesia itu dapat menolaknya ?
Seseorang dijadikan anak si Anu dan ibunya si Anu, apakah dapat setiap

t1 : rr-elt
Artlnya:

)'r5 l(iE r'3;'9y


jadikan dengan takdir"
(Al

orang membantahnya, dapatkah ia, mencari ibu atau bapak yang lain

Anak seseofang yang akan lahir tidak dapat dikuasai oleh ibu bapanya. Mereka harus terima takdir Ilahi, mendapat anak laki'laki atau wanita,

"Sesunggubnya segala sesuatu Kami

l.fiunar: 49).
Berkata Imam Nawawi dalam mengartikan ayat ini : l{llah subhanahu wn ta'ala telah mentakdirkan sesuatu dalam u:al dan Tuhan telah tahu lralrwa sesuatu itu akan terjadi pada waktu yangla tentukan. Maka sesuatu Itu tujadi sesuai dengan takdirnya".

tak dapat disanggahnya.


Kalau dapatlah kita manusia berkuasa, tentu akan dicari negeri yang lebih baik untuk tempat kelahiran kita. Kalau ada, kekuasaan kita' tentu dicari ibu bapa, yang gagah, yangkaya, Kalau adalah kekuasaan kita, tentu anak kita yang akan lahir sesuai rupanya dengan kehendak kita' Karena
Nya.

itu dalam rukun Iman yang ke 6 ditetapkan bahwa takdir

Demikianlah, ummat Islam Ahlussunnah wal Jama'ah meyakini hlhwa sesuatu yang terjadi sudah ditakdirkan oleh llahi, kita hanya menrlnpati saja lagi. Hmya takdir sesuatu itu kita tidak tahu kepastiannya dan karena itu tlrlak boleh menunggu saja tanpa kerja. Bekerjalah, berusahalah sehabis tenrga, dan serahkanlatr kepada Tuhan apa yang akan teriadi.

baik dan buruk semuanya dijadikan Tuhan, dan Tuhan berbuat sekehendak'

Tuhan berfirman dalam hal

ini

&*4$f#ujs"srso+l#e+ itj.?qy.
\f
Artinya
:

:*l'2-"5,;" ""a(Jw

Begitu juga anak kita, peliharalah ia baik-baik, berilah makanan, pclihara kesehatannya, sesudah itu serahkanlah kepada takdir luhan apa

JrJ,/l

#i'rpW1ycfiaii\i

ylng akan terjadi.


Orang yang meletakkan benih di atas batu dan sesudah iru ia tunggu

tlkdir agar benih itu tumbuh dan berbuah sendirinya, maka orang ini
lermasuk orang dungu yang sangat bodoh, kata Imam Ghaaali.
Barangsiapa yang hendak mendalami masalah Qadha dan Qadar ini

.Tiada suatu bencana yang teriadi di bumi atau pada dirimu sendiri, melainkan bal itu sudab ada dalam krtab @zal) sebelum Kami melaksanakan terjadinya, babwasanya bal demikian mudah sekali
bagi

dlpcrsilakan membaca buku "40 Masalah Agama", masalah ini diuraikan panjang lebar.
lnl,

jilid IV dimana di

situ

Allah'(Al Hadid:

22)

Demikian I'itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama'ah dalam soal-soal

Jfii

apa saja yang terjadi

di dunia

menurut ayat ini

sudah

diqadhakan oleh Tuhan dalamualdan dilakanakanadanyadi dunia sesuai dengan qadha-Nya itu.

Maka selesailah pembicaraan kita tentang rukun Iman yang enam, yaltu kepercayaan terhadap Allah, terhadap Malaikat-Malaikat-Nya, terhadap
Kltab-Kitab Suci-Nya, terhadap Rasul.Rasul-Nya, terhadapAkhirat, dan Qadha. Qadar-Nya.

76

77

zat Iain, mustahil Ia berdiri

di

atas zat lain.

l.

Wahdaniyah, artinyt Ia Esa, mustahil Ia banyak.


Kuasa, mustahil Ia tidak lfuasa.

g. Qudrat, artinya

Ir. Iradat, utinya menentukan sendiri dengan kehendak-Nya, mustahil

III
DAFTAR NINGI(AS I'TIQAD KAUM AHIUSSUNAH WAI

Ia dipaksa-palsa.

i Ilmu artinya Ia tahu, mustahil Ia tidak tahu. i. Hayat, artinya Hidup, mustahil Ia mati.
k.
Sama', artinva mendengar, mustahil Ia tidak mendengar.
Bashar,

'AMAAH
1.

melihat, Mustahil Ia buta. ^rtinya m. Kalam, artinyaberkila., mustahil Ia bisu.

l.

Iman ialah mengikrarkan dengan lisan dan membenarkan dengan hati. Iman yang sempurna ialah me-ikarkan dengan lisan, membenarkan
dengan hati dan mengerjakan dengan anggota.

n. Kaunuhu Qadiran, artinya Ia dalam keadaan yang berkuasa, mustahil


Ia dalam keadaan tidak berkuasa.

2. Tuhan

itu ada, namanya Allah. Dan ada 99 nama Allah.

o. Kaunuhu Muridan, artinya Ia dalam keadaan mempunyai hadat,


mustahil Ia dalam keadaan yang tidak mempunyai iradat.

3. Tuhan mempunyai sifat banyak sekali, yang boleh disimpulkan dengan

p. Kaunuhu Alamin, artinya dalam keadaan Yang tahu, mustahil Ia


dalam keadaanyang tidak tahu.
c1.

perkataan: Tuhan mempunyai sifat-sifat Jalal (kebesaran), Jamal (ke' indahan) dan Kamal (kesempurnaan).
4. Sifat yang wajib diketahui

Kaunuhu Halyan, xtinya Ia dalam keadaan Yang hidup, mustahil Ia dalam keadaan yang mati.
Sami'an aiftinyaladalam keadaan Yang mendengar, mustahil

oleh sekalian mu'min yang baligh berakal adalah 20 sifat; 20 sifat yang wajib ada bagi NY{ dan yang mustahil (tidak mungkin) ada bagi NYA. Dan satu lagi sifat yang harus ada bagi NYA ; yaitu : a. Wujud, artinya Ada, mustahil Ia Tidak
ada.

r, Ikunuhu

Ia dalam keadaan yang tidak mendengar.

s, Kaunuhu Bashiran,

artinya Ia dalam keadaan yang melihat, mustahil

Ia dalam keadaan yang tidak melihat.

b. Qadim, artinya tidak ber-permulaan


permulaan.

ada-Nya mustahil ada-Nya ber-

t.

I0unuhu Mutakalliman, artinya Ia dalam keadaan yang berkata,


mustahil Ia dalam keadmn yang tidak berkata.

c.

Baqa, artinya tidak ber-kesudahan ada-Nya, mustahil ada-Nya berkesudahan.

Demikian 20 sifat yang wajib (mesti ada) bagi Allah dan 20 sifat yang musthil (tidak mungkin ada) bagi Allah.
5.

d. Mukhalafatuhu ta'ala lilhawaditsi, aftinya Ia berlainan dengan


sekalian makhluk, mustahil Ia berupa dengan makhlukNya.

Sifat yang harus bagi Allah hanyalah satu, yaitu : Ia boleh memperbuat

dan boleh pula tidak memperbuat.


atas

e. Qiyamuhu binafsihi, artinya Ia berdiri sendiri, bukan berdiri di


78

79

1ll

6. Ifajib

dipercayai bahwa Malaikat ada. Mereka banyak. Tetapi yang waiib

b,

Setelah mati lalu dikubur. Dalam kubur ditanyai : siapa Tuhan, siapa

dipercayai secara terperinci hanyalah 10 orang sebagai yang telah disebutkan nama-namanya dan pekerjaannya masing'masing dalam
bagian 2 Bab

Nabi, siapa Imam dan lainJain pertanyaan oleh Malaikat Munkar dan
Nakir.

Il

tentang Malaikat.

c. Orang yang jahat tl. c.

akan

disika dikubur,

7.

Wajib dipercayai adanya Kitab-kitab Suci yang dirurunkan Allah kepada


Rasul-rasul-Nya untuk disampaikan kepada, kaumnya.

Kemudian pada suatu waktu akan terjadi kiamat besar, dunia akan

hancur lebur dan semua makhluk yangada di dunia akan mati.


Kemudian pada suatu waktu pula akan dibunyikan terompet sehingga

Kitab-kitab Suci ini banyak, tet^piy^ngwajib diketahui secara terperinci adalah 4, yaiat

seluruh orang yang mati bangun kembali, berkumpul


Alaihissalam. Mahsyar,

di Padang

a. Kitab Taurat yang. diturunkan kepada. Nabi Musa

b. Kitab Zabw yang diturunkan kepada Nabi Daud Alaihissalam.

Akan diadalan hisab, yakni perhitungan dosa dan pahala.


Muhammad SAW dengan se-izin Tuhan.

c. Kitab Injil yang diturunkan

kepada Nabi Isa Alaihissalam.

g. Di Padang Mahsyar itu akan ada syafa'tt @antuan) dari Nabi


h. Akan ada timbangan untuk menimbang dosa dan pahala.

d. Kitab Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

8,

Kaum Alilussunnah wal Jama'ah mempercayai sekalian Rasul-rasul yang diutus Allah kepadamanusia. Mereka banyak, adayangditerangkan oleh

i.

Akan ada titian Shirathalmustaqin, yang dibentangkan di atas neraka yang akan dilalui oleh sekalian manusia.

Allah kepada kita dan ada pula yang tidak diterangkan, Tetapi yang wajib diketahui secara terperinci adalah 25 Rasul yang
dinyatakan dalam al Qur'an. Baik juga dijelaskan secara pendek perbedaan antara Nabi dan Rasul. Nabi ialah orang yang dituruni wahyu oleh Tuhan, tetapi tidak disuruh

i.

Akan adatelagalgutsar, kepunyaan Nabi Muhammad SA![., di dalam Surga, dimana orang-orang beriman akan dapat minum.

k, Yang lulus ujian terus langsung selamat meniti dan masuk Surga Jannatun Na'im, tetapi yang kafir akan jatuh di neraka.

untuk menyampaikan kepada manusia, sedang Rasul ialah Nabi vang ditr,rruni wahyu oleh Tuhan dan ia diperintahkan untuk menyampaikan wahyu iru kepada manusia.
Jadi, seorang Nabi belum tentu menjadi Rasul, tetapi seorang Rasul mesti

l.

Orang yang baik langsung masuk surga dan kekal selama-lamanya.

m, Orang kafir langsung masuk neraka dan kekal selamalamanya.

menjadi Nabi lebih dahulu, Yang?5 orang ini adalah Nabi dan juga Rasul, menurut paham kaum
Ahlussunnah wal Jama'ah.

n. Orang mu'min Yang berdosa dan mati sebelum taubat, akan masuk ke dalam neraka buat sementara dan sehabis hukuman akan dikeluukan dan dimasukkan ke dalam surga buat selama-lamanya.

o. Orang mu'min yang baik baik akan diberi nikmat apa


paling lezat, yaitu melihat Allah Subhanahu wata'ala. Demikian secara ringkas tentang hari akhirat.
habis.

saja yang ia

9. Setiap orang Islam


yaitu:

wajib mempercayti hari akhirat. Permulaan hari akhirat itu bagi setiap manusia adalah sesudah mati,

sukai, dan akan diberi lagi nikmat tambahan yang paling besar dan

a. Setiap orang akan mati apabila jm*.a usianya sudah


80

81

I I

10.

Kaum Ahlussunnah mempercayai Qadha dan Qadar, yaitu takdir Ilahi,

l{

Ajal setiap manusia sudah ada jangkanyaoleh Tuhan, tidak terkemudian

yaitu sebagai berikut

a. b.

di dunia ini sudah ada Qadha Tuhan, yakni hukum Tuhan dalam ual,bthwa hal itu akan terjadi.
Sekalian yang terjadi
Sekalian yang terjadi

dan tidak terdahulu walaupun sedetik sekalipun. 'li:tapi manusia diperintah oleh Tuhan supaya bertobat kalau sakit, tid* boleh menunggu aial saja.

di dunia ini

buruk dan baiknya semuanya

It
lfr l1

Anak-anak orang kafir, kalau mati kecil masuk surga.

dijadikan Tuhan.
Pendeknya nasib baik dan nasib buruk semuanya dari Tuhan dan kita

l)oa orang mu'min memberi manfaatbaginya dan bagi yang dido'akan. dan pahalabacaan (ahlil, salawatbacaan Qur'an) holeh dihadiahkan kepada orang yang telah mati dan sampai kepada,
Prrhala sedekah, wakaf

ummat manusia hanya menjalani takdir saja.

c. Yang adabryi

manusia hanya kasab, ikhtiar dan usaha. Kita waiib


IH

rnereka kalau dimintakan kepada Allah untuk menyampaikannya. Ziarah kubur, khususnya kubur ibu-bapa, Ulama-ulama, Wali-wali dan orang-orang mati syahid, apalagi kubur Nabi Muhammad SAV. dan
sahabat-sahabat beliau adalah sunnat hukumnya, diberi pahala kalau dikerj akan. Berjalan pergi ziarah kubur, termasuk mengerjakan ibadat.
19.

berusaha dan berikhtiar.

d. Pahala yang diberikan Tuhan


karena keadilan-Nya.

kepada manusia adalah karena

kurnia-Nya dan hukuman yang diberikan kepada manusia adalah

Demikian kepercayaan orang Mu'min, kaum Ahlussunnah wal


yaitu: Jama'ah setentang yang bertalian dengan Rukun Iman Yang 6, percaya kepada Allah, Malaikat-malaikat.Nya, Rasul'Nya, Hari Akhirat

Mendo'a kepada Tuhan secara langsung, atau mendo'a kepada Tuhan dengan wasilah @ertawasul) adalah sunnat hukumnya, diberi pahala kalau dikerjakan,

dan Qadha - Qadar-Nya.


Selain dari inr kaum Ahlussunnah mempercayai pula bermacam-macam kepercayaan yang terbit atau timbul dari Rukun Iman yang 6 tadi, yaitu sebagai tersebut
11.

J0

Mesjid di seluruh dunia sama derujatnya, kecuali 3 buah Mesjid, lebih tinggi derajatnya dari yang lain, yaitu Mesjid-mesjid Makkah, Madinah

dan Baital Muqaddas.


Berjalan untuk sembahyang ke mesjid yangtiga, itu adalah ibadat, di-

di bawah ini

Tuhan bersama nama-Nya dan sifat-Nya, semuanya qadim, karena nama

beri pahala kalau dikerjakan.

dan sifat itu berdiri di atas zatyangqadim. Maka karena itu sekalian sifat Tuhan adilah Qadim, tidak berpermulaan adanya.

t2. Qur'an al Karim adalth Kalam Allah yang qadim. Adapun yang terrulis dalam Mashaf yang pakai huruf dan suara tdtlah
gambaran dari Qur'an yang Qadim itu. Karena ifu Qur'an al Karim dikatakan Qadim tidak boleh dikatakan

Jt, Seluruh manusia adalah anak cucu dari Nabi Adam, Adam berasal dari tanah. Iblis dan jin dijadikan Tuhan dari api, tetapi malaikat-malaikat dijadikan dari cahaya. t2. Bumi dan langit ada. Siapa yang mengatakan langit tidak ada ia keluar
dari lingkungan kaum Ahlussunnah wal Jama'ah.
r1. Nama Tuhan tidak boleh dibuat-buat oleh manusia, tetapi harus sebagai

hadits atau "makhluq".


13. Rezki sekalian manusia sudah ditakdirkan dalam

uil,, tidakbertambah

yang telah ditetapkan Tuhan dalam Qur'an dan Hadits-hadits Nabi


yang sahih.

dan tidak berkurang, tetapi manusia disuruh mencari rezki, disuruh berusaha, tidak boleh menunggu saja.

Dalam Hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dan Imam Bukhari,

82

83

nama Tl]han iru 99 banyaknya. Siapa yang menghafalnya di luar kepala akan dimasukkan ke dalam slurga. (tihat sahih Bukhari iuzu IV pagina 795 dan Sahih Tirmid zi iuz&ll, hal. 37 42). lfita ummat Islam boleh

'lafsir

'

Qurthubi, lafsir Jalalaein, Tafsir Khazen dan lain-lain sebagainya. lJarangsiapa yang hendak mendalami persoalan ini baca buku "40 Masalah Agama" jilid IV, karangan kami juga pada bab "Masalah Salaf tlan Khalaf". Di situ diuraikan panjang lebar persoalan ini.

mendo'a (menyeru) pada salah satu dari nam'nam yang 99 ini, lilfadud umpamanya Ya Lathi{ Ya tathi{ atauYz- Rahim Ya Rahman, Ya
dan lainiain sebagainva,
24.

Jl

Iklau terdapat ayataYat Qur'an suci yang seolah'olah menyatakan bahwa Tuhan itu bernrbuh serupa manusia, atau bertangan serupa
manusia, atau bermuka serupa manusia, atau duduk serupa manusia, atau rurun serupa manusia, maka Ulama'ulamaAhlussunnah walJama'ah menta'wilkan atau menafsirkan ayat itu secara maiai, yakni bukan

llangkit sesudah mati hanya satu kali. Manusia mulanya tidak ada, kemudian lahir ke dunia, sesudah ifu mati, sesudah bangkit (hidup) kembali berkumpul di Padang Mahsyar, sesuai dengan ayat Qur'an
pada surat Al Baqarah ayatke 28. Pendeknya manusia kalau sudah mati, ya sudah, tidak walaupun menyerupai binatang atau apa s ja. Israfil.

hidup lagi

Hidup nanti padahari qiyamat apabila dibunyikan nafir oleh Malaikat

menufut asal arti dari perkataan itu, sesudah itu diserahkanlah kepada Tuhan apakah yang sebenarnya dimakudkan-Nya dari ayat'ayat itu' Misalnya Lyat y^ng mengatakan Tuhan bermuka, maka maksudnya ialah Zat yang Qadim yang tidak serupa dengan makhluk-Nya. Iklau terdapat "T[han bertangan" maka maksudnya "Tuhan berkuasa",
karena tangan itu biasanya alat kekuasaan. Kalau berjumpa ayut yang mengatakan "Tuhan duduk

llal ini bertentangan dengan kepercayaan sebagian orang.orang Syi'ah yang berkeyakinan bahwa Saidina Ali akan hidup kembali pada akhir
zam n dan sesudah itu mati lagi dan sesudah itu hidup lagi di Padang
Mahsyar.

J6, Upah (pahala) yang diberikan Tuhan kepada orang yang


di atas Arasy"

salah

bukanlah karena Tuhan terpalsa untuk memberikannya dan bukan


pula kewajiban untuk membalas jasanya orang itu. Begitu juga hukuman bagi orang yang durhaka tidaklah Tuhan terpaksa menghukumnya atau

maka makudnya ialah "Tuhan menguasai 'Arasy", kalau berjumpa, ayat atau hadits yang mengatakan "Tuhan furun", makayang turun adalah

rahmat-Nya, bukan batang tubuh-Nya. Ihlau berjumpa Lyat ylng mengatakan "Tuhan itu Cahaya", maka malaudnya ialah "Tuhan itu

kewajiban Tuhan untuk menghukumnya, tidak.

lhhan memberikan pahala kepada manusia dengan lfurnia-Nya dan

memberi cahxya", begitulah seterusnya'

Hal ini sangat dianggap perlu, agar kita jangan termasuk golongan
kaum Musyabbihah atau Mujassimah yang menetapkan ada keserupaan

J7,

menghukum dengan Keadilan-Nya. 'ltrhan Allah dapat dilihat oleh penduduk slurga dengan mata kepala, bukan dengan mata-hati
saja.

Tuhan dengan makhluk.


Dalam surat as Spra ayat 11 dinyatakan senyata'nyatanya, bahwa tiada suatupun yang menyerupai Tuhan dan Tuhan tidak serupa dengan

letapi ingatlah jangan ada keyakinan bahwa Tuhan itu di dalam slurga. Hanya kita yang melihat, yang bertempat dalam syurga,

Jll,

Pada waktu

di dunia tidak

ada manusia yang dapat melihat Tuhan dipersilakan karangan kami juga

makhluk Nya.

Tetapi dalam mengartikan atau menta'wilkan aYxt ini janganlah memakai sembarang ta'wil, hendaknya diperhatikan kitab-kitab tafsir Ahlussunnah yang dipercayai, umpamanya kitab Taftir At Thabari,

kecuali Nabi Muhammad SAW pada malam mi'raj.

Barangsiapa yang hendak mendalami persoalan


membaca buku

ini

"40 Masalah Agama" jilid

ry

84

85

ll

tentang "Masalah Melihat Tuhan 'Azza wa lalla".

[4,r';rrl bin Adnan. Dari pihak ibu adalah: Muhammad bin Aminah, binti

29. Mengutus Rasul-Rasul

adalah suatu kurnia Tuhan kepada hamba-Ny;r

untak menunjuki jalan yang lurus, bukanlah kewajiban Tuhan untulr


mengurus Rasul-Rasul itu.

*uh;rlr, hin Abdu Manaf bin Zahrah, bin Kilab (nenek Nabi yang hr'.crurm dari pihak bapak). Irtri-istriNabi dari mulai kawin sampai wafatadalah: Ummul Mu'minin Xlr;rrliinh binti Khuwailid, Aisyah bintiAbu Bakar, Hafasah binti Umar, I htrnru Salamah binti Abi Umaiyah, Ummu Habibah binti Abu Soffan, S,rrrtl:rh binti Zam'ah, Zainab binti Jahasy, Zilnab binti Khuzaimah,
M;rlrnunah binti Harits, Juwairiyah binti Harits, dan Safiyaf bi.nti Hay, ll,rrliyallahu anhunna. Arurk-rnak Nabi Muhammad SAW. adalah: Zainab, Ruqalyah, Ummu K;rltsum, Sitti Fathimah, Qasim, Abdullah dan lbrahim, Radiyallahu

30.

Sfajib diketahui dan diyakini oleh seluruh ummat Islam bahwa Nabi

Muhammad SAW. lahir di Mekkah. Sesudah berusia 40 tahun beliau diangkat menjadi Rasul, lalu diturunkan kepada beliau ayat-ayat Qur'arr

berturut-turut selama, 23 tahun,


Sesudah 13 tahun menjadi Rasul beliau pindah ke Madinah, meneraf

di situ dm wafat di situ.


Beliau wafat sesudah melakukan rugas selama 23 tahun dalam
usi.r

63 tahun. Makam pekuburan NabiMuhammad SAV. di Madinah, dalanr

lttltum.

lingkungan Mesjid Madinah sekarang. Setiap orang Islam boleh


menziaruhi.

31. Nabi Muhammad SAV adalah manusia serupa kita, bukan Malaikat.
Beliau makan, minum, tidur, kawin mempunyai keluarga serupa manusia biasa.

Nlhi Muhammad SAw. diutus oleh Tuhan kepada seluruh manusia, llthk pandang suku, tidak pandang negeri dan tidak pandang agama.. Nlbi Muhammad SAV/. mi'raj kelangit melalui Baitul Muqaddas (l'alcstina) tanggal 27 Rajab dan kembali malam itu juga ke dunia
rncmbawa perintah sembahyang 5 kali sehari semalam. Beliau mi'raj

Akan tetapi kemanusiaan beliau adalah luar biasa, rohaniyah dan


jasmaniyah beliau luar biasa kuatnya, karena kepadabeliau diturunkan wahyu llahi, yang kalau diturunkan kepada bukit niscaya bukit itu akan

rlcngan tubuh dan ruhnya.


llarangsiapa yang hendak memperdalam persoalan ntcmbaca buku "40 Masalah Agama" Juz Ml'raj.

ini

dipersilakan

I, tentang Masalah Isra' dan

hancur lebur. Kalau diumpamakan kepada batu boleh dikatakan Nabi Muhammad SAV/. itu batu akik @atu permata akik), dan manusia yang lain serupa batu kikil, sama-sama batu, tetapi yang satu lebih tinggi derajttnya,

Nabi Muhammad SAW. terdahulu diangkat jadi Nabi dibanding Nabi-

lebih kuat dan lebih mahal harganya.


Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah menganggap bahwa Nabi Muhammad SAW walaupun manusia serupa kita, tetapi beliau adalah"saidul khalaik",
18.

nabi yang lain, yaitu pada masa Nabi Adam masih terbaring dalam surga sebelum diberi jiwa. Ihrena itu beliau adalah Nabi yang paling dahulu diangkat dan yang paling akhir lahir ke dunia. Nabi Muhammad SAW memberi syafa'at (bantuan) nanti di akhirat kepada seluruh manusia. Syafa'at @antuan) itu bermacam-macam,
diantaranya menyegerakan berhisab
19,

makhluk Tuhan yang termulia dibanding yang lain-lain.

32, Silsilah nenek-nenek Nabi adalah : Muhammad bin Abdullah, bin


Abdulmuthalib, bin Hasyim, bin Abdu Mana{ bin Qushai, bin Kilab, bin Marrah, bin lk'ab, bin Luai, bin Galib, bin Fihir, bin Malik, bin Nadhar,

di

Padang Mahsyar.

Sesudah Nabi Muhammad SAW. meninggal dunia maka pengganti beliau yang sah adalah Saidina Abu Bakar Rda. sebagai Khalifah yang

bin Kinanah, bin Khuzaimah, bin Mudrikah, bin llyas, bin Mudhar, bin 86

pertama, Saidina

Umu bin Khathab

sebagai Khalifah yang ke-dua,

87

Saidina Utsman bin Affan sebagai Khalifah yang ke-tiga dan Saidina Ali

bin Abi Thalib sebagai Khalifah yang ke-empat, Radiyallahu anhum.


Beliau-beliau yang berempat

ini dinamai Khulafaur

Rasyidin.

ll*nul-rasulAllah dibekali dengan mu'jizat, yaitu perbuatan yang ganjil fnng tli luar kemampuan manusia biasa, umpamanya Nabi Ibrahim tak It'rhlkar oleh api, Nabi Isa pandai menghidupkan orang yang sudah

40.

Wajib diyakini bahwa yang paling mulia di antara mahkluk Tuhan ialah

Nabi Muhammad SAW,, Sesudah itu Rasul.rasul lain, sesudah itu Nabinabi, sesudah itu malaikat-malaikat, dan sesudah itu manusia yang lain

rruti, Nabi Musa pandai menjadikan tongkatnya menjadi ular, Nabi Mulrammad SAW. dengan Kitab Sucinya al Qur'an yang tidak dapat
rlttiru oleh orang pandai-pandai, air keluar dari anak jari beliau, bulan lrl;rh clua, matahari terhenti berjalan dan lain-lain sebagainya.
fiarun Ahlussunnah walJama'ah meyakini adanya keramat.

41. \rajib dryakini bahwa sahabat Nabi yang paling mulia adalah Saidina Abu Bakar, sesudah itu Saidina Umar bin Khathab, sesudah itu Saidina Utsman bin Affan, sesudah itu Saidina Ali bin Abi Thalib, sesudah itu sahabat-sahabat yang sepuluh yang telah dikabarkan oleh Nabi akan masuk slurga, yaitu 4 orang Khalifah ditambah dengan Thalhah bin 'Ubaidillah, Zuber bin Awam, Abdurahman bin Auf, Sa'ad bin Abi V/aqash, Sa'id bin Zaid, Abu Ubaidah, Amir bin Jarrah, sesudah itu sahabat-sahabat yang ikut perang Badar, sesudah itu sahabat-sahabar yang ikut perang Uhud, sesudah itu sababat-sahabat yang ikut Bai'arur Ridhwan, sesudah itu sekalian sahabat Nabi, Radiyallahu anhum.

lfurarnat fftinya pekerjaan yang ganjil-ganiil yang di luar kebiasaan, y,rrrg dikerjakan oleh wali-wali Allah, Ulama-ulama orang-orang saleh, rcumpamanya makanan datang sendiri kepada Sini Maryam, ahli gua

tltlur selama 309 tahun tanpa rusak dagingnya.


Nirbi Muhammad SA!(. adilah Nabi yang penghabisan, tidak ada lagi Nabi sesudah beliau. Begitu juga pangkat ke-Nabian dan ke'Rasulan, lrrgitu juga Nabi-nabi pembantu tidak ada lagi sesudah Nabi Muhammad
SArilfl.

42.

Dalam soal pertikaian dan peperangan yang terjadi Nabi, seumpama "peperanganJamal" antara Sitti l{isyah dan Saidina'Ali,
"peperangan Siffin" antara, Saidina Ali dan Mu'awiyah, kaumAhlussunnah
wal Jama'ah menanggapi secara positip, tidak banyak dibicara-bicarakan,

Slapa-siapa yang menda'wakan dirinya Nabi atau Rasul, baik Nabiyang

^ntar;-pansahabat

lrrkendiri atau Nabi untuk menjalankan syari'at Nabi Muhammad m*a orang itu pembohong yang wajib dilawan.

Saw.

tetapi dianggap bahwa mereka, berperang menurut ijtihad mereka


masing masing. Kalau ijtihad

Vajib dipercayai adanyaArasy, yaitu suanr benda makhluk Tuhan yang dliadikan dari Nur, tedetak ditempat yang tinggi dan mulia, yang tidak

itu benu pada sisi Allah mereka dapat

rliketahui hakikatnya dan kebesar^nnya. Hanyalah Allah Subhanahu


w att' ala

pahala dua, akan tetapi kalau ijtihad mereka salah pada sisi Allah maka

yang mengetahui.

mereka dapat pahala satu, jaifu atas ijtihadnya itu.

Waiib diyakinirdanya"kursi Tuhan", yaitu suatu benda makhluk Tuhan yang

43. IQum Ahlussunnah wal

Jama'ah yakin, bahwa sekalian famili Nabi

Muhammad SAW., khususnya

Sitti Aisyah Ummul Mu'minin

yang berdekatan dan bertalian dengan Arasy. Hakikat keadaannya diserahkan kepada Tuhan. Yang wajib bagi kita hanyalah mempercayai
adanya.

tertuduh membuat kesalahan, adalah bersih dari noda. Fitnah yang dilancarkan kepada famili Nabi adalah fitnah yang dibuat.buat (lihat Qur'an Surat Nur ayat 11).

Wajib dipercayai adanya I0lam, yaitu suatu benda yang dijadikan Ttrhan untuk menuliskan sesuatu yang akan terjadi di Luh mahfuzJr.
Sekalian yang terjadi didunia ini sudah dituliskan dengan kalam di luh

44. krasulan

seorang Rasul adalah kurnia dari Tuhan. Pangkat

itu tidak

didapat dengan diusaha-usahakan, umpamanya dengan masuk sekolah,

mahfuzh tedebih dahulu.

bertapa dan lain-lain.

88

89

5t. Slurga dan

neraka bersama penduduknya akan kekal selama-lamany:r,

t ; k l,

tidak akan habis. Iftduanya dikekalkan Tuhan agr y^ng berbuat baik merasakan selama-lamanya nikmat pekerjaannya dan yang berbu;rt dosa merasakan selamaJamanya silsa atas perbuatrnnya.
52. Dosa itu

Mcngharamkan pekerja nyang sudah sepakat ulama'ulama Islam tttrrnbolehkannya, umpamanya kawin huam baginya, jual beli haram

Ititllinya, makan minum haram baginya, dan lain'lain sebagainya.


Mcniadakan suatu amalan ibadatyang telah sepakat ulama Islam

menurut paham Ahlussunnah wal Jama'ah - terbagi dul, ada dosa besar dan ada pula dosa kecil. Dosa besar itu ialah: Syirik (mempersekutukan luhan, inipaling besar), membunuh manusia dengarr tidak hak, makan riba rente uang, lari dari medan pertempuran perang

rrrcwajibkannya, seumpamanya sembahyang, puasa, zakat, dan

llin-lain

sebagainya.

Mcngingkari kesahabatan sahabat-sahabx Nabi yang utama, seperti

Slidina Abu Bakar, Saidina Umar dan lain'lain sebagainya. Mengingkari sepotong atau seluruhnyl ayut al Qur'an atau me' nambah sepotong atau seluruhnya ayat Qur'an, dengan tujuan men' jadikan ia menjadi Qur'an.
rn, Mengingkari salah seorang dari Rasul yang telah sepakat ulama'ulama

sabit, menjadi tukang sihir mendurhakai ibu-bapak, berbuat zina, berbuat

liwath, berdusta terhadap nabi dan lain-lain tidak berapa lagi. Ihlau dosa besar tidak dikerjakan maka dosa-dosa kecil akan diampuni
saja oleh Tuhan. Dosa besar hanya dapat diampuni kalau sipembuatnya

taubat kepada Tuhan. 53. Orang Mu'minin bisa menjadi kafir kembali (riddat) dengan melakukan hal-hal yang di bawah ini:

lslam mengatakannya Rasul.

Dalam I'itiqad.

a. Syak (ragu) atas adanya Tuhan. b. Syak (ragu) kerasulan Nabi Muhammad SAS[. c. Syak (ragu) bahwa, Qur'an itu wahyu Tuhan. d. Syak (ragu) bahwa akan ada hari qiyamat, hari akhirat, slurga,
dan lain-lain sebagainya.

n. o. p,

Mendustakan Rasul-Rasul Tuhan.

Me-i'itiqadkan ada Nabi sesudah Nabi Muhammad

SAtilf.

Menda'wakan iadi Nabi atau iadi Rasul sesudah Nabi Muhammad


SAW.

I)alam amalan.
neralca

a. Sujud kepada berhala, pada matahari, b, Sujud kepada manusia dengan

pada bulan dan lainJain.

sukarela.

e,

Syak (ragu) bahwasanya Nabi Muhammad SAW. isra' dari Mesjid Makkah ke Mesjid Baital Mukaddas dengan ruh dan tubuh.

c. c.

Menghina Nabi-Nabi atau Rasul-Rasul dengan lisan atau perbuatan.

f.

Me-i'itiqadkan bahwa Ttrhan tidak mempunyai sifat, seperti ilmu, hayat, qidam baqa dan lain-lain sebagainya,

d. Menghina Kitab-Kitab suci dengan lisan atau perbuatan.


Mengejek ejek agama atau Tuhan dengan lisan atau tulisan.

g. Me-i'itiqadkan bahwa Tuhan bernrbuh serupa manusia. h. Menghalalkan pekerjaan yang telah sepakat ulama Islam mengharamkannya, umpamanya meyakini bahwa zina boleh ba$nya,

l.

Dan lainlain.

Dalam perkataan.

berhenti puasa boleh baginya, membunuh orang boleh ba$nya,


dan lain-lain sebagainya.

a, Mengucapkan "hai Kafir" kepada orang Islam.

b. Mengejek ejek atau menghina-hina nama

Tuhan.

90

9l

c.

Mengejek-ejek hari akhirat, syorga dan neraka,


puasir,

d. Mengejek-ejek salah satu syari'at, umpamanya sembahyang,


zakat, naik haii, thawaf keliling Ka'bah, wuquf

di

Arafah dan lain

lain

sebagainya.

e. Mengejek-ejek Malaikat-Malaikat.

ffi
SEIARAH RTNGKAS PAHAM SYI'AH
t, Paham Syi'ah
Arti Syi'ah dalam bahasa Arab adalah pengikut.
Syi'ah 'Ali berarti - menurut bahasa Arab - "pengikut 'Ali"

Mengejek ejek Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul.

g. Mengejek-ejek keluarga Nabi. h. Mengejek-ejek Nabi Muhammad Saw.

i. Dan lain-lain.
Demikianlah secara ringkas kami tuliskan daftar i'itiqad kaunr Ahlussunnah wal Jama'ah. Daftar ini belum lengkap. Banyak lagi yang tidak dituliskan. Nanti apabila kita telah sampai membicarakan firqah
yang lain, umpama firqah Syi'ah,

Mu'tzilah dan lainJain akan dibentangkan lagi secara terperinci i'itiqad-i'itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama'ah.
Bacalah terus pasal-pasal berikutnya,

li'tapi arti "Kaum Syi'ah" menurut istilah yang dipakai dalam lingkungan unnr:rt Islam ialah kaum yang beri'itiqad bahwa Saidina Ali Kw. adahh
,

u,urg yang berhak menjadi Khalifah pengganti Nabi, karena Nabi berwasiat

h,rhw;r pengganti beliau sesudah wafat adalah Saidina Ali.

Kr:lanjutan dari I'itiqad ini maka Khalifah-Khalifah pertama, kedua dan


hctiga, yaitu Saidina Abu Bakar, Saidina Umar dan Saidina

Utsman adalth

lihirlilah yang tidak sah, perampok-perampokyang berdosa, karena mengambil

lurrgkat Khalifah tanpa hak dari Saidina Ali Kw.


Maka

inti dari paham Syi'ah selanjutnya, adalah

l'angkat Khalifah pengganti Nabi sesudah Nabi wafat diwarisi oleh ahli waris Nabi dengan jalan runjukan dari Nabi. Yang di runjuk oleh Nabi Muhammad SAtilf. pengganti beliau sesudah beliau wafat tdalah Saidina

Ali bin Abi Thalib Kw. yaitu

saudara sepupu Nabi, menantu Nabi,

pahlawan Islam yang berani, dan salah seorang dari sepuluh sahabat yang telah dikabarkan oleh Nabi akan masuk syurga. Barang siapa yang tidak menerima paham karena tidak mau menututi wasiat Nabi.

ini

adalah orang terkutuk

h.

Khalifah yang dalam istilah Syi'ah "lmam", adalah pangkat yang tertinggi dalam Islam dan bahkan salah satu rukun dan tiang Islam.

92

93

Karena itu tidak mungkin pangkat itu dibiarkan begitu saja dan diselrh

It,ur trrsebut dalam kitab Hadits:

kan saja kepada pilihan ral<yat. Imam harus ditunjuk oleh Nabi tllrr Imam-lmam yang lain ditunjuk pula oleh Imam itu. Orang-orang y:rrr1i memilih Khalifah dengan jalan qura (musyawarat) adalah orang-oranti
berdosa.
c. Khalifah

(lmam) itu menurut paham Syi'ah adalah "ma'shum", zrtiny,t pernah membuat dosa dan tidak boleh diganggu-gugat clurr tidak dikritik, karena ia adalah pengganti Nabi yang sama kedudukanny;r
dengan Nabi.

*fllnyir:
fu t s u I u I I ab SAW. memangi I S aidina Ali, Fatbimah, H as an d an Hus ein,

Khalifah (lmam) masih mendapat wahlu dari Tuhan, walaupun ticl;rli dengan peftntaraanJibril dan wahyu yang dibawanya itu wajib ditautr Imam-lmam kaum Syi'ah mewarisi pangkat Nabi atau jabatan Nabi walaupun ia bukan Nabi.

Nlab, mereka inilab keluarga aku (HSR Muslim Fyrrrlr MuslimJuzz XV hal. 176)
Itntfut lrcliau berkata: Ya

l)iln tersebut dalam Hadits Bukhari dan Muslim

Itulah inti dari paham Syi'ah, walaupun banyak yang lain menjatli
kelanjutan dari paham itu.

56"{ifu;reh,"J;

2. Keterangan Yang Keliru


Ada beberapa orang kaum Orientalist (Orang-orang Barat yang suk:r menyelidiki dan menulis soal-soal Islam) yang menerangka n bahwa pahan t

Syiah itu ialab pabam yang mencintai Saidina yang mencintai abli bait Rnsulullah.

Ali atau orang-orang


Artlnyar

tp 6]b6i'6?I'i1q 0i" Z.i .t . o,sP\ e ,stdtf -(tt6r1tro\t \v1.JP to & (


z 9s,

t\ 6 kif,

,CT',1*.,
/z

' c/ ,./

t/t z14 'gszU \,

e ,6

Keterangan ini keliru, karena kaum Ahlussunnah dan bahkan selurulr ummat Islam mencintaiAhli Bait, khususnya Saidina Ali Kw., terbukti dengan

do'a shalat seluruh ummat Islam, yaitu

Dari Sa'ad (bin Abi Wakasb), beliau berkata: Berkata Rnsulullah hepada Ali: Apakah engkau tidak suka, kalau engkau ditempatkan di slt/f,u serupa dengan tempat yang diberikan kepada Nabi Harun di sisi lvlusa? (HSR Bukhari - Shahih Bukhari II hal. 205 . Syarah Muslim Juz XV
Itirl,
176),

ld v
Artinya:

J.i'& i .#g

*:yV

-g6i

'Ya Allah, Sbalawatlab atas Pengbulu kami Mubammad dan atas kelunrga Penghulu kami Mubammad".

Jadi, Saidina Ali Kw. diakui oleh Nabi sebagai ahli.famili beliau dan rlllkui oleh Nabi bahwa kedudukannya di sisi Nabi sama dengan kedudukan Nabi Harun di sisi Nabi Musa.
Alangkah tingginya derajat beliau
!

94

95

Dan pula, hampir seluruh ummat Islam


dalam Khotbah.ktotbah Jum'at
:

di seluruh dunia berdo':r

r,rl;rlr scorang anggota pemilih.

llt'li:ru ticlak mencalonkan dirinya dan tidak memilih dirinya.

-:r,6lb sr,6, rv, r,ry


Artinya:

.{.4 &1,!i;r6a35
. +{t84

Arxlrrikata ada wasiat Nabi Muhammad SAV/. kepadanya, bahwa yang Ir,rnrs menjadi Khalifah sesudah Nabi wafat adalah ia sendiri tentulah

i',4t6#

lrt'lilu tidak akan membai'ah Saidina Abu Bakar, Umar dan Utsman

Rda.

Nlab, berilab keredhaan untuk pablawan Bani Ghalib, Imant orang masyrip dan magrib, Saidinfa Ali bin Abi Tltalib!"
Ya

Arrrlaikata ada wasiat itu tentulah beliau kemukakan kepada sahabatrrh;rb:rt yang berkumpul di Saqifah Bani sa'idah untuk memilih Khalifah

l"iltH l)crtama.

Apakah dengan membaca shalawat yang menunjukkan kecintaan kepada ahli bait Rasulullah dan apakah karena kita mendo'akan Saidina Ali

Ali Kw. mengetahui, bahwa Nabi Muhammad Saw sebelum, ru.rl;rt tidak ada berwasiar bahwa khalifah sesudah beliau meninggal
S;riclina ,rrl;rl;rlr Ali.

di dalam khotbah kita akan menjadi orang Syi'ah

Tidak, sekali lagi tidak, karena cinta kepada. Ahli Bait dan khususnya mencintai Saidina i{li adalah I'itiqad dan paham kaum Ahlussunnah wal
Jama'ah juga.

l)alam kitab Hadits Bukhari, yaitu kitab yang dianggap oleh ummar lrl,rrn scbagai kitab yang kedua sesudah al Qur'an tersebut yaitu:

J.

t. Satdlna'All Ks, Buhan Syl'ah


Syt'ah Safa
Saidina Ali

Dan Buhan Imam Kaum

Kw Sini Fathimah Rda., Hasan dan Husein (cucu.cucu Nabi) dan hbbas bin abdul Muthalib bukanlah kaum Syi'ah karena beliaubeliau itu tidak sepaham dengan kaum Syi'ah.
Sejarah telah membuktikan
:

US i*'t"t'iF *',5 rtt 4 6 F(i 3'6r .l-lillfr # A&V -9,-ri662u. Tit4q, 6*v J\7i +'s* btj Avvlt'* +5( "ry brS eii,'[l\i) "j'1
t
u-,
o.

ff e,be-: )V d e"&',{e bW v lV *:s, cfi #. sk s * bw bv *i *


-t

.Fs

g.'"jJ bf* AI';u +#; jr'3:#,3_F itS


A

a. Saidina

Ali. Kw. dan Sitti Fathimah Rda. ikut membai'ah (mengangkaQ Saidina Abu Bakar menjadi Khalifah yang perrama,walaupun agak Kw. ikut membai'ah Khalifah yang kedua, yaitu Saidina

sedikit terlambat.

b. Saidina Ali

Umar bin Khatab Rda.

c.

Saidina. Ali Kw. ikut membai'ah Saidina Utsman, Khalifah yang ketiga,

W$ +V,+b i i4 j;r:sruq+i_f t.a C*kS *,iur lirfg Wr,At '-V,t.,s,V, ots., . k t t b:k b$& )
<'

*n il'rl#: Jl6..+n !\, + $v& ;$iI ;p V ^,k (*t SVib,:t! itft,trl:g 5fti;"2'{' tif Jg i\tii 'k b,3*56rd1r. g p5iiy.!'g:, i\fr q db!6 !\Ai
.

walaupun beliau termasuk salah seorang calon untuk itu dan termasuk

Artinya:

Dari sababat Nabi lbnu Abbas, beliau mengabarkan, babwasanya


97

96

Ati bin Abi Tbatib keluar dari rumah Nabi ketika beliau sakit akan
wafat, maka orang bertanya kepada Saidina Ali: Bagaimana keadaan Rasutullab? saidina Ali meniawab: Albamdulillab, beliau berangsur Abbas sembuh, Pada ketika itu dipegang tangan Saidina Ali oleb Saidina lagi bari tiga "Engkau sesudab bin Abdut Muthalib, lalu beliau berkata: akan menjadi,"burnba tongkat' (akan diperintah orang lain) demi Allah saya tahu babwa Rnsulullab akan wafat dalam sakit ini, saya tahu kiadaan rnuka anak anak Abdul Mutbalib pada ketika akan wafat. Ayo mari kita masuk kembali kepada Rnsulullah dan kita tanyakan kepada beliau siapakah gerangan yang akan rnerneSanS jabatan ini sisudah belinu mminggal, Kalau kepada kita diserahkan maka kita sudab tahu dan kalau kepada orang lain maka kitapun sudab tabu, atau (kita desak) beliau mewasiatkan untuk kita. saidina Ali menjawab : Kalau kita rninta dan Nabi tidak memberikannya maka jabatan ini selamanya tidak akan diberikan orang kepada kita, demi Allab saya tidak akan memintanya kepada Rasulullab'
(Hadits sahih riwayat Imam Bukhari, (lihat Fathul Bari Juz 9. pagina 208).
Nyatalah dalam keterangan yang disebutkan dalam Kitab Bukhari ini, bahwa llli tak pernah menerima wasiat dari Nabi untuk menjadi Khalifah,

l, Abu Dzar Cs Buhan Pen$anut

Paham Syl'ah

I)alam buku-buku yang ditulis orang Barat dan kadang-kadang dioper

oleh penulis-penulis Islam bahwa benih-benih Syi'ah sudah dipunyai oleh rulrirbat-sahabat Nabi pada waktu beliau masih hidup. I)iantara orang yang berpaham macam itu terdapat Sahabat-sahabat yilng utama, yaitu Abu Dzar, Salman Farisi, Muqdad, dan lain-lain, kata
inercka.

Keterangan

ini tidak mempunyai sandaran yang kuat kalau tak akan

dlkirtakan keterangan palsu yang tidak benu. Abu Dzar dan kawan-kawan beliau itu tidak pernah berpaham bahwa

Nlbi berwasiat kepada Ali tentang Khalifah, bahwa Khalifah harus turun lqmurun dari anak kecucu dan lain-lain sebagainya seperti paham Syi'ah.
Mungkin ada sahabat Nabi yang berpaham bahwa Saidina

i{li

lebih

mulia dari Abu Bakar karena beliau saudara Nabi dan menantu Nabi, tetapi mereka bukan berpaham bahwa Khalifah sesudah Nabiwafat harus Saidina
'All,

Buktinya mereka semuanya membai'ah (mengangkat) SaidinaAbu Bakar

Ittla. menjadi Khalifah yang pertama.

bahwa Nabi tak pernah menunjuk Saidina

Ali

sebagai Khalifah yang

peftama, bahwa Ali, Abbas dan Ibnu idbbas (karib.karib Nabi yang terdeka$ tidak pernah meminta'minta iabatm Khalifah kepada Nabi'

l,

Rapat Saqifah Bani Sa'ldah


Nabi Muhammad SAtilf. setelah selesai mengerjakan tugas menyampai12

Dapat juga dipetik dari keterangan ini, bahwa saidina Ali bukanlah orang yang berpaham serupa paham syi'ah yang mei'itiqadkan bahwa jtbatanlmam adalah dari tunlukan Nabi, dan bahwa beliau ditunjuk oleh Nabi untuk jabatan itu. Karena

kln wahyu Ilahi selama lk. 23 tahun, meninggal dunia pada tmggal
Itcblul Awwal tahun II Hijriyah, bertepatan dengan
8

Juni tahun 632 Masehi.

itu dapat disimpulkan bahwa saidina Ali bukan

Beliau, Nabi Muhammad SAW. tidak berwasiat siapakah yang akan mcnggantikan beliau sesudah wafat dan tidak pula memberikan petunjuk
hrgaimana

penganut

paham Syl'ah, bukan termasuk golongan Syi'ah, dan bukan Imam kaum Syi'ah saja, tetapi juga Imam kaum Ahlussunnah wal Jama'ah dalam arti
yang luas.

cff

-carany^ memilih pengganti beliau itu.

diserahkan kepada kebijalsanaan ummat Islam saja rr$uai dengan keadaan masa dan tempat dan sesuai dengan situasi ketika Rupanya hal
Itu,

ini

Memang ada Nabi menluruh Saidina Abu Bakar menjadi Imam

98

sembahyang pada ketika beliau sakit, begiru juga pernah Nabi menyuruh Saidina Ali menjaga kampung halaman pada ketika beliau pergi berperang, akan tetapi hal ini tidak langsung mengenai Khalifah yang akan mengganti

rl,rn perlu disegerakan, guna mencari pemimpin yang akan memimpin ullircara pemakaman Nabi dan juga untuk iangan vakum kekuasaan
rclrirrgga bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diingini.

beliau sesudah wafat. Maka pada hari wafatnya Nabi Muhammad sAV. spontan sahahatsahabat terkemuka, ofang.ofang Ansar (orang Madinah) dan orang-orang Muhajirin (orang yang pindah dari Makkah ke Madinah) berkumpul di
suatu Balai yang bernama Saqifah Bani Sa'idah'
Saidina Abu Bakar dan Saidina Umar, sahabat.sahabat Nabi yang utama

l)emi untuk menjaga keutuhan dalam lingkungan ummat Islam,


1rt'rrrilihan Khalifah pengganti Nabi harus dikerjakan secepat mungkin agar l,uqiiln kemasukan angin perpecahan, begitulah jalan pikiran sahabatr,rh;rbat Nabi yang berkumpul

di

Saqifah Bani Sa'idah ketika itu

o. Saidina'Ali Membai'ah
Saidina Ali dan Sini Fathimah tidak lama sesudah itu, lantas memlr,ri':rh, yakni mengangkat dan memberikan suara setuiu atas pengangkatan \,ritlina Abu Bakar Rda. menjadi Khalifah yang pertama.

datang pula kesitu, ikut


Muhajirin.

berkumpul bersama-sama orang Anshar dan

saidina Ali

Kw. (menantu Nabi dan saudara sepupu Nabi) tidak

datang kerapat itu, karena beliau sibuk di rumah mengufus jenazah Nabi

yang belum dimakamkan.

Dalam fapat itu kaum Anshar mencalonkan sa'ad bin ubaidah (orang Madinah) untuk menjadi Khalifah, sedang orang-orang Muhajirin mencalonkan Abu Bakar, Umar bin Khathab atau Abu Abaidah Ibnu Jarrah.
Adapun Saidina Ali tidak ada yang mencalonkan beliau, mungkin karena umur beliau masih sangat muda ketika itu'
Sesudah sedikir ada perdebatan yang taiam antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin, sepakatlah mereka untuk memilih Saidina Abu Bakar Rda.

Setelah beberapa hari Saidina Abu Bakar menjadi Khalifah lantas ll'liiru memanggil Saidina Ali dan bertanya: "Hai Abu Hasan, apakah riutlara tidak suka kalau saya menjadi Khalifah pengganti Nabi ?
l,rwrrb Saidina 'Ali: "Tidak, Demi Allah! bukan begitu persoalannya, saya lrt'rsumpah tidak akan memakai selendangku sebagai orang y^ng kcrnatian

kecuali untuk hari Jum'at".

Kemudian beliau membai'ah dan memberikan suara. (Tarikhul Qur'an, Lrr:urgan Ibrahim al Abyari pagina 91).

Jadi bagi Saidina Ali dan Sitti Fathimah persoalan Khalifah itu tidak
rut'njadi satu keberatan.

menjadi Khalifah yang pertama, pengganti Nabi.

Ali tidak menghadiri sebagai dikatakan di perremuan itu karena sibuk di rumah. Tidak hadirnya beliau bukanlah
aras, sayang sekali saidina

Sitti Fathimah

Zahra binti Rasul meninggal dunia 6 bulan sesudah

wrlirtnya Nabi dengan meninggalkan dua orang putera, Hasan dan Husein,

karena soal-soal enggan, tetapi karena soal teknis saja, yaitu karena sibuk. Memang dapat dikatakan pula bahwa Saidina Ali dan istri beliau Sini Fathimah Rda. sedikit kurang senang kepada rapat musyawarah di Saqifah

Sitti Fathimah Rda. tidak terlibat sama sekali dalam persoalan Syi'ah irri, walaupun kemudian ada kerajaan Syi'ah di Mesir yang menamakan
kc r;r
j

aannya dengan "Y'eraiatn Fathimiyah".

Bani Sa'idah itu, karena beliau-beliau ini berpend^prt

lebih baik
^da

menyelamatkan jenuah Nabi lebih dahulu dati pada berebutan Khalifah. Tetapi sahabat-sahabat Nabi yang utama yang berkumpul di saqifah Bani Sa'idah berpendapat, bahwa pemilihan Khalifah sangat mendesak

Ini perlu ditegaskan agar jangan ada persangkaan bahwa Sitti Fathimah
onirk Rasulullah

ikut dalam gerakan Syi'ah yang salah ini.

Khalifah Abu Bakar memerintah selama 2 tabun 3 bulan dan 10 hari.

100

101

Beliau wafat pada bulan Jumadil Akhir tahun 12 Hijrah.


Pada waktu beliau mulai sakit, sesudah musyawarah dengan para sahabat-sahabat Nabi yang

'l'halhah bin Ubaidilah Rda.


Rda.

7 Abdullah bin Umar

pengganti beliau sahabat


Rda.

lain, beliau menunjuk, mengusulkan untuk Nabi yang utama yaitu Saidina Umar bin Khatab

Saidina Umar bin Khatab, mewasiatkan agar panitia ini memilih salah

rr()rang daripadanya menjadi Khalifah ke III, kecuali anaknya Abdulah bin

llrnrr Rda. jangan dipilih.


Setelah Saidina Umar wafat maka panitia ini, termasuk Saidina Ali Kw.,
lre

Calon yang dimajukan oleh Saidina Abu Bakar ini diterima oleh seluruh kaum Muslimin, termasuk oleh Saidina Ni Kw. Mereka semuanya membai'ah, mengangkat dan menyetujui bahwa Khalifah ke II adalah Saidina Umar bin Khatab.

rsidang memilih Khalifah, yang kemudian jatuhlah pilihan kepadaSaidina

Itlvnan bin Affan Rda,


Melihat kejadian sejarah

ini

bertambah yakinlah kita, bahwa Nabi

itu tidak seorangpun sahabat Nabi yang tampil kemuka untuk mencalonkan Saidina Ali Kw., begitu juga tidak seorangpun yang
Pada ketika

tlrlirk ada berwasiat supaya Saidina Ali pengganti beliau, karena andaikata
wasiat itu ada tentulah Saidina Ali Kw, akan mengemukakannya dalam rapat

mengatakan bahwa Nabi ada berwasiat supaya Khalifah pengganti beliau

;ulritia pemilihan Khalifah yang ketiga ini apalagi beliau ikut menjadi
ilr1lgota panitia itu.

adalth Saidina Ali Kw.


Dalam masa pemerintahannya, Saidina Umar bin Khatab pernah pergi ke Baital Maqdis untuk menyaksikan penyerahan kota itu ketangan orang Islam dari KerajaanRomawi Timur. Maka untuk pengganti beliau di Madinah selama dalam perjalanan beliau menunjuk Saidina, Ali bin Abi Thalib Kw. Kejadian ini adalah suatu fakta, bahwa Saidina Ali adalah orang patuh kepada Khalifah yang kedua, Saidina Umar bin Khatab Rda. Pemerintahan Saidina Umar berjalan selama 10 tahun 6 bulan.

Dan lagi, andaikata ada wasiat itu sudah tentu beliau tidak memilih Iitlclina Utsman Rda.
Saidina Ali Kw. membai'ah kepada tiga orang Khalifah sesudah Nabi, Xhalifah Abu Bakar Siddik, Umar bin Khatab dan Utsman bin Affan.

Kesimpulannya dapat dikatakan bahwa Saidina

Ali bukanlah kaum

liylah yang berpaham bahwa Nabi Muhammad SAS(. berwasiat supaya

Beliau wafat tanggtl 16 Zulqaedah tahun 23 H. Sebelum beliau berpulang kerahmatullah maka beliau menunjuk sebuah panitia, untuk memilih pengganti beliau sebagai Khalifah yang ketiga sesudah Nabi.

lrngganti beliau adalah Saidina Ali tetapi Saidina Ali termasuk golongan hum Ahlussunnah wal Jama'ah yang berpaham dan beri'itiqad, bahwa l(hnlifah-Khalifah itu barus dipilih dengan jalan syura, dan bahwa Xhalifah-Khalifah itu orang biasa, bukan Nabi, bukan pengganti Nabi dan hukan pula ma'shum, bukan pula penerima wahyu lagi sebagai yang
rllpahamkan kaum Syi'ah yang salah itu.

Angota panitia itu adalab


1. Saidina Ali bin Abi Thalib Kw. 2. Saidina, Utsman bin Affan Rda.

t. Abdullah Bin Saba'Blang Keladt Gerakan Syl'ah


Ada seorang pendeta 16hudi dari Yaman masuk agama Islam, namanya

3. Zuber bin Awam Rda. 4. Sa'ad Ibnu AbiVaqash Rda. 5. Abdurahman bin Auf Rda.

Ahdullah bin Saba'. Sesudah ia masuk Islam lantas datang ke Madinah plda akhir-akhir tahun kekuasaan Khalifah Saidina Utsman bin Affan,

r02

103

yaitu sekitar tahun 30 H.

l)ilntara ajaran Abdullah bin Saba' adalah: rr, Al Wishayah.


Arti al wishayah ialah wasiat. Nabi Muhammad Saw. berwasiat supaya Khalifah (lmam) sesudah beliau ialah Saidina Ali Kw. Saidina Ali kadang-kadang digelari mereka "al V'ashiy", yakni orang yang diberi
wasiat.

kebetulan tidak begitu mendapat penghargaan dari Khalifah Utsman Rda. dan orang.orang besar di Madinah sebagai yang diharapkanya. Ia menyangka pada mulanya, bahwa kalau ia datang ke Madinah ia akan disambut dengan kebesaran sebab dia adalah seofang Orang
pendeta besar dari Yahudi Yaman yang masuk Islam. Harapannya

ini

ini meleset, maka karena itu ia jengkel.

b. Ar Raj'ah.
Arti ar Raj'ah ialah kembali.

sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa masuknya Abdullah bin Saba' kedalam Islam adalfu dengan tujuan untuk mengacaukan Islam dari dalam, karena mereka tak sanggup mengacaukan Islam dari luar'
pada mulanya ia benci kepada Khalifah saidina Utsman karena Khalifah tak menyambutnya. Ia membangunkan gerakan anti Saidina Utsman dan berusaha meruntuhkannya dan menggantinya dengan Saidina Ali Kw.

llin

Saba' mengajarkan, bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak boleh

kalah dari Nabi 'lsa Alaihissalam. IQlau Nabi Isa akan kembali pada akhir zaman untuk menegakkan keadilan, maka Nabi Muhammad SAV. lcbih patut untuk kembali. Saidina Ali pun akan kembali diakhir zxmtn untuk menegakkan keadilan. Ia tidak percayl bahwa Saidina Ali mati tcrbunuh, beliau masih hidup, katanya. llerkata seorang ahli tarikh, Ibnu Hazm : "Bin Saba' mengatakan pada ketika dikabarkan kepadanya bahwa Saidina Ali telah meninggal kena iusuk, ia berkata: "Kalau kamu bawa otaknya seribu kali kemari saya

usaha Abdullah

bin saba' ini mendapat

pasaran dikota-kota besar

ummat Islam ketika itu, seperti di Madinah, di Mesir, di Kufah, di Basrah dan lain-lain, karena kebetulan orang-orang sudah banyak pula yang tidak sesuai dengan Saidina Utsman, karena beliau menghilangkan cincin

stempel Nabi Muhammad SAV/. dan juga beliau banyak mengangkat orang{rang dari suku beliau, yaitu orang'orang Bani Umayyah meniadi
pengusaha-pengusaha daerah.

tidak percaya bahwa ia telah meninggal. Ia belum mati sebelum Ia memenuhi dunia ini dengan keadilan sebagaimana telah dipenuhi
orang dengan kezaliman". Abdullah bin Saba' mengajarkan bahwa Saidina Ali belum mati tetapi
bersembunyi dan akan kembali pada akhir zaman. Ajaran ini dibawanya dari kepercayaan kaum Yahudi yang mengajarkan bahwa Nabi Ilyas juga belum mati. Ajaran Ibnu Saba' inilah yang kemudian menjadi kepercayaan kaum Syi'ah bahwa seorang Imamnya yang

Demi untuk menjatuhkan dan mengalahkan Saidina Utsman Rda', Abdullah bin Saba' pergi ke Mesit ke Itufah, ke Basrah, ke Damsyik dan lain.lain kota untuk membikin propaganda tentang keagungan Saidina Ali Karamallahu waihahu.
Abdullah bin Saba' sangat berlebihJebihan mengagung-agungkan Saidina, Ali dan sangat berani membuat hadits.hadits palsu yang bertujuan mengagungkan beginr rupa dan merendahkan saidina utsman, saidina Umar bin Khatab, dan Saidina Abu Bakar Rda., yaitu Khalifah'Khalifah
yang terdahulu.

penghabisan belum mati, sekarang masih bersembunyi, dan akan


kembali pada akhir zaman untuk menegakkan keadilan dan kebenaran

(lihat kitab Faju Islam, karangan Ahmad Amin, pagina 270).

r,

Keruhanan Ali,

Ibnu Saba' juga mengajarkan bahwa dalam tubuh Ali


104

bersemayam

105

unsur ketuhanan yang telah bersatu padu dengan tubuh Ali, karena itu beliau mengetahui segala yang gaib, karena itu selalu menang dalam peperangan melawan orang kafiq suara petir adalah suara Ali dan kilat
adalah senyuman Ali. Pendeknya Saidina Ali Rda. diangkat oleh Ibnu Saba' dan oleh orang

Utsman bin Affan Rda.

pada akhir htyatnya menjadi orang buangan yang dibuang oleh Saidin Ali Kw sesudah beliau menjadi
Nasib Abdullah
Khalifah.
Pada suatu hari ia datang kepada Saidina

bin

Saba'

ini

Ali dan mengatakan kepada

Syi'ah kemudian ke atas kedudukan Tuban, Na'uzubillah. Nah, Ibnu Saba' inilah orang yang menaburkan paham Syi'ah, yaitu yang keterlaluan dalam mengagungkan Saidina Ali.
Malu melihat ganjilnya pelajaran pelaiann Ibnu Saba' ini, maka sebahagian

beliau: 'Anta, anta" (Engkau-engkau) yakni: Engkaulah yang Tuhan.


Saidina Ali marah kepadanya dan ditangkap, lalu dibuang ke Madain

(lihat 'Al Milal ![an Nihal" juz 7, haltman 174).

kaum Syi'ah mengatakan bahwa Abdullah bin Saba'

itu

sebenarnya

ll. Gerakan Syi'ah

Pada Masa 3 orang Khalifah.

crangnya tidaktda, kabar itu hanya dibuat-buat saja oleh orang yang anti Syi'ah, tetapi menurut Ahmad Amin keingkaran orang'orang Syi'ah

sekarang tidak beralasan, karena kitab-kitab sejarah Islam yang lama menetapkan adanyaAbdullah bin Saba' ini. Kaum Syi'ah mendustakan

Dapat dipastikan sekali lagi bahwa pada masa z^m^n Khalifah Abu llakar Rda., yaitu dari tahun 11 sampai 13 H, begitu iuga pada z man Khalifah Umar bin Khatab yaitu dari tahun 13 sampai tahun 23 H gerakan clan paham Syi'ah tidak adt, karena z man itu zaman yang paling dekat

adanya,lbnu Saba' karena malu melihat aium'aiatannya yang keji ini. Tetapi Pengarang kitab "syarah Nahjul Balagah", Ibnu Abil Hadid, se' orang ulama dan pengarang ulung dari kaum Syi'ah/ Mu'tazilah, wafat

dcngan zuman Rasulullah Saw., orang-orangnya adalah sahabat'sahabat


Nabi yang berilmu yang tidak mudah dikutak katik oleh paham sesat para

rahabat yang terkemuka dan jumhur ummat Islam (jumhur artinya


orang-orang besar yang banyak) tidak menerima paham Syi'ah

tahun 656 H mengakui adanya Abdullah bin Saba' ini adalah seorang
pendeta Yahudi yang masuk Islam yang mengorbankan paham Syi'ah Sabaiyah (Lihat Syarah Nahjul Balagah juzu'MII, halaman 120).

ini, apalagi paham yang akan menentang Saidina Abu Bakar Shiddiq dan Saidina tJmar bin Khatab Rda.
Mereka semuanya berpendapat, bahwa pengangkatan Khalifah Abu llakar adalah sah, pengangkatan Saidina Umar adalah sah, pengangkatan

Dan di antara gembong Syi'ah Sabaiyah ini terdapat seorang yang bernama Mugirah bin Sa'id yang memfatwakan bahwa Zat Tuhan bersemayam dalam tubuh Saidina Ali Kw. Beliau dapat menghidupkan kembali Ad dan Ramud.
Dan pula terdapat seorang gembong Syi'ah bernama Ishak bin Zeid yang memfatwakan, bahwa orang-orang Syi'ah yang sudah sampai kederajat yang tinggi sudah habis taklif baginya, yaitu tidak perlu sembahyang, puasa dan lain-lain (Lihat Syarah Nahjul Balagah VIII, hahman 122). Boleh dipastikan bahwa Abdullah bin Saba' penggerak yang pertama dan yang utama untuk berontak terhadap Khalifah ketiga Saidina

Utsman adalah sah, dan Nabi Muhammad Saw tidak ada berwasiat tentang siapa yang akan ganti beliau kalau berpulang kerahmatullah. Mereka berpendapat bahwa pengangkatan cara "syura", cara musya' warah pada pertemuan Saqifah Bani Sa'idah adalah sesuai dengan tuntutan

hlam, yaitu "musyawarah" yang dituntut oleh agama dalam Al Qur'an

iufat syura ayat 38.

dui Saidina Umar bin Khatab kepada Saidina Utsman bln Affan dari tahun 25 H sampai 35 H Saidina Utsman bin Affan adalah rcorang yang saleh yang sibuk bukan saja mengatur negara dan
Khalifah berganti

r07 r06

pemerintahan juga sibuk mengumpul ayat-ayat suci, sehingga dijadikan dalam satu Mashaf yang sampai sekarang dinamai Mashaf Utsman Rda.,
sebagai Kitab Suci ymg ada sampai sekarang. Pada 5 tahun terakhir dari kekuasaan Saidina Utsman bin Affan, yaitu dari tahun 30 H sampai 35 H paham Syi'ah muncul dan sedikit agak mendapat pasaran juga.

Klurlifah yang ke IV, Saidina Ali Kw bagi kaum Ahlussunnah tidaklah dianggap orang ber. mlith, karena Saidina Ali Kw mengakui dan memberikan suara kepada Klralifah-Khalifah yang terdahulu, baik kepada Abu Bakar dan maupun

krpada Umar dan Utsman Rda. Beliau bukan orang Syi'ah!


Hanya kaum Syi'ah saja yang mengagung.agungkan beliau melebihi semestinya, umpamanya dikatakan bahwa Saidina l{li itu Imam yang nrcndapat wahyu dari Tuhan, Imam yang berpangkat kenabian dan bahkan

Maka berkobar-kobarlah paham anti Utsman, anti Khalifah-Khalifah yang dulu. Mereka mengatakan bahwa yang berhak menjadi Khalifah sesudah wafatnya Saidina Muhammad SAIfl. adalah Saidina

thri

Ali Kw, Abu

Bakar

Irh

diantara orang Syi'ah yang mengarakan bahwa beliau pada hakikatnya

telah merampas hak Khalifah yang sah, begitu juga pengganti-penggantinya,

stlillah Nabi yang dituju oleh lirhan tetapi Jibril tersalah memberikan
wahyu sehingga diturunkannya kepada Muhammad. Dan lainJain dongeng

yaitu Umar dan Utsman

Rda.

Mereka kaum Syi'ah tidak mau mengucapkan, "Radhiyallahuanhu"

klurn Syi'ah.

untuk Abu Bakar, Umar dan Utsman, tetapi mereka mengutuk ketiga Khalifah itu dengan mengatakan "Qatalallahu man Qatala ahlalbait", : mengutuk Allah bagi orang memerangi ahli bait (keluarga ^rtiny^
Rasulullah). Mereka menuduh bahwa Abu Bakar, Umar dan Utsman adalah orang-

'
15

Baiklah, Khalifah sekarang dipegang oleh Saidina Ali Kw.

dari

tahun

Il

sampai 40 H.

Pada masa Khalifah

Ali terjadilah hal-hal yang ridak diinginkan.

10.

orang yang memerangi keluarga Nabi, memerangi ahli bait.


Abdullah bin Saba' seorang pendeta Yahudi yang masuk Islam berontak

Golongan.Solongan Timbul Pada Zaman Saidina'Ali Kw


Pada masa pemerintahan Saidina

Ali Ikramallahu wajhahu terjadi

melawan Khalifah Saidina Utsman dan membunuh beliau pada tahun 35 Hijriyah.
Abdullah bin Saba' seorang pendeta Yahudiyang masuk Islam memain-

hal-hal yang sangat mengecewakan ummat Islam, bukan tersebab Saidina hll tetapi tersebab situasi dan kehendak sejarah yang sudah akan berjalan hcgitu.
Ada 4 golongan:
&,

kan peranan yang penting dalam pemberontakan ini.

maka kaum pemberontak, begitu juga ummat Islam yang tidak memberontak, sepakat untuk mengangkat Saidina Ali sebagai Khalifah yang ke [V, Saidina Ali bagi kaum Syi'ah adahh Khalifah yang pertama, karcna
mereka tidak mengakui Khalifah-Khalifah yang bertiga lebih dahulu, tetapi

9. Satdlna'AIt Dlanghat Menfadi Khalifah Ketika itu setelah Khalifah yang ke III mati terbunuh

Golongan Syi'ah dan sebahagian kaum Ahlussunnah di Madinah dan lain-lain kota yang menyokong pengangkatan Saidina Ali Kw. Golongan Saidina Mu'awiyah Ibnu Abi Sofran, $[ali (Gubernur) yang diangkat Saidina Utsman di Damsyk (Damaskus) Syria, yang tidak mengakui Khalifah Ali dan menganggap Saidina Ali bersalah dan ikut campur dalam pembunuhan terhadap Saidina Utsman.
Mereka mengatakan bahwa pengangkatan Saidina l{,li dilakukan kaum "pemberontak" dengan pakaan,

bagi ummat Islam, kaum Ahlussunnah wal Jama'ah, Saidina


108

i{li

adalah

109

Golongan Mu'awiyah diSyria ini mengangkat Saidina Mu'awiyah menjadi Khalifah pengganti Utsman binAffan. Maka terjadilah dua orang Khalifah, yang satu di Madinah yang sah, yaitu Saidina Ali bin Abi Thalib Kw. dan yang lain sebagai tandingan

ll.

Peperangan Sesama lslam


Khalifah ke-empat Saidina Ali Kw, menghadapi tugas yang berat sekali.

di

Syria, yaitu Saidina Mu'awiyah Rda.

lleliiru bukan saja menghadapi soal-soal negaru, soal-soal pertahanan dan peluasan Islam, tetapi juga soal-soal perpecahan dalam negeri. Maka terjadilah apa yang dinamakan "Peperangan Jamal", Perang llnta, yaitu antara tentara Saidia Ali disatu pihak dan tentara Sitti Aisyah,
'l'halhah dan Zuber dilain pihak.

c.

Golongan yang ketiga dikepalai oleh Sitti Aisyah Ummul Muminin Rda.

(Ummulmu'minin artinya Ibu seluruh orang mu'min) dan diikuti oleh


Thalhah dan Zuber, dua orang sahabat Nabi yang utama. Golongan ini tidak mengakui pengangkatan Saidina Ali sebagai Khalifah
yang ke IV, karena pengangkatan dengan paksaan, tetapi tidak menyalahkan

Peperangan
(

ini terjadi

pada tahun 36

H yaitu setahun

sesudah

Saidina Ali Kw. dalam soal pembunuhan terhadap Saidina Utsman, Khalifah ke III.
Mereka tidak menuntut bela darah Utsman. Baik dicatat bahwa Sitti Aisyah Rda. tidak ada di Madinah ketika terjadi

S.rirlina Ali menjabat pangkat Khalifah. Peperangan ini dinamai "Peperangan

lnta", karena Sitti Aisyah Ummulmu'minin mengepalai dan mengerahkan


Bukan kecil peperangan ini. Saidina Ali membawa lasykarnya sebanyak

lnsykarnya mengendarai onta.

pemberontakan terbadap Utsman bin Affan, tetapi Thalhah dan Zuber berada di Madinah dan ikut mengangkat Saidina Ali Kw., tetapi kemudian
dikatakannya bahwa ketika pengangkatan itu "pedang terhunus di atas kepala kami".

J00.000 (dua rarus ribu orang) dan Sitti i{isyah juga membawa lasykar rrhnnyak iru.
Akhirnya Sini Aisyah cs. kalah, Thalhah dan Zuber mati terbunuh dan

lhnmulmu'minin ditawan oleh Saidina Ali.


Saidina Abdullah

d. Golongan ke-empat dikepalai oleh

bin Umar anak

lbtapi, walaupun Sitti Aisyah ditawan oleh Saidina Ali Kw namun


heliau tidak dijadikan orang tawanan, tetapi dihormati sebagai ibu dan tlhntar kembali ke Makkah dengan segala kehormatan. Menanggapi "Peperangan Jamal" ini terdapatlah perselisihan paham rlarl segi hukumnya antara, Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah dengan Ifuum
Syl'ah.

Saidina Umar bin Khatab, Khalifah yang ke II, dan di ikuti oleh sahabat

lain, yaitu Muhammad bin Salamah, Utsman bin Zaid, Sa'ad bin Abi $[aqash, Hasan bin Tsabit, Abdullah bin Salam dan sahabat-sahabat lain. Golongan ini tidak ikut mengangkat Saidina Ali sebagai Khalifah, tidak ikut menyalahkan Saidina Ali dalam pembunuhan terhadap Utsman bin
Affan dan juga tidak ikut menyokong Saidina Mu'awiyah di Damaskus.
Mereka lebih suka menjauhkan diri dari politik (lihat Kitab Fajar Islam, karangan Mohd. Amin, paginr 254).

Kaum Ahlussunnah berpendapat bahwa perselisihan paham antariSntdina Ali dan Ummulmu'minin Sini Aisyah adalah perselisihan ^ntar;rorang Imam Mujtahid dengan Imam Mujtahid, yang dijamin oleh Nabi rlirlam sebuah hadits bahwa yang ijtihadnya betul dapat dua pahala dan halau ijtihadnya tersalah dapat satu pahala.

Inilah 4 golongan ummat Islam yang timbul sesudah terbunuhnya Saidina Utsman bin Affan, pada masa Khalifah ke-empat Saidina i{li bin Abi Thalib Kw lbtapi golongan-golongan ini, terkecuali kaum Syi'ah, tidak ada yang menjadi fuqah. Soalnya habis di situ saja.

ini bahwa sekalian yang meninggal dalam "Pcperangan Jamal" baik lasykar Saidina Ali atau lasykar Sitti Aisyah
Kelaniutannya dari paham kcdua-duanya mati syahid dan masuk slurga yang sama, karena setiapnya

110

111

mempeftahankan kebenuun
masing.

ma yang didapat oleh ijtihadnya masing-

Ilahwasanya Rasulullah SAW. melarang hal ini. Nabi berkata :Jauhilah


r
rI

^g

c lr m

u memperbincang-bincangka n apa yang teriadi antar a sahabatku.

Tetapi Ikum Syi'ah Imamiah berfatwa bahwa sekalian orang yang ikut

perang Jamal di pihak Sitti idsyah kafir, baik pemimpinnya baik anak buahnya karena mereka memberontak kepada Khalifah yang sah yaitu
Saidina Ali, katanya. adalah kafir, begitu menurut paham mereka Maka Sitti Aisyah juga Thalhah dan Zuber dua orang sahabat yang utama yang ikut Sini

I)an beliau berkata lagi : Biarkanlah saya mengurus sahabat-sahabat r;tyit itu, kalau kamu nafkahkan emas sebesar bukit Uhud engkau belum rhllat menyamai mereka atau menyamai separuh mereka. Dan berkata N;rlri: Sahabat-sahabatku serupa bintang, yang manl saja kamu ikut itu
Irrtlah baik, kamu dapat hidayat karenanya. Dan berkata Nabi: Ifurun yang baik adalah kurun saya, sesudah itu
y;rrrg

l{isyah,

di belakangnya, yang di belakang lagi, yang di belakang lagi.


Dan dalam Qur'an Tuhan telah memuji seluruh sahabat dan Tabiin

Dan sebahagian orang Syi'ah Mu'tzilah berpendapat bahwa sekalian yang di pihak idsyah adalah salah; akan dimasukkan ke dalam neraka,
kecuali orangyang taubat kemudiannya. Sitti Aisyah dan Thalhah dan Zuber adalah orang sudah taubat dan telah membai'ah kepada Saidina karena neraka semuanya,

ll,ilrat Surat Taubat ayat

ll7).

Dan Nabi pernah berh,ata: Kamu tidak tahu apa yang dikatakan Tuhan

i{li. Oleh

keluda anggota Peperangan Badar: Buatlah sesukamu, karena Aku telah


rrrrngampunimu! Sesungguhnya telah diriwayatkan, bahwa Syekh Hasan Bashri, tatkala rllingatkan orang kepada beliau tentang "Peperangan Jamal" beliau berkata: Itu adalah darah yang Tuhan telah menjauhkan dari pedang kita, dan karena Itu janganlah dikotori lagi lidah kita dengan darah itu.

itu ketiga sahabat ini masuk syurga, sedang anak buahnya masuk (lihat Syarah Najul Balagah[Y, pagina 24).

Paham yang benar adalah paham kaum Ahlussunnah wal Jama'ah yang membenarkan perselisihan ijtihad itu.

Berkata Ibnu Ruslan seorang Ulama Syaf dalam Kitab Zubad yang masyhur :

golongan Ahlussunnah

l)itn seterusnya. (Nahjul Balagah, jihd 20 halaman 10-11).


Kesimpulannya: Kaum Ahlussunnah menahan diri dan menahan lidah lentang soal sengketayang terjadi antara Sahabat-sahabat yang mulia, dan tncnetapkan, bahwa persengketaan itu dilakukan menurut ijtihad mereka
tniming-masing, Iang kalau ijtihadnya benar pada sisi Tuhan maka mereka ntcndapat pahala dua, dan kalau salah pada sisi Allah mereka dapatpahala

Artinya: Apa yang terjadi antara sahabat-sababat Nabi lebih baik kita diam,

tak mempubincangkannya dengan mendalam tetapi pahala ijtibad kita tetapkan didapat oleh kedua belab pibak,
Berkata Imamul Haramain, seorang ulama Sunny dan guru Imam Ghazali setelah beliau mendengar orang Syi'ah memperbincangkan
peperangan-peperangan antara sesama sahabat dan mengutuk salah satu

riltu,

Tetapi kaum Syi'ah tetap bersitegang urat leher. Mereka mengutuk $iridina Mu'awiyah karena melawan Saidina Ali dan mengutuk Ummul

Mu'minin Sitti Aisyah, Thalhah dan Zuber, karena melawan Saidina Ali
tlalam peperangan Jamal. Mereka menyerupakan Saidina Mu'awiyah, Sitti 'Alsyah, Thalhah dan Zuber Rda. sebagai Iblis yang boleh dikutuk,

pihak yang bertentangan:

TT2

ll3

na'udzubillah

Disusun delegasi kedua belah pihak untuk melanju*an perundingan.


Pihak Saidina Ali menyusun delegasi di bawah pimpinan Abu Musa AI

Inilah perbedaan yang taiam antan Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah


dengan

lkum Syi'ah dalam soal ini.

Ary'ari.
Pihak Saidina Mu'awiyah menlusun delegasi di bawah pimpinan i{mru

t2. Peperansan Slfftn


Kemudian pada tahun 37 H terjadilah apa yang dinamakan "Peperangan Siffin" yang terkenal, diantara Khalifah Ali Kw. dan pasukan Mu'awiyah, di sesuatu tempat di Iraq yang bernama "Siffin"
Peperangan

bln

Ash.

It. Kaum Khawarlf Tlmbul Pula


Tetapi disayangkan lagi, ketika itu ada sebahagian pasukan Saidina hll yang berbalik. Mereka tidak menyukaiberhukum kepada Qur'an sebagai ynng diserukan oleh pasukan Saidina Muawiyah, karena mereka ber. plham
:

ini besar juga, terbukti dengan banyaknya korban.

Dipihak Saidina Ali Kw gugur lk. 25.000 orang dan dipihak Mu'awiyah gugur lk. 45,000 orang.

Inilah suatu "bala" yang besar bagi ummat Islam dalam abtd-abtdnya
yang pertama. lalannyapeperangan menguntungkan pasukan Saidina Ali Kw., hampir seluruh pasukan Saidina Mu'awiyah lui kucar-kacir. Akan tetapi mereka menjalankan siasat, yaitu menyerukan "cease fire"

l, Ilerhukum

kepada Qur'an itu hanyalah ucapan bibir saja, sedang pada

hakikatnya akan berhukum pada "delegasi" yang berunding.

itu berarti ragu atas kebenaran pendirian. Kjta pada mulanya meyakini bahwa pendirian kita
Menerima penghentian tembak-menembak
ini benar dan peperangan itu berjalan di atas kebenaran, demi menegak.
kan kebenaran dan keadilan, tetapi setelah kita mau berhenti dan setelah

(penghentian tembak menembak). Mereka mengikatkan beberapa kitab suci al Qur'an diujung tombak mereka dan mengacungkan ke atas sambil meneriakkan penghentian tembak menembak dan berhukum kepada al Qur'an.

kita mau minta hukum kepada delegasi maka itu berarti kita ragu pendirian kita, demikian katanya.

atas

l,

Orang yang ragu-ragu tidak berhak menjadi Imam, kata mereka. Golongan

Saidina Ali pada mulanya tidak mau menerima ajakan ini, karena beliau tahu bahwa hal itu adalah suatu siasat dari orang yang hampir kalah, minta menghentikan peperangan unruk sementara menyusun kekuatan kembali.
Tetapi Saidina Qur'an?"

ini bernama "Kaum Khawarij", artinya kaum yang keluar.


Mereka keluar dari Saidina Ali dan juga keluar dari Saidina Mu'awiyah. Mereka membenci kedua-duanya.

Ali didesak oleh sebahagian tentaranya, sehingga

ada

Inilah asal usulnya kaum Khawarij yang akan kita bicarakan lebih lanjut prda pasal lain.

yang mengatakan kepada beliau: "kenapa kita tidak mau berhukum kepada

Akhirnya Saidina 'Ali menerima tlwffan "penghentian tembakmenembak", dan berhentilah peperangan. Pasukan Saidina pulang ke Damaskus.

Kaum Khawarij mempunyai slogan "La hukma .illa Lillah' (Tiada herhukum, kecuali hanya kepada lirhan). Kalau ada golongan Saidina
Mu'awiyah berpidato mempropagandakan berhukum kepada Qur'an maka mcreka meneriakkan "la hukuma illa lillah"!

Ali pulang ke

Bagdad dan pasukan Mu'awiyah

Inilah slogan kaum Khawarij, slogan yang kedengarannya enak tetapi hlnya sangat membahayakan.
115

I14

t4. Masalah Tahhim


Kita lanjutkan lagi tentang "tahkim" ini.

urrr:rt Islam, saudara-saudara sudah mendengar tadi bahwa Saidina Ali sutlilh diberhentikan oleh utusannya sendiri, maka sekamng yang tinggal
me-

Lalu diadakan "Majlis Thhkim", yairu sebuah badan yang akan


nyelesaikan pertikaian antara Saidina Ali dan Saidina Mu'awiyah Rda. Setiap delegasi mempunyai 100 orang anggota.

Iunya satu Khalifah, yaitu Saidina Mu'awiyah bin Abi Sofran, marilah kta trrilti beliau itu bersama-sama!"
Golongan Mu'awiyah bertepuk tangan kegirangan, tetapi golongan l{li nnrah karena merasa tertipu. Permusuhan dan peperangan timbul kembali, karena kepincanganhrpincangan yang terdapat dalam Majlis Tahkim. Orang-orang Khawarij tambah marah, tambah beringas, menyalahkan Slitlina Ali yang menerima tahkim dan mengutuk Saidina Mu'awiyah.

Delegasi saidina Mu'awiyah diketuai oleh Amru bin Ash, seorang ahli
siasat yang ulung sekali. Delegasi Saidina Ali diketuai oleh Abu Musa al Asy'ari, seorang sahabat

Nabi yang jujur lagi saleh.


,Amru

bin Ash mengusulkan, demi untuk mencapai perdamaian yang

lnilah jadinya,, katrnya, dalam mengejek Saidina l{li.

sebaik.baiknya bagi ummat Islam dan supaya iangan tertumpah lagi darah ummat Islam, kiranya kedua-duanya (Ali dan Mu'awiyah) diberhentikan lebih dahulu dan diserahkan kepada ummat Islam akan mencari g ntifiya.

ll. Saidina'Ali

Matl Terbunuh

Permusuhan dan perlawanan antara golongan Saidina Ali dan Saidina

Usul ini diterima oleh utusan Saidina Ali, Abu Musa al Asy'ari'
Dalam suatu rapat yang dihadiri oleh ribuan kaum Muslimin di Daumatul

Mulwiyah berjalan terus.

l{li menjadi Khalifah, jahat yang itu mengadakan komplotan untuk membunuh kurm, Khawarij
Pada tahun 40 Hijriyah, sesudah 5 tahun Saidina

Jandal lraq, putusan ini diumumkan' ,Amru bin Ash minta kepada Abu Musa untuk berpidato lebih dahulu karena usia beliau lebih tua, guna menerangkan bahwa Khalifah i\li bin Abi Thalib telah diberhentikan oleh Majlis Tahkim'

ti,rklina Ali dan Saidina Mu'awiyah sekaligus,


Begitu juga diputuskan untuk membunuh Amru bin Ash, yaitu Ketua l)rlcgasi Mu'awiyah yang dianggapnya sebagai penipu ulung,
Mereka mengutus Abdurrahman bin Muljam untuk membunuh Saidina

Abu Musa mengikuti saja dan terus berpidato menerangkan bahwa Majlis Tahkim dipihak Ali bin Abi Thalib, dengan diia sebagai
^nggotisalsikan oleh ummat Islam yang banyak hadir ketika itu memberhentikan
iabatannya sebagai Khalifah dan menyerahkan pemilihan yaitu kepada ummat Islam'

hll, Al Barak untuk membunuh Mu'awiyah dan Umar bin Bakir untuk rttembunuh Amru bin Ash.
Pembunuhan telah diatur, yaitu pada waktu subuh yang sama tanggalnya
|

Ali bin Abi Thalib dari

7 Ramadhan 40 H, padaketika beliau-beliau itu keluar hendak sembahyang

rubuh ke mesjid.

Golongan saidina Ali sangat golongan Saidina Mu'awiyah bertepuk tangan kegirangan' A,mru

marah mendengaf putusan ini,

tetapi

Qadar Ilahi berlaku, bahwa Saidina Ali dapat ditikam oleh Abtlurrahman bin Muljam pada waktu subuh ketika beliau keluar hendak
pe

bin Ash tampil lagi ke

atas podium, dengan tujuan semula


sudah

rgi sembahyang kemesjid, sedang Mu'awryah dan Amru tak dapat dibunuh.

untuk menyampaikan kepada umum bahwa Saidina Mu'awiyah

Saidina

Ali bin Thalib meninggal 17 Ramadhan tahun 40 H


I

dan

diberhentikan oleb Majlis Tahkim, sefupa dengan Ali, akan tetapi setibanya di atas podium ia bukan mengatakan hal itu, tetapiitberkata: "Hai seluruh

tllmakamkan di Naja{ Bagdad.

'Allah Yarham!" Mudah-mudahan lirhan mengasihi beliau

116

tt7

16. Saidina Hasan Pengganti'Ali


Saidina Hasan bin Abi Thalib dinobatkan oleh ummat Islam sebagai Khalifah yang ke V pengganti tyahnyasaidina l{li bin Abi Thalib. Akan tetapi

t?. Mu'asiyah Khaltfah Yan$ Ke VI


Pemerintahari Saidina Mu'awiyah bin Abi Sofran dari Bani Ummalyah yrng berkedudukan di Damaskus berjalan selama 20 tahun, yaitu dari tahun
.t{)

dua bulan sesudah diangkat ia menyerahkan jabatan Khalifah itu kepada Saidina Mu'awiyah bin Abi Soffan, demi untuk menjaga, kesatuan ummat r darah ummat Islam iangan tertumpah lagi Islam dan demi menjag^ dalam perang saudara terus-menerus. Saidina Hasan bin Ali seorang laatria yang mencintai Islam dan Muslimin dengan sepenuh hatinya. Ia melepaskan haknya sebagai Khalifah demi keutuhan dan kesatuan ummat lslam.

ll

sampai 60 H.

Selama beliau memerintah, Lgama Islam bertambah meluas sampai' :,urrpai ke Barat dan ke Timur.
Pada ketika

^g

itu

agama Islam sampai ke Indonesia, ke Tiongkok di Timur

l,rulr dan juga sampai ke sekeliling lautan Atlantik di Eropa.

'lbtapi kaumn Syi'ah dan Khawarij dalam negeri diburu dan ditindas,
rltt;rngkap dan disilaa. Pada waktu beliau akan meninggal tahun 60H beliau mewariskan frlr:rtan Khalifahnya kepada anal,nya, yang bernamaYazid bin Mu'awiyah, r('orang anak yang tidak begitu taat kepada ag m .

Hal ini sangat pahit bagi golongan syi'ah karena mereka dikalahkan tanpa perjuangan, tetapi dengan muslihat yang busuk, yaitu tipu daya dtlam
Majlis Tahkim.
Penyerahan kekuasaan dari Saidina Hasan kepada Mu'awiyah juga pukulan yang berat bagi kaum Syi'ah, tetapiapaboleh buat karena imamnya sudah bertindak begitu.

to.Kekuasaan Yazld Bln Mu'awiyah Dan Perlstiva Karabcla


Yzid berkuasa dari tahun 60 H sampai 63 H yaitu 3 tahun Yrzid sangat mendendam kepada Saidina Husein bin
!'lrirlib, cucu Nabi, anak Sitti Fathimah Rda. Pada suatu
saja.

oleh karena itu kaum syi'ah sangat membenci saidina Mu'awiyah dan seluruh orang Bani umalyah, karena saidina Mu'awiyah zdalah dari suku
Bani Umalyah.
Maka terdapatlah 3 golongan ummat Islam ketika itu, yaitu:

Dalam zamannya ini terjadilah "Peristiwa Y'arabela" yang masyhur.

i{li bin

Abi

1.

Golongan terbesar, golongan yang mengikut saidina Mu'awiyah Rda.


yang menganggap bahwa beliau adalah Khalifah ke VI yang sah' Golongan

hui Yuid

menyuruh panglimanya Ubaidillah bin Ziyad

ini banyak berada di Damsyik, di Makkah, Madinah, di Mesir dan lainlain kota Islam.

rrntuk membunuh Saidina Husein bin Ali bin Abi Thalib.

2. Golongan

Syi'ah, yaitu golongan yang tidak mengakui Mu'awiyah sebagai Khalifah ke M, tetapi mengangkat secara diam-diam saidina Husein (Saudara Khalifah Hasan) sebagai Khalifah yang ke III. Golongan

Iraq dan Prsia di l&rrtbela, sebuah tempat ^ntua antffa Saidina Perkelahian terjadi pemerintahan lraq). {sckarang dibawah lluscin bin Ali bersama kawannya sebanyak 80 orang dengan Ubaidillah bin /,lyad dan pasukannya yang berpuluh kali lipat banyaknya dibandingkan
Mereka berjumpa

ini banyak berada di Irak, di Basrah dan Kufah. 3. Golongan yang ke III golongan Khawarij, yaitu golongan yang anti
Saidina Mu'awiyah dan juga anti'Syi'ah. Golongan ini banyak bertebaran di bahagian wilayah Islam di Iraq dan

rlrngan kawan Saidina Husein.


Saidina Husein Rda dan kawannya dibunuh semua. IGpda Saidina.

llusein dikirim ke Damaskus oleh Ubaidillah binZiytd sebagai tanda bagi


nrajikannya bahwa tugasnya telah diselesaikan.

di
118

Persia.

119

Hal ini terjadi pada tahun 61 H.


Peristiwa Ikrabela ini diperingati tiap tahun oleh kaum syi'ah diseluruh dunia sampai sekarang sebagai belasungkawa atas kematian Saidina Husein
Rda.

rlilawan dan diperangi. Golongan Khawariy iuga begiru. Mereka jengkel dalam soal Tahkim. Mcnurut mereka Tahkim itu bertentangan dengan agama dan orang'orang yrrrrg menerima tahkim melawan hukum xguma dan karena itu wajib dil;rwan, katanya.
Pendeknya bagi orang Islam pada abad'abad permulannnya tidak ber' Irctla antua agama dan politik. Agama ialah politik dan politik ialah agama

Yazid bin Mu'awiyah berkuasa penuh, karena musuh'musuhnya sudah

musnah.
Tetapi golongan Syi'ah sangat mendendam, mereka melakukan

alai'aki

di bawah tanah yang tak dapat dipadami. Mereka mengangkat Imam'imam


mereka secara tgrsembunyi.

St'rnuanya dari Tuhan turun ke Nabi. Agama tak boleh dipisahkan dari
Ncgara.

Mereka membiasakan diri dengan gerakan.gerakan rahasia di bawah


tanah.

tto. Golongan-golon$an Dalam Kaum Syi'ah


Untuk menggambarkan gerakan Syi'ah keseluruhannya baiklah kami tt'rangkan bahwa Syi'ah itu telah berpecah sampai 22 golongan, diantannya

19.

llulanya Soal Politih Kemudlan Meniadi Soal


I'tlqad

l.

Kalau kita perhatikan sepintas lalu sejarah ringkas ini teranglah bahwa asal mulanya hanya soal politik, soal Khalifah dan soal Imam, akan tetapi kemudian meniadi soal i'itiqad dan soal kepercayaan.

Syi'ah Sabaiyah, yaitu Syi'ah pengikut Abdullah bin Saba'' Golongan Syi'ah Sabaiyah ini termasuk golongan Syi'ah yang "gullat", artinya Syi'ah yang keterlaluan, yang berlebih'lebihan, yang mempercayai bahwa Nabi Muhammad akan kembali ke dunia seperti Nabi Isa, bahwa

Ini tidak heran, karena Lnt?lra agam?- dan politik didalam Islam sulit untuk memisahkannya. Soal.soal IGpala Negara atau Khalifah bukanlah yang prinsipil. Soal perang dan soal politik semata, tetapi soal ^g1m politik melulu, tetapi soal keyakinan Lgarm dalam bab
damai bukanlah soal

Ali belum mati tetapi bersembunyi dan akan lahir ke dunia kembali, bahwa Jibril tersalah menurunkan wahlu yang seharusnya diturunkan kepada Ali lantas diberikannya kepada Muhammad, bahwa
Saidina

petir dan kilat adalah suara Saidina Ali yang sedang marah, bahwa ruh
'ltrhan turun kepada Ali dll, i'itiqad yang ganiil'gtniil.

"perang sabil".
Soal zaftat, soal perniagaan, soal harta peninggalan, bukanlah hanya

L Syi'ah Kaisaniah, yaitu Syi'ah pengikut Mukhtar bin Ubai as Saqafi'


adanya ruh Tuhan dalam tubuh jakin seyakin'yakinnya bahwa Imam'lmam Saidina Ali, tetapi mereka orang Syi'ah adalah ma'shum (sama dengan Nabi'Nabi) dan masih

soal masyrakat saja, tetapi soal keyakinan ag1m . Pendeknya agama Islam tidak bisa dipisahkan dari politik, apalagi pada abad.abad permulaan Islam, di mana kekuasaan Islam sangat terasa, dan hukum yang berlaku seluruhnya adalah hukum Islam. I(aum Sji'ah mendasukan pengajiannya kepada "lmam". Imam mereka diangkat oleh Nabi Muhammad, kata mereka. Ifurena itu tidak boleh disanggah menurut hukum syara'. Siapa yang menyanggah wajib

Golongan

ini tidak mempercayai

keturunan Wahyu.
1, Syi'ah

Imamiyah, yainr golongan Syi'ah yangperc yakepada Imam-Imam yang ditunjuk langsung oleh Nabi Muhammad SAs[' yain'r Saidina Ali sampai 12 orangketurunannya. Syi'ah macam ini sekarang berkuasa di Iran.

120

r2r

Imam, pertama Saidina Ali dan yang lenyap dan akan keluar pada yang ke 12 Almahdi, seorang Imam al<hir zaman. SaidJamaluddin al Afgani. guru Muhammad Abduh, adalah seorang penganut paham Syi'ah Imamiyah dari Persi ini (lihat Zhuhrul
Syi'ah Imamiyah

ini

percaya pada

12

"Nailul Authar", karena pengarangnya adtlah salah seorang ulama


Syi'ah Zaidiyah.

rr

Syiah Qaramithah, yaitu kaum Syi'ah yang suka menafsirkan Qur'an

Islam

jilid

1 pagina 191).

4. Syi'ah Isma'iliyah, yaitu Syi'ah vang mempercayai hanya 7 orang Imam,

yaitu pertama Saidina Ali dan akhirnya Ismail bin Jahr as Saddik yang lenyap dan akan keluar pada akhir z man.
Syi'ah ini banyak terdapat di Pakistan, murid Aga Khan.

scsuka hatinya saja. Mereka mengatakan bahwa malaikat'malaikat ludalah mubaligh mereka, syaitan-syaitan adalah musuh mereka, yang dinamakan sembahyang ialah mengikut mereka, yang dinamakan haji i'ilah ziuah kepada Imam, yang dinamakan puasa ialah tidak membuka rahasia Imam, dan orang-orang yang sudah mengetahui Allah sedalam'
tlalamnya tidak perlu sembahyang, puasa, dan lainJain ibadat lagi dan

lainJain fatwa yang sangat keliru. Pcndeknya ayatayut Suci al Qur'an mereka ta'wilkan semau'maunya
saja,

Syi'ah Zildiyah, yaitu Syi'ah pengikut Imam Zaid bin Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib. Syi'ah Zaidiyah ini berada di Yaman. Syi'ah Zaidiyah ini adalah Syi'ah sederhana, bukan gullat. Mereka tidak
mengkafirkan Saidina Abu Bakar, Umar dan Utsman Rda., tetapi mereka berkeyakinan bahwa Saidina Ali lebih mulia dari Abu Bakar. Syi'ah Zaidiyah ber'itiqad bahwa orang Muslim yang mengerjakan dosa
besar, kalau meninggal sebelum taubat maka ia kafir, kekal dalam neraka.

l)an lain-lain golongan dalam Syi'ah, Pada pasal berikut akan kami jelaskan farwa-farwa kaum Syi'ah yang salah dan akan kami uraikan tolakan dari kaum Ahlussunnah wal
Jamaah.

Tersebut dalam kitab "Dzuhrul Islam" karangan, Ahmad Amin, pada juzu'

yaitu : "Imam kaum Zaidiyah Zeid bin i{li adalah murid dari washil bin Atha', pemimpin Kaum mu'tazilah dalam

ke 4, pagina
usuluddin.

136-137

Oleh karena itu Madzhab Zaidiyah mendekati Madzhab mu'tazilah. Menurut Syharstani, bahwa sekalian murid Zaid adalah berpaham
mu'tazilah.

Orang-orang Zildiyrh banyak mengarang kitab'kitab Ushuluddin, Hadits, dan fiqih yang khusus bagi mereka. Syi'ah seorang Imamnya
yang masyhur dalam abad mutakhir ialah Imam Syaukani yang banyak mengarang dalam usuluddin dan fiqih.

Demikianlah tersebut dalam kitab "Dzuhrul Islam". Imam Syaukani ini adalah Muhammad bin Ali bin Muhammad as Syaukani, wafat 1255H., yaitu pengarang kitab "Nailul Atrthar", yang

banyak tersiar

di

Indonesia. Karena

itu berhati'hatilah membaca


t23

r22

':lll sambil berkata: "Apakah

say tidak berhak kepada orangfnu'nxin dari

"Ya, bai Pasul Nlah"' Lalu Nabi Mubammad I rl m.ereka?" Jawab pendengar :

,\AW. menyambung

lagi: "BarAng siapa mengangap saya pemimpinnya

nnka'Ali juga pernimqinnya",

v
I'TIQAD I(AUII SYI'AH YANG BERTENTANGAN DENGAN I'TIQAI) KAUIT AHIUSSUNAH IVAI. IAMAIIH
t. ltrasiat Nabi ltuhammad
SAW Tentan$ Khalifah

Hadits atau riwayat ini dianggap oleh kaum Syi'ah sebagai wasiat dari

N,rhi Muhammad SAW. kepada ummat Islam agar mengangkat Saidina 'Alt menjadi Khalifah kalau beliau sudah wafat.
Yang kedua: Diriwavatkan pula tambahan daripada bersabda selanjutnya

itu, bahwa Nabi

di Ghadir Khum

Kaum Syi'ah mengatakan bahwa pada ketika Nabi Muhammad sAW. di kembali dari hayi wada' menuju Madinah, beliau singgah dan berhenti Khum". sebuah tempat antara Makkah dan Madinah, namanya "Ghadir

W tvrL,lrS;; ),J'g(,'* ; & 6;uf + &


Artinya:
Ya Allah angkatlah yang menghinanya'. orang hinakanlab dan ot'ilng yang mengangkatnya

'Ali pada saya sarn& dengan Harun pada Musa,

Di situ beliau mengumumkan keinginan beliau, bahwa yang menggantikan beliau sesudah wafat ialah Ali bin Abi Thalib'
Nabi Muhammad SAW. bersabda ketika itu, kata orang Syi'ah
:

akan

Selanjutnya disabdakan oleh Nabi

yvwqA3,S#94lti*^,3 )+.$\Jt.u;ts;W'}j5, n*^vi5 'ii9,&?i G,,lt;l'k t3'it36'rig',< dii4'r-.FWr L$''FJ)4'fl19'ihr!7# M.frrgd


t P'ug{ 3ri&tJJ;,, l*iu:A,]6#,oo-u{U$g, .r]ri 3,$ir o w{U3l -.*.d9t *, lisu:a

r3'ir'

$ e f3,Ft ev e4 o\i ij 3yw!6s

3V6:va$,rE'*'.{rcr?1i6sEb;iA ?\e;q-'F.#t:i:Sr?$(uS1$s;b6; 2 -1.i

*W$\4\{+:F't*!r,jV
famili Abli

Arlinya:

"Dan sesunggubnya ajal saya sudab dekat, saya sudah dipanggil oleb 'llthan dan saya akan memenubi pangilan itu, Saya akan neningalkan

.Lr}ip6ricst :{1,3G',SslKi

fupadamu dua bal yang penting yaitu Ktab Allab dan


nmtnbku".

Artinya:
N obi Muho*mad SAy- berialan malam bari menuiu Madinab. Tatkala sarnpai dj sesuatu ternpat dekat Jubfab, Gbadir Khum, pada malam 1l)
l,

Seorang pengarang tarekh Syi'ah, Majlisi (Nama Lengkapnya Maulana

Zutbijjab beliau berpidato dengan rnernegang dan mengangkat tangan

Mohd. Baqir al Majlisi, wafat 1111 H), melanjutkan "dongeng" ini dalam lruku sejarahnyayung bernama "Hayatul Qullub" yaitu :

"setelah Nabi Muhammad SAtf(. turun dari mimbar lantas beliau

r24

r25

sembahyang zuhur, kemudian beliau pergi ke khaimahnya dan Nabi

lrilng yang terkutuk, karena beliau menerima angkatan itu tanpa


kntlnya.

hak,

menyuruh mendirikan sebuah khaimah untuk Amirul Mu'minin (maksudnya untuk Saidina Ali) di samping khaimah Nabi. Maka duduklah Ali dalam khaimah itu dan Rasulullah menyuruh manusia membai,ah (mengangkat) Ali untuk menjadi Imam dan memberi salam kepada Amirul Mu'minin. lala.laki dan wanita mengerjakan hal itu. Saidina 'Umar pun suka sekali melihat hal ini serupa dengan yang lain-lain". (lihat buku Aqidatus Syi'ah pagina 26). Majlisi mendongeng lagi "Ayatryat al Qur'an sudah bebetapa kali turun menyuruh Nabi Muhammad SAV/. supaya mengangkat Ali menjadi Khatifah sesudah beliau wafat, tetapi Nabi Muhammad belum juga menetapkan waktu
:

Bukan saja Abu Bakar, tetapi juga l0ralifah Umar dan Khalifah Usman

*tl;rlfi

orang'orang yang terkutuk yang merampok hak

Ali untuk jadi

l(lralifah.

Demikianlah keringkasan hujah kaum Syi'ah.


Baik diketahui lebih dahulu, bahwa "hadits Ghadir Khum"
tttcrcka.

ini

adalah

rirtu-satunya dalil yang terkuat bagi kaum Syi'ah untuk menegakkan paham

fumm Ahlussunnab wal Jama'ab menjawab:

untuk itu karena beliau takut tidak akan diterima orang.


Barulah ada kesempatan setelah beliau pulang dari haji wada' tanggal 18 bulan Zulhijjah di suatu tempat yang bernama Ghadir Khum".

llikayat "Ghadir Khum" ini adalah "dongeng" orang Syi'ah saia, yang rlisiar-siarkan oleh seorang pengarang kitab Syi'ah rla'qub Al Kulini (meninggal 328H).
Hikayat Ghadir Khum ini tidak ada tersebut dalam kitab-kitab hadits, seperti Sahih Bukhui, Sahih Muslim, Ibnu Majah, Abu Daud dan lain-

itu ialah yang tersebut dalam surat al Maidah ayat ke 67 yang artinya ; "Hai Rasul ! Sampaikanlth apt yang diwahyukan
Ayat yang dimaksudkan kepada engkau dari Tuhan, Dan kalau itu tidak engkau kerjakan, maka berarti engkau tidak menyampaikan tugas perutusan dari Tuhan. Tuhan memelihara

lain. Hanyt

sebahagian dari isi hadits Ghadir-Khum

ini

ada tersebut

clalam kitab hadits Tirmidzi dalam bab Manaqib Ali tetapi tidak dalam
rangka hikayat Ghadir-Khum. llerkata Ibnu Hajar al Haitami dalam kitabnya, "as Shawa'iqul Muhriqah

engkau dari manusia. Sesungguhnya Tuhan tidak memberi petunjuk kepada

firraddi alal bidi'i

wu

zindiqah" (petir yang membakar untuk menolak

kaum yang tidak beriman".

Kaum Syi'ah mengatakan, bahwa risalah yang diberikan kepada


Nabi Muhammad SAW. untuk disampaikan kepada manusia, ialah "mengangkat

kaum bid'ah dan zendiq) pada pagina 25 bahwa hadits Ghadir Khum dinyatakan hadits dha'if oleh Imam Abu Daud dan Imam Abu Hatim ar

Rzi, sehingga tidak akan dijadikan sandaran bagi soal-soal i'itiqad,


Selanjutnya Imam Ibnu Hajar mengatakan bahwa banyak Imam-Imam

Saidina Ali menjadi Khalifah sesudah Nabi".

Inilah hadits yang dinamai "hadits Ghadir Khum" yang dipakai oleh
kaum Syi'ah untuk menetapkan bahwa pangkat Khalifah itu sudah diwasiatkan oleh Nabi kepada Saidina Ali Kw. Barang siapa yang melanggar wasiat ini maka orang itu dikutuki Tuhan dan dikutuki Rasul, kata orang Syi'ah.

ahli hadits yang mendha'ifl<an hadits Ghadir-Khum ini. Andai kata benar dongeng orang Syi'ah ini, bahwa Nabi telah berwasiat kepada Saidina Ali di Ghadir Khum dan bahwa orang-orang Islam telah mengangkat Ali ketika itu, maka kenapakah hal ini tidak diketahui oleh sahabat-sahabat Nabi yang banyak ikut dalam haji wada' ,
yang berjumlah

Oleh karena iru maka sahabat-sahabat Nabi (Muhajirin dan Anshar) yang berkumpul di Saqifah Bani Sa'idah pada hari wafat Nabi yang mengangkat Saidina Abu Bakar menjadi Khalifah pengganti Nabi adalah

lk

114.000 orang

Andai kata hadits Ghadir Khum

ini ada kenapakah tidak dipatuhi oleh

126

127

orang Muhajirin dan orang Anshar, yaitu sahabat-sababat Nabi yang terkenal patuh dan taat kepada Nabi dan kenapakah mereka sepakat (ijma') mengangkat Saidina, Abu Bakar menjadi Khalifah sesudah Nabi
wafat
?

Ini juga bukan nash yang positip menunjuk Abu Bakar atau Umar
rrrcnjadi Khalifah sesudah Nabi.

Pendeknya, baik hadits lx'ngganti Nabi.

ini dan maupun seluruh "hadits


l{li

Ghadir

Andai kata hadits Ghadir Khum ini ada, kenapakah Saidina Ali sendirr ikut membai'ah (mengangkaQ Saidina Abu Bakat membai'ah Saidina, 'Umar dan membai'ah Saidina. Utsman ? Andai kata hadits Ghadir Khum ini ada kenapakah tidak dikemukakan oleh Saidina Ali dirapat Saqifah Bani Saidah atau ditempat lain cli Madinah pada hari wafat Nabi, agar supaya orang Islam iangan tersalah
mengangkat Saidina Abu Bakar? Inilah pertanya n'pefi^nyaan yang tidak bisa dijawab oleh kaum Syi'ah.

Klrum", isinya bukanlah nash yang positip, menunjuk

sebagai Khalifah

Adapun perkataan Majlisi, bahwa Nabi Muhammad SAW. menluruh rrrcnclirikan khaimah untuk tempar membai'ah Saidina Ali di samping klraimah beliau, adalah kabar dongeng yang tidak bisa dipertanggung
|;rwabkan. Adakah logis kalau Nabi menluruh orang mengangkat Khalifah

l)engganti beliau, sedang beliau masih sehat segar bugar

Adapun hadits yang tersebut juga terdapat dalam Sahih Tirmidzi

c.

Diakui, memang Nabi ada berkata, tetapi bukan di Ghadir Khum, yaitu ucapan beliau yang serupa dengan ucapan Ghadir I(hum itu.

Tersebut dalam Sahih Imam Tirmidzi:

6ito-;ii& 6i,;g,36 F5 *,a,k ta, % '6#'6)"3:t916Plg


\v o . l-{}e.iluttry'
Artinya:
|.

\\
Artinya:

et

-)Ep,iJ

Ul

U' - g b )t oty

. L',ii,E',Utt';{;l

JK s

6r1)t 6tn Ali:


"Engkau ke-

"Babwasanya Rasulullab SAW. berkata kepada

"Barangsiapa yang sala pemimpinnya maka

juga'

(Hadits riwayat Tirmidzi, lihat Sabib Tirmidzi,

Ali pemimpinnya juzu' 18, pagina 165)

prulaku serupa derajat Nabi Harun dibanding lVabi Musa", tapi tak ada Nuhi sesudab aku" (H. Tirmidzi, lihat Sahih Tirmidzi juzu 18, pagina 175).

bukanlah menurut kaum Ahlussunnah wal Jama'ah nash yang positip untuk menuniuk Ali sebagai Khalifah pengganti Nabi Hadits ini tidak mengatakan: "Khalifah sesudah sayaadalah Ali", tetapi hanyrt dikatakan : "Barangsiapa yang menganggap saya pemimpinnya maka Ali

Hadits ini

ini bukanlah menunjuk Ali sebagai Khalifah sesudah Nitbi, tetapi menunjukkan bahwa Saidina Ali diberi hak menjaga kampung
Maksud hadits

(Kota Madinah) pada ketika beliau pergi dalam sesuaru peperangan, lrll;tgai Harun menjaga kota pada ketika Nabi Musa pergi munajat ke Bukit
'l'ltursina.

juga pemimpinnya". Bukan saja Ali tetapi juga sahabat'sahabat lain biasa dikatakan oleh Nabi Muhammad Saw. sebagai pemimpin orang Islam sesudah Nabi wafat' sebagai ucapan beliau yang terkenal: "lkutilah dua orang sesudah aku wafat, yaitu Abu Bakar dan Umar".

Sekalikali tidaklah hadits ini menunjukkan bahwa Saidina Ali adalah Khalifah sesudah Nabi wafat, apalagi Nabi Harun yang disamakan dengan

itu bukanlah Khalifah Musa sesudah Musa wafar, karena lhrun terdahulu wafatnya dari Nabi Musa Alaihissalam.
I'i;ritlina Ali

Nabi

128

r29

Adapun hadits
t

tctrlri Saidina Ali tidak mau memintanya, karena beliau khawatir, bahwa l*l;ru Nabi melarang mal,a, jabatan itu selamanya tidak akan diberikan oleh
r'*kyat kepada Bani Hasyim dan Bani Muthalib.

e(d b6 6 ak 6 J\6 :fr,Jtg qt,l"$t({)u. s.. 73,p c.tYst, ) r o*)t ot)t "s $.'yJ a*; i"
j

di Ghadir Khum kepada Ali sudah wasiat itu tidak perlu lagi karena tentu Ali akan menjawab bahwa Iramng
Andai kata ada wasiat dari Nabi

Artinya

lrrlah diberikan di Ghadir Khum.


:

Nabi berkhotbah 'Hai sekalian manusia, Saya akan tinggalkan


untukmu dua bal yang hamu tidak akan salah kalau berpegang padanya, yaitu Ktabullab danfamili ahli baitku". (H. Riwayat Imam Tirmidzi, lihat
Sahih Tirmidzi Juzu' )OII pagina 200),

Andai kata wasiat itu sudah ada di Ghadir Khum yang didengar oleh

herlbu-ribu rakyat yang pulang dari haji bersama Nabi tentulah Saidina 'Ahhim tak akan mengajak Saidina Ali untuk meminta wasiat itu lagi.

lni

satu bukti bahwa "hikayat Ghadir Khum" adalah hikayat yang

Hadits

ini pun tidak

nash yang nyata yang menunjuk Saidina Ali

rlllruat-buat oleh kaum Syi'ah saja.

rnenjadi Khalifah, tetapi hanya mengatakan bahwa pusaka yang ditinggalkan Nabi diantaranya ada dua, yairu Kitab Allah dan ahli bait Nabi yang men-

l)an tersebut lagi dalam Hadits Bukhari

jalankan Kitab Allah itu. Ahli bait Nabi bukan Saidina Ali saja, tetapi termasuk iuga Sitti Aisyah, Umrnu Salamah, Abbas bin Abdul Muthalib dan lain.lain, Radhiyallahrr
'anhum. Itulau hadits ini dipakai untuk menjadi dalil bagi wasiat, tidaklah tepat karena tidak kena mengena.

.?;

;ASxgA(e'6'5*'&W:4\(:riy!;

CZrl{,Jr6,;,Sru.;;'i-,s;Y-3\7P'",*t+Ys t96w,), oq' - oudr o!:, q'Ji$ &5 d$'t LFZ t


Artlnya
:

*bfp :4, 5V ri' {sv gi, i6

;,y,

J:,i*5

Alhasil dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAtilfl. tidak pernah meninggalkan wasiat kepada seseorang untuk menjadi Khalifah penggantinya,
baik kepada Ali, baik kepada Abbas bin Abdul Muthdib dan maupun kepada

yang lain-lain"

"Disebut orang di badapan Sitti Aisyab Rda. babwasanya Nabi Muhammad SAW. ada buwasiat hepada Ali maka Sitti Aisyah berkata :
Slapakab mengatakan

Ali bin Abi Tbalib (paman Nabi), begitu juga Sitti (istri Nabi) mengakui bahwa wasiat tentang Khalifah ini tidak ada.
Saidina

ini ? Saya melibat Nabi Mubammad

SAW. (ketika

Aisyah

hcllau akan meningal) dan salta merryandarkannya kedadaku, kemudian

(tebih jauh bacalah Hadits Bukhari yang tersebut pada halaman 95)
Nyata dalam riwayat itu bahwasanya Nabi Muhammad SAW. tak pemah berwasiat kepada Ali, juga tidak kepada Abbas Rda.
Mulanya Abbas ada niat hendak meminta wasiat itu yakni supaya IGalifah diberikan kepada mereka (Bani Hasyim dan Bani Muthalib) akan

h$llau merninta kendi dan beliau sesudah itu beribadat maka beliau tarus wafat ketika itu. Bagaimanakab bisa jadi beliau berwasiat
hepada

Ali'

gl. Riwayat Imam Bukhari, lihat Fatitul Bari fuzu' 9,pagina274).

Nyatalah dari keterangan Sitti i{isyah Ummulmu'minin, bahwasanya


Nubi tak pemah berwasiat kepada Ali untuk menjadi Khalifah. Andai kata

da

tentulah Sitti Aisyah Rda. akan mengemukakannya, bahwa ada wasiat

130

t3l

di Ghadir Khum, karena Sini Aisyah Rda. ikut bersama Nabi dalam haji wada'

Irrlr,rrr tlcngan tidak perantaraan MalaikatJibril, percaya kepada Imam adalah

Nah, sekali lagi dapat disimpulkan keyakinan i'itiqad dari kaunr Ahlussunnah wal Jama'ah, bahwa Nabi tidak pernah berwasiat tentang siapa yang akan menjadi Khalifah beliau. Hal ini hanya diserahkan kepadrr ummat, kepada nlryx, kepada Ahlul halli wal Aqdi, cerdik pandai dalam
ne geri y ang akanmen gangkat Kh alifah yang akan me
n j alankan

q,rl,rlr s:rtu

rukun Iman, tidak percaya kepada Imam menjadi kafir atau nrrrrr;rlik, amalan-amalan manusia di akhirat akan dihadapkan kepada Nabi
rhrr lnram-imam, Imam mengetahui sekalian isi kitab-kitab yang diturunkan

llllurrr, lmam itu ma'shum tak membuat dosa dan lain-lain sebagainya.
l'cndeknya kaum Syi'ah menganggap Imamnya seperti kaumAhlussunnah

peme rintah an

dan agama sesudah wafat Khalifah (Kepala Negara) yang mendahuluinya Dan ra$at, sesudah Nabi wafat telah mengangkat dengan sah saidinl Abu Bakar Rda. menjadi Khalifah yang pertama'

nr('nli:rnggap Nabinya dan bahkan kadang-kadang orang Syi'ah lebih


nr{'ngutamakan Imam dari Nabi. lfrtcalah Kitab Al Kufi karangan Al Kulini. l)aham semacam

Inilah i'itiqad kaum Ahlussunnah walJama'ah!

itu tidak

sesuai dengan paham kaum Ahlussunnah

2. Persoalan Imam
Kaum Syi'ah menamakan pengganti Nabi dengan Imam, sedang kaunr Ahlussunnah wal Jama'ah menamakannya dengan Khalifah' Bukan saja nama berlainan antara kaum syi'ah dan kaum Ahlussunnah

*il

,f

rrrna'ah, dan bahkan ditentang keras, karena pangkat kenabran se-

srrtl;rh Nabi Muhammad SAW. sudah habis, maka karena

itu tidak mungkin juga yang ma'shum hanyalah ,trl,r wahy'u turun kepada Saidina Ali, dan
i'{,rhi-nabi. Tidak ada orang lain. Khalifah, menuru t paham kaum Ahlussu nnah adalah orang biasa, sekedar

tetapi juga berlainan keadaan dan fungsinya'

Kaum Syi,ah beri'itiqad bahwa Imam itu adalah pengganti Nabi Muhammad SAV. dalam segala hal. Bukan saja untuk mengepalai Negara,
tetapi juga menjadi Imam Agama, sebagai Imam Rohaniyah' Imam itu ma'shum, tidak membuat dosa, baik dosa kecil atau dosa Nabi besar, serupa dengan Nabi. Derajatnya pun sama dengan derajat
Hadits.hadits yang dipakai oleh kaum Syi'ah untuk menjadi dasar i'itiqad mereka dan juga meniadi dasar ibadat mereka ialah hadits'hadits yang diriwayatkan oleh Imam.imam mereka, yaitu Ali bin Abi Thalib, Husein bin Ali bin Abi Thalib, Hasan bin Ali bin Abi Thalib dan lain'lain Imam, sampai 12 ormg.
Tersebut, dalam Kitab Al Kufi yang dikarang oleh seorang ulama syi'ah

lrrrUlganti Nabi dalam urusan mengurus soal-soal agama,dan pemerintahan, rhrr luga orang biasa yang bisa membuat kesalahan.

Khalifah boleh dikritik kalau

ia membuat kesalahan dan

bahkan

prrintahnya boleh ditentang kalau ia sudah menyeleweng. Tetapi Nabi, rl,ll)il yang menentangnya adalah kafir.

lladits-hadits diterima oleh kaum Ahlussunnah diriwayatkan oleh rhplpun, tidak perduli apakah ia farmili Nabi atau sahabat-sahabat Nabi
trrrg biasa. Kitab-kitab Hadits Bukhari, Muslim dan lain-lain penuh dengan lr;llits-hadits yang datangnya bukan dari famili Nabi Muhammad SAW.
Kalau paham Syi'ah

diikuti terpaka membuang beribu-ribu hadits;

yang besar, Muhammad bin Ya'kub diteiangkan seluas.luasny a, bagaimana kepercayaan kaum
Imam.

al Kulini (wafat 328 H di


Syi'

Bagdad)

rrng diriwayatkan bukan oleh ahli bait seperti oleh Abu Hurairah, Anas bin M,rlik, Ibnu Umaq Ibnu Mas'ud dan lain-lain.

ah terhadap

Dikatakan dalam kitab itu bahwa Imam.imam itu, dapat wahlu dari
1,32

133

5. Arti

Ahlil Bait.

u'.u,i!u lain,

jika kamu berbakti. Karena itu janganlah kamu berlaku

Di dalam al Qur'an tersebut yaitu;

Itrnth-lembut dalam ucapan, karena kalau begitu akan menarub htn4tan bagi orang yang dalam batinya ada penyakit, tetapi ucapkanlah

'#'{l*s;6"'p,,#;tifa+1{;l'}s"$fi,t fY t,-,\lyt
Artinya:

lt

rkutaan J)ang sopan".

Ay;rt

kc

33:

"sesunguhnya Allab bendak mengbilangkan noda dari kamu hai

piA Ag :JP ,\+\6 *l-g iv14 9t *-,o WJ G


';,;)' ,w K,I ac
/ .az l-/

lt l. Lzz r't &a/ / i/1, {s|:i

ablil bait, dan hendak membersibkan kamu sebersih-bersihnya".


33).

(Al Ahzab:

z/-'1 Z, :I ztz t(,, ,(t t( t,, I \'bb '&6 'i/^' t\3 $ dJ9', 3-illi v)s.;M,t \-*, ;45i; 4l cA., t ,03 'LF frfA' $r #a 'J-r'^' - UrI ^.\1

Pada ryat

ini

"ablil-bait", artinya "famili rumah Nabi".

'iqu^

"rlz) ,'rK l,A r rJ..t- \x1(

,)z

e4r,

s)s !r; ,:l!4 i .tet

?t F:"riCSp

,l\ iul t{It tfu+:i rot s)lj w

Menurut istilah kaum Syi'ah, yang dinamakan 'Ahlil Bait" ialah Sitti
Fathimah, suami beliau Saidina Ali, Hasan dan Husein, yaitu anak kandung,
Artirrya;

menantu dan cucu-cucu Nabi,

"Dan bendaklab kamu berdiam dirumab kamu janganlah kamu


lx'rrlandan seperti dandan orang jahiliyab dabulu, dan hendaklab kamu

Istri-istri Nabi menurut kaum Syi'ah tidak ahlil bait. ditentang oleh kaum Ahlussunnah, karena bukan sal;r beliau-beliau yang tersebut tetapi juga istri-istri Nabi adalah Ahlil bait
Paham

ini

semuanya. Dan bahkan sebabnya turun ayat ini ialah menerangkan persoalan yang menyangkut istri Nabi, Sitti Aisyah Ummul Mu'minin.
Bacalah Qur'an Surat Ahzab tersebutl

rnthabyang dan bayarkan zakat, ikutlab Allab dan Rasul-Nya, setttttg4uhnya Nlah bendak mengbilangkan noda dari kamu bai ablil bait I u r b endak membersihkan kamu sebersib -bersibny a".
Jadi ayat

ini dalam membicarakan istri

Nabi.

Kenapakah kaum Syi'ah menetapkan bahwa

Ahlil Bait itu

hanyalah
?

Ayat ke 33 didahului oleh ayat ke 32 yang terang-terang ditujukan kepada istri Nabi yang bunyinya :

\,rirlina Ali, Sitti Fathimah dan anak beliau Hasan dan Husein saja
r,rngat fanatik kepada Saidina

Ini adalah suatu paham yang keliru duikaum Syi'ah yang timbul karena

si;;6iLig;*e'r\.ersl#\1tL/
yl u,tylt
Ayatke 32
Artinya:

/ , /nl .'6. , |,c', / 1cb J{$ | q\$\'U

*V :i'J,At 4U

z<r.iL -( ntrtt.(/,e

Ali Kw,

Selain daripada itu, termasuk juga famili Nabi Saidina Abbas bin Abdul

Muthalib (paman Nabi) dan anak beliau Saidina Abdullah bin Abbas.
Kalau pangkat Khalifah jatuh kepada saudara sepupu seperti Saidina

Ali, kenapakah tidak bisa dijatuhkan kepada Saidina Abdullah bin Abbas, fugl saudara sepupu dengan Nabi ? Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah mencintai juga Ahlil Bait, bahkan rluruh ummat Islam mencintai Ahlil Bait, tetapi pengertian 'Ahlil Bait"

"Hai Istrt Nabi! Kamu tidak sama dmgan seorang pun dari wanita-

134

135

bukan sebagai yang diartikan oleh kaum Syi'ah itu

,lrrr kcbenaran, akan menghukum sekalian orang yang tidak menerima


lrJlt;ltn Syi'ah.
Kaum Syi'ah di Samara' sampai sekarang tiap malam berkumpul di lrrrli;r suatu lobang dalam rumah itu dan memanggil-manggil agar Imam ltrr lt'kas ke luar, karena dunia sekarang sudah dipenuhi kezaliman.

l.

Silsilah Imam-lmam Kaum Syi'ah


Kaum Syi'ah berpendapat dan berkeyakinan bahwa silsilah Imam-

imam

itu

adalah:

1. Saidina Ali bin Abi Thalib (wafat 40 H). 2. Saidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib (wafat 50 H). 3. Saidina Husein bin Ali bin Abi Thalib (wafat 61 H). 4. 'Ni Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib (wafar 94 H). 5. Mohd. Al Baqir bin Ali Zainal'|rbidin (wafat 117 H). 6. Ja'far Shaddiq bin Muhammad al Baqir (wafat 148 H). 7. Musa al Kazhim bin Ja'far Shaddiq (wafat 183 H). 8. Ali Redha bin Musa al Kazhim (wafat 202 H). 9. Muhammad N Jawwd bin i{li Redha (wafat 220 H).
10. Ali bin Muhammad bin Ali
Red-ha (wafat 254 H).

'li:tapi, walaupun sudah sekian lama dipanggil ia tak muncul-muncul


lilF;r

I)ari i'itiqad akan munculnya Imam yang lenyap ini timbullah dalam lll,rrrgan Syiah orang'orang yang menda'wakan dirinya menjadi Imam
t'l,rlrrli yang ditunggu-tunggu, timbullah paham Ahmadiyah Qadian yang nr{'ng,atakan bahwa Mirza Gulam Ahmad selain Nabi juga Imam Mahdi,
t
I t r r

ht

r I I

ah paham Bahaiyah dari Mirza Gulam Husei n yang

ga men da'wakan

rltrinya Imam Mahdi yang ditunggu.tunggu dan lain-lain.

'

l'itiqad akan lahirnya Imam Mahdi ini tidak sesuai dengan i'itiqad
rr

[,r

rrr

Ahlussunnah wal Jam a' ah, kar enahadits-hadits yang menerangkan hal

trrl t;rk berjumpa dalam Hadhs Bukhari dan Muslim, hanya ada dalam Kitab

11. Hasan bin Ali bin Muhammad al Askari (wafat 260 H). 12. Muhammad bin Hasan Al Mahdi (wafat 260 H).
Inilah susunan silsilah Imam kaum Syi'ah 12, sebagai yang disiarkan oleh majalah kaum Syi'ah di Najaf lraq, "Najatul Muslimin".
Imam yang ke 12, itulah Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu akan lahir membawa keadilan dan kebenaran pada akhir zaman oleh kaum Syi'ah. Menurut kepercayaan kaum Syi'ah Imam yang ke 12 ini tidak wafat, melainkan lenyap bersembunyi disuatu tempat persembunyian disebuah rumah di kota
Samara' (lraq) dan lenyap sampai sekarang tidak diketahui di mana tempat

ll,rrlits Trmidzi dan Abu Daud, yang kemudian diterangkan bahwa hadits ttrr tlha'if karena sirawinya terdapat seorang yang bernama Ashim yang :rrrgat pelupa dalam hapalannya, Adapun kaum Syi'ah Isma'illyah, yang sekarang terdapat di Pakistan rrrrrrgakui Imamnya hanya sampai nomor 7 saja, tetapi yang ke 7 itu
lrrrkirrrlah Musa

Al I(zhim, tetapi

saudaranya, yang bernama Isma'il bin

l,r'lirr, anak Ja'far Shadiq juga, Karena itu Syi'ah Pakistan dinamai Syi'ah hrrur'iliyah atau Syi'ah Sab'iyah (Syi'ah 7). Scluruh Imam-imam Syi'ah ini selain Saidina Ali bin Abi Thalib Kw. tl(lr;rlifah ke IV) dan anaknya Hasan (Khalifah ke V) tidak seorang juga

tinggalnya.

Menurut kepercayaan kaum Syi'ah, beliau ini pada waktu berusia di


bawah umur menerima wasiat dari bapaknya untuk menjadi Imam. Bapaknya

tnrrg pernah diangkat oleh Jamhur ummat Islam yang banyak untuk lrcrrjadi Khalifah. Jumhur ummat Islam tidak mengakui Khalifah-Khalifah
h*urn Syi'ah ini. Jumhur ummat Islam hanya mengakui 4 orang Khalifah sebagai Khulafaur il*syiclin yang disuruh oleh Nabi Muhammad SAS[. mengikutinya, yaitu

meninggal dan ia bersembunyi. Menurut paham Syi'ah ia akan lahir kedunia untuk menegakkan keadilan

t36

137

Saidina Abu Bakar, Saidina Umar bin Khatab, Saidina Utsman bin Affan darr

L Pandangan Sebahagian Kaum Syi'ah Terhadap


hhallfah

Saidina

i{li bin Abi Thalib

Rda.

Beliau yang 4 orang inilah yang dimaksudkan oleh Nabi Muhammatl SAV. dalam hadits:

Suatu i'itiqad yang sangat salah dan sangat berbahaya dari sebagian

lnurn Syi'ah ialah menganggap bahwa ketiga orang Khalifah Nabi yang

llrrtlma (Abu Bakar, Umar dan Utsman Rda.) adalah perampokperampok

e# b q#, e*9' Xtgi Yt,}4Ke .e.^JjJ I, .relr3$o!.2 . H$l)(y r#


Artinya:

y*rrg tcrkutuk, yaitu orang-orang yang merampas kekuasatn dari Saidina

All, kata mereka.

llukan saja ketiga beliau-beliau ini berdosa menurut paham Syiah, trtirpi ada sebahagian kaum Syi'ah yang mengatakan bahwa beliau-beliau
Itrr kafir, karena tidak mau mengikuti wasiat Nabi, kata mereka. Pengutukan dan pengkafiran kepada 3 orang Khalifah yang utama ini

"PegAng tegublab Sunnab

aku dan Sunnab Kbalifah-Khalifub

Fasyidin sesudah Aku, pegang tegublab dengan gerahammu" (Hadits


Riwayat ImamAbu Daud dan Tirmidzi. Lihat SunanAbu Daud juzu' II pagina 201).

rncnimbulkan akbat yang sangat serius, sangat luas dan sangat dalam di Itrrgkungan Islam, karena:

t l,

llanyak hadits-hadits yang tidak akan diterima lagi, karena ketiga Khalifah

ini selain Khalifah juga pembawa hadits dari Nabi Muhammad

SAW.

Akan tetapi baik juga diketahui, bahwa Imam-imam Ikum Syi'ah itu

NabiMuhammad SAW. pernah menyuruh ummat Islam supaya mengikut Sunnah Khalifah-Khalifah Rasyidin, Maka dengan menolak beliau-beliau

sangat dihormati juga oleh Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah, karena


beliau-beliau itu adalah kerurunan-keturunan dan anak cucu Nabi Muhammad SAW sedang sebahagian dari beliau-beliau itu tidak mau jadi Khalifah dan hanya mengakui kektralifahan Saidina Abu Baku, Umar, Utsman dan lainlain.

ini termasuklah kita ke dalam golongan yang tidak menjalankan perintah


Nabi.

:1, Khusus bagi Saidina Abu Bakar dan Saidina 'Umar ada Nabi menerang-

kan

Ja'far Shaddiq adalah salah seorang keturunan Nabi yang paling alim, guru dari ahli tafsir lbnu Jurej dan guru dari Imam Abu Hanafiah dan Apb
as Sakhtiyani.

li;34.ugb{rtlb,{i,)
.t?1,"0/.b

Menurut Imam Ibnu Hajar dalam Kitab as Shawa'iqul Muhriqah, pada pagina l2l, bahwaJa'far Shaddiq menolak pangkat Khalifah ketika orangorang dari Bani Hasyim mengusulkannya. Inilah suatu bukti bahwa beliau tidak sepaham dengan orang-orang Syi'ah yang menetapkannya sebagai Imam tanpa disukainya.
Artinya:

c9j.rl

l*t, !.2,,

"Ikutlah dua orang sesudah saya, yaitu Abu Bakar dnn UmAr" (Hadits Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah, lihat Sahih Tirmidzi fuzu' 13 pagina 129 - 130).

138

r39

Dengan menolak mengikutAbu Bakar dan Umar berarti menolak perintalr

Aliran Syi'ah Sabaiyah, yaitu aliran pengikut' Abdullah bin

Saba'

Nabi yang tersebut dalam hadits ini.

4.

Banyak Sunnah-sunnah Khulafaur Rasyidin, umpaman)a sembahyang tarwih berjama'ah 20 raka'at adalah perintah Saidina Umar, adzan yang

lrrrkcyakinan bahwa saidina Ali Kw. tidak wafat, tetapi hilang dan akan lahir ;r;rrlrr akhir zam n untuk menegakkan keadilan. Aliran "Syi'ah 12" percayabahwa Imamnya yang ke 12,yaituMuhammad

pertama hari Jum'at adalah perintah Saidina Utsman, Mashaf Qur'art yang kita pakai sekarang adalah Mashaf kumpulan Saidina Utsman.

Al Mahdi telah hilang dalam usia 19 tahun dan akan muncul pada akhir
r,rrn;rn untuk menegakkan keadilan.

Nah, kalau kita menolak Saidina Utsman - sebagai paham orang Syi'ah - maka agama Islam akan hancur dari dalam,karena Mashll yang terpakai sekarang tidak akan terpakai lagi.

Aliran "Syi'ah Ismailiyah" atau. "Syi'ah 7" berkeyakinan bahwa Imamnya


y,rrrg ke

\fll, yaitu Isma'il bin la'far

Shadiq telah lenyap dan akan lahir

,tkhir zaman menegakkan keadilan.

5. Nabi Muhammad SAV. pernah mengatakan bahwa ada 10 orang


sahabat Nabi yang akan masuk slurga langsung tak diragukan lagi,

yaitu : Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Talhah bin Abdullah, Zuber bin Awam, Sa'ad bin Abu Waqas'
Said bin Zaid, Abdumahman bin Au{ dan Ubaidah binJarrah, Radhiyallahrr

Ada aliran Syi'ah yang lain, yang mempercayai bahwa Imam Mrrhammad Al Baqir (lmam yang ke 5) telah lenyap dan akan muncul gr;rrlir akhir zaman untuk menegakkan keadilan.
Paham "Ratu Adil" di Jawa, juga termasuk paham Syi'ah, yang meyakini lr,rhwa'akan lahir seorang "Ratu Adil" yang akan menegakkan kebenaran rl;rn keadilan.

'anhum.

Inilah 10 sahabat yang telah diberi kabar suka bahwa mereka akarr masuk slurga oleh Nabi Muhammad Saw.
Nah, i'itiqad orang Syi'ah bertentangan dengan ini. Nabi mengatakan bahwa Abu Bakar, Umar dan Utsman akan masuk sflrga, tetapi kaum Syi'alr mengatakan bahwa beliau-beliau

Ilegitulah paham seluruh kaum Syi'ah.


Kalau paham lenyapJenyapan

ini bergelora dikalangan kaum Syi'ah

itu akan masuk

neraka.

tttr tidak heran dan adalah logis, karena orang-orang syi'ah dari dulu nrcrupakan suatu kaum yang tergencet, kaum yang selalu diburu-buru, r llsiksa, ditangkapi, dipenjarakan dan lainJain silaaan.
Maka watak orang yang selalu dalam siksaan tetap menunggu suatu /ilnran yang gilang-gemilangl zaman ratu adil, di mana mereka bisa bebas

Oleh karena itu kaum Ahlussunah wal Jama'ah tidak menerima pahanr yang keliru dari kaum Syi'ah ini. Pengangkatan beliau'beliau ketigany;r

sebagai Khalifah Nabi adalah sah, sesuai dengan hukum'hukum Islartr


yang berlaku.

rlln musuh-musuhnya dihukum karena

ganasnya.

Kalau kita majukan pefianyaan kepada mereka apakah bisa, bahwa


ccs('orang itu lenyap saja, tidak meninggal, dan akhirnya pada akhir zaman

Inilah perbedaanyangprinsipil antara paham Syi'ah dan Ahlussunnalr


wal Jama'ah.

akln keluar, mereka menjawab dengan tegas bahwa hal itu bisa dan boleh. Mereka mengemukakan dalil bahwa Nabi Isa al Maseh juga tidak rrr.rti tetapi hilang lenyap dan akan kembali al<hir zaman. Bagi kaum syi'ah

6. Persoalan Imam Yang Lenyap


Kepercayaan "ada Imam yang lenyap" adahh kepercayaan pokok bagi

Irnlrn itu sama dengan Nabi.


Dalam masalah ini terjadi perbedaan paham antara kaum Ahlussunnah wll Jama'ah dengan paham Syi'ah. Ikum Ahlussunnah wal Jama'ah ber.

kaum Syi'ah. Imam yang lenyap (gaib) itu akan kembali sewaktu-waktrr untuk membawa keadilan dan menghukum orang yang bersalah.

140

r41

pendapat, bahwa hanva Nabi Isa seorang yang dapat lenyap itu, karen;r beliau diangkat oleh Tuhan kesesuatu tempat, tetapi manusia yang lain t:tl'
ada.

.ftdi diangkatnya Isa oleh Tuhan diakui dalam Kitab Suci al Qur'an,
rcrl;rng hilangnya atau lenyapnya Imam'imam kaum Syi'ah tidak satupun

keterangannya, rlari Tuhan dalam al Qur'an.

dyitt"lryat suci

al Qur'an

mengatakannya, demikian tangkisan kaum

Kaurn Ahlussunnah wal ,t462'x6 yang dipimpin oleh Imam Abrr Hasan al Asy'ari sela.lu berpegang teguh kepada dalil Qur'an dan hadits.
Masalah Nabi 'lsa Alaihissalam diakui oleh Qur'an suci, sebaglr tersebut dalarn firman-Nya :

Alrlrrssunnah wal Jama'ah.

Kaum Syi'ah mengemukakan suatu hadits yang tidak terkenal dalam


rlrrrriu lslam dan pula tidak termaktub dalam salah satu kitab hadits yang
I'll;ll)1.

l)alam kitab Hajatul Qulub, karangan Majlisi menerangkan:

si: 6 $,* WYs ,z 4 +'r


-J </,

4' :*j-${t;lQ$ty'5:'4ti$t#:j
q-431Ys#u'&'#Pur,dY'+ *t*'Qs#,'*,$kutfrYu \oV : 'I;tt
/)

'.(tYk6Js r{u) V, : l,Sl(

q*-**$itirs*i*nj&rleeluvfltri
ttd&,buixufv;r

Artinya:

"I)an perkatnan mereka kami telab rnembunub Al Maseh 'Isa bin Maryam. Rasul tllab, pada hal mereka tidak membunub dia dan merekl tidak menyalib dia, tetapi disamarkan bagi mereka dan sesungubnyt arang-orang yang berselisihan pabam ientang itu ad.alab dalant sak wasangka padarrya, mereka tidak mempunyai pengetabuan tentang iltt melainkan turut sangka+angkanya saia dan mereka tidak, membunult

dia dengan yakin" (An Nisa':


Firman-Nya [agi:

157).

-U631'itt1(4#,p,*{W''k*!s';SYi F.7 ;"V_*6zeV4:f'F'Fb,.IQU;j$ & t6"S 6ri-'fr y{ ai* e J W'!y*i ,:+)<tqei ; *ot:rp'$;i*, &t JF G ):&j Fof gJ {"'+AvA.*i l l #' ; 9'g bc\5 *$Ww" *jJ :uA],'AlUi g\LAL$, ;
-ll,
I

tfi 2rfue# W',t:xi'u;99,p*t it ti

y"t,yot ?rt:' iyfur

\on, rL.r!
Artinya:

.t4+t3i;a,S64)!$,6:t
itu Gagult

Artinya:

"Berkata Nabi Mubammad SAW.


"Tetapi Allab telah mengangkat dia kepada-Nya dan Allab

"Hai sekalian mnnusia, saya ini

Ntthi dan Ali pengganti ku, ketabuilab babwa Imam yang pengbabisan

di

lagi Bijaksann" (l,rr Nisa : 158).

,iltll,ra kita ialah al Mahdi sAW., ketabuilah babwa yang akan memimpin tqlilffrl, dialah yang akan menghukum orang-orang yang aniaya, dialab yury akan membuka benteng dan mengbancurkannya, dialah yang akan nu,mimpin perang melawan kabilah-kabilah yang syirik, dialah yang
143

r42

akan menuntut bela darah utali-utali Allah yang saleh, dialah ltang akau menolong agarna Tuhan, diatah latlg ak(ul menyendok dari laut yan! dalam, ietahuilab babwa ketika itu tahulah or(tng vang mulia aknt kemuliaannya dan orfrng yilng bodoh skcrt kebodohannya, ketahuilalt

\r'nrpa dengan Ali, sedangkan Ali naik ke langit, serupa'lsa yang naik ke l;rrrgit ketika hendak dibunuh.

babwa d.ia itu pitiban'fuhan dan CIran| ynn{ pilihan, dialab ynt mempusakai selurub ilmu pengetabtmn, flialah ytmg tnenc1kup selunlt

petir adalah suara Saidina Ali yang marah rrrclihat tindak tanduk Mu'awiyah, kata Abdullah bin Saba'.
Suara-suara guruh dan

ilmi, ketabuilah

bahwa dia yang akan tnetrynbarkan sesuTtlt J)ang datany

Saba' maka kaum Syi'ah aliran lilllaiyah pada ketika mendengar suara petir lantas mengucapkan 'idssalamu.

Karena dongengan Abdullah

bin

da{

Tuhan, dialab yang

pintar dialah ytng benar ' "

'

Hai m1nusilt

';rllikum ya Amirul Mu'minin" (Salam atas mu hai Raja orang Mu'min).

(sabda Nabi Muhwnmad sAW.) : snya terangkan kepada kamu seknliatt

dan saya sttdah memberi pengertian kepada kamu, dan inilah Ali yany akan memberi pengertian sesudah saya"' Inilah hadits yang dibuat-buat oleh kaum Syi'ah untuk memperkult pendirian tentang Imam yang lenyap yang sedang ditunggu'tunggu itu'
Hadits ini sebagai yang kami katakan di atas tidak tersebut dalarn salah satu kitab hadits yang 6 apalagi dalam kitab Haciits Bukbari dan Muslinr

Bin Saba' ini, pada ketika disampaikan orang kabar kepadanya halrwa Saidina Ni dibunuh orang, maka ia menjawab: "Kalau kamu bawa
rrtirk Saidina Ali dalam pundi-pundi kepada sayat s ya tidak akan percayzbirhwa ia dibunuh. Ia bukan meninggal, tetapi naik ke langit dan akan turun
1r;rrla

akhir zam o untuk menghukum orang-orang yang durhaka,

Ini

adalah dongeng kaum Syi'ah belaka. Berkata Ibnu }{ajar al Haitanri Hadits "Engkau wasiatku" adalah hadits rnaudhu' (lihat as Shawaiqtrl Muhriqah pagina 19).

Inilah i'itiqad kaum Syi'ah Sabaiyah yang sama sekali tidak diterima ulch kium Ahlussunnah wal Jama'ah, karena kepercayaan yang macam ini tkl:rk ada sandarannya dari Qur'an dan Hadits.
Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah berpendapat, bahwa Saidina Ali Kw. rtl;rlah seorang Khalifah Rasyidin yang ke IV. Beliau sudah meninggalpada

l,ulggal 17 Ramadhan tahun 40 H.

?. Pensattan Abdullah Bin Saba. Di antara aliran-aliran dalam Syi'ah terdapat aliran
aliran Abdullah bin Saba'.

Sabaiyah, yaitrr

l. Arwah Turun

Temurun

Sebahagian kaum Syi'ah adayang mempercapi bahwa ruh Imam-imam

Bin Saba' ini pernah mengatakan bahwa ia membaca dalam kitlrlr


Thurat, yaitu setiap Nabi mempunyai lfashi (semacam putera mahkota)' darr

llu turun temurun, dari Imam Ali turun ke bawah, turun lagi kebawah ;iunpai kepada Imam yang ke 12, sehingga ruh itu menjadi sangat suci.
ini dimasukan orang ke dalam gerakan Syi'ah dari kaum llnrganut aglma Hindu di India. Di dalam Islam tidak diakui paham "ruh turun temurun" itu. Setiap orirng mempunyai ruh tersendiri yang akan bertanggung jawab kepada
Kepercayaan

Ali adalah putera mahkota dari Nabi Muhammad


Saya heran, kata Abdullah

Saw.

Saba', keadaan orang'orang yarul percaya bahwa Isa akan kembali kedunia tetapi ia tidak percaya bahw;r

bin

Nabi Muhammad SAV/. akan kembali ke dunia, apakah derajat Nahr Muhammad lebih rendah dari derajat Nabi Isa?, tanya Abduliah bin Sab;r 'Ali Abdullah bin saba' menyiarkan lagi dongengan bahwa saidina
ketika dibunuh oleh bin Maljam maka yang terbunuh hanyalah orang
yar)11

'lLhan bersama jasadnya tentang mereka kerjakan selama hidup ^payzrng tll rlunia

144

145

Tuhan berfirman:

Y^,d4r! e"6
'

4t p,i# |K:"i:$!iJiL{v ffi /d; eWpWiS ci;' xiffi Kit *g:F1ii


C*,s,
t-}.r
o

Artinya:

t2, r,

"Tihp-tiap jiwa terikat dengan apa yang telah diusabakannya" (Al Mudatsir: 38).

;'t*r;!\"igS +t'5 *r

S;-1

Artinya:

"e,

di

.Nafs' (jiwa) terikat dengan usahanya, kalau ia pada wakttr dunia mengerjakan kejahatan, malra ia akan dihukum sesuai dengan
Jadi, setiap

"Dari Abi Abdirrahman, Abdultah bin Mas'ud, beliau berkata: Mrngabarkan kepada kami Rasulullab SAW. dan beliau itu adalah orang
1x'rut

dosanya,

tilng benar lagi dibenarkan : Bahwa kamu dihimpun kejadiannya dalam ibumu 40 bari nuthfab (air), 40 bari lagi 'alaqab (datab) dan 40

Kalau

ruh (jiwa) itu pindah.pindah, bagilmana cara melaksanakan


?

hukum baginya, apakah iaakandihukum sesuai dengan badannya yang laml


atau sesuai dengan badannya yang baru Bisa pula kejadian, bahwa badannya yang lama berbuat dosa sedang badannya yang baru, saleh, bagaimana hukumannya ?

hut lagi madbgah (daging),

sesudah

itu disuruh malaikat untuk


4

ttn,niupkan rub kepadanya dan drtrtahkan ia (malaikat) dengan

pasal:

tullu menuliskan rezekinya, menuliskan aialnya menuliskan amalnya iun menuliskan celaka atau babagianya". (H. Riwayat Imam Bukhari dan
Muslim. Lihat Sahih Bukhari Juz IV hal. 101, Sahih Muslim Juz II, halaman

Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah beri'itiqad bahwa setiap oran8 mempunyai jiwa masing-masing, dan apabila seseorang dihukum di aktrirat
atau dalam kubur maka yang mefasai silsaan hukum itu adalah badan darr ruhnya Beginr juga kalau ia diberi pahala maka yang rnerasai lezat pahala itu adalah juga rohnya dan badannya.

'tt r).
Nyatalah dalam hadits ini bahwa setiap orang mempunyai ruh sendiri ylng ditiupkan malaikat kepadanya ketika ia masih daiam perut ibunya.

dm

nikmat

llukrnlah ruh itu pindah-pindah sebagai i'itiqad kaum Hindu dan Budha, rhrn juga i'itiqad sebahagian kaum Syi'ah.
Tersebut dalam kitab 'Aqaidul Islamiyah", karangan Sayid Sabiq,
pilgina 237: "Telah sepakat kaum Ahlussunnah wal Jarna'ah, bahwasanya tiap-tiap rrrirnusia ditanya sesudah matinya, apakah ia dikuburkan, apakah ia dimakan hlnltang, apakah ia dibakar jadi abu, apakah ia habis diterbangkan angin, rpakah ia karam dalam laut, semuanya akan ditanya pekerjaannya dan akan rllbalasi sesuai dengan amalnya, kalau baik dapat baik dan kalau jahat dapat

Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imanr Muslim, sebagai yang tersebut dalam kitab Hadits Arbai'n karangan Imanr
Nawawi, hadits keempat, tersebut yairu
:

5'6

k'ag, #

;i

4,,

6y e65#,b. oLb:'r,&:!t A6,'or'"$,


146

)a6gys*^iVu\'Je4ck

#,

#,#

d)e;

jiwa dan tubuh lulrat, dan bahwasanya nikmat atau siksaan jatuh pada
rtasing-masing".

r47

9. Paham "Wahdatul Wuiud"


sebahagian kaum syi'ah menganut paham "\ilahdatut serba Tuhan). Ada seorang Imam Syi'ah namanya Husein bin Mansur al Hallaj (lahir

{lllnnpat-tempat lain sebagainya.

vujud"

(paham

lnilah paham al Hailaj (meninggal 309 H).

ini dianut juga oleh Muhiddin, Muhammad bin Ali bin Arabi, v,trtg dimasyhurkan dengan nama Ibnu Arabi.
Paham

tahun 244 H - meninggal 309 H) di Bagdad orang ini termasuk pemuka syi'ah Imamiyah, yakni syi'ah yang pefcayil
kepada Imam.imam. Beliau juga sebagai pemuka bagi orang orang tasawuf. Di antara pahamnya yang ganjil ialah bahwa yang ada itu pada hakikatnya Tuhan' adalahTuhan, kalau engkau melihat sesuatu benda maka itu adalah makhluk-Nya, yang dinamakan Jadi bagi A1 Hallaj Tuhan itu bersatu dengan Vahdatul Vujud "satu Yang ada". Pada suatu hari ia ditanya orang: "Bagaimana tuan bisa mengetahui

Ilcliau lahir tahun 560 di Spanyol, belaiar di Isybilit, kemudian pindah kr'l'irnur, ke Bagdad.

lleliau seorang ahli tasawuf yang besar, pengarang kitab Insan Kamil, tlt;rpi beliaulah yang paling giat menyiarkan paham "\(ahdatul Wujud" t,ulg mengatakan bahwa lirhan dan alam adalah bersatu, hanya lahirnya
r,rj,r bcrbeda tetapi hakekatnya satu.

llarang siapa membaca kitabnya "Futuhatul Makkiyah" niscaya akan lrt'nrn melihat Ibnu Arabi ini, yang sangat pandai berkhayal dan ment,nvilkan barang sesuatu.

Tuhan ?" Jawabnya

"Saya mengetahui Tuhan dengan Tuhan saya, kalatr

tidaklah Tuhan saya maka saya tidak akan tahu Tuhan saya"' Tuhan juga alam' Jadi, alam ini baginya iuga Tuhan, dan Itulah paham "Serba Tuhan" dari al Hallaj.
Kalau engkau melihat sesuatu, kata penganut paham ini, maka anggaplalr

lbnu Arabi meninggal tahun 638 H di Damsyik, Syiria.


Paham Vlahdatul

Vujud ini berkembang juga di Indonesia.

Di antaranya dianut oleh pujangga dan ahli tasau.uf Hamzah Fansuri rl,rrr Syamsuddin bin Abdullah as Samatrani yang hidup di Aceh pada
r;rnt;tn Sultan Iskandar Muda (1607

ia Tuhan, karena Tuhan mengujudkan dirinya dalam tubuh sesuatu itu. Ada segolongan kaum syi'ah yang hampir serupa dengan ini pahamnya

1636 M).
:

Di antara sya'ir Hamzah Fansuri itu berbunyi


"[{amzah Fansuri di dalam Makkah,
Mencari lirhan di Bait al Ka'bah.

Allah itu adalah dalam tubuh makhluknya. Mula-mulanya masuk ke tubuh Nabi Adanr kemudian kepada Nabi-nabi yang lain kemudian sampai kepada Nabl Muhammad SAI(. Dari Nabi Muhammad turun kepada Sini Fathimah, turun lagi kepada Hasan-Husein, turun lagi kepada Imam-imam kaum Syi'ah,

Mereka beri'itiqad bahwa alam ini seluruhnya terjadi dari NurAllah. Nur penjelmaan dari Tuhan sendiri, yang masuk bersatu kc

Di Barus di Kudus terlalu payah. Akhirnya didapat di dalani rumah".


Nasib al Hallaj
rlliru \flahdatul

di

Bagdad dan Hamzah Fansuri

di Aceh

sama'sama

rlllnrkum mati oleh yang berkuasa, karena menganut paham "Serba lirhan"

turun lagi kepada kita'kita ini, katanya.

Vujud ini.

oleh karena itu saya ini bersatu dengan Tuhan dan Tuhan bersattr dengan saya, saya ini "al Haqqu" (yang sebenarnya)' Di mana saja Tuhan itu bisa dilihat, boleh dilihat di Ka'bah, boleh
dilihat di mesjid, boleh dilihat di gereja, boleh dilihat di berhala
148
dan

Syeikh Sitti Jenar, kabarnya seorang Vhli Songo di Jawa dihukum mati 1t*rll abad ke IX Hijriyah, karena me nganut paham Wahdatul Vujud ini pula. Pada

nrcniadi markas gerakan Syi'ah

tahun 1959 M pengarang buku ini pergi ke Naja{ Iraq, yang di Iraq (dekat Karabelg). Di situ didapati

r49

makam saidina Ali yang dipelihara dengan baik, dihiasi dengan hiasan kt
emasan.

Kaum Syi'ah menolak hadits-hadits dari Saidina Abu Bakar, Umar dan lltsnran, apalagi hadits-hadits yang dirawikan oleh Sahabat-sahabat Nabi dari

penulis ini diberi hadiah buku-buku syi'ah oleh sdr. Abdul Halim Ali
Kasyifatul Githa, anak dari seorang Ulama Besar Syi'ah Mohammad Husseirr

rrrku Bani Umalyah, semuanya tak diterimanya. Kalau kaum Ahlussunnah berpegang dengan hadits'hadits yang ter' rrrirktub dalam kitab Bukhari dan Muslim, Nasai, Ibnu Majah, Abu Daud,

Ali Kasyiful Githa.

Di antara buku yang dihadiahkannya itu terdapat buku "Manba'ttl Iman" di mana di dalamnya diterangkan pengaiaran'pengaiaran tentang
keimanan orang Syi'ah. Dalam buku itrr, pada pagina 49 diterangkan sejelas-jelasnya pahanr serba Tuhan yang dinamai Wahdatul Vujud itu.
Ternyatalah bagisayabahwa kaum Syi'ah Iraq (Najaf) penganut pahanr Iflahdatul Wujud, yang sangat salah, yang dianut oleh Hallaj, oleh Ibnu Arabi,

llrrnidzi, Hakim dan lain-lain maka kaurn Syi'ah hanya memegang hadits' lr,rrlits yang tersebut dalam kitab al l(;rfi, sebuah kitab karangan ulama syi';rh al Kulini (meninggal 328 H di Bagdad). Kitab al Kafi ini selain mcnruat soal-soal keimanan menurut Syi'ah, juga memuat 16.000 hadits
tirrrg dibagi-bagi pula kepada hadits sahih, hassan, dha'if dan iainlain \rrupa kitab-kitab Hadits kaum Ahlussunnah wal Jama'ah juga.
Nama lengkap al Kulini adalah Muhammad bin Ya'qub al Kulini.
Kalau bagi kaum Ahlussunnah wal Jama'ah ada Imam Bukhari maka al l(ulini adalah Imam Bukharinya kaum Syi'ah.

oleh Hamzah Fansuri dan Syeikh SittiJenar. Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah rnenolak sekuat-kuatnya pahanr bagaimana pun dita'wil "Wahdatul l/ujud" ini, karena mustahil ta'wilkan Tuhan dan alam akan bersatu. Tidak masuk akal khaliq darr

makhluk menjadi satu. seorang ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah dan juga ahli fikih syafi'iyah yang besar 'lzuddin bin Abdussalam, yang sezaman dengarr Ibnu Arabi, pada ketika dikatakan orang bahwa trbnu Arabi itu zindik makl

Orang-orang Syi'ah telah menolak sebahagian besar hadits'hadits yang menjadi dasar hukum dalarn Syari'at trslam, yang berakibat bahwa k,rrrm Syi'ah tidak mengetahui sebahagian besar hukum fikih kaum
Ahlussunnah wal Jama'ah.

Disinilah perbedaan yangnyata dan prinsipil antara kaum Syi'ah dan k;rum Ahlussunnah. Ikum Ahlussunnah menerima sekalian hadits'badits

beliau diam saja. Ini suatu bukti bahwa Syeikh Izzuddin bin Abdussalanr menyetujui kalimat "zindiq" bagi Ibnu Arabi.

r0. lladits-hadits Yang Diterima


!flalaupun kaum Syi'ah mengatakan bahwa mereka mengikut Kitabullalr dan Sunnah Rasul, tetapi yang dikatakan Sunnah Rasul itu oleh merekl hanyalah hadits-hadits diriwayatkan oleh Imamnya saia. Hadits'hadits yang

vlng sahih, baik perawinya ahlil bait atau tidak, kaum Ahlussunnah rrrcncrima hadits-hadits dari Abu Bakar, Umaq Utsman, Ali, Sitti 'Aisyah, llrnmu Salamah, Abu Hurairah, Salman al Farisi, Abdullah bin Umar, Alxlullah bin Mas'ud dan lainJain. Ilmu kaum Ahlussunnah lebih banyak dari ilmu kaum Syi'ah, karena
k,rurn Syi'ah membatasi dirinya dalam lingkungan yang sempit.

tidak diriwayatkan oleh Imamnya semuanya tidak diterimanya.


Saidina Ali, olelt Jadi hadits-hadits mereka ialah yang diriwayatkan oleh Saidina Hasan dan Husein, sesudah itu yang dimajukan oleh Imam'imant

Begitu juga hadits-hadits penafsiran al Qur'an. Kaum Syi'ah hanya rncnerima hadits-hadits dari Imam-imam mereka, sehingga menimbulkan pengajian-pengaiian dan i'itiqad yang berlain dari Madzhab yang empat.
Misalnya saja ayat di bawah ini ditafsirkan kaum Syi'ah dengan sangat rncnggelikan hati dan sangat keliru yaitu
:

mereka yang 12 orang.

150

151

1. Firman Tuhan:

w i 3b
Artinya:

Ov;

4-:6!lfiir'6u6,b$-'i',5l1,ti)g\:(i
1v,ijL_l

h,gy sar'{

I F;, rt,('
,'asrttf$t

'li:tapi Imam kaum Syi'ah Muhammad al Baqir menafsirkan ayat ini lulrwr yang cukup itu hanyalah ilmu lahir dan syari'at lahir, tetapi ilmu l*tlrr rlan syari'at batin masih diberikan oleh Allah kepada Ali dan sesudah
Alt wll'at maka diberikan lagi kepada Imam'imam kaum Syi'ah.

J. Firman Tuhan

r Ar,

uf;!, "J] #

iii

dt or:rf;ilrkt;

"Hai Rasul! Sampaikanlab apa yang diturunkan oleb Tubannur


padarnu, kalau tidak maka engkau tak mmyampaikan risalab'Nya. Dmr Allah akan "melindungimu dari keiabatan manusia dan Allab tidsk,
nremberi petunjuk kepada orang

Arlitrya:

kafir" (Al Maidah: 67).


Nabi

"Dan dari antara yang Kami jadikan ada suatu ummat lang wrtttlntpin manusia kepada kebenaran, dan dengan kebenaran itu nnr(ka melakukan keadilan" (Al Araf 181),
Imam kaum Syi'ah Ja'far Shadiq bin Muhammad al Baqir (148 H) rrrt'rurlisirkan ayat ini bahwa yang dimaksud dengan "ummatun" (ummat) di
rlrrl rulalah Imam-imam dari Ahlil Bait, keluarga Nabi Muhammad SAW, saja. Alangkah ganjilnya tafsir ini.
1+.

Ihum Syi'ah menafsirkan bahwa ayat ini diturunkan kepada

'

Muharnmad SAIil. sebagai perintah supaya beliau menyampaikan kepadrr orang banyak, bahwasanya Saidina Ali adalah Khalifah sesudah beliarr
meninggal.

lihatlah bagaimana keganjilannya. Padahal dalamayat ini tak tersebut nama Saidina'Ni agak sepatahpun.
2. Tuhan berfirman:

Firman Tuhan:

Y
Arllttya : "

4;S 6f,W.'::Ji 5 K,.S l&;Ai


v , i,s\J\
Artinya:

Y, r--eJ I . ;$U.,*'g'e P,re';

6ii

.Q:?r-,r1,

Adakab yang menjaga tiap'tiap orang atas sekalian yang di' ht:rlakannya (sama dengan yang tidak berkuasa apa-apa") ( Arra'd : 33).
Kaum Ahlussunnah menafsirkan "Qaimun"

'Arafab)telab Aku sempurnalean agarlamu buatmu dan telah Aku cukupkan ni'tnat'Ku attsmu, dan Afut sudab-redha agama Islam meniadi agamamu" (Al Maidah : 3). "Pada
Jadi menurut ayat

hari ini (bari wada'

di

di sini ialah

Tuhan yang

hrrkuasa meneliti sekalian urusan manusia, tetapi kaum Syi'ah mengatakan "rllirnun" di sini dengan al Mahdi, yainr Imam yang mereka tunggu akan lnlrir akhir zam n membawa keadilan, demikian tafsir mereka dalam
h

ini

Agama Islam

itu sudah cukup.

lt

irhnya "Dairaful Islamiyah"

sete

ntang perh'ttaan "qaim",

r52

153

Pendeknya kaum Syi'ah menafsirkan ayat'ayat Qur'an suci deng:rrr semaunya dan menurut paham imam-imamnya saia, tanpa menghirauk;rrr hadit-hadits yang diriwayatkan oleh Imam'imam Hadits yang lain.

antara sahabat-sahabat Nabi yang berusaha kejurusan itu ialah It|,rlilirh yang pertama, Saidina Abu Bakar Rda., Saidina Ali Kw., Saidina Allluhh Ibnu 'Abbas, Ubai bin Ka'ab, Abdullah Ibnu Mas'ud dan iain'lain.

l)i

Di sinilah perbedaan yang prinsipil antara paham Ahlussunnah dengrtn


paham Syi'ah. Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah menerima dan bahkan waillr menerima hadits.hadits yang sahih yang telah dikumpulkan oleh Imam'imarrr hadits, sepertiBukhari, Muslim, Tirmidzi, Nisai, Abu Daud. Ibnu Majah d:rrr lain-lain, sedang kaum Syi'ah hanya berpegang dengan kitab 'Al Kafl" karang;rrr

Kumpulan SaidinaAbu Bakar tidak sempat dikeluarkan ketengah-tengah gr,tsyurakat, karena masa Khalifah beliau terlalu pendek dan beliau sibuk

pull ntemerangi kaum murtad.


Kumpulan Saidina Abu Bakar
f,lurlhab, Khalifah yang ke IL Saidina 'Umar bin Khathab tak sempat pula mengeluarkan kumpulan irrl kctengah.tengah rnasyarakat, karena beliau sibuk pula mengembangkan rlsrr meluaskan Islam keseluruh penjuru dunia. terasa perlunya Qur'an itu dikumpul dalam suatu lrrrkrr, karena hampir sekalian sahabat itu menghapal di luar kepala apalagi prrulis-penulis ayat Qur'an suci itu banyak pula. Ketika

itu jatuh ketangan Saidina 'Umar bin

al Kulini

saja.

Pantas kalau Ahlussunnah dinamai Ahlussunnah (ahli hadits) dan kaurrr

Syi'ah dinamai kaum "lmamiyah" (ahli Imam'irnam).

ll"

Qur'an Mus-haf 'Ali.

itu belum

Sebagian kaum Syi'ah berpendapat bahwa Qur'an yang dipakai ialalr Qur'an Mus-haf Ali sedang kaum Ahlussunnah berkeyakinan bahwa Mus-hrrl

yang dipakai ialah Mus-haf Utsman, yaitu sebagai Mus'haf

Mus'haf yang

tersiar di Indonesia sekarang. Antara dua susunan

Kemudian setelah Saidina Umar bin Khathab rneninggal dunia maka Iurnpulan iru jatuh ketangan Khalifah yang ke III, yaitu Saidina Utsman bin

itu

ada perbedaan Qur'an susunan

Ali dimullr

Allln

Rda.

dengan surat Fatihah, sesudah itu surat'lfusuf, sesudah itu surat Nisa' sesudah

itu surat al Maidah dan

seterusnya.

Saidina Utsman bin Affan mernpunyai kesempatan yang baik untuk rnrninjau kernbali persoalan ini. tseliau rneninjau kumpulan ayat'ayat dlri

Adapun Qur'an Mus-haf Utsman dimulai dengan surat Fatihah, sesudah itu surat Baqarah, sesudah itu surat Ali Imran, sesudah itu surat Nisa' st''

lultlina Abu Bakar tadi dan mencocokkannya dengan kumpulan-kumpulan rclrabat yang lain dengan sangat teliti.
Akhirnya sesudah diteliti begitu rupq maka Saidina Utsman bin Affan l(rll., Khalifah yang ke III, menyiarkan kepada masyarakat Islam naskhah'

sudah itu surat al Maidah dan seterusnya,


Sejarah ringkas persoalan Mus-haf

ini adalah

rnrkhah Qur'an sebagai yang kita punyai sekarang di Indonesia.


Naskhah

Mulanya al Qur'an padazaman Nabi Muhammad SAV/. belum tersusutr dalam satu Mus-haf sebagai sekarang ini. Ayat'ayat Qur'an suci hanyalalr dihapal oleh para sahabat Nabi yang mendengar dari Nabi dan ada yang

ini dinamakan Muls-haf Utsman bin Affan

Rda.

menuliskannya pada pelapah-pelapah tamu, pada tulang'tulang, patl;r tembikar+embikar putih dan lainlain. Sesudah wafatnyt Nabi Muhammrtl SAW. maka banyak para sahabat yang berusaha untuk mengumpulkrn Qur'an itu dan menjadikannya satu Kitab atau satu kumpulan yang
rapi.
terattrr'

Dikhawatirkan akan kacau dikemudian hari, maka Saidina Utsman bin Allirn memerintahkan agar sekalian naskhah'naskhah yang ada ditangan rlr:rng dibakar sama sekali, yang tinggal hanya satu, yaitu Mus'haf Utsman.
Maka seluruh sahabat Nabi telah ijma' (sepakaQ ketika itu, yakni pada

rlrnan Khalifah Utsman bin Affan Rda. bahwa Mus'haf Utsman bin Affan
Hrla. yaitu sebagai

Qur'an suci yang ada di Indonesia sekarang.


155

t54

Akan tetapi sebahagian orang Syi'ah karena bencinya kepada Saiclirr.r Utsman bin Affan Rda. tidak mau memakai Mus-haf Utsman dan mercli,r hanya memakai Mus-haf kumpulan Saidina Ni Kw. pada hal Saidina )\lr

ll,

I'ltiqad At Taqiyah.
At-taqiyah artinya menyembunyikan paham.

sendiri pada zaman Saidina Utsman bin Affan telah memakai Mus.h;rl kumpulan Utsman bin Affan itu.
Dan akhirnya dunia Islam telah ijma' (sepakat) menghukum kafir siap,r sajayang tidak mau mengakui ay^t-ayat atau sebahagian ayatyang ada dalarrr Mus-haf Utsman itu. Dalam menilai, Mus-haf AIi yang dipakai oleh orang-orang Syi,ah, Ibrrrr Nadim berkata, dalam kitab al Fihrasat:

Salth satu pokok hagi i'itiqad kaum Syi'ah adalah at tacliyah, yaitu
rrrlrrycrrrbunyikan paham yang sebenarnya dan melahirkan yang lain dartpada
1,rrrg :rtla dalam hati.

l';rham at laqiyah

ini

sama dengan "membohong".

