Saat tiba di RSPAD Gatot Soebroto pada tanggal 1 Mei 2013 pasien dibawa oleh orang tua pasien

karena pasien tidak mau makan dan minum, serta marah-marah tanpa sebab. Sejak 3 minggu sebelum masuk rumah sakit pasien tiba-tiba menghubungi orang tua pasien lewat telepon sambil menangis. Pasien meminta maaf kepada kedua orang tua pasien dan minta disampaikan maaf ke teman-teman dari ayah pasien. Pasien mengatakan ada suara yang menyuruh pasien untuk meminta ampun kepada kedua orang tua pasien. Suara yang didengar pasien merupakan suara seorang laki-laki, pasien seperti mengenal suaranya, namun pasien tidak dapat menyebutkan siapa pemilik suara tersebut. Pasien tidak mengalami penurunan nafsu makan, tidak mengurung diri di kamar, dan tidak terlihat sedih. Pasien juga tidak memiliki keinginan untuk bunuh diri. Pasien mengatakan sudah 2 minggu ini pasien tidak masuk kerja. Sejak 2 minggu sebelum masuk rumah sakit pasien mengatakan ingin ke masjid terus, karena ingin bertemu dengan orang-orang yang shaleh dan memperdalam ilmu agama. Sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit pasien merasa bahwa tetangga di sekitar tempat tinggal pasien menjelek-jelekan orang tua pasien. Pasien juga mengatakan mendengar bisikan-bisikan yang

mengomentari pasien. Orang tua pasien mengatakan, pembicaraan dengan pasien mulai tidak jelas. Sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit pasien tidak mau makan dan minum, pasien juga marah-marah tanpa sebab. Sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit setelah adzan subuh, pasien tiba-tiba mengamuk tanpa sebab. Pasien juga melempar-lempar barang ke kaca dan pintu. Pasien berkali-kali mengatakan ingin keluar, namun baru 3 kali melangkah pasien langsung jatuh dan orang tua pasien mengatakan pasien kejang. Pasien kemudian dibawa ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat atas saran tetangga pasien. Pasien kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto karena tidak ditemukan kelainan dalam hasil laboratorium. Selama dirawat di paviliun Amino awalnya pasien tenang dan mulai bisa diajak bicara. Pasien sempat mengatakan takut jika tidur pasien akan diikat kembali, seperti saat pasien masih gelisah. Setelah 2 hari dirawat pasien

. sehingga pasien merasa kesal. Pasien menyadari bahwa suara-suara seperti itu harusnya tidak ada dan pasien sangat terganggu. Pasien sempat mengamuk karena merasa ada yang mengejek dan menyalahkan pasien. Pasien mengatakan suara yang didengarnya merupakan suara laki-laki seperti suara teman mainnya.mengatakan mulai mendengar suara-suara lagi. tetapi pasien mencoba bersabar. suara anak kecil. Pasien mengalami kesulitan untuk tidur akibat suara-suara ini. dan suara ibu-ibu.