METODE PENELITIAN

Subyek dalam penelitian ini adalah Tikus putih Wistar betina dengan berat badan 180-200 gr, 5 ekor untuk setiap kelompok. Alat yang digunakan pada penelitian ini meliputi kandang tikus, timbangan tikus, timbangan listrik, alat suntik dengan jarum oral dan intraplantar, alat pengukur bengkak kaki (plastimometer) Bahan yang digunakan adalah suspensi 1% karegenin-Lambda dalam larutan NaCl 0,9%, larutan NaCl 0,9%, antiseptik; etanol 70% Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pre and post test with control group design yang terdiri dari beberapa kelompok. Data yang diperoleh diuji dengan uji Anova. Uji anova ditujukan untuk melihat variasi data serta homogenitas data. Tahapan-tahapan dalam penelitian ini meliputi: 1. Tikus dipuasakan ± 18 jam sebelum pengujian, air minum tetap diberikan 2. Pada hari pengujian, ditimbang bobot dan dikelompokkan secara rawu: kelompok control hanya menerima induksi karegenin dan kelompok uji menerima induksi karegenin dan obat uji pada beberapa dosis 3. Pada kelompok control setiap tikus diberi 1ml/10gr berat badan larutan NaCl 0,9% secara oral, setiap tikus pada kelompok uji diberi sediaan obat uji secara oral dalam bentuk larutan atau suspensi sebanyak 1ml/100gr. Konsentrasi obat uji dalam larutan sediaannya diatur sedemikian rupa sehingga memenuhi dosis yang diinginkan dengan volume penyuntikan sama (1ml/100gr berat badan) 4. Satu jam setelah pemberian obat uji atau larutan control (NaCl 0,9% atau larutan pembawa obat uji), telapak kaki kiri semua tikus disuntik secara intraplantar dengan 0,05ml suspensi karagenin-Lambda 5. Volume kaki kiri diukur dengan cara mencelupkannya ke dalam alat plestimometer untuk setiap selang waktu 15 menit selama 3-4 jam setelah penyuntikan suspensi karageninLambda 6. Semua data yang diperoleh ditabulasi dan hasil setiap kelompok dirata-rata

Jika bermakna. . dihitung rata-rata % reduksi radang yang terjadi pada kelompok uji. Nilai % reduksi radang ini menunjukkan kemampuan obat uji menekan radang (aktivitas anti inflamasi). di mana peradangan pada kelompok control adalah 100%.EVALUASI Volume telapak kaki kelompok control dan kelompok uji dibandingkan secara statistic dengan uji ANOVA sehingga dapat disimpulkan apakah perbedaan yang diperoleh bermakna. berturut-turut adalah volume rata-rata telapak kaki kelompok control dan kelompok uji. Dosis efektif 50% dari obat uji adalah dosis obat uji yang memberikan reduksi radang sebesar 25% dari radang pada kelompok control. dengan rumus: % reduksi radang = a-b a × 100% di mana a dan b.