Mcreka kaum Syi'ah, kalau melihat bahwa yang berkuasa kaum


Alrlr rssunnah maka mereka pura"pura Ahlussunnah, kalau Khawarii berkuasa

"Babuasanya Mus-haf ini pada mulanya, ada di tangan keluargtr Ja'far, kemudian saya libat sendiri di tangan Abuya'la al Husni, Mus-hul

Irr,rk;r rnereka pura-illrra Khawarij dan kalau kaum Mu'taziiah berkuasa rrt,rk:r rnereka menladi Mu'tazilah pula.

llalini

bukan tidak disengaja, tetapi wajib dibuat begitu dan ini salah

yang ditulis oleb Ali yang telah hilang beberapa lembar kertas.
Muls-haf

utrr tlasar kepercayaan Syi'ah.


ltupanya, rnereka mengadakan dasar at Taqiyah ini karena kaum Syi'ah ;r,rrlrr abad-abadyang pertama dan kedua selalu digencet oleh Pemerintah

ini

dipusakakan oleh kerurunan Hasan. (bin

Ali bin

Abi

Thalib)", demikian tersebut dalam kitab Tarekh al Qur'an, karangan Ibrahinr

'

Orang kalau belum pandai bertaqiyah belum boleh dinamakan Syi'ah.

al Abyari, pagina,69. Harus digaris bawahi perkataan: "yang telah hilang beberapa lembar kertas", karena hal ini membuktikan bahwa Mus-haf kaum Syi,ah yang dikatakannya Mus-haf l{li iru adalah Mus-haf yang kurang clari yang srbenarnya.

lllrni Ummayah dan Bani Abbas yang pertama. Maka demi untuk menjaga lrirlram dan i'itiqadnya dan demi untuk memelihara keselamatan, mereka
rnernakai dasar "taqiyah". Kadang-kadang kaum Syi'ah lebih sunny dari kaurn Ahlussunnah, lebih

l;rnatik kepada paham Sunny dari kaum Ahlussunnah sendiri, sehingga


hwanJawannya bisa tertipu olehnya. Dasar

Hal inidapat dilihat pada "Talkhisul Bayan fiMajlzilQur'an,', karangarr syarif Redha, cetakan dari Ihyail Kutubil Arabiyah Kairo, tahun 1955 M.

ini

syarif Redha hanya menguraikan Qur'an sampai pada surat "lnsyirah" atau surat 'Alam Nasyrah", jadi 20 surat sesudah "alam nasyrah" tidak acla
lagi. Syarif Redha adalahseorang ulama Syi'ah yang terkenal yang mengarang

merek"a arnbil dari ayat Qur'an pada surat

Ali Imran

W ss'6 $ " &j


tL r

n,,rpi. ;ri:

juga kitab, "Haqaiqut Ta'wil fi Mutasyabihit Tanzil" penyusun kitab Nahjul Balagah dan lain-lain (lahir di Bagdad tahun 359 H meninggar - rahun 406H).

6iol Jrg ie"4 ;t 4,46,!' i


t

3,26,u#')t ir;-t

Artinya:

ladi dapat ditegaskan bahwa kaum Ahlussunnah wal Jama'ah memakai Mus'haf utsman bin Affan, sedang sebahagian kaum syi'ah memakai Mus-haf Saidina Ali Kw. Inilah perbedaan yang prinsipil.

"Janganlab orAng rnu'min mengambil orang kafir menjadi pimpinan, selain orangmu'min, Siapa memperbuat demikian maka tiadalab ia dari ugama Allah sedikit juga, kecuali kalau kamu takut kepada mereka sehenar-benar takut (Ali Imran: 28). 157

156

Jadi, bagi kaum Syi'ah, kalau kita takut boleh melahirkan bohong, bolclr

l)an pula "diam" itu tidak dijadikan dasar keimanan sebagai dilakukan uh'h kaum Syi'ah dengan "taqiyah"nya,

melahirkan apaya;ng tidak ada dalam hati.


Bagi kaum Ahlussunnah hal ini bukan saja tidak menjadi dasar aganr;r

ll.

Huhum Agarna Hanya Buat Umum


Kaum Syi'ah Isma'iliyah di Pakistan menfanvakan bahwa hukum-hukum

dan keimanan, tetapi hal ini termasuk golongan orang munafiq yang ak;rn dimasukkan ke dalam alas yang terbawah sekali dari neraka. (Lihat surat rrrr Nisa'

144).

dg;urx yang tersebut dalam al Qur'an hanya berlaku untuk umum, untuk r,rkyat banyak, dan tidak berlaku untuk Imam-imarn.

Nabi Muhammad SAI(. bersabda:

\i)i,Ift Uiti6, 6 S b Jrtt:.r1,{w 6 Utr?i


s:Lllob;' 0\7'8'3i
Artinya: "Tanda-tanda orang Munafiq tiga, yaitu: Membohong apabila berkatu,

oleh karena itu Imamnya boleh berbuat sesuka hatinya, tidak berdosa, li;rrt'rra imam itu tidak terikat oleh hukum-hukum yanghtnya untuk rakyat.
Karena itu, Imarn mereka Agha Khan dulu dan Imam mereka sekarang

Ahrlrrlkarim (cucu Aga Khan) bebas bikin apa-apa

di Eropa,

umpamanya

lrrriurli, bertaruhan pacu kuda, minum-minum dan mabuk-mabuk dengan u,.urita, kawin dengan wanita Holywood tetapi kalau Imamnya pulang l,rrrtrrs ditimbang dengan platina, dan platina seberat badannya diberikan
gruln kepada Imamnya yang sangat dihormatinya itu.

berdusta apabila berjanji, berkhianat apabila dipercayai" (H. Riway:rr Imam Bukhari - Shahih Bukhari Juz I hal. 13 dan hadits ini dirawikan jug;r

Kcpercayaan macam

ini tidak diterima oleh kaum

Ahlussunnah wal

oleh Imam Muslirn Shahih Muslim JuzlhaI.

44).

f,rrrrl'ah, karena hukum Tuhan berlaku untuk umum dan juga untuk prrnimpin-pemimpin dan Imam-imam atau Khalifah"khalifah, sehingga *rurk Nabi sekalipun kalau mencuri, hukum Tuhan harus berlaku juga
rrrrtuknya.

Adapun i'itiqad kaum Ahlussunnah walJama'ah ialah, bahwa kalau kit;r melihat yang mungkar maka hendaklah dirubah dengan tangan, kalau tid:rk
kuasa dengan tangan maka rubahlah dengan lisan, kalau tak kuasa dengrrrr

Nabi bersabda

lisan maka rubahlah dalam hati, yakni tenang dan diam saja, tetapi

dalarrr

hati dimungkiri, tidak diterima.


Jadi harus diam, jangan membuat pura-pura. Pura-pura macam Syi'rlr itu bisa menyesatkan orang banyak, karena orang banyak tidak melihat cllur

.l6XJ.:-tX7t'^h,6,*;;J,r*"yr-6$V
lr)(t/t/..tot2)
Artinya:

tidak mengetahui apa yang dalam hati orang.


Adapun arti ayat dalam surat Ali Imran 28 itu ialah bahwa orang Islarl tidak boleh mengangkat orang kafir menjadi penguasanya, kecuali kalarr mereka dipalsa oleh orang kafir. adalah antara orung kafir dengan orang Islarn, bukarr sebagai yang dipraktekkan sehari-hari oleh kaum Syi'ah, dengan maksutl

Demi Tuhan yang jiwaku ditangan-l{ya, andai kata Siti Fatbimah twtkku nxencuri, sunguhnya akan saya potong juga tangannya (H.S.R.
llrrkhari dan Muslim - lihat Shahih BukhariJuz N haJ.I?z dan Syarah Muslim

Jadi ayat

ini

luz 11 hal. 187).

untuk memperdayakan lawan-lawannya sesama Islam.


158 159

Heranlah kita melihat paham Syi'ah Ismai'liyah ini, apakah mereka ticlll' membaca hadits ini ? Ataukah dengan sengaja dilupakan demi kepentingrrrr

ht rttcttikan kamu, kemud.ian Ia bidupkan kembali dan sesudab itu


krlada-Nya kamu dikembalikan".(Al Baqarah : 28)
Nyatalah dalam ayat

Imam-imam yang sangat dipuji dan dipujanya

ini bahwa mati sesudah hidup hanya satu kali.

14. I'itiqad Ar Rai'ah


Suatu i'itiqad yang paling aneh dari kaum Syi'ah ialah i'itiqad Syi';rlr Ismailiyah, yang mempercayai bahwa Nabi Muhammad SAIfl., Saidina 'Alr Kw, Saidina Hasan Husein bin Ni Rda. dan Imam-imant Syi'ah akan hiclul, dan kembali ke dunia sesudah lahir Imam Mahdi (lmam Syi'ah yang
penghabisan). Dan ketika itu kembali pula kedunia Saidina Abu Bakar, Saidina Umar

16.

Tidak Menerirna lima'


Kaum Syi'ah tidak menerima "ljma" sebagai salah satu sumber hukum

rlJlirnr syari'at Islam, karena

katanya

menerima ijma'

itu

berarti

urrnrbenarkan perbuatan orang-orang yang di luar lingkungan Syi'ah. Bagi nrclcka, yang benar hanyalah perbuatan Imam-imam Syi'ah saja, lain tidak. paham Ahlussunnah wal Jama'ah yang rrrlrrcrima ljma' dan Qiyas sebagai sumber hukum dalam syari'at Islam. llcgitu juga Imam Besar Muhammad bin Idris as Syafi'i, pembangun Madzhab

llal ini bertentangan dengan

Saidina Utsman bin Affan, Saidina Mu'awiyah, Yuid bin Mu'awiyah drtn

lainlain.
Ketika itu Imam Mahdi menghukum musuh-musuhnya yang meramp:rs haknya Abu Bakar dan Umar akan disalib di atas ka1u, demikian kata Syarrl

\y;rli'i menerima ljma' dan Qiyas sebagai sumber hukum. Beliau berkata
rl,rlirnr kitab ar Risalah:

Murtadha, gembong kaum Syi'ah.


Sesudah itu semuanya akan mati lagi, dandihidupkan kembali pada halr

kiamat secara umum, di mana kepada orang-orang yang bersalah terhadalr Syi'ah akan dihukum oleh Tuhan. Demikian i'itiqad Raj'ah (kembali) dalam Syi'ah.

I'itiqad ini tidak benar, bertentangan dengan ayat-ayat Qur'an, karenrr mati sesudah hidup hanya satu kali, bukan dua kali, demikian kepercaya;trr kaum Ahlussunnah wal Jama'ah.
Tuhan menyatakan dalam aI Qur'an
:

t7a tQr j\*tt {L t-ib:v G {J*5r:\4 \y(i(, Y\ p^*6:t1)u). l, \.J\^! \3 \,,,\? llr v '
L.
t/-

Jo-!., tr*sr*c jfirt($+ ;4

,p
,

I 5l

e
,

Alt l nya:

"Tidak holeb seseorang mengatakan dalam bukum sesua'tLt, ini bslal


lul haram, kecnali kalau ada sandarannya atau ilmunya.

'bKU:lK;'*66e'i<sArffi ,K
Artinya:

ilmu itu ialab

llnm Kitab, Sunnah, Ijma' dan Qiyas" (fu Risalah pagina39), Nabi Muhammad SAW. menluruh kita untuk menetapi apa yang trlirh disepakati oleh ummat Islam, dalam hal ini tentu Imam'imam
Mrrytrrhid-nya.

"Mengapakamu tidak mau beriman kepada Twhan, pada bal dulu kamu tidak ada, kemudian mengbidupkan Tuhan akan kamu, kemudian

160

161

Nabi Muhammad SAW. bersabda:

t6. Tidak Menerima Qiyas

+V 4,

orjJ'l r:V\

o\-t .

"jtfuS 6tt8\
lirmidziJuzlX hal.
11 clarr

Krum Syi'ah tidak rnenerima qiyas sebagai sumber hukum dalam hukum" lrrrkum Islam, karena berpendapat bahwa qiyas itu adalah hanya "pendapat"
nurnusia, bukan wahyu dari l'uhan.

Artinya: "Babwasanya ummatku tidak akan bersepfrkat atas kesalaban"' (HaditI Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah lihat Sahih Sunan Ibnu Majah Juz

Untuk mengganti hal itu maka kaum-Sy'ah menerima "perkataan" Inr;rrn-imam mereka menjadi sumber hukum karena Imam-imam
rru'rcka-katanya-masih menerima wahyu dari Tuhan.

7l hal.

464).

Dalam hal

ini Kauni Syi'ah sudah tersalah dalam dua jurusan:


:

Hadits ini adalah guansi dari Nabi Muhammad SAV., bahwa kesepakatlrr (ijma') ummarnya itu tidak bisa akan tersalah, dan karena itu wajib diikuti

{)iyas itu sebagai sumber hukum dibenarkan oleh Tuhan Allah dengan lirman-Nya

Di dalam Ai Qur'an termaktub Pula

y,p,e,r#i{r4ilt[rg(,
Artinya nruta
:

'i* 8"t u $/i ffi P2 511;4fiuJ W&;6iF+#,3SYiseitly t\o


rr

uMaka

ambil perbandinganlab bai arang'orang yang mempunJ)ai


2).

hati" (Al Hasyar:

rLrll

Selain dari itu, walaupun qiyas hanya pendapat manusia, tetapi pendapatl

Artinya:
" B ar angs

ijtihad Ulama-ulama Mujtahid dibenarkan oleh Nabi Muhammad SAW. untuk menjadi sumber hukum apabila tidak ada nash yang nyata, dari
Allah dan Rasul. 'lbrsebut dalam kitab hadits
:

iap a y ang me I angar p e r atur an Rasul,

ses

ud ah

j e las b agin 1', t

kebenaran Rnsul itu, dan barang siapa yang mencari ialan selain yang dilalui wmmat Islam, niscaya akan Kami angkat ia kepada yang ia sufut

dan akan Karni masukkan ia ke dalam neraka iahannnm, itulah kediaman yang paling jelek'. (An Nisa': 115).

tennput

Dalam ayat ini ditegaskan bahwa barang siapa yang tidak mau melaltrr jalanyang telah digariskan atau ditetapkan oleh ummat Islam maka akarr
dimasukkan Allah ke dalam neraka. Dengan kata lain boleh dikatakan, "siapa saia diancam akan disiksa olch Tuhan nanti, kalau ia melanggar ketetapanyang telah disepakati oleh umm:rt

ef"ir;ti1e' 3K,1t6#'Jt "q,;^36 ,-1rtf g,r*ti{aw].l."tP: , 3'ti qx't^t*i353t6r"itl-,tK,tJr+;).16,Jt6,irrt l;4V4 3'6 t it't,-t=6.t1$6 t
s

,S;|6:FS*{f.^$6}sJ}:'irpu.ir",f (VitJrt:,ftp* , '46'Yil o.l#

ii

;ut

Islam". Dalam hal ini Imam-imam Mujtahid.


Oleh karena itu ktawajib mengikut "ijma", (kesepakatan), dan sangatlalr
sesatnya paham kaum Syi'ah.

o1;t+47utrt"i il:Lf$,lr*istyff.,;15i'''l6-PdiEli:r; !;rr'>.,ul,l!#'!N:) *:*,** ,Vr{s ti :+:kS V ;n\34i 4p,3,$i . li'r3 J;);"iO 4i'tJ Ji' Js-:'&S *$ ai1 il:11 ,t'ri4:,gS bt Ut J ;;'&g * $, A";fi 1.1 /rfulSt rA, , ryt' a{t sl|\ob)tr 4L1t ctt

i'\r-izi3't
t

*n

t62

r63

Artinya

Dari Mu'adz bin Jabal, babwasanya Rnsulullab SAW, pada ketifur rnengutusnya ke Yaman bertary)a kepadanya: "Bagimana cara engkuu memutuskan perkara yang dibawa kehadapanmu ? "Saya akan memutuskannya menurut ?ang tersebut dalam Kitabullah",
jawab Mu'adz, Nabi bertanya lagi: "Kalau engkau tak menemukan hal itu dalam Kitalt AIIah, bagaimnnt ?" Jawab Mu'adz: "Saya akan memutuskannya menurut Sunnah Rnsul". Nabi bertanya lagi: "Kalau egkau tak menemui bal itu dalamn Sunnuh
Rasul, bagaimena ?" Mu'adz menjawab : "Pada ketika itu saya akan ber-i'ijtibad tanpa bimbang sedikitpun", Mendengar jawab itu Nabi Mubammad SAW. meletakkan tangannyu kedadanya dan berkata : "SemuA puji bagi Nlah yang telah memberi taufiq utusa.n Rasulullab, sebingga menyenangkan bati Rasul-l,lyu" (Hadits riwayat Imam Tirmidzi dan Abu Daud. Libat kitab Sahih Tirmidzi juzu' II balaman 68 - 69 dan Sunan Abu Daud, juzu' lil, balaman 303)
ditegaskan bahwa qiyas itu bukanlah pendapat manusia semata-mata tetapi adalah hukum Tuhan yang tersirat dalam al

rcluma seminggu (umpamanya) dengan upah Rp. 5.000,. Mereka bergaul runirlggu dan sesudah seminggu nikahnya tercerai sendirinya,

Iddah wanita yang tercerai dari nikah mut'ah ini adalah 2 kali haidh wiurita yang berhaidh dan 45 hari bagi wanita yang tidak berhaidh.

Nikah mut'ah boleh saja dengan banyak wanita, tidak perlu hanya
rlllrolehkan sampai empat sebagai kawin biasa. Kaum Syi'ah mengambil dalil dari ayat Qur'an:

,l"tuj,jg{#e?"eb+e:'i:**a
(! rrLilt
Aninya:

Selain dari

itu dapat

(menurut Syi'ah) Maka wanita-wanita yang telah kamu istimta' duryan merekA, berikanlab kepada mereka upab mereka sebagai suatu fuu,ajiban" (An Nisa: 24). Dalam ayatini-kataorang Syi'ah - kta boleh istimta' (bersenang.senang) rlrrrgan wanita asal dibayar-upahnya. Istimta' itu ialah mut'ah, katanya. Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah dan Imam-imum yang berempat rlrrnganggap bahwa nikah mut'ah itu sama saja dengan zina, terlarang dan
Iur;tm hukumnya.

Qur'an dan Hadits dan dikeluarkan oleh

qiyas.

Pada hakikatnya adalah dari Allah dan Rasul jua.

Arti ayat an Nisa' 24 ini bukanlah menghalalkan mut'ah, tetapi ayx


renlata-mata bergantung dengan soal nikah.

2. Jurusan yang kedua, ialah i'itiqad l(aum Syi'ah yang mengatakan bahwrr Imam-imam mereka masih menerima wahyu, walaupun tidak bcr pangkat Nabi. Hal ini sangat salah, karena Kenabian tidak ada lagi
sesudah Nabi Muhammad SAIil. (lebih jauh baca bahagian penolakarr terhadap Kaum Ahmadiyah dalam buku ini).

ini ialah "Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) berikanlah htpada mereka maharnya dengan sempurna sebagai suatu kewajiban!'. "Ujur" dalam ayat ini bukan berarti "upah", tetapi berarti "mahar",
A.rti yang sebenarnya dari ayat
:

rrlragai juga yang tersebut dalam ayat:

r7. Nikah Mut'ah Halal


Satu fatwa yang sangat sesat dari Kaum Syi'ah ialah menghalalkan nikalr

mut'ah.
Cara nikah mut'ah itu ialah, bahwa dua orang laki-lala dan perempuarr

+$\'w{tli^}i5\q6i*.iy,ii$*
(o rL!,
Artlnya:

tanpa wali dan tanpa saksi nikah dengan akad : Mengawini aku akanmrr

"MakA kauinilab mereka dengan seizin tuannya, dan berikanlab


165

t64

mahar (mas kawin) dengan cara yang patut" (An Nisa': 25). Di situlah terletak kesalahan Syi'ah, sampai menghalalkan yang tersebab karena tersalah dalam mengartikan "ujur".
harattr,

r8. Thalah Tiga Sehali$us latuh Satu


Tersebut dalam kitab 'Ahkarnus Syari'atil Islamiyah", karangan Sycililr Umar Abdullah dosen Kulliyah Syar'iah Iskandar, bahwa menurut paharrr

VI
SEIARAH NINGKAS PAHAM KHAIVARII
Kita sudah tahu apa yang terjadi ketika peperangan Siffin antara Saidina

syi'ah Imamryah dan lbnul Qayim a), J2uzi, bahwa thalak tiga sekaligtr: atau thalak 3 kali dalam satu tempat hanya jaruh satu dan boleh rulrr
kembali". Dalam hal ini Kaunn syi'ah dan ibnul Qayim alJauzi telah menantang Madzhab yang 4, karena menurut Madzhab yang empat, Hanafi, Malikr Syaf

Kw. dengan Saidina Mu'awiyah Rda. Pihak Saidina Mu'awiyah hampir |;rllh lalu mereka mengangkat Mus.haf pada ujung tombak dan menyerukan prnghentian peperangan dengan bertahkim.

tli

dan l{ambali, thalak 3 sekaligus jatuh tiga, tak boleb ruju' lagi.

Barangsiapa yang hendak mendalami persoalan

ini bacalah buku

",t(t

' Mulanya Saidina Ali tidak hendak menerima

aiakan ini, karena hal

ini

Masalah Agama"

jilid

1.

rrrtlah diduga suatu muslihat dalam peperangan. Setiap orang yang terdesak rrrinta penghentian tembak-menembak dan mengadakan perundingan.

19. Dan l,ain-lain


tsanyak lagi i'itiqad-i'itiqad kaum syi'ah yang sesat lagi menyesatkail, y^ng man?kalau dikembang satu persatu niscaya buku ini akan tebal sekllr sehingga soal-soal yang lain terdesak olehnya.

Ibtapi sebahagian anak buah Saidina Ali mendesak supaya menerima,


lf;rkan itu. Dan karena itu Saidina Ali setuju saja.
Tetapi sebahagianlagi,

di

antara pasukan Saidina

Ali ada yang tidak

rrrkl menerimaaiakantahkim itu, karena mereka menganggap bahwa orang


yilng mau berdamai pada ketika pertempuran adalah orang yang ragu akan

Dari yang kami terangkan di atas, cukuplah bagi ummat Islam untll' menjadi pedoman dalam menjauhi paham dan i'itiqad kaum Syi'ah'
Hal ini kami terangkan, sengaia dengan agak luas, karena penulis bukrr

pcncliriannya, dalam kebenaran pperangan yang ditegakkannya. Hukum Allrrh sudah nyata Lata mereka. Siapa yang melawan Khalifah yang sah

ini khawatir kalau paham Syi'ah ini merembet lagi ke Indonesia, melihrrt sudah ada buku,buku yang dikeluarkan di Indonesia yang agak memuir muji kaum Syi'ah dan i'itiqadnYa.
Mudah mudahan ummar Islam Indonesia dijauhkan Tuhan dari bcr paham syi,ah karena pasti akan timbul kekacauan dalam agama dan tlr
kalangan ummat Islam Indonesia, kalau paham Syi'ah
pula.

hlrus diperangi.
Kita berperang guna menegakkan kebenaran demi keyakinan kepada nglma kita. Kita berjalan di atas garis yang benar, garis yang dapat rllpcrtanggang jawabkan kehadapan Tuhan. Kenapa kita mau berhenti
pcrang sebelum mereka kalah, kata mereka. Tetapi, apa boleh buat, peperangan sudah berhenti. Kaum

itu

dikembangkrrrr

ini akhirnya membenci Saidina Ali karena dianggapnya lemah

rlnlam menegakkan kebenaran, sebagaimana mereka membenci Saidina


Mu'awiyah karena melawan Khalifah yang sah.

t66

r67

Kaum inilah yang dinamakan kaum Khawarij, kaum yang keluar, yaknr

ke luar dari Saidina Mu'awiyah dan ke luar dari Saidina Ni.


Mereka mengadakan semboyan "La hukma

liltsul, kemudian wafat maka ia telab pasti mendapat upab (An Nisa',: 100).
Paham Khawarij

dari Tuban"

illa lillab'I (tak ada hukurrr

kecuali dari Tuhan). Mereka menuntut supaya Saidina Ali mengakui kesalahannya sebalr menerima tahkirn atau mengakui bahwa ia sudah menjadi kafir. Merek;r mengancam, kalau Saidina Ali mau taubat mengakui kesalahannya mak;r mereka menggabungkan diri kepada Saidina Ali dalam melawan Saidinrr Mu'awiyah, tetapi kalau tidak, maka, Saidina Ali dan Mu'awiyah akarr
diperanginya.

hll dalam perundingan "tahkim".


lllllum.

ini bertambah maju setelah melihat kegagalan Saidina Paham Khawarij dianggap benar oleh

Kaum Khawarij terkenal kaum yang keras, tidak pandai o-erminyak air. Mcrcka berjuang mati-matian untuk menegakkan pahamnya dan memberihirn pengorbar:rLn apa saja, sampai kepada jiwanya, dalam menegakkan

pllr;rmnya itu.
Saking marahnya kepada Saidina

Ni, Mu'awiyah dan 'Amru bin

Ash

Inilah garis kaum Khawarij.


Saidina Ali mendapat kesulitan besar akibat aksi Khawarij ini.
Kalau Saidina Ali atau golongannya berpidato maka orang-orang Khawaril

rrrirka kaum Khawarij membuat komplit untuk membunuh ketiga-tiganya tn'lra keji yaitu memukul sampai mati pada ketika mereka hendak ke luar mnrbahyang subuh di tempat masing-masing.

membikin onar, mereka berteriak-teriak: La hukma

illa lillah !

Saidina Ali ketika itu di Bagdad. Mu'awiyah di Damsyik, dan Amru bin rlslr di Mesir. Tiga komplotan jahat berangkat menuju tiga tempat tersebut. Saidina AIi bin Abi Thalib mati ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam, trtlpi Mu'awiyah dan Amru bin Ash tak dapat dibunuh.

Kalau golongan Saidina Mu'awiyah berpidato mereka membikin onrrr juga dan berteriak-teriak: La bukma illa lillah! Dan setelah mereka merasa bahwa Saidina Ali tak akan mau meninggal

kan pendiriannyal maka mereka semuanya meninggalkan Saidina Ali, semuanya pergi ke daerah yang bernama Harura'. Jumlah mereka 12.0(X)
orang.
Mereka meng angl,atseorang dari mereka menj adi kepala,yaitu Abdulla
h

'liga komplotm jahat berangkat menuju tiga tempat tersebut. Inilah usaha kaum Khawarij yang pertama yaitu membunuh Saidina' All menantu Nabi, Bapak Saidina Hasan dan Husein dan Khalifah yang kr IV.
Kaum Khawarij kadang-kadang menamakan golongan mereka dengan
"kuurn Syurah", artinya kaum yang rnengorbankan dirinya untuk kepentingan

bin \t(lahab ar Rasyidi.


Mereka menamakan dirinya kaum Khawarij juga tetapi dengan arti lain, yaitu orang-orang yang keluar pergi perang untuk menegakkan kebenaran

lrrrcdhaan Allah.

Hal ini diambilnya dari firman Tuhan yang berbunyi

Hal ini diambil mereka dari ayat:

e'4K)iJh t,-.isA\J\hv+#e{-a; .
Artinya: "Barangsiapa yang keluar

\.. 'Ldt .;nr,yrl'Jsist


dari rumahnya bijrab kepada Allah dan

Y.v
Anlnya:

:i

"r

. iu,

gw&;l

r4;,

re$ 6

e,$r&i

"Dan diantara ntanusia ada orang yang rnengorbankan dirinya tarsehab mencari keredbaan Allab'(Al Baqarah: 20f
.

168

r69

Setelah Saidina Ali sebagai Khalifah ke IV mati terbunuh dan setel;rlr Saidina Hasan bin Ali menyerahkan Khalifah kepada Saidina Mu'awiyrtlr

rrlringga dalarn dunia Islam terbentuk suatu: paham yang dinamakan "paham l{lurwarij".
Setiap orang Islam harus mengetahui macam dan benruk paham Khawarij,

dan setelah Saidina Husein mati

di

padang Karbela maka kaum Khawarrl


gararrg

tidak bertambah munduq tetapi tambah beringas dan bertambah


mereka dengan rapi sekali.

melawan kekuasaan Saidina Mu'awiyah. Mereka membangun organis:tsr


Gerakan Khawarij menjadi bercabang dua: Satu bermarkas di sebuah

klrrrsrrsnya yang bertentangan dengan paham Ahlussunnah wal Jama'ah, rlrrrgrn tujuan agar kita, terhindar dari paham yang keliru dari Khawarij ini. Memang golongan ini sudah hilang dibawa arus sejarah, tetapi pahamnya nursih berkeliaran

di mana'mana sehingga kita harus

waspada.

negeri namanya Bathaih yang menguasai dan mengontrol kaum Khawarrl yang berada di Persia dan satu lagi di Kiraman untuk daerah'daerah st' keliling Iraq.
Cabang yang kedua di Arab daratan yang menguasai kaum Khawalr; yang berada di Jaman, Hadharamaut dan Thaif
Cabang Bathaih dikepalai oleh Nafi' bin Azraq, dan Qathar bin Faja'ah

sedang cabang di daerah Arab dikepalai oleh Abu Thalui Naidah bin dan Abu Fudaika. Pemimpin-pemimpin Khawarij yang lain adalah:

'Arnr

1. Urwah bin Hudair. 2. Najdah bin Uwairnir. 3. Mustaurid bin Sa'ad. 4. Hautsarah al Asadi. 5. Quraib bin Marah. 6. Naf i bin Azraq, 7. Najdah bin 'Amir. 8. Ubaidillah bin Basyir. 9. Zuber bin Ali.
10"

Qathui bin Fujaah,

11. Abdu Rabbih.

12.

Dm lainlain banyak lagi (tihat Syuah Nahjul

Balagah IV

darr

halaman 132 sampai 284, dimmaditerangkan panjang lebar kesah


kessah gembong-gembong Khawarij ini).

Mulanya kaum Khawarijhanya, mempersoalkan Khalifah dan tahkinr tetapi kemudian merembet-rembet kepada soal.soal i'itiqad dan kepercayaarr,

170

171

Kcempat-empar Khalifah itu

menurut Ahiussunnah

- berjalan di atas
ia benar
maka ia

l,rl;rn yang benar, dari mulai pekerjaannya sampai akhirnya, sampai wafatnya.

Apa yang terjadi pada masa pemerintahannyaadalah "ijtihadnya" vakni


rrr,rs;rlah ijtihadiah yang diserahkan sepenuhnya kepadanya. Kalau

vII
I'TIQAD I(AUM KHATVARII yANG BERTENTANGAN DENGAN I'TIQAD KAUM AIIIUSSUNNAH lVA[ IAmAAH
l" Persoalan Khalifah
Kaum Khawarij mengakui Kh alifah-Khalifah Abu Bakar, Umar d?n zaman dari Khalifah Utsman
5spltrr,
rI r

rl;rlrrrn ijtihadnya

dengan arti sesuai dengan kehendak lirhan

rltlrt'ri dua pahala, tetapi kalau ia salah dalam ijtihadnya


rrsrrai dengan kehendak Tuhan
rrp;rlr clari ijtihadnya itu.

- dengan arti tidak

maka ia hanya diberi satu pahala sebagai

lnilah paham kaum ahlussunnah wal Jama'ah. Sclain dari tiada itu kaum ahlussunnah tidak rnau meribut"ributkan ,rlr;r"rrpa yangterjadi cli antara sahabat- sahabat Nabi yang pilihan itu, lebih lr,rik banyak diam daiam soal ini, tidak ikut menghukum ini saiah dan itu
lx'rr;rr.

bin Affan.

Pengangkatan ketiga Khalifah

itu sah sebab sudah dilakukan

66ngrrrr

ini digarnbarkan oleh Ibnu Ruslan (wafat844 H), pengarang kit;rb Zubad, sebuatr kitab Fikih Syafi'i yang dikarang dengan cara sya'ir, rrh:tgai berikut
Penclapat
:

"S1'ura" (dengan musyawarah ahlul halli wal 'aqdi).

Kepercayaan
Jama'ah.

ini

sama dengan kepercayaan kaum Ahlussun\2f w,rl

.,]*
At'tirtya:

n@Wv'aii r K3

oQt'6ii6i

Tetapi separuh yang akhir, dari Khalifah Utsman tidak diakui mcftk,r lagi, karena Utsman "menyeleweng", kata kaum Khawarij. Begitu juga Khalifah Ali. Mulanya pengangkatannya sah, tetapi kq1nlrdiln membuat kesalahan besar, yaitu menerima "tahkim", dan AIi menjq6lkall karena menerima tahkim itu adalah dosa dan siapa yang membqnl dos,r menjadi kafir, kata Khawarij.

te(adi ilntara sabahat, krta tuMp hanya melibat. Setiap ntrreha tidak herdosts, ijtibad mereka diberi pabala".
Oleh karena itu pada setiap mesjid kaum Ahlussunnah wal Jama'ah, ltllrlifah-Khalifah yang berempat itu dido'akan dalam Khotbah-khotbahJum'at
rlitn orang-orang Islam yang sembahyang, Jum'at semuanya mengaminkan,
Biasanya do'a
"Ya

'Apa yang

Hal ini ditentang oleh kaum Ahlussunnah karena penyele\sflgan


penyelewengan yang tidak membahayakan rakyat umum Ahlussunnah.
Yang menggugurkan pangkat Khalifah

kalau ump 26any;r


katrr

itu berbunyi:

betul ia menyeleweng - tidaklah menggugurkan pangkat KhalifqS,

Allah Ridhailah Khalifah Rasulullah yang pertama Saidina. Abu Bakar

kalau, Khalifah itu telah "tajahur" (dihadapan umum berbuat ma'sin1; menganjurkan rakyat mengikutnya. 172

- menurut Ahlussunnah - ialllr


drrn

lihiddiq. Yr Allah, Ridhailah Saidina Umar bin Khatab seorang Khalifah yang sclalu berkata benar I Yr Allah, Ridhailah Saidina Utsman bin Affan yang punya dua nur !

173

Ya

Allah Ridhaiiah Saidina. Ali bin Abi Thalib yang punya pedang yang ghalib !"

Pendeknya, peperangan yang terjadi antara sahabat-sahabat Nabi itu


rrclalah berdasarkan

ijtihad masing-masing bukan karena hawa nafsu, begitulah

Nah, begitulah kira-kira. do'a setiap Khatib dalam khotbah Jum'at di seluruh mesjid kaum Ahlussunnah wal Jama'ah di dunia.

l'itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama'ah.

2. Terhadap Ummul Dlu'minin Sitti'Aisyah

l.

Cap "Kafir".

Rda

Kaum Khawarij mengutuk dan mencaci maki, kadang-kadang meng'

Satu keistimewaan i'itiqad kaum Khawarij ialah lekas-lekas menuduh "kafir" bagi orang-orang yang tidak suka mengikutnya.

kafirkan ummul Mu'minin sitti Aisyah. Thalhah dan Zuber bin Awam,
karena ketiganya menggerakkan peperangan 'Jamal" yaitu antara beliau-beliau itu dengan Saidina Ali, begitu juga kaum Khawarij menghukum kafir Abu

Naf i bin Azraq, yang digelari Amirul Mu'minin oleh kaum Khawarij mefarwakan bahwa sekalian orang yang membantahnya adalah kafir yang halal darahnya, halal hartanya dan halal anak istrinya. Dalil yang mereka pakai untuk pendirian ini ialah firman Tuhan:

Musa al Asy'ari dan 'Amru bin Ash, yaitu ketua-ketua delegasi pada masa tahkim. Tersebut dalam buku "Fajar Isiam", pagina 258,bahwa salah seorang kaum Khawarij ditangkap dan dibawa ke muka Yazid bin Mu'awiyah, lantas

ditanyai

Yuid
Jawab

Bagaimana pendapatmu tentang Abu Bakar dan Umar

c;6, a l,;J,U:.ri *: U \ei \ v.r. c9 1tS ra6t 1,, *li a sr4ig, ;3i:6
l(fy56.s
Artinya;

YMid
Jawab

Mereka orang baik-baik. Bagaimana tentang Utsman bin 'Affan ? 6 tahun permulaan ia orang baik tetapi 6 tahun yang akhir ini

"Nuh berdoa: Wabai Tuhanku jangan Engkau biarkan orang-orang

menjadi kafir.

Yuid
Jawab

Bagaimana tentang Amirul


Saya

Mu'minin Ali

menyokongnya sampai tahkim, kemudian saya menentanS'

kafir itu bertempat tingal dimuka bumi. Sesungguhrrya jika Engkau biarkan tingal, niscaya mereka akan mmyesatkan hamba-hamba Engkau, dan mereka banya akan melabirkan anak-anak yang jahat dan tidak
tahu berterima kasih. (Nuh : 2 6 - 2 7). Inilah paham yang sangat keterlaluan dari orang-orang Khawarij yang memakai ayat-ayat untuk orang-orang kafir bagi orang Islam yang menjadi lawan-lawan politiknya. Mereka dengan gampang mengatakan: "Mereka salah, karena itu dia kafir, karena itu halal darahnya, halalhartanya,karena itu halal anak istrinya dan kampung mereka adalah Darul Harb. Walaupun
yang mereka katakan salah

Yu,id
Jawab

nya dan menganggap ia kafir. Bagaimana tentang Mu'awiyah @apak Yaid) ? Ia dikutuk Tuhan, kemudian ia menyumpah habis'habisan.

Inilah gambaran i'itiqad kaum Khawarij.

Ikum Ahlussunnah menolak sekeras-kerasnya pendapat ini. Ummul Mu'minin Sini Aisyah, Thalhah dan Zuber bin Awam, pada ketika memerangi Saidina Ali dan pasukannya pada peperangan 'Jamal", adalah demi mempertahankan kebenaran menurut "ijtihad" mereka, bukan
karena hawa nafsu serakah. Saidina Ali pada ketika itupun dalam keben ar tn, ku ena mempertahan-

ini adilah orang-orang Islam yang dosanya hanya

tidak mau menerima pahamnya, sekalipun belum tentu kebenarannya.


Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah tidak mau lekas-lekas mengkafirkan orang lain, walaupun orang itu menentang pendapatnya, karena kalimat "kafir" inr adalah kalimat yang hebat, yang dapat menentukan kecelakaan manusia yang abadi dunia akhirat.

kan kebenarannya pula.

\74

t75

Nabi Muhammad SAV. bersabda:

Inltlirra Mu'awiyah dan pengikutnya dengan kafir dan wajib diperangi.

Sitti Aisyah cs karena melawan Khalifah Ali, adalah kafir. Demikian

F{'iL{

r.b

.ffiaV /U :e hft-*-Jti $*.i


4l

pt'rrtlirian kaum Khawarij.


Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah, berpendirian bahwa rukun iman itu

Artinya: "Apabila seseorang berkata kepada saudaranya: "Hai Kafir!" trutl,:,r tetaplah bal itu bagi salah seorangnya" (Hadits riwayat Imam Bukhari tllrr Muslim. Lihat Sahih Bukhari juzu' IV pagina

h,rlyrrlah dua, yaitu. membenarkan dalam hati dan mengilaarkan dengan


lh;ur Scseorang kalau sudah membenarkan dalam hatinya bahwa Tuhan itu Tunggal, bahwa Nabi Muhammad itu RasulNya, sesudah itu diclan lrl;r rrt,rlrkannya dengan lisan, maka orang itu sudab Muslim dan Mu'min, dan lrrlaku baginya sekalian hukum yang bertalian dengan orang mu'min.

Makud hadits ini ialah, kalau benar yang ditujunya itu orang kafir parl,r sisi Tuhan maka benarlah ucapannya itu. tetapi kalau yang dikafirkan irrr orang Islam maka kalimat kafir kembali kepada yang mengatakan. Olt'lr karena itu, berhati-hatilah dalam mengucapkan kata-kata "hai kafir" itu
Oleh karena itu kaum Ahlussunnah sangat berhatihati dalam menudrrlr orang lain kafiq harus dipikir masak-masak, harus dipikr resikonya lebilr

Mereka hanya diminta mengucapkan syahadat:

afi*; (t"6jt i;,var {'iN iI W


Artinya:

dahulu, apalagikalau yang dituduh itu ummat Islam yang saleh, ulanna-ularu,r atau sahabat-sahabat Nabi seperti Sitti Aisyah, Thalhah, Zuber, Mu'awiyah, Ali Ibnu Abi Thalib, Abu Musa al Asy'ari, 'Amru bin Ash, Abu Bakar, Utsmlrr dan Umar bin Khatab Radhiyallahu 'anhum.
Ytalau ada orang sekarang yang cepat-cepat menuduh lawannya denglrr

"Saya mengakui babwa tiada Tuban selain Allah dan babwasanya N thi Mubammad Rasul-Nya".

kafir, maka orang itu "cucu" kaum Khawarij. Nauzu billah

Adapun amal ibadat, seumpama sembahyang, puasa, zakat dan lain' hln, maka itu untuk kesempurnaan iman. Orang yang sembahyang dan rrrcngerjakan amal ibadat sebaik-baiknya maka orang itu adalah orang mu'min
yilng sempurna.
Yang kafir bagi Ahlussunnah ialah orang-orang yang mengi'itiqadkan

l.

Ibadat = lman.

Kaum Khawarij berpendapat bahwa yang dikatakan iman itu bukan pengakuan dalam hati dan ucapan dengan lisan saja, tetapi amal ibad;rr menjadi rukun iman pula.
Barangsiapa yang tidak mengerjakan sembabyang, puasar zakat lainJain maka orang itu kafir, kata kaum Khawarij.
d',nt

b;rhwa sembahyang itu tidak wajib baginya,, bahwa puasa tidak wajib lrirginya, bahwa mencuri boleh baginya, bahwa beninahalal baginya. Orang yilr)g macam ini, dihukum kafir karena ia menghalalkan yang sudah dihrramkan Tuhan.

Pendeknya bagi kaum Khawarij sekalian orang mu'min yang berburrt dosa, baik besar maupun kecil, maka orang itu kafir, wajib diperangi darr

6. Orang Sahit Dan Orang Tua


Kaum Khawarij menfanvakan bahwa orang-orang sakit atau orang yang sudah tua yang tidak ikut perang sabil maka orang itu menjadi kafiq wajib

boleh dibunuh, boleh dirampas harnnya.


Oleh karena Saidina Mu'awiyah sudah membuat dosa dengan melawan
kepada Khalifah yang sah yaitu Saidina. Ali Kw. maka kaum Khawarij mencal)

tlibunuh.
Paham ini sangat keliru dan karena itu ditentang oleh kaum Ahlussunnah

n6

t71

walJama'ah. Orang-orang sakit dan orang-orang yang sudah tua tidak w;r1rl, pergi perang sabil, karena itu ia tidak menjadi kafir karena tidak ikut
Tuhan menyatakan dalam al Qur'an
:

ttrl,rk

tlijtuhi maka dosa kecil akan dihukum

juga.

lni suatu rahmat dari luhan kepada manusia, Valaupun merekaberbuat


rllr,r, tctapi dosa itu bukan besar, maka Tuhan yang pemurah bisa mengampuni
cdlc

#s;r,ytstf tf{,k$E6rer*#a
\V !
Artinya:
nxengapa bagi orang buta, tidak mengepa bagi orang pinuttr,t' mmgapa bagi orang sakit (kalau mereka tidak ikut ke meil,rrt tidak

l)osa-dosa besar itu tidak seberapa, diantaranya yangT macamdi bawah


tnl

e:rl

I
J

Syirik, mempersekutukan lirhan. Ini yang paling besar.


Mernakai atau menjalankan sihir.

.Tidak

{. Membunuh manusia tanpa hak. .t. Memakan atau menghabiskan harta anak yatim.

peran{" (Al Fath :

17).

6. Ilosa Kecil Dan Dosa Besar


Kaum Khawarij menfatwakan bahwa sekalian dosa, adalah besaq titl:rl

ada yang bernanna dosa kecil atau dosa besar, Sekalian pendurhak;r;r', kepada, Tuhan adalah besar, tidak adayangkecil menurut kaum Khawrtrrl
Paham

'/. Menuduh curang padavtanita yang baik. lnilah dosa besar. Hampir semuanya bertalian dengan orang lain, k'r trirli nomor satu yang berta|an dengan Tuhan. lilnyak hadits-hadits Nabi, di mana diperkatakan dosa besar dan dosa
!r'r il.

5 Mcmperanakkan uang atau makan riba. (r, Lari dari medan pertempuran perang sabil

ini ditentang oleh kaum Ahlussunnah wal Jarna'ah, karenrt ,h


rr,l,r

l;ltwa kaum Khawarij nampaknya mempunyai latar belakang yang


yaitu dengan maksud agar sekalian orang Islam lawan-lawannyadapat rllpt'rangi dan dapat dirampas hartanya, dengan dalih mereka rnembuat dosa
1*lr;rt,

dalarn al Qur'an dinyatakan terus terang, bahwa ada dosa besar dan dosa kecil yang dinannai "sai yiaat".

Firman Tuhan:

y,,

.t3! r,6F

:ir# e.,tiqqLr g7i ir


yurrli

rhrr sctiap orang berbuat dosa adalah kafir. Mcnurut i'itiqad kaum Ahlussunnah, bahwa setiap orang Islam yang
ntt'rnbuat dosa tidak menjadi kafir. Ia tetap Muslim tetapi muslim yang durhaka.

Muslim yang durhaka itu akan dihukum di akhirat untuk sementara.dan

rtrlrrh selesai menjalankan hukumannya akan dikeluarkan dan dimasukkan


Aninya:

lr

tlrtlam syurga. 'lLrsebut dalam Hadits Bukhari

'Jika kamu jauhi larangan-larangan yang besar, Kami ampuni sri't


"sAi-yiAat"-rnu (dosa-dosa kecil)": (An Nisa': 3i). Jadi, sudah terang ada dua macam dosa, satu dinamai besar dan satu lagi dinamai sai-yiaat yaitu kejahatan kecil.

Tuhan menjelaskan di sini, bahwa kalau yang besar kita jauhi maka yrrrril kecil-kecil atau dosa kecil-kecil diampuni saja, tetapi kaiau dosa yang bt's;ri

:,,fi . -:"ifl

"Atvl*'ittteqt$;*i,j,'e '6rila 9Jf'94t 'e/',Y 7?


t

'-Ltt;Jtf:vi5*'eb &L IrJ IFltJL,

178

t79

Artinya:

btr'Fr #\ir\,J[j'4ii 2 - *r1e 'r': ;, :ti OK-.4}J;'f&#XW#b,bV fuLeJ5?bx \\ o,o : .\6 5FF Ls)i*. gf 6t\dt
7
9<
\

li:uv|:,'s !.t l, 9.'^7rtr(\ ti '#,;#,$G,'il\fii


&
t

Silht yang macam

ini tidak sesuai dengan kesopanan dan sifat Islam,

l;rt'rra Islam itu diturunkan ke dunia adalah untuk membawa kerahmatan, lrrrk;rn membawa sikaan, mempunyai kebijaksanaan bukan serampangan. oleh karena itu paham Khawarij ini tidak laku dikalangan jumhur
llrrrnrat Islam

di dunia.

ob

l. Orang Yang Paling Buruk


'li:rsebut dalam kitab Hadits Bukhari, bahwa sahabat Nabi Ibnu Umar l{r l;r lrcrpendapat, bahwa orang-orang Khawarij dan i'itiqadnya adalah orangnriulg yang paling buruk. Kami nukilkan

beliau brr kata : Maka masuklah penduduk g)urga ke Syurga dan penduduk neral,tr, ke neraka, kemudian Tuban berkata (kepada Malaikat) : Keluarkan cfurr neraka orang-orang yang ada dalam batinya setimbang biji suu r keimanannya, maka dikeluarkan sekalian merelta dari dalam nerul,:,r (HSR Bukhari - Sahih Bukhari Juz I, hal. 11).
SAW,

Dari Abi Sa'id al Khudri, dari l,labi Mubammad

di

bawah

ini

apa yang tersebut dalam Kitab Hadits

llrrhlrlri:

Jadi sesuai dengan hadits ini, bahwa sekalian orang yang ada dal;urr dadanya sekelumit dari iman, ia akan masuk slurga juga akhirnya walaupttn ia pernah membuat dosa dan dihukum karena dosanya itu.

&
Artinya:

7. Anah-anak Orang Kafir


Menurut fatwa kaum Khawarij, bahwa anak-anak orang kafir kalau kecil masuk neraka juga, karena ia kafir mengikut ibu bapanya.
m;tlr

itdf:,r,i1i's : 56 >'4ft\iYJffir IEGJ@(|UIbJfvuiiL J6\ t6b)i T\Y d' \o 8' flv,f .,6;6'
yt

Jus,

I'ltiqad ini ditentang oleh kaum Ahlussunnah wal Jam'ah

yarrti

berpendapat bahwa anak-anak orang kafir yang meninggal selagi ia masilr kecil akan dimasukkan ke dalam slurga, bukan ke dalam neraka.

Dan adalab sababat I'labi lbnu lJrnar Rda, berpendaput, bahwa nrcreka (kaum Khawarij) makhluk Allah yang paling jab(il, mereka tttt,ngambil ayat-ayat Qur'an yang sebenarnla turun unnh orang kafir

lrtflti dipasangkannya
I lJ).

kepada orangmu'mirz (Fathul BariJuzXV halaman

Hal ini tidak sesuai dengan keadilan Tuhan karena menghukum znrt[ kecil dengan dosa ibu bapakaya. Setiap orang hanya dihukum sesuai deng:trr
dosanya masing-masing.

Dan lagi sewaktu di alam dzar anak-anak orang kafir telah mengakrtr bahwa Tuhan hanya Allah (bacalah kitab-kitab tafsir dalam menafsirkan aylt ke 172 dalam Surat Al Araaf).
Anak kecil belum bersalah, walaupun anak orang kafir, begitulah i'itiq;rtl

Dalam menerangkan perkataan Ibnu 'Umar ini, Imam Ibnu Hajar Ast;alani menyatakan, bahwa dalam Hadits yang dirawikan oieh Imam l'hirbari diterangkan, bahwa seorang bernama Asyaj bertanya kepada Nafi'i, hlgaimana pendapat lbnu Umar tentang orang-orang Khawarij yang
lrt'rkumpul di Haruriyah
?

Abdullah bin Umar menjawab, bahwa mereka,

kaum Ahlussunnah wal Jama'ah. Melihat paham-paham kaum Khawarij ini ternyatallah bahwa mertk;t
sangat radikal, sangat keras dan keterlaluan.

Ithlah makhlukyang paling buruk, karena mereka memakai ayat-ayat Qur'an y;rng sebetulnya menerangkan hal-hal orang kafir dan dipasangkannya kclrada orang mu'min (Fathul Bari Juz 15 halaman 313).
Demikianlah adanya.
181

180

li,rl;ru ditanya bagaimana pendapatnya tentang sikap kaum Khawarij yang mereki menjawab: ,,baik kita llrrgguhkan saja sampai dihadapan lirhan dan kita lihat nanti b^gaimana 'llrlurn menghukum atau memberi pahala mereka',.
lnrre;rng dan kaum syi'ah yang iancang, rnaka,

VIII
SEIANAH RINGKAS PAHAilI }TURTIAH
Asal kata "Murjiah" dari"irja", artinya menangguhkan. Kaum Murjialr artinya kaum yang menangguhkan.

Kalau ditanya manayangbenar antara saidina utsman bin Affan dan lfncntang-penentangnya, maka mereka menjawab : "lihat saja nanti di muka 'lirhan".
I'endeknya sekalian masalah mereka tangguhkan sampai kehadirat Tuhan

yurrg akan memberikan hukuman yang adil. Mereka tidak melahi rkan apa.
n1r;r

dan mereka berpangku tung

n,4^.

Ikum Murjiah lahir pada permulaan abad ke hal-hal yang di bawah ini:

I Hijriah setelah melihlr


yang

Inilah asal mula paham Murjiah.


Pendirian hampir serupa dengan ini sudah dianut juga oreh beberapa rrrirng sahabat Nabi ketika terjadi fitnaha npadazaman-zamanakhir kekuasaan lirtldina utsman bin Affan Rda. yaitu prd. Kharifah yang ke III.

1, IQum Syi'ah menyalahkan, bahkan mengkafirkan orang-orang merebut pangkat Khalifah dari Saidina Ali kw.

*a*

2. I(aum Khawarij menghukum kafir Khalifah Mu'awiyah cs karenrr melawan pada Khalifah yang sah, yairu Saidina Ali k:w. Begitu jug;r kaum Khawarij menghukum kafir Saidina Ali cs karena menerimrr
"tahkim" dalam "peperang {t Siffin".

sekumpulan sahabat Nabi, seperti Abdullah bin ,umar, Abi Bakarah, lmran bin Hushein, Muhammad bin sharah, sa'ad Ibnu Abi waqash, utsman ttln zaid, Hasan bin Tsabir, Abdullah bin salam Rda. tidak ikut

3. Ikum Mu'awiyah cs menyalahkan orang-orang pihak l\li, karenl


memberontak melawan Saidina Utsman bin Affan Rda.

lncau itu.

Ali Kw dan pura, tidak mau menyokong saidina Mu'awiyah Rda. Mereka lebih suka menjauhkan diri dari poliik yrng

(mengangkat) saidina

membai,ah

4.

Sebahagian pengikut Saidina Ali menyatakan salah sikap Ummul mukminin Siti Aisyah Rda., sikap para sahabat Thalhah dan Zubcr
yang menggerakkan perlawanan terhadap Saidina Ali sehingga terjarli apa yang dinamakan "Peperangan Jamal".

Pada ketika situasi yang gawat itu lahirlah sekumpulan ummat Islanr yang menjauhkan diri dari pertikaian, yang tidak mau ikut menyalahkarr orang lain, tidak ikut-ikut menghukum kafir atau menghukum salah, tidak mau mencampuri persoalan, seolah-olah mereka mau "pangku tangan,'saja,

Ifulau ditanya bagaimanapendapat mereka tentang Mu'awiyah dan anakny;r


Yazid, mereka. menjawab: "kita tangguhkan persoalannya sampai dihadaparr

Tuhan dan disiru kita. lihat mana yang benar".

r82
183

futinyar
"Dan mernwikan Abu Bakarab, babwasa.nla Rasulullah SAW. berkatt

Kaum Murjiah mengatakan (mefarwakan) bahwa kalau seseorang itu rrrrlirh beriman dalarn hatinya, yakni sudah mengakui ke-Esa-an Tuhan dan

fitnah (kekacauan), maka orang yang duduk lebib baik durr orang yang berjalan, orang lang berjalan lebib baik dari orang yang ifutr berusaba mengbidupkan fitnab itu, Ketabuilah (kata llabi Mubamnu,l SAW,) apabila terjadi fitnab itu,maka yang punya onta kembalihl,
"Akan ada
k ep

N,rbi Muhammad SA\il. Rasul-Nya, maka sekalian pekerjaan dosa tidak


rrrc rn beri mudarat apa-apa kepada iman itu dan bahkan ada di antara mereka yrtrg gullah, yang mengatakan bahwa kalau seseorang sudah iman dalam

Iuli, maka tidakapa-apa kalau ia melahirkan nasrani dalam perbuatannya.


Pendeknya, bagi mereka yang menjadi soal hanya hati.

ad a ont a -n! a, or ang pury) a k amb ing

mb al

il ah

k ep a

d a k amb

ingnlt

orang punya tanah kembalilab kepada tanabnya'.


Seorang sahabat bertanya : punya kambing dsn tak punJ)a tanah, bagaimana
"Ya Rasulullah",

l'ada pasal yang berikut


l,rtwrr kaum Muriiah.
?

ini

akan dijelaskan kesalahan-kesalahan

kalau ia tak punya onta, trl'

t'{abi menjawab : 'Ambillah pedangnya, pecabkan dengan batu muttt pedangnya itu dan kemudian carilah jalan lepas kalau mungkin".
(H.S.R. Bukhari - Lihat Fathul Bari Juz XVI hal. 138-139).

Demikian ajaran Nabi Muhammad SAIfl. menurut riwayat Abi Bakar:rh Hadits ini tersebut dalam kitab Bukhari dan juga dalam Sahih Muslim

ini para sahabat tadi berpendapat, bahwa kalau terj;rtlr kekacauan antara sesama orang Islam, maka sikap yang lchilr fitnahan dan
Dengan dasar

baik adalah menjauhkan diri, tidak ikut bergelombang

bersama'sattt,t

kekacauan itu, tidak ikut memihak ke sana dan tidak ikut memihak ke sirrr Inilah yang paling aman menurut paham mereka. Tetapi, para sahabat

ini ketika itu tidak membentuk suatu madzhllr


dirrrrr

suatu pengajian khusus bagi golongan mereka, mereka hanya sekedar

dan menjauhkan diri dari perselisihan.


Kaum Murjiah yang kita perkatakan ini, pada mulanya hanya membe rr, r soal-soal siasat, soal-soal politik dan Khalifah, tetapi kemudian membentul'

"suatu mtdzhab" dalam usuluddin, membicarakan soal iman, soal tauhr,l


dan lainJain.
Pemimpin dari kaum Murjiah ini adalah Hasan bin Bilal al Muzni, Ahrr Salat as Samman (meninggal 152H.), Tsauban, Dhirar, bin Umar. Peny:trr mereka yang terkenal pada masa Bani Umayah adalah Tsabit bin Quthan:rlr
yang mengarang sebuah syair tentangi'itiqad dan kepercayaan kaum Muriillr

184

185

sudah adaiman dalam hati, ^pa-apakalau scbagai ketdaannya perbuatan baik tak ada gunanya kalau sudah ada kekafiran di dalarn hati.
I)osa bagi kaurn Murjiah tidak

ffi
I'TIQAD I(AUM MURIIATI YANG BERTENTANGAN DENGAI{ I'TIQAD KAUM AHIUSSUNNAH WAI IAMAAH
Kaum Murjiah membentuk suatu paham dalam Usuluddin yang berberl:r

I'itiqad kaum Murjiah ini bertentangan dengan paham kaumAhlussunnah wal Jama'ah, yang mengatakan bahwa iman itu harus percaya pada 6 latsal, yaitu percaya pada adanyaAllah, percayapada Rasui'Nya, percaya p er cay pada kitab'kitab'Nya, percay a pada pada M alaikat-Malaikat-Ny

^ ^, hari akhirat dan percaya pada qadha dan qadar.

Kepercayaan kepada Allah dan Rasul saja tidak cukup. Kaum Murjiah tlengan i'itiqadnya ini seolah"olah menentang kaum Khawarij yang ber'

bukan saja dengan kaum Khawarij dan kaum Syi'ah tetapi juga dengan karrrl Ahlussunnah wal Jama'ah.
Paham yang dibentuknya

pendapat bahwa iman itu ialah mengenal Allah dan Rasul, mengerjakan sckalian suruhan Tuhan dan rnenghentikan sekalian larangan'Nya' Bagi kaum Khawarij, bahwa orang-orang yang percaya kepada Tuhan dan

ini

adalah paham mereka sendiri.

Sahab;rt
lr

kepada R.asui-Nya, tetapi tidak sembahyang, tidak puasa atau tidak rnengerjakan anial-amal ibadat yang lain maka orang itu kaflr yang halal
tlarahnya. Kaum Murjiah

sahabat Nabi yang menjadi sandaran bagi kaunn Murjiah tadi, seperti Abdulll

ini seolah-olah menentang kaum


saja.

Syirah yang

bin UmaE Abi Bakrah dan lainJainnya tidak sepaham dengan kaum Murji:rlr ini. Paham-Paham

berpaham bahwa sebahagian dari irnan ialah percaya kepada Imam'imam,

bukan hanya irnan kepada Allah dan Rasul-Nya


Paham kaum &turjiah

itu

adalah:
Tr.rhan dan Rasul-Rasul-Nya. Kalau

ini terlalu longgar, karena keimanan itu

hanya
anta,ra

1. Iman itu ialah mengenal


mu'min.

kita sudllr

berputar sekeliiing hati saja, sehingga susah dicari batas'batas

mengenal Tuhan dan Rasul"Nya rnaka itu sudah cukup, sudah rnenjarlr
Sebabagian kaum Murjiah yang "gullah" (yang radikal) sampai ada yang

orang yang kafir dan orang yang mu'rnin. Hakim-hakim atau Qadhiqadhi

akan mendapat kesulitan besar kalau paham Murjiah ini diterima. Orang lang telah iman dalam hatinya, tetapi ia kelihatan menyembah berhala atau ntembuat dosa-dosa besar yang lain, bagi kaum Muriiah

beriitiqad, bahwa asal kita sudah mengakui dalam hati atas wujud"Ny;r
Tuhan dan sudah percaya dalam hati kepada Rasul-Rasul-Nya maka kit;r sudah mu'min walaupun melahirkan dengan lidah hal-hal yang meng

orang ini masih mu'min.

kafirkan, seperti menghina Nabi, menghina Qur'an dan lain-lairr


sebagainya.

ini bertentangan dengan i'itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama'ah yang berpendapat bahwa seorang mu'min menjadi kafir (rnurtad) kalau
Paham ia mengerjakan sesuatu hal yang membawa kepada kekafiran, seumpama

Ikum Murjiah

mengatakan juga, bahwa orang mu'min yang percay;r


dosrr

dalam hati adanya Tuhan dan perc ya pada Rasul-Rasul maka, ia adaltlt

mu'min walaupun ia mengerjakan segala macam dosa besar atau


kecil.

menyembah berhala, mengejek-ejek Nabi atau mengejek-eiek kitab suci, sujud kepada manusia, menghalalkan yang telah sepakat ulama Islam rnengharamkannya (umpama zina,liwath, mencuri, makan riba dan lain-lain), mengharamkan yang telah sepakat umat Islam men$ alalkannya (seumpama kawin, jual beli, makan daging lembu dan lain-lainnya).

186

181

Pendeknya, bagi kaum Ahlussunnah ada amal-amal lahir yang clali,rr

mengkafirkan seseorang mu' min kalau dikerjak xnnya.

Nyatalah, bahwa. orang yang bersalah dengan melakukan zina rhtrtirt harus dihukum di atas dunia ini juga.

di

atas

3. I'tiqad menangguhkan

l)an firman Tuhan

l'itiqad menangguhkan dari kaum Murjiah, yakni menangguhkan omnll


yang bersalah sampai ke muka Tuhan pada hari kiamat, ditentang olt,lr kaum Ahlussunnah wal Jama'ah, karena setiap orang yang salah hann

\5\i {'*W}t)W6 #tYJ\ i a'9)' i


y A,
Altittya:
.

dihukum di dunia ini. IQlau kita ikuti paham Murjiah ini maka ayatayal hukum seperri mer1l hukum pencuri dengan potong tangan, menghukum rajam orang yarrli berzina, menghukum bayar kafarat dan lain-lain yang bmyak tersebrrr dalam Qur'an tak ada gunanya lagi karena sekalian kesalahan aklrr ditangguhkan sampai ke muka Tuhan saja, Kita ummat Islam telah diberi ukuran oleh Allah dan Rasul.Nya dalanr Qura'n dan Hadits-hadits Nabi. Semua yang terjadi di dunia ini ukurlrrlr
dengan Qur'an dan Hadits itu, kalau salah, salahkanlah dan kalau benlr benarkanlah. Yang benar harus benar, yang salah harus salah. Ukuranny;r adalah Qur'an dan hadits, bukan aqal. Begitulah paham dan i'itiqarl

il tt, $#t;,';tt5 4:OJK

"pria dan wanita yang mencuri potonglah tanSan keduanya sebagai mereka, Itu bukuman dari Allab dan Ia Mulia lntlttsan bagi usaba

iahat

lm

Bijaksana" (NMaidah : 38).

juga, Maka sekalian orang yang mencufi harus dihukum di dunia ini kaum Murjiah lrtrkan ditangguhkan sampai nanti diakhirat saja sebagai paham y,rng salah.

kaum Ahlussunnah wal Jama'ah.


Tuhan Allah sudah jelas dan terang berfirman dalam al Qur'an, bahw;r sekalian orang yang membuat kejahatan walaupun ia mu'min walib dihukum.

Dan yang rnulia Nabi kita, Nabi Muhammad sAlil. telah menjalankan yang lrukum Allah di atas dunia yaitu menghukum "rajam" Seorang wanita mencuri he rzina, dan telah menghukum "potong tangen" seofangwanitayang
rcbagai tersebut dalam hadits Bukhari.

Dan Nabi menegaskan dalam sebuah hadits:

Firman Tuhan:

{5

Artinya:

j$iKo:btu.ri.6Jrr,:f a*tlVau.6 c, t) t .'dytt ii14\tv.4.r :e ?*:l;

;,t115VW

*ti! t :#,6 ollv +i3,

.\A'.,i,J
Afiinya:

#a'ib'6,J?;trsE

ti# 6 i
:9\

"Wanitr dan prta yang berzina deralab keduanya masing-masing seratus kali jangan kasihan kepada keduanya, demi menjalankan bukunt Tuhan, kalau kamu benar-benar beriman kepada Allah dan baN akbirat. Hendaklah, ketika menjalankan bukuman itu dibadiri oleb sekumpulan ornng mu'min" (ln Nur: 2).
188

Demi Tuhan Tang jiwa Mubammad ditanganNya, andai kata sitti Itatbimab mencuri niscaya akan aku potong tnngnnnya" (H : Riwayat llukhari dan Muslim sahih Bukhari Juz IV hal. 122 - Syarah Muslim fuz K
hal. 187).

Ini semua membuktikan kesalahan paham kaum Murjiah yang hendak


menangguhkan saja sekalian dosa sampai diakhirat nanti'

189

Kalau tidaklah muncul kaum Ahlussunnah walJama'ah yang memelihara

rlln membentengi paham dan i'itiqad ummat Islam yang dibawa oleh Nabi Mrrhammad Saw. dan sababat-sababat beliau, niscaya sudah hancurlah i'itiqad yrng bersih suci itu akibat serangan kaum Mu'tzilah yang sesat ini'

x
SE'ARAH RINGKAS PAHAM MU'TAZILAH
t. Paham Mu'tazilah
Kaum Mu'tazilah adalah suatu kaum yang membikin heboh dunia Islrul selama 300 tahun padaabad-abad permulaan I-slam. Kaum Mu'tazilah pcrnrrlr

L Asal-usul lllu'tazilah
Perkataan "Mu'tazilah" berasal dari kata "Pitizal", artinya menyisihkan

rllri. Kaum Mu'tzilah berarti kaum yang menyisihkan diri'


Arll bcberapa pendapat yang menefangkan apa sebab.sebab maka kaum ini rlirurmai kaum Mu'tazilah, yaitu
:

Ada seorang guru besar


Wasil

Bagdad, namanya Syeikh Hasan Bashri (rneninggal tahun 110 H.). Di antara muridnyaadaseorangyangbernama

di

dalam sejarahnya rnembunuh ribuan ulama Islam, di antaranya ulama Islrurr yang terkenal Syeikh Buwaithi, imam pengganti Imam Syafi'i, dalam surttrr peristiwa yang dinamai "Peristiwa Qur'ari makhluk""

bin Atba' (meninggal 131 H.).

Pada suatu

hari Imam

Hasan

Imam Ahmad bin Hanbal, pembangun Madzhab Hanbali, mengal;rrrr pula siksaan dalam penjara selama 15 tahun, akibat peristiwa itu.

llashri menerangkan bahwa orang Islam yang telah iman pada Allah tlan Rasul.Nya, tetipi ia kebetulan mengerjakan dosa besar, maka 6rang itu tetap Muslim tetapi Muslim yang durhaka. Di akhirat nanti, kalau ia wafat sebelum taubat dari dosanya, ia dimasukkan ke dalam
neraka buat sementara

Mu'tzilah telah tersebar dan berkuasa pada masa-masa Khalilrrlr Ma'mun bin Harun Rasyid, Khalifah al Mu'tashim bin Harun Rasyid, tlrrrr Khalifah al Watsiq bin al Mu'tashim sekitar abad-abad ketiga, ke-empat rlrrrr
Paham

untuk menerima hukuman

atas

perbuatan dosanya,

tetapi sesudah nnenjalankan hukuman ia dikeluarkan dari dalam neraka clan dimasukkan ke dalam slurga sebagai seorang Mu'min dan Muslim.
Wasil

kelima Hijriyah.

bin Atha' tidak sesuai dengan pendapat gurunya itu, lantas

ia

Mu'tzilah sampai sekarang (tahun 1378H atau tahun 1967 Nar masih menlusup ke dalam masyarakat ummat Islam di Barat dan di linrrrr
Paham

membentak, lalu keluar dari maielis gurunya dan kemudian mengadakan rnajelis lain di suatu pojok dari Mesjid Basrah itu.

dan bahkan sampai ke Indonesia.


Oleh karena itu, sudah selayaknya kalau paham Mu'tzilah ini mendap,rr

Oleh karena ini maka Wasil bin 'Atha' dinamai kaum Mu'tazilah, karena ia mengasingkan diri dari SurunJ)a,
Dalam mengasingkan diri ini ia diikuti oleh seorang kawannya, namanya Umar bin 'Ubeid (meninggal 145 H.). Sejarah tak mencatat tanggal hari dan bulan penceraian, tetapi kalau umpamanya usia lfasil ketika itu 40 tahun yaitu usia seseorang yang

sorotan yang sedalam-dalamnya dan analisa yang sebaik-baiknya,

suplr\,,r srsirr

ummat Islam yang baik jangan terperosok ke dalam i'itiqadnya yang

lagi menyesatkan, dhallun-mudhillun itu.


Dalam sejarah diketemukan bahwa munculnya kaum Ahlussunnah
wrrl

Jama'ah yang dikepalai oleh Imam Abu Hasan al Asy'ari adalah hendak melawan paham Mu'tazilah yang salah dan sesat ini.

karen,r

ini dimulai tahun 120 Hijriyah, pada tahun 80 Hijriyah. adalah Atha' karena lahirnya Wasil bin
sudah bertanggung jawab, maka gerakan

190

191

Jadi dapat dikatakan secara bulat bahwa permulaan munculnya pahrtrrr Mu'tazilah pada permulaan abad ke 11 Hijriyah, dengan guru besarrtv,r
Wasil

pakaian yang jelek-jelek, memakai kain yang kasar'kasar, tidak mewah tlan dalam hidupnya sampai kederajat kaum minta-minta (Darawisy).
Kcterangan ini pun sangat lemah, karena dalam kenyata nnyakemudian,

bin Atba' dan Umar bin

'Ubeid.

Yang berkuasa ketika itu Khalifab Hisyam bin Abdul

Muluk dari

Brrrrr

lranyak kaum

Mu'tzilah yang gagah-gagah,pai<ai rumah mewah'mewah,

Umaiyah, yaitu dari tahun 100 H, Sampai tahun 125 H.


2.

pakai kendaraan mewah-mewah, sesuai dengan kedudukan mereka di

srmping Khalifah-khalifah.

Ada pula orang mengatakan, bahwa sebabnya maka mereka dinanr,rr Mu' tazilah ialah karena menga singkan diri d ari masy ar alat . O rang'ot'tn1', Mu'tazilah ini pada mulanya adalah oranS'orang Syi'ah yang patrrlr hati akibat menyerahnya Khalifah Hasan bin Ali bin Abi Thalib keprrtl,r
Khalifah Mu'awiyah dari Bani Umaiyah. Mereka menyisihkan diri dari siasah (politik) dan hanya mengadaklrr kegiatan dalam bidang ilmu pengetahuan. Demikian dikatakan olt'lr

l)cngarang buku "Fajarul Islam" Ahmad Amin, tidak begitu menerima. scmuanya iru. Persoalan kaum Mu'tzilah bukan sekedar menyisihkan

tliri dari majlis guru, bukan sekedar menyisihkan diri dari masyarakat
irtau sekedar tidak suka memakai pakaianmewah, tetapi lebih mendalam

tl:rri itu. Mereka menyisihkan pahamnya dan i'itiqad-nya dari paham dan

i'itiqad ummat Islam yang banyak.


l'cndapat ini dikuatkan oleh pengarang kitab "al Farqu bainal Firaq", yang rtrenyatakan bahwa Syeikh Hasan Basri mengatakan ketika kedua orang

Abdul Hasan Tharaifi, pengarang buku 'Ahlul Hawa wal Bida", yarrg dikutip oleh Muhammad Abu Zaharah dalam bukunyay^ngbernama "As
Syafi'i", pagina

Il7.

itu menyisihkan diri bahwa mereka telah menjauhkan diri dari pendapat
umuin. l)cndapat

Kalau ucapan Tharaifi ini benar, maka tanggal permulaan gerak:trr Mu'tazilah ini adalah sekitar tahun 40 Hijriyah, karena penyerahrrrr pemerintahan Saidina Hasan kepada Saidina Mu'awiyah adalah parll tahun 40H. itu.
Baik Tharaifi maupun Muhammad Abu Zahrah tidak menerangkan nant,r orang-orang yang patah hati itu dan juga tidak menerangkrtrr tahun-tahunnya.

ini memang dekat pada kebenaran, karena dari dulu sampai

sckarang fatrva-fatwa kaum Mu'tazilah banyak yang ganiil'ganjil, banyak

yang di luar dari paham Nabi dan sahabat'sahabat beliau. Jadi mereka itu benar-benar Mu'tazilah, (tergelincir) dalam arti kata ymgsebenarnya.

l)emikian keterangan tentang nama.

Karena

itu dalit Tharaifi ini tidak begitu kuat, apalagi kalau

dilihrrt

Gerahan Kaum Mu'tazilah


(ierakan kaum Mu'tzilah pada permulaannya mempunyai dua cabang:
Cabang Basrah (lraq) yang dipimpin oleh !(asil bin [,tha' (meninggal 131

dalam kenyataan-kenyataannya, bahwa orang'orang Mu'tazilah dalarrr prakteknya bukan patah hati tetapi banyak sekali mencampuri sortl' soal politik dan bahkan sampai mendominasi Khalifah N Ma'murt,
Khalifah al Mu'tashim dan Khalifah al Vatsiq dan bahkan diantara merek:r

1{.) dan Umar bin Ubeid (meninggal 144 H) dengan murid'muridnya, yaitu Usman at Thawil, Hafasah bin Salim, Hasan bin Zakwan, Khafid bin Safoan dan Ibrahim bin Yahya al Madani.

adayang duduk mendampingi Kepala Negara sebagai penasehatnya.

). Ada penulis-penulis lain yang mengatakan bahwa kaum Mu'tzilah itrr adalah kaum yang mengasingkan diri dari keduniaan. Mereka memakrti
192

lni pada permulaan abad ke II Hijriyah.


Kemudian pada permulmn abad ke III Cabang Basrah ini dipimpin oleh

193

Abu Huzeil al Allaf (meninggal 235 H.),lbrahim bin Salyar an Nazharrr (meninggal 22L H.), Abu Basyar al Marisi (meninggal 218 H.), Utsmrtn AlJahizh (meninggal 255 H,),lbnu al Mu'tarnar (meninggal 210 H.) drrn

Khamsah" (wafat : 415).

4 Zamakhsyari, pengarang kitab Tafsir "M Kasyaf" yaitu kitab Tafsir yang
clikatakan oleh ImamJamaluddin Al Qasimi penuh dengan paham'paham

Abu Ali Al Jubai (meninggal 303 H.).

Mu'taziiah (wafat : 528).

2.

CabmgBagdad (lraq). Cabang ini didirikan oleh Basyar bin al Mu'tamlr,

salah seorang pemirnpin Basrah yang pindah ke Bagdad kemudilrr disokong oleh pembantu-pembantunya, yaitu Abu Musa al Murd:rr,
Ahmad binAbi Daud (meninggal240 H.),Ja'far bin Mubassyar (meninggrrl

1. Ibnu Abil Hadad, Pengarang kitab "syarah Nahjal Balagah" seorang pengarang dan Pemimpin Syi'ah ' Mu'tazilah (wafat 655 H). Kitab-k.itab
yang tersebut ada pada Kutubl:hanah karni.

234 H.), dan Ja'far bin Hafb al Harndani (rneninggal 236 H.).

r. Kedudukan Aqal Bagi Mu'tazilah


Sepanjang Sejarah tersebut bahwa salah satu keistimewaan bagi kaum

Inilah Imarn-imam Mu'tazilah di sekitar abad ke il dan ke III H. di Basnrlr dan di Bagdad. Adapun Khalifah-Khalifah Islam yang terang-terangan menganut
sekurangnya menyokong paham
atau

Mu'tzilah

adalah:

Mu'tazilah ialah cara mereka membentuk madzhabnya, banyak mem' prrgunakan aqal dan lebih mengutamakan aqal, bukan mengutamakan (lur'an dan Hadits.
Kalau ditimbang aqal dengan hadits Nabi maka aqal lebih berat bagi
rrrcreka. Mereka lebih memujr aqal mereka dibanding dengan ayat-ayat suci

1.

Yazid bin Walid, Khalifah Bani Umayyah (berkuasa pada tahun 125 darr

126 H.).

2.

Ma'mun bin Harun Rasyid, Khalifah Bani Abbas (berkuasa dari tahun 19ll sampai 218 H.). ar Rasyid (berkuasa dari tahun 218 H. samp;l

rlirn hadits-hadits Nabi.


Barang sesuatu ditimbangnya lebih dahulu dengan aqalnya, mana yang

3. Al Mu'tashim bin Harun


227 H.).

tlrlak sesuai dengan aqalnya dibuangnya, walaupun ada hadits atau ayat
(.)rrr'an yang bertalian dengan masalah itu tetapi bedawan dengan aqalnya. Aqal bagi kaum Mu'tazilah di atas dari Qur'an dan hadits sebaliknya bagi klum Ahlussunnah walJama'ah berpendapat bahwa Qur'an dan hadits lebih

4.

Al Watsiq bin al Mu'tashim @erkuasa dari tahun227 H. sampai 232H.)

Inilah 4 orang Khalifah Islam yang menganut terang-terangan atau sekurangnya menyokong paham Mu'tzilah. Baik juga, dicatat gembong-gembong dan pengarang"pengarar)fi Mu'tazilah yang datang kemudian, yaitu :

llnggi dari aqal.


Sebagai contoh, tentang mi'rai Nabi Muhammad Saw. Kaum Mu'tazilah

rlrlak menerima adanya mi'raj walaupun ada ayat Qufan atau hadits Nabi bertentangan y;rng sahih menyatakan hal itu, karena hal itu -katanya

1. Utsman alJahizh,

pengarang kitab'Al Hewan" (Wafat: 255 H).

rlcngan aqal. Kaum Mu'tazilah menolak adanyabangkit dikubur dan sika kubur" Hal

2. Syarif

Radli, pengarang kitab "Maiuul Qur'an" dan "Haqaiqut Tanzil' (wafat: 406 H).

3. Abdul Jabbu bin Ahmad yang dimasyhurkan dengan gelar julukarr


Qadli-Qudlat (Qadli dari sekalian Qadli), pengarang kitab "Syarah Ushulil

berfentangan dengan aqal, karena mustahil orang yang Iutlah mati dan terbaring dalam tanah yang sesempit itu dibangunkan dan rllsuruh duduk, walaupun ada hadits sahih yang menyatakan hai ini.
Itrr katanya 195

194

Oleh karena, itu kaum Mu'tzilah dalam kitab-kitab tafsirnya mencttb;t

Artinya:

menafsirkan Qur'an dengan aqal dan memutaf aya;t-ayat suci


dengan

itu

sestt;rr

Hal ini banyak kelihatan dilakukan oleh Zamakbsyari dalam tafsirny,r

^qlnya.

"Barangsiapa menafsirkan Qur'an dengan pendapatnya saia maka lnqatnya dalamneraka" (Hadits riwayat Imam Tirmidzi dan Nasai' 'Sahih 'l'lrmidzi 11 hal. 67).

Juzu'

al Kas-syaf dan Syarif al Murtadba dalam tafsirnya Amaali al Murtadht


Dalam hal ini pengarang tafsir'AI Qasimi" MuhammadJamaluddin, Al Qasirrrr (wafat 1283 H) menyatakan dalam tafsirnya, pada )uztt' 1, pagina 27 yan1l

5. Filsafat Yunani
Sepanjang sejarah tercatat, bahwa pada masa pemerintahan Bani llrnayyah dan Bani Abbas (dari tahun 40 H. sampai 232H.) daerah-daerah lslirm sudah berkembang luas, dari Juirah Arab sampai Persia, India, All4anistan, Khurasan dan bahkan orang Islam sudah sampai ke Indonesia

artinyai
"Mak

a or ang-or ang y ang t er s al ab dalam ke du any a (d alil d an mad h I )'

seperti sekelompok ahli bid'ah yang mengi'itiqadkan madzbab yang butil

dan yang menta'nilkan Qur'an semaunya saja, tidak menurut taJ'sit' sababat- sababat dan tabi'in ltang terdabulu. Mereka mengarang tafsir tafsir menurut kaedab-kaedah pokok madzhabnya, seumpanxa tal'sit' Abdurrabman bin Kaisan al Asbam, Jubai, Abd. Jabbar, Rumant, Zamakbsyari dan lain-lain".
Di Indonesia ada seorang guru besar yang menyatakan bahwa ia tiillli mengakui adanya mi'raj Nabi dengan tubuh dan ruh karena hal itrr
bertentangan dengan aqal,latanya.

rlln Tiongkok.
Ke Barat, Islam meluas di seluruh Afrika, ke sekeliling Lautan Tengah,

hl Juair, Marokko dan Andalus (Spanyol). Ketika itu, yakni tahun 120 H sampai 200 H negeri-negeri Basrh dan Kulah, kemudian Bagdad dan Marwin, yaitu kota-kota tempat Khalifah rrudah didiami oleh orang-orang Muslimin baru yang datang dari pclosok-pelosok dunia, karena Iraq dan Marwin (Khurasan) adalah ke'
rluclukan Khalifah-khalifah yang terkenal.

Ini adalah paham Mu'tazilah. Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah menentang cua-c ra tafsir yang dilakukan oleh Zamakhsyari dan kawan'kawannya karena bagi merek;r
Qur'an itu tidak boleh ditafsirkan menurut pendapat aqal saia, tetapi hartrs ditafsirkan dengan hadits-hadits Nabi atau dengan sesama ayat aI Qur'rtn

juga.

Orang yang menafsirkan Qur'an suci menurut pendapatnya saia tli


ancam akan dimasukkan ke dalam neraka, sebagai diterangkan dalam hadits

Banyak orang-orang masuk Islam yang berasal dari orang Nasrani, lfuclha, Majusi dan juga ahli-ahli filsafat dari )funani penganut'penganut pirham Aristoteles dan Plato. Pendeta-pendeta, Rahib-rahib, dan guru'guru lnjil tak sedikit yang masuk Islam. Setelah mereka masuk Islam mereka lantas ikut membicarakan soal' nrral i'itiqad, soal-soal ke-Tuhanan dan soal-soal hukum, padahal otak dan lrlkiran mereka masih dipengaruhi oleh kepercayaan-kepercayaan lamayang rncreka anut dulu. Mereka belum banyak mengetahui Hadits dan Qur'an.
mereka yang ^gama l;una atau kepintaran-kepintaran yang berdasarkan filsafat-filsafat )funani.
Vrng ada dalam kepala mereka hanyalah pengetahuan

begini:

i::'etrcir;x,{+Jii#fi ,Y,
.ltJtg6.rr}Jlr!_l
196

Setelah muncul gerakan Mu'tazilah, banyak di antara mereka ini rncmasukinya karena dalam gerakan ini aqal menjadi raja.
Nah, ketika itu masuklah ke dalam Islam filsafat-filsafat \irnani, filsafat Aristoteles dan Plato. ilmu mantik, ilmu logika yang semuanya mengangkat Ityal menjadi raja.

t91

Khalifah al Mamunbin Harun Ras-yid dengan niat baik demi kepenting,r'

r,rngat yakin pada kekuatan aqal mereka. Hampir 200 tahun dunia Islam rligoncangkan oleh perdebatan-perdebatan dari kaum Mu'tazilah dengan trrjuan untuk mengalahkan kaum Ahlussunnah wal Jamaah.
Acara-acan, perdebatan yang ditonjolkan mereka, adalah
:

ilmu pengetahuan, menluruh orang menterjemahkan kitab-kitab Yun:trrr ke dalam bahasa Arab. Akan tetapi hal ini berakibat kecelakaan bagi Isl:rrrr
karena filsafat-filsafat )funani bercampur aduk ke dalam ruang agama Islrtrrr

yang suci.

Di antara mereka yang baru masuk Islam ada pula yang berniat jah,rl terhadap Islam, yakni hendak menghancurkan Islam dari dalam deng't" jalan memasukkan paham-paham Nasrani, paham Yahudi, paharn Butllr;r paham 'lfunani dan pemikiran-pemikiran yang keliru yang bertentangrtrr dengan sunnah Nabi dan ayat-a.yat Kitab Suci. Nama-nama lbnu Rawandi, Abu Isa al Vhrraq, Ahrnad bin Haith, tl:rrr Fadhal al Hadits melihat fatwa-farwany^ y?ng jauh berbeda dari lirlu.r Ahlussunnah walJama'ah boleh digolongkan ke dalam orang yang masrrl Islam dengan niat jahat itu.
Sebagai contoh dapat dikemukakan, Ibnu Rawandi Imam kaum Mu'tazil;rlr

(r,

I J, I 4 I 1

Sifat-sifat Tuhan ada, atau tidak.

Buruk dan baik siapa yang menetapkan, aqal atau syara'.


Pembuat dosa besar kekal dalam neraka atau tidak.

Qur'an itu makhluk atau tidak.


Perbuatan manusia dijadikan manusia atau dijadikan Tuhan. Tuhan Allah bisa dilihat diakhirat atau tidak.

H.

Qur'an dapat dibikin manusia atau tidak.


Alam itu qadim, atau hadits. Surga, dan neraka kekal, atau tidak.

