Kurikulum MMR * Building Block 5

Deskripsi Sistem Blok bermanfaat untuk mengintegrasikan konsep dan keterampilan manajerial melalui evaluasi blok yang komprehensif. Selain itu, mengembangkan shared vision para dosen sehingga meningkatkan aplikasinya di rumah sakit. Sistematika blok di MMR memfokuskan rencana perubahan pada tingkat pasien, masyarakat, pelayanan klinis, organisasi dan lingkungan luar rumah sakit

* UGM

Building Block
Corporate

1

Patient safety & Customer Focused Services

Leadership &

Clinical
Governance &

Managerial

Business Environment

2

Functional Management System & Performance

Skill

4
3

Clinical Management system

5

6

Design, Measurement & Evaluation

Tujuan Kuliah Blok 5:
– Memberikan pengantar tentang teoriteori kepemimpinan serta contohcontoh/kasus sehingga memberikan pengertian dan pemahaman tentang kepemimpinan – Aplikasi teori-teori kepemimpinan dilingkungan organisasi rumah sakit, selain juga dalam hubungan perubahanperubahan yang terjadi.

and culture). terutama aspek politik. . termasuk memberikan contoh-contoh. kekuatan dan budaya (power. politics.– Memberikan pengertian dan pemahaman tentang kecerdasan emosionil dan hubungannya dengan kepemimpinan. – Memberikan dasar-dasar pengertian tentang organisasi.

dll. masalah etika. pembiayaan. moral & hukum. . dan mengkaitkannya dengan kepemimpinan.Memberikan kesempatan bagi para peserta utk berdiskusi tentang berbagai kasus di lingkungan rumah sakit/bidang pelayanan kesehatan mengenai berbagai masalah a. perkembangan teknologi. globalisasi.l.

Kuliah hanya memberikan pengantar secara terbatas sedangkan untuk pemahaman selanjutnya dapat dilakukan dengan diskusi-diskusi kelompok tentang berbagai kasus serta pelatihan-pelatihan. .

– Setelah para peserta mempunyai pengertian dan pemahaman. . kecerdasan sosial termasuk kemampuan & keterampilan sosial dan kecerdasan budaya – Setelah para peserta kembali ke tempat pekerjaan / tugas masing-masing. masih dimungkinkan adanya suatu diskusi dan pembahasan jarak jauh (email) tentang masalah dan hal-hal yg dijumpai yg mungkin dianggap terkait dengan kepemimpinan. sebaiknya dilanjutkan dengan suatu pelatihan tentang kepemimpinan termasuk kecerdasan emosional.

 Independent learning has become more fashionable as a paradigm of learning in Medical Education (Harden.“ice berg” Independent Learning Self-managed learning Resurce-based learning ‘just-for-you’ or flexible learning Open .learning E-learning Distance -learning ‘just-in-time’ learning On – the job learning . 2005) Formal teaching • • • • • Informal self Directed learning • • • • The formal learning.

Average Retention Rate  The Learning Pyramid 7 Lecture 5% Reading Audiovisual 10% 20% Demonstration Discussion Group Practice by doing Teach others National Training Laboratories Bethel. USA 30% 50% 75% 80% . Maine.

REPITITIO EST MATER STUDIORUM Faham & hafal kaji karena diulang Keterampilan karena latihan .

FK UMY Program MMR September 2012 ORGANISASI & KEPEMIMPINAN Sesi I Achmad Sujudi .

. yang terjadi dalam sebuah kelompok manusia. Organisasi sendiri adalah sebuah fenomena sosial. Manusia adalah makhluk sosial yang hidup berkelompok bersama-sama baik dalam jumlah besar maupun dalam jumlah kecil. Kelompok-kelompok inilah yang kemudian disebut sebagai sebuah masyarakat atau juga sebuah organisasi.Kepemimpinan Pengantar • Kepemimpinan dimaksudkan sebagai suatu fenomena dalam organisasi.

Lexicon Publications. 2nd Ed. Selanjutnya sebuah fenomena dapat dipelajari dan dijelaskan dengan cara-cara ilmiah. 1995.• Kepemimpinan adalah suatu fenomena sosial yaitu: fenomena yg muncul di dalam masyarakat. Fenomena diartikan sebagai sesuatu yg diketahui dan dirasakan melalui sebuah persepsi yg lebih bersifat perasaan & intuisi daripada persepsi yg melalui sebuah pemikiran (Webster’s Dictionary. . Inc).

“Man is tool making animal” .

• Fenomena KEPEMIMPINAN timbul setelah adanya fenomena ORGANISASI • Organisasi dan kepemimpinan bukanlah hal yang sederhana karena memiliki berbagai segi/aspek yang secara teoritis dapat dilakukan pendekatan sendiri-sendiri namun yang terpenting pada akhirnya harus ada pendekatan yang menyeluruh untuk memahami organisasi. • Organisasi berasal dari kata ORGAN yaitu ALAT untuk mencapai tujuan. • Alat memproses, sesuatu (bahan awal) menjadi yang kita inginkan (tujuan)

Berbagai aspek dalam organisasi
Aspek MEKANIK, berbagai proses mekanik yang terjadi dalam organisasi untuk mencapai tujuan atau suatu tahapan. Aspek SISTEM, dimana organisasi memproses sesuatu menjadi suatu hasil/keluaran/output dan akan memberikan dampak

Input

proses

output

outcome

Aspek-aspek dalam Organisasi Selain mekanik dan sistem

Aspek MANUSIA
Aspek BUDAYA Aspek POLITIK

Aspek PERUBAHAN

The Vitruvian Man. Leaonardo Da Vinci .

.

Manusia membuat alat Untuk terbang Wright bersaudara 1903 North Carolina USA .

2 3 1 4 5 .

Mental models 3. Baling-baling penggerak 4. Sayap horisontal –vertikal. Manager 1. Systems thinking 2. Team learning Leader. Personal mastery 4. flap sbg kemudi 3.ALAT Organisasi 5th Discipline. Peter Senge Pesawat Terbang 1. bentuk aerodinamik 2. Bahan ringan. Building shared vision 5. Roda metafora Penerbang . Motor radial 5.

Pendekatan Teori melahirkan suatu Mazhab (School) Mekanik (Mesin) Sistem (dengan Subsistemnya) Perubahan (Adaptasi) Organisasi Politik (Arena) Manusia (Motivasi) Budaya (nilai-nilai dan kepercayaan) .

Sampai adanya pemahaman dan muncul teori yang terintegrasi.Teori Organisasi Pendekatan terhadap sebuah aspek akan melahirkan sebuah teori Dengan demikian akan muncul berbagai teori organisasi yang seolaholah bertentangan satu sama lain. .

diamati & dipelajari secara imperik yg kemudian dapat disusun menjadi suatu hipotesa sampai ke suatu teori bahkan sebuah hukum (dalil).• Sebagaimana fenomena-fenomena lain termasuk fenomena alam. .

• Kepemimpinan juga merupakan suatu yg tidak sederhana atau kompleks. Berbagai studi menemukan berbagai pendapat tentang kepemimpinan sehingga banyak teori yg timbul karena pendekatan yg berbeda. Selanjutnya para pengamat memberikan gambarangambaran yg berbeda serta mengajukan berbagai batasan atau definisi yg berbeda pula.

• Teori-teori melakukan upaya untuk memberikan keterangan tentang fenomena-fenomena yang diamati. Dan selanjutnya disusunlah suatu teori dan berlandaskan teori tersebut disusun suatu pengetahuan yang bermanfaat bagi manusia.

The Aim of Organization Theory
• Help one to explain the Past which in turn. • Help one to understand the Present and thus • To predict the Future which leads to • More influence over future events and • Less disturbances from the Unexpected.
Teori Organisasi menurut Charles B. Handy

• Temuan-temuan yg berbeda karena pendekatan yg berbeda yg kemudian melahirkan bermacam-macam teori menimbulkan perbedaan-perbedaan pendapat (conflicting). . Namun sebenarnya dari perbedaan pendapat tsb. dapat disusun suatu gambaran menyeluruh (integrated) tentang fenomena kepemimpinan tsb.

Pada teori-teori organisasi. Demikian juga dengan teori organisasi Seperti orang buta meraba gajah . manajemen & kepemimpinan. biologi. Karena tiap teori melakukan pendekatan dari sisi yg berbeda.• Berbeda dengan teori-teori dalam ilmu pasti alam (fisika. dll) sebuah teori mungkin tidak berlaku lagi karena adanya teori baru yg lebih tepat. tidak ada teori yg betulbetul tepat atau betul-betul salah.

.• Pada dasarnya sebuah teori merupakan suatu upaya untuk menjelaskan sesuatu. memberikan keterangan tentang sesuatu. secara sistematik setelah melalui pengamatan-pengamatan imperik.

Demikian juga dengan teori kepemimpinan. sehingga pada suatu saat ada kejadian-kejadian yg tidak sesuai dgn teori.• Kelemahan-kelemahan setiap teori tentunya ada karena dianggap teori itu menyederhanakan keadaan sebenarnya. .

• Pihak-pihak yg berpendapat bahwa kepemimpinan & pemimpin sebenarnya tidak mempunyai pengaruh besar terhadap sukses dan tercapainya tujuan organisasi. Pihak ini, sering melihat kelemahan teori tsb. Namun pihak yg percaya bahwa kepemimpinan & pemimpin merupakan suatu yg menentukan berupaya membuktikan dengan penelitian-penelitian keabsahan dari teori-teori tsb. Dan juga, mereka yg percaya bahwa kepemimpinan dapat dipelajari & dilatihkan.

• Kepemimpinan juga dipelajari melalui berbagai pendekatan (approaches) tergantung pada konsep para pengamat terhadap kepemimpinan. Pada umumnya, pendekatan tsb terbatas / sempit utk suatu sisi saja.

• Berbagai pendekatan kemudian dapat dikategorikan dalam 4 macam: – Pendekatan terhadap kekuatan & pengaruh (power). – Pendekatan terhadap perilaku (behavior). – Pendekatan terhadap kecenderungan (traits). – Pendekatan situasional.
Gary A. Yukl

TEORI (Pendekatan) Kekuatan & Pengaruh Situasional Pemimpin Perilaku Kecenderungan .

KEPEMIMPINAN sebagai Suatu Interaksi PEMIMPIN • Perilaku • Kecenderungan • Kekuatan PENGIKUT • • • • • • Shared vision Ketaatan Peran serta Nilai-nilai Skill Dll SITUASI • • • • • • Tantangan Kompetisi Kesempatan Hambatan Analisa SWOT Dll INTERAKSI Kearah suatu tujuan yang dikehendaki/menguntungkan .

Diantara tiga faktor tersebut. Kepemimpinan yang baik dimaksudkan terjadi suatu interaksi yang menguntungkan organisasi. pengikut dan situasi. . faktor pemimpin menjadi sangat krusial.Pengertian Kepemimpinan kemudian adalah suatu INTERAKSI antara pemimpin.

Terjadi interaksi positif dari 3 hal • Leader • Follower • Situation Tujuan dari pendidikan pelatihan dan kepemimpinan untuk mendapatkan hal tersebut diatas (leadership at all level) .Organisasi yang baik adalah organisasi yang mempunyai kepemimpinan yang baik untuk setiap tingkatan (level organisasi).

• Selain empat pendekatan ini ada pendekatan yang tidak kalah pentingnya adalah Pendekatan KHARISMA • Yaitu pendekatan terhadap pemimpin yang kharismatik yaitu yang mempunyai kekuatan/kemampuan khusus untuk mempengaruhi pengikutnya .

.Organisasi melaksanakan tugasnya melalui proses-proses manajemen melaksanakan fungsi-fungsi manajemen.

Manajemen dilakukan terhadap suatu organisasi . Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen ini dianggap sebagai suatu sistem.Manajemen Melaksanakan fungsi-fungsi manajemen Perencanaan pelaksanaan pengawasan evaluasi.

Management “To get everything done through the others” The others Organization Leadership Organization Management .

Apabila dalam pengamatan didapatkan suatu pemimpin dgn kepemimpinan yg baik tentunya diharapkan setelah dipelajari dan disusun dalam sebuah teori dapat diterapkan kepada pemimpin & kepemimpinan yg lain (replikasi). .

Kepemimpinan dan Organisasi Sesuatu yg Dinamis Organisasi sebagai ARENA berbagai kekuatan dan pengaruh berinteraksi KESEPAKATAN SAH (LEGITIMATE) Organisasi sebagai ORGAN/ALAT untuk suatu tujuan yang ditetapkan P E M I M P I N KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) Menyangkut manusia TUJUAN Budaya organisasi Organisasi sbg sistem MANAJER .

INFLUENCE BY POWER .

L E M A Managerial Function Planning A D E R S H I P Influence People N A G E M E N T Executing Controlling Evaluation .

MANAGERIAL LEADERSHIP Problem Solving Planning & Organizing Consulting & Delegating Monitoring Clarifying Informing Managing Conflict & Team Building Motivating Recognizing & Rewarding Networking Supporting Gary A. Yukl .

KEPEMIMPINAN sebagai Suatu Interaksi PEMIMPIN • • • PENGIKUT • • • • • • Visi (yg dipahami) Ketaatan. kesetiaan Peran serta Nilai-nilai Keterampilan Dll • • • • • Perilaku Kecenderungan Kekuatan SITUASI Tantangan Pesaing Kesempatan Hambatan Hukum dan perundangan Analisa SWOT Dll INTERAKSI Kearah suatu tujuan yang dikehendaki/menguntungkan • • .

LEADERS & MANAGERS Leaders Managers • • • • • • • Innovate Develop Inspire Long-Term View Ask What and Why Originate Challenge the Status Quo • Do the Right Things • • • • • • • • Administer Maintain Control Short-Term View Ask How and When Initiate Accept the Status Quo Do the Things Right Warren Bennis .

Pendekatan Studi terhadap Leadership 1. TRAIT APPROACH: Leader Traits and Skills 3. POWER-INFLUENCE APPROACH: Power Bases and Usage Effectiveness Criteria 2. BEHAVIOR APPROACH: Leader Traits and Skills Intervening Variables End Result Variables Effectiveness Criteria .

4. Skills. Yukl . Behavior Effectiveness Criteria Situational Variables Gary A. SITUATIONAL APPROACH DETERMINANTS OF BEHAVIOR: Leader Behavior Situational Variables Effectiveness Criteria CONTINGENCY MODELS: Leader Traits.

1. Selain itu dipelajari juga interaksi antara kekuatan dengan individu-individu serta situasi. muncul berbagai teori. Pendekatan pengaruh kekuatan (power influenced approach) Pendekatan ini melihat kekuatan (power) merupakan suatu yg penting dalam mempengaruhi. . Pendekatan ini mempelajari berbagai kekuatan (power) yg dapat dimiliki oleh pemimpin sifat-sifat kekuatan & kemampuan utk mempengaruhi.Pendekatan-Pendekatan (approaches) Dalam pendekatan-pendekatan ini. Pemimpin harus mempunyai suatu kekuatan untuk dapat mempengaruhi pengikut atau bawahannya.

berpindah dan bagaimana kekuatan itu bisa saling mempengaruhi (reciprocal).• Dilakukan berbagai analisa tentang bagaimana kekuatan didapat. hilang. Juga dilihat bahwa kekuatan seseorang tergantung dari bagaimana kekuatan tsb dilihat & dinilai oleh pihak yg lain. Pendekatan ini juga mendapat kritikan bahwa efektivitas organisasi tidak selalu ditentukan oleh adanya kekuatan utk mempengaruhi. .

• Pendekatan ini lebih memfokuskan kepada pemimpin karena dianggap pemimpin mempunyai peran yg sangat penting dalam keseluruhan proses dari kelompok / organisasi dalam mencapai tujuannya. • Kekuatan diartikan sebagai kapasitas yg dimiliki oleh pemimpin utk menghasilkan perubahan & efek kepada anggotanya atau paling tidak suatu potensi utk memberikan pengaruh kepada anggotanya. .

. misalnya: yg sangat klasik yg ditulis oleh Machiavelli (The Prince) yg merupakan textbook yg klasik tentang kekuatan & pengaruh. terlihat bagaimana kekuatan itu berperan pada masa-masa yg lain. termasuk tulisantulisan yg sangat terkenal tentang kekuatan (power).• Pendekatan power & influence merupakan pendekatan terhadap suatu fenomena kepemimpinan yg paling lama karena.

Juga ada pendapat-pendapat yg sangat hati-hati / melihat tentang bahaya yg merupakan kelemahan dari power approach ini. Memang diakui kekuatan ini sangat berpengaruh tetapi mereka tidak seluruhnya menyetujui bahwa semua kejadian karena pengaruh kekuatan. .• Pengamat-pengamat kemudian lebih kritis terhadap adanya kekuatan atau power fenomena ini.

--------------------- Napoleon Bonaparte . but Hannibal. it was not the Carthaginian army that made Rome tremble in her gates. but Caesar. it was not the Macedonian army that reached the Indus. it is the man who is everything… It was not the Roman army that conquered Gaul. but Alexander”.“Men are nothing.

.

.

.

LORD ACTON .

and Absolute power corrupts absolutely” Lord Acton .“Power corrupts.

• Di sini dianggap bahwa efektivitas kepemimpinan yg diterangkan dgn teori pengaruh & kekuatan (power & influence) bukan terletak pada kekuatannya sendiri tetapi kepada cara bagaimana kekuatan tsb dipakai. Dengan demikian maka faktor perilaku (behavior) dari pemimpin yg mempunyai kekuatan tsb juga ikut menentukan. .

and Influence.Effects of Leader. Behavior Keahlian pemimpin & keterampilan untuk mempengaruhi Kekuatan pribadi VARIABEL YANG MEMPENGARUHI VARIABEL HASIL AKHIR PERILAKU PEMIMPIN Taktik mempengaruhi Kepatuhan Komitmen Ketangguhan Keberhasilan/ kegagalan Kekuasaan Posisi Kekuatan Pengikut . Power.

. perilaku.• Pengertian kekuatan dan pengaruh (power & influence) dipakai silih berganti dan dianggap mempunyai pengertian yg sama. & sikap dari seseorang (target) oleh pihak yg mempengaruhi (agent). • Pengaruh dapat diartikan sesuatu yg mampu membuat perubahan terhadap nilai-nilai kepercayaan.

Cara pemakaian yg adaptif disebut sebagai “Tactic Influence”.• Kekuatan & pengaruh akan efektif atau tidak tergantung dari cara pemakaiannya yg dipengaruhi oleh sikap dan perilaku (behavior / attitude) dari yg memilikinya. Harus dipikirkan cara yg akan dipakai lebih dulu sebelum menggunakan kekuatan tsb. Para pemimpin kemudian menyadari pemakaian kekuatan yg disesuaikan dgn pengikut & situasi. .

. • Pengembangan dari teori kekuatan & pengaruh adalah teori “Vertical Dyad Linkage” dimana pengaruh dibagi kepada sekelompok pengikutnya sehingga kelompok ini mempunyai suatu kekuatan utk melanjutkan ke bawahannya lagi.Memiliki kekuatan dengan kemampuan. keterampilan (skill) utk memakainya akan memberikan efek/hasil yg lebih baik.

.• Teori ini menjelaskan terjadinya hubungan antara seorang pemimpin dgn bawahannya melalui kelompokkelompok kecil yg diberikan kewenangan berjenjang. Kelompok inilah yg dikenal sebagai asisten. penasihat (advisor) dan para perwira (lieutenants) yg juga mempunyai kekuatan secara terbatas yg dibagi oleh pemimpinnya. yg disebut sebagai “dyadic interaction”.

menjelaskan efektivitas dari kepemimpinan walaupun terbatas. • Teori tentang pembagian kekuatan ini. pengaruh & tanggung jawab. disebutkan adanya pendelegasian. Dalam teori ini.• Para pembantu ini mendapatkan suatu kekuatan (legitimate authority) yg kemudian dipakai utk melaksanakan tugas-tugasnya sesuai dengan suatu standar prosedur. .

Sources of Power • Position Power – – – – – Formal authority Control over resources and rewards Control over punishments Control over information Ecological control • Personal Power – Expertise – Friendship / loyalty – Charisma .

• Political Power – Control over decision processes – Coalitions – Co-optation – Institutionalization .

French and Raven Power Taxonomy • Reward Power The target person complies in order to obtain rewards he or she believes are controlled by the agent. . • Coercive Power The target person complies in order to avoid punishments he or she believes are controlled by the agent.

• Legitimate Power The target person complies because he or she believes the agent has the right to make the request and the target person has the obligation to comply. .

.• Expert Power The target person complies because he or she believes that the agent has special knowledge about the best way to do something. • Referent Power The target person complies because he or she admires or identifies with the agent and wants to gain the agent’s approval.

salah satunya adalah Robert Greene yg mengemukakan 48 Hukum (48 Laws of Power) yg mengatakan a. misalnya: .• Ada beberapa pengarang yg memberikan keterangan atau sesuatu saran/arahan bagaimana mengelola kekuatan (managing power).l.

– Jangan terlalu percaya pada siapapun. .– Jangan sampai melangkahi atasan langsung walaupun Anda mempunyai akses terhadap power. Anda akan lebih kuat dengan reputasi yg baik. sembunyikan interestinterest Anda.

. – Hati-hati berpikirlah sebagai spy. Pikirkanlah merubah kelemahan menjadi kekuatan. tetap berada dalam “peredaran”.– Tindakan / apa yg Anda lakukan lebih baik daripada argumentasi. Jangan mengurung diri.

– Jangan berupaya dan terlihat sangat sempurna. . Belajarlah kapan untuk berhenti. Cukup utk diketahui / dipahami maksudnya namun utk diterapkan tentunya tidak mudah karena sangat tergantung dari kepribadian (personality) kita. • Berbagai hukum “Law” yg diutarakan oleh Robert Greene tentunya harus dilihat secara kritis.– Kuasailah seni memanfaatkan waktu (mastering the art of timing).

. Pendekatan Perilaku (Behavior Approach) • Pendekatan ini mengutamakan pengamatan terhadap perilaku pemimpin dalam mempengaruhi pengikutnya.2. Perilaku inilah yg kemudian dinilai mempunyai pengaruh kepada pengikutnya.

Leadership .

Pendekatan ini kemudian dikenal sebagai pendekatan yg memakai pendekatan psikologis sebagai penilaian.• Pengamatan-pengamatan yg dilakukan dgn melakukan questionnaire terhadap behavior dari pemimpin tsb (Leader Behavior Description Questionnaire. Studi ini pertama kali dilakukan di Ohio State University tahun 1960. Modelmodel pertanyaan ini kemudian diberikan baik kepada pemimpin ataupun kepada para bawahannya. Leader Opinion Questionnaire). . Supervisory Behavior Description.

. – Perilaku yg mengajak bawahannya (Participative Leadership). – Perilaku yg mengutamakan hubungan dgn bawahannya (Relationship Oriented Behavior).• Dari hasil yg didapat kemudian ada 3 bentuk perilaku yaitu: – Perilaku yg mengutamakan tugas (Task Oriented Behavior).

