PEMANFAATAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PRAKTEK FISIKA DASAR TERHADAP EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI WAKTU PRAKTIKUM

FAJARUDIN. Program Studi

Pendidikan

Teknik

Elektro,

Jurusan

Teknik

Elektro Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta, Juli 2012. Pembimbing Dr. Nanang Arif Guntoro, M.Si, dan Dra. Ermi Media’s.

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menambah keterampilan mahasiswa dalam melakukan praktek fisika dasar sehingga pelaksanaan praktikum dapat lebih efektif dan efisien dalam segi waktu yang diharapkan hasil pembelajaran akan lebih optimal. Media video pembelajaran ini dapat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran bagi dosen serta mampu memberikan solusi alternatif bagi tujuan

mahasiswa agar pelaksanaan praktikum fisika dasar sesuai dengan

pembelajaran. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisika Dasar, Universitas Negeri Jakarta, pada bulan April 2012. Tahap yang dilakukan adalah pemilihan materi, pembuatan storyboard dan naskah video, uji kelayakan media, uji coba pada mahasiswa, dan evaluasi. Tahap pengujian produk atau uji kelayakan media pembelajaran dilakukan untuk mengetahui kelayakan produk yang telah dihasilkan. Hasil penilaian oleh 2 ahli media diperoleh 77,63%. Sedangkan hasil penilaian oleh mahasiswa diperoleh 82%. Hal ini berarti bahwa media video pembelajaran praktek fisika dasar yang dihasilkan mendapat interpretasi baik. Selanjutnya, media video pembelajaran praktek fisika dasar dinilai cukup efektif dan efisien dalam segi waktu. Media video ini dapat mengefisiensi waktu praktikum sebanyak 25%. Sehingga

kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa media video pembelajaran praktek fisika dasar ini layak untuk digunakan sebagai salah satu pelengkap sumber belajar mahasiswa dan dapat menunjang perkuliahan.

Kata kunci : Media Pembelajaran, Video, Praktek Fisika Dasar, Efektivitas, Efisiensi Waktu

Abstrac FAJARUDIN, Utilization of Media Physics Video Learning Practices Against Time Effectiveness and Efficiency of Practice. Thesis. Educational Studies Program of Electrical Engineering, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Jakarta, in July 2012. Advisor Dr. Nanang

Guntoro Arif, M.Si, and Dra. Ermi Media's.

This research aims to increase students' skills in doing so practice the basic physics practical implementation can be more effective and efficient in terms of the expected time would be more optimal learning outcomes. This learning video media can be used as a learning tool for teachers as well as to provide alternative solutions for the implementation of the practicum students to the basic physics in accordance with the learning objectives. The study was conducted at the Laboratory of Physics, State University of Jakarta, in April 2012. Stage is the selection of the material performed, making storyboards and video scripts, test the feasibility of the media, the student test, and evaluation.

Stages of product testing or test the feasibility study conducted to media determine the feasibility of a product that has been generated. The results of the assessment by two experts gained 77.63% media. While the results of the assessment by the student obtained 82%. This means that the video media practice learning basic physics have generated a good interpretation. Furthermore, video media practice learning basic physics was considered quite effective and efficient in terms of time. This video may mengefisiensi media lab time as much as 25%. So that the conclusions of this study indicate that the video media practice learning the basic physics of this unfit for use as a supplementary resource to support student learning and lecturing.

Key words: Learning Media, Video, Physics Practice, Effectiveness, Efficiency Time

I.

Pendahuluan Hidup dalam era global

memperkaya pelatihan praktik dengan ditunjang bimbingan yang praktis, yaitu harus merujuk pada

ditandai dengan beragam informasi yang tersedia dalam berbagai macam bentuk, tersebar dalam waktu cepat dan menjangkau semua masyarakat. yang Kemajuan kalangan teknologi pesat

perkembangan pemanfaatan teknologi informasi dalam hal ini berupa media audio visual dalam bentuk video. Penggunaan video sebagai sumber pembelajaran sangat penting, seperti dikemukakan para ahli, dalam

berkembang

secara

mempengaruhi dunia pendidikan di Indonesia. pengumpulan, penyimpanan, dan Semua usaha pengolahan, penyajian

menyimpan dan memproses informasi secara linear, rangsangan otak akan lebih mudah menerimanya dalam bentuk gambar, warna-warni, simbol, bunyi dan perasaan. video Dengan sebagai dapat dalam

informasi senantiasa menggunakan peran media sehingga menjadi salah satu kebutuhan dalam proses

menggunakan

pembelajaran. Oleh sebab itu, media dapat menjadi alat yang efektif dan efisien dalam menyampaikan berbagai informasi. Dalam menyampaikan

sumber pembelajaran membantu mahasiswa

memahami materi yang diajarkan sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai. Hal inilah yang menjadi landasan peneliti membuat suatu

berbagai macam informasi, proses pembelajaran memerlukan peran

skripsi media pembelajaran dalam bentuk video guna mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Di tujuan dan samping memberikan yang efektif video

media pembelajaran yang semakin penting dan menjadi kebutuhan guna memberikan alternatif sumber belajar bagi mahasiswa yang menurut konsep pendidikan progresif harus aktif

pembelajaran efisien,

media dapat

belajar dengan pengalaman langsung dan dengan menggunakan berbagai sumber belajar, karena dosen kini tidak lagi menjadi pusat kegiatan belajar mengajar. Upaya keterampilan untuk adalah menciptakan dengan

pembelajaran

menunjang

pembelajaran teori yang dilakukan di dalam kelas. Dengan adanya media ini mahasiswa dapat lebih memahami dan menyerap berbagai teori ilmu yang

pengetahuan

secara

diterima di dalam kelas. Khusus untuk pelajaran fisika yang

praktikum fisika dasar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pemanfaatan

memerlukan

adanya

pembuktian

video ini bertujuan untuk menambah keterampilan melakukan sehingga mahasiswa praktek pelaksanaan fisika dalam dasar

teori-teori dasar sangat tepat bila menggunakan video pembelajaran

dalam menjelaskan dan membuktikan beberapa teori dasar yang dipahami dengan membaca. Praktek Fisika Dasar adalah bagian dari mata kuliah yang wajib diambil oleh semua mahasiswa

praktikum

dapat lebih efektif dan efisien dalam segi waktu yang diharapkan hasil pembelajaran akan lebih optimal. Penggunaan digunakan video ini dapat media

sebagai

program reguler dan non reguler di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas

pembelajaran di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta khususnya Jurusan Teknik Elektro. Selain itu, video pembelajaran ini juga bias digunakan oleh terlebih bagi masyarakat luas mahasiswa yang

Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Mata kuliah ini memiliki bobot 1 SKS, dimana dalam praktek diberikan alokasi waktu 2 jam untuk

melaksanakan praktek fisika dasar di laboratorium fisika dasar. Meskipun hanya berbobot 1 SKS namun mata kuliah ini memberikan tantangan II.

mengambil mata kuliah praktek fisika dasar dari berbagai universitas di Indonesia.

yang cukup berat bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan teori

Kajian Teori Media pembelajaran sudah mulai berkembang berkembangnya seiring teknologi dengan dan

fisika dasar dan langkah-langkah kerja dalam melakukan praktek, sehingga

dalam pelaksanaan di laboratorium waktu 2 jam tersebut dirasa kurang bagi beberapa percobaan yang

penyesuaian terhadap kurikulum yang terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu. Hal tersebut diharapkan dapat mempermudah proses kegiatan belajar mengajar. Media

memiliki tingkat kesulitan tertentu. Pembuatan video

pembelajaran praktek fisika dasar ini diharapkan mampu memberikan

pembelajaraan harus dirancang sesuai kebutuhan mahasiswa untuk

solusi alternatif agar pelaksanaan

menunjang daya serap mahasiswa terhadap penerimaan materi

perkuliahan. Merujuk telaah makna yang

media ini sebagai salah satu sarana yang tepat untuk digunakan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam kegiatan pembelajaran. Media video pembelajaran praktek Fisika Dasar pada media kreativitas dasarnya yang manusia

terkandung dari kata media dan pembelajaran bisa ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan merangsang pesan, pikiran, serta dapat

merupakan memanfaatkan

perasaan,

perhatian, dan kemauan mahasiswa, sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja,

untuk menggabungkan unsur gambar dan suara dalam menyampaikan

pesan. Kesadaran manusia tentang kuatnya pengaruh gambar dan suara untuk menyampaikan pesan

bertujuan dan terkendali. Dalam pembelajaran praktek di laboratorium, dosen memang tidak dituntut jenis dengan harus menggunakan satu yang sesuai dan

menjadikan media ini sebagai salah satu sarana yang tepat untuk

pembelajaran kondisi

digunakan dalam dunia pendidikan, khususnya pembelajaran. Beberapa keuntungan dari video adalah : 1. Video sangat baik untuk proses, dengan dalam kegiatan

mahasiswa

lingkunganya. Seorang dosen dituntut dapat memadukan beberapa metode pembelajaran harapan metode dapat yang ada, dengan sebuah yang

dapat

menjadi baru

pembelajaran memadukan

menjelaskan bila

suatu

berbagai

perlu

keunggulan dari beberapa metode yang ada. Media video pembelajaran praktek Fisika Dasar pada dasarnya 2.

menggunakan “slow motion”. Mahasiswa dapat belajar

sesuatu dari video baik itu yang pandai maupun yang kurang pandai. 3. Video sejarah dapat

merupakan media yang memanfaatkan kreativitas manusia untuk

menggabungkan unsure gambar dan suara dalam menyampaikan pesan. Kesadaran manusia tentan kuatnya pengaruh gambar dan suara untuk menyampaikan pesan menjadikan

menggambarkan peristiwa masa

peristiwayang lalu

secara realistis dalam waktu yang singkat.

4. Video dapat diulangi bila perlu untuk menambah kejelasan.

indera dengar dan 5% lagi dengan indera lainnya. Sementara itu,

perolehan hasil belajar melalui indera Hasil-hasil belajar melalui penelitian stimulus tentang gambar pandang berkisar 75%, melalui indera dengar 13%, dan melalui indera

dan stimulus kata atau visual dan verbal stimulus menyimpulkan visual membuahkan bahwa hasil

lainnya sekitar 12%. Belajar dengan menggunakan indera ganda

(pandang dan dengar) berdasarkan konsep di atas akan memberikan keuntungan bagi mahasiswa dimana akan belajar lebih banyak daripada jika materi praktikum disajikan hanya dengan stimulus atau pandang hanya (modul dengan

belajar yang lebih baik untuk tugastugas seperti mengingat, mengenali, mengingat kembali, dan menghubunghubungkan fakta dan konsep. Di satu sisi, stimulus verbal memberi hasil belajar yang lebih apabila

praktikum)

pembelajaran itu melibatkan ingatan yang berurut-urutan (sekuensial). Hal ini merupakan salah satu bukti

stimulus dengar. Beberapa keterbatasan dari video adalah : 1. Pengadaan video umumnya mahal

dukungan atas konsep dual coding hypothesis (hipotesis koding ganda), dimana sistem dinyatakan bahwa ada dua

membutuhkan

biaya

dan waktu yang relatif lama. 2. Pada saat video ditampilkan, gambar-gambar bergerak terus sehingga tidak semua siswa mampu mengikuti informasi yang ingin disampaikan

ingatan manusia, satu untuk simbol-simbol menyimpannya verbal dalam

mengolah kemudian

bentuk proposisi image, dan yang lainnya untuk mengolah image

nonverbal yang kemudian disimpan dalam bentuk proposisi verbal. hasil 3.

melalui video tersebut. Video tersedia tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran yang diinginkan; dirancang khusus sendiri. kecuali dan untuk video

Perbandingan

pemerolehan

belajar melalui indera pandang dan indera dengar sangat menonjol

sekali perbedaannya. Kurang lebih 90% hasil belajar seseorang

diproduksi kebutuhan

diperoleh melalui indera pandang, dan hanya sekitar 5% diperoleh melalui

III.

Metode Pengambilan Data Adapun metode pembuatan video ini sebagai berikut. 1. Memilih sebuah subjek dengan hati-hati. Subjek yang baik akan menghasilkan video yang baik pula. 2. Mempersiapkan skenario

yang baru. 10. Hubungkan tiap bagian video dengan hati-hati 11. Transfer hasil bagian-bagian video yang telah dibuat dan dijadikan satu ke dalam format VCD/ DVD dan video lakukan kepada sebelum

pengujian responden digandakan.

pengambilan gambar. 3. Mempersiapkan sebuah Story Board untuk mencatat adegan dalam disusun tertentu. 4. Kerjasama dengan berbagai macam pihak, sehingga akan mempermudah pembuatan video. 5. Memeriksa semua peralatan pada saat video yang akan urutan IV.

Hasil Penelitian Produk yang dihasilkan adalah video pembelajaran praktek fisika dasar. Media pembelajaran dengan format video ini didasarkan pada

menurut

Modul Praktikum mata kuliah Praktek Fisika Dasar, Program Studi

Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta.

yang akan dipergunakan. 6. Mempergunakan Tripod, agar kamera tidak bergerak dan gambar menjadi bagus. 7. Jagalah kamera yang akan digunakan, harus bersih. 8. Mengikuti yang skenario telah lensa kamera baik dan

senantiasa

sebagaimana direncanakan. 9.

Meneliti video, adegan yang kurang jelas dapat dipotong dan diganti dengan adegan Berdasarkan hasil analisis yang diberikan oleh mahasiswa diketahui

bahwa aspek

materi/isi menunjukan

menjawab

ya,

berarti

video

bahwa 100% responden dari 20 mahasiswa menjawab ya untuk video jelas, 85% menjawab ya untuk alur cerita jelas, kemudian ya 75% untuk

pembelajaran ini sangat membantu mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Praktek Fisika Dasar.

Sehingga pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan kemampuan

responden

menjawab

muatan materi mudah dipahami, dan sebanyak 65% responden menjawab ya untuk contoh mudah dipahami. Dalam hal ini video pembelajaran yang dihasilkan sudah mampu

psikomotor, mengefisiensi waktu serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menguasai keterampilan

praktikum Fisika Dasar. Jadi hasil opini yang

membantu para mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta dalam mempelajari mata kuliah

mendapatkan nilai tertinggi adalah indikator judul video dapat terbaca jelas dan tulisan sehingga

praktek Fisika Dasar, sebab dari ratarata total persentase tentang materi/isi sebanyak 81,25% responden

mendapatkan penilaian sebesar 100% responden dari 20 mahasiswa yang menjawab “ya”. Sedangkan nilai yang

menyatakan ya. Untuk aspek tampilan

mendapatkan adalah

terendah mudah

indikator

contoh

menunjukkan bahwa 75% responden dari 20 mahasiswa menjawab ya untuk gambar dalam video jelas, 90% responden menjawab ya untuk video mudah digunakan, 85%

dipahami sebesar 65% responden dari 20 mahasiswa yang menjawab “ya”. Dalam mahasiswa pengamatan yang diberikan peneliti, media dengan

video pembelajaran dapat mudah karena menjalankan

responden menjawab ya untuk suara dalam video jelas, 75% responden menjawab ya untuk musik latar jelas, kemudian 70% responden menjawab ya untuk video menarik, dan sebanyak 100% responden menjawab ya untuk tulisan dapat terbaca jelas. Dari hasil opini tentang tampilan yang diberikan oleh mahasiswa menyatakan 82,5%

praktikum telah yang

sebelumnya mereka langkah kerja

menyimak

dilakukan peraga. Hanya saja dalam pelaksanaan masih praktikum mahasiswa modul

membutuhkan

praktikum untuk mengikuti langkah kerja dan menjawab untuk beberapa

pertanyaan

membuktikan

hukum-hukum fisika dalam praktek

fisika dasar.

masih perlu beberapa revisi yang harus

V.

Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Media Video Pembelajaran Praktek Fisika Dasar Terhadap Efektifitas dan Efisiensi Waktu Praktikum dapat berfungsi dengan baik dan dinyatakan layak dengan didasari predikat dari baik. Hal ini hasil

dilakukan. b. Hasil analisis yang oleh diketahui

diberikan mahasiswa

bahwa sebanyak 82%. Hal ini menunjukkan media video praktek sangat bagi terutama yang dalam modul dasar berupa

bahwa

pembelajaran fisika dasar

kesimpulan

bermanfaat mahasiswa bagi

penelitian, antara lain: 1. Telah dibuat sebuah media video pembelajaran

mahasiswa

kesulitan memahami praktek yang fisika hanya

praktek fisika dasar dalam bentuk format DVD *.wmp dengan yang

berkapasitas 1 GB dengan hasil uji kelayakan sebagai berikut. a. Hasil uji kelayakan oleh ahli media 2 ratayang orang rata

tuntunan langkah kerja praktikum tulisan/teks. 2. Video pembelajaran praktek fisika dasar dinilai cukup efektif dan efisien dalam berupa

berjumlah diperoleh

segi waktu sebesar 25%. Hal adanya praktikum mahasiswa ini menunjukkan waktu sehingga tidak

sebesar 77,63%. Hal ini menyatakan media pembelajaran fisika layak sebagai pembelajaran dasar bahwa video praktek sudah

efisiensi

memerlukan waktu lama di dalam laboratorium. Selain itu pembelajaran dasar efektif praktek

digunakan media namun

fisika secara

berlangsung sehingga

dosen

tidak

perlu

sasaran pembuatan video agar dihasilkan kualitasnya. 4. Pihak jurusan Pendidikan Teknik Elektro dapat media telah dapat lain mata video yang terjamin

menjelaskan kembali satu per satu mata job praktikum ke tiap mahasiswa yang melakukan praktikum.

VI.

Saran Berdasarkan kesimpulan dari

menyebarluaskan pembelajaran dibuat digunakan yang insan (dosen) dapat video lainnya proses VII. Daftar Pustaka Alonso, Marcelo, Fisika dkk. yang

hasil penelitian, maka diajukan saran untuk dapat dipertimbangkan sebagai berikut. 1. Hendaknya pendidik membuat pembelajaran sehingga

agar jurusan

mengambil

kuliah praktek fisika dasar di Universitas Negeri

Jakarta atau Universitas lain di seluruh Indonesia.

penyerapan informasi bisa lebih mencapai pendidikan. 2. Untuk mendapatkan hasil video pembelajaran yang lebih baik perlu skenario, kru dan setting sebaikoptimal dalam tujuan

2007.

Dasar-Dasar Edisi Kedua. Arsyad,

Universitas

Jakarta: Erlangga. 2007. Jakarta: Persada. Media PT

Azhar.

Pembelajaran. RajaGrafindo

Arikunto,

mempersiapkan storyboard, pendukung tempat baiknya.

Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Jakarta:

(EdisiRevisi 2010). Rineka Cipta.

dengan

Daryanto, 2010. Eveluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. De Porter, Bobby, dkk. 2000.

3. Setelah video pembelajaran selesai dibuat perlu adanya evaluasi media oleh para responden, yang terdiri atas 2 orang ahli media dan 20 mahasiswa yang menjadi

Quantum

Teaching

Mempraktikan di Kelas.

Quantum Learning Bandung: Mizan.

Djamarah, Bahri, dkk. 2006. Strategi

Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Fakultas Pedoman Teknik. Skripsi/ 2009. Buku

Semarang: Semarang.

Universitas Negeri

Wilkinson, Gene L. 1984. Media dalam Pembelajaran. CV Jakarta:

Komprehensif/ Jakarta:

Karya Inovatif (S1).

Pustekkom Dikbud dan Rajawali.

Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Furchan, Penelitian Arief. 1982. Pengantar Pendidikan.

dalam

Surabaya: Usaha Offset Printing. Javandalasta, Panca. 2011. 5 Hari Mahir Bikin Film. Surabaya: Mumtaz Media. Oemar, Hamalik. 1994. Media

Pembelajaran. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti. Riduwan. 2010. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru,

Karyawan dan Peneliti Bandung: Alfabeta. Sugiyono. Penelitian, Pendidikan 2008. Metode

Pemula.

Metodelogi Penelitian Pendekatan

Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Tridoyo. 2010. Pembelajaran Sistem Operasi Jakarta:

Penginstalasian

Berbasis GUI melalui Film. Universitas Negeri Jakarta. Warsita,

Bambang. 2008. Teknologi landasan Rineka dan

Pembelajaran, aplikasinya. Jakarta: Cipta. Wahzudik, Niam.

2010.

Naskah

Video Mata Pelajaran Bahasa Jawa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.