9, ll.

pernah mengarang buku yang dinamainya 'At Thj" (mahkota). Di dal:rrrr bukunya ini dipertahankan pendapatnya, bahwa alam ini qodim, yakni tll
berpermulaan adanya, sama dengan qadimnya, Tuhan. Di dalam kitabnya "tz Zamradah" dipertahankannya pendapatnv:r bahwa, risalah Nabi-nabi itu telah habis dengan matinya. Ia juga pernllr
mencemoohkan Kitab suci al Qur'an dengan mengatakan bahwa ia melihlt ucapan-ucapan Aktsman bin Saifi lebih bagus dan lebih manis dari salrrlr

10. Arwah itu pindah-pindah atau tidak. I l. tirhan itu wajib membuat yang baik dan yang lebih baik. Mi'raj dengan tubuh atau tidak.

lJ. Dan banyak lagi yang lain-lain.


Melihat keadaan kaum Mu'tzilah yang suka berdebat ini maka
hnam Abu Hasan al Asy'ari, Imam kaunn Ahlussunnah wal Jamaah terpaksa rrrcladeni kaum Mu'tzilah dengan lisan dan tulisan, dengan cam'calz,

lrerdebatan puia.
Padapasalyang berikutnya akan kami uraikan perbedaan dan perdebatan ynng tajam antara kaum Ahlussunnah dan kaum Mu'tazilah'

satu ayat dalam swat 'Al Kautsar". Nah, oleh karena itu, setiap ummat Islam harus hati-hati membat,t buku dan kitab-kitab di mana tidak mustahil kadang'kadang terselip at:rrr diselipkan faham-faham, Mu'tazilah yang bertentangan dengan Qur'an
Sunnah Nabi.
drtrr

I.

Dasar-Dasar pohok pengatlan Mu'tazilah Dasar-dasar pokok pengajian Mu'tzilah berkisar pada 5 soal:

6. Suha Berdebat
Ciri-ciri dari kaum Mu'tzilah ialah suka berdebat, terutama dihadap:rrr umum. Barangsiapa, yang bedainan pendapatnya dengan mereka, lantrts diajak berdebat, diajalnya bertanding dihadapan umum, karena merckrt 198

l, 'lhuhid (ke Esaan Tuhan). J, Al Adl (keadilan Tuhan). J, Al Wadu wal Wa'id (janji baik dan janji buruk) 4, Manzilah bainal manzilatein (tempat di antar dua tempat)"

l,

Amar ma'ruf dan nahi munkar,


1,99

Tauhid kaum Mu'tzilah tidak mengakui adanya sifat-sifat Tuhan, tet;r1r'

Tuhan adalah Zat yang tunggal tanpa sifat. Tuhan mendengar dengan Zat'Nya, Tuhan melihat dengan ZatNy;r
Tuhan berkata dengan Zat Nya. Sifat Tuhan tidakada, kata kaum Mu'tzil:rlr

Adapun "amar ma'ruf" dan "nahi munkar" adalah wajib bagi setiap omng Islam, sama dengan kepercayaan kaum Ahlussunnah, akan tetapi
yirng ma'ruf bagi kaum

Mu'tzilah ialah hanya pendapat mereka, bukan

rn:r'ruf yang sesuai dengan Qur'an dan Hadits.

Karena itu mereka memfafwakan dan bahkan pernah memaksa orlrrli supaya meyakini bahwa Qur'an itu makhluk, bahwa Quran itu hadits, buk:rrr kata Allah yang qadim sebagai i'itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama'ah Fanva

Berdasarkan pangkal yang lima ini banyaklah fatwa'fatwa kaum Mu'tuilah yang bertentangan dengan fatwa dunia Islam. Di dalam kitabkit:rb Usuluddin terdapat banyak sekali perkataan "Khilafan
yirng artinya "berbeda dengan paham Mu'tazilah".

lil Mu'tzilah"

ini telah menghebohkan dunia Islam dan membunuh

berifirr

ribu ulama Islam pada abad ke 11 Hijriyah dalam peristiwa yang dinattt,rr
"Peristiwa Qur'an makhluk". Pokok kedua dari pengaiian Tuhan Allah

Oleh karena itu kemudian umat Islam telah sepakat menetapkan lr;rlrwa paham dan i'itiqad kaum Mu'tazilah adalah salah, tak sesuai tlt'ngan i'itiqad Nabi dan sahabat'sahabatnya, tidak sesuai dengan Qur'an
rlrrn Hadits.

Mu'tzilah ialah keadilan'

itu 'adil, kata mereka.

Imam merek^yatrgdinamai "Qadli Qudlat" (Qadli dari sekalian Qadli) Ircrnama Abdul Jabbar

Manusia dihukum oleh Tuhan karena ia mengerjakan dosa dan dibt'rr pahala oleh-Nya kalau ia membuat amal ibadat yang baik.

bin Ahmad (wafat:

41'5

H,) mengarang sebuah

Oleh karena itu

kata kaum Mu'tzilah, sekalian perbuatan manusi,t ada sangktrt

lrrrku bernama "syarah Usulil Khamsah" (Penjelasan tentang pokok yang lhna) tebal 804 halaman dimana diterangkan panjang lebar pokok-pokok l(rimanan Kaum Mu'tzilah yang lima.
Seluruh keterangannya bertentangan dengan i'itiqad Ifuum Ahlussunnah wrrlJama'ah. (Kitab yang ada pada kami cetakan "V'ahbah", Kairo 1965 M).

di

atas dunia ini dibuat dan diciptakan oleh manusia sendiri, biar perbuatrrrr

baik atau perbuatan buruk. Semua pekerjaan manusia tak pautnya dengan Tuhan dan bahkan Tuhan tidak tahu apa yang akan til kerjakan oleh manusia.
Pokok ketiga tentang janji baik dan janji buruk.

Kitab ini banyak juga disebarkan di Indonesia.

Tuhan telah berjanii

kata kaum Mu'tazilab, bahwa siapa

yarrli

r. Aliran-Aliran Dalam Kaum Mu'tazilah


Kaum Mu'tazilah akhirnya terp ecah atas bany ak aliran, kare na setiapnya

durhaka akan dihukum-Nya dan siapa yang mengerjakan pekerjaan blrrlt akan diberi-Nya upah, Oleh karena itu sekalian orang yang berbuat dos,r tidak akan diampuni-Nya lagi kalau iawafat sebelum taubat, dan akan tenrs masuk neraka tak keluar lagi. Ini sesuai dengan janjiNya.

nlcmpergunakan akalnya masing-masing, sedang akal mereka itu tidak sama, irkibat pendidikan mereka yang berlain-lain dan al<rbat zaman dan tempat rncrcka, yang berbed a-beda.

Akan tetapi, kalau orang Mu'min berbuat dosa maka ia dihuktrrn dalam neraka disuatu tempat, lain dari tempatnya orang kafir. Nerakany,r agak dingin, mereka tinggal di antara dua tempat, ya'ni antua ryurga clrtrr neraka. Inilah pokok keempat dari pengajian Mu'tazilah, yaitu tempat tlt
antara dua tempat".

lbupi dalam satu hal mereka

semuanya hampir sepakat, bahwa perbuatan

rnilnusia, geraknya, diamnya, perkataannya, perbuatannya semuanya

tidak

dlJadikan oleh Nlah, Sebagian mereka memfatwakan bahwa pekerjaan nunusia diciptakan oleh manusia sendiri. Sebagian mengatakan tidak ada

200

20r

yang me niadikan, melainkan terjadi sendiri dan sebagian mereka mengatali;rrr

bahwa semuanya terjadi saja sesuai dengan undang-undang alam (l.ilr,rt Daeratul Ma'arif

fil Qarnil Isyrin Juz VI hal,

423).

Di antara aliran-aIhan yang terbesar dari kaum Mu'tazilah adalah'

XI
I'TIQAD KAUM MU'TAZIIAH YANG BERTENTANGAN DENGAN I'TIQAD KAUM ATXTE}$SIINNAH WAI. IIIMAATI

Aliran Washiliyah, yaitu aliran washii bin Atha.


Allaf.

2" Aliran Huzailiyah, yaitu aliran Huzel al

3. Aliran

Nazamiyah, yaitu aliran Salyar bin Nzham.

4.

Niran Haithiyah, yaitu aliran Ahmad bin Haith,


Basyariyah, yaitu aliran Basyar

5. Aliran 6. Aliran

bin Mu'atmar. bin Ubeid as


Salami.

Ma'mari.yah, yaitu aliran Ma'mar

l, Buruk Dan Baik Ditentukan Oleh Aqal


Kaum Mu'tazilah berpendapat, bahwa buruk dan baik ditentukan oleh
Ir1:rl. Mana, yang baik kata aqal baiklah dia dan mana yang

7. Aliran Mizduiyah, yaitu aliran Abu Musa al Mizdx. 8. Aliran Tsamariyah, yaitu aliran Thamamah bin Ar-rasy.

buruk kata aqal

9.

Aliran Hisyamiyah, yaitu aliran Hisyam bin Umar al Fathi.

lruruklah dia.

10.Aliran Jahizhiyah, yaitu aliran Utsman aI Jahizh. 11. Aliran Khayathiyah, yaitu aliran Abu Hasan al Khayath.

ini tidak dibenarkan oleh kaum Ahlussunnah wal f[ma'ah, karena yang menentukan buruk dan baik itu adalah Tuhan dan
Kepercayaan seperti

12. Niran Jubaiyah, yaitu aliran Abu Ali al Jubai,


13. Aliran-aliran lain yang banyak Iagi.

llnsul-Nya, atar-r katakanlah Qur'an dan Sunnah, bukan aqal.

Apa yang diiratakan baik oleh Syari'ah (Qur'an dan Sunnah) maka
lrrrlklah ia dan apayaLng dikatakan buruk olehnya buruklah ia.

Bagi Ahlussunnah, aqal

iru dipakai untuk meneliti, sebagai alat pe'

llksana, bukan untuk menentukan hukum sesuatu. Yang sebenar-benarnya lrerhak rnenentukan hukum-hukum adalah Qur'an dan Sunnah, yang lain tttlak. Diakui oleh kaum Ahlussunnah bahwa aqal itu diberi wewenang

tertinggi untuk memahami tiap sesuaru, baik masalah yang kecil ataupun nrirsalah yang besar, dan bahkan untuk mengenali wujud-Nya Allah dan lllirt-sifatNya dipergunakan juga aqal pikiran.

Diakui bahwa dalam al Qur'an banyak sekali ayat yang menyuruh


Iruurusia mempergunakan aqalnya dan mengejek orang-orang yang tidak nrau memakai aqalnya.

202

203

ini haram, ini pa[:rl.r ini dosa, dan menetapkan hal'hal yang terjadi di alam gaib, sept'rtr syurga dan neraka, hari berhisab dan hari pembalasan, semuanya itu hant
Akan tetapi dalam menetapkan hukum, ini halal

Aqal orang "vrijdenker" pada abad-abad terakhir menetapkan bahwa

ditetapkan oleh Syari'at dari Tuhan, karena agama itu punya Tuhan, buli;rrr punya aqal. Inilah suatu pertentangan yang sangat tajam antua Mu'tazilah tl;rrr Ahlussunnah wal Jama'ah yang membawa, akibat-akibat dalam hukum. Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah menetapkan hukurn buruk dan brrrl
sesuatu, bila Tuhan dan Rasul mengatakan bahwa hal itu buruk atau brrrl, bertentangan dengan itu. Krttrrrr walaupun aqal manusia katakanlah Mu'tazilah "memutar arti" ?yat-ayat Qur'an dan Hadits'hadits Nabi, kal,rrr

lirlrrn tidak ada. Karena itu - menurut faham Ahl-ussunnah wal Jama'ah - aqal tidak bis;r, dipakai untuk menentukan dan menetapkan buruk baik sesuatu. Yang
rhp:rt dipakai ialah firman Tuhan dan sabda Nabi.

Dalam syariat Islam, bahwa barang sesuatu pada mulanya boleh rllhrrjakan, tetapi ada syari'at yang melarang maka sesuatu itu menjadi

Ilrruk, tak boleh dikerjakan lagi.


Umpamanya minum khamar (tuak) mulanya boleh saia, tetapi kemudian rlllrrrang oleh Tuhan karena merusak aqal. Maka minum khamar itu menjadi lr;rrlrm hukumnya.

bertentangan dengan aqal mereka.


Ulama-ulama Ahlussunnah berpendapat bahwa aqal manusia itu titl,rl' terap ; satu kali sesuatu hal dikatakannya baik, tetapi tahun di muka hal itrr

Jual-beli dan berjudi pada mulanya boleh saja, karena sama-sama usaha rrrrtuk mencari uang, tetapi kemudian judi dilarang oleh syari'at dan jual

juga dikatakannya buruk. Dan pula aqal itu berbeda-beda, aqal oranS'orang primitif lebih rentl;rlr denjatnya dari aqal orang-ofang yang telah mempunyai kecerdasan. Krtl;rrr hukum sesuatu ditetapkan oleh aqal niscaya akan kacau balaulah hukum ttrr
Kadang-kadang aqal orang sekarang (abad atom) lebih tinggi dari atl;rl

lrt'li dihalalkan dan bahkan dianjurkan. Maka judi rnenjadi buruk dan lrrr:rm hukumnya, sedang jual beli menjadi baik dan harus hukumnya
,tl;tu sunnat.

llrhan berfirman:

orang-orang dulu, tetapi kadang-kadang terjadi juga, bahwa aQxl or:trr11 sekarang turun sampai kederajat aqal hewan dibanding dengan at1,rl
orang-orang dahulu.
Pada suatu masa

ro,{**!,.9;6ejker,Sw
Artinya
:

dizamanprimitif

bahwa bertelanjang atau sepat trlr

telanjang bagi wanita dianggap hal yang tidakapa.apa, boleh saja. I(emudirrn tiba zamannya aqal manusia menjadi naik sehingga ditetapkan bersattt,t

kata Tuban - tidak akan menghukum seseoranS, kt'uali sesudab Kami kirim Rasul-rasul lebih dahulu" (lsra': 15).
"Dan Kami

bahwa telanjang atau separuh telanjang adalah buruk dan melangg,rr kesopanan, kemudian tiba lagi zaman sekarang bahwa telanjang at:rrr separuh telanjang adalah lumrah, sebagai yang kta lihat di negeri'neg,trr Eropa, yang telah maju dan modern. Orang Eropa, sekarang (pada abrrrl atom) sama aqalnya dengan orang Afrika kuno, yang hidup dirimba nr1,r Afrilo di negeriTanan dulu, ya'ni sama-sama menganggap baik telanjlrrli atau separuh telanjang bagi wanita sebagai yang banyak terlihat dipant;ri
pantai permandian di Eropa.

Arti ayat ini ialah, bahwa seseorang tidak akan dihukum


rrrt'rrgerjakan sesuatu, kecuali kalau hal rrrcrnbawa hukum Tuhan.

karena

itu sudah diluang oleh Rasul yang

Di dalam hukum pidana yang berlaku di Indonesia ada suatu prinsip y,lng sama dengan i'itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama'ah, yaitu bahwa

irtiap orang tidak boleh dianggap bersalah, kecuali kalau ia melanggar llrkum yang tertulis dalam undang-undang (K.U.H.P. Bab I Pasal 1).
205

204

Nah, kalau ada seseorang atau segolongan yang mengatakan ketili,r membahas suatu sc,al Lg m , bahwa hal itu tak masuk aqal, bahwa hal itrr

tidak mungkin jadi, dan lain-lain sebagainya, maka orang itu penganrrt paham Mu'tzilah yang sesat. Ibtapi kalau ada orang mengatakan bahwa lr:rl itu terlarang, bahwa hal itu tidak boleh dibuat karena Tuhan dan Rastrl melarangnya, maka orang itu penganut paham Ahlussunnah wal Jama'rrlr Hal ini dapat menjawab pertanyaan orang yang selalu bertanyrr 'Apakah perbedaannya antara Mu'tziiah dan Ahlussunnah wal Jama'rrlr
itu?" Ketika sampai menulis ini, saya

5'rW*ef
Al'tinya:

"Tidakkab kamu berpikir tentang itu"


Ayat

ini tersebut dalam surat al Baqarah 44 dan 76, surat Ali Imran 65, rrrnrt Al An'am 32, surat Al Araf 169, surat Yunus 16, surat Hud 51, surat lirsuf 109, surat Anbiya' 10 dan 67, surat al Mu'minun 80, surat al Qasas

- pengarang buku ini - teringat sttltlrr


Nrrlrr

l0

pendapat dari seorang guru besar pada salah satu Universitas di Indoncsr,r

yang biasa mengajarkan agama Islam dalam kuliahnya, bahwa mi'raj Muhammad Saw. dengan ruh dan tubuh tidak masuk aqal, katanya.

dan surat as Shaffat 138. Oleh karena, itu kaum Ahlussunnah biasa juga mengemukakan dalil' rhrlil, bukan saja menurut naqal (Qur'an dari Sunnah) tapi juga menurut
;rr1tl, sekedar alat

peneliti dan alat penguatkan dalil, bukan untuk menetapkan

ini ditulis dalam suatu buku kecil karangannya. Rupanya orang ini penganut faham Mu'tazilah.
Pendapatnya Baik iuga ditegaskan sekali lagi, bahwa adaduabuah kitab tafsir Qur'rtn yang satu sama lain bertentangan begitu rupa cara penafsirannya, yaitu
:

lrtrkum.

l.

Tuhan Allah Tidak Punya Sifat


Kaum Mu'tazilah mengatakan bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat.

1" Tafsir "al Kas-syaf " karangan Zamakhsyari (meninggal 538 H.), Imarrr kaum Mu'tzilah yang banyak sekali menafsirkan Qur'an menurul aqalnya, sesuai dengan madzbabnya, tanpa memperdulikrrrr
hadits-hadits yang menafs irkan ayat-ayat itu.

l'uhan mendengar dengan Zat-Nya, lhhan melihat dengan Zat'Nya, dan 'l\rhan berkata dengan Zat-Nya.
Kata mereka, dasar paham

ini ialah tauhid. Kalau Tuhan pakai sifat

rrrrka itu berarti Tuhan dua, yaitu Zat dan sifat.

2. Taftir'At Thabari", karangan Ibnu Jurer (meninggal 319 H.)

Imarrr

bertentangan dengan paham Ahlussunnah wal Jama'ah y:u)g mengatakan bahwa lirhan mempunyai sifat, bukan satu bukan dua, Paham
tt'lirpibanyak. Ada sifat yang mesti (wajib) adapadallhan, adayangmustahil (titlak mungkin) ada pada lirhan dan ada yang harus ada pada luhan.

ini

kaum Ahlussunnah wal Jama'ah yang menafsirkan Qur'an menurul atsar dan menurut hadits-hadits Nabi Muhammad Saw.
Akan tetapi, baik ditegaskan sekali lagi bahwa kaum Ahlussunnah buklrr

l)i dalam al Qur'an termaktub

membuang aqal

itu

sama sekali. Aqal dipakai juga, tetapi hanya unttrl'

meneliti, bukan unruk mengadakan hukum.


Dalam al Qur'an banyak sekali ayat-ayat yang menluruh kita memakrtr

,r:Vr;(LtVy,tt
Artinya:

$6$:tr
vr

,;..lr 'Lr{St

o !1',n'5;

'aqal itu.
Banyak sekali ayat-ayat dalam al Qur'an yang diakhiri dengan anjuntrr

"Dialab Tuhan, tiada Tuban selain Dia, yang nrcngetabui yang ter-

206

207

sembunJ)i dan yang terang, DiaYang Pengasih dan Penyayang" (Al Hasylr 22).

rlu:r?

lblol

amat orang yang berkata begitu.

'luhan Yang Maha Esa itulah yang menjadikan sesuatunya dengan


Dalam
r;trtlrat dan iradat-Nya.

ini terang ada nama Zat, yaitu Allah (Tuhan) dan atl,r ^yat sifat-Nya yaitu "'alimun" (Yang mengetahui). Menurut tata bahasa Arab "'alimun" di sini adalah sifat bagi Allulr
Semuanya orang Arab dan orang yang mengaji bahasa Arab, mengetahrrr

Imam Ghazali, seorang Imam kaum Ahlussunnah wal Jama'ah (mt:ninggal 505 H.) menerangkan dalam kitab Ihiz Ulumuddin sebagai lrrrikut
:

hal ini. Qur'nul Karim diturunkan dalam bahasa Arab, karena itu hanrs diartikan Qur'an itu sesuai dengan tata bahasa Arab. Dalam ayat yang lain ada firman Tuhan
:

"Pokok kesepulub,

llahwasanya Allah Subhanahu wata' alamengetahui dengan pengetahuan,

'

rr
Artinya:

rsirJr

lgt|

hidup dengan kehidupan, kuasa dengan kekuasaan, mendengar dengan llcndengaran dan melihat dengan penglihatan. Tuhan itu mempunyai sifat yang qadim yang terletak di atas nt yang qadim.
Orang yang mengatakan bahwa ia tahu dengan tidak berpengetahuan sama dengan mengatakan

ry3,bp:,^,t,

ia kaya tanpa mempunyai harta atau alim

"Dialah Tuhan, Yang mengadakan sesuatu, Pencipta dan pembentull rupa" (NHasyar:24).
Menurut tatabahasa Arab, bahwa Al Khaliqu, Al Bariu dan Al Musawwin adalah sifat bagi Allah. Tuhan mengabarkan dirinya dalam Qu'an bahwa lrr
mempunyai sifat Yang menjadikan, Yang menciptakan dan Yang membentLrli
segala rupa. Pendeknya, kalau dibalik ayat-?yat Qur'an akan terdapat banyak sekrli yang menyatakanbahwa Tuhan mempunyai sifat.

tanpa mempunyai ilmu dan tanpa ada yang diketahuinya.


l)e

ngetahuan, yang diketahui dan orang yang mengetahui ketiga-

trganya tidak bisa bercerai, seperti pembunuhan, yang terbunuh dan si

pcmbunuh ketiga-tiganya tak bisa bercerai.


'l'idak ada sipembunuh kalau tak ada pembunuhan dan yang dibunuh,

tak masuk aqal ada yang dibunuh dengan tidak ada pembunuhan dan
pembunuh.

llcgitulah tidak masuk aqal orang yang alim tanpa ilmu, ada ilmu tanpa irda yang diketahui atau ada yang dimaklumi dengan tidak ada orang
yang memaklumi.

Maka heranlah kita, kenapakah kaum Mu'tazilah berpaham bahwl Tuhan tidak mempunyapi sifat ?

Ihum Mutzilah khawatir kalau-kalau Tuhan menjadi dua, yaitu silrrt


dan Zat, yang menghilangkan dasar tauhid

- kata mereka.

-kata Imam Ghazali - bertali erat tak bisa bercerai menurut akal. Kalau ada orang yang menceraikan orang alim dengan ilmu, ia juga tentu bisa menceraikannya dengan yang diketahuinya.
Kctiga-tiganya

Tidak begitu, kata kaum. Ahlussunnah wal lama'ah. Sifat Tuharr z tyang qadim. Contohnya dapat dilihat seperti kertas yang ada, pada kita. Iftrtas itu bersifat dengan putih ; putih terletak di atas kertas. Apakah ada orang beraqal di dunia yang mengatakan bahwa kertas dan putihnya menjarli
adalah sifat yang qadim yang berdiri di atas

Kesimpulannyt YaIau Tuhan tidak mempunyai sifat


kaum Mu'tzilah

- sebagai i'itiqad-

--

samalah

Ia (Tuhan) dengan orang yang kaya tapi

tak punya harta. Hal ini mustahil tak masuk akal adanya".
I)emikian filsafat Imam Ghazalimembantah kaum Mu'tazilah. (Lihat krtab

"lhya 'Ulumuddin" Juz

I halaman 109 dan 110).


209

208

Kaum Mu'tazilah pada abad ke II dan ke III Hijriyah tcl,rlr menggoncangkan ummat Islam dengan keterangannya yang mengatal,rrr bahwa Qur'an itu makhluk, bukan sifat Allah yang qadim. Kepercayaan ini kelanjutan dari paham mereka bahwa Tuhan titl,rl,
mempunyai sifat.
Kaum Ahlussunnah walJama'ah berpendapat, bahwa Qur'an al Karirrr itu kalam. Allah dan sifat Allah yang qadim, bukan makhluk yang baru Tuhan bersama sifat-Nya adalah Qadim, tidak berpermuiaan ada-Nr,r Kalam Tuhan Allah yang qadim itu cliperdengarkan kepada Maiaili,rr

3. Qur'an lllahhluh

Nah, begitu juga paham Ahlussunnah walJamaah. Ada "Kalam nafsi" namanya, yaitu bahasa dalarn pikiran dan perasaan tirtli. Ia tidak punya huruf dan tidak punya suara. Adapun yang tertulis atau y;rrrg dibunyikan

dari suara itu adalah nadlulnya, yaitu kelahiran dari

llrlrasa "Kalam nafsi" tadi. Kalam Allah vang qadim adalah sifat Allah, yang tidak berhuruf dan titlrrk bersuara, adapun yang tertulis, dalam ma-sbaf dan yang dibaca oleh

Jibril dan dijadikan bersuara dan berhuruf. Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai wahlu Tuhan. di
atas kertas sebagaiyang kita lihat dan kita baca sekarang.

membawah;rrr

urlrnat Islam setiap hari dan setiap malam adalah "madlul" (bentuk yang rlirupakan) dari Kalam Nlair yang qadim tadi. Karena itu, kalau kita berkeyakinan bahwa Kalam Allah itu sifat Allah i;rng qadim yang berdiri di atas Zat-Nya yang qadim, maka tidaklah layak
k;rl;ru madlulnya, vaitu Qur'an Suci dikatakan makhluk.

Nabi membacakan kepada sahabat-sahabat beliau yang menuliskanrrr,r


Jadi, pokok pangkalnya apa yang tertulis dalam Mashaf sekarang ada

:r

Begitulah i'itiqad kaum Ahlussunnah wal Jamaah. Iman Ahmad bin Hanbal dipukul separuh matl, tetapi ia tak mau rlcngatakan bahwa Qur'an itu makhluk tetapi tetap bibirnya mengatakan

Iklam Allah yang qadim, kata kaum, Ahlussunnah walJama'ah. Kalau yang dikatakan makhluk itu huruf dan suara yang tertulis di ;rtrr: kertas maka itu masuk aqal, tetapi kalau kalam Allah yang berdiri di atr., Zat yang qadim dikatakan makhluk maka hal itu adalah penyelewengrrrr
besar.

itu Kalam Allah yang Qadim. Imam Buwaithi disiksa sampai mati, karena ia tak mau mengakui Itirlrwa Qur'an itu makhluk, karena kalau kita biasakan mengatakan Qur'an nurkhluk maka hal itu bisa merembet kepada makhluknya Kalam Nlah y;trrg qadim, yang jadi asal dari Qur'an yang kita baca sekarang ini.
It;rlrwa Qur'an

Dalam ilmu bahasa yang modern sekarang dikatakan juga bahu,r


"bahasa" ialah ucapan pikiran manusia dengan teratur dengan memakai
ul;rr

Dalam sebuah sya'ir bahasa Arab klasik, tersebut

bunyi atau alat tulisan.


Jadi bahasa itu dibagi dua
:

fu;titp3c1g+tl,3g:;PYf i9ra6:
Artinya:

1.

madi atau isi, yaitu pikiran dan perasaan manusia terletak dalam diri manusia.
Bagian

yrrrrll

"Bawasanya yang dikatakan kalam

2. Btgian lahir atau bentuk,

yaitu bunyi atau tulisan yang teratur.

wlang suara yang ketuar dari lisan


ilpu

adalab yang dalam bati, itu hanyalah bentuk yng labir dari

Tidak akan ada bahasa kalau tak ada pikiran dan perasaan. Pada hakikatnya yang dinamakan bahasa (kalam) adalah yang
sebagai manifestasi dari isi hati tadi.

lang ada dalam bati itu".

mrrrlr

atau isi tadi, adapun suara atau tulisan adalah bentuk yang dilahirk;rrr

Nah, sekarang ditegaskan lagi bahwa sifat Kalam nafsi lirhan tidak Itrhuruf bersuara dan itulah sifat Allah yang qadim, sedang yang tertulis
rlirlrrm Mashaf dan 1'2pg dibaca dengan lisan adalah bentuk lahir dari Kalam

2ro

211

pI
:d

r'

Nafsi Tuhan yang qadim itu. Oleh karena itu tidak layak atau tidak plrnt,r'

atau tidak boleh kalau mengatakan bahwa Qur'an itu makhluk. Cobalah perhatikan ayat di bawah ini
:

kt'pada insan. Kalau Qur'an


rkrrrr berfirman
r

itu makhluk

sama dengan insan tentu Tuhan

1.,
Artinya:

#' .,ifJ.s'i J F 6 ttfiililrr5a6$d:


barry,r 40)

'0:6./3"{
Artinya:

"Sesunggubnya mengatakan

bila Kami mengbendaki sesuatu, Kami kepadanya "Kun" (adilah). Ialu jadi ia" (An Nahl:

"la Tuban yang menjadikan Qur'an dan menjadikan inxam"


Demikian Imam Baihaqi.
Perhatikan lagi ayat Tuhan di bawah ini yang lebih rnemperdalam arti
,ryrrt

Berkata Imam Baihaqi, ahli hadits yang terkenal (meninggal 458 ll t "Kalau Qur'an itu makhluk tentulah yrrrrli sebagai paham Mu'tazilah

clhlam surat ar Rahman tadi

menjadikan alam ini makhluk, bukan Khaliq, karena "kun" itu acl:tl,rh Qur'an. Ini mustahil, kata Imam Baihaqi, bagaimana perkataan-Nya rlr jadikan oleh perkataan-Nya ?? waktu sebelum "kun" dijadikan, siapak:rlr
yang menjadikan alam
?

orruifpY,.
Artinya:

Frlfiffi,lfi(

\flah ini repotl

Yang benar ialah i'itiqad kaum Ahlussu-nnah wal Jarna'ah, bahu',r "kun" itu adalah Kalamullah, sifat Tuhan yang qadim yang berdiri atas'/,,tt yang qadim. Tuhan bersama sifat-Nya adalah satu, tunggal dan Ialah menjadikan alam itu.
Perhatikan lagi dengan seksama ayat Tuhan di bawah
yarr1l

"Ketauilah! "Hak Tuhan mencipta dan memerintah" (Al Ar'af : 54),


Antara perkataan "mencipta" dan "memerintah" dibatas dengan perkataan

"rlirn", yang menunjukkan perbedaan antxayang dua itu. Dapat pula dilihat dengan mata hati yang halus ptda ayat ini, bahwa "ltcrkataan Tuhan" bukan "makhluk Tuhan.

ini

Y
Artinya:

-\

r. .bJ

.$t3i(d6_ .drf,r,F.ri$i
telult

Lebih jauh bacalah dan teliti ayat Qur'an di bawah ini:

"Tuhnn yang Pemurah,

Dia telab mengajarkan Qur'an dan

menjadikan insan' (fu Rahman: 1 - 3).


Artinya:

b,f*a,6+ts.,*ts.,6.jAgWr;y; f igilt
salab seorang dari orang musyrik minta perlindungan kepada engkau maka berilah perlindungan, sampai ia mendengar Kalam
"Dan

Berkata Imam Baihaqi dalam kitab "i'itiqad"

jika

"Pada ketika Tuhan membariskan dalam sebutan-Nya

dalam ayat

irrr

antara Qur'an yang kalam-Nya dan sifat-Nya dengan insan yang makhluk

Allab'(At Taubah:6).

Nya, 212

Ia

menyebutkan "mengajarkan" pada Qur'an dan "menjadikan",

2t3

Jehs dan nyata dalam aya,tini bahwa Qur'an itu dinamai Kalam All,rlr bukan makhluk Allah. Dan tersebut dalam Kitab Hadits Sunan Abu I);rrr,l
pada juzu' ke 4, pagina 235
:

bb'$t g& 3'6,4&;,, v it6,S t|*3 *p6 oi'r o W)1!#, t];.!tr :


6:A,'v
s
r

k *

itrr tidak sama dengan perkataan lain Tuhan sebagaimana zat-N.va tidak \('r.lpa dengan zat lain. Perkataan yang sebenarnya ialah "kalam nafsi" y:rng terletak dalam diri seseorang, tidak berhuruf dan tidak bersuara. Kirtlang-kadang "dalam nafsi" itu dilahirkan dengan suara, dan huru{
lilrlang-kadang dengan gerak-gerik dan kadang-kadang dengan rsyarat".

l)crnikian Imam Ghazali (Lihat "lhya 'Ulumuddin" Juz

hal. 108).

Eqv,;:,!i ?g:Sjt, 6(, 3 &:"i,, 7i,1,y, b; a'J#,:tJ1ttA1\S' 5s${) 3\6 . 6\* \ 6

s*

I)cngan ucapan ini Intam Ghazali meyakinkan kita, bahwa h,rl;rrn Nafsi" dari lirhan itu adalah sifat l'uhan yang qadim. Adapun

'

Irrrrrrl-huruf vang tertulis dalam Mashaf, atau suara-suara yang kedengaran rl,rr'i rnulut seseorang ketika membawa Qur'an adalah "macl-lul" dari
{Jur ';ur yang qadim yang

lYo ' /,f


Artinya:

2-\)rt)'.ri\;.t41,-,.

s2t:Slotr,

berdiri di atas Zat luhan itu. itu yang hadits (baru) ialah hanya huruf'huruf atau suararu,u'rr, tetapi Kalam lthan yang dituniukkan oleh huruf'huruf dan suara
Karena

Dari Ibnu Abbas belinu herkata: Adalah ttiabi Xlubarnnurcl .trtt


minta perlindungan bagi Hason dan Husein "Say'n nintuk perlitduny,rtr untukmu keduanl,a dengan Kalinmh Allab .1,ang sen1)ufttn dari tilttr daya syeithan dan sekalian 1,ang berbisa, dnn dari sekalicut nnto .t,trtrt, dengki". Lalu Nabi berkata: 'Adnlah bapak kamu (it{abi lbrahin4 ntittr,r perlindttngan untuk Isnmil dan Isbaq dengan doa itu. Berkata Abu Durt,l Ini adalab dalil yang kuat untuk menetapkan bahuta Qur'an itu bukrtrr makhluk (H.S. dirawikan Imam Abu Daud - lihat Sunan Abu Daud Juz l\ hal.235).

ttrr ;rtlalah Qadim, bukan suara dan bukan mahkluk. Karena itu sebagai kami katakan di atas, Imam Ahmad

bin Hanbal, lrnnhangun Madzhab Hanbaii tidak mau mengatakan Qur'an itu makhluk, *'irluupan ia disilaa dalam penjara beberapa tahun, begitu juga Imam
llrrrvlithi murid Lltama Imam Syafi'i tidak mau mengatakan Qur'an makhluk r';rlirupun ia disiksa sampai mati dalam penjara, karena kalau dikatakan lJuf'rn itu makhlr.rk, berarti bahwa kita meniadakan sifat lirhan dan
nrrnjaclikan sifat yang qadim meniadi hadits.
t{anya orang-orang Mu'tzilah berkeras kepala mengatakan bahwa Qur'an 1K;rlirmullah)

itu makhluk. Farwa yang sesat lagi menyesatkan

Di dalam do'a itu dikatakan oleh Nabi: Minta perlindungan deng,rrr Kalimat Allah yang sempurna (Al Qur'an) Andai kata Qur'an itu makhlrrl
tentu. Nabi Muhammad Saw. tidak minta perlindungan dengan makhluli Berkata lmam Ghuali dalam kitab Ihya' Ulumuddin pada bahagirrrr "Aqaidul Aqaid" begini:
"Pokok ke-enam".
Bahwasanya Tuhan berkata dengan perkataan. Perkataan

l, Pembuat

Dosa Besar

bin Atha dengan gurunya Sycikh Hasan Bashri, seorang Tabi'in di Basirah (Wafat: 110 H.) ialah
Pangkal masalah yang menceraikan lilashil "Mrrsalah orang mu'min yang mengerjakan dosa besar, tetapi tidak taubat

rellclum mati".

itu suatu

sil:rr

berdiri di atas zatNya, tidak bersuaradan tidak berhuruf.

Perkataanny,r

Imam Hasan Basri berpendapat, bahwa orang mu'min yang kebetulan rncngerjakan dosa besar seperti membunuh manusia, mendurhakai

214

215

ibu'bapa, dan lain-lain tidak menjadi kafir dengan perbuatannya itu. lir orang mu'min, tetapi mu'min yang durhaka.

r(.r,rl,

pada waktu s)'urga, kekal selama-lamanya karena ia orang mu'min

didunia. mengeriaInilah 3 kemungkinan bagi orang Mu',min yang kebetulan i'itiqad kaum dosa besar dan tidak taubat sebelum mati. Begitulah
ssunnah wal Jama'ah.

Iklau

ia meninggal sebelum taubat, ia dihukum daram neraka bebcr,r1,,r


scrt.l,rh

waktu, tapi kemudian dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam surga


selesai menjalankan hukumannya.

washil bin Atha', Imam kaum Mu'tzilah berpendapat lain. or;'rg mu'min yang mengerjakan dosa besar dan mati atas dosanya tidak l,rgr mu'min dan tidak pula kafir tetapi diantara kafir dan mu,min. Ia dimasukkan ke dalam neraka buat selama-Iamanya seperti onrrrp orang kafir, tetapi hukumannya diringankan, nerakanya tidak seplrur
neraka orang-orang kafir.

I'itiqad ini berdasarkaft

lirhan berfirman

^yat-ay^t

Qur'an dan hadits-hadits yang sabih.

\YJ M,&$gri,u#rtr.P*:iWSi*lr

Inilah yang dinamakan oleh orang Mu'tazilah "Manzilah

;-"t r,.WAyJ*,*iult*

bairr,rl

manzilatein", atau "tempat diantan dua tempat,,. Farwa ini tidak sesuai dengan kaum Ahlussunnah war Jamaah, karcn;r menurut faham mereka tempat di akhirat hanya dua, kalau tidak slurgal r;r
neraka.

orang mu'min yang mengerjakan dosa besar dan mati sebel.rrr taubat, maka orang itu tetap mu'min, disembahyangkan, dimandikan clrrn
dikuburkan sebagai orang mu'min. pada hakikatnya ia mu'min yang durhali;r
kepada Tuhan.

kalau Ia "Babwasanya Tuban tidak mengampuni dosa seseorang dari pada itu bagi siapa yang dlpersekutukan, tetapi diampuninya selain Tuban sesungubnya ia Cikebendaki-Nya. Siapa lang mempersekutukan memperbuat dosa yang sangat besar'" (An Nisa': 48)'
lelah yang membuat dosa besar-kecil, Jadi menurut ayat ini siapa saja maka ia bisa diampuni kalau dosa itu tidak mempersekutukan Tuhan, i'itiqad kaum Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Tidak sebagai
besar menjadi Mu'tzilah yang mengatakan bahwa sekalian pembuat dosa

orang macam itu diakhirat nanti


Ahlussunnah wal Jama'ah

menurut keyakinan ka'nr


:

oleh

akan mendapat beberapa kemungkinan

1.

Boleh jadi dosanya diampuni saja oleh Tuhan dengan kemurahan.

kafir dan masuk neraka langsung buat selama'lamanya'

Nya, karena Tuhan

itu

Pengasih dan pemurah, sesudah

itu

irr

Di dalam sebuah hadits diterangkan

dimasukkan ke dalam syurga, tanpa hukuman


2.

ia dapat syafa'at dari Nabi Muhammad Saw., yakni dibantu oleh Nabi Muhammad Saw., sehingga ia dibebaskan
Tuhan dan tidak mendapat hukuman dan langsung masuk slurga.

Boleh jadi

#,,,,,,::,Ygrffi:#i,{#a
trr ra

3,

Ifulau yang dua di aras tidak didapat maka ia akan dihukum dan

fi.o:t).td

dimasukkan

ke dalam neraka buat seketika, dan akhirnya

di

keluarkan sesudah menjalani hukuman dan dimasukkan ke dalam

2t6

211

Artinva:

frlaka Tuban berfirman: Demi lQgagtbanKu, derni Kebesurutrhrt deni KetingianKt dsn demi Keagun,qanKu, Aku akan keluarkan ,l,rrt
nerttka sekalinn orang yang nrcngucupkan "Tiadn Tuhan yang barlul' disentbab melainknn Allah" (HSR Bukhari Sahih Bukhari [V halurrr,rrr 21t).

l)apat diambil kesimpulan dariayat-ayat dan hadits-hadits ini, bahwasanya gtglg ytng mengerjakan dosa tidak kekal dalam neraka sebagai i'itiqad

- tetapi akan keluar pada suatu u'aktu sesudah menjalani htrkurnan. Inilah i'itiqad kaum Ahiussunnah wal Jama'ah.
*Httrn Mu'tazilah

l,

Tuhatr Tidak DaPat Dilihat.


Kaum

Teranglah menurut hadits ini bahwa ada "sekumpulan manusi:I" y;nti


sesudah ke na hukum dalam nerak;r lantas clikcluarkan lagi dan dimasulili,rrr

Mu'tzilah memfarwakan bahwa Tuhan tidak

bisa dilihat walaupun

'luhan tlilllrnr surga, karena hal itu akan menimbulkan tempat seolah'olah

ke dalam surga. Inilah mereka orang-orang mu'min yang durhaka memperbuat dosa ketika hidupnya.

dcrru,rrr

Selain clari pada


suatu, hari
:

itu Nabi

Muhammad Saw. menerongkal

prrrl,r

Irln clalam surga aiau cL mana la dapat dilihat. Imam Kaum N{u'tazilah, llinrakhsyari (wafat: 528H.) sangat keterlaluan, sehingga dikatakannya hlhwa yang ber-i'itiqad bahwa luhan bisa dilihat walaupun dalam surga, juzu' I, halaman fdalah kafir, keluar dari Islam, katanya (Lihat Tafsir Kasyaf
l7e),

AV i, t;t' 36, 36'^;i *'w. rr:i: * y\ !*1 aiV au ;;, ihi 6j;t{ ;5 c *t "!i 'of }b,i: 6)fi6,iF (&)'4'A;
6,V

( ;*

ini berlawan dengan paham kaum Ahlussunnah walJama' ah. ylng berpendapat bahwa Tuhan akan dilihat oleh penduduk surga, oleh hirnrba-hamb anya ying saleh yang banyak mengenal Tuhan ketika hidup
Paham

6 i\5

tlidunia.

Dalilnya adaiah firman Tuhan:

A*rcrtJ.t,b-,
Artinya.:

YY-Tr
Artinya
:

,'i,L!

.ipfe;

1,,!;'*u'

9';!

"Dari Abu Dzar Rda,, ia berkata: berkata Rnsulullah Saw,: "Datang pesuruh Titban rnengabarkan leepada saya, bahu,a barung siapa yang

"Beberapa muka dihari

meningal, sedang ia tidak mempersekutukan Tithan sedikitpun. ia akau ntasuk nrga". Lalu Abu Dzar berkata: "Walaultun ia penzah berzina dott tnenctn'i" ? Jttwab Rttsulullab: "lh, rualaupun ia perneb berzina dan mencuri" (Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Muslim, lihat ktab "Lu'lu wal
Marjan", pagina 19 iilid I).

'lfuhannya" (Al Qiyamah

in bercabaya :22'23).

"t

gilang-gemilang, melihat kepada

dapat Jelas dalam ayat ini firman Tuhan menerangkan bahwa Tuhan clilihat dalam surga jan'natunna'im.

Maka heranlah kita melihat jalan pahamnya kaum Mu'tzilah yang


mengatakan bahwa Tuhan tidak bisa dilihat walaupun dalam surga sekalipun.

ladi,

ada penduduk neraka yang kemudian dikeluarkan.

Bagaimana caranya manusia melihat Tuhan dalam surga

itu, baiklah

2t8

2t9

kita serahkan kepada Tuhan bagaimana cara-caftnya, tapi yang pokok kit,r wajib mengi'itiqadkan bahwa Tuhan bisa dilihat dan akan dilihat deng;trr
mata kepala.

I)an Tuhan berfirman mengabarkan "tahiyah" ahli surga ketika lcrrtui Tuhan:

me-

Dan firman Tuhan lagi dalam soal ini:

\1: oJ* .|SV:S


Artinya
:

Altirrya:

Penghormatan mereka (orang-orang Mu'min itu) pada hari mereka


nrcrrcmui-1,{ya
t

"Bagi orang yang membuat kebaikan mendapat pabala dan tambahu

ialab: "Salant, dan Dia menyediakan pnhala J,ang mulia

lut,q,i

mereka"

(N

Ahzab: 14).

(Junus: 26)

Arti ayat ini ialah bahwa orang-orang yang membuat amal saleh ak;rrr dapat pahala, yakni upah atas usaha mereka dan akan diberi pula sr-rltrr tambaban. Menurut Tafsir "Jalalein", bahwa yang dimaksud dengrtrr "tambahan" ini ialah melihat Tuhan dengan mata kepala, sebagai yarrli
diterangkan dalam Hadits-hadits Imam-imam Bukhari dan Muslim. Dan lhhan dalam ayat yang lain berfirman:

I)alam ayat ini dinyatakan bahwa orang mu'min di dalam surga pada lrrtika menemui Tuhan mengucapkan "salam" sebagai kata penghormatan.
Berkata Imam Asfaraini dalam kitab thbsbir: Kalimat "liqa"' (bertemu)
rl,rl;rrn bahasa Arab berarti

lihat melihat apalagi bertemu antara dua yang

tlrl;rl< bisa bersentuh zatnya.


.f

adi, arti ayat ini ialah ketika orang mu'min melihat lbhan dalam surga,

\o a+;jb, . 5:,&A
Artinya:

ru;rkl, mereka memberi salam kepada Tuhan dengan ucapan Salam. Hal ini dihubungkan dengan sebuab ayaty^nglain daiam Snrat Yasin ly,tt ke 58 yang artinya : "Salam" perkataan penghormatan diterimanya dari
llrhrrn yang pemurah". Nyatalah bahwa ayat ke 44 Surat
g,lrrrblang bahwa Tr.rhan

#9",$ e,fifr

al

Ahzab

ini

menerangkan dengan

itu dapat dilihat dalam surga.

Jangan! Mereka pada bari itu terlinduing dari Iitbannya (Muthaffilirr,


15).

Di dalam hadits Nabi dikatakan:

: Ketika, Tuhan terdinding dari musuh-musrrlr Tuhan (kaum kafir) maka Ia memperlihatkan diri-Nya kepada wali
Berkata Imam Malik walinya (Kaum Mu'minin). Andai kata Tuhan tidak dapat dilihat oleh orang Mu'min tentulah Tuhan tidak menghinakan orang kafir yang terdindinli
At'tinya:

A--".o-:

e;td I' b-, .


-

(*K |'"ft * @,t

"Bahwasanya kamu
Jl }())
.

dari Tuhannya, begitulah Imam Maliki memberi komentar dalam ayat

irrr

rrtn.yata-nyatanya" (Riwayat Imam Bukhari. Sahih Bukhari juzu' [V pagina

kata lYabi - akan melihat Tuhanmu

(lihat

Syarah Jauharatut Tauhid, halaman 67).

220

221

Dan lagi tersebut dalam kitab Hadits

tltttr l,rrykau
t/

ytdah nrcmasukkan kani ke surga dan ntembebaskan kami


?

,Je,{,$tl'4i
Artinya:

]i^,3(j1\b

ll 't

Ia ::e" q )!p / ur" trbi, Pr t; d'S


t./2 /t'
1

t(tl L'3 J* ,it ,../; , r i-?lr I, t/tt 'It- Jq) "/ ,)rt+r 9)Jir#+ ts*9r-Y rry*"': .-3$" :d-9Jt*'
.r'
Q

,(5

9.zl- IEV,\J; r.l rLt tr*$1j,er,


'f-/-. t// 7fi (3lJ,J: ,ry

Irttt tUakd

hlaka ketikn itu Tuhatt nternbuka'biiab' (dindinp, tidak ada sesuatLt ,tt',n(tt |,ang lebih mereka senangi selain melibat Tuhan, (H.R. Imam

llrrrlirn - Sahih Muslim Juz

hal. 97).

*Aq

r" \.JI trs tr^I )H #i, 6ijh" l6r1t#. !u eJ.( i,i\'

li'rang menurut hadits inibahwa penduduk surga akan melihat Tuhan


rl,rrr itrrlah ni'mat vang paling tinggi dan yang paling mereka sukai.

"Babutcrsan],a beberapa ornng bertan.l'a: Hai Rasulullah, opnkab tlrr1,,rr kita melihat Iuban diakhirat, muka belicru menjau'nb; "ArlttI',ri'

l'cndeknya banyak sekali hadits'hadits Nabi yang menyatakan bahwa lrrlr;ur akan dapat dilihat dengan mata kepala di akhirat nanti, sebagai
t,rnrb;rhan upah bagi orang yang beramal saleh, karena melihat Tuhan r;ngltlah lezatnya dan itulah vang dicita'cita oleh sekalian ahli surga.

matamu rusak kalau melihcit natctbcu'i clan bulan dengan 7i6111ft lt''t .Tidak lh Rasulullah". Ncth, kotil ,\,tt" lindung ? Jau,ab orang- oratry ittr: Mubamnmd Sau,,, begitulah engkau akan melihat Tuhannru nanti st't'tr1',i itu". (II. Riwayat Imarn Bukhari dan Muslirn. Sahih Bukharijuzu' N prrurrr,,
200).

seluruhnya menganggap salah farwa kaum tlrr tlzilah yang menentang hadits-hadits itu dan itu pulalah sebabnya rnaka h,rrrrn ini dinamai Mu'tzilah, yaitu kaum yang menyisihkan diri dari faham
Karena rl,rn kcpercayaan ummat Islam yang banyak.

itu dunia Islam

Dan tersebut dalam kitab hadits:

:.;$,t$l u;i'* it .d$ .( ., j6., a I ,iuj 56'e'!:\i'Ar fi it .,i\{ $\j b!J\t"F, Srir, &e i!#:Jhl'# n,/ fl\ : \-,.JrJ tfr U*3 eg;?,:= i} # ;d Hi At, '. {s&3 +jqa uiv; -} 4ij.l "d OgSd=e Wft &dt aKs'itr$taQS:r:;(,6!i t,6^l.6 ;:^u tii.i,:,
r

\6;"au''#{u6*i #$,:t**'s&r";,{#'* W"W+*"'


I

4, t\:,1 .

Kaum Ahlussunnah mempercayai dan meyakini sunnah'sunnah N;rbi, clan karena itu mereka dinamai kaum Ahlussunnah, yakni kaum yang
lrt'rrl,iikut Sunnah Nabi dan sunnah sahabat-sahabat Nabi yang pilihan. Kaum Mu'tazilah telah tersesat dalam mengartikan ayat Qur'an yang lrrnrktub dalam surat al An'am ayat ke 103 :

'

\.Y,fLnll " ;61't


I

3t "i S 3t3'Y'$;ett

)l:rLtikan mereka dengan:

obt"'& SyF,ggr,W
Artinya:

"Dia (Tuhan) tidak dapat dilibat dengan mata kepala dan Ia (tuhan1 wlihat mata kepala" (Al An'am: 103). Ada tafsir kaum Mu'tazilah tentang ayat ini begini: "Pemandangan' pemandangan 1x'rnandangan tidak bisa melihat-Nya, tetapi Ia bisa melihat
il r r".

Dari Shubeib Rda. beliau berkata, bahwasanya Rasultillab

,\,rtt

berkata: Apabila masuk ahli xuga kedalam surga, hrban berkats keptr,l,t

mereka: Adakab kamu mengbendaki sesuatu supqta Kami tantbilt Mereka menjawab: Apalagi ? Engkau sudab memfiihkan muka kutrtr

222

223

Ada lagi tafsiran Mu'tazilah dengan lain pengertian. "Penglihatan tirl,rl.

bisa mencapai kepada-Nya, tetapi Ia mengetahui gejala penglihatan"


Pendeknya, kaum Mu'tazilah berpendapat bahwa 'lirhan ticlak
lrr.,
yrrr1,,
r

t)engan tafsir ini maka antara ayart dao hadits-hadits Nabi Muhammad \irw, yang sahih-sahih itu tidak ada perlawanan, keduanya dapat diduduk'
h,rrr rncnurut proporsi yang sebenarnya.

dilihat dengan mata kepala dengan mengemukakan selain dalil akal.


ayat ini.

llaik juga diperingatkan kepada kaum Mu'tazilah bahwa ayat ini tidak
rrrt'nycbut:

Kaum Ahlussunnah mengatakan bahwa setiap vang acla bisa drlilrl

tidak mustahil menurut akal. Karena lirhan itu ada maka Ia bisa dililr,rr Hadits-hadits Nabi yang sahih pun mengatakan bahwa Ia bisa dilihat Bertanyalah kita kepala kaum Mu'tazila,h

3r3i,At#r
Artirrya:

: Bagaimana

nasibrrr,r

hadits-hadits sahih, riwayat Imam Burkhari dan Muslim )'ang mcnqatll\,r,

'Tidak nrclihat akan Dia penglibatan".


ll't;rpi

bahwa l.uhan bisa dilihat seperti kita bisa melihat matahari dan
Apakah hadits-hadits Kabarnya

bLrl,rrr

itu dibuang semuanya,

'/

di

Semarang (lndonesia) ada ulama Islam ,vang me\\';ur',r

paham Mu'tazilah

ini dan

mengatakan bahwa luhan tidak bisa dilrlr

rr

3ui$Kr;(t
Attinya:

dalam surga dengan mata kepala, melainkan hanya dilihat dengan mata Mudah-mudahan beliau itu bisa menjawab pertanyaan kita ini.

h,rrr

'Tidak nteng-idrak akan Dia penglihatan",


dul,rrr,

Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah sedari dulu menafsirkan a,vat

Surat al An'am 103 ini : "Tidak meng"idrak" akan dia penglihatan mata kepala, tetapi Ia nrt'rrri

Lebih iauh bacalah kitab-kitab Tafsir Ahlussunnah wal Jama'ah yang


rtru'titbar. Dan juga, bagi barang siapa yang hendak mengetabui secara mendalam

"idrak" mata kepala itu".

Arti meng"idrak" ialah mengetahui hakikatn,va. Maka kita, walauprrn


dapat melihat-Nya tetapi tidak dapat mengetahui hakikatNya, mengetahui hakikatnya matahari itu.
sebagainr,rrr.r

rhrr luas tentang masalah "Melihat Tuhan Azza waJalla" ini bacalah buku
!*rnngan kami "40 Masalah Agama" jilid IV, bagian masalah yang kesepuluh. l)i situ diuraikan panjang lebar persoalan ini.

kita melihat matahari walaupun mata kita dapat melihatnva, tetapi tirl,rl
Inilah arti "idrak" yang ditiadakan dalam ayat 103 surat al An'anr
bukan semata-mata melihat. Begitulah tafsir kaum Ahlussunnah wal Jama'ah. Dengan kata lain kaum Ahlussunnah menyimpulkan, bahwa pcnli lihatan mata kepala tidak dapat mengetahui hakikat ZatTuhan
mata kepala itu dapat melihat-Nya
irrr

6, Ml'rai Nabi lltuhammad Saw. Kaum Mu'tzilah tidak mengakui dan tidak meyakini bahwa

Nabi

- walauprrrr

Mrrhrmmad Saw. mi'raj (naik) kelangit pada tanggal 27 Raiab, satu tahun rrhclum pindah (Hijrah) ke Madinah, Yang diakui oleh mereka hanya "lsra" saja, yaitu berjalan malam dari
Mekkah ke Mesjid Aqsha (Baital Maqdis).

-,

tetapi Tuhan melihat dan mengetllrrrr

hakkat mata seseorang dari segala macam seginya.

Mi'raj itu tidak masuk akal,kataMu'tzilah, walaupun ada hadits sahih


yilng menerangkannya.
^)?5

224

kaum Ahlussunnah wal Jama'ah, yanu l,r pendapat bahwa Nabi Muhammad Saw. pada maiam itu "isra' dari Mrrl,l,rlr
Farwa
r

ini dilawan oleh

be'ttrtrtryan

Kani kepadani'al seswtffluhnya Dia (Tuhan) ntendengar lagi


1),

.llililnt (Isra':

ke Baital Maqdis dan sesudah itu naik dengan tubuh dan ruhnya ke llrrrirr

l)alam ayat

ini

nyata benar bahwa Nabi Muhammad Saw, berjalan

sampai ke langit yang ke

7, naik lagi sampai ke Mustawa, samplri

1,,

ru,rl,un hari dari Mesjid Makkah sampai ke Mesjid Baital Maqdis (Mesjid

Sidratalmuntaha, dimana beliau ketika itu menerima perintah sembahr',rrrl 5 waktu sehari semalam dari Allah subhanahuwata'ala.

Fada malam

itu juga beliau kembali ke dunia dan pagi

h;rrrrrr,,
s1r,1

menerangkan kepada umum bahwa beliau berjaian malam tadi ke Mt

,{rplrl di Paiestina), dengan ruh dan tubuhnya, karena perkataan "lsra"' ttrl,rk bisa diartikan selain beLjalan dengan tubuh dan ruh. Begitu pula lil'rk;rtaan "hamba" dalam ayat ini, tidak bisa diartikan ruh saja, tetapi ruh
rl,rn tubuh.

Baital Muqaddas naik kelangir dan menerima perintah sembahyang.

Ilarangsiapa tidak rnengrtkui aclanya Isra', yakni perjalanan Nabi


\lrrlr;rmmad Saw.

Orang-orang kafir ketika

itu

berteriak-teriak mengatakan

brrlrr',,

Muhamnnad bohong, tak masuk akal, tak masuk akal dan lain-lain occlr,rrr

lr
I

dengan ruh dan tubuh

malam haridariMcsjid Makkah


104 sarnpai pagin:r

Mcsjid Aqsha naka orang ifu kafir, karena ntencntanq avlt ini

Ifulau umpamanya Nabi MLrhammad Saw. hanya menerangkan b;rlru,,

l)i dalanr kitab llfsir Khrzcn. jilid 4. pada plgina

ia bermimpi naik kelangit malam tadi, kenapakah orang-orang kllir


diantaranyaAbu Jabiil membohongkan beliau ? Adakah manusia di ini yang membohongkan orang yang bermimpi ?

lJ rliterangkan panjang lebar

hadits-hadits yang bertaiian dengan mi'ra1

clrrrrr,r

Ini

saja sudah bukti, bahwa Nabi Muhammad Saw. pada ketik;r n,

menerangkan bahwa beliau, tubuhnya dan ruhnya naik ke iangit, sehrrrllylr orang-orang kafir mengatakan bahwa beliau dusta dan tak masuk akll Tuhan menyatakan dalam Qur'an
:

\,rhi Muhammad Saw. (naik ke langit), yang mana hadits-hadits itu sahih rltrirvayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. lladits-badits mi'raj ini banyak sahabat Nabi yang mendcngar dari N,rbi Muhammad Saw. dan meriwayatkan pula keiadian ini kepada mttriclutru'idnya, sehingga hadits-hadits

ini tennaktub dalam kitab-kitab.

hadits,

hlrrrsusnya dalam kitab Hadits Bukhari dan Muslim.


Para sahabat yang meriwayatkan hadits'hadits,

mi'rai ini adalah

)-:-1J\31,,
\ r ,t_,,y|

/l,$,gfr Wdtt ]u;fi\fr$:


yqv

l. Malik bin Sha'sha'ah.


2. Abu Dzar al Gaffari.
.J. Anas

Mt d,6'i
futinya:

i,t

-ti,rK6 "$wi,t,
bari (lsttr
t

bin Malik, bujang Rasulullah.

4. Abu Hurairah meriwayatkan kesulitan Nabi ketika mengabarkan hal mi'raj ini kepada orang banyak.
Sababat-sahabat Nabi Muhammad Saw. banyak sekali yang beri'itiqad, lrirlrwasanya mi'raj

"MabA suci Tuban yang membawa barnba-Nya malant

itu

adalah dengan tubuh dan ruh, sesuai dengan hadits-

dari Mesjid baram (h[akkah) sampai Mesjid Aqsha (Yerussalent), .tt(nt,t, telah Kami berkati sekelilingnya, st4paya Kami perlihatkan keterangtu

lnrlits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim ini

226

227

Di antara sahabat yang beri'itiqad begitu, adalah

pulang, sedang engkau mengatakan hanya satu malam pulang pergi. Demi

1. Ibnu

l{,bas.

hta dan 'Uza (nama-nama berhala mereka), Kami tak akan membenarkan
ketr,rangan engkau yang bohong ini".

Jabh bin Abdillah. 3. Anas bin Malik. 4. Huzaifih bin Nu'man. 5. Umar Ibnu Klrathah.

2.

Ilegitulah ucapan-ucapan Muth'im bin Adi seorang kafir yang masih herlamili dengan Nabi.
Mendengar ucapan-ucapan tr{uth'im nyatalah bahwa Nabi Muhammad ketika

6. I{alik bin Sha'sha'ah. 7. Ibnu Mas'ucl. 8. Dhahak. 9. Said bin Juber.


10. Qutadah. 11. Said Ibnul Musayah. 12. Ibnu Syihab. 13, Mujahid bin 'lkrimah. 14. Ibnu Jurej.

itu

menerangkan keadaan beliau berjalan malam tadi dengan ruh

dnn jasad beliau. Kalau yang diterangkan beliau hanya mimpi kepcrcayaan kaum Mu'tazilah

sebagaimana

sudah barang tentu Muth'im ini tidak akan

tnengatakan beginr. Ia tak akan mendebat setajam mcncrangkan mimpinya.

itu kepada orang yang

Saidina, Abu Bakar Shiddiq yangiuga hadir ketika itu, lantas mendebat

Demikian diterangkan oleh Qadhi 'tjadh drlam kitab as Syifa. Pengarang kirab "Muhammad Saw," Muhammad Redha, pada
116 menerangkan:

ntt:mbenarkan Nabi Muhammad, walaupun ia mengatakan bahwa ia herjalan dari dunia ke atas langit sekalipun, karena Nabi Muhammad Saw.
pagrrr,r

Muth'im dan mengatakan: "Hai Muth'im, engkau terlalu, ucapanmu terlalu "Saya" - kata Abu Bakar Shiddiq - "akan fnhirt terhadap anak saudaramu".

#eorang yang tidak pernah bohong sedari kecilnya". Pendeknya kabar mi'raj menimbulkan kegaduhan yang besar diantara orang-orang kafir dan mereka dapat alasan bahwa Nabi Muhammad itu bohong katanya,

'tidak ada arti orang mengatakan bahwa isra' dan mi'raj dalanr mimpr,
karena terang dalam hadits itu ba.hwa beliau melakukan isra' dengan Bomrl ,laitu "dabbah" (hewan). Iftlau dengan mimpi kenapa mengendarai hen'lrr sedang heu'an itu biasanya mcrnbawa tubuh bukan menbawa ruh". Dan juga kalau dengan rnimpi, maka hal ini tak mengherankan, rirl:rl mungkin dijadikan dalil atas kerasulan beliau dan nuiizat beliau, karcrr,r

Nah, inilah suatu tanda bahwa Nabi menerangkan perjalanannya ptcla waknr mi'raj dengan ruh dan tubuhnya. Maka heranlah kita menuruti paham kaum Mu'tazilah yang ber'tentangan dengan paham dunia Islam.
Sebagaimana biasanya, kaum

mimpi bukan mu'jizat. Setiap, orang boleh bermimpi. Ketika Nlhi Muhamad Saw. mengabarkan situasi mi'raj di hadapan umum pada plgr
pagi hari sepulangnya beliau dari mi'raj, maka orang kafir berteriak-teri;rl dan bertepuk tepuk membohongkan Nabi.

Mu'tzilah menimbang tiap-tiap

sesuatu

dengan akalnya. Mereka mengatakan bahwa Tuhan menjadikan thabi'at Eitnusia itu jatuh ke bawah karena tubuhnya berat, berbeda dengan burung yrng bisa naik karena tubuhnya ringan.

Seorang

di

antaranya bernama Muth'im

bin Adi

berkara: ',lllr

Muhammad, ucapan-ucapanmu pada waktu yang lalu tak begitu sulit untuh diyakini, tetapi hari ini benar-benar kami kesulitan. I(ami pernah berjallrr ke Baital Maqdis dengan unta yang kencang berjalan, sebulan pergi sebullrr

Inilah bahayanya kalau setiap sesuatu diukur dengan akal, bukan dengan iman dan bukan dengan syari'at. Akal manusia ketika itu tidak lltenerima kalau manusia itu terbang, kalau manusia itu naik ke atas, apalagi
lkan naik ke langit.

228

Tetapi sei<arang pada abad rocket dan atom ini, naik kelangit, naili 1,, ruang angkasa dan bahkan naik ke bulan sudah menjadi hal yang biasrr s,r1,,

kehilangan tubuh Nabi

Ini rnustahil, karena Nabi tidak selalu dengan Sitti


mempunyai isteri-isteri yang lain.

Aisyah, beliau

tidak mustahil lagi menurut akal.


Pada tanggal 2 Agustus

I97l

tiga orang bangsa Amerika naik ke brrl.r,,

dengan kendaraan Apollo

J. Dan lain-lain pertanda

atas tidak benarnya kabar ini.

12.

Kalau Imam-imam Kaum Mu'tazilah Washil bin Atha', Zatmakhsr',,,, Jahizh dan AI Jubai hidup pada masa sekarang, tentulah mereka rrl,.rr, taubat dari pahamnya yang keliru ini, sesudah melihat fakra-fakta r;r',1:
dihadapinya.

Kesimpulannya ialah: kaum Ahlussunnah wal Jama'ah beri'itiqad reyrrkin-yakinnya bahwa Nabi Muhammad Saw. isra' dan mi'raj ke langit hijrah ke Madinah, dengan ruh 1r;rtlrr tanggal 27 Raiab, satu tahun sebelum
rl,rn tubuh beliau, Saw.

Imam Abu

Vin an Nasafi, Pengarang kitab Tauhid "Bahrul

Kal;rrrr

Ilaik juga dicatat bahwa Isra' dan Mi'raj


tr,r.jacli pada malam

menurut paham Ahlussunnah

menerangkan dalam menolak dalil Setiap yang berat jatuh ke bawah.

Mu'tzilah ini: "Memang diakui tabi'at manusia itu berat, sama juga dengan
?

brrrrr

yang satu, yakni beliau Nabi Muhammad Saw. berangkat rl;rri Makkah ke Palestina dengan mengendari Boraq, hervan yang khusus rlirlirtangkan untuk keperluaan itu oleh Tuhan dan dari Palestina (Mesjid
Atlsha) beliau naik ke langit.

Akan tetapi, kalau batu rru dilontarkan, bagaimana naik ke atas ? Ini juga fhkta.

Apakah ia

rrrl,rl,

Memang manusia sendiri tak mungkin terbang ke langit, rerapi l.uhan membawa atau melontarkannya ke atas, bagaimana ?

k;rl,rrr

mi'raj itu beliau menerima wahyu kewaiiban mengcrjakan rt'rnbahyang 5 waktu sehari semalam bagi ummat beliau. Jadi, seiarah
Pada malam

t,rrrggal wajibnya sernbahyang adalah pacla tanggal

27 Rai'tb, satu tahun

Dan kalau naik itu dengan kendaraan bagarmana ? Bagi 1'uhan Yang Maha Kuasa tak ada sesuaru yang ridak bisa
kerjakan-Nya".

rcbclum hiirah.
rlr

Imam Bukhari, ahli hadits yang terkenal ALP, memberi iudul suatu
p;rsal dalam bukunya : "Betapa diwajibkan sembahyang pada malam lsra"'

Kaum Mu'tazilah menonjol-nonjolkan ucapan Ummil Mu'minin Sirrr di mana beliau pernah mengatakan ketika memberi komcrrt,rr tentang mi'raj, bahwa tubuh Nabi tak pernah hilang dari padanya. Aisyah, Orang yang meneliti ucapan ini menerangkan bahwa acla kemungkinan tentang ucapan Ummil Mu'minin ini:
bebcr;r1r,r

Nah, kalau mi'raj


Mu'tazilah

itu hanya dengan mimpi sebab:

sebagai i'itiqad kaum

- maka timbul lagi kemusykilan,

l. Sembahyang

itu diwajibkan Tuhan dalam mimpi, jadi mengurangkan

derajat sembahyang yang sangat penting itu.

1. Ini bukan ucapan beliau, tetapi dibuat.buat seolah-olah dari beli;rrr karena ketika itu, yakni ketika Nabi Muhammad Saw. mi'raj Sirrr
Aisyah belum kawin dengan Nabi Muhammad Saw.

2. Tidak ada suatu haditspun yang menerangkan bahwa beliau berangkat dari Makkah dengan kendaraan Boraq dan setiba di Mesjid Aqsha
beliau tidur dan dalam tidur diturunkan wahlu kewajiban sembahyang.

Mi'raj terjadi 1 tahun sebelum hijrah, sedang Nabi kawin dan bergrrrrl dengan Ummil Mu'minin sesudah beliau hijrah ke Madinah.

Itu

hanyalah "omong-kosong," kaum Mu'tzilah yang menyesatkan

2. Suatu tanda bahwa ucapan ini maudhu' dan agak sumbang dalrrrrr artinya, karena Sitti Aisyah mengatakan bahwa ia tidak perrr;rlr 230

I'itiqad ummat Islam. Barang siapa yang hendak memperdalam pengetahuan tentang "lsra'

thn Mi'raj" bacalah buku "40 Masalah Agama" jilid

1, bagian Masalah

lftdua.

231

Di situ diuraikan panjang iebar sampai 40 halaman.

hlrrrsus paham kaum Qadarivah, karena orang )'ang beri'itiqad macarn ini lrrga dinamakan kaum Qadarivah, r'akni "kaum yang kuasa", karcna ia kuasa

7. Manusia Meniadihan Peheriaannya


Kaum Mu'tazilah mcngi'iticladkan bahq'a pekerjaan manusia diadak,r clleh manusia sendiri. bukan oleh lhhan.
'lr.rhan sama sckali ticlak tahu apa vang sedang clan vang akan dibtr,rr
r
r

nrt'rnbuat amalannya, katan,va.

Baik juga untuk penutup pasal ini, direrangkan suaru hal

1'ang

rrrt'narik, yaitu perdebatan antara AbdulJabbar bin Ahmad (salah seorang

oleh manusia l).igi kaum Mu'tazilah. Khaliq itu dua: pertama'luhrin vlrrrl menjaclikan langit dan bumi clan yang lain manusia, yang menjaclili,rrr
perbuatann.va sencliri.

pcnrimpin kaum Mu'tazilah) (wafat: 115 H.) dan Abr.r Ishak al Asfaraini (rvrfht: 406 H.), seorang pemimpin kaum Ahlussunnah. Cerita ringkasnva
rt'bagai barikut
:

lbtapi Al .lahizh, salah scollng Imam Mu'tazilah berfitwa agak l:rin ),ang diiadikan manusia aclalah pcrbuetannya yang buruk clen yurrrl berclosa, scring perbuatannya yang baik dijadikan oleh 'lLrhan juga. .lrrrlr
50% bedawanan dengan I'itiqad Ahlussunnah $'alJana'ah yang menyatal,rrrr

Seorang Qadhi Mu'tazilah, namanya AbduiJabbar bin Ahmad clatang ht' kantor Ibnu 'Ubad, wazir Khalifah al Mu'iz.

didaparinya Ibnu 'Ubad sedang bercakapt;rltap dengan Imam Abu Ishak al Asfaraini, seorang Imam kaum
r\lrlussunnah wal Jama'ah. Sesudah memberi salam Abdul Jabbar berkata, 'Amar suci luhan y;trtg bersih dari sekalian yang keji".

Di dalam kantor itu

bahwa sekalian yang terjacli, baik vang dibuat oleh manusiit sckaliprrl dijadikan olch lirhan.

l'uhan berfirman

Dengan ucapannya
"llrhan.

ini ia menyindir Abu Ishak, karena Abu

Ishak

lrt'ri'itiqad bahwa sekalian pekerjaan manusia, buruk baik, diyadikan

11:
Artinya:

(3ufJt

S]#uSKailtt;

"Dctn Tuhan 1'ang menjadikan kamu dan sekaliart pekerinan kanrt (As Shaffat 96).

Lalu Abu Ishak menjawab: "Maha suci lirhan yang tidak terjadi \u;rtu juga dalam kerajaan-Nya selain yang Ia kehendaki". Dengan ucapan itu Abu Ishak menyindir Abdul Jabbar, bahwa rlkllian yang terjadi didunia hanyalah bisa terjadi kalau lirhan menglrcndaki.

Dan lagi firman-Nya:

Artinya:

Lalu Abdul labbar menjawab: 'Apakah Tuhanmu menghendaki rupaya Ia didurhakai ?" Dengan ucapan ini Abdul Jibbar seolah-olah mendebat Abu Ishak, h;rhwa kalau Tuhan juga yang membuat pekerjaan yang durhaka, maka tt'ntr.rlah Ia suka kalau Ia didurhakai. Lalu Abu Ishak menjawab: 'Apakah Tuhanmu dapat dipaksa untuk
Nis;r

"Katakanlah (Hai Mubannnad) : "Sekaliannya dari Tuhan" (An


78).

rlitlurhakai

?"

Hai ini akan dibicarakan lebih panjang dalam pasal yang menerangk:rn

Dengan ucapan ini Abu Ishak seolah-olah mengatakan, kalau tidak l\rhan yang menjadikan pekerjaan manusia yang ma'siat, maka tentulah Ia

232

233

dipaksa, menerima maksiat urAnusta, karena mau tidak mau Ia menerima maksiat vang dibuat orang dengan tidak setahu-Nya itu.

hrrrrr.,

l,rrrgit dan bumi ?

Di atas apa, 'arsy itu diletakkan dan kenapa ticlak jatuh

Laiu Abdul Jabbar menjawab: "Bagaimana pendapatmu, kalau lulr,rrr tidak memberi hidayat kepada saya, dan dipaksanya saya mengerj;rl',rrr

hr balvah, dan lain-lain tanva sinis. I)i dalam lafsir Al Kasl"st,af, karangan Imam Mu'taziiah Zantakhsvari,
t,l lcrang-terangan mengatakan sebagai cemoohan ''Ktrrsi Tuhan tidak akan termllat dalam langit dan bumi rnaka dimlnl rliletakkannya? Itu hanya gambaran Kebesaran Tuhan dan hanva "khaval"
:

perbuatan buruk, apakah


saya
?"

Ia bcrbuat baik rtau berbuat jahar

kcp;r,l,r

Dengan ucapan ini AbdulJabbar seolah-olah mengatakan bahu,a

krrl,r,r

'lirhan juga yang membuat pekeryaan manusia vang 1elek, maka tentul,rlr 'l.uhan itu berniat fahat kepada manusia, pada halyang berniat jahat kep;r,lr
manusia itu adalah Syethan, bLrkan luhan.
Abu Ishak alAsfhraini menjau,ab: "Kalau Tuhan melarangmll menqanrlirl

l,nltrni saia, tidak ada kursi di sana, tidak ada duduk dan tidak acla orang y,rng duduk (lihat Kasvaf Juz I halaman 153.i51). Ilerkata Imam Nasbiruddin Al Maliki, pengarang kitab Al Intishaf
:

miiik-Nya maka, lLhan memperbuat apa yang disukai-Nya dalam


Nya".

nrilrl,

benar-benar meremehk;in Qur'an dan kurang ropln terhadap Tuhan, karena perkataan "khayal" atau "fantasi" biasanya rlilxrkai hanya untuk menerangkan yang batil yang dongeng sama sekali

l\'r'kataan Zamakhsvari

ini

Dengan ucapan ini Abu Ishak seolah-olah mengatakan bahwa sekalr,rn

llrrtishafJuz

hal. 153).

yang ada dan yang terjadi di alam ini adalah milik lirhan dan chl;rrrr kekuasaan l'uhan, maka Ia berhak memperbuat sekehendakNya apa yiurli
disukaiNya, sesuai dengan firman Tuhan:

Kaum Mu'tazilah l)utar artinya

sebagai orang

Isian

percaya kepada Qur'an,

,tk:rn tetapi kata-kata arsy dan kursi yang termaktub dalam Qur'an mereka

Arsy berarti "kerajaan" dan "Kursi" lrerarti "pengetahuan".

Kepercayaan
l:t.

ini berlainan dengan

kepercayaan kaum Ahlussunnah

\1:CC,.tL"jgJU;
Artinya:

wirl.lama'ah yang mempercayai seyakin-yakinnya bahwa Arsy dan Kursi itu


,t r

Dalam hal

ini lhhan berfirman:

"Ia memperbuat apa yang dikebendaki-Nya" (Al Buruj :

16),

Yoo,fJ t.34r5r#ita*,sEj
Artinya:
apak,rlr

Demikianlah perdebatan yang halus dan tajam antara Ulama Mu'tazil,rlr

dan Ulama Ahlussunnah dalam soal pekerjaan manusia yang jelek dibuat oleh manusia itu sendiri atau dijadikan oleh Tuhan juga. lebih jauh bacalah pasal "kaum Qadariyah"

"Ktrsi Tuban itu luas meliputi langit dan bltmi" (Al Baqarah: 2-55).
Kalau "kursi" dalam ayat ini diartikan dengan "ilmu" atau pengetahuan" rchirgai tafsir kaum Mu'tazilah (Zamakhsyari cs.) maka akan rl;rrt tak sesuai lagi dengan yang benar.
te rasa

8.'Arsy Dan Kursi


Kaum Mu'tzilah tidak percaya dan tidak meyakini adanya arsy" tl,rrr "kursi". Mereka bertanya - sebagaicemooh - di mana ditaruhnya kursr irrr
sedang kursi itu

janggalnya

menurut sebuah ayat

lebih besar dan lebih luas

rlrrrr

Cobalah kita baca umpamanya : "llmu tulian itu luas melipuri langit rlln bumi", maka timbullah suatu pertanyaan : apakah yang di luar langit rl;tn bumi tidak diketahui oleh lhhan ?

234

235

Pada hal Tuhan

Nlirh

me

ngetahui tiap-tiap suatu (lihat al Baqarah : J'tr


:

Kalau api maka timbul pertanyaan lagi:

Dan lagi dalam soal Arsy luhan berfirman

l.

Di mana letaknya, apa sumbu yang dibakarnya


tanah

4-

$V^t1,I:r.F'gS;,tr*,;6;q{ajf&,eitt;
\V\ ri-6Ul
Artinya:

,. ,'l.

t"

I
.i
i.

Apa yang dibakarnya sebagai miuyak, minyak gas atau mini'ak


?

Sudah sekian lama bernyala kenapa tidak habis minyaknya Kenapa tidak pernah padam
?

!'

"Dan Malaikat-nmlaikat berada pada beberapa penjuntnl,o. tltrtt delapan orang mnlaikat pada bari itu nrcnikul 'ars1, Tuhannur" (\l
Haqqah: 17). Ayat
malaikat.

ini Sharih (nyata) bahwa 'arsy itu dipikul oleh delapan

or;rur

llal ini semua tidak diwajibkan bagi kita untuk mengetahuinya. Apakah tubuh bulan batu, tanah liat, lumpur, kayu-kaluan clan gur)ung-gunungan, semuanya itu tidak diwajibkan bagi kita untuk mengetllrrri dan mengi'itiqadkannya. Kalau ada orang mengatakan bahwa 'arsy dan kursi tak pernah
rltlihat oleh mata kepala dan juga tak pernah dilihat oleh ilmu pengetahuan rrrutlcrn secara exact, karena hal

Kalau Arsy dalam ayat ini diartikan "kerajaan" sebagai tafsir klrrrrr Mu'tazilah bertanyalah kita: kenapakah dipikul oleh malaikar, apll,,rlr "kerajaan" bisa dipikul oleh delapan malaikat ??

itu tak wajib dipercaya.

Nah kalau begitu, maka orang

yang

bertanya

ini

sudah merusak

rlrrtli utama Agama dalam cara berpikirnya.


Ummat Islam wajib percaya kepada yang gaib. lirhan tak pernah diItlurt oleh manusia di dunia ini, kecuali oleh Nabi Muhammad pada malam

Yang hak ialah i'itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama'ah, bahwl ,),r arsy" dan "kursi" ada, dan yang memberi tahu kepada kita atas aclarrr,r

ialah Qur'an suci yang tidak pernah bohong dan mendusta. Adapun hakikat zatnya, bentuknya, rupanya, warnanya dan besarnr,r kita tidak tahu dan kita tidak diwajibkan untuk mengetahuinya menunrr hukum syari'at Islam ; Yang diwajibkan ialah mempercayai adanya, Irrrrr
tidak. Setiap orang Mu'min wajib iman dan wajib percaya kepada sekali,rrr yang disebutkan Tuhan di dalam al Qur'an dan Sunnah Nabi, tidak bolt'lr ditawar-tawar.

lri'nrj, tetapi kita seluruhnya wajib percaya atas adanya lbhan Yang Maha l*;t itu.
Surga dan neraka tidak pernah dilihat oleh manusia biasa tetapi wajib

lrcrcaya atas adanya surga dan neraka pada hari akhirat. Begitu juga kita tak pernah melihat malaikat, tetapi kita wajib percaya

It;rs adanya malaikat-malaikat itu, karena Tuhan mengabarkannya dalam


al (lur'an.

Di sinilah
y;rrrg

perbedaan yang tajam antara ummat yang beragama

Misalnya lagi, kita percaya atas adanya Bulan dan Matahari, scluin dapat dilihat dengan mata kepala, juga Tuhan menerangkan pula dalanr ,rl Qur'an.

rlt'rrgan kaum atheis yang tidak beragama. Orang berag^maperc ya kepada

gaib sedang kaum atheis tak percaya kepada yanggaib, mereka hanya

ttrcmpercayai benda yang ada.


mengerahrrr

Kita mempercayai hal ini, tetapi kita tidak diwajibkan hakikat tubuh bulan atau tubuh matahari. Apakah tubuh matahari itu api ? 236

Bertalian dengan

ini baik pula kita

singgung sebahagian kecil dari

guru sekolah di Indonesiayang mengajarkan kepada muridnya, bahwa langit

tltllk

ada.

231

Paham

ini bukan paham Ahlussunnah walJama'ah.

Kalau menurut akal kaum Ahlussunnah walJama'ah adanya langit itu

Kaum Ahlussunnah walJama'ah mevakini bahs'a langit itu ada. buh;ur

nlstrk akal, karena alam raya ruang


,luutnya oleh manusia. Profesor-profesor

angkasa sangat luas, tidak terukur

tidak ada. l'uhan berfirman

di Eropa dan Amerika

sekarang yang mengatakan

o
Artinya:

t,

r-.iJlfo{.

**v +r'F, oe,;,!

r'ii,

vs;

i,!

hlltwa mereka pandai-pandai, tokh ilmunya masih terbatas. Paling tinggi lekirrang mereka baru mengetahui zat bulan, yaitu bintang yang paling deklt kepada bumi. Adapun bintang-bintang yang beribu'ribu, bermilyun'
ffillyun di ruang angkasa, mereka mengakui belum mengetahui. Nah, siapa tahu, mungkin dan masuk akal, bahwa langit yang di' $rllkan Tuhan itu terletak di ruang angkasa yang paling atas, yang belum tntttpai ilmu manusia sekarang mengetahui dan menganalisanya. Oleh karena itu, bagi orang mu'min waiib iman dan percaya kepada Alllh yang mengetahui dan yang menjadikan ruang angkasa yang luas itu
dnn yang menjadikan sekalian isinya.

"B6hLLtasrn.l,a Tubannru

ialnb Allah yang nenjadikan langit ltttt

bumi" (N Araf : 51).

Di dalam ayat ini dinyatakan dengan tegas, bahwa langit dan brrrrrr
sudah dijadikan.

Kalau langit tidak ada sebagai paham kaum modern Barat rt' karang -, maka lhhan telah menjadikan barang yang tidak ada. Ini mustllril karena kalau sudah diiadikan oleh Tuhan maka itu suatu bukti bahn';r r,r
ada. Ditegaskan sekali lagi, kalau lhhan sudah mengatakan "Krrni menciptak;rrr

Tuhan mengatakan bahwa langit


percaya dan kita iman pada-Nya.

itu ada, sudah dijadikan-Nya. Kita

langit dan bumi", maka sudah pasti ada yang diciprakan-Nya itu. 'l'itll[ mungkin Ia menciptakan yang tidak ada. Apakah hakikat bumi, apa hakikat zat tubuh langit, itu tidak menjlrli soal dan kita tidak diwajibkan untuk mengetahuinya. Apakah langit itrr suatu benda ataukah langit itu "apa" yang di atas kita, itu bukan soal Ada orang berpendapat bahwa "apa yang di atas" itulah langit tl;rrr
pula ada yang mengatakan bahwa langit itu adalah bintang-bintang yang lrl,r

l, lllalaihat Kiraman Katibin


Kaum Mu'tazilah tidak mengakui adanya Malaikat "Kiraman Katibin" |lng bernama Raqib dan Atid yang bertugas menuliskan amalan manusia
lehari-hari. Mereka mengatakan bahwa ilmu Tuhan meliputi sesuatunya, tak ada

di

atas.

Baiklah, terserahlah, tetapi pokoknya ada.


Anak-anak ummat Islam tidak boleh diajar dan beri'itiqad bahwa langit

' ii :
1..

ytng tersembunyi bagi Tuhan dan karena itu Ia tidak membutuhkan


penulis-penulis yang akan menuliskan amal manusia sehari'hari. Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah berkeyakinan, bahwa malaikat yang bsrnama Raqib dan Atid berada di kanan kiri setiap manusia, tiap hari,

ylng bertugas menuliskan amal-amal manusia. Yang baik ditulis oleh


fuqib dan yang buruk oleb Atid.
Valaupun Tuhan mengetahui sekalian pekerjaan manusia tetapi penulis'

itu tidak ada. Iklau masih adayangmengatakan bahwa adanyalangit itu tidak masrrl
akal, maka bertanyalah kita:

Menurut akal siapa

pnulis itu perlu untuk dijadikan saksi di akhirat di hadapan Nlah apabila mrl-soal amalan ntanusia itu ditimbang.
239

238

Tuhan menyatakan hal \

ini dalam Quran

l)nn firman Tuhan lagi yang lebih jelas

- r.

r U.iry

ryW6. Ab;tJ:S#
lm

a u;ly 1j
r\r'tinya
:

JgVj *'lV oM,Jxsy


\A-

tutinya
i

\v, J

j-,J +F;*A|E:QA

"Sesungguhnya untuk kantu ada penjaga-penjaga, penulis-patrtrlr

yang mtilia" (Al Infithar: 10-11).


Dan firnun-i{ya:

'lngatlab, ketika bertemu dua yang bertemu, yang duduk di kanan kiri. Tiada suatu perkataan yang di ucapkan nmnusit, melainkan

&bW#,f,tfit;,::;:i
h. t cs,bJ,
Artinya:

liilekatnya ada Raqib dan Atid" (Qaf : 17-18). Dan hal ini, bagi orang yang benar.benar mu'min, tidaklah berlnrtangan dengan akal karena tidak ada salahnya kalau kita ini diiringkan t('rus menerus oleh dua orang malaikat yang diperintah oleh Tuhan untuk rrrcnuliskan amal ibadat kita, bukan saja pekerjaan kita yang br-rruk tetapi
yrrng baik juga dituliskan.

.-affipgid:;,

'Ataukab mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar ,ubrtst,, dan pembicaraan dalam sidang rabasia tertutup mereka ? sebennrtty,i utusan-utusan Kami didekatnya menuliskan', (Az Zukhruf: g0).
Dan lagi firman-Nya:

ini bertentangan dengan akal yang sehat ? Iclak, tak ada lx'rtentangannya. Hanya kaum Mu'tazilah terlalu jauh memakai akalnya,
Apakah hal rchingga kadang-kadang meleset dari jalan lurus.

WN,;;tr*#Otfr*kii,pfg;
\Y."Fit-V,;,,,t,,W
Artinya:
"Dan kepada setiap manusia Kami ikatkan perbuatannya dikuiltktry,t

10.

Yang Kekal
I'itiqad yang ganjil dari sebabagian kaum Mu,tazilah ialah tentang

pcnduduk neraka.
Umar bin al Bahar alJahizh (meninggal Zl5 H.),lmam kaum Mu,tazilah, rtrcrnfatwakan:

dan Kami keluarkan kepadanya di hari qil1,amat, kitab yang tlidapattry,t terkembang, Bacalah kitabmu, ukuplah pada hari ini engkau menthtr,tr

a. Manusia yang dimasukkan ke dalam neraka tidak kekal dalam neraka, tetapi menjadi bersatu dalam neraka dengan neraka, sehingga ia
pada akhirnya tak merasa lagi siksaan neraka, karena ia sudah menjadi neraka.

perhitungan atas diri sendiri" (Al Isra':

13).

Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah percaya, kepada nash-nash ayar irrr tidak ragu-ragu dan meyakini bahwasanya di samping setiap manusia :rrl,r dua orang malaikat yang menuliskan sekalian pekerjaannya.

b. Manusia yang masuk neraka bukan dimasukkan ke dalam


jarum ke dekatnya.

neraka,

tetapi neraka yang menariknya ke dalam, seperti besi berani menarik

240

241

c.

Sebahagian lagi kaum Mu'tazilah mengatakan bahwa penduduk surri,,

.lelas dalam ayat


rrl;rrna-larnanya.

ini bahwa penghuni

sr"rrga

kekal di dalamnya buat

dan neraka tidak kekal, tetapi setelah lama mereka menerima up,rlr

atau menerima hukuman maka mereka dilenyapkan dan sur1i,' nerakapun dilenyapkan. Pada akhirnya yang kekal hanya 'lirh,rrr
sendiri.

'li:ntang orang kafir dikatakan Tuhan

Demikian diantannya kepercayaan kaum Mu'tazilah. Kesalahan pokok bagi mereka ialah karena terlalu memutar dalam menimbang sesuatu, sehingga kesasar ke sana ke sini.
Mereka tidak atau jarang mempergunakan Qur'an dan Hadits ukuran pokok. Maka karena itu mereka kesasar.

w!,c {\"gi{5'tfi'ieai'lvfu.rt,tt
akalrrr,r

itr , ,ilPJ. 1t:r$q& g' +Gf 'e110


o r ang-

Altirrya:
seb;rg,rr
a ng k afir t i ad alah ak an m eno l ong s e diki t harta dan anak-anak mereka terbadap Tuban. Mereka isi neraka krl,al di dalamnya selama-lamanya" (Ni Imran : 116).
"B

ab w as any a

or ang lt

Ikum Ahlussunnah wal Jarna'ah berpendapat bahwa surga clan ncnrl,,r


bersama penghuninya akan dikekalkan Tuhan buat selama-lamanya buli;rrr
kekal dengan sendirinya tetapi dikekalkan Tuhan. Yang kekal dengan sendirirrr,r

1tt14u

hanyalah Tuhan.

rlin

Ilanyak sekali ayat Qur'an yang menetangkan bahwa penghuni surga neraka akan kekal di dialamnya selama-lamanya. Maka heranlah kita

Bukan saja surga dan neraka tetapi benda-benda yang lain yang rlr kekalkan Tuhan, yaitu 1. Arsy. 2. Kursi. 3. Luh Mahfuzh. 4. Qalam. 5. Sury,r dan penghuninya. 6. Neraka dan penghuninya dan 7. Arwah manusia. Inilah 7 macam makhluk yang dikekalkan Tuhan buat selama-laman\',r
Perhatikanlah firman Tuhan
:

rrrrlihat jalan pikiran al lahizh yang meartikan "kekal" dengan menjadi "rirtrr", sehinggatak terasa siksaan atau nikmat lagi.
Perhatikan lagi firman Tuhan
:

la4r 6:tt:St'tt{t;5qz""a.aY6,g
Arlinya:

,3$s iW Sfiu tlrl t v]'|:'t3JE ;rtt o' ,ittui:V6_.e"V:)i44\36r;,,'o't; \t -\Y r Li\r>-Y t .o*Artinya
:

Mereka menyeru: Hai Malik! Dapatlah kiranya Tuban engkau itu! urngakbiri hal kami ini! Dia menjawab: "KAmu akan tetap tinggal n'lrnnnnyt begitu" (Az Zukhruf: 77).

Nah, perhatikanlah ayat ini. Orang-orang dalam neraka memohon


"Babwasanya orang-orang yang mengatakan Tuban kami itu Alhtl'
hcpada malaikat Malik (penjaga neraka) agar Tuhan mengakhiri siksaan r;rng dijalankannya, maka Malik menjawab bahwa hal itu tidak mungkin,
rrrt'rcka akan dihukum buat selama.lamanya.

kemudian mereka berdiri tegub dalam pendirinnnya itu, mereka tidtl;


akan merasa takut dan tidak nerasa dukacita, Merekalab yang rnenemput
surga sebagai balasan dari perbuatan mereka dan kekal di sana selanut
t

lbranglah dalam ayat ini bahwa siksaan itu tidak berhenti. Adapun keyakinan lahizh yang mengatakan bahwa manusia bukan
tllrrrasukkan ke dalam neraka, tetapi neraka yang menarik diakarena antara

IAmAnyA" (Al Ahqaf

13

- l4).

242

243

neraka dan pendurhaka bersatu tabi'atnya, maka kepercavaan ini clitol,rl'

oleh ayat Qur'an suci

*
.1t

S,!'j

o,

;i5:i t\4.5e j x : 1; +u)

Lv,
Artinya
:

Jl;i, oJ.t
.

&J,.U+"L{

ir,*
ttnylt:

v\",/,,eC6V,fU,eg

"Diperintabk{til

tangkaplab orang itu dan hela santpai ke tenu,tl'

api yang menyala" (Ad Dukhan: 47).


Jadi orang-orang durhaka itu dihalau masuk neraka, bukan ditarik olt'lr neraka seperti kepercavaan Jahizd dari Mu'tazilah.

"Dan dihalnu orattg-orail1 lang kafir ke'neraka Jabannant ht,rltondong-bondongan, sehingn ketika nrcrekn sanrpai di sana dihtha "Belunt lttttln ileraka ilu dtrn penjasa-penjaga bertan1,6 kepada nrcrekn : 1u'r'nfi-kah datang kepadamrt utusan Tuhsn dari golongan kanru iuga |\rtttr(LSaftta manusia) 1lang ntenbacakan kitab-kitab Tthart kepadamu

lin

l'tvtS mernberikan peringatan babu'a kanm akan menemui hctri kamu

Dan firman Tuhan

tttl ) " Mereka ntenjaulctb: 'Adtt".

\Y,f,rH
Artinya:

r.

6;.7*"! jt6j *n
ner(tl.'tt

begitutab siksa Trbsn aksn diherikan kepada ormtg-orottg nug tidak berimcm", (Az Zumar: 71). Irlrtlti

.lclas bahwa orang-orang itu dihalau, bLrkan ditarik.

"Dibari nrcreka ditolakkan dengan kekerasan ke dalam jahannam" (Thur: 13).


Tbrang dalam ayat

ini bahn-a mereka dihalau dan ditolak untuk

masrrl'

neraka Jahannam, bukan ditarik.

Banyak sekali ayat dan hadits-hadits Nabi Muhamrnad Saw. menyatakan bahwa orang-orang kafir

tlcgitu juga tentang kekalnya ahli syurga atau ahli neraka, banyak Ilk;rli ayat-ayat Suci dalam al Qur'an yang mengetakan begitu. cliantaranya Ilrtlrrpat pada surat an Ni-sa : lJ'92, at lhubah :64'18, al Hisyar: 17' r rlln banyak lagi ayat-ayat suci yang filenerangkan bahwa orang-orang ylrrg kafir akan dimasukkan, ke dalam neraka jahannam clan kekal tetap
tlrrggal selama-lamanya nterasai hukuman dari lirhan.

1'rrrrl

itu dihalau masuk neraka,

buk,rn

ditarik sebagaimana kepercayaan kaum Mu'tazilah.

I)alam satu ayat diterangkan bahwa siksa itu selalu tak putus'putusnya, lrt'rcka dibakar dalam api dan setelah mengelupas kulitnya karena terbrkrrr,
rllgrrrrti lagi dengan

Di antaranya terdapat parla ayat 71 dalam Surat Az Zumaq bunyinr,r sebagai berikut
:

kulit baru supaya dirasainya benar siksaan lirhan.


:

'l'uhan berfirman

86 ;.V, ti6Y;:'iggtffiefi, wS '#); r iq *'rt l,trUii q 7 l'JtfuQt;


244

(:# rs
C#f,;:
ol
r

t?vti.:+ts 3 rc
r

ui

lEXr I r ;;fgl r b i';y*4;: ;r+

sf si

!1

i;1.'X
245

r oI^"rJl

tutinya: "Bahwasanya orang-orang yang engkar dengan a1,at-ayaI Ktrttrt akan Kami masukkan ke dalan neraka. Tiap-tiap mengelupas kulit nrcrtt,,, r

llrhtn menerangkan hal ini dalam Qur'an

.Sh$,F;rA;6LaV:*ilFg-,Ug-l:)v
At
Art inya:

Kami ganti dengan kulit lain, supaya mereka nxerasa benar bahwasanya Allab adalab Mulia dan Hakint" (An Nisa': 56).

sikstr,ttt

efy

Kesimpulannya: kaumAhlussunnah walJama'ah beri'itiqad bahwa srrr 1i,, dan neraka bersama penghuninya kekal buat selamalamanya dan ahli-rrlrlr neraka bukan ditarik masuk ke dalam, tetapi dihalau.

"Dan neraca (timbangan) pada hari itu berjalan betul, siapa berat Itnthangan, kebaikannya itulab orang-orang yang berunhtng" (Al A'araf :
ll) 'lbranglah dalam ayat ini bahwa akan ada"wazan." (timbangan). Kalau "wazan" di sini diartikan dengan "keadilan lirhan sebagai paham

tt.

Tidah Ada Timbangan, Hisab, Titian, Kolam, Dan Syafa'at


Sebagian kaum

Mu'tzilah itu keterlaluan. Mereka mengatakan balnr,,r Timbangan (Mizan), tidak ada perhitung;rrr (Hisab), tidak ada Titian (Shiratalmustaqim), tidakadaKolam (Haudh) tl;rrr tidak ada Syafa'at Nabi.

Mrr'tuilah maka arti ayat ini kacau balau. Cobaiah kita ikuti takwil Mu'tazilah : "Dan keadilan Tuhan pada hrri lrri lrcrjalan betul, maka barangsiapa yang berat keadilan Tuhannya maka
hthrh yang menang".

di akhirat nanti tidak ada,

l(alau ada dalam Qur'an yang menyebut.nyebut Timbangan dan His;rl, maka malaudnya adalah "ke Adilan Tuhan", kata mereka. Jadi mereka menta'wilkan seluruh ayat yang bersangkutan deng,rrrr Timbangan dan Hisab dengan "ke Adilan Tuhan".
Mereka mengemukakan dalil aqal, bahwa Tuhan mengetahui semrr,r pekerjaan - buruk baik - yang diperbuat oleh manusia. Maka karena itu r,rl,

ini kalau ditakwilkan begitu ? ^y^t Selain dari pada itu, walaupun ditimbang dengan akal sekalipun, hal lrrt ticlak berlawanan dengan akal yang sehat. Apa salahnya kalau nanti di sklrirat diadakan timbangan untuk menimbang dosa dan pahaia ? lldak ada suatu yang mendorong
agar l,:ta mentakwilkan ayat

Apakah jadinya xrti

ini pada

crtl yang lain dari asalnya. 'lbntang Hisab, Tuhan berfirman

perlu ada semuanya itu ; yang saleh dimasukkan ke dalam surga dan
jahat dimasukkan ke dalam neraka, habis perkara. Semua ayatyang menyebutkan Timbangan, Hisab,
syari'at.

yarryi

y1- y o, rr*irtJ t.
Artinya:

#)1r$!,yt; #.(ffi:'ol

Itian,

Kolam

tl:rrr rl;rrr

syafa'at ditakwilkan menurut akalnya. Bagimereka akal lebih berkuasa

Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah mempercayai bahwa nanti selurrrlr amal manusia akan ditimbang, mana yang berat pahala, atau dosa.

"sesungubrrya kepada Katni mereka kembali, kemudian adalah ilrusan Kami untuk mengbisab mereka" (Al Ghasyi'ah : 25- 26). Kenapa kaum Mu'tzilah tidak menerima arti ayat ini dengan lurus
lrbirgaimana diturunkan Tuiran, pada hal takada suatupun yang bertentangan

rlengan akal kalau

^y^tini

diartikan menurut lalazhnya yang nyata ini.

246

241

'lbntang Titian "Shirathai Mustaqim" Nabi Muhammad Saw. bersrlrrl,r

ilrr'tlrzilah berkeras kepala mengatakan bahwa halitu bertentangan clengan

ioig{1';l{ri.!*5,6:t;i.I5:atc" '$dirs &1Ve'6*Wv-i;, :r#'t$,9:#7:&1:z3F;6 k$sz3F-s tAfilrey: #W\rsf',e'J\


Artinya:

rkrl rncreka. 'lcntang syafa'at Nabi Muhammad Saw. banyak sekali terdapat
lrltlits-hadits yang sahib, seperti dalam kitab Hadits Bukhari, Hadits Muslim rhrr lain-lainnya. Hadirs-hadits itu kata ulama-ularna Hadits adalah

vtusvv

lr,rrhls.hadits yang sampai kederajat mutawatir maknanya, hampir sederltilt

rrr;rllulnya dengan al Qur'an.

"Diletakkan titian di alas pwtggttng neraka jabannant, nmka sayu tl,ut


umnmt saya yang mula-mula melaluitrya. Tidak ada yang sanggup hiltrt,r

I)iantara Hadits-hadits itu tersebut

ketika itu selain Rasul-rasul. Do'a Rasul-rasul ketika itu ialab: Ya All,rl, selamatkanlab, selamatkanlah ! (Hadits Riwayat Imam Muslim. Sy:rr,rlr Muslim juzu' III pagina 20).
Jelas dalam hadits ini diterangkan bahwa akanada titian di tas pungsunll

'6$6;Y1'fi,*a
I11O,
Artinya:

tg'.,t ;Jtfu ..t)t;lt o,)


1HS

neraka jahannam yang akan dilalui oleh setiap orang dan Rasul-rasul

prrrr

,lyafa'at aku untuk umat'umatku yang membuat dosa besar rllt;rwikan Tirmidzi - Shahih Tirmidzi Juzg hal.266i)'

melalui titian itu.

lbntang "Kolam" Tuhan berfirman:

\
tutinya
:

,J*ijfi

.:r;lJfAr$i$
1[r

dalam suatu hadits yang panjang y^ng diriwayatkan oleh Imam llrrkhari dan Muslim diterangkan bahwa pada hari kiyamat berkumpullah ril.img-ofxog di padang mahsyar yang panas itu. Orang-orang ketika itu

l)i

t,lrgat gelisah, sehingga setiapnya mencari bantuan untuk meringankan


kt'rusahan yang dideritanya.

"Saya memberimu
Kautsar: 1).

hai Mubammad jelaga (Kolam) Kautsar"

Mula-mula mereka datang kepada NabiAdam, kemudian kepada Nabi Nuh, kemudian kepada Nabi lbrahim, kemudian kepada.NabiMusa, kemudian Nabilsa, tetapi semuanya Nabi.nabi itu tidak dapat memberi bantuan, hrrcna beliau-beliau itu sibuk dengan halnya masing'masing. Akhirnya mereka datang berbondong'bondong kepada Nabi Muhammad
hr,pacla

Majah, dan

Di dalam hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibrrrr lirmidzi dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan Kauts;rr
rlrrrr

dalam ayat ini ialah telaga dalam surgayang diberikan kepada Nabi Muhamrrrrrrl

\irw. untuk minta "syafa'at" @antuan) itu, maka Nabi Muhammad rrrjud kepada Tuhan, lalu difirmankan oleh Tuhan kepada beliau:

Saw.

Saw. Orang-orang mu'min yang beramal saleh akan dapat minum


telaga itu.
Kalau kita mempercaya i akan adanya kolani "Kau [sar" dalam
su

rga m

;r

li,

hal itu tidak bertentangan dengan akal yang murni, tetapi orang-orlrrli

"&

tu:; ;t'5; g:: Pl!'r{g''t|i4J5 #",t :jg : gii*'g'? "v

tsl:E'rlfi.l Ait y;a. ]i'{{6 eY ;y #jj'#t


ry:

"H

248

249

,L,v'etlA{r'Ut(fi;J5r$t'66{t\ ,,-i+:yji,44Ya{4!Ju)"fyg}l*l
+*,.J GJlid
Artinya:
1o

dlnklrirat,

di

antaranya:

I I

Syaf'a'at Nabi Muhammad Saw dalam menyegerakan berhisab dipadang

mahsyar.

Ini khusus bagi Nabi Muhammad

Saw.

bt .',i#,

Syaf'a'at Nabi

Muhammad Saw. untuk memasukkan orang ke s\urga tanpa


Sarv.

tlihisab lebih dahulu. Ini juga khusus bagi Nabi Muharnmad


juga khusus bagi Nabi N{uhammad Saw.

Syafa'at untuk meringankan siksaan orang yang kekal dalam neraka. Ini

'Angkatlab kepadamu, nintalah apa saja akan diberi, katakmrhil,

apa saja akan didengar; banntlab orang lain akan diterintA bantrt,trt itu !" Maka saya angkat kepala saJ)a - kata Nabi Mubammad Saut, *, tttttl,rt saya puji Tuban dengan perkataan pujian yang diajarkan kepada ttt',t kemudian saya beri bantuan kepada orang, Maka diberi garis kefunht saya, laemudian saya keluarkan orang-orang dan neraka da.n srrl',t masukkan ke dalam q)urga, kemudian saya ulangi nrjud serupa itu ketiga kali dan keempat kali sehingga tak ada lagi 1,ang tinggal duhnt neraka kecuali orang-orang yng telab ditetapkan Qur'an akan men.jnlt penghuni neraka selama-lamanya" (Nwayat Imam Bukhari dan Muslirrr Lihat Sahih Bukhari juzu' N pagina 98).
Nah, nyatalah bahwa akan ada syafa'at dari Nabi Muhammad
kepada orang-orang yang disukainya, sehingg a bany
a}JLah pe Srru

Syafa'at untuk tidak menjadikan orang masuk ke neraka bagi orang yang

tclah berhak masuk neraka.


Syafa'at untuk mengeluarkan orang mu'min yang berada clalam neraka

karena membuat dosa.

fr Syafa'at menambah
(No. 4,

tinggi derajat orarlg yang sudah ada dalam slurga

dan 6 tidak khusus bagi Nabi Muhammad Saw.).

Pendeknya, kaum Ahlussunnah. wal Jama'ah meyakinkan adanya tyrrll'at diakhirat, khususnya dari Nabi Muhammad Saw. Mudah-mudahan kita termasuk ke dalam golongan orang yang men' .dtpat
syafa'at dari iuniungan kita. Nabi Muhammad Saw.

It.

Azab Kubur.
Kaum Mu'tazilah berpendapat bahwa azab kubur tidak ada, karena

nduduk

ne r;r li,r

yang dikeluarkan beliau.


Kalau ada, orang membantah tentangsyafa'atini, maka sesungguhrrr,r

bcrtentangan dengan akal, kata mereka. Selanjutnya kaum Mu'tzilah berfilsafat : Kalau ada

sika (zab) kubur

mereka adalah orang yang tersesat, karena mereka menantang hadits

yrrrrpi

sahih ini yang diriwayatkan oleh dua orang Imam Hadits yang termasyhrrr

yaitu Imam Bukhari dan Muslim.


Kaum Mu'tazilah yang mengengkari adanya syafa'at, memang yang tersesat terlalu jauh.
Tersebut dalam kitab
karrrrr

,hntas timbul pertanyaan, apakah yang disiksa itu tubuh saia, atau ruh saja Itau keduanya ? l{alau tubuh saja tanpa ruh maka tubuh itu tak merasa lpa.apa, kalau ruh saja tanpa tubuh ruh itu tak ada dtlam kubur dan kalau 'hedua-duanyt apakah mereka bisa hidup, duduk tegak dalam kubur ?
Kaum Ahlussunnah walJarma'ah, yang di-lmami oleh Imam Abu Hasan

il ky'ari yang berpegang teguh kepada sunnah'sunnah


sek;rlr

Nabi, meyakini

"tnwirul Qulub", karangan

Syeikh Mohamnurl

Amin al Kurdi, pada pagina 78 -79, bahwa syafa'at Nabi itu banyak

hrhwa zab kubur itu ada,l'arenadalam hadits'hadits NabiMuhammad Saw. banyak sekali dijumpai keterangan-keterangan tentang zab kubur itu.

250

251

'l'uhan berfirman dalant soal ini:

l)i

dalam Hadits Bukhari cliterangkan sebagai berikr.rt:

\.\,

ii.t \.lgl

.fs. l:G;*1';,

*fPl #t

ba:i6'J.95'gJes ?fi e e,tt!11 4,st $1


r1i

Artinya:

"Nanti rnereka (kaum llunnfik) ctlzan Kcurti siksa dua kali, sesrt,l'i' itu mereka akan dikentbalikan kepada bukunnn .1'ang berut" (At Trrtl,'l'

101).

"Dua, kali".vang tersebut dalam a.vat


clan 2.'Lztrb
1

ini ialah: 1. Azab di


Khaze n

thrrrr,
plg.rr,
'

kubur demikian dikatakan dalam lhfsir

jilirl IIl,

lr.#, \ \rX'' A & 5i "3) !+AVi6t6s.Y#6$"&'$e;r--'i!r 1:rS'1 5e A$\AiiiY 5'!\ K *'jr( 3;{5

n f4'^f\ W ^(Jagr (i fry, b "a


t/! t

e 3#'&Y,q

t{u U9(\(\6 :p : }*

rt;{4

p,-q

15.

Imam Abu Hanifah pernah ditanya oleh anakn,va bernanta Htrnr,r,l tentang azab kubur maka beliau menjawab bahn'a azab kubur itu.rrl.r
Anak beliau, bertanya: 'Apakah dalilnya?"

qnir $: #,i\'eal &-irrtJt'r:o. Altinyi:

!.' veHF*.)6b'#E4#'e$93
o

iL#

Beliau menjawab clengan firman lirhan

'bJ;iSF$,'HS'Ei'6r\(,6iffi;$'o:,
w dlJt
Artinya: "Dan senmguhnya orang-orang Iang anial,a ntenrperoleh buktnt,u,

Dari Anas Rda, dari l{abi Mubammad Saw. beliau berkata: Apabila luttnba Allab telah diletakkan dalam kuburnya dan ia telah ditingalkan, lm sababat-sababatnya telah kentbali pulang sehinga ia mendengar larap sandal mereka, datanglab kelika itu dua orang malaekat lalu kuluanya memerintahkan supal,a mayat ini duduk.
Kctluanya bertanya: Apa pendapatmu tentangMubammad? Adapun orang

ttttt'min maka ia ntenjawab : Saya akui babwa beliau bamba Allah dan
krsulNya.
47t

selain itu, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetabui" (At Thur:

llltha kedua malaekat itu berkata : Lihatlab tempatmu 1ang nnilarya ililam neraka sudab ditukar dengan tentpat dalam sJturgc Semuanya
nrclihat kejurusan itu. ;lclapun orang kafir dan munafik ketika ditanya serupa itu lantas meniuutab : Saya tidak tabu, Saya hanya mengikuti kata orang.
Lulu malaekat-malaekat berkata kepadanya :Wah, engkatt tidak tahu dan

Artinya, bahwa orang'orang yang durhaka akan dihukum deng,rn suatu siksaan lain dari siksaan jahanam. Yang lain itu ialah azab kubrrr
kata Imam Abu Hanifah.

ngkau tidak membaca ? Kemudian ia dipukul dengan palu besi antara

252

253

dua: telinganya, sebinga ia nenjerit dan memekik kesakitan,

laitg

tlttut,i

'luhan memperbuat sekehendak hati-Nya pada milik-Nya, dan tidak


rl,r1r;rt

pekiknya itu terdengar oleh sekalian makbluk kecuali oleb manusict thtri Jin (H.5. Riwayat Imam Bukbari - libat Sbahib Bukbari, Juz I hal, 169 ,1,r,, Fathul Bari Juz III, bal. 449),
Jelas dalam hadits

dikatakan Tuhan itu aniaya kalau Ia membuat apayang Ia sukai pada

mllik-Nya dan kepunyaan-Nya. Srpanjang sejarah telah terjadi perdebatan antara Abul Hasan Al Asy'ari, Irrr,rrn Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah dengan Al Jubai, imam kaum Vrr'llzilah, tentang shilah (yang baik) dan Ashlah (yang lebih baik) ini.

ini bahwa sika kubur itu

ada.
:

Dan lagi Nabi Muhammad Saw. pernah mendo'a

,",o'.d\\ii1-Ii\lge:t3Ai;I&$1
Artinya: "Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu

Art,';rri

Bagaimanapendapattuan, tentangtiga, orangyangwafatyang berlainan keadaannya.


a. seorang dewasa wafat dalam tha'at.

dari siksaan neraka,

sil,s,r

b. seorang dewasa wafat dalam durhaka. c. seorang anak wafat dalam usia kecil ?
IuIr;r-i

kubur dan siksaan azab kubur" (H. Riwayat Imam Bukhari, Fathul Bari
13, pagina 436)

jrlr,l

\hng tha'at dimasukan Tlhan ke dalam surga, yang durhaka


dimasukan Tuhan ke neraka dan yang kecil tidak masuk surga

Dalam do'a Nabi Muhammad ini terang bahwa siksa dan azab kulrrrr akan ada, kalau tidak apakah gunanya Nabi mendo'a menjauhkan diri tl,rrr itu.
Nampaknya kaum

dan tidak masuk neraka.


Ary'rtri lrtlrit-i

Andaikata yang kecil itu mau masuk surga, bisakah

Trdak, tetapi dikatakan kepadanya, babwa surga

itu

dapat

Mu'tzilah tidak mengindahkan hadits-hadits

ylr,,

dicapai dengan amalan tha'at, sedang engkau belum beramal. Ary'lui Andaikata anak kecil itu bertanya r Kenapa Engkau hai Tuhan mewafatkan saya diwaktu kecil, apakah tidak lebih baik saya

sabih yang termaktub dalam ktab-kitab Bukhari dan Muslim ini.

15. Soal Shilah ltral Ashlah


Imam kaum Mu'tzilah Abu Ali AI Jub.ai menfarwakan bahwa li.rlr;rrr tidak membuat dan tidak mentakdirkan sekalian yang jahat, tetapi w;r11,
bagi Tuhan membuat yang shilah (yang baik) atau yang ashlah (yang lclrrlr baik). Kalau Tuhan membuat atau mentakdirkan yang buruk bagi seseoriurti
dan sesudah itu menghukum orang itu pula, maka hilanglah keadilan Tuh;rn
Ary'ari
Itrlr;r-i

dimatikan setelah dewasa, sehingga saya dapat beramal saleh dan bisa masuk surga ? Tuhan menjawab: Aku tahu, bahwa engkau sampai dewasa akan mendurhakai Tuhan. Oleh karena itu yang lebih baik
engkau diwafatkan pada ketika, usia kecil.

Kalau yang dewasa yang mati kafir bertanya

: Hai Tuhan,
ini
;

dan bisa, dianggap Tuhan

itu

aniaya, katanya.

kenapa, Engkau tidak mewafatkan saya pada kerika masih kecil

PendeknyaJubai meng'itiqadkan bahwa yang dibuat Tuhan hanya yrur;i

sehingga saya tidak masuk ke neraka sebagai sekarang Tuhan

baik atau yang lebih baik ; \hng buruk sama sekali tidak dijadikan Tuh:rrr Ihum Ahlussunnah walJama'ah mengi'itiqadkan bahwa, sekalian yang tery:rrli
pada alam raya ini semuanya ditakdirkan dan diciptakan oleh Tuhan, h;rrl' yang buruk at^u yang baik. Tidak ada, seorang pencipta selain Allah.

yang lebib baik Engkau wafatkan saya ketika kecil, apa jawab
?

Iuhl'i

Diam. tidak menjawab.

254

255

(perdebatan
193-194).

ini dinukil dari kitab


lhu

"Tarikh

Al

Madzahrl,,rt

Islamiyah, karangan Muhammad

Zahrab, Juz

I,

hallrrr.rr,

Inilah sebabnya maka, Abu Hasan keluar dari lingkungan al .f ulr,rr karena gurunya itu tak sanggup mempertahankan farwanya bahwa'li I t, r, wajib membuat yang baik atau yang lebib baik saja.
r r

xas

SEIARAH RINGI(AS PAHAI}T QADARIYAH

Beliau mendirikan madzhab Ahlussunn ah wal Jama'ah dan menen sekalian fatwa kaurn M.u,'tzilah.

l,r r ri,

14. Dan Lain-Lain Dan lainlain banyaklagi fawa.fatwa kaum Mu'tzilah yang salah y;rrr1' tidak sesuai dengan paham Ahlussunnah wal Jama'ah, karena barrr,.rl
bertentangan dengan syari'at Islamiyah. Kalau satu persatu fatwa.fatwa dan paham Mu'tazilah dikupas dll,rlr buku ini maka buku ini akan menjadi tebal dan habislah wakru hanya urrrrrt, memperkatakan paham, Mu'tazilah saja.

Paham Qadariyah pada hakikatnya adalah sebahagian dari paham M u' tazilah, karena imam.imamnya terdiri dari orang.orang Mu'tazilah. Akan tetapi paham ini dibicarakan dalam suatu pasal tersendiri karena
rcpanjang sejarah persoalan Qadariyah ini suatu soal yang besar juga, yang Irtrus menjadi perhatian,

Dalam buku-buku Tauhid (llmu Kzlam) banyak dijumpai perkataan "(]rdariyah" ini.
Sebagai dimaksud dalam uraian kita pada pasal yang lalu, hampir rcluruh orang Mu'tazilah memfarwakan bahwa sekalian perbuatan manusia

Dan bagi yang ingin mendalami persoalan ini lebih dalarn dan lrr,r dipersilakan membaca kitab "Daeratul Ma'arif ", karangan Farid wajdi,.f rrrrr VI dari halaman 423 sld halaman 433, di mana di dalamnya dikutip pcrrrrti

rliciptakan oleh manusia sendiri, bukan oleh Allah Subhanahu wata'ala.


TuhanAllah, kata mereka, tidak sangkut.paut dengan pekerjaan manusia

kitab 'Al Fishal" karangan Ibnu Hzm, u Zhari. Juga baik sekali dibaca, kitab'i{l Milal wan Nihal", karungan
pada Juz

Syahrasl,rrl

dari halaman 43 sld halaman 85. Dan dianjurkan kepada pembaca yang ingin selamat dunia Ahlussunnah

tlan apa yang diperbuat manusia tidak diketahui oleh Allah sebelumnya, tctapi Tuhan mengetahui setelah diperbuat oleh manusia.
Jrtdi, Tuhan Allah pada waktu sekarang, tidak bekerja lagi karena kodrat.Nya telah diberikan-Nya kepada manusia dan Ia hanya melihat dan memperhatikan

aklrrr,rr prrl,r
y;rrr;:

akan terus menerus memperhatikan mana fatwaMu'tuilah dan mana

fatvn

wtl

Jama'ah. \hng pertama

untuk dijauhi dan

rlja,
Kalau manusia mengerjakan perbuatan yang baik makaiaakan diberi pahala, oleh Tuban karena ia telah memakai kodrat yang diberikan Tuhan rcbaik-baiknya tetapi ia akan dihukum kalau kodrat yang diberikan Tuhan kepadanya tidak dipakai menurut mestinya,

kedua (Ahlussunnah wal Jama'ah) untuk diikuti. Di Indonesia nampaknya, menlusup juga paham.paham Mu'tazil,rlr pada waktu ini.
Waspadalah

256

257

Golongan ini diberi nama tambahan khusus dari namanya Mu'tazil,rlr

\fuslirn Juz
(

halaman

15.1).

yaitn QADARIYAH, afiirrya orang-orang yang belkata bahwa ia


sendirinya". Arti perkataan "Qadariyah" ialah kuasa.

"lirr,r',,,

)rangyang mula-mula memfarwakan halini ialahMa'bad alJuhani dan

Jadi kaum ini boleh dinamakan kaurn Mu'tazilah-Qadariyah. Ada sebagian orang Qadariyah yang memf'am'akan bahn,a sek;rlr,rl
pekerjaanmanusiayangbaikadalahTuhanyangmenciptakan, tetapipekerj,r,rl
r',rrrl

rttriltttt ad Dimasyqi (Lihat l{adits Muslim pada, Kitab Iman, Juz lhal, 22). Ma'bad al Juhani adalah seorang tabi'in, yaitu generasi yang kedua rnrrrlrrh Nabi Ntuhammad Saw. Ia pernah belajar dengan !fiahsil bin Atha
llrn;rnr kaum Mut'azilah) kepada Sveikh Hasan Basri di Basrah" la clihukum mati oleh alllaitj seorang penguasa cli Basrah ketika itu,

manusia yang buruk dan yang ma'siat maka orang itu sendirilah menciptakannya, tidak ada sangkr.rt pautnya dengan Tuhan. hadits, jauh sebelum kaum Qadanyair muncul, yaitu:
!z ,s ti'J \tJg ,(Srt5lu tl'I#A\ i^\ }IUPJ Jtg a {#.4 ** et I <\) <\ i\ e-2, 'l*',tsNF' i, iXY, ,\-Aq, V*N, t9LY UCeI uls iu$,1 3F; LX i'u;t' 'rEt D*, i.9t //, -z ,.r, LA '*:sltirij ,6jk ;sj\l ifi, #.vk 'iyt, iyg,'* 4, C"-. :-t 'fe 11r,2 l.z/. !"-.. -, .t,)9 ie,53 trjlir '9 *Jt4* i!,t'r, "i;i',. b,& ;,)9 7.lF9c trirt i$ lTr ,&fi, ,l)),, ,l^i,tlciu ,2) u,t ,,:tbll.t lrsls ,jot, iwtti, bJ JE:. 'trlt

Sebagai mu' jizat, NabiMuhammad Saw. telah mengatakan daiam scbrr,rl,

k,rrlnu fatwa-farwanya yang salah ini. Stmpai sekarang, walaupun Ma'bad sudah dihukum mati pada sekitar lrllrrrulaan abad ke II H. retapi pahnrnnl'a masih ada yang menganutnya, juga rll lnrlonesia ada gejala-gejala penganut paham Qadarivah ini.
Adapun Gailan ad Dimasvcli adalah penduduk kota Dimsyaq (Syiria).

^v #i
9 9.'.

ll,rplknya seorang yang pernah bekerja pada Khalifah Utsman bin Affan. l,t rlutang ke Dimsyaq pada masa Khalifah Hisyam bin Abdul Muluk, salah
rn)r'rng Khalifah Bani Umal-l'ah vang berkuasa dari tahun 105 H. sampai 125 u
Kedua'duanya, Ma'bad alJuhani dan Gailan ad Dimasyqi di hukurn mari lr,rrt'na menganut paham yang salah itu.

'li:tapi ada pendapat lain yang mengatakan bahwa yang mula-rnula


rttt'ngcmbangkan paha"m Qadariyah bukan orang vang berdua rni. lbnu Nabatah, mengarang buku "Syahrul 'Uyun", menerangkan bahwa nriulg yang mula-mula mengembangkan paham Qadariyah adaiah seorang
1x'tttluduk lraq, pada mulanya ia Nasrani kemudian masuk Islam dan kemudian

tutinya

Dari Hudzaifah, beliau berkatu : Berkata Rasullulah Sata, : Bagi tiap ti,tl' umat ada majusinya, Majusi unmt ini ialah mereka filng tidnk pcrt'tl,t kepada takdir Kalau mereka ltetnatian jangan diziarahi, kalau nterL!;,t sakit tangan di jenguk, mereka adalab "partai dajal", nrcmang ada lt,rl.'
bagi Tuban mengaitkan merektr dengnn dajat. f HR. Abu Dstrl

nrrnjadi Nasrani lagi. Dari orang inilah Ma'bad al Juhani dan Gailan ad liirnasyqi mengambil paham Qadariyah itu.

- Suntut tl't

Daud

N bal. 222),

Ada dua pendapat tentang tempat (markas) bergohknya paham lJ,trlrrriyah ini pada mulanya. Ada yang mengatakan di lraq, ada yang,
ntrrtgatakan di Damaskus, tetapi melihat jalannya sejarah maka kemungkinan

Dalam memberi komentar hadits ini, Imam Nawawi berkata dll;rrl


Syarah Muslim: Sebabnya mereka dicap rnajusi, karena mereka menetal)li,irl

lurlrr kedua-dua kota itu ada, karena Bagdad dan Damsyik dulunya pada ahltl-abad ke I, II dan trll penuh dengan pergolakan-pergolakan paham.
Imam paham Qadariyah ini yang besar ialah Imam Mu'razilah Ibrahim hln Sayar an Nazham (meninggal 211 H.), yang menfatwakan juga bahwa. "ljnra" sahabat atau "ijma"' Imam-imam Mujtahid tidak dapat menjadi dalil

ada dua Khaliq (yang menjadikan). Yang baik dijadikan Allah dan llrrr: buruk dijadikan manusia, sebagai keadaan orang Majusi berkata, bahwa y;rrrl
baik dibuat oleh cahaya dan yang buruk diciptakan oleh Kegelapan
(S1,ru,rlr

258

259

dan Qur'an suci dipandang

dui

segi susunannya, lafazhnya, hurufnyrr,

tidaklah mujizat Nabi, tetapi mu'jizatnya terletak karena Qur'an itu banylk mengabarkan hal-hal yang gaib. Demikianlah secara ringkas diungkapkan sejarah paham. Qadariyah Gejala-gejala paham Qadariyah ini di Indonesia sekarang bany:rk kelihatan, umpamanya ada orang berkata:
1. "Bagaimana jugapun yang menentukan pada akhirnya tokh manusia". lrrr

ilII
I'TIQAD KAUM QADARIYAH YANG BERTENTANGAN DENGAN I'TIQAI) I(AU}I AHIUSSUNNAH WAL

adalah paham dan i'itiqad kaum Qadariyah, 2. "Tuhan Nlah tidak &isa merubah nasib manusia kalau tidak manusia
irrr

sendiri merubah nasibnya".

'AMAAH
Oadariyah. Sebagai dimaklumi pada pasal yang lalu, kaum Qadariyah beri'itiqad

Ini adalah paham dan I'itiqad kaum

Iuhwa perbuatan manusia diciptakan oleh manusia sendiri dengan qodrat ylng telah diberikan Tuhan kepadanya sedafi mereka lahir ke dunia.
Tuhan sama sekali tidak ada hubungannya dengan manusia sekarang, dsn bahkan Tuhan tidak tahu sebelumny^ api-yang akan dikerjakan oleh
mnnusia.

Hanya setelah manusia mengerjakan perbuatannya barulah Tuhan mt:ngetahui apayang dikerjakan manusia itu.
Tetapi Tuhan akan memberi pahala kepada manusia atas perbuatannya ytng baik karena manusia itu memakai kodrat yang diberikan Tuhan kepadanya dengan baik, dan sebaliknya akan menghukum manusia kalau terbuat dosa

"

brena memakai kodrat yang diberikan Tuhan kepadanya dengan cari-y^ng

'

0dak baik.

Jadi, seluruh perbuatan manusia, buruk dan baik, diciptakan oleh


Mereka

manusia sendiri, bukan oleh Tuhan, demikian paham l(aum Qadariyah.

kaum Qadariyah

mengemukakan dalil-dalil 'akal dan

dalil-Oa-tit naqal (Qur'an dan Hadits) untuk memperkuat pendirian mereka.

Mereka memajukan dalil, kalau perbuatan manusia sekarang dijadikan oleh Tuhan juga kenapakah mereka diberi pahala kalau berbuat baik dan dlsilsa kalau berbuat ma'siyat padahalyang membuatatzru menciptakan hal

Itu adalah Allah Ta'ala.

260

261

Kalau begitu Tuhan tidak adil, kata mereka.

Dikemukakan pula dalil dari ayatayat Qur'an yang ditafsirkan scrrrlr, oleh kaum Qadariyah sesuai dengan madzhabnya, tanpa memperhrrtrl,rrr
tafsir-tafsir dari Nabi dan sahabat Nabi ahli tafsir. Misalnya mereka kemukakan ayat:

V&^,;4xga:i'^riVJWfi S;
\\. r r[-Jl

.\i;

Arlirryrt:

n, *s t .
Artinya:

lry$il,$ri# t&4 ?,6$jja

"Dan barnngsiapa yang nengerjakan kejahatan atcut ntengcutin.t'n dlritty,ll sendiri, kemudian ia tninta ampun kepada TtLhan, niscaya akan

Jtlx'xiehnya, bahtuasanya Tuban itu pengampun dsn perya,y'ang" (An Nrr,r': l.l0,;.
'fbrang dalam ayat ini, kata mereka, bahwa orang-orang itu sendirilah 1',rrrg membuat dosanya, bukan lhhan. Kalau lirhan yang mcmperbuat closa
lr,rrnba-Nya tentulah

"Babuasanya Allah tidak bisa merubab nasib sesuatu kaum, k(tltut tidak mereka sendiri merubahnya. " (fu Ra'd : 11).
Perhatikanlah ayat ini, kata mereka. Tuhan tidak bisa atau tidak krrtt,,t merubah nasib manusia kecuali kalau mereka sendiri merubah nasibrrr,r Kekuasaan Tuhan dalam soal kepada manusia, kata mereka.

Ia menganiaya hamba-Nya itu, ini mustahil karena

lirlrrrn tidak menganiaya hamba-Nya.

ini tak ada lagi, karena sudah

dikasikanrrr,r

l)ikemukakan lagi ayat

r'/ ;l
Artinya:

|.

Dikemukakan lagi sebuah dalil:

66tit$.AU:';a1r tti=,;tty

1,.iF t . iL(cr fG, # S b:*i6 A

Artinya

"sesunguhnya kami telab menunjukkan jalan kepadanya, ada' lulunya ia menjadi orang syukur dan adalealaryta ia menjadi arang]'ang kttlhr (kafir)" (Ad Dahr : 3).

"Maka barangsiapa yang menyukai iman maka hendak imanlalt r,t dan baran.qsiapa yng merywkai kafir maka bendak kafirlah ia" (NK:,ittr
29)

ini, kata mereka, menjelaskan bahwa slukur atau kufur dari \rscorang tergantung kepada orang itu sendiri, tak ada sangkut paut
Ayat
rlcngan Tuhan.

Jelas dalam ayat ini kata mereka, bahwa iman dan kafir dari seseomnri tergantung sajakepada orang itu, bukan lagi kepada Tuhan. Ini suatu brrhrr bahwa manusialah yang menentukan, bukan Tuhan. Dikemukakannya lagi sebuah ayat

Demikianlah diantaranya hujah-hujah mereka.


Nampaklah, sebagai yang sudah kami terangkan tadi, bahwa kepercayaan

k;rum Qadariyah ini sama dengan kaum Mu'tazilah, hanya perlainannya rlengan sebagian kaum Mu'tzilah mengatakan bahwa pekerjaan manusia

yrng baik dijadikan Tuhan, dan yang buruk tidak dijadikan oleh Tuhan,

262

263

sedang bagi kaum Qadariyah buruk dan baik tidak dijadikan oleh 'l'ulnttt Karena itu dalam kitab-kitab Usuluddin, kaum Qadariyah ini discn;rl,r.'

lhul Muhammadl. Katakanlab (kepada mereka) : "semuanya dari fitban, tottrpi kenapa mereka tidak mengerti sesuatu kejadian" (An Nisa' 78).
Nyata dalam ayat

kan saja menyebutnya dengan kaum Mu'tzilah. Farwa kaum Qadanyah Mu'tazilah ini tidak sesuai dan ditentang t'k lr Ahlussunnah walJama'ah, yang di- Imami oleh Imam Abu Hasan Al Asy';r'r karena paham ini bertentangan dengan banyak Hadits dan Qur'an tl,rl pula tersalah dalam mengambil logika tentang Keadilan Tuhan, pula
sarr1l.rr

ini bahwa semuanya

- buruk baik -

dari Tuhan atau

rrrtlah dalam takdir Tuhan. l.utlga. Tuhan berfirman


:

keliru dalam mentafsirkan ayat-ayat Qur'an di atas tadi. Kaum Ahlussunnah mengemukakan beberapa, dalil, diantaranya'
Pertama:
Tuhan berfirman dalam Qur'an begini:

1, .:r!;\.,ilt
Artlnya:

L4y^;1 btt

1r,
Artinya
:

ot!fu .'0'ewv55$an,
t

"Dipalinghan daripadanya (Qur'an) orang Wng telab dipalingkan luga (dalam azal)" (Az Zariiaat: 9).

"Dan Tuhan yang menjadikan kamu dan apa-apa yang kattttr ke(akan" (As Shaffat : 96).
Terang dalam ayat ini bahwa yang menjadikan manusia dan menjadikan pekerjaan manusia adalah Tuhan, bukan manusia.
Kedua.
yrtrrli

Arti ayat ini ialah, bahwa orang-orang kafir yang dibuat tidak mau rrrcndengar al Qur'an ialah orang-orang yang tertulis dalam nal bahwa ia lkrn berpaling juga dari al Qur'an itu.
Jadi takdir sudah tertulis dalam
Kr-empat,

zal

sebelum manusia dilahirkan.

Tuhan berfirman Tuhan berfirman


,

'*u;-h st; ii'Ui;.,ib ab LUJSV$*vi,,litx-t Yrtttt,q 64i ?<'' \i,#; Y!-, !' xp.6i li#tr-it'! *& f/+']#fr
v
Artinya:

Artinya:

^,

.LJt .G- F- $;ili !s\Yl.Y-6flr

'l

2t

"Dan tiadalah berguna sernut nasebatku kepada kamu kalau aku xuka memberi nasebat itu, jika Tuhan bendak menyesatkan kamu. Dialab 'lhbanmu dan kepada-Nya kamu akan dikembalikan" (Hud : 34).
Terang dan nyata dalam ayat ini bahwa setiap orang yang ditakdirkan 'f[rhan akan sesat atau sudah tertulis dalam ud. bahwa ia akan menjadi

"Dan kalau mereka mmdapat kebaikan mereka katakan ini dari Tuhan, dan kalau mereka mmdapat bahaya dikatakannya ini dari engku t

264

265

tt

orang sesat, niscaya tak berfaedah nasehat itu lagi kepadanya.


lilr

mrngatakan bahwa semua yang dikerjakan manusia

itu. 'lirhan Nlah

tak

Kelima.

ncngctahui sebelumnya,
#etaiub.

Firman Tuhan
trll

\r, .rJl
Artinya
:

34q"r--'l' ]':t

6t i!

tdFh|i

'l'uhan berfirman

,'*3
t,.

'Allah yang menjadikan segala sesuatu dan Dia Maba Esa dan /,Itrlt,t

g'9'e J ; A {i: iJ, )v$ e;uA''o: - LI'LA. ru# | .,15-)lW- t"i,$ (: at,jsitt r\

Perkasa" (Ar. Ra'd: 16),


Nyata dalam ayat ini bahwa yang menjadikan tiap-tiap suaru hanyrrl,rlr Tuhan. Manusia tak sanggup menciptakan sesuatu, walaupun yang mclt'|,,r kerjakan,
l

;1

",\esungubnya orang )tang berdosa itu berada dalam kesesatan dan hruda dalam api. Pada bari dihela mereka dalam neraka menlerempet $ada mukanya, (Dikatakan kepadanya) : "ktsailah olehnru singgungan dll neraka" Sesungubnya segala sesuatu telah Kami jadikan sesuai lmga, takdir sebelumnya" (Al Qamar: 17-18-19).

Ke-enam.
I

Firman Tuhan:

'

Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dinyatakan


sekumpulan orang-orang kafir datang kepada Nabi Muhammad Saw.

?qclf{rIt-6sngqlFettbqvAir
y
Artinya:

,hnhwa

y r J_., lJt

I1AL6.4' b 6r\KW,jtl *

ficmbantah soal takdir Ilahi ini, maka turunlah ayat ini. (Lihat Tafsir Ibnu

'f,retsir pagina 267,


t.

jilid 4).

kdelapan.
Lebih tegas lagi Tuhan berfirman:

iL

"Tiadt suatu bencana yang terjadi di bumi dan pada diri kamu sendlrt melainkan hal itu telah tertulis dalam kitab (azal) sebelum kuttttr laksanakan terjadinya, sesunggubnya bal demikian bagi Allab mutltlt belaka" (d Hadid: 22). Melihat ayat ini nyatalah bahwa sesuaru yang terjadi di dunia rru semuanya sudah tertulis dalam zal sebelum dilalaanakan terjadinya, Ini suatu halyang terang benderang, bahwa apayangkita kerjakan irrr telah tertulis sebelumnya dalam ual, pada luh mahfuzh sebelumnya yalinr sebelum kita lalsanakan di dunia ini. Dengan ini terbukalah kebohongan i'itiqad kaum Qadariyah yarrg 266
l

Y.
,$ftinya (All
:

csw)r.*t"${vo:Mu|

Dan tidak bisa kamu mengbendaki, kecuali kalau Tuhan mengbendaki

Imran:

30),

ll

'

Pendeknya, manusia sama sekali tidak bisa berbuat sendiri, kalau Tuhan

l
I

tldak menghendakinya.

267

,,

Kesembilan

:
:

2.

Takdir Yang dituliskan pada Luh mahfuzh. Ini bisa berubah, kalau
Tuhan menghendaki.

Tersebut dalam kitab Hadits

56

# j{a,iv,vs+!r.^b}\,\3ryrck 6g 56i * e,e'f;* A 6, \tj#t,


iztlt es
<*:

i; t )F,
\

rFl,* J:S

3.

Takdir dalam rahim ibu. Ini sesuai dengan luh mahfuzh.

4. Takdir Ilahi dalam kenyataan, yakni dijadikan sesuatu dalam


kenyataannya menurut takdir yang telah ditetapkan.

,
,

$'iJi,U

3K:"3,'"!lJi

+W6uJ6s &) p, {- $d n:, urut-si"i#J

{a

t* t6iii,itl
tx! AyFi:;
*.,S ei-l

Sekali lagi ditcgaskan bahwa ummat Islam, kaum Ahlussunnah wal lrna'ah, mempercayai takdir llahi, akan tetapi manusia disuruh oleh lirhan

supaya bekerja rajin dan berusaha sekuat-kuatnya. Maka apa saja kerja yang

rllnrudahkan Tuhan bagi kita maka itulah suatu pertanda bagi takdir yang tt'lrrh ditetapkan untr.rk kita.

+VS

y&

Hal ini diterangkan dalam hadits Nabi

Artinya:

"Dari Abu Abdirrabman Abdullah bin Mas'ud Rda,, beliau berktilt "Mengabarkan akan kami Rasulullab Saw, dan ia orang yang benar l(\L:i dibenarkan, "babwasanya katnu dikumpulkan kejadiannya dalam pcrttr ibumu 40 bari masib nuth-fab (air), 40 hari lagi a'laqab (darah), 40 htrrt lagi mudgab (daging), kemudian diutus malaikat dan ditiupkannya nilt dan ia disuruh menuliskan 4 soal, yaitu : Rezkiryta, ajalnya, pekerjaanny,r dan untung jahat atau baiknya" (Hadits riwayatlmam Bukhari dan Musliru
Sahih Bukhari Juz

4v s! ci-,,ius! *t . ti;BILg t)t L\ 'if


Artinya
:

f:{H

r{iL

Bekerjalab kamu! Setiap orangdilempangkan jalannya, sesuai dengan tuhdir yang telab ditetapkan (Hadits sahih riwayat Imarn Ibnu Majah Juzu' I lralaman 4t).

N hal. 101 dan

Sahih Muslim

Juztlhal. 45t).

Hadits, ini dirawikan juga oleh:

Nah, dalam hadits ini dinyatakan bahwa nasib baik dan nasib burrrt, sekalian manusia telah dituliskan dalam azal sebelum mereka dilahirkan [r dunia.
i,
i:

- Sahih Bukhari juzN hal. 102. 2. tr(uslim - Sahih Muslim Juzllhal. 453.
1. Bukhari 3. Abu Daud - Sunan Abu Daud Juz IV hal.220. 4. Ahmad bin Hambal

s s

f I

Jadi, manusia sekarang hanyalah menjalani takdir Ilahi yang tt'l,rlr dituliskan sebelumnya untuk setiap orang. Begitulah I'itiqad kaum Ahlussunnah wal lamaah, Takdir Ilahi itu menurut Ahlussunnah wal Jama'ah adl .r yaitu ;

- Musnad N hal. 427.

l,esepulub.

1. Takdir dalam ilmu Tuhan. Ini tidak berubah.rubah lagi,

Tersebut dalam Kitab Hadits Muslim:

268

269

t4rr;6'
r

a,lrts

35(S(,

3'6

g st e-,f

,Xy:A#,of,,*'i.rffi(i,nu;,6'b,{:!,;; 'l$'rCo 6\ .,r5r ctAriAl S:f ;i lut 6$$' ni s I g 3A:, td!6' .VS t"r6'^lkK\t'+iir>",,5-,tultg3.&'lrr

di kanan dan seorang di kirinya dan kamt pandai fulakan kepada beliau, babwa di Basrah ada orang-orang lang membaca Qur'an dan mencari ilmu, tetapi mereka memfatwakan $tga -l1hwa taqdir itu tidak ada dan bahwa pekeriaan seseorang dimulai
|ttesJid. Kami berjalan seorang

.olehnya sendiri, Lalu Abdullab bin umar berkata: Kalau engkau beriumpa

htfuali

dengan orang itu maka katakanlah kepadanya, bahwasanya aku

*'

'W qq$i as
y

orang itu dan mereka berlepas diri dari aku; Saya bVnmpab, bahwa kalau seseorangmenderntakan emasnya sebesar bukit Ilhtd, Tuhan tidak akan menerirna sedekahnya, sebelum ia percaya (H'S' hahuta senxuanya lang teriadi adalah sudab menurut taqdir Tuhan"
berlepas

diri dari

<r9rJ

4:t & s{:s i4isiiw;;:Ai i i A gt


J6

*N; 4E\r!.i 3(q :;ry ii'f, d$q, J:frzjy (iutr


pyv

llltrtayat Imam Muslim, Syarah Muslint 1, pagina 150 ' 156).

Ternyatalah menurut riwayat ini bahwa Sahabat Nabi berlepas tangan dnri i'itiqad kaum Qadariyah, yang mengatakan bahwa pekerjaan manusia dlbuat oleh manusia sendiri, tanpa takdir Tuhan lebih dahulu.

"r{sg '6*WuilVry'VftGewAW

i\tir6ii{,j,o}; ;
t

'

Adapun dalil-dalil ayat Qur'an yang dimajukan oleh kaum Qadariyah tlcli tidaklah tepat dipakai untuk meniadi dalilpembuktian bahwa manusialah ytng menciptakan pekeri ^anny^. Arti yang dikemukakan kaum Qadariyah pada ayat ke 11 dalam surat

tltt';4v|'ia{69:tFiEeg$rj/'0.i,
-\0./tuf S.iY r';t
.

lr

Ra'd

itu, yaitu:
\

\ r rr.J r.,#uFV#VreF4SX,

o1

P'U 9,til\:,:#"3; e
Hanid binAbdtuyahnrttrt

lt

,,Bahwasanya Allah tidak bisa merubab nasib sesuatu kaum kalau lldak mereka sendiri merubab nasibnya" (Ar Ra'ad: 11)' tdalah salah. Artinya dariayatini yang sebenarnya menurut tafsir-tafsir yang mu'tabar

DariYahya binYa'mar, ia berkata: Adalab orang mula ntemfatu:ul,tut "qadar" (makxrdnya barang sesuatu tidak ditakdirkan fitbae adalalt ir
Basrah adalab Ma'bad alJubanu maka saya dan

pergi baji Qmrab) ke Makkab. Kami bercakap-cakap, kiranya kita ltit,t menemui salah seorang sababat Nabi di sana, sebinggn kita hrltl,
menanyakan persoalan ini kepadanya. Kebetulan kami berjumpa det4qrttt

lrlah

sahabat Nabi Abdullab bin umar bin Khatbab ketika beliau akan nutsta,

"Babwasanya Tuban tidak mengambil ni'mat yang telah diberikan' Nya kepada manusit, kecuali kalau mereka sudah merubab, yakni dari tha' at menjadi durbaka",

270

211

Misalnya:

1. Tuhan telah memberi nikmat kepada kita kemerdekaan negara. dengan nikmat ini kita berfo,va-foya, membuat segala macam
maka. anugerah

K;rl,r,r

ini tidak menluruh manusia membuat irnan dan membuat kafiq trt;rpi ayat ini dimaisudkan sebagai tahdid sebagai ancaman.
Ayat

thr:,r

ini akan diarnbil-Nya kembali,

'l'uhan seolah"olah berkata: 'Awaslah kamu semuanya, buatlah apa yang kamu sukai, imankah,

Inilah janji luban.


2. Tuhan telah memberi ni'mat harta.benda dan kekayaan kepada
lirr,r

l,rlirkah, cobalah
Kalau

tetapi awas, thhan akan menghukum siapa yang

trrrurperbuat dosa". sebagai paham kaum Qadariyah, yakni yang suka iman boleh iman dan yang suka kafir boleh kafiq Iurtngsiapa

Iklau harta benda dan kekayaan itu dipakai tidak menurut semesrirrr,r atau dipakai untuk mendurhakai lfuhan, maka lirhan berjanji lrli,rrr
mencabutnya kembali.

kita artikan ayat ini

3. Tuhan rnemberi kita ilmu agama. Iklau ilmu ag ma ini tidak dipakai menurut semestinya atau

lrtluh barang tentu kita diboiehkan menjadi kafir dan bahkan disuruh. 'lhfsir yang macam itu salah, Mustabil Qur'an Suci menluruh ummat
l:l;rrn menjadi kafir. Na'uzubililah ! Adapun dalil yang dikemukakan kaum Qadariyah yaitu pada surat An Nlsrr' ayat 110, maka Mtinya ialah "menurut iahirnya".

k:rl,rrr

terus menerus durhaka kepadaTuhan dengan segala macam maksr;rr, maka Tuhan berjanji akan mencabut ilmu itu kembali.

Inilah arti ayat pada Surat Ar Ra'd ayat 11 itu. Ayat ini sama artinya atau ditafsirkan oleh ayatlain yang hampir bunyinya, yang tersebut dalam surat Al Anfal ayat 53
:

Menurut lahirnya memang manusia yang mengerjakan kejahatan dliru yang menganiaya dirinya tetapi pada hakikatnya semuanya dijadikan
llrh;tn,

s;rrrr,r

Memang pada lahirnya kalau kita sudah makan menjadi kenyang,

6W k J$WW.W Wl'-i,
ov dVubt.
Artinya;

3t

i-g.#t,

4i

kll;tu bersentuh dengan api menjadi terbakaq kalau orang sakit diberi nh;tt menjadi sehat. Tetapi pada hakikatnya yang mengenyangkan, yang rrrr:rnbakar dan yang menyehatkan adalah Tuhan, tidak ada yang lain.
Ada sebuah firman Tuhan yang lebih menjelaskan soal ini yaitu:

"Hal itu (tujad\ disebabkan karena Allah tidak merubab nikrtttrt yang telah diberikan-Nya kepada sesuatu kaum, kecuali kalau kaunt rtrt merubab diri mereka sendiri (dari tha'at menjadi durhaka)" (Ai Anfal: 51t
Begitulah artinyayang sebenarnya, sesuai dengan tafsir Khazen jilirr
pagina 8, tafsirJalaein
r

3;
Artinya:

q\\4!J6j'ilrs

A, S s A \v,Jt--ij"jr .i;alr

if;lp

jilid II, pagina Z4g,

tafsir Shawi (idem). Dan Thab:rl

"Sebenarnya bukan engkau yang membunub mereka, tetapi Tuhan s'tug membunuhnya, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau nu:lcmpar, melainkan Tuban yang melempar" (N Anfal: 17),

Juz

KII

halaman 121.
srrt
r

Adapun dalil yang dikemukakan oleh kaum Qadariyah yaitu ayar pada surat a\. Kahfi 29 tidak repar juga.

Tuhan menjelaskan dalam ayat ini ketika terjadi pembunuhan yang rllhkukan dalam peperangan dan lain-lain, ketika kelihatan pada lahirnya

212

273

itu pada hakikatnya irrl,rlr Tuhan dan ketika kelihatan seseorang melempar panah maka y:rrul melemparkan panah pada hakikatnyt adalah Tuhan.
si Folan membunuh si Ana, maka yang membunuh

uJ,r dalam lingkungan milik-Nya, tak seorangpun yang dapat mengatakan

luhwa Ia tidak adil.


Adapun manusia tak dapat berbuat begitu karena, manusia diikat oleh

Jadi, sekalian pekerjaan manusia pada lahirnya dikerjakan oleh manrrsr.r

tetapi pada hakikatnya Tuhan yang menjadikan dan manusia iru


sebagai sebab terjadinya saja.

r('nna-norma atau hukum-hukum yang ditetapkan manusia, sehingga L,rl;tLr manusia membuat sesuatu yang menyalahi hukum maka manusia itu
rlt,rrrggap aniaya, tetapi Tuhan tidak begitu, Ia dapat membuat
xr
r

aclrrl,rlr

apayangla

Begitulah i'itiqad kaum Ahlussunnah walJama'ah dalam soal ini. Oleh karena itu kalau umpamanya seorang Muslim pergi minta olr.rr kepada dokter dan terus meminum obat itn, maka ia harus memolr,,,'
kepada Tuhan yang menjadikan sesuatu agarlamenganugerahkan kese h;rr,rl

k;ri.

yang dinamakan "keadilan" dalam masyarakat manusia, tidak .f adi apa rl,rpat dipasangkan kepada "keadilan" dari 'lirhan.

kepadanya, karena yang menciptakan kesehatan hanyalah Tuhan.

Iklau makan nasi, maka haruslah kita memohon kepada. 'lbhan sup;rr,,
Ia mengenyangkan dan memuaskan kita. dengan sebab makanan itu, kalt'rr,r

l)alam bab yang lain dalam buku ini kami sudah terangkan hikayat rr{)rang yang tidur-tidur bernaung di bawah pohon beringin yang besar. lir, llcrpikir tentang keadilan lhhan, ia merasa hati dan masygul ketika
nrt'lihat buah beringin kecil-kecil tetapi pohonnya, sangat besar, sedang labu

yang mengenyangkan dan memuaskan hanya

la

saja.

llng pohonnya kecil

buahnya besar. Rupanya Tuhan


apa-a;pa.

ini tak adil, katanya.

Kalau kita, berusaha, berdagang, bertani dan bertukang, maka harusl;rlr

Orang ini tertidur. Ketika itu ia kejatuhan buah beringin di kepalanya,

kita mendo'a kepada Tuhan agar Ia menurunkan rahmat-Nya kepada

tt'rkejutlah ia dan terbangun, tapi tak

lirr,r

sehingga tersebab usaha itu kita diberi'Ny^^payangkita cita-citakan, kart'rr,r yang memberi itu pada hakikatnya hanyalah la saja. Kalau kta kawin dan bergaul dengan isteri kita haruslah kita mentl,,,r kepada Tuhan agar Ia memberi kurnia. kepada kita dengan anak yang b;rrt, yang saleh, yang bermanfa'atbagi ibu bapak dan sesama manusia.

Kemudian pendapatnya berubah, sehingga dikatakannya bahwa l'uhan

'

lrt:rnang adil. Ia tahu bahwa di bawah beringin akan ada orang berlindung Itrlur-tiduran dan karena itu buahnya dibuat kecil supaya jangan membunuh
Irrirnusia yang sedang tidur-tiduran berlindung

di

bawahnya. Adapun di

h;rwahnya pohon labu tak ada orang berteduh tidur-tiduran, dan karena itu

Dan begitulah seterusnya i'itiqad Ahlussunnah wal Jama'ah.


Adapun paham Qadariyah dalam soal "keadilan Tuhan", mereka sutl,rlr tersalah dari pangkalnya. Mereka menyamakan arti "keadilan Tuhan" s;rrrr,r

rllf:rtlikan-Nya buahnya jauh lebih besar dari pohonnya, demi kepentingan

filiillusia yang banyak yang membutuhkan itu. Memang Tuhan sangat adil, katanya menutup pendapatnya.
Nah, di situlah terletak kesalahan paham Qadariyah, karena sudah salah rlirri pangkalnya, yaitu mengukur keadilan lirhan dengan keadilan dalam
rrursyarakat manusia.

seperti dengan keadilan manusia,


Memang kalau dilihat dalam masyarakat manusia, adalah aniaya k;rl,rrr seseorang memaksakan seseorang lain untuk membuat sesuatu, kemurli,ru

dihukum pula orang yang membuat itu.

Tuhan memperbuat semua apa yang disukai-Nya.

Ikum Qadariyah terlalu menyamakan Tuhan dengan manusia. Adapun yang dikatakan 'adil dipandang dari segi Ketuhanan

Inilah i'itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama'ah,


irrl;rlr

bahwa Ia boleh membuat apa saja yang dikebendaki-Nya, sesuai deng,rrr hikmah-hikmah yang telah ditetapkan- Nya. Ia berkuasa firntapkan ,r1r,r

Dan barangsiapayang ingin mendalami persoalan Qadar ini lebih jauh h;rcalah buku "40 Masalah Agama" jilid fV bahagian masalah ke IX, dimana

rll situ diuraikan lebar sampai lk. 40 halaman.

274

275

Farwa

ini

biasa ditariknya jauh'jauh, umpamanya dikatakan bahwa

hnnusia tidak apa-apa kalau ntencuri, kalau berzina, kalau membunuh orang ktrcna yang menfadikan semuanya itu adalah Allah, kata mereka.

Xru
SEIARAH RINGKAS PAHAM IABARIYAH
Ada seorang bernama Jaham bin Safwan, berasal dan Khurasan Mulanya ia menjadi jurutulis dari seorang pemimpin bernama ll;rrlrr bin Sureih yang memberontak terhadap kerajaan Bani Umayyah di Khuras,rrr Kemudian nama Jaham bin Safo'an menjadi terkenal karena ia atl;rl,rlr
seorangyang sangat sungguh dan rajin bertabligh, menyeru manusia jalan Allah dan berbakti kepadaNva.
kcp;rrl,r

madzhab Jabariyah, karena mereka beri'itiqad bnhwa sekalian gerak manusia dipaksa adanya oleh Tuhan. Kadang-kadang dalam kitab Usulu ddin dinamai iuga madzhab Jahmiyah, Madzhab

ini dinamai

hrcna Jaham inilah yang mula'mula menyiarkannya. Fatwa Jaham ini flnlam banyak hal sama dengan Mu'tzilah, umpamanya ia memfatwakan
blhwa Sifat Tuhan tidak ada, bahwa slurga dan neraka tidak kekal, Tuhan luk dapat dilihat dalam slurga, Qur'an itu makhluk, dan lain'lain.

lbtapi sangat bertentangan dengan paham Qadariyah yang juga


tllnnut oleh banyak kaum Mu'tzilah. pertempuran dengan Jaham bin Safiwan akhirnya mati terbunuh dalam
tentara Khalifah Bani Umayyah yang penghabisan pada tahun 131 H. Tetapi kemudian kaum Jabariyah ini berpecah menjadi 3 firqah,

Tetapi arla satu fatwanya yang keliru, yang bertentangan

derrg,;rrr

yaitu

ulama-ulama Islam yang lain, yaitu farwa yang mengatakan bahwa marlu\t,l

1, Bernama Jahmiyah yang dikepalai oleh Jaham bin Safoan.

tidak mempunyai daya dan tidak mempunyai upaya, tidak ada ikhtiar rl;rrr tiada ada kasab. Sekalian perbuatan manusia itu hanya majbur (terplksrt di luar kemauannya, sebagai keaclaan bulu ayam yang diterbangkan angirr

2. Najjariyah yang dikepalai oleh Husein bin Muhammad an Najjar' 3. Dlirariyah yang dikepalai oleh Dlirar bin Umar.
Ketiga aliranJ abariyahberkembang sekitar akhir abad ke II dan separuh yang pertama abad ke

di udara atau

sebagai sepotong

kalu ditengah lautan yang

dihempask,rrr

ombak ke sana ke mari,


madzhab Jabariyah, yakni madzhab omrrg orang yang berpaham tidak ada ikhtiar bagi manusia. Madzhabnya

III

H.

ini dinamai

I'itiqadnya pada mulanya hampir sama dengan i'itiqad

k;rrrrrr

Ahlussunnah wal Jama'ah, yakni berpendapatbahwa sekalian yang terjrrrlr dalam alam ini pada hakikatnya semuanya dijadikan Tuhan, tetapi klrrrrr
Jabariyah yang dikepalai oleh Jaham bin Safwan ini sangat radikal, sang,rr keterlaluan, sehingga sampai kepada i'itiqad bahwa kalau kita meninggalk;rrr

Baik juga diketahui bahwa Jaham bin Safiwan, Imam Kaum Jabatiyah lni adalah murid Ja'ad bin Dirham, yaitu pelopor fatwa yang mengatakan bthwa Qur'an itu makhluk dan bahwa lirhan tidak mempunyai sifat. t24H. Ja'ad bin Dirham ini dihukum mati oleh penguasa pada tahun wan Nihal tenebab fatwa.fawanya yang sangat ilhad dan zendiq (Al Milal

I hal. 82),

sembahyang atau berbuat kejahatan maka semuanya tidak apa-apa, karrrr,r

hal itu dijadikan oleh Tuhan.

276

217

l)i sinilah
t',rrrg

pangkalnya paham "Wahdatul Vujad", yakni paham bahwa

rda hanya satu, yaitu DIA. Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah berpendapat; bahwa memang

xv
I'TIQAD I(AUM
YANG

l'nruanya dijadikan oleh Tuhan, tetapi lbhan pula yang menjadikan adanya

BERTENTANGAN 'ABARIYAH DENGAN I'TIQAD

'llilrtiar" atau "kasab" bagi manusia. Manusia berikhtiar dan manusia berusaha. Sebagai contoh di kemukakan tentang gerak orang yang jatuh dengan
glr';rk orang yang melompat ke bawah. Yang satu adalah "majbur" (terpaksa)

KAUIil AHIUSSUNA TVAI.

rrrl:rng yang kedua jatuh bersama ikhtiar. Hasilnya berlainan 1uga.

'A}IAAH
l.
Tidah Ada Usaha Dan lkhtiar llanusia.
Sebagai diterangkan dalam pasal yang

Kelanjutannya bagi paham Ahlussunnah, bahwa sesuatu yang dilrrllruat oleh manusia adalah pertemuan ikhtiar manusia dengan takdir lirh:rn atau dengan kata lain "pertemuan usaha dengan takdir". lkhtiar dan usaha itu hanya sebagai sebab saja, bukanlah ia mengadakan ;t;rtr menciptakan sesuatu. Soal mencipta adalah hak tunggal lirhan.
Umpamanya, kalau bersentuh api dengan sesuatu maka terbakarlah ia,

lalu bahua kaum Jabanr,rl'


rlr

yang dikepalaiolehJaham bin Safoan beri'itiqad bahwa manusia itu "majhrrr

(terpaksa) dalam gerak-geriknya, seperti bulu ayam diudara yang permainkan angin atau kayu dalam laut yang dipermainkan ombak.
Manusia tidak mempunyai daya, upaya, ikhtiar atau, "kasab".

Lll;rLr bersentuh makanan dengan mulut maka kenyanglah perut, kalau

lrrrscntuh pisau tajam dengan daging, lukalah ia dan begitulah seterusnya.


lr

Sekalian hasil perbuatan manusia dijadikan oleh lirhan, bukan ok


manusia.

Dasar farwa

ini

sarna dengan dasar paham Ahlussunnah walJamrr';rlr

'lbtapi, bukan nasi yang menciptakan kenyang, bukan api yang nrt'nciptakan terbakaq bukan pisau yang menciptakan luka, bukan obat liurg menciptakan sembuh, tidak, tidak yang, menciptakan itu semuanya
,rrluluh I'uhan semata-mata.

sebagai yang diterangkan pada bab Qadariyah, yakni

i'itiqad bahwa

sekali,rrr

yang terjadi adalah dijadikan oleh Tuhan semata.


Akan tetapi, celakanya, paham ini ditarik-tarik menjadi panjang kclrr;rr

Krdang-kadang bisa terjadi sebaliknya, kalau Tuhan menghendaki.

Berapa banyaknya orang yang makan obat tetapi

ia tidak

senang,

dari batas, sehingga di i'itiqadkan oleh mereka bahwa tiada dosa kal;rrr memperbuat kejahatan karena yang memperbuat itu pada hakikatrrr,,r
adalah Tuhan.

hclrpa banyaknya benda yang bersentuh dengan api tetapi tidak terbakar,

lx'rlpa banyaknva orang bcrusaha ini dan itu tetapi tak mendapat rizki,
rl,rrr begitulah seterusnya.

Ditariknya lebih panjang Iagi, bahwa kalau mereka mencuri mlli,r Tuhan yang mencuri, kalau berzina maka Tuhan yangbenina, begitu jug,r
sebaliknya kalau ia sembahyang maka Tuhan yang sembahyang, kalau mert'k,r

Iklau umpamanya obat dapat menyembuhkan orang sakit, sudah h;rr;rng tentu tak akan ada orang yang mati di dunia sekarang ini, karena
lx'rrnacam-macam obat untuk bermacam-macan penyakit sudah ada.

naik haji maka Tuhan yang naik haji dan begitulah seterusnya.
Sebahagian mereka menarik lebih jauh lagi, sehingga disatukannl,r

Yang lucunya anak seorang dokter yang dikasihinya atau isteri rrorang dokter yang disayanginya mati juga, walaupun diobati sebanyak rnungkin sesuai dengan ilmu pengetahuan si Dokter tadi.

dirinya dengan Tuhan, wujudnya dan wujud Tuhan satu, katanya, 278

279

Pendeknya:

Maksudnya: Manusia akan dapat pahala kalau

ia

mengusahakan

grckcrjaan yang baik dan akan diberiao;ab (hukuman) kalau ia mengusahakan

#,'Jjt,i"\,r)t6*sssy
Artinya
:

y,rng buruk (keduniaan).

Dan lagi Tuhan berfirman:

"Tiada daya dan tiada upaya, kecuali dengan daya dan upaya'tirtt,rt, yang Tinggi lagi Besar". Dan lagikalau kta ikuti pahamJabariyah tadi, maka tidak ada gur);ur\,

'urlh':1,:(4(g
\V.
Artinya: "Pada

Stl

.y4lQt

Syari'at Nabi, tidak ada gunanya, lagi hukum-hukum fiqhi dan bahl,r,, tidak ada gunanya Rasul.rasul diutus Tuhan. Manusia harus dihukum kalau berbuat kesalahan dan harus rlilrr,rr upah oleh Tuhan kalau berbuat kebaikan. Mencuri, berzina, meninggall,,rrr
sembahyang dan puasa terlarang sama sekali.

bari itu (bari akhirat) setiap diri menerima balasan menurut

ytmg diusahakannya. Tidak ada ketidak adilan pada bari itu. Sesungubnya 'llrhan amat cepat nxernbuat perhitungan" (At Mu'min: 17).

I'itiqad persatuan antara Khalik dan Makhluk adalahi'itiqad yang kclnr Tuhan tidak serupa dengan sekalian yang ada dalam alam ini. Paham "Iflahdatul Ifujud" yang berasal dan berpangkal dari klrrrrr
Jabarryah adalah paham yang sesar lagi menyesarkan, harus dijauhr olt.lr seluruh orang Mu'min dan Muslim.

f \, ;eJ
rirtinya:

.,-D6t,si gj;q

P)t4v!6W

menurut paham Ahlussunnah rv,rl dengan keadilan Tuhan karena ikhtiar atau usahanya yang titl,rl, Jama'ah baik dan akan diberi pahala dengan kurnia TLhan atas ikhtiar dan usah;rrrr,r
yang baik.
Tuhan menyatakan hal

Manusia al,an dapat hukuman

"Telah kelihatan kebinasaan

di darat dan di laut disebahkan usaba

lilngan rnanusit" (Ar Rum : 41).


Sesuai dengan ayat ini maka menurut i'itiqad kaum Ahlussunnah wal l;tma'ah adalah tidak baik menyandarkan sesuatu pekerjaan yang buruk bagi 'l\rhan, umpamanya dikatakan "Tuhan mencuri" walaupun pada hakikatnya

ini dengan firman-Nya:

\A1: eriJt. .i.A{tyt4Vs ,iKvu:L


Artinya:

lr'mua, yang terjadi di dunia adalah dijadikan Tuhan. Perkataan macam itu sangat kurang sopan untuk dialamatkan kepada
'ltrhan Azza wa Jalla yang sangat Tinggi dan sangat Mulia. Selain daripada iru, walaupun Tuhan yang menjadikan sesuatu, tetapi bukan ikut mengerjakan sesuatu. Ibarat seorang tukang membuat

"Bagi manusia (upab) apa yang diusabakannya dan atas fltanilritt (bukuman) apa yang diusahakannya" (Al Baqarah:286).

rrrmah, apakah situkang itu ikut menjadi rumah, ibarat seorang wanita membuat kue, apakah wanita itu ikut menjadi kue, tidak, tidak.

280

281

2. Iman Dalam Hati Saia


KaumJabariyah berfatwa bahwa "iman" itu cukup kalau sudah me ng;rl,rrr

dalam hati saja, walaupun tidak diilaarkan dengan lisan. Hal ini tidak sesuai dengan paham kaum Ahlussunnah wal .Janr;r,rlr yang berpendapat bahwa iman itu ialah membenarkan dalam hari rl.rir mengakui dengan lisan.

xvI
SETARAH NINGKAS PATIAM NA'ARIYAH
atas bahwa menurut kitab Bugvatul Mustarsyidin madzhab-rnadzhab dalam i'itiqad yang sesat, di antaranya iuga
Sebagai cliterangkan
lnlirh madzhab Najariyah. Pembangun madzhab ini adalah seorang yang bernama Abu Abdillah

saja, tetapi harus diucapkan dengan lisan

Adalah tidak cukup

menurut Ahlussunnah
:

pengakuan dahrrr

lr,rrr

i,'U:G:iWsrc*i,t6:'6
(Sa1a mengakui babwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhannunl itu Rasulnya).

di

tidak cukup kalau hanya mengllirrr tdanyaTuhan saja, tetapi tidak mengakui ke-Esaan,Nya. Yang penting scl,rrrr mengakui adaNya, juga, ke-Esaan-Nya.
Juga

menurut Ahlussunnah

Itusein bin Muhamntad an Najar.


Abu Abdillah an Najar ini hidup pada masa Khalifah al Ma'mun sekitar

Tiada, Tuhan selain Ia.

tlhun 198 H. sampai 218 H. lapadamulanya murid dari seorang Mu'tazilah nilmanya Basyar al Marisi, tetapi kemudian ia menjadi "bajing loncat",

Di sini terbayang perbedaan, antara orang-orang Islam dan


orang Islam biasanya, menyebut "Tuhan Yang Maha Esa".
il

rkali
Nasnrnr
seclrrrrll

Orang Nasrani biasanya, mengatakan "Tuhan Yang Maha Kuasa"

menganut paham Mu'tazilah, besok paham Jabariyah, lusa me nganut pirham Ahlussunnah dan akhirnya membuat "Madzhab" sendiri.

Beliau ini berusaha hendak mempersatukan di antara paham-paham llu; satu kali fawanya sarna dengan Mu'tazilah, satu kali sama dengan Syi'ah, Jnbnriyah, satu kali sama dengan Ahlussunnah satu kali sama dengan mtu kali sama dengan Marjiah. Paham Najariyah ini agak serupa dengan paham "Bahaiyah" yang mulanya ia Syi'ah tetapi kemudian berusaha mempersatukan seluruh
;ritda egama

di dunia.

Madzhab Najariyah ini pada mulanya agak berkembang juga sehingga tnereka kemudian terbagi atas 3 aliran, yaitu aliran Margatsiyah, aliran

'l,n'faraniyah dan aliran Mustadrikah, dibangsakan kepada ulamanya


maliing-masing.

Tetapi fatwa Najariyah


i

ini

ak:hirnya hilang lenyap dihaniutkan

zmn

krrena tidak mendapat banyak pengikut. Sekarang hampir tak kedengaran

t\

",
\

282

283

lagi kaum Najariyah ini, kecuali hanya tersebut dalam buku-buku Usulurltlrrr dan buku-buku sejarah kaum Mutakallimiin. Dalam buku kita ini dicantumkan juga dengan malaud hanya unrrrl, diketahui saja, bukan untuk diikuti.

xur
I'TIQAD I(AUII| NA|ARIyAH YANG BENTENTANGAN DENGAN I'TIQAD I(AUII{ AHIUSSNNAH WAI TAI}IAAH
l. Tuhan Tidah Funya Sifat
Diantara fatwa-fawa kaum Najariyah ialah bahwa Tuhan Allah tidak rrrrrrrpunyai sifat. Ia berkuasa dengan Zat- Nya,la berkata dengan Zat-Nya,

rrrcndengar dengan Zat-Nya; katan:ya. Irarwa ini sama dengan paham kaum Mu'tazilah dan bertentangan

rlrrrgan kepercayaan kaum Ahlussunnah wal Jama'ah yang meyakini lrihwa Tuhan Allah itu mempunyai sifat yang qadim yang berdiri di atas lrt.Nya yang qadim. Lebih jauh baca kembali bab Mu'rzilah dalam buku inil

l. Mu'min

Yang Membuat Dosa Pasti Masuh Neraha.

Kaum Najariyah memfarwakan bahwa setiap orang mu'min yang tttlrrgerjakan dosa besar dan mati sebelum taubat maka ia pasti masuk rrrrirka, tetapi tidak kekal selama-lamanya.
l;arwa ini pada mulanya sama dengan paham

Mu'tzilah tetapi tentang

"tltlnk kekal" berlawanan dengan Mu'tzilah,


Juga paham ini berlawanan dengan pahamAhlussunnah yang mengatakan hnhwa orang mu'min yang mengerjakan dosa besar dan mati sebelum taubat Itutka ia belum pasti masuk neraka, karena mungkin diampuni saja dosanya

nlclr luhan.
Baca kembali uraian pada bab Mu'tazilah dalam buku inil

284

285

3. Tuhan Tidah Bisa Dilihat.


Kaum Najariyah memfarwakan bahwa Tuhan tidak bisa dilihat mata-kepala walaupun dalam s,vurga.
Farwa
dt'rrrq,r,'

ini

sama dengan paham Mu'tazilah.

Farq,a

ini tidak

sesuai dengan paham kaum Ahlussunnah yanu lr,


.l

xuil
SEIARAH RINGKAS PAHAM MUSYABBIHAH (MUIASSIMAH)

pendapat bahwa lirhan bisa dilihat dengan mata-kepala di akhirat Lebih fauh baca bab Mu'tazilah dalam buku ini.

n,rr,r,
',

sesuai dengan petunjuk al Qur'an pada surat al Qiyamah ayat 22 clan

Kaum Najariyah

ini boleh

digolongkan kedalam kaum Mu'tazil,rl,


1rrr1,

karena prinsip farn'anya hampir sama walaupun di sana sini terdapat

sedikit-sedikit perbedaan.

