Saat kutengadahkan mukaku ke atas menatap terik mentari, Saat kutatap gemerlap bintang di kala gelap yang siap

mengantarkan mimpi, Tergores sepasang nama, Nama yang selalu kuingat dalam benak diri,

Saat kupalingkan mukaku ke bawah menatap dinding & lantai, Tetap tergores sepasang nama, Nama yang selalu kukenang hingga akhir hayat diri,

Saat kulalui hari-hari berganti, Tetap selalu tergores, Tetap terukir dalam sanubari ini, Tetap tertata, tersusun dengan indah, Sepasang nama yang akan selalu kuteladani,

Sepasang nama, Nama… yang selalu rela berkorban untukku, Berkorban hingga akhir hayat mereka, Yang selalu merelakan & mengiklaskan hidupnya,

Untuk diriku, Untuk kebahagianku, Untuk membimbingku, Untuk menempah diriku, Menjadi seorang MANUSIA, Kepala ini tertunduk, Mata ini sembab, Lidah ini keluh, Hati ini pilu,

Saat kukenang,

Kutatap raut mukanya yang sudah keriput. . Tuhan. Sampaikan rasa rindu ini buat mereka. Ketika dekap erat penuh kasih. aku lupa. Kuingat tatap bola mata yang mulai pudar. Sampaikan goresan kata ini untuk mereka. Untuk menafkahi kehidupan kami. Aku lalai.Saat-saat indah bersamanya. Sampaikan jika aku selalu mengingat mereka. Aku terlalu sibuk untuk urusanku sendiri. Meskipun terkadang. Hingga terkadang waktu 24 jam tidak cukup kusisakan buat mereka. Kurasakan tetes deras keringatnya. Terkadang muncul amarah mereka buatku. Rasa terima kasih yang mendalam. Dalam hening pikiranku. Membelenggu seluruh jiwa. Semua itu. Sampaikan goresan kata dariku buat mereka. Sampaikan kalau aku selalu mendambakan kehadiran mereka. Kulukis putih rambut yang menipis & beruban. Meskipun dalam berat hari-harimu. Tuhan. Marahnya adalah cintanya untukku. Tapi ku tahu amarahnya adalah bagian kasihnya untukku.

Dalam setiap tetes air mata bahagia yang mereka jatuhkan. Dalam setiap pengabdian & ibadah yang mereka lakukan. Atas do’a-do’a mereka. Atas semua pengorbanan mereka.Rasa bakti yang mendalam. Atas kasih sayang mereka. Untuk-MU Yang Maha Segalanya ! . Tuhan. Untuk semua kesuksesan diriku. Bahagiakan mereka. terkadang lalai untuk berbagi dengan mereka. Karena aku. Atas semua perhatian mereka. Aku terkadang terlena dengan kesenangan juga kesuksesan diri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful