You are on page 1of 37

BUKU PANDUAN MAHASISWA

PIC 1: DR. dr. I Gede Arinton, Sp.PD-KGEH, M.Kom, MMR PIC 2: dr. Nur Signa Aini Gumilas, M.Biotech PIC 3: dr. Fibi Niken Dwi Sari Kode: KUB 238 Semester: IV
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEDOKTERAN PURWOKERTO 2013

DESKRIPSI BLOK Nama blok Kode Ruang lingkup : : : Digestif KUB 238 Mempelajari tentang kesehatan manusia, struktur dan fungsi, patofisiologi perjalanan penyakit, sistem pertahanan tubuh, jenis penyakit, penatalaksanaan serta ketrampilan klinis yang menunjang dalam sistem digestif SKS : 6 Jadwal pelaksanaan : Semester IV Blok digestif merupakan blok yang khusus mempelajari tentang definisi, fisiologi sistem pencernaan, patofisiologi, pendekatan diagnosis (anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dasar (rutin), pemeriksaan penunjang penapis (screening), pemeriksaan penunjang lanjutan (studi laboratorik dan radiologic) dan penatalaksanaan berbagai penyakit sistem pencernaan dengan mengedepankan sikap profesionalisme, belajar sepanjang hayat dan berpikir secara kritis. Dalam blok ini mahasiswa menganalisis masalah kesehatan pada sistem digestif menggunakan pendekatan yang komprehensif, terintegrasi dan sistematis. Ilmu-ilmu dasar kedokteran dibahas dan dikaitkan dengan aplikasi klinis dalam praktek kedokteran, sehingga mahasiswa dilatih untuk mampu mengintegrasikan pemahaman beberapa cabang ilmu kedokteran yang terkait dengan sistem digestif. Hal ini mengarahkan dan menunjang mahasiswa dalam pencapaian kompetensi yang diharapkan. Pada pelaksanaannya, blok ini menggunakan beberapa metode pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya dibimbing untuk mencapai kompetensi dalam bidang kognitif (knowledge) semata tetapi juga diarahkan untuk mampu menguasai kompetensi psikomotor (skill) dan afektif (attittude). Oleh karena itu, sejak dini mahasiswa dibekali dengan pengetahuan, dilatih dengan keterampilan klinis dan laboratorik yang diperlukan dalam penatalaksanaan problem sistem digestif. Metode pembelajaran yang diterapkan meliputi minilecture, problem based learning, case based learning, skillslab untuk ketrampilan klinik, praktikum dan penulisan referat. Melalui kegiatan pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan akan memiliki bekal

knowledge yang tinggi disertai dengan penguasaan clinical skill yang baik dan beretika dokter yang luhur. BAGIAN KONTRIBUTOR 1. Anatomi 2. Fisiologi 3. Histologi 4. Biokimia 5. Parasitologi 6. Mikrobiologi 7. Farmakologi 8. Patologi Anatomi 9. Patologi Klinik 10.Ilmu Penyakit Dalam ORGANISASI PENGELOLA BLOK 1. PIC (Person in Charge) 1 : Dr. dr. I Gede Arinton, Sp. PD-KGEH,M.Kom,MMR 2. PIC 2 3. PIC 3 4. Admin Blok 5. Caraka : dr. Nur Signa Aini Gumilas, M.Biotech : dr. Fibi Niken Dwi Sari : Mega Rumbi Ayu, Amd. : Setio Aji KOMPETENSI BLOK A. KOMPETENSI INTI 1. 2. 3. 4. 5. Komunikasi efektif. Penguasaan berbagai keterampilan dasar klinik digestif. Penerapan prinsip-prinsip ilmu biomedik, klinik dan perilaku serta epidemiologi sistem digestif. Pengenalan problem / penyakit / kelainan digestif dari berbagai periode kehidupan manusia dalam lingkup individu, keluarga dan komunitas. Melakukan penilaian, critical appraising, mengakses informasi dan pengelolaan informasi. 11. Ilmu Kesehatan Anak 12. Ilmu Bedah 13. Radiologi 14. Gizi Klinis 15. Etika Kedokteran

6. 7. 8.

Pengembangan kesadaran diri, self-care dan pengembangan kepribadian. Profesional, bermoral dan beretika dalam praktek kedokteran. Pengelolaan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kondisi kesehatan digestif dari berbagai periode kehidupan manusia.

B. SASARAN PENUNJANG 1. a. Mahasiswa mampu menggunakan prinsip-prinsip komunikasi efektif dalam hubungan dokter-pasien terutama pada waktu anamnesis,penjelasan prosedur terapi,dan edukasi pada penderita penyakit/kelainan digestif dan keluarganya. b. Mahasiswa mampu berkomunikasi dengan baik dalam hubungannya dengan rekan sejawat dalam menangani kasus - kasus penyakit / kelainan digestif. 2. a. Mahasiswa mampu melakukan anamnesis yang efektif dan efisien pada berbagai kasus penyakit/kelainan digestif (pria, wanita, anak maupun dewasa) berdasarkan integrasi pengetahuan dasar dan klinik. b. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fisik umum dan khusus pada berbagai kelainan digestif berdasarkan integrasi pengetahuan dasar dan klinik. c. Mahasiswa mampu melakukan interpretasi hasil pemeriksaan penunjang dan melakukan prosedur klinik yang efektif dan efisien pada berbagai kasus penyakit / kelainan digestif (pria, wanita, anak maupun dewasa) berdasarkan integrasi pengetahuan dasar dan klinik. 3. a. Mahasiswa mampu menerapkan evidence based medicine dalam menjelaskan penyakit penyakit digestif. b. Mahasiswa mampu menjelaskan patofisiologi terjadinya berbagai penyakit / kelainan digestif. c. Mahasiswa mampu mengenali tanda dan gejala penyakit / kelainan digestif serta membuat rencana terapinya. d. Mahasiswa mampu mengevaluasi keberhasilan terapi. 4. a. Mahasiswa mampu menegakkan diagnosis penyakit / kelainan digestif berdasarkan integrasi pengetahuan dasar dan klinik.

b. Mahasiswa mampu memberikan terapi generik bagi penderita penyakit / kelainan digestif. c. Mahasiswa mampu menjelaskan tindakan tindakan pencegahan bagi penyakit / kelainan digestif. d. Mahasiswa mampu mengenali dan menjelaskan solusi bagi faktor faktor lingkungan yang menyebabkan penyakit / kelainan digestif. 5. a. Mahasiswa mampu mengakses dan menggunakan teknologi dan informasi 6. a. (jurnal, buku, artikel ilmiah) yang relevan dengan data yang dimiliki khususnya tentang sistem digestif. Mahasiswa mengenali kekurangan dan kelebihannya serta mampu menyusun rencana kontinyu untuk mengatasi,mempertahankan dan meningkatkan kualitas dirinya. b. Mahasiswa mampu menghargai pendapat, saran dan kritikan dari pasien, keluarga pasien, masyarakat, rekan sejawat dan supervisor. 7. a. Mahasiswa mampu mengenali dimensi etika dalam penanganan penderita dengan penyakit / kelainan digestif b. Mahasiswa mampu menganalisis isu isu etika dalam berbagai kebijakan kesehatan dan hubungannya dengan tindakan professional. 8. a. Mengidentifikasi dan modifikasi faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap sistem digestif. b. Menjelaskan penerapan konsep kesehatan masyarakat dalam pengelolaam problem digestif. C. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mahasiswa mampu menggunakan prinsip-prinsip komunikasi efektif dalam hubungan dokter-pasien terutama pada waktu anamnesis, konseling, penjelasan prosedur terapi, dan edukasi pada penderita penyakit / kelainan sistem digestif dan keluarganya. 2. 3. Mahasiswa mampu berkomunikasi efektif dengan rekan sejawat dalam menangani kasus-kasus penyakit / kelainan sistem digestif. Mahasiswa mampu melakukan anamnesis yang akurat pada berbagai kasus penyakit / kelainan sistem digestif.

4. 5. 6. 7. 8. 9.

Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan umum dan khusus sistem digestif. Mahasiswa melakukan prosedur laboratorium dasar dan prosedur diagnostik dalam penatalaksanaan problem sistem digestif. Mahasiswa mampu menerapkan evidence based medicine dalam menjelaskan penyakit-penyakit sistem digestif. Mahasiswa mampu menjelaskan patofisiologi terjadinya berbagai penyakit / kelainan sistem digestif. Mahasiswa mampu mengidentifikasi tanda dan gejala penyakit / kelainan sistem digestif serta membuat rencana terapi. Mahasiswa mampu mengenali problem emergensi dalam sistem digestif dan menguasai prosedur klinik penanganannya.

10. Mahasiswa mampu menjelaskan terapi farmakologik penyakit / kelainan sistem digestif. 11. Mahasiswa mampu menjelaskan terapi bedah penyakit / kelainan sistem digestif. 12. Mahasiswa mampu menjelaskan terapi dietetik penyakit / kelainan sistem digestif. 13. Mahasiswa mampu menjelaskan evaluasi tingkat keberhasilan terapi penyakit / kelainan sistem digestif. 14. Mahasiswa mampu menjelaskan tindakan- tindakan pencegahan bagi penyakit / kelainan sistem digestif. 15. Mahasiswa mampu mengenali tingkat kemampuannya dalam menangani penyakit / kelainan sistem digestif dalam kapasitas sebagai dokter umum dan dapat melakukan rujukan 16. Mahasiswa mampu mengenali dan mencarikan solusi bagi faktor-faktor lingkungan yang menyebabkan penyakit / kelainan sistem digestif. 17. Mahasiswa mampu menggunakan sumber-sumber informasi (journal, buku, dll) untuk memperkaya pengetahuan yang dimiliki khususnya tentang penyakit/kelainan sistem digestif. 18. Mahasiswa menerapkan etika hubungan interpersonal dalam lingkup profesional dan perorangan.

19. Mahasiswa mampu menghargai pendapat, saran dan kritikan dari pasien, rekan sejawat dan supervisor. 20. Mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang dimiliki dalam identifikasi dan analisis penyakit/kelainan sistem digestif. 21. Mahasiswa mampu mengenali dimensi etika dalam penanganan penderita dengan penyakit / kelainan sistem digestif. 22. Mahasiswa mampu mengintegrasikan pertimbangan etika dalam penanganan penderita dengan penyakit/kelainan sistem digestif untuk mencapai pelayanan standar. Berikut ini adalah daftar penyakit dan ketrampilan klinik yang harus dikuasai mahasiswa saat blok digestif ini selesai. Daftar penyakit yang masuk blok digestif berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Kompetensi yang diharapkan untuk dikuasai adalah tingkat 4, 3A dan 3B. Tingkat Kemampuan 1: Mahasiswa dapat mengenali dan menempatkan gambaran klinik suatu penyakit dg literatur. Jadi cukup menduga penyakitnya dan merujuk ke spesialis.
Ruptur Esofagus Sindrome Reye Pes Penyakit Crohn Kolitis Ulseratif Enterokolitis Nekrotik

Tingkat Kemampuan 2: Mahasiswa dapat membuat diagnosis klinis berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan yang diminta dokter (lab sederhana, X-ray). Dokter mampu merujuk ke spesialis yang relevan dan mampu menindaklanjuti sesudahnya.
Sumbing pada Bibir dan Palatum Micrognatia and Macrognatia Leukoplakia Atresia Esofagus Akalasia Varises Esofagus Sirosis Hepatis Gagal Hepar Neoplasma Hepar Kole(doko)litiasis Empiema dan Hidrops Kandung Empedu Atresia Biliaris

Hernia (Inguinalis, Femoralis, Skrotalis) Reponibilis, Irreponibilis Hernia (Diafragmatika, Hiatus) Perforasi Usus Malrotasi Traktus Gastro-Intestinal Stenosis Pilorik Atresia Intestinal Divertikulum Meckel Fistula Umbilikal, OmphalocoeleGastroschisis Ileus Hepatitis C

Pankreatitis Karsinoma Pankreas Polip/Adenoma Kolon Karsinoma Kolon Penyakit Hirschsprung Atresia Anus Fistula Anus Fisura Anus Limfoma Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST)

Tingkat kemampuan 3A : Mahasiswa mampu membuat diagnosis klinik dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan.Dapat memberikan terapi pendahuluan serta merujuk ke spesialis yang relevan (KASUS BUKAN GAWAT DARURAT)
Glosistis Angina Ludwig Karies Gigi Esofagitis Refluks Hernia Umbilikalis Ulkus (Gaster, Duodenum) Malabsorbsi Hepatitis B Abses Hepar Amoeba Perlemakan Hepar Divertikulosis/Divertikulitis Kolitis Irritable Bowel Syndrome Proktitis Abses (Peri) Anal Hemoroid Grade 3-4 Prolaps Rektum, Anus

Tingkat Kemampuan 3B : Mahasiswa mampu membuat diagnosis klinik dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan. Dapat memberikan terapi pendahuluan serta merujuk ke spesialis yang relevan (KASUS GAWAT DARURAT)
Lesi Korosif pada Esofagus Hernia (Inguinalis, Femoralis, Skrotalis) Strangulata, Inkarserata Peritonitis Apendisitis Akut Abses Apendiks Perdarahan Gastrointestinal Botulisme Kolesititis Intususepsi atau Invaginasi

Tingkat Kemampuan 4 : Mahasiswa mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan (lab sederhana dan X-ray). Dokter memutuskan mampu menangani secara mandiri hingga tuntas.
Kandidiasis Mulut Ulkus Mulut (Aptosa, Herpes) Parotitis Infeksi pada Umbilikus Gastritis Gastroenteritis (termasuk Kolera, Giardiasis) Refluks Gastroesofagus Demam Tifoid Intoleransi Makanan Alergi Makanan Keracunan Makanan Penyakit Cacing Tambang Strongiloidiasis Askariasis Skistosomiasis Taeniasis Hepatitis A Disentri Basiler, Disentri Amoeba Hemoroid Grade 1-2

Daftar Ketrampilan Klinis : Tingkat kemampuan 1 (mengetahui dan menjelaskan) : Lulusan memiliki pengetahuan teoritis mengenai ketrampilan ini, sehingga dapat menjelaskan konsep, teori, prinsip, indikasi serta cara melakukan, komplikasi yang timbul.: 1. 1. 2. 3. Biopsi Hepar Endoscopi Lambung Proctoscopi Endoscopi Tingkat Kemampuan 2 (pernah melihat atau pernah mendemonstrasikan):

Tingkat Kemampuan 3 (pernah melakukan atau pernah menerapkan dibawah supervisi): 1. Pengambilan cairan ascites

Tingkat Kemampuan 4 (mampu melakukan secara mandiri) : 1. 2. 3. 4. Inspeksi bibir dan kavitas oral Inspeksi tonsil Penilaian pergerakan otot-otot hipoglosus Inspeksi abdomen

5. 6. 7. 8. 9.

Inspeksi lipat paha/inguinal pada saat tekanan abdomen meningkat Palpasi (dinding perut, kolon, hepar, lien, aorta, rigiditas dinding perut) Palpasi hernia Pemeriksaan nyeri tekan dan nyeri lepas (Blumberg test) Pemeriksaan psoas sign

10. Pemeriksaan obturator sign 11. Perkusi (pekak hati dan area traube) 12. Pemeriksaan pekak beralih (shifting dullness) 13. Pemeriksaan undulasi (fluid thrill) 14. Pemeriksaan colok dubur (digital rectal examination) 15. Palpasi sacrum 16. Inspeksi sarung tangan pascacolok-dubur 17. Persiapan dan pemeriksaan tinja 18. Pemasangan pipa nasogastrik (NGT) 19. Nasogastric suction 20. Mengganti kantong pada kolostomi 21. Enema 22. Anal swab 23. Identifikasi parasit 24. Pemeriksaan feses (termasuk darah samar, protozoa,parasit, cacing)

D. OUTCOME Mahasiswa setelah mengikuti blok digestif diharapkan akan menjadi mahasiswa yang : 1. Berbudi pekerti terpuji yang ditunjukkan dengan sikap menghargai manusia, menghargai pendapat orang lain, jujur, bersikap terbuka, sopan dalam tingkah laku dan dalam berbusana, memberikan apresiasi yang positif terhadap ilmu pengetahuan/ teknologi terutama dalam bidang digestif. 2. Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi di bidang digestif. 3. Mau dan mampu bekerja secara mandiri maupun dalam sebuah tim. 4. Memiliki etos belajar yang tinggi. 5. Taat pada peraturan akademik.

MATRIKS KURIKULUM A. MATERI PEMBELAJARAN Materi pembelajaran yang diberikan melalui minilecture selama proses pembelajaran di Blok Digestif :
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 MATERI Embriologi Sistem Digestif Anatomi Sistem Digestif Histologi Organ-organ Sistem Digestif Histologi Kelenjar-Kelenjar pada Sistem Digestif Fisiologi Menelan dan Proses Defekasi Fungsi Sekresi dan Absorbsi Saluran Cerna Fungsi Hepar, Sistem Duktus Biliaris dan Produksinya, dan Pancreas Enzim-Enzim Pencernaan Makanan Metabolisme Karbohidrat, Protein dan Lemak Metabolisme Mineral, Vitamin Obat Lokal pada Sistem Digestif Terapi Antivirus, Antimikroba, Antifungi dan Anti Parasit Investasi Parasit pada Saluran Cerna dan Hati (Ascariasis, Stongiloidiasis, Skistosomiasis, Taeniasis, Amoebiasis) Infeksi Bakteri, Fungi dan Virus PA Sistem Digestif PA Hepar (Inflamasi dan neoplasia) Pemeriksaan Laboratorium Darah dan Fungsi Hepatobilier pada Kelainan Sistem Digestif Pemeriksaan Feses pada Kelainan Sistem Digestif Kelainan Gigi dan Mulut Aspek Klinik Nutrisi pada Pasien dengan Gangguan Hepar dan Kelainan Saluran Cerna Malabsorbsi dan Intolerasi NARASUMBER dr. Raudatul Janah dr. Raudatul Janah Ageng Brahmadhi, S.Si., M.Sc Ageng Brahmadhi, S.Si., M.Sc dr. Susiana Candrawati, Sp.KO dr. Mustofa, M.Sc dr. Mustofa, M.Sc Drs. Slamet Priyanto, MS dr. Joko Setyono, M.Sc Dr. Saryono dr. Viva Ratih Bening Ati dr. Afifah dr. Lieza Dwianasari, M.Kes Dra. IDSAP Peramiarti, M.Kes dr.Hidayat S, Sp. PA dr. Dody Novrial, Sp.PA dr. Dharma Koosgiarto, Sp.PK dr. Wahyu Siswandari, Sp.PK Agus Prastowo, SST, M.Kes Agus Prastowo, SST, M.Kes BAGIAN Anatomi Anatomi Histologi Histologi Fisiologi Fisiologi Fisiologi Biokimia Biokimia Biokimia Farmakologi Farmakologi Parasitologi Mikrobiologi Patologi Anatomi Patologi Anatomi Patologi Klinik Patologi Klinik Gigi Gizi Klinik Gizi Klinik

14 15 16 17 18 19 20 21

Makanan 22 - Perdarahan Saluran Cerna - Ulkus Gaster - GERD 23 Infeksi Liver: - Hepatitis A - Uncomplicated Hepatitis B - Active Hepatitis C 24 - Penyakit Hepar Kronik - Abses Hepar - Fatty Liver 25 Penyakit Hepar pada Anak dan Penatalaksanaannya - Hepatitis - Cirrhosis of the liver 26 Diare pada Anak, Dehidrasi dan Penatalaksanaannya 27 28 29 Hemoroid, Perianal Abses, Fistula dan Anal Fisure Trauma Saluran Cerna Atas dan Bawah AKUT ABDOMEN : - Appendisitis Akut (Perforasi) - Intususepsi - Invaginasi - Peritonitis - Ileus Kelainan kongenital di Sistem Digestif (Hirschsprungs disease) Gambaran Radiologi dan Interpretasinya pada Kasus Digestif: Kegawatan dan Infeksi

Dr. dr. I Gede Arinton, Sp.PD-KGEH, M.Kom, MMR Dr. dr. I Gede Arinton, Sp.PD-KGEH, M.Kom, MMR Dr. dr. I Gede Arinton, Sp.PD-KGEH, M.Kom, MMR dr. Supriyanto, Sp.A

Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Kesehatan Anak Ilmu Kesehatan Anak Ilmu Bedah Ilmu Bedah

dr. Supriyanto, Sp.A dr. Kamal Agung W, Sp.B dr. Johny HP Silalahi, Sp.B

dr. Kamal Agung W, Sp.B

Ilmu Bedah

30 31

dr. Fridayati Dewi M, Sp.B dr. H. Ardi Soewarno, Sp.Rad

Ilmu Bedah Radiologi

Kegiatan dan topik praktikum pada blok digestif terdiri dari :


No. 1 2 3 4 Topik Anatomi organ-organ sistem digestif Gambaran histologi organ-organ dari oral cavity sampai anus Proses metabolisme Karbohidrat,protein,lemak Identifikasi agen infeksi jamu dan bakteri pada kelainan sistem digestif Pengampu Anatomi Histologi Biokimia Mikrobiologi

5 6 7 8 9 10

Identifikasi agen parasit pada kelainan sistem digestif Laxative drugs Resep obat untuk penulisan antimikroba dan obat lokal gangguan sistem digestif Peresepan Gambaran patologi anatomi kelainan sistem digestif Pemeriksaan laboratorium dengan sampel darah dan feses pada kelainan sistem digestif

Parasitologi Farmakologi Farmakologi Farmakologi Patologi Anatomi Patologi Klinik

Ketrampilan klinik yang akan dipelajari oleh mahasiswa berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia adalah :
No. 1 Ketrampilan klinik Anamnesis yang fokus pada keluhan diare, muntah,perdarahan sal cerna, nyeri abdomen dan ikterik pada pasien dewasa dan anak. Pemeriksaan abdomen : inspeksi, auscultasi (bowel sounds,bruits), percussion (liver,traubes area,bladder dullness), palpation (abdominal wall, colon, liver, spleen, aorta,rigidity), eliciting abdominal tenderness and rebound tenderness) Perianal examination : inspection of perianal area, rectal examination, palpation of pouchs douglass, palpation of adnexae Penganan dehidrasi karena diare pada anak. Pemasangan nasogastric tube Narasumber Dr. dr. I Gede Arinton, SpPD. KGEH, M.Kom, MMR dr. Supriyanto, Sp.A Dr. dr. IG. Arinton, Sp. PD. KGEH, MKom Tempat Ruang kuliah

Skillslab (TOT)

dr. Kamal AW, Sp.B

Skillslab (TOT)

4 5

dr. Supriyanto, Sp.A dr. Kamal AW, Sp.B

Skillslab (TOT) Skillslab

B. METODE PEMBELAJARAN Metode pembelajaran merupakan metode yang digunakan dalam proses mencapai kompetensi dan tujuan yang akan dicapai.Adapun metode pembelajaran yang diterapkan dalam blok ini adalah : 1. Minilecture merupakan kegiatan perkuliahan tatap muka. Kegiatan ini berlangsung maksimal 100 menit. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal kepada mahasiswa untuk menguasai konsep dasar yang dibutuhkan

dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Pemberi materi adalah dosen atau narasumber yang ahli dalam bidangnya. 2. Praktikum adalah kegiatan pengajaran dan pembelajaran dengan mengutamakan ketrampilan yang menunjang pemahaman terhadap suatu materi atau informasi. Ketrampilan tersebut dapat dilakukan di dalam ruang kuliah, laboratorium, atau di luar ruangan baik di dalam lingkungan maupun di luar kampus. 3. Problem based learning (PBL) adalah metode pembelajaran dengan menggunakan masalah digestif sebagai stimulus. Masalah tersebut berupa skenario kasus yang akan diselesaikan dalam diskusi kelompok kecil mahasiswa di bawah pengawasan tutor. Terdapat 4 kasus dan masing-masing kasus akan diselesaikan dalam 2 kali tutorial. Tutor tidak berperan sebagai pemberi informasi, dan membenarkan atau menyalahkan pendapat mahasiswa. Peran tutor adalah memfasilitasi mahasiswa untuk mencapai tujuan diskusi. Setiap kelompok membuat laporan setiap kasus dan diserahkan ke sekretaris blok maksimal hari ke-3 dari tutorial ke-2. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam diskusi kelompok adalah diterapkannya 7 langkah (seven jumps) memecahkan permasalahan, yaitu: a. Klarifikasi (kejelasan) istilah dan konsep b. Menetapkan definisi atau batasan permasalahan yang tepat c. Menganalisa permasalahan d. Menyusun urutan berbagai penjelasan mengenai permasalahan e. Merumuskan tujuan belajar f. Belajar mandiri secara individual atau kelompok g. Menarik atau mengambil sistem informasi yang dibutuhkan dari informasi yang ada Langkah 1. Kejelasan istilah dan konsep Dalam skenario (penyampaian masalah) ada beberapa istilah yang tidak jelas atau memungkinkan interpretasi yang berbeda.Semua istilah-istilah yang tidak jelas harus dimengerti dahulu dan penjelasan tersebut sebaiknya ditulis untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.Kadang-kadang perbedaan konsep bisa saja terjadi.

Langkah 2. Menetapkan definisi atau batasan permasalahan yang tepat Definisikan dan rumuskan dahulu permasalahan-permasalahan dalam skenario.Biasanya letak permasalahan adalah rangkaian cerita yang tidak jelas.Cerita-cerita ini harus diungkapkan kembali dengan istilah-istilah yang jelas, apakah cerita tersebut merupakan masalah kesehatan individu atau masyarakat, sebelum dapat dianalisa lebih lanjut. Langkah 3. Menganalisis masalah Analisa permasalahan dapat berupa suatu brainstorming (adu pendapat).Setiap partisipan menyatakan aspek mana yang menurutnya paling penting dan dengan diskusi dapat dipastikan mana yang benar.Pengetahuan yang dimiliki menentukan arah adu pendapat dan tujuannya memang untuk dapat menggunakan pengetahuan yang ada pada kelompok tersebut sebanyak mungkin.Perlu dicatat hal-hal yang belum diketahui atau kurang jelas. Langkah 4. Menyusun berbagai penjelasan mengenai permasalahan Setelah adu pendapat akan diperoleh setumpuk gagasan. Gagasan ini harus disusun menurut pola tertentu yang merupakan rangkaian logis dari berbagai macam aspek yang saling berkaitan.Sebagai contoh misalnya disusun seperti pohon dengan cabang-cabangnya atau dengan anak panah untuk setiap aspek yang berbeda. Dengan cara seperti ini, aspek-aspek yang memerlukan pengetahuan lebih lanjut dapat terlihat. Langkah 5. Merumuskan tujuan belajar Aspek-aspek yang memerlukan pengetahuan lebih lanjut dicatat sejelas mungkin sebagai tujuan-tujuan belajar (learning objectives).Tujuan-tujuan ini diberikan pada partisipan untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Jika tujuan tersebut tidak jelas, partisipan tersebut tidak akan mengerti informasi apa yang harus dikumpulkannya. Langkah 6. Belajar mandiri secara individual atau kelompok Anggota-anggota kelompok mulai mempelajari tujuan-tujuan belajar di perpustakaan (buku teks, buku referensi, jurnal, CD dan lain-lain), internet, berkonsultasi dengan ahli dan yang lainnya. Langkah 7. Menarik atau mengambil sistem informasi yang dibutuhkan dari informasi yang ada

Pada pertemuan kelompok berikutnya, pengetahuan yang didapat setiap anggota kelompok dikumpulkan bersama dan dicatat.Permasalahan yang masih belum diketahui dicatat dan ditunda hingga saat diskusi pakar. Langkah 1 sampai pertama dengan dan langkah langkah 5 6-7 dilaksanakan dilaksanakan dalam pada pertemuan/tutorial

pertemuan/tutorial ke dua. Berikut ini adalah informasi pertama untuk semua kasus PBL: a. PBL 1 Ny.XY Informasi 1 Seorang laki-laki Tn. XY, usia 55 tahun, menikah, pekerja perusahaan swasta, datang ke RS dengan keluhan nyeri dada intermiten selama kurang lebih 6 bulan dan semakin lama semakin berat. Nyeri terutama dirasakan di bagian tengah-kanan dada, nyeri seperti terbakar. Tn. XY juga mengeluhkan muntah, nyeri telan dan sering terkena sariawan. Selain itu juga mengeluhkan sering batuk-batuk kecil yang urung sembuh hingga sekarang. Tn XY merokok, tidak minum-minuman keras, suka minum kopi,dan makan-makanan pedas. Tn XY juga memiliki kebiasaan sering makan berat sebelum tidur.

b. PBL 2 Ada apa dengan perutku? Informasi 1 Tn. M usia 42 th datang ke poli dalam RSMS dengan keluhan nyeri perut kanan atas. Keluhan ini dirasakan kurang lebih sejak 5 bulan yang lalu. Nyeri awalnya dirasa ringan tidak mengganggu aktivitas namun lamakelamaan ini nyeri dirasa mengganggu aktivitas. Pasien juga mengeluh nyeri yang berpusat pada perut kanan atas yang dirasakan seperti dipukul-

pukul, terus-menerus dan tidak menjalar. Nyeri

perut

kanan atas

bertambah berat bila pasien bernafas dalam, duduk atau saat berjalan tegap. Rasa nyeri akan berkurang bila kedua kaki ditekuk ke badan atau dengan membungkukan badan. Pasien merasa perutnya terasa penuh, begah, cepat kenyang, dan nafsu makannya berkurang. Pasien juga mengeluhkan sering merasa mual dan sampai muntah. Pasien juga merasakan tubuhnya terasa lemas. Selain itu pasien juga merasakan demam yang tidak tinggi namun sekarang sudah tidak dirasakan lagi. Sejak 3 bulan yang lalu pasien mengeluh bagian putih bola mata dan kulitnya menjadi berwarna kuning. Pasien mengeluh ada bercak kemerahan pada dinding dada seperti sarang laba-laba. Pasien mengeluhkan payudaranya bertambah besar, teraba keras dan tidak nyeri. Pasien mengeluh telapak tangannya terdapat bercak-bercak berwarna kemerahan yang hilang apabila ditekan. Pasien juga mengeluhkan air seninya berwarna kecoklatan seperti teh, nyeri saat BAK disangkal. c. PBL 3 Bayi X diare Informasi 1 By X, perempuan, umur 11 bulan, datang ke IGD dengan diare 3 hari, disertai muntah-muntah dan panas. Diare kurang lebih 6-8 kali perhari, konsistensi cair, ampas kadang (+) kadang (-), lendir (-), darah (-). Muntah kurang lebih 3-4 kali perhari, tidak nyemprot. Nafsu makan menurun, tetapi By X nampak selalu haus dan selalu ingin minum. By X tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya. Tidak ada anggota keluarga lain yang menderita sakit seperti ini. d. PBL 4 Sakitnya Perutku.... Informasi 1 Sdr. H 19 th datang ke IGD RSMS dengan keluhan nyeri perut diseluruh bagian. Nyeri dirasakan sejak 1 hari yang lalu. Nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk dan menetap dan semakin berat jika pasien bergerak atau batuk. Pada awalnya nyeri dirasakan di perut bagian kanan bawah,

kemudian menjalar keseluruh bagian perut. Pasien juga mengeluh demam sejak beberapa jam yang lalu. Sudah 1 hari ini pasien tidak BAB dan flatus sehingga perutnya terasa kembung. Pasien juga mengeluhkan mual dan muntah. Pasien mengaku 1 hari yang lalu mengalami kecelakaan lalulintas dan perut kanan bawahnya terbentur stang sepeda motor. 4. Case based learning (CBL) merupakan varian dari PBL dengan tehnik pelaksanaan hampir sama.Satu kasus terdiri dari beberapa informasi yang akan didiskusikan sampai selesai dalam 100 menit (1 kali pertemuan). Fokus yang akan diutamakan melalui kegiatan CBL ini adalah melatih kemampuan clinical reasoning sebagai tahapan transfer clinical reasoning dari narasumber ke pemula yaitu mahasiswa. Berdasarkan fokus tersebut, diskusi CBL dihadiri oleh narasumber yang berkompeten, dan tidak menggunakan tutor. 5. Clinical skills adalah ketrampilan/prosedur klinik yang harus dikuasai atau diketahui oleh mahasiswa sesuai dengan kompetensinya sebagai dokter umum. Pengajaran dan pembelajaran ketrampilan klinik tersebut dilakukan dalam skills laboratorium, menggunakan alat bantu peraga, film, dan pasien terstandarisasi atau pasien yang sesungguhnya. Panduan yang digunakan untuk pembelajaran adalah buku ketrampilan klinik yang sudah ada di Jurusan Kedokteran FKIK Unsoed beserta daftar tiliknya. Clinical skills yang akan dipelajari dalam blok digestif ini adalah anamnesis, pemeriksaan abdomen, rehidrasi pada anak, pemasangan NGT dan pemeriksaan anal. 6. Video atau CD interaktif adalah metode pengajaran dan pembelajaran dimana penggunanya dapat belajar melalui melihat,mendengar dan atau memiliki kendali sepenuhnya terhadap video/CD tersebut. Mahasiswa dapat memilih dan menampilkan salah satu segmen dari video/CD sesuai dengan kehendaknya, dan mengatur kecepatan tampilan. Topik yang akan dipelajari dalam blok ini adalah endoskopi, mengingat prosedur ini sering digunakan namun bukan termasuk dalam kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa. Setiap kelompok mahasiswa membuat laporan yang berisi ringkasan hasil belajar yang diperoleh dari menonton video endoskopi. Tidak diperlukan format khusus dan hasilnya dikumpulkan ke sekre blok maksimal hari ke-3 setelah menonton video tersebut.

7.

Penulisan referat merupakan metode pembelajaran yang mengharuskan mahasiswa belajar secara mandiri materi-materi digestif (sudah disediakan) dalam rentang waktu yang disediakan. Sumber pembelajaran berupa buku teks, modul, internet, CD maupun perpustakaan digital. Mahasiswa dapat belajar secara individu maupun diskusi kelompok dalam ruang kelas maupun perpustakaan dengan cara melakukan telaah terhadap referensi yang sudah dipilih. Hasil belajar mandiri ini didokumentasikan dalam bentuk laporan per kelompok dan dipresentasikan dalam seminar yang dihadiri oleh narasumber. Penyusunan laporan dilakukan dengan pengawasan pembimbing. Masingmasing bimbingan dilakukan 3 kali sampai laporan selesai. Laporan referat di serahkan dalam bentuk softcopy dan hardcopy ke sekretaris blok maksimal 1 hari sebelum presentasi. Presentan ditentukan secara acak oleh sekretariat blok. Format penulisan dapat dilihat pada lembar lampiran. Topik referat dan pembimbingnya ada pada tabel berikut :
NO 1 2 3 4 5 6 JUDUL Hernia PEMBIMBING (Inguinalis, dr. Afifah NARASUMBER dr. Taufan Hidayat, Sp.B dr. Taufan Hidayat, Sp.B dr. Taufan Hidayat, Sp.B dr. Taufan Hidayat, Sp.B dr. Taufan Hidayat, Sp.B Dr. dr. IG. Arinton, SpPD-KGEH, MMR Dr. dr. MMR Dr. dr. dr. Mohamad Fakih, MM 9 Disentri Amoeba Basiler dan dr. Octavia Permata Sari MMR Dr. dr. MMR IG. M.Kom, Arinton, M.Kom, Arinton, M.Kom, Arinton, M.Kom,

Femoralis, Scrotalis) Ileus

dr. Amalia Muhaimin, MSc. Penyakit Hirschprung dr. Catharina Widiartini,M.Med .Ed Sumbing pada Bibir dan dr. Dwi Adi Nugroho Palatum Carsinoma Colon dr. Gema Citra Penyakit Hepar Kronik Dr. dr. I G. Arinton, SpPDKGEH, M.Kom Perdarahan Gastrointestinal dr. Madya Ardi Wicaksono, M.Si

SpPD-KGEH, IG.

Kolesistitis

SpPD-KGEH, IG.

SpPD-KGEH,

10

Iritable Bowel Syndrome (IBS)

dr. Pamela Kusuma Dewi Putri T dr. Tisna Sendy Pratama

Dr.

dr.

IG.

Arinton, M.Kom, Arinton, M.Kom,

SpPD-KGEH, MMR Dr. dr. IG.

11

Dispepsia

SpPD-KGEH,

12 13 14 15

Intoleransi Makanan Malabsorbsi pada Anak Demam Tifoid Anak Infeksi Umbilicus

dr. Viva Ratih Bening Ati dr. Wahyu Dwi Kusdaryanto dr. Yeni Nila Fristiani dr. Yudha Fitrian Prasetyo

MMR dr. Supriyanto, Sp.A dr. Supriyanto, Sp.A dr. Supriyanto, Sp.A dr. Supriyanto, Sp.A

PENILAIAN HASIL BELAJAR (ASSESMENT)


PEMBOBOTAN BERBAGAI METODE ASSESSMENT SEBAGAI KOMPONEN NILAI AKHIR A. NON LABORATORIUM METODE PEMBELAJARAN Kuliah Pemutaran video endoscopi Diskusi Kelompok Keterampilan Klinis (3x Pertemuan) SUB KOMPONEN NILAI PROSES Referat Laporan Video Endoscopi PBL 1-4 (masingmasing 2x pertemuan Laporan PBL (4 Laporan) Pretest dan Posttest Persentase 5,0% Ujian Tulis 1 5,0% Ujian Tulis 2 10,0% SOCA 10,0% 10,0% 40,0% OSCE 10,0% 40,0% 10,0% 10,0% 10,0% SUB KOMPONEN NILAI UJIAN SUMATIF BLOK Persentase

B. LABORATORIUM METODE Persentase PEMBELAJARAN Anatomi (3x) Histologi (3x) Parasitologi (2x) Mikrobiologi (2x) Farmakologi (2x) Biokimia (1x) Patologi Klinik (1x) Patologi Anatomi (1x) 4,0% 4,0% 2,7% 2,7% 2,7% 1,3% 1,3% 1,3% 20,0%

Kriteria Kelulusan : a. Mahasiswa dinyatakan lulus bila nilai akhir blok Digestif (jumlah nilai 100 %) minimal 56,00 (C) dengan syarat: 1) Komponen ujian tulis akhir blok minimal 56,00 2) Ujian SOCA dan OSCE minimal 66,00 3) Ujian Identifikasi minimal 56,00 tiap masing-masing bagian laboratorium terkait.

b.

Kriteria nilai akhir menggunakan criterion reference sebagai berikut: 1) A 2) B 3) C 4) D 5) E : 80,00 : 66,00 79,99 : 56,00 65,99 : 45,00 55,9 : < 45,00

c.

Ujian remidi dilakukan untuk : 1) Komponen ujian tulis < 56,00, 2) Ujian SOCA dan OSCE < 66,00 3) Ujian Identifikasi untuk tiap masing-masing bagian laboratorium terkait <56,00

d.

Nilai maksimal ujian Remidi :

1. 2. e. f.

Ujian Tulis dan Ujian Identifikasi maksimal 56,00 Ujian SOCA dan OSCE maksimal 66,00

Nilai ujian akhir setelah remidi yang digunakan adalah nilai terbaik. Kelulusan mahasiswa bisa dibatalkan bila terdapat pelanggaran akademik yang dilakukan mahasiswa, sesuai dengan ketentuan pelanggaran akademik dari buku peraturan akademik yang berlaku di Jurusan Kedokteran FKIK UNSOED.

g.

Persyaratan mengikuti Ujian Akhir Blok, OSCE, SOCA dan Ujian Identifikasi adalah : a. b. c. d. Telah mengumpulan semua tugas Kehadiran dalam perkuliahan dalam blok Digestif minimal 75% Kehadiran dalam kegiatan selain perkuliahan (PBL, Praktikum, Skill lab, dll) 100% Tidak melakukan pelanggaran berat sesuai buku pedoman tata tertib mahasiswa Program Pendidikan Dokter Unsoed yang menyebabkan dinyatakan tidak lulus sebelum pelaksanaan evaluasi komprehensif

h. i.

Mahasiswa yang tidak memenuhi kriteria di atas dinyatakan TIDAK LULUS dan harus mengulang blok. Bila tetap belum lulus maka pengulangan blok dilakukan setelah menyelesaikan seluruh sistem blok.

Aturan Proses Pembelajaran Blok Digestif: 1. 2. 3. Meangacu pada peraturan rektor No.4 th 2009 Aturan baju : Pakaian bebas, rapih, perempuan menggunakan rok, dan tidak diperkenankan menggunakan jins baik laki-laki maupun perempuan. Laki-laki tidak boleh menggunakan kaos berkerah (harus menggunakan kemeja), anting, atau asesoris lain yang digunakan oleh perempuan dan tidak diperkenankan berambut gondrong. 4. 5. Perempuan tidak boleh menggunakan rok diatas lulut, tidak boleh menggunakan kaos/baju selain kemaja, kemeja harus berlengan. Untuk mahasiswa yang menjalankan beberapa blok secara bersamaan, diwajibkan mengisi lembar kegiatan:

a. Lembar kegiatan harus diisi dengan lengkap, mulai dari nama, nim, ttd mahasiswa, dan pas foto ukuran 3x4 berwarna. b. Harus ditandatangani pengampu sebelum dan setelah kegiatan, dan harus diisi disetiap kegiatan baik perkuliahan maupun kegiatan lain yang bukan perkuliahan. c. Keterlambatan mengikuti kegiatan pembelajaran baik perkuliahan maupun non perkuliahan, maksimal 15 menit. Terlambat diatas 15 menit dianggap tidak mengikuti kegiatan. d. Jika mahasiswa diketahui tidak mengikuti kegiatan baik perkuliahan maupun non perkuliahan sampai selesai (Keluar dipertengahan kuliah/PBL/Skill lab/CBL/Presentasi Referat/Praktikum), maka dianggap tidak mengikuti kegiatan.

LAMPIRAN 1 Ketentuan Tata Tertib Ujian A. Sebelum Ujian Berlangsung 1. 2. 3. Para peserta ujian harus berada di Kampus sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) menit sebelum ujian dimulai; Lima menit sebelum ujian dimulai, para peserta ujian sudah harus berada di ruang ujian Peserta ujian wajib melengkapi dirinya dengan alat-alat tulis yang diperlukan dan yang diperkenankan untuk kepentingan ujian;

4. 5. 6.

Peserta ujian tidak diperkenankan membawa kertas ataupun catatan dalam bentuk apapun ke dalam ruang ujian Peserta ujian tidak diperkenankan menggeser-geser/memindahkan kursi atau meja yang telah diatur untuk keperluan ujian; Peserta ujian yang datang terlambat kurang dari 30 menit, tetap diperkenankan mengikuti ujian, tetapi tidak diberikan tambahan waktu penyelesaian ujian;

7. 8.

Peserta ujian yang datang terlambat lebih dari 30 (tiga puluh) menit setelah ujian dimulai tidak diperkenankan mengikuti ujian; Khusus ujian yang membutuhkan karantina harus hadir sebelum waktu masuk karantina, dan bagi mahasiswa yang datang terlambat, maka tidak diperkenankan mengikuti ujian.

9.

Peserta wajib berpakaian sopan dan bersepatu sesuai dengan aturan Jurusan Kedokteran FKIK Unsoed. Pengawas berhak mengeluarkan peserta ujian yang tidak mematuhi keharusan ini.

10. Peserta tidak diperkenankan membawa alat komunikasi dalam bentuk apapun pada waktu ujian berlangsung serta pada waktu karantina (khusus ujian yang membutuhkan karantina). B. Selama Ujian Berlangsung 1. 2. Peserta ujian diwajibkan untuk menandatangani daftar hadir ujian, sekaligus menulis nomor urut dan tanda tangannya pada lembar jawab karya ujian; Peserta ujian dilarang untuk: a. Saling berhubungan, baik secara lisan, tulisan maupun kode atau tandatanda lain, dengan sesama peserta ujian maupun dengan pihak lain di luar ruang ujian; b. Pinjam meminjam alat yang diperlukan selama ujian; c. Mencontoh, baik dari catatan sendiri maupun milik orang lain atau mencontoh pekerjaan orang lain; d. Meninggalkan ruang ujian tanpa izin pengawas. Peserta yang meninggalkan ruang tanpa ijin, dianggap telah menyelesaikan ujiannya; e. Membawa sebagian atau seluruh naskah soal ujian keluar dari ruang ujian sebelum maupun sesudah ujian berlangsung.

f. Mencatat sebagian atau seluruh naskah soal ujian selama ujian berlangsung. 3. Peserta ujian dapat mengajukan pertanyaan kepada pengawas ujian dengan ketentuan: a. Hanya mengenai hal-hal yang menyangkut redaksi dan teks ujian; b. Tidak mengganggu kelancaran jalannya ujian. 4. Peserta ujian yang telah menyelesaikan pekerjaannya dapat memberitahukan kepada pengawas dengan cara mengangkat tangan dan menyerahkan karya ujiannya kepada pengawas. Pengawas dapat mengijinkan mahasiswa yang bersangkutan untuk meninggalkan ruang ujian bilamana ujian telah berlangsung lebih dari 30 (tiga puluh) menit. 5. Peraturan khusus selama di dalam ruang karantina ujian: a. Peserta ujian diperkenankan membawa catatan yang diperlukan untuk belajar. Catatan yang dimaksud tidak diperkenankan dibawa masuk ke ruang ujian. b. Peserta ujian dilarang saling berhubungan, baik secara lisan, tulisan maupun kode atau tanda-tanda lain, dengan pihak lain di luar ruang karantina dan ruang ujian; c. Peserta tidak diperkenankan membawa alat komunikasi dalam bentuk apapun. C. Sanksi Peserta yang melanggar ketentuan tata tertib ujian ini akan dicatat pada berita acara ujian dan mahasiswa yang bersangkutan langsung mendapat nilai nol untuk mata ujian tersebut.

Lampiran 2 Format Penulisan Laporan Referat 1. Halaman judul : a. Judul referat b. Logo Unsoed c. Nama pembimbing lengkap dengan titelnya. d. Nama kelompok dan anggotanya (disertai NIM masing-masing) e. Warna sampul hijau tua 2. Kata Pengantar :

a. Ucapan terima kasih pada semua pihak yag telah membantu penyelesaian laporan (termasuk yang utama adalah Tuhan YME) b. Alasan disusun laporan diskusi c. Tujuan penyusunan laporan d. Kekurangan dan kelebihan laporan e. Tempat dan waktu penulisan (bulan dan tahun) f. Tertanda oleh kelompok yang membuat 3. Daftar Isi 4. Pendahuluan : a. Data epidemiologi masalah/topik dalam referat b. Bahaya atau komplikasi dari masalah dalam referat apabila tidak ditangani c. Sekilas teori baru mengenai penatalaksanaan (tahapan penegakan diagnosis sampai dengan prognosis dan komplikasi yang dapat terjadi) masalah dalam referat 5. Tinjauan Pustaka : a. Tanda dan gejala klinis yang muncul dari anamnesis dan pemeriksaan fisik serta patofisiologinya. b. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan disertai penjelasan indikasi dan hasil yang signifikan (dibandingkan nilai normal) untuk penegakkan diagnosis. c. Penegakkan diagnosis d. Rencana terapi baik medikamentosa dan non medikamentosa untuk maslah dalam referat. e. Prognosis f. Komplikasi yang dapat terjadi 6. Pembahasan : a. Penjelasan teori baru mengenai penatalaksanaan masalah dalam referat b. Penjelasan kekurangan dan kelebihan teori baru tersebut dibandingkan dengan teori sebelumnya c. Harapan untuk penatalaksanaan masalah dalam referat yang lebih baik 7. Kesimpulan : Berisi ringkasan dari isi referat 8. Daftar pustaka :

a. Referensi yang ilmiah b. Penulisan secara konsisten dengan bab-bab sebelumnya berdasarkan tipe harvard c. Sumber referensi diutamakan hasil publikasi (buku/jurnal/artikel) maksimal 10 tahun yang lalu

Lampiran 3 DAFTAR KELOMPOK PBL BLOK DIGESTIF TAHUN AJARAN 2012-2013

KELOMPOK 1 TUTOR: dr. Afifah NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NAMA RADITYA BAGAS W PARAMITA DENISWARA PUTI HASANA KASIH YAHDIYANI RAZANAH AINUL MARDLIYAH ALFIANA CHOIRIYANI U M HARIS YOGA I DHEA DANNI AGISTY AISYAH NUR AINI NIM G1A011006 G1A011024 G1A011034 G1A011050 G1A011060 G1A011072 G1A011069 G1A011078 G1A009075

KELOMPOK 2 TUTOR: dr. Amalia Muhaimin, MSc. N O NAMA 1 RAYNA NADIA FAUZIANI N 2 RACHMAN FADHILLA 3 REZA AMORGA 4 DINA NURMALA SARI 5 MUHAMMAD FADLIL AZKA 6 RIA PUSPARINI 7 NISWATI SYARIFAH A 8 NUR QISTHIYAH 9 INDO ASSA

KELOMPOK 3 TUTOR: dr. Catharina Widiartini,M.Med.Ed NIM G1A011084 G1A011035 G1A011023 G1A011033 G1A011110 G1A011119 G1A011116 G1A011027 G1A007138 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NAMA FISKA PRAKTIKA W RIAN AINUNNAHQI RIDWAN VINY AGUSTIANI LESTARI DIANA RIZKI R. JATMIKO EDY NUGROHO YEFTA MEGA SITI FASICHA AJAR PRASEKTI NIM G1A011010 G1A011025 G1A011026 G1A011031 G1A011045 G1A011043 G1A011066 G1A011095 G1A007064

KELOMPOK 4 TUTOR: dr. Dwi Adi Nugroho NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NAMA MUMTAZ MAULANA H MAYUBU KARTIKA AISYAH AULIA WAHIDA AHMAD ALBERA P MELIANA SHANTIA RIZKA ALDERA ASA DINANTARA AULIA TRI PUSPITASARI W NADHILAH IDZNI JEVAN FRITZ PRIDIABDHY NIM G1A011037 G1A011039 G1A011046 G1A011058 G1A011080 G1A011103 G1A011085 G1A011115 G1A007026

KELOMPOK 5 TUTOR: dr. Gema Citra N O NAMA 1 IMELDA WIDYASARI S 2 GILANG RARA AMRULLAH 3 NYIMAS EVA FITRIANI 4 TEOFILUS KRISTIANTO 5 FIKRIANISA SAFRINA 6 KELLI JULIANTI 7 MOLYNA ULFAH 8 AGENG BELLA DINATA 9 AULADI MIZANI

