Yosua Marulitua Manullang Elysabeth Margaretha Sinaga

 Berasal dari kata Yunani yang berarti “Hilangnya Rasa” oleh Dioscroides. .

 Hipnosis ( Hilangnya Kesadaran )  Analgesia ( Hilangnya rasa sakit )  Arefeleksia ( hilangnya refleks-refleks motorik tubuh. memungkinkan imobilisasi pasien )  Relaksasi Otot.  Amnesia ( Hilangnya memori pasien selama menjalani prosedur ) . memudahkan prosedur pembedahan dan memfasilitasi intubasi trakeal.

. Keuntungannya : • Pasien tidak sadar • Efek amnesia meniadakan memori buruk pasien • Bisa dilakukan untuk prodesur yang lama. • Memudahkan kontrol penuh ventilasi pasien.

 Kerugiannya : • Mempengaruhi fisiologi • Pemantauan yang lebih holistik dan rumit • Tidak dapat mendeteksi gangguan susunan saraf pusat • Risiko komplikasi pascabedah lebih besar • Persiapan pasien lebih seksama .

etomidat. barbiturat. GABA ( Gamma Aminobutyric Acid )  Contoh obat tipikal GABAergik adalah gol benzodiazepin.  Reseptor yang diaktivasi Glutamat . kloralhidrat dan zat-zat anestetik inhalasi.

Stadium Pembedahan . • Plana 1 • Plana 2 • Plana 3 • Plana 4 . Stadium Eksitasi  Stage 3 . Stadium Induksi  Stage 2 . Stage 1 .

 Stage 4 . Stadium overdosis obat anestetik .

 Periode Pra-bedah : • Pada periode ini tujuannya mencari kemungkinan penyulit anestesia atau tindakan pembedahan. • Anamnesa • Pemeriksaan Fisis . • Hal – hal yang biasa dikerjakan ketika melakukan kunjungan pra – anestesia .

 Pemeriksaan  Status  Puasa  Premedikasi Tambahan Fisis .

STATISTIC • Pemantauan & Pencatatan . • Persiapan anestesia .Periode Intrabedah meliputi .

Periode Pasca Bedah : .

Kriteria 1. Sirkulasi 2 1 0 4. Nafas Dangkal atau Terbatas Apnea TD 20 mm dari nilai pra-anestesia TD 20 – 50 dari nilai pra anestesia TD 50 mm dari nilai pra anestesia Sadar penuh Bangun jika dipanggil Tidak berespon Mampu mempertahankan saturasi O2 > 92% Inhalasi O2 mempertahankan saturasi > 90% Saturasi O2 < 90% meski dengan Inhalasi O2 2. Respirasi 2 1 0 3. Kesadaran 2 1 0 5. Saturasi O2 2 1 0 . Aktivitas Skor 2 1 0 Kondisi Mampu Menggerakan 4 Ekstremitas Mampu Menggerakan 2 Ekstremitas Tidak Mampu Menggerakan Ekstremitas Mampu Bernapas dalam & Batuk Bebas Dispnea.

atau kombinasi keduanya Tiopental     Propofol Ketamin Etomidat  Midazolam . Dilakukan dengan pemberian obat-obat anestetik inhalasi atau intravena.

 Opioid  Anestetika  Pelumpuh Inhalasi Otot .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful