BAB IV. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) 1.

Latar Belakang

Pulau-pulau kecil di Indonesia memiliki nilai strategis untuk dikembangkan khususnya Pulau-pulau kecil terluar (PPKT), seperti memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mempertahankan kondisi lingkungan, disamping itu pulau-pulau kecil terluar juga memiliki potensi sumberdaya alam yang perlu dimanfaatkan dan dikelola. Pulau-pulau kecil terluar yang berpenduduk membutuhkan pembangunan yang terencana sesuai dengan potensi dan tentunya berbasis masyarakat yang tinggal di lokasi setempat. Pembangunan di pulau-pulau kecil terluar, harus dilakukan secara penuh kehati-hatian karena pulau kecil terluar merupakan habitat yang terisolasi dengan habitat lain. Selain itu, pulau kecil juga mempunyai lingkungan yang khusus dengan proporsi spesies endemik yang tinggi bila dibandingkan dengan pulau kontinen, akibat ukurannya yang kecil maka tangkapan air (catchment) pada pulau ini yang relatif kecil sehingga air permukaan dan sedimen lebih cepat hilang ke dalam air. 1998). Perencanaan pembangunan menjadi bagian penting dari hasil identifikasi kondisi eksisting lokasi pulau kecil terluar, koordinasi antar sektor termasuk masyarakat sehingga diketahui kebutuhan sarana dan prasarana, kemudian tergambar dalam desain teknis rencana pembangunan sarana dan prasarana dan dapat menjadi masukan bagi pengambil keputusan untuk melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana di pulau-pulau kecil terluar sehingga efektif, efisien dan berkelanjutan. 2. Maksud dan Tujuan a) Mendapatkan data berupa jumlah sarana dan prasarana yang terdapat di pulau-pulau kecil terluar; b) Mendapatkan informasi tentang potensi sumberdaya alam, isu dan permasalahan serta arah pengembangan ke depan sesuai dengan keinginan, kemampuan masyarakat dan potensi sumberdaya alam yang terdapat di pulau-pulau kecil terluar; c) Merencanakan pembangunan sarana dan prasarana yang sesuai berbasis sumberdaya alam, keinginan dan kemampuan masyarakat di pulau-pulau kecil terluar 3. Sasaran a) Terdatanya jumlah sarana dan prasarana yang terdapat di pulau-pulau kecil terluar; b) Terdapatnya informasi tentang potensi sumberdaya alam, isu dan permasalahan, serta arah pengembangan ke depan sesuai dengan keinginan, Jika dilihat dari segi budaya, maka masyarakat pulau kecil mempunyai budaya yang umumnya berbeda dengan masyarakat pulau kontinen dan daratan (Dahuri,

Pulau Enggano. Kep. Kepri. . 17 Tahun Menengah Nasional (RPJMN). Kepri. Kab. Toli-Toli. Standar Teknis Menggunakan metode standar umum dalam mencapai output kegiatan serta dapat 9. Referensi Hukum 1. Prop. UU No. 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2. Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen Nama Pejabat uat Komitmen: Pemb Ir. Kab. Sangihe. 4. Sumber Pendanaan DIPA Satker Direktorat Pendayagunaan Pulau-pulau Kecil Tahun Anggaran 2013 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sejumlah Rp 742.000. Pulau Lingian. UU No.(tujuh ratus empat puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) 6. Pulau Kawio.500. Agus Dermawan. Bengkulu Utara. Lokasi Pekerjaan 1. Prop. Karimun. 3. Perpres No. Prop. 8. Kab. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil terluar 3. Tengah. Prop. Sulawesi Utara 5. 78 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Pulau-pulau kecil terluar. Data Dasar Berdasarkan hasil pekerjaan kegiatan baik swakelola maupun kontraktual perencanaan pengembangan pulau-pulau kecil tahun 2012 dan atau tahun sebelumnya 5 Data penunjang terdiri dari data yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan. Natuna.pulau Kecil Data Penunjang 7. M. Studi-Studi Terdahulu Berdasarkan hasil kegiatan perencanaan pengembangan pulau-pulau kecil tahun 2012 dan atau tahun sebelumnya 10. Pulau Subi Kecil. Kab. Pulau Karimun Kecil. Kab. Bengkulu 2.kemampuan masyarakat dan potensi sumberdaya alam yang terdapat di pulau-pulau kecil terluar. dan 5..Si Satuan Kerja: Direktorat Pendayagunaan Pulau. keinginan dan kemampuan masyarakat di pulau-pulau kecil terluar 4. Prop. c) Terencananya pembangunan sarana dan prasarana yang sesuai berbasis sumberdaya alam.

Lingkup Pekerjaan Untuk mencapai tujuan yang optimal dari setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. 1 Tahun 2010 Tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010. 5 Tahun 2010 tentang RPJMN Tahun 2010-2014 5. Perpres No. Inpres No. Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 20/MEN/2008 Tentang\=Pemanfaatan Pulau-pulau kecil terluar dan Perairan dan Sekitarnya. pembinaan masyarakat dan fasilitasi pengembangan kelembagaan pengelola sarana dan prasarana di PPKT b. Penunjang penguatan kelembagaan diberikan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pengelola. Persiapan Melakukan koordinasi dengan pemberi pekerjaan (Satker Direktorat Pendayagunaan Pulau-pulau Kecil).4. Menjabarkan metode pengelolaan sarana dan prasarana di lokasi setempat terkait penguatan kelembagaan dalam pengelolaan sarana dan prasarana. c) aspek kelembagaan pengelolaan sarana dan prasarana. 8. dan b) gambar teknik ukuran kertas A3. 3 Tahun 2010 Tentang Program Pembangunan Yang Berkeadilan Tahun 2010. e) melakukan pengukuran dan analisis kualitas air. 6. b) prioritas kebutuhan sarana dan prasarana di titik lokasi tersebut. 2) focus group discussion (FGD) untuk memahami dan menggali informasi dari masyarakat pulau dan stakeholder setempat terkait penetapan: a) titik lokasi rencana pembangunan. serta d) melihat kondisi terkini dari pulau-pulau kecil terluar. Keluaran6 . meliputi kondisi sarana dan prasarana. diperlukan tahapan serta rencana waktu pelaksanaan kegiatan sebagai berikut : a. kondisi ekosistem dan lingkungan. c. Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor PER. Ruang Lingkup 11. dan yang diperlukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Finalisasi Finalisasi kegiatan meliputi penyusunan perencanaan pembangunan sarana dan prasarana di PPKT berdasarkan hasil analisis dan tingkat prioritas kebutuhan masyarakat PPKT dalam bentuk: a) pelaporan. 06/MEN/2010 Tentang Rencana Strategis Kementerian Kelautan Dan Perikanan Tahun 2010-2014. 12. serta Pemerintah Daerah setempat dalam menentukan lokasi kawasan pulau kecil yang dituangkan ke dalam Berita Acara Survey lapangan Survey lapangan dilakukan dengan cara: 1) pengamatan secara langsung kondisi sarana dan prasarana yang tersedia. d. pembangunan sarana dan prasarana di pulau-pulau kecil terluar. Inpres No. 7.

Kertas A4. data dan informasi. Personil dan Fasilitas dari Pejabat Pembuat Komitmen Dalam kegiatan ini satker Direktorat Pendayagunaan Pulau.Laporan rangkap 5. diantaranya adalah literature 15. . tulisan hitam. peta pembangunan. yang menggamba rkan prioritas kebutuhan sarana dan prasarana di pulau-pulau kecil terluar. sampul soft cover warna putih. Gambar dijilid. Peralatan. . serta spesifikasi yang digunakan. Laporan dibuat dengan persyaratan sebagai berikut: .  Gambar detail. yakni Laporan Pendahuluan. 6 Dijelaskan pula keterkaitan antara suatu keluaran dengan keluaran lain. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa Melaksanakan kegiatan Perencanaan Pengembangan Sarana dan Prasarana Berbasis Masyarakat di Pulau-pulau Kecil Terluar di Wilayah Barat atas nama Satker Direktorat Pendayagunaan Pulau-pulau Kecil file pdf . soft cover warna putih.Jenis Gambar :  Gambar peta rencana pembangunan. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi Penyedia jasa konsultansi menyediakan data dasar. peralatan analisis serta alat-alat survey dan pendukung lainnya dalam rangka pelaksanaan kegiatan perencanaan pengembangan sarana dan prasarana berbasis masyarakat di pulau-pulau kecil terluar di wilayah barat. tulisan hitam 13.Hasil dari kegiatan ini berbentuk laporan. Material. gambar teknik. Gambar rencana .Gambar menggunakan kertas A3 . . jenis huruf Arial ukuran 12 pt. 14.Laporan dicopy dalam bentuk 2. 1. dalam CD sebanyak 5 keping.pulau Kecil membantu kelancaran kegiatan dengan menyediakan: anggaran. dukungan administrasi. Laporan Laporan dibuat dalam tiga (3) tahap Laporan Kemajuan dan Laporan Akhir.

memiliki pengalaman di bidangnya minimal 5 tahun. memiliki pengalaman di bidangnya minimal 5 tahun. 16. Minimal berpendidikan S1 bidang kelautan dan perikanan. Tenaga Penyelam dan Asisten Penyelam 12 (OH) . Personil Minimal berpendidikan S2 bidang sosial ekonomi. memiliki surat Prasarana Berbasis Masyarakat di Pulau-pulau Kecil Terluar di Wilayah pengalaman kerja (referensi Baratselama 120 (seratus dua puluh) hari kalender kerja) sesuai dengan bidangnya dengan surat tugas dari Direktorat Pendayagunaan Memperoleh pembayaran sesuai dengan kontrakKecil Jumlah Kualifikasi Pulau-pulau 2. Minimal D3 Perikanan. memiliki pengalaman di bidangnya minimal 5 tahun. Ahli Teknik Sipil Minimal berpendidikan S2 bidang teknik sipil. memiliki sertifikat selam minimal A3 untuk penyelam dan A2 untuk Asisten Penyelam 4 (OB) 4 (OB) 6. memiliki surat pengalaman kerja (referensi kerja) sesuai dengan bidangnya Minimal S1 Sosial Ekonomi Perikanan/Pertanian dengan pengalaman di bidangnya minimal 3 tahun. Pengolah Data 4 (OB) 7. Ahli Perencanaan Wilayah Minimal berpendidikan S2 bidang perencanaan wilayah/planologi. memiliki surat pengalaman kerja (referensi kerja) sesuai dengan bidangnya 5. Ahli Sosial Ekonomi 17. berpengalaman di bidangnya minimal 2 tahun. 4 (OB) 3.Posisi Orang Bulan Tenaga Ahli: 1. memiliki pengalaman di bidangnya minimal 5 tahun. Jangka Waktu Penyelesaian Pekerjaan memiliki pengalaman di bidangnya minimal 5 tahun. Ahli Sosial Ekonomi Perikanan 4. Ahli Kelautan dan Minimal berpendidikan S2 4 (OB) Perikanan bidang kelautan dan perikanan. Secara keseluruhan waktu yang HAPPI disediakan untuk melakukan memiliki sertifikat penyelesaian (Himpunan kegiatan Ahli Perencanaan Pengembangan Sarana dan Pengelolaan Pesisir Indonesia. memiliki surat pengalaman kerja (referensi kerja) sesuai dengan bidangnya.

Tugas dan tangung jawab masing-masing personil untuk Perencanaan Pembangunan Sarana Dan Prasarana Berbasis Masyarakat di Pulau-pulau Kecil Terluar di Wilayah Barat adalah sebagai berikut : a. Ahli Sosial Ekonomi Tugas dan Tanggung Jawab :  Melakukan surver/pencarian data sosial ekonomi perikanan dan menganalisa data social ekonomi yang diperlukan  Menyusun/menyiapkan data sosial ekonomi yang relevan dalam analisa yang diperlukan Membantu ketua tim dalam menyusun laporan dan analisa yang diperlukan 3. Ahli Kelautan/Perikanan Tugas dan Tanggung Jawab :  Mengumpulkan data yang diperlukan untuk melakukan kajian aspek kelautan  Melakukan analisis potensi kelautan  Menyusun Strategi Pengembangan Kelautan pada wilayah studi  Memberi masukan untuk wilayah studi dalam penyusunan pengembangan potensi kelautan  Bersama Tenaga Ahli lainnya merumuskan rencana tindak (action plan) penanganan pada lokasi studi. khususnya yang menyangkut bidangnya  Bertanggungjawab terhadap kualitas pekerjaan kepada Ketua Tim 2. Kebutuhan Tenaga Ahli 1. Ahli Perencanaan Wilayah .

lamun dan sumberdaya hayati lainnya  Membantu ketua tim dalam analisa sumberdaya bawah air dalam perencanaan pengembangan kedepan 6. geomorfologi dsb) dan potensi SDA di pulau-pulau kecil  Melakukan analisis terhadap kondisi pulau kecil ke dalam peta  Melakukan analisis peta sesuai peruntukannya  Melakukan analisis tentang daya dukung lingkungan berdasarkan kemampuan sumberdaya yang ada di pulau-pulau kecil 5. Ahli Teknik Sipil Tugas dan Tanggung Jawab :  Bertanggungjawab kepada Koordinator Tim dalam pelaksanaan pekerjaan  Melakukan survai dan pendataan kondisi fisik khususnya menyangkut aspek fisik dasar (topografi.Tugas dan Tanggung Jawab:  Bertanggungjawab atas peyelesaian pekerjaan sesuai dengan bidang keahliannya  Melakukan analisis tentang perencanaan wilayah studi  Menganalisis kecenderungan terhadap aktifitas ekonomi dan social arahan perkembangan kawasan studi  Menganalisis beberapa peluag dan tantangan pengembangan kawasan studi 4. terumbu karang. Penyelam dan Asisten Penyelam Tugas dan Tanggung Jawab :  Melakukan surver bawah air terkait potensi sumberdaya perikanan  Melakukan analisis sumberdaya perikanan seperti jenis dan kelimpahan ikan. Pengolah Data Tugas dan Tanggung Jawab :  Membantu bersama tenaga ahli lainnya dalam pengolahan data untuk kelancaran penyusunan laporan  Dibawah koordinasi Ketua Tim bekerjasama dengan menyusun rencana kerja dan kerangka laporan tenaga ahli lainnya  Memfasilitasi komunikasi dan informasi antara tim teknis dan tenaga ahli .

Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan memuat : pelaporan ini meliputi deskripsi umum mengenai strategi pelaksanaan kegiatan. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 60 (enam puluh) hari kerja/bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima) eksemplar. materi-materi sajian. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan No 1 2 3 Kegiata n Persiapan Survei lapangan Finalisasi Waktu (Bulan ke ) 1 2 3 4 19. Laporan akhir Laporan Akhir terdiri dari: ( ) _) buku laporan. Mengumpulkan studi-studi terdahulu  Memberikan informasi isu dan permasalahan wilayah perencanaan  Membantu menyusun kerangka survey dan Peta Kerja berdasarkan data hasil survey lapangan  Membantu dalam pelaksanaan survey lapangan 18. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 15 (Lima belas) hari kerja sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima) eksemplar. Laporan bulanan Laporan Bulanan memuat: Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: kerja/bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak ( 21. tim yang akan terlibat. Laporan antara Laporan Antara berisi tentang perkembangan pelaksanaan pekerjaan dan disampaikan lebih kurang paruh waktu dari lamanya pekerjaan. 22. dan pengumpulan data sekunder serta rencana waktu pelaksanaan. hari . 20.

- Laporan akhir sebagai hasil final dari seluruh rangkaian pekerjaan dan profil masingmasing pulau sebanyak 5 eksemplar. dengan judul dan pelaksanaan kegiatan di sisi laporan Soft copy laporan pelaksanaan kegiatan (laporan akhir) - masing-masing dicopy ke dalam 5 (lima) buah CD. yang berisi kumpulan gambar selama proses pelaksanaan pekerjaan yang dicopy dalam format . laporan antara sampai laporan akhir . Pedoman Pengumpula n Data Lapangan Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut: 1) Memenuhi kaidah ilmiah dan dapat dipertanggangungjawabkan. Persyaratan Kerjasama Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi: 25. dan keterangan tambahan data/responden. lokasi pengumpulan data. Hal-Hal Lain 23. 4) Melakukan uji terhadap keabsahan data. IV dan staf lingkup Direktorat Pendayagunaan Pulau-pulau Kecil Pembahasan kegiatan dilakukan setiap saat melakukan pelaporan. dimulai dari laporan pendahuluan. Produksi dalam Negeri Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri. tanggal dan waktu pengumpulan data. 2) Peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan harus memenuhi standar penelitian. 3) Data yang dikumpulkan berupa data primer dan datas ekunder yang dilengkapi dengan sumber data. III. Bentuk laporan berupa buku berukuran A4 dengan sampul soft cover kertas glossy (warna ditentukan kemudian). 26. Dokumentasi pekerjaan berupa album foto dan CD 1 buah untuk masing-masing pulau. 24. Alih pengetahuan Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen berikut : Pembahasan dari setiap laporan akan dilaksanakan di Direktorat Pendayagunaan Pulaupulau Kecil yang melibatkan Tim Teknis dan Pejabat Eselon II.jpeg beresolusi tinggi (tidak dikompres). cross check. validitas dan reliabilitas data yang dikumpulkan.