KELOMPOK 6 TUTOR: Dr. dr. I Gede Arinton, SpPD-KGEH, M.Kom, MMR NIM G1A011002 G1A011004 G1A011009 G1A011011 G1A011014 G1A011018 G1A011021 G1A011041 G1A011055 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NAMA STELLA GRACIA OCTARICA RIYANDA RAMA PUTRI ANNISA FATIMAH KANIA KANISTIA MUHAMMAD DANANTYO H RIZKA KHAIRIZA M. SAVVYANY SAPUTRA PRETTY NOVIANNISA ROSELLINA A.S. NIM G1A011097 G1A011107 G1A011099 G1A011114 G1A011102 G1A011070 G1A011090 G1A011065 G1A011074

KELOMPOK 7 TUTOR: dr. Madya Ardi Wicaksono, M.Si NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NAMA PRASTHITI DEWI H GO FERRA MARCHEELA G ALVITA MEGA KUMALA AQMARINA RACHMAWATI BRAHMA PUTRA J RIDHAN HABIBIE HUSSEIN H ROBIAH AL ADAWIYYAH UTIYA NUR LAILI MEGA NIM G1A011067 G1A011061 G1A011056 G1A011057 G1A011077 G1A011083 G1A011073 G1A011092 G1A009006

KELOMPOK 8 TUTOR: dr. Mohamad Fakih, MM N O NAMA 1 ATHIFA MUTHMAINNAH 2 MUHAMMAD FAISHAL H 3 DZURRATUN NASEHA 4 ASTARIE BELLA LARASATI 5 ANNISA NOOR A 6 GAGAH BASKARA ADI N 7 LAILA NOVIATIN NF 8 DWIJAYANTI TITIE A 9 YOHAN PARULIAN

KELOMPOK 9 TUTOR: dr. Octavia Permata Sari NIM G1A011063 G1A011075 G1A011076 G1A011091 G1A011109 G1A011108 G1A011111 G1A011088 G1A009130 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NAMA SENDYKA RINDUWASTUTY MONA SEPTINA RAHAYU ANISA KAPTI HANAWI ANNISA FARAH FADHILAH BAYU AJI PAMUNGKAS DANIEL PRAMANDANA L TIYO NURAKHYAR PRATIWI ARIEFIANTI N DAVID SANTOSO NIM G1A011038 G1A011030 G1A011040 G1A011053 G1A011071 G1A011081 G1A011086 G1A011096 G1A009031

KELOMPOK 10 TUTOR: dr. Pamela Kusuma Dewi Putri T NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NAMA IMAN HAKIM WICAKSANA AFIKA FAHMUDITA YULIUS DEDDY K STEFANUS ANDITYO SUSANTI TRI SUSANTI WAHYUPUTRI MIRZANIA M F ZAMZAMI A. BAIDOWI RAHMI LAKSITARUKMI NIM G1A011001 G1A011019 G1A011020 G1A011032 G1A011036 G1A011054 G1A011022 G1A011028 G1A009073

KELOMPOK 11 TUTOR: dr. Tisna Sendy Pratama N O NAMA 1 LUTFI MAULANA 2 RIANDI CANDRA PRAYOGA 3 IMMANUEL JEFFRI PAIAN P 4 KATHARINA LP 5 FITRIANI NURNADZIAH 6 WITRI SEPTIA NINGRUM 7 RIDHO SATRIA RAHARDIAN 8 BOMA BHASWARA 9 BELLINDRA PUITRA H

KELOMPOK 12 TUTOR: dr. Viva Ratih Bening Ati NIM G1A011052 G1A011048 G1A011098 G1A011117 G1A011118 G1A011121 G1A011122 G1A011105 G1A009135 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA NURUL ISTIQOMAH T.A DINDA IKA PUTRI GILANG ANANDA MARISKA WIDYA W FITRIA NURLAELY TRI UJIANA SEJATI FAQIH ALAM RUQMANA PRIMADEVI LAKSITA SUDJATI ADHINUGROHO FICKRY ADIANSYAH N NIM G1A011029 G1A011064 G1A011082 G1A011093 G1A011101 G1A011113 G1A011123 G1A011124 G1A009051 G1A009008

KELOMPOK 13 TUTOR: dr. Wahyu Dwi Kusdaryanto NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA PRAKOSA JATI P AGUSTUS WIJI GUNARDI RATIH RIZKI INDRAYANI LULUK KHARISMA S MULIA SARI MUFTIANA NUR ARIFAH ELENA WANDANTYAS FACHRUROZI IRSYAD ARGARINI DIAN PRATAMA YANUARY TEJO BUNTOLO NIM G1A011049 G1A011044 G1A011051 G1A011104 G1A011112 G1A011106 G1A011100 G1A011042 G1A009041 G1A009062

KELOMPOK 14 TUTOR: dr. Yeni Nila Fristiani N O NAMA 1 MUTIA MILIDIAH 2 IRMA NURAENI HIDAYAT 3 ISNILA F KELILAUW 4 LANNIDA 5 DESVIA IRA RESTIANA 6 HALIMAH CHAIRUNNISA 7 STEFANUS ARIYANTO W. 8 RIZAK TIARA YUSAN 9 WEDHA JATI TYAS S U 10 ARYA YUNAN PERMAIDI

KELOMPOK 15 TUTOR: dr. Yudha Fitrian Prasetyo NIM G1A011003 G1A011005 G1A011007 G1A011008 G1A011012 G1A011013 G1A011015 G1A011016 G1A007092 G1A009113 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA ARROSY SYARIFAH DESY AYU WULANDARI ZUMROTIN HASNAWATI BAGAS RYAN KUSUMA WAHYU EKO PRATOMO YANESTRIA PURNAMASARI SETYA AJI PRIYATNA PREVIASARI ZAHRA P YOLANDA SHINTA P MUH. SYAKUR RIDHO NIM G1A011059 G1A011047 G1A011087 G1A011089 G1A011120 G1A011094 G1A011079 G1A011068 G1A011062 G1A007015

Tutor Cadangan: dr. Raudatul Janah dr. Susiana Candrawati, SpKO dr. Tri Lestari dr. Tri Okmawati Handini

Lampiran 4
JADWAL KEGIATAN AKADEMIK BLOK DIGESTIF TAHUN AJARAN 2012-2013 Minggu 1 Waktu 07.00-07.50 08.00-08.50 Senin, 13/5/13 Investasi Parasit pada Saluran Cerna dan Hati (dr. Lieza Dwianasari, M.Kes) Pendahuluan dari Blok (Kontrak Pembelajaran) Overview Sistem Digestif (dr. Raudatul Janah) Break Histologi Organ-Organ Sistem Digestif (Ageng Brahmadhi,S.Si.,M.Sc) Selasa, 14/5/13 Fisiologi Menelan dan Proses Defekasi (dr. Susiana Candrawati, Sp. KO) Infeksi Bakteri, Virus dan Fungi (Dra. IDSAP Peramiarti,M.Kes) Enzim-Enzim Pencernaan (Drs. Slamet Priyanto, MS) Break Praktikum P1(Kel A) Praktikum A1 (Kel B) Praktikum M1 (Kel D) Praktikum P1 (Kel B) Praktikum A1 (Kel A) Praktikum M1 (Kel C) Rabu, 15/5/13 Kelainan Gigi dan Mulut (Gigi) Fungsi Sekresi dan Absorbsi Saluran Cerna (dr. Mustofa, MSc) Kamis, 16/5/13 Kelainan Gigi dan Mulut (Gigi) Jumat, 17/5/13 Sabtu, 18/5/13

Embriologi Sistem Digestif (Anatomi) Obat Lokal pada Sistem Digestif (dr. Viva Ratih Bening Ati) Praktikum P2 (Kel B) Praktikum PA (Kel A) L I B U R

09.00-09.50

Patologi Anatomi Sistem Digestif (Patologi Anatomi)

10.00-10.50 11.00-11.50 12.00-12.50 13.00-13.50 14.00-14.50 15.00-15.50 16.00-16.50

PBL 1.1 PBL 1.2 Break Praktikum P1(Kel C) Praktikum A1(Kel D) Praktikum M1(Kel B) Praktikum P1(Kel D) Praktikum A1(Kel C) Praktikum M1 (Kel A) Praktikum A2(Kel A) Praktikum P2(Kel C)

Break Praktikum P2 (Kel A) Praktikum PA (Kel B)

Praktikum A2(Kel B) Praktikum P2(Kel D)

A1: Praktikum anatomi saluran cerna atas P1 : Praktikum Parasitologi nematoda-trematoda M1 : Praktikum Mikrobiologi Penanaman Kuman

A2 : Praktikum Anatomi hati, system biliaris, pancreas (kelenjar Asessorius) P2 : Praktikum parasitologi Cestoda, Protozoa PA : Praktikum Patologi Anatomi

Minggu II

Waktu 07.00-07.50

Senin, 20/5/13

Selasa, 21/5/13

Rabu, 22/5/13

Kamis, 23/5/13 Lab Skill Kelas Besar Anamnesis Diare dan Muntah pada Orang Dewasa (Dr.dr.I. Gede Arinton, Sp.PDKGEH,M.Kom,MMR)

Jumat, 24/5/13 Lab Skill Kelas Besar Anamnesis Nyeri Perut, Ikterik, Perdarahan Saluran Cerna, Infeksi Colon (Colitis) dan gastroenteritis (Dr.dr.I. Gede Arinton, Sp.PDKGEH,M.Kom,MMR) Proses Metabolisme Karbohidrat, Protein dan Lemak (dr. Joko Setyono, MSc) Metabolisme Mineral dan Vitamin (DR. Saryono) Break Skill Lab PF Abdomen (Kel 1-5) Skill Lab RT (Kel 11-15)

Sabtu, 25/5/13

08.00-08.50

Inveksi Liver: Hepatitis A, Uncomplicated Hepatitis B, Active Hepatitis C (Dr.dr.I. Gede Arinton, Sp.PDKGEH,M.Kom,MMR) Malabsorbsi dan Food Intolerance (Agus Prastowo, SST, M.Kes)

Penyakit Hepar Kronik, Abses Hepar, dan Fatty Liver (Dr.dr.I. Gede Arinton, Sp.PDKGEH,M.Kom,MMR)

Gastrointestinal Bleeding, Gastric Ulcer, GERD (Dr.dr.I. Gede Arinton, Sp.PDKGEH,M.Kom,MMR)

09.00-09.50

10.00-10.50 PBL 2.1 11.00-11.50 12.00-12.50 13.00-13.50 14.00-14.50 15.00-15.50 16.00-16.50 H1: Praktikum histologi saluran cerna atas Fa : Praktikum Farmakologi laksatif A3: Praktikum anatomi saluran cerna bawah Break Kelainan Kongenital pada Sistem Digestif (dr. Fridayati Dewi M., SpB) Histologi Kelenjar-Kelenjar pada Sistem Digestif (Ageng Brahmadhi,S.Si.,M.Sc)

Fungsi Hepar, Sistem Ductus Biliaris dan Produksinya, Pankreas (dr. Mustofa, MSc)

Patologi Anatomi Sistem Digestif (Patologi Anatomi) Skill Lab Rehidrasi pada Anak (Kel 1-5) Skill Lab PF Abdomen (Kel 6-10) Break

L I B U R

Praktikum M2 (Kel C)

PBL 2.2

Praktikum A2 (Kel C) Praktikum M2 (Kel D) Praktikum H1 (Kel A) Praktikum A2 (Kel D) Praktikum H1 (Kel B)

Praktikum H1 (Kel D) Praktikum M2 (Kel B)

Praktikum A3 (Kel A) Praktikum H2 (Kel D) Praktikum Fa (Kel B) Praktikum PA ( Kel C)

Praktikum H1 (Kel C) Praktikum M2 (Kel A)

Praktikum A3 (Kel B) Praktikum H2 (Kel C) Praktikum Fa (Kel A) Praktikum PA ( Kel D) H2 : Praktikum Histologi hati, system biliaris, pancreas (kelenjar Asessorius) M2 : Praktikum mikrobiologi Identifikasi Kuman

Minggu III Waktu 07.00-07.50 08.00-08.50 Senin, 27/5/13 Diare pada Anak, Dehidrasi dan Penatalaksanaannya (dr. Supriyanto, Sp. A) Pemeriksaan Feses pada Kelainan Sistem Digestif (dr. Wahyu Siswandari, Sp. PK) Pemeriksaan Laboratorium Darah dan Fungsi Heptobilier pada Kelainan Sistem Digestif (dr. Dharma Koosgiarto, Sp. PK) Break Praktikum H2 (Kel A) Praktikum Fa (Kelk C) Praktikum A3 (Kel C) Praktikum H2 (Kel B) Praktikum Fa (Kel D) Praktikum A3 (Kel D) Selasa, 28/5/13 Penyakit Hepar pada Anak dan Penatalaksanaannya (dr. Supriyanto, Sp. A) Rabu, 29/5/13 Lab Skill Kelas Besar Anamnesis Diare dan Muntah pada Anak (dr. Supriyanto, Sp. A) Kamis, 30/5/13 Gambaran Radiologi dan Interpretasinya pada Kasus Digestif: Kegawatan dan Infeksi (dr. H.Ardi Soewarno,Sp.Rad) Jumat, 31/5/13
Akut Abdomen: Peritonitis, Appendicitis akut, Perforasi, Ileus, Intususepsi dan Invaginasi (dr. Kamal Agung Wijayanan,SpB)

Sabtu, 1/6/13 Video Endoscopy (Dr.dr.I. Gede Arinton, Sp.PDKGEH,M.Kom, MMR)

09.00-09.50

UTK 1 Skill Lab Rehidrasi Pada Anak (Kel 6-10) Skill Lab PF Abdomen (Kel 11-15) Break Terapi Antivirus, Antimikroba dan Antifungi Sistem Digestif (dr. Afifah) Open Lab Anatomi Kelompok A Praktikum H3 (Kel C) Praktikum PK (Kel D) Praktikum Bi (Kel A) Praktikum H3 (Kel D) Praktikum PK (Kel C) Praktikum Bi (Kel B)

10.00-10.50 11.00-11.50 12.00-12.50 13.00-13.50 14.00-14.50 15.00-15.50 16.00-16.50

PBL 3.1 PBL 3.2 Break Praktikum H3 (Kel A) Praktikum Bi (Kel C) Praktikum PK (Kel B) Praktikum H3 (Kel B) Praktikum Bi (Kel D) Praktikum PK (Kel A)

Aspek Klinik Nutrisi pada Pasien dengan Gangguan Hepar dan Kelainan pada Saluran Cerna (Agus Prastowo, SST, M.Kes)

Presentasi Referat (Dr.dr.I. Gede Arinton, Sp.PDKGEH,M.Kom, MMR)

Break Skill Lab RT (Kel 1-5) Skill Lab Rehidrasi Pada Anak (Kel 11-15) Open Lab Anatomi Kelompok B

Break Open Lab Anatomi Kelompok C Open Lab Anatomi Kelompok D

H3: Praktikum histologi saluran cerna bawah H3: Praktikum histologi saluran cerna bawah

Bi : Praktikum Biokimia-Enzim Saliva & Protein Plasma total PK : Praktikum PK-Feses rutin, Fungsi hati

Minggu IV Waktu 07.00-07.50 08.00-08.50 Senin, 3/6/13 Selasa, 4/6/13 CBL (Dr.dr.I. Gede Arinton, Sp.PDKGEH,M.Kom,MMR) UTK 2 Lab Skill Kelas Besar Pemasangan NGT (dr. Kamal Agung Wijayanan,SpB) Praktikum Kering Farmakologi (Peresepan) (dr. Afifah) LIBUR Break 12.00-12.50 13.00-13.50 14.00-14.50 15.00-15.50 Open Lab Histologi 16.00-16.50 Open Lab Histologi Presentasi Referat (dr. Taufan Hidayat, SpB) Break Break Break Ujian Identifikasi (Anatomi, Mikrobiologi, PA, PK) Presentasi Referat (dr. Supriyanto,Sp.A) Rabu, 5/6/13 Kamis, 6/6/13 Jumat, 7/6/13 Sabtu, 8/6/13

Trauma Saluran Cerna (dr. Johny HP Silalahi, SpB) Hemoroid, Perianal Abses, Fistula dan Anal Fisure (dr. Kamal Agung Wijayanan,SpB)

09.00-09.50

10.00-10.50 PBL 4.1 11.00-11.50

Briefing OSCE dan SOCA

Skill Lab RT (Kel 6-10)

PBL 4.2 Ujian Identifikasi (Histologi, Parasitologi, Biokimia, Farmakologi)

Minggu V

Waktu 07.00-07.50 08.00-08.50 09.00-09.50

Senin, 10/6/13

Selasa, 11/6/13

Rabu, 12/6/13

Kamis, 13/6/13

Jumat, 14/6/13

Sabtu, 15/6/13

OSCE Peresepan Interpretasi Radiologi

SOCA Gel I 10.00-10.50 11.00-11.50 12.00-12.50 13.00-13.50 14.00-14.50 OSCE Gel II 15.00-15.50 16.00-16.50 SOCA Gel II Break Break OSCE Gel I

Remed Ujian Identifikasi (Anatomi, Mikrobiologi, PA, PK)

Remed OSCE Remedial SOCA

Break

Break

L I B U R

Remed Ujian Identifikasi (Histologi, Parasitologi, Biokimia, Farmakologi)

Remed UTK 1 Remedial UTK 2