Musyabbihah artinya menyerupakan.


Kaum Musyabbihah artinya kaum yang menyerupakan.

Slukurlah, bahwa kaum Najariyah karena tidak mendapat banyak pengikut.

ini sudah hilang ditelan

z:rrrr,rn

Kaum Musyabbihah digelari kaum Musl'bih (menyerupakan) karena rrrt:rcka menyerupakan liihan dengan makhluk-Nya. Mereka mengatakan lr;rlrwa Tuban Allah bertangan, bermuka, berkaki, bertubuh seperti manusia,
Ada juga orang yang menamakan kaum ini dengan "kaum Mujassimah",

y;rkni kaum yang menubuhkan, karena mereka menumbuhkan Tuhan,

terdiri dari darah daging, bermuka, Itrmata, bertangan, berkaki, dan bahkan ada yang mengatakan, bahwa 'l\rhan itu berkelamin dan kelaminnya itu laki-laki. (lihat Syarah Nahiul llrrlrrgah Juz III, hal. 225).
rur:ngatakan Tuhan bertubuh yang Ada juga orang yang menamai mereka dengan kaum Hasyawiyah'.

"Haqawiyah" artinya percakapan omong kosong, percakapan di luar llrtas, percakapan hina-dina,Jadi, mereka itu adalah "Kaum Omong Kosong Kebanyakan kaum Musyabbiliah atau Mujassimah ini berasal dari {)rang-orang yang menganut madzhab Hanbali, tetapi Imam Ahmad bin

lllurbal tidak berkeyakinan dan tidak beri'itiqad sebagaimana mereka. Irttam-imam dan Guru-guru Besar kaum Musyabbihah di antaranya
;rrlalah:

l. Abu Abdillah bin Hamid bin Ali al Bogdadi al Warraq (meninggal

403 H.).

Beliau ini pengarang buku Usuluddin yang bernama "Syarah Usuluddin",

286

281

dimana diuraikan banyak tentang tasybih, yaitu keserupaan 'tirlr.r'


dengan manusia.

QadhiAbuJa'la Muhammad bin Husein bin Khalaf bin Farra' al. lr;rrrr,.rri (meninggal 458 H.).

Beliau

ini

banyak mengarang kitab Usuluddin yang burrr,rt


rr,,

memperkatakan tentang tasybih. Ada ulama Islam mengatakan ; bahwa: ,Aib yang dibuar Abu Ja'l;r tidak dapat dibersihkan dengan air sebanyak air laur sekalipun.' Rupanya cacat pahamnya terlalu besar.

xffi
I'TIQAD KAUM MUSYABBIITAII (MU'ASSIIIAH) YANG BERTENTANGAN DENGAN I'TIQAI)

3,

Abu Hasan

di

bin ubaidillah bin Nashar az zugwani al

H:rrl,,rl,

KAUM AHIUSSUNAH WAI. IAMAAH


l, Tuhan Allah Bermuha Dan Bertangan
Kaum Musyabbihah memfatwakan bahwa Tuhan Allah bermuka dan lrrtangan.
Mereka mengernukakan dua dalil dari ayat al Qur'an, yaitu:

(meninggal 527 H.). Beliau ini pengarangsebuah bukuclalam usulurhl,r yang bernama"alldah", dimana banyak diterangkan soal tasybih rl,r'
tajsim.

4. Jad bin Dirham. 5. Bayan bin Isma'il. 6. Muhammad bin Kiram (meninggal 256 H.). 7. Hisyam al Juwaliqi. 8. lfunus bin Abdirrahman. 9. Ali bin Manshur.
tempatnya

Yv
Artinya:

'gft)|.

*r{,S+f+,i'-ry'^{ri3qJ

"Dan yang kekal muka Tubanmu yang mempunyai kebesaran dan


rl,rrr

(Nomor 5 sampai 9 ini memfarwakan bahwa Tuhan itu berrempar, di atas boleh ditunjuk dengan teiunjuk ke atas).

hc,tttuliann" (fu Rahman: 27).

10. Ma'adz al Anbari yang memfawakan bahwa Tuhan laki-laki. 11. Daud al Jawaribi yang memfanwakan bahwa Tuhan iru mempr.r,'
anggotl serupa dengan anggota manusia seluruhnya.

Dan firman Tuhan lagi:

12.

dan banyak lagi.


Artinya:

t'rfr .;.=uli36$A
"Thngnn Tuhan

seorang ulama Islam dari kaum Ahlussunnah wal Jama'ah bern;rrrr,r Jamaluddin Ibnu al Jau,i al Hanbali (ini bukan Ibnul Qaim alJauzi), tcl,tr
mengarang sebuah kitab untuk menolak paham kaurn Musyabbihah ini
y;rrr1i

di atas tangan rnerekt" (Al Fath:

10).

Kaum Musyabbihah mengatakan bahwa dalam ayat-ayat ini nyata benar ltnhwa Tuhan mempunyai muka dan itulah yang kekal dan mempunyai lilngan yang lebih tinggi dari tangan manusia. Kaum Musyabbihah mengartikan ayat

diberi nama "Dafu slubahit tasybith war rad 'aral mujassimah" (penrl;rl
syubdhat tasybih dan penentang kaum Mujassimah).

^y^t

ini menurut lahirnya

saja.

288

289

Ikum Ahlussunnah wal Jamaah menolak paham ini, karena dalam rrr,rr Qur'an yang lain (fu Sy'ura: 11) bahwasanya"tiadayang menyerupai'lirh,rrr
suatu juga".

Hal ini akan dibicarakan panjang lebar nanti padabab berikutnya, dalam nrcngupas paham Ibnu Taimiyah.

Iblau Ia bermuka dan bertangan maka serupalah dengan makhlrr[


Nya, yaitu manusia.

l.

Tuhan Di Atas lanSit


Kaum Mujassimah atau kaum Musyabbihah mengatakan bahwa Tuhan

Ikum Ahlussunnah menta'wilkan perkataan "wajhu" di sini deng;rrr


"Dan yang kekal adalah ZatNya,yang qadim" yang "mempunyai kebesar:rrr dan kemuliaan". Ayatyangkedua

Alllh di atas, di atas langit.


Mereka mengemukakan dua, ayat sebagai dalilnya, yaitu Firman Tuhan:
:

- menurut Ahlussunnah -

berarti: "Kekuasaan lLlr,rrr

di atas dari kekuasaan manusia". Perkataan "Yaddu" di sini diartikan kekuasaan. Dengan menta'wilkan lyat-ayat ini semacam itu maka sesuail:rlr pahamnya dengan ayat Syura : 11 tadi, yang mengatakan bahwa tiada ylrrri
menyerupai Tuhan suaru juga.

\oA:,|*:Jr
Artinya:

.6lnr*;S
- dinyatakan babwa Nabi Isa
atas,

"Tetapi Tuhan mengangkat (Nabi Isa) kepadaNya" (An Nisa: 158). Dalam ayal ini

kata kaum Musyabbihah

2" Tuhan AIIah Duduh Bersela Di Atas'Arsy. Ikum Musyabbihah berpendapat bahwa Tuhan iru duduk bersel:r rtr
atas Arsy,

rlilngkat oleh Tuhan kepada-Nya, yang berarti bahwa Tuhan itu di


k;rrcna ada perkataan "rafa'a" yang berarti mengangkat ke atas.

Dan lagi firman Tuhan:


-

Dalil yang dikemukakannya ialah:

o'4L
Artinya; 'Ar Rahman

.r;.$\.-r9$'r|i
5).
senr1,,r

ti{ 6 ir!,ia:il K,&ii


r

X{:sr

6.

&,gi

A'ti'ya:

\1 : dlLll

'Adakab kamu merasa aman dengan yang ada di langit, bahwa kamu

itu duduk bersela di atas'arsy" (Thaha :

ukan ditenggelamkan ke dalam bumi ketika ht:rasnya" (Al Mulk: 16).


Dalam ayat ini dinyatakan
srrrr

ia

bergoncang dengan

Mereka mengartikan perkataan "istawa" dengan duduk bersela selanya manusia. dengan menguasai atau memerintahi.

Ikum Ahlussunnah wal Jama'ah mengartikan perkataan istawa di


Jadi arti ayat ini menurut kaum Ahlussunnah wal lama,ah
"Tuhan yang Rahman menguasai Arsy".
:

Itu di langit,
yrrng mulia",

kata kaum Musyabbihah

bahwa Tuhan

di

atas

karena langit itu di atas.

Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah mengartikan ayat ini dengan tempat

jadi Nabi Isa diangkat ketempat yang mulia dan ia berada tlitcmpat yang mulia. Pada ayat-ayat ini memang disebutkan di atas atau di llngit, tetapi yang dimalsudkan ialah tempat yang mulia karena perkataan

290

291

"di atas" atau "di langit" biasa juga dipakai oleh orang fuab
tempat yang mulia.

pacl:r,rrrr

sk;rn ada siang dan malam, karena


Dan lagi

lhhan itu ada pada waktu siang dan

*';rktu malam, dan bersama siang malam.

4. Tuhan Allah Bertubuh Serupa Nur Ikum Musyabbihah mengatakan bahwa lirhan itu berrubuh

*lirhan telah menjelaskan rl;rlirm Qur'an bahwa l'uhan tidak serupa dan tidak menyerupai sekalian

kata kaum Ahlussunnah walJama'ah

scplrr,

y,rng ada.

makhluk-Nya dan tubuh.Nya itu berkilau-kilauan serupa nuq serupa cahrrr,r Dalilnya kata mereka firman Tuhan

Firman-Nya:

yo
Artinya:
"TubAn

,r,.; t. d:i,i\S9g$V3:ii

Allah itu l{ur hngit dan bumi?" (An itiur 35)

r1\i;\Wf *K'#,fir;+\FW j ii p6 p,J5l,96 VY; *i{ %' G's ;ki;& \\:g;re J\ .ts;rt*3t
Artinya:

Kalau begitu, maka'lirhan menurut kaum Musyabbihah serupa deng,lr


cahaya matahariyang memancar kesana kesini yang meliputi alam yang lrr,r',

yng ntenjadikan jodob juga p(rempudn daripadamu, begitu Dia menjadikan heuan
"Dia yang meniadikan langit dan bumi, Dia

ini.

bn'iodoh.jodohan, supaya karrur menjadi banyak. Tiada utatu juga yang

I'itiqad ini ditentang keras oleh kaum Ahlussunnah wal Jama';rlr karena arti ayat ini ialah "memberi cahaya pada langit dan bumi". Jadi arti ayat ini ialah :
"Tuhan yang memberi cahaya pada langit dan bumi".

vnQa dengan Dia dan Dia mendengar dan melibat"


Ayar. pada

(As Slura: 11).

surat Syura 11 inilah yang selalu dipegang teguh oleh

Dalam tafsir Ibnu Katsir


pada surat Nur 35
:

jilid III, pagina 289

diterangkan arri

h;urm Ahlussunnah wal Jama'ah baik Aliran Salaf maupun Aliran K'halaf yirng beri'itiqad bahwa 'lirhan mempunyai sifat "mukhalafatuhu lfala ta'ala

;rt',rr

h;rwrditsi" (Tuhan berlainan dari sekalian alam ini). Ayat ini jugalah yang dijadikan pedoman dalam mengartikan ayat
yltng kira-kira, menunjukkan bahwa Tuhan serupa dengan alam, supaya

'Allab menberi petunjuk di langit dan di bumi",


Perkataan "nur" dalam ayatifii diartikan "pemberi cahaya atau pembt'rr

^yat

tllta'wilkan sesuai dengan kebesaran dan ke-Esaan 'lhhan yang Tunggal


llu,
Lebih jauh bacalah uraian yang lebih lengkap dalam bahagian bab Ibnu 'lhimiyah. Tetapi dapat ditegaskan bahwapokok dari kesalahan kaum Musyabbihah

petunjuk dengan cahaya" bukan "cahaya". Dalam thfsir Janial Jalalein, jilid III, pagina 223 tersebut arri ayar
adalah
:

rrrr

'i{llah yang menerangi langit dan bumi dengan matahari dan bulan".
Demikian tafsir.tafsir yang mu'tabar.

hlah karena mereka mengartikan ayat-^yat mitasyabih dalam al Qur'an


Iuenurut lahirnya
saja.

I'itiqad kaum Musyabbihah yang mengatakan bahwa Tuhan itu


adalah sesat lagi menyesatkan, karena kalau Tirhan

Cahry,r
l;rl

Kalau tersebut bertangan

itu cahaya tentulah

- bertangan, kalau tersebut berrnuka - ya


ya bersela, kalau tersebut di langit

hermuka, kalau tersebut bersela,

- ya
293

292

di langit, kalau tersebut berkaki - ya berkaki. Inilah pokok pangkal kesalahan yang menyesatkan mereka,
Mereka boleh juga dinamakan "kaum Zhahiriyah" dalam i'itiqad

Inilah pangkal kesalahan kaum Mugyabbihah atau Muiassimah. Kalau anda ingin mengetahui persoalan ini lebih mendalam bacalah
karangan kami juga, yaitu buku "40 Masalah Agama

Ifuum Ahlussunnah wal Jama'ah mengatakan bahwa ayat Qur'an inr diturunkan dalam bahasa /.rab yang fasih, yang tinggi, yang dalam dan ltr;r sekali artinya. Ifulau kita mengartikan Qur'an itu menurut yang lahir saja maka, akan tersalah dan bisa membawa kita kepada kafir.
Umpamanya, dengan ayat
:

iilid iV" tentang ab Salaf dan Khalat", dimana di situ diuraikan hal ini panjang lebaq

h dari 70 halaman.

lirr,r

L.,edt(t&Yrkt
futinya
:

"Buatlab apa yang kamu sukai" (Hamim as Sajadah : 40).


Y'alau ayat ini diartikan secara yang tersurat saja, maka Tuhan memhcrl

izin dan bahkan menluruh kita membuat apa saja, yang kita sukai. Alangkah salahnya paham ini, kalau kita berpaham begitu ?
Dan lagi dalam surat Al Kah-fi ayat ke 29 tersebut yaitu:

\ 1, dF
tutinya:

.iKiSXL ES J/A;{6'#

"MakA berangsiapa yang menyukai iman ia boleb iman dan barangsiapa yang suka kaftr maka ia boleh kafir" (At Yahfi: 29).
Kalau ayat

ini diartikan

secara lahir atau secara tersurat saja tanplr


r

memperhatik an y ang tersirat, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Tuha

telah mengizinkan kita menjadi kafir sebagaimana Ia mengizinkan kita


menjadi orang Islam. Alangkah salahnya paham ini ! Kaum Musyabbihah mengartikan secara yang tersurat ^yat-ayat tanpa memperhatikan yang tersirat dalam arti ayatayat itu.
saja,

294

295

Kctika desanya akan diserang oieh kaum latari ia lari bersama-saml


hrrprrknya dan keluarganya mengungsi

ke Damsyik (Sviria). Dengan

susah

p,tyah mereka sampai kekota Damsyik bersama kitab yang clipunyainya,

XX
SE'ARAH RINGKAS PAHAM IBNU TAIMIYAII
Ada seorang ulama bernanta IBI{U TAIfrINAH,

k*rtna bapaknya adalah seorang ulama Islam dari Madzhab Hanbali. Ahmad Taqiluddin Ibnu laimiyah ini tetap tinggal di Darnsyik sedari
lrrt'trsia 7 tahun sampai meninggalnya rahun 724 H. clan hanya saru atau
tlrur kali datang ke Mesir.

Nanra lengka?ny^ Ahntad Taqiyuddin, Abu Abbas bin Syihabrrrl,tr,, Abdul Mahasin Abdul Halim bin Syeikh Majduddin Abil Barakat Aduss;rl,rrl bin Abi Muhammad Abdillah bin Abi Qasim al Khadar bin Muhamm:rtt t,rr,

Kalau dilihat tahunnya, yaitu tahun lahirnya 661 H. sampai rvafarnya lelrlrt 724 H. maka beliau ini sezaman dengan Imam Nawawi, seorang ttl;rrrr;r fikih terbesar dalam Madzhab Syafi'i. Imam Nawawi lahir disebuah

tlrsir namanya Nawa, dekat Damsyrkpada tahun 630 H., hanya 31 tahun. lrhilr tua dari lbnu laimiyah.

Al Khadhar bin Ali bin Abdillah.


Famili ini dinamai Famili lbnu Taimiyab.
Sepanjang sejarah bahwa asal perkataan Taimiyah adalah dari nen('l\nr yang bernama Muhammad bin Al Khadhar. Beliau kerika pergi naik h:ryr 1,, Mekkah melalui jalan Taima'. Setelah ia kembali dari haji ia dapati isterinya melahirkan seorang iu,rl,
,

lbnu Hajar al Haitami seorang ulama besar dalam Maclzhab Syafi'i lrukcrnudian dari Ibnu thimiyah, karena lbnu Hajar lahir di Mesir pada Hlrtrn 983 H., yaitu 222 tahun terkemudian dari lbnu thimiyah. Karena itu tidak heran, kalau ibnu Hajar al Haitami banyak mengarang hlt,rb-kitab untuk membetulkan kesalahan-kesalahan Ibnu'kimiyah, seperti kll;rlr Assawa'iqul Muhriqah firraddi alaz zindiqah (Petir yang membakar
lttttrrk menolak kaum Zendiq).

wanita, yang kemudian diberi nama Taimiyah dan keturunannya dinlrrr,rr keturunan Ibnu Taimiyah, sebagai peringatan bagi jalan yang dilalui o| lr
neneknya ketika mengerjakan haji itu.

Ibnu Hajar al Haitami

- sebagai dikatakan di atas -

adalah seorang

Itlnrna besar dalam Madzhab Syafi'i, pengarang kitab "Tohfatul Muhtai fi tiy;rrhil Minhaj", sebuah kitab fikih besaq 10 iilid yang terkenal di Indonesia.

Ahmad Taqiluddin yang kita perkatakan sekarang ini lahir di rl,,,r Heran, sebuah desa kecil di Palestina pada tanggal l0 Rabiul Awal rllrrlr 661 H.
Daerah Heran ini terkenal sedari dulu sebagai daerah Kristen
Shrrlrrrrr

dan pola daerah orang pandai-pandai, ahli filsafat yang selalu mempenr);un

kan akal.
Ahmad Taqiyuddin tinggal di desa Heran sampai usia, 7 tahun.
Desa

lbnu Taimiyah dalam sejarahnya kemudian menjadi orang yang alim hrsaq banyak pengetahuannya dalam fikih Madzhab Hanbali dan juga dnlirrn ilmu Usuluddin. Beliau biasa mengajar dan bertabligh di Mesjid Htni Umayyah di Damsyik dan mempunyai banyak murid. Akan tetapi sangat disayangkan, bahwa beliau terpengaruh dengan pnlurm-paham kaum Musyabbihah dan Mujassimah yang menyerupakan
'llrhirn dengan makhluk dan juga banyak mengeluarkan fanva-farwa dalam
fikth yang berbeda jauh dengan fawa-fatwadalam madzhab Hanbali sendiri dun juga dari Madzhtb-madzhab Hanafi, Maliki dan Syaf i.

ini didiami bukan oleh suku Arab tetapi oleh suku Kurdi,

rn,rl,,r

karena itu Ahmad Taqiyuddin bukanlah dari bangsa Arab tetapi dari Kurdi.

srrl,,r

296

291

Dalam buku-buku karangann.va seperti dalam 'Al Munazhar';rlr

t,

lrrpa bahwa neneknya, bapaknya dan ia sendiri adalah pada mulanya

Aqidah Al \flasithiyah" dan 'Al Aqidah al Hamiwiyah al Kubra" ia renrrrrll,,i,,

F ilB;rnut Madzhab Hanbali,

bahwa dasar madzhabnya ialah "mengartikan ayat-ayat dan hadirs-lr,r,lrr Nabi yang bertalian, dengan sifat Tuhan menurut arti lafadnya.yang yakni secara harfiyah saja"
Lrlr,,

Mcmang sudah menjadi kebiasaan bagi orang-orang yang sesat firttg:rtakan bahwa ia akan memerangi Bid'ah dan Khurafat, bahwa ia akan
ntnrgcmbalikan orang kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul, bahwa ia akan ntnrgadakan pembersihan, dan lain'lain omongan.

Bagi Ibnu Taimiyah Tirhan mempunyai muka, tangan, rlzta, r'rr..rrl, duduk bersela, datang dan pergi dan Cahaya langit clan bumi, karen,r lr'i itu semuanya tersebut dalam Al Quran, katanya. Tuhan berada di atas langit, boleh ditunjuk dengan anak jari kc ,rr.r, Tuhan mempunyai anak jari, mempunyai tumit kaki, mempunyai
t;rrrp.r,,
,

Itulah simbol mereka dari dulu sampai seakarang. Pada hal kalau
tlllllurt kenya taannya, mereka sendirilah yang mengerjakan bid'ah'bid'ah,
fr tr r

t'

ka sendirilah yang mengaj ak orang taqlid, sekura ngay a kepada gurunya

llru

kepadanya sendiri. Ia melarang orang bertaklid kepada Imam yang

kanan, mempunyai nafas, turun-naik, dan Tuhan itu "masa", karena senlu,rnr

itu tersebut dalam I{adits yang sahih"sahih. kata lbnu thimiyah.


Jadi beliau sebenarnya harus dimasukkan dalam Bab kaum Mujassrrrr,ri, atau Musyabbihah, karena ada persamaannya dalam I'itiqad. Tetapi dalam buku

hrcrnpat yang telah diterima dunia Islam, tetapi ia sendiri menarik orang tuplya taqlid kepadanya. llcgitu juga dengan keadaan lbnu Taimiyah al Herrani ini. Misalnya, pada suatu kali ia berkhotbah di mesjid Damsyik. Ia 6trttcrangkan sebuah hadits bahwa Tuhan turun kelangit dunia tiap-tiap

ini dibicarakan

secara khusus dalam suaru

l),r\,,1

karena paham Ibnu Taimiyah ini baik dalam Usuluddin maupun dalarrr lrl,'l'

illlirnr'
Jangan ragu-ragu

sudah agak banyak pula menjalar ke Indonesia ini.

Dalam ucapan-ucapannya dan tulisan-tulisannya Ibnu thimiy;rlr

rr',

banyak mengeluarkan perkataan-perkataan yang menentang Imam-lrrr,nr,

ffhnhar ini lalu ia rurun ke bawah Nah, apakah ini tidak ahli bid'ah yang sebesar-besarnya, yang me'

katanya

luhan turun serupa saja turun dari

Mujtahid yang berempat. Dikatakannya dengan sombong bahwa ia ,rl,l,


memperbaharui pengajian ulama-ulama yang dulu, akan mengembrrlrl,,rl
mereka pada kitab Allah dan Sunnah Rasul, yang seolah-olah meng;rl:rl,,li bahwa ulama-ulama Madzhab yang empat itu tidak berpegang kepada
lirr.rl,

Iryrrupakan rurunnya Tuhan dengan turunnya dia dari mimbar?? Apakah Tuhan I lrlir k ada ayzrt y^ng mengatakan bahwasanya, tiada y ang menyerupai

ilrittu juga??" (As Siura: 11).


Ibnu Taimiyah memfatwakan bahwa Tuhan Allah di atas, di atas langit,

Allah dan Sunnah Rasul.


Dikatakannya pula, bahwa iaakanmemerangi khurafat dan bid'ah
y,rr'1,

'tfrupa dengan fatwa kaum


y,rn6

Musyabbihah.

dikerjakan oleh ulama-ulama dan kaum muslimin yang dulu-dulu,

Ia menfatwakan bahwa Tuhan duduk di iihat atas, dengan arti bahwa tlrlrirn Allah itu di jihat atas, boleh ditunjuk dengan jari ke atas. la memfarwakan bahwa Tuhan itu di iihat atas, bukan di bawah, bukan dl kanan dan bukan di kiri, tetapi dibahagian atas. Jadi kalau begitu ia nenctapkan bahwa'lirhan Allah mempunyai tempat, yaitu DI ATN.

seolah-olah ia mengatakan bahwa ia sajalah yang berpegang kepada Kitabrrll,rl'

dan Sunnah Rasul, sedang ulama-ulama yang terdahulu


dianggapnya penganut khurafat dan bid'ah.

daripatl;rrrr,'

Beliau memaklumkan perlawanan kepada orang-orang Islam


dan ia menganjurkan ag

y,rrr;1

menganut dan bertaqlid dalam furu' syari'at kepada Madzhab yang cnrli,u

Dalam buku yang bernama "lbnu Taimiyah", karangan Muhammad Ahrlu Zahrah, padapagina 269 dinuklkan perkataan Ibnu Taimiyah dalam
hlrrh "Hamawiyatul Kubra", pada pagina 419, 420 dan 421

r setiap orang berijtihad sendiri, yang seolah-ol,rl,

di

antaranya ia

298

299

berkata : "Tiada satu huruipun dari Qur'an dan Hadits yang melararrll rnenunjuk l'uhan ke atas dengan jari".

I,rr,

lhlr;rn berbicara dengan huruf dan suara, serupa pembicaraan manusia. Scbagai jaksa penuntut bertindak Syeikh Zainuddin
rtlunrng

bin Makhlu{

Melihat gelagatnya nyatalah bahwa Ibnu thimiyah rermasuk

1,,rr,,,,

Mujassimah atau kaum Musyabbihah yang menyerupakan Tuhan dt'rr1l,,,, makhluk dan yang menyerupakan Tuhan bertubuh seperti manusirr

Ali hukum daiam Madzhab Hanbali. 'li:tapi Ibnu'Iaimiyah ketika itu tidak mau diadili, karena yang bertindak

rh;rgai hakim adalah musuh-musuhnya, katanya,


Akhirnya ia ditahan saja dan dimasukkan ke dalam penjara selarna

Ia mengatakan

i8

"duduknya luhan di atas Arsy sama dengan duclukny:r tl,r,," thimiyah di atas kursinya dan turunnya lthan clari langit r,rr',, dengan turunnya Ibnu Taimiyah dari mimbarnya clan luhrrrr rr', di jihat atas boleh ditunjuk dengan anak jari ke atas" Memang benar-benar Ibnu Taimiyah ini seorang ulama yang tidak patut diambil jadi ikutan,
,vang t(,r:,r,,ri
s,r',

htrlrrn bersama dua orang saudaranya yang datang 1*ltrr Syarafuddin dan Zainuddin.

ke Mesir ketika itu


men-

Scsudah

ia keluar dari tahanan dengan bantuan familinya ia

hrrjrrtlian farwa-farwanya di Mesiq yaitu memfarwakan bahwa luhan duduk rll ;rt;rs 'fusy, bahlva lhhan bertempat, bahwa lirhan turun ke langit dunia

thn lain-lain farwa yang tidak sesuai dengan paham yang umum dalam
Itl;trrr, yaitu paham Ahtrussunnah wal Jam-a'ah.

Ia memfarwakan bahwa pergiziarah ke makam Nabi Muhammatl adalah perbuatan ma'syiat, pada hal sudah 600 tahun sebelunr
Taimiyah lahir umrnat Islam diseiuruh dunia berbondong-bondong

'lldak lama sesudah itu Ibnu Taimiyah menghantam pula pengajianprrrgliian tasauf dan mencaci maki guru-guru sufi, yang waktu itu di Mesir

tl,r,,,

rrlirng banyak"
Kcrnudian ia dirnajukan lagi ke mahkamah dengan tuduhan menghina

rl;rr,rrry

ke Madinah untuk menziarahi makam Nabi Muharnmad Saw. yane rrrrrlr, itu. Dari seluruh penjuru dunia uiama-ulama Islam, yang ahli-ahli (Jru ,,, dan Hadits, Raja-raja Islam dan ummat Islam datang ziarah ke nr:rl,,r',, Nabi di Madinah, tetapi Ibnu thimiyah seenaknya saja mengatakan b,rlru
r

prl,rjtran tasauf dan ia ditahan dalam sebuah tempat tahanan keias satu
yrng diberi pekv;rn untuk melalaninya, 'l'idak larna ia dikeluarkan lagi. .facli, trbnu lbirniyah bukan saja memfatwakan bahwa Tuhan duduk lx'rscla, di atas 'arsy tetapi juga menghantam pengajian-pengajian tasau{ tltllrk rnenyukai tl-rariqat+hariqat, yang di Mesir ketika itu dan sampai kini n'rlitng berkemhang.
Pada

perjalanan pergi ziarah ke makam itu adalah perjalanan maksiat. Jadi, tidaklah heran, kalau pengembara dunia pada abad ke Vil il yang bernama IBNU BATHUTHAH, berasal dari Tanjah mengarakan tl.rt.rrr' bukunya yang bernama "Rahlah Ibnu Bathuthah", bahwa i2 mslihxl llrlr,
Taimiyah itu seorang alim, tetapi

"fi aqlihi syaiun" (otaknya sedikit

goncuu,r
nru
r

tahun 7A9H. ia dibuang lagi ke Iskandariyah oleh Sultan Muzaffar

Pada tahun 705 H. yakni ketika Ibnu Taimiyah berusia 44 rahrrn, r,

lil.lun dan tinggal disitu selama 7 bulan. Sebabnya tidak lain ialah karena
yi

dipanggil oleh Sultan yang berkuasa di Mesir ketika itu unruk dararrli t,
Mesir.

arkan fatwa y ang ganj il-ganj il dalam agama dengan semboyan " kembali

lrpnda Allah dan Rasul". Ia menganggap bahwa ulama-ulama Islam yang

Syria (Damsyik) ketika

itu dibawah pemerintahan

Mesir.

lnrkrrrnpul dalam

madzhab, begitu juga, ulama-ulama Usulluddin

Setibanya di Mesir ia dimajukan ke muka mahkamah dengan turhrlr,rl

ia memfarwakan dihadapan orang banyak pengajian yang s(.:.,rr yaitu, Tuhan Allah benar-benar duduk bersela di atas 'Arsy, bahwasurrr,
bahwa

Ahlussunnah wal Jama'ah semuanya dianggapnya tukang bid'ah. Yang tidak tukiurg bid'ah hanyalah ia seorang.

l'ada tahun 712 H. ia kembali ke Damsyik. 301

300

Damsyik pada ketika itu ia mengeluarkan bukan saja lltrr i farwa dalam Usuluddin tetapi juga dalam hukum- hukum fikilr r,r',r, berlainan dan bahkan yang bertentangan dengan madzhab yang cnrl',ir sehingga boleh dikatakan ia sudah ke luar dari lingkungan madzhab r,r,'r 4 itu, khususnya telah keluar dari Madzhab Hanbali yang dianrrtrrr

Di

'

sebelumnya. Pada tahun 718 H. keluar lagi perintah dari Sultan yang berkurrs,r 'lr Damsyk ketika itu untuk melarang Ibnu Taimiyah berfatwa, kare n;r r, mengulangi lagi fatwa-farwanya yang ganjil-ganjil yang berlainan ,l,rrr

Ibnu Taimiyah tidak memberi jawaban apa yang ditanyakan Hakim trtrrpi sekalian pertanyaan dijawabnya dengan "La Ilaha illallah"' Akhirnya ia dimasukkan ke penjara dan ditahan beberapa tahun. Di dalam penjara ia mengarang sebuah kitab tafsir yang diberinya rrirnra 'Al Bahrul Muhith". Kemudian ibunya memaiukan permohonan krJxrda. Raja Naser untuk metnbebaskan anaknya. Raja Naser memprrkenankan permohonan ibu ini. 'lbtapi - kata Ibnu Bathuthah - kemudian terjadi lagi hal yang
\('lr.rpa:

farwa ulama-ulama Islam yang banyak waktu itu.

ini dilanggarnya. Maka pengadilan Agama yang terdiri dari ulama-uiama, ahli hrrlrll
Tetapi perintah yang bersidang tanggal 22 Raiab tahun 720 H. ia dimasukkan lagi ke rl;rl,ln tahanan sampai tahun 721H. Tahun 721 H. ia dikeluarkan lagi dari tahanan. Akhirnva riwayat Ibnu Taimiyah sangat menyedihkan. Beliau meningll,rl dalam penjara benteng Damsyik padatanggal2T Syawal tahun 728 Hilr,rlr sesudah mengalami penahanan beberapa tahun.

#ilgil.;A's6*,!,itLr;kj

56'!'5t5e6*ya$,nik

ru-J$5l$6y:j66#fi?rywe
-,9\iig1,r,.r.#-:#'",6'G\6
,fr,A!,afa;:rsJlSfu 4r_ff?r!,

Ibnu Bathuthah, seorang pengembara dari thngger, Al Jazair p,r,l,r ' akhir abad ke VII dan permulaan abad ke MII H. menerangkan d:rl,rrl bukunya yang bernama, "Rahlah Ibnu Bathutbah", pada jilid I, paginl "' yaitu
:

- ov oe tEibrbu.t.br.dyX,lArV elti,+.r;.tr!2;b,,i**d
Artinya:

'Adalah di kota Damsyik, Syria, seorang ahli fikih yang besar rlll,rrl

Madzhab Hanbali namanya Ahmad Taqipddin Ibnu Taimiyah t,i banyak membicarakan soal-soal ilmu pengetahuan, tetapi say;rrrp
sekali otaknya sedikit goncang," Penduduk kota Damsyik sangat menghormati orang itu. Pada suatu
h,rrr

di Damsyiq, Say badir di mesjid pelajaran dihadapan umum dimimbar mesjid ntendengar dia memberi kami". Banyak pelajaran diucapkan. Di antara perkataannya: "Tuban
Saya ketika

itu

sedang berada

-Allah turun ke langit dunia serupa turunnJ)a dengan turun saya ini", lalu

la turun satu tingkat di jenjang mimbar, Pada ketika itu seorang ulama

ia mengajx di

atas mimbar mesjid Damsyik. Ia mengeluarkan bebcr;r;',r


l:rrrr

ucapan atau fiwa yang berlainan dari fatwa ahli.ahli fikih yang sehingga ia akhirnya diadukan orang kepada Raja Naser di Ikiro.

fuli fiqib
iuz

Madzbab Maliki bernama Anus Zahra' membantab dia dan ntelawan ucapan-ucapan lbnu Taimiyab (Lihat Rahlah Ibnu Bathuthah,

l,

halaman 57, buku cetakan Azhariyah, Kairo 1928 M).

dibawa ke Ihiro dan kepadanya dihadapkan beberapa tudulr;rrr dihadapan pengadilan yang memerilsa perkaranya.

la

302

303

Ibnu Bathuthah melanjulkan laporannya: Murid-murid Ibnu thirrrrr.rl,


marah kepada Ibnu Zahrt',lalu mereka berpukulan.
Raja

krpada pengajian ayat "Tuhan istawa di atas Arsy" maka ia (lbnu Taimiyah)
rrrcngatakan bahwa Tuhan duduk bersela serupa sela saya ini.

ini orang baik, beliau memerintahkan pada

Raja Mesir nanr;rrn.r

Nasser supaya lbnu Taimiyah dibawa ke pengadilan Tinggi, karena farwrrrrr.,

itu pendengar jadi ribut dan marah sehingga ia dilempari rlrngan sepatu dan sandal, diturunkan dari kursi duduknya, ditampar dan
Pada ketika
rIi

dalam agama banyak yang salah-salah.


antaranya farwa yang salah itu, kata Ibnu Bathuthah, ialah balru,r thalaq tiga yang dijatuhkan sekaligus dianggap jatuh satu, bepergian zrrrr,rt' ke makam Nabi Muhammad Saw. diMadinah dianggap ma'syiar dan lain-l;rrrr Sesudah diadakan persidangan maka diambillah putusan [211y1 tlrrrrr Taimiyah ditetapkan telah melakukan kesalahan-kesalahan karena banr,rt,

perpukulkan bersama-sama.
Perkara

Di

ini sampai kepada polisi dan hakim yang kemudian mengadaitu. Mendengar jawabanl;rwaban Ibnu Taimiyah dalam pengadilan, hakim'hakim menjadi geli nrclihat kedangkalan ilmu Ibnu lairniyah itu.". Demikian tersebut dalam Buku. "Dar'us Siubah man tasyabbah wa
k;rn persidangan untuk mengadili Ibnu Taimiyah t;rrnarrad", karangan Taqryuddin al Husaini, orang Damsyik yang meninggal
()t)

fatwanya dalam fikih dan dalam Usuluddin yang menyeleweng, ridak

st'srr,rr N,rt,r

dengan aiannajarun yang diaiarkan oleh Nabi dan sahabat-sahabar

tahun terkemudian dari Ibnu Taimiyah. Kabar

dan tidak sesuai pula dengan ajann"ajaran Agama, yang biasa diajar'l,rr, oleh ulama-ulama Islam, Karena itu ia dihukum penjara di Benteng Damsyik"
Ia ditahan dan mati dalam penjara Benteng Damsyik pada tanggll Syawal tahun 728 H.
.l

ini

didengarnya dari bapaknya yang menghadiri Majlis Ibnu

'lhimiyah.

Teranglah dalam kedua keterangan itu, yakni keterangan-keterangan

lhnu Baithuthah dan Taqiyuddin al Husaini, bahwa Ibnu Taimiyah termasuk golongan orang yang menyerupakan Tuhan dengan makhluk, golongan
Musyabbibah, karena ia mengatakan bahwa Tuhan turun dari langit tiap
rnrrlam seperti turunnya

Demikian keterangan Ibnu Bathuthuh dalam buku "Rahlah" nya, Teranglah bahwa Ibnu Taimiyah ini boleh dikatakan seorang ulrrn.r besar, tetapi otak"nya sedikit geger, sekali ia katakan dan ia farwuh,r,, dengan lancang, bahwa Tuhan duduk serupa saya duduk ini, dan'lirlr.rr,

ia dari mimbar dan Tuhan duduk bersela di

atas

'iusy seperti ia duduk di atas kursi, walaupun ia banyak kali pula mengat;rkan bahwa Tuhan tidak serupa dengan makhluk.

turun serupa turun saya ini, dan diwaktu yang lain ia farwakan balru,r walaupun Tuhan bertangan dan bermuka, tetapi mukanya tidak scr.rrli,r dengan muka kita, Tuhan Allah tak serupa dengan makhluk, katanya. Tersebut dalam kitab "Daf'us Slubah man tasyabbah wa tamarrrrl' (Penolak syubahat yang membikin syubahat dan penyeleweng:rnr kuangan Mufti dan Syailkhul lslamTaq\uddin al Husaini ad Dimsyrtlr (meninggal di Damsyik tahun 829H.), pada pagina 4I yaitu
:

Tetapi, ya, sejarah telah berjalan, walaupun fatwanya, itu tersesat rtiunun pengikutnya ada saja, sesuai dengan peribahasa Arab : "likulli saqith l;rr;ith" (Tiap-tiap yang jatuh ada pemungutnya).

antara penganut dan penerus paham Ibnu Taimiyah adalah rrrrrridnya Ibnul Hadi dan Ibnul Qayim al lauzi, pengarang kitab "Zadul
Mr'ad".

Di

"Mengabarkan Abu Hasan Ali ad Dimsyaqi, ia terima dari bapakrrl,r


bahwa bapaknya menghadiri majlis Ibnu thimiyah di Mesjid Damsyili

Ibnu Taimiyah memberi pelajaran dihadapan umum. Ketika ia saml);l

3A4

305

Artinya

(ntenurut lbnu Taim$,ah): "Kenntdian Ia duduk bersela di atas Arsy"

xxI
FATTVA-FATWA IBNU TATI}IIYAH YANG BERTENTANGAN DENGAN FAT1VA

tAl 'Araf : 51).

KAUIil AHI.USSUNNAH WAI.

'AMAAH l. Tuhan
Duduh Di Atas'Arsy Serupa Duduhnya.
Ibnu Taimiyah memfarwakan bahwa Tuhan duduk bersela di atas )\rir serupa dengan duduk berselanya Ibnu Taimiyah sendiri. Fahanr rrrr beberapa kali diulangnya di atas mimbar Mesjid Bani ummayah di Danrsr rr,
Syria dan di Mesir.

: 3, Ar Ra'd : 2, Al Furqan:59, As SajaCah :4 dan Al Hadid: 4. Ibnu Taimiyah mengartikan perkataan-perkataan "istana" yang ada rl,rlirm ayat-ayat itu dengan "duduk bersela serupa duduknya" sendiri. Irarwa dan i'itiqad Ibnu laimivah semacam itu ditoiak oleh kaum
\irrrLrs
Alrlussr-rnnah n'alJama'ah bukan saja ditolak dengan lisan dan tulisan tetapi

'

Dan ayat-ayat Qr.rr'an suci.vang serupa dengan ini, yang tersebut dalam lrtrah surat dalam al Qur'an, yaitu pada surat-surat: Thaha : 5, al liraf 54,

Iugrr sampai dibarva rrr,rli dalam penlara.

ke muka pengadilan dan akhirnya dihukum sampli

Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah, baik kaum Salaf atau Khalai tidak mcngartikan perkataan "istawa" dalam ayat-ayat itu dengan "duduk bersela

Ia mengemukakan dalil ayat Qur'an yang diartikannya semuanya s,rl,r dan sebagai yang tersurat saja, tanpa memperhatikan yang tersirar rr;rrr ayat4yat itu.
Jadi, Ibnu Taimiyah boleh digolongkan kepada kaum Zahirriyah, y,uru

\('rlrpa duduknya manusia",

- tidak, tidak.!

Ada dua aliran dalam kaum Allussunnah walJama'ah dalam rnengarti-

k;rn (menafsirkan) ayat-ayat istawa itu, yattu:

L Aliran Salaf,

atau ulana-uiama Islam yang hidup dalam J00 tahun

"kaum lahir", yang mengartikan ayat-ayat Qur'an dan Hadits Nabi lahirnya saja.
Misalnya firman lfuhan:

sec;rr,r

sesudah tahun Hijrah.

2. Aliran Kbalal yaitu ulama Isiam yang hidup


sesudah Hijrah sampai sekarang.

di muka J00

tahun

o,rL
Artin.va:

."ful;,gt:l*i*s(

Ulama-ulama Salaf menyerahkan arti yang hakiki dari perkataan "isrrwa" itu kepada Nlah. Memang dalam bahasa 'fuab, "istawa" artinva rltrcluk, tetapi ayat-ayat sifat "istawa" lebih baik dan lebih aman bagi kita
tirlitk diartikan, hanya diserahkan artinyl- kepada llirhan sambil kita i'itiqadli;rn bahwa Tuhan tidak serupa dengan makhluk.

(merutrut lbnu Taimiyah): 'Ar Rahman duduk bersela di atas. Atsr (Thaha; 5). Dan firman-Nya:
o

Ulama-ulama Khalaf mentakwilkan perkataan "istawa"


"istaula", yakni "menguasai" atau "memerintah".

itu

dengan
Yang

L, *iP! t. rirs,&,;rr:"t'A

Tetapi kedua aliran

itu

menentang cua-cara Ibnu Taimiyah

rncnyerupakan duduknya Tuhan dengan duduknya sendiri.

306

Karena itu Ibnu Taimiyah, bukan pengikut ulama-ulama Salaf dan

;rr1',,

lersebut dalam kitab-kitab thfsir yang mu'tabar

bukan pengikut ulama-ulama Khalaf. Ini harus dicamkan benar-bcrr,rr karena di Indonesia terdengar desas-desus, bahwa Ibnu thimiyah rrl
penganut paham Salaf
Kalau diteliti secara mendalam, maka cua-cffa ulama Salaf dan ul:rrrr,r

L Daiam

Tafsir Jalalein

jilid lli,

pag\na 82

"Yang dimaksud ialah menguasai dan memerintahi""

Z. Dalam kitab Tafsir Farid Vajdi, ptgina 472

Khalaf tidak berbeda, kedua-duanya sama-sama mentakwilkan


Mutasyabih, tetapi cara mentakwilkan berlain.lain.

ayar-:rr,rr

"lstawa artinya, memerintah dan menguasai".

J. Dalam Tafsir Ruhul

Bayan,

ji-lid V, pagina 363

Ulama-ulama salaf mengakui, memang arti istawa dalam bahasa Ar,rl' adalah duduk, dan perkataan "tangan" memang tangan, tetapi dudLrlirrr,r

"Yang dimaksud dengan istawa ialah menguasai".

Tuhan dan tangannya Tuhan tidak serupa dengan duduk dan tang,r', makhluk-Nya. Jadi perkataan "istawa" dan "yadun" tidak dipakai menrrrrrr
artinya yang asli, Ulama-ulama Khalaf juga begitu, mereka mengakuibahwa arti "ista\\,r dalam bahasa fuab memamg duduk dan arti "yadun" memang tangan, tcr,rll

Ulama Khalaf menganggap bahwa mentakwilkan Istawa dengan istaula ,rtlltah lebih aman buat i'itiqad, karena tidak akan ada sedikit juga lagi hcrtcntangan dengan ayal dalam surat Slura, yaitu
:

\\,(9r# t.tgi^*3,J,.1
Artinya:

istawa adalah "menguasai" dan arti "Yadun" ial;rlr "kekuasaan". Jadi tidak dipakai menurut artinya yang asli lagi. Sepanjang riwayat sejarah, bahwa pada suatu hari Imam Malik lrrrr Anas ditanya tentang arti ayat pada surat Thaha 5 itu, maka beliau mt,rr dalam ayat
jawab:

ini arti

"Tiada J)ang menJ)erupai DIA su(ttu

juga" (As Syura:

11).

Kalau dikatakan Tuhan bersela serupa selanya, Ibnu Taimiyah maka 'l\rhan sudah serupa dengan makhluk. Subhanahah Sudah bertentangan tlcngan ayat ini.
Pengertian macam
'Arab.

.ki'*\t#V,
Artinya
:

V;;

!i36i

5, X

Ju'.t!;)

ini bagi perkataan "istawa" terpakai dalam bahasa

Dalam suatu sya'ir klassik disebutkan

"Perkntann Istawa sudah diketahui oleb setiap orang artinya, tetapl

caranya tidak diketahui bertanya+arya dalam soal ini adalah bid'ah"


Demikian penjawaban seorang ulama Salaf yaitu Imam Malik bin pembangun Madzhab Maliki (93 H. - 179 H,).
Anrrr

o!fu.a;5
Artinya:

#j3,

rtQt &fr Wtft


lraq tanpa darab

"Telab istawa (menguasai) manusia atas negeri

Ihum Ahlussunnah wal Jama'ah aliran Khalaf mengartikan ayat

istawir

1mg tertumpab".
Dan lagi dalam al Qur'an banyakperkataan "aitawa" yangartinyabukan

itu dengan "istaula" yang berarti menguasai atau memerintahi

308

309

"duduk bersela", seperti dalam firman Tuhan:

Dan lagi firman Tuhan:

!t: r-jrA . gtA:F\r.i.-rt;


Artinya: "Dan perabu Nabi Nub berlabuh di

p*\y iF'6 trkt


Y'\,

1ii6'"At

g, f5
di atas

C*Jl

Judi' (Hud:

41)
r,rl'

Artinya:

Arti "istawa" dalam


pandai bersela.

ayat

ini berlabuh, bukan bersela karena perahu

"Sebagai tawanan yang mengeluarkan tunasnla yang lenfiut,

kenrudian bertambab kuat dan bertambab besar, dapat tegak


hutangnlta" (Al Fath: 29).

Dan lagi firman Tuhan:


Y

i4

q* t?(i,'r; x$t Jt,s',i:"t?


1,\l

Perkataan Istawa dalam ayat

ini ialah "tegak" bukan duduk

bersela.

Nampaklah bahwa dalam ayat-ayat suci banyak perkataan istawa yang

Artinya:

"Kemudian Tuhan menyengaja langit, lalu dibuat-Nya langit"


Baqarah: 29).

tidak berarti "duduk bersela". Maka heranlah kita kepada Ibnu laimiyah ylrng memaksa dirinya untuk mengartikan "istawa" dalam surat I'haha 5 rlan lain-lain itu, dengan dudak bersela serupa ia bersela sehingga men1;rtuhkan dirinya ke dalam golongan Musyabbihah yaitu orang yang
nrcnyerupakan luhan dengan makhluk-Nya.

Arti istawa, dalarn ayat ini "men1'engaja" (Qashada) membuat, buk;rrr


bersela,

Andai kata diterima paharn Ibnu laimiyah, yang bcrpenclapat bahrva 'l[rhan duduk bersela di atas 'arsy maka bagaimana artinya lagi ayat Qur'an

Kalau diartikan duduk bersela dalam ayat ini sebagai paham lbrrrr thimiyah, maka terdapatlah arti yang pincang, yaitu 'lirhan duduk berscl:r di atas langit yang sedang dijadikan-Nya. Subhanallah I
Artinya:

r, .4_r.-/, . L5L{ji l{;,j^,


"DAn

Dan lagi firman'luhan

Ia (Tuhan) bersama

kamu dimana juga kamu berada"

\1, ei.oil
Artinya
:

.(p;(k
14).

lq|;jJr;'&'w;
r

(Al Hadid: 4).


Paham Ibnu thimiyah

ltau
b

banyak, karena yang satu duduk bersela Alangkah kelirunya paham

ini menimbulkan kesan seolah-olah Tuhan dua di atas 'arsy dan yang lain ini
?

"Dan setelab dia dewasa dan cukup usianya, Kami berikan kepadany

erialan-jalan bersama manus ia.


Pendeknya dapat diambil kesimpulan, bahwa paham yang mengatakan

bikmab dan ilmu" (Al Qashash:

Arti istawa dtlam ayat ini cukup umur, bukan duduk bersela.

'lhhan duduk bersela di atas 'arsy serupa duduknya Ibnu Taimiyah itu atau
$crupa duduknya siapa jugapun, adalah paham yang sesat lagi menyesatkan,

310

3l l

karena, bertentangan dengan sifat Tuhan: Makhalafatuhu ta'ala lil hawatl (berlainan dari sekalian makhluk).

rr.,,

Oleh karena, itu hendaklah mendoa banyak-banyak setiap malam.


lrrilah maksudnya hadits ini.
Fanva Ibnu Taimiyah ini kalau dibuka, pada abad sekarang maka orang

2. Tuhan Turun Dari langit Tiap-tiap Malam Turunnya lbnu Taimiyah dari Mimbar

Serupu
1,,

l'('rnua akan mentertawakannya.


Sebagai dimaklurni bahwa dunia ini bundar. Malam disesuatu tempat,

Ibnu Taimiyah memfarwakan bahwa lbhan tiap-tiap malam tururr langit dunia seperti turunnya ia ke bawah dari mimbarnya.
Memang dalam sebuah hadits Nabi Muhammad Saw. tersebut
:

rilng ditempat yang lain. Kalau di Indonesia-matahari sudah


tlrrrr sudah malam maka

terbenam

di Makkah baru pukul 12 siang. Kalau di Indonesia

.Vjth$"bt'Jj4u'*tlf,,Vr'f6)u <z\

iS U UG_ -t, fu J:#:lkS'Fta,'J*, tv 4L;d ;rt a c"gg i;' :{ #'i;r-.}# tJa,


il(FJ "U 5i'tr2:UU i,
I

silng bolong, umpamanya pukul 10 pagi maka di negeri Belanda, bctullrctul pukul 2 malam, dan begitulah seterusnya. Nah, kalau Tuhan Allah turun ke bawah sepertiga malam terakhir scbagai turunnya Ibnu thimiyah, maka pekerjaan lbhan Allah hanya
turun-turun saja setiap waktu bagi seluruh penduduk dunia, karena, waktu

rcllertiga terakhir dari suatu malam bergantian diseluruh dunia, sedang


'l[rhan hanya satu.
Yang benaE ialah tafsirannya kaum Ahlussunnah wal Jama'ah, bahwa

Artinya:

ffi

#J('#ti

"Dari Abu Hurairab Rda,, beliau berkata: Bahwasanya Rasululltl, Saw. berkata: "Tuban Allah turun tiap-tiap malam ke langit dunia ketil:,r tingal sepertiga malam penghabisan, maka Ia berkata: Siapa-sittl,,t yang akan mendo'a kepada Saya akan Saya perkenankan, siapa yutr,r, meminta akan Saya beri, siapa yang minta ampun kepada Saya aktrtt Saya ampunl" (Hadits Sahih diriwayatkan Imam Baihaqi). Hadits ini rtr rawikan juga oleh Imam Bukhari, (Sahih Bukhari IV, halaman 72).
Ketika menerangkan hadits ini Ibnu Taimiyah mencobakan bagaim;rrr,r turunnya Tuhan dari langit, yaitu seperti ia turun dari mimbar

pintu rahmat Tuhan lebih terbuka pada sepertiga malam terakhir menurut waktu setempat. Karena itu mendo'alah pada waktu itu! Hal ini dapat
rlirasakan, bahwa mendo'a malam-malam buta serupa
kcsan dan sangat terasa dekatnya lnta kepada Tuhan.

itu

sangatlah ber-

t. Bepergian Ziarah Kemakam Nabi Di llladinah Haram.


Ibnu thimiyah mengharamkan orang pergi ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw. di Madinah, Dan perjalanan itu -kalau dilakukan rlianggap malaiat, menurut Ibnu Taimiyah. Fatwa Ibnu Taimiyah

ini ditentang dalam praktek oleh ummat

Islam,

Menurut i'itiqad kaum Ah.lussunnah wal Jama'ah Tuhan Allah turun sebagai dikatakan Ibnu Taimiyah, apalagi sebagai turunnya Taimiyah melangkah dari atas mimbarnya ke bawah.
Maksud hadits ini

titl,rl, lbrrrr

klrusus oleh kaum Ahlussunnah walJama'ah, karena sudab 14 abad ummat

lslam berbondong-bondong datang menziarahi makam Nabi Muhammad


Saw. terutama sesudah mengerjakan haji

menurut Ahlussunnah

bahwasanya pintu rahrn,rr

di Makkah. Ummat Islam keseluruhannya, terkecuali yang telah tertutup mata

Tuhan terbuka malam hari seluasJuasnya, khusus pada akhir"akhir mal:rrrr Sekalian do'a dan permohonan diterima ketika itu.

Iratinya, berkeyakinan bahwa bepergian ke Madinah untuk menziarah makam

Nabi Muhammad Saw. adalah perbuatan yang diakui oleh Syari'at Islam,

diberi pahala kalau dikerjakan.

312

313

Jadi fars,a, Ibnu laimiyah berlawanan 180 derajat dengan kevakin,rl ummat Islam di seluruh dunia.
Kaum Ahlussunnah wal Jama'ah beri'itiqad bahwa ziarah ke ffillkrrrrr Nabi di Madinah adalah sebesar-besar ibadat yang menghampirkan diri krr,r kepada Allah Sabhanahu wata'ala. Orang yang mengharamkan pergi ziarah ke makam Nabi Muhamnr;r,l
Saw., langsung atau tidak langsung telah berusaha dengan sengaja unlrrl,

Tetapi slukuriah, ummat Islam di dunia tidak mengikut fafi\,a lbnu


lirirniyah, Beribu-ribu, berpuluh ribu dan beratus ribu setiap tahun mereka

bcrbondong-bondong pergi ke Madinah uatuk menziarahi makam Nabi


MLrhammad Saw.

ini - K.H. Sirajuddin Abbas tli Madinah itu, sudah 6 kali


Pengarang buku
:

* acap kali datang ziarah

menyepikan kota Madinah, suatu kota dimana dulu pada permulaan Isllrrr

Tahun 1927 Nl. tiriak musim haji.

pernah dipancarkan ajaran Islam keseluruh pelosok dunia. Dan langsung atau tidak langsung orang itu juga telah mernperlit'r rl peranan Nabi Muhammad Saw., sebagai pembawa u'ahyu Ilahi 1lrrrl
menyelamatkan manusia dunia akhirat, karena bagi orang itu sedikit dt'rrrr sedikit, Nabi Muhammad Saw. sudah jauh dari hari sanubarin,ya. Ramainya kota Madinah sekarang adalah tersebab karena banyakrrr,r

2. Tahun 1951M. musim haji. 3. Tahun 19i8 M. tidak musim haji. 4. Tahun 1959 M. tidak musim ha ii.
5. Tahun 1961 M. tidak musirn haji.

6. Tahun 1963 M. tidak musirn haji.


Saya melihat dengan mata kepala, bahwa orang-orang Islam yang (lirtang ke Makam Nabi Muhammad Saw sama saja banyaknya, baik pada
nrusim haji atau tidak musim haji. Makarn Nabi Muhammad Saw. tak pernah

orang ziarah ke makam Nabi, bukan karena banyaknya orang ziarah mesjid Nabi.

li,

Dalam suatu hadits memang disebutkan bahwa ada 3 buah mrstr,l yang dibolehkan berkunjung ke sana untuk sembahyang, yaitu l{csyrrl
Madinah, Mesjid Makkah dan Mesjid BaitulMaqdis di Palestina, tetapi umrn,u

Islam di seluruh dunia, krlau ditanya maksud mereka datang ke Madirr;rlr

bukan untuk sembahyang

di

st'pi dari penziarah-penziarah, pemberi-pemberi salam kepada beliau, walaupun Ibnu thirniyah cs telah lebih dari 700 tabun memfatwakan llrhwa pergi ziarah itu haram hukumnya.
Valaupun kebanyakan ummat Islam tidak mau mengikut, tapi sejarah lslam telah mencatat bahwa ada seorang ulama Islam di Damsyik pada

mesjid Madinah tetapi untuk menzianrlrr

makam Nabi Muhammad Saw.

tihadah ! Valaupun ada hadits yang membolehkan datang ke mcslr,l Baitul Maqdis di Palestina, tetapiummat Islam tidak adayangdatang kc srrrr buat sembahyang di mesjid, tidak ada yang mau menghabiskan harrarrr,,r untuk datang, ke situ. Paling-paling yang datang ke Palestina harrr.r
pelancong-pelancong saja. Nah, kalau dilarang datang ke Madinah untuk ziarah ke makam N:rl,r maka tidaklah ada orang Islam yang akan datang ke Madinah lagi tl;rrr Madinah itu akan sepi. Iklau Madinah sepi itu berarti ag ma Islam sutl;rlr berangsur lenyap dari dada manusia.

:rlrad ke

VIII Hijriah yang

mengharamkan ziarah

ke makam Nabi

Muhammad Saw., yaitu Ibnu Taimiyah. Karena itu, tidaklah salah kalau banyak dari ulama-ulama Islam sejak

H. itu mengarang buku menolak paham Ibnu Taimiyah dan rncngatakan bahwa Ibnu Taimiyah itu "Dhallun mudhillun" (sesat lagi
rrbad

ke

nlcnyesatkan).

Ibnu Hajar al Haitami, seorang ulama besar dalam abad ke X

H.

Hal ini barang kali tak terpikir oleh lbnu Taimiyah.

nrcngarang suatu kitab bernama 'Al Jauharul Munazham fi ziaratil Qubris syarif an Nabi-il mukarram" (Jaubar yang teratur untuk menerangkan ziarah kubur Nabi Yang Mulia).

3t4

315

Begitu juga ulama-ulama besar yang terdahulu abadnya dari lbrrrr Taimiyah banyak sekali di antara merekayang mengarang buku-buku v;rrrg
menyatakan bahwa ziarah Nabi adalah sunnat hukumnya. Imam Ghzali, seorang ulama besaryang terkenal, telah menulis kitirbrry,r Ihya Ulumuddin pada abad ke VII, dimana beliau menyatakanpadabahlgr,lr

Nah, lihadah

kata lbnu Taimiyah

ummat Islam dilarang bepergian

dengan membawa bekal-bekal untuk perjalanan, kecuali hanya untuk 3 perjalanan, yaitu ke mesjid Madinah, ke mesjid Makkah dan ke mesjid

hlcstina, lain dari itu tidak boleh bepergian.


Dengan sendirinya berkemas-kemas/bepergian ziarah kubur adalah htrum, kata Ibnu Taimiyah. Kaum Ahlussurrnah wal Jama'ah menjawab, bahwa yang dilarang fircnurut hadits ini berkemas-kemas bepergian untuk dengan sengaja pergi
tembahyang ke mesjid-mesjid khusus. Umpamanya kita bepergian dari jauh datang ke mesjid Aya Sofia di 'lbrki, atau ke mesjid S1'uhada' di Yogyakarta, atav ke mesjid Demak di Jnwa Tengah atau ke mesjid Banda Aceh di Aceh, dengan sengaja hanya untuk sembahyang di mesjid-mesjid itu.

Adab Safar, bahwa ziarahke makam. Nabi yang mengerjakannya.

itu

adalah diberi pahala, onurH

Seorang ulama Islam bernama Ibnu Hubairah menerangkan tlrrl;rrrr

kitabnya bernama "lttifaqul Aimah", bahwa telah sepakat Imam-irrr,rrrr Maliki, Hanafi, Syafi'i dan Hanbali memfarwakan bahwa ziarah ke maklru
Nabi adalah sunnat hukumnya.
Teranglan bahwa ulama-ulama Islam ikutan ummat sejak dulu sanrl);tl sekarang banyak sekaliyang beri'itiqad bahwa menziarahi makam Nabi irrr

sunnat, bukan bid'ah sebagai fatwa Ibnu Taimiyah cs. Sepanjang sejlrirlr memang Ibnu Tairniyah tak pernah naik haji, begitu juga pengikurny;r
Muhammad Abduh dari Mesir tidak pernah naik haji,

Benar-benaq kalau fatwa Ibnu Taimiyah. cs ini diikuti maka Madinah, kota Rasulullah, akan menjadi sepi, na'uzu billah! Mari kita selidiki dalil-dalil Ibnu Taimiyah:
Kesatu.

kor;r

Hal ini terlarang dalam agama, karena deraiat mesjid itu semuanya tama, boleh sembahyang dimana-mana dan tak perlu membuang harta untuk menziarahi rnesjid-mesjid itu.
Tetapi hal ini dikecualikan untuk 3 buah mesjid, yaitu mesjid Madinah,

mesjid Makkah dan mesjid Palestina.

Nabi Muhammad Saw. bersabda:

Bepergian jauh-iauh untuk menuntut ilmu, untuk mencari nafkah, untuk berusaha, untuk naik haji, untuk ziarah makam-makam, khususnya makam Nabi Muhammad Saw. hadits ini.
Kalau terlarang

di

Madinah tidaklah terlarang dengan

g;t/"rrnt':-6,{6JN3*1&A{
*lbJtol,,
futinya;
"Janganlah kamu berkemas-kemas (membawa bekal-bekal perjalanan)

sebagai diartikan oleh lbnu Taimryah maka terlaranglah

.*A,lr*P;Uryt

$epergian untuk mencari ilmu, untuk perang, untuk haji dan lainlain
sebagainya.

ini tak kena kalau dipakai untuk melarang bepergian ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw. di Madinah.
Pendeknya dalil

kecuali untuk 3 mesjid, Mesjidil Haram (di Mekkab), Mesjidil Rasul (di Madinah) dan Mesjidil Aqsha (di Palestina) (Hadits sahih, riwayar Imam
Bukhari dan Muslim).

316

31,1

Kedua,

Ibnu thimiyah memajukan dalil lagi


Bersabda Nabi Muhammad Saw.
.
:

|*e "#aU!+V t4 gAV l";;ra' ;t


TUscsrQr ot2t

slluasi gueja di Haabsyi : Mereka apabila meninggal seorang yang uileb di antara mereka lantas dibuatnya di atas pekuburannya mesjid, kemudian ia bikin patung-patung (gambar-gambar) orang-orang itu. Itulab makbluk yang paling buruk pada sisi Allah pada hari qiamat"

(ll.

Riwayat Imam Bukhari dan Muslim).

Di dalam kitab Fathul Bari, syarah Bukhari pada jilid ke 11 pagina


rliterangkan bahwa gambar itu akhirnya mereka sembah. Ternyatalah bahwa yang dilarang

71

Artinya: "Mengutuk Tuhan kepada orangYabudi dan [t{asrnni ltang menjatlil,:,tti kubur Nabi-nabi ntenjadi mesjid'(Hadits sahih riwayat Imam Bukhari tl,rrr

itu ialah membuar mesjid di atas dan membuat gambar yang mati itu di dalamnya untuk orang ltckuburan
tlisembah.

Muslim).

Inilah maksud hadits yang dua ini.

Lihatlah

kata lbnu thimiyah

orang-orang Yahudi dan Nasr,rrl

Adapun orang-orang yang ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw.,


yirng sudah dikerjakan oleh orang Islam selama 14 abad, bukanlah membuat

dikutuk oleh Tirhan karena menjadikan makam-makam Nabi menjadi mcsjirl serupa orang Madinah yang membuat mesjid dekat makam Nabi tl,rrr

serupa orang-orang yang


makam Nabi.

ziuth

kepada Nabi dan sembahyang clcli,l

l)irtung Nabi Muhammad, bukan pula menyembah patung.patung, hukan, bukan, tetapi hanyalah semata,mata menziarahi makam Nabi Muhammad Saw. dan memberi salam kepada beliau, lain daripada itu tidak
;tcla.

Kaum Ahlussunnah menjawab, bahwa Hadits ini tidak dapat dimajuk;rrr

ziuahke makam Nabi, karena yang dikatlrk,rrr di sini ialah larangan menjadikan kubur menjadi mesjid, bukan ziurtil, kubur, dan bukan pula larangan untuk "bepergian" menziarahi kubur: Yang kedua, hadits ini diuraikan artinya oleh hadits yang lain:
sebagai dalil pelarang orang

z&iu,iaK'iEf,\u{96*i,b'8,1e ,q {*'eV.*e,&,,F;\ W Sg tit 4J i,

Ibnu Taimiyah, kecemasan Muhammad bin Abdul Wahab tlrn kecemasan siapa juga pun, bahwa orang-orang yang datang ziarah kc makam, Nabi di Madinah akan menyembah Nabi Muhammad adalah kccemasan yang dibuat-buat, tidak beralasan, karena yang datang ziarah kc sana rdalah orang.orang Islam yang tauhidnya sudah kokoh dan kcimanannya sudah patent yang tak perlu dikhawatirkan lagi. Dan bahkan, zianh ke makam Nabi itu dapat dirasakan untuk mermmbah ketinggian dan kebesaran tauhid, karena kita menziarahi dan
Kecemasan

6i'i:4

&, :V

64Ji

** i,-:.i t f-:qrl*J.lo!,. {6,

6(;t

lrngsung memberi salam kepada Imam dan Pemimpin Tauhid yang besaq rrlah menyapu bersih kemusyrikan dan kepatungan di seluruh tanah Arab kctika itu.

Artinya:
"Bersabda Nabi Mubamnmd Saw,, tatkala dikabarkan kepada beliuu

Dan bahkan ziarah ke makam Nabi pada waktu sekarang lebih mcmpertebal iman kita, lebih mempertinggi perjuangan kita dalam
rnengikis syirik, sehingga futa yang ziarah mendapat semangat baru untuk rncnghapuskan syirik sesudah ziarah itu.

318

319

Baikiah kami tegaskan bahwa kaum Ahlussunnah wal Jant'r"rl' berpaham dan beri'itiqad, bahwa bepergian ziarab ke makam Nabi rl,rrr tempat jauh, dari Indonesia, dari Tiongkok, dari N Juair adalah suprr,rt diberi pahala dan bahkan adalah suatu ibadat paling besar. Begitu itgaziarah ke makam ibu, bapa, rnakam ulama'ulama, Irlrtli;ttt' ofang-orang mati syahid, ntakam pahlawan-pahlawan trsiam semurtrrr,, adalatr sunnat, berfaedah untuk dikerjakan.
Dalil"dalilnya adalah
Kesatu

Bagi orang yang beragama mengingat-ingat kampung akhirat itu bcrfaedah besar dapat mendorong berbuat ibadat untuk bekal yang akan
tlibawa ke kampung akhirat itu.

Kedua:
Dalam sebuah hadits tersebut:

Nabi kluharnmad Saw, pernah bersabda,

3:, rl;y *-,ft *';t'1s i' 3 &i Jv dtt' u;r:;4r: 96,ryifr,,&ti iP_ iv$, K s66r 3-U 6& K:it #, j\(,5 +1lti S
-*S

,gS*thri;g;fu'J,..u3,6 M,:wN,&,,iF:

{:.i)x;,, h'" -6*t' {. 6, ffififiw;,w te-6rWi,"r#\tuW# viip,bfr wby{t"n,,66tffi4Ws;Mt

fL.-"br.!4u1,
Artinya:

tutinya:
Bersabcla Nabi Mtltammad Saw: (Dwlu) saya melarang mer'wianrltt

'Adalab Rasulullab Saw, mengajarkan kepada mereka (sababar sababat Nabi) apabila mereha datang ke pekuburan harus dikatakan: ",\alam atasrnu hai arang mu'm.in laki-laki dan perempuan, babwasanyu kami Insya Allab akan menghuhungi kamu" (l{adits sahih riwayat Imant
Muslinn

kubur (sekarang) ziarahlab. Dalam satu riwayat: Maka ziatabilah kubur, karena ziaralt ittr mengingatkan kepada mati (HSR Muslim - sahih Muslim I halaman 3lJ'))
Demikianlah hadits yang tersebut dalam kitab Muslirn. Memang pada mulanya, yaitu pada Permulaan Islam, Nabi melar:rrui ziarah kubut karena pada waktu itu tauhidnya ummat Islam sangat lenrrrli
karena baru saja ke luar dari kernusyrikan. Tetapi kemudian setelah keimanan dan ketauhidan ummat Islam tcl,ilr

- Shahih il{uslim I pagina 388-389)^

Kelihatan dalam hadits ini bahwa Nabi Muhammad Saw menganjurkan

kcpada ummatnya, supaya kalau datang ziaruh ke pekuburan haruslah baca do'a yang tersebut itu.

Ini suatu, bukti bahwa ziarah kabur itu dianjurkan oleh syari'at Islanr schingga Nabi kita menyumh dan mengajarkan do'a yang akan dibaca
kctika rnenghadapi makam pekuburan itu. Maka heranlah kita kepada orang-orang Islam yang mengharamkan ziarah kubur, apakah mereka tidak membaca hadits ini ataukah memang
alam pikiran mereka sudah berubah dari orang-orang yang percaya kepada

kuat dan sudah berakar dalam hati masing-rnasing, maka seluruh

orltrrrl

Islam dianjurkan dan dikerahkan supaya menziarahi kubur, karena menziar:tlrr

kubur itu, terutama kubur Nabi, mengingatkan manusia kepada mati tllrr kampung yang akan didiami selamanya, yaitu kampung akhirat.

yang gaib menjadi orang-orang materialis yang sama sekali tak percaya kcpada yang gaib ?

320

32t

Ketiga: Dari Sitti Aisyah Unnmul Mu'minin, beliau berkata:

Dengan hadits ini Nabi kita menyatakan bahwa ziarah kepada beliau
scsudah beliau berpulang kerahmatullah seolah-olah menziarahi beliau pada

V'ti*
Artinya:

.,Y le ;$\ J';)\iW\' i *.iVJe.G


-

kctika hidup beliau juga,


Memang Nabi-nabi hidup di dalam hburnya dan mendengar sekalian sdam yang diucapkan kepadanya. Nangkah berbahagianya orang-orang ylrng sempat datang menziarahi makam Nabi Muhammad Saw di Madinah? Kelima:

"Apa ucapan saya Hai Rasulullab kalau saya menziarultr kubur? Nabi mmjawab: "Katakantab, Salam atasmu hAi orang-onttr;i mu'rnin penduduk kampung itu" (Hadits Riwayat Imarn Muslim - Shahrlr Muslim I halaman 388).
Dengan hadits

Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda:

jJ.r)r-{
Artinya
:

IoI

ei&'i *i 6f tV 6

ini diambil dua kesimpulan, yaitu:

1. Nabi Muhammad Saw. tidak melarang ziarah kubur.

2. Nabi Muhammad Saw. tidak melarang wanita ziarah kubuq tctllrr


menganjurkan dan mengajarl,an doa-do'a yang akan dibaca. Nah, kalau menziarahi sembarang kubur saja sudah sunnat, apalrrgr menziarahi kubur Nabi Muhammad Saw. yang tentu lebih baik, lebih afdh:rl dan lebih besar pahalanya.
Ke-empat:

"Barangsiapa menziarabi makam saya, ia pasti mendapat syafa'at saya" (Hadits Riwayat Imam Daruquthni),
Hadits yang dua ini yang diriwayatkan oleh Imam Daruquthni banyak
sckali ahli-ahlihadins

l"ng mengatakan bahwa hadits-hadits ini adalah sahih, di antaranya Imam Daruquthni sendiri, Ibnus Sakan, Imam Subki dan lain-lain (lihat Syawahidul Haq halamanTT). Demikianlah persoalan ziarah kubur ini.
Kalau direntang panjang kita dapat menahskan satu buku hadits Nabi yang menjudi dalil atas sunnatnya ziaruh, makam Nabi Muhammad Saw.,

Nabi Muhammad Saw pernah bersabda:

'#cE5'{{sfi};'qa.'e;5u
'
Artinya
:

i'L;rtilole,

tctapi yang di atas ini cukuplah bagi orang yang beriman, karena dalil itu-menurut istilah ulama usul fikih tidak disyaratkan berbilang banyak; Satu hadits sudah cukup untuk menjadi dalil. Heran dan ta'ajublah kita melihat pengajian Ibnu Taimiyah cs. Kalau tlilihat sejarah ummat Islam pada sebelum zamln Ibnu Taimiyah, ataupun
sesudah zaman Ibnu Taimiyah, baik mereka kaum Syi'ah, kaum Mu'tazilah, kaum Ahlussunnah, semuanya datang menziarahi makam Nabi ke Madinah,

"Barangsiapa menziarahi kubur saya sesudab saya meningtrgl, maka ia seolah-olab sudah menzi.arahi saya pada ketika bidup sayt"
(Hadits Riwayat Imam Daruqidhni).

tetapi hanyalah Ibnu Taimiyah dan pengikutnya saia yang mengatakan bahwa bepergian ziarth makam Nabi ke Madinah adalah pekerjaan
malaiyat. Na'uzubillah.

322

323

4. Mendo'a trlengan Bertawassul


Suatu fatwa yang menghebohkan dunia Islam dari Ibnu Taimiyah ialltr

l'ada surat Isra' begini bunyinya

menghukum kafir atau syirik sekalian orang islam yang mendo'a deng:rrr itu sudah dikerjak:rrr oleh Dunia Islam sedari abad-abad pernnulaan Islam, sedari zaman Nahr, zaman sahabat dan zaman tabi'in" Marilah kita tinjau soai ini srcara tenang dan ilmiyah.
bertawassul, pada hal mendo'a dengan bertawassul
"Thwassul" artinya mengerjakan sesuatu amal yangdapat mendekatk;r
rr

ov,,pV,.,^V&'d4jJj
ALtinya:

S*

"Mereka mencari
1Al Isra': 57).

jalan rntwk

mendeleatkfln

diri

kepacla Tuhan.

diri kepada
yaitu
:

Tuhan

Di dalam al Qur'an ada tersebr,t perkataan"wasilah" dalam dua templt,

Dernikian arti wasilah dalam ai Qur'an, Maka mendo'a dengan bcrtawassul ialah mendaa kepada Tuban, rt'kali lagi nrcndo's kepada'fithan dengan wasilah yaitu memperingatkan
s('suatu yang dikasihi Tuhan.

1.

Pada surat al Maidah ayar ke 35 bunyinya sebagai berikut:

\rlr4t1'\\
Artinya:

j;\qtffi Virr5{r$i&.$td,:U
Yo, 0r \-f , . 6 ;+ii

Kalau dicontohkan kepada situasi keduniaan, Llmpamanya kita akan nlcminta pekerjaan kepada sesuatu jawatan, tetapi kita tidak begitu dikenal olch kepala kantor itu, maka kita ialu mencari jalan, yaitu rnenghubungi sirhabat kita yang bekerja pada kantor itu dan dengan pertolongannya pcrmintaan kita untuk bekerja menjadi terkabul. Ini permohonan dengan "wasilah" namanya.
Atau dalam soal ini kita langsung menemui kepala Krntor dan langsung

Htalh*:,

"Hai orang-orang yang beriman ! Patuhlab kepa,la Allah dan carilalt jalan - yang mendekatkan kepadaNya - dan berjuanglab di jalan Altah, supaya kamu

jadi heruntung"

(AI Maidah: 35).

rrremohon kepadanya untuk minta bekerja, dengan rnernperingatkan kcpadanya bahwa kita yang bermohon ini adalah teman dari anaknya" Ini juga minta "dengan wasilah" narnanya. Wasilah macam

Di dalam ayat ini ada 3 hukum yang dikeluukan, yairu.

im

hanya sekedar untuk lebih memudahkan ter"

1. Kita wajib patuh (tha'at)

kepada Tuhan.
Tuhan

2. Ifjta disuruh mencari ialanyang mendekatkan diri kita kepada 3. Kjta disuruh berjuang (perang) di jalan Allah.

kabulnya permintaan yang memang pada dasarnya iuga dapat dikabulkan. Jangan keliru paham. Kita memohon hanya kepada kepala kantoq tidak kcpada kawan kita tadi dan bukan pula kepada anaknya itu, tetapi kawan kita atau anaknya itu sekedar membuka jaian untuk mendapatkan fasilitas. Begiru juga mendo'a dengan wasilah atau tawassul kepada lirhan. Contoh-contohnya do'a itu adalah
;

Kalau yang tiga ini dikerjakan maka kita ada jaminan unruk mendapar kemenangan di dunia, dan di akhirat.

l.

Kita datang kepada sorang Nabi atau seorang ulama yang lrataanggap mulia dan dikasihi Tuhan, lalu kita katakan kepada beliani: "saya akan mendo'a memohonkan sesuatu kepada Tuhan, tetapi saya harap pula

324

325

Tuan Guru mendo'akan kepada Allah bersame sa)'a, supaya


saya ini dikabulkanNya. Lalu kedua orang itu mendo'a. Ini namanya mendo'a dengan bertawassul.
2.

pe rmirrr,r.rrr

tulama-ulama kaum Ahlussunnah wal Jama'ah memfarwakan bahwa do'a nracam itu adalah baik, sunnat, berpahala kalau dikerjakan.

Kita datang ziarah kepada Nabi, pada ketika beliau hidup atau pada kt'rrl,,,

Jadi antara Ibnu Taimiyah cs dengan kaum Ahlussunnah wai Jama'ah bcrtentangan dalam soal ini 180 derajat.

beliau telah meninggal, maka kita mendoa di situ dan kita harapl,,rn agar Nabi Muhammad Saw. mendo'akan kita kepada Allah. Ini namanya mendo'a dengan tawassul, dengan orang yang masih hitlrrl,
atau orang yang telah wafat. Kita datang ziarahke makam liran Syekh Abdul Qadir alJailani, scor;ru, ulama tasauf yang besar di Bagdad, lantas kita mendo'a di situ kc1l,i,l,, Tuhan begini bunyinya:
"YaAllah, YaTuhan yang Pengasih dan Penyayang, saya mohon keamprrrr,r,,

Ibnu Taimiyah mengemukakan satu-satunya dalil

'F,:5Y',Y:;,f"3g/:ri'S"t;5,\O:i:r'ii

y;/)t.rii i",JiiJ,Al:
Artinya:

dan keredhaan-Mu berkah beliau yang bermakam disini, karena bt'lr,rrr ini saya tahu seorang ulama besaryang Engkau kasihi. Berilah permohon,rl saya,Ya Allah yang Rahman dan Rahim!

"Ketahuilah, bahwa agama yang bersib itu kepunyaan Tuhan. Dan orang-orang yang mengambil auliya-auliya (pelindung) selain dari Tuban mengatakan: Kami tidak menyembabnya, melainkan untuk mendekatkan kami kepada Allah sedekatdekatnya" (Az Zumar: 3).

Do'a macam ini namanya do'a dengan tawassul.


4. Kita

mendo'akepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai berikut: Ya Allllr berkat "jah" (tuah) Nabi Besar Muhammad Saw. berilah permohorr;rrr
saya.

Inilah satu-satunya dalil Ibnu Taimiyah, di mana dikatakannya bahwa orang-orang kafir yang menyembah orang-orang dulu mengatakan bahwa ia
nrenyembahnya karcna akan mendekatkan dirinya kepada Allah.

Halnya orang yang mendo'a dengan tawassul sama dengan orangNabi.


rrrang kafir karena membawa nama-nama N abi, namawali untuk mendekatkan
;

Ini namanya do'a dengan tawassul dengan "jah" (tuah)


Kita mendo'a umpamanya

"Ya Allah, saya ada mengerjakan amalan yang baik yaitu saya tct;rl,

hormat kepada ibu-bapak saya, tak pernah saya durhaka. Engkau ),r Allah tahu hal saya. Iklau amal itu diterima olehMu, maka beril;rlr
permohonan saya ini.

Ini

namanya do'a bertawassul dengan amal ibadal

6. Kita mendo'a kepada Tuhan

yaitu

"Ya Allah, berkat nama-Mu yang Besar, berilah saya

ini dan itu."

Ini mendo'a dengan bertawassul dengan nama


Itulah contoh-contoh do'a bertawassul.

Tuhan.

diri kepada Allah. Karena itu orang yang mendo'a dengan bertawassul adalah musyrik, kata Ibnu Taimiyah cs. Pendeknya Ibnu Taimiyah berfarwa bahwa orang-orang Islam yang mendo'a dengan bertawassul, baik kepada orang yang hidup atau kepada orang yang telah mati adalah kafir, sama dengan orang kafir yang menyembah berhala dengan i'itiqadnya agar menghampirkan diri kepada Allah, sebagai tersebut dalam surat u Zumar : 3 ini. Ikum Ahlussunnah wal Jama'ah menolak farwa Ibnu Taimiyah dan mengatakan bahwa mendo'a dengan bertawassul tidak sama dengan orang-orang kafir ymg menyembah berhala itu.
Orang-orang Islam yang mendo'a dengan bertawassul tidak menyembah

Do'a macam ini dihukum syirik atau kafir oleh Ibnu thimiyah cs, rer,rl)r

326

327

kepada Nabi-nabi atau wali-wali atau ulama-ulama pada ketika ia menclo'' dengan tawassul tetapi semata-mata membav.? nama-nama itu ke haclap;rrr

'l'uhan, karena Tuhan kasih kepadanya. Ia mengharap muclah-mudaharr dengan membawa, narna orang"orang itu permohonannya akan segerr dikabulkan Tuhan, karena Tuhan kasih kepada Nabi-nabi, wali-wali clarr ulama-ulama yang namanya disebutkan itu. Jadi harus cligaris bawahi perkataan "nna na'buduhum illa", titltil, kami sembah mereka kecuali nnaka kami sembah ialah karena hencl;rri
mendekatkan diri kami kepada Tuhan. Yang Syirik ialah karena, ia si kafir

yang telah membuat dosa, kalau mereka datang kepada Nabi Muhammad Saw (pada ketika beliau masih hidup atau sesudah beliau wafat), dan minta ampun ia kepada Tuhan dihadapan Nabi dan Nabi rneminta ampunkan pula untuk orang itu, niscaya permohonannya dikabulkan Tuhan.

Inilah yang dinamakan mendo'a dengan tawassul, yaitu datang


kcpada Nabi dan mendaa dihadapan Nabi, sedangNabi meminra ampun-

kan ia pula, sudah pasti Tuhan menerima do'anya itu.

itu

menyembah berhala dengrrrr

tujuan mendekatkan dirinya kepada Allah.


Mereka kafir karena rnenyembab berlsala, bukan karena menc;ur sesuatu jalanyang mendekatkan diri kepada Tuhan. Jadi, dalil yang dipasang oleh Ibnu Tamiyah untuk melarang orang Islam bertawassul yaitu ayat 3 dalam surat az Zumar ini tidak kenu, berjauhan panggang dari api.

Baiklah pada ketika Nabi hidup kita datang kcpada beliar,, mendo'a dihadapan beliau, dan beliau mendo'akan pula,
tctapi Nabi sudah wafat apakah masih dapat juga beliau menclo'akan kita ? l)engan tegas kaum Ahlussunnah menjawab: Dapat, karena Nabi hidup di
dalam kuburnya.

Timbul pertanyaan

Dalil-dalil Ahlussunnah wai Janna'ah untuk membolehkan mencio';r


dengan bertawassul

lagi pertanyaan : Apa salahnya kalau mendo'a langsung saja kepada Itrhan tanpa mendatangi Nabi lebih dahulu, apakah do'a kita tidak akan tliterima Tuhan ?
Jaurabnya: Mendo'a langsung boleh dan diterima Tuhan juga tetapi

itu adalah

Kesatu

Tuhan berfirman dalam al Qur'an:

iw6i;,,1#;auaS,&'i4$iyg.6
1r r rr-ir$r . (&6.6,.kv
Artinya:

j
t

mendo'a dihadapan Nabi lebih banyak kans untuk dikabulkan, sesuai dengan ayat pada surat Nisa' 64 ini.
Ayat ini mempunyai hikmah yang tinggi, supaya orang berbondongbondong ke Madinah mendatangi Nabi, supaya mereka lebih mencintai Nabi, supaya mereka tambah gigih mengikuri perjuangan Nabi dan supaya mereka bertauhid sedalam.dalamnya sebagaimana rauhid Nabi. Apakah orang yang mendo'a serupa itu menyembah Nabi ? ?

*A',srw

"Dan kalau mereka ketika telah menganiaya dirinya (dengan berbuut dosa) datang kepada engkau (Hai Muhammad), lalu mereka ntemohotr ampun kepada Tuhan dan Rasul minta ampunkan rnereka pula kepatlu Allah, maka barang tentulah mereka dapat ampunan Nlah itu, bahwasanyu Tuhan penerima taubat dan penyayang" (An Nisa': 64).

Tidak, tidak sama sekali. Iftlau semacam itu dinamakan menyembah


Nabi tentu tidak dianjurkan oleh al Qur'an berbuar begitu. Tuduhan Ibnu Taimiyah

ini

sangat palsu, bohong besar.

Dengan perkataan lain ayat

ini dapat diartikan, bahwa setiap orang


329

328

Kedua: Dalam ktab Hadits Bukhari tentang sembahyang Istisqa' tersebut,

5. Saidina 'Umar bin

Khathab mendo'a dengan tawassul kepada paman Nabi membuktikan bahwa boleh bertawassul kepada orang yang lebih rendah waiaupun ada orang yang tinggi.

ila*3r!{Vii:s5gyrd,S:;,\6,{" 3g|9 y gel| 3rtu tg, g. o6


'ak

$tq{ q

ce;L!t.5
Artinya
:

"f,q) F ru :Sti =i''6

q:

Apakah mendoa dengan bertawassul semacam ini syirik, kafir atau bicl'ah ? Tidak, tidak. Kaiau syirik sudah barang tentu sahabat-sahabat Nabi, khususnya Saidina 'Umar bin Khathab tak akan berbuat begitu.

Jadi harus dibalikkan, orang yang memfarwakan do'a semacam ini bid'ah maka itulah orang yang membuat bid'ah dalam i'itiqad.
Ketiga
:

"Dari Anas (bin Malik, sahabat Nabi), berkata: "Bahwasanlta Saitlitt,t 'Umar bin Khatbab Rda. adalah, apabila terjadi kemarau beliau mendo',t bertawassul dengan Abbas bin Abdul Muthalib (paman Nabi), 'Umar lttrr Khatbab mendoa: "Ya Allah! Bahwasanya kami pernah mendo'A d.engttt
bertawassul kepada Engkau dengan Nabi maka Engkau turunkan bujrtt

G:,tfu_*s&Ad6'!,r,WV
-

J6:ts;*ltak45:i+yt'w.&3.e6,6

dan sekarang kami bertawassul dengan paman l,{abi kami maka ltr
Allah turunkanlah hujan! Berkata Anas : "MAka turunlab bujan kepu&r kami" (hadits sahih, Riwayat Imam Bukhari, lihat Fathul Bari jilid ltt
pagina 150). Dapat diambil kesimpulan dalam hadits, ini:

; r GiV.At Sp;{t --'- --- - Fi{r-',1 61i4'*$k"5t'F-(6


#Jg,yb6,r9
S:
.

'*&3,frw

ejtt:=Jto!.2.

Artinya:
kr

1.

Saidina 'Umar bin Khathab, sahabat Nabi dan Khalifah Rasyidin yang

II, pernah mendo'a

bertawassul kepada Nabi Muhammad Saw. untrrl'

"Dari Anas (bin Malib) ia berkata: "Dntang seorang laki"laki badui kepada Nabi Mubammad Saw,, maka ia berkata: "Hai Rasulullab, kami datang kepada engkau karena tidak ada lagi onta yang meNngis, tidak ada lagi bayi yang mendengkul, kemudian ia membacakan sebuah $ajt': "kecuAli kepada engkau tak kemana kami akan pergi, kemanakab manusia akan minta bantuan kalau tidak kepada Rasul llabi" Mendengar l)ermintaan itu Nabi lantas berdiri, menarik selimut beliau dan lantas naik mimbar, lalu mendoa: " Ya Allab, turunkanlab buj an! " (Hadits riwayat lmam Baihaqi dalam kitab Dalail" - Hadits ini dinukil dari kitab Fathul Bari
Syarah Bukhart padaiuz

mohon diturunkan hujan pada musim kemarau.

2. Saidina'Umar

bin Khathab pernah mendo'a bertawassul dengan pam:ur

Nabi, Abbas bin Abdul Muthalib untuk mohon hujan.

3. Do'a bertawassul itu dikabulkan Tuhan dan hujan pun turunlah 4. Saidina, 'Umar mendo'a kepada Tuhan, bukan meminta ke pada, Nrlrr atau kepada Abbas, tetapi nama beliau-beliau ini dikemukakan s:r;.r
kepada Tuhan.

III halman

148).

330

331

Dapat diarnbil pengertian dari hadits ini:

Ke-empat:

Pada ketika terjadi musim kemarau, sahabat.sahabat datang kcp,rrt,r

Tersebut dalarn kitab Hadits:

Nabi untuk meminta hujan. Mereka tidak langsung meminta kcprrrl,r Tuhan untuk menurunkan hujan. Rupanya hal ini tidak terlarang dalam syari'at Islam, yaknikalau rcr.y,rrlr musibah ap"-apa orang datang bersama.sama kepada Nabi tl:rn
sekarang kepada ulama-ulama yang dipercayai.

?n r-\,a-\

t 'r, '.! ;5#;'*tv;\r\J ii;;;"\( iJ;lltC/F; kWk*ur3*j;Jr6 r2ry /e.


,1 y'/,fl

a,'t ,

2. 3.

Nabi Muhamnnad Saw. tidak marah kerika, orang datang kepada itu, tetapi membenarkan.

bch;rrr

I \Ast'i#4?; g,fttJ-Cr+l(J\t 33 Asiv 3,6'^i*r's ;r'G * i l-.{--J-aJ l'-gq:gz>

:e iLfi uffi tp(.r'ld


r

\try'{.

cf, o ((:
.t.'n

J?v'z*A'JJu*y

5,,1:i u -p ?Y. .y'dui


JIJ

7r!*t

rl(;

,lbt$l"Jl.i#"6 , 6r$1 i dl y* m i(r(s, irt'Al

Nabi juga tidak marah mendengar sajak (syair) itu, di mana dikatak;ur bahwa pada ketika susah tidak ada tempat kembali melainkan kep:ul,r
Rasulullah,

&:ts

a't 4's lF :;:i *-,\ LSj # *tt .t q't'{lt ltX,r,i't, ," it'n(:i t 't.1
Jtfl;:13 U!*i*
t.

lz. c14,, (

t\-9.<

.\,.r91 1,.1,1 3 A-"t;g \& l'c|i il.*,4r,r rt,tffi VL'6

Tentu datangnya orang kepada Nabi adalah sebagai sebab saja, secilrrll pada hakikatnyayirng rnenurunkan hujan hanya lfuhan.

#:
&#,
Artinya:

r#t,&

*\'A:'{'i

*',a, l6u 6$ S}{,

4. Ini
5.

wF

ulr {rii. ::f' L

# :\fr #, 41<,t i$

suatu bukti yang nyata bahwa mendo'a dengan tawassul iru sunnat, bukan bid'ah sebagai dikarakan lbnu Thimiyah.

aclal;rrr

Dalam hadits ini dapat pula diambil kesimpulan bahwa boleh "istigatsarr (minta tolong kepada rnanusia), umpamanya kalau kita dapat kesulitrrrr
maka kita datang kepada sahabat kita dan kita minta tolong, uffip?manf,r dengan mengatakan: "Hai sahabatyang mulia, tolonglah sa,lz, bebaskanl,lr saya dari kesulitan ini".

"Berkat6 Nabi Muhamnmcl Saw,: "Tatkala Nsbi Adam'aiaibissalam

membuat kesalnban

lalu beliau mendo'6 kepatla Tuhan: Ya Tuhanku,

saXa mohon flrnpun kepada-Mu d,engan "ha,k" Muhamm{td, supq)a diampwni saya. Makn Tuban bertanya: "Hai Adam, darimana engkau tahu tentnng Muharnwatl ltada bal ia bekm dilahirkan?"
Menjawab Adam, "UaiTubanku, setelah Engkaumenjadikan saya dengan

Khusus kepada Rasul boleh istigatsah, sebagai saja'yang dibacakan ril hadapan Nabi ini:

kekuasaan Errykau, rnaka saya angkrtt kepala saya, larttas saya lihat

"kecuali kepada, engkau ke mana kami akan pergi, ke manakah


manusia akan minta bantuan kalau tidak kepada Rasul Ilahi?"

tertulis di atss tiang arsy perkntailn "La llaaha illa llsb' Muhammadur Rasulullah", Ketika itu tabulab saya babwa Engkau tak akan meleretkan

Jadi, tidaklah teriarang kalau seseorang Muslimin mengatakan dalanr ucapannya setiap hari: "Ya Allah, Ya Rasulullah", asal ia tetap berkeyakina:r bahwa yang memberi pada hakikatnya adalahAllah, tetapi meminra kepad:r
manusia hanyalah sebagai sebab saja.

nama Engkau kecuali dengan arilng yfrng Engkaet kasihi. Kelika itu Tuhan rnenjawab : Itu benar, hai Adam, dia-lab makhluk yang paling saya sayangi, kalau engkau mahon kepada Saya dengan "haq"n'ya,
maka Saya men&ampuni engkau. (Hadits riwayat Imam Baihaqi dan beliau katakan bahwa hadits ini sahih).

332

333

Maksud "haq" di sini ialah "derajat"-nya pada sisi Allah.


i

Jelas dalam hadits ini bahwa NabiAdam mendoa dengan berrawassrrl dengan Nabi Muhammad Saw. yang belum lahir ketika itu. Pekerjaan Nabi Adam 'alaihissalam dan caranya mendo'a diterangk;rrr oleh Nabi Muhammad Saw. kepada ummatnya supaya ummat Islam menirrr

ltngkau dan saya menghadap kepada Engkau dengan Nabi Engkau, lvlubammad Saw., Nabi rabntat. (Hai Muhammadl Saya menghadap
ile

ngan engkau kepada Tultankw ffixtuk supilya Ia menerima permohonanku.

lh Allah, beri
Maiah

dan menauladaninya, karena do'a semacam itu dikabulkan Tuhan. Kelima:


Tersebut dalam kitab Hadits begini:

,1t8

sltaf6t'6tlab beliau pada saya", (HR. Tirmidzi dan Ibnu Shahih Tirmidzi )fiII haiaman 80-81 - Sunan Ibnrr Majah I halaman

4rg).

Nampak dalam hadits ini bahwa mendo'a dengan tawassul lebih dekat kcpada dikabulkan Tuhan,
Kalau hal ini terlarang sebagai farwa Ibnu Taimiyah, sudah barang tentu

tlilarang oleh Nabi kita, tetapi yang terjadi sebaliknya yaitu beliau,
rnenganjurkan dan mengajarkan do'a yang akan dibaca.

Ke-enam:
Tersebut dalam kitab Hadits
:

wqeFfieJ6:Fs*^b,e:tj j---Er.

Jb; .i;sUr

o!. X&:t

d4#$E3J1b,#.vo6i319, At 6e\Y E 6.'t) t* .tb! ob, ./&:dh4i


t

Artinya:

"Bahwasanya Nabi Muhammad Saw. pernah mendo'a dengan mengatakan: "Dengan bak Nabi-Nabi engkau dan l{abi-l'{abi sebelum aku"
(Hadits riwayat Imam Thabrani).
Jadi, NabiMuhammad Saw. pernah mendo'a dengan bertawassul dengan Nabi-Nabi sebelumnya.

Artinya:

Dari Utsman bin Hunaif bahwasanya seorang laki-laki bercacut bma mata datang kepada Nabi Muhammad Saw,, maka ia berkata: I.Iai Rasulullab tolonglah mintakan kepada Tuban agar Ia menyebatkart saya. Maka Nabi menjawab: Kalau engkau suka boleh mendo'a, kaluu engkau suka boleb sabar dan itulab yang baik, Orang itu mendesah supaya dido'akan, lalu Nabi Muhammad Saw, menyuruh ia berwudbu' dengan baik dan mendoa dengan do'a ini: 'Ya Allah saya mobon kepadu
334

Ini

adalah tawassul kepada, orang-orang yang mulia pada sisi Allah

yang telah meninggal.

335

Ketujuh

:
:

Kedelapan

Tersehut dalarn kitab Fiailit:

Baik sekali dalam mendo'a i:eitawassui clengan amal saleh yang tclah dikerjakan. Di clalam hadits vang diriwayatkan Imam Bukhari dan l\4uslisr diceritai<an oleh Nahi Muharnmarl Savv. liisah ahii gula yang terkurung dalam gua kernudian sesudah nlereka mendo'a kepada Tuhan rlcngan bertawassui dengan anial saieh yang anereka telah kerjakan rnereka dibuka oleh fahan tutup guan'ie ;i-u. Cerita ini membuktikai: bahwa l{abi V{uhammad Saw. menyukai menrlo'a clengan bertawassul. Hadits itu panjang tapi pada pt:r'm*iaannya arlalah
:

.y*s
ilrtinlz:
"Berksta Nabi Muhanantad Saut. "Barttng siap* heluar dfir"i rttmtthrrt"t hendakltergisem.bakyang kluiarnenda'6:YnAllab, sayamintakep{lcltr tllt' dengnn "baq" se.lunth arang 3tang ftr,endo'n kepada'lwu, d"an snya 1771vlt,tt

Wr4a6+ssqt'bk',\ffirW&

E*{;,i6'M5**,e(Jr*tg,,g,p)6 -3JH:6J4+t;;e;F:fi '&\&.YJ664 WU':rtVt;,&'&|t'6",:n#'7q;frf

dengan "hnq" perja{anfrrc


berrnegah

s6J)t:t

ini kepada'Aiu, sfrya tidak fuktar liftttrr',

diri, tddak ptda karena sombong, tidak pula karena bentlal': tr', dan hendak dipuji, saya keluar karena takwt kepatla mttrtth'Mu tl,ttt hendak menwntut keredhaan-Mu, snya rnahon diiaubkan saia dati rL(ttt|'rt
dan diampuni
do s a- da s a s alt e,
le

w ena ti d ak ada y ang s aff#Jrp

ftt

engnn

melainkan Engkau.

ggrlYy@f":e$#\5"s)'5LU6e6 3*Ket66!;gpyr{.*4\ir5'tC"vi$ t&Air6 A^# 3t6 bQririt i'f L{b1{4 ai{ss&4#g-plur-t*5*\*'lz4;sr5


K*,"r(x; !J:t

Lalu Nabi menjtatakan: bahwa Tuhan neengatakan "Saya $nll)ttttt bagtnya" (Hadits Riwayat lbnu Majab). ini ialah agar yang tnenthr,r bertawassul dengan do'a sekalian orang yang mendo'a dan deng,trr perjalanannya ke tempat sembahyang. Ini namanya tawassui dengan amal ibadat.
Ternyata dalam do'a yang di$arkan Nabi

:& #,'JE frA\W 6i"e i6 UV S,+S


,^t-,.-t:
Artinya:
D ar i Ib

6'p'# g tAt'A *
li au
be

re-)LJt
rk at a

o5

nw' U mar, dari l'{ab i Mub anmt ad S aw.,

b e

:' Ad a I ah
331

336

dulu knla 3 orang dalayn perialnnan, Tiba,tiba rnerekn

kehuiaturtt

dan dengan amal saleh i'ang pernah kita kerjakan.


Kesembilan

Merekamasukberted.th ke dalam sebuah gua pada suatu bukit. Kebetul'rt' runtuh batubatu dan meruttupi gua meteka. salab seoranT dari nrcrtl|,r berkata kepada kautannl'a' mendo'alab kepada Tuhan dengan berl'trr

Di dalam al Qur'an ada tersebut

bunyinya:

^yatyang

amal saleb yang pernah engkau ketiakan. Lalu salab mengembala dan saya perab
susu

seora.nS

meiltkt,t

'Ya Allah d,ulu ada dua arangibu-bnpak sala yang sudah tua. Sayct keltr,r'

gembalaku, lalu sayn barua sustrtrt"t

putiig, Sayaberiminwm ibubapakku,

anak-anttkku, familikt't dan istttril"tt ilui dengan susu iht. Pada suatu hari sn1'a terlambat pulang, saya dapati

bapakku sudab tidur, saya titlak suka tnengan#u mereka tleng,rrr membangunkannya, pada hal anak-anak sudab bertangisan lne,nittttl Alhil" susu di bawah kakiku, begitulah sald tungu sampai pagi' Ya semut(t karena Knlau Engkau tahu bahwa saya memperbuat amal itu mata meiuntut keredbaan Engkau, maka btkalab pintu gua ini,sehingq,r kami dapat melihat langit. l,{abi Muhammad saw, menjelaskan lebil' lanjut babuta pintu gua itu dibuka oleh Tuhan' antrrl Yang berdua lagi menda'a pula dengan bertawassul dengan saleb mereka masing-masing (H. Riwayat imam Bukhari dan Muslint +lttl shahih Bukhari luz ll halaman 24 dan shahih Muslim Juz 2 halaman
LafuhHadits ini dinuqil dari kitab 'Al Lu'lu wal Marjan fima Ittafaqa Alarlrr:
Syaikhan" Juz

Artinya: "Dan setelab datang kepada mereka kitab (Qur'an) dari Tlrban, tlimana kitab iru rnernbenarknn ki1ab yang ada pada mereka (Taurat), (sebelum datang Nabi Mubarnmad) .yang merelea pada mnsa cltthtnya ntinta pertolongan kemenangan dengan dia untuk ntengalahkan orang-orang kafir tetapi manakala telah datang apd y(tng mereka telab
hetabtti mereka engkar pula kepadanya, maka kutuk Tuhan atas arang yang kafir itu", (At Baqarah: 89), Ayat ini menceriterakan halnya orang Yahudi yang tidak mau iman
kepada Nabi Muhammad saw., pada hal dahulu sebelum Nabi Muhammad

III halaman 305 '306)'

Dapat diarnbil kesimpulan dari hadits ini bahwa:

tahir ke dunia, selalu mereka mendo'a kepada Tuhan dengan bertawassul clengan Nabi Muhammad untuk mengalahkan orang kafir dalam peperangan, tctapi setelah Nabi Muhammad benar-benar datang mereka tak mau iman clengan beliau. Orang ini dikutuk oleh Tuhan, karena tidak mau iman itu.
Dalam menafsirkan ayat ini Syekh Abdul Jalil 'Isa, bekas guru Kulliyah tJsuluddin dan bahasaArab padaUniversitas AlAzhar di Kairo menerangkan:

1. Ini

adalah bertawassul dengan amal saleh' Kisah ini diceriterakan oleh Nabi Muhammad Saw. dengan tujuan suprr\"r ummatnya memperbuat serupa yang diperbuat oleh ahli gua itu apabil'r mendapat kesusahan.

2. Ahli gua

ini bertawassul dengan amal saleb yang telah mereka kerjak;rrr tidak langsung mereka menyebut' "fx Allah bukalah pintu gua ini l" tctrtlrr
dengan mengatakan: Ya Allah berkat amal saleh yang telah saya keriak;rrr bukakanlah pintu gua ini. Bertawassul itu rupanya boleh dengan ulama.ulama, dengan Nabi-nrrlrr

,#,8\,is#,&j,*r,*)tt,^,,3'o&
Artinya:

"Mereka minta kemenangan

dsri Allab melawan kaum Musyrik

dengan berkat Nabi yang ditunggu" (Mas"baf al Muyassat pagina 17)

338

339

Dari ayat ini dapat diambilkesimpulan bahwa tawassul itu telah dikcrjlli,rl

Diantaranya bcliau berkata:


',,t

juga oleh ummat"urnmat yang eluiu dan doa mereka dengan tau,us.,rrl
dikabulkan Tuhan, tetapi sa,vang mereka kernudian ticlak mau iman drng,r,' orang yang dulunya tempat mereka bertawassul itu. Berkata Syeikh Husein bin &takhluf al Adawi, bekas rvakil Dirclirrrr Al Azhar Kairo:

;5 $i6st ip

i6; r$:J r+i, {; ;


i

ii je ui

16

:*

f:-,,,Se 1l\* i
*

n {*#

iffs g\i; e 7*'s A',G & :#13 "&3.j V'j


6rti\i

t*np

ry,
uk*

ini rurun mengabarkan hal ihwai orang Yahudi kerurunan Kil;r1,, yaitu Bani Quraizhah dan Bani Nadh( yang ketika iru berpclrrrti
'Ayat

$,A*&*
W\*'^t

melawan Aus dan Yrhuraj yang kafir. Mereka membuka Kitab 'laur,rr dan meletakan) tangannya r:li atas kalimat "Nabi yang akan lahir ,lt

akbir zaman" dalatn laurat ifu. Mereka mendo'a: "Ya Allah! Dcng,rl berkat haq Nabi Engkau yang Engkau janjikan akan lahir pacla alilrrr

man, menangkanlah peperangan kami ini".

+;*; ;;j #,,.U-F ; *;,^1, t;* 6.;4f.*-fu i*ru"{3 fuL '*'jw ir\;Yl6 rr;^*-:';:.S'i: *b';rqry';
*$ s ;w i,,s t* : F: #t'"&Wfly,p #'4 \frWi *+u ii:*,;.d$1 A 1$# 'g;3x q'ik; *5*6"

W#

"rejli; U{p,,*"**,", $ Q i.fp*, \:#1j ri ri;){b

i *'

:i'

Kemudian mereka beroleh kemenangan daiam peperangan itu. IJarrr,r disayangkan pada ketika Nabi datang kemudian orang"orang Yahrrrl,
sebagiannya tidak mau irnan dengan Nabi".

(Lihat buku Ilukum lawassui dengan Nabi-nabi dan \fali.wali, ro) ).

pagrrr.r

W'r &a* ff V#'dU "ewri;;6 *,u:,i ;**.m'


35
6rr

if*r
',1

XESIMPULAN.

Untuk nienutup rlalil"dalil ini b:rikiah kita ambil kesimpulannya.


Dalam hal

t'&

J\t3* W 3$i.k,ffi ie$b #Jti t* i#6 *W$ S'qt'$i #,:}id &$' v


13
,*
r

e^8'e,t:;n;uiyu ",

* +$iV"#;X;

ini akan dikutip ucapan seorang ulama Islam, yairu

Syeililr

Sayid Ahmad Zaini Dahlan. MLrii $yafi'i di Mekkah &{ukarramah pada ahl,l

yang lalu.
'

WU t-E
ioirtifu:e

t&'&,'d4ub 3e,#; *gfu ;* 3,ts }fuS.k, $;]#J' ;4'.;6t,',#*; :#i'x {:',s

*S

{"s:Alt;
'

*, ;*giV"ifr' b;s"ff
g5,i$ 1j:?[s

;*$ jd c" tltsi ;i *'s .r''s{,;* ffi' H i


s
r

Ad**i **,"#'*

a-E6r#1

5$

3rs#

( o \ -r o n 7i,t';bry
340

#kp,) sg; $wt5b

"{d\d#"
34\

Inilah perkataan Mufti Syafi'i di Mekkah pada abad yang lalu


Syeikh Sayid Ahmad Zaini Dahlan yang terkenal seorang Uiama Besar

t',rrt'r
y;trr1r

mencipta apa-apa dan orang nmti tidak bisa lagi,

Kita berkeltakinan dan ber'iitiqad babwa yang menjadikan tiap'


tiap suatu adalab Allah dan Allah itu meniadikan kita dan menjadikan
pekerjaan kita.

jarang tandingannya.
sengaja kami salinkan selengkapaya dari aslinya dengan bahasa tl,rr,

huruf Arab dengan tujuan agar sekalian peminat yang pandai berbllt;t',r Arab akan lebih dalam meresapkan perkataan beliau ini
Dan kami akan menterjemahkan juga ke dalam bahasa Indonesia set
rrr,r

terjemahan bebas supaya dapat mudah dipahamkan.


l

Terjemahannya
" Ke simpul

Orang-orang yang membolehkan tawassul dengan orang lang masib bidup tetapi ntelarang tau)assul dengan orang lang telah utafat maka orang itu pada bakikatnya telah masuk syirik dalam i'itiqad dan taubid rnereka, karena mereka me-i'itiqadkan babwa yang bidup bisa mencipta, sedang orang lang telah wafat tidak bisa lagi' bagaimana' pula mereka mengatakan bahwa mereka memelibara taubid dan orang dikatakannya telah masuk pada syirik sedang pada bakikatnya merekalab yang Orang-orang ber-i'itiqad macatn

anny a, b ahut a menurut pah am, Ah lu s sunnab w al J anut', il' adalab harus dan sab bertaw(lssul dengan l'{abi MubamTnqi $67p., bttrl:

itu,

ketika bidup beliau, mnupun sesudah beliau meningal.

juga boleb bertawassul dengan l{abi-l{abi dan Rnsul'Ruvrl yang lain, dengan auliya'auliya dan orang-orang saleb sebagaimutrtt
Begitu

hemasukan syirik.

Amat suci Engkau, bai Tuban! itulah bohong mereka yang besat"'
Demikian terjemahan bebas dari perkataan Sayid Zaini Dahlan. (Dikutip dari kitab "syawahidul Haq". karangan Syeikh Yusuf bin Isma'il an Nabbani, pada pagina 159).

dianjurkan oleb badits-hadits yang telab kami teranglean tetdahulu. Kta kaum Ahlussunnab ual Jama'ab me-'itiqadkan bahwa tirulir
seorangpun yang dapat mengadakan bekas, mengadakan, menjadifuttr meniadakan, memberi manfaahtya, memberi mudbarat, kecuali bany,r

Allab yang Maba Esa saja, tidak bersekutu bagi-Nya.. mempercayai l'{abi mengadakan ta'sir, Nabi menthtn manfa'at pada hakikat, memberi mudbarat dengan jalan mengadakutt' memberi bekas dan juga tidak bagi lain Nabi, baik orang yang telah nntr

Kta tidak

5. I.ehas-Lekas illen$hukum Kafir Fatwa Ibnu Taimiyah menghukum kafir kepada orang-orang

Islam

yang tidak mau menurut pahamnya. Orang yang menziarabi makam Nahi Mubammad Saw, ke Madinab, kafir. lf':.lau kta ikuti farwa dan paham

maupun yang masib hiduP.

ini

Maka tidak ada perbedaan dalam soal ini dan dalam soal tawassul antara Nabi dan Nabi'nabi yang lain, Rnsul'Rasul Wali-wali dutt

Ibnu Taimiyah ini, maka ziarah ke makam-makam Pahlawan Nasional yang biasa dikerjakan di negeri kita tentu juga "kafir".
Orang-orang yang mendo'a bertawassul dengan Nabi atau Vali'wali, hukumnya kafir, kata Ibnu Taimiyah. Mengucapkan "dengan berkat Nabi Muhammad", atau "dengan jah NabiMuhammad" atau orangyang beristigatsah semuanya kafir, kata Ibnu Taimiyah.
Ayat ayatyang khusus turun untuk mencela orang-orang kafir dipasang

orang-orang saleh, tidak ada perbedaannya hidup atau mati, karttrrt mereka tidak menciptakan suatu jwga, mereka tidak berku1s7 sattt,t
sekali, hanya berkat mereka diambil karena mereka kekasib Allah, me ncilt t t dan mengadakan banya milik Allah, htnggal dan tidak bersekutn
r

Arang-arang yang rnemperbedakan antara orang yflng bidup dengur

orang mati, maka orang itu me'i'itiqadkan babwa orang hidup hixt
342

kan oleh Ibnu Taimiyah untuk orang islam yang menziarahi kubur, untuk orang Islam yang mendo'a dengan tawassul, untuk orang Islam yang

343

menyebut "Ya Rasuiuliah", untuk orang-otang Islam .vang bepergian ziarah kubur.

rrrrr',1,

pcllllelt'lan krrrt'ttlr itLr titlak llolch tlijadikan lrr.r:rr rlirlanr urlsyrraklrt, rrt.rl':t lirlirh, scdikit-sedikit ka{ir kafir kepadanva' yaitu ia harus orang yang katir itu bcrlaku hukum ia waiib diperangi dan halal darahnya' rt'r';ti clari istcrinya yang mu'minat,

Inilah sikap tlan paham yang radikal dari Ibnu Taimiyah. Sikap Ibnu laimiyah ini sama dengan sikap kaum Khawarij, r,rrr1, mengafirkan Saidina Mu'awiyah cs dan mengafirkan Saidina Ali cs rl,rl
mengafirkan Saidina Utsman pada akhir pemerintahannya dan mengalirl.rn

t.rtrtlakbolehclikuburdalampekuburanorangislamdll. dengan perkataan: "kafir" kepada seseorang .fadi tak boleh dipakai
\r'rxlnpangan.

Sitti Aisyah, Thalhah dan Zuber yang berani melawan Saidina AIi clll,rrl
peperangan Jamal. Pendeknya, setiap orang Isiam yang tidak sesuai dengan pahanrrr,r
adalah kafiq halal darah dan hartanya.
Paham yang semacam ini tidak sesuai dengan paham kaum Ahlussunrr,rlr

It'rscbut dalam kitab tladits Bukhari

wal Jama'ah, tidak sesuai dengan paham ltiabi Muharnmad Saw rl,rn sahabat-sahabat heliau, tidak sesuai dengan paham Imam-imam Madzlr;rl,
yang ernpat. Andai kata durhaka.
Manusia menurut paham kaum Ahlussunnah walJama'ah, apabila telrrlr

A,S*:1'Jlu'ii',6srtf6&, 1;y,$r56$b5r'W**'A\k
.

6 )d t obt

"6 iA

++:&.

sftStlf g

sekali lagi -andaikata, orang"orang itu bersalah maka tirl:rl


yarrg

L\
Artinya:

e t&*tu@f

boleh lekas-lekas dianggap kafiq tetapi mereka adalah orang Islam

mengucap syahadat, telah rnengakui dalam hatinya bahwa riada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu Rasul-Nya maka orang itu sudah mu'mirr
dan ia tidak menjadi kafir dengan berbuat dosa, walaupun dosa besar, selain syirik.
Paham yang mengatakan babwa si pembuat dosa besar adalah kafiE iru

DariAbuHttrairahRda"bel'iauberkata,:RasltlullahSau,.berkepada saudaranya "hai kafir"' maka sabda , Apabila ,rrroro*g berkata (HSR Bukhari - Shahih jadilab salab seorang'i'i" o'ong itu menjadiftalr
Bukfiari Juz tV halaman 47)' Dan tersebut dalam }{adits Muslim

adalah paham kaum Khawarij (lihat pasal kaum Khawarij dalam buku ini).

Imarn Syaf
karena dosanya".

i Rhl. berkata

dalam kitab Risalah

,i,w\w3:6,WffiAt,
'^iipw*136rbj\\4\:Fi{ *st*;J'61{b9693{t+fi'
LL(P,e.P{-{,/ot t
Afiinya:

"Saya tidak menghukum kafir seorang juga dari ahli qibiat dengan
Yang dimaksud oleh Imam Syaf idengan ahli qiblat ialah ummat Tauhid.

Jadi artinya; Bahwa sekalian orang yang sudah mengEsakan Tuhan dan me-Nabikan Nabi Muhamrnad Saw. tidak dihukum kafir dengan sebab
dosa-dosanya. Masalah kafir adalah masalah yang besar, suatu hal yang menentukan nasib manusia berabad-abad di akhirat dan pula suatu hal yang menjadi garis

SahabatNabilbnu'{JmarRda'berkata:BersabdaRa'sulullahSaw: 345

344

Manakala berkata seseoralrg kepada saudaranya "bai kafir", maka irr telah menetapkan (dengan ucapannl'a itu) salah seorctng di antaranyr

l.

menjadi kafir. Kalau orang memang kafir (pada bakikatnya) ialtlt begitu, tetapi kalau orang itu (pada hakikatuya tidak kafir, mul",r kembali "kafir" itu kepada yang berkata (HSR Muslim - Shahih Muslirrr
Juz

fuww6fr'#,&s
"tetap selalu menghambakan diri kepada Tuhan lahir batin".
Yaitu dengan jalan memperbanyak "dzikir", nemperbanyak membaca
nama Tuhan dan mengingati Tuhan, baik dengan lisan atau dalam hati saja

halaman 44).

Teranglah dari Hadits Bukhari dan Muslim


1r

ini, bahwa tidak

mucl;rlr

menuduh orang Isiam dengan kafir, karena tuduhan itu bisa berbalik kepatl,r yang menuduh.
Sikap Ibnu Taimiyah sangat lancang menuduh orang dengan "kalll

ldzikul-qalbi
Cara-cara

dzikir hati).
macam-macam, ada sebagai yang diajarkan oleh

dzikr itu

Syaikh Abdul Qadir alJailani vang kemudian dinamai Thariqat Qadiriyah, ada

kalau orang itu tidak sepaham dengan dia.

sebagai

ura y^ftg diajarkan oleh

Syeikh Bahauddin Naqsyabandi yang

6. Tariqat-Tariqat Sufiyah Haram


Ibnu Taimiyah memfarwakan bahwa sekaiian Tariqat-tariqat Sufiv:rlr yang banyak diamalkan oleh ummat Islam pada zamannya itu adakilt
haram.

kemudian dinamai Thariqat Naqsyabandi, dll. Di Mesir, baik pada zaman Ibnu Thimiyah atau pada masa sekarang banyak sekali narna Thariqat-thariqat itu, yaitu menyesuaikan diri dengan
nama gurunya rnasing-masing.

Ibnu thimiyah menentang sekeras"kerasnya ulama tasauf yang

bes:rr,

yang semasa dengan beliau, yaitu lbnu Abdillab al Isksndari (meninggrrl

709 H.), pengarang ktab Tasauf 'Alhikam" yang populer di Indonesia. Tariqat-tariqat Sufiyah pada zaman Ibnu Taimiyah sangat mtjrr
Sulthan-Sulthan Islam yang terdahulu dari Ibnu Taimivah, seperti Sultharr Sulthan Silabuddin al Aiubi danRaja-raiaMamalik sesudah dinasti Almbiyllr,

Ibnu Taimiyah menfarwakan bahwa semuanya itu haram, tidak boleh dikerjakan, sedang sebahagian besar ulama"ularna Ahlussunnah memf'atwakan bahwa arnal thariqat-thariqat itu adalah baik dan bahkan ada yang mengatakan sarrgat baik, karena amal-amal dalam thariqat itu dikerjakan oleh Nabi dan sahabat"sahabat beliau, juga dituntut oleh Allah

dalam al Qur'an dan banyak termaktub dalam hadits-hadits Nabi


Muhamrnad Saw.

banyak mendirikan rumah-rumah


Tuhan.

di

Mesir, tempat suluk, tempat ziki,

Ada ahlli-ahli thariqat yang beribadat membaca dzikir:

tempat-tempat khalawat kaum Sufi untuk mendekatkan dirinya kepatl:r

"

6i1liii

*(1fi

Sampai sekarang

di

Mesir dan Pakistan, begitu juga

di

Indoncsr,r

beribu-ribu kali atau beriuta-iuta kali, berdalilkan firman Tuhan.

banyak sekali tempat-tempat suluk itu.

Hal ini semuanya disapu bersih oleh Ibnu Taimiyah dan


dianggap salah, haram dan kadang-kadang syirikl

semuany:r

Di

Indonesia pun ada diterbitkan sebuah buku yang ikut'ikutrrn

paham Ibnu Taimiyah yang mengapirkan ahli-ahli tasauf.

56#5Yr*:a,33\\i{},,Ar'$ztt5$ 97 2l -l \.y,rUJt.Di+
341

346

Artinya

Ada sebagian orang, Thariqat .yang ber'ibadat ciengan membaca

'Apabila kamw telah selesai mengerjakan sentbaby*ng ntaka ingotltilt Tuban diwakttt berdiri, cliwaktu duduk dan ketika berbaring" (An. Nrs;r

.'*,"b *

ry,

li,

i&

ru

$,

oiur&t",li{

10j)
Beratus-ratus, heribr"r-ribu dan berjuta"juta kali.

Dan firman Tuhan:

Nabi Muharnmad Saw. bersabda'

L\l*-r!?'r't3{f5t 'iurrjSi'tr'&;,tr6Ji
Artinya: Artinya:

% b^rb

e;S*\,b,

t*rl&f

rtl{5$

"Hai orang 1,ang berirnan! Ingatlah Allah


(Al Ahzab: 41),

sebarytak-banyakn.1,rt

"Dzikir yang paling baik ialah kalimab La ilaha illallah'. (Hadits riwayat Imanr Tirmidzi eian Ihnu Majah - Shahih lirmidzi juz I7 hal. 274,
dan Sunan lirnu Majah

II

hal. 420).

Dan banyak lagi ayat-ayat suci, dan hadits"hadits Nabi yang mengancrul agar setiap orang Islam mengingati Tuhan banyak-banyak dan menyebrrr nama Allah banyak-banyak

Ada sebahaggian orang lhariqat yang membiasakan dzikir:

Dan Nabi bersabda:

e rt{ dhf ti. i'".,pV-'S**gU. 'f-*Jg-#fi-* lr*- v


"

g+
e.

tg; **Str

Dalii yang dipakai adalah firrnan Tuhan


-3,

\lus;j 5,6

fi,'ls',jv $o:r#,Wg,$6 $:4,i[r "&WftrSrgirrl'd*,:5,J6 [1v {r, ,e.P{.rtuob.t


a:

ffi;*
Artinya:

ffibil.ift tr r,C4

UL;bi'4i$\bfi

3S

\\.t t\reJL"H.gl
"Kntakanlah! Serulah Allab atau serulab Rahman. Mana saja nama Tuban yang kawzu seru (itu sudah baik) dan Ia mempunyai nama-nama

Artinya:
Terdahulu (masuk Surga) arang- ornng "Mujanidun",,Sahabat bertany

yang baik" (Al Isra:

110).

Siapakah Mujarridun itu ya Rasulullah ? Nabi menjawab: Orang-orang yang banyak dzikir Allab, laki-laki atau wanita (HSR Muslim . Shahih Muslim

Lathi{ Hapu, Qalyim, Rahman, Rahirn adalah nama'nama Tuhan yang diperbolehkan dan dianjurkan kepada sekalian orang Islam membacanya
banyak'banyak. Lebih jauh lihat kernbali halaman 46,47 dan48 dalambuku ini tentang

Il

halaman 467).

nama Tuhan yang 99.

348

349

Dan Nabi Muhammad Saw. bersabda

lratwa-farwanya yang melanggar ijima'

itu adalah:

t.
'2.
li

Bersumpah dengan thalak tidak membikin jatuh thalak, tetapi hanya suami diwajibkan membayar kafarat sumpah.

Thalak ketika isteri membawa haidh tidak jatuh. Thalak diwaktu suci yang disetubuhi tidak jatuh.
Sembahyang yang ditinggalkan dengan sengaja tidak diqadba.

Artinya:

duduk b erkumpul-kumpul me mbaca dzikru ll u l, (mengingati Tuban), memeluk malaikat rahmat bagi mereka. Merel:,r dittttupi dengan rahmat Tuban dan turunlah sakinah kepada nrcrehr dan Tuhan mengingati mereka pula" (Hadits Sahib riwayat Imam Muslirrr dari Abu Hurairah - iihat Syarah Muslim juz 17 halaman 22).
"

Orang- orang y ang

.j. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Thalak tiga sekaligus hanya jatuh satu.


Orangyang junub (habis bersetubuh dengan isterinya) boleh melakukan sembahyang sunat malam tanpa mandi lebih dahulu.
Syarat si waqif tidak diperdulikan.

Jelas dalam hadits ini bahwa berkumpul-kumpul duduk dzikir adal:rlr suatu amal ibadat yang sangat terpuji dan sangat dituntut oleh syari'at Islanr
Orang-orang Tashauf Thariqat membiarkan diri untuk duduk berkumpul

Orang yang mengingkari ijma' bukan kafir dan bukan fasiq. Tuhan itu tempat yang hadits (yang baru), dengan arti Tuhan menjadi

kumpul membaca dzikir memenuhi seruan Tuhan dan seruan

Nabr

tempat bagi sifatnya Yang baru. 10. Zat Tuhan tersusun, yang satu berkehendak dari yang lain.

Muhammad Saw. akan tetapi Ibnu Taimiyah mengharamkan semuanya iru Inilah farwa Ibnu Taimiyah yang sangat tersesat!

11. Qur'an itu baru, bukan qadim. 12, Alam itu qadim. 13. Tuhan bertubuh, berjihat dan pindah'pindah tempat. 14. Neraka akan lenyap, bukan 15. Tuhan
kekal. sama besar dengan Arsy.

?. Fatwa-fatwa Fihih Dari lbnu Taimiyah Yang Keliru


Ibnu Taimiyah memfanvakan bahwa thalak 3 sekali jatuh hanya jatuh
satu dan thalak dengan sumpah tidak jatuh.

ini sama dengan fatwa kaum Syi'ah Imamiyah di Iran, bahwa thalak tiga sekaligus hanya jatuh satu. Farwa semacam ini ditolak oleh ke-empat madzhab, yaitu oleh
Fatwa semacam Madzhab-madzhab Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali. Ke.empat madzhab itu

16.

Nabi-nabi tidak ma'shum.

Nah, Ibnu Taimiyah telah melakukan penyelewengan dari 3 jurusan, yaitu dari pihak i'itiqad, dari pihak tasauf dan dari pihak hukum fikih'
Barangsiapa yang ingin mendalami tentang Ibnu Taimryah dan "Madzhab Salafnya" dipersilakan membaca buku "40 Masalah Agama" iilid IV, karangan

mengatakan bahwa talak

3 sekaligus jatub

tiga.

Menurut kitab "Fashlul Aqwaal", padapagina 32, Ibnu Taimiyah telah melanggar dan merongrong 16 (enam belas) ijma', yaitu kesepakatan Imam-imam Mujtahid dalam suatu masa.

kami juga.

350

351

Dengan judul buku ini saja jelaslah bahwa pada masa hidup Muhammid

bin Abdul lfahab nama "Wahabiyah" sudah ada juga.


Seorang ulama besar Mufti Syaf i di Makkah, Syeikh Sayid Ahmad Zaini Dahlan (wafat: 1304 H.) menulis sebuah buku untuk menolak paham

XXIT
SETARAH NINGKAS PAHAM 1VAHABI
Pembangun paham ini Muhammad bin Abdul !flahab.

Wahabi dengan judul 'Ad Durarus Saniyah firraddi alal Wahabiyah" (Permata

yang bertatah untuk menolak paham Vahabi). lbranglah bahwa nama, "W'ahabi" itu sudah lama adanya.

Dari keterangan "Munj'd" tadi ternyatalah bahwa paham Wahabi itu adalah penerus paham Ibnu Taimiyah dan bahkan lebih fanatik dan lebih radikal dari Ibnu Taimiyah Ini benar.

Oleh karena itu orang menamakan gerakannya/pahamnya denglrr


Vlahabiyah, dibangsakan kepada Abdul Vahab, bapak Muhammad bin Abdrrl
Wahab.

Dalam buku "Kasfus Slubahat" karangan ulama-ulama ![ahabi, cetakan

dengan "Wahabiyah" adalalr salah, karena pembangunnya bernama Muhammad, bukan Abdul Vahalr Tersebut dalam kamus Munjid pagina 568 bagian Adab, yang
Sebenarnya menamakan gerakan ^rtinya. "Wahabiyah adalah suatu bahagian dari firqah Islamiyah, dibangun olclr
Muhammad binAbdulwahab (1702M. - 1787 M.). Lawannya menamainy:r
Wahabiyah tapi pengikutnya menamakan dirinya 'Al Muwah-hidun" darr

ini

ini ialah Muhammad bin Abdul Wahab berasal dari qabilah Banu Tamim, lahir 1115 H., wafat tahun 1206 H. Kalau sekarang ini tahun 1386, maka
"An Nur" Nejdi, dapat diambil sejarah paham lilahabi
:

Muhammad bin Abdul Wahab wafat sudah 180 tahun yang lalu.

Mula-mula ia belajar ag ma di Makkah dan di Madinah. Di antara gurunya di Maktah terdapat nama Syeikh Muhammad Sulaiman al Kurdi,
Syeikh Abdul Wahab @apaknya sendiri) dan kakaknya Syeikh Sulaiman bin

Abdul \[ahab. Guru-gurunya semua termasuk bapak dan kakaknya adalah ulamaulama Ahlussunnah wal Jama'ah. Hal ini dapat dibaca dalam, buku 'As Shawa'iqul Ilahiyah firraddi al Vahabiyah" (Petir yang membakar untuk menolak paham Wahabi), karangan kakaknya. Sulaiman bin Abdul Sflahab. Menurat Ustadz Hasan Khzbyk dalam suatu karangannya dikatakan,

thariqat mereka dinamainya 'Al Muhammadiyah". Dalam fiqih merekrr berpegang kepada Madzhab Hanbali, disesuaikan dengan tafsir Ibnu
Taimiyah".

Demikian tersebut dalam Munjid.


Keterangan Kamus Munjid

ini tidak semuanya benar

Ulama-uiamrr
'Al

bahwa Muhammad bin Abdul !flahab pada ketika mudanya banyak membaca,

I(lahabi tidak marah kalau mereka dipanggil dengan kalimat "V'ahabi", darr

buku-buku karangan Ibnu Tairniyah dan lain-lain pemuka yang tersesat.


Perantaraan tahun wafat Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul
Wahab adalah 478 tahun. Ibnu Taimiyah meninggal di Syria sedang Muhammad

bahkan ada sebuah buku yang dikarang oleh mereka, berjudul


"Ummulqura" di Makkah tahun 1344 H.

Hijatussaniyah wat Tuhfatul Vahabiyah an Nijdiyah", dicetak oleh percetakan


Saudara dari Muhammad bin Abdulwahab ini bernama Sulaiman bin Abdul t$flahab mengarang sebuah buku dengan judul 'Ash Shawa'iqul

Ilahiyah firraddi alal Wahabiyah" (Petir Tuhan untuk menolak paham Wahabi).

bin Abdul Ifahab meninggal di Nejdi. Menurut buku "Kasltrs Syubahat" tersebut, yang berasal dari tulisan cucu-cucu dari keluarga Muhammad bin Abdul Wahab, yaitu Abdul Lathif bin Ibrahim Ali Syeikh, bahwa Muhammad bin Abdul Wahab lahir di suaru

352

353

desa bernama "Ainiyah" pada tahun 1i15 H. la belaiar agama keprttl,r bapaknya, karena bapaknya, adalah ulamaQadhi di negeri ldniyah itu.
Setelah ia mencapai usia dewasa ia pergi ke Makkah untuk menunailirtrr

Maka bersatulah antara paham tgama dengan raja, sebagai bersatunya

paham Syi'ah di Iran dengan Syah Iran dan bersatunya paham Syi'ah hnamiyah di Yaman dengan "lmam" yang menguasai Yaman (sebelum
Ite

ibadah haji dan kembali ke Ainiyah sesudah mengerjakan haji. Hal ini berbeda dengan Muhammad Abduh di Mesiq penganut

publik). Demikian tersebut dalam buk'u "Kasfus Syubahat" cetakan percetakan

pahrtrrr

Ibnu Taimiyah juga yang tidak pernah naik haji walaupun ia berulang k;rlr pergi ke Paris. Kemudian Muhammad bin Abdul Vahab datang lagi ke Makkah tlrrn Madinah yang kedua kaIi. Lama ia tinggal menuntut ilmu di Makkah clrrrr
Madinah. Katanya, pada kali yang kedua inilah ia banyak melihat

'An Nur" Rryadh.

di

Madin:rlr

amal-amallibadat-ibadat orang Islam di hadapan makam Nabi Yang bcr lainan dari Syari'at Islam, "menurut kacamatanya. Kemudian ia pindah ke Basrah dan menyiarkan fatwanya yang ganjil

ini bahwa paham Muhammad bin AbdulWahab tidak diterima di Basrah juga tidak diterima di Ainiyah, sehingga ia diusir dari kedua tempat itu oleh penguasa Tetapi dengan pertolongan Muhammad bin Sa'ud di kota Dur'iyah banyak jugalah pengikut"pengikut Muhammad bin Abdul lfahab yang terdiri dari orang-orang paclang pasiq sehingga menjadi kekuasaan yang tidak dapat diabaikan oleh lirrki dan Syarif-Syarif di Makkah ketika itu.
Jelas dari uraian Pada suatu ketika mereka mengirim delegasinya ke Makkah menemui

ganjil tetapi ia segera diusir oleh penguasa dan dikeluarkan dari


Basrah.

kot;r

Syzif Mas'ud sambil mengerjakan haji. Delegasi ini rnenyiarkan fawa-fawa Vahabiyah yang ganjil-ganjil, di Makkah.
Syarif Makkah, yaitu

Kemudian Muhammad bin Abdul Vahab pergi ke Hassa dan bergunr

lagi

di situ dengan Syeikh

Abdullah bin Abdul Lathi{ seorang ulama

rlr

ini dan bahkan membunuh pulang memberikan laporan lolos dan tetapi sebahagiannya, sebagiannya
Syarif Mas'ud menangkapi orang-orang kepada Muhammad bin Sa'ud.

Hassa. ketika itu.

Kemudian ia pindah ke Huraimalah, suatu desa kecil di negeri Nejrli

Mula-mula

ia menyiarkan

fatwanya yang ganjil-ganjil

di

negerinl,r

sendiri, yaitu di Ain yah. Tetapi Raja di negeri itu namanya Utsman birr Ahmad bin Ma'mar yang mulanya menolong tetapi setelah mendeng:rr
farwa- farwanya lalu mengusir dan bahkan berusaha membunuhnya. Kemudian ia pindah ke Dur'iyah. Raja Dur'iyah bernama Muhammrul

kaum Wahabi Dari mulai tanggal ini berkobadah pemusuh^n ^rrtua di Nejdi dengan Syarif-syarif (penguasa-penguasa di Makkah). Dalam hal ini Syarif Mas'ud membuat suatu kesalahan karena ia menangkap orang haji dan membunr.lh mereka, pada hal lbhan telah berfirman dalam al Qur'an, bahwa barangsiapa masuk Makkah adalah
aman (Surat Ali Imranr 97). Seharusnya kalau ia tidak sesuai dengan paham Wahabi ia boleh mengusir saja orang tanpa membunuh.
Tetapi dalam sejarah ini dapat diambil pula, bahwa Raja Makkah ketika

bin Sa'ud menolong Muhammad bin Abdul Vahab dalam

penyiaran

paham-pahamnya. Maka bersatulah dua orang "Muhammad", yaflB berlairr kepentingan, yaitu Muhammad bin Abdul lilahab dan Muhammad bin Sa'utl Muhammad bin Abdul Vahab membutuhkan seorang penguasa untuli

itu tidak menlukai paham lilahabi, serupa dengan Raia-raja di Basrah dan

di

Ainiyah. Muhammad bin Abdulwahab biasa memfatwakan bahwa orang-orang

menolong penyiaran pahamnya yang baru dan Muhammad bin Sa'utl membutuhkan seorang ulama yang dapat mengisi ral<yatnya dengan ideologi yang keras, demi untuk memperkokoh pemerintahan dan
kekuasaannya.

di Makkah itu banyak yang kafiq karena mereka membolehkan mendo'a dengan tawassul di hadapan makam Nabi, membolehkan berkunjung dari

354

355

jauh menziarahi makam Nabi, mendo'a menghadap ke makam

Nabr,

!
I

Ramadhan", (Jawaban

ini

sesuai dengan sebr-lah hadits Nabi).

memuji-muji Nabi dengan membaca nazhasn Burdah'Amin Tadza", membltt,t shalawat Dalailul Khairat yang berlebihlebihan memuji Nabi, membac:r ksah-kisah Maulud Barzanji dan ak'hirnya mereka dikafirkan karena titlll mau mengikut Muhammad bin Abdul Vahab. Terebut daiam sejarah, bahwa suatu kali teriadi perdebatan antar,r Muhammad bin Abdul Wahab dengan saudaranya Sulaiman bin Abtltrl $flahab, dalam soal kafir-mengafirkan ini.
Sulaiman bertanya kepada adiknya: "Berapa, rukun Islam" Muhammad meniawab: "lima". Sulaiman Muhammad Sulaiman
'

Laki-lak ini bertanya iagi : "dari mana diambil orang islam sebanyak itu
'

pada hal murid kamu tidak sampai sebanyak itu?" Muhammad binAbdul

Iilahab marah dan berusaha menangkap orang itu. Dari riwayat ini dapat rlipetik suatu hal, yaitu bahwa Muhammad bin Abdul Wahab pada permulaan fatwa-farwanya banyak sekali mengafirkan
orang-ofang yang tidak mau menerima fananya. Muhammad bin Abdul Vahab sejak membuka fatwanya

di Dur'iyah

: Tetapi kamu menjadikan

6!

tidak mau ke Makkah dan Madinah lagi, karena ia tidak sudi melihat orang-orang membuat "ma'shiat" di Makkah dan di Madinah, katanya. Yang dikatakannya "makshiat" itu ialah berbondong'bondong pergi
ziarah ke makam Nabi, mendo'a dengan bertawassul dengan "jah" Nabi; mendo'a dengan menghadap ke makam Nabi (bukan ke QiblaQ, adanya kubbah-kubbah di atas pekuburan Mu'ala di Mekkah, di Baqi'i di Madinah, di pekuburan Uhud di Madinah juga dan ditempat maulud Nabi di Suq al

Apa, I

: Kamu memfarwakan bahwa siapa, yang mengikutnttr adalah mu'min dan yang tidak sesuai dengan fatwamtt
adalah kafir.
marah.

Muhammad : Terdiam dan

leil di Mekkah ini semua menurut Muhammad bin Abdul Wahab; amalan
syirik atau sekurangnya membawa kepada syirik. Kaum Wahalbi sudah dua kali menguasai Hijaz. Yang pertama pada tahun 1803 M. sampai dengan 1813 M. dan yang kedua pada tahun 1925 M. sampai sekarang. Kami, penulis buku ini pada ketika naik haii yang pertama tanggal I Januari 1927, yaitu dua tahun sesudah kaum \ilahabi memasuki Makkah, kemudian selama tujuh tahun kami bermukim di Makkah dan baru pulang

Sesudah itu ia berusaha menangkap kakaknya dan akan membunuhnyl,

tetapi Sulaimandapatlolos ke Makkah dan setibanya diMakkah ia mengarang

buku 'As Shawa'iqul Ilahiyah firraddi 'alal Vahabiyah" yang tersebut di


tadi.

atas

Dari buku ini kita dapat melihat farwa-fatwa Muhammad bin Abdul Iflahab yang gmiil-ganjil dan baru-baru. Tertulis juga dalam buku ini sejarah perdebatan seorang lakilaki
dengan Muhammad bin Abdul Wahab.

ke Indonesia pada bulan April 1933' sudah melihat dengan rnata kepala
sendiri pelalaanaan dan praktek-praktek yang dilakukan oleh orang-orang Wahabi di Makkah dan Madinah pada ketika mereka menguasai Hiiu dalam ronde kedua.
Yang kami lihat dengan mata. kepala adalah:

Seorang laki-laki bertanya dalam bulan Ramadhan?"

"Berapa orang yang dibebaskan Tuhan

Muhammad bin Abdul \flahab: "Seratus ribu".


LakiJaki itu bertanya lagi: "Padaakhir malam bulan Ramadhan berapa?" Muhammad bin Abdul Sflahab rhenjawab: "Pada akhir bulan Ramadhan dibebaskan Tuban sebanyakyang telah dibebaskannya tiap'tiap malam

1.

Sekalian rakyat dilanng merokok baik merokok sigaret atau merokok dengan syisya, karena merokok itu pekerjaan syetan, katanya. Tembakau

dan rokok yangkedapatan dikedai-kedai dibakar semuanya,

356

357

2.

Tidak boleh dan dilarang melagukan adzan. sebelum sfahabi masuli Makkah, di atas ketujuh menara Mesjid el Haram bilal melakukan adztut dengan lagu suara-suara yang indah.
Tidak boleh membunyikan radio, tidakboleh membunyikan gramopon Gramopon-gramopon yang, dapat ditangkap dirusakkan semuanya'

10.

Kubbah-kubbah di atas pekuburan sahabat'sahabat Nabi, yang berada di Mu'ala (Makkah), di Baqi'i dae Uhud (Madinah) semuanya di-

runtuhkan, diratakan dengan tanah. Kabarnya meruntuhkannya dengan


memakai alat meriam.
Tetapi kubbah hijau, al qubbatul khadra', di atas makam Nabi Muhammad

Saw.

t"

Tidak boleh dan dilarang keras melagu "qasidah".


Tidak boleh melagukan bacaan al Qur'an dengan lagu "fuqaha" sebaglr yang banyak kedengaran di Mesir.

di

mesjid Madinah tidak diruntuhkan, karena sangat banyak

realsi dari kaum Muslim di seluruh dunia ketika itu.


Kubbah (gedung besar) di atas tanah dimana Nabi Muhammad Saw' dilahirkan, yaitu di Suq al Leil, diruntuhkan, didatarkan dengan tanah, dengan memakai meriam juga. Kemudian tempat itu diiadikan tempat
menambatkan onta.
Pada waktu yang akhir kabarnya, atas desakan ummat Islam seluruh

5.

6.

Tidak boleh membaca kitab shalawat Dalailul.khairat dan lebih'lebih lagi tidak boleh membaca "Burdah", yaitu qasidah 'l\min Thdza" yang ada dalam kitab Dalailul khairat itu, karena di dalamnya terlalu banyak memuji-muji Nabi Muhammad
Saw.

7.

Tidak boleh mengaji "sifar duapuluh" sebagai yang tertulis dalam kitab-kitab Kifayatul Awam, Matan Jauharatut lhuhid, Sanusi dan kitab-kitab Tauhid fuy'ari&itab,kitab kaum Ahlussunnah wal Jama'ah,
Tauhid kaum !flahabi berkisar sekeliling Tauhid Rububiyah dan Tauhitl

dunia di atas maulud Nabi itu dibangun gedung perpustakaan' perayaan Maulid Nabi bulan Rabi'ul Awal tiap-tiap tahun dilarang,
karena itu pekerjaan bid'ah, katanya.
13. perayaanMi'raj yang biasanya dilakukan pada malam 27 Raiab dilarang

keras, karena hal itu bid'ah, katanya. Bepergian dengan maksud ziarah makam Nabi ke Madinah terlarang' Yang dibolehkan kepergian ke Madinah dengan maksud untuk menziarahi

Uluhiyah saja,
8.

Imam-imam di Mesiid al Haram disatukan dibelakang seorang ulama


mereka bernama Abi Samah, sedang sebelum Vahabi datang ke Makkah Imam-imam sembahyang di Mesjid al Haram adalah 4 yaitu Imamimam Syaf i, Hanafi, Maliki dan Hanbali. Nampaknya penguasa di

dan sembahyang di Mesjid Madinah.

1r. Mendo'a menghadap ke makam Nabi dilarang. Boleh ziarah, tetapi


ketika membacakan do'a harus menghadap kiblat dan membelakangi makam Nabi. Pada ketika ziarah harus menjauhkan diri lk. 2 meter dari terali yang melingkari makam Nabi.
16.

Makkah hendak menyatukan ke empatnya di bawah dan di belakang Imam yang menganut Madzhab wababi.
Tetapi Qadhi-qadhi di Mahkamah'mahkamah Syar'iyah ketika itu masih ada Qadhi-Qadhi Maliki, Hanafi, Syafi'i dan Hanbali.
9,

Mendo'a dengan bertawassul dilarang keras, syirik, katanya'

Sembahyang berkaum-kaum diwajibkan' Apabila adzan sudah kedengaran maka sekumpulan lasykar bertebar

17. Dan lain-lain.

di kota Makkah dengan tongkat rotan menyuruh


kadang sebanyak 24 Yali.

orang'orang

Inilah yang dapat dilihat dengan mata kepala dan didengar dengan telinga pada ketika itu. Kemudian pada tahun 1959 M. kami datang,
lagi ke Makkah, tidak dalam musim haji.

sembahyang ke mesjid. Manakala ia melihat seorang yang tidak pergi shalat jama'ah kontan ketika itu dipukul dengan tongkat rotan, kadang'

Ikmi melihat

sendiri.

18. Ada usaha hendak memindahkan dan menggeser kedudukan batu 359

358

makam lbrahim kira-kira 20 meter ke belakang, iuga ada usaha hendak memindahkan telaga Zamzam lk. 10 meter ke belakang. Kami melihat

rlll

sendiri penggalian-penggalian dan persiapan untuk itu. Pada tahun


1961 M. kami datang ke Makkah. Ternyata bahwa maksud'maksud ini tidak kesampaian, mungkin dihadangi oleh dunia Islam'
19

Iil

il[

lbmpat Sa'i antara Safa dan Marwa sudah diperlebar 2

lipat.
luas,

xilII
I'TIQAD I(AUM WAHABI YANG BERTENTANGAN DENGAN I'TIQAI) AHLUSSUNNAH TVAI IAMAAH

Dulu ditalsir hanya seluas 8 meteq tetapi sekarang sudah begitu sudah 2 x lipat nampaknya.

20. Amal-amail Thariqat, umpamanya Thariqat-thariqat Naqsyabandi, Qadiri, Shathari, Samani dan lain-lain sebagai yang banyak terdapat di Mesir,

diiarang keras.
1

21. Membaca ziltr "La Ilaaha illallah" bersama'sama sesudah sembahyang, sebagai banyak terlihat di Indonesia dan lainlain dunia Islam, ter' larang.
22.
1

l.

Mendo'a Dengan Berta$assul Syirih

Ulama-ulama Wahabi selalu memfarwakan bahwa mendo'a dengan tawassul adalah syiriVharam. Hal ini tidak heran karena paham lflahabi itu adalah penerus yang fanatik dari farwa'fatwa Ibnu Taimiyah. Pendirian kaum Ahlussunnah walJama'ah dalam soal "tawassul" sudah

Imam tidak membaca "bismillah" pada permulaan fatihah dan juga tidak

membaca "qunut" dalam sembahyang subuh, tetapi sembahyang


tarawihnya 20 raka'at.
23

Dan lain-lain.

dibentangkan dalam pasal yang terdahulu yang membicarakan fatwa-farwa Ibnu Taimiyah. Pada pasal itu telah kami kemukakan dalil-dalil al Qur'an dan hadits-hadits yang bertalian dengan tawassul itu. Bacalah kembali.

2. Isti$atsar Syirih
Tersebut dalam kitab karangan ulama Wahabi, berjudul 'At Hidayatus Saniyah wat Tuhfatul Vahabiyah", pada pagina 66 yaitu:

li
il
i
rl

"Barang siapa menjadikan Malaikat, Nabi'Nabi, Ibnu Abbas, Ibnu Abi Thalib atau Mahjub peruntaraantara mereka denganAllah, karena mereka dekat kepada Allah, seperti yang banyak diperbuat orang di hadapan

itu kafir, musyrik, halal darahnya dan hatanya, walaupun ia mengucapkan dua kalimah syahadat, walaupun ia
raja-raja, maka orang sembahyang, puasa dan menda'wakan dirinya muslim". Terang menurut buku lilahabi

ini bahwa kaum

Vlahabi mengafirkan

sekalian orang Islam yang sudah membaca syahadat kalau orang Islam itu

360

36t

menjadikan Malaikat, Nabi-Nabi, Ibnu Abas, Ibnu Abi Thalib (maksudnyl Saidina Ali Kw.) atau Mahjub menjadi perantara mereka dengan Allah. Arti "meniadi perantara" yang dilarang itu menurut paham Vahabi

b. Nabi Muhammad Saw. walaupun beliau sudah mati, tetapi beliau


hidup dalam kubur dan mendengar sekalian salam orang dan sekalian permintaan orang sebagai keadaannya sewaktu belum hidup di dunia.

ialah ber-istigatsah dengan mereka. Tegasnya: "Siapa yang ber-istigatsah menfadi syirik".
Apa yang dimaksud dengan istigatsah
?

c. Minta tolong kepada makhluk,

kepada lain Allah, kepada Nabi dan

kepada manusia boleh saja, tidak terlarang dalam agama.

Contohnya ialah: seorang Muslim datang menziarahi kuburan (makanr)

Inilah perbedaan paham yang prinsipil antaraAhlussunnah walJama'ah


dengan Wahabiyah.
Paham Ahlussunnah walJ ama'altini berdasarkan dalil'dalil, di antaranya

Nabi

di

Madinah, lantas

di situ ia berkata

menghadapkan pembicaraarr

kepada Nabi: "Hai Rasulullah hai habiballah, hai penghulu kami Muhammarl

Nabi akhir zamari, berilah kami syafa'at engkau diakhirat, mintakanlalr


kepada Tuhan supaya kami ini selamat dunia'akhirat". Inilah ucapan orang yang ber'istigatsah.
Cara

kami kemukakan sebagai di bawah ini: Pertama


:
:

ini syirik menurut kaum \fahabi, karena terdapat beberapa unstrr


menghadapkan pembicaraan kepada orang yang
kepacla

Tersebut dalam Kitab Hadits

kemusyrikan, yaitu:

a. Memanggil dan

'# #, 8i, i'6'^ft'l',gt 6 E


;i,Fi:u'.*'F:t6dirI45.\gr1s$r v-i1';;.r^5tYSa;it;,4\!Jd1,t

telah mati, sedang orang itu sudah menjadi bangkai.

b. Meminta atau memohon pertolongan kepada orang mati,


itu hanyalah Allah
saja.

makhluk, sedangyang boleh diladikan tempat memohon pertolongan

c.

Menjadikan Nabi ini sebagai perantara antania dengan Allah, pacla hal setiap orang Islam boleh mendo'a langsung saja kepada Tuhan, sedangkan Tuhan itu dekat kepada sekalian hamba'Nya.

,i$s*6,srd6A\3;6(:gUkU

{tgtiot{:a,#kK;:qYtWif

Inilah unsur-unsur kemusyrikan dalam istigatsah itu dan karenanya orang itu menjadi muspik kalau mengerjakan ini. I(aum Ahlussunnah wal Jama'ah yang beri'itiqad sebagai i'itiqad Nabi Muhammad Saw. yang dikepalai oleh Imam Abu Hassan al Asy'ari tidak sepaham dengan Wahabi dalam soal ini'
Ifuum Ahlussunnah wal Jama'ah berpendapat,

Wr#:fe'#i,U&,1{rtY,Jris. ;, y'fg"ln t), $t;sts;,-,,,3Lilto\,r r;r'-ii


Artinya:

"Dari Anas Rda, beliau berkata: Pada suatu malam kaum Muslimin mendengar Rasulullah menyeru dekat telaga Badar: Hai Abu Jahil bin Hisyam, bai Syaibah bin Rabiab, bai tlmaiyab bin Khalaf! Adakab

kamu menerima ganjaran siksa yang telab dijanjikan Tuban kepadamu


sekalian? Saya sudab menerima apa yang dijaniikan Tuban kepada saya.

a. Memanggil dan menghadapkan pembicaraan kepada orang yang


telah mati boleh saja, tidak terlarang, dan bahkan dikerjakan oleh Nabi dan sababat belum, juga oleh ummat Islam diseluruh dunia.

Sababat-sababat ketika

bertanya kepada l{abi : "kenapakab tuan memangil orang-orang yang sudah menjadi bangkai? Maka Nabi men'

itu

362

363

jawab : Mereka mendengar apa yang aku ucapkan melebibi dari


pendengaran kamu, tetapi mereka tak kuasa menjawabnya" (H. Nwayat Nisai Sunan Nisai, iuzu' 4, pagina 110).

Kedua: Tersebut dalam Hadits Bukhari (lihat Fathul Bari, juzu' yaitu:

3 hal.

449)

Terang dalam hadits ini bahwa Nabi pernah dan adamemanggil orang-

orang yang sudah mati, yang sudah menjadi mayat.


Hadits ini dengan panjang lebar diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari (lihat Sahih Bukhari pada Kitab alMagui dan Fathul Bari juzu'VIII pagina

'#,:#"i{#,{r,
5'dtct))'Ug
Artinya:

302 sld. 305).


Kejadian yang diterangkan hadits ini ialah sesudah peperangan Badar, dimana banyak orang-orang kafir Kuresy yang mati bergelimpangan mayatny^ dalam kali Badar yang di antara namanya dipanggil oleh Nabi itu. Tak berapa lama sesudah peperangan Badar, Nabi Muhammad Saw. bersama sahahat beliau datang ke kali itu dan mengucapkan perkataan yang

dart Anas bin Malik, dari Nabi Mubammad Saw, beliau berkata' "Hamba-hamba Tuhan apabila diletakkan dalam kuburnya dan orangorang pengantarnya sudah mulai kembali pulang, maka mayat itu
mendengar detak-detik sandal mereka" (H. Riwayat Bukhari . Sahih Bukhari

tersebut di

atas.

I Hal.
menghadapkan pembicaraan kepada

169).

Apa yang dapat dipetik dari hadirs ini:

Ternyata dalam hadits

ini bahwa orang mati itu mendengar

sampai

a. Nabi ada memanggil dan b.

kepada detak detik sandal, apalagi kalau dipanggil. Jadi, adalah tidak benar farwa sebagian orang yang tidak bertanggung jawabyang mengatakan bahwa orang.orang mati setelah diletakkan dalam

orang.orang yang telah mati.

Orang-orung yang telah mati itu, walaupun ia sudah mari dan dikuburkan, mereka dihidupkan kembali dengan secara hidup dalam alam bezakh, sehingga mereka mendengar kembali seruan orang hidup yang, menyerunya. Menyeru orang mati tidak terlarang. Sedangkan orang kafir yang sudah mati boleh dipanggil, apalagi Nabi.nabi dan ulama-ulama
Islam.

kubur tak mendengar apa-apa lagi. Ini adalah hadits sahih dari Imam Bukhari yang tidak diragukan lagi
kesahihannya.

c.

Ketiga:
Tersebut dalam Hadits Muslim bahwa Nabi Muhammad Saw. mengajarkan

kepada umm atnya apabilamereka menziarahi kubur supaya membaca salam:

364

365

Artinya: ,,salam
I

Kelima:
Tersebut dalam Hadits
:

atasmu bai penduclukkampungini Mu'minin dan Muslimin, untuh clan kami insya Allab akan mengikuti kamu, kami memohon'afiyat Muzlim ' syarah Juz kami clan untuk kamu" (Hadits riwayat Imam Muslim

* a S#
Artinya:

VII halaman 45).


kita menghadapkan pembicaraan kepada orang yang telah mati, seolah'olah bercakap-cakap dengan orang'ofang yang masih hidup' Dalam haclits ini ada kalimat "Salam untukmu", "kami akan mengikuti
t,

hukum syari'at Islam boleh Jelas, dalam hadits ini, bahwa dalam

iy r'iC I,"-'J;rvfil,;i'"$-r r';;3t, 36


,rbJ\

;e

;,i tlril:F; *'i,b

Sg

"Vr.tf$

kamu" dan "kami mohon 'afiyat untuk kami dan untuk-mu"' Nah, kalau ada paham, yang mengharamkan menghadapkan pem' dengan bicaraan kepada ofang yang telah mati maka farwa itu bertentangan
hadits ini.
Ke-empat:

Adalab Nabi Muhammad Saw, apabila selesai menguburkan rnayat,

beliau berbenti sejenak dan berkata kepada sababat-sahabat beliau : "rninta ampunkanlab saudaramu karena ia sekarang sedang ditanya" Q1. Riwayat Abu Daud - Sunan Abi Daud Juz III hal. 215).
Terang dalam hadis ini bahwa orang mati itu dihidupkan dalam kuburnya

dan ditanya tentang ini dan itu.


:

Tersebut dalam, hadits Bukhari

LW;L,,fe,sb:Yg.:jr:,;{"ik\i'6 y, or*.,,u, .'At?t J isr\4'1 t6: A{z t fzit


Artinya:

Dari dalil-dalil yang 5 ini dapat diambil kesimpulan:

a. Memanggil dan menghadapkan pembicaraan kepada orang mati boleh saja. Boleh kita ucapkan: Ya Rasulullah! dihadapan makam Nabi di Madinah atau di tempat lain, b. Orang yang sudah mati dikembalikan
alat pendengar dan alat perasa

,MAka apabila seorang dari kamu sembabyang ntaka bendaklab yang baca: Tabiyat itu untuk Attab juga sembabyang dan sekalian ucapan baik, salam atasmu hai Nabi (Mubammad saw.) dan rahmat Tuban dan
berkahNya" (H. Riwayat Imam Bukhari

oleh Tuhan kepada mereka, sehingga mereka mendengar ucapan kita

dan mendengar detak-detik sandal kita di atas pekuburan mereka. Dan, khusus bagi Nabi-nabi, kaum Ah-lussunnah wal Jama'ah mempercayai bahwa beliau-beliau hidup dalam kubur, mendengar salam dan mendengar ucapan yang diucapkan kepada beliau.

Fathut Bari Syarah Bukhari juz II

hal.456-458).
Nyatalah dalam hadits ini bahwa setiap orang Islam dalam sembahyang limawaktu sehari semalam tetap mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad

Dalil'dalil kepercayaan ini

saw. dengan menghadapkan perkataan langsung, yaitu dengan ucapan


"salam atas tuan hai Nabi".

Ini membuktikan bahwa Nabi itu hidup dalam kubur dan kita boleh
menghadapkan pembicaraan kepada beliau.

366

367

Ke-enam

:
:

Kedelapan

:
:

Tersebut daiam Hadits Baihacli,

Tersebut dalam kita hadits

'{{'ffiif,
Artinya:

r5

:F,t

**^V

#6V$ ;i Gta'";,.!;,A'P-tt9

Jtti, J6 .ys
.

j {ai #:tj k eo giltg,t;tv,pyt


r \A

**hV i, j r.yr'J'rJ# c) e

"Dari Anas bin Malik, babu'ttsttr1'a l,labi trIuluurtmnd Sau'. betkalu

l-JfA$r r)t rs! dJ cr,.--. >sV) obt


Sa'w,

Nabi-nabi itu hidup dalam leuhur mereka dan mereka sembabl:ang" (H. Riwayat Imam Baihaqi - Zttrqani Juz V hal. 332).
Nah, Nabi-nabi hidup dalam kubur. Ketujuh
:

Artinya:

"I)ari Abu Hurairab beliau berkata: Berkata Rnsulullah

: "pada

setiap orang Islatn ntentberi salam pada sala niscal,a Tuban mengembalikan

kepada sa1,a nrb saya, sebinga aku menjawab salamrrya" (Hadits riwayat Imam Abu Daud, Sahih Abu Daud juzu' 2, pagina 218).
Berkata lmam Zarqani dalam menafsirkan hadits ini, bahwa hadits ini
S

Tersebut dalam, Zarqani iuga:

'ri,-,;j'&
Artinya:

Lii, lu'g +* h$*'A'


.

"i"

t rrl,i'o,;;
me I a

?t j F!(le
b e li

;fffi.-jfii
a"

suatu bukti bahwa Nabi hidup terus menerus dalam kubur beliau karena pada setiap sa'at ada orang salawat kepada Nabi Muhammad Saw. di atas dunia yang luas ini. (Lihat Zarqani syarah Mawahib, juzu' 5, pagina 335).
Kesembilan:

"Bahltasan)'a Nabi Mubanrmad Saw, berkata: Pada malam Isra' sayu lui N ab i Mu s a d i Katib
Ah m ar,

au b erdiri semb alry ang di kub urny

Tersebut dalam kitab Hadits Bukhari suatu hadits yang panjang menyatakan keadaan orang'orang di padang mahsyar, dimana mereka

(Hadits ini dirawikan oleh Imam Ahmad, Nisai dan Muslim. Syarah Muslinr

Juz XVI hat. 133).

berbondong-bondong ber-istigatsah, minra bantuan kepada Nabi.nabi untuk mohon supaya Nabi-nabi memintakan kepada Allah, agar lekas diadalan hari ber-hisab.
Pangkal hadits
a

Menurut hadits ini Nabi-nabi hidup dalam kuburnya masing'masing


dan mengerjakan sembahyang.

itu berbunyi
t

Dan khusus bagi Nabi kita, Nabi Muhammad Saw, beliau berkata
tentang diri beliau
:

t'E*' eV.j,\I e.:' i 3,6 .'.t \ 4.V/ t'tv t *'^V ;F;Fi* '9:f t li* -" ".j,JL;
-<', .z . /.t

T iP\.aJrrirl, i.tt: -z

'i'iaiqk&rei!<ryJ6:_r;:t j,6];,5
\
^

l:$.zCyr,9r. 6rvr,.J, .

A+/l :

^\3

:-A
369

368

Artinya: "Berkata Rasulullah Saw, Tuban menghimpunkan manusia pada bari

qiyamat, maka manusia itu berkata sesarna mereka: kiranya kita minta permohonan kita kepada Etafa'at, minta bantuan untuk rnenyampaikan Tuhan supary kita mendapat kesenangan, naka mereka datang kepadct Nabi Adam ... dan lain-lain (Hadits riwayat Imam Bukhari Sahih Bukhari, juzu' 4, pagina 98),

Chathab memerintab, maka datang seorang laki'laki kemakam Nabi Muhammad Sau rnaka ia berkata: Hai Rnsulullab ! Mintakanlab buian untuk umatmu karena mereka bampir binasa. Kemudian laki-laki itu bermimpi kedatangan Nabi dan Nabi mengatakan, bahwa buian akan turun. Memang sesudab itu buian turun. Dalam hadits itu disebutkan iuga suruhan Nabi kepada laki-laki itu supaya ia menyampaikan salam Nabi kepada Saidina umar dan mengabarkan babwa buian akan datang"
(Syawahidul Haq pagina 138)

Di dalam hadits ini dinyatakan dengan terang bahwa orang'orang di


akhirat ber-istigatsah (minta bantuan) kepada Nabi'nabi, kepada Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi hrahim, Nabi Musa, Nabi 'lsa, dan akhirnya kepada Nabi

Kita kemukakan dalil ini bukan malaudnya supaya mimpi dijadikan dalil, tetapi seorang sahabat Nabi di Nabi ber-istigatsah (minta tolong).
Kesebelas
:

zamaLn

Khalifah ke

II datang kemakam

Muhammad

Saw.

Sampai-sampai

di akhirat manusia ber'istigatsah kepada Nabi-nabi.


Dalam soal minta pertolongan kepada lain Allah, kaum Ahlussunah wal lama'ah beri'itiqad bahwa hal itu tidakaptapa kalau kita mengi'itiqadkan bahwa yang menolong pada hakikatnya adilah Allah dan manusia tempat minta tolong itu hanya sekedar pada lahir saja. Kita boleh minta tolong kepada sembahyang dan kepada sabar, apalagi kepada Nabi Muhammad Saw.

Lebih jauh baca kembali hadits-hadits Tawassul dalam buku ini, bahagian

Bab Ibnu Taimiyah. Kesepuluh: Tersebut dalam kitab "syawahidul Haq", I'arangan Syeikh 'lfusuf bin

Isma'il an Nabhani, pada halaman 138

d,tui ;nt 3 sL:V3\it'P ; #'^' i'.''F "CG'\,fi6 r-8, *Y Cy i "jX it ju F) *, *li 4 K SA'r'4 W'rr*tt

* + eti :si j k6,*:tlTr76-t6,q*(ry''iw,q -{6U'.r1't


e-Ls &,V, At'3,.. J*

Firman Tuhan
Lo Artinya;

; ri;tt .g{rAtipl' tfofut5

"Dan mintAlab pertolongan dengan sabat dan sembahyang" (N


Baqarah:45).
Sabar dan sembahyang

-,*

pflj'\,o?

54H;5

itu bukan Tuhan.

Keduabelas

Aninya:

"Dan menurut badits yang sahib, dalam suatu hadits yang paniang babwasanya kernarau mmimpa manusia pada zAmAn Saidina Umar bin

Umat Islam disuruh bertolong-tolongan dalam mengerjakan kebaikan yang berarti disuruh juga minta-meminta pertolongan.

370

371

Firman l'uhan:

i'itiqad Ibnu Taimiy'ah dan !flahabi yang berpendapat bahwa minta tolong
kepada lain Allah adalah syirik dan ber-istigatsah, yakni minta kepada Nabi

Y, e/lurr
Artinya
;

d;d\5,r'&rb;Gi

yang sudah mati adalah syirik. Berbeda 180 derajat


!

,,Dan

bertolongtolonganlab kantu dalam mengetjakan kebaikan dan

Barang siapa yang hendak memperdalam soal istigatsah lanjut baca dan perhatikanlah kitab'kitab yang di bawah ini:

ini

lebih

taqwa" 1Al Maidah: 3).


Sultan Iskandar Zulqarnaini yang dipuii oleh Tuhan dalam al Qur'an pernah minta tolong kepada manusia. Tuhan menyatakan hal ini dalam
firman-Nya:

1. Kitab "syawahidul Haq" karangan


Nabhani.

'allamah Syeikh Yusuf bin lsma'l an

2.

Kitab

Shawa'iqul Ilahiylh fiLaddi ala Hahabi,vah", karangtn S1'eikh Sttlaintan bin Abdul Wahab, sauclara kandung l\{uharnrnad bin Abdil
"as

Wahab.

q,r14 ,.{h64rtgljj*gY
Artinya:

3.

Gautsul Ibad bin Bayanirrasyad, karangan Svcikh Mustafa Abu Seif


Hamanti.

ll
di

4. i\d Durarus Slniyah flLraclcli alal \Vahabiyah.


Maktriah, Sayicl Ahntail Zaini Ddrian.

karangan Multi Syafi

'Apa yang ditetapkan oleb 'tuhan buatht lehih baik (dari penryangkuat" bericmnnr), sebab itu tolonglah saja dengan (pekela-pekeriQ (Al Kahfi : 95)
Sesudah menguraikan dalil-dalilyang di atas diambil kesimpulan tentang

5.

Dan lain-lain, clan iain-lain, banyak hgi.

3. Bepergian Ziarah Kubur Haram


Suatu ciri khusus dari paham Vahabi ialah mengharamkan pcrgi zianth

istigatsah dengan Nabi sebagai berikut:

kubur. Krlau dilakuktn maka pcrjalanan inr dianggap ma'siyat yang walib
dilarang.

1. 2.

Boleh menghaclapkan pembicaraan dan seruan kepada orang yang telah

mati, umpama dikatakan: Ya, Rasulallah!


Boleh meminta pertolongan kepada Rasulullah yang sudah mati, karena beliau itu hidup dalam kuburnya, sembahyang dan mendo'a'
Boleh minta pertolongan kepada makhluk kalau dibutuhkan pertolongan

Kaum Ahlussunnlh selr'rruhnya ntcntfatwakan bahrvl perjllanan kc Madinah untuk ntenziarahi makan Nabi adalah pcrjdanan yang dituntut oleh Syari'at Islam. Sunnat.mgakkad yang baik sekali uptuk dikerjrtkan. Kaum Wahabi selanjutnya mengatakan bahwa tidak boleh menqasar amu menjama' sembahyang dalam perjalanan untuk ziarah itu, karena perjalanan itu adalah perjalanan ma'siyat.
Tetapi fatwa ini pada waktu sekarang sudah tinggal di atas kertas slja.

3. 4.

itu.
yangsyirik dan kafir hanyalah menyembah makhluk atau meng-i'itiqadkan bahwa makhluk itu Tuhan yang disembah atau manusia yang berkuasa

menciptakan sesuatu seperti Allah' Inilah i'itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama'ah. Ini bertentangan dengan

Kaum Wahabi yang berkuasa di Makkah sekarang ticlak sanggup atau tidak berani melawan ummat Islam sedunia, yang datang berbondong'

372

JIJ

bondong menziarahi makam Nabi ke Madinah tiap+iap tahun atau diluar musim-musim haji. Kita melihat dengan mata kepala bahwa keberangkatan orang haji ziarah ke Madinah atau kembalinya dari Madinah ke Nlakkah diurus oleh petugas-petugas kaum V/ahabi, Jadi resmi sudah dibolehkan'

dan Indonesia didirikan qubbah-qubbah di atas makam'makam ulama'


ulama atau pahlawan'Pahlawan. Bagi kaum Ahlussunnah wal Jama'ah menganggap qubbah-qubbah pada makam.makam itu tak apa-ap1l bahkan hal itu baik sekali untuk

. Kaum Wahabi rahu, kalau ziarah ke Madinah dilarang sebagai fatwa Muhammad bin Abdul Vahab - .maka ummat Islam di seluruh dunia akan
mempfotesnya.

iibrngun sebagai tanda bagi ulama-ulama dan auliya'auliya yangbermakam di situ, sehingga memudahkan bagi sekalian ofang yang hendak datang
berziarah. Di situlah perbedaan paham antara kaum Vahabi dengan Ahlussunnah walJama'ah.
Tetapi kaum wahabi sendiri tidak berani meruntuhi qubbah ymg ada' atas makam junjungan kita Nabi Muhammad Saw' di Madinah, karena

Dalil-dalil kaum Ahlussunnah wal Jama'ah dalam soal ziarah kubur ini sudah dikupas dalam bab i'itiqad Ibnu Taimiyah. Bacalah kembali !

di

4. Qubbah Diatas Kubur Haram


sejalan dengan fatwa tidak boleh menziarahi makam-makam, kaum Wahabi berpendapat bahwa membuat qubbah di atas makam perkuburan adalah haram dan karena itu semuanya harus diruntuhi, kalau ada. Hal ini dilaksanakan oleh mereka pada ketika memasuki Hii?u padt
gelombang yang perrama rahun 1803 M. dan pada gelombang kedua tahun makam Sini Khadijah di Mu'ala Mekkah dan 1924 M.

takut akan realsi dunia Islam seluruhnya.

5. Men$lsap Rohoh llaram Dan Syirih


Pada tahun 1927 M. penulis buku

ini sedang berada di MaL'kah.

Pada

Qubbah-qubbah

lain, begitu juga qubbah Saidina Hamzah dekat bukit uhud begitu juga qubbah.qubbah di makam Baqi'i di Madinah semuanya
sahabat.sahabat

ketika itu banyak sekali orang naik haji ke Makhah. Dari lndonesia saia lk' sebanyak 90.000 orang. Lasykar.lasykar wahabi dari Nejdi yang bernama "Guth-guth" banyak pula naik haji. Baik ulamanya, baik laskarnya, semuanya melarang orang'orang merokok sigaret. Ifulau kedapatan orang haji mengisap rokok sigaret di
raya iantas dipukuli dengan rotan ketika kepadanya bahwa hal itu syirik (kafir).

diruntuhi.

iilan

itu iuga dan

dikatakan

di

Bukan saja qubbah kubur, tetapi juga qubbah peringatan Maulud Nabi Suq al Leil juga diruntuhi dengan meriam' Pada bekas-bekas pekuburan itu ditambatkan onta-onta, seolah'olah

saya membaca sebuah buku kecil dari mereka yang menerangkan

takadapenghargaan sama sekali kepada orang-orang yang telah meninggal. Andaikata kaum wahabi misalnya berkuasa di Indonesia, sudah pasti mereka akan mendatarkan sama dengan tanah bangunan'bangunan makam

ulama-ularna, makam

Vali Songo, makam prajurit-prajurit

nasional,

bahwa rokok inr adalah tahi syethan' Kemudian setelah diselidiki ternyatalah bahwa lasykarJasykar Vahabi sebelum merebut Madinah dicangkoki dengan pengaiaran r32;m^ bahwa mengisap sigaret atau mengisap rokok adalah perbuatan syethan sedang orang,orang yang mengisap rokok itu banyak di Makkah, menduduki

makam- makam pahlawan semuanya akan dihapus dan akan diruntuhi.

Di seluruh dunia Islam - selain yang dikuasai oleh wahabi - kita melihat qubbah ini seperti di Palestina, di Iraq, di Marokko, di Mesir, di NJuur,di Turki (Istambul), di Afganistan, di Pakistan, di Philipina, di India
374

kota Suci, karena itu hta harus mengalahkan mereka. Inilah pangkalnya pengafian mengisap rokok sYirik. fbtapi lama kelamaan fatwa melarang mengisap rokok hilang sendiri, di sehingga pada tahun 1g63M. saya datang ke Makkah dan melihat bahwa

375

jalan-jalan raya sudah banyak orang mengisap sigaret. Rupanva fatn''a kaum Vtahabi tidak tahan juga. Bagi kaum Ahiussunnah walJama'ah mengisap rokok itu harus srj;r, hanya kalau membikin mudarar bagi tubuh barulah hukumnya haram. Kalau

Mereka selalu khawatir saia kalau.kalau orang vang ntenziarahi kubur, yang menziarahi gedung yang berseiarah, r'ang mcnziarlhi
tempat-tempat bersejarah dalam Islam seperti bukit Uhud, padang Badar dan lain-lain akan meniadi s,virik karena menyembah tempat'tempat itu Karena itu semua bangun-bangunan itu cliruntuhi, tiisapu bersih. ticlak

tidaknya tidak apa-apa. Merokok sama dengan makan buah.buahan sljrr, kalau mau ya boleh dan kalau tidak ya boleh juga. Jadi termasuk mubah
(harus),

perduli apakah geclung'gedurtg itu mempun,vai selarah atau ticlak Kami yakin, andai kata kaunt vhhabi menguasai Mesit maka tentulah mereka akan meruntuhi pula makam Imam svafi'i, meslid-rnesjid dan rempat-tempat suluk ahli Thariqat yang banyak di Mesir. Begitulah paham
Wahabi terhadap tugu-tugu dan qubbah'qubbah.

6. Qubbah lllaulid Nabi Diruntuhi


Lasykar-lasykar \flahabi setelah memasukr Mekkah lantas meruntuhkan

mana Nabi dilahirkan, yairu di Suq al Leil Makkah. li:mpat itu kami lihat hanya dipakai untuk menambatkan ontaatas tempat
onta.

qubbah

di

di

Bangunan itu dianggap oleh dunia Islant sebagai bangunan sejarah, sebagai "tugu kemerdekaan", yang mana setiap orang haji yang datang

Kaum Ahlussunnah wal Jarna'ah, atau katakanlah dunia Islam .vang banyak, tidak berpaham begitu. Mereka berpendapat bahrva makam Nabi' nabi, auliya-auliya, ulama-ulanta dan orang-orang mati syahid lebih baik dibuatkan qubbahnya, sehingga mudah diketahui oleh orang yang hendak
datang ziarah,sebagai keadaan nva de ngan "Qubbatu I Khadra" (Kubah Hii au ) pada makam Saidina Mubammad Saw. di kota Madinah. Kaum Ahlussunnah yakin bahwa pada masa ini orang Islam sudah kuat

ke Mekkah nemerlukan datang melihat.lihat rempar di mana Nabi dilahirkan itu. Memang luka hati kita melihat, bahwa tempat yang mengandung sejarah kebesaran Islam itu dijadikan tempat tambaran onta vang seolah. olah dihinakan
saja.

Alasan peruntuhannya,, kata mereka, karena gedung itu memban,a orang kepada syirik, dikhawatirkan orang Islam akan menyembah "gedung sejarah" itu, karena banyak yang datang ke Mekkah memegang-megang

imannya, sudah kuat tauhidnya, sudah mengerti hukum'hukum agama, sehingga tak akan ada seorang iuga lagi yang akan menyembah batu, akan menyembah tugu, akan menyembah kubur. Kita tak boleh menganggap terlalu rendah pada tauhidnya ummat Islam. orang.orang haji yang datang ke Makkah pada waktu sekarang sudair
banyak ulama-ulama, sudah banyak kaum cerdik pandai, sudah banyak ahli fikih dan ahli sejarah, sudah banyak intelektuil, tak perlu begitu dikhawatiri

dinding gedung itu dan bahkan ada yang menciumnya, katanya.

itu adalah syirik kata ulama-ulama Vahabi. Rupanya alam pikiran kaum !flahabi ini menganggap bahwa orang haji yang datang ke Makkah itu adalah bodoh-bodoh, orang yang mula-mula
Semuanya

oleh kaum lfahabi. Mungkin ilmu agamanya sudah banyak yang melebihi dari ilmunya
kaum Wahabi.

masuk Islam, orang yang lemah iman dan tauhidnya dan orang yang belum tahu membedakan nama yang syirik dan mana yang tauhid.

7. Tauhid Rububiyah Dan Tauhid Uluhiyah.


Kaum Wahabi melarang orang-orang mengaii sifht Dua Puluh sedang hal

Orang haji nampaknya diukurnya dengan orang-orang Badui dari padang pasir yang memang sangat primiti{ yang sangar bodoh-bodoh
kelihatannya.

ini dianjurkan oleh kaum Ahlussunnah walJama'ah. Mereka menciptakan suaru pengajian tauhid secara baru, yang tidak ada dati dulu, baik pada
377

376

zam n Nabi Muhammad atau pada zaman sahabat-sahabat beliau. Pengajian baru

itu

xpa y^ng dinamakan oleh mereka dengan Tauhid

menciptakan langit dan bumi dan menjadikan matahari dan btilan, mereka akan menjawab Allah. Maka bagaimana kamu berputar dari
kebenaran

Rububiyah dan Taubid Uluhiyab,


Tauhid itu dua macam kata mereka, yaitu:

/"

(Ankabut: 61).
adanya Allah, tetapi

Ini lagi kata kaum Vahabi, orang kafir mengakui


mereka menyembah lain Allah.

1.

Tauhid Rububiyah, yaitu tauhidnla orang kafir, tauhidnya orang musyrik

yang menyembah berhala, atau dengan kata lain "Tauhidnya orang


syirik.".

ada orang yang mengakui ada Tuhan, tetapi menyembah lain Tuhan. Ini namanya Tauhid Rububiyah, yaitu

Jadi kesimpulannya

kata mereka

2.

Tauhid Uluhiyah, yaitu tauhidnya orang mu'min, tauhidnya orang Islam, serupa iman dan Islamnya kaum Wahabi.

tauhidnya orang yang mempersekutukan Tuhan. Adapun tauhid Uluhiyah - menurut mereka iahh tauhid sebenarbenarnya, yaitu me-Esakan Tuhan, sehingga tak tda yang disembah selain

'

Mereka mengatakan, bahwa dalam Qur'an tersebut tdalah

Tuhan. Inilah tauhidnya orang mu'min sejati, kata mereka.

A,&3{:,SjrS'}:Kty6.gS,i.4Li$
AoArtinya:

Demikian pengajian kaum Wahabi.

AL,oj-$r .S!ftiiSt&

ini tak pernah ada sedari dulu, tidak pernah disebut oleh kaum Ahlussunnah, begitu juga oleh kaum Mu'tzilah dan Syi'ah. Pengajian macam ini khusus bagi kaum Vlahabi. Heran kita melihat falsafahnya. Orang kafir yang mempersekutukan
Pengajian macam

"Katakanlab (Hai Muhammad): Kepunyaan siapakab langit tlan


umi dan sernua i siny a kal au kamu menget ahui ? Mere ka akan menj aw ab : Kepunyaan Allab. Katakan lagi kepada mereka: Mengapa kamu tidak mmgambil pengertiAn" (Al Mu'minun : 84 - 85).
b

Tuhan dinamainya kaum tauhid. Adakah sahabat-sahabat Nabi sedari dahulu menamai orang musyrik dengan ummat tauhid ? Tidak ada. Syirik dan tauhid tidak bisa bersatu. Hal iru dua yang berlawanan.

Bisakah bersatu siang dengan malam, bisakah bersatu dua yang


bertentangan?

Nah, dengan ayat ini kaum V/ahabi mengatakan bahwa orang{rang kafir yang menyembah berhala percaya juga kepada tdarrya Tuhan, tetapi

imannya tidak sah, karena mereka menyembah berhala


pengakuannya kepada adanya Tuhan.

di

Ifuum V/ahabi menciptakan pengajian baru ini ialah dengan makud untuk menggolongftan orang-orang yang datang menziarahi makam Nabi

samping

ke Madinah, orang-orang yang mendo'a dengan bertawassul, orang yang


minta syafa'at Nabi serupa dengan orang kafir yang bertauhid "rububiyah" itu.
Keterlaluan paham Wahabi ini,

Dalil yang lain yang biasa dimajukan mereka;

d|ft"ft 6t"$ge\iAvgg{t-dV:45 rr re$.J t.'bj4 6!* n$#H,S


r Artinya:

Orang-orang yang datang zaixah ke Madinah itu bukanlah me' nyembah Nabi, tidak, tetapi pada hakikatnya hanya menghormati Nabi, memuliakan Nabi, apakah tidak boleh menurut hukum Syari'at Islam
menghormati atau memuliakan Nabi, walaupun beliau sudah meninggal
?

'Dan kalau engkau bertanya kepada mereha, siapakah yang


378

Orang-orang yang ziarah kemakam Nabi bukanlah menyembah kepada

379

Nabi, bukan berlutut kepada Nabi. haryalab semata-mata ziarth kemakanr

Nabi, yaitu Nabi vang membawa panji-panji thuhid, yang rnembebaskan


manusia dari syirik.

Dengan ziarah kemakam Nabi Muhammad Saw. akan bertambahlah


tauhid kita, akan bertambahlah kasih say'ang kita kepada Nabi yang membaq'l

xxffi
SEIARAH RINGI(AS PAHAM BAHAIYAH
Kepercayaan Bahaiyah timbul dalam kalangan kaum Syi'ah Imamivah cli

tauhid itu, akan bertambah tinggilah semangat ke-lslaman kita, akan bet
tambah kuatlah semangat juang kita untuk menegakkan agama Islam, agama

tauhid ini.
Dengan memberi salam berhadap-hadapan ketika ziarah ke makanr Nabi, seoiah-olah kita sudah bercakap-cakap dengan beliau pada ketikrr
hidupnya.

Iran pada abad ke XIX Mirza Ali Muhamntarl (meninggal tahun 1853 M.). Ia mendakwakan dirinya 'Al Bab". Arti Al Bab ialah "pintu". Dalam istilah kaum Syi'ah, "pintu" ialah pintu yang menghubungkan
Acia seorang Syi'ah namanyx

Kita mengatakan ketika itu

'g;, 3s "Jr !r)';Jr


Artinya:

3 #)(4(i * (yi
AQs:*io'q

manusia dengan "lmam yang lenvap" yang akan keluar akhir zaman' yang Jadi, Mirza Ni Muhammad mendakwakan dirinva bah$'a ialah

menjadi pintu bagi kaum Syi'ah atau bagi seluruh umat Islam yang akan

"Salam untuk tuan, bai Nabi, Ranil 1,ang besat; yang penyantmt dan penj,ayang, Rabmat Tuban dan Berkahnya atas hmn",

menghubungkan mereka dengan Imam yang lenyap yang diiunggu


kedatangannya pada akhir zaman.
Perkataan "al Bab" diambil dari sabda Nabi Muhammad Saw.:

Apakah dengan mengucapkan salam serupa ini kita menjacli syirik, apakah Nabi Muhammad Saw. itu tidak seorang Rasul Besar yang Penyantun dan Penyayang
?

.e.ul*.si4,q*r
Artinva: "Akulah kota ilmt't dan AIi pintunya".

Kita bercakap-cakap dengan Nabi, kita berhadapan dengan Nabi, seolah-olah beliau hidup di muka kita. Alangkah enaknya, alangkah lazatnya ketika itu! Hanya orang yang dalam imannya kepada Allah dan
Rasul yang dapat merasakan lezatnya itu.

Ini tidak dirasakan oleh kaum Vahabi, yang tidak menghormati


Na'uzhu billah,

sarna

sekali orang.orang yang sudah mati, walaupun wali.wali atau Nabi-nabi.

Jadi pintu yang sebenarnya adalah Ali, menurut paham Syi'ah. Lantas Mirza Ali Muhammad yang dilahirkan di Sirazi, (Persia) men' da'wakan dirinya "al Bab", dan pengajarannya dinamainya "Babbiyah". Didakwakannya bahwa ia selain Imam Mahdi yang ditunggu (oleh kaum
Syi'ah) juga adalah sebagai Khalifah dari Musa, Isa dan Muhammad Saw' ma yang tiga Kelanjutan dari dakwanya ini ia menerangkan bahwa ^8 harus itu ketiganya Karena Allah. semuanya bena! semuanya datang dari

#,;g,b$t6Sssg-y
380

381

disatukan, tidak ada Yahudi, tidak ada Nasrani dan tidak ada Islam. ada ialah "Dinullah" (Agama Tuhan). Ia menyeru manusia kepada memeluk
"agama, internasional". Fatwanya itu menimbulkan heboh di lran, sehingga

Yang

MinaAli Muhammad

ini ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh Syah di Tibriz pada tahun
1853 M.

xxv
I'TIQAD BAHAIYAH YANG BERTENTANGAN DENGAN I'TIQAD I(AUM AHIUSSUNAH

itu murid dan penganut paham. Mina Ali Muhammad ini cerai-berai, berserakan lari puntang-panting, ada yang ke Istambul, ke Adernah, ke Cyprus dan ke Alfl di Palestina. Murid-muridnya yang cerai berai itu terus mengembangkan paham Mina Ali Muhammad di mana mereka menetap, sehingga tersiar jugalah
Sesudah pengajiannva disekitar Palestina dan Turkl, yang disebut dengan "Madzhab Babiyah".

WAI
'AMAAH l.
Usaha Menyatukan A$ama. Ikum Bahaiyah berusaha menyatukan
ag ma Yahudi, Nasrani dan
Islam, dengan alasan bahwa semuanya itu agama yang datang dari Tuhan, Mereka,memajukan rumusan, bahwa agam yang tiga itu lebih baik disatukan benag sehingga dapat dipeluk oleh orang Yahudi, Nasrani dan Islam, yaitu ag ma internasional. Dengan jalan begini permusuhan di dunia akan habis dan peperangan

Diantara penganut paham Babiyah ini ada seorang bernama Mirza Husein Ali Bahaullab di 'Ak^ Palestina (lahir 1817 M. dan meninggal 1892 M.). Ia mendakwakan dirinya wakil dari Miza Ali Muhammad al
Bab. Ia mengembangkan ajarannya

di

AI<a sampai

akhir umurnya.

Wakil atau Khalifah Mina Ali Muhammad itu, yang bernama Mirza Husein Ali Bahaullah menyempurnalan pelajaran al Bab dan bahkan menukar nama Madzhabnya dengan Bahaiyah, dibangsakan kepada dirinya
yang bernama Bahaullah.

tidak akan ada, karena orang semuanya satu agama dan sama'sama ber'
Tuhan kepada Tuhan Yang Maha Esa, demikian kata Bahaiiuh. Paham macam ini adalah paham yang keliru, sesat lagi menyesatkan,

Jadi kalau tersebut dalam buku-buku agama ada nama-nama Babiyah,


ada nama Bahaiyah maka itu adalah sama.
Sesudah Mirza Husein Ali inimeninggal tahun lS92M.,makaajartnnya

karena kalau hal ini dipraktekkan bisa meruntuhkan atau merusakkan sendi-sendi dari ketiga agama itu. Di dalam Qur'an banyak sekali ayat-ay^tyang menyebut'nyebut agama Yahudi, agam Nasrani dan agama Islam, tetapi tak sebuahpun ayat yang

diperluas oleh anaknya bernama Abdul Baha', dan anaknya ini berjasa mengembangkan paham Bahaiyah ke Eropah dari Amerika sehingga
sekarang paham Bahaiyah agak terdengar digelanggang internasional. Banyak buku-buku dalam bahasa Inggris yang diterbitkan oleh kaum

menluruh supaya ketiga agama itu disatukan. Dalam siaran ummat beragama Bahai Indonesia diterangkan, bahwa
Bahai akan menyatukan, bukan saja Islam, Yahudi dan Nasrani, tetapi juga akan disatukan agama Sabean, agama Hindu, aguma Zoroastrian, Budha,

di London dan di Amerika. Walaupun paham Bahaiyah ini tidak begitu laku dalam dunia Islam tetapi dalam buku ini dicantumkan juga guna persediaan payung sebelum
Bahaiyah

hujan dan unruk senjata penolaknya kalau kebetulan ia datang.

Al Babryah. Semuanya disatukan, dijadikan suatu 'Agama Internasional". !,jannBabiyah ini kalau dipraktekkan bisa membawakepada hilangnya semua agam itu, karena sendi-sendinya sudah digoncangkan dan
aiaran-aiar annya sudah dikacaukan.

382

383

Ajaran Islam meminta supaya semuanya masuk Islam, karena ag Islam itulah yang tgafia, akhir zaman.
Tuhan berfirman:

m',t

Dalam kitab kaum Bahaiyah yang bernama

'i\l Bayan", diterangkan

sebuah firman Tuhan, entah darimana didapatnya, tidak disebutkan dalam

kitab itu. Bunyinya

\1,
Aninya: "Babwnsnnya,Agama

obrJi
sisi

)J,-4t $\i'4i;g

$1
Artinya:

,iqa6'ltl6
"Yang sebenarnya Aku",

pada

Allah ialah Islnm" (Ali Imran :

19).

hai makhluk Saya, bahwasanya engkau adalab

Dan firman-Nya:

S$a'$'rq**Cp;Hri(#n j
no,dFS. $"=.tl/';,a
Artinya:

Jadi, kelihatan dalam ucapan

ini

bahwa kaum Bahaiyah menganut

paham Vlahdatul Wujud, yaitu persatuan ant^rlmakhluk dan Tuhan sebagai yang dianut oleh Ibnu Arabi al Hallaj, Syeikh SitiJenar dan Hamzah Fansuri.

Tuhan dan makhluk tak mungkin bersaru.

Lebih jauh baca soal ini pada bahagian bab kaum Syi'ah.

"Dan bnrnngsiapa yang rnemeluh selain agama Islam maka Tuban tak menerima agarnanla itu, dan diakhirat ia terntasuk golongan orang yang rugt" (Al Imran: 85).

3. Rasul Manifestasi Dari Tuhan


Kaum Bahaiyah mengi'itiqadkan bahwa Rasul-rasul Allah adalah
manifestasi dari Tuhan, yakni Rasul-rasul itulah lang perwujudan (penjelmaan) Tuhan.

Iklau ada orang-orang Yahudi atau Nasrani yang tidak mau memasuki
Islam maka kita harus mengatakan kepada mereka sebagai dikatakan Tuhan

dalam surat'Al Kafirun", yaitu:

Akan tetapi Al Bab yaitu Mirza Ali Muhammad dan Khalifah Mirza
Husein Ali adalah pernujudan Tuhan yang lebih sempurna, lebih dari Musa, lebih dari Isa dan lebih dari Muhammad Saw.

1,oiK'.*:J|K;K
tutinya;
"BAgimu agarnarnu dan bagiku Agnmaku" (Al

ladi, pada hakekatnya Tuhan dan Mirza 'Ali Muhammad adalah satu,
sebagaimana persatuannya antara Tuhan dengan anakrrya dan Ruhul Kudus

Ikfirun : 6).

dalam agama Nasrani.


Dalam suatu siarannya, kaum Bahai mengatakan
:

2. Paham Serba Tuhan Di dalam majalah "Nurul Islam" yang diterbitkan oleh 'Al Azhar" University di Kairo, diterangkan bahwa kaum Bahaiyah juga menganur
paham serba Tuhan,

"sekarang kami sampaikan kepada saudara berita yang sangat baik. Bergembiralah bahwa Tuhan telah mengirimkan lagi kepada kita Matahari Kebenaran.

Ia telah mewujudkan diri-Nya dalam seorang Besar untuk

menyelamatkan kita dari semua kesengsaraan dan duka cita kita. Perwujudan Tuhan zaman ini bernama Bahaullah, yang berarti kemuliaan

384

385

atau Cuhaya, Tuhan" (Lihat siaran ummat beragama Bahai Indonesia


Jakarta).

"

ketiga dari Tiga, tiada Tuhan selain Allah" (Al Maidah: 73).
Tuhan berfirman lagi:

Jelas dalam siaran ini bahwa kaum Bahai beri'itiqad bahwa Tuhan menjelma ke dalam tubuh Bahaullah, jadi ia adalah manifestasi dari Tuhan

di

atas dunia.

';:3),*e*:ttgA:$'$&46
vo, ;-t3Lll
Artinya
:

Demikian I'itiqad Bahai. Nampaknya I'itiqadnya diambilnya dari kepercayaan Kristen atau kepercayaan Budha, yang mempercayti ada Tuhan yang batin dan ad:r bahagiannya yang melahirkan diri,
Paham ini adalah paham yang sangat keliru, yang ditentang oleh paham

'Al Masib anak Maryam adalab seorang Rasul, sesunggubnya be' berapa: Rasul telab terdabulu daripadanya" (Al Maidah : 75)

Islam, karena Tuhan itu menurut paham Islam adalah Esa, Tunggal, tidak berdua dan tidak bertiga. Nabi-nabi, Rasul-rasul adalah hamba'Nya atau makhluk-Nya, yang dititahkan-Nya untuk menyampaikan suruhan atau
larangan-Nya.

Dui
Rasul

ayx-ayat

ini

ternyata bahwa Tuhan

itu

Esa, Tunggal, sedang

itu

adalah seorang manusia yang diangkat'Nya menjadi Rasul-Nya.

Barangsiapa yang mempercayai bahwa Tuhan dua, atau tiga, atau melahirkan diri pada seseorang maka keluarlah orang ini dari paham Islam

I'itiqad kaum Bahaiyah yang mengatakan bahwa Rasul'rasul dan ia sendiri Mirza Ali Muhammad atau Mirza Husein Ali, semuanya itu perwujudan Tuhan di atas dunia, adalah i'itiqad yang sesat yang menyesatkan yang harus dijauhi oleh seluruh ummat Islam.

dan keluar pula dari paham Ahlussunnah wal Jama'ah. Firman Tuhan dalam al Qur'an.

4. Iihad Haram
Kaum Bahaiyah mengharamkan perang dengan senjata, walaupun perang itu untuk mempertahankan diri atau mempertahankan agama. Mereka hanya

V )',fs'*trl f L's'i:'"QY;
d

r1Y

iil,J

menganjurkan jihad dengan lisan saja. Umpama dikatakan kepada kaum Bahaiyah, bahwa Nabi Muhammad
Saw. acap kali perang dengan kafir Quraisy dan orang'orang Yahudi, maka mereka menjawab bahwa hal itu dibolehkan pada z1mandulu, zaman kuno,

futinya: "Dan Tuban kamu adalab Tuban Yang Esa, tiada Tuhan selain Ia" (al
Baqarah: 163).

Dan firman Tuhan:

tetapi pada zaman sekarang, pada abad ke XIK abad sekarang ini - maka perang itu tak dibutuhkan lagi. Paham inilah yang membawa terkenalnya Paham Bahaiyah di Eropa
dan Amerika, karena paham ini sesuai dengan selera kaum imperialis yang menjajah negeri-negeri Asia - Afrika.
Pada ketika iru kaum impelialis Barat sedang menjajah hampir seluruh

Ay$):,yYs*{s,lt6h$$VuJSKiA
VYr6..SUl,tL-?V
Artinya
:

negeri Islam, dan ummat Islam di dunia sedang mempersiapkan perlawanan senjata dengan kaum imperialis untuk mengusir mereka.

"sesungubnya kafirlab orang yang mengatakan babwa: Tuban ialab 386 387

Tiba'tiba datangkaum Bahaiyah di Timur Tengah yang mengharamkan


peperangan dengan senjata. Alangkah senangnya hati kaum imperialis ketika

itu,
Kaum Ahlussunnah walJama'ah berpendapat, bahwa peperangan itu wajib dilakukan kalau kemerdekaan Islam terganggu, kalau orang Muslim dijajah atau disilaa, kalau ummat Islam diusir dari kampungnya, maka ketika itu wajiblah perang yang dinamakan perang sabil, dengan senjata.

xxvl
SEIARAH NINGKAS PAHAM AHMADIYAH
Ada satu golongan yang nuncul di Qadiyan, India (sekarang daerah Pakistan), bernama Golongan Abmadiyah, atau katakanlah kaum
Ahmadiyab.

Firman Tuhan:

y 1, +: ;s,
Artinya:
" Perangilah

.''*V K h\1:-G tV'"{.#\, h'65


se

Pendiri dari golongan ini bernamaMirza Gulam Ahmad.


orang- orang musyrik

lurubny a,

eb

agaimana mereka

memerangi kamu pula seluruhnya" (Ar Taubah : 36).

Ia dilahirkan di Qadiyan di sebuah desa daerah Punjab yang sekarang di bawah lingkungan daerah Pakistan, pada tahun 1836 M yaitu 131 tahun yang lalu dan meninggal di situ juga pada tahun 1908, yaitu 63 tahun yang
lalu. Bahaiyab maka Gulam Ahmad terkemudian meninggalnya masing-masing.

Jadi, berperang dengan senjata untuk mempertahankan diri adalah wajib menurut i'itiqad kaum Ahlussunnah walJama'ah, sesuai dengan ayat
suci ini.

Iklau dibanding dengan Mirza Ali Muhammad pembangun paham lk. 55 tahun dihitung hari
di
Sirazi

5. Hamplr Serupa Dengan I'tlqad Syi'ah


Banyak fatwa dan pengajaran-pengajaran kaum Bahaiy ah yang serupa
dengan paham dan pengajian Syiah. Memang asal mulanya kelahiran Bahaiyah

Tempat kelahiran juga berbeda, Mirza Ali Muhammad lahir

dan dihukum mati di Tibris, daerah Iran, sedang Mirza Gulam Ahmad lahir

adalah dari kalangan kaum Syi'ah

di Iran, walaupun kaum

Syi'ah yang

berkuasa menghukum mati pembangun yang perrama dari paham Bahaiyah

ini, yaitu Mirza Ali Muhammad. Oleh karena itu ummat Islam harus waspada dengan paham Bahaiyah yang sekarang mulai tumbuh dalam kalangan orang-orang kita yang intelektuil, akibat pembacaan buku-buku Bahaiyah yang terbit di Eropa, khususnya dari London.

di daerah Punjab Pakistan, dan juga meninggal di situ. Tetapi kedua-duanya lahir di tengah-tengah kaum Syi'ah. Mirza Ali Muhammad pendiri Bahaiyah lahir di tengah-tengah Syi'ah Imamiyah di Iran sedang Mirza Gulam Ahmad, pembangun paham Ahmadiyah lahir di tengah-tengah Syi'ah Isma'iliyah di Pakistan. Karena itu antara dua paham ini banyak persamaannya, di samping ada
pula perbedaanny^.
Setelah ia berusia 54 tabtn, yaitu pada tahun 1950 M. Mirza Gulam
Ahmad mendakwakan, bahwa iaadalahNabi sesudah Nabi Muhammad Saw.,

dan pula Nabi yang paling akhir. Bukan saja Nabi, tetapi juga Imam Mahdi yang ditunggu, Mujadid dan Juru Selamat.

388

389

Sudah terang, bahwa Mirza Gularn Ahmad

ini termakan

pengaiaran

2. Maulana Abul Hasan Gulam

Mustafa, ulama besar wilayah Amitsar yang

Syi'ah Isma'iliyah yang ketika itu banyak di daerah Punjab, yang mem' percayai bahwa akan lahir pada akhir z man Imam Mahdi yang'ad 1, yang akan membawa keadilan untuk seluruh dunia, yang pangkatnya tidak kalah dari Nabi dan juga menerima wahlu dari Tuhan. Memang kaum Syi'ah berpaham bahwa ke Nabian dan ke Rasulan belum putus, imam-imam mereka dianggapnya masih menerima wahlu langsung dari Tuhan. Mirza Gulam Ahmad bertindak lebih jauh, ia bukan lagi Imam, bukan saja Imam Mahdi, tetapi Nabi benar'benar yang mendapat wahlu dari
Tuhan. ajaran bahwa ada Nabi sesudah Nabi Muhammad, bertentangan pula dengan kaum Syi'ah. Bagi mereka yang ada ialah Imam, bukan Nabi

mengatakan bahwa Gulam Ahmad


dakwanya bahwa Ia adalah Nabi'

itu sudah menjadi kafir dengan


Ulul adalah
sesat

3. Maulana Azizurrahman, mufti


menyesatkan,

Universitas Darul

4,

Dan banyak lagi ulama-ulama India ketika


Ahmadiyah ini.

itu yang menolak

paham

Akan tetapi, Keraiaan Inggeris yang ketika itu menguasai India menyokong gerakan Ahmadiyah ini, karena di antara fatwanya ada yang sangat disukai oleh penjajah ketika itu yaitu : Jihad dalam Islam itu bukan
dengan senjata, tetapi hanya dengan lisan saja. sebagai dimaklumi, bahwa farwa ini sama dengan fatwa kaum. Bahaiyah yang mengarakan juga bahwa jihad itu bukan dengan senjata, tetapi cukup dengan lisan
Farwa
saja.

ktapi

baru, sedang Imam itu harus dari keturunan Saidina Ali Kw. Karena itu Mirza Gulam Ahmad bukan saja ditentang oleh kaum Ahlussunnah wal Jamaah di seluruh dunia, tetapi juga oleh ulama-ulama Syi'ah yang berada di Pakistan, di Iran dan Yaman,
Maka Mirza Gulam Ahmad akhirnya melawan dan menghantam pula kepada kaum Syi'ah. Dalam buku'bukunyaMirz;a Gulam Ahmad mengejek-

sama dengan fafwa seorang "pemodernisasi agama" bernama, Sir Sayid Ahmad Khan, Rektor Universitas Aligarh di India (Vafat: 24Muet 1898 M.), yang memfarwakan bahwa jihad harus dengan lisan dan

ini juga

tulisan saja.
pada ketika itu, sama halnya dengan ummat Islam diluar India, di mana

ejek kaum Syi'ah dan mengejek-ejek Hasan dan Husein Rda. Ulama-ulama di seluruh India pada ketika itu mengeluarkan farwa bahwa Mirza Gulam Ahmad tidak lagi dalam lingkungan ummat Islam karena ia mendakwakan dirinya jadi Nabi sesudah Nabi Muhammad Saw. yang menentang sebuah ayat dalam Qur'an suci yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad
adalah:

ummat Islam
senjata.

di India sedang

akan berjuang melawan Inggeris, dengan

Maka farwa Bahai dan Ahmad Khan

ini sangat disukai oleh Inggeris.

itu

Ke Indonesia paham Ahmadiyah itu masuk juga sesudah peperangan

adalah Nabi paling akhir.

Di antan ulama-ulama
1.

yang menolak paham Ahmadiyah itu di India

dunia pertama, sehingga ada, cabang'cabang gerakan Ahmadiyah di Jakarta, di Medan, di Padang dan lain-lain tempat' Tetapi paham Ahmadiyah di Indonesia tidak begitu maju, karena
tefus.menerus ditentang oleh ulama-ulama Islam, khususnya ulama-ulama kaum, Ahlussunnah wal Jama'ah. Alm. Maulana Syeikh Hohammad Jamil Jaho Padang Panjang, (Sum' Barat) seorang ulama Islam yang terkenal mengarang sebuab buku ber' nama "Nujumul Hidayah figaddi ala ahlil giwayah" (Bintang Hidayat untuk

Maulana Muhammad Anwarullah Khan, Pejabat Urusan Agamakraiaan Hydarabad, yang mengarang sebuah buku untuk menolak paham Ahmadiyah, yang diberi nama, Hidatul aftram bijawabi Izalatul Auham". Dalam buku diterangkan bahwa paham Ahmadiyah Qadiyani di luar

lingkungan Agama Islam.

390

391

menolak kaum yang sesat).

Di

dalamnya dikupas paham Ahmadiyah ini

dan ditolak sekuat-kuatnya. Paham Ahmadiyah menjadi muram diseluruh dunia, khususnya di Indonesia tidak mendapat pasaran, walaupun propagandisnya berkeliaran
kepelosok-pelosok tanah air Indonesia.

xxvn
I'TIQAD I(AUIT AHMADIYAH
YANG BERTENTANGAN DENGAN

KAUM AHIUSSUNAH lVA[ TAIIAAH

l. la Seorang

Nabi Dan Rasul

Mirza Gulam Ahmad mendakwakan dirinya Nabi dan Rasul. Dalam buku "lzalatul Auham" paglna 673, ia berkata:
"sayalah yang dikabarkan Tuhan dengan firman-Nya di dalam al Qur'an:

'J.t*3G\:s M:bW)+:'p-b:dvif , * '*)gt.sXs;s;tb'e,+u-96. dt eL,J rLil 6o giu


J '
='
Artinya; "Dan ketika Isa anak Maryam berkata, Hai Bani Israil! Sesungubnya

&\fr's-{$Jlls }+ )\ 1 r rj"J ''tu.'-r

aku ini utusan Allah untukmu, membenarkan wabyu yang diturunkan sebelum aku, yaitu Taurat, dan menyampaikan berita gembira akan kedatangan seorang Rasul kemudian namanya Ahmad, tetapi setelab Rasul itu datang kepada mereka dmgan bukti yang nyata, mereka berkata : inilab tukang sihir yang nyAtA" (As Saf : 6). Disiru diterangkan oleh Nabi 'lsa alaihissalam bahwa al'an datang
seorang Rasul namanya Ahmad. Sayalah yang dimaksud oleh beliau, kata

392

393

Mirza Gulam Ahmad, karena nama saya Ahmad. Mirza Gulam Ahmad telah merangkul ayat ini untuk dirinya, karena ia
bernama Ahmad.

Andai kata boleh menafsirkan Qur'an macam ini maka setiap orang
bernama Ahmad berhak untuk menda'wakan dirinya Rasul sesudah Nabi Muhammad Saw.
Tafsir Qur'an itu harus dicari dalam hadits-hadits, bukan tafsiran sendiri

kekapiran, aku al Hasyir, yaitu yang dikumpul (pada hari qiyamat) manusia dibelakangku, dnn aku al Aqib. Hadits ini dirawikan oleh Imam Bukbari dan Muslim, tetapi dalam Muslim ada tambaban :'Aqib itu ialab Nabi yang tidak ada lagi Nabi sesudabnya (Shahih Bukhari II hal. 183 dan Shahih Muslim II hal. 336)
Hadits ini diletakkan oleh pengarang kitab Tafsir Khzen berkenaan dengan tafsiran ayat tadi (Tafsir Khzin VII hal. 71). Mirza Gulam Ahmad mengatakan lagi dalam buku "Haqiqatul lflah1u",
yaitu:

atau isapan jempol sendiri.

Ikum Ahlussunnah wal Jarna'ah menafsirkan ayat ini dengan hadits Nabi Muhammad Saw, di mana dikatakan bahwa yang dimaksud dengan perkataan 'Ahmad" dalam ayat itu ialah Nabi Muhammad sendiri, karena,
nama beliau

Diwahiukan kepada saya

di samping Muhammad

juga Ahmad.

Jadi maksud ayat ini ialah, bahwa Nabi 'lsa alaihissalam memberi kabar suka kepada muridnya akan kedatangan seorang Rasul, yattu Muhammad yang juga bernama Ahmad.

GtKl);"lfi1,
Artinya: "Bnbwfrsanya Saya Rasul Tuhan kepada selurub manusia" (Haqiqatul

Di dalam sebuah hadits tersebut

wahlu hal, 391),


teranglah bahwa ia, Mina Gulam Ahmad mendakwakan dirinya, Nabi dan Rasul, sesudah Nabi Muhammad Saw. Kepercayaan ini ditentang keras oleh kaum Ahlussunnah wal Jama'ah karena menurut i'itiqad mereka, bahwa Nabi dan Rasul yang paling akhir Dengan ucapan
adalah Nabi Muhammad Saw.

aaW:i:gb,z,H,r#E
fur.W*,iV:l,tbr6J\6,,16
o$,Anfi,utl,(tl'r?yr'Xifr ,u6t
6y,4{',eJ,(rrWcib\A6s,lAs
s$vltat5

ini

Barangsiapa mendakwakan dirinya Nabi dan Rasul sesudah Nabi Muhammad Saw. maka orang itu pembohong, harus ditolak dan dilawan
habis-habisan.

Pf ^,nt
Artinya:

F s, P, a,V olt . +i6t


t

uPr

f Y.\urI g'

t u.,vl { .tW'f;A

Sesudah Nabi Muhammad tidak ada,lagi Nabi atau Rasul, yang ada

hanyalah Khalifah, Ulama-ulama, Auliya-auliya, Imam'imam Mujtahid,


Guru-guru Agama, IJstzd-ustzd dan Syekh'syekh. Kepercayaan kaum Syi'ah yang mirip-mirip menjadikan Saidina Ali
atau Imam-imam mereka menjadi Nabi juga ditentang oleb kaumAhlussunnah,

Dari Mubammad binJubair bin Muth'im, dari bapaknya (ubair bin Muth'im) Rda., beliau berkata berkata Rnsulullah Saw: Bagiku ada 5 namt: Aku Mubammad dan Ahmad, aku Al Mahi, yakni pengbapus

karena "ke-Nabi-an" pun sudah habis sesudah Nabi Muhammad Saw.

Dalil-dalil paham ini adalah

394

395

Kesatu

Kedua:

Tersebut dalam al Qur'an al

Ikrim

Bersabda Nabi Muhammad Saw.

b,3r'69s:A<2b.Ft(t'#$ft
1., .-,!>! I

1 *'g;ars,rs'.$7t1tI5

/.,( 1,:,2 fr. i:ir lll ^l 1i'r{11 k 6K 66wWtq,;JF',F.1?W! Y''tL#Yr 'Ki:,1{S6t',6gu, t9 v

<r\Atotst
\v o.J.a\

t)y.d"

Artinya:

t AtlAif

"Nabi Mubammad

itu bukan bapak seorang pun diantara-antara

Artinya: 'Adalah Bani Israil diperintab oleb Nabi'Nabi, setiap meningal seorang Nabi lantas digantikan oleb Nabi yang lain, tetapi sesudab saya tak ada Nabi lagi" (Hadits sahih riwayat Bukhui ' Shahih Bukhari II hal. 175). Seperti matahari siang haribegirulah terangnya, hadits ini mengatakan bahwa Nabi tidak adalagi sesudah Nabi Muhammad Saw Mirza Gulam Ahmad sangat berani menentang hadits yang sahih ini'

laki-laki diantara kamu, tetapi beliau Rasul Allah dan Nabi penutup, Dan Tuban maba tahu atas segala sesuatu" (Al Ahzab: 40).
Terang dan nyata dalam ayat ini bahwa Nabi Muhammad Saw, adalah "Khataman Nabiyiin", yakni Nabi penghabisan. Dalam kitab-kitab tafsir tentang arti "Khataman Nabiyiin" adalah
:

1.

Dalam Tafsir Khazen, iilid V, pagina 218: "ke-Nabi-an telah tertutup, tak ada lagi sesudah beliau". riada seorang

Ketiga

2. Dalam Tafsir Nasafi, jilid III, pagina 306: 'Akhir Nabi,


juga lagi Nabi sesudah beliau".

Tersebut dalam ktab Hadits:

3. Dalam Tafsir Jalalein, 4.

yang dicetak bersama. Tafsir Shawi

jilid III,
me-

6{ru + U,t) utI,E


,ery
,s ;-4 6yY

pagina 263 : "Dengan Nabi Muhammad disudah Nabi.nabi". Dalam Tafsir lbnu Katsir, pada

tl,Jb I OL!^J b JtJle4lrt,.lU,


'

Fr"J" iu l}-

i Ur-.' ."L
4ri
t

iilid III, pagina 493.'Ayat ini

nyatakan dengan terang, bahwa Nabi tidak adalagi sesudah Nabi

dlp f 6/g c/ r.l:;bd;u.rr-#.r

Muhammad Saw. Begitu juga Rasul, lebih-lebih tidak ada lagi". Kalau dilihat tafsir.tafsir kaum Ahlussunnah

Artinya:

wil

lama'ah semuanya

"Pada ketika peperangan Tabuk, Rasulullab memerintabkan Saidina

'l--"'ol"

berpendapat bahwa ayat "Khataman Nabiyiin" berarti : Tidak ada lagi Nabi
sesudah Nabi Muhammad Saw. Beliau adalah Nabi yang penghabisan, Nabi al<hir zaman.
Fatwa

Ali tingal di kampung menjaga negeri, maka Saidina Ali meradang: "Tuan tingalkan saya hanya untuk meniaga anak-anak dan wanitawanita (saya mau ikut perang)". MakA Nabi Mubammad Saw, menjawab: "Tidakkab mgkau suka serupa Harun dibanding dengan Nabi Musa, tetapi (awas) : Nabi tak ada lagi sesudab saya" (Hadits Riwayat Imam Muslim - Shahih Muslim II hal. 360).

Miza Gulam Ahmad, dan fatwa lainJain orang yang mendakwakan

dirinya Nabi bertentangan dengan ayat ini.

396

391

Jelas dalam hadits ini, bahwa Nabi Muhammad Saw. menitahkan supaya

Pada akhir

man, Nabi 'lsa 'alaihissalam akan turun lagi kedunia.


:

Saidina Ali tidak ikut perang Tabuk, tetapi tinggal di kampung mewakili beliau, sebagai keadaan Nabi Harun yang tinggal di kampung seperginya Nabi Musa As. munajat ke bukit Thurisina.

lbrsebut dalam Hadits Bukhari

Beliau, khawatir ketika itu kalau'kalau ucapan ini disalah tafsirkan orang dengan menganggap Saidina Ali sebagai Nabi seperti keadaannya
Nabi Harun. maka beliau menegaskan: "Tapi kamu bukan Nabi, karena Nabi tidak ada lagi sesudah saya. Engkau hanya pengganti sementara untuk menjaga negeri selama saya pergi perang". Tegas, tegas sekali Nabi Muhammad Saw menyatakan bahwa tidak ada

Nabi lagi sesudah beliau.


Ke-empat
:

\\t (f
Artinya:

Nabi Muhammad Saw. bersabda:

e.06t{

'(sss\g'fi;tg/e'ai(SAbt6
lY';!"'Us\'
Artinya
:

lt

6ry't 1 6.i4)t

ottr. 13;+4

A)jda;;Jt

Dari Abu Hurairah Rda, beliau berkata: Berkata Rnsulullab Saw.' Demi Tuhan yang di4ku ditanganNya, akan turun Isa lbnit Maryarn kep adamu menj a di h akim' adil, mak a ia meme cah s alib, membunub b abi,
mengbentikan peperangan dan melimpahkan barta yang banyak sebinga tak ada lagi yang akan menerimanya. (HSR Buktrari ' Shahih Bukhari II

"Akan ada pendusta 30 orang, sekalianrrya mendakwakan dirinya bahwa ia Nabi; Saya adalab kesudah-sudahan l,labi, tak ada tagi Nabi sesudab saya" (H. Riwayat Iirmidzi - Sabib Tirmidzi juzu' N pagina 63). Terang, dalam hadits

hil,.174).
Mirza Gulam Ahmad selain ia mendakwakan dirinya Nabi dan Rasul juga mendakwakan dirinya Isa al Masih yang dijanjikan akan datang, yaitu

ini dinyatakan bahwa

orang-orang, yang men-

da'wakan dirinya jadi Nabi sesudah Nabi Muhammad Saw adalah pembohong,

dia sendiri.
Aneh betul orang ini!
Ia bukan 'lsa bin Maryam, tetapi dikatakannya bahwa iaadalah Isa yang

karena Nabi tak ada lagi sesudah Nabi Muhammad Saw. Inilah keperc yaafi kaum Ahlussunnah wa Jama'ah.

dijanjikan akan datang pada akhir

man. Namanya Mirza Gulam Ahmad,

2. lllirza Masih AI lllau'ud,


Menurut kepercayaan Islam, bahwa Nabi 'lsa 'alaihissalam tidak dapat disalib oleh musuh beliau dan yang disalib itu adalah orang yang serupa
dengan beliau.

bukan Isa bin Dalam hadits dinyatakan bahwa Nabi 'Isa membunuh sekalian babi
Maryam.

dan memecah sekalian salib. Bertanyalah kita, apakah Mirza Gulam Ahmad sudah membunuh
sekalian babi dan memecah sekalian salib? Tidak.

Nabi 'lsa ketika itu diangkat kepada-Nya.

398

399

Di dalam Hadits dikatakan bahwa Nabi Isa akan melimpahkan harta yang banyak sehingga tidak ada lagi yang akan menerimanya, Apakab Mina Gulam Ahmad ada berbuat begitu? Tidak, ia mari rak pernah ia
melimpahkan harta.

l. la lllenyempurnakan Syarl'at lslam


Majallah Universitas 'Al Azhar" Kairo terbitan tanggal

Pebruui 1957

telah membongkar babis-habisan kesesatan Ahmadiyah Qadiyan dan


Ahmadiyah Lahore. Di antara uraiannya dikutipkan di bawah ini dan pada pasal 12 berikutnya, tersebut
:

Inilah omong kosongnya Miza Gulam Ahmad!

t. Anak Dan Khalifahnya illendapat lffahyu fuga.


Bukan sajaMirza Gulam Ahnnad yang menda'wakan dirinya menerima wahyu serupa Nabi dui Tuhan, tetapi juga anaknya dan Khalifahnya, yaitu Mirza Basiruddin Mahmud Ahrnad Khaiifatul Masih II, menda'wakan pula bahwa ia dapat wahyu dari Tuhan. Basiruddin ini mendongeng dalam bukunya "pengantar untuk mempelaiut Qur'an", pada jilid ke III, pagina 76, keluaran Yayasan Msrna Damai Bandung 1968 yaitu: "Dalam keadaan demikian aku menyetujui menerima bai'at Jema'at sebagai Khalifah ke II dan dalam kedudukan itu mulai mengkhidmati
Jema'at, Islam dan ummat manusia. Ifurena ba$an besar dari mereka, yang dipandang sebagai pejabat-pejabat pimpinan Jema'at menentang nizam

I'itiqad kaum Ahmadiyah mempercayai bahwa Miza Gulam Ahmad diutus Allah untuk menyempurnakan Agama Islam. Agama Islam masih kurang, karena itu ia diutus untuk menyempurnakannya.
Nabi Muhammad kalau dibanding dengan Mirza Gulam Ahmad adalah sebagai hilal (bulan sabit), sedang ia adalah badar (bulan purnama).
Pada lambang bendera kaum Ahmadiyah dicantumkan:

1. Hilal (bulan sabit). 2. Badu Sulan purnama), 3. Menara, Hilal bagi mereka artinya Muhammad, Badar artinya Miua
pada akhir

Gulam

Ahmad dan menara artinya menara Damsyik, di mana Nabi Isa akan turun

man.

Tentang menyempurnakan syari'at Islam ia memfatwakan, bahwa:

(peraruran) Khilafat, maka lema'at menghadapi kisis dan bahaya besar. Orang-orang besu mulai meramalkan, bahwa kehancuran Jema'at dan

1.

Rhad dengan senjata tidak ada lagi. Melawan pemerintahan Inggeris yang berkuasa di India ketika itu

2.

bubar berantakan hanya soal beberapa hart saja, Pada saat itu ftthan rnenurunkan wahyu kepadaku, bahwa Tuban akan melindungi dan

adahh haram.

memelibaraku dan memberikan kepadaku kemenangan dan akan mengh ancurkan mereka',
Begitulah dongeng Mirza Basiruddin, anak dan Khalifah yang ke II dari

3. Jihad yang diakui oleh syari'at ialah iihad

bersama-sama Inggeris

melawan pemberontak-pemberontak yang terdiri dari orang Islam. Itulah yang dinamakan menyempumakan Syari'at Islam oleh Ahmadiyah.

Mitza Gulam Ahmad yang mendirikan gerakan Ahmadiyah.


Dongeng ini bertentangan dengan Agama Islam yang suci, karena Nabi

ditantang keras oleh kaum Ahlussunnah wal Jama'ah, karena dalam htwanya ini terselip penghinaan terhadap Islam
Fatwa semacam dan juga terhadap Nabi Muhammad Saw.

ini

Muhammad Saw. telah menyatakan dengan gamblang, bahwa Nabi dan kenabi-an tidak ada lagi. xbpercayaan bahwa Khalifah-Khalifah menerima wahyu juga sama dengan kepercayaan kaum Syi'ah.

Islam dianggapnya belum sempurna dan Nabi Muhammad Saw. dianggapnya lebih rendah dari dia. Nabi Muhammad Saw. hilal dan ia
bulan pumama.

400

40t

Nabi Muhammad Saw

r menurut kepercayaan

kaum Ahlussunnah wal

lama'ah makhluk yang lebih tinggi pada sisi Tuhan yang melebihi Nabi Muhammad
Saw.

adalah "Saidul khalaik" (penghulu sekalian makhluk), tiada

yang paling mulia pada sisi Allah ialah Nabi Muhammad Saw. sesudah itu Rasul-Rasul yang lain, sesudah itu Nabi'Nabi yanglain, sesudah itu malaikat' malaikat, sesudah itu baru manusia. Mirza Gulam Ahmad tak ada namanya dalam leretan-leretan Rasul'rasul dan Nabi-nabi yang termaktub dalam Qur'an, karena itu dakwanya tanpa

Dan

agama Islam

itu sudah sempurna, tak perlu ditambah atau

di-

sempurnakan lagi oleh siapapun, juga oleh Mina Gulam Ahmad.

bukti.

Firman Tuhan dalam al Qur'an:

K V, ; e:Slz'#i s K,K *6 7,4i


Artinya:

o. Ia Mimpi ladi Tetadan


Dalam bukunya'Ayinah lfurnalat lslam", diterangkan
U
:

Y,;$ur.6.*>i4,

"Hai ini (Hari Haji Wada' bulan Zulhijah tahun 10 H) telah Aku sempurnakan aganxamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu dan Aku telah nenyukai Islam menjadi Agurnurnu" (Al Maidah: 3).

-p ; +;aiitt$6 ed Stf, .,et -e, r.--,6 rXA @Sp,l, &, fry

ifii

'*fi'\;$$bit{tsr

Artinya:

ladi

agama Islam sudah cukup pada tahun

ke 10 H., tidak perlu

dicukupkan lagi oleh Miza Gulam Ahmad yang lahir lehih dari 1200 rahun di belakang Nabi Muhammad Saw

5. Ia Lebih

ltutia Dari Abu Bakar ltan Darl Nabi.Nabi

meyakini babwa saya benar-benar Allah, dan terkhatarlah dalam bati saya ketika satu akan memperbaiki dunia ini dengan suatu peraturnn bAru, akan saya atur dengan (Jndang-tJndang baru artinya saya iadikan langit dan bumi dengan situasi baru" (Lyinah Kamalat Islam pagina 564 '565).
"Saya mimpi bahwasaya adalah Tuhan, dan

Mirza Gulam Ahmad dalam bukunya "Mi'yarul Akhyar", berkata begini

Inilah dia Mirza Gulam Ahmad, pembangun Ahmadiyah Qadiyan!

..rgy !1.* {4i:1,&'pi'S


\\ f i..{!'a

t 4,rt#i6
i

?. Ia Mencintai lnggeris Sepenuh Hati


Dalam bukunya'Al Huda", juzu' I, pagtna 26 tersebut adalah
:

"Tidak tersembunyi lagi, bahwa Kerajaan yang berkah ini (Kerajaan Inggeris) Saya pelayannya dari dulu, bapak sayaMftzaGulam Murthada

Artinya:
Akhyar hal. 11).

"Saya lebib mulia dariAbu Bakar dan daripada Nabi-Nabi' (Mi'yarul

bin Muza Atha Muhammad Qadiyani adalah adpisur Kerajaan Inggeris Raya. Bapak saya membantu kerajaan ini dengan 50 orang tentara
berkuda lengkap dengan kudanya dalam hari yang sulit".
Demikian di antaranya pengakuan Mina Gulam Ahmad tentang Ketaiaan

Inipun tidak diterima oleh kaum Ahlussunnah wal Jama'ah. Makhluk

402

403

Inggeris yang menjajah India ketika itu.


Nampaklah bahwa gerakan Ahmadiyah ini adalah sebuah gerakan yang

xxwil
IADWAI. KESIMPUIAN pERBEDAAN I'TIQAD YANG SANGAT pnINSIpA[ ANTARA KAUM AHI.USSUNAH lVAt IAMAAH DAN rrnQAH-rrRQAH [ArN
I'i
Ahlussunnah wal lama'ah

diapi-apikan dan diembus oleh Inggeris, guna kepentingan kolonialnya.

Ibrena itu tidak heran bahwa gerakan ini mendapat pasaran juga di London (lnggeris) sampai ia mendirikan sebuah Mesjid Ahmadiyah di london. Kita kaum Ahlussunnah wal Jama'ah menganggap bahwa ia. Dajal yang bohon5, y ng telah mengkhiantti agamanya dan tanah airnya.
Mudah-mudaban Tuhan Yang Maha Fsa menjauhkan kita buat selama-

lamanyadari tipu daya kaum Ahmadiyah ini, dan tipu daya firqah yang sesat. Amin, amin Ya Rabbal 'alamin.

I'iti

lai

1. Syi'ah
1.

Khalifah yang pertama

Abu Bakar, kedua Saidina

Saidina Umar,

I
I I

t. Ketiga-tiganya terkutuk karena


merampas Khalifah dari tangan

ketiga Utsman bin Affan


Khalifah boleh diangkat 'aqdi.

Rda.

Saidina 'Ali Kw. Imam yang


pertama adalah Saidina Ali Kw
Imam harus dituniuk oleh Nabi Muhammad Saw. dengan wasiat. Kralifah masih menerima wahyu

dengan

musyawarah Ahlul halli wal ). Khalifah orang biasa,

I,
3

wahyu.
4.

ma'shum tidak menerima

tidak |
I I

dan juga ma'shum.

Tidak mempercayai adanya


Khalifah

ghaib.

| I I
I I I

Percaya adanyr Khalifah gaib

yanga|.an ke luar akhir zaman.

5.

Kepercayaan kepada,

bukan rukun

iman.

Khalifah

5.

Percaya kepada Imam adalah salah satu rukun iman. Kitab yang kedua adalah Al Kafi karangan Ya'qub al Kullni.
Mas"haf yang sah ialah Mas-haf 'Ali.

Bukhari.
7.

Kitab kedua adalah kitab

Hadits

6.

Mas-haf yang sah ialah

Uts-man.
termasuk isteri

Mas-haf

I I
I I

l.
a.

Ard'Ahli BaiC'ialah

Nabi.

famili-famili,

Arti 'Ahli Bait" hanyalah keturunan Ali dengan Sitti Fathirnah


Rda.

9.

Tidak menganut faham "Vahdatul Wujud". (serba Tuhan).

Menganut faham "Wahdatul' Wujud" (serba Tuhan).

4M

405

I I'iriqad Firqah lainnya 10. Islam sudah cukup pada waktu I io. trt* belum cukup ketika itu Nabi Muhammad saw. wafat. I karena masih ada wahlu_wahyu I Ilahi unruk Imam.imam Syi'ah. 11. "Taqiyah" bukan rukun iman. I it. ,,taqiyah,' juga salah satu rukun
12. Rai'ah tidak

I'iriqad Ahlussunnah wai

Jama'rh

I'itiqad Ahlussunnah wal Jama'ah

I'itiqad Firqah lainnya

4.
1.

DanlainJain.

4. Danlzrinlain.
4. Mu'tazilah

Bentuk dan baik ditentukan


oleh Allah dalam al Qur'an dan

1.

Burukdanbaikditentukan oleh
akal manusia.

13.Dan

ada. lainJain.

i*rn.

I tZ. u.*p. rcayai adanya rai,ah. I t3 nrn lainlain.


i

Sunnah Rasul.

2. Qur'an

dan Hadits di atas akal.

2.

Qur'an dan Hadits


akal.

di

bawah

2. Khawarii
Ali Kw. tidak sah, seI ,. *rn^n ,,tahkim,'. "tahkim". I sudah 2. sitri Aisyah Rda. adalah Ummul | 2. sirri hisyah terkutuk sebab Mu'minin yang dihormati I melakukan,,peperanganJamal,' sampai wafatnya. j melawan Ali Kw. 3. Sekalian orang yang mem- | 3. SeLatian yang membantahnya, bantahnya belum tenru kafir. j kafir, halal darahnya. 4, Ibadat. bukan rukun iman. | 4. lbadat rukun iman. 5. Ada dosa kecil dan ada dosa I l. s.t utirn dosa, adalah besar tak besar. I adayang kecil atau yang besar. 6, lnak'anakorangkafrmatikecil I o. enat-anakorangkafiryangmati tidak masuk neraka. I kecil masuk neraka. 7. Dan lainJain. I Z. nan lain-lain.
Khalifah Ali Kw. sah

3. Qur'an
Qadim.

Kalam Allah yang


apalagi
dan

3. Qur'an adalah
4. 5.

makhluk sama

dengan makhluk yang banyak.


Tuhan tidakbisa dan tidakboleh

1.

sesudah

4. Tuhan boleh dilihat


dalam slurga.

dilihat walaupun dalam syurga.

5/

Mi'rai Nabi dengan roh


tubuh.

Mi'raf Nabi dengan tubuh dan roh tidak masuk akal. Miraj
hanya mimpi.

6. Pekerjaan manusia
Tuhan.

dijadikan

6. Pekerjaan
manusia.

manusia diiadikan

7.
8.

Arsy dan Kursi ada. Ada Malaikat Kiraman K.atibin.


Surga dan neraka kekal selama-

7.
8.

Arsy dan kursi tidak ada. Malaikat Kiraman Katibin tidak


ada.

9.

9.

Sl.urga dan neraka tidak kekal.

lamanya.
10. Timbangan

di

ak:hirat ada.

10. Timbangan di ak{rirat tidak ada. 11. Hisab

11. Hisab di aL:hirat ada.

di alhirat tidak

ada.

3. Murjiah
1.
2.

12.Titian Shirathal Mustaqim ada.


13. Kolam Kautsar ada. 14. Syafa'at rda. 15. Silaa kubur ada.
16. Tuhan

12. Titian Shirathal Mustaqim tidak

Rukun Iman

6.

Berbuat dosa haram walaupun sudah beriman. Orang yang bersalah huus di-

I t. I

ada.

nukun Iman hanya mengenal


Tuhan dan Rasul-rasulnya.
dosa tak apa-apakalau

13. Kolam Kautsar


1,4. Syafa'at

tidak ada.

2, Berbuat

15.

tidak ada. Silsa kubur tidak ada.

sudah mengenal Tuhan dan


RasulNya.

tidak diwajibkan mem-

16. Tuhan

wajib (mesti) membuat

3. Orang yang bersalah harus di


tangguhkan sampai kemuka
Tuhan.

buat yang baik atau yang lebih


baik.

yang baik dan yang lebih baik.

hukum di dunia ini.

I'itiqad Ahlussunnah wal Jama'ah


17. Tuhan mempunyai sifat.

I'itiqad Firqah lainnya

I'itiqad Ahlussunnah wal Jama'ah


6. Jabariah
1.

I'itiqad Firqah lainnya

17. Tuhan

tidak mempunyai

sifat.

Ia mendengar dengan Zat-Nya,

Ada ikhtiar atau usaha dari


manusia.

1.

Tidak ada ikhtiar atau usaha dari manusia, semuanya dari Tuhan.

Ia melihat dengan Zat-Nya.


18.

Ada mujizat Nabi Muhammad


Saw. selain Al

18. Tidak ada mujizat Nabi selain Al

2.

Qur'an seperti air

keluar dari anak jari beliau.


19. Keramat-keramat Wali ada dan

Qur'an.
19. Keramat-keramat

Iman harus diakui dalam hati dan di-ikrukan dengan lisan.


Dan lain-lain.
3.

Iman cukup dalam hati


Dan lain-lain.

saja.

tidak ada.

orang-orang saleh ada


20. Menjauhkan

diri dui

mencaci

20.Lancang mulut mencaci maki

7. Naiariah

maki sahabat-sahabat Nabi. 2L. Orang mukmin yang wafat


21.

sahabat-sahabat Nabi yang


dianggapnya berbuat salah.

1. Tuhan punya sifat. 2. Mukmin yang berbuat

1.

Tuhan tidak mempunyai sifat.

dosa

2.

Mukmin yang berdosa pasti


masuk neraka.

Orang mukmin yang wafat


dalam membuat dosa besar

dalam membuat dosa besar bukan kafir dan tidak kekal


dalam neraka.

belum pasti masuki neraka.

adalah kafir, kekal dalam


neraka.

3. Tuhan bisa dilihat. 4. DanlainJain.

3. Tuhan tidak bisa dilihat. 4. Dan lain-lain.

22,Tidak ada, tempat yang lain di


akhirat selain syurga dan neraka.

22.

Ada tempat yang

lain di aktrirat

selain Syurga dan neraka, yang

8. Kaum Musyabbihah

dinamai "manzilah bainal manzilatain" (tempat di antara


dua tempat).
23. Syurga dan neraka sudah tersedia dari sekarang.

1.

Tuhan tidak bermuka dan bertangan seperti manusia. Tuhan tidak duduk bersela, di
atas 'Arsy.

1.

Tuhan bermuka. dan bertangan.

2. 3. 4.

Tuhan duduk bersela

di

atas

24.Dan lain-lain.

23. Syurga dan neraka belum tersedia dari sekarang. 24. Dan lainlain.

[rsy.
3.

Tuhan bukan di atas langit.

Tuhan di atas langit. Tuhan bertubuh serupa Nur. Dan lain4ain.

Tuhan Allah tidak bertubuh


serupa, (Nur).

4.

5. Qadariyah
Perbuatan manusia dijadikan
1.

5. Dan lainJain.
Perbuatan manusia di iadikan

5.

oleh Tuhan,
Dan lain-lain.

9. Ilrnu Taimiyah
1,

oleh manusia. Dan lainlain.

Tuhan tidak duduk bersela, di


atas'Arsy,

1. Tuhan duduk
Taimiyah.

bersela

di

atas

'fusy serupa duduknya Ibnu

I'itiqad Ahlussunnah wal Jama'ah

I'itiqad Firqah lainnya


2.

I'itiqad Ahlussunnah wal Jama'ah


2.

I'itiqad Firqah lainnya


Paham liflahdatul

2. lirhan tidak turun


malam.

dari langit

Tuhan turun dari langit separu

pada, separu terakhir dari

terakhir dari malam serupa turunnya lbnu Taimiyah dari


mimbarnya.

Paham Wahdatul

lflujud

(serba

Vujud

(serba

Tuhan) paham sesat.


3.

Tuhan) paham yang benar.


3.

Rasulullah adalah manusia


biasa.

Rasulullah manifestasi (perwujudan) Tuhan. Dan lainlaim

3.

Berjalan ziarahke makam Nabi di Madinah adalah perfalanan


ibadah.

Perjalanan ziarah ke makain Nabi di Madinah adalah per4

4.

Dan lainlain.

4.

Do'a bertawassul
Sunnah.

adalah,

falanan ma'shiat. Do'a bertawassul adalah syirik. Thariqat-thariqat Sufiyah adalah


1.

12. Ahmadiyah

Thariqat-thariqat Sufiyah adalah

t.

Nabi Muhammad adalab Nabi


yang paling akhir.

1.

Mirza Gulam Ahmad Nabi pa-

Thariqat yang baik sesuai


6

bid'ah dan haram.

ling akfiir.

dengan Sunnah Nabi. Dan lain-lain.

6.
10. Wahabi

Danlain-lain.

Akan datang di akhir zaman 'lsa al Masih bin Maryam.


Syari'at Islam sudah sempurna

)
3.

Mirza Gulam Ahmad adalah'lsa

al Masih yang dijanjikan itu.


Syari'at islam belum sempurna

ketika Nabi Muhammad


wafat.
4.

Saw.

tetapi disempurnakan oleb


syari'at Mirza Gulam Ahmad.
4

1. Mendo'a

bertawassul adalah

1. Mendo'a
syirik.

bertawassul adalah

Dan lain-lain.

Dan lainlain.

menurut sunnash.

2.

Perjalanan dengan maksud ziuah adalah Sunnah.


boleh,

2. Perialannn dengan maksud


ziarah adalah perjalanan ma'shiyat.

3. Kubbah di atas kubur


Ulama-ulama.

3. Kubbah di atas kubur haram.

apalagi di atas kubur Nabi dan

4. Mengisap, rokok boleh. 5. Dan lain-lain.

4. Mengisap rokok haram. 5. Dan lain-lain.

11. Bahaiyah

Agama Islam, agama ada.

Nashara,

agama Yahudi, masing-masing

| I

1. Agama Islam, agama

Nashara,

agama Yahudi harus disatukan karena semuanya dari Tuhan.

410

4rt

I
6.

Abdus Shamad Al Iskafi an Nisaburi.


Kitab Umdtul Aqaid wal Fawaid, karangan Imam \fusuf bin Dzu Nas Al

xxx
KITAB.KITAB PENTING DAI.AIT I.INGKUNGAN KAUM AHI.USSUNAH TTAL IAMAAH
Saya mendengar seseorang berkata secara sinis : 'Aeh, apa

Fondlai al Maliki.

7. 8. 9.
itu paham

I'itiqad Ahlussunnah wal Jama'ah, karangan Imam Abu Muhammad Abdullah bin \tusuf al Juwaini.
I'itiqad Ahlussunnah wal Jama'ah, karangan Imam Abdul Qasim Abdul Karim dan Hazin tl Qusyairi.

Lam'ul Adillah
Haramain.

fi

Qawa'id Aqa'id Ahlussunnah, karangan Imamul


as

Ahlussunnah wal Jama'ah, mana buku.bukunya. Mana literaturnya. Apakah tidak cukup kalau kita hanya berpegang kepada Islam saja".

10. Kitab Syarhil Kubra, karangan Abu Abdillah Muhammad bin \tusuf
Sanusi.

benar-benar tidak tahu, bahwa literatur tentang paham dan kepercayaan kaum Ahlussunnah wal Jama'ah sudah banyak dikarang oleh ulama.ulama Sunny.

Rupanya orang

ini

11. Hidayatul Murid


Alganimi.

syerah Jauhartut Tauhid, karangan Burhan al Laqani.

12. Hasyrah Ummil Bartahin, karangan Syihab Abmad bin Muhammad 13. Kitab al Aqidah, karangan Imam Abi Ishak as Sirzi.

Mungkin orang ini tidak mengerti bahasa Arab, sehingga ia ridak pernah membaca buku,buku Ahlussunnah yang banyak dikarang dalam
bahasa i{rab.

t4.

Ktab al Aqidah, karangan 'lzzuddin bin Abdussalam.


Asakir.

Akan tetapi kalau kita tidak mengerri jangan hendaknya dikatakan tidak ada literaturnya tetapi haruslah dikatakan belum membaca.
Kitab-kitab sekitar i'itiqad Ahlussunnah wal Jamaah ini sudah banyak dikarang dari dulu sampai sekarang oleh ulama-ulama sunny, di antaranya

15. Kitab Asrarut Taruil, karangan Fakhrur Rzi. 16. thbyiin Kazbul Muftui, karangan Ibnu 17. Ta'wilul Musytabihaat, karangan Syamsuddin Ibnul luban. 18. Ihya Ulummuddin, bhg Qawaidul Aqaid, karangan Imam Ghozali 19, Syarah Aqidah Ibnul Hajib, karangan As Subki.

untuk diketahui baik kami buatkan daftarnya, di bawah ini

1. 2. 3. 4. 5.
412

Kitabul Asma' was Shifaat, karangan Imam Abu Manshur Abdul Qahir bin Thaher al Bagdadi. Kitabus sunnah, karangan Imam Abdul Qasim Hibatullah bin Hasan

20. Syuah Tijanuddari, kuangm Syeikh lbrahim al Bajuri. 21. Aqidatun Najiin fi ilmi Usuliddin, karangan Syeik{r Zainal Abidin al
Fathari.

at Thabuu Allakai.
Kitab Tadzkiratul Qusyaairiyah, karangan Imam Abu Nashar Abdunahim

22. Tuhfatul Murid


Bajuri.

syarah Jauharnrt Tauhid, karangan Syeil:tr Ibrahim al

bin Abdul Ikriim al Qusyairi.


Kitab al Madl:halul Ausath ila ilmil Kalam, kuangan Imam Abu Bakar Muhammad bin Hasan bin Faurak. Kitab al Iqdus Shafi, karangan Imam Abdul Qasim Abdumahman bin

23. Kttb

Sakaki syarah Huda-Huda, karangan Imam Starqawi. karangan Imam Baihaqi.

24. Kjttb al I'itiqad,

413

25. Ktab Kifayatul Awam, 26. Ktab al Bajuri

karangan Syeikh Mohammad al Fadhali.

pensyarah Kitab Sanusi , karangan lbrahim Al Bajuri.

27. ummul Baraahim, karya Abu Abdillah Muhammad bin \fusuf as sanusi 28. Jauhartut Tauhid, karya Burhanuddin lbrahim, bin Harun Al Aqani. 29. Badul !,rnali, karya Sirajuddin Ali bin Ursman Al Usyi.
30. Al Aqaidun Nasafiyah, karangan syeikh Namar bin Muhammadan
Nasafi.

xxx
KHATTmAH (pENUTUp)
Pada hari
17 Ramadhan

31.

Risalah

fi Ilmiltauhid,kanngan Imam Ibrahim al Bajuri.


karangan Hasan Muhammad At Tharabilisi. Kadam, tcrrangan Abu Mu'in an Nasafi.

32. Hushunul Hamidiyah, 33. Rahrul

ini, Senen tanggal 9 Deesernber 1968 M., bcrselttitt tlctrg'ttt

waktu lk.

tahun 1388 H. sel.esailah buku ini saya karangan ynng tttctttrtkllt 2 tahun 5 bulan, yaitu dari bulan Juni 1966 sampai pcrmuhittr

34. 35. Kitabul Arba'in fi Usuliddin, Larangan Imam 36. Dan lainlain.

Syarqawi syarah Sanusi, karangan Syeikhul Islam as Syarqawi.


Ghazab.

bulan Desember 1968. walaupun saya sudah berusaha sehabis tenaga untuk melengkapkan
yang dapat buku ini selengkapJengkapnya, akan tetapi hanya sekedar inilah
saya majukan ke tengah'tengah masyarakat' hati saya, supaya saya mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa dari lubuk pembacanya atau buku ini memberi faedah kepada saya dan kepada sekalian nanti, pendengarnya, berfaedah di dunia ini dan berfaedah pula di akhirat

Demikianlah kitab-kitab usuluddin' dalam lingkungan kaum Ahlussunnah wal Jama'ah yang dapat kita catatan disamping itu tentu banyak lagyang tidak dapat kira catat. Dan seharusnya bagi setiap Muslim, apalagi yang ulama-ulamanya
supaya mengetahui sedalam-dalamnya bahasa Arab, karena kirab.kitab itu kebanyakan dikarang dalam bahasa kab.

amin-amin Ya Rabbal 'alamin.

ampun Demikian juga, kalau ada kekhilafan dalam buku ini saya mohon membuatnya. kepada Tuban, karena kesalahan itu tak adayangsaya sengaja dari buku ini saya usahakan sebaikbaiknya dapat dibaca dengan

Isi

yang saya yakini rerang, dapat dilihar i'itiqad yang salah dari firqah.firqah wal Jama'ah, salahnya, di samping saya jelaskan i'itiqad kaum Ahlussunnah yakini seyakin' yang i;itiqad dan kepercayaan yang saya anut' yang saya yakinnya akan kebenerannya. juniungan Mudah-mudahan berkat "jah" Nabi Besar kita, penghulu dan

kin

Nabi Muhammad Saw., buku ini berfaedah untuk kita bersama dan

dan bagi diterima Tuhan sebagai amal saleh bagi saya sebagai penulisnya
saudara-saudara sebagai pembacanya.

Amin-amin Ya Rabbal Alamin!!

414

4r5

Untuk penutup karangan ini saya sudahi dengan ayat suci pada surar

)tusufke 108:

&4#r6r6r2l#.|FitJV:W?+tf
r.^..i
e_.

6;\j;tt5ir,

BUKU.BUKU BACAAII
membacil' Ittrttt'Illl' Dalam mengarangbuku inikami

Artinya:

tlll l*'1**3hfl1

'lhtakanlah! Inilah jalanku, aku dan orang-orang yctng mengikuti aku mmgajabntu kepada jalan Tuban, dmgan pemand,angan yang terang. Maba suci Tuban, dan bukanlab aku termasuk orang-orang lang
nenpersekutukan.

ini: menukil kitab'kitab tembut dibawah

L.

gUR'N't dan TNSIR'

1.

pelbagai cctakrtrr' Al Qur'an, Mashaf Utsman dari


HalabY, Kairo

2.TafsirThabarilbnuJarirl0iilid'cetakanketlu:t'Mr|3t'rlsHdrtl

#,i,v

1954 M

L373 H'

3.

Tafsir lbnu

IOts[ lsmail lbnu

Katsir 4

ll'rl'rhv iilid' cetakan lsa ill

Kairo. (tanPa tahun)'

4,TafsirKhuein,AlauddinAlibinMuhammad4|ilid,cetakanMttst;tl.t
Muhammad

Kairo, (tanPa tahun)'

5.

Tafsir Jalalein, Jalaluddin Syuyuthi Murni - Jakarta (tanPa tahun)' 1373 H.

dan Jalaluddin Mahalli' Jayr

6. 7. 8. g.

cetakan Hiyazi Tafsir al Manar, Rasyid Redha 12 filid,


Tafsir al Lathaif, Qusyairi 4

Kairo'

iilid' cenkan Darul

Kutub' Kairo' (tanpa

tahun).
Tafsir Al

Tiiariyah al Kubra' I0iro Igsyat Zamaktryari, 4 iilid' cetakan

1354 H.

8 Tafsir Zhilul Qur'an, Sayid Quthub' negeri tempat Pencetak'

M' tanpa iilid' Cetakan 1967


Halabi, iilid, cet. lsa. Babil

10. Tafsir Shawi, Ahmad

As Shawi At Maliki, 4

Kairo 17 iilid' cet' lsa Babil' Halabi' 11. Taftir Al Qasimi, Yamaluddin' 1957.

Ihiro

tanPa tahun'

416

417

12. Tirfsir Al Baidlawi, Nashiruddin, 2 iilid, cet. Mustafa Babil Halabi,

3.

Syarah Muslillr, ltttrtttt N,tw,twt, X

llllrl, r.'tdl.dll M*',rlt"th h*ltrr


l,rLdrt

thiro

1939.

1349 H.

13. Tirfsir Almunir, Syeik{r Nawawi Bantan, 2 jilid, cet. Isa Babil Halabi,

Ikiro tanpa tahun.


14. Tafsir Nasafi, Abul Barakatan Nasafi, 4 jilid cet. Isa. Babil Halabi,
Kairo tanpa tahun.

4. 5. 6. 7.

Sahih Tirmidzi, 7

illkl, l1 lrtrrr', il

ill'rqtl}.{lr

;*1111

41l

Sunan Abi Daud, Alltr l);rrttl ,|5 5,l1,rtt*Il M Tijariyah Kubra, Kairo 115'l

ll

l''ll

' llllrl I lritt* t*l+l+*t

Sunan Nisai, an Nisai, 4

iilirl

7 frrrrr" fi,lrL*n ltl,rrlt*lt l+lk*e

15, Tirfsir Qurthubi, Abu Abdillah Muhammad, bin Ahmad Al Anshari al Qurthubi, 20 iilid, cetakan Darul Qalam, Kairo 1966, 16. Tafsir Jamal, Sulaiman al. Ujaili, 4 jilid, cet. Mustafa Babil Halabi, Y'tiro 1937. 17. Al ltqan fi Ulumil Qur'an,Jalaluddin Suyuthi,2iilid, cetakan Mustafa
Babil Halabi, Babil Halabi,

Kairo, (tanpa tahun). Sunan Ibnu Majah, Ibnu Maiah, (tanpa tahun).

iilirl, tr'lili,lil

lir*ly*lt

*rl*,r

8. g.

Al Muwatha', Imam Malik, - Ikiro. (anpa tahun).

I jilid,

cetakirn lhy:ttrl Ktttttlrll Aralrttglr

Ibiro

1951.
Isa.

Musnad Ahmad bin Hanbal, 6

iilid, cetakan llci;rtt, t;tttp't lrlttttt

18. Talkrtrishul Bayan fiMainaatil Qur'an, Syarif Radhi, I jilid, cet.

lbiro

1955.

19. Tanwilul Miqbas min Tafsir Ibnu Abbas, Firuzabadi,


Mustafa Babil Halabi, Ituiro 1951.

jilid,

cet.

20. Ahkamul Qur'an, Ibnul fuabi al Maliki Halaby - Kairo, 1376 H.


21.

4 iilid, cetakan
Halaby

Isa al
Kairo,

10. Daliful Falihin, Imam Nawawi ,4iilidcetakan lhyaul Krrtrr[ll Ar',rlrty,rlr l{airo, 1966 M - 1385 H. (r 11. Faidhul Qadir - syarah Jami'ussaghir, al Manawi, iuztt" ct't;tk.trr Tijuiyah Kubra, Kairo, 1938 M - 1356 H' 12. As Sunnah Qablat Tadiwin, Mhd. Ajaj al Khatib, 1 iilid, ct:takrtt
Wahbah

Burhan, Zarkasyi

4 jilid, cetakan Isa Bibil

- Kairo, 1385 H -

1963 M.

1376 H.

13. Mazanul (I'itidal, Dzahabi, 4 iilid, cetakan Isa Babil Halaby ltuiro, 1963 - 1382 H. 14. Sahih Muslim, 2 iilid, cet. Dahlan Bandung tanpa tahun' 15.
Syarah Muwatha'Imam Malik, zarqani,6

22. Qur'an dan lbrjemahannya, Dep, Agama RI cetakan Jamunu Jakarta, 1965 M lbahasa lndonesia). 23. Tafsir Qur'an F{. Zainuddin Hamidy cs cetakan Wijaya Jak'arta, 1959 M- 1378 H. (bahasa Indonesia). B. HADITS-HADITS dan
SYARAIINA.

iilid, Mustafa BabilHalaby,

Kairo 1961 M

1381 H.

C. USHULWDIN,

1.

Shabih Bukhari, Ismail al Bukhari 2 iilid 4 iuzu', cetakan Mustafa Babil Halaby Ituiro 1936 M 1355 H.

1.

Al Milal wan Nihal, Syaharstani, 2 iilid, cetakan Al'Halaby

Kairo,

1968M-1387H.

2.
418

Fathul Bui, Syarah Bukhari, Ibnu Haju al Asqalani, 17 jilid, cetakan Mustafa Babil Halaby

2. Aqidul Islamiyah, Sayid Sabiq, 1 iilid, cetakan Darul Kutub - Kairo,


1964 M.

Kairo, 1959M

1387 H.

1383 H.

4t9

3. 4.
5, 6. 7.

Syarah Ushulul Khamsah, OadliAbdulJabbar (Ushuluddin

1 jilid

(829 halaman), cetakan Maktabah

Mutzdah), Kairo, 1384 H.

3. 4. 5.
6.

Kifaptul Awam
Halaby

fi

llmilkalam, Al Fadhali, 1

jilid, cetakan

Dzuhrul Islam, Ahmad Amin, Masriyah - Kairo, 1964 M.

4 iilid, cetakan ke III

Nahdhah

Babil

- Kairo, 1341H.
I
jilid,
cetakan

Nahjul Balaghah, Ibnu Abil Hadid (Syi'ah), Babil Halaby - Ikiro 1965 M 1385 H.

l8 jilid, cetakan Isa


iilid'
al

Matan Sanusi dengan Hasyiyah Ibrahim al Bajuri, Surabaya (tanpa tabun). Salim Nabhan

Daeratul Marif al Islamiyah, Orientalisten, cetakan As Sya'ab, 5

Kairo, 1969 M.

Aqidatun Najiin, Mohammad al Fathani, IQiro. (tanpa tahun). Halaby

jilid, cetakan Isa Babil

Al

Mash-haf

al Murattal, labib as Sa'id, cetakan Darul Kitab

tuabi

AlJanibul Ilaahi minat Takfir al Islami, Dr. Mohd. Bahi, 1 jilid cetakan
Maktabah Vahbah

Kairo, 1387 H

1967 M.

Kairo, 1962 M.

7. 8. 9.

Aqidatus Sy'ah, Orientalist,


tahun).

iilid, cetakan Sa'adah, Kairo (tanpa


S

8. 9.

Tuhafatul Murid - Has)'ryah, Jauharatut Taubid, Ibrahim al Bajuri, I jilid cetakan Isa Babil Halaby - Kairo, (unpa tahun). Tarikh Al Madzahbul Islamiyah, Muhammad Abu Zahrah, cetakan

Zarqrni, Abdul Baqi

uZrqani,

jilid cetakan Azhariyah

- Kairo,
Mustafa

r32J H.
Syawahidul Haq, \fusuf Nabhani, jilid, cetakan ke Bahil Halaby Kairo, 1965 M 1385 H.

III

Darul Fikril tuabi, Ikiro (tanpa tahun). 10. Majmu'atutTauhid an Najdiyah, Mubammad binAbdilVhhab, cetakan Al Manu, Y,ako 1346 H. 11, Al Majmu'atul Krbra,lbu Taimiyah, cetakan Mulid, Ali Shabih,lkiro
1385

10. Rahlah lbnu Batutah, cetakan'i{zhariyah", Kairo 1928 M. 11. Nurul Islam, majalah Universitas N Azhar, bahagian "Penerangan
tentang Agama Bahaiyah".

rI.

12. Dunia Baru Islam, terjemahan "The NewWorld of Islam",


cetakan Jakana 1966.

L. Stoddar,

12. Kitabul fuba'in, Imam Ghzali, cetakan lfurdistan, Kairo 1328 H. 14. As Shawaiqul Muhriqah fir raddi 'ala Ahlil bida' wa Zindiqah, Ibnu

Haju Alhaitami, Mustafa Babil HalabS Ikiro (tanpa tahun).


15. Al Haqiqah

13. Al Imamah was Siyasah, Ibnu Qutaibah, cetakan Halaby, Kairo


1378 H.
'1,4.

fi Nazhril

Ghu;ali, Ustadz Sulaiman Dunya, Isa Babil

Dan lain-lain.

Halaby, IQiro (tanpa tahun).


16. Dan lainJain.

D,

UMUM.

1.

Fajarul Islam, Ahmad


1965 M.

Amin,

jilid, cetakan Nahdhah -

Kairo,

2.
420

Dhuhal Islam, Ahmad Amin, 3 iilid, cetakan ke VII Nahdhah Masriyah

- Kairo. (tanpa ahun).


42r

1
Dari Penerbit
:

SEKELUMIT CAIATAN PENERBIT TENTANG PENGARANG,


PERTAWATAN BETIAU KE DAEMH.DAERAH ISIAM.

DN

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Nama : K. H. SIRADJUDDIN ABBAS. Lahir tgl. 5 Mei 1905 di Bengkawas'Bukitinggi (Sumatera BaraQ.

l9l2 1927 -

1924 belaiar agama diberbagai pesantren' 1933 belaiat agama di Makkah (7 x haji).

1952 berkunjung ke Mesiid Aqasha (Palestina), Yordan, Damaskus

dan Mesir.
1954 berkunjung ke Makkah dan Madinah. Tanggal 23 Agustus 1954 bersama isteri (Ummi H Salima) mendapat kesempatan memasuki Ka'bah dan melakukan sembahyang sunat

dua raka'at di dalamnya


7.

1956 berkunjung ke Kazachstan, Turkistan, Turkmenistan,


Tasykend, Libanon, Damaskus, Bagdad dan Pakistan. 1956 berkunjung ke Urumsyi Singkiang. 1957 berkunjung ke Mesir, Makkah dan Madinah. 1959 berkunjung ke Bagdad, Mesiq Makkah dan Madinah. 1961 berkunjung ke Mesir, Makkah dan Madinah. 1963 berkunjung ke Adan, Makkah, Madinah dan Mesir. 1964 berkunjung ke Niazail

8, 9, 10. 11.

t2.
13.

14. 1965 berkuniung ke Rawal Pendi, Karakhi, Mesir .Al

lanit

dan

Maroko. (Dalam Rangka KIAA).

PUSTAKA TARBIY{H

422