. Participative leadership ini dianggap mempunyai kebaikan terutama dalam pengambilan keputusan (Participative Decision vs Autocratic Decision).• Khusus utk participative leadership sebenarnya dianggap berbeda dgn yang dua lainnya. karena participative ini mengandung 2 sifat yaitu: tujuannya utk menyelesaikan tugas (Task Oriented) di sisi lain. hubungan dgn bawahannya melalui peran serta.

pengikut) dapat mempunyai rasa memiliki dan minat yg lebih besar serta mengurangi konflik yg mungkin terjadi. bawahan (peserta. dapat lebih dimengerti serta dapat mengembangkan kemampuan & ketrampilan bawahan utk mengambil keputusan. dapat lebih diterima. • Selain itu. .• Kelebihan dari Participative Decision adalah: keputusan dapat lebih baik.

Prosedur Pengambilan Keputusan Keputusan Bersama Keputusan Otoriter Konsultasi Pendelegasian Tanpa Pengaruh dari pengikut Pengarus peserta sangat kuat .

Daerah kewenangan manajer Daerah keleluasan anggota 1 Manager memutuskan & menyampaikan 2 3 Manager menjual Keputusan. Mempresentasikan ide-idenya & meminta saran 4 Manager memberikan keputusan2 yg bisa ditubah 5 Manager menunjukan masalah & meminta saran 6 Manager menentukan batas waktu agar grup memutuskan 7 Manager mempersilahk an anggotanya utk memutuskan sendiri keputusannya dlm batas2 yg ditentukan otoriter konsultatif partisipatif partisipatif demokratik Laissez-faire .

1 2 3 4 5 Sangat otoriter Setengah otoriter Gaya campuran demokratik Sangat demokratik Kontinum hubungan pemimpin & pengikut .

dll. misalnya: kemampuan kerja yg luar biasa (Tireless Energy).3. Pendekatan Kecenderungan (Trait Approach) • Pendekatan ini menekankan perhatian pada kecenderungan-kecenderungan pribadi dari para pemimpin atau sifat-sifat khusus yg dipunyai. . kemampuan utk melihat ke depan. kemampuan persuasive.

Pendekatan ini juga berlanjut pada pengamatan yg mendapatkan suatu bentuk karismatik dari kepemimpinan dan kepemimpinan transformasional.Banyak sekali kecenderungan yg dapat dilihat dari para pemimpin apakah itu kemampuan intelligent dan kemampuan emotional. .

Keterampilan dan Kecenderungan Sebagai Faktor Sukses Pemimpin KECENDERUNGAN • Mampu beradaptasi • Waspada terhadap lingkungan sosial • Ambisius dan berorientasi pada prestasi • Asertif • Kooperatif • Cepat mengambil keputusan • Bertanggung jawab • Dominan (keinginan untuk mempengaruhi) • Energik (Tingkat aktivitas yang tinggi) • Taat azas • Percaya diri • Toleran terhadap stress • Mau berasumsi .

KETERAMPILAN • Cerdik (Kecerdasan) • Keterampilan konseptual • Kreatif • Diplomatis & taktis • Fasih berbicara • Memiliki pengetahuan luas tentang tugas kelompok • Kecakapan organisasi/adminis trastif • Persuasif • Kecakapan sosial .

sebagai sisi lain dari situasi externalI. Pendekatan situasional (Situational Approach). • Pendekatan ini mengutamakan pengamatan terhadap situasi dimana pemimpin itu berada. .4. Situasi ini dapat merupakan situasi umum atau situasi dari pengikut (motivasi dan lain-lainnya yg disebut sebagai situasi internal.

. Situasi ini mempengaruhi perilaku (behavior) dari pemimpin dan juga anak buahnya.• Situasi external dapat berupa keadaan di luar yg berpengaruh terhadap organisasi.

. yaitu pendekatan yg memperlihatkan suatu keadaan yg berubah-ubah (dynamic) yg mempengaruhi pemimpin.• Situational Approach mengikut sertakan di dalamnya Behavior Approach dimana kemudian muncul pendekatan yg berikutnya yg disebut sebagai pendekatan contingency. peserta. dan juga situasi sendiri.

juga ada pendekatan yg mencakup semuanya yg disebut pendekatan integrasi (Integrating Approach) dimana berbagai pendekatan studi terhadap kepemimpinan kemudian dipelajari sebagai pendekatan yg terintegrasi. • Pendekatan yg sendiri-sendiri disebut sebagai pendekatan yg segmental. .• Dari berbagai pendekatan studi tsb.

Teori ini menjelaskan bagaimana perilaku seorang pemimpin mempengaruhi kepuasan & kinerja pengikutnya. .• Lahir dari pendekatan perilaku (behavior) suatu teori yg disebut “Teori Jalur Keberhasilan” (Path Goal Theory).

. menghindari penghalangpenghalang. meningkatkan kesempatankesempatan bagi pengikutnya utk meningkatkan kinerja dan rasa puas. • Memberikan rasa puas terhadap pengikutnya tergantung dari sikap dan sifat pengikutnya selain sikap dari pemimpinnya sendiri.• Fungsi utk memberikan motivasi dari seorang pemimpin terdiri dari kemampuan utk mencapai hasil dgn memotivasi pengikutnya.

M.Smyser. Sedangkan sifat dan perilaku peserta dapat berorientasi pada dirinya (Internal Focus) dimana mereka percaya bahwa mereka dapat menentukan nasibnya sendiri. . digambarkan oleh T.• Secara sederhana sifat dan perilaku pemimpin dapat participative dan directive. Sedangkan. sifat yg lain berupa sifat yg lebih pasrah (External Focus). Pada dua keadaan berbeda dari sifat pemimpin & peserta yg mana yg paling efektif.R.Mitchell & C.

Pengaruh eksternal terhadap peserta Tinggi Pengaruh internal terhadap peserta Kepuasan peserta kepada pemimpin Rendah Direktif Parsitipatif Perilaku Pemimpin dalam Pengambilan Keputusan Hughes et al .

. Teori ini menganggap bahwa pada situasi yg berbeda memerlukan pola perilaku dan kecenderungan yg berbeda utk mendapatkan hasil & efektivitas yg baik. Teori ini memberikan penjelasan tentang hubungan antara perilaku (behaviour) pemimpin dgn hasil atau efektivitas yg didapat.Teori Situational (Hersey & Blanchard) • Hersey & Blanchard mengembangkan teori 1969 – 1982 yg dikenal sebagai Teori Situational.

• Efektivitas utk menyelesaikan tugas sangat tergantung pada hubungan antara perilaku & kematangan peserta. Teori ini menggambarkan berbagai kombinasikombinasi antara perilaku pemimpin dgn kematangan (maturity / confidence) dari peserta dan memberikan suatu gambaran bahwa kombinasi yg berbeda tergantung dari 2 faktor tsb yaitu: pemimpin & peserta. .

. • Gambaran tentang hubungan antara perilaku yg beriorientasi tugas (task oriented) & orientasi hubungan (relation oriented) dengan kematangan peserta.Pemimpin yg adaptif & flexible dan responsif terhadap keadaan. – Pendekatan Hubungan Tinggi (HT) – Pendekatan Tugas Tinggi (TT) – Pendekatan Hubungan Rendah (HR) – Pendekatan Tugas Rendah (TR) • Keempat variabel ini digambarkan pada suatu skema.

TT Peran serta Berorientasi Hubungan Perilaku HT.Blanchard . TR Mengarahkan Perilaku berorientasi tugas M4 M3 M2 M1 Hersey .Teori Kontingensi Kepemimpinan HT. TR Menjual HR. HR Mendelegasikan HT.

Perbandingan orientasi tugas & orientasi hubungan Banyak Jumlah perilaku Tugas Sedikit Hubungan M1 Rendah M2 Sedang M3 M4 Tinggi Follower Maturity .

tidak urgen Penting dan urgen Ambil keputusan Penting Lakukan segera tidak penting & tidak urgen Tidak penting tapi urgen Lakukan nanti-nanti Delegasikan Urgen Keterampilan Pemimpin (dapat dipelajari) + .Cara pengambilan keputusan + The Eisenhower Matrix penting.

Analisa situasi dengan SWOT SWOT Diagram + STRENGTHS (Kekuatan) OPPOTUNITIES (Peluang) WEAKNESSES (Kelemahan) THREATS (hambatan) Keterampilan Pemimpin (dapat dipelajari) .

tanyakan pada diri anda apa yang menarik diri anda dan apa yang menahan anda.Cara pengambilan keputusan Hal-hal yang menahan anda Hal-hal yang menarik anda Kalau memutuskan untuk hal yang dua-duanya bagus. Keterampilan Pemimpin (dapat dipelajari) .

harus dirubah Jelek tapi bisa diterima - Kritik Saran + - Keterampilan Pemimpin (dapat dipelajari) .Sikap dalam mengambil keputusan Bagus tapi perlu perbaikan + Bagus untuk masa depan Nasehat Pelengkap (disimpan) Jelek.

Pengetahuan + Tingkat pengetahuan waktu Konsekuensi keputusan Hubungan konsekuensi keputusan dengan pengetahuan .

Conflict Emotional reaction Rational reaction no Flight no Fight no yes lose-lose yes win-lose Give up Evade Responsibility no no yes lose-win yes lose-lose Compromis e Consensus yes win-win win-lose/lose-win .

Jalan yg akan diambil Jl balik 6 1 Jl yg menarik 2 Jl yg diimpikan 3 Jl yg bisa dirasakan Jl sudah dikenal 5 Jl belum pernah dikenal 4 Asal anda Bayangkan pilihan yang akan anda ambil .

home) Physiological Needs (food. money) Social relationships (friends. power.What we need What we want Self-actualization Recognition (status. sleep. love) Security (job. sex) Apa yang anda perlukan dan apa yang anda inginkan Keterampilan Pemimpin (dapat dipelajari) .

Need of power Need of achievement Need of affiliation McLeland .

baru kacau teratur Empat tarikan melalui 9 titik lama Berani menarik keluar bidang .

integrated goals • shared vision 6 HIGH PERFORMANCE Resolved “Wow!” • clear processes • alignment • disciplined execution 5 3 IMPLEMENTATION GOAL CLARIFICATION “Who does what. where Resolved • assigned roles • allocated resources • decision made 4 COMMITMENT “How will we do it? Development Performance Tujuh tingkatan terbentuknya tim .1 ORIENTATION “Why am I here? Resolved • purpose • Team identity • membership Resolved • mutual regard • forthrightness • reliability 7 RENEWAL Resolved “Why continue? • spontaneous interaction • synergy • surpassing result Resolved • recognition & celebration • change mastery • staying power 2 TRUST BUILDING “Who are you? Resolved • explicit assumptions • clear. “Who are you? when.

3 2 Support 4 Delegate Instruct 1 Start here Bentuk Kepemimpinan (Leadership style) Keterampilan Pemimpin (dapat dipelajari) .

Hersey-Blanchard (Situational Leadership) Keterampilan Pemimpin (dapat dipelajari) Skill & expertise tinggi Memotivasi/menjual ditengah • dibelakang • dukungan • delegasi melatih ditengah Didepan instruktif rendah Commitment tinggi .

Keterampilan Pemimpin (dapat dipelajari) Hubungan kompetensi (expertise) dan komitmen Kompetensi karyawan Kompetensi sangat tinggi Kompetensi tinggi Kompetensi cukup Kompetensi rendah Komitmen karyawan Komitmen tinggi Komitmen cukup Komitmen rendah Komitmen tinggi Berkembang maju Dalam Pengembangan Baca dari kanan ke kiri .

S SPECIFIC THE RIGHT GOAL POSITIVELY STATED UNDERSTOOD C L CHALENGING M MEASURABLE P LEGAL ENVIRONMENTALLY SOUND AGREED A ATTAINABLE U E R REALISTIC R RELEVANT A T TIME PHASED E ETHICAL R RECORDED Tentukan goal (keberhasilan) anda dan cocokkan dengan 14 kriteria diatas Keterampilan Pemimpin (dapat dipelajari) .

Pendekatan terhadap kepemimpinan kharismatik • Pendekatan & studi terhadap kepemimpinan kharismatik termasuk budaya organisasi belakangan menarik banyak pengamat walaupun kharismatik merupakan bentuk kepemimpinan yg sangat lama bahkan kuno.5. .

dsb). . Saat ini kharisma sangat jelas terlihat pada para pemimpin terkenal yg dikatakan dapat merubah dunia & menentukan nasib kelompok atau bangsa baik yg dikenal sebagai pemimpin yg berjasa (Gandhi. dsb) maupun yg membawa bencana (Hitler. Nelson Mandela.• Kharisma berasal dari kata Yunani yg berarti suatu pemberian (gift) kepada seseorang yg mempunyai kemampuan gaib.

.

.

.

Nine black students desegregated Little Rock Central High School .

.

.

ADOLF HITLER .

Mein Kampf Deutschland Über alles. Herren folks ----------------------Adolf Hitler .

BUNG KARNO .

• Berdikari Dalam Ekonomi.“Bangsa Indonesia bukan Bangsa Tempe” Trisakti yg terdiri dari: • Berdaulat dalam politik. dan • Berkepribadian dalam kebudayaan ------------------------------ Bung Karno .

NELSON MANDELA .

• Nelson Mandela adalah pemimpin kulit hitam yg kukuh melawan Apartheid. • Walaupun di penjara 20 tahun. diskriminasi terhadap kulit hitam di Afrika Selatan. . Nelson Mandela menganjurkan & menetapkan suatu rekonsiliasi terhadap kulit putih dan melupakan semua penderitaannya sewaktu di penjara. setelah perjuangannya berhasil memimpin Afrika Selatan.

MAHATMA GANDHI .

.Ahimsa ! Leave India ! Boycott the British ! ----------------- Mahatma Gandhi Mahatma Gandhi menganjurkan untuk betul-betul berdikari memakai apa saja yg dihasilkan oleh India sendiri sampai menenun dan memintal benang kapas utk dipakai.

MAO ZEDONG

“Bitter or not Think and think again Of the Red Army’s Long March of 25,000 li”
-----------------

Mao Zedong
Mao Zedong memimpin pengikutnya Long March ke Utara sejauh 25.000 li atau 12.500 km. Dari 80.000 pengikutnya sampai Ke Wuqi Zhen di Utara, tinggal 4.000. Dari situ membangun kekuatan dan kemudian melakukan pembebasan seluruh negeri.

MAP OF THE ROUTE OF THE LONG MARCH

JOHN F. KENNEDY .

Do not ask what America can give to you. rather ask your self what can you give to America ! ----------John F. Kennedy .Men walking on the moon 1970 and they are American.

.

FRANKLIN ROOSEVELT .

The only thing what we have to fear is fear itself – nameless. -------------Franklin Roosevelt Presiden Roosevelt bukan pemimpin dalam peperangan tetapi memimpin Amerika Serikat mengatasi depresi hebat (The Great Depression) tahun 1929 – 1941 yg mengakibatkan pengangguran besar-besaran dan membuat miskin rakyat Amerika . unreasoning. Unjustified terror which paralyzes needed efforts to convert retreat into advance.

WINSTON CHURCHILL .

--------Winston Churchill .We may lose in any battle but not the war.

GUS DUR .

Orde lama: “Politik sebagai Panglima” Orde baru: “Politiknya Panglima” Reformasi: “Semua Panglima politik” ---------------- Gus Dur .

• Pendekatan & studi tentang kepemimpinan kharismatik kemudian lebih dari sekedar apa yg diketahui dari cerita-cerita. . dongeng / folklore dan mistik.

pengaruh-pengaruhnya dan berada dalam suatu kondisi yg sangat khusus yg dapat digambarkan dalam indikator-indikator: 1. Pengikutnya sangat mempercayai (trust & belief) & menganggap benar apa-apa yg dikatakan pemimpinnya. perilakunya (behavior). .• Teori ini berdasarkan temuan bagaimana seorang pemimpin sangat menonjol diantara pengikutnya baik berupa kecenderungankecenderungannya (traits).

.2. 3. Pengikut mempunyai perasaan kagum & dekat kepada pemimpinnya sehingga kemauan utk sangat taat kepadanya. Pemimpin diterima tanpa reserve (unquestioning acceptance).

. Pengikut sangat percaya bahwa dgn mengikuti & taat pada pemimpinnya keadaan akan menjadi lebih baik serta tercapai tujuan-tujuan bersama.4. Secara emotional sangat kuat dalam melaksanakan misi-misi yg digariskan dan mengupayakan performance setinggitingginya. 5.

Impression management termasuk dalam pengambilan-pengambilan keputusan yg sangat percaya diri (confident). .• Sebaliknya dari sisi pemimpin kharismatik didapat kekhususan-kekhususan sebagai berikut: – Perilaku yg sangat memberikan kesan (impression) kepada pemimpinnya.

Memberikan semangat & inspirasi sehingga pengikutnya mengalami suatu optimistic yg tinggi & eksitasi (excited). ideologis. berdasarkan nilai-nilai yg mengakar diantara pengikutnya. .– Pemimpin kharismatik sangat artikulatif / pandai menyampaikan ide-idenya bagaimana mencapai hasil-hasil dgn cara-cara yg sangat aspiratif.

.• Selalu memberikan harapan-harapan & memberikan semangat & memberikan contoh-contoh yg ditiru dan diikuti oleh pengikutnya. mendorong kepada pengikutnya utk mengikutinya & bekerja segiat mungkin dgn harapan-harapan yg tinggi. • Pemimpin kharismatik selalu meminta.

tantangan-tantangan serta kekuatan utk bersaing bahkan berjuang.• Pemimpin kharismatik selalu memberikan motivasi-motivasi yg tinggi yg berhubungan dgn misi-misi yg harus dicapai. . Misalnya: “kesetiaan tanpa reserve” “dukungan sepenuhnya” “berikan yg terbaik” “hancurkan musuh”. dsb.

.• Seringkali pemimpin yg kharismatik merasa mempunyai kemampuan supernatural yg sangat dipercaya oleh pengikutnya. • Pemimpin kharismatik biasanya muncul dari keadaan-keadaan yg khusus terutama pada masa-masa transisi yg sulit. Pengikutnya memuja & meng-idolakan.

Penggunaan kekuatan pribadi . Penggunaan strategi yang tidak konvensional 4. Mengkomunikasikan kepercayaan diri 7. Kepercayaan dari pengikut 6. visi yang kuat 2. Penilaian situasi secara akurat 5. Sanggup menghadapi resiko yang tinggi 3.• Teori kharismatik kemudian menyimpulkan kemampuan-kemampuan pemimpin kharismatik yaitu: 1.

.• Kharisma berlaku pada suatu periode tertentu juga pada kelompok tertentu. • Berarti bahwa sebuah kharisma dari seorang pemimpin dapat saja surut atau hilang dari pengikutnya.

• Sebuah kharisma pada seorang pemimpin berlaku pada kelompok tertentu saja. . Bagi kelompok lain tidak sama sekali atau memandang sang pemimpin dari sudut yg lain.

“Charisma is in the eyes and heart of the beholder” .

.

.

.

.

.

.

.

Teori yg dekat dengan teori kharismatik adalah: teori transformasi yg memberikan keterangan tentang pemimpin transformatik.6. . pemimpin yang mengajak untuk suatu perubahan.

moralitas. . dsb. Tujuan-tujuan yg ideal seperti keadilan-keadilan.Pengamat Burns tahun 1978. ketamakan. utk melawan kebengisan. mengemukakan suatu deskripsi tentang Transforming Leadership dimana pemimpin & pengikut bersama-sama dalam keadaan motivasi & moral yg tinggi utk mencapai sesuatu tujuan atau perubahan. kemanusiaan dan sebaliknya. perdamaian.

• Kebalikan dari transforming leadership. . Burns mengatakan adanya transactional leadership.• Pemimpin & pengikutnya bersama-sama dalam keadaan saling memberikan semangat & kesadaran terhadap hal-hal yg mereka percayai bersama. yaitu: kepemimpinan berdasarkan suatu transaksi antara si pemimpin & pengikutnya.

melalui suatu proses yang tidak terputus”. . apakah itu menerima atau menolak.• Dengan demikian dapat dipahami bahwa kepemimpinan itu adalah suatu proses bukan suatu posisi tetapi “Suatu garis antar relasi yang berputar dimana pemimpin secara berkelanjutan membangunkan motivasi dari pengikutnya dan merubah perilaku mereka. (Burns).

. Terutama dapat dilakukan seleksi dalam penempatan sehingga didapat kondisi yg sesuai antara pemimpin. Dapat dilakukan suatu pelatihan & pengembangan. Dan akhirnya dapat dilakukan suatu penyesuaian situasi atau situational engineering.Bagaimana menghasilkan / melahirkan pemimpin-pemimpin yg baik / handal. peserta & situasi.

.Pemimpin-pemimpin yg disiapkan ini adalah para manager. yg juga akan diberikan kemampuan sebagai pemimpin (leadership in managerial). perusahaan. termasuk di dalam rumah sakit dan institusi kesehatan. dalam berbagai institusi.

KESIMPULAN .

• Kompleksitas suatu kepemimpinan dapat dijelaskan dan dapat lebih dimengerti melalui penjelasan teoritis. & situasi baik external atau internal. .• Kepemimpinan adalah suatu interaksi yg dinamik & kompleks antara pemimpin. Berbagai teori telah dilahirkan melalui pengamatanpengamatan / studi terhadap berbagai aspek dari kepemimpinan. pengikut.

• Kepemimpinan dapat dilatihkan & dipelajari sehingga terdapat kepemimpinan yg kuat di tiap tingkatan organisasi . situational theory & adaptive leadership. • Pemimpin adalah seseorang yg mempunyai kemampuan utk berinteraksi dgn keadaan / situasi dan peserta atau pengikut sehingga tercipta suatu kepemimpinan yg efektif dan membawa organisasi mencapai tujuan.• Perkembangan yg terbaru adalah contingency theory.

.

L. • Hughes.. Inc. (2005). Thompson. (1998). New Jersey.E.. New York. Profile Books. • Greene. Leadership in Organizations. (1989). (2002). Prentice Hall. • Scholtes. P.C. (1995). Ginnett. G. J. (2003). New ed. • Webster’s Dictionary. Leadership Can Be Taught. • Burns. The Great Depression – America. Curphy. R.J. Inc.A. . The Concise 48 Laws of POWER.R. (1999). Irwin McGraw-Hill: Singapore. Mc Graw Hill: United States of America. R. London. (1978). Harper Perennial Political Classics. • Yukl. R. 1929 – 1941. R. Three Rivers Press. Hodder Headline Plc. New York. G.KEPUSTAKAAN • Doherty. (1993). 2nd Ed. S. Lexicon Publications. C. The Leader’s Handbook..S. Massachusetts. • Parks. 3rd ed. J. Boston. • McElvaine.D..M. Harvard Business School Press. Leadership. Leader – be your best …and beyond. Leadership..

TERIMA